🎓 Jejak Ilmu HSI

Laporan & catatan kegiatan Jejak Ilmu HSI

✏️ Buat Laporan
🎓 Jejak Ilmu HSI2 Juli 2026
F
Fenti Srifaryanti

📍 Kota Serang

Bab 08

Ringkasan Halaqah 69 – Pembahasan Dalil Keempat Hadits Shahih Riwayat Ali bin Abi ThalibNabi ﷺ bersabda tentang Khawarij: "Di mana saja kalian menemui mereka, maka bunuhlah mereka." (HR. Bukhari dan Muslim).Khawarij digambarkan sebagai kaum yang masih muda, semangat beribadah, banyak membaca Al-Qur'an, tetapi pemahamannya menyimpang.Sabda Nabi ﷺ: "Mereka keluar dari Islam sebagaimana anak panah melesat dari sasarannya." Maksud yang lebih kuat menurut mayoritas ulama adalah mereka keluar dari ajaran Islam (menyimpang), bukan keluar dari agama Islam menjadi kafir.Sebagian ulama berpendapat Khawarij kafir, namun pendapat yang lebih kuat adalah mereka tetap muslim, meskipun termasuk ahli bid'ah yang sangat sesat.Hal ini dikuatkan oleh perkataan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu ketika ditanya apakah Khawarij kafir. Beliau menjawab: "Mereka lari dari kekufuran." Artinya, mereka ingin menjauhi kekafiran, tetapi berlebihan hingga mengkafirkan kaum muslimin yang melakukan dosa besar.Ketika ditanya apakah mereka munafik, Ali menjawab bahwa orang munafik hanya sedikit mengingat Allah, sedangkan Khawarij sangat banyak beribadah dan berdzikir. Maka mereka bukan munafik.Ali memerangi Khawarij bukan karena mereka kafir, tetapi karena menjalankan perintah Nabi ﷺ dan karena mereka menimbulkan kerusakan besar di tengah kaum muslimin.Penyebab kesesatan Khawarij adalah fitnah syubhat (pemahaman yang rusak) yang membuat mereka buta terhadap kebenaran meskipun semangat ibadah mereka sangat tinggi.

💬 0 komentar📅 2 Jul 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI2 Juli 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Halaqah 69 | Haudh Rasulullāh yang Dijadikan Allāh Kemuliaan Rasulullāh sebagai Minuman Umatnya adalah Benar Adanya

Kitab: Aqidah Ath-ThahawiyahAudio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.Aالسلام عليكم ورحمة الله وبركاتهالحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن ولهBeliau mengatakan rahimahullāh,وَالْحَوْضُ – الَّذِي أَكْرَمَهُ اللَّهُ تَعَالَى بِهِ غِيَاثًا لِأُمَّتِهِ – حَقٌّDan diantara keyakinan Ahlussunnah wal jamaah adalah meyakini tentang telaga Rasulullāh ﷺوَالْحَوْضُ – الَّذِي أَكْرَمَهُ اللَّهُ تَعَالَى بِهِTenaga yang ini adalah di antara bentuk pemuliaan Allāh terhadap NabiNya ﷺ.Al Haud telaganya Rasulullāh ﷺ & masing-masing Nabi disebutkan di dalam hadist mereka diberikan oleh Allāh subhanahu wa ta’ala telaga masing-masing dari Nabi itu diberikan telaga oleh Allāh subhanahu wa ta’ala dan disebutkan dalam hadis bahwasanya kelak mereka akan berbangga-banggaan siapa di antara mereka yang akan menjadi yang paling banyak didatangi & Nabi ﷺ berharap bahwasanya beliaulah yang paling banyak di datangi dan yang mendatangi tenaga Nabi-Nabi tersebut adalah umatnya sendiri ketika beliau ﷺ berharap bahwasanya beliau adalah yang paling banyak didatang telaganya menunjukkan bahwasanya umat beliau adalah umat yang paling besar, umat yang paling banyak masing-masing Nabi akan diberikan akan diberikan Haud/ telaga oleh Allāh subhanahu wa ta’ala dan ini adalah ikrar pemuliaan Allāh subhanahu wa Ta’Ala kepada para Nabi tersebut, karena disaat manusia setelah mereka dihisab oleh Allāh subhanahu wa ta’ala di padang mahsyar dan kita tahu betapa lamanya mereka di padang mahsyar dalam keadaan mereka tidak minum dalam keadaan mereka tidak makan dalam keadaan matahari didekatkan kepada mereka sampai mereka berkeringat dan keringat mereka sesuai dengan kadar dosa mereka, kita lihat bagaimana manusia dalam keadaan kehausan, kehausan yang luar biasa maka Allāh subhanahu wa taala berkenan untuk memuliakan para Nabi, masing-masing dari Nabi masing-masing mereka memiliki pengikut yang beriman kepada mereka masing-masing dari Nabi Allāh subhanahu wa ta’ala memuliakan dengan diberikan telaga tersebut, termasuk diantaranya adalah Nabi ﷺ dan di situlah pengikut masing-masing dari Nabi tersebut mereka akan menghilangkan dahaga mereka akan menghilangkan hausnya mereka dan disebutkan dalam hadits bahwasanya Nabi ﷺ mengatakan,أَنَا فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِAku akan mendahului kalian di Telagaku,Jadi sebelum datang umat beliau ﷺ maka beliau ﷺ akan mendahului kita, lebih cepat daripada kita menuju ke tenaga beliau ﷺ, apa tujuannya ingin menanti umatnya menunggu umatnya ingin melayani umat beliau ﷺ yang mereka dalam keadaan kehausan yang luar biasa melayani mereka mengambilkan air dari tenaga beliau ﷺ untuk diminum oleh umat beliau yang sangat sayangi ﷺ.Dengan semangatnya beliau ﷺ mendahului kita menunggu kita, mengharap supaya umatnya datang kepada beliau ﷺ untuk diberikan oleh beliau air dari Telaga beliau ﷺ , dalam hadits yang lain beliau mendorong kita untuk bersabar beliau ingin bertemu mendorong kita untuk bersabar di dunia ya supaya dengan sebab kesabaran kita ini kesabaran kita di atas Sunnah Nabi ﷺ kesabaran kita dalam berpegang teguh dengan Sunnah Rasulullāh ﷺ ini menjadi sebab kita dimudahkan oleh Allāh subhanahu wa ta’ala untuk meminum dari telaganya beliau ﷺ.Dalam beberapa hadist yang disebutkan tentang bagaimana sifat-sifat dari telaga Rasulullāh ﷺ yang menunjukkan tentang besarnya beliau mengatakan,حَوْضِي مَسِيرَةُ شَهْرٍ، وَزَوَايَاهُ سَوَاءٌTelagaku ini adalah sepanjang perjalanan satu bulan,Telaga kalau di dunia itu kecil saja itu perjalanan mungkin sehari selesai kita mengitari sebuah Telaga tapi Telaga Nabi ﷺ itu sepanjang perjalanan satu bulanDan sisi-sisinya sama, artinya Allāh ta’ala alam, bujur sangkar dan setiap sisi itu perjalanan satu bulan dan ini menunjukkan betapa besarnya Telaga Nabi ﷺ dan ini adalah sebuah kenikmatan, kita mendatangi telaga yang besar dalam keadaan kehausan dan yang datang ke sana orang banyak tidak takut kita dengan berdesak-desakan, kalau telaga yang kecil ya Telaga di sini sangat besar meskipun umat Nabi ﷺ dari dahulu sampai yang akan datang itu adalah umat yang banyak tapi besarnya Telaga Nabi ﷺ ini menunjukkan bahwasanya mereka tidak berdasar-desakan di dalam meminumnya,مَاؤُهُ أَبْيَضُ مِنَ الورقAir dari Telaga tersebut lebih putih daripada perak dan disebutkan dalam lafadz yang lain lebih putih daripada alaban/ susu, susu yang paling putih yang kita tahu di dunia maka Telaga Nabi ﷺ itu sangat dan lebih putih daripada susu yang kita lihat,وَرِيحُهُ أَطْيَبُ مِنَ المِسْكِDan bau nya itu lebih harum daripada minyak kasturi.Minyak yang paling wangi di dunia maka haudnya Nabi ﷺ itu lebih lebih wangi lagi.وَكِيزَانُهُ كَنُجُومِ السَّمَاءِDan teko2nya itu seperti bintang yang ada di langit.Seperti bintang yang ada di langit dari dua sisi, sisi yang pertama dari sisi keindahan, jadi tekonya adalah teko-teko yang sangat indah, sesi yang kedua adalah dari sisi banyaknya teko²nya banyak sekali sebanyak bintang yang ada di langit , kalau itu adalah jumlah dari tekonya lalu bagaimana dengan gelas-gelasnya karena gelas ini lebih banyak daripada teko, ini juga kenikmatan tersendiri banyak yang manusia yang mengetahui Telaga Nabi ﷺ besarnya itu juga diimbangi dengan banyaknya gelasnya dan juga banyaknya teko sehingga tidak saling menunggu satu dengan yang lain semuanya akan segera meminum dari telaganya Rasulullāh ﷺفمَن شَرِبَ منه فلا يَظْمَأُ بَعْدَهُ أَبَدًا.Barang siapa yang meminum dari telaganya Nabi ﷺ maka dia tidak akan haus selama-lamanya.Sekali teguhkan maka dia tidak akan merasakan kehausan selama-lama, ini kelebihannya luar biasa tidak akan dia merasakan kehausan nanti akan tetap ada proses setelah itu,akan Anda proses setelah itu, mereka melewatir mereka tidak akan merasakan kehausan bahkan seandainya ada di antara mereka yang masuk ke dalam Neraka karena dosanya maka di dalam Neraka dia tidak akan merasakan kehausan, benar dia disiksa tapi karena dia sudah meminum Telaga Nabi ﷺ maka dia tidak akan tersiksa dengan kehausan tapi dia disiksa dari sisi yang lain.مَن شَرِبَ منه فلا يَظْمَأُ بَعْدَهُ أَبَدًا.

💬 0 komentar📅 2 Jul 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI2 Juli 2026
P
Poppy Adrianne

📍 Kota Bandung

Halaqah 69

ilmiyyah.comMain MenuHomeHalaqah 69 | Haudh Rasulullāh yang Dijadikan Allāh Kemuliaan Rasulullāh sebagai Minuman Umatnya adalah Benar AdanyaHalaqah 69 | Haudh Rasulullāh yang Dijadikan Allāh Kemuliaan Rasulullāh sebagai Minuman Umatnya adalah Benar AdanyaKitab: Aqidah Ath-ThahawiyahAudio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.Aالسلام عليكم ورحمة الله وبركاتهالحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن ولهBeliau mengatakan rahimahullāh,وَالْحَوْضُ – الَّذِي أَكْرَمَهُ اللَّهُ تَعَالَى بِهِ غِيَاثًا لِأُمَّتِهِ – حَقٌّDan diantara keyakinan Ahlussunnah wal jamaah adalah meyakini tentang telaga Rasulullāh ﷺوَالْحَوْضُ – الَّذِي أَكْرَمَهُ اللَّهُ تَعَالَى بِهِTenaga yang ini adalah di antara bentuk pemuliaan Allāh terhadap NabiNya ﷺ.Al Haud telaganya Rasulullāh ﷺ & masing-masing Nabi disebutkan di dalam hadist mereka diberikan oleh Allāh subhanahu wa ta’ala telaga masing-masing dari Nabi itu diberikan telaga oleh Allāh subhanahu wa ta’ala dan disebutkan dalam hadis bahwasanya kelak mereka akan berbangga-banggaan siapa di antara mereka yang akan menjadi yang paling banyak didatangi & Nabi ﷺ berharap bahwasanya beliaulah yang paling banyak di datangi dan yang mendatangi tenaga Nabi-Nabi tersebut adalah umatnya sendiri ketika beliau ﷺ berharap bahwasanya beliau adalah yang paling banyak didatang telaganya menunjukkan bahwasanya umat beliau adalah umat yang paling besar, umat yang paling banyak masing-masing Nabi akan diberikan akan diberikan Haud/ telaga oleh Allāh subhanahu wa ta’ala dan ini adalah ikrar pemuliaan Allāh subhanahu wa Ta’Ala kepada para Nabi tersebut, karena disaat manusia setelah mereka dihisab oleh Allāh subhanahu wa ta’ala di padang mahsyar dan kita tahu betapa lamanya mereka di padang mahsyar dalam keadaan mereka tidak minum dalam keadaan mereka tidak makan dalam keadaan matahari didekatkan kepada mereka sampai mereka berkeringat dan keringat mereka sesuai dengan kadar dosa mereka, kita lihat bagaimana manusia dalam keadaan kehausan, kehausan yang luar biasa maka Allāh subhanahu wa taala berkenan untuk memuliakan para Nabi, masing-masing dari Nabi masing-masing mereka memiliki pengikut yang beriman kepada mereka masing-masing dari Nabi Allāh subhanahu wa ta’ala memuliakan dengan diberikan telaga tersebut, termasuk diantaranya adalah Nabi ﷺ dan di situlah pengikut masing-masing dari Nabi tersebut mereka akan menghilangkan dahaga mereka akan menghilangkan hausnya mereka dan disebutkan dalam hadits bahwasanya Nabi ﷺ mengatakan,أَنَا فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِAku akan mendahului kalian di Telagaku,Jadi sebelum datang umat beliau ﷺ maka beliau ﷺ akan mendahului kita, lebih cepat daripada kita menuju ke tenaga beliau ﷺ, apa tujuannya ingin menanti umatnya menunggu umatnya ingin melayani umat beliau ﷺ yang mereka dalam keadaan kehausan yang luar biasa melayani mereka mengambilkan air dari tenaga beliau ﷺ untuk diminum oleh umat beliau yang sangat sayangi ﷺ.Dengan semangatnya beliau ﷺ mendahului kita menunggu kita, mengharap supaya umatnya datang kepada beliau ﷺ untuk diberikan oleh beliau air dari Telaga beliau ﷺ , dalam hadits yang lain beliau mendorong kita untuk bersabar beliau ingin bertemu mendorong kita untuk bersabar di dunia ya supaya dengan sebab kesabaran kita ini kesabaran kita di atas Sunnah Nabi ﷺ kesabaran kita dalam berpegang teguh dengan Sunnah Rasulullāh ﷺ ini menjadi sebab kita dimudahkan oleh Allāh subhanahu wa ta’ala untuk meminum dari telaganya beliau ﷺ.Dalam beberapa hadist yang disebutkan tentang bagaimana sifat-sifat dari telaga Rasulullāh ﷺ yang menunjukkan tentang besarnya beliau mengatakan,حَوْضِي مَسِيرَةُ شَهْرٍ، وَزَوَايَاهُ سَوَاءٌTelagaku ini adalah sepanjang perjalanan satu bulan,Telaga kalau di dunia itu kecil saja itu perjalanan mungkin sehari selesai kita mengitari sebuah Telaga tapi Telaga Nabi ﷺ itu sepanjang perjalanan satu bulanDan sisi-sisinya sama, artinya Allāh ta’ala alam, bujur sangkar dan setiap sisi itu perjalanan satu bulan dan ini menunjukkan betapa besarnya Telaga Nabi ﷺ dan ini adalah sebuah kenikmatan, kita mendatangi telaga yang besar dalam keadaan kehausan dan yang datang ke sana orang banyak tidak takut kita dengan berdesak-desakan, kalau telaga yang kecil ya Telaga di sini sangat besar meskipun umat Nabi ﷺ dari dahulu sampai yang akan datang itu adalah umat yang banyak tapi besarnya Telaga Nabi ﷺ ini menunjukkan bahwasanya mereka tidak berdasar-desakan di dalam meminumnya,مَاؤُهُ أَبْيَضُ مِنَ الورقAir dari Telaga tersebut lebih putih daripada perak dan disebutkan dalam lafadz yang lain lebih putih daripada alaban/ susu, susu yang paling putih yang kita tahu di dunia maka Telaga Nabi ﷺ itu sangat dan lebih putih daripada susu yang kita lihat,وَرِيحُهُ أَطْيَبُ مِنَ المِسْكِDan bau nya itu lebih harum daripada minyak kasturi.Minyak yang paling wangi di dunia maka haudnya Nabi ﷺ itu lebih lebih wangi lagi.وَكِيزَانُهُ كَنُجُومِ السَّمَاءِDan teko2nya itu seperti bintang yang ada di langit.Seperti bintang yang ada di langit dari dua sisi, sisi yang pertama dari sisi keindahan, jadi tekonya adalah teko-teko yang sangat indah, sesi yang kedua adalah dari sisi banyaknya teko²nya banyak sekali sebanyak bintang yang ada di langit , kalau itu adalah jumlah dari tekonya lalu bagaimana dengan gelas-gelasnya karena gelas ini lebih banyak daripada teko, ini juga kenikmatan tersendiri banyak yang manusia yang mengetahui Telaga Nabi ﷺ besarnya itu juga diimbangi dengan banyaknya gelasnya dan juga banyaknya teko sehingga tidak saling menunggu satu dengan yang lain semuanya akan segera meminum dari telaganya Rasulullāh ﷺفمَن شَرِبَ منه فلا يَظْمَأُ بَعْدَهُ أَبَدًا.Barang siapa yang meminum dari telaganya Nabi ﷺ maka dia tidak akan haus selama-lamanya.Sekali teguhkan maka dia tidak akan merasakan kehausan selama-lama, ini kelebihannya luar biasa tidak akan dia merasakan kehausan nanti akan tetap ada proses setelah itu,akan Anda proses setelah itu, mereka melewatir mereka tidak akan merasakan kehausan bahkan seandainya ada di antara mereka yang masuk ke dalam Neraka karena dosanya maka di dalam Neraka dia tidak akan merasakan kehausan, benar dia disiksa tapi karena dia sudah meminum Telaga Nabi ﷺ maka dia tidak akan tersiksa dengan kehausan tapi dia disiksa dari sisi yang lain.

💬 0 komentar📅 2 Jul 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI2 Juli 2026
I
Icha Nur Faizah Hatta

📍 Kota Depok

Halaqah 19 | Penjelasan Pembatal Keislaman Ke Delapan Bagian 1

بسم الله الرحمن الرحيمالسلام عليكم ورحمة الله وبركاتهالحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاهHalaqah yang ke sembilan belas dari Silsilah Ilmiyyah Pembahasan Kitab Nawaqidul Islam yang ditulis oleh Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah.Berkata Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah,الثَّامِنُ:مُظَاهَرَةُ المُشْرِكِينَ وَمُعَاوَنَتُهُمْ عَلَى المُسْلِمِينَوَالدَّلِيلُ قَوْلُهُ تَعَالَى وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِين“Yang ke delapan: menolong orang-orang musyrikin dan membantu mereka di dalam memerangi kaum muslimin. Dalilnya adalah firman Allah yang artinya ‘Dan barangsiapa yang menolong mereka maka sesungguhnya dia termasuk mereka. Sesungguhnya Allah tidak akan memberikan petunjuk kepada orang-orang yang dzalim.’ [Al Maidah : 51]”Yang dimaksud dengan menolong orang-orang musyrikin atau orang-orang kafir dan membantu mereka di dalam memerangi orang-orang Islam adalah menolong orang-orang kafir ketika terjadi peperangan antara kaum muslimin dengan orang-orang kafir, dengan maksud supaya mereka menang dan mengalahkan kaum muslimin sehingga agama orang-orang kafir lebih nampak daripada agama kaum muslimin.Seorang muslim yang sejati adalah seorang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya, senang ketika Allah dan Rasul-Nya ditaati, gembira melihat agama Allah nampak di bumi, melihat tauhid dan sunnah tersebar. Sebaliknya, dia bersedih ketika melihat kekufuran, kebid’ahan, dan kemaksiatan.Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda,ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلَاوَةَ الْإِيْمَانِ:أَنْ يَكُونَ اللهُ وَرَسُولُهُ أحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سَوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إلاَّ لِلهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ“Tiga perkara apabila ada pada diri seseorang, maka dia menemukan kelezatan iman.1. Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada selain keduanya.2. Mencintai orang lain, tidak mencintainya kecuali karena Allah. Yaitu mencintainya karena dia taat kepada Allah.3. Dia benci untuk kembali kepada kekufuran, sebagaimana dia benci apabila dilempar ke dalam api.”[Hadits shahih riwayat Bukhari dan Muslim]Kalau demikian, maka menolong orang-orang kafir dan mencintai kekufuran mereka dan senang apabila orang-orang musyrikin tersebut agamanya lebih nampak daripada agama kaum muslimin, maka ini adalah sebuah kekufuran.Adapun orang yang membantu orang-orang musyrikin dan orang-orang kafir dalam memerangi kaum muslimin tetapi bukan karena cinta dengan agama orang-orang kafir tersebut dan bukan karena senang apabila agama orang-orang kafir lebih nampak dari agama kaum muslimin, contohnya dia menolong karena keinginan duniawi seperti jabatan, harta, wanita, dll, maka orang yang demikian telah melakukan dosa besar tetapi tidak sampai keluar dari agama Islam. Ini termasuk kefasikan. Kalau dia meninggal dalam keadaan seperti ini, maka dia telah meninggal dunia dalam keadaan membawa dosa besar. Keadaannya di akhirat adalah seperti pelaku dosa besar yang lain. Dia di bawah kehendak Allah. Kalau Allah menghendaki maka Allah mengampuni, dan kalau Allah menghendaki maka Allah akan mengadzab dia terlebih dahulu di dalam neraka.Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini. Semoga bermanfaat dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

💬 0 komentar📅 2 Jul 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI2 Juli 2026
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada Hari Akhir – Halaqah 69: Al-Jannah dan Kenikmatannya (Bag. 4)

Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada Hari Akhir – Halaqah 69: Al-Jannah dan Kenikmatannya (Bag. 4) 🌿 Al-Jannah dan Kenikmatannya (Bag. 4)✨ Penduduk surgaMasuk surga dalam keadaan sempurna.Berusia sekitar 33 tahun (riwayat lain menyebut 30 atau 33 tahun).Tidak berjenggot, tubuh tanpa rambut, bercelak, kulit putih, dan tinggi 60 hasta. (HR. Tirmidzi & Ahmad)💜 Bidadari surgaAllah menikahkan laki-laki penghuni surga dengan bidadari.Bermata indah (ḥūr 'īn), sangat cantik, sebaya umurnya.Diciptakan langsung oleh Allah sebagai perawan yang penuh cinta kepada suaminya.Cantiknya seperti mutiara, yakut, dan marjan.Suci, tidak haid, serta menjaga pandangan hanya untuk suaminya.Kerudung seorang bidadari lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya. (HR. Bukhari)🌸 Istri yang berimanIstri di dunia yang beriman akan menjadi istri suaminya di surga.Keluarga yang beriman akan dipertemukan kembali di surga dengan izin Allah. (QS. Ar-Ra'd: 23)🍇 Kenikmatan lainnyaPenghuni surga memperoleh kekuatan yang sempurna dalam makan, minum, dan kenikmatan lainnya.Dilayani oleh pelayan-pelayan muda yang indah laksana mutiara bertebaran. (QS. Al-Waqi'ah: 17, QS. Al-Insan: 19)📖 Dalil utamaQS. At-Thur: 20QS. An-Naba': 33QS. Al-Waqi'ah: 23, 35–37QS. Ar-Rahman: 56–58QS. Al-Baqarah: 25QS. Ar-Ra'd: 23QS. Al-Waqi'ah: 17QS. Al-Insan: 19Sumber: Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada Hari Akhir – Halaqah 69: Al-Jannah dan Kenikmatannya (Bag. 4).

💬 0 komentar📅 2 Jul 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI1 Juli 2026
P
Poppy Adrianne

📍 Kota Bandung

Halaqah 68

ilmiyyah.comMain MenuHomeHalaqah 68 | Rasulullah Di-Isra’-kan di Malam Hari dan Dinaikkan ke Langit dengan Jasmaninya dalam Keadaan SadarHalaqah 68 | Rasulullah Di-Isra’-kan di Malam Hari dan Dinaikkan ke Langit dengan Jasmaninya dalam Keadaan SadarKitab: Aqidah Ath-ThahawiyahAudio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.Aالسلام عليكم ورحمة الله وبركاتهالحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن ولهBeliau mengatakan rahimahullāh,وَقَدْ أُسْرِيَ بِالنَّبِيِّ ﷺ وَعُرِجَ بِشَخْصِهِ فِي الْيَقَظَةِ، إِلَى السَّمَاءِDan telah di isra kan Nabi ﷺ.Yang dimaksud dengan Isra adalah perjalanan dimalam hariسُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ..۝[QS Al Isro 1]Maha Suci Allāh yang menjalankan hambanya di malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, supaya kami menampakkan kepadanya di antara tanda² kekuasaan.Dengan burok dan ditemani oleh Malaikat Jibril dan di sana beliau mengimami para Nabi ini adalah tanda² kekuasaan Allāh subhanahu wa ta’ala. dari Makkah ke Masjidil Aqsa ini biasanya kalau ditempuh dengan unta ini memerlukan perjalanan 1 bulan kalau bulak balik berarti 2 bulan, Nabi ﷺ meninggalkan Mekkah ke Masjidil Aqsa dan kembali ke Mekah sebelum datang waktu pagi hari, ada yang mengatakan bahwasanya Isra dan juga Mi’raj saat itu terjadi dalam satu malam dan di pagi hari Nabi ﷺ sudah berada di kota Mekah sehingga orang-orang musyrikin Quraisy saat itu mereka menertawakan Nabi ﷺ kemudian mengajak Abu Bakar untuk mendustakan Nabi, karenanya adalah kabar yang tidak masuk tapi Ash Sidik dan dinamakan Ash Sidik karena beliau sangat membenarkan Nabi ﷺ di saat manusia mereka mendustakan Nabi dan meragukan kabar Nabi maka beliau membenarkan apa yang datang dari Nabi ﷺ beliau membenarkan Nabi ﷺ dan bahwasanya datang kepada beliau Wahyu di waktu pagi maupun sore, kalau hanya kabar tentang beliau pergi dari Makkah ke Masjidil Aqsa kemudian ke sidratumuntaha dan kembali ke Mekah dalam satu malam maka ini bukan sesuatu yang aneh-aneh karena Abu Bakar membenarkan yang lebih dahsyat daripada itu bagaimana hanya sekedar dijalankan, itulah Allāh yang عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ , Ahlussunnah membenarkan, membenarkan bahwasanya Nabi ﷺ di isra mi’raj, isra di dalam surat Al-isra sebagaimana dalam ayat yang sebutkan, dan Mi’raj ini ada dalam surat An-Najm.وَعُرِجَ بِشَخْصِهِ فِي الْيَقَظَةِ، إِلَى السَّمَاءِDan di angkat dengan diri beliau.Kenapa di sini disebutkan oleh Abu Ja’far Ath thohawiy karena adanya sebagian orang yang mengatakan iya kami beriman bahwasanya Nabi ﷺ beliau di Isra – Mi’raj kan namun katanya ini adalah dalam mimpi atau ini adalah hanya rohnya saja jadi nyawanya saja yang di isra kan dan nyawanya saja yang di Mi’raj kan bukan dengan badannya, maka beliau mengatakanوَعُرِجَ بِشَخْصِهِBeliau di Mi’raj kan dengan badannya dengan diri beliau semua yaitu dengan nyawa dan juga raganya & inilah yang hak bukan dengan nyawanya karena Allāh subhanahu wa ta’ala mengatakanسُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِMaha suci Allāh subhanahu wa ta’ala yang telah menjalankan hambanya.Dan hamba dinamakan hamba dengan badannya dan juga nyawanya, dinamakan hamba/abdu dengan badannya dan juga nyawa itulah hamba bukan nyawanya saja, tapi jasad dan juga nyawanya itulah hamba.Hamba terdiri dari dua perkara. Dalam surat An-Najm Allāh mengatakan,فَأَوْحَى إِلَى عَبْدِهِ مَا أَوْحَى ۝[QS An-Najm 10]Allah mau wahyukan kepada hambaNya apa yang dia wahyukan.Dan hamba ini terdiri dari badan dan juga nya, ini maksud ucapan beliauوَعُرِجَ بِشَخْصِهِفِي الْيَقَظَةِKetika beliau dalam keadaan bangun.Artinya bukan dalam keadaan tidur, sebagian orang ada yang meyakini isra dan juga Miraj Nabi ﷺ tapi dia meyakini bahwasanya itu semua terjadi ketika Nabi ﷺ dalam keadaan tidur, yaitu dalam keadaan bermimpi, padahal beliau di Mekkah tapi beliau bermimpi pergi dari Makkah menuju Masjidil Aqsa kemudian diangkat oleh Allāh ﷻ ke sidratumuntaha kemudian kembali ke Mekkah, itu terjadi dalam keadaan mimpi. Ini adalah bathil yang benar yang shahih bahwasanya beliau ﷺ di Isra dan di Mi’raj kan oleh Allāh ﷻ dalam bangun, dalam keadaan beliau bangun dan tidak dalam keadaan mimpi,apa dalilnya?Dalilnya orang² musyrikin mengingkari, orang² musyrikin Quraisy mereka mengingkari.Mungkinkah mereka mengingkari Nabi bermimpi kalau hanya sekedar mimpi, kalau sekedar mimpi maka siapa di antara kita yang mengingkari? ada orang yang cerita anak bermimpi ke Mekah bersama bapak ibu bersama keluarga anda dan seterusnya, sementara keadaannya bukan orang yang berkemampuan tapi dia bermimpi apakah kita mendustakan? Bohong masa kamu mimpi ke Mekah, kalau hanya sekedar mimpi semua orang juga bisa bermimpi , ada orang bermimpi saya bermimpi saya punya istana yang demikian dan demikian dia ceritakan kepada orang, maka kita katakan mungkin saja bermimpi, itu namanya mimpi, orang dalam mimpinya melihat apa saja anak kecil mungkin dia menjadi Superman, memang benar itu hanya mimpi, yang kita dustakan kalau dia mengatakan saya benar-benar menjadi Superman bisa terbang itu yang kita dustakan tapi kalau hanya sekedar mimpi siapa saja bisa bermimpi.Sekarang yang terjadi Nabi ﷺ seluruh didustakan oleh orang² musyrikin kalau hanya sekedar mimpi tentunya tidak didustakan oleh mereka ketika mereka mendustakan berarti ini adalah hak Nabi ﷺ di Isra kan di Mi’raj kan oleh Allāh ﷻ dalam keadaan الْيَقَظَةِ (bangun)إِلَى السَّمَاءِ.Diangkat ke atas,ثُمَّ إِلَى حَيْثُ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الْعُلَاKemudian Allāh subhanahu wa ta’ala mengangkat beliau yaitu keatas kemudian ke tempat yang Allāh kehendaki, tempat yang tinggi yang Allāh kehendaki yaitu ke Sidratumuntaha, ini adalah batas nya tidak melebihi dari itu, kemudianوَأَكْرَمَهُ اللَّهُ بِمَا شَاءَ، وَأَوْحَى إِلَيْهِ مَا أَوْحَى،Dan Allah subhanahu wa ta’ala memuliakan beliau dengan apa yang Dia kehendaki.Dipertemukan dengan para Anbiya diwajibkan kepada beliau shalat lima waktu secara langsung Allāh subhanahu wa ta’ala mengajak berbicara kepada beliau, memperlihatkan kepada beliau Surga dan Neraka ini semuanya adalah iqrar Allāh memuliakan beliau siapa selain beliau yang didemikiankan oleh Allāh subhanahu wa ta’ala, dimuliakan oleh Allāh sedemikian rupa, ini adalah ikrar termasuk mukjizat Nabi ﷺ Isra dan juga Mi’raj, Allāh subhanahu wa ta’ala banyak memuliakan mengistimewakan Nabi ﷺ dibandingkan dengan yang lain,وَأَكْرَمَهُ اللَّهُ بِمَا شَاءَ،Allāh subhanahu wa ta’ala memuliakan beliau dengan apa yang Allāh kehendaki.Ketika di Isra kan dan juga di Mi’raj kan,وَأَوْحَى إِلَيْهِ مَا أَوْحَى،Dan Allāh subhanahu wa ta’ala mewahyukan kepada beliau apa yang Allāh Wahyukan,sebagaimana dalam ayatفَأَوْحَىٰٓ إِلَىٰ عَبْدِهِۦ مَآ أَوْحَىٰ[QS An Najm 10]Maka Allāh subhanahu wa ta’ala mewahyukan kepada hambaNya apa yang Dia Wahyukan.Termasuk diantaranya adalah kewajiban shalat lima waktu, Allāh subhanahu wa ta’ala langsung wajibkan kepada Rasulullāh ﷺ di atas sana, bukan di bumi menunjukkan keutamaan shalat lima waktu.Ini adalah keyakinan dan aqidah Ahlussunnah wal jamaah di dalam masalah isra dan juga Mi’raj nya Rasulullāh ﷺ. Harus kita yakini jangan kita seperti orang² yang mengedepankan akalnya kemudian dia menolak kabar yang berkaitan dengan Nabi ﷺ yang dianggap ini tidak sesuai dengan akal mereka.

💬 0 komentar📅 1 Jul 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI1 Juli 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Halaqah 68 | Rasulullah Di-Isra’-kan di Malam Hari dan Dinaikkan ke Langit dengan Jasmaninya dalam Keadaan Sadar

Kitab: Aqidah Ath-ThahawiyahAudio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.Aالسلام عليكم ورحمة الله وبركاتهالحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن ولهBeliau mengatakan rahimahullāh,وَقَدْ أُسْرِيَ بِالنَّبِيِّ ﷺ وَعُرِجَ بِشَخْصِهِ فِي الْيَقَظَةِ، إِلَى السَّمَاءِDan telah di isra kan Nabi ﷺ.Yang dimaksud dengan Isra adalah perjalanan dimalam hariسُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ..۝[QS Al Isro 1]Maha Suci Allāh yang menjalankan hambanya di malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, supaya kami menampakkan kepadanya di antara tanda² kekuasaan.Dengan burok dan ditemani oleh Malaikat Jibril dan di sana beliau mengimami para Nabi ini adalah tanda² kekuasaan Allāh subhanahu wa ta’ala. dari Makkah ke Masjidil Aqsa ini biasanya kalau ditempuh dengan unta ini memerlukan perjalanan 1 bulan kalau bulak balik berarti 2 bulan, Nabi ﷺ meninggalkan Mekkah ke Masjidil Aqsa dan kembali ke Mekah sebelum datang waktu pagi hari, ada yang mengatakan bahwasanya Isra dan juga Mi’raj saat itu terjadi dalam satu malam dan di pagi hari Nabi ﷺ sudah berada di kota Mekah sehingga orang-orang musyrikin Quraisy saat itu mereka menertawakan Nabi ﷺ kemudian mengajak Abu Bakar untuk mendustakan Nabi, karenanya adalah kabar yang tidak masuk tapi Ash Sidik dan dinamakan Ash Sidik karena beliau sangat membenarkan Nabi ﷺ di saat manusia mereka mendustakan Nabi dan meragukan kabar Nabi maka beliau membenarkan apa yang datang dari Nabi ﷺ beliau membenarkan Nabi ﷺ dan bahwasanya datang kepada beliau Wahyu di waktu pagi maupun sore, kalau hanya kabar tentang beliau pergi dari Makkah ke Masjidil Aqsa kemudian ke sidratumuntaha dan kembali ke Mekah dalam satu malam maka ini bukan sesuatu yang aneh-aneh karena Abu Bakar membenarkan yang lebih dahsyat daripada itu bagaimana hanya sekedar dijalankan, itulah Allāh yang عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ , Ahlussunnah membenarkan, membenarkan bahwasanya Nabi ﷺ di isra mi’raj, isra di dalam surat Al-isra sebagaimana dalam ayat yang sebutkan, dan Mi’raj ini ada dalam surat An-Najm.وَعُرِجَ بِشَخْصِهِ فِي الْيَقَظَةِ، إِلَى السَّمَاءِDan di angkat dengan diri beliau.Kenapa di sini disebutkan oleh Abu Ja’far Ath thohawiy karena adanya sebagian orang yang mengatakan iya kami beriman bahwasanya Nabi ﷺ beliau di Isra – Mi’raj kan namun katanya ini adalah dalam mimpi atau ini adalah hanya rohnya saja jadi nyawanya saja yang di isra kan dan nyawanya saja yang di Mi’raj kan bukan dengan badannya, maka beliau mengatakanوَعُرِجَ بِشَخْصِهِBeliau di Mi’raj kan dengan badannya dengan diri beliau semua yaitu dengan nyawa dan juga raganya & inilah yang hak bukan dengan nyawanya karena Allāh subhanahu wa ta’ala mengatakanسُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِMaha suci Allāh subhanahu wa ta’ala yang telah menjalankan hambanya.Dan hamba dinamakan hamba dengan badannya dan juga nyawanya, dinamakan hamba/abdu dengan badannya dan juga nyawa itulah hamba bukan nyawanya saja, tapi jasad dan juga nyawanya itulah hamba.Hamba terdiri dari dua perkara. Dalam surat An-Najm Allāh mengatakan,فَأَوْحَى إِلَى عَبْدِهِ مَا أَوْحَى ۝[QS An-Najm 10]Allah mau wahyukan kepada hambaNya apa yang dia wahyukan.Dan hamba ini terdiri dari badan dan juga nya, ini maksud ucapan beliauوَعُرِجَ بِشَخْصِهِفِي الْيَقَظَةِKetika beliau dalam keadaan bangun.Artinya bukan dalam keadaan tidur, sebagian orang ada yang meyakini isra dan juga Miraj Nabi ﷺ tapi dia meyakini bahwasanya itu semua terjadi ketika Nabi ﷺ dalam keadaan tidur, yaitu dalam keadaan bermimpi, padahal beliau di Mekkah tapi beliau bermimpi pergi dari Makkah menuju Masjidil Aqsa kemudian diangkat oleh Allāh ﷻ ke sidratumuntaha kemudian kembali ke Mekkah, itu terjadi dalam keadaan mimpi. Ini adalah bathil yang benar yang shahih bahwasanya beliau ﷺ di Isra dan di Mi’raj kan oleh Allāh ﷻ dalam bangun, dalam keadaan beliau bangun dan tidak dalam keadaan mimpi,apa dalilnya?Dalilnya orang² musyrikin mengingkari, orang² musyrikin Quraisy mereka mengingkari.Mungkinkah mereka mengingkari Nabi bermimpi kalau hanya sekedar mimpi, kalau sekedar mimpi maka siapa di antara kita yang mengingkari? ada orang yang cerita anak bermimpi ke Mekah bersama bapak ibu bersama keluarga anda dan seterusnya, sementara keadaannya bukan orang yang berkemampuan tapi dia bermimpi apakah kita mendustakan? Bohong masa kamu mimpi ke Mekah, kalau hanya sekedar mimpi semua orang juga bisa bermimpi , ada orang bermimpi saya bermimpi saya punya istana yang demikian dan demikian dia ceritakan kepada orang, maka kita katakan mungkin saja bermimpi, itu namanya mimpi, orang dalam mimpinya melihat apa saja anak kecil mungkin dia menjadi Superman, memang benar itu hanya mimpi, yang kita dustakan kalau dia mengatakan saya benar-benar menjadi Superman bisa terbang itu yang kita dustakan tapi kalau hanya sekedar mimpi siapa saja bisa bermimpi.Sekarang yang terjadi Nabi ﷺ seluruh didustakan oleh orang² musyrikin kalau hanya sekedar mimpi tentunya tidak didustakan oleh mereka ketika mereka mendustakan berarti ini adalah hak Nabi ﷺ di Isra kan di Mi’raj kan oleh Allāh ﷻ dalam keadaan الْيَقَظَةِ (bangun)إِلَى السَّمَاءِ.Diangkat ke atas,ثُمَّ إِلَى حَيْثُ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الْعُلَاKemudian Allāh subhanahu wa ta’ala mengangkat beliau yaitu keatas kemudian ke tempat yang Allāh kehendaki, tempat yang tinggi yang Allāh kehendaki yaitu ke Sidratumuntaha, ini adalah batas nya tidak melebihi dari itu, kemudianوَأَكْرَمَهُ اللَّهُ بِمَا شَاءَ، وَأَوْحَى إِلَيْهِ مَا أَوْحَى،Dan Allah subhanahu wa ta’ala memuliakan beliau dengan apa yang Dia kehendaki.Dipertemukan dengan para Anbiya diwajibkan kepada beliau shalat lima waktu secara langsung Allāh subhanahu wa ta’ala mengajak berbicara kepada beliau, memperlihatkan kepada beliau Surga dan Neraka ini semuanya adalah iqrar Allāh memuliakan beliau siapa selain beliau yang didemikiankan oleh Allāh subhanahu wa ta’ala, dimuliakan oleh Allāh sedemikian rupa, ini adalah ikrar termasuk mukjizat Nabi ﷺ Isra dan juga Mi’raj, Allāh subhanahu wa ta’ala banyak memuliakan mengistimewakan Nabi ﷺ dibandingkan dengan yang lain,وَأَكْرَمَهُ اللَّهُ بِمَا شَاءَ،Allāh subhanahu wa ta’ala memuliakan beliau dengan apa yang Allāh kehendaki.Ketika di Isra kan dan juga di Mi’raj kan,وَأَوْحَى إِلَيْهِ مَا أَوْحَى،Dan Allāh subhanahu wa ta’ala mewahyukan kepada beliau apa yang Allāh Wahyukan,sebagaimana dalam ayatفَأَوْحَىٰٓ إِلَىٰ عَبْدِهِۦ مَآ أَوْحَىٰ[QS An Najm 10]Maka Allāh subhanahu wa ta’ala mewahyukan kepada hambaNya apa yang Dia Wahyukan.Termasuk diantaranya adalah kewajiban shalat lima waktu, Allāh subhanahu wa ta’ala langsung wajibkan kepada Rasulullāh ﷺ di atas sana, bukan di bumi menunjukkan keutamaan shalat lima waktu.Ini adalah keyakinan dan aqidah Ahlussunnah wal jamaah di dalam masalah isra dan juga Mi’raj nya Rasulullāh ﷺ. Harus kita yakini jangan kita seperti orang² yang mengedepankan akalnya kemudian dia menolak kabar yang berkaitan dengan Nabi ﷺ yang dianggap ini tidak sesuai dengan akal mereka.

💬 0 komentar📅 1 Jul 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI1 Juli 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

Halaqah 18

Halaqah yang Ke -18 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada para Rasul ‘alayhimussalam adalah tentang Cara Beriman Kepada Para Rasul ‘alayhimussalam Bagian yang Ke enam belas.👤 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.ADiantara dalil dari As-Sunnah atas adanya Al-Karamah① Kisah Abu bakar Asy Sidik radhiyallahu ‘anhu ketika memberi makan sebagian ahlu suffah yang datang kepada beliau, setiap kali mereka mengambil satu suapan maka makanannya bertambah banyak di riwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim② Kisah dua orang shahabat Nabi ﷺ, yaitu ‘Usaid bin Hudhair dan Abbad bin Bisr semoga Allah meridhai keduanya, ketika keduanya keluar dari sisi Nabi ﷺ, di suatu malam yang gelap gulita dan di depan mereka ada cahaya, kemudian ketika mereka berpisah terbagilah cahaya tersebut menjadi dua. diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhâri③ Kisah Juraij seorang laki-laki yang shaleh dari kalangan bani israil yang dituduh berzina dengan seorang wanita ia mengaku hamil karena Juraij, kemudian ketika wanita tersebut melahirkan maka Juraij mengusap kepala bayi tersebut, sehingga bayi tersebut sehingga bayi tersebut bisa menyebutkan siapa bapaknya. di riwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam MuslimKemudian di sana ada beberapa keterangan yang berkaitan dengan Al-Karamah① Al-Karamah yang paling agung bagi seorang hamba adalah istiqamahnya dia diatas jalan yang lurus② Al-Karamah bagi para wali Allah adalah ayat (Mu’jizah) bagi para Nabi,karena wali Allah tidak mendapatkannya kecuali karena keimanan dia kepada rasul tersebut③ Al-Karamah akan tetap ada sampai akhir zaman④ Al-Karamah tidak dijadikan ukuran seseorang lebih afdhal daripada orang yang tidak mendapatkan Al KaromahYang demikian karena Al-Karamah terjadi di antaranya untuk menguatkan keimanan orang tersebut, oleh karena itu Al-Karamah di zaman shahabat radhiyallahu ‘anhum lebih sedikit daripada Al-Karamah di zaman Tabi’in, karena iman dan keyakinan para sahabat lebih kuat dari pada keimanan dan juga keyakinan para Tabi’in⑤ Jangan sampai seseorang terjerumus kedalam pengingkaran terhadap Al-Karamahseperti orang-orang falasifah dan juga Mu’tazilah dan jangan sampai seseorang berlebih-lebihan didalam masalah Al-Karamah seperti orang-yang yang menjadikan Al-Karamah sebagai ukuran kewalian

💬 0 komentar📅 1 Jul 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI1 Juli 2026
D
Dwi Nurfahriani

📍 Kota Palu

Halaqah 18: Cara Beriman Kepada Para Rasul (Bagian 16)

Halaqah 18:Cara Beriman Kepada Para Rasul (Bagian 16)Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالىDiantara dalil dari As-Sunnah atas adanya Al-Karamah1. Kisah Abu bakar Asy Sidik radhiyallahu ‘anhu Ketika memberi makan sebagian ahlu suffah yang datang kepada beliau, setiap kali mereka mengambil satu suapan maka makanannya bertambah banyak di riwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim.2. Kisah dua orang sahabat Nabi ﷺ‘Usaid bin Hudhair dan Abbad bin Bisr semoga Allah meridhai keduanya, ketika keduanya keluar dari sisi Nabi ﷺ, di suatu malam yang gelap gulita dan di depan mereka ada cahaya, kemudian ketika mereka berpisah terbagilah cahaya tersebut menjadi dua. Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhâri3. Kisah Juraij seorang laki-laki yang Shaleh dari Kalangan Bani IsrailDituduh berzina dengan seorang wanita ia mengaku hamil karena Juraij, kemudian ketika wanita tersebut melahirkan maka Juraij mengusap kepala bayi tersebut, sehingga bayi tersebut sehingga bayi tersebut bisa menyebutkan siapa bapaknya. Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim.Beberapa keterangan yang berkaitan dengan Al-Karamah:① Al-Karamah yang paling agung bagi seorang hamba adalah istiqamahnya dia diatas jalan yang lurus.② Al-Karamah bagi para wali Allah adalah ayat (Mu’jizah) bagi para Nabi, karena wali Allah tidak mendapatkannya kecuali karena keimanan dia kepada rasul tersebut.③ Al-Karamah akan tetap ada sampai akhir zaman.④ Al-Karamah tidak dijadikan ukuran seseorang lebih afdhal daripada orang yang tidak mendapatkan Al Karomah.Yang demikian karena Al-Karamah terjadi di antaranya untuk menguatkan keimanan orang tersebut, oleh karena itu Al-Karamah di zaman shahabat radhiyallahu ‘anhum lebih sedikit daripada Al-Karamah di zaman Tabi’in, karena iman dan keyakinan para sahabat lebih kuat dari pada keimanan dan juga keyakinan para Tabi’in.⑤ Jangan sampai seseorang terjerumus kedalam pengingkaran terhadap Al-Karamah,seperti orang-orang falasifah dan juga Mu’tazilah dan jangan sampai seseorang berlebih-lebihan didalam masalah Al-Karamah seperti orang-yang yang menjadikan Al-Karamah sebagai ukuran kewalian.

💬 0 komentar📅 1 Jul 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI1 Juli 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Halaqah 68

Rabu, 1 Juli 2026Jejak Ilmu HSI@komunitasbeekindHalaqah 68Bab 8 - Sesuatu yang Berkaitan dengan Bid'ah Termasuk Dosa Besar yang Paling DahsyatPembahasan Dalil Ketiga QS. Al-An-Nahl 25 (Bagian 2)(Kitāb Fadhlul Islām karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahāb rahimahullāh)Syaikh mendatangkan firman Allāh ﷻ:۞ الَّذِينَ يُضِلُّونَهُمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ(Mengenai orang-orang yang telah mereka sesatkan tanpa ilmu). Serta kelanjutan ayatnya:أَلَا سَاءَ مَا يَزِرُونَArtinya:“Sungguh jelas apa yang mereka tanggung (dosa yang harus mereka tanggung).”  ​Beban Pertanggungjawaban Dosa Pelaku Bid'ah (Mubtadi)​Menanggung Dosa Dua Arah:Dosa yang harus dipertanggungjawabkan oleh muntadi (pelaku/pembuat bid'ah) adalah dosa bid'ah dirinya sendiri serta dosa bid'ah yang dilakukan oleh orang lain yang telah dia sesatkan tanpa ilmu.​Beratnya Beban Dosa:Mempertanggungjawabkan dosa sendiri saja sudah terasa berat, terlebih lagi jika harus ditambah dengan dosa bid'ah orang lain yang ikut mengamalkannya karena didakwahkan, diajak, atau disesatkan olehnya. Hal ini menunjukkan besarnya bahaya bid'ah dan bahaya mengajak orang lain untuk melakukan kebid’ahan.Karakteristik Pelaku Bid'ah (Ahlul Bid'ah)​Niat Beribadah:Ketika melakukan kebid’ahan, ahlul bid'ah menyangka dan meniatkan perbuatannya sebagai bentuk taqarrub (mendekatkan diri) serta beribadah kepada Allāh ﷻ.​Menganggap sebagai Kebaikan:Karena menganggap kebid’ahan tersebut merupakan suatu kebaikan dan bentuk ibadah kepada Allāh, mereka tidak ragu-ragu untuk mengajak orang lain.  ​Dakwah secara Terang-terangan:Berbeda dengan pelaku maksiat, pelaku bid'ah mengajak orang lain bahkan secara terang-terangan karena menyangka itu adalah ibadah, dengan tujuan memasukkan orang lain ke dalam ibadah tersebut.Dampak Menyesatkan:Tindakan tersebut akhirnya membuat dia menyesatkan dirinya sendiri sekaligus menyesatkan orang lain. Dia melakukan dosa bid'ah dan menyebabkan orang lain ikut melakukan dosa bid'ah tersebut. Jika ajakan atau dakwahnya diterima, maka dosanya akan menjadi semakin besar.Karakteristik Pelaku Maksiat atau Dosa Besar (Ahlul Maksiat)​Keadaan pelaku maksiat sangat berbeda dengan pelaku bid'ah karena hal-hal berikut:​Menyadari Kesalahan:Setiap pelaku dosa besar merasa dan menyadari sepenuhnya bahwasanya perbuatan yang mereka lakukan adalah sebuah kesalahan dan dosa besar. Walaupun mereka terkadang tidak bisa mengendalikan dirinya, rata-rata mereka tahu itu adalah kemaksiatan.​Memiliki Rasa Malu:Pelaku maksiat merasa malu untuk melakukan dosanya, apalagi jika sampai mengajak orang lain. Mereka akan menyembunyikan perbuatannya dari anaknya, tetangganya, serta orang lain karena tidak ingin orang lain mengetahui apa yang mereka perbuat. Mereka juga tidak ingin orang lain ikut terkena dosa seperti mereka.​Contoh Kasus Pelaku Maksiat:​Pelaku Zina:Seseorang yang melakukan dosa zina akan merasa menyesal setelahnya (mempertanyakan mengapa hal itu bisa terjadi) dan merasa malu jika perbuatannya dilihat orang lain, sehingga dia tidak akan mengajak orang lain untuk berzina.  ​Pekerja di Tempat Ribawi:Seseorang yang bekerja di tempat ribawi tahu bahwa dirinya salah, bertentangan dengan syariat, dan tempat kerjanya bermasalah. Ketika ditanya orang mengenai tempat kerjanya, dia merasa malu dan tidak mau menyebutkannya, sehingga tidak mungkin dia mengajak orang lain untuk melakukan maksiat tersebut.  ​Mencukupkan Dosa pada Diri Sendiri:Pelaku maksiat berada dalam keadaan malu dan mengetahui dirinya keliru, sehingga dia mencukupkan dosa kabirah (dosa besar) itu hanya pada dirinya sendiri dan tidak sampai mendakwahkannya kepada orang lain.KesimpulanTujuan Pendalilan Syaikh rahimahullāh mendatangkan ayat tersebut dalam bab ini untuk menunjukkan kepada kita bahwa dosa bidah itu lebih dahsyat, lebih berbahaya, dan lebih besar dosanya daripada dosa besar atau kemaksiatan biasa. Kebidahan lebih berbahaya daripada kemaksiatan karena kebanyakan pelaku bid'ah menganggap perbuatannya sebagai bentuk taqarrub dan ibadah, sehingga mereka tidak segan-segan untuk mendakwahkan serta mengajak orang lain melakukannya secara terang-terangan. Ketika dakwah bid'ah tersebut diterima, dosanya akan terus bertambah karena menanggung dosa orang yang mengikutinya. Sementara itu, pelaku kemaksiatan tetap berada dalam rasa malu, tahu dirinya bersalah, dan tidak mendakwahkan maksiatnya kepada orang lain. 

💬 0 komentar📅 1 Jul 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI1 Juli 2026
N
Nahda L M

📍 Kabupaten Bandung

Halaqah 17-Dajjal Bagian III Silsilah beriman pada hari akhir

•Halaqah 17 : Dajjal Bagian 3• [Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir]Seorang muslim hendaknya mencari jalan keselamatan dari fitnah Dajjal di antaranya,Yang pertamaberusaha mengenal Allah ﷻ dengan nama-nama dan sifat-sifat-Nya, karena orang-orang yang mengikuti Dajjal adalah orang-orang yang tidak mengenal Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَىYang keduamenaati Rasulullah ﷺ Karena Dajjal ketika dikabarkan oleh Thamim Addaari radhiallahu ‘anhu dan juga kawan-kawannya, bahwasanya Muhammad ﷺ telah muncul dan menang serta menjadi orang yang ditaati, maka Dajjal mengatakan yang artinya,Ketahuilah, bahwasanya menaati dia (yaitu Muhammad ﷺ) adalah lebih baik bagi mereka (HR. Muslim)Yang ketigaadalah memperbanyak doa ketetapan hati.ﻳَﺎ ﻣُﻘَﻠِّﺐَ ﺍﻟْﻘُﻠُﻮﺏِ ﺛَﺒِّﺖْ ﻗَﻟْﺒِﻲ ﻋَﻠَﻰ ﺩِﻳﻨِﻚَKemudian,Yang keempatadalah membaca doa yang diajarkan oleh Nabi ﷺ sebelum salam.ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺇِﻧِّﻲْ ﺃَﻋُﻮْﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦْ ﻋَﺬَﺍﺏِ ﺍﻟْﻘَﺒْﺮِ ﻭَﻣِﻦْ ﻋَﺬَﺍﺏِ ﺟَﻬَﻨَّﻢَ ﻭَﻣِﻦْ ﻓِﺘْﻨَﺔِ ﺍﻟْﻤَﺤْﻴَﺎ ﻭَﺍﻟْﻤَﻤَﺎﺕِ، ﻭَﻣِﻦْ ﺷَﺮِّ ﻓِﺘْﻨَﺔِ ﺍﻟْﻤَﺴِﻴْﺢِ ﺍﻟﺪَّﺟَّﺎﻝِSebagian pendahulu kita, dahulu menyuruh anaknya untuk mengulang sholat lagi apabila tidak membaca doa ini ketika sholat.Yang kelimaadalah berusaha menjauh dari Dajjal apabila mendengar tentang kedatangannya. Karena Dajjal memiliki syubhat kerancuan yang bisa menggoyahkan iman seseorang. Rasulullah ﷺ bersabda yang artinya :Barang siapa yang mendengar tentang Dajjal maka hendaklah menjauh darinya karena demi Allah sesungguhnya seseorang mendatangi dajjal dan dia menyangka bahwasannya dia adalah beriman ternyata kemudian dia mengikuti dajjal tersebut karena melihat syubhat yang dimiliki oleh Dajjal tersebut (Hadits Shahih Riwayat Abu Dawud)Di dalam shahih muslim disebutkan bahwasannya manusia akan pergi ke gunung-gunung untuk menghindari dajjal.Kemudian yang keenamapabila mampu maka hendaklah dia pergi ke dua tanah haram Makkah dan juga Madinah. Karena keduanya tidak bisa dimasuki oleh Dajjal (HR. Bukhari dan Muslim)Kemudian yang ketujuhapabila terpaksa bertemu dengan Dajjal maka hendaklah dia bersabar, tetap diatas kebenaran dan tidak menaati Dajjal tersebut dan hendaknya dia membaca 10 ayat yang pertama dari Surat Al-Kahfi. Rasulullah ﷺ bersabda yang artinya :Barang siapa di antara kalian yang menemui dajjal maka hendaklah dia membaca awal dari surat Al Kahfi (HR. Muslim)Dalam hadits yang lain Beliau mengatakan :Barang siapa yang menghafal 10 ayat yang pertama dari Surat Al-Kahfi maka dia akan terjaga dari Dajjal (HR.Muslim)Yang kedelapanapabila melihat Dajjal membawa dua sungai, sungai dari api dan sungai dari air maka petunjuk Nabi ﷺ hendaknya kita memejamkan mata, menundukkan kepala kemudian meminum dari sungai api karena sebenarnya itu adalah air yang dingin (HR. Muslim)Dajjal muncul di masa Imam Mahdi sebelum turunnya Nabi Isa ‘alaihissalam dan akan dibunuh oleh Nabi ‘Isa. Kewajiban seorang muslim adalah beriman dengan munculnya Dajjal sebagaimana dikabarkan oleh Nabi ﷺ dalam hadits-hadits yang shahih. Dajjal bukanlah khayalan atau simbol kerusakan semata.Semoga Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى melindungi kita dan keluarga kita dari fitnah Dajjal.

💬 0 komentar📅 1 Jul 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI1 Juli 2026
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

AL-JANNAH DAN KENIKMATANNYA (Bag. 3)

Berikut rangkuman lengkap beserta dalil yang mudah di-copy paste berdasarkan Silsilah Ilmiyyah Beriman kepada Hari Akhir – Halaqah 68: Al-Jannah dan Kenikmatannya (Bag. 3).🌸 AL-JANNAH DAN KENIKMATANNYA (Bag. 3)🍇 1. Makanan dan Minuman Penduduk SurgaAllah menyediakan berbagai makanan dan minuman terbaik bagi penghuni surga.Buah-buahan dan daging burung sesuai keinginan.Minuman dari mata air surga yang tidak memabukkan dan tidak membuat pening.Dalil:"Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda, dengan membawa gelas, cerek dan piala berisi minuman dari mata air yang mengalir. Mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk. Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, serta daging burung dari apa yang mereka inginkan." (QS. Al-Waqi'ah: 17–21)Rasulullah ﷺ bersabda:"Di dalam surga ada burung yang lehernya seperti leher unta." (HR. Tirmidzi)Beliau juga bersabda:"Makanan pertama penduduk surga adalah tambahan hati ikan paus." (HR. Bukhari)Dalam hadits Tsauban radhiyallahu 'anhu:Setelah itu mereka memakan sapi jantan dari surga.Minuman mereka berasal dari mata air Salsabil. (HR. Muslim)✨ 2. Keadaan Penduduk SurgaPenduduk surga makan bukan karena lapar dan minum bukan karena haus.Mereka:Tidak buang air kecil.Tidak buang air besar.Tidak meludah.Tidak membuang ingus.Makanan berubah menjadi sendawa dan keringat yang harum seperti minyak kasturi.Dalil:Rasulullah ﷺ bersabda:"Sesungguhnya penduduk surga makan dan minum. Mereka tidak meludah, tidak buang air kecil, tidak buang air besar dan tidak membuang ingus."Ketika para sahabat bertanya, "Lalu ke mana makanan itu?"Beliau menjawab:"Menjadi sendawa dan keringat seperti harum minyak kasturi." (HR. Muslim)👑 3. Bejana Penduduk SurgaPeralatan makan dan minum mereka terbuat dari emas dan perak.Dalil:Rasulullah ﷺ bersabda:"Dua surga terbuat dari perak beserta bejana-bejananya dan segala isinya. Dan dua surga terbuat dari emas beserta bejana-bejananya dan segala isinya." (HR. Bukhari dan Muslim)👗 4. Pakaian dan Perhiasan Penduduk SurgaPenduduk surga mengenakan pakaian dari sutra serta dihiasi emas, perak, dan mutiara.Dalil:"Mereka diberi perhiasan gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka di dalamnya adalah sutra." (QS. Al-Hajj: 23)"Mereka memakai pakaian hijau dari sutra halus dan sutra tebal, serta dihiasi gelang dari perak. Rabb mereka memberi minuman yang suci." (QS. Al-Insan: 21)🛋️ 5. Tempat Istirahat Penduduk SurgaMereka bersandar di atas permadani dan dipan yang indah.Dalil:"Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutra." (QS. Ar-Rahman: 54)"Mereka bertelekan di atas dipan-dipan yang berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari yang bermata jeli." (QS. At-Thur: 20)🌷 6. Kebahagiaan Penduduk SurgaPenduduk surga saling bertemu, berbincang, dan mengenang bagaimana Allah menyelamatkan mereka dari neraka.Dalil:"Dan mereka saling berhadapan dan saling bertanya. Mereka berkata, 'Sesungguhnya dahulu ketika berada di tengah keluarga kami, kami merasa takut (akan azab Allah). Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka. Sesungguhnya kami dahulu menyembah-Nya. Sungguh Dia Maha Melimpahkan Kebaikan lagi Maha Penyayang.'" (QS. At-Thur: 25–28)🌺 FaedahKenikmatan surga adalah kenikmatan yang sempurna, tanpa rasa lapar, haus, letih, sakit, atau kekurangan sedikit pun. Semua itu merupakan balasan Allah bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertakwa.

💬 0 komentar📅 1 Jul 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI1 Juli 2026
N
Nurul

📍 Kota Depok

Silsilah ilmiyyah : pembahasan kita al-ushulu ats-tsalatsah

Halaqah 43 : Landasan Kedua Ma’rifatu Dīnil Islam Bil Adillah: Rukun Iman Ada EnamHalaqah yang ke-43 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Penjelasan Kitāb Al-Ushūlu Ats-Tsalātsah wa Adillatuhā (3 Landasan utama dan dalīl-dalīlnya) yang dikarang oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahāb bin Sulaimān At Tamimi rahimahullāh.Beliau menyebutkan bahwasanya cabang-cabang keimanan yang jumlahnya 73 itu memiliki rukun atau bagian yang paling penting di dalam Iman.Jumlah rukunnya ada 6 dan dia berada ditingkat yang paling tinggi diantara cabang-cabang keimanan.Urutan ke-1 sampai ke-6 adalah 6 rangking pertama yang ditempati oleh Arkānul Iman dan merupakan perkara yang paling penting dan paling besar pahalanya di dalam cabang-cabang keimanan.Yang paling tinggi adalah ucapan “Lā ilāha illallāh”. Qaulu “Lā ilāha illallāh” masuk di dalam الإيمان بالله (Al-Imānubillāh) yang merupakan rukun iman yang paling tinggi (Iman kepada Allāh).⇒ Urutan ke-1 sampai ke-6 adalah rukun Iman yang enam⑴ Beriman kepada Allāh.⑵ Beriman kepada Malāikat.⑶ Beriman kepada Kitāb.⑷ Beriman kepada Rasūl.⑸ Beriman kepada Hari akhir⑹ Beriman kepada Takdir.Rukun Iman yang 6 ini menempati 6 rangking yang pertama dari cabang-cabang keimanan dan dia adalah arkān atau rukunnya. Kalau satu di antara rukun iman ini tidak ada maka seseorang bisa keluar dari keimanan.Adapun yang lain, urutan setelahnya (nomor 7,8,9 dan seterusnya) maka ini terbagi-bagi.Ada di antaranya yang merupakan ;⑴ Ushulu Iman atau arkānul iman pondasi keimanan.⑵ Kamalul Iman Al Wajib.⑶ Kamalul Iman Al Mustahab.Ushulul Iman pondasi keimanan jumlahnya ada 6 (Rukun Iman), sedangkan urutan ke-7 hingga yang paling rendah terbagi menjadi 2, yaitu :⑴ Kamalul Iman al Wajib (Kesempurnaan Iman yang wajib)⑵ Kamalul Iman al Mustahab (Kesempurnaan Iman yang dianjurkan)Jangan kita tertipu dengan ucapan kesempurnaan, kemudian kita anggap itu tidak harus misalnya. Tidak !Kesempurnaan itu ada 2 :⑴ Kesempurnaan yang Wajib⑵ Kesempurnaan yang Sunnah▪︎Kesempurnaan yang WajibMisalnya:Berbakti kepada Orang tua, Menafkahi Anak dan Istri, Silaturahim, Shalāt, Puasa.▪︎Kesempurnaan yang SunnahMisalnya :Shalāt Rawatib, Puasa Senin Kamis, Shadaqah.Ini tadi ada di dalam cabang-cabang keimanan dari urutan ke-7 sampai yang akhir.√ Kesempurnaan Iman yang wajib kalau sampai ditinggalkan dia berdosa.√ Kesempurnaan Iman yang mustahab kalau dia tinggal maka dia tidak berdosa.Yang beliau sebutkan di sini adalah yang rukun-rukun dahulu, di antara 70 cabang lebih tadi beliau isyaratkan sebagaimana Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengisyaratkan ada yang tinggi ada yang rendah.Ini menunjukkan bahwasanya Iman ada yang berupa amalan bathin dan amalan dhāhir. Maka beliau mulai dengan menyebutkan yang rukun di antara cabang-cabang keimanan tadi.Beliau rahimahullāh mengatakan:وأركانه ستة: أن تؤمن بالله، وملائكته، وكتبه، ورسله، واليوم الآخر، وبالقدر خيره شره كله من الله.Rukunnya ada 6 : Beriman kepada Allāh, Beriman kepada Malāikat, Beriman kepada Kitāb, Beriman kepada Rasūl, Beriman kepada Hari akhir dan beriman dengan Takdir yang baik dan buruk semuanya adalah dari Allāh.Ini menunjukkan keharusan kita memperhatikan perkara-perkara yang dimasukan di dalam agama kita sebagai rukun.Kalau kita tahu bahwasanya Iman kepada Allāh, Malāikat, Kitāb, Rasūl, Hari akhir, Takdir. Allāh jadikan sebagai rukun keimanan yang kalau sampai satu diantara rukun iman tadi tidak ada, maka batal keimanannya. Maka kita harus memperhatikan dan mempelajari rukun Iman yang 6 ini.Sebagaimana ketika kita membahas tentang Islām, kita harus punya perhatian besar terhadap rukun Islām yang 5 (lima).√ Ketika datang waktu subuh, zhuhur, ashar, rasakanlah bahwasanya kita sedang melakukan perkara yang besar di antara ibadah-ibadah yang diwajibkan oleh Allāh.√ Ketika Ramadhān kita berpuasa selama 30 hari kita sedang melakukan perkara yang besar dalam agama ini. (Allāh masukan ini di dalam rukun)√ Kalau kita termasuk orang yang mempunyai harta maka ingat kewajiban zakat yang ada di dalam harta tersebut, dan ini termasuk siar bahkan dia termasuk rukun di dalam agama Islām.√ Kalau kita mempunyai kemampuan untuk melakukan haji ke Baitullāh maka jangan ditunda, kalau kita memiliki harta, kemampuan fisik dan mempunyai mahram bagi wanita maka jangan kita tunda, tapi harus kita laksanakan dan segera kita laksanakan. (karena ini Allāh masukan dalam rukun Islām dan merupakan perkara yang besar di dalam agama ini)Masalah rukun Iman ini, kita harus dipelajari dengan baik, dan tentunya mempelajari rukun Iman yang 6 ini memerlukan ilmu dan penjabaran yang luas.Dan tidak semua yang ada di dalam rukun Iman wajib kita ketahui semua.Misalnya :Beriman kepada Malāikat.⇒ Tidak wajib bagi kita mengenal semua nama-nama malāikat, mengenal amalan-amalan malāikat yang disebutkan dalam Al-Qur’ān dan Hadīts.Apakah dinamakan beriman kepada malāikat atau beriman kepada rasūl, seorang wajib mengenal dan menghapal nama malāikat atau rasūl tersebut ?Jawabannya BUKAN sebuah keharusan.√ Disana ada kadar tambahan.√ Disana ada kadar yang wajib,Disana ada:√ Kadar yang wajib.√ Kadar yang cukup.√ Kadar wajib yang mencukupi.Mencukupi dinamakan orang yang beriman kepada Allāh, beriman kepada Kitāb, beriman kepada Rasūl dan seterusnya.Ada kadar yang tambahan (Kesempurnaan) maka hendaklah kita mengetahui apa itu kadar yang wajibJangan sampai kita hanya memiliki sesuatu yang tidak mencukupi wajibnya.⇒ Maka kita harus mengetahui apa yang wajib.⇒ Kita harus tahu apa kadar yang mencukupi dari beriman kepada Allāh, sehingga kita bisa menimbang dan melihat keadaan kita.Ini sudah atau belum?Dalam mendakwahi orang lain, kita harus bijaksana kalau kita mengetahui mana kadar yang wajib, mana kadar yang harus minimal dimiliki oleh seseorang, maka In syā Allāh kita lebih bijaksana dalam mendakwahkan kepada orang lain.Karena kalau kita tahu mana kadar yang wajib, maka kita tidak membebani orang lain diluar kemampuannya.Seseorang harus mempunyai target yang penting dia sudah paham dan yakin bahwasanya malāikat itu makhluk Allāh dan di antara malāikat ada malāikat yang bernama Jibrīl atau malāikat yang ditugaskan untuk menyampaikan wahyu kepada seorang Rasūl, maka itu sudah cukup dinamakan dia sebagai orang yang beriman kepada malāikat.Ini menjadikan kita bijaksana dalam berdakwah.

💬 0 komentar📅 1 Jul 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI1 Juli 2026
I
Icha Nur Faizah Hatta

📍 Kota Depok

Halaqah 18 | Penjelasan Pembatal Keislaman Ke Tujuh Bagian 2

بسم الله الرحمن الرحيمالسلام عليكم ورحمة الله وبركاتهالحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاهHalaqah yang ke delapan belas dari Silsilah Ilmiyyah Pembahasan Kitab Nawaqidul Islam yang ditulis oleh Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah.Allah berfirman,وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولاَ إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلاَ تَكْفُرْ“Dan tidaklah keduanya (Harut dan Marut) mengajarkan kepada orang lain sihir, sampai keduanya berkata sesungguhnya kami adalah ujian, maka janganlah engkau kufur.”Ayat ke-102 dari surat Al Baqarah ini menceritakan tentang orang-orang Yahudi dan kebiasaan mereka melakukan sihir.Allah berfirman,(وَٱتَّبَعُوا۟ مَا تَتۡلُوا۟ ٱلشَّیَـٰطِینُ عَلَىٰ مُلۡكِ سُلَیۡمَـٰنَۖ)[Surat Al-Baqarah 102]“Dan mereka (orang-orang Yahudi mengikuti apa yang dibaca oleh syaithan-syaithan kepada tukang sihir-tukang sihir di zaman kerajaan Sulaiman.”Maksudnya orang-orang Yahudi meyakini bahwa Sulaiman bisa menundukkan jin dengan sihir sebagaimana tukang sihir-tukang sihir. Padahal tidak demikian. Allah telah menjadikan jin dan syaithan tunduk kepada Nabi Sulaiman ‘alaihissalam, sehingga mereka pun menurut ketika diperintah oleh Nabi Sulaiman.Allah berfirman,(وَٱلشَّیَـٰطِینَ كُلَّ بَنَّاۤءࣲ وَغَوَّاصࣲ)(وَءَاخَرِینَ مُقَرَّنِینَ فِی ٱلۡأَصۡفَادِ)[Surat Sad 37 – 38]“Dan syaithan-syaithan, ada diantara mereka yang membangun, dan ada diantara mereka yang menyelam, dan ada diantara mereka yang dibelenggu.”Dan Nabi Sulaiman ‘alaihissalam pernah berdo’a kepada Allah,وَهَبۡ لِی مُلۡكࣰا لَّا یَنۢبَغِی لِأَحَدࣲ مِّنۢ بَعۡدِیۤ[Surat Sad 35]“Ya Allah, berikanlah aku kekuasaan yang tidak Engkau berikan kepada seorang pun setelahku.”Adapun tukang sihir-tukang sihir, maka mereka menundukkan jin dengan mantra-mantra yang isinya adalah kekufuran kepada Allah. Apabila diucapkan oleh seorang tukang sihir, maka syaithan akan ridho karena syaithan sangat senang dengan kekufuran. Apabila dia ridho, maka dengan senang hati dia dan pasukannya membantu apa yang diinginkan oleh tukang sihir, berupa santet dll.Kemudian Allah mengatakan,وَمَا كَفَرَ سُلَیۡمَـٰنُ وَلَـٰكِنَّ ٱلشَّیَـٰطِینَ كَفَرُوا۟ یُعَلِّمُونَ ٱلنَّاسَ ٱلسِّحۡرَ[Surat Al-Baqarah 102]“Dan Sulaiman tidaklah kufur. Akan tetapi syaithan-syaithan itulah yang kufur. Dimana mereka mengajarkan kepada manusia sihir.”Syaithan-syaithan itu adalah makhluk-makhluk yang kufur. Diantara sebabnya adalah mereka mengajarkan manusia sihir. Bukan hanya mengamalkan sihir, bahkan mengajarkan sihir tersebut kepada orang lain. Ini adalah termasuk kekufuran.Allah berfirman,وَمَاۤ أُنزِلَ عَلَى ٱلۡمَلَكَیۡنِ بِبَابِلَ هَـٰرُوتَ وَمَـٰرُوتَۚ[Surat Al-Baqarah 102]“Dan apa yang Allah turunkan kepada keduanya, yaitu malaikat Harut dan Marut (berupa sihir).”Allah mengatakan setelahnya,وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولاَ إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلاَ تَكْفُرْ“Dan tidaklah keduanya mengajarkan kepada orang lain sihir tersebut, kecuali setelah berkata, kami hanyalah ujian, janganlah engkau kufur.”Kemudian Allah berfirman,فَیَتَعَلَّمُونَ مِنۡهُمَا مَا یُفَرِّقُونَ بِهِۦ بَیۡنَ ٱلۡمَرۡءِ وَزَوۡجِهِۦۚ[Surat Al-Baqarah 102]“Maka mereka pun belajar dari keduanya (Harut dan Marut), apa yang bisa memisahkan antara seseorang dengan istrinya.”Kemudian Allah berfirman,وَمَا هُم بِضَاۤرِّینَ بِهِۦ مِنۡ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذۡنِ ٱللَّهِۚ[Surat Al-Baqarah 102]“Dan mereka tidak bisa memudhoroti seorang pun dengan sihirnya kecuali dengan izin Allah.Dan Allah berfirman,وَیَتَعَلَّمُونَ مَا یَضُرُّهُمۡ وَلَا یَنفَعُهُمۡۚ[Surat Al-Baqarah 102]“Dan mereka mempelajari apa yang memudhoroti mereka dan apa yang tidak memberikan manfaat kepada mereka.”Kemudian selanjutnya Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman,وَلَقَدۡ عَلِمُوا۟ لَمَنِ ٱشۡتَرَىٰهُ مَا لَهُۥ فِی ٱلۡـَٔاخِرَةِ مِنۡ خَلَـٰقࣲۚ[Surat Al-Baqarah 102]“Padahal mereka sudah tahu bahwa orang yang membeli sihir, maka di akhirat dia tidak memiliki bagian.”Menunjukkan kepada kita bahwa orang yang melakukan sihir, nanti di akhirat tidak memiliki bagian sedikitpun. Artinya dia tidak memiliki kenikmatan sedikitpun.Kemudian juga menunjukkan bahwa orang yang melakukan sihir adalah kufur.Allah berfirman,وَلَبِئۡسَ مَا شَرَوۡا۟ بِهِۦۤ أَنفُسَهُمۡۚ لَوۡ كَانُوا۟ یَعۡلَمُون[Surat Al-Baqarah 102]“Dan sungguh jelek apa yang mereka beli seandainya mereka mengetahui.”Ayat ini menunjukkan kepada kita bahwasanya sihir adalah sebuah kekufuran kepada Allah yang bisa mengeluarkan seseorang dari Islam.Oleh karena itu seorang muslim menjauhi sihir dan menasihati orang lain yang masih melakukan sihir. Dan hendaklah berusaha membersihkan masyarakat dari para tukang sihir.Hukuman berat di dalam Islam bagi orang yang menjadi tukang sihir. Jundub, beliau mengatakan,حَدُّ السَّاحِرِ ضَرْبَةٌ بِالسَّيْفِ“Hukuman bagi tukang sihir adalah dipenggal kepalanya dengan pedang.” [Atsar riwayat Tirmidzi]Yang demikian karena mereka telah melakukan kemurtadan dengan sebab sihir yang merupakan syirik akbar kepada Allah.Riwayat membunuh tukang sihir dengan pedang telah datang dari beberapa sahabat, diantaranya Umar bin Khatab radhiyallāhu Ta’āla ‘anhu.Di zaman beliau, beliau memerintahkan untuk membunuh setiap tukang sihir, baik laki-laki maupun wanita, dan ini disetujui oleh para sahabat yang lain radhiyallāhu ‘anhum.Demikian pula telah shahih dari Hafshoh, putri Umar bin Khatab, bahwasanya pernah ada salah seorang budak Hafshoh yang menyihir Hafshoh. Kemudian dia mengaku, maka setelah itu tukang sihir tersebut dibunuh.Telah datang dari Jundub bin Ka’ab, salah seorang sahabat Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wa sallam, suatu saat beliau berada di depan salah seorang khalifah Bani Umayyah yang saat itu ada seorang laki-laki yang melakukan sihir takhyili (sihir berupa hayalan) seakan-akan dilihat oleh manusia ia sedang membunuh seseorang, kemudian dia bisa menghidupkan kembali orang tersebut. Ini dilakukan di depan Jundub bin Ka’ab dan salah seorang khalifah di zaman Bani Umayyah. Maka Jundub bin Ka’ab mendekati orang tersebut kemudian membunuhnya.Menunjukkan bahwa hukuman bagi tukang sihir adalah dibunuh, dan yang menegakkan hukuman adalah hak pemerintah yang sah, bukan dilakukan secara individu.Misalnya seseorang menemukan tetangganya, ada yang menjadi tukang sihir. Akhirnya dia pun datang dan membunuhnya, maka ini tidak diperbolehkan.Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini. Semoga bermanfaat dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

💬 0 komentar📅 1 Jul 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI30 Juni 2026
P
Poppy Adrianne

📍 Kota Bandung

Halaqah 67

ilmiyyah.comMain MenuHomeHalaqah 67 | Mi’raj adalah Benar AdanyaHalaqah 67 | Mi’raj adalah Benar AdanyaKitab: Aqidah Ath-ThahawiyahAudio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.Aالسلام عليكم ورحمة الله وبركاتهالحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن ولهBeliau mengatakan rahimahullāh,وَالْمِعْرَاجُ حَقٌّDan Mi’raj ini adalah sesuatu yang haq.Berarti pembicaraan tentang masalah rukyatullāh kemudian beliau berbicara tentang masalah keimanan terhadap sifat² Allāh yang Allāh kabarkan kepada kita tanpa kita menta’til tanpa kita mentasbih, kemudian setelah itu beliau berbicara tentang poin aqidah yang lain yang ini merupakan satu diantara keyakinan dan aqidah ahlussunnah wal jamaah yaitu tentang masalah Al Mi’raj.Apa itu yang dimaksud dengan Al-Mi’raj?Al Mi’raj adalah tangga alat yang digunakan untuk naik, itu dinamakan dengan Al Mi’raj (secara bahasa). Allāh mengatakan,تَعْرُجُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ إِلَيْهِ…۝٤[QS Al Ma’arij 4]Malaikat naik kepadanya dan juga Malaikat Jibril.Jadi makna Al ‘uruj maksudnya adalah ashoun yaitu naik. Adapun Mi’raj maka ini adalah alatnya, alat yang digunakan untuk naik, dan yang dimaksud di sini adalah naiknya Nabi ﷺ ke atas, yaitu ke sidratumuntaha diangkat oleh Allāh subhanahu wa ta’ala dari tempat beliau di bumi ini sampai ke sindrotumuntaha, yang di sana dalam perjalanan beliau ﷺ melihat tanda² kebesaran Allāh subhanahu wa taala, melihat bagaimana luasnya alam semesta betapa besarnya kekuasaan Allāhu rabbul alamin sebelumnya beliau berada di bumi melihat sebagian kecil di antara kekuasaan Allāh, maka Allāh subhanahu wa taala mengangkat beliau dan beliau melihat berbagai kekuasaan Allāh subhanahu wa ta’ala bertemu dengan para Nabi yang selama ini hanya dibaca didalam kitabullah, bertemu dengan mereka bahkan berbicara dengan mereka melihat mereka dan memasuki langit yang pertama langit yang kedua dan seterusnya yang sebelumnya hanya dibaca di dalam Al-Qur’an tentang tujuh langit melihat Surga, melihat Neraka Allāh bahkan di sana Allāh subhanahu wa ta’ala berbicara dengan Beliau ﷺ,الْمِعْرَاجُ حَقٌّMi’raj ini adalah sesuatu yang haq/benar adanya, sebagian kisah Mi’raj disebutkan oleh Allāh subhanahu wa taala dalam Al-Qur’an yaitu surat An-Najm,وَالنَّجۡمِ اِذَا هَوٰىۙ ۝مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمۡ وَمَا غَوٰى‌ۚ۝وَمَا يَنۡطِقُ عَنِ الۡهَوٰىؕ۝اِنۡ هُوَ اِلَّا وَحۡىٌ يُّوۡحٰىۙ‏۝عَلَّمَهٗ شَدِيۡدُ الۡقُوٰىۙ۝ذُوۡ مِرَّةٍؕ فَاسۡتَوٰىۙ۝وَهُوَ بِالۡاُفُقِ الۡاَعۡلٰى۝ثُمَّ دَنَا فَتَدَلّٰىۙ۝فَكَانَ قَابَ قَوۡسَيۡنِ اَوۡ اَدۡنٰى‌ۚ۝فَاَوۡحٰۤى الٰى عَبۡدِهٖ مَاۤ اَوۡحٰىؕ۝مَا كَذَبَ الۡفُؤَادُ مَا رَاٰى۝اَفَتُمٰرُوۡنَهٗ عَلٰى مَا يَرٰى۝وَلَقَدۡ رَاٰهُ نَزۡلَةً اُخۡرٰىۙ۝عِنۡدَ سِدۡرَةِ الۡمُنۡتَهٰى۝Nabi ﷺ melihat Jibrilعِنۡدَ سِدۡرَةِ الۡمُنۡتَهٰىDalam wujudnya yang asli.Sidratumuntaha ini adalah tempatnya paling atas, dimana yang dari bawah tidak akan melebihi sidratumuntaha yang paling atas, yang berasal dari bawah maka tidak melebihi sidratumuntaha,عِنۡدَهَا جَنَّةُ الۡمَاۡوٰىؕ‏ ۝اِذۡ يَغۡشَى السِّدۡرَةَ مَا يَغۡشٰ ۝مَا زَاغَ الۡبَصَرُ وَمَا طَغٰى ۝لَقَدۡ رَاٰى مِنۡ اٰيٰتِ رَبِّهِ الۡكُبۡرٰى ۝Beliau melihat tanda-tanda kekuasaan yang besar disana, ini adalah perjalanan yang luar biasa, orang di zaman sekarang berapa kilometer dia mengukur dari bumi ke Matahari dan berapa juta kilo antara bumi dengan langit yang pertama, berapa perjalanan yang harus ditempuh kalau harus menggunakan alat transportasi yang paling cepat di dunia ini mungkin sampai seorang mungkin berumur 1000-2000 tahun belum sampai lalu bagaimana dengan perjalanan antara langit yang pertama dengan langit yang kedua, yang ini langit yang kedua ini jauh lebih besar dan jauh lebih jauh, bagaimana dengan langit yang ke-7 dan sidratumuntaha tapi itu semuanya ditempuh dalam waktu yang sangat singkat dengan qudratullah, maka kita meyakini bahwasanyaالْمِعْرَاجُ حَقٌّAl-Mi’raj ini adalah sesuatu yang haq/ yang benar adanya. Apa yang mustahil bagi Allāh subhanahu wa ta’ala, Malaikat setiap hari mereka ada yang ke atas ada yang ke bawah, Allāh subhanahu wa ta’ala memberikan kemampuan kepada mereka, apalagi kalau hanya sekedar memberikan kemampuan kepada Nabi Muhammad ﷺ sesuatu – يَسِيرٌ -mudah bagi Allāh subhanahu wa ta’alaإِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌYang demikian adalah sangat mudah bagi Allāh subhanahu wa ta’ala, maka kita harus meyakini jangan kita seperti orang yang mengedepankan akal, Mua’tazilah misalnya atau mengingkari sebagaimana orang-orang musyrikin mereka mengingkari mendusatakan Rasulullāh ﷺ, jangankan Mi’raj yang didustakan, kejadian yang kedua adalah Isra’ ada Isra’ ada Mi’raj, kalau Mi’raj perjalanan Nabi ﷺ dari bumi ke Sidratumuntaha tapi kalau Isra’ ini perjalanan Nabi ﷺ dari Makkah menuju Masjidil Aqsa.

💬 0 komentar📅 30 Jun 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI30 Juni 2026
N
Nur Fathiyyah

📍 Kota Depok

H17: Cara Beriman Kepada Para Rasul (Bag. 15)

Halaqah yang ke-17 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada para Rasul ‘alaihimussalam adalah tentang Cara Beriman Kepada Para Rasul ‘alayhimussalam Bagian yang Kelima Belas.Meyakini adanya Al-Karamah adalah termasuk pokok aqidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah.Berkata Syaikhul Islam rahimahullah didalam kitab beliau Al Aqidah Al Washithiyahوَمِنْ أُصُولِ أَهْلِ السُّنَّةِ: التَّصْدِيقُ بِكَرَامَاتِ الْأَوْلِيَاءِ, وَمَا يُجْرِي اللهُ عَلَى أَيْدِيهِمْ مِنْ خَوَارِقِ الْعَادَاتِ”Termasuk pokok-pokok Ahlus Sunnah adalah membenarkan Karamah para wali dan perkara – perkara diluar kebiasaan yang Allah jalankan pada diri mereka”Keyakinan dengan adanya Al-Karamah berdasarkan dalil-dalil dari Al-Quran, As-Sunnah dan juga Ijma’Adapun dari Al-Quran① Kisah Maryam dengan Nabi Zakaria علَيهِ السَّلَامُDimana Nabi Zakaria علَيهِ السَّلَامُ adalah orang yang menanggung makanan bagi Maryam, yang telah mengkhususkan dirinya untuk beribadah kepada Allah, namun sesuatu yang luar biasa setiap kali Zakaria memasuki mihrab Maryam dia mendapatkan makananAllah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirmanكُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا الْمِحْرَابَ وَجَدَ عِنْدَهَا رِزْقًا ۖ قَالَ يَا مَرْيَمُ أَنَّىٰ لَكِ هَٰذَا ۖ قَالَتْ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۖ إِنَّ اللَّهَ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ“Setiap kali Zakaria memasuki Mihrab Maryam beliau mendapatkan di sisi Maryam rezeki, Zakaria berkata “Wahai Maryam dari mana engkau mendapatkan makanan ini?” Maryam menjawab “ini adalah dari sisi Allah, sesungguhnya Allah memberikan rejeki kepada siapa yang di kehendaki tanpa perhitungan” (Ali ‘Imran : 37)Ibnu Katsir menyebutkan di dalam tafsirnya, bahwa Nabi Zakaria علَيهِ السَّلَامُ menemukan didalam mihrab Maryam buah-buahan musim dingin ketika musim panas dan buah-buahan musim panas ketika musim dingin② Kisah Ashabul Kahfi yang Allah sebutkan di awal-awal surat Al-Kahfi ketika mereka tidur dalam waktu yang lama tanpa memakan makanan dan tidak rusak badan mereka.Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirmanوَلَبِثُوا فِي كَهْفِهِمْ ثَلَاثَ مِائَةٍ سِنِينَ وَازْدَادُوا تِسْعًا”Dan mereka tinggal di gua mereka selama 300 tahun dan tambah 9 tahun” (Al-Kahfi : 25)Ada yang mengatakan 300 tahun bila dihitung dengan tahun syamsiah dan 309 tahun bila dihitung dengan tahun Qamariah③ Istri Fir’aun yang bernama Asiyah Allah memperlihatkan rumah Asiyah di dalam surga ketika sedang di adzab oleh Fir’aunAllah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirmanوَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِلَّذِينَ آمَنُوا امْرَأَتَ فِرْعَوْنَ إِذْ قَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِي عِنْدَكَ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَنَجِّنِي مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِ وَنَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ“Dan Allah telah membuat permisalan bagi orang-orang yang beriman dengan istri fir’aun ketika dia berkata “Wahai Rabbku bangunkanlah aku di sisiMu rumah di dalam surga dan selamatkanlah aku dari Firaun dan amalannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang dzhalim” (At-Tahrim : 11)

💬 0 komentar📅 30 Jun 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI30 Juni 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Halaqah 67 | Mi’raj adalah Benar Adanya

Kitab: Aqidah Ath-ThahawiyahAudio: Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.Aالسلام عليكم ورحمة الله وبركاتهالحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن ولهBeliau mengatakan rahimahullāh,وَالْمِعْرَاجُ حَقٌّDan Mi’raj ini adalah sesuatu yang haq.Berarti pembicaraan tentang masalah rukyatullāh kemudian beliau berbicara tentang masalah keimanan terhadap sifat² Allāh yang Allāh kabarkan kepada kita tanpa kita menta’til tanpa kita mentasbih, kemudian setelah itu beliau berbicara tentang poin aqidah yang lain yang ini merupakan satu diantara keyakinan dan aqidah ahlussunnah wal jamaah yaitu tentang masalah Al Mi’raj.Apa itu yang dimaksud dengan Al-Mi’raj?Al Mi’raj adalah tangga alat yang digunakan untuk naik, itu dinamakan dengan Al Mi’raj (secara bahasa). Allāh mengatakan,تَعْرُجُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ إِلَيْهِ…۝٤[QS Al Ma’arij 4]Malaikat naik kepadanya dan juga Malaikat Jibril.Jadi makna Al ‘uruj maksudnya adalah ashoun yaitu naik. Adapun Mi’raj maka ini adalah alatnya, alat yang digunakan untuk naik, dan yang dimaksud di sini adalah naiknya Nabi ﷺ ke atas, yaitu ke sidratumuntaha diangkat oleh Allāh subhanahu wa ta’ala dari tempat beliau di bumi ini sampai ke sindrotumuntaha, yang di sana dalam perjalanan beliau ﷺ melihat tanda² kebesaran Allāh subhanahu wa taala, melihat bagaimana luasnya alam semesta betapa besarnya kekuasaan Allāhu rabbul alamin sebelumnya beliau berada di bumi melihat sebagian kecil di antara kekuasaan Allāh, maka Allāh subhanahu wa taala mengangkat beliau dan beliau melihat berbagai kekuasaan Allāh subhanahu wa ta’ala bertemu dengan para Nabi yang selama ini hanya dibaca didalam kitabullah, bertemu dengan mereka bahkan berbicara dengan mereka melihat mereka dan memasuki langit yang pertama langit yang kedua dan seterusnya yang sebelumnya hanya dibaca di dalam Al-Qur’an tentang tujuh langit melihat Surga, melihat Neraka Allāh bahkan di sana Allāh subhanahu wa ta’ala berbicara dengan Beliau ﷺ,الْمِعْرَاجُ حَقٌّMi’raj ini adalah sesuatu yang haq/benar adanya, sebagian kisah Mi’raj disebutkan oleh Allāh subhanahu wa taala dalam Al-Qur’an yaitu surat An-Najm,وَالنَّجۡمِ اِذَا هَوٰىۙ ۝مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمۡ وَمَا غَوٰى‌ۚ۝وَمَا يَنۡطِقُ عَنِ الۡهَوٰىؕ۝اِنۡ هُوَ اِلَّا وَحۡىٌ يُّوۡحٰىۙ‏۝عَلَّمَهٗ شَدِيۡدُ الۡقُوٰىۙ۝ذُوۡ مِرَّةٍؕ فَاسۡتَوٰىۙ۝وَهُوَ بِالۡاُفُقِ الۡاَعۡلٰى۝ثُمَّ دَنَا فَتَدَلّٰىۙ۝فَكَانَ قَابَ قَوۡسَيۡنِ اَوۡ اَدۡنٰى‌ۚ۝فَاَوۡحٰۤى الٰى عَبۡدِهٖ مَاۤ اَوۡحٰىؕ۝مَا كَذَبَ الۡفُؤَادُ مَا رَاٰى۝اَفَتُمٰرُوۡنَهٗ عَلٰى مَا يَرٰى۝وَلَقَدۡ رَاٰهُ نَزۡلَةً اُخۡرٰىۙ۝عِنۡدَ سِدۡرَةِ الۡمُنۡتَهٰى۝Nabi ﷺ melihat Jibrilعِنۡدَ سِدۡرَةِ الۡمُنۡتَهٰىDalam wujudnya yang asli.Sidratumuntaha ini adalah tempatnya paling atas, dimana yang dari bawah tidak akan melebihi sidratumuntaha yang paling atas, yang berasal dari bawah maka tidak melebihi sidratumuntaha,عِنۡدَهَا جَنَّةُ الۡمَاۡوٰىؕ‏ ۝اِذۡ يَغۡشَى السِّدۡرَةَ مَا يَغۡشٰ ۝مَا زَاغَ الۡبَصَرُ وَمَا طَغٰى ۝لَقَدۡ رَاٰى مِنۡ اٰيٰتِ رَبِّهِ الۡكُبۡرٰى ۝Beliau melihat tanda-tanda kekuasaan yang besar disana, ini adalah perjalanan yang luar biasa, orang di zaman sekarang berapa kilometer dia mengukur dari bumi ke Matahari dan berapa juta kilo antara bumi dengan langit yang pertama, berapa perjalanan yang harus ditempuh kalau harus menggunakan alat transportasi yang paling cepat di dunia ini mungkin sampai seorang mungkin berumur 1000-2000 tahun belum sampai lalu bagaimana dengan perjalanan antara langit yang pertama dengan langit yang kedua, yang ini langit yang kedua ini jauh lebih besar dan jauh lebih jauh, bagaimana dengan langit yang ke-7 dan sidratumuntaha tapi itu semuanya ditempuh dalam waktu yang sangat singkat dengan qudratullah, maka kita meyakini bahwasanyaالْمِعْرَاجُ حَقٌّAl-Mi’raj ini adalah sesuatu yang haq/ yang benar adanya. Apa yang mustahil bagi Allāh subhanahu wa ta’ala, Malaikat setiap hari mereka ada yang ke atas ada yang ke bawah, Allāh subhanahu wa ta’ala memberikan kemampuan kepada mereka, apalagi kalau hanya sekedar memberikan kemampuan kepada Nabi Muhammad ﷺ sesuatu – يَسِيرٌ -mudah bagi Allāh subhanahu wa ta’alaإِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌYang demikian adalah sangat mudah bagi Allāh subhanahu wa ta’ala, maka kita harus meyakini jangan kita seperti orang yang mengedepankan akal, Mua’tazilah misalnya atau mengingkari sebagaimana orang-orang musyrikin mereka mengingkari mendusatakan Rasulullāh ﷺ, jangankan Mi’raj yang didustakan, kejadian yang kedua adalah Isra’ ada Isra’ ada Mi’raj, kalau Mi’raj perjalanan Nabi ﷺ dari bumi ke Sidratumuntaha tapi kalau Isra’ ini perjalanan Nabi ﷺ dari Makkah menuju Masjidil Aqsa.

💬 0 komentar📅 30 Jun 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI30 Juni 2026
D
Dwi Nurfahriani

📍 Kota Palu

Halaqah 17: Cara Beriman kepada Para Rasul (Bagian 15)

Halaqah 17:Cara Beriman kepada Para Rasul (Bagian 15)Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالىMeyakini adanya Al-Karamah adalah termasuk pokok aqidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah.Berkata Syaikhul Islam rahimahullah didalam kitab beliau Al Aqidah Al Washithiyah:وَمِنْ أُصُولِ أَهْلِ السُّنَّةِ: التَّصْدِيقُ بِكَرَامَاتِ الْأَوْلِيَاءِ, وَمَا يُجْرِي اللهُ عَلَى أَيْدِيهِمْ مِنْ خَوَارِقِ الْعَادَاتِ”Termasuk pokok-pokok Ahlus Sunnah adalah membenarkan Karamah para wali dan perkara-perkara diluar kebiasaan yang Allah jalankan pada diri mereka”Keyakinan dengan adanya Al-Karamah berdasarkan dalil-dalil dari Al-Quran, As-Sunnah dan juga Ijma’.​Adapun dari Al-Quran1. Kisah Maryam dengan Nabi Zakaria علَيهِ السَّلَامُDimana Nabi Zakaria علَيهِ السَّلَامُ adalah orang yang menanggung makanan bagi Maryam, yang telah mengkhususkan dirinya untuk beribadah kepada Allah, namun sesuatu yang luar biasa setiap kali Zakaria memasuki mihrab Maryam dia mendapatkan makanan.Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman:كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا الْمِحْرَابَ وَجَدَ عِنْدَهَا رِزْقًا ۖ قَالَ يَا مَرْيَمُ أَنَّىٰ لَكِ هَٰذَا ۖ قَالَتْ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۖ إِنَّ اللَّهَ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ"Setiap kali Zakaria memasuki Mihrab Maryam beliau mendapatkan di sisi Maryam rezeki, Zakaria berkata "Wahai Maryam dari mana engkau mendapatkan makanan ini?" Maryam menjawab "ini adalah dari sisi Allah, sesungguhnya Allah memberikan rejeki kepada siapa yang di kehendaki tanpa perhitungan" (Ali ‘Imran : 37)Ibnu Katsir menyebutkan di dalam tafsirnya, bahwa Nabi Zakaria علَيهِ السَّلَامُ menemukan didalam mihrab Maryam buah-buahan musim dingin ketika musim panas dan buah-buahan musim panas ketika musim dingin.2. Kisah Ashabul Kahfi yang Allah sebutkan di awal-awal surat Al-Kahfi Ketika mereka tidur dalam waktu yang lama tanpa memakan makanan dan tidak rusak badan mereka.Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman:وَلَبِثُوا فِي كَهْفِهِمْ ثَلَاثَ مِائَةٍ سِنِينَ وَازْدَادُوا تِسْعًا"Dan mereka tinggal di gua mereka selama 300 tahun dan tambah 9 tahun" (Al-Kahfi : 25)Ada yang mengatakan 300 tahun bila dihitung dengan tahun syamsiah dan 309 tahun bila dihitung dengan tahun Qamariah.3. Istri Fir’aun yang bernama AsiyahAllah memperlihatkan rumah Asiyah di dalam surga ketika sedang di adzab oleh Fir’aun.Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman:وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِلَّذِينَ آمَنُوا امْرَأَتَ فِرْعَوْنَ إِذْ قَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِي عِنْدَكَ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَنَجِّنِي مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِ وَنَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ"Dan Allah telah membuat permisalan bagi orang-orang yang beriman dengan istri fir’aun ketika dia berkata "Wahai Rabbku bangunkanlah aku di sisiMu rumah di dalam surga dan selamatkanlah aku dari Firaun dan amalannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang dzhalim" (At-Tahrim : 11).

💬 0 komentar📅 30 Jun 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI30 Juni 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

Halaqah 17

Halaqah yang ke-17 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada para Rasul ‘alaihimussalam adalah tentang Cara Beriman Kepada Para Rasul ‘alayhimussalam Bagian yang Kelima Belas.Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.AMeyakini adanya Al-Karamah adalah termasuk pokok aqidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah.Berkata Syaikhul Islam rahimahullah didalam kitab beliau Al Aqidah Al Washithiyahوَمِنْ أُصُولِ أَهْلِ السُّنَّةِ: التَّصْدِيقُ بِكَرَامَاتِ الْأَوْلِيَاءِ, وَمَا يُجْرِي اللهُ عَلَى أَيْدِيهِمْ مِنْ خَوَارِقِ الْعَادَاتِ”Termasuk pokok-pokok Ahlus Sunnah adalah membenarkan Karamah para wali dan perkara – perkara diluar kebiasaan yang Allah jalankan pada diri mereka”Keyakinan dengan adanya Al-Karamah berdasarkan dalil-dalil dari Al-Quran, As-Sunnah dan juga Ijma’Adapun dari Al-Quran① Kisah Maryam dengan Nabi Zakaria علَيهِ السَّلَامُDimana Nabi Zakaria علَيهِ السَّلَامُ adalah orang yang menanggung makanan bagi Maryam, yang telah mengkhususkan dirinya untuk beribadah kepada Allah, namun sesuatu yang luar biasa setiap kali Zakaria memasuki mihrab Maryam dia mendapatkan makananAllah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirmanكُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا الْمِحْرَابَ وَجَدَ عِنْدَهَا رِزْقًا ۖ قَالَ يَا مَرْيَمُ أَنَّىٰ لَكِ هَٰذَا ۖ قَالَتْ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۖ إِنَّ اللَّهَ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ“Setiap kali Zakaria memasuki Mihrab Maryam beliau mendapatkan di sisi Maryam rezeki, Zakaria berkata “Wahai Maryam dari mana engkau mendapatkan makanan ini?” Maryam menjawab “ini adalah dari sisi Allah, sesungguhnya Allah memberikan rejeki kepada siapa yang di kehendaki tanpa perhitungan” (Ali ‘Imran : 37)Ibnu Katsir menyebutkan di dalam tafsirnya, bahwa Nabi Zakaria علَيهِ السَّلَامُ menemukan didalam mihrab Maryam buah-buahan musim dingin ketika musim panas dan buah-buahan musim panas ketika musim dingin② Kisah Ashabul Kahfi yang Allah sebutkan di awal-awal surat Al-Kahfi ketika mereka tidur dalam waktu yang lama tanpa memakan makanan dan tidak rusak badan mereka.Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirmanوَلَبِثُوا فِي كَهْفِهِمْ ثَلَاثَ مِائَةٍ سِنِينَ وَازْدَادُوا تِسْعًا”Dan mereka tinggal di gua mereka selama 300 tahun dan tambah 9 tahun” (Al-Kahfi : 25)Ada yang mengatakan 300 tahun bila dihitung dengan tahun syamsiah dan 309 tahun bila dihitung dengan tahun Qamariah③ Istri Fir’aun yang bernama Asiyah Allah memperlihatkan rumah Asiyah di dalam surga ketika sedang di adzab oleh Fir’aunAllah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirmanوَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِلَّذِينَ آمَنُوا امْرَأَتَ فِرْعَوْنَ إِذْ قَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِي عِنْدَكَ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَنَجِّنِي مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِ وَنَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ“Dan Allah telah membuat permisalan bagi orang-orang yang beriman dengan istri fir’aun ketika dia berkata “Wahai Rabbku bangunkanlah aku di sisiMu rumah di dalam surga dan selamatkanlah aku dari Firaun dan amalannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang dzhalim” (At-Tahrim : 11)

💬 0 komentar📅 30 Jun 2026Baca selengkapnya →