📚 Jejak Pustaka

Laporan & catatan kegiatan Jejak Pustaka

✏️ Buat Laporan
📚 Jejak Pustaka9 Oktober 2026
G

Gardina daru adini

📍 Kota Depok

Resume

Ringkasan materiAmanah dan kejujuranAmanah adalah lawan dari khianat dan termasuk akhlak penting dalam Islam.Rasulullah ﷺ dikenal sebagai ash-Shadiqul Amin, yaitu orang yang jujur dan tepercaya.Orang tua perlu membiasakan anak menjaga hak orang lain dan tidak mengambil barang yang bukan miliknya.Kejujuran dan amanah menumbuhkan kepercayaan serta menjadi bekal dalam berdakwah.Menjaga rahasiaMenjaga rahasia merupakan akhlak yang perlu diajarkan sejak dini.Kebiasaan ini membantu anak merasa dihargai, membangun rasa percaya diri, dan melatih tanggung jawab.Anak perlu belajar menjaga rahasia yang dipercayakan kepadanya.Kisah Abdullah bin Ja’far menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ mengajarkan penjagaan rahasia kepada anak-anak.Judul buku: Mendidik Generasi Rabbani Penulis: Abu Ihsan dan Ummu Ihsan

💬 0 komentar📅 9 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka9 Oktober 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

1 #JejakPustaka Sebuah Pekerjaan Bernama AYAH

Anak sesungguhnya hanyalah titipan sementara yang akan diambil kembali oleh pemiliknya. Waktu kita bersama anak-anak begitu terbatas.Di sini-lah titik pertanggungjawaban seorang Ayah akan diuji, sebagaimana tujuan kita diciptakan Allah Ta'ala sebagai seorang Khalifah, apakah bisa amanah dalam menjalankan setiap waktu-waktu yang terbatas terhadap anak (?).Menafkahi, melimpahkan kasih sayang, menghormati ruh suci yang ada di dalam diri anak, menjaga fitrah yang sudah Allah Ta’ala tanamkan, dan yang paling utama adalah menanamkan mereka tauhid sebagai tugas paling pertama seorang kepala sekolah di pendidikan rumah.

💬 0 komentar📅 9 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka9 Oktober 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

BERBICARA ASYIK DENGAN ANAK

Ayah Edi, Mendidik Anak Tanpa Teriakan dan Bentakan Langkah demi langkah mengatasi konflik dengan anak.Jika konflik yang timbul membuat Anda naik darah, Pasang "posisi netral" sebelum bicara, posisi netral adalah pikiran yang tidak memiliki prasangka apa pun. Kita sudah mencapai posisi netral jika kondisi kita telah siap mendengarkan dan menerima apa pun yang dikatakan oleh anak, serta hanya menganalisis masalah berdasarkan fakta dan logika.Kemudian, ajaklah anak bicara baik-baik.Berikut kiat-kiatnya.Cari tempat yang nyaman untuk berbicara dengan anak.- Bicaralah empat mata. Jangan sampai percakapan kita dengan anak terdengar oleh adik atau saudaranya.-Ingat, pertahankan posisi netral. Sebelum dan sepanjang percakapan, jangan ada prasangka apapun.- Hindari pikiran yang cenderung memvonis anak bersalah.- Ingat, pikiran negatif mungkin akan timbul berkali-kali, hilang dan timbul Jagalah selalu pikiran agar tetap netral.- Berhenti bicara jika amarah timbul kembali.

💬 0 komentar📅 9 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka9 Oktober 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Bab keenam tentang mengusap khuf

BAB KEENAM: TENTANG MENGUSAP KHUFF, SORBAN, DAN BIDAI Pengertian Khuff: Khuff adalah alas kaki yang terbuat dari kulit dan sejenisnya yang dipakai di kaki, bentuk jamaknya adalah khifaf. Yang termasuk dalam kategori khuff adalah segala sesuatu yang dipakai di kedua kaki yang terbuat dari wol dan sejenisnya. Masalah Pertama: Hukum Mengusap Khuff dan Dalilnya Mengusap khuff dibolehkan berdasarkan kesepakatan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Ini merupakan keringanan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala sebagai kemudahan bagi hamba-hamba-Nya dan untuk menghilangkan kesulitan dari mereka. Kebolehannya telah ditetapkan melalui sunnah dan ijmak. Adapun dari sunnah: hadits-hadits shahih telah mutawatir yang menetapkannya dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam baik dari perbuatan maupun perintah beliau dan pemberian izin dalam hal tersebut. Imam Ahmad rahimahullah berkata: "Tidak ada keraguan dalam hatiku tentang mengusap khuff, terdapat empat puluh hadits dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tentang hal ini." Maksud perkataannya adalah tidak ada keraguan sedikitpun dalam hatiku tentang kebolehannya. Hasan al-Bashri berkata: "Tujuh puluh sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menceritakan kepadaku bahwa beliau mengusap khuff." Di antara hadits-hadits tersebut adalah hadits Jarir bin Abdullah yang berkata: "Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam buang air kecil kemudian berwudhu dan mengusap khuffnya."Al-A'masy berkata dari Ibrahim: "Mereka senang dengan hadits ini karena keislaman Jarir terjadi setelah turunnya Surat al-Maidah (maksudnya ayat tentang wudhu)." Para ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah telah bersepakat tentang disyariatkannya mengusap khuff baik dalam perjalanan maupun mukim, baik karena kebutuhan maupun tidak. Demikian juga dibolehkan mengusap kaos kaki, yaitu yang dipakai di kaki selain dari kulit seperti kain dan sejenisnya, yang sekarang disebut kaus kaki. Karena keduanya seperti khuff dalam hal kebutuhan kaki terhadapnya, dan illat keduanya sama. Pemakaiannya telah tersebar lebih banyak dari khuff, maka dibolehkan mengusapnya jika menutupi. Masalah Kedua: Syarat-syarat Mengusap Khuff dan yang Menggantikannya Syarat-syarat tersebut adalah: 1. Memakainya dalam keadaan suci: Berdasarkan riwayat al-Mughirah: "Aku bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam perjalanan, lalu aku hendak melepas khuffnya, maka beliau berkata: 'Biarkan keduanya, karena aku memakainya dalam keadaan suci.' Lalu beliau mengusapnya." 2. Menutupi tempat yang wajib: Yaitu yang wajib dibasuh dari kaki. Jika ada yang tampak dari tempat yang wajib, maka tidak sah mengusapnya. 3. Halal: Tidak boleh mengusap yang dirampas, dicuri, atau sutra bagi laki-laki, karena memakainya adalah maksiat, maka tidak boleh menggunakan keringanan dengannya.4. Suci zatnya: Tidak sah mengusap yang najis, seperti yang terbuat dari kulit keledai. 5. Mengusap dalam waktu yang ditentukan syariat: Yaitu bagi mukim sehari semalam, dan bagi musafir tiga hari tiga malam. Ini adalah lima syarat yang disimpulkan oleh para ulama untuk sahnya mengusap khuff dari nash-nash nabawi dan kaidah-kaidah umum, yang harus diperhatikan ketika hendak mengusap. Masalah Ketiga: Cara dan Sifat Mengusap Tempat yang disyariatkan untuk diusap adalah bagian atas khuff, dan yang

💬 0 komentar📅 9 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka9 Oktober 2026
E

Exa Aldila

📍 Kabupaten Magelang

Paduan Keluarga Sakinah - Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Bab 11: Hak Suami yang Wajib Dipenuhi Istri ​1. Isteri Wajib Taat kepada Suami​Suami adalah pemimpin dalam rumah tangga dan diberi keutamaan oleh Allah untuk memberi nafkah.​Ketaatan kepada suami merupakan hak tertinggi bagi isteri selepas ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.​Syarat Ketaatan:​Taat dalam perkara yang ma'ruf (kebaikan yang tidak bertentangan dengan syariat).​Tidak Boleh Taat dalam Maksiat: Jika suami menyuruh perkara maksiat (seperti menanggalkan jilbab, meninggalkan solat, atau bersetubuh semasa haid), isteri dilarang/tidak wajib mematuhinya.​Menunaikan hak suami/ketaatan wajib didahulukan berbanding amalan-amalan sunnah.​2. Berpuasa Sunnah dan Mengizinkan Orang Masuk Rumah​Isteri dilarang berpuasa sunnah tanpa izin suami apabila suami berada di rumah.​Isteri tidak boleh membenarkan mana-mana individu memasuki rumah tanpa keizinan suami.​Isteri hendaklah meminta izin suami sebelum berinfak atau bersedekah menggunakan harta suami.​3. Banyak Bersyukur dan Tidak Banyak Menuntut​Isteri diperintahkan untuk sentiasa bersyukur atas nafkah dan pemberian suami serta bersikap qana'ah (merasa cukup).​Sifat tidak bersyukur, banyak menuntut, dan mengufuri/melupakan kebaikan suami diberi amaran keras dalam Islam.​4. Tinggal di Rumah dan Mengurus Rumah Tangga​Isteri dianjurkan untuk tinggal di rumah dan mengurus rumah tangga serta anak-anak mengikut syariat.​Isteri tidak dibenarkan keluar rumah tanpa keizinan suami.​Mengenai Wanita Bekerja di Luar Rumah:​Bekerja di luar rumah secara tidak terkawal dibimbangi membawa dampak negatif terhadap peranan sebagai isteri, pendidikan anak, keharmonian rumah tangga, dan kualiti kerja.​5. Berhias, Tersenyum, dan Menyenangkan Suami​Isteri dianjurkan menjaga kebersihan, berhias, dan berpenampilan kemas serta harum khusus untuk suami (dalam batas syariat).​Sentiasa bersikap mesra, lemah lembut, dan bertatarias mesra untuk memberikan ketenangan jiwa kepada suami.​6. Tidak Mengungkit Harta Pemberian​Dilarang mengungkit-ungkit harta atau bantuan yang telah diberikan kepada suami mahupun keluarga suami kerana perbuatan tersebut boleh membatalkan pahala.​7. Tidak Menyakiti Suami​Isteri dilarang menyakiti hati suami sama ada melalui perkataan, celaan, mahupun perbuatan.​8. Berbuat Baik kepada Kedua Orang Tua dan Kerabat Suami​Kebaikan isteri kepada suami merangkumi sikap menghormati dan melayani kedua ibu bapa serta kerabat suami dengan baik.​9. Pandai Menjaga Rahsia Suami dan Rumah Tangga​Isteri wajib menyimpan rahsia suami, keaiban rumah tangga, terutamanya perkara yang berkaitan hubungan suami isteri (urusan ranjang) daripada pengetahuan orang luar.​10. Bersungguh-sungguh Menjaga Keberlangsung Keharmonian Rumah Tangga​Isteri dilarang sama sekali meminta perceraian daripada suami tanpa alasan yang dibenarkan oleh syarak.

💬 0 komentar📅 9 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka9 Oktober 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

Kisah Nabi dan Rasul

Para ulama menjelaskan bahwa ketika Nabi Daud menyadari kesalahannya dalam perkara ini dan segera bertobat, beliau menjadi pribadi yang lebih baik daripada sebelumnya. Dari sinilah muncul perdebatan di kalangan para ulama tentang siapa yang lebih utama: orang saleh yang tak pernah berbuat dosa, atau orang baik yang pernah berdosa namun kemudian bertobat dengan sungguh-sungguh kepada Allah جل جلاله.​Sebagai contoh, bayangkan dua orang, si A dan si B. Si A adalah orang yang selalu saleh, senantiasa berbuat baik sepanjang hidupnya. Sedangkan si B adalah orang baik yang di tengah perjalanannya tergelincir dalam dosa, namun kemudian bertobat dengan penuh penyesalan dan kembali kepada jalan yang benar. Para ulama berselisih pendapat mengenai siapa yang lebih utama di antara keduanya?​Sebagian ulama berpendapat bahwa si A lebih utama. Alasannya, ketika si A dan si B berjalan menuju surga, si B sempat tersendat karena dosanya. Meskipun akhirnya si B bertobat, ia sudah tertinggal jauh dari si A yang konsisten berbuat baik.​Namun, ulama lainnya berpendapat bahwa si B lebih utama. Mereka berargumen bahwa tatkala si B bertobat dengan penuh kesungguhan, si A tidak merasakan ibadah yang dirasakan oleh si B. Rasa penyesalan mendalam, tangisan di hadapan Allah جل جلاله, dan kehinaan yang dirasakan si B menjadikannya lebih merasakan ketakutan dan pengharapan saat sujud bersimpuh di hadapan Allah جل جلاله. Karena itu, si B dengan semua ibadah hatinya justru bisa melampaui si A dalam keikhlasan dan ketundukan, sehingga ia berpotensi untuk masuk surga lebih dahulu.​Demikianlah para Nabi yang Allah جل جلاله takdirkan untuk sesekali berbuat kesalahan, memiliki hikmah yang mendalam. Hal ini ditakdirkan agar mereka bisa meraih ibadah yang luar biasa. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menjelaskan permasalahan ini dengan lebih terperinci. Ketika seseorang yang sebelumnya berbuat dosa kemudian bertobat, perlu diperhatikan apakah setelah tobat ia menjadi lebih baik dari sebelumnya; tetap sama; atau justru menurun kualitas imannya. Memang ada orang yang meski telah bertobat, kualitas imannya menurun akibat maksiat yang dilakukannya. Namun, ada pula yang setelah bertobat, imannya meningkat, rasa takutnya kepada Allah جل جلاله semakin dalam, dan ketakwaannya semakin kuat. Menurut Ibnu Taimiyyah, orang semacam ini akan mencapai derajat yang lebih tinggi setelah berbuat dosa. Salah satu contohnya adalah Nabi Daud. Ketika bersalah, beliau segera bertobat dan kembali kepada Allah جل جلاله, sehingga Allah menjadikannya lebih mulia dan utama dibanding sebelumnya.

💬 0 komentar📅 9 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka9 Oktober 2026
I

Ida Ummu hafsho

📍 Kota Palu

Membangun landasan

Membangun landasanNatalie sadar: Menjadi ibu yang jujur & hadir sepenuhnya itu tidak mudah, tapi dia mau jadi diri sendiri agar Brigitte nanti bisa jadi dirinya sendiri juga.Pesan buat kita yang hamil / calon orang tua:1. Lihat jauh ke depan. Jangan anggap mengasuh = kewajiban kayak kasih makan & bersihkan. Anggap anak sebagai orang luar yang akan punya hubungan seumur hidup sama kamu. Jadi bangun ikatan dengan kasih sayang & rasa aman dari sekarang. Pondasinya dimulai sejak hamil.2. Judul kanan: Sihir SimpatikBegitu umumkan hamil, langsung dibanjiri aturan: jangan makan ini, jangan minum itu. Aturan itu bikin kesan ada "kehamilan sempurna" dan "orang tua sempurna" yang bisa melahirkan anak tanpa cela.Philippa Perry bilang: Cara pikir itu yang merusak hubungan. Karena kita jadi sibuk mengejar kesempurnaan, bukan sibuk menjalin hubungan.> Kehamilan & jadi orang tua itu bukan tentang menghadirkan manusia yang sempurna, tapi tentang menghadirkan seseorang ke dunia untuk kita jalin hubungan dengannya.

💬 0 komentar📅 9 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka9 Oktober 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Root & wings 2 - Harga diri dan anak anda

Pada intinya, harga diri adalah cara anak memandang, menilai, dan merasa tentang dirinya. Perasaan itu berdampak pada caranya bertindak dan memahami dunia sekelilingnya. Dalam bukunya Your Child"s Self-Esteem, Dorothy Corkville Briggs, pendidik dan konselor anak, mengatakan,"Penilaian anak terhadap dirinya sendiri mempengaruhi jenis teman yang dipilihnya, cara dia bergaul, tipe orang yang dinikahinya, dan seberapa produktif dia kelak. Hal itu berdampak pada kreativitas, integritas, stabilitas, bahkan kemampuannya, apakah dia akan menjadi pemimpin atau pengikut. Rasa menghargai diri sendiri membentuk inti kepribadian dan menentukan cara dia menggunakan kecakapan dan kemampuannya. Sikapnya terhadap diri sendiri berhubungan langsung dengan caranya menjalani kehidup-an. Bahkan, harga diri merupakan dorongan utama yang menentukan setiap anak untuk berhasil atau gagal sebagai manusia."Orangtua merupakan sumber pengaruh terkuat bagi nilai dan harga diri anak.

💬 0 komentar📅 9 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka9 Oktober 2026
D

Dewi Hajar Novanda

📍 Kota Depok

Mengambil Keputusan

Mengambil keputusan artinya ayah mampu membuat pilihan di antara dua atau lebih alternatif. Walaupun begitu, pengambilan keputusan keluarga bukanlah mutlak harus di tangan seorang ayah. Semua anggota keluarga harus berkontribusi dalam pengambilan sebuah keputusan yang disepakati dalam keluarga tersebut.Karena sebenarnya pengambilan keputusan adalah suatu proses menyeluruh, bukan sekadar tindakan sederhana memilih di antara alternatif-alternatif. Dalam mengambil keputusan, sang manajer sebenarnya memiliki wakil yang sangat kompeten, yaitu sang isteri. Beberapa hal yang harus diperhatikan ketika kita mengambil keputusan adalah, harus rasional, artinya selalu bersikap logis dan objektif. Bicarakan bersama wakil manajer Anda dengan saksama dan selalu memiliki sasaran yang jelas dan terperinci.Oleh karena itu, Anda harus perhatikan beberapa hal:1. Kejelasan sebuah masalah.2. Orientasi tujuan.3. Pilihan-pilihan yang diketahui.4. Perhatikan waktu dan biaya.5. Keuntungan yang didapat untuk keluarga.

💬 0 komentar📅 9 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka9 Oktober 2026
N

Naella ulia

📍 -

Penutup

"Manusia akan cenderung takut untuk menghadapi hal yang tidak dia ketahui."Itulah penggalan yang menggambarkan perasaan kita saat masa-masa menanti pernikahan hingga awal menjalaninya. Berangkat dari sana, buku ini berusahamerangkum beberapa pertanyaan yang biasa diajukan seorang ketika hendak menuju pernikahan juga masalah-masalah yang sering muncul di awal awal menapakinya.Bagaimana proses yang baik dan benar menuju pernikahan, membangun ikatan dengan pasangan, mengelola keuangan, mengatur hidup supaya seimbang, mengelola emosi, merawat cinta, dan pengetahuan kesehatan. Semua hal ini akan disinggung dalam buku ini.Sebagian besar jawaban merupakan hasıl dari pengalaman penulis yang masih sama-sama belajar dan belum lama menjalani pernikahan. Namun itulah menariknya. Hal yang disajikan akan terasa dekat dengan pengalaman calon dan pasangan baru. Terasa menggelitik dan mengundang kenangan bagi pasangan lama. Dan menjadi teman bagi siapa pun yang membacanya.Semoga bermanfaat.THE WORLD OF MARRIAGE Candra Prahastiwi,Saviera Yonita, Dr.Victa Ryza

💬 0 komentar📅 9 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka11 Oktober 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

The Barakah Effect — Bismillah

Jangan biarkan sesuatu yang rutin kehilangan maknanyaKita bisa mengucapkan Bismillah berkali-kali dalam sehari sampai ia terasa seperti kata pembuka biasa. Padahal, jika dihayati, mengucapkan nama Allah sebelum bertindak mengingatkan kita bahwa aktivitas yang akan dilakukan bukan sesuatu yang sepenuhnya berdiri sendiri.Saat membuka laptop untuk bekerja, belajar, mencari penghasilan, atau memulai percakapan sulit, kita sedang memasuki suatu tindakan dengan kesadaran bahwa kita adalah hamba Allah.Yang menarik, ini mengubah cara kita memandang rutinitas. Pekerjaan yang sama bisa dijalani dengan kesadaran yang berbeda. Menyusun laporan, misalnya, bukan sekadar menyelesaikan kewajiban kantor. Jika dilakukan dengan niat yang baik dan cara yang benar, pekerjaan itu juga bisa menjadi bagian dari ikhtiar menjalani amanah.Renungannya: Jangan sampai lisan kita terbiasa menyebut nama Allah, tetapi hati kita menjalani hari seolah-olah semuanya hanya bergantung pada kemampuan diri sendiri.

💬 0 komentar📅 8 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka9 Oktober 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Root & Wings 2 - Manfaat Olahraga bebas, tanpa struktur, dan tidak terorganisasi

Kalimat "bukan begitu cara mainnya" tidak mau hilang dari pikiran saya dan sekali lagi saya berusaha me-nerangkan. Saya mulai dengan, "Tapi..." dan mereka segera menghentikan saya dengan, "Ini cuma permainan dan permainan fungsinya untuk bersenang-senang dan kami sedang bersenang-senang."Logika sempurna! Sungguh bijaksana! Saya lalu me-nyimpulkan, anak-anak ini brilian hanya jika kita membiarkan mereka jadi brilian.Olahraga bebas, tanpa struktur, dan tidak terorganisasi bukan hanya mengasyikkan, tapi juga bisa mengajari anak-anak kita banyak keterampilan yang tanpa sadar mereka pe-lajari. Kemandirian, ketahanan, pengambilan keputusan, pemecahan masalah, perencanaan strategi, mengatur permainan agar adil merupakan perangkat pertukaran yang mereka kuasai agar tahan bermain antar mereka sendiri setiap malam, ketika semua orang "setara." Yang lebih penting, mereka melatih fisik mereka, yang dibutuhkan agar tubuh tetap luwes dan otak waspada. Mereka bisa berteriak sekuat tenaga, meloncat dengan satu kaki, berlari, melompat, menubruk satu sama lain, dan menemukan cara pelepasan energi dengan cara yang paling baik untuk mereka. (Mereka juga tidur nyenyak begitu naik ke tempat tidur).

💬 0 komentar📅 8 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka9 Oktober 2026
S

Siti Nadiroh

📍 Kabupaten Brebes

Nasihat Menggapai Kehidupan Bahagia

Maka orang yang beriman berada dalam ketenangan di tengah rasa takutnya, karena ia mengetahui hal tersebut tidak akan menimpanya kecuali apa yang telah Allah tetapkan untuknya. Dan musibah-musibah ini, di sisi orang yang beriman - sebagaimana yang ditunjukkan oleh dalil-dalil syar'i adalah sebagai penghapusan dosa, la akan menghadapinya dengan kesabaran, maka derajatnya pun akan meningkat karena hal tersebut. Ia mengharap hanya pahala dari Allah dalam musibah dan ketakutannya, ia mengharap balasan dari sisi Allah.Diantaranya: dari Abu Hurairah dari Nabi ia bersabda,"Tidaklah seorang muslim tertimpa kelelahan, sakit, kekhawatiran, kesedihan, gangguan, atau kesusahan-bahkan hingga duri yang menusuknya melainkan Allah akan menghapus dengan itu sebagian dari dosa-dosanya." (HR. Al-Bukhari (5641), dan HR.Muslim (2573)).

💬 0 komentar📅 8 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka8 Oktober 2026
P
Puji

📍 Purwakarta

Milikilah badan amal favorit keluarga

Milikilah badan amal favorit keluargaSumber Don't sweat the small stuff with your family Sangat sedikit kegiatan yang dapat membawa keluarga menjadi lebih dekat satu sama lain dibandingkan beramal. Memiliki badan amal favorit keluarga merupakan cara yang menyenangkan untuk dilakukan. Hampir semua badan amal dapat menjadi kesempatan ideal untuk mendekatkan seluruh anggota keluarga. Carilah brosur dan tunjukkan kepada anak kita siapa yang akan kita beri bantuan dan berikan alasannya. Bicarakan apa yang dikerjakan organisasi yang bersangkutan dan hargailah bersama-sama. Strategi ini akan memberi keluarga kita kesempatan untuk membicarakan kebutuhan di komunitas kita dan di dunia kita. Ini merupakan ungkapan rasa kasih sayang kita. Kegiatan ini menyenangkan dan membahagiakan sekaligus bermanfaat. Misal jika kita tidak mampu memberi sumbangan berupa uang keluarga kita tetap dapat datang membantu mungkin rumah ibadah atau badan sosial setempat memerlukan bantuan Berbuat kebaikan itu menyenangkan dan mendekatkan semua orang terutama keluarga. Ini akan membuat ikatan keluarga kita semakin erat dan memperkuat nilai-nilai kita yang paling penting jika tiap keluarga melakukan bagiannya sendiri-sendiri kita dapat membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik

💬 0 komentar📅 8 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka8 Oktober 2026
D
Daramatasia

📍 Kota Depok

Kaidah penting dalam berdzikir dan berdo’a

Do’a wJib kita panjatkan hanya kepada Allah azzawajallah saja tidak boleh kepada selainNyaBerdo’a kpd selsin Allah azzawajallah seperti berdo’a guna meminta suatu hajat,isti’anah(menohon pertolongan)istighatsah(minta tolong pd saat sulit,kpd orang mati baik itu Nabi,wali,habib,kiyaijin maupyn kuburan keramat atau meminta rezki dan kesembuhan penyakit dari mereka ataupun kpd pohon dan makhluk lainnya selain Allah adalah syirik akbar

💬 0 komentar📅 8 Okt 2026Baca selengkapnya →