๐Ÿ“š Jejak Pustaka

Laporan & catatan kegiatan Jejak Pustaka

โœ๏ธ Buat Laporan
๐Ÿ“š Jejak Pustaka15 Oktober 2026
H

Halida Achmad Bagraff

๐Ÿ“ Kota Surabaya

Membaca al quran di kuburan

Membaca al Quran di KuburanIbnu Abil Izz menyebutkan perbedaan pendapat ulama mengenai hukum membaca Al Quran di kuburan:Hal itu makruh seperti Imam Abu Hanifah, Malik, dan Ahmad dengan alasan bahwa perbuatan tersebut adalah hal baru yang tidak ada tuntunannya dari sunnah.Hal itu tidak mengapa membaca al Qurโ€™an di kuburan seperti Muhammad bin Al Hasan dan Imam Ahmad berdalil dengan riwayat dari Ibnu Umar bahwa berwasiat agar dibacakan awal dan akhir surat Al Baqarah di atas kuburnya saat pemakaman dan dilakukan hal serupa oleh sebagian kaum Muhajirin.Tidak mengapa membaca al Qurโ€™an di kuburan hanya pada saat pemakaman saja seperti Imam Ahmad. Akan tetapi, membaca Al Qurโ€™an di kuburan setelah pemakaman secara rutin atau bergiliran hukumnya makruh, karena tidak ada dalil dari sunnah maupun perbuatan salaf yang menunjukkan hal tersebut.Disimpulkan oleh Ibnu Abil Izz:Pendapat terakhir ini tampaknya lebih kuat daripada pendapat lainnya, karena ia menggabungkan dan menyeimbangkan antara dalil-dalil yang ada. (Syarah Aqidan Thahawiyah, 2/676)Buku: Bila Kumati. Catatan Tentang Peristiwa Kematian.Karya: Ammi Nur Baits

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 15 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka15 Oktober 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

๐Ÿ“ Kota Prabumulih

Root & wings 2 - Jangan mendisiplinkan anak di depan orang lain

Anak Anda berbuat kesalahan, bertingkah, terlibat perkelahi-an, meminta cokelat atau mainan secara berlebihan, terus-menerus, di depan umum; dan Anda menjerit, menampar, mengancam, atau menghukum si anak detik itu juga untuk memperbaiki keadaan.Ingatkah waktu Anda melakukan kesalahan dan pasangan Anda menunjukkannya di depan orang lain dan itu amat sangat menyakiti harga diri Anda? Yah, seperti orang dewasa, anak-anak juga sangat malu ketika didisiplinkan dengan keras atau diumbar kesalahannya di depan orang lain. Yang kemudian terjadi adalah mereka mengkhawatirkan pendapat orang lain alih-alih berpikir kalau mereka seharusnya tidak melakukan itu.Mendisiplinkan anak-anak itu penting asal caranya benar. Sebelum itu Anda harus membuat peraturan dan menentukan batasan-batasannya. Tentukan konsekuensinya jika peraturan dilanggar. Jika si anak mengetahui peraturan dan melanggarnya, komentar sederhana sudah cukup. Anda bisa melakukan hukuman fisik ringan alih-alih merenggut dan menampar. Memperhatikan nada suara juga penting.Hindari gerutuan yang menuntut, ganti dengan suara yang lebih langsung, tegas, tapi menghormati. Sebagai tambahan, bawa anak-anak ke pinggir dengan lembut untuk didisiplinkan agar harga diri mereka tetap utuh dan rasa hormat mereka terhadap kita tetap terpelihara.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 15 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka15 Oktober 2026
F

Firdha Ayu

๐Ÿ“ Kota Makassar

Pendidikan Melalui Pelatihan dan Pembiasaan

pendidikan melalui pembiasaan harus harus dilakukan di waktu yang pas diawali dengan pemanasan yang tepat serta dilakukan dengan teknik yang sesuai dengan kondisi anak. bila anak hanya beramal karena adanya pengawasan dan rutinitas harian dalam lingkungan yang kita ciptakan, namun lalai bahkan enggan melakukan saat mereka tidak bersama kita, maka ada hal yang terlewatkan yang harus kita evaluasi. banyak pendidikan yang hanya mengandalkan pembiasaan dan pelatihan namun abai dalam upaya membuat anak istikamah beramal dalam setiap lingkungan apapun yang ia temui titik sehingga banyak anak yang beramal sholeh hanya saat berada dalam pengawasan orang tua dan guru namun beramal yang sebaliknya saat tidak ada pengawasan.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 15 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka15 Oktober 2026
A

Ayyunursafitri

๐Ÿ“ Kabupaten Wajo

BAB TUJUH - Hidup di antara orang yang menyebalkan

Instruct or Endureโ€œPeople exist for one another. You can instruct or endure them.โ€ โ€“ Marcus Aurelius (Meditations)Hidup bersama manusia lain menuntut lebih dari sekadar โ€œmenolerirโ€ perilaku mereka. Sekadar menolerir orang lain sifatnya pasif. โ€œYang penting gue gak ganggu orang lain, orang lain gak ganggu gue.โ€ Sebagian dari kamu mungkin mendapat kesan bahwa sedari tadi Filosofi Teras hanya mengajarkan untuk pasif saja sebagai objek dari perlakuan tidak enak orang lain. Ini tidak benar.Marcus Aurelius berkata bahwa kita hidup untuk satu sama lain (exist for one another). Artinya, keberadaan kita harus bisa membantu satu sama lain, secara aktif. Membantu di sini lebih dari sekadar membantu uang atau bantuan bencana, tetapi setiap hari kita bisa saling mengajar dan membangun satu sama lain. โ€œKamu bisa mengajari (instruct) orang lain, atau hidup menolerir mereka,โ€ kata Marcus. Kita bisa mengajari orang lain menjadi lebih baik, dan jika itu tidak tercapai, minimal kita bisa menanggung (hidup bersama) mereka (endure them). Jika kita melihat ada perilaku yang keliru, maka pastikan bahwa itu memang keliru, dan kemudian kewajiban kita untuk membenarkan.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 15 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka15 Oktober 2026
I

Ida Ummu hafsho

๐Ÿ“ Kota Palu

Membangun landasan

Membangun landasanKiri - Latihan: Pandanganmu ke bayiCoba perhatiin gimana kamu mikirin janinmu. Pikiran itu ngaruh ke hubungan nanti.Tips: ajak ngobrol lembut janin dari sekarang (dia bisa denger dari usia 8 bulan kandungan). Dengan ngobrol, kamu latihan melihat dia sebagai individu, bukan sekadar janin.Kanan - 2 Tipe Orang Tua (dari buku Joan Raphael-Leff):1. Regulator (Adult-centric):Fokus ke orang dewasa. Anak harus masuk ke rutinitas orang tua. Prinsip: anak akan aman kalau semua terjadi jam yang sama tiap hari, tanpa kejutan. Cocok buat ortu yang butuh struktur yang jelas.2. Fasilitator (Child-centric):Fokus ke anak. Ikuti arus anak. Prinsip: bukan rutinitas yang bikin anak aman, tapi respons yang bisa ditebak. Kalau isyarat bayi direspon, kebutuhannya terpenuhi, dia akan merasa aman.Dua-duanya bisa bikin anak merasa aman, caranya aja beda.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 15 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka15 Oktober 2026
D

Dewi Hajar Novanda

๐Ÿ“ Kota Depok

Tiga Tanggung Jawab Orang Tua dalam Mendidik Anak

Tiga Tanggung Jawab Orang Tua dalam Mendidik AnakJohn C. Maxwell kembali mengungkapkan bahwa ada tiga hal yang perlu disadari oleh orang tua, khususnya ayah, dalam menjalankan tanggung jawab mereka terhadap anak-anak.1. Disiplin Sehari-hariDisiplin sebenarnya adalah sebuah proses yang memerlukan waktu, bukan sesuatu yang terjadi begitu saja seperti membalikkan telapak tangan. Disiplin dapat terbentuk apabila dilakukan secara terus-menerus.Dalam keluarga saya, ada disiplin yang harus dijalankan bersama, yaitu, โ€œJanganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, melainkan pakailah perkataan yang baik untuk membangun.โ€ Itulah yang selalu dikatakan orang tua saya kepada anak-anaknya.Tidak boleh ada kata-kata seperti โ€œbegoโ€, โ€œbodohโ€, โ€œsialanโ€, apalagi umpatan yang menggunakan kata-kata โ€œkebun binatangโ€. Sejak kecil hingga sekarang, saya selalu memegang disiplin tersebut karena telah dilatih oleh orang tua.Setelah makan, semua anggota keluarga harus meletakkan piring dan gelas kotor di wastafel. Saya, kakak, dan adik-adik saya juga diajarkan untuk memperhatikan orang tua. Jika orang tua selesai makan dan meletakkan piring kosongnya di meja, salah satu dari kami harus mengambil piring tersebut dan membawanya ke wastafel bersama piring kami sendiri.Kami diajarkan untuk melayani orang yang lebih tua. Hingga dewasa, kebiasaan itu tetap melekat, bahkan tertular kepada anak-anak saya saat ini.Ketika masih kecil, setiap bangun tidur, saya juga harus merapikan tempat tidur sebelum berangkat ke sekolah. Masih banyak contoh kebiasaan sehari-hari lainnya yang membentuk kedisiplinan.Semua itu merupakan proses yang dibentuk oleh orang tua. Lalu, bagaimana dengan peran seorang ayah? Ayah seharusnya mampu menjalankan tanggung jawabnya dalam membentuk disiplin sehari-hari.2. Instruksi StrategisCara kedua yang seharusnya diberikan kepada anak-anak adalah melalui instruksi strategis, yakni menyampaikan arahan-arahan kecil atau memberikan pengalaman yang tanpa disadari anak sebenarnya merupakan bagian dari proses pembelajaran yang dilakukan orang tua.Brandon adalah seorang remaja yang bercita-cita menjadi dokter seperti ayahnya. Keinginan tersebut diketahui oleh sang ayah ketika Brandon bercerita sambil menikmati makan malam bersama keluarga.Setelah mengetahui cita-cita anaknya, sang ayah, yang juga seorang dokter di sebuah rumah sakit swasta di Tangerang, sering membawa Brandon ke tempat kerjanya.Di sana, Brandon dapat melihat sendiri bagaimana ayahnya bekerja. Ia menyaksikan suasana rumah sakit yang selalu dikunjungi pasien, lingkungan yang serba putih dan bersih, aroma obat-obatan, serta berbagai hal lainnya. Bahkan, Brandon juga beberapa kali diajak melihat laboratorium yang ada di rumah sakit tersebut.Ayahnya tidak pernah mengatakan, โ€œKalau nanti kamu jadi dokter, kamu akan melakukan ini dan itu.โ€ Tidak. Ayah Brandon tidak pernah mendoktrin anaknya mengenai hal tersebut. Namun, tanpa disadari, Brandon menerima instruksi strategis dari sang ayah melalui pengalaman yang dilihat dan dialaminya secara langsung.Hal serupa terjadi pada Katty, seorang remaja putri yang kini duduk di semester pertama Fakultas Psikologi. Ibunya adalah seorang guru taman kanak-kanak.Sama seperti ayah Brandon, ibu Katty mengetahui apa yang diinginkan putrinya. Karena itu, Katty sering diajak ke sekolah untuk melihat ibunya mengajar. Ia bahkan kerap diminta membantu mengoreksi hasil belajar murid-murid, seperti menempel gambar, mewarnai, hingga menghadapi anak yang sedang menangis.Semua pengalaman tersebut akhirnya membantu Katty, sebagai calon psikolog, memahami bagaimana seharusnya bersikap terhadap anak-anak.Itulah instruksi strategis yang secara tidak langsung diberikan oleh ibu Katty kepada putrinya.3. Meneladankan Gaya HidupAbraham Lincoln pernah berkata, โ€œHanya ada satu cara untuk membesarkan seorang anak menurut jalan yang patut baginya, yaitu Anda sendiri harus menelusuri jalan itu.โ€Jika diterjemahkan, perkataan tersebut berarti bahwa ketika kita menginginkan anak-anak tumbuh sesuai dengan harapan kita sebagai orang tua, kita harus terlebih dahulu membuka jalan, memberikan contoh, dan meneladankan bagaimana menjalani perjalanan tersebut. Sebab, anak-anak akan melihat bagaimana kita berjalan, bahkan berlari, dalam menempuh kehidupan.Banyak orang tua yang tidak menginginkan anaknya merokok. Mereka bahkan memarahi anak ketika memergokinya merokok. Namun, sang ayah sendiri merokok di kantor, bahkan terkadang di rumah.Ada pula orang tua yang melarang anak-anaknya pulang malam dengan alasan mereka masih bersekolah dan harus belajar. Namun, orang tua itu sendiri sering pulang larut malam tanpa memberikan penjelasan kepada anak-anaknya.Masih banyak hal lain yang menunjukkan bahwa orang tua terkadang tidak mampu menjadi teladan bagi anak-anaknya.Jadilah suluh dan teladan bagi anak-anak kita.Banyak hal yang dipelajari anak-anak dari orang tua. Mungkin kita telah bertahun-tahun mengenyam pendidikan formal, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Guru demi guru silih berganti dari tahun ke tahun. Namun, gelar sarjana saja tidak cukup untuk menjadikan seseorang bijaksana apabila tidak disertai pendidikan yang diberikan oleh guru pertama dalam kehidupan kita, yaitu orang tua.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 15 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka15 Oktober 2026
N

Naella ulia

๐Ÿ“ -

Ketaatan Seorang Wanita

Jika seorang wanita memiliki ketaatan beragama, maka Anda bisa berharap kebaikan darinya. Tanda awal ketaatan beragama seorang wa-nita adalah shalat, dan shalat ini adalah komunikasi antara hamba de-ngan Rabb-nya. Jika ia memiliki komunikasi yang baik antara dirinya dengan Rabb-nya, maka Anda bisa berharap darinya akan terjadi komu-nikasi yang baik antara diri Anda dengannya dan Allah memiliki sifat yang Mahatinggi. Sementara wanita yang telah melalaikan urusan dan hak Rabb-nya, maka ia tidak merasa berdosa bila melalaikan urusan dan hak suaminya. Siapa yang ridha istrinya melalaikan urusan dan kewa-jiban yang ditetapkan Rabb-nya, maka janganlah ia mencela kecuali ter-hadap dirinya sendiri, jika istrinya melalaikan haknya dan tidak meme-lihara rumahnya.Jika istri memiliki agama, maka ia istri yang berakhlak. Ini adalah keniscayaan. Islam adalah agama pertengahan. Siapa yang memeluk-nya, maka ia berada di antara sikap berlebih-lebihan (ifrath) dan me-remehkan (tafrith). Jadi, ia tidak berlebih-lebihan dalam agamanya dan tidak pula meremehkan agamanya. Anda melihatnya berakhlakkan de-ngan akhlak al-Quran dalam hal berhijab, mu'amalat (interaksi sosial), berbicara, dan selainnya yang difardhukan al-Quran atas wanita. Jika di samping memiliki ketaatan beragama, ia memiliki kecantikan, maka ini adalah suatu kenikmatan. Nabi sendiri memotivasi mengenai kecan-tikan, lewat sabdanya; "Sesungguhnya Allah itu indah menyukai ke-indahan, " HR. MuslimNabi pernah ditanya, "Siapakah wanita yang terbaik?" Beliau menjawab:"Wanita yang membahagiakannya (suami) jika memandangnya, menaatinya jika memerintahkannya, dan tidak menyelisihinya berkena-an diri dan hartanya dengan apa yang tidak disukainya.Wanita yang beragama lagi cantik adalah "cahaya di atas cahaya". Dan, jika ia juga memiliki harta dan kedudukan, maka ia telah meng-himpun sifat kebaikan yang banyak.โ€ขDi antara sifat yang dituntut pada seorang istri, ia adalah wanita yang penuh kasih lagi banyak anak, sebagaimana sabdanya"Menikahlah dengan wanita yang banyak anak lagi penuh kasih, karena aku akan membangga-banggakan jumlah kalian,โ€ขla memiliki belas kasih dan kasih sayang, berdasarkan sabdanya"Sebaik-baik wanita yang mengendarai unta ialah yang paling belas kasih kepada anak-anak dan paling menjaga hak suaminya " HR. Bukhari (5/1955) dan Muslim (4/1959)MAHKOTA PENGANTIN Majid bin Manshur bin Sayyid asy-Syuri

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 15 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka15 Oktober 2026
S
Shilfa

๐Ÿ“ Purwakarta

Hanya Untukmu Anakku | Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah

Tips Agar Anak Tumbuh IdealB. Masa Menyapih Anak7. Perhatian terhadap anakAnak-anak harus diwaspadai betul dari adanya kemungkinan mengonsumsi sesuatu yang memabukkan ataupun yang lainnya yang dapat menghilangkan akal sehat mereka. Mereka juga harus diawasi dari kemungkinan bergaul dengan orang yang kerusakan moral, perkataan, atau kegiatannya dikhawatirkan akan mempengaruhi mereka.Karena, semua itu akan mengakibatkan mereka celaka. Dan ketika hal itu telah menjadi kebiasaan mereka, maka mereka akan memandang mudah untuk melakukan perbuatan-perbuatan keji, padahal orang yang berbuat keji tidak akan masuk Surga.Betapa banyak kerusakan moral dan akhlak yang terjadi pada anak-anak akibat dari sikap kelalaian kedua orangtuanya dan sikapnya yang membiarkan mereka serta memandang mudah bahaya jilatan panasnya Api Neraka berapa pada pakaian-pakaian mereka.Setiap dampak kerusakan yang timbul akibat kelalaian orang tua terhadap anak-anaknya didalam memenuhi hak-hak Allah Subhanahu wa Ta'ala sehingga mereka pun menyia-nyiakan hak-hak tsb, dan mereka tidak mengindahkan ilmu yang bermanfaat dan amal yang shalih yang telah Allah wajibkan kepada mereka--maka orang tua seperti ini akan terhalang untuk mendapatkan manfaat dari anak-anaknya. Begitu pula anak-anaknya, mereka akan terhalang untuk mendapat kebaikan dan manfaat dari orangtuanya. Inilah akibat dari perbuatan para orangtua.8. Memakaikan busana yang baikSeorang anak laki-laki diperingatkan tidak mengenakan pakaian berbahan sutra, karena hal itu akan merusak dan memalingkan mereka dari karakter aslinya (sebagai laki-laki). Sebagaimana halnya perbuatan homoseksual yang menjadikan seseorang berubah dari tabiatnya yang semula. Selain itu, mereka pun harus dijauhkan dari meminum khamr, mencuri, dan berbohong. Sungguh, Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda,โ€œSutra dan emas diharamkan bagi kaum laki-laki dari umatku, namun dihalalkan bagi para wanita mereka.โ€ (Shahih)Seorang anak, walaupun statusnya belum mukallaf (yang terkena beban perintah dan larangan syariat), tetapi orang tuanya sungguh telah mukallaf. Maka tidak boleh bagi orang tua membiarkan anaknya jatuh pada apa saja yang diharamkan, karena hal itu akan menjadi kebiasaan dan akhirnya sulit untuk menghentikannya.9. Mengembangkan bakat anakYang sepatutnya diperhatikan berkaitan dengan kondisi anak kecil, salah satunya mengarahkan mereka pada perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan bakat dan kesiapan mereka untuk melakukannya. Setelah diketahui bakatnya, sebaiknya jangan dialihkan pada perbuatan-perbuatan yang selainnya, selama bakat itu masih dalam koridor yang diperbolehkan oleh syariat agama. Sebab, jika mereka diarahkan kepada sesuatu yang mereka sendiri tidak siap untuk melakukannya, maka mereka tidak akan berhasil untuk mencapainya, dan sebaliknya mereka akan kehilangan bakatnya.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 15 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka18 Oktober 2026
S
Shinta Dewi

๐Ÿ“ Kota Surabaya

Start With Why โ€” Lingkaran Emas

Simon Sinek menjelaskan bahwa banyak orang tahu apa yang mereka lakukan (What) dan bagaimana mereka melakukannya (How), tetapi tidak benar-benar memahami mengapa mereka melakukannya (Why). Padahal, Why bukan sekadar target seperti ingin sukses, memperoleh uang, atau mendapatkan jabatan. Ia berkaitan dengan tujuan, keyakinan, dan alasan mendasar yang membuat suatu tindakan terasa bermakna. Dua orang bisa melakukan pekerjaan yang sama, tetapi memiliki alasan yang sangat berbeda sehingga cara mereka mengambil keputusan pun berbeda.Insight: Ketika Why jelas, kita memiliki dasar untuk menentukan How dan memilih What yang sesuai. Ini penting karena tidak semua peluang yang terlihat menguntungkan benar-benar sejalan dengan tujuan hidup kita. Tanpa Why, kita bisa sangat sibuk mencapai sesuatu, tetapi tidak pernah memeriksa apakah sesuatu itu memang layak dikejar. Kesibukan memberi kesan kemajuan, padahal kemajuan yang sesungguhnya juga bergantung pada arah.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 14 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka15 Oktober 2026
H

Halida Achmad Bagraff

๐Ÿ“ Kota Surabaya

Talqin mayit di kuburan

Pertama, bahwa Nabi Muhammad tidak pernah melakukan talqin di kuburan.Kedua, semua orang yang sudah mati tidak bisa menambah amal.Ketiga, kemampuan seorang mayit untuk menjawab pertanyaan Malaikat, bukan karena dia mendengar dekte dari orang yang hidup, namun karena pengaruh iman dan amal soleh ketika di dunia.Keempat, ada beberapa keterangan para ulama yang tegas melarang talqin di kuburan dengan alasan:Tidak ada contoh dari Rasulullah maupun kebiasaan para sahabat.Tidak ada manfaat yang didapat oleh mayit, karena mereka tidak bisa menambah amal.Menurut sebagian ulama: mayit tidak bisa mendengar suara orang yang hidup.Kelima, menurut Syaikhul Islam, talqin mayit pasca-pemakaman hukumnya dibolehkan, seperti Abu Umamah dan Watsilah Bin Al-Asqa. Para imam yang memberi keringanan yaitu Imam Ahmad, dan yang menganjurkannya yaitu sebagian ulama Hambali dan ulama Syafiโ€™iyah. Sementara sebagian ulama lainnya menilai makhruh karena menganggapnya sebagai bidโ€™ah.Sehingga pendapat tentang talqin setelah kematian terbagi menjadi tiga: (1) dianjurkan, (2) dimakruhkan, (3) mubah (tidak dianjurkan dan tidak pulang dilarang)Dan pendapt yang paling adil (tengah) diantara ketiganya adalah yang terakhir yaitu mubah.Adapun amalan yang benar-benar dianjutkan dan diperintahkan oleh Rasulullan adalah mendoakan si mayit. (Al-Fatawa al-Kubro, 3/25)Buku: Bila Kumati. Catatan Tentang Peristiwa Kematian.Karya: Ammi Nur Baits

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 14 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka14 Oktober 2026
G

Gardina daru adini

๐Ÿ“ Kota Depok

Resume

Tanamkanlah cinta ilmu dalam diri anak-anak semenjak masih kecil, serta ajarkanlah kepada mereka adab-adab dalam mencari ilmu pengetahuan. Bacakanlah kepada anak kita hadits Rasulullah ๏ทบ:ุทูŽู„ูŽุจู ุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ู ููŽุฑููŠุถูŽุฉูŒ ุนูŽู„ูŽู‰ ูƒูู„ู‘ู ู…ูุณู’ู„ูู…ูโ€œMenuntut ilmu adalah kewajiban setiap muslim.โ€Jelaskan pada mereka bahwa ilmu agama laksana cahaya. Orang yang tidak punya ilmu akan hidup dalam kegelapan. Tidak tahu jalan mana yang harus ia tempuh, dan tidak tahu apa yang harus ia lakukan saat menghadapi masalah.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 14 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka14 Oktober 2026
S

Siti Nadiroh

๐Ÿ“ Kabupaten Brebes

Nasihat Menggapai Kehidupan Bahagia

Asy-Syaikh mengatakan, "Di antara cara yang dapat menghilangkan kegelisahan dan kecemasan adalah dengan memusatkan seluruh pikiran pada perhatian terhadap amal hari ini (hari yang sedang dijalani), serta memutus pikiran dari kekhawatiran terhadap masa depan dan dari kesedihan atas masa lalu", terdapat pembahasan yang penting mengenai cara menghilangkan kecemasan: kecamasan - sebagaimana yang dijelaskan disebabkan oleh was-was yang masuk ke dalam hati, yang menyakitkan dan menyiksa hati. Was-was yang masuk ini:Terkadang berupa hal-hal yang telah terjadi pada masa lalu, kemudian ia mengingatnya dan membawanya ke dalam dirinya, sehingga ia merasa sakit karena hal tersebut dan hatinya menjadi tersiksa. Rasa sakit dan penderitaannya ini tidak akan mendatangkan manfaat apapun selain hanya mengganggu hati.Atau ia memikirkan terhadap perkara-perkara yang akan datang, yang membuatnya takut akan masa depan; hal itu juga membuat hatinya terganggu. Dua perkara ini, telah datang As-Sunnah (dalam bentuk doa) meminta perlindungan dari keduanya,ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ู‘ููŠ ุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู‡ูŽู…ู‘ูŽ ูˆูŽู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุญูุฒู’ู†ู"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa gelisah dan dari kesedihan."

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 14 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka14 Oktober 2026
F
Fatimah Zahra

๐Ÿ“ Kabupaten Banggai

Bab ketujuh: Tentang mandi

BAB KETUJUH: TENTANG MANDI Masalah Pertama: Pengertian Mandi, Hukumnya, dan Dalilnya 1. Pengertiannya: Mandi secara bahasa adalah masdar dari "gasala asy-syai'a yagsilu gaslan wa guslan" (membasuh sesuatu), yaitu membasuh seluruh tubuh. Secara syariat: meratakan air ke seluruh badan. Atau: menggunakan air suci untuk seluruh badan dengan sifat khusus sebagai ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. 2. Hukumnya: Mandi wajib jika ada sebab yang mewajibkannya. Berdasarkan firman Allah Ta'ala: "Dan jika kamu junub maka mandilah" (QS. al-Maidah: 6), dan hadits-hadits yang menyebutkan cara mandi dari beberapa sahabat yang diriwayatkan dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menunjukkan kewajiban mandi. 3. Yang mewajibkannya: Mandi wajib karena sebab-sebab berikut: 1. Keluarnya mani dari tempat keluarnya: Dengan syarat keluar secara memancar dengan syahwat dari laki-laki atau perempuan, berdasarkan firman Allah Ta'ala: "Dan jika kamu junub maka mandilah" (QS. al-Maidah: 6), dan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kepada Ali: "Jika kamu memancurkan air (mani) maka mandilah." Kecuali jika sedang tidur dan semacamnya maka syahwat tidak disyaratkan, karena orang tidur mungkin tidak merasakannya. Dan sabdanya shallallahu 'alaihi wasallam ketika ditanya: "Apakah wanita wajib mandi jika bermimpi?" Beliau menjawab: "Ya, jika dia melihat air (mani)." Ini semua telah disepakati. 68 2. Masuknya seluruh kepala zakar atau ukurannya ke dalam farji tanpa penghalang meski tidak keluar mani: Berdasarkan sabdanya shallallahu 'alaihi wasallam: "Jika dia duduk di antara empat cabangnya dan khitan bertemu khitan, maka wajib mandi." Namun tidak wajib mandi dalam hal ini kecuali untuk anak laki-laki sepuluh tahun atau anak perempuan sembilan tahun ke atas. 3. Islamnya orang kafir meskipun murtad: Karena Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan Qais bin Ashim ketika masuk Islam untuk mandi. 4. Berhentinya darah haid dan nifas: Berdasarkan hadits Aisyah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata kepada Fathimah binti Abi Hubaisy: "Jika datang haid maka tinggalkan shalat, dan jika pergi maka mandilah dan shalatlah." Nifas sama seperti haid berdasarkan ijmak. 5. Kematian: Berdasarkan sabdanya shallallahu 'alaihi wasallam dalam hadits tentang memandikan putrinya Zainab ketika meninggal: "Mandikanlah dia." Dan beliau berkata tentang orang yang berihram: "Mandikanlah dia dengan air dan daun bidara." Itu sebagai ibadah, karena jika karena hadats tidak akan hilang dengan tetapnya sebabnya.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 14 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka14 Oktober 2026
T

Titi Dwi Rabbani

๐Ÿ“ Kota Tangerang Selatan

Bab 5 Kelahiran Nabi Muhammad ๏ทบ Peristiwa Perang Al-Fijar

Bab 5 Kelahiran Nabi Muhammad ๏ทบPeristiwa Perang Al-FijarPerang al-Fijar terjadi ketika Rasulullah ๏ทบ masih belia. Ini merupakan peperangan antara Quraisy beserta sekutu mereka dari Bani Kinanah di bawah pimpinan Harb bin Umayyah, berhadapan dengan kabilah Qais beserta sekutunya. Di pagi hari, kemenangan berhasil diraih oleh kabilah Qais. Akan tetapi, pada pertengahan siang Quraisy dan Kinanah berhasil membalikkan keadaan dan mengalahkan kabilah Qais. Disebutkan dalam kitab-kitab sejarah bahwasanya Rasulullah ๏ทบ ikut serta dalam perang ini, akan tetapi ini tidaklah benar.Sebagaimana penjelasan Syaikh Muhammad bin Abdullah al-โ€˜Usyan, klaim di atas di bangun di atas riwayat yang lemah, karena ia dibawakan oleh Ibnu Ishaq tanpa sanad, dan juga diriwayatkan oleh al-Waqidi yang telah makruf statusnya sebagai perawi yang matruk. Tambah lagi,kemungkinan besar bahwa Allah pastilah menjaga Muhammad ๏ทบ untuk tidak mengikuti peperangan yang terjadi di bulan suci.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 14 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka14 Oktober 2026
N
Nela Agu Saudara

๐Ÿ“ Kabupaten Sukoharjo

Rangkuman 9 Menanamkan Iman Kepada Anak

Kontradiksi dengan Realitas Masa KiniMengajari anak-anak kita tentang akhlak Rasulullah terkadang akan menimbulkan masalah bagi mereka ketika dihadapkan pada perilaku masyarakat yang bertentangan dengan akhlak Rasulullah yang telah dipelajarinya.Kondisi ini bisa membuat mereka minder, bingung, emosional, dan menjadi tidak percaya dengan apa yang sudah diajarkan oleh orang tua mereka. Kenyataan ini terkadang justru membuat kedua orang tua merasa menyesal pernah mengajari anak-anak mereka perilaku-perilaku yang tidak memberikan hasil apa pun kepada anak-anak mereka.Penulis mengingatkan kita agar selalu waspada terhadap prasangka-prasangka yang sangat membahayakan ini. Semua itu merupakan pintu masuknya setan ke dalam jiwa seorang mukmin.Jika kita sudah mengajari mereka moralitas yang baik karena mengharapkan keridaan Allah Azza wa Jalla, kita percaya bahwa Allah akan memberi mereka jalan keluar, kendati mereka memperolehnya di akhirat kelak, bukan di dunia.Seyogianya kita membantu anak-anak kita dalam mencari teman yang memiliki moralitas seperti mereka. Hal ini akan sangat membantu menghilangkan perasaan keterasingan mereka di tengah-tengah masyarakat. Kita juga harus selalu mendoakan mereka.Fase 14โ€“16 TahunPada usia ini, sangat tepat bila orang tua mengadakan perlombaan pada liburan musim panas antaranak dengan teman-temannya dari keluarga, tetangga, teman-teman sekolah, atau teman satu kelompoknya untuk membuat karya tulis sederhana tentang sejarah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.Cara ini bisa membuat apa yang mereka baca dan tulis lebih menancap di dalam akal dan hati mereka.Mengukur Kadar Cinta Anak terhadap Nabi shallallahu 'alaihi wasallamSeyogianya anak-anak mengetahui bahwa cinta mereka kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam perlu pembuktian. Semua itu mesti dibuktikan dalam perilaku dan perbuatan mereka.Beberapa contoh barangkali bisa membantu kita mengukur kadar kecintaan mereka kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.1. Apakah kamu sudah banyak membaca salawat kepadanya?Orang yang dicintai tidak akan pernah merasa bosan untuk mengingat kekasihnya dan mendoakannya.2. Apakah kamu sudah membaca sejarahnya?Orang yang mencintai ingin sekali mengetahui latar belakang kekasihnya, perjalanan hidupnya, serta hal-hal yang berkenaan dengannya.3. Apakah kamu sudah memahami petunjuknya?Hati orang yang mencintai sangat berhasrat mengenal pemikiran, kepercayaan, dan perkataan-perkataan kekasihnya. Hal ini dapat diperoleh dengan membaca buku-buku hadis yang sederhana.4. Apakah kamu telah mengikuti sunahnya?Orang yang mencintai akan bersemangat mencontoh kekasihnya. Hal ini bisa dicapai dengan mendalami sunahnya.5. Apakah kamu telah mengunjungi kotanya?Orang yang mencintai akan merindukan perkampungan kekasihnya dan berjalan di atas jejaknya.6. Apakah kamu sudah mencintai keluarga, sahabat, dan pengikut-pengikutnya?Orang yang mencintai akan mencintai orang-orang yang dicintai kekasihnya.7. Apakah kamu pernah berdiskusi tentang Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dengan orang-orang yang sama sekali tidak mengetahui tentangnya?Orang yang mencintai selalu ingin membicarakan kekasihnya kepada setiap orang.8. Apakah kamu rida dengan keputusannya dalam perkara yang kamu perselisihkan dengan orang lain?Orang yang mencintai akan rela menerima keputusan kekasihnya dalam banyak hal.Kalau semua jawabannya ya, berarti mereka benar-benar telah mencintainya. Namun, jika sebagian jawabannya tidak, berarti mereka membutuhkan pengoreksian dan perlu meninjau kembali cara serta usaha mereka dalam mencintai Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.Kita jelaskan kepada mereka perbedaan antara mencintai dan berlebih-lebihan serta melampaui batas dalam mencintainya. Hendaknya mereka mencintai beliau sesuai dengan yang dikehendaki Allah dan Rasul-Nya, bukan menuruti apa yang dimaui oleh hawa nafsunya.Mencintai Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam merupakan ibadah. Ibadah harus dilakukan dengan ikhlas dan sesuai dengan tata cara Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.Jika suatu amalan menyimpang dari dua syarat ini, maka amalan tersebut merupakan bidah dan akan ditolak.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 14 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’