📚 Jejak Pustaka

Laporan & catatan kegiatan Jejak Pustaka

✏️ Buat Laporan
📚 Jejak Pustaka26 Agustus 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Jejak Pustaka 26 Agustus

["Malu tidak mendatangkan apapun kecuali kebaikan." - HR. al-Bukhari, No.6117Malu merupakan salah satu sifat mulia yang dimiliki oleh seorang wanita. Malu merupakan bagian dari kemuliaan akhlak yang menjadikan wanita tampak anggun dan terjaga.Rasa malu dapat menjadikan seseorang tetap menjaga kehormatannya. Sebagaimana yang digambarkan dalam kisah shahabiyah yaitu Ummu Salamah dan kisah yang terdapat di Al-Qur'an tentang kisah wanita dari Madyan yang mendatangi Nabi Musa.]

💬 0 komentar📅 26 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka26 Agustus 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Sedekahkan 1 dapatkan 700 kali lipat

Sebagaimana yang dijanjikan Allah dalam Al-Qur`an surat Fâthir ayat 29, yang artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang mempelajari Kitab Allah, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya baik secara diam-diam dan terang-terangan; maka mereka itu boleh mengharapkan suatu macam perniagaan yang tidak akan pernah merugi."Dapat kita bayangkan bahwa Allah menjamin usaha kita ibarat peniagaan (dagang) yang tidak akan pernah bangkrut. Hanya perlu dipahami bahwa keuntungan dari perniagaan kita mungkin belum bisa cair secara fisik pada saat itu, tapi akandisimpan oleh Allah dalam rekening tabungan rezeki kita. Kapan turunnya? Hanya tinggal menunggu saja karena hanya Allah yang tahu saat yang paling tepat untuk kita.Rasulullah ﷺ bersabda, yang artinya: "Sedekah membuat orang semakin banyak hartanya. Maka bersedekahlah kalian, niscaya Allah Ta'ala akan melimpahkan rahmat-Nya." (HR. Ibnu Abi ad-Dunya)Imam Ali berkata, “Pancinglah rezeki dengan sedekah.”

💬 0 komentar📅 26 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka26 Agustus 2026
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Rangkuman 1 Dahsyat Bahaya Lisan Wanita

Alangkah Bahayanya LisanLisan adalah salah satu nikmat Allah yang sangat besar. Bentuknya kecil, tetapi akibat dari ucapan yang keluar darinya bisa sangat besar, bahkan bisa menjadi sebab seseorang masuk ke dalam neraka.Karena itu, menjaga lisan adalah perkara yang sangat penting. Jangan sampai kita berbicara tanpa berpikir, karena setiap ucapan akan dicatat dan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.Allah berfirman:“Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat.”(QS. Qaf: 18)Allah juga berfirman:“.....Dan Tuhanmu tidak menzalimi seorang pun.”(QS. Al-Kahfi: 49)Artinya, tidak ada satu pun perkataan kita yang sia-sia di sisi Allah.Rasulullah ﷺ juga sangat mengkhawatirkan bahaya lisan bagi umatnya. Dalam hadis riwayat Tirmidzi, Sufyan bin Abdullah ats-Tsaqafi bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang perkara yang harus ia pegang sebagai pedoman. Beliau menjawab:“Katakanlah: ‘Aku beriman kepada Allah,’ kemudian istiqamahlah.”Kemudian Sufyan bertanya, “Wahai Rasulullah, apa yang paling engkau khawatirkan terhadapku?”Rasulullah ﷺ memegang lidah beliau, lalu bersabda:“Ini.”(HR. Tirmidzi)Ini menunjukkan betapa seriusnya bahaya lisan.Seseorang bisa saja rajin beribadah, tetapi lisannya masih suka menyakiti, mencela, menggunjing, berdusta, menyebarkan berita yang tidak benar, atau membicarakan sesuatu yang tidak bermanfaat. Karena itu, kita perlu belajar untuk berpikir sebelum berbicara.Allah mengingatkan kita untuk bertakwa dan menaati-Nya:QS. Ali 'Imran: 102 — ..... bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa.QS. An-Nisa: 1 — ..... Allah selalu menjaga dan mengawasi kita.QS. Al-Ahzab: 70–71 — ..... berkata dengan perkataan yang benar dan menaati Allah serta Rasul-Nya akan membawa kepada kemenangan yang besar.Jadi, jangan meremehkan ucapan hanya karena kata-kata itu keluar dengan cepat dan terlihat sederhana.Lidah memang kecil, tetapi dosa yang ditimbulkannya bisa sangat besar.Maka sebelum berbicara, mari biasakan bertanya kepada diri sendiri:“Apakah perkataan ini benar? Apakah bermanfaat? Apakah Allah ridha jika aku mengucapkannya?”Sebab menjaga lisan bukan hanya tentang diam, tetapi tentang belajar menggunakan nikmat Allah ini untuk perkara yang baik.

💬 0 komentar📅 26 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka26 Agustus 2026
R
Ressy Sri Agesty

📍 Kabupaten Bandung

Bagaimana Menerangkan kepada Anak tentang Sex Education yang Mudah Dimengerti dengan Bahasa Anak-Anak

Pendidikan seks pada anak bukan tentang mengajarkan hubungan seksual, tetapi mengenalkan tubuh, aurat, perbedaan laki-laki dan perempuan, batasan sentuhan, serta cara menjaga diri.Dapat dimulai dari:Mengenalkan nama dan fungsi bagian tubuh.Mengajarkan aurat dan cara menjaganya.Melatih kemandirian seperti toilet training, mandi, berpakaian, dan tidur.Mengajarkan bagian tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh orang lain.Membiasakan anak menjaga aurat dan berganti pakaian di tempat tertutup.Tujuannya agar anak mengenal tubuhnya, memahami batasan, menjaga kehormatan, dan mampu melindungi dirinya sesuai nilai-nilai Islam

💬 0 komentar📅 26 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka26 Agustus 2026
E

Exa Betti Aldila

📍 Kabupaten Magelang

Mengelola Keuangan Rumah Tangga Islami - Dr. Labib Najib Abdullah

Islam: Agama Bekerja dan BerusahaPelajaran dari hadis Nabi ﷺ:Pekerjaan kecil tetap lebih baik daripada meminta-minta, meskipun hasilnya sedikit.Islam adalah agama kerja, bukan agama yang mengajarkan kemalasan, pengangguran, atau menggantungkan diri kepada orang lain.Manfaatkan sumber daya yang dimiliki untuk memenuhi kebutuhan diri dan keluarga serta mencari nafkah.Rasulullah ﷺ memberikan solusi yang praktis dan langsung menyelesaikan akar masalah, bukan hanya memberikan bantuan materi atau nasihat.Makna ekonomi yang lebih luasManusia memiliki kebutuhan dan didorong untuk berusaha memenuhinya dengan cara yang halal.Tidak semua kebutuhan dapat dipenuhi sendiri, sehingga manusia saling membutuhkan dan bekerja sama.Ketika seseorang berusaha memenuhi kebutuhan orang lain melalui pekerjaannya, ia juga memperoleh manfaat untuk dirinya sendiri.Karena itu, aktivitas ekonomi yang halal dapat menciptakan manfaat bagi individu sekaligus masyarakat.🌿 Inti pelajaran:Islam mengajarkan kemandirian, produktivitas, kerja keras, dan saling memberi manfaat. Mencari nafkah dengan cara halal bukan hanya memenuhi kebutuhan pribadi, tetapi juga menjadi kontribusi bagi keluarga dan masyarakat.

💬 0 komentar📅 26 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka26 Agustus 2026
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

Rasulullah ﷺ dengan Umamah

🌷 Rasulullah ﷺ dengan UmamahNabi ﷺ pernah mengimami shalat sambil membawa Umamah binti Abu Al-'Ash, cucu beliau, yang masih kecil.Ketika berdiri, Umamah berada di atas pundak beliau.Ketika hendak rukuk, beliau meletakkan Umamah dengan lembut di lantai.Setelah selesai rukuk dan kembali berdiri, beliau menggendong Umamah kembali.💕 Pelajaran bagi Orang TuaAnak-anak tidak seharusnya dijauhkan dari masjid karena kekhawatiran mereka mengganggu.Masjid dapat menjadi tempat anak belajar, tumbuh, dan mengenal kebaikan.Membiasakan anak berada di lingkungan masjid bersama orang-orang yang baik dapat membantu mereka mencintai shalat, masjid, dan mengingat Allah.Perlakukan anak dengan lembut dan penuh kasih, sebagaimana teladan Rasulullah ﷺ.

💬 0 komentar📅 26 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka26 Agustus 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Bab 5 dakwah kepada syahadat

Firman Allah Subhanahu wata'ala "Katakanlah, inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yg mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yg nyata, Mahasuci Allah, dan aku tidak termasuk Orang-orang yg musyrik". (Yusuf:108) Ibnu Abbas menuturkan bahwa Rasulullah tatkala mengutus Mu'adz ke yaman bersabdalah beliau kepadanya "sesungguhnya kamu akan mendatangi kaum ahli kitab, maka hendaklah pertamakali dakwah yg kamu sampaikan kepada mereka ialah syahadat Laa Ilaaha Illallah. Dalam riwayat lain disebutkan, supaya mereka mentauhidkan Allah, jika mereka telah mematuhi apa yg kamu dakwahkan itu, maka sampaikanlah kepada mereka bahwa Allah mewajibkan kepada mereka sholat lima waktu sehari semalam. Jika mereka telah mematuhi apa yg kamu telah sampaikan itu, maka sampaikan kepada mereka bahwa Allah mewajibkan kepada mereka zakat yg di ambil dari orang-orang kaya dari mereka untuk diberikan kepada orang-orang fakir dari mereka. Dan jika mereka telah mematuhi apa yg telah kamu sampaikan itu, maka jauhkanlah dirimu dari harta pilihan mereka dan takutlah kamu dari doa orang mazlum (teraniaya), karena sesungguhnya tiada suatu tabir penghalangpun antara do'anya dan Allah (H.R Bukhari dan Muslim)

💬 0 komentar📅 26 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka26 Agustus 2026
S

Siti Nadiroh

📍 Kabupaten Brebes

Faktor-faktor menggapai Husnul Khotimah

Ketakwaan merupakan bekal terbaik dan faktor terbesar yang mendorong seorang hamba menggapai husnul khotimah serta meraih keridhaan Allah.​Ada sangat banyak manfaat dan keutamaan yang didapatkan oleh orang yang bertakwa, beberapa di antaranya adalah:Mendorong orang yang beriman menggapai husnul khotimahMenjadi faktor dihapuskannya keburukan dan diampuninya dosa-dosaDiberikan furqan (kemampuan membedakan antara yang hak dan batil)​Menjadi faktor diterimanya amal-amalMendorong orang yang beriman keluar dari semua beban penderitaan dan kesempitanMembukakan jalan keluar dan mendatangkan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka​Mempermudah sakaratul maut dan menjadikan kemudahan dalam segala urusan​Menjadi faktor keselamatan dari kebinasaan (neraka)Menjadi faktor yang mendorong seseorang masuk dan mewarisi surga​Pengertian Takwa (Menurut Ibnu Mas'ud)​Definisi takwa dijelaskan oleh Abdullah bin Mas'ud ketika mengomentari firman Allah "Bertakwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benar takwa":​"Hendaklah Allah ditaati sehingga tidak didurhakai, diingat sehingga tidak dilupakan, dan disyukuri sehingga tidak diingkari."

💬 0 komentar📅 26 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka26 Agustus 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

STRATEGI MENGHADAPI MASALAH MAKANAN DAN KEBIASAAN MAKAN

1. MANTRAJika urusan makan membuat kita cemas atau sulit melepaskan kendali, gunakan mantra untuk mengingatkan kembali tugas dan fokus kita.«“Tugas saya hanyalah apa–kapan–di mana. Saya bisa melakukan itu.”»«“Apa yang dimakan anak saya bukanlah yang terpenting. Saya menunaikan tugas dengan baik. Anak saya akan baik-baik saja.”»«“Apa yang dimakan anak saya bukanlah barometer pengasuhan saya.”»---2. JELASKAN PERANJelaskan kepada anak bahwa orang tua dan anak memiliki tugas yang berbeda dalam urusan makan.Tugas orang tua:• Menentukan APA yang dimakan.• Menentukan KAPAN makan.• Menentukan DI MANA makan.• Usahakan selalu ada setidaknya satu makanan yang disukai anak.Tugas anak:• Memutuskan APAKAH ia mau makan.• Memutuskan BERAPA BANYAK yang ia makan.➡️ Orang tua boleh menentukan menu, tetapi tidak memaksa anak makan lebih banyak atau menghabiskan makanan.---3. STRATEGI KHUSUS MAKANAN PENUTUPTidak ada satu cara yang paling benar. Kuncinya: tetap berada dalam peran orang tua.Orang tua menentukan:• Apakah makanan penutup disajikan.• Jenis makanan penutup.• Kapan makanan penutup diberikan.Anak menentukan:• Apakah ia akan makan.• Berapa banyak yang ia makan.❌ Jangan jadikan makanan penutup sebagai hadiah atas berapa banyak makanan utama yang dimakan.💡 Salah satu pilihan: sajikan makanan penutup kecil bersamaan dengan makan malam, bahkan di piring yang sama.Tujuannya agar makanan penutup tidak menjadi sesuatu yang harus “diperjuangkan” dan perlahan menjadi kurang menarik bagi anak.Pilihan lain: jadikan makanan penutup sebagai camilan sore, sehingga makan malam tidak perlu selalu memiliki makanan penutup.---4. STRATEGI KHUSUS CAMILANTidak ada satu aturan yang tepat untuk semua keluarga.Ada keluarga yang:• Tidak memberikan camilan.• Memberikan akses camilan secara bebas.• Mengambil jalan tengah.Tidak ada superioritas moral dalam pilihan tersebut.Tanyakan kepada diri sendiri:«“Apakah pendekatan camilan ini berhasil untuk keluarga saya?”»Jika camilan membuat anak tidak lagi makan malam atau hanya ingin makan camilan, mungkin sudah waktunya melakukan perubahan.Jika Anda ingin mengubahnya, ingat kembali tugas Anda:APA – KAPAN – DI MANAAnda tidak perlu meminta persetujuan anak. Anda cukup mengumumkan perubahan, lalu membiarkan anak merasakan dan mengekspresikan ketidaknyamanannya.---5. MENERIMA PENOLAKANMenjalankan pembagian tanggung jawab berarti kita harus mampu mengatakan tidak, menegaskan batas, dan menoleransi ketidaknyamanan anak.Ketika anak tidak senang:→ Ingatkan diri apa yang benar.“Saya tahu anak saya memiliki makanan yang aman di sini. Tugas saya menyajikan, tugasnya memutuskan. Ini berat, tetapi kami berdua menjalankan tugas.”→ Ingatkan diri:“Saya tidak membutuhkan persetujuan anak.”→ Berikan izin untuk marah:“Kamu boleh marah.”→ Sebutkan keinginannya:“Kamu berharap kita makan malam dengan menu yang berbeda.”→ Pisahkan protes dari keputusan:“Protes anak saya tidak berarti keputusan saya buruk. Itu juga tidak berarti saya orang tua yang buruk atau dingin.”→ Ingatkan tugas masing-masing:“Tugas Ibu adalah memutuskan apa yang menurut Ibu baik untukmu, bahkan ketika Ibu tahu kamu tidak akan menyukainya.”---🌱 Intinya:Orang tua bertanggung jawab atas APA, KAPAN, dan DI MANA.Anak bertanggung jawab atas APAKAH dan BERAPA BANYAK.Percayai peran Anda. Toleransi terhadap penolakan anak adalah bagian dari menjalankan peran tersebut.Good Inside, Meletakkan Kepercayaan Penuh bahwa Semua Anak Berhati Baik(Dr. Becky Kennedy)

💬 0 komentar📅 26 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka30 Agustus 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

Kode Etik Pengusaha Muslim - Harta Bisa Mengancam Kebahagiaan

Allah berfirman, “Sekiranya Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya, niscaya mereka akan melampaui batas di bumi…” (QS. Asy-Syura: 27). Ayat ini mengingatkan bahwa harta yang semakin banyak tidak selalu berarti kebahagiaan yang semakin besar. Bagi seorang pengusaha, kelapangan rezeki justru bisa menjadi ujian: standar hidup meningkat, keinginan bertambah, dan ambisi semakin sulit dikendalikan.Karena itu, harta yang banyak tanpa takwa dapat menjadi ancaman bagi kebahagiaan itu sendiri. Bukan karena hartanya buruk, tetapi karena manusia bisa kehilangan rasa cukup ketika terus mengejar lebih. Bisa jadi yang kita anggap sebagai “rezeki yang kurang” justru merupakan bentuk penjagaan Allah, agar kita tidak mendapatkan begitu banyak sampai akhirnya harta yang kita kejar malah mengambil ketenangan yang kita cari.

💬 0 komentar📅 25 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka26 Agustus 2026
S

Siti Nadiroh

📍 Kabupaten Brebes

Faktor-Faktor dalam menggapai husnul khotimah

Masalah tauhid bukanlah masalah sampingan hingga kita menundanya, melainkan masalah fundamental yang menjadi pilar utama penopang agama.Rasulullah ﷺ bersabda:​"Barangsiapa bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah dengan benar melainkan Allah Yang Maha Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya, serta Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, Isa adalah hamba Allah dan utusan-Nya, kalimat-Nya yang ditujukan kepada Maryam dan roh dari-Nya, surga itu benar adanya, dan neraka itu benar adanya, maka Allah berkenan memasukkannya ke dalam surga dengan segenap amalannya." (HR. Al-Bukhari & Muslim)​Dalam hadis lain, Rasulullah ﷺ juga menegaskan bahwa Allah melarang api neraka membakar orang yang mengucapkan "Laa ilaaha illallah" hanya untuk mendapat ridha Allah. Hal ini menunjukkan bahwa orang yang mengesahkan Allah pasti akan masuk surga sesuai dengan segenap amal mereka, di mana kedudukan dan tempatnya di dalam surga berbeda-beda tergantung tingkat amalan masing-masing.​

💬 0 komentar📅 25 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka25 Agustus 2026
T

Titi Dwi Rabbani

📍 Kota Tangerang Selatan

Bab 5 Kelahiran Nabi Muhammad ﷺ

Bab 5 Kelahiran Nabi Muhammad ﷺAsal-Usul Nasab Nabi Muhammad ﷺPertama: Nabi Ibrahim nenek moyang beliauSebelum membahasnya, penulis menjelaskan kisah Nabi Ibrahim.1. Tempat lahir: Nabi Ibrahim lahir dan tumbuh besar di Babil, Irak.2. Dakwah di Irak: Beliau mendakwahi kaum penyembah patung, namun ditolak dan diusir, termasuk oleh ayahnya sendiri.3. Hijrah ke Syam: Beliau pindah ke Syam untuk mendakwahi kaum penyembah bintang dan benda langit.4. Pernikahan: Di Syam, Nabi Ibrahim menikahi Sarah, namun tidak kunjung dikaruniai anak selama bertahun-tahun.5. Perjalanan ke Mesir dan Perlindungan AllahRaja yang zalim: Nabi Ibrahim dan Sarah pergi ke Mesir yang saat itu dipimpin oleh raja yang suka merebut wanita cantik secara paksa.6. Siasat perlindungan: Nabi Ibrahim meminta Sarah mengaku sebagai saudarinya (saudara seiman) agar beliau tidak dibunuh oleh petugas raja.7. Mukjizat Sarah: Saat raja mencoba menyentuh Sarah di kamar, tangan raja seketika terbelenggu dengan kuat sebanyak tiga kali berturut-turut setelah Sarah dan Nabi Ibrahim berdoa.8. Hadiah Hajar: Karena ketakutan dan mengira Sarah adalah setan, raja tersebut membebaskannya dan memberi hadiah seorang pelayan bernama Hajar.9. Kelahiran Nabi Ismail dan Hijrah ke MakkahPernikahan dengan Hajar: Karena merasa iba suaminya belum memiliki keturunan, Sarah meminta Nabi Ibrahim untuk menikahi Hajar.10. Kelahiran Ismail: Dari pernikahan tersebut, Hajar mengandung dan melahirkan seorang anak bernama Ismail.11. Kecemburuan Sarah: Kehadiran Ismail memicu rasa cemburu yang besar dalam diri Sarah.12. Pindah ke Makkah: Atas perintah Allah dan untuk meredam perselisihan, Nabi Ibrahim membawa Hajar dan Ismail kecil pindah ke Makkah.13. Pelajaran moral: kisah Nabi Ibrahim, Sarah dan Hajar mengajarkan cara menyikapi kecemburuan istri dengan bijak tanpa kemarahan, serta memahami bahwa cemburu adalah tabiat dan tanda sayang.

💬 0 komentar📅 25 Agu 2026Baca selengkapnya →
📚 Jejak Pustaka25 Agustus 2026
H

Halida Achmad Bagraff

📍 Kota Surabaya

Ringakasan bab Doa untuk Keharmonisan Rumah Tangga

Ketika bersanding dengan musibah, doa mempunyai tiga kondisi sebagai berikut:Doa itu lebih kuat daripada musibah. Maka dari itu, doa mampu mencegah terjadinya musibah.Doa itu lebih lemah daripada musibah. Akibatnya, doa itu terkalahkan sehingga musibah pun menimpa orang yang bersangkutan. Namun, doa bisa meringankan musibah tersebut meski hanya sedikit.Doa dan musibah sama-sama kuat, maka akan saling menyerang dan mengalahkan.—— Imam Ibnul Qayyim, Ad-Daa’ wa Ad-Dawaa’ ———Buku: Cinta janji dan ujian dalam berumah tanggaKarya: Dr. Muhammad  Abduh Tuasikal.

💬 0 komentar📅 25 Agu 2026Baca selengkapnya →