๐Ÿ“š Jejak Pustaka

Laporan & catatan kegiatan Jejak Pustaka

โœ๏ธ Buat Laporan
๐Ÿ“š Jejak Pustaka23 Agustus 2026
S
Shinta Dewi

๐Ÿ“ Kota Surabaya

Bodoh dalam Mengatur Harta

Dalam buku Kode Etik Pengusaha Muslim, salah satu surat yang dijadikan landasan adalah QS An Nisa: 5, pada dasarnya harta perlu dikelola oleh orang yang memiliki rushdโ€”kecakapan dalam mengelola harta. Jadi, persoalannya bukan sekadar โ€œbodohโ€ secara intelektual, tetapi mampu atau tidaknya seseorang menggunakan, menjaga, dan mengambil keputusan atas hartanya dengan tepat. Karena itu, memiliki harta saja tidak cukup; kita juga perlu punya ilmu dan kecakapan untuk mengelolanya.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 19 Agu 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka22 Agustus 2026
N
Nailah

๐Ÿ“ Kota Administrasi Jakarta Barat

The Happiest kids in the world

Dalam studi terbarunya tentang identitas orang Belanda, ahli sejarah budaya Herman Pleij menjelaskan dalam Moet Kunnen (Must be Possible) mengenai kebijakan pendidikan di Belanda. Ia menulis bahwa negara ini lebih berfokus pada mereka yang berkemampuan menengah yang jumlahnya paling besar daripada pada mereka yang paling berprestasi:golden mean diterapkan di seluruh level sistem pendidikan dengan tujuan utama meloloskan jumlah maksimum siswa dengan kualifikasi tertentu. Untuk ini, nilai minimal kelulusan saja sudah cukup.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 19 Agu 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka19 Agustus 2026
H
Haniva Eka Kusuma

๐Ÿ“ Kabupaten Bogor

Quote - maukah menjadi orangtua bahagia

Seorang ibu yg anaknya masih bayilalu dia bekerjadi kantor atau bekerja di luar pekerjaan yg ada kaitannya dengan menjagabayi. Yang seharusnya memikirkan bayinya maka otaknya akan menjadi kacau. Maka seorang ibu yang bekerja kemudian memgambil keputusan untuk berhenti bekerja seteleha melahirkan itu, luar biasa. Otaknya itu sesuaidr. Aisah dahlan

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 19 Agu 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka19 Agustus 2026
A
Ayu Novita

๐Ÿ“ Kabupaten Bogor

Sedekahkan 1 dapatkan 700 kali lipat

Beruntunglah kita yang mukmin bila menyadari akan hikmah di balik sedekah ini. Di samping akan mendatangkan kekayaan materi, juga akan menghadirkan kekayaan hati. Ada rasa yang berbeda dan kelegaan yang tak bisa dikatakan jika kita rajin bersedekah. Kelapangan hati maupun materi menjadi terbentang luas dalam kehidupan kita, seiring dengan seberapa sering dan gencarnya kita bersedekah. Dan akhirnya, tak ada alasan bagi kita untuk takut miskin dan mengalami kesempitan hidup maupun materi! Maka dari itu, mari bersedekah....

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 19 Agu 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka19 Agustus 2026
L

Lisna Nurul Hikmah

๐Ÿ“ Kabupaten Banyumas

Bab 7 Istiqomah di atas ketaatan kepada Allah

Amalan shalih yang dilakukan secara terus-menerus meskipun sedikit Berlaku tepatlah dalam beramal (sesuai dengan syariat) dan mendekatilah. Ketahuilah, bahwasanya amalan seseorang tidak dapat memasukkannya ke dalam surga. Dan bahwasanya amalan yang paling dicintai oleh Allah yaitu yang dikerjakan secara terus-menerus walaupun sedikit. HR. Al Bukhari no.6464 dari Aisyah radhiallahu anha

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 19 Agu 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka19 Agustus 2026
R
Ressy Sri Agesty

๐Ÿ“ Kabupaten Bandung

Bagaimana Membentengi Anak dari Lingkungan yang Kurang Baik (Berkata Vulgar) di Sekolah?

-Sekolah bukan hanya tempat anak belajar, tetapi juga tempat mereka berinteraksi dengan berbagai karakter dan lingkungan. Karena itu, orang tua perlu membekali anak dengan nilai dan kebiasaan baik sejak dini, termasuk mengajarkan bahwa tubuh dan lisan adalah amanah dari Allah.-Anak perlu dikenalkan bahwa Allah Maha Melihat dan Maha Dekat, sehingga setiap perkataan dan perbuatan harus dijaga. Ketika anak mendengar atau meniru kata-kata yang kurang baik dari lingkungan, orang tua sebaiknya tidak langsung memarahi, tetapi memberikan pemahaman dengan bahasa yang sederhana, konsisten, dan sesuai dengan kondisi emosional anak.-Orang tua juga perlu menjadi partner sekolah dalam mendidik dan membentuk karakter anak. Dengan komunikasi yang baik, keteladanan, serta pengajaran agama yang menyenangkan, anak dapat belajar memilih perilaku yang baik meskipun berada di lingkungan yang kurang baik.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 19 Agu 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka19 Agustus 2026
I
Icha Nur Faizah Hatta

๐Ÿ“ Kota Depok

Sebelum mereka diam #parenting

Kita sering meminta anak mendengarkan kita.โ€œKalau Ayah/Bunda bicara, dengarkan.โ€โ€œJangan memotong.โ€โ€œPerhatikan kalau sedang diajak bicara.โ€Tapi pernahkah kita berhenti dan bertanya:Sudahkah kita melakukan hal yang sama kepada mereka?Saat anak bercerita, kita tetap menjawab sambil bekerja. Tetap mengangguk sambil melihat ponsel. Tetap berkata โ€œiyaโ€ sementara pikiran kita sebenarnya ada di mana-mana.Kita merasa sudah mendengarkan.Tapi anak tahu.Mereka tahu ketika perhatian kita hanya setengah.Tanpa sadar, mereka belajar bahwa ceritanya tidak cukup penting untuk membuat kita berhenti sejenak.Hari ini mereka hanya ingin bercerita tentang hal sederhana.Besok, mereka membawa cerita yang jauh lebih berat.Lalu ketika mereka sudah besar dan memilih diam, kita bertanya-tanya, โ€œKenapa anakku tidak pernah cerita?โ€Jawabannya bisa jadi bukan karena mereka tidak punya cerita.Mereka hanya sudah belajar bahwa tidak semua cerita akan benar-benar didengarkan.Selagi mereka masih mau bercerita, mari hadir.Bukan sebagai orang tua yang selalu punya jawaban, tetapi sebagai rumah yang membuat mereka merasa aman untuk berkata:โ€œAku mau cerita ayah, aku mau cerita bundaโ€ฆโ€ ๐Ÿค#jejakpustaka #komunitasbeekind #parentingtips

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 19 Agu 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka19 Agustus 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

๐Ÿ“ Kabupaten Kutai Timur

Keraguan dan Rasa Malu

1. Keraguan & rasa malu bukan masalah yang harus diperbaikiSering kali kecemasan orang tua justru lebih besar daripada kecemasan anak.Kita bisa terdorong mengintervensi hanya untuk meredakan ketidaknyamanan diri sendiri, bukan memahami kebutuhan anak.Mampu merefleksikan dampak perilaku anak terhadap diri kita adalah tanda bahwa kita sedang berusaha menjadi orang tua yang baik.Pisahkan kebutuhan kita dari kebutuhan anak.2. Kecemasan orang tua dapat membuat anak semakin cemasAnak yang ragu bergabung dalam pesta, bermain, atau berbicara dengan orang dewasa dapat memicu kekhawatiran:> โ€œDia akan seperti ini selamanya.โ€โ€œDia tidak akan pernah nyaman dalam kelompok.โ€Jika kecemasan orang tua meningkat โ†’ anak merasa semakin cemas dan ragu โ†’ anak menyerap penilaian orang tua โ†’ merasa sendirian dan terjebak โ†’ orang tua semakin frustrasi.Cara memutus siklus:Bukan dengan mengubah anak, tetapi dengan merefleksikan diri dan bekerja secara internal.3. Contoh respons terhadap anak yang merasa maluRespons yang tidak mendukung:> โ€œKamu konyol, kamu kenal orang-orang di sini.โ€โ€œSekarang kamu mempermalukan aku.โ€โ†’ Kecemasan anak tidak berkurang, bahkan dapat bertambah.Respons yang mendukung:> โ€œAda sesuatu yang tidak enak bagimu saat ini. Aku mengerti. Tidak apa-apa, bukan masalah besar. Kutemani sampai kamu siap.โ€โ†’ Anak merasa aman dan didukung.Ketika kebutuhan emosional anak dipenuhi sekarang, anak justru dapat belajar mandiri pada waktu yang tepat baginya.4. Orang tua juga bisa lelahTerus-menerus memberikan dukungan emosional bisa melelahkan.Kelelahan membuat kita lebih mudah tersentak atau bereaksi negatif.Menjadi orang tua adalah latihan kesabaran.Fokus kita adalah melihat anak apa adanya dan apa yang mereka butuhkan, terpisah dari diri dan kebutuhan kita.5. Percaya diri โ‰  selalu langsung bergabungKita sering diajarkan bahwa percaya diri berarti:langsung bergabung,segera bergerak,tidak berhenti atau menunggu.Padahal, ada ironi: kita ingin anak percaya diri, tetapi ketika remaja mudah mengikuti arus dan tidak mampu berpikir sendiri, kita juga berharap mereka lebih percaya diri.Contoh:Anak 6 tahun pemalu: โ€œChase diam saja dan menolak bergabung. Saya berharap dia lebih percaya diri.โ€Anak 16 tahun mudah dipengaruhi: โ€œAlex meniru apa pun yang dilakukan teman-temannya. Saya berharap dia lebih percaya diri.โ€6. Jadi, apa itu percaya diri?Percaya diri adalah mengetahui apa yang kita rasakan dan percaya bahwa tidak apa-apa menjadi diri sendiri dalam perasaan itu, pada saat itu juga.Anak yang memilih mengamati dari pinggir terlebih dahulu juga sedang menunjukkan kepercayaan diri.Anak yang ragu dapat menjadi percaya diri ketika pengasuh berkata:> โ€œSaya di sini. Santai saja.โ€7. Percaya diri bukan sekadar siapPercaya diri tidak selalu berarti segera bergabung atau terlibat dalam kegiatan.Yang penting bukan memaksa anak agar siap, tetapi membantu anak mengenali:> โ€œKapan saya siap?โ€Percaya diri bukan berarti sekadar siapPercaya diri adalah mengetahui kapan Anda siap.Good Inside, Meletakkan Kepercayaan Penuh bahwa Semua Anak Berhati BaikDr. Becky Kennedy

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 19 Agu 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka19 Agustus 2026
P
Puji

๐Ÿ“ Purwakarta

Jangan terlalu memaksakan diri untuk berlibur

Jangan terlalu memaksakan diri untuk berliburSumber: don't sweat the small stuff with your family Mayoritas hidup kita tidak dihabiskan untuk berlibur. Namun banyak orang menekankan pentingnya liburan sedemikian rupa sampai-sampai lupa menikmati bagian hidup yang lain pengalaman hari demi hari momen demi momen. Kita merencanakan dan dengan tak sabar menunggu datangnya saat liburan kadang-kadang sampai seolah-olah cuma itu yang berharga dalam hidup. Kita menumpuk harapan bahwa liburan akan menjadi hal yang paling menyenangkan selama setahun belakangan berkah yang akan menghapuskan segala cek toko dan kekecewaan dalam hidup sehari-hari. Kita pikir hidup akan sangat menyenangkan begitu kita berlibur. Beberapa problem yang muncul bila kita sangat mementingkan liburan. Pertama Liburan hanya memakan persentase yang amat kecil dalam keseluruhan hidup kita. Kebanyakan orang yang saya kenal menghabiskan waktu satu atau dua minggu paling lama untuk berlibur. Waktu selebihnya dipakai untuk berbisnis seperti biasa menghabiskan waktu 50 minggu dalam setahun untuk merencanakan dan mengharap-harapkan yang dua minggu selebihnya adalah salah satu contoh klasik prioritas yang terbaik suatu kegiatan yang hampir bisa dipastikan akan mengundang frasa frustasi. Masalahnya adalah sikap rencana Anda baru akan dilangsungkan jauh dari sesudahnya pikiran anda akan teralih dari sekarang. Bukannya berusaha tetap memfokuskan diri pada keberadaan sekarang dan menemukan gembiraan dalam kehidupan sehari-hari Anda justru lebih memikirkan betapa nyamannya dan gembiranya nanti bukan sekarang. Robi lain yang ditimbulkan dari harapan yang sangat tinggi dalam banyak contoh adalah harapan itu tidak realistis yang bisa-bisa malah jadi pengalaman yang sangat mengecewakan.Berlibur atau menunggu masa liburan bukan sesuatu yang salah. Namun biasanya ada problem yang umumnya muncul karena membayangkan rencana liburan lebih mulok daripada semestinya karena terlalu mengharapkan kegembiraan di tempat lain orang jadi melupakan betapa istimewanya dan betapa menyenangkannya hidup anda sekarang. Jika anda belajar untuk lebih bahagia dan damai dimanapun berada maka ketika Anda kemudian benar-benar pergi berlibur pengalaman itu akan menjadi pengalaman yang akan sungguh-sungguh menyenangkan setidaknya sering demikian. Nama sebaliknya jika anda lebih sering merasa tidak bahagia dan stress sama sekali tidak realistis kalau Anda berharap liburan akan membuat anda jadi lebih santai dan tenang. Nasihat sederhana: Teruskan rencana berlibur dan nikmati liburan tersebut. Namun jangan lupa bahwa kehidupan biasa-biasa dapat menjadi luar biasa jika anda tetap mensyukuri apa yang telah anda miliki.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 19 Agu 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka19 Agustus 2026
T

Titi Dwi Rabbani

๐Ÿ“ Kota Tangerang Selatan

Bab 4 Dari sinilah Islam dimulai

Bab 4Dari sinilah Islam dimulaiHikmah Kedelapan: Tabiat Luhur yang Dimiliki oleh Bangsa Arab1. KejujuranWalau sebagian orang Arab dzalim dan keras kepala tapi sifat dasarnya adalah tabiat kejujudan.Bukti Sejarah (Kisah Abu Sufyan): Abu Sufyan tetap berkata jujur di hadapan Kaisar Heraklius saat ditanya tentang Rasulullah ๏ทบ. Padahal, saat itu ia masih musyrik dan sangat membenci Islam. Menjaga Kehormatan: Abu Sufyan menolak berbohong bukan karena takut ketahuan oleh kaumnya melainkan karena ia merasa sebagai orang terhormat yang tabu melakukan kedustaan. Menjamin Kemurnian Risalah: Karakter bangsa Arab yang menjunjung tinggi kejujuran ini memastikan bahwa ajaran Islam dapat diemban secara amanah dan disampaikan ke generasi berikutnya tanpa perubahan (autentik).2. KedermawananKarakter Mendarah Daging: Sifat pemurah (al-karam) sudah menjadi tabiat asli bangsa Arab sejak zaman dahulu. Derajat Tinggi dalam Al-Qur'an: Dalam banyak ayat (seperti QS. At-Taubah: 20), Allah mendahulukan jihad dengan harta sebelum jihad dengan jiwa, menunjukkan betapa tingginya nilai kedermawanan dalam Islam. Pilar Kejayaan Islam: Kedermawanan merupakan sifat utama yang mutlak diperlukan untuk membangun dan menegakkan kejayaan Islam. Bukti Nyata Para Sahabat: Abu Bakar: Menginfakkan banyak harta untuk membebaskan budak dan mendanai pasukan. Utsman bin Affan: Membeli sumur Ruumah, mendanai Perang Tabuk, dan memperluas Masjid Nabawi. Abdurrahman bin Auf: Menyumbangkan seluruh kafilah dagangnya yang berisi lebih dari 700 unta. Thalhah bin Ubaidillah: Membagikan 700.000 dirham kepada fakir miskin hanya dalam waktu satu hari.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 19 Agu 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka19 Agustus 2026
E

Exa Betti Aldila

๐Ÿ“ Kabupaten Magelang

The Book You Wish Your Parents Had Read - Philippa Perry

Berdiskusi untuk Mencari SolusiSaat anak mulai besar/remaja, orang tua perlu mengubah cara menetapkan batasan. Jangan hanya memberi larangan, tetapi jelaskan alasan dan dengarkan perasaan anak.Hindari hukuman atau aturan yang membuat anak merasa dikontrol dan tidak dipercaya.Ketika menetapkan batasan, gunakan kalimat yang jelas tentang perasaan dan kebutuhan orang tua, bukan menyalahkan anak.Contoh: daripada berkata โ€œKamu tidak boleh naik bus sendiri karena kamu belum dewasa,โ€ lebih baik menjelaskan kekhawatiran dan alasan keselamatan, lalu mencari solusi bersama.Batasan bukan berarti mengendalikan anak, melainkan membantu anak belajar bertanggung jawab dan menjaga dirinya sendiri.Anak remaja perlu semakin diberi kesempatan untuk mandiri, tetapi tetap dengan batasan yang sesuai usia dan kemampuan.Jika terjadi konflik, ungkapkan perasaan terlebih dahulu, tentukan batasan, kemudian diskusikan penerapannya dengan tenang.Tujuan akhirnya adalah agar anak memahami bahwa batasan dibuat demi keamanan dan kebaikan bersama, bukan sebagai bentuk hukuman.Intinya:Batasan yang sehat bukan tentang menguasai anak, tetapi tentang menjaga hubungan sambil membantu mereka belajar mandiri dan bertanggung jawab.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 19 Agu 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka19 Agustus 2026
S

Siti Nadiroh

๐Ÿ“ Kabupaten Brebes

Sebab-Sebab Su'ul Khotimah (11)

Melupakan kematian membawa tiga dampak buruk: menunda taubat, enggan hidup sederhana, dan malas beribadah. Orang yang lalai mengingat mati cenderung mengabaikan ketaatan karena merasa hidup masih panjang. Padahal, mereka yang sadar akan kematian akan bersegera dalam kebaikan, seolah-olah ajal akan datang dalam hitungan jam. Hal ini membuat mereka senantiasa mengingat Allah dalam setiap fase hidupnya.โ€‹Pelajaran berharga datang dari kisah seorang ulama saat menjenguk seseorang yang sedang sakaratul maut. Ia menyaksikan ketakutan luar biasa di wajah orang tersebut, yang membuatnya pulang dengan wajah pucat. Saat ditawari makan oleh keluarganya, beliau menolak dan menegaskan bahwa pemandangan sakaratul maut itu akan terus membekas dalam ingatannya. Kesadaran inilah yang mendorong seseorang untuk terus berbuat baik, agar saat malaikat maut menjemput, ia dalam keadaan taat kepada Allah.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 19 Agu 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka19 Agustus 2026
Y
Yudith Sand Faundry

๐Ÿ“ Kabupaten Serang

Jejak Pustaka 19 Agustus

"Shalat pada waktunya"- HR. al-Bukhari, No.5970"Shalat di awal waktunya"- HR. Al-Hakim, No.688Menunaikan shalat, bukan hanya menuntaskan kewajiban saja, di atara bentuk shalat yang terbaik adalah melaksanakannya di awal waktu, sebagaimana yang terlah dituliskan pada 2 hadist di atas.Keutamaan menyegerakan shalat selain agar terasa lapang aktivitas dan kegiatannya, ada hal utama yang perlu digarisbawahi oleh para Khairunnisa, yaitu menunaikan hak-hak Allah ๏ทป, dengan menyegerakan shalat di awal waktu.Khairunnisa adalah sebaik-baiknya wanita, yang menjadikan ketaatan sebagai perhiasan, bukan hanya sekedar kewajiban."Ia tahu bahwa dunia hanya persinggahan. Maka ia berusaha berjalan ringan, tidak membawa beban dosa yang memberangkatkan langkahnya menuju akhirat" - Dr. Firanda Andirja, LC., MA.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 19 Agu 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka19 Agustus 2026
R
Risdayani Pratiwi

๐Ÿ“ Kota Makassar

Kisah Nabi dan Rasul

Firโ€™aun sungguh-sungguh ingin menekankan kepada rakyatnya bahwa tidak ada Tuhan, sehingga apa pun pengakuan Nabi Musa selalu ingin ia bantah. Namun, ketika ia berada dalam kondisi sulit, hati kecilnya mengakui bahwa Tuhan itu ada. Oleh karena itu, ia meminta kepada Musa agar menghilangkan musibah tersebut. Meskipun kutu tersebut akhirnya hilang, namun mereka tetap tidak beriman.Begitu pun dengan katak yang Allah turunkan kepada mereka. Para ahli tafsir menyebutkan bahwa tidak ada di antara mereka yang berani membuka mulut karena takut katak tersebut melompat ke dalam mulut mereka, mengingat jumlah katak yang sangat banyak. Kemudian, mereka meminta agar musibah ini diangkat. Setelah musibah itu diangkat, ternyata mereka tetap tidak beriman kepada Allah ุฌู„ ุฌู„ุงู„ู‡ dan Nabi Musa.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 19 Agu 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka19 Agustus 2026
Q

Qur'aniah Ali

๐Ÿ“ Kabupaten Bantul

Mendidik Anak Tanpa Amarah (Hal. 55-60)

1. Anak adalah anugerah dari AllahAnak adalah hadiah yang Allah titipkan kepada orang tua.Apa pun keadaannya, tetap pandang anak sebagai anugerah, bukan beban.Tidak semua orang mendapat kesempatan memiliki anak, sehingga kehadiran mereka patut disyukuri.2. Anak saleh bisa menjadi amal yang terus mengalirSetelah orang tua meninggal, salah satu amal yang tetap mengalir adalah doa anak yang saleh.Ilmu, iman, dan kebaikan yang kita ajarkan kepada anak bisa menjadi pahala bagi kita.Setiap kebaikan yang dilakukan anak karena pernah kita ajarkan, insyaAllah kita juga mendapat bagian pahalanya.3. Mendidik anak adalah investasi akhiratMendidik anak bukan hanya tentang membuat mereka pintar atau sukses di dunia.Tujuan besarnya adalah membantu mereka menjadi hamba Allah yang saleh.Kesalehan anak dapat menjadi sebab kemuliaan dan kebaikan bagi orang tua, bahkan hingga di akhirat.4. Jangan sampai marah membuat kita kufur nikmatKetika anak membuat kesalahan, jangan sampai kita lupa bahwa kehadiran mereka sendiri adalah nikmat.Keluhan, amarah, dan ketidakpuasan yang terus-menerus bisa menjadi bentuk tidak mensyukuri nikmat Allah.Nikmat bisa Allah ambil kapan saja, sehingga kita perlu belajar menghargai anak selagi mereka masih bersama kita.5. Syukur adalah cara menjaga nikmatAllah berjanji: โ€œJika kalian bersyukur, pasti Aku akan menambah nikmat kepada kalian.โ€ (QS. Ibrahim: 7)Jadi, ketika emosi muncul, coba ingat kembali: โ€œAnakku adalah amanah dan anugerah dari Allah.โ€Jangan hanya melihat kesalahan anak, tetapi lihat juga betapa besar nikmat yang Allah titipkan melalui kehadiran mereka.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 19 Agu 2026Baca selengkapnya โ†’