๐Ÿ“š Jejak Pustaka

Laporan & catatan kegiatan Jejak Pustaka

โœ๏ธ Buat Laporan
๐Ÿ“š Jejak Pustaka23 Oktober 2026
S
Shilfa

๐Ÿ“ Purwakarta

Ruh Seorang Mukmin Tergantung pada Utangnya Hingga Dilunasi | Yazin bin Abdul Qadir Jawas

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu, dari Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam, beliau bersabda,โ€œRuh seorang mukmin itu tergantung kepada utangnya hingga dibayarkan utangnya.โ€ (Shahih. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, At-Tirmidzi, Ad-Darimi, Ibnu Majah, Al-Baghawi dalam Syarhus-Sunnah dan Al-Hakim Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahiih Al-Jaami'ish Shaghiir dan Hidaayatur Ruwaat).Dari 'Abdullah bin 'Amr al-'Ash radhiyallahu'anhuma bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda:โ€œOrang yang mati syahid diampuni seluruh dosanya, kecuali utang.โ€ (Shahih. HR muslim no 1886)

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 23 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka23 Oktober 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

๐Ÿ“ Kabupaten Kutai Timur

Keluar dari Buta Perasaan, Sebelum Memulai Komunikasi Empati

Park Yoon-Mi, Menjadi Orang Tua Yang Dibutuhkan Anak Untuk memahami perasaan anak,orang tua harus terlebih dahulu memahami isi hatinya sendiri.Sulit bagi orang tua untuk mengatakan hal baik ketika hatinya dipenuhi dengan kekhawatiran, kecemasan, ataupun kebencian.Jadi, hal yang pertama-tama dilakukan adalah membuka mata untuk melihat hati kita. Pernyataan seperti 'Metode komunikasi empati dapat membantu anak tumbuh dengan kepercayaan diri dan kebahagiaan yang tinggi' serta 'Empati seorang ibu menentukan kebahagiaan anak seumur hidupnya' membuat banyak orang tua merasa tidak nyaman. Hal tersebut membuat mereka merasa bersalah dan merasa tidak cukup baik sebagai orang tua. Selain itu, hal tersebut dapat menurunkan rasa percaya diri, perasaan mampu mengasuh, bahkan harga diri mereka sebagai orang tua. Metode komunikasi empati tidak bisa dipraktikkan dengan sekadar menghafal karena hasil metode tersebut hanya akan terungkap dari proses panjang di dalam.Jika mengetahui alasan kita bersikap demikian, kita bisa lebih menerima dan menghadapi diri sendiri. Hanya dengan begitu, kita bisa memilih untuk bertindak dengan cara yang berbeda.Satu-satunya cara untuk menghindari kebutaan perasaan adalah dengan belajar dan berlatih untuk membaca dan memahami perasaan sendiri berulang kali. Kita harus berlatih menyebutkan emosi yang dirasakan, memahami mengapa emosi tersebut bisa muncul, dan mengungkapkannya menjadi sebuah cerita.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 23 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka25 Oktober 2026
S
Shinta Dewi

๐Ÿ“ Kota Surabaya

Start With Why - Ketahui WHY, Ketahui HOW, Lalu WHAT?

WHY menjelaskan alasan di balik tindakan kita, HOW menjelaskan prinsip dan cara untuk mewujudkannya, sedangkan WHAT merupakan hasil nyata yang bisa dilihat orang lain. Ketiganya perlu selaras agar apa yang kita hasilkan benar-benar mencerminkan apa yang kita yakini. Seseorang dapat mengatakan bahwa kejujuran adalah prinsipnya, tetapi jika hasil pekerjaannya diperoleh melalui manipulasi, terdapat jarak antara keyakinan dan tindakannya. Nilai tidak cukup berhenti sebagai pernyataan; ia harus terlihat dalam cara kita bekerja dan mengambil keputusan.Gagasan ini juga mengingatkan bahwa hasil yang sama belum tentu berasal dari alasan yang sama. Dua orang bisa mencapai kesuksesan serupa, tetapi memiliki prinsip dan cara yang berbeda dalam mencapainya. Karena itu, keberhasilan tidak cukup dinilai dari apa yang berhasil diperoleh, tetapi juga dari bagaimana hasil tersebut dicapai dan apakah prosesnya masih sejalan dengan tujuan awal. Kita perlu sesekali bertanya bukan hanya apakah kita sudah maju, melainkan apakah kemajuan itu membawa kita ke arah yang memang ingin dituju.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 22 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka23 Oktober 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

๐Ÿ“ Kota Prabumulih

Alasan dan kendala umum keterlibatan ayah dalam pengasuhan

1. Pola pikir tradisional โ€” Menganggap pengasuhan anak sebagai tanggung jawab alami ibu karena naluri keibuan, sementara ayah dianggap kurang mampu atau tidak perlu terlibat secara langsung.2. Pola didikan turun-temurun โ€” Ayah dibesarkan dengan keterlibatan ayah yang minim sehingga menganggap pola tersebut wajar dan meneruskannya kepada anak-anak mereka.3. Pembagian tugas yang timpang โ€” Menganggap tugas mencari nafkah sudah cukup sebagai bentuk tanggung jawab dan kasih sayang kepada keluarga, sehingga pengasuhan diserahkan kepada ibu.4. Menganggap keluarga akan selalu tersedia โ€” Memprioritaskan pekerjaan karena dianggap lebih mendesak, sementara waktu dan perhatian untuk anak dianggap bisa ditunda.5. Menghindari keterlibatan dengan alasan ketidakmampuan โ€” Merasa tidak cocok atau tidak mampu bermain, membaca, dan berinteraksi dengan anak, lalu menjadikan anggapan tersebut sebagai alasan untuk tidak terlibat.6. Maskulinitas yang kaku โ€” Menganggap ayah harus tegar, menjaga jarak emosional, dan tidak menunjukkan kelembutan sehingga kedekatan emosional dengan anak kurang terbangun.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 22 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka22 Oktober 2026
I

Ida Ummu hafsho

๐Ÿ“ Kota Palu

Membangun landasan

Membangun landasanJangan buru-buru.*Kita sering terburu-buru mau cepat melahirkan, menyusui, menidurkan bayi, padahal bayi butuh waktu untuk belajar sendiri.Contohnya Breast Crawl - Riset di Karolinska Institute menemukan, kalau bayi baru lahir ditaruh di dada ibu dan dibiarkan, tanpa dipaksa:5 menit pertama: dia cuma diam istirahat35 menit: mulai masukkan tangan ke mulut40 menit: mulai cari-cari puting55 menit: dia akan menemukan sendiri puting dan menyusu sendiri secara alami.Jadi kalau kelahiran kemarin terasa traumatis atau ada perpisahan dulu sama bayi, tidak apa-apa. Ikatan itu masih bisa diperbaiki pelan-pelan kalau kita tidak tergesa-gesa dan memberi waktu.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 22 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka22 Oktober 2026
T

Titi Dwi Rabbani

๐Ÿ“ Kota Tangerang Selatan

Bab 5 Kelahiran Nabi Muhammad ๏ทบ Pernikahan Nabi Muhammad ๏ทบ dengan Khadijah Bagian 2

Bab 5 Kelahiran Nabi Muhammad ๏ทบPernikahan Nabi Muhammad ๏ทบ dengan KhadijahBagian 2Meskipun Khadijah adalah seorang janda, namun tetap banyak lelaki terhormat yang terus maju untuk meminangnya, lantaran kesucian, akhlak mulia, kekayaan, serta kecerdasannya yang luar biasa. Tetapi Khadijah selalu menolak semua lamaran itu, mungkin karena beliau sudah tidak tertarik lagi untuk menikah, atau karena beliau tidak ingin terburu-buru untuk menikah kembali.Demikianlah, sampai akhirnya Khadijah mendengar tentang seorang pemuda yang bernama Muhammad ๏ทบ, yang terkenal sebagai sosok yang sangat amanah dan berperangai luhur. Khadijah pun tertarik, dan mengutus seseorang untuk meminta agar Muhammad ๏ทบbekerja kepadanya. Rasulullah ๏ทบ pun menerima ajakan tersebut. Rasulullah ๏ทบ biasa berangkat berdagang membawa kafilah milik Khadijah dengan ditemani oleh seorang budak milik Khadijah, yang bernama Maysarah. Khadijah sebenarnya sudah tertarik kepada sosok Muhammad ๏ทบ, namun beliau tidak terburu-buru untuk menyatakan ketertarikannya tersebut. Khadijah ingin lebih mengetahui karakter dan sifat Rasulullah ๏ทบ terlebih dahulu, dengan menjadikan Rasulullah๏ทบ sebagai pekerjanya serta memerintahkan Maysarah untuk memperhatikan perilaku serta perangai beliau ๏ทบ. Ini adalah langkah yang sangat cerdas dari Khadijah, yang sangat menonjolkan ketenangan serta kebijaksanaannya dalam bersikap.Perhatikan pula bagaimana dengan cerdasnya Khadijah ingin mengetahui akhlak dan perangai Muhammad ๏ทบ ketika bersafar dan ketika diamanahi suatu harta. Ia tahu betul bahwa safar dan uang akan membuka tabir yang selama ini menutupi akhlak seseorang yang sebenarnya. Akhirnya Rasulullah ๏ทบ pun kembali dari perjalanan bisnisnya dengan menghasilkan laba yang berlipat ganda yang jauh berbeda dari hasil bisnis para pekerja Khadijah selainnya. Maysarah pun segera mengabarkan segala yang ia saksikan dari Rasulullah ๏ทบ kepada Khadijah. Setelah mendengar penuturan Maysarah, semakin tumbuhlah ketertarikan kepada Muhammad ๏ทบ pada hati Khadijah. Khadijah pun menguatkan hatinya untuk meminang Rasulullah ๏ทบ.Dan ini merupakan dalil bahwa tidak mengapa bagi seseorang untuk menawarkan putri atau adik perempuannya kepada seorang lelaki yang saleh dengan cara yang terhormat, dan bahwa itu sama sekali tidak mengurangi kesucian dan kehormatan wanita tersebut.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 22 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka22 Oktober 2026
D
Daramatasia

๐Ÿ“ Kota Depok

Kaidah penting didalam berdoa dan berdzikir

โœ…Seorang hambah tidak dikatakan sebagai orang yang banyak berdzikir kepada Allah azzwajallah apabila tidak mengikuti doโ€™a dan dzikir yang dianjurkan serta diajarkan Rasulullah ุตู„ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‡ ูˆุณู„ู….Doโ€™a dan dzikir beliau ุตู„ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‡ ูˆุณู„ู…adalah yang terbaikโœ…Rasulullah ุตู„ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‡ ูˆุณู„ู… mengajarkan doโ€™a dan dzikir kepada para sahabat ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ู… mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali,juga doโ€™a sehari-hari,pagi dan petang dan lainnya

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 22 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka22 Oktober 2026
Y
Yudith Sand Faundry

๐Ÿ“ Kabupaten Serang

#JejakPustaka Kamis 22 Oktober

Manfaat bertanya itu sangat banyak, di antaranya: membangkitkan minat dan rasa ingin tahu, meningkatkan keterlibatan anak agar aktif dalam kegiatan belajar, menuntun proses berfikir anak, dan memusatkan perhatian anak lada satu objek.Ada empat jenis pertanyaan yang disarankan ahli pendidikan yaitu pertanyaan fakta, konvergen, divergen, dan evaluatif. Dimana pertanyaan fakta dapat membantu anak mengamati dan mengkomunikasikan hasil pengamatan (apa, di mana, kapan dan siapa). Pertanyaan konvergen adalah pertanyaan yang hanya mempunyai satu jawaban benar, namun memerlukan penjelasan, digunakan dalam memecahkan masalah. Pertanyaan divergen adalah pertanyaan yang mempunyai jawaban lebih dari satu dan berguna untuk mendorong kemampuan berpikir dan kreativitas. Sedangkan pertanyaan evaluatif adalah pertanyaan yang meminta anak dalam membuat dan mengambil keputusan.Dengan bertanya, orangtua tidak saja membantu meningkatkan kecerdasan anak, namun juga menghindari kesalahpahaman terhadap anak.Opini Pembaca:Jadi dewasa itu rumit, hingga lupa bagaimana cara berfikir sebagaimana mestinya, mudah dipahami dan mudah melahirkan solusi. Padahal hal simpel yang bisa kita coba pahami itu dimulai dari membuka pertanyaan kepada anak kita. Selain mengasah empati kita sebagai orangtua, pun sebagai pintu komunikasi produktif kepada anak, tanpa jastifikasi.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 22 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka22 Oktober 2026
N
Nela Agu Saudara

๐Ÿ“ Kabupaten Sukoharjo

Rangkuman 14 Menanamkan Iman Kepada Anak

Tahapan Menanamkan Kecintaan Anak kepada Islam Bag.3Fase Usia 11โ€“14 TahunPada usia ini, nasihat dan pengaruh orang tua tidak akan diterima jika orang tua tidak bersikap layaknya teman baginya. Orang tua hendaknya menciptakan obrolan sebagai diskusi santai, tetapi terarah, sebagai pengganti perintah dan komentar.Seyogianya kita juga menjelaskan kepadanya makna rukun Islam yang lima.1. Syahadat TauhidSyahadat merupakan pembukaan jalan dan penyambut seruan Allah. Dia merupakan nomor satu dalam jalan ini. Manusia tiada mendapat petunjuk kecuali diberi oleh Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa, sehingga mereka baru berarti ketika ada pertolongan Allah.Seorang Muslim harus rida dengan ketentuan Allah meskipun jelek menurutnya. Kita sampaikan kepada mereka contoh-contoh masalah tersebut dari kehidupan kita sehari-hari, disertai penjelasan bahwa Allah mencintai orang yang bersabar dan selalu menyertainya. Di hari kiamat, mereka akan mendapat pahala yang tidak terbatas.2. SholatSeorang anak harus menyadari bahwa sholat bukan sekadar mengalirkan air pada anggota wudu, melakukan gerakan yang berulang-ulang, dan membaca sebagian ayat-ayat secara berulang-ulang pula.Hendaknya mereka tahu bahwa sholat merupakan pertemuan dengan Allah Yang Maha Kuasa, yang berbuat apa saja yang dikehendaki-Nya.Hendaknya mereka mengetahui tingkatan manusia dalam sholat. Tingkatan itu adalah:orang yang tidak menjaga sholatnya, baik waktu, wudu, rukun-rukunnya yang zahir seperti berdiri, rukuk, sujud, maupun khusyuk. Orang seperti ini, menurut kesepakatan para ulama, akan mendapat hukuman. orang yang menjaga wudu, waktu sholat, dan rukun-rukunnya yang zahir, tetapi sholatnya tidak disertai dengan kekhusyukan. Orang seperti ini akan dihisab dengan penghisaban yang sangat berat. orang yang menjaga waktu sholat, wudu, dan rukun-rukunnya yang zahir. Kemudian, dia berusaha melawan gangguan setan sehingga terkadang khusyuk dan terkadang tidak, sehingga setan berusaha mencuri sholatnya. Dalam hal ini, dia berada dalam sholat dan perlawanan. Baginya dua pahala: pahala sholat dan pahala perlawanan. orang yang menjaga waktu sholat, wudu, dan rukun-rukunnya yang zahir, serta sholat diiringi dengan kekhusyukan. Baginya pahala yang sangat besar, tetapi ini sangat jarang terjadi.orang yang menjaga waktu sholat, wudu, dan rukun-rukunnya yang zahir, serta hatinya telah diserahkan sepenuhnya kepada Allah Azza wa Jalla. Hal ini merupakan tingkatan yang paling tinggi.Kita menerangkan bahwa orang yang sholat di masjid berarti telah mengunjungi Allah di rumah-Nya dan yang diziarahi harus memuliakan tamunya.3. PuasaPada fase ini, seorang anak harus sudah bisa menyempurnakan puasa sehari sesuai dengan kesanggupan mereka menahan lapar dan haus.Salah satu tujuan dari puasa adalah merasakan kelaparan fakir miskin, melatih jiwa untuk bisa bersabar dan tahan banting, serta memberi makan jiwa kita sebagai ketaatan kepada Rabb-nya dengan menyedikitkan pemberian makan pada jasad.Anak juga mesti paham bahwa puasa berarti menahan lisan dan anggota badan dari menyakiti orang lain serta menundukkan pandangan dari hal-hal yang diharamkan Allah.Puasa merupakan ibadah yang semata-mata dilaksanakan karena Allah. Tidak ada yang tahu sejauh mana kejujuran dan keikhlasannya kecuali Dia.4. ZakatKita bacakan kepadanya ayat Al-Qur'an surah At-Taubah ayat 60 berulang-ulang di hadapannya sampai ia hafal, disertai penjelasan maknanya.Kita juga perlu menjelaskan kepadanya bahwa berinfak kepada kerabat dan tetangga lebih utama dan lebih besar pahalanya dibandingkan berinfak kepada selain mereka.5. HajiPada usia ini, anak-anak harus sudah bisa memahami hikmah di balik pelaksanaan haji, yang merupakan pertemuan Islam terbesar, menyatukan kaum Muslimin dari segenap penjuru dunia, dari tempat-tempat yang jauh, dengan berbagai macam perbedaan warna kulit, negara, dan bahasa.Rahasia apa yang ada dalam berhaji? Dengan menghadap Sang Pemilik Ka'bah, maka dia akan menyaksikan keagungan-Nya.Bagi seorang perempuan, ibadah haji merupakan jihadnya.Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wasallam berkata:โ€œPara jamaah haji dan umrah adalah tamu Allah. Jika mereka berdoa, pasti dikabulkan; jika mereka meminta, pasti dipenuhi; dan jika mereka memohon ampun, pasti diampuni.โ€Rentang usia ini juga memungkinkan bagi kita untuk memberikan tambahan pemahaman kepada mereka tentang akhlak-akhlak Islam.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 22 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka22 Oktober 2026
H

Halida Achmad Bagraff

๐Ÿ“ Kota Surabaya

Perusak pertama adalah teriakan

Teriakan adalah salah satu metode untuk mengkondisikan anak dengan cepat. Beberapa efek buruk teriakan orang tua:Menghancurkan rasa percaya diriTidak tahan bantingPenentangSusah fokusKesalahan anak semakin parahTips agar bisa berhenti dari teriakan:Mencari sebab dan sumbet masalahBeri peringatan dengan batas waktu yang cukupBahagiakan diri sendiri dan lakukan me timeBerlatih  mengendalikan diriMengajarkan anak perilaku yang baikMenyadari tindakan anak yamg salah adalah fitrah manusia dan mereka bukan malaikat yang suci dari salah luput dan dosa.Buah jatuh tidak jauh dari pohonnyaMilikilah sifat pelupa (taghoful)Buku: Perusak Mental AnakKarya: Ratno Abu Muhammadu

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 22 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka22 Oktober 2026
D

Dewi Hajar Novanda

๐Ÿ“ Kota Depok

AYAH LUAR BIASA

RENUNGANKUAYAH LUAR BIASAKetika cinta menjadi kekuatan bagi anakMenjadi ayah yang luar biasa adalah impian setiap ayah, harapan keluarga, dan dambaan setiap anak. Namun, apakah ayah yang luar biasa haruslah ayah yang sempurna, kaya, atau mampu memberikan segala sesuatu kepada anaknya?Tidak selalu demikian. Ayah yang luar biasa adalah ayah yang mampu menerima anak apa adanya, mencintainya dengan tulus, dan mensyukuri kehadirannya sebagai anugerah Tuhan.Kita dapat belajar dari kisah Dick dan Rick Hoyt, seorang ayah dan anak yang menginspirasi banyak orang melalui perjuangan mereka bersama.Rick lahir pada tahun 1962 dengan keterbatasan fisik akibat kekurangan oksigen yang menyebabkan kerusakan otak. Ia tidak dapat berjalan atau berbicara seperti anak-anak pada umumnya. Namun, orang tuanya tidak menyerah. Mereka berusaha memberikan kesempatan kepada Rick untuk belajar, berkembang, dan menjalani kehidupan sebaik mungkin.Ketika Rick ingin mengikuti perlombaan olahraga, Dick hadir untuk membantunya. Ia mendorong kursi roda Rick saat berlari, menariknya di perahu saat berenang, dan membawanya dalam perlombaan bersepeda. Bersama-sama, mereka menghadapi berbagai tantangan hingga berhasil mencapai garis akhir.Bagi Rick, perjuangan itu bukan sekadar perlombaan. Dukungan ayahnya memberinya kesempatan untuk berpartisipasi, merasakan kebahagiaan, dan menjalani pengalaman yang sangat berarti.Kisah mereka mengajarkan bahwa menjadi ayah yang luar biasa bukan berarti mampu menghilangkan semua keterbatasan anak, melainkan bersedia mendampinginya menghadapi keterbatasan tersebut.Dari kisah Dick dan Rick, ada tiga pelajaran penting yang dapat kita renungkan.1. Menerima dan mensyukuri kehadiran anakSetiap anak memiliki karakter, kemampuan, dan kebutuhan yang berbeda. Tugas ayah bukanlah memaksa anak menjadi seperti yang diinginkan, melainkan mengenali potensinya, menerima kekurangannya, dan membimbingnya agar berkembang. Cinta sejati tidak hanya hadir ketika anak berhasil, tetapi juga ketika ia mengalami kegagalan dan membutuhkan dukungan.Sudahkah kita menerima anak apa adanya, atau justru terlalu sibuk membandingkannya dengan anak-anak lain?2. Pantang menyerah dalam mendampingi anakMendidik anak bukanlah proses yang selalu mudah. Ada kesulitan, kekecewaan, dan kesalahan yang mungkin berulang. Namun, ayah yang luar biasa tidak mudah menyerah. Ia terus belajar memahami, membimbing, dan memberikan kesempatan kepada anak untuk memperbaiki diri. Pantang menyerah bukan berarti memaksakan kehendak, melainkan tetap mencari cara terbaik untuk mendampingi anak.Ketika anak menghadapi kesulitan, apakah kita hadir membantunya, atau justru membuatnya merasa sendirian?3. Meluangkan waktu bagi anakMencari nafkah dan memenuhi kebutuhan keluarga adalah tanggung jawab penting seorang ayah. Namun, anak juga membutuhkan perhatian dan kehadiran kita. Mendengarkan ceritanya, menemani belajar, bermain bersama, atau berbincang sebelum tidur merupakan hal sederhana yang dapat mempererat hubungan ayah dan anak. Waktu yang berlalu tidak dapat diulang, dan masa kecil anak tidak akan berlangsung selamanya.Di tengah kesibukan kita, apakah anak masih merasakan bahwa ayahnya benar-benar hadir dalam kehidupannya?Ayah Luar Biasa, Bukan Ayah yang SempurnaKita mungkin tidak mampu melakukan hal-hal luar biasa seperti Dick Hoyt. Namun, kita dapat belajar dari ketulusan cintanya: menerima anak, tidak menyerah dalam mendampinginya, dan menyediakan waktu yang berharga.Kita tidak harus menjadi ayah yang sempurna. Kita hanya perlu terus belajar menjadi ayah yang lebih baikโ€”yang mau mendengarkan, memahami, membimbing, dan memperbaiki diri ketika melakukan kesalahan.Sebab, anak tidak hanya membutuhkan ayah yang bekerja untuk masa depannya, tetapi juga ayah yang hadir dalam kehidupannya hari ini.Maka, renungkanlah: Jika kelak anak-anak kita mengenang masa kecilnya, kenangan seperti apa yang ingin kita tinggalkan dalam hati mereka?Jadilah ayah yang bukan hanya memberikan kehidupan bagi anak, tetapi juga membuat anak merasakan bahwa hidupnya berharga, dirinya dicintai, dan ia tidak harus menghadapi dunia sendirian.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 22 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka22 Oktober 2026
F
Fatimah Zahra

๐Ÿ“ Kabupaten Banggai

Bba kedelapan bagian 2

Masalah Ketiga: Cara Menyucikan Najis: 1. Jika najis di tanah dan tempat: Cukup dicuci sekali yang menghilangkan najis tersebut, dengan menuangkan air sekali, karena perintah Rasulullah untuk menuangkan air pada air kencing badui yang kencing di masjid. 2. Jika najis di selain tanah: Seperti di baju atau bejana. Jika dari anjing yang menjilat bejana, maka harus dicuci tujuh kali, salah satunya dengan tanah, berdasarkan sabda Rasulullah: "Jika anjing menjilat bejana salah seorang dari kalian, maka cucilah tujuh kali, yang pertama dengan tanah." Hukum ini berlaku umum untuk bejana dan lainnya seperti pakaian dan karpet. Adapun najis babi: Yang benar adalah seperti najis lainnya, cukup dicuci sekali yang menghilangkan najis tersebut, tidak disyaratkan mencuci tujuh kali. 79 Jika najis dari air kencing, kotoran, darah dan semisalnya: Dicuci dengan air sambil digosok dan diperas sampai hilang dan tidak tersisa bekasnya. Cukup dicuci sekali. Cukup untuk menyucikan air kencing bayi laki-laki yang belum makan makanan dengan memercik, yaitu menyiramnya dengan air, berdasarkan sabda Rasulullah: "Dicuci dari air kencing anak perempuan, dan dipercik dari air kencing anak laki-laki." Adapun kulit bangkai hewan yang halal dimakan: Disucikan dengan penyamakan berdasarkan sabda Rasulullah: "Kulit apapun yang disamak maka telah suci." Darah haid dicuci wanita dari bajunya dengan air, kemudian dipercik, kemudian shalat dengannya. Muslim harus memperhatikan kesucian dari najis pada tubuh, tempat, dan pakaian yang digunakan untuk shalat, karena itu syarat sahnya shalat.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 22 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka22 Oktober 2026
A

Ayyunursafitri

๐Ÿ“ Kabupaten Wajo

BAB TUJUH - Hidup di antara orang yang menyebalkan

Manusia Lain: Kerja Kitaโ€œBisa dikatakan, manusia lain adalah โ€˜kerjaโ€™ kita. Tugas kita adalah melakukan yang baik kepada mereka dan hidup berdampingan mereka. Tetapi ketika mereka menjadi halangan dalam kita menjalankan kerja kita, maka mereka menjadi irelevanโ€”bagaikan sinar matahari, angin, dan binatang-binatang. Tindakan kita mungkin dihambat oleh mereka, tetapi tidak ada yang bisa menghambat niatan atau watak kita.โ€โ€” Marcus Aurelius (Meditations)

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 22 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka22 Oktober 2026
P
Puji

๐Ÿ“ Purwakarta

Jadikan bercanda "menu" sehari-hari

Jadikan bercanda "menu" sehari-hariKetika saya merenungkan faktor-faktor yang membuat keluarga kami tetap akrab satu sama lain dan melekatnya kenangan manis dalam hati saya salah satu yang dekat dengan puncak daftar adalah bahwa kami senang bercanda. Bercanda adalah ciri kegembiraan Bercanda akan membuat kita tertawa dan tersenyum ini akan membuat kita dan anggota keluarga yang lain untuk tidak bersikap lewat serius . Bercanda membuat kita riang dan santai dan hati menjadi terbuka bagi orang-orang di sekitar kita dan kita bisa bersemangat kembali dari kegagalan. Bercanda juga menghapus semua sikap defensif yang cenderung terjadi dalam keluarga dan juga memungkinkan kita bergurau satu sama lain bila saatnya tepat dan juga dapat tetap terhubung pada saat berbicara dari hati ke hati .Jika kita merasa telah kehilangan rasa riang jangan khawatir mudah mendapatkannya kembali dengan mulai tersenyum.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 22 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka22 Oktober 2026
R
Risdayani Pratiwi

๐Ÿ“ Kota Makassar

Kisah Nabi dan Rasul

Nabi Sulaiman memiliki kebiasaan untuk memeriksa para jin yang sedang bekerja dengan bertumpu pada tongkatnya. Dalam berbagai buku tafsir, diceritakan bahwa beliau sering melaksanakan salat dengan menggunakan tongkat. Bahkan, ada riwayat dari Israiliyat yang menyebutkan bahwa beliau dapat berdiri dalam salatnya hingga berhari-hari.โ€‹Para jin pun telah terbiasa melihat Nabi Sulaiman bertumpu pada tongkatnya dalam waktu yang lama. Ketika beliau datang dan memegang tongkat, para jin menjadi ketakutan dan melanjutkan pekerjaan mereka.โ€‹Suatu hari, Nabi Sulaiman datang untuk memeriksa pekerjaan sambil memegang tongkat, kemudian beliau wafat. Para jin tidak menyadari hal ini dan mengira bahwa Nabi Sulaiman masih salat, sehingga mereka terus bekerja tanpa henti. Seiring waktu, rayap mulai memakan tongkat tersebut hingga akhirnya tongkat itu patah, dan jasad Nabi Sulaiman pun terjatuh. Baru saat itulah para jin menyadari bahwa beliau telah meninggal dunia.โ€‹Melalui peristiwa ini, Allah ingin menunjukkan kepada rakyatnya bahwa para jin sebenarnya sombong dan angkuh, serta mengaku memiliki pengetahuan tentang ilmu gaib. Namun, ketika Nabi Sulaiman meninggal, para jin tidak menyadari kejadian tersebut dan terus bekerja dalam ketakutan. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa para jin tidak memiliki pengetahuan tentang ilmu gaib; yang mengetahui ilmu gaib hanyalah Allah Jalla Jalaluh semata.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 22 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka22 Oktober 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

๐Ÿ“ Kabupaten Kutai Timur

Keterbatasan Belanja Pendidikan Orang Tua

Park Yoon - Mi, Menjadi Orang Tua Yang Dibutuhkan Anak Hanya karena melakukan 'Belanja Pendidikan Orang Tua' dengan mengikuti berbagai seminar dan membaca buku tentang pengasuhan, tidak serta-merta mengubah sikap kita terhadap anak. Sama halnya seperti membeli dan mengoleksi tas mewah yang tidak bisa seketika memuaskan batin kita, mengikuti kelas pendidikan orang tua dan membaca buku tentang pengasuhan anak tidak otomatis membuat kita menjadi dewasa. Kita perlu keberanian, tidak hanya untuk belajar tentang pendidikan orang tua, tetapi untuk menerapkan hal yang telah dipelajari. Kita harus memiliki keberanian untuk menanggung dan menghadapi beban emosional yang muncul dalam proses tersebut. Di awal, kebanyakan orang mengalami frustrasi karena tidak ada yang berjalan sesuai dengan yang dipelajari. Mereka pun sulit mengatasi beban emosional yang tak terhindarkan selama proses tersebut berlangsung sehingga dengan mudah kembali ke keadaan sebelumnya, yaitu mengakhiri situasi dengan cepat, entah dengan mengalah atau memarahi anak agar keadaan segera selesai.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 22 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka22 Oktober 2026
E

Exa Aldila

๐Ÿ“ Kabupaten Magelang

Paduan Keluarga Sakinah - Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Bab 19: TalakPanduan Keluarga Sakinah โ€” Yazid bin Abdul Qadir JawasTalak dalam IslamTalak adalah pemutusan ikatan pernikahan. Islam membolehkan talak sebagai jalan terakhir ketika rumah tangga tidak dapat dipertahankan, tetapi perceraian bukan sesuatu yang boleh dilakukan secara sembarangan. Suami-istri hendaknya mengupayakan perbaikan hubungan terlebih dahulu.Pembagian talak berdasarkan lafaznya* Talak sharih (jelas): Ucapan talak yang maknanya tegas dan langsung dipahami sebagai perceraian, sehingga tidak bergantung pada niat.* Talak kinayah (sindiran): Ucapan yang bermakna tidak langsung. Jatuh atau tidaknya talak bergantung pada niat suami.Talak berdasarkan waktu dan keadaannya* Talak sunni: Talak yang dilakukan sesuai tuntunan syariat, yakni ketika istri dalam keadaan suci dan belum digauli pada masa suci tersebut.* Talak bid'i: Talak yang dilakukan dengan cara yang menyelisihi tuntunan syariat, misalnya menjatuhkan talak ketika istri sedang haid atau dalam keadaan suci setelah digauli. Perbuatan ini dilarang.Talak berdasarkan kemungkinan rujuk* Talak raj'i: Talak yang masih memungkinkan suami merujuk istrinya selama masa idah, yaitu pada talak pertama atau kedua, dengan ketentuan syariat.* Talak ba'in: Talak yang memutus hak rujuk secara langsung. Untuk kembali bersama, diperlukan ketentuan pernikahan yang berbeda sesuai jenis talaknya.Talak ba'in terbagi menjadi:* Ba'in sughra: Suami tidak dapat merujuk istri hanya dengan ucapan rujuk. Jika ingin kembali bersama, diperlukan akad nikah baru dan mahar baru dengan persetujuan istri.* Ba'in kubra: Terjadi setelah talak ketiga. Mantan suami tidak dapat menikahi kembali mantan istrinya kecuali setelah mantan istri menikah secara sah dengan laki-laki lain, terjadi hubungan suami-istri, kemudian pernikahan tersebut berakhir secara wajar dan masa idah selesai. Pernikahan yang sengaja direkayasa untuk menghalalkan mantan suami (nikah tahlil) dilarang.Talak tigaTalak tiga menyebabkan hubungan pernikahan berakhir dengan konsekuensi hukum yang lebih berat. Dalam pembahasan kitab, terdapat penjelasan mengenai talak tiga sekaligus dan pendapat para ulama tentangnya. Karena persoalan ini memiliki perincian dan perbedaan pendapat, kasus nyata perlu dikonsultasikan kepada ahli fikih atau lembaga berwenang.Ketentuan penting dalam talak* Talak harus memperhatikan batasan dan tuntunan syariat.* Suami tidak boleh mempermainkan ucapan talak atau menggunakannya untuk mengancam istri.* Hak dan kewajiban kedua pihak selama masa idah harus diperhatikan.* Talak hendaknya disaksikan oleh dua orang saksi yang adil, sebagaimana disebutkan dalam QS. Ath-Thalaq ayat 2.* Setelah talak, kedua pihak tetap wajib menjaga adab, menghindari kezaliman, dan memenuhi hak yang telah ditetapkan syariat.Kesimpulan: Islam mengatur talak dengan ketentuan yang terperinci untuk melindungi hak suami maupun istri. Karena akibat hukumnya serius, talak tidak boleh dilakukan secara gegabah. Utamakan perdamaian dan penyelesaian masalah dengan cara yang baik sebelum mengambil keputusan untuk berpisah.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 22 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka22 Oktober 2026
N

Naella ulia

๐Ÿ“ -

Dibolehkan Memandang Gadis yang akan Dipinang

Dibolehkan Memandang Wajah Wanita yang Dipinang dan SebaliknyaJika laki-laki datang untuk meminang, maka ia boleh memandang wajah dan kedua telapak tangannya. Diriwayatkan dari al-Mughirah bin Syu'bah, ia meminang wanita, lalu Rasulullah bertanya kepada Rasulullah "Apakah engkau telah memandangnya?" Aku menjawab, "Tidak." Beliau mengatakan, "Pandanglah ia, karena itu lebih dapat melang-gengkan di antara kalian berdua, "Dari Jabir, Rasulullah bersabda:"Jika salah seorang di antara kalian meminang wanita, maka jika ia bisa untuk melihat apa yang mendorongnya untuk menikahinya, ma-ka lakukanlah. Aku pun meminang gadis lalu aku mencuri pandang(HR. Muslim.)sehingga aku melihat darinya apa yang mendorongku untuk meni-kahinya, lalu aku menikahinya. Shahih diriwayatkan Abu dawud dan Ahmad.Mayoritas ulama, baik salaf maupun khalaf, berpendapat tentang bolehnya laki-laki memandang wanita yang hendak dipinangnya. Namun, terjadi perbedaan di antara mereka tentang apa yang bisa dilihat dari tubuh wanita. Mayoritas ulama membolehkan memandang wajah dan telapak tangan. Dari Imam Ahmad ada tiga riwayat: meman-dang wajah dan telapak tangan, memandang apa yang biasa tampak darinya seperti leher dan betis dan melihat seluruh tubuhnya. Ibnu Hazm berpendapat boleh memandang seluruh tubuhnya.Jika telah terjadi kesepakatan di antara keluarga, maka hendaklah ia melaksanakan shalat Istikharah sekali lagi jika suka, dan membiarkan wanita itu untuk beristikharah pada Rabbnya berkenaan dengan laki-laki yang datang untuk meminangnya.Persetujuan gadis dan janda untuk menikah. Gadis diminta izin-nya atas laki-laki yang telah datang melamarnya, dan izinnya ialah diam-nya. Adapun janda, maka ia dimintai persetujuannya lewat kata-katanya.MAHKOTA PENGANTIN Majdi bin Manshur bin Sayyid asy-Syuri

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 22 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’