๐Ÿ“š Jejak Pustaka

Laporan & catatan kegiatan Jejak Pustaka

โœ๏ธ Buat Laporan
๐Ÿ“š Jejak Pustaka21 Oktober 2026
S
Shilfa

๐Ÿ“ Purwakarta

Pilihlah Ia Yang Layak Kau Taati Seumur Hidup | Riany Azzahra

Kalau Ditolak, Bagaimana Dengan Usiaku yang Sudah Semakin Menua?Terkadang di titik tertentu kita merasa kepepet. Merasa sudah harus menikah karena usia yang tak lagi muda. 28 tahun, 29 tahun atau lebih daripada itu.Ada ketakutan tersendiri didalam hatinya.Disatu sisi, sudah sangat ingin menikah.Disatu sisi, yang datang meminang seringnya dari laki-laki yang belum baik agamanya dan akhlaknya.Keinginan kita untuk menerima pinangan seseorang yang buruk agamanya, apalagi yang patriarki -tidak mau mengerjakan pekerjaan rumah tangga, tidak mau mengurus anak, karena dianggap itu pekerjaan perempuan-, hanya karena takut tidak mendapatkan jodoh, itu adalah bentuk buruk sangka kita kepada Allah.Perihal usia, tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Karena itu hal yang diluar kendali kita.Tugasmu adalah menjalankan kewajiban sesuai yang Allah dan RasulNya perintahkan. Yaitu menerima laki-laki yang baik agama dan akhlaknya dan tidak patriarki.Jika kau memutuskan pada akhirnya menerima laki-laki yang buruk agama, akhlak dan patriarki itu, maka jangan buru-buru menyalahkan Allah.Sebab kau sendiri yang memilih laki-laki dengan kriteria yang tidak direkomendasikan oleh Nabi.Aku tahu, itu tidak mudah. Kegalauan di masa sendiri memang sangat menyiksa. Tetapi hidupmu akan jauh lebih tersiksa jika kau menjalani hari-hari bersama laki-laki yang agama, dan akhlaknya buruk. Apalagi jika laki-laki itu patriarki (kau akan capek sendiri!)

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 21 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka25 Oktober 2026
S
Shinta Dewi

๐Ÿ“ Kota Surabaya

Start With Why โ€” Bagaimana Titik Balik Terjadi

Tidak semua orang harus diyakinkan agar sebuah gagasan berkembang. Terkadang, perubahan besar justru dimulai dari sekelompok kecil orang yang benar-benar percaya pada suatu gagasan, lalu menyebarkannya kepada orang lain. Mereka bukan sekadar tertarik karena sesuatu sedang populer, tetapi memiliki alasan yang cukup kuat untuk mendukungnya. Karena itu, membangun hubungan dengan orang-orang yang memiliki keyakinan serupa bisa lebih bermakna daripada sekadar mengejar perhatian sebanyak-banyaknya.Hal ini juga menjelaskan mengapa popularitas tidak selalu sama dengan keterikatan yang mendalam. Banyak orang bisa mengenal suatu produk, tokoh, atau gagasan tanpa merasa memiliki hubungan dengannya. Sebaliknya, kelompok kecil yang memiliki keyakinan kuat dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan yang lebih luas. Dalam kehidupan, kita tidak selalu perlu mendapatkan persetujuan semua orang sejak awal. Terkadang, yang lebih penting adalah menemukan orang-orang yang memahami nilai dari apa yang sedang kita perjuangkan, bahkan sebelum orang lain melihatnya.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 20 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka20 Oktober 2026
P
Poppy Adrianne

๐Ÿ“ Kota Bandung

Insecure

Fokuslah memperbaiki diri, meningkatkan kualitas hidup, dan menemukan jalan terbaik sesuai potensiku. Kecemasan dan masalah akan selalu ada, tetapi aku bisa belajar menghadapinya dengan pikiran yang jernih dan mencari solusi.Bahagiakan dirimu, sembuhkan dirimu, dan teruslah melangkah. Sebab, ketika aku menjadi pribadi yang lebih baik, aku juga bisa membawa kebahagiaan dan manfaat bagi keluarga serta orang-orang di sekitarku.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 20 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka20 Oktober 2026
N
Nela Agu Saudara

๐Ÿ“ Kabupaten Sukoharjo

Rangkuman 12 Menanamkan Iman Kepada Anak

Tahapan Menanamkan Kecintaan Anak kepada Islam1. Fase Sebelum MenikahHak paling ringan anak yang harus Anda penuhi adalah memilihkan untuknya seorang ibu yang taat kepada Allah. Sedangkan seorang ibu, pilihkan untuk anak-anak Anda seorang bapak yang dapat membantu Anda menaati Allah supaya mudah bagi Anda menaatinya sebagai suami.2. Fase dalam KandunganAnak akan berusaha merasakan kecintaannya terhadap Islam sejak masih dalam kandungan. Pembiasaan janin untuk terbiasa merasakan nilai-nilai agama ini dilakukan dengan selalu mendengarkan bacaan Al-Qur'an, dengan hatinya dahulu sebelum telinganya. Sesungguhnya, perasaan janin akan tertaut kepada hal-hal tersebut dengan kekuasaan Allah.3. Fase 0โ€“2 TahunPada fase ini, anak akan bisa mencintai agamanya melalui apa yang dia lihat, juga melalui tingkah laku orang di sekitarnya, khususnya ibu bapaknya, serta pengarahan orang tua pada daya pikir anak agar selalu tertaut pada Islam. Seorang anak tidak akan bisa menjadi seorang Muslim sejati kecuali jika orang di sekitarnya juga seperti itu.4. Fase 3โ€“6 TahunPada fase ini, kita bisa mengulang-ulang di hadapannya nasihat-nasihat tertentu. Kita juga harus menjelaskan bahwa beriman kepada Allah merupakan rukun pertama dari enam rukun iman atau fondasi yang di atasnya berdiri Islam.Kita juga bisa menceritakan kepada mereka kisah-kisah yang bisa memberikan pengaruh besar ke dalam jiwa kecil mereka.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 20 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka20 Oktober 2026
F
Fatimah Zahra

๐Ÿ“ Kabupaten Banggai

Baba kedelapan tentang tayamum

Masalah Ketiga: Pembatal Tayamum: Hal-hal yang membatalkan tayamum ada tiga: 1. Tayamum dari hadats kecil batal dengan pembatal wudhu, dan tayamum dari hadats besar batal dengan hal-hal yang mewajibkan mandi dari junub, haid, dan nifas. Jika seseorang bertayamum dari hadats kecil kemudian buang air kecil atau besar, maka tayamumnya batal karena tayamum adalah pengganti wudhu, dan pengganti memiliki hukum yang digantikannya. 2. Menemukan air jika tayamum karena tidak ada air, berdasarkan sabda Rasulullah: "Apabila kamu menemukan air maka sentuhkanlah pada kulitmu." 3. Hilangnya uzur yang menjadi sebab disyariatkannya tayamum seperti sakit dan semisalnya. Masalah Keempat: Tata Cara Tayamum: Caranya adalah: berniat, kemudian membaca basmalah, memukul tanah dengan kedua tangan sekali, kemudian meniup atau menepuk-nepukkannya, kemudian mengusap dengannya wajah dan kedua tangan sampai pergelangan. Berdasarkan hadits Ammar yang menyebutkan: "Tayamum adalah sekali pukul untuk wajah dan kedua telapak tangan." Dan hadits Ammar bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata kepadanya: "Sesungguhnya cukup bagimu melakukan seperti ini," lalu beliau memukul dengan telapak tangannya sekali ke tanah, kemudian menepuk-nepukkannya, kemudian mengusap punggung telapak tangan kanannya dengan tangan kirinya, atau punggung tangan kirinya dengan telapak tangan kanannya, kemudian mengusap dengannya wajahnya

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 20 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka20 Oktober 2026
H

Halida Achmad Bagraff

๐Ÿ“ Kota Surabaya

Antara mental dan kesalihan anak

Mental anak adalah sesuatu yang lebih penting daripada kesalihan. Mental juga lebih penting daripada adabseorang anak.Kenapa?Karena jika seorang anak sudah memiliki kesalihan dan juga adab yang baik tapi tidak memiliki mental yang kuat, bisa jadi suatu saat dia akan kehilangan kesalihan dan juga adab yang baik tersebut.Mental yang lemah memiliki dua efek. Pertama: rendah diri, penakut, sakit hati saat dihina, atau berhati kecil. Kedua: susah diatur, tidak mau menerima masukan, menyalahkan orang lain.Seperti kisah Abu Dzar al Ghifari, salah satu sahabat Rasulullah. Pertama: Saat diminta Rasulullah untuk kembali ke kaumnya dan tidak menampakan keislamannya, dia malah mendatangi Kaโ€™bah dan berteriak ditengah-temgaj orang kafir Quraisy bahwa beliau telah masuk Islam. Tindakan kedua, saat berseteru dengan Bilal, Abu Dzar berkata dengan nada mengejek: โ€œDasar anak budak wanita hitam!โ€.Sehingga Rasulullah bersabda: โ€œWahai Abu Dzar! Apakah kamu cela dia dengan ibunya?!  Sungguh pada dirimu masih ada sisa-sisa sifat jahiliyah!โ€ (HR. Al Bukhari No 30, 6050 dan Muslim No 1661).Rasulullah juga berpesan kepada Abu Dzar r.a agar tidak menjadi pemimpin bagi dua orang. Rasulullah bersabda: โ€œWahai Abu Dzar! Aku melihat bahwa dirimu lemah (secara mental). Aku mencintai untukmu apa yang aku cintai pada diriku. Aku berpesan, jangan sampai kamu memimpin dua orang dan jangan pernah mengurusi harta anak yatim.โ€ (HR. Muslim No 1826).Buku: Perusak Mental AnakKarya: Ratno Abu Muhammadj

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 20 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka20 Oktober 2026
R
Risdayani Pratiwi

๐Ÿ“ Kota Makassar

Kisah Nabi dan Rasul

Nabi Sulaiman adalah seorang yang pandai bersyukur, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, dan Allah memujinya. Namun, dalam ayat ini, Nabi Sulaiman meminta kepada Allah agar senantiasa diberi kemampuan untuk bersyukur. Ketika seseorang mampu istikamah dalam bersyukur, itu merupakan sikap yang luar biasa, karena sering kali orang bersyukur kepada Allah pada satu waktu dan melupakan-Nya di waktu lain. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang untuk senantiasa berdoa agar dapat diteguhkan untuk selalu bersyukur.โ€‹Sebagaimana yang disebutkan oleh seorang tabiin, dia pernah melakukan tawaf mengelilingi Kakbah dan melihat seseorang berdoa, "Rabbi qinรฎ syuhha nafsรฎ" (Ya Allah, hilangkanlah dariku sifat pelit). Dia mengira bahwa orang tersebut adalah seorang yang pelit yang meminta agar dijauhkan dari sifat itu. Namun, ternyata orang tersebut adalah Abdurrahman bin Auf, yang dikenal sebagai orang yang paling dermawan.โ€‹Meskipun Abdurrahman bin Auf memiliki sifat dermawan yang luar biasa, dia tetap takut berbuat pelit. Oleh karena itu, dia senantiasa berdoa kepada Allah agar dijauhkan dari sifat pelit.โ€‹Begitu pula Nabi Sulaiman, meskipun beliau adalah hamba yang sangat bersyukur, tetap meminta kepada Allah agar dapat terus bersyukur kepada-Nya. Bukti betapa bersyukurnya Nabi Sulaiman terlihat ketika ada nikmat yang diperoleh kedua orang tuanya; beliau juga mensyukurinya. Nabi Sulaiman menganggap bahwa nikmat yang diberikan kepada kedua orang tuanya juga merupakan nikmat baginya. Lihatlah betapa baktinya Nabi Sulaiman kepada kedua orang tuanya.โ€‹Intinya, Nabi Sulaiman juga berdoa agar senantiasa dapat beramal saleh, yang merupakan bentuk nyata dari rasa syukur kepada Allah. Beliau juga memohon agar dimasukkan ke dalam surga dengan rahmat Allah, bersama hamba-hamba yang saleh. Nabi Sulaiman tidak merasa percaya diri dengan amalnya, ilmunya, pasukannya, atau kerajaannya. Oleh karena itu, beliau selalu memohon kepada Allah untuk dimasukkan ke dalam surga atas dasar rahmat dan kasih sayang-Nya.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 20 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka20 Oktober 2026
E

Exa Aldila

๐Ÿ“ Kabupaten Magelang

Paduan Keluarga Sakinah - Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Bab 17: Menggapai Ridha Allah dengan Berbakti kepada Orang TuaPaduan Keluarga Sakinah โ€“ Yazid bin Abdul Qadir Jawas1. Berbakti kepada orang tua adalah kewajibanBerbakti kepada kedua orang tua (birrul walidain) merupakan amalan yang sangat utama dalam Islam.Allah Subhanahu Wa Taโ€™ala memerintahkan manusia untuk beribadah hanya kepada-Nya dan berbuat baik kepada kedua orang tua (QS. Al-Isra: 23โ€“24).Berbakti tetap wajib meskipun seseorang telah menikah dan berkeluarga.Jika orang tua mengajak kepada kesyirikan atau kemaksiatan, kita tidak boleh menaati ajakan tersebut, tetapi tetap harus memperlakukan mereka dengan baik (QS. Luqman: 15).2. Larangan durhaka kepada orang tuaDurhaka (uququl walidain) adalah menyakiti atau mengganggu orang tua, baik melalui perkataan maupun perbuatan.Contohnya:Mengucapkan โ€œahโ€, โ€œcisโ€, atau perkataan kasar.Membentak, menghina, merendahkan, atau membantah dengan kasar.Bermuka masam dan menunjukkan sikap tidak sopan.Menolak membantu ketika mereka membutuhkan pertolongan.Menelantarkan orang tua yang membutuhkan nafkah dan perhatian.3. Keutamaan berbakti kepada orang tuaTermasuk amalan yang paling utama. Dalam hadis, Nabi Muhammad ๏ทบ menyebut salat pada waktunya, berbakti kepada orang tua, kemudian berjihad di jalan Allah.Mendatangkan ridha Allah. Ridha Allah berkaitan dengan ridha orang tua dalam perkara yang benar.Menjadi sebab dihilangkannya kesulitan. Dengan izin Allah, amal saleh berupa bakti kepada orang tua dapat menjadi wasilah pertolongan ketika menghadapi kesulitan.Melapangkan rezeki dan memanjangkan umur. Menyambung silaturahmi, termasuk kepada orang tua, merupakan amalan yang dianjurkan untuk memperoleh keberkahan.Bentuk-bentuk berbakti kepada orang tua* Bergaul dengan keduanya secara baik dan penuh kasih sayang.* Bertutur kata lembut, sopan, dan tidak menyakiti hati mereka.* Merendahkan hati serta tidak bersikap sombong.* Memberikan nafkah atau bantuan harta sesuai kemampuan, terutama ketika mereka membutuhkan.* Mendoakan keduanya dengan tulus.* Membantu pekerjaan dan kebutuhan mereka tanpa mengeluh.* Menjaga kehormatan serta tidak mempermalukan mereka di hadapan orang lain.* Menyediakan waktu untuk menemani, mendengarkan, dan memperhatikan mereka.Berbakti kepada orang tua setelah mereka meninggalKewajiban berbakti tidak berhenti ketika orang tua telah wafat. Di antaranya dengan:* Mendoakan ampunan dan rahmat Allah bagi keduanya.* Memohonkan ampunan serta mendoakan kebaikan untuk mereka.* Melaksanakan wasiat mereka yang sesuai dengan syariat Islam.* Menunaikan kewajiban atau utang mereka jika ada dan mampu.* Menyambung silaturahmi dengan kerabat serta berbuat baik kepada sahabat orang tua.Inti pelajaran Bab 17Berbakti kepada orang tua merupakan jalan meraih ridha Allah dan termasuk amalan yang sangat mulia. Bakti diwujudkan melalui perkataan yang santun, sikap rendah hati, perhatian, bantuan, dan doa, baik ketika orang tua masih hidup maupun setelah meninggal dunia.Jangan sampai kesibukan rumah tangga dan urusan pribadi membuat kita melupakan hak kedua orang tua. Namun, ketaatan kepada mereka tetap berada dalam batas ketaatan kepada Allah Subhanahu Wa Taโ€™ala.Semoga Allah menjadikan kita anak-anak yang saleh dan salehah, berbakti kepada kedua orang tua, serta memperoleh ridha-Nya. Aamiin.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 20 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka20 Oktober 2026
D

Dewi Hajar Novanda

๐Ÿ“ Kota Depok

PRINSIP 5T

PRINSIP 5TMembangun Komunikasi yang Bermakna dengan RemajaRemaja tidak hanya membutuhkan pemenuhan kebutuhan fisik dan fasilitas yang memadai. Mereka juga membutuhkan kehadiran, perhatian, bimbingan, dan kebersamaan dengan orang tua.Berikut lima prinsip yang dapat diterapkan untuk membangun komunikasi yang lebih bermakna dengan anak remaja.1. TIME โ€” Luangkan WaktuWaktu dan kehadiran orang tua sangat berarti bagi remaja. Kesibukan orang tua dapat membuat anak merasa memiliki ruang kosong yang tidak terpenuhi, meskipun kebutuhan fisik dan fasilitasnya tercukupi.Cara menerapkan:- Sediakan quality time secara rutin tanpa gangguan gawai.- Dengarkan cerita anak tanpa terburu-buru menghakimi.- Jadikan waktu bersama sebagai prioritas, bukan sekadar sisa waktu setelah bekerja.2. TELLING โ€” Bangun Komunikasi TerbukaKasih sayang tidak hanya perlu ditunjukkan melalui tindakan, tetapi juga diungkapkan melalui kata-kata. Remaja perlu merasa bahwa pendapat dan perasaannya didengar serta dihargai.Cara menerapkan:- Ajak anak berdiskusi tentang aturan dan tanggung jawab di rumah.- Ungkapkan kasih sayang dan apresiasi secara langsung.- Beri kesempatan anak menyampaikan pendapat dan mencari solusi bersama.3. TEACHING โ€” Tanamkan Nilai KehidupanKeluarga merupakan tempat utama untuk menanamkan nilai-nilai yang menjadi pedoman anak dalam menjalani kehidupan. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal bagi remaja ketika menghadapi berbagai tantangan di luar rumah.Cara menerapkan:- Diskusikan nilai benar dan salah melalui peristiwa sehari-hari.- Jelaskan alasan di balik aturan keluarga, bukan hanya menuntut kepatuhan.- Ajarkan tanggung jawab, kejujuran, dan konsekuensi dari pilihan yang diambil.4. TRAINING โ€” Latih melalui KeteladananOrang tua bukan hanya mengajarkan sesuatu, tetapi juga membimbing anak agar mampu melakukannya sendiri. Proses ini membutuhkan keteladanan, latihan, pendampingan, dan kesempatan untuk belajar.Cara menerapkan:I Do, You Watch โ†’ I Do, You Help โ†’ You Do, I Help โ†’ You Do, I Watch.- Saya melakukan, kamu mengamati: anak melihat contoh dari orang tua.- Saya melakukan, kamu membantu: anak mulai terlibat dalam kegiatan.- Kamu melakukan, saya membantu: anak mencoba sendiri dengan pendampingan.- Kamu melakukan, saya mengamati: anak diberi kepercayaan untuk mandiri.5. TOGETHER โ€” Tumbuhkan KebersamaanKebersamaan menjadi jembatan komunikasi yang mempererat hubungan orang tua dan anak. Melalui kebersamaan, anak dapat belajar dari keteladanan orang tua, sementara kesalahpahaman dapat diselesaikan melalui interaksi yang terbuka.Cara menerapkan:- Libatkan anak dalam kegiatan dan tanggung jawab keluarga.- Biasakan makan bersama atau melakukan aktivitas yang dinikmati bersama.- Hadapi masalah keluarga melalui musyawarah dan kerja sama.PENUTUPKomunikasi yang baik tidak dibangun hanya melalui nasihat, tetapi juga melalui waktu, percakapan, pengajaran, latihan, dan kebersamaan.Luangkan waktu, bangun percakapan, tanamkan nilai, latih kemandirian, dan hadir bersama anak.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 20 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka20 Oktober 2026
N

Naella ulia

๐Ÿ“ -

Kesetaraan dalam Pernikahan

Kesetaraan (Kafa'ah) dalam pernikahan Keputusan Nabi menunjukkan, agamalah yang dijadikan sebagai tolak ukur dalam kafa'ah (kesetaraan), sebagai prinsip maupun peleng-kap. Tidak boleh wanita Muslimah dinikahkan dengan laki-laki kafir, atau wanita baik-baik dinikahkan dengan laki-laki durhaka. Al-Quran dan Sunnah tidak menganggap selain itu sebagai standar kafa'ah. Karena wanita Muslimah haram dinikahkan dengan pezina yang keji. Nasab. pekerjaan, kekayaan dan status merdeka tidak dijadikan sebagai standar. Karena itu, hamba sahaya fakir boleh menikah dengan wanita merdeka yang bernasab lagi kaya, jika ia adalah laki-laki yang memelihara diri lagi Muslim. Boleh juga laki-laki bukan Quraisy menikah dengan wanita Quraisy, laki-laki bukan dari Bani Hasyim boleh menikahi wanita Bani Hasyim, dan laki-laki fakir boleh menikah dengan wanita kaya.Ahli fiqih berselisih tentang kriteria kesetaraan (kafa'ah). Menurut Malik, dalam zhahir madzhabnya, kafa'ah adalah agama. Dalam suatu riwayat darinya, kafa'ah ada tiga: agama, kemerdekaan, dan terbebas dari segala aib.Menurut Abu Hanifah, kafa'ah adalah nasab dan agama. Menurut Ahmad, dalam satu riwayat darinya, kafa'ah adalah agama dan nasab saja. Dalam riwayat lainnya, ada lima: agama, nasab, kemerdekaan, pe-kerjaan dan harta. Jika nasab dijadikan sebagai pertimbangan, maka ada dua riwayat dari Ahmad: Pertama, bangsa Arab memiliki kesetaraan satu sama lain. Kedua, orang Quraisy hanya bisa disetarai dengan orang Quraisy, dan keturunan Bani Hasyim hanya bisa disetarai oleh ketu-runan Bani Hasyim. Sementara pengikut asy-Syafi'i mempertimbang-kan kafa'ah pada agama, nasab, kemerdekaan, pekerjaan dan terbebas dari aib yang dijauhi.Dalam hal kemapanan, mereka memiliki tiga pendapat yang dija-dikan pertimbangan dan tidak dijadikan pertimbangan. Pertimbangan ini berlaku untuk penduduk kota (menetap) bukan penduduk nomaden (bawadi). Orang Ajam, menurut mereka, tidak sekufu dengan orang Arab, laki-laki bukan Quraisy tidak sekufu dengan wanita Quraisy, laki-laki bukan Bani Hasyim tidak setara dengan wanita Bani Hasyim, wanita yang tidak benasab kepada ulama dan orang-orang shalih tidak sekufu dengan orang yang tidak bernasab kepada keduanya, laki-laki hamba sahaya tidak sekufu dengan wanita merdeka, laki-laki yang dimerde-kakan tidak sekufu dengan wanita yang merdeka sejak lahir, dan laki-laki yang salah satu leluhurnya pernah merasakan perbudakan tidak sekufu dengan wanita yang tidak pernah merasakan perbudakan dan juga salah satu leluhurnya.Mengenai pengaruh perbudakan ibu (dalam hal kesetaraan) ada dua pendapat. Demikian pula laki-laki yang memiliki aib yang bisa mengu-kuhkan pembatalan nikah tidak sekufu dengan wanita yang terbebas darinya. Jika tidak mengukuhkan pembatalan nikah tapi tidak disukai, seperti buta, tubuhnya buntung dan fisiknya jelek, maka ada dua penda-pat. Ar-Ruyani memilih bahwa orang tersebut tidak sekufu. Demikian pula tukang bekam, tukang pijat dan penjaga tidak setara dengan putri pedagang, penjahit dan selainnya. Laki-laki yang suka merusak putri orang lain atau orang fasik tidak sekufu' dengan wanita baik-baik, de-mikian juga pelaku bid'ah tidak sekufu' dengan wanita pengikut Sunnah. Tapi, menurut mayoritas, kafa'ah itu menjadi hak wanita dan walinya.Kemudian mereka berselisih. Menurut pengikut asy-Syafi'i, ini bagi orang yang memiliki hak perwalian pada saat itu. Menurut Ahmad, ini hak semua wali, baik wali yang jauh maupun yang dekat. Barangsiapa di antara mereka ada yang tidak ridha, maka ia berhak membatalkan-nya. Ahmad mengatakan, dalam riwayat ketiga, ini adalah hak Allah. Kerelaan mereka tidak sah membatalkan hak-Nya. Tapi, berdasarkan ri-wayat ini, kemerdekaan, kemapanan, pekerjaan atau nasab tidak men-jadi pertimbangan. Ia hanya mempertimbangkan agama saja. Sebab Ahmad tidak pernah mengatakan, demikian juga tidak ada seorang ulama pun yang mengatakan, bahwa pernikahan laki-laki fakir dengan wanita berkecupan itu batal jika wanita itu rela.Tidak pula ia dan selainnya mengatakan bahwa nikahnya wanita Bani Hasyim dengan laki-laki selain Bani Hasyim, atau wanita Quraisy dengan laki-laki bukan Quraisy adalah batal. Kami mengingatkan hal ini, karena banyak di antara sahabat kita (pengikut Ahmad) yang menutur-kan perbedaan pendapat mengenai kafa'ah: Apakah ini hak Allah atau hak manusia. Mereka mengglobalkan begitu saja pendapat mereka bah-wa kafa'ah itu adalah hal-hal tersebut di atas. Dalam hal ini ada sikap meremehkan dan tidak meneliti mengenai permasalahan ini. (Zad al-Ma'ad (5/95), dinukil secara bebas).Jika seorang laki-laki hendak meminang wanita, maka ia boleh me-ngutus ibunya atau salah seorang keluarganya-saudara perempuan-nya misalnya untuk melihat dari gadis itu apa yang mendorongnya.Mahkota Pengantin _Majdi bin Manshur bin Sayyid asy-Syuri_

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 20 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka20 Oktober 2026
I

Ida Ummu hafsho

๐Ÿ“ Kota Palu

Membangun landasan

Membangun landasanIntinya buku ini bilang tidak ada tipe parenting yang paling baik. Mau kamu tipe fasilitator, regulator, atau yang fokus ke anak (child-centric), yang paling penting itu jujur sama diri sendiri.2 latihan yang disuruh:1. Untuk Calon Ayah & Ibu:Kenali perasaanmu yang sebenarnya tentang jadi orang tua, apakah kamu antusias atau malah gelisah ingin menghindar.Kenali ekspektasimu. Jangan berpikir "gimana caranya bikin anak nurut", tapi ubah jadi "gimana caranya membangun hubungan dengan anak".Contoh ubah pikiran cemas dari "Bagaimana jika..." jadi "Jadi, bagaimana jika..." biar lebih solutif.Mulai bangun ikatan dengan janin dari sekarang: anggap tubuhmu adalah jalan komunikasi, ajak ngobrol janin, visualisasikan rasa nyaman. Dia bisa mendengar kalian. Lakukan bersama pasangan.2. Untuk Orang Tua :Kalau setelah baca ini kamu merasa dulu waktu hamil kamu banyak stres, emosional, dan merasa bersalah, maafkan diri sendiri.Jangan menyalahkan kondisi anak sekarang karena kecemasanmu dulu waktu hamil. Itu tidak membantu dan hanya menimbulkan rasa bersalah yang merusak masa kini.Cara terbaik membantu anak adalah dengan melihat dan menerima kondisinya sekarang, bukan terus menyesali apa yang sudah kamu lakukan di masa lalu.Poinnya: Kenali diri, kelola ekspektasi, bangun koneksi sejak dalam kandungan, dan jangan terjebak rasa bersalah.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 20 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka20 Oktober 2026
S
Shilfa

๐Ÿ“ Purwakarta

Pilihlah Ia Yang Layak Kau Taati Seumur Hidup | Riany Azzahra

Jangan Menikah Hanya Karena BucinJangan menikah hanya karena kamu sudah terlalu cinta buta. Jangan!!Kenapa? Sebab di fase-fase itu biasanya perempuan dibutakan oleh cintanya sendiri. Sehingga ia tidak bisa membedakan, mana laki-laki yang tepat untuknya dan mana laki-laki yang tidak tepat untuknya.Sejatinya menikah bukan hanya perihal cinta-cintaan saja. Banyak hal yang akan terjadi dalam rumah tanggamu yang disana kau akan melihat sifat asli dari pasanganmu.Menikah bukan hanya perihal makan berdua, nonton berdua, atau tidur berdua.Bukan juga perihal kemana-mana ada yang menemani dalam perjalanan. Bukan.Menikah ialah menyatukan dua visi misi yang berbeda lalu menjadikannya sebuah visi besar dalam rumah tangga, dimana --kita dan pasangan memiliki tujuan yang sama.Tujuan yang dapat mengantarkan kita pada keridhaan-Nya.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 20 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka25 Oktober 2026
S
Shinta Dewi

๐Ÿ“ Kota Surabaya

Start With Why โ€” Munculnya Kepercayaan

Kepercayaan tidak lahir hanya karena seseorang kompeten, pintar, atau mampu menyelesaikan pekerjaan. Kita bisa mengakui kemampuan seseorang tanpa benar-benar merasa yakin untuk mempercayainya. Kompetensi membuat kita percaya bahwa seseorang bisa melakukan sesuatu, sedangkan keselarasan nilai membuat kita lebih memahami alasan di balik tindakannya. Kepercayaan semakin kuat ketika apa yang diyakini seseorang tercermin secara konsisten dalam keputusan dan perilakunya, terutama ketika ia menghadapi situasi sulit.Lingkungan yang penuh kepercayaan juga membuat orang lebih berani berkontribusi, mengakui kesalahan, dan menyampaikan gagasan tanpa terus-menerus merasa harus melindungi diri. Sebab, kepercayaan tidak bisa dibangun hanya melalui jabatan atau tuntutan untuk dihormati. Ia tumbuh ketika orang melihat bahwa tindakan kita selaras dengan hal-hal yang kita katakan penting. Pada akhirnya, kepercayaan bukan sekadar tentang seberapa meyakinkan seseorang berbicara, melainkan seberapa konsisten orang lain menemukan bukti dari apa yang ia yakini.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 19 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’