📚 Jejak Pustaka

Laporan & catatan kegiatan Jejak Pustaka

✏️ Buat Laporan
📚 Jejak Pustaka16 Oktober 2026
T

Titi Dwi Rabbani

📍 Kota Tangerang Selatan

Bab 5 Kelahiran Nabi Muhammad ﷺ Peristiwa Hilf Al-Fudhul dan Pernikahan dengan Khadijah Bagian 2

Bab 5 Kelahiran Nabi Muhammad ﷺPeristiwa Hilf Al-Fudhul dan Pernikahan dengan KhadijahBagian 2• Faedah Kisah Hilf al-Fudhul: Para ulama menjelaskan dua perkara penting dari kisah ini, di mana poin pertamanya adalah perintah untuk selalu bersikap adil dan objektif.• Larangan Berbuat Zalim dan Subjektif: Menilai seseorang tidak boleh secara zalim atau subjektif, bahkan terhadap orang kafir. Kebaikan yang ada pada diri mereka harus tetap diakui.• Landasan Dalil Al-Qur'an: Perintah ini berdasar pada QS. Al-Maidah ayat 8, yang menegaskan bahwa kebencian terhadap suatu kaum tidak boleh membuat kita tidak adil, karena sikap adil itu lebih dekat kepada takwa.• Keteladanan Rasulullah ﷺ: Meskipun dimusuhi oleh kaum musyrik Arab, Rasulullah ﷺ tetap menilai mereka secara objektif.• Kritik dari Kaum Yahudi: Teks tersebut mencontohkan kisah seorang Yahudi yang mendatangi Rasulullah ﷺ dan mengkritik kaum muslimin karena dinilai telah melakukan kesyirikan melalui ucapan "atas kehendak Allah dan kehendakmu" serta bersumpah demi Ka'bah.• Sikap Lapang Dada Rasulullah ﷺ: Rasulullah ﷺ tidak menghardik atau menangkap orang Yahudi yang mengkritik tersebut, melainkan menerima kritikannya karena ucapan tersebut benar. Pada akhirnya Rasulullah ﷺ melarang ucapan "atas kehendak Allah dan kehendakmu" dan mengubahnya menjadi "atas kehendak Allah, kemudian kehendakmu". Lalu Rasulullah ﷺ melarang bersumpah demi Ka'bah dan menggantinya dengan bersumpah demi Tuhan pemilik Ka'bah (wa Rabbil ka'bah). Kisah ini mengajarkan perbedaan mendasar dalam menyikapi kesalahan orang lain berdasarkan tujuannya.• Aturan Menilai (Taqwim): Saat menghukumi atau menilai personal seseorang, wajib bersikap objektif dengan mengakui kebaikan dan keburukannya secara adil.• Aturan Memperingatkan (Tahdzir): Saat memperingatkan orang lain dari suatu kesalahan atau bahaya, cukup sebutkan kesalahannya saja tanpa perlu menyebutkan kebaikannya, kecuali jika ada maslahat tertentu yang ingin dicapai.

💬 0 komentar📅 16 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka16 Oktober 2026
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Rangkuman 10 Menanamkan Iman Kepada Anak

Cinta IslamCinta Islam adalah perasaan yang muncul ketika kita merasa benci untuk keluar dari Islam atau merasa benci jika kembali kepada kekafiran, sebagaimana kebencian kita jika dilempar ke dalam neraka.Alasan Mengapa Kita Harus Mencintai Islam dan Berloyalitas Kepadanya1. Merupakan agama terakhir yang relevan sepanjang masa di segala aspek kehidupan.Allah berfirman dalam Al-Qur'an surah Ali 'Imran ayat 19:“Sesungguhnya agama yang diridai di sisi Allah hanyalah Islam.”2. Merupakan agama yang lurus.Dalam Al-Qur'an surah Fussilat ayat 42, yang artinya:“Yang tidak datang kepadanya (Al-Qur'an) kebatilan, baik dari depan maupun dari belakangnya.”Maksudnya, agama yang kokoh dan tidak ada keraguan serta kesesatan di dalamnya.3. Merupakan agama untuk kebebasan.Islam membebaskan manusia dari penghambaan kepada selain Allah, menghilangkan rasa takut kepada selain-Nya, membebaskan diri dari rasa membutuhkan selain-Nya, membebaskan manusia dari penghinaan diri kepada selain-Nya, perendahan diri kepada selain-Nya, dan penyerahan diri kepada selain-Nya.4. Merupakan agama yang indah.Yaitu sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:“Saya diutus dengan agama yang lurus dan toleran.”(As-Silsilah Ash-Shahihah nomor 2924).Yaitu lurus akidahnya dan toleran dalam hal kewajiban-kewajiban serta hukum-hukumnya.Allah telah mengkhususkan agama ini dengan sifat toleransi, ringan, dan memudahkan, karena Dia menginginkan agama ini menjadi ajaran untuk seluruh manusia di segala penjuru dunia dan sepanjang zaman.5. Agama yang mudah sesuai dengan fitrah manusia.Maka, jika arahan Islam adalah meringankan, hal itu menandakan bahwa setiap Muslim yang berusaha untuk memperberat dan mempersulit sungguh sangat bertentangan dengan ajaran Islam itu sendiri.6. Agama yang mengajarkan kemurahan dan memberikan pahala yang sangat banyak kepada orang-orang yang suka membantu orang lain.Yaitu meringankan beban mereka, menyenangkan hati mereka, memberi makan, menjenguk orang sakit, membantu yang lemah, membantu anak yatim serta orang yang membutuhkan, mengajari yang bodoh, menghormati yang lebih tua, menyayangi yang lebih kecil, serta memaafkan kesalahan mereka.7. Agama yang bersih dan suci lahir batin, bermoral luhur, mulia, dan mempunyai peradaban yang bervariasi, baik material maupun spiritual.Bersih dari sisi batin adalah membersihkan diri dari pengaruh dosa dan maksiat, yakni bertobat yang sebenar-benarnya dari segala bentuk dosa dan maksiat.Membersihkan hati dari kesyirikan, keraguan-keraguan, iri, dengki, penipuan, kesombongan, ujub, ria, dan sum'ah.Semua itu dilakukan dengan keikhlasan, keyakinan, cinta kebaikan, murah hati, jujur, tawadhu, dan hanya mengharapkan rida Allah dalam setiap pengerjaan amalan-amalan saleh.8. Satu-satunya agama yang memahami kedudukan wanita.9. Satu-satunya agama yang sangat memperhatikan pemeluk agama lain dan menjamin kebebasan mereka dalam berakidah. Islam memberikan kesamaan hak antara kaum Muslimin dengan para penganut agama lain.10. Agama yang penuh rahmat dan berwasiat untuk berbuat baik kepada orang-orang lemah.Seperti anak kecil, anak yatim, para wanita, para manula, orang miskin, dan para pembantu.Islam betul-betul menghormati hak-hak kemanusiaan dan kehormatan seorang pembantu karena dia juga seorang manusia, punya perasaan, dan punya jiwa.11. Agama yang mengajarkan untuk menjaga hubungan baik sesama manusia.Perkataan yang baik termasuk sedekah, senyum terhadap saudaranya juga sedekah, dan membuang duri dari jalan juga sedekah.12. Satu-satunya agama yang memberikan pahala sangat besar atas amalan-amalan ringan yang dikerjakan seorang Muslim.13. Agama wafa' (kesetiaan).Yakni suatu agama yang tetap memberikan pahala atas amalan-amalan yang biasa dikerjakan kepada orang yang sedang sakit, orang yang terpaksa, serta orang yang bepergian sehingga tidak bisa mengerjakan amalan-amalan baik yang biasa dia kerjakan.14. Agama hilm (pemaaf).Yakni suatu agama yang tidak menganggap orang gila atau linglung yang berbuat maksiat itu berdosa sampai dia sadar.15. Agama yang memuliakan ilmu. Yakni suatu agama yang memiliki keistimewaan dengan adanya mukjizat Al-Qur'an.16. Agama yang penuh dengan cinta kasih, ikatan kekeluargaan, dan sosial.17. Agama yang menyuruh berlemah lembut kepada seluruh makhluk.

💬 0 komentar📅 16 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka16 Oktober 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Prolog Buku Menjadi Orang Tua Yang Dibutuhkan Anak (Park Yoon-Mi)

Riwayat kelekatan dan pola asuh yang diterapkan oleh setiap orang tua memiliki pengaruh yang signifikan terhadap cara mereka membesarkan anak nantinya.Untuk mengasuh anak dengan baik seperti yang telah dipelajari, kita pertama-tama perlu memahami diri sendiri sebagai orang tua dan mengapa kita harus melakukan hal demikian.Memahami cara kitaberhubungan dan bergaul dengan diri sendiri dapat membantu kita tetap sehat dan bahagia bersama pasangan dan anak-anak.Tidak perlu khawatir kalau semua sudah terlambat. Anak dan pengasuh utamanya (biasanya adalah ibu) sudah terbiasa satu sama lain pada tahun pertama kehidupan sehingga pola hubungan mereka berlanjut hingga tahun kedua atau ketiga. Namun, banyak hasil penelitian yang menunjukkan bahwa kualitas kelekatan orang tua dan anak bisa berubah secara signifikan tergantung pengalaman yang dialami di kemudian hari. Khususnya, anak kecil yang kelekatannya mudah berubah karena pengaruh lingkungan. Seiring bertambahnya usia anak, kualitas kelekatan dapat berubah tergantung cara mereka berinteraksi dengan lingkungan. Sekalipun orang tua sendiri tidak memiliki riwayat kelekatan yang sehat, mereka hanya perlu untuk mampu berpikir berdasarkan pengamatan terhadap situasi anaknya. Ketika lingkungan terbesar seorang anak (orang tua) berubah maka secara otomatis anak pun akan berubah.

💬 0 komentar📅 16 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka16 Oktober 2026
I

Ida Ummu hafsho

📍 Kota Palu

Membangun landasan

Membangun landasanGak usah debat mana yang lebih baik - Regulator vs Fasilitator.Keduanya adaptif. Kamu bisa berubah:Anak pertama = fasilitator (ikutin bayi)Anak kedua = jadi regulator (butuh keteraturan, gak bisa biarin bayi tidur terus kalau kakaknya mau piknik sekolah)Bisa juga Ayah regulator, Ibu fasilitator.Jangan berdebat pakai fakta/angka. Kita cuma akan cari fakta yang cocok sama perasaan kita. Diskusikan dari segi perasaan, bukan benar/salah. Perasaan gak pernah benar atau salah.Filosofi apapun yang kamu pakai, yang paling penting tetap: keterbukaan, kehangatan, keramahan.Bedanya saat hamil (Joan Raphael-Leff):Fasilitator: pasrah sama gejolak emosi, lihat ke dalam diri, kagum sama keajaiban, anggap janin = teman imajiner, identitas meningkat, lahiran = transisi bersama bayi.Regulator: melawan gejolak emosi, ingin tetap normal, merasa hamil itu invasif/mengganggu, identitas terancam, lahiran = kejadian menyakitkan.Philippa cerita ini supaya kamu tau: apapun yang kamu rasakan selama hamil itu normal. Kalau kamu beda dari kebanyakan ibu lain, kamu gak sendirian.

💬 0 komentar📅 16 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka16 Oktober 2026
E

Exa Aldila

📍 Kabupaten Magelang

Paduan Keluarga Sakinah - Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Bab 15: Ketika Si Buah Hati Lahir, berikut adalah ringkasan amalan-amalan sunnah dan panduan bagi menyambut kelahiran cahaya mata mengikut Islam:​Bersyukur kepada Allah atas Kelahiran: Ibu bapa disarankan untuk bersyukur atas kurniaan anak (lelaki atau perempuan) dan tidak merasa kecewa dengan apa jua keadaan bayi.​Memberi Khabar Gembira atau Ucapan Selamat: Dianjurkan untuk segera menyampaikan khabar gembira kepada keluarga atau orang terdekat bagi membahagiakan sesama Muslim.Mentahnikkan Bayi (Tahnik): Sunnah mengoleskan buah kurma yang sudah dilumatkan ke lelangit mulut bayi.​Mendoakan Bayi: Mendoakan si buah hati dengan kebaikan dan keberkatan (contoh doa: Bārakallāhu fīh).​Memberikannya Nama: Hak memberi nama utamanya milik bapa atau melalui perbincangan suami isteri. Disunnahkan memilih nama yang baik, indah, dan dicintai Allah (seperti Abdullah dan Abdurrahman, atau nama-nama nabi dan orang soleh).Beraqiqah (Aqiqah):​Disunnahkan pada hari ketujuh setelah kelahiran, beserta mencukur rambut dan memberi nama.​Untuk anak lelaki disembelih dua ekor kambing, manakala bagi anak perempuan seekor kambing (dengan keringanan seekor kambing bagi anak lelaki jika dalam kesempitan).Mencukur Rambut dan Bersedekah: Disunnahkan mencukur rambut bayi secara merata dan bersedekah dengan perak seberat timbangan rambut tersebut kepada orang miskin.​Mengkhitankan (Khitan):​Hukum khitan adalah wajib bagi lelaki dan sunnah (atau mulia) bagi wanita menurut pendapat majoriti ulama.​Antara manfaat khitan termasuklah mengikut sunnah para nabi, pembeda antara Muslim dan kafir, menjaga kebersihan, serta menstabilkan syahwat dan mempercantik wajah.

💬 0 komentar📅 16 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka16 Oktober 2026
N

Naella ulia

📍 -

Kriteria Istri Shalihah

Kriteria Istri ShalihahKriteria istri shalihah, di antaranyaIstri yang mendengarkan kata-kata suaminya dengan baik dan mem-bantunya dalam ketaatan kepada Allah. Istri yang lemah-lembut, baik,belas kasih, zuhud, menutup aurat, ridha, tenang, suci, menjaga kesuci-sih, penyabar, dan setia la adalah isti an diri, pelan suaranya, penuh kasih, yang tidak menginginkan laki-laki lain, menyebut-nyebut kepada sua-minya apa yang telah diperbuatnya, banyak mengeluh, suka memukul. gemar bersolek, penipu, pendusta, menginginkan segala yang dilihatnya, berkata-kata dengan dibuat-buat, gemar bermain, banyak tertawa, pas. rah, malas, suka melakukan kesalahan, melakukan suatu aib, fanatisme golongan, banyak mengkhayal, suka menentang atau asal bicara. Tidak pula berpura-pura sakit, berbicara yang dibuat-buat, melalaikan per-hiasan dirinya, atau mengabdikan diri dan kecantikannya.Tidak ada salahnya seseorang menawarkan putrinya atau saudara perempuannya kepada laki-laki yang dipandangnya shalih. Nabi Syu'aib telah menawarkan putrinya kepada Musa, sebagaimana Allah men-ceritakan perkataannya:قَالَ إِنِّي أُرِيدُ أَنْ أُنكِحَكَ إِحْدَى ابْنَتَى هَدَتَيْنِ"Berkatalah dia (Syu'aib). Sesungguhnya aku bermaksud menikah-kan kamu dengan salah seorang dari kedua anakku ini." (Al-Qashash. 27)MAHKOTA PENGANTIN _Majid bin Manshur bin Sayyid asy-Syuri

💬 0 komentar📅 16 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka16 Oktober 2026
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Pilihlah Ia Yang Layak Kau Taati Seumur Hidup | Riany Azzahra

Urgensinya memilih suami yang shalihBetapa banyak perceraian terjadi salah satu sebabnya adalah karena salah memilih suami.Dan ini adalah kesalahan fatal seorang perempuan yang penyesalannya bisa jadi seumur hidup.Kesalahan dalam memilih suami, adalah awal dari mimpi buruk dalam rumah tangga.Dan berapa banyak istri yang mengalami hal ini? Yang pada akhirnya mereka terpaksa bertahan hanya karena merasa tidak punya pilihan.Ia bertahan hanya demi anak-anaknya agar tidak kehilangan sosok sang Ayah. Hingga ia pun hidup berpuluh-puluh tahun dalam rumah tangga yang membuat hatinya hancur, mentalnya rusak, harga dirinya terinjak-injak, dan hidupnya berantakan.Maka inilah urgensinya memilih dengan baik laki-laki yang akan kau pilih menjadi suami.Sebab pernikahan bukan berjalan setahun dua tahun. Melainkan ia adalah fase kehidupan yang baru, yang disanalah kita akan menetap selamanya. Bersama seseorang uang telah dipilih sebelumnya.

💬 0 komentar📅 16 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka18 Oktober 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

Start With Why — Ini Bukan Pendapat. Ini Biologi

Sinek menghubungkan Golden Circle dengan struktur otak manusia. Secara sederhana, neokorteks berperan dalam pemikiran rasional dan bahasa, sedangkan bagian otak yang sering disebut sistem limbik berperan dalam emosi, motivasi, dan pengambilan keputusan. Kerangka ini membantu menjelaskan mengapa seseorang bisa memahami sederet fakta secara logis, tetapi tetap belum merasa yakin untuk bertindak. Keputusan manusia tidak selalu lahir dari pertimbangan rasional semata; perasaan percaya, keterhubungan, dan keyakinan juga ikut memengaruhinya.Insight: Terkadang, kita tidak membutuhkan lebih banyak argumen untuk memahami mengapa sebuah keputusan terasa benar atau salah. Kita perlu mengenali nilai apa yang sedang dipertaruhkan. Namun, bukan berarti emosi selalu benar atau otak rasional tidak penting. Justru keputusan yang matang lahir ketika kita mampu memahami alasan emosional di balik pilihan, lalu mengujinya dengan fakta dan pertimbangan yang masuk akal. Memahami Why membantu kita mengerti dorongan diri, bukan membenarkan setiap dorongan itu.

💬 0 komentar📅 15 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka15 Oktober 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Bab ketujuh bagian 2 tentang mandi

Masalah Kedua: Sifat dan Cara Mandi Mandi dari junub memiliki dua cara: cara sunnah dan cara yang mencukupi. Cara sunnah: Membasuh kedua tangan, lalu membasuh kemaluannya dan apa yang terkena kotoran, kemudian berwudhu seperti wudhu untuk shalat, lalu mengambil air dengan tangannya dan menyela-nyela rambut kepalanya dengan memasukkan jari-jarinya ke akar rambut sampai membasahi kulitnya, kemudian menuangkan air ke kepalanya tiga kali, lalu mengalirkan air ke seluruh badannya, berdasarkan hadits Aisyah yang muttafaq 'alaih. Cara yang mencukupi: Meratakan air ke seluruh badannya dari awal dengan niat, berdasarkan hadits Maimunah: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam meletakkan tempat wudhu untuk junub, lalu menuangkan air ke kedua tangannya dan membasuhnya dua atau tiga kali, kemudian berkumur dan istinsyaq, membasuh wajah dan kedua lengannya, lalu menuangkan air ke kepalanya, kemudian membasuh tubuhnya. Lalu aku memberikan handuk kepadanya namun beliau tidak mau, dan beliau mengibaskan air dengan kedua tangannya." Seperti juga hadits Aisyah yang menyebutkan: "Kemudian menyela-nyela rambutnya dengan tangannya hingga ketika yakin telah membasahi kulitnya, menuangkan air kepadanya tiga kali, kemudian membasuh sisa tubuhnya." Wanita tidak wajib mengurai rambutnya dalam mandi junub, namun wajib mengurainya dalam mandi haid, berdasarkan hadits Ummu Salamah: "Aku berkata: Ya Rasulullah, aku wanita yang mengikat rambut kepalaku dengan kuat, apakah aku harus mengurainya untuk mandi junub? Beliau menjawab: 'Tidak. Cukup bagimu menuangkan tiga kali ke kepalamu, kemudian menuangkan air ke tubuhmu, maka kamu bersih.'" Masalah Ketiga: Mandi-mandi yang Disunnahkan Telah dijelaskan mandi-mandi yang wajib, adapun mandi-mandi yang disunnahkan dan dianjurkan adalah: 1. Mandi setiap selesai jimak: Berdasarkan hadits Abu Rafi' bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pada suatu malam mandi di sini dan di sini (dari istri yang satu ke istri yang lain). Dia berkata: "Aku berkata: Ya Rasulullah, mengapa tidak dijadikan satu saja? Beliau menjawab: 'Ini lebih suci, lebih baik, dan lebih bersih.'" 2. Mandi untuk Jumat: Berdasarkan sabdanya shallallahu 'alaihi wasallam: "Jika salah seorang dari kalian datang ke Jumat hendaklah mandi." Ini adalah yang paling ditekankan dari mandi-mandi sunnah. 3. Mandi untuk kedua hari raya. 4. Mandi ketika berihram untuk umrah dan haji: Karena beliau shallallahu 'alaihi wasallam mandi untuk ihramnya. 5. Mandi setelah memandikan mayit: Berdasarkan sabdanya shallallahu 'alaihi wasallam: "Barangsiapa memandikan mayit hendaklah mandi." Masalah Keempat: Hukum-hukum yang Berkaitan dengan Orang yang Wajib Mandi Hukum-hukum yang berkaitan dengan hal tersebut dapat dirangkum sebagai berikut: 1. Tidak boleh berdiam di masjid kecuali sekedar lewat, berdasarkan firman Allah Ta'ala: "Dan jangan (pula) orang junub kecuali sekedar melalui jalan sampai kamu mandi" (QS. an-Nisa: 43). Jika berwudhu maka boleh berdiam di masjid, karena hal itu telah ditetapkan dari sejumlah sahabat pada masa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dan karena wudhu meringankan hadats, wudhu adalah salah satu dari dua bersuci. 2. Tidak boleh menyentuh mushaf, berdasarkan firman Allah Ta'ala: "Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang suci" (QS. al-Waqi'ah: 79). Dan sabdanya shallallahu 'alaihi wasallam: "Tidak boleh menyentuh mushaf kecuali orang yang suci." 3. Tidak boleh membaca Al-Qur'an. Orang junub tidak boleh membaca sedikitpun dari Al-Qur'an sampai mandi, berdasarkan hadits Ali: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak terhalang membaca Al-Qur'an oleh apapun kecuali junub." Dan karena melarangnya membaca mendorongnya untuk segera mandi dan menghilangkan penghalang membaca. Juga haram baginya: 4. Shalat. 5. Thawaf mengelilingi Ka'bah. Sebagaimana telah dijelaskan ketika membahas masalah "yang mewajibkan wudhu" pada Bab Kelima.

💬 0 komentar📅 15 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka15 Oktober 2026
G

Gardina daru adini

📍 Kota Depok

Resume

1. Ajarkan Al-Qur'an dan As-SunnahPeran Langsung Orang Tua: Orang tua perlu terlibat langsung dalam mengajarkan Al-Qur'an sejak dini.Tahapan Pengajaran:Dimulai dari hafalan wajib seperti Surah Al-Fatihah (yang dibaca dalam setiap shalat).Dilanjutkan ke surat-surat pendek (Juz Amma) sesuai tingkat kemampuan anak.Penanaman Aqidah & Makna:Pengajaran Al-Qur'an bertujuan mengarahkan anak pada keyakinan bahwa Allah adalah Rabb seluruh makhluk dan Al-Qur'an adalah kalam-Nya.Jangan meremehkan kemampuan memori anak; berikan penjelasan ringkas dan sederhana mengenai makna ayat agar pemahamannya tuntas.Keutamaan Surat Al-Mulk (Tabarakalladzi):Sebagaimana pesan Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu, ajarkan surah Al-Mulk kepada anak dan keluarga.Surah ini menjadi pelindung dan penyelamat dari azab kubur serta pembela di hari Kiamat.2. Menanamkan Kecintaan kepada Rasulullah ﷺPilar Syahadat: Menanamkan cinta kepada Nabi Muhammad ﷺ merupakan pilar dari syahadatain.Mengapa Nabi Adalah Teladan Terbaik?Manusia secara alami cenderung meniru figur terkuat di sekitarnya. Jika tidak dikenalkan pada Nabi, anak akan mencari figur/idola baru yang jauh dari bimbingan Ilahi.Rasulullah ﷺ adalah suri teladan terbaik (uswatun hasanah) yang tidak tergantikan (QS. Al-Ahzab [33]: 21).Cara Menumbuhkan Cinta kepada Rasulullah ﷺ:Mengajarkan Sirah Nabawiyah: Mengenalkan biografi Nabi, para Sahabat (seperti Abu Bakar & Umar bin Khatttab), Tabi'in, dan orang-orang shalih.Mengajarkan Hadits-Hadits Nabi: Biasakan anak membaca, menghafal, dan mengamalkan kandungan hadits sesuai dengan tingkatan dan kebutuhan mereka

💬 0 komentar📅 15 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka15 Oktober 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Akhir Buku

"Ayah-Bunda Marah pada kamu karena kami sayang sama kamu. Coba kalau enggak sayang, pasti Ayah-Bunda cuek saja." Inilah kalimat yang sering menjadi pembenaran orangtua untuk memarahi anak. Pernahkah Ayah-Bunda mengucapkannya pada anak-anak? Kalaupun tidak pernah, mungkin ucapan ini tebersit di benak Ayah-Bunda.Lucunya, tidak satu anak pun pernah berkata pada saya, "Ayah-Bundaku sayaaang... sekali sama aku. Buktinya, aku dimarahi terus setiap hari. Semoga besok-besok aku dimarahi lagi." Yang ada malah sebaliknya. Anak merasa marah, sedih, kesal, atau takut ketika dimarahi. Apalagi jika amarah orangtuanya berlebihan atau diikuti dengan hukuman fisik.Berarti, "rasa sayang" yang disiratkan Ayah-Bunda melalui amarah itu sama sekali tidak dirasakan oleh anak. Padahal, penting sekali bagi anak untuk merasa dicintai oleh orangtuanya. Dan penting pula bagi orangtua untuk memastikan bahwa anak menangkap pesan Ayah-Bunda sesungguhnya. Misalnya, bila Ayah-Bunda marah karena anak berbicara kasar, tentu penting bagi anak untuk menangkap pesan bahwa orangtuanya cuma ingin dia berbicara dengan santun.Jangan sampai anak hanya mengingat sakitnya dimarahi, tetapi malah melupakan atau mengabaikan pesan sesungguhnya.Ayah-Bunda, seperti yang telah kita bahas sebelumnya, marah adalah emosi yang wajar. Namun, marah perlu dikendalikan karena ternyata banyak sekali dampak negatifnya, baik bagi yang marah maupun yang dimarahi.Teknik pengendalian amarah dan komunikasi efektif yang kita pelajari bertujuan agar dapat membangun hubungan harmonis dan menyelesaikan konflik dengan anak. Cara-cara ini juga bisa diterapkan saat kita berkonflik dengan suami/istri, saudara, teman, atau siapa pun. Dengan begitu, anak tidak akan "terkena getahnya" saat kita sedang bete karena ribut dengan pasangan atau berselisih dengan teman.Selamat berlatih!

💬 0 komentar📅 15 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka15 Oktober 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

How to talk so kids will listen, and listen so kids will talk

Yang lebih penting daripada segaka a=kata-kata yang kita gunakan adalah sikap kita. jika sikap kita tidak welas asih, apapun yang kita katakan akan dialami oleh anak sebagai sesuatu yang palsu/manifulatif. Ketika kata-kata kita bisa kita resapi menggunakan empati kita, maka kata-kata tersebut juga dapat menyentuh hati anak.

💬 0 komentar📅 15 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka15 Oktober 2026
T

Titi Dwi Rabbani

📍 Kota Tangerang Selatan

Bab 5 Kelahiran Nabi Muhammad ﷺ Peristiwa Hilf Al-Fudhul dan Pernikahan dengan Khadijah Bagian 1

Bab 5 Kelahiran Nabi Muhammad ﷺPeristiwa Hilf Al-Fudhul dan Pernikahan dengan KhadijahBagian 1• Definisi Hilf al-Fudhul: Sebuah perjanjian bersejarah di zaman Jahiliah sebelum masa kenabian, di mana kaum Quraisy bersumpah setia untuk selalu menolong siapa pun yang dizalimi.• Latar Belakang Peristiwa: Dipicu oleh tindakan al-Ash bin Wa’il as-Sahmi yang menunda pembayaran barang dagangan milik seorang pedagang asal Yaman. Pedagang tersebut kemudian meminta pertolongan di dekat Ka'bah.• Inisiator Pertemuan: Paman Nabi Muhammad, az-Zubair bin Abdul Mutthalib, berinisiatif mengajak kaum Quraisy menolong pedagang tersebut. Ajakan ini disambut oleh Bani Hasyim, Bani Zuhrah, dan Bani Taim bin Murrah.• Tempat Kejadian: Pertemuan dan pembentukan sumpah setia ini dilakukan di rumah Abdullah bin Jud'an. Hasilnya, mereka berhasil menuntut hak pedagang Yaman tersebut.• Kehadiran dan Respons Rasulullah: Rasulullah ﷺ turut menghadiri perjanjian ini dan sangat mendukungnya. Beliau menyatakan bahwa jika diundang dalam perjanjian serupa di masa Islam, beliau akan tetap memenuhinya karena nilai kebaikannya.• Kebaikan Kaum Quraisy & Abdullah bin Jud'an: Kisah ini membuktikan masih ada sisa kebaikan pada kaum Quraisy di masa Jahiliah. Abdullah bin Jud'an sendiri dikenal suka menyambung silaturahmi dan memberi makan orang miskin.• Konsekuensi Kesyirikan: Amal kebaikan Abdullah bin Jud'an di masa Jahiliah ditegaskan tidak bermanfaat di akhirat karena ia tetap menyekutukan Allah (syirik) dan tidak pernah memohon ampunan-Nya. Hal ini sesuai dengan QS. Az-Zumar: 65 bahwa syirik menghapus seluruh amalan.• Misi Pengutusan Rasulullah: Peristiwa ini berkaitan dengan misi Nabi ﷺ yang diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. Islam tidak membuang semua nilai lama, melainkan memusnahkan akhlak buruk serta mempertahankan dan menyempurnakan kebaikan yang sudah ada.

💬 0 komentar📅 15 Okt 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka15 Oktober 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

Kisah Nabi dan Rasul

Dikisahkan bahwa seorang laki-laki menitipkan barangnya kepada seseorang. Setelah beberapa waktu, ketika ia meminta kembali barang yang dititipkan, orang itu mengingkari pernah menerima barang tersebut. Akhirnya, laki-laki ini mengadu kepada seorang ulama bernama Iyas bin Mu’awiyah. Ia menceritakan bahwa ia telah menitipkan barang kepada seseorang, namun orang itu kemudian mengingkarinya.​Iyas bin Mu’awiyah pun bertanya, "Siapa saksimu?"​Laki-laki itu menjelaskan bahwa ia menitipkan barangnya kepada seseorang di tempat tertentu, namun tidak ada orang lain selain mereka berdua.​Maka, Iyas bin Mu’awiyah berkata, "Ada benda apa di tempat tersebut?"​Laki-laki penuntut berkata, "Ada sebuah pohon."​Iyas bin Mu’awiyah berkata, "Pergilah ke tempat tersebut, dan lihatlah kepada pohon itu, karena bila engkau mendatanginya bisa jadi akan mengingatkanmu di mana telah kau letakkan barang tersebut, setelah itu segeralah kembali ke sini untuk mengabarkan apa yang engkau dapatkan di sana."​Ketika si pelapor pergi ke tempat itu, maka sang terdakwa berusaha untuk pergi. Namun, Iyas bin Mu’awiyah menahannya dan meminta agar ia menunggu. Sang terdakwa pun kembali duduk, sementara Iyas mengurus perkara-perkara lainnya sambil mengamati orang tersebut.​Setelah melihat bahwa sang terdakwa tampak agak tenang, Iyas pun bertanya, "Apakah kiranya kawanmu itu sudah sampai di tempat di mana ia menitipkan hartanya kepadamu?"​Ia menjawab, "Belum, karena tempatnya jauh dari sini."​Iyas berkata, "Wahai musuh Allah, sesungguhnya engkau adalah seorang pengkhianat."

💬 0 komentar📅 15 Okt 2026Baca selengkapnya →