๐Ÿ“š Jejak Pustaka

Laporan & catatan kegiatan Jejak Pustaka

โœ๏ธ Buat Laporan
๐Ÿ“š Jejak Pustaka26 Oktober 2026
D

Dewi Hajar Novanda

๐Ÿ“ Kota Depok

Listener

ListenerBelajar Menjadi Orang Tua yang Mau MendengarkanDalam buku The 7 Habits of Highly Effective Teens karya Sean Covey, pada pembahasan kebiasaan kelima, yaitu โ€œBerusahalah untuk memahami terlebih dahulu, baru dipahami,โ€ terdapat sebuah sajak singkat yang menggambarkan betapa pentingnya menjadi pendengar bagi orang lain.DENGARKANLAHKalau aku meminta kamu mendengarkan, tetapi kamu malah menasihatiku, kamu tidak memberikan apa yang kuminta.Kalau aku meminta kamu mendengarkan, tetapi kamu malah mengatakan mengapa aku seharusnya tidak merasa seperti itu, kamu menginjak-injak perasaanku.Kalau aku meminta kamu mendengarkan, tetapi kamu malah merasa harus menyelesaikan masalahku, meskipun caramu tampak aneh bagiku, dengarkanlah!Yang kuminta hanyalah agar kamu mendengarkan.Jangan bicara atau berbuat apa-apa. Dengarkan saja.BELAJAR MENJADI PENDENGAR BAGI ANAKTerkadang, kita sebagai orang tua mengalami kesulitan dalam menghadapi remaja. Kita mungkin tidak memahami arah pembicaraan mereka, tidak mengerti permasalahan yang sedang dihadapi, atau merasa bingung dengan perilaku yang mereka tunjukkan.Situasi seperti ini sering kali memunculkan kesalahpahaman, bahkan konflik kecil yang sebenarnya dapat dihindari.Salah satu penyebabnya adalah perbedaan cara berkomunikasi antara orang tua dan remaja. Ketika terjadi perbedaan pendapat, keputusan sering kali lebih banyak ditentukan oleh orang tua. Akibatnya, remaja merasa pendapat dan perasaan mereka kurang dihargai.Lambat laun, mereka bisa memilih untuk diam, menutup diri, dan enggan bercerita atau berdiskusi dengan orang tua.Padahal, terkadang anak tidak sedang meminta nasihat ataupun solusi. Mereka hanya ingin didengarkan, dipahami, dan diberi ruang untuk mengungkapkan isi hati mereka.Sajak di atas mengingatkan kita bahwa mendengarkan bukan sekadar diam saat anak berbicara, melainkan berusaha memahami perasaan dan sudut pandang mereka tanpa terburu-buru menghakimi atau memberikan nasihat.Mari kita belajar menjadi orang tua yang mampu mendengarkan. Orang tua yang bersedia memahami bahasa anak-anaknya, menghargai pendapat mereka, dan memberikan ruang bagi mereka untuk bercerita.Sebab, anak-anak tidak hanya membutuhkan orang tua yang mampu memberikan jawaban, tetapi juga orang tua yang bersedia mendengarkan isi hati mereka.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 26 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka26 Oktober 2026
E

Exa Aldila

๐Ÿ“ Kabupaten Magelang

Paduan Keluarga Sakinah - Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Bab 21: โ€˜IddahPanduan Keluarga Sakinah โ€” Yazid bin Abdul Qadir Jawasโ€˜Iddah adalah masa tunggu yang wajib dijalani seorang perempuan setelah berpisah dari suaminya karena perceraian atau kematian suami, sesuai ketentuan syariat Islam.Masa โ€˜Iddah* Istri yang ditinggal wafat suaminya: menjalani โ€˜iddah selama 4 bulan 10 hari.* Istri yang sedang hamil: masa โ€˜iddahnya sampai melahirkan, baik karena ditinggal wafat maupun bercerai.* Istri yang ditalak dan masih mengalami haid: masa โ€˜iddahnya tiga quruโ€™ (dijelaskan sebagai tiga kali haid dalam buku).* Istri yang tidak haid lagi atau belum haid: masa โ€˜iddahnya tiga bulan.* Istri yang dicerai sebelum dicampuri: tidak ada masa โ€˜iddah.Ketentuan tersebut didasarkan pada ayat-ayat Al-Qurโ€™an, di antaranya Surah Al-Baqarah ayat 234, Surah At-Talaq ayat 4, dan Surah Al-Ahzab ayat 49.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 26 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka26 Oktober 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

๐Ÿ“ Kota Prabumulih

Root & wings 3 - Faktor waktu! Kuantitas

Anak-anak butuh waktu bersama ayahnya, titik! Dan jenis waktu yang mereka butuhkan bukanlah yang terjadi seminggu sekali, sebulan penuh, atau selama liburan eksotis setahun sekali. Mereka butuh waktu bersama ayah mereka setiap hari.Para ayah mungkin bisa berkata bahwa anak-anak adalahprioritas, tapi jika mereka tidak bersedia menghabiskan waktu dengan "prioritas" mereka, dengan cepat anak-anak akan berbuat serupa. Psikolog anak, Lee Salk mengatakan,"Sejak kecil anak-anak sudah bisa membedakan apa yang dianggap penting oleh orangtuanya. Jika mereka melihat ada hal lain yang lebih penting dari mereka, kemungkinan akan timbul masalah di kemudian hari."Anak-anak hanya mengharapkan jatah mereka dariwaktu luang Anda yang tersedia. Bersikaplah adil terhadap mereka dan berikan bagian mereka.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 26 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka26 Oktober 2026
S
Shilfa

๐Ÿ“ Purwakarta

RSMTPUHD | Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Utang-piutang adalah mu'amalah yang dibenarkan syari'at Islam. Mu'amalah ini wajib dilaksanakan sesuai syari'at Islam, tidak boleh :โ€ข Ada tipu menipu,โ€ข Ada riba,โ€ข Ada kebohongan dan kedustaan, danWajib diperhatikan bahwa utang wajib dibayar.Yang wajib diperhatikan oleh kaum muslimin dan muslimat, terutama para penuntut ilmu bahwa utang dibolehkan dalam syari'at Islam, tetapi wajib dibayar! Oleh karena itu, setiap utang dicatat jumlahnya dan ditulis kapan waktu pembayarannya, dan wajib menepati janji ketika membayarnya. Kalau belum mampu bayar, maka sampaikan kabar berita kepada yang memberikan utang kepada kita bahwa kita belum mampu bayar pada hari atau pekan ini atau bulan ini dan minta tempo lagi, agar diberi kelonggaran waktu untuk membayar pada hari lain, atau pekan berikutnya, atau bulan berikutnya yang telah disepakati bersama.Yang wajib diingat oleh setiap muslim dan muslimah bahwa utang wajib dibayar dan kalau tidak dibayar akan dituntut sampai hari Kiamat. Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam tidak mau menshalatkan jenazah seorang Muslim yang masih mempunyai utang dua dinar sampai dibayarkan utangnya.Seorang yang meninggal dunia maka yang pertama kali diurus adalah membayarkan utang-utangnya meskipun menghabiskan seluruh hartanya dan tidak meninggalkan warisan.Allah berfirman (yang artinya):โ€œ ... Setelah (dipenuhi wasiat) yang dibuatnya atau (dan setelah dibayar) utangnya ...โ€ (An-Nisaa' : 11)โ€œ ... Setelah (dipenuhi wasiat) yang dibuatnya atau (dan setelah dibayar) utangnya dengan tidak menyusahkan (kepada ahli waris). Demikianlah ketentuan Allah ...โ€ (An-Nisaa' : 12)

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 26 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka25 Oktober 2026
S
Shinta Dewi

๐Ÿ“ Kota Surabaya

Start With Why โ€” Komunikasi Bukan tentang Berbicara, Melainkan Mendengarkan

Komunikasi yang baik tidak berhenti pada kemampuan menjelaskan gagasan dengan runtut atau menyampaikan argumen yang meyakinkan. Kita bisa berbicara dengan sangat baik, tetapi tetap gagal memahami orang yang mendengarkan. Setiap orang memiliki pengalaman, kebutuhan, dan cara memahami sesuatu yang berbeda. Dengan mendengarkan, kita dapat mengetahui apa yang sebenarnya menjadi perhatian mereka, sehingga sebuah gagasan tidak hanya terdengar jelas bagi kita, tetapi juga dapat dipahami oleh orang lain.Mendengarkan juga bukan berarti harus menyetujui semua pendapat. Kita tetap bisa mempertahankan prinsip sambil berusaha memahami alasan di balik pandangan yang berbeda. Bahkan, kesediaan mendengarkan informasi yang tidak menyenangkan dapat membantu kita melihat kekurangan dalam pemahaman sendiri. Terkadang, komunikasi gagal bukan karena kita tidak mampu menjelaskan, melainkan karena terlalu sibuk mempersiapkan jawaban sampai lupa memahami orang yang sedang berbicara.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 23 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka23 Oktober 2026
D
Daramatasia

๐Ÿ“ Kota Depok

Kaidah penting didalam berdoโ€™a dan berdzikir

โœ… Kewajiban kita sebagai seorang muslim adalah ittibaโ€™(mengikuti)Rasulullah ุตู„ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‡ ูˆุณู„ู… agar kita dicintai Allah ุนุฒูˆุฌู„ sebagaimn Allah ุณุจุญุงู†ู‡ูˆุชุนู„ูŠ berfirman: QS:Al-Imran ayat 31ู‚ู„ ุงู† ูƒู†ุชู… ุชุญุจูˆู†ุงู„ู„ู‡ ูุงุชุจุนูˆู†ูŠ ูŠุญุจุจูƒู… ุงู„ู„ู‡ ูˆูŠุบูุฑ ู„ูƒู… ุฐู†ุจูƒู… ูˆุงู„ู„ู‡ ุบูุฑ ุฑุญู…Katakanlah (Muhammad):โ€Jika kamu mencintai Allah,ikutilah aku,niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.Allah maha pengasih,maha penyayang โœ…Agana Islam telah sempurna.Allah berfirman: QS Al-Maidah 3 โœ…Karna kesempurnaan Islam,ummat Islam harus memperhatikan doโ€™a dan dzikir yang diajar Rasulullah

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 23 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka23 Oktober 2026
N
Nela Agu Saudara

๐Ÿ“ Kabupaten Sukoharjo

Rangkuman 15 Menanamkan Iman Kepada Anak

Tahapan Menanamkan Kecintaan Anak kepada Islam (Bag. 4)Fase 15โ€“18 Tahun (Bag. 1)Pada fase ini, kita harus mengarahkan anak kita dengan cara yang baik untuk memahami syahadat tauhid atau pengakuan keesaan Allah.Keyakinan tentang syahadat tauhid dilaksanakan dengan ucapan dan perbuatan. Hendaknya kita melatih anak dengan bantuan kedua orang tua dan pendidik untuk senantiasa mengikhlaskan niat semata-mata karena Allah, baik dalam perkataan maupun perbuatan, serta mengajari mereka bahwa tujuan untuk selain-Nya adalah batal.Selanjutnya, harus lebih mendahulukan Allah Yang Maha Kekal daripada selain-Nya. Segala sesuatu adalah kerajaan-Nya. Tidak ada satu kerajaan pun kecuali merupakan kerajaan-Nya. Mereka semua adalah hamba-hamba-Nya. Jiwa-jiwa mereka berada di tangan-Nya. Hukum-Nya berlaku atas mereka dan sangat adil ketentuan-Nya atas mereka.Tidak ada yang lebih utama di antara hamba-hamba-Nya kecuali yang paling bertakwa, sesuai dengan ketentuan Allah yang sangat detail.Kita juga perlu menjelaskan kepada anak bahwa Allah memberikan rezeki, keadilan atau keutamaan, dan rahmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya pada satu waktu, kemudian mengambilnya pada waktu yang lain.Sangat mungkin pula bagi kita untuk memberinya hadiah sebuah buku yang berjudul Fa'lamu Annahu La Ilaha Illa Allah yang ditulis oleh Syekh A'id al-Qarni. Buku ini menjelaskan sebagian sisi akidah dari buku berjudul At-Tauhid karya Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab.Di dalam fase ini, hendaklah seorang anak diajari keutamaan berzikir pagi dan petang yang diambil dari Sunnah Nabawi. Karena dengannya, ia akan terjaga dari gangguan setan dan api neraka.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 23 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka23 Oktober 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

๐Ÿ“ Kota Prabumulih

Root & Wings 3 - Meruntuhkan dinding pengabaian selama bertahun-tahun

Menjalani kehidupan sebagai ayah berarti mengalamiperubahan besar secara psikologis. Belajar menjadi ayah yang terlibat tidaklah mudah, dibutuhkan waktu, energi, minat, dan yang terpenting, komitmen. Tapi, kabar baiknya adalah, jika dikerjakan dengan tulus dan konsisten akan membuahkan hasil. Dinding pengabaian yang telah berdiri bertahun-tahun dapat diruntuhkan hanya dengan sebuah ciuman atau pelukan.Jangan hanya menjadi "ban cadangan" dalam perjalanan hidup anak Anda.Berkomitmenlah untuk menjadi pemeran utamanya.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 23 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka23 Oktober 2026
A
Ayu Novita

๐Ÿ“ Kabupaten Bogor

Membantu Anak-Anak Menghadapi Perasaan Mereka

Perasaan Anak-Anak Perlu Diterima dan Dihormati.ANDA BISA MENDENGARKAN DENGAN TENANG DAN PENUH PERHATIANANDA BISA MENGAKUI PERASAAN MEREKA DENGAN SEBUAH KATA. "Oh... Mmm... Oh gitu..."ANDA BISA MENAMAI PERASAAN MEREKA."Sepertinya bikin frustrasi!"ANDA BISA MENGABULKAN KEINGINAN ANAK ANDA DALAM IMAJINASI."Andai Ibu bisa membuat pisangnya matang sekarang!"...Semua perasaan bisa diterima. Tindakan tertentu harus dibatasi."Ibu bisa melihat seberapa marah kamu pada kakakmu. Katakan padanya apa yang kamu inginkan dengan perkataan, bukan dengan tinju."

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 23 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka23 Oktober 2026
T

Titi Dwi Rabbani

๐Ÿ“ Kota Tangerang Selatan

Bab 5 Kelahiran Nabi Muhammad ๏ทบ Khilaf Ulama tentang Usia Khadijah saat Menikah dengan Nabi Muhammad Bagian 1

Bab 5 Kelahiran Nabi Muhammad ๏ทบKhilaf Ulama tentang Usia Khadijah saat Menikah dengan Nabi Muhammad Bagian 1Ketika menikahi Khadijah, usia Nabi Muhammad ๏ทบ adalah 25 tahun. Namun terkait usia Khadijah saat itu, para ulama masih silang pendapat tentangnya. Pendapat pertama, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Sa'd dalam Thabaqat-nya, melalui jalur periwayatanal-Waqidi (Muhammad bin Umar), bahwa umur Khadijah ketika itu adalah 40 tahun. Pendapat kedua, bahwasanya umur Khadijah ketika itu adalah 28 tahun. Pendapat ini disebutkan oleh Ibnu Ishaq, dan inilah pendapat yang masyhur di masyarakat. Mengapa demikian? Karena kitab sirah nabawiyyah yang paling tersebar di tengah masyarakat adalah yang ditulis oleh Ibnu Hisyam, yang merupakan ringkasan dari karya Ibnu Ishaq.Kedua pendapat di atas sama-sama tidak disokong dengan dalil yang kuat. Dalil pendapat pertama diriwayatkan oleh al-Waqidi, yang statusnya menurut para ahli hadits adalah matruk (tidak dianggap riwayatnya).Sedangkan dalil pendapat yang kedua, ia dibawakan tanpa sanad.Memang ada sebuah fakta sejarah yang menguatkan bahwa usia Khadijah tatkala menikah dengan Rasulullah ๏ทบ adalah 28 tahun. Fakta tersebut adalah, bahwa Khadijah melahirkan 6 anak untuk Rasulullah ๏ทบ. Mereka adalah al-Qasim, Ruqayyah, Ummu Kultsum, Zainab, Fathimah, dan Abdullah. Sangat sulit diterima oleh akal, jika dikatakan bahwa seorang yang baru menikah di usia 40 tahun, kemudian masih mampu melahirkan 6 orang anak. Wallahu Taโ€™ala aโ€™lam.Namun jangan lupa, ada pula hal yang menguatkan bahwa Khadijah menikah dengan Rasulullah ๏ทบ pada usia 40 tahun. Ucapan Aisyah berikut, โ€œSuatu ketika Halah binti Khuwailid, saudarinya Khadijah, meminta izin untuk menemui Rasulullah ๏ทบ. (Mendengar suara Halah), Nabi pun terkenang akan suara Khadijah. Suasana hati Nabi pun berubah (menjadi gembira). Nabi pun berkata, โ€œItu Halah.โ€Aku (Aisyah) pun cemburu dan lantas berkata, โ€œTidaklah wanita yang engkau kenang itu melainkan seorang wanita Quraisy yang tua, merah gusinya (ompong), dan telah meninggal dunia sejak lama. Allah telah menggantikan bagimu yang lebih baik darinya!โ€Perhatikan bahwa Aisyah I menyebut Khadijah sebagai wanita tua nan ompong. Ini menguatkan bahwa Khadijah meninggal pada usianya yang sudah mencapai 60 tahun lebih, dan menikah dengan Rasulullah ๏ทบ saat berumur 40 tahun. Andai usia Khadijah tatkala menikah dengan Nabi ๏ทบ adalah 28 tahun, kemudian ia hidup berumah tangga bersama Nabi ๏ทบ sekitar 25 tahun, berarti Khadijah wafat pada usia 53 tahun. Ini sangat ganjil, karena wanita yang baru berusia 53 tahun biasanya belumlah ompong dan belumlah disebut sebagai wanita tua. Tambah lagi, wanita melahirkan di usia 40 tahun adalah hal yang sangat memungkinkan karena wanita zaman dahulu terkenal lebih tangguh dan sehat. Wallahu Taโ€™ala aโ€™lam.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 23 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka23 Oktober 2026
F
Fatimah Zahra

๐Ÿ“ Kabupaten Banggai

Bab kesepuluh

BAB KESEPULUH: TENTANG HAID DAN NIFAS Pengertian: Haid secara bahasa: mengalir. Secara syariat: darah alami dan fitrah yang keluar dari dasar rahim pada waktu-waktu tertentu dalam keadaan sehat wanita, tanpa sebab melahirkan. Nifas: darah yang keluar dari wanita ketika melahirkan. Masalah Pertama: Awal dan Akhir Waktu Haid: Tidak ada haid sebelum sempurna sembilan tahun karena tidak terbukti dalam kenyataan ada wanita yang haid sebelum itu. Diriwayatkan dari Aisyah bahwa dia berkata: "Jika anak perempuan telah berusia sembilan tahun maka dia adalah wanita." Tidak ada haid setelah lima puluh tahun pada umumnya menurut pendapat yang benar. Diriwayatkan dari Aisyah bahwa dia berkata: "Jika wanita telah berusia lima puluh tahun, dia keluar dari masa haid." Masalah Kedua: Masa Minimal dan Maksimal Haid: Yang benar: tidak ada batas minimal dan maksimalnya, tetapi dikembalikan kepada kebiasaan dan keadaan umum. Masalah Ketiga: Umumnya Haid: Umumnya enam atau tujuh hari, berdasarkan sabda Rasulullah kepada Hamnah binti Jahsy: "Berhaidlah dalam pengetahuan Allah enam hari atau tujuh hari, kemudian mandilah dan shalatlah dua puluh empat hari atau dua puluh tiga hari, sebagaimana wanita-wanita lain haid dan suci menurut waktu haid dan suci merekaMasalah Keempat: Yang Diharamkan karena Haid dan Nifas: Yang diharamkan karena haid dan nifas: 1. Jimak di kemaluan: Berdasarkan firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 222: "Maka jauhilah wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci." Nabi bersabda ketika turun ayat ini: "Lakukanlah segala sesuatu kecuali jimak." 2. Talak: Berdasarkan firman Allah dalam surat At-Thalaq ayat 1: "Maka talakkanlah mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) iddahnya." Dan sabda Rasulullah kepada Umar ketika anaknya Abdullah mentalak istrinya dalam keadaan haid: "Perintahkan dia untuk merujuknya kembali." 3. Shalat: Berdasarkan sabda Rasulullah kepada Fatimah binti Abi Hubaysy: "Jika datang haid maka tinggalkanlah shalat." 4. Puasa: Berdasarkan sabda Rasulullah: "Bukankah salah seorang dari kalian jika haid tidak puasa dan tidak shalat?" Mereka menjawab: "Benar." 5. Tawaf: Berdasarkan sabda Rasulullah kepada Aisyah ketika dia haid: "Lakukanlah apa yang dilakukan haji kecuali jangan tawaf di Baitullah sampai kamu suci." 6. Membaca Al-Quran: Ini pendapat banyak ulama dari kalangan sahabat, tabi'in, dan setelah mereka. Tetapi jika dia membutuhkan membaca - seperti perlu mengulang hafalannya agar tidak lupa, atau mengajar anak-anak perempuan di sekolah, atau membaca wiridnya - maka boleh baginya, dan jika tidak perlu maka jangan membaca, sebagaimana dikatakan sebagian ulama. 7. Menyentuh mushaf: Berdasarkan firman Allah dalam surat Al-Waqi'ah ayat 79: "Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan." 8. Masuk masjid dan tinggal di dalamnya: Berdasarkan sabda Rasulullah: "Aku tidak menghalalkan masjid bagi orang junub dan wanita haid." Dan karena Rasulullah biasa mendekatkan kepalanya kepada Aisyah yang berada di kamarnya, lalu dia menyisir rambutnya dalam keadaan haid, sementara beliau saat itu sedang i'tikaf di masjid. Demikian juga diharamkan baginya melewati masjid jika khawatir mengotorinya. Jika aman dari mengotorinya maka tidak haram

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 23 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka23 Oktober 2026
E

Exa Aldila

๐Ÿ“ Kabupaten Magelang

Paduan Keluarga Sakinah - Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Bab 20: Khuluโ€™ (Minta Cerai)Panduan Keluarga Sakinah โ€” Yazid bin Abdul Qadir JawasPengertian khuluโ€™Khuluโ€™ adalah perpisahan antara suami dan istri atas permintaan istri dengan memberikan tebusan atau pengembalian harta kepada suami. Tebusan tersebut disebut fidyah atau โ€˜iwadh.Dasarnya terdapat dalam QS. Al-Baqarah ayat 229, yang membolehkan istri menebus dirinya apabila keduanya khawatir tidak dapat menjalankan hukum-hukum Allah.Dalil pensyariatan khuluโ€™Khuluโ€™ disyariatkan sebagai jalan keluar ketika konflik rumah tangga tidak dapat diselesaikan dengan baik.* Jika masalah masih dapat diperbaiki, suami dan istri hendaknya mengupayakan perdamaian.* Jika istri tidak lagi mampu mempertahankan rumah tangga dan khawatir tidak dapat memenuhi hak-hak suami, ia dapat mengajukan khuluโ€™ sesuai ketentuan syariat.* Kisah istri Tsabit bin Qais menjadi contoh khuluโ€™, ketika ia meminta berpisah dan bersedia mengembalikan kebun yang dahulu diberikan suaminya.Peringatan bagi istri yang meminta khuluโ€™Islam membolehkan khuluโ€™ dengan alasan yang dibenarkan syariat, misalnya suami tidak menjalankan kewajibannya atau melakukan kezaliman.Namun, istri tidak boleh meminta cerai tanpa alasan yang dibenarkan. Dalam hadis terdapat peringatan keras terhadap perempuan yang meminta cerai tanpa alasan yang benar.Suami dilarang menyusahkan istriJika suami tidak menyukai istrinya, ia diperintahkan untuk tetap memperlakukannya dengan baik. Suami tidak boleh menahan istri atau menyakitinya agar istri terpaksa memberikan tebusan untuk berpisah.Allah memerintahkan agar suami tidak menyusahkan istri dan tetap mempergaulinya secara patut (QS. Al-Baqarah ayat 231 dan QS. An-Nisa ayat 19).Khuluโ€™ adalah fasakh, bukan talakMenurut pembahasan dalam kitab ini, khuluโ€™ merupakan fasakh (pembatalan ikatan pernikahan), bukan talak.Konsekuensinya menurut pendapat yang dijelaskan dalam kitab:* Suami tidak berhak merujuk istri begitu saja setelah khuluโ€™.* Jika ingin kembali bersama, keduanya perlu melakukan akad nikah baru dengan memenuhi ketentuan syariat.* Khuluโ€™ tidak dihitung sebagai talak dalam pendapat ini, sehingga berbeda dari talak pertama, kedua, dan ketiga.Masa idah setelah khuluโ€™Kitab ini menjelaskan bahwa masa idah perempuan yang menjalani khuluโ€™ adalah satu kali haid, berdasarkan pendapat yang disebutkan di dalamnya. Pembahasan ini memiliki perbedaan pendapat di kalangan ulama, sehingga kasus nyata sebaiknya ditanyakan kepada ahli fikih yang tepercaya.KesimpulanKhuluโ€™ merupakan jalan keluar yang disyariatkan bagi istri ketika rumah tangga tidak dapat dipertahankan dengan baik. Namun, khuluโ€™ tidak boleh dijadikan sarana untuk bertindak sewenang-wenang. Suami tidak boleh menzalimi istri agar memperoleh tebusan, dan istri hendaknya tidak meminta perpisahan tanpa alasan yang benar.Prinsip utama: mengutamakan perdamaian, menjaga hak masing-masing, dan menyelesaikan persoalan rumah tangga sesuai tuntunan Allah.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 23 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka23 Oktober 2026
P
Puji

๐Ÿ“ Purwakarta

Pikirkan sesuatu yang anda lakukan dengan benar hari ini

Pikirkan sesuatu yang anda lakukan dengan benar hari iniUntuk sejenak pikirkan seberapa sering kita menghitung-hitung menelusuri atau memikirkan beberapa banyak kesalahan yang kita lakukan pada hari tertentu. Ubah persneling kita dan pikirkan seberapa sering kita menghargai diri sendiri karena telah melakukan hal yang benar. Kerugian jika kita memfokuskan diri pada kesalahan dan kekeliruan adalah munculnya stres dan ketegangan menyalahkan diri sendiri dan miskin pengalaman. Fokus negatif membangkitkan energi negatif dan dapat memperbesar kemungkinan perilaku buruk.Bila kita memikirkan mengenai hal-hal yang telah kita lakukan dengan benar ini akan mengembalikan pikiran kita terkonsentrasi pada hal-hal yang baik dalam diri kita. Ini akan memberi kita kesempatan untuk mengambil nafas dan untuk membangun ruang batin di mana anda bisa mentoleransi kesalahan atau segala sesuatu yang memerlukan perbaikan.Jika kita mengingatkan diri sendiri akan hal-hal yang telah kita lakukan dengan benar ini akan membantu kita menjadi orang yang lebih sabar terhadap diri sendiri dan orang lain juga akan membantu menyadari upaya dan kemampuan positif yang dialami oleh kebanyakan orang fakta yang menunjukkan bahwa kita lebih banyak melakukan hal dengan benar meskipun di sana sini. Timbang melihat diri sendiri sebagai pembuat kesalahan kita akan melihat diri sendiri dan setiap orang lain sebagai orang yang selalu berusaha melakukan hal terbaik. Memfokuskan diri pada hal-hal yang telah kita lakukan dengan benar akan membuat hidup terasa lebih menyenangkan Kita akan lebih santai dan luwes dan membantu kita merasa kurang tertekan seakan-akan ada orang yang menilai kita. Kerjakan sebaik-baiknya semua yang ada dalam setiap aspek kehidupan dan kemudian pasrahlah. Tak peduli betapa kerasnya usaha kita kita pasti akan membuat kesalahan. Begitu kita menerima kenyataan hidup ini dan lebih memperhatikan kelebihan kita ketimbang kelemahan kita, kita akan mulai lebih gembira daripada yang kita bayangkan.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 23 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka23 Oktober 2026
D

Dewi Hajar Novanda

๐Ÿ“ Kota Depok

Ayah Anak yang Hilang

Ayah Anak yang HilangTentang memaafkan, memberi kesempatan, dan tetap menjadi tempat pulang bagi anak.1. Kisah untuk direnungkanEric adalah anak bungsu dari keluarga Sabato yang hidup berkecukupan. Berbeda dengan kakaknya, Nathan, yang tekun membantu ayahnya, Eric lebih senang bersenang-senang bersama teman-temannya.Suatu hari, Eric meminta bagian warisannya, lalu pergi meninggalkan rumah. Ia menghabiskan seluruh hartanya untuk hidup berfoya-foya. Ketika hartanya habis, teman-temannya pergi meninggalkannya. Ia pun jatuh miskin, kesulitan mencari pekerjaan, bahkan harus bekerja di peternakan babi dan kelaparan.Dalam keterpurukannya, Eric teringat akan rumah ayahnya. Ia menyadari kesalahannya dan memutuskan untuk pulang.Ketika melihat Eric dari kejauhan, sang ayah tidak menunggu anaknya datang untuk mengemis pengampunan. Ia justru berlari menyambut, memeluk, dan menciumnya. Sang ayah meminta pelayannya menyiapkan pakaian dan makanan, lalu mengadakan perjamuan untuk merayakan kepulangan anaknya.Namun, kepulangan Eric juga menimbulkan persoalan lain. Nathan, sang kakak, merasa marah karena adiknya yang telah menghamburkan harta justru disambut dengan pesta. Sang ayah kemudian mengingatkan Nathan bahwa mereka patut bersukacita karena adiknya yang dahulu hilang kini telah kembali.Kisah ini memperlihatkan seorang ayah yang tidak membiarkan kesalahan anak menjadi akhir dari hubungan mereka. Ia tetap membuka pintu untuk pertobatan dan pemulihan.2. Pesan utama bagi seorang ayahPertama, jadilah ayah yang mau memaafkan.Eric telah membuat keputusan yang merugikan dirinya dan keluarganya. Namun, sang ayah tidak menjadikan kesalahan itu sebagai alasan untuk menolak kepulangannya.Memaafkan bukan berarti menganggap kesalahan sebagai sesuatu yang benar. Seorang ayah tetap perlu membimbing anak memahami akibat perbuatannya dan belajar bertanggung jawab. Namun, teguran tidak harus menghilangkan kasih sayang.Anak perlu mengetahui bahwa ketika ia berbuat salah, ia tetap dapat datang kepada ayahnya untuk mengakui kesalahan, memperbaiki diri, dan mencari bimbingan.Kedua, berikan kesempatan kepada anak untuk belajar dari kegagalan.Ayah Eric tidak menghalangi seluruh pilihan anaknya. Eric akhirnya mengalami sendiri akibat dari keputusan yang diambilnya.Dalam kehidupan keluarga, ayah memang perlu melindungi anak dari bahaya yang serius. Namun, tidak semua kesulitan harus disingkirkan. Anak juga perlu belajar menghadapi konsekuensi yang wajar, menyelesaikan masalah, dan memperbaiki kesalahannya.Tugas ayah bukan membuat anak tidak pernah gagal, melainkan mendampinginya agar mampu mengambil pelajaran dari kegagalan.Ketiga, jadilah perekat hubungan dalam keluarga.Sang ayah tidak hanya menyambut Eric, tetapi juga berusaha menolong Nathan memahami alasan mereka patut bersukacita atas kepulangan adiknya.Dalam keluarga, perhatian kepada seorang anak terkadang dapat dirasakan sebagai ketidakadilan oleh anak yang lain. Karena itu, ayah perlu mendengarkan perasaan setiap anak, menjelaskan keadaan dengan bijaksana, dan tidak membiarkan kecemburuan berkembang menjadi permusuhan.Mengasihi anak yang melakukan kesalahan bukan berarti mengabaikan perasaan anak yang selama ini berusaha taat.Keempat, tunjukkan tanggung jawab melalui tindakan nyata.Sang ayah tidak berhenti pada kata-kata pengampunan. Ia memeluk Eric, menyediakan pakaian yang layak, dan menyiapkan makanan untuknya.Kasih seorang ayah perlu dirasakan melalui kehadiran, perhatian, perlindungan, dan bimbingan. Anak bukan hanya membutuhkan pemenuhan kebutuhan materi, tetapi juga sosok ayah yang bersedia mendengarkan dan menemaninya melewati masa sulit.Anak adalah amanah yang perlu dibimbing dengan kasih sayang sekaligus tanggung jawab.3. Bahan diskusi bersama para ayah1. Jika anak kita melakukan kesalahan besar dan mengecewakan keluarga, apakah kita masih mampu menyambutnya dengan kasih sayang tanpa mengabaikan tanggung jawabnya?2. Apakah selama ini kita terlalu melindungi anak dari setiap kegagalan, sehingga ia kurang memiliki kesempatan untuk belajar menghadapi konsekuensi dari pilihannya?3. Bagaimana kita membedakan antara memaafkan kesalahan anak dan membiarkan perilaku yang salah terus berulang?4. Jika salah satu anak kita melakukan kesalahan lalu mendapat perhatian lebih besar karena sedang membutuhkan pertolongan, bagaimana kita menjaga agar saudara-saudaranya tidak merasa diabaikan?5. Ketika anak menghadapi masalah, apakah kita menjadi tempat yang aman baginya untuk bercerita dan mengakui kesalahan, atau justru sosok yang paling ia takuti untuk temui?6. Apa tindakan nyata yang dapat kita lakukan pekan ini agar anak merasakan kehadiran, kasih sayang, dan bimbingan kita sebagai ayah?4. Pelajaran yang dapat dibawa pulang- Kasih sayang tidak menghapus tanggung jawab. Anak perlu dimaafkan sekaligus dibimbing untuk memperbaiki kesalahan.- Kegagalan dapat menjadi ruang belajar. Ayah perlu mendampingi anak menghadapi konsekuensi yang wajar, bukan selalu mengambil alih masalahnya.- Setiap anak membutuhkan keadilan dan perhatian. Memulihkan hubungan dengan satu anak tidak boleh membuat anak lainnya merasa tidak dihargai.- Kehadiran ayah lebih dari sekadar menyediakan materi. Anak membutuhkan tempat untuk kembali, bercerita, belajar, dan memperbaiki diri.- Hubungan keluarga perlu terus dipelihara. Ketika terjadi kesalahan atau konflik, ayah dapat berperan dalam membuka jalan menuju rekonsiliasi.5. Refleksi penutupKisah Eric mengajak kita bertanya: apakah anak-anak kita mengenal rumah sebagai tempat yang hanya menerima mereka ketika mereka berhasil, atau sebagai tempat mereka dapat kembali ketika menyadari kesalahan dan ingin memperbaiki diri?Menjadi ayah bukan berarti membenarkan semua pilihan anak. Menjadi ayah berarti berani menegur ketika anak salah, memberi ruang untuk belajar, menjaga hubungan di tengah konflik, dan tetap menunjukkan jalan untuk kembali.Sebab, tugas seorang ayah bukan hanya membesarkan anak agar berhasil dalam kehidupan, tetapi juga membimbingnya agar berani mengakui kesalahan, bertanggung jawab, dan memperbaiki diri.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 23 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka23 Oktober 2026
Y
Yudith Sand Faundry

๐Ÿ“ Kabupaten Serang

#JejakPustaka - Kejujuran Anak

Anak-anak di manapun secara fitrah cenderung mengatakan apa adanya (jujur) dan berkata sesuai fakta. Jika ia tumbuh dan dihadapkan dengan orangtua yang mengaburkan fakta dan mengubur kejujuran, anak-anak akan tumbuh serta dan membentuk karakter anak menjadi pembohong.Opini Pembaca:Merujuk pada sebuah hadits, bahwa โ€˜perusak fitrahโ€™ seorang anak justru adalah orangtua anak itu sendiri.Kebanyakan anak-anak tumbuh dengan hal buruk atas kebiasaan orangtuanya yang tidak/ anak dari kata jujur (dalam hal kecil/besar sekalipun).

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 23 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka23 Oktober 2026
I

Ida Ummu hafsho

๐Ÿ“ Kota Palu

Membangun landasan

Membangun landasan *Kiri - Kisah penulis:*Penulis ingin lahiran tenang, tapi ternyata darurat: detak jantung bayi lemah, tali pusat melilit leher 3x, harus dikeluarkan pakai vakum, bayi langsung dilarikan ke perawatan dan gagal skin-to-skin. Dia merasa kehilangan, trauma, dan dipaksa keluar dari ruang perawatan. Butuh 25 tahun sampai akhirnya dia bisa cerita tanpa emosi.*Kanan - Tanya Jawab Pengalaman Melahirkan:*Walaupun akhirnya bayi sehat dan kita bersyukur, trauma lahiran itu tetap tertanam di hati. Wajar kalau merasa bersalah, kewalahan, dan perlu cerita berulang-ulang untuk memprosesnya. Tidak ada lahiran yang sempurna. Intinya bukan soal lahirannya mulus atau tidak, tapi bagaimana kita kembali ke jalur yang benar setelah ada belokan yang tidak diinginkan.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 23 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“š Jejak Pustaka23 Oktober 2026
N

Naella ulia

๐Ÿ“ -

Sandaran Pemaksaan

Rasulullah menjadikan janda lebih berhak terhadap dirinya dari-pada walinya, maka diketahui bahwa wali gadis lebih berhak terhadap-nya daripada dirinya sendiri. Jika tidak demikian, maka pengkhususan janda dengan hal itu tidak ada artinya. Apalagi beliau membedakan di antara keduanya dalam hal cara meminta izin. Izin yang diberikan janda dengan ucapan, dan izin yang diberikan gadis dengan diamnya. Ini semua menunjukkan, keridhaan gadis tidak menjadi pertimbangan dan ia tidak memiliki hak terhadapnya dengan keberadaan hak ayahnya.Jawab: Di dalamnya tidak ada yang menunjukkan tentang bolehnya menikahkan gadis dengan tanpa keridhaannya, padahal ia sudah baligh, berakal dan dewasa, serta menikahkannya dengan laki-laki yang paling tidak disukainya, meskipun ia sekufu dengannya. Hadits-hadits yang kalian jadikan sebagai hujjah sangat jelas membatalkan pendapat ini. Kalian tidak memiliki dalil yang lebih kuat dari sabdanya, "Janda lebih berhak terhadap dirinya daripada walinya." Ini hanyalah menun-jukkan secara mafhum (konteks)nya. Sementara lawan kalian membantah kalian bahwa hadits tersebut justru sebagai bantahan terhadap kalian. Jika bisa diterima (mafhum atau konteksnya) sebagai hujjah, maka tidak boleh didahulukan daripada manthuq (teks atau nash) yang jelas.Ini juga hanya menjadi dalil, jika Anda mengatakan mafhum-nya memiliki keumuman. Namun, yang benar bahwa tidak ada keumum-annya. Sebab indikasinya merujuk pada kenyataan bahwa pengkhusus-an dengan apa yang disebutkan sudah pasti memiliki manfaat. Yaitu menafikan hukum dari selainnya. Sebagaimana diketahui, pembagian selainnya menjadi hukum yang tetap dan hukum yang tidak tetap terdapat manfaat, dan bahwa menetapkan hukum lain yang didiamkan memilikimanfaat, jika tidak bertentangan dengan hukum manthuq dan perincian-nya terdapat manfaat. Namun, bagaimana bisa, sedangkan ini adalah mafhum yang menyelisihi qiyas yang jelas bahkan qiyas yang utama, seperti telah disebutkan, serta menyelisihi nash yang telah disebutkan?Renungkanlah sabda Nabi, "Dan gadis dimintai Izin oleh ayah nya," setelah sabdanya, "Janda lebih berhak terhadap dirinya daripada walinya," untuk memutuskan kerancuan pendapat tersebut dan bahwa gadis dinikahkan dengan tanpa ridhanya dan tanpa izinnya, sehingga ja tidak memiliki hak sama sekali terhadap dirinya. Kedua kalimat tersebut disambung satu sama lain sebagai penolakan terhadap kerancuan ter-sebut. Sebagaimana diketahui, bukan suatu keharusan bila janda lebih berhak terhadap dirinya daripada walinya, lantas gadis tidak memiliki hak terhadap dirinya sama sekali.Para ulama berselisih mengenai sandaran pemaksaan dalam enam pendapat:Pertama, boleh dipaksa karena masih gadis. Ini pendapat asy-Syafi'i, Malik dan Ahmad dalam satu riwayat.Kedua, boleh dipaksa karena masih anak-anak. Ini pendapat Abu Hanifah dan Ahmad dalam riwayat kedua.Ketiga, boleh dipaksa karena keduanya sekaligus, Ini riwayat ke-tiga dari Ahmad.Keempat, boleh dipaksa karena yang mana saja di antara kedua-nya yang ada. Ini riwayat keempat dari Ahmad.Kelima, dipaksa karena sudah memiliki anak. Maka, wanita janda yang sudah baligh dipaksa. Ini disampaikan oleh al-Qadhi Isma'il dari al-Hasan al-Bashri. Namun, ini menyelisihi ijma'. la mengatakan, "Ini me-miliki argumentasi yang bagus dari fiqih." Duhai merindingnya bulu romaku! Betapa ini pandangan yang hitam kelam!Keenam, boleh dipaksa wanita yang masih dalam tanggungan. Di antara keenam pendapat ini, tentunya Anda mengetahui mana pen-dapat yang kuat.Rasulullah menetapkan bahwa izin yang diberikan gadis adalah dengan diamnya, dan izin yang diberikan janda ialah dengan berbicara. Jika gadis memberikan izin dengan berbicara, maka ini lebih tegas lagi. Menurut Ibnu Hazm, tidak sah dinikahkan kecuali dengan diamnya. Ini sesuai dengan sisi Zhahiriyahnya.Mahkota Pengantin Majdi bin Manshur bin Sayyid asy-Syuri

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 23 Okt 2026Baca selengkapnya โ†’