📚 Jejak Pustaka

Laporan & catatan kegiatan Jejak Pustaka

✏️ Buat Laporan
📚 Jejak Pustaka19 Agustus 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Bab 3 barangsiapa mengamalkan Tauhid dng semurni²nya, pasti masuk surga tanpa hisab (bag 2)

Sa'id pun berkata, 'Sungguh telah berbuat baik orang yg mengamalkan apa yg telah di dengarnya, tetapi 'Ibnu Abbas menuturkan kepada kami hadits dari Nabi, bahwa beliau bersabda "Telah di pertunjukkan kepada ku ummat², aku melihat seorang nabi bersamanya beberapa orang dan seorang Nabi bersamanya satu dan dua orang, serta seorang Nabi dan tak seorangpun bersamanya. Tiba² di tampakka kepadaku suatu kumpulan orang yg berjumlah banyak, akupun mengira bahwa mereka itu adalah ummatku, tetapi dikatakan kepadaku ini adalah Musa bersama kaumnya. Lalu tiba² aku melihat lagi suatu kumpulan yg berjumlah banyak pula, maka dikatakan kepadaku, ini adalah ummatku, dan bersama mereka ada 70.000 orang yg masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab. Kemudian bangkitlah beliau dan segera memasuki rumahnya. Maka orang²pun memperbincangkan tentang Siapakah itu. Ada diantara mereka berkata, mungkin saja mereka itu yg menjadi sahabat Rasulullah, ada lagi yg berkata, mungkin saja mereka itu orang² yg dilahirkan dalam lingkungan islam sehingga mereka tdk pernah berbuat syirik sedikitpun kepada Allah. Dan mereka menyebutkan lagi beberapa perkara yg lain. Ketika Rasulullah keluar, mereka memberitahukan hal tersebut kepada beliau. Maka beliau bersabda, mereka itu adalah orang² yg tidak meminta di ruqyah, tdk meminta supaya lukanya tdk di tempel dengan besi yg dipanaskan, tdk melakukan tathayyur, dan mereka pun bertawakkal kepada Tuhan mereka. Lalu berdiriah Ukasya bin Mihsan dan berkata, Mohonkan lah kepada Allah agar aku termasuk golongan mereka. Beliau menjawab, kamu termasuk golongan mereka. Kemudian berdirilah seorang yg lain dan berkata, mohonkanlah kepada Allah agar aku termasuk golongan mereka. Beliau menjawab, kamu sudah didahului Ukaasyaah.

💬 0 komentar📅 19 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka19 Agustus 2026
I

Ida Ummu hafsho

📍 Kota Palu

Lingkungan anak anda

Tentu, ini versi ringkasan yang singkat dan mudah di-copy paste:Ringkasan:Hubungan antaranggota keluarga sangat berpengaruh terhadap perkembangan kepribadian dan kesehatan mental anak. Lingkungan terdekat, seperti orang tua, saudara, kakek-nenek, dan teman, membentuk cara anak melihat dirinya dan berinteraksi dengan orang lain. Selain keluarga, sekolah, pertemanan, dan budaya juga memengaruhi perkembangan anak. Oleh karena itu, yang terpenting bukanlah bentuk atau struktur keluarga yang sempurna, tetapi kualitas hubungan, perhatian, dan lingkungan yang baik bagi anak.

💬 0 komentar📅 19 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka19 Agustus 2026
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Rangkuman 13 Memahami Arti Bacaan Sholat Disertai Dzikir dan Doa Setelah Shalat

Tasyahud AwalTasyahud awal dilakukan dengan duduk iftirasy, yaitu kaki kanan ditegakkan dan kaki kiri dibentangkan lalu diduduki. Kedua tangan diletakkan di atas paha. Saat tasyahud, jari telunjuk tangan kanan digunakan sebagai isyarat tauhid. Para ulama berbeda pendapat tentang kapan tepatnya jari telunjuk diisyaratkan.Bacaan tasyahud berisi pengagungan kepada Allah, salam kepada Rasulullah ﷺ, salam kepada orang-orang saleh, dan dua kalimat syahadat.Pada bagian awal, kita mengakui bahwa:Semua penghormatan hanya untuk Allah.Semua ibadah, baik yang wajib maupun sunnah, hanya ditujukan kepada Allah.Segala perkataan dan perbuatan yang baik adalah milik dan berhak ditujukan kepada Allah.Kemudian kita mengucapkan salam kepada Nabi Muhammad ﷺ, orang-orang yang salat bersama beliau, dan seluruh hamba Allah yang saleh. Salam kepada Rasulullah ﷺ didahulukan karena seorang mukmin wajib mencintai Rasulullah ﷺ melebihi dirinya sendiri, keluarganya, dan seluruh manusia.Allah berfirman:“Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dibandingkan diri mereka sendiri...”QS. Al-Ahzab: 6Rasulullah ﷺ juga bersabda bahwa seseorang belum sempurna imannya sampai beliau lebih dicintai daripada anaknya, orang tuanya, dan seluruh manusia. (HR. Muslim)Di akhir tasyahud terdapat dua kalimat syahadat. Kita bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah, dan kita bersaksi bahwa Muhammad ﷺ adalah hamba dan utusan Allah.Syahadat adalah dasar agama dan menjadi prinsip penting dalam diterimanya amal. Karena itu, tasyahud bukan sekadar bacaan dalam salat, tetapi berisi pengakuan tentang tauhid, kecintaan kepada Rasulullah ﷺ, dan keyakinan seorang muslim kepada Allah dan Rasul-Nya.

💬 0 komentar📅 19 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka23 Agustus 2026
M
marni

📍 Kabupaten Bogor

Tazkiyatun Nufus

Mengingat Mati dan pertemuan dengan Allah Allah taala berfirman:يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَلۡتَنظُرۡ نَفۡسٞ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدٖ ۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَHai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. QS. Al-Ĥashr: 18

💬 0 komentar📅 18 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka23 Agustus 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

Penyakit Istibtha’ : Etik Pengusaha Muslim

Istibta’ dalam masalah rezeki, itu lebih tepat dipahami sebagai merasa rezeki/pertolongan Allah terlalu lambat datang, lalu hati mulai tidak sabar atau mempertanyakan takdir Allah.Ada hadits yang sangat jelas tentang ini:“Doa salah seorang dari kalian akan dikabulkan selama dia tidak tergesa-gesa. Ia berkata: ‘Aku sudah berdoa, tetapi doaku belum juga dikabulkan.’”(HR. Bukhari dan Muslim)Jadi penyakitnya bukan sekadar ingin rezeki cepat. Yang berbahaya adalah ketika “belum datang” berubah menjadi “Allah tidak akan memberi”, lalu muncul kecewa kepada Allah, berhenti berdoa, atau mengambil jalan yang haram karena merasa rezekinya terlambat.

💬 0 komentar📅 18 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka18 Agustus 2026
Q

Qur'aniah Ali

📍 Kabupaten Bantul

Kiat Meraih Keikhlasan — Part 2

6. Mengingat bahwa dunia itu fanaMenyadari rendah dan sementaranya dunia akan membantu kita lebih mudah mengikhlaskan ucapan dan perbuatan untuk mencari ridha Allah dan kebahagiaan akhirat.Allah berfirman:“Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan, sesuatu yang melalaikan, perhiasan, berbangga-banggaan di antara kamu serta berlomba dalam banyaknya harta dan anak...”(QS. Al-Hadid: 20)Rasulullah ﷺ juga menggambarkan rendahnya dunia dengan sebuah bangkai kambing yang cacat. Beliau bersabda:“Demi Allah, sungguh dunia lebih rendah dalam pandangan Allah daripada bangkai ini dalam pandangan kalian.”Dalam hadits lain:“Seandainya dunia di sisi Allah sebanding dengan sayap nyamuk, niscaya Dia tidak akan memberikan kepada orang kafir seteguk air pun.”Maka jangan sampai kita terlalu mengejar pujian, pengakuan, atau kebanggaan di dunia, karena semuanya hanya sementara.7. Berkawan dengan orang-orang yang ikhlasDekatilah orang-orang yang ikhlas dan bertakwa karena keadaan mereka dapat memberikan pengaruh besar terhadap hati.Ketika melihat ketulusan, kelembutan, dan ketakwaan mereka, kita dapat belajar meneladani akhlak mereka.Rasulullah ﷺ bersabda:“Wali-wali Allah adalah orang-orang yang apabila mereka dilihat, maka Allah akan diingat.”Para ulama terdahulu juga merasakan bahwa melihat orang-orang saleh dapat melembutkan hati, menghidupkan rasa takut kepada Allah, dan membantu melawan hawa nafsu.Carilah teman yang membuat kita semakin ingat kepada Allah, bukan semakin cinta kepada dunia.8. Mengingat keadaan manusia pada hari kiamatBayangkan ketika seluruh manusia dibangkitkan dan dikumpulkan di padang Mahsyar tanpa membawa harta, kedudukan, maupun apa pun yang mereka banggakan di dunia.Manusia akan berdiri dalam keadaan yang sangat berat, menghadapi panas, keringat, hisab, dan berbagai keadaan mengerikan yang telah dikabarkan oleh Rasulullah ﷺ.Ketika seseorang benar-benar mengingat keadaan tersebut, ia akan menyadari bahwa pujian manusia tidak lagi menjadi hal yang penting.Yang akan menjadi perhatian adalah amal yang kita persembahkan kepada Allah dan apakah Allah meridhainya.

💬 0 komentar📅 18 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka18 Agustus 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Anger management

Di saat marah kamu dan tidak bisa menahan diri, kamu akan melakukan hal-hal yang akan kamu sesali setelahnya. Biasanya kamu akan lepas kendali, karena otak sehatmu sedang dibajak saat itu. Otak tidak tahu kamu sedang dikejar singa atau kamu hanya marah karena temanmu menumpahkan es teh di atas baju putih yang baru kamu beli. Yang otak kamu tahu adalah kamu sedang stres dan kemudian mencoba melindungimu. Itulah mengapa, kamu ada di “fight or flight mode”.

💬 0 komentar📅 18 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka18 Agustus 2026
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

Ringkasan: Peran Masjid dalam Pendidikan Shalat

Ringkasan: Peran Masjid dalam Pendidikan ShalatSaat keluar rumah menuju masjid, dianjurkan membaca doa memohon cahaya dari Allah.Doa tersebut memohon agar Allah memberikan cahaya pada hati, penglihatan, pendengaran, serta dari kanan, kiri, atas, bawah, depan, dan belakang.Ayah memiliki peran penting dalam menghafalkan doa tersebut dan mengajarkannya secara langsung kepada anak-anak ketika pergi ke masjid.Masjid menjadi tempat yang membawa cahaya dan keberkahan bagi orang-orang yang melaksanakan shalat.Cahaya tersebut menjadi salah satu tanda bagi Nabi ﷺ untuk mengenali umatnya pada hari kiamat, yaitu melalui bekas wudhu.Inti pendidikan: membiasakan anak pergi ke masjid, mengajarkan doa, dan memberikan teladan dalam shalat sejak dini.Dalil: HR. Bukhari XXI/101 (6316) dan Muslim V/139 (1824).

💬 0 komentar📅 18 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka18 Agustus 2026
T

Titi Dwi Rabbani

📍 Kota Tangerang Selatan

Bab 4 Dari sinilah Islam dimulai

Bab 4Dari sinilah Islam dimulaiHikmah Ketujuh: Agama Nabi Ibrahim A Masih Membekas di Jazirah ArabPoin-poin penting:1. Penduduk Jazirah Arab pada awalnya merupakan kaum yang mengesakan Allah (mentauhidkan Allah).2. Mereka meyakini secara pasti bahwa Allah adalah satu-satunya Sang Pencipta alam semesta, langit, bumi, dan diri mereka.3. Mereka terjerumus ke dalam kesyirikan bukan karena tidak mengakui Allah, melainkan karena menjadikan sesembahan lain sebagai perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah.Bukti Al-Qur'an: Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur'an (QS. Az-Zukhruf: 87 & 9, serta QS. Az-Zumar: 3), di mana kaum musyrikin Arab tetap menjawab "Allah" saat ditanya siapa pencipta mereka dan alam semesta.4. Metodologi dan Strategi DakwahMulai dari yang Termudah: Dakwah hendaknya dimulai dari medan yang paling mudah dan memiliki titik temu atau sedikit perselisihan terlebih dahulu.5. Mendahulukan orang-orang yang sudah mengimani adanya Allah sebagai Pencipta, sebelum beralih ke kalangan yang tidak mengenal atau mengingkari-Nya.6. Mendahulukan kalangan yang menghormati dan mengagungkan Allah, sebelum ke kalangan yang tidak mengagungkan-Nya.7. Mendahulukan mereka yang memiliki rasa cinta pada agama (meski masih berat mengamalkannya), sebelum menuju ke kelompok yang acuh atau membenci agama.

💬 0 komentar📅 18 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka18 Agustus 2026
S

Siti Nadiroh

📍 Kabupaten Brebes

Sebab-sebab su'ul khotimah (10)

Senantiasa melakukan dosa dan kedurhakaan dapat menjadi hukuman tersendiri yang membuat seseorang berkhianat pada dirinya sendiri, terutama menjelang sakaratul maut. Imam Ibnu Al-Qayyim menjelaskan bahwa lidah dan hati sering kali gagal serta membatu saat dipandu mengucapkan kalimat tauhid (La ilaha illallah) di akhir hayat. Banyak kisah nyata memperlihatkan orang-orang yang semasa hidupnya terlena oleh dosa, seperti sibuk berdendang, bermain catur, atau berbuat maksiat, justru melontarkan nyanyian atau ucapan tak berguna alih-alih syahadat di detik-detik kematiannya. Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam senantiasa berdoa agar diteguhkan hatinya dalam ketaatan, sebab hati manusia berada di antara jemari Allah yang bisa dipalingkan sesuai kehendak-Nya. Manusia diingatkan agar tidak sombong atas amal ibadahnya, karena keimanan dan ketaatan bisa saja pudar bagaikan taman yang semula segar namun mendadak layu dan kering di penghujung hari.

💬 0 komentar📅 18 Agu 2026Baca selengkapnya →