๐Ÿ“š Jejak Pustaka

Laporan & catatan kegiatan Jejak Pustaka

โœ๏ธ Buat Laporan
๐Ÿ“š Jejak Pustaka19 Oktober 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

๐Ÿ“ Kota Prabumulih

Root & Wings 2 Yang perlu di ingat sebelum membuat janji dengan anak

Jangan tergesa-gesa membuat janji. Jauh lebih baik mengatakan Anda akan mencoba (sekuat tenaga) dan gagal, daripada langsung berjanji dan tidak me-nepatinya.๏ปฟ๏ปฟJangan pernah membuat janji yang tidak akan Anda tepati.Begitu berjanji, peganglah sebisa mungkin karena akan ada cukup waktu saat Anda tidak bisa memegang janji atau ketika memegang janji itu sulit.Saat berada dalam situasi yang membuat Anda benar-benar tidak bisa menepati janji Anda (Anda sudah berjanji akan datang ke lomba renang anak Anda, tapi terjebak kemacetan sementara dia berusaha keras menuju garis finish) Anda harus menjelaskan peristiwa itu dengan sejujur-jujurnya dan mencari peluang pertama untuk berusaha menyenangkannya. Ingat, jangan merusak kesempatan yang kedua.Janji yang dibuat untuk anak-anak harus dianggap serius karena anak-anak menganggapnya serius.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 19 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka19 Oktober 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

๐Ÿ“ Kabupaten Kutai Timur

Mengubah Cara Mengekspresikan Emosi dalam Hubungan

Park Yoon - Mi, Menjadi Orang Tua Yang Dibutuhkan Anak Tidak ada seorang pun yang mampu menenangkan dan menstabilkan emosi ketidaknyamanannya sendiri sejak awal. Melalui pengalaman berulang kali ditenangkan dan diyakinkan oleh orang tuanya, anak secara bertahap mengembangkan keterampilan untuk menenangkan diri dan mengendalikan emosinya. Pengendalian emosi memungkinkan apabila anak memiliki pengalaman ditenangkan oleh orang lain sehingga mereka bisa menenangkan diri sendiri, dan perlu dipelajari dan dikembangkan dalam masa tumbuh-kembang.Hubungan kelekatan menyediakan landasan dasar untuk mempelajari dan mengembangkan regulasi emosi. Orang tua dapat membantu mengembangkan keterampilan pengendalian emosi anak dengan memahami perasaan anak dan memberikan respons yang tepat. Karena anak-anak belum belajar memahami pikirannya sendiri, mereka pasti akan lebih sulit untuk menenangkan diri.Seperti ketika anak makan sesuatu yang pahit dan langsung memuntahkannya, itu artinya mereka sedang mengekspresikan emosi yang belum mampu mereka kendalikan. Anak melakukan hal itu bukan untuk membuat jengkel orang tuanya. Justru, anak berharap orang tuanya bisa membuat mereka merasa nyaman dan tenang. Jika orang tua merespons sinyal anak dengan tepat maka anak akan merasa tenang dan belajar melalui pengalaman tentang cara menenangkan dirinya sendiri.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 19 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka19 Oktober 2026
Y
Yudith Sand Faundry

๐Ÿ“ Kabupaten Serang

#JejakPustaka - Sebuah Pekerjaan Bernama AYAH: Nafkah.

Orangtua jangan pernah khawatir menjadi miskin karena memberi nafkah kepada anak-anaknya.Islam sangat memuliakan orang yang bekerja untuk menyantuni keluarganya. Rasulullah bersabda:โ€œBarangsiapa yang bekerja keras mencari nafkah untuk keluarganya, maka sama dengan penuang di jalan Allah โ€˜Azza wa Jallaโ€. (HR Ahmad)Opini Pembaca:Islam tidak pernah membedakan memuliakan setiap manusia. Dalam konteks keluarga atau rumah tangga, setiap manusia memiliki porsinya dalam menjalani amanahnya.Letak kemuliaan seorang Ayah dalam rumah adalah sebagai pejuang memberi nafkah, sebagai bentuk ikhtiar serta pula perpanjang tangan rezeki dari Allah Ta'ala. Begitu besar tanggung jawab seorang Ayah, pula Allah Ta'ala janjikan kemuliaan serta ganjaran pahala yang amat besar bagi seorang Ayah.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 19 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka19 Oktober 2026
N
Nela Agu Saudara

๐Ÿ“ Kabupaten Sukoharjo

Rangkuman 11 Menanamkan Iman Kepada Anak

Mengapa Harus Menanamkan Kecintaan kepada Islam dalam Diri Anak?1. Mereka tidak akan bisa menjadi seorang Muslim sejati tanpa mencintai Islam, hidup dengan Islam, dan karena Islam.2. Anak-anak adalah amanat Allah. Dia menitipkan amanat itu kepada orang tua, pendidik, keluarga, dan masyarakat untuk dididik dengan baik dan benar.3. Masa kanak-kanak merupakan masa yang masih jernih dan bersih pemikirannya.4. Masa kanak-kanak adalah waktu di mana daya ingat dan kecerdasan anak masih bagus.5. Masa kanak-kanak adalah masa yang bersih dan terbebas dari dosa.6. Dunia telah menjadi sedemikian global dan modernisasi pun telah terjadi. Maka, Sepantasnya seorang individu Muslim dipersenjatai dengan pengetahuan agama supaya pemikiran ilmu dalam setiap permasalahan dan bisa memfilter pemikiran-pemikiran merusak ini dengan kesadaran. Hasilnya, dia akan tumbuh dengan perkembangan yang baik, berbakti kepada orang tuanya, dan menjadi anggota masyarakat yang proaktif.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 19 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka19 Oktober 2026
T

Titi Dwi Rabbani

๐Ÿ“ Kota Tangerang Selatan

Bab 5 Kelahiran Nabi Muhammad ๏ทบ Peristiwa Hilf Al-Fudhul dan Pernikahan dengan Khadijah Bagian 3

Bab 5 Kelahiran Nabi Muhammad ๏ทบPeristiwa Hilf Al-Fudhul dan Pernikahan dengan KhadijahBagian 3Perkara kedua yang dijelaskan oleh para ulama sebagai faedah penting dari kisah Hilf al-Fudhul, yaitu; Bolehnya bekerja sama dengan orang yang sesat dan kafir dalam kondisi tertentu yang dapat menimbulkan kemaslahatan besar.Adapun klaim bahwa tidak boleh seseorang secara mutlak berinteraksi dengan orang yang sesat, maka ini adalah anggapan yang tidak benar, apalagi apabila orang-orang yang memiliki kesesatan tersebut masih termasuk kaum muslimin.Namun perlu digarisbawahi bahwa ini adalah kaidah umum, dan ia butuh perincian hukum yang lebih dalam lagi dari para ulama, sesuai dengan kejadian dan kasus yang dihadapi. Ibnul Qayyim tatkala menjelaskan faedah dari kisah perjanjian hudaibiyah- mengatakan, Setiap orang yang meminta pertolongan terkait suatu urusan yang mengandung kecintaan dan keridaan Allah, maka permohonannya boleh dipenuhi, siapa pun dia, selama urusan yang dimintanya tersebut tidak menimbulkan perkara yang dibenci oleh Allah yang lebih parah. Hal ini termasuk pembahasan paling detail, paling sulit, dan paling berat bagi jiwa.โ€Di antara dalil yang mendukung pernyataan Ibnul Qayyim di atas adalah sabda Nabi, โ€œApabila kaum musyrikin, ahli bid'ah, para pelaku dosa, atau para pemberontak dan orang-orang zalim, meminta sesuatu yang mengandung pengagungan terhadap salah satu dari syariat-syariat Allah, maka permintaan mereka itu harus dipenuhi, ditunaikan, serta dibantu, meskipun banyak permintaan mereka lainnya (yang tidak mengandung pengagungan terhadap syariat Allah-pen) yang tidak dipenuhi. Mereka hanya dibantu dan didukung terkait urusan-urusan yang mengandung pengagungan terhadap syariat Allah, tidak dalam kekufuran, kezaliman mereka, atau apa pun yang tidak mengandung pengagungan terhadap syariat Allah.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 19 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka19 Oktober 2026
E

Exa Aldila

๐Ÿ“ Kabupaten Magelang

Paduan Keluarga Sakinah - Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Bab 16: Kewajiban Mendidik AnakPanduan Keluarga Sakinah โ€“ Yazid bin Abdul Qadir JawasMendidik anak adalah amanah besar bagi orang tua. Ayah dan ibu bertanggung jawab membimbing anak agar tumbuh menjadi hamba Allah yang bertakwa, berakhlak mulia, dan berpegang teguh pada ajaran Islam. 7 Kewajiban Orang Tua dalam Mendidik Anak Mendidik Anak dengan Baik dan SabarAjarkan anak mengenal dan mencintai Allah Subhanahu Wa Taโ€™ala serta Rasul-Nya.Tanamkan tauhid dan jauhkan anak dari kesyirikan.Berikan pendidikan agama dengan kesabaran dan keteladanan.Mengajarkan Kalimat yang Baik dan Al-Qurโ€™an* Biasakan anak mengucapkan kalimat thayyibah, seperti Bismillah, Allahu Akbar, dan Alhamdulillah.* Ajarkan membaca dan menghafal Al-Qurโ€™an sejak dini.* Manfaatkan masa kecil untuk menanamkan kebiasaan baik.Membiasakan Anak Mendirikan Shalat* Ajarkan shalat sejak dini dan biasakan shalat tepat waktu.* Orang tua harus menjadi teladan dalam menjaga shalat.* Latih anak dengan sabar dan konsisten.Membentuk Akhlak yang Mulia* Ajarkan kejujuran, kesabaran, sopan santun, dan kasih sayang.* Biasakan menghormati orang tua, menyayangi yang lebih muda, serta berbuat baik kepada sesama.* Jadilah contoh nyata dalam perkataan dan perbuatan.Mengawasi Pergaulan Anak* Perhatikan teman dan lingkungan pergaulan anak.* Bimbing anak memilih teman yang baik agama dan akhlaknya.* Lindungi anak dari pengaruh buruk, termasuk narkoba dan perilaku menyimpang.Mendoakan Anak dan Keluarga* Perbanyak doa agar anak menjadi saleh dan salehah.* Mohon kepada Allah agar keluarga senantiasa berada di atas ketaatan.* Doa yang diajarkan dalam Al-Qurโ€™an:โ€œYa Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan sebagai penyejuk hati kami, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.โ€(QS. Al-Furqan: 74)Mengajarkan Dzikir dan Doa yang Shahih* Biasakan anak berdzikir dan berdoa dalam kehidupan sehari-hari.* Ajarkan dzikir pagi dan petang serta doa sebelum dan sesudah melakukan aktivitas.* Tanamkan kebiasaan mengikuti sunnah Rasulullah ๏ทบ.Inti Bab 16: Pendidikan anak bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan fisik dan menyekolahkan mereka, tetapi juga menanamkan tauhid, ibadah, akhlak mulia, pergaulan yang baik, serta membiasakan doa dan dzikir. Semua itu membutuhkan keteladanan, kesabaran, dan doa orang tua.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 19 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka19 Oktober 2026
F

Firdha Ayu

๐Ÿ“ Kota Makassar

Pendidikan melalui pemberian Amanah dan tanggung jawab

karena melaksanakan amanah dan tanggungjawab bakan mendorong kita untuk belajar dari referensi yg tepat, memaksa diri untuk berlatih dan membiasakan diri agar semakin mahir melakukan. mendorong kita untuk meneladani kesuksesan yg diraih oleh orng lain dlam bidang yg kt jalankan. jika anak anak telah cukul kita bekali dgn ilmu, terjunkanlah mereka dalam kerja kerja nyata dan proyek menantang.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 19 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka19 Oktober 2026
F
Fatimah Zahra

๐Ÿ“ Kabupaten Banggai

Bab 8 tetnag tayamum

BAB KEDELAPAN: TENTANG TAYAMUM Pengertian Tayamum: Tayamum secara bahasa berarti: menyengaja/menuju. Sedangkan menurut syariat adalah: mengusap wajah dan kedua tangan dengan debu yang suci, dengan cara yang khusus sebagai bentuk ibadah kepada Allah Yang Mahatinggi. Masalah Pertama: Hukum Tayamum dan Dalil Disyariatkannya: Tayamum disyariatkan dan merupakan keringanan dari Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahatinggi untuk hamba-hamba-Nya. Tayamum adalah salah satu keindahan syariat ini dan merupakan keistimewaan umat ini. Berdasarkan firman Allah dalam surat Al-Maidah ayat 6: "Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya atas kamu, supaya kamu bersyukur." Dan berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: "Debu yang suci sudah cukup bagimu meskipun kamu tidak menemukan air selama sepuluh tahun. Apabila kamu menemukan air, maka sentuhkanlah air itu pada kulitmu." Dan sabda beliau: "Dijadikan bagiku bumi ini sebagai tempat sujud dan alat bersuci." Para ulama telah sepakat tentang disyariatkannya tayamum jika syarat-syaratnya terpenuhi, dan bahwa tayamum menggantikan bersuci dengan air. Dengan tayamum boleh dilakukan apa yang boleh dilakukan dengan bersuci menggunakan air, seperti shalat, tawaf, membaca Al-Quran dan lainnya. Dengan demikian, disyariatkannya tayamum terbukti melalui Al-Quran, Sunnah, dan Ijma'. Masalah Kedua: Syarat-syarat Tayamum dan Sebab-sebab yang Membolehkannya: Tayamum dibolehkan ketika tidak mampu menggunakan air, baik karena tidak ada air atau karena khawatir akan bahaya jika menggunakannya karena sakit pada tubuh atau dingin yang sangat. Berdasarkan hadits Imran bin Hushain: "Gunakanlah debu yang suci, sesungguhnya itu sudah cukup bagimu." Tayamum sah dengan syarat-syarat berikut: 1. Niat: Yaitu niat membolehkan shalat. Niat adalah syarat dalam semua ibadah, dan tayamum adalah ibadah. 2. Islam: Tidak sah dari orang kafir karena tayamum adalah ibadah. 3. Berakal: Tidak sah dari orang yang tidak berakal, seperti orang gila dan yang pingsan. 4. Tamyiz: Tidak sah dari yang belum tamyiz, yaitu anak di bawah tujuh tahun. 5. Tidak dapat menggunakan air: Baik karena tidak ada air berdasarkan firman Allah dalam surat Al-Maidah ayat 6: "lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik," dan sabda Rasulullah: "Sesungguhnya debu yang suci adalah alat bersuci orang Muslim meskipun dia tidak menemukan air selama sepuluh tahun. Apabila dia menemukan air, maka hendaklah dia menyentuhkannya pada kulitnya, karena itu lebih baik." Atau karena khawatir akan bahaya jika menggunakannya, baik karena sakit yang dikhawatirkan akan bertambah atau terlambat sembuh dengan menggunakan air berdasarkan firman Allah: "dan jika kamu sakit," dan berdasarkan hadits tentang orang yang kepalanya luka, dan sabda Rasulullah: "Mereka telah membunuhnya, semoga Allah membunuh mereka. Mengapa mereka tidak bertanya ketika mereka tidak tahu? Sesungguhnya obat kebodohan adalah bertanya." Atau karena dingin yang sangat yang dikhawatirkan akan menimbulkan bahaya atau kematian jika menggunakan air, berdasarkan hadits Amr bin Al-Ash ketika dia diutus dalam perang Dzat As-Salasil. 6. Tayamum menggunakan debu yang suci dan tidak najis - seperti debu yang terkena air kencing dan belum dibersihkan - yang memiliki abu yang menempel di tangan jika ditemukan, berdasarkan firman Allah dalam surat Al-Maidah ayat 6: "maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu." Ibnu Abbas berkata: "Sha'id adalah tanah ladang, dan thayyib adalah yang suci." Jika tidak menemukan tanah, maka bertayamum dengan apa yang mampu dia dapatkan dari pasir atau batu, berdasarkan firman Allah dalam surat At-Taghabun ayat 16: "Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu." Al-Auza'i berkata: Pasir termasuk sha'id.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 19 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka19 Oktober 2026
R
Risdayani Pratiwi

๐Ÿ“ Kota Makassar

Kisah Nabi dan Rasul

KEUTAMAAN NABI SULAIMANโ€‹Nama Nabi Sulaiman disebutkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam Al-Qur`an lebih dari lima belas kali dan di lebih dari lima surat.โ€‹Dalam ayat-ayat tersebut, Allah Subhanahu wa Ta'ala memuji Nabi Sulaiman dengan berbagai pujian. Di antaranya:โ€‹1. PERBUATAN IHSANโ€‹"Dan Kami telah menganugerahkan Ishaq dan Ya'qub kepadanya. Kepada keduanya masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan kepada Nuh sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk, dan kepada sebahagian dari keturunannya (Nuh) yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa dan Harun. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik." (QS. Al-An'รขm: 84)โ€‹Beliau termasuk dalam golongan orang-orang yang berbuat ihsan, yaitu mereka yang selalu berupaya untuk melakukan kebaikan dan memberikan manfaat kepada sesama. Melalui sikap ihsan yang dimilikinya, Nabi Sulaiman telah menjadi teladan yang patut dicontoh setiap Muslim.โ€‹2. PEMAHAMAN YANG TAJAMโ€‹"Maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat)..." (QS. Al-Anbiyรข`: 79)โ€‹Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan pemahaman yang mendalam serta kuat kepada Nabi Sulaiman. Anugerah ilmu dan kebijaksanaan yang dilimpahkan kepadanya menjadikan pemahaman Sulaiman lebih tajam dan luas dibandingkan dengan ayahnya, Nabi Daud. Dengan pemahaman yang luar biasa, Nabi Sulaiman mampu melihat dan memahami berbagai hal dengan sudut pandang yang lebih dalam, sehingga ia dapat mengambil keputusan yang tepat dalam setiap situasi yang dihadapinya.โ€‹3. MEMBANGUN MASJIDIL AQSAโ€‹Salah satu keutamaan yang dimiliki oleh Nabi Sulaiman adalah perannya dalam membangun Masjidil Aqsa, yang merupakan salah satu dari tiga masjid istimewa dalam dunia Islam, bersama dengan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.โ€‹Secara urutan pembangunan:โ€‹Masjidil Haram: Pertama kali dibangun oleh Nabi Ibrahim.โ€‹Masjidil Aqsa: Dibangun oleh Nabi Sulaiman.โ€‹Masjid Nabawi: Dibangun oleh Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, yang menjadi tempat berkumpulnya umat Islam dan pusat ajaran Islam.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 19 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka19 Oktober 2026
N

Naella ulia

๐Ÿ“ -

Landasan Memilih Suami

Landasan Memilih SuamiAdapun landasan yang wajib diletakkan oleh setiap wanita di depan pelupuk matanya dalam menerima laki-laki yang mengajukan lamaran kepadanya, maka syarat, landasan dan pedoman yang pertama ialah agama. Karena orang yang taat beragama jika menyukai wanita, maka ia memuliakannya. Jika ia tidak menyukainya, ia tidak menzhaliminya.Allah berfirman: "Sungguh, hamba sahaya laki-laki yang ber-iman lebih baik daripada laki-laki Musyrik meskipun dia menarik hatimu." (Al-Baqarah: 221)ูˆูŽุงู„ุทู‘ูŽูŠู‘ูุจูŽุงุชู ู„ูู„ุทู‘ูŽูŠู‘ูุจููŠู†ูŽ ูˆูŽุงู„ุทู‘ูŽูŠู‘ูุจููˆู†ูŽ ู„ูู„ุทู‘ูŽูŠู‘ูุจูŽุงุชู"Sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula)." (An-Nur: 26)Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:"Jika ada orang yang kalian ridhai agama dan akhlaknya meminang putri kalian, maka nikahkanlah ta. Jika kalian tidak melakukannya. maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar. Shahih diriwayatkan at - Tirmidzi (1085),Ibnu Majah (606-607), dan al - Hakim (2/164)Saudariku, agama adalah "barometer" yang bisa Anda gunakan untuk menilai laki-laki. Bukan harta atau ijazah yang dimilikinya. Tapi bila ia memiliki harta dan keahlian, di samping agama, maka itu suatu kenikmatan. Orang yang taat beragama tidak boleh selamanya dikalahkan dengan orang yang memiliki model potongan rambut yang terbaru, atau orang yang memiliki model terbaru di dunia fashion (pakaian).MAHKOTA PENGANTIN Majdi bin Manshur bin Sayyid Asy-Syuri

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 19 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka19 Oktober 2026
D

Dewi Hajar Novanda

๐Ÿ“ Kota Depok

Kau Tetap Ayahku

Kau Tetap AyahkuKisah NyataDidi, remaja berusia 14 tahun yang duduk di kelas VIII SMP, adalah anak sulung dari tiga bersaudara. Ayahnya bekerja di perusahaan pertambangan di luar pulau, sedangkan ibunya adalah ibu rumah tangga.Ketika ibunya mengalami tekanan mental hingga harus menjalani rehabilitasi, Didi terpaksa mengambil peran besar dalam mengurus kedua adiknya. Di tengah tanggung jawabnya, ia tetap berusaha menjaga prestasi sekolah dan mengatur waktu belajarnya.Sosok yang banyak membantunya adalah Sir T, gurunya yang tinggal tidak jauh dari rumahnya. Didi kerap datang untuk belajar, makan bersama, atau sekadar bercerita tentang sekolah dan kehidupannya.Hampir setahun berlalu. Kondisi ibu Didi mulai membaik. Suatu malam, kedua orang tua Didi datang menemui Sir T. Mereka ingin menyampaikan sesuatu yang selama ini mengusik pikiran mereka.Ibu Didi:โ€œSaya khawatir, Pak, dengan Didi. Selama saya sakit, papahnya juga lebih banyak berkonsentrasi mengurus saya. Akibatnya, Didi banyak merepotkan Bapak. Saya berterima kasih karena Bapak telah membantu Didi dan adik-adiknya.Namun, ada yang membuat saya khawatir. Sejak masuk SMP dan bertemu dengan Bapak, Didi selalu bercerita tentang Sir T. Dia sangat bangga kepada Bapak. Apa yang Bapak katakan pasti dia laksanakan.Sedikit-sedikit dia menyebut nama Bapak. โ€˜Mah, Sir T begini, Sir T tadi sama saya begitu.โ€™ Semua selalu tentang Sir T. Dia sama sekali tidak pernah bangga dengan papahnya. Saya takut lama-kelamaan figur papahnya akan hilang dan bergeser kepada Bapak.โ€Sir T:โ€œIbu, wajar jika orang tua mengkhawatirkan anaknya, apalagi jika menyangkut figur ayah. Namun, Ibu tidak perlu terlalu khawatir.Pada masa remaja, anak sedang mencari tokoh idola. Bukan hanya Didi, tetapi kebanyakan remaja juga mencari sosok yang dianggap cocok dengan dirinya, entah artis, pahlawan, atau guru.Mungkin Didi menemukan sosok itu pada saya. Itu wajar dan tidak salah, karena dari orang yang diidolakan, dia menemukan hal-hal yang sesuai dengan dirinya.โ€Ibu Didi:โ€œYa, Pak, tetapi saya benar-benar khawatir karena papahnya seolah tidak pernah dilirik. Semua serba Sir T. Bahkan, ketika saya memuji agendanya yang rapi, dia mengatakan, โ€˜Ya, Mah, agenda Sir T juga begini, jadi enak dilihatnya.โ€™ Saya jadi bingung, Pak.โ€Sir T:โ€œMaaf, Pak, saya ingin bertanya. Selama Bapak bekerja di luar pulau, apakah Bapak berkomunikasi dengan Didi?โ€Ayah Didi:โ€œJujur, Pak, saya jarang berkomunikasi dengannya karena saya pikir sudah ada mamahnya. Saya hanya memantau melalui mamah dan opungnya.โ€Sir T:โ€œNah, itu masalahnya. Didi membutuhkan sesuatu dari Bapak.Anak seusia Didi akan sangat bangga kepada ayahnya jika dia benar-benar menemukan sesuatu dari ayahnya. Bapak tidak harus selalu menelepon karena kesibukan pekerjaan dan jarak yang jauh mungkin menyulitkan komunikasi. Namun, pernahkah Bapak rutin mengirimkan SMS kepada Didi?Saya selalu bertanya kepadanya, โ€˜Papah sudah SMS kamu belum?โ€™ Didi hanya menggelengkan kepala. Bahkan, terkadang dia mengacuhkan pertanyaan saya.Pak, Didi sebetulnya memerlukan Bapak. Ketika Bapak pulang, apakah Bapak menyediakan waktu untuk Didi?โ€Ayah Didi:โ€œYa, Pak. Saya akui saya salah. Saya lebih banyak berkonsentrasi mengurus istri. Bagaimana saya tidak pusing, Pak? Istri saya berada di panti rehabilitasi. Setiap pulang dari pulau, saya langsung menjenguknya karena khawatir dan ingin dia cepat sembuh.โ€Sir T:โ€œBetul, Bapak tidak salah karena ingin merawat istri. Namun, di sisi lain, Bapak melakukan kesalahan besar terhadap Didi. Dia juga membutuhkan Bapak.Lihat, anak seusianya sudah harus mengurus kebutuhan keluarga. Sebuah SMS saja sangat berarti baginya.Pernahkah Bapak menanyakan pelajarannya atau apakah dia sudah makan? Terlebih lagi, pernahkah Bapak mengatakan bahwa Bapak merindukannya?โ€Saat itu, sang ayah hanya menggeleng dan menitikkan air mata.Sir T melanjutkan:โ€œPak, Didi sebenarnya bangga memiliki ayah seperti Bapak, seorang pekerja tambang di sebuah pulau. Namun, kebanggaan itu lama-kelamaan memudar karena Bapak tidak pernah memberinya kesempatan untuk merasa bangga kepada ayahnya sendiri.Maaf saya mengatakan demikian, tetapi itulah yang terjadi. Ini harus segera diakhiri agar Didi tidak hanya bangga kepada saya sebagai gurunya, tetapi juga bangga kepada Bapak sebagai ayahnya.Pernahkah Bapak masuk ke kamarnya, berbaring di sampingnya, lalu mengobrol layaknya seorang sahabat? Didi membutuhkan itu. Dia ingin sekali dekat dengan papahnya.Orang yang seharusnya menjadi sumber utama informasi dan tempat anak belajar tentang kehidupan adalah ayahnya sendiri, bukan orang lain.Didi sudah remaja. Pernahkah Bapak menceritakan pengalaman masa remaja Bapak kepadanya?Percayalah, Pak. Didi bukan anak yang melupakan papahnya. Dia anak baik yang menghormati orang tuanya. Sekarang, tinggal bagaimana Bapak hadir sebagai ayah yang baik dan dibutuhkan oleh Didi.โ€Percakapan malam itu diakhiri dengan minum teh bersama. Ada pelajaran berharga yang dapat dipetik oleh orang tua maupun pendidik.Jarak yang jauh bukanlah penghalang bagi kedekatan orang tua dan anak. Komunikasi adalah salah satu modal utama dalam membangun hubungan keluarga.Anak tidak hanya membutuhkan orang tua yang bekerja keras untuk memenuhi kebutuhannya. Anak juga membutuhkan perhatian, waktu, dan ungkapan kasih sayang agar tetap merasa dekat dengan orang tuanya.Sebab, sesibuk apa pun seorang ayah dan sejauh apa pun jarak memisahkan, anak tetap membutuhkan kehadiran ayah dalam kehidupannya.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 19 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka19 Oktober 2026
S
Shilfa

๐Ÿ“ Purwakarta

Pilihlah Ia Yang Layak Kau Taati Seumur Hidup | Riany Azzahra

Jangan Pilih-Pilih, Nanti Gak Nikah-NikahSering dengar omongan kayak gini?Ya, aku tahu itu menyakitkan. Karena seakan mereka tidak mendukung kita yang memang sedang mencari laki-laki yang terbaik.Menikah adalah tentang masa depan dunia dan akhirat kita, maka wajar jika kita pilah-pilih.Bagaimana mungkin kita mau dipimpin oleh seorang laki-laki yang shalat 5 waktunya saja masih bolong-bolong?!Bagaimana mungkin kita mau dipimpin oleh seorang laki-laki yang shalat shubuhnya saja masih kesiangan?!Bagaimana mungkin kita mau dipimpin oleh seorang laki-laki yang Pemilik Surga saja, ia tidak kenal.Bagaimana mungkin kita mau dipimpin oleh laki-laki yang tidak mau mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan mengurus anak bersama sedangkan anak tsb dibuat nya bersama?!Bagaimana mungkin?!Maka pilih-pilih, itu harus.Karena jika mencari teman bermain saja Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam menyuruh kita memilah-milih, lalu bagaimana dengan teman hidup?!

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 19 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka19 Oktober 2026
F

Firdha Ayu

๐Ÿ“ Kota Makassar

Pendidikan Melalui Tarbiyah langsung dari Allah

Menyakini takdir Allah sebagai bagian dari kurikulum sekolah kehodupan harus disertai dengan sikap ridha kepada segala ketentuan Allah, percaya segala rencan terbaik Allah, huznudzon pada segala maksud Allah, serta qonaah pada apapun yg Allah berikan. tidak hanya kita, tetapi anak anak pun harus dapat memaknai segala takdir bagi dirinya sebagai kurikulum terbaik Allah dalam sekolah kehidupan yang mereka alami di masa kecil.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 16 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka18 Oktober 2026
S
Shinta Dewi

๐Ÿ“ Kota Surabaya

Start With Why - Kejelasan, Disiplin, dan Konsistensi

Dalam gagasan Sinek, Why memberikan kejelasan tentang tujuan, How menerjemahkannya menjadi prinsip dan cara kerja, sedangkan What memperlihatkan hasil nyatanya. Kejelasan tanpa disiplin hanya menjadi gagasan yang indah. Disiplin tanpa kejelasan bisa membuat kita tekun mengerjakan sesuatu yang keliru. Sementara itu, keduanya tanpa konsistensi akan sulit membangun kepercayaan. Hal ini berlaku bagi individu maupun organisasi: nilai yang diyakini harus terlihat dalam keputusan dan tindakan sehari-hari.Insight: Integritas bukan hanya tentang memiliki prinsip, melainkan tentang menjaga agar tindakan tetap selaras dengan prinsip tersebut, terutama ketika tidak ada yang mengawasi atau ketika kita harus menanggung konsekuensinya. Jika kita mengatakan bahwa keluarga, kejujuran, atau kebermanfaatan adalah hal penting, nilai itu semestinya ikut menentukan bagaimana kita menggunakan waktu, mengambil keputusan, dan memperlakukan orang lain. Pada akhirnya, Why bukan sesuatu yang cukup diucapkan; ia perlu dibuktikan berulang kali melalui pilihan-pilihan kecil.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 16 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka18 Oktober 2026
H

Halida Achmad Bagraff

๐Ÿ“ Kota Surabaya

Boleh merobohkan bangunan di atas kuburan

Boleh merobohkan bangunan di atas kuburanJika tanah kuburan itu merupakan tanah yang dimiliki oleh orang yang dikubur semasa hidupnya, atau diwarisi oleh ahli warisny setelah kematiannya, tentu tidak boleh dihancurkan apapun yang dibangun di atasnya.Namun, jika bangunan itu didirikan di atas tanah yang bukan milik siapa pun, maka penghancurannya dibenarkan - agar tidak menghalangi kuburan orang lain yang hendak dimakamkan atau mempersempit ruang bagi masyarakat. (Al-Umm, 1/316).Buku: Bila Kumati. Catatan Tentang Peristiwa Kematian.Karya: Ammi Nur Baits

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 16 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka16 Oktober 2026
S

Siti Nadiroh

๐Ÿ“ Kabupaten Brebes

Nasihat Bermanfaat Menggapai Kehidupan Bahagia

Al-Imam Ibnul Qayyim berkata, "Kesedihan adalah keadaan seseorang yang tidak akan membawa kemajuan, dan tidak ada manfaatnya. Hal yang amat disukai oleh setan adalah membuat hamba tersebut bersedih, agar ia terputus dari perjalanannya dan berhenti dari menapaki jalan menuju Allah." (Madarij As-Salikin, 1/506).

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 16 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka16 Oktober 2026
G

Gardina daru adini

๐Ÿ“ Kota Depok

Resume

Ajarkan Bahasa Arab Sejak DiniBahasa Al-Qurโ€™an dan As-Sunnah: Tumbuhkan kecintaan anak terhadap bahasa Arab sejak kecil.Bahasa yang kaya dan indah: Bahasa Arab memiliki keistimewaan dalam kefasihan, kaidah, kosakata, dan makna.Kunci memahami ilmu Islam: Bahasa Arab membantu anak memahami dan menghafal Al-Qurโ€™an, hadis, serta ilmu agama.Mulai dari yang mudah: Buat pembelajaran terasa menyenangkan agar anak menyukai bahasa Arab.Belajar secara bertahap: Jangan terburu-buru mengajarkan nahwu secara mendalam. Sesuaikan materi dengan usia anak.Biasakan kosakata sehari-hari: Mulai dari benda-benda di rumah dan lingkungan sekitar, lalu ajak anak mengucapkannya dalam percakapan sederhana.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 16 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’