Bab 48
Bergurau dengan menyebut Allah, Al qur'an, atau Rasulullah
Laporan & catatan kegiatan Jejak Pustaka
Bergurau dengan menyebut Allah, Al qur'an, atau Rasulullah
Dalam mendidik anak, penting bagi orang tua untuk memberikan perintah dan larangan secara lengkap, jelaskan juga alasan atau manfaat dibaliknya.
Ilmu agama seharusnya memengaruhi cara seseorang menggunakan hartanya.Bukan sekadar tahu bahwa harta adalah amanah, tetapi juga memahami untuk apa harta itu digunakan. Orang yang memiliki pemahaman agama dan berusaha mengamalkannya akan melihat hartanya bukan hanya sebagai alat memenuhi kebutuhan pribadi, tetapi juga sebagai sarana menghadirkan manfaat bagi orang lain dan umat.
Kita semuanya punya senjata masing-masing yang kita gunakan di saat kita takut untuk terluka lagi. Entah dengan melakukan silent treatment, passive aggressive, entah dengan menyerang menggunakan kata-kata kasar, sarkasme, memukul orang lain, dan sebagainya. Sebenarnya, kebanyakan orang akan menerima luka kita, kalau kita mau menceritakan luka itu dengan cara yang baik. Sayangnya, kita sering kali justru menyerang orang-orang yang kita sayangi karena kita takut terluka lagi.Pasangan kita, anak kita, orangtua kita, saudara kita, teman kita dan yang terpenting diri kita berhak untuk mendapatkan versi terbaik dari diri kita sendiri. Tidak adil rasanya jika mereka yang tidak menyakiti kita harus menderita karena senjata-senjata yang kita tembakkan. Maka, cobalah melakukan yang terbaik untuk healing, hanya dengan begitu kamu bisa menyayangi diri sendiri dan orang lain dengan sepenuh hati.
Pemberian serta karunia Allah سبحان وتعالي yg dilimpahkanKarna berdzikir itu tidak pernah dilimpahkan karna amal yg lain
Jangan menghabiskan umurmu untuk satu disiplin ilmu karena ingin mengetahui detil-detilnya, karena ilmu itu luas sedangkan umur terbatas. Ilmu-ilmu ini hanyalah alat untuk meraih sebuah tujuan, dan sesuatu yang menjadi alat bagi sebuah tujuan semestinya tidak melupakan apa yang menjadi tujuan itu sendiri.
📍 Kabupaten Banggai
Ummat Ummat telah di tampakkan kepada Rasulullah. Setiap Ummat dikumpulakn sendiri² bersama Nabinya. Bahwa sedikit orang yg mengikuti seruan Nabi. Nabi yg tdk mempunyai pengikut, datang sendirian pada hari kiamat. Buah dari pengetahuan ini adalah: tdk silau dengan jumlah yang banyak dan tidak merasa kecil hari dengan jumlah yg sedikit. Diperbolehkan melakukan ruqyah karena terkena ain atau sengatan. Dalamnya pengetahuan kaum salaf, dapat difahami dari kata² Sa'id bin Jubair, "Sungguh telah berbuat baik orang yg mengamalkan apa yg telah di dengarnya, tetapi...." Dan seterusnya. Dengan demikian jelaslah bahwa hadits pertama tidak bertentangan dengan hadits kedua. Kemudian sifat kaum salaf karena ketulusan hati mereka , dan mereka tidak memuji seseorang dengan pujian yg dibuat².Sabda Rasulullah "kamu termasuk golongan mereka". Adalaha salah satu dari tanda² kenabian beliau. Keutamaan Ukkasyah. Penggunaan kata sendiran. Keelokan budi pekerti Rasulullah.
Hikmah Kesembilan: Makkah Memiliki Daya Tarik TersendiriSesungguhnya Makkah unggul dari yang lainnya dengan banyaknya orang yang datang untuk menziarahi Ka’bah, menunaikan ibadah haji, berdagang, dan sebagai pusat forum adab dan syair. Semua ini memudahkan untuk tersebarnya Islam ke seluruh Jazirah Arab melalui orang-orang yang kembali dari Makkah ke negara-negara mereka masingmasing setiap tahunnya. Bukankah keislaman kaum Anshar dan baiat Aqabah terjadi ketika musim haji? (7)
Semakin kita menerima ketidaktahuan, kesalahan, dan perjuangan, semakin kita mempersiapkan diri untuk tumbuh, sukses, dan berprestasi.Membiasakan anak menoleransi frustrasi membantu mereka:• Tekun menghadapi tugas yang sulit• Mengelola kekecewaan• Berkomunikasi dengan orang yang berbeda pendapat• Bertahan mengejar tujuan pribadi🌱 ANAK BELAJAR DARI KITAJika ingin anak mampu menoleransi frustrasi, kita harus bisa menoleransi frustrasi mereka.Anak melihat dan menyerap cara kita menghadapi rasa frustrasi.Semakin kita tidak mempermasalahkan mereka bergumul dengan suatu tantangan dan membiarkan mereka menyelesaikannya sendiri, semakin mereka terbiasa dengan rasa frustrasi.SIKAP ORANG TUA YANG BERDAMPAK BESAR• Tenang• Teratur• Tidak terburu-buru• Tidak menyalahkan• Tidak terfokus pada hasilBaik ketika anak mengerjakan tugas sulit maupun ketika mereka melihat kita menghadapi tugas yang sulit.🌿 TOLERANSI TERHADAP FRUSTRASIFrustrasi sering memunculkan:“ Saya tidak bisa melakukannya! ”“ Saya tidak ingin mencoba lagi! ”“ Kamu lakukan saja untuk saya! ”Menoleransi frustrasi berarti:• Melepaskan kebutuhan untuk menyelesaikan sesuatu dengan cepat dan benar• Membumikan diri pada apa yang sedang terjadi• Baik-baik saja ketika belum tahu caranya• Fokus pada usaha, bukan hasilHal ini lebih mudah dilakukan dengan pola pikir bertumbuh (growth mindset).🌱 POLA PIKIR BERTUMBUHPola pikir bertumbuh:• Kemampuan dapat dikembangkan• Usaha, belajar, dan ketekunan itu penting• Kegagalan dan perjuangan adalah bagian dari proses belajar• Kerja keras dan peningkatan berada dalam kendali kitaPola pikir kaku:• Kemampuan dianggap sebagai bawaan lahir• “Bisa atau tidak bisa”• Kegagalan dianggap berarti tidak akan pernah mampuAnak dengan pola pikir bertumbuh cenderung:menyambut tantangan → belajar dari kesalahan → bertahan lebih lama.Semakin kita tidak terobsesi dengan “kesuksesan”, semakin kita bersedia mencoba, berkembang, dan bertumbuh.💡 MEMBANGUN “TOLERANSI UNTUK BELAJAR”Bayangkan sebuah rentang:TIDAK TAHU ←──── RUANG BELAJAR ────→ TAHUSeluruh ruang di antara “tidak tahu” dan “tahu” adalah proses belajar.Ruang ini bisa terasa tidak nyaman karena:• Kita merasa terlalu lama belum mengerti• Takut gagal atau malu• Harus berusaha dan mengambil risiko• Pembelajaran membuat kita merasa rentanKarena itu, belajar membutuhkan keberanian untuk tetap berada dalam ketidaktahuan sambil terus berusaha.❤️ TUGAS ORANG TUATugas kita bukan membantu anak segera menyudahi proses belajar dan menjadi berpengetahuan.Tugas kita adalah membantu mereka:tetap berada dalam fase pembelajaran dan menoleransi ketidaktahuan mereka.Jadi, daripada:• Menyelesaikan masalah untuk mereka• Meremehkan perjuangan mereka• Kehilangan kesabaran ketika mereka belum memahami sesuatuBiarkan anak berusaha dan menyelesaikannya sendiri.Semakin lama anak mampu berada dalam tahap pembelajaran, semakin mereka dapat menjadi:penasaran • kreatif • tahan terhadap kerja keras • berani mengejar berbagai ide.--- Good Inside, Meletakkan Kepercayaan Penuh bahwa Semua Anak Berhati Baik Dr. Becky Kennedy
Kewajiban Muslimah dalam merawat diri tentang tubuhnya Sederhana dalam hal makan dan minum
Penutup amalan adalah warisan dari amalan-amalan kita terdahulu (yang sudah kita kerjakan), dan semua itu telah tetap dalam kitab terdahulu. Maka dari itu, kaum salaf dahulu sangat takut dari su'ul khotimah (akhir kehidupan yang buruk), di antara mereka ada yang gelisah jika diungkit amal-amalnya yang telah lalu.Jaami'ul uluum wal hikam 1/173)
Mengingatkan diri ini untuk melihat kemampuan anak sebelum melarang atau membatasi kegiatan. Sejujurnya memang ketakutan dan khawatir sering muncul karena sebagai seorang ibu melihat anak ada kemungkinan tersakiti atau kesulitan rasanya ingin membantu. Nyatanya ga semua bantuan itu bisa menopang dia untuk mandiri, perlu dijatah dan diatur agar anak bisa mandiri.
Selama masa ‘iddah istri tidaklah boleh dikeluarkan dari rumah, tetap berada di tempat tinggal suami. Hendaklah tidak mengeluarkan istri dari rumah suami menunjukkan bahwa tempat tinggal merupakan nafkah yang wajib diberikan oleh suami pada istri.Urusan tempat tinggal ini terkait dengan wanita yang ditalak raj’i (masih bisa rujuk). Kalau itu talak baain (sudah ditalak yang ketiga), maka tidak ada kewajiban memberi tempat tinggal.Buku: Cinta janji dan ujian dalam berumah tanggaKarya: Dr. Muhammad Abduh Tuasikal.
SALAMSalam adalah gerakan menoleh ke kanan dan ke kiri hingga pipi terlihat oleh orang di belakang. Saat menoleh ke kanan membaca:“Assalamualaikum warahmatullah.”Kemudian menoleh ke kiri dengan bacaan yang sama.Dalam hadis Wail bin Hujr disebutkan lafaz salam sampai “wa barakatuh”. Karena keduanya memiliki dasar hadis yang sahih, seorang Muslim boleh menggunakan salah satu dari dua versi tersebut.Salam bukan sekadar penutup sholat. Di dalamnya terdapat doa agar Allah memberikan keselamatan dan kesejahteraan.Syekh Utsaimin menjelaskan, jika sholat berjemaah, salam ditujukan kepada orang-orang yang sholat. Sedangkan jika sholat sendirian, salam ditujukan kepada para malaikat yang berada di kanan dan kirinya.Salam juga mengingatkan kita bahwa keselamatan hidup erat kaitannya dengan menjaga sholat. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa orang yang menjaga sholatnya, sholat akan menjadi cahaya, hujah, dan keselamatan baginya pada hari kiamat. Sebaliknya, orang yang tidak menjaganya tidak mendapatkan cahaya, hujah, maupun keselamatan dari sholat tersebut. (HR. Ad-Darimi no. 2605)Selain itu, sholat yang benar akan mencegah seorang mukmin dari perbuatan keji dan mungkar, yang dapat membawa mudarat di dunia maupun di akhirat.Maka, ketika kita mengucapkan salam di akhir sholat, jangan hanya menggerakkan kepala. Ingatlah maknanya: kita sedang memohon keselamatan, sekaligus diingatkan untuk menjaga sholat agar memperoleh keselamatan di dunia dan akhirat.
Yang diharapkan anak dr orang tuanya adalah perhatian.
Firman Allah ﷻ di dalam surat Al-Baqarah ayat 261, yang artinya: "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui."Firman Allah ﷻ di dalam surat al-Baqarah ayat 265, yang artinya:"Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat."
Ringkasan:Hasil survei menunjukkan bahwa 70% remaja menyetujui hubungan orang tua dan anak, sedangkan hanya 33% orang tua yang menyetujuinya. Orang tua terkadang tidak menyadari tekanan emosional yang dialami anak akibat hubungan keluarga yang kurang sehat.Orang tua perlu berani menyadari kesalahan, memperbaiki perilaku, dan membangun hubungan yang lebih baik dengan pasangan serta keluarga. Jika orang tua berpisah, tetaplah saling menghargai dan tidak terus menonjolkan kesalahan mantan pasangan.Anak merasa dirinya merupakan bagian dari kedua orang tuanya. Karena itu, menyebut salah satu orang tua sebagai “orang jahat” dapat menyakiti perasaan anak dan membuatnya mengalami beban emosional.
Sebelumnya, ketika Fir’aun tenggelam, ternyata Jibril ﷺ datang dengan menaiki kudanya. Setiap langkah kudanya meninggalkan bekas. Sebagian ulama mengatakan bahwa bekas pijakan kudanya berwarna hijau.Ternyata, bekas pijakan kuda tersebut diambil dan dikumpulkan oleh Samiri karena bekas tersebut menjadi sesuatu yang luar biasa. Entah siapa yang memberikan wahyu kepadanya untuk melakukan hal itu.Ketika membuat patung, dia mencampurkan pijakan kuda Jibril ﷺ ke dalam patung tersebut. Tiba-tiba timbul suatu keajaiban, yaitu keluarnya suara dari patung sapi tersebut. Termasuk tabiat manusia, ketika melihat sedikit keajaiban, mereka akan menganggapnya sebagai Tuhan. Itulah sebab mereka menyembah patung sapi tersebut.
Org² terkasih di sekitarmu itu fana/mortalitas, hargailah setiap momen bersama mereka
Terakhir: Ketika Anak Sudah Dewasa” membahas bagaimana hubungan orang tua dan anak berubah ketika anak telah dewasa.Orang tua perlu melepaskan anak secara bertahap dan membiarkan mereka mengambil keputusan sendiri.Meski anak sudah dewasa, orang tua tetap menjadi tempat aman untuk kembali, tetapi bukan lagi sebagai pengatur kehidupan mereka.Orang tua sebaiknya menghargai, memperhatikan, dan menyayangi anak tanpa membandingkan pencapaian mereka dengan orang lain.Hindari sikap kompetitif, menyalahkan, mengkritik, atau merasa bahwa kesuksesan anak adalah hasil jasa orang tua.Jika terjadi konflik, orang tua perlu memahami perasaan dan perilaku anak, bukan langsung menganggap anak tidak peduli atau tidak sopan.Pola hubungan masa kecil dapat terbawa sampai dewasa. Karena itu, orang tua perlu menyadari bagaimana kebiasaan lama memengaruhi hubungan dengan anak sekarang.Hubungan orang tua–anak adalah ikatan yang berlangsung seumur hidup, sehingga perlu terus dijaga melalui komunikasi dan saling menghormati.Pada akhirnya, peran orang tua dan anak dapat saling bergeser. Ketika anak dewasa, orang tua mungkin justru membutuhkan bantuan anak.Kunci hubungan yang sehat adalah kepercayaan, fleksibilitas, saling menghargai, dan kesediaan melepaskan kontrol.Intinya: Anak yang sudah dewasa tetap membutuhkan kasih sayang orang tua, tetapi dalam bentuk yang berbeda: bukan mengatur, melainkan mendukung, mempercayai, menghormati, dan memberi ruang untuk menjalani hidupnya sendiri.