Mendengar dan Merespon Positif
Ayah Edi, Mendidik Anak Tanpa Teriakan dan Bentakan Bila anak sedang bercerita, tugas kita selain mendengar adalah merespons secara positif. Ini akan menunjukkan bahwa kita tidak hanya mendengar, melainkan menyimak ceritanya. Respons bisa saja berupa gestur seperti anggukan kepala. Bisa pula berupa, "Oooo....", "Hmm...." atau kata pendek seperti "Iya ya." Namun, lebih baik lagi jika kita menggunakan kalimat penggali cerita, antara lain "Oh, ya?" "Mengapa bisa begitu, ya?" "Terus, terus bagaimana? Kok bisa, ya ...?" Kalimat-kalimat ini akan mendorong anak untuk semakin semangat bercerita.Pastikan fokus menyimak cerita anak. Gunakan nada tanya yang tulus, yang menunjukkan Anda benar-benar fokus pada ceritanya. Pandanglah anak dan jangan malah sibuk melihat layar ponsel, scrolling medsos, atau melakukan hal lain.Cara termudah adalah merespons ujung kalimat anak. Misalnya begini:"Ih, aku kesaaaal deh!""Kesal? Kesal kenapa, Nak?""Masa aku tadi diketawain teman-teman.""Oh, ya? Diketawain kenapa?""Soalnya aku dihukum Bu Guru. Disuruh berdiri di depan kelas setengah jam.""Hmm... begitu. Kok dihukum?""Gara-gara aku lupa bawa buku PR.""Ooo... tadi buku PR-mu ketinggalan?"Nah, sampai sini mungkin sudah gatal ingin memotong dan menasihati anak. Namun ingatlah, tugas saat ini hanya mendengar dan bertanya. Itu saja dulu. Itulah yang paling diinginkan dan dibutuhkan anak-anak kita. Sering kali anak bercerita hanya untuk mengeluarkan emosinya saja tanpa perlu nasihat apa pun dari kita.














