🎓 Jejak Ilmu HSI

Laporan & catatan kegiatan Jejak Ilmu HSI

✏️ Buat Laporan
🎓 Jejak Ilmu HSI8 Juni 2026
D
Dwi Nurfahriani

📍 Kota Palu

Halaqah 1 : Pengertian Rasulullah dan Dalil-Dalil atas Wajibnya Beriman dengan Para Rasul

Halaqah 1 : Pengertian Rasulullah dan Dalil-Dalil atas Wajibnya Beriman dengan Para RasulOleh Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.APokok-pokok keimanan yang harus diimami oleh seorang hamba Adalah beriman kepada para rasul Allah·       Pengertian RasulullahDefinisi: Rasulun (tunggal) atau Rusulun(jamak) berarti utusan. Rasulullah berarti para utusan Allah.Mereka adalah manusia-manusia yang Allah pilih menjadi utusanNya kepada manusia dengan membawa risalah dari Allah untuk disampaikan kepada manusia.Allah berfirman : لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ“Sungguh Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan bukti-bukti yang nyata…” (QS. Al-Hadid : 25).Berdasarkan Al-Qur'an, As-Sunnah, dan Ijma', kaum muslimin wajib hukumnya berimankepada seluruh Rasul Allah dan kekufuran kepada para rasul adalah kekufuran kepada Allah. Semakin seseorang mendalami tentang beriman kepada para Rasul secara terperinci maka akan semakin bertambah keimanannya dan akan semakin banyak manfaatnya, adapun dari Al-Quran maka Allah berfirman :يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ ۚ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا“Wahai orang-orang yang beriman, berimanlah kepada Allah dan RasulNya dan Kitab yang telah diturunkan kepada RasulNya dan Kitab yang diturunkan sebelumnya dan Barangsiapa yang kufur kepada Allah, Malaikat-malaikatNya, Kitab-kitabNya dan Rasul-rasulNya dan hari Akhir maka sungguh dia telah sesat dengan kesesatan yang jauh” (QS. An-Nisa : 136).Adapun dari Assunah maka Nabi Muhammad ﷺ bersabda Ketika ditanya oleh Malaikat Jibril tentang apa itu Iman?الإيمان أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ“Beriman adalah engkau beriman kepada Allah, Malaikat-malaikatNya, Kitab-kitabNya, Rasul-RasulNya dan hari Akhir dan engkau beriman dengan Takdir yang baik maupun yang buruk”Beliau (Malaikat Jibril) mengatakan صَدَقْتَ (engkau telah benar), hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim.Dan para Ulama berijma’ atas wajibnya beriman kepada rasul-rasul Allah ‘azza wajalla.

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI8 Juni 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

Halaqah I

Halaqah 01Pengertian Rasulullah dan Dalil-Dalil atas Wajibnya Beriman Dengan Para RasulDiantara pokok-pokok keimanan yang harus di imani oleh seorang hamba adalah beriman kepada para Rasul AllahRasuulun adalah bentuk tunggal dari rusulun, rasuulun artinya utusan, rusulun artinya utusan-utusan, Rasulullah artinya para utusan Allah. Mereka adalah manusia-manusia yang Allah pilih menjadi utusanNya kepada manusia dengan membawa risalah dari Allah untuk disampaikan kepada manusia. 🌷Allah berfirman :…لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ…“…Sunngguh Kami telah mengutus rasul rasul Kami dengan bukti bukti yang nyata…” (Al-Hadid 25)Al-Quran, Assunnah dan Ijma’ kaum muslimin menunjukkan tentang wajibnya beriman dengan kepada para Rasul Allah dan kekufuran kepada rasul-rasul Allah adalah kekufuran kepada Allah.Semakin seseorang mendalami tentang beriman kepada para Rasul secara terperinci maka akan semakin bertambah keimanannya dan akan semakin banyak manfaatnya, adapun dari Al-Quran maka Allah berfirman :يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ ۚ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا“Wahai orang-orang yang beriman, berimanlah kepada Allah dan RasulNya dan Kitab yang telah diturunkan kepada RasulNya dan Kitab yang diturunkan sebelumnya dan Barangsiapa yang kufur kepada Allah, Malaikat-malaikatNya, Kitab-kitabNya dan Rasul-rasulNya dan hari Akhir maka sungguh dia telah sesat dengan kesesatan yang jauh” (An-Nisa : 136)Adapun dari Assunnah maka Nabi ﷺ bersabda ketika ditanya Malaikat Jibril tentang apa itu Iman?الإيمان أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِBeriman adalah engkau beriman kepada Allah, Malaikat-malaikatNya, Kitab-kitabNya, Rasul-RasulNya dan hari Akhir dan engkau beriman dengan Takdir yang baik maupun yang burukBeliau (Malaikat Jibril) mengatakan صَدَقْتَ (engkau telah benar), hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim.Dan para Ulama berijma’ atas wajibnya beriman kepada rasul rasul Allah ‘azza wajalla.

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI8 Juni 2026
F
Fenti Srifaryanti

📍 Kota Serang

Halaqah 51 | Bab 07

Wajibnya Masuk Ke Dalam Islam Secara Total dan Meninggalkan Selainnya – Penjelasan Umum Bab dan Pembahasan Dalil Pertama QS Al Baqarah 208Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى Kitāb Fadhlul Islāmالسلام عليكم ورحمة الله وبركاتهالحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن ولهHalaqah yang ke-51 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Fadhlul Islām yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahāb rahimahullāh.Berkata Al-Mushonnif rahimahullah :باب وجوب الدخول في الإسلام كله وترك ما سواهBab tentang wajibnya masuk ke dalam agama Islam semuanya, dan meninggalkan apa-apa selain agama Islam.Di dalam bab ini, beliau rahimahullah Ta’ala ingin menjelaskan kepada kita, bahwasanya di antara makna Islam yang sudah beliau sebutkan sebelumnya ketika membahas tentang tafsirul Islam, kemudian beliau menyebutkan bahwasanya di antara konsekuensi dari keislaman kita, di antaranya adalah bernama dengan nama-nama Islam, berfanatik dengan fanatik terhadap Islam, dan kita harus pegang sumber yang digunakan di dalam agama Islam dan mencukupkan diri dengan sumber yang ada di dalam agama Islam, maka beliau ingin menjelaskan di dalam bab ini, bahwasanya yang dimaksud dengan Islam yang memiliki keutamaan dan hukumnya adalah wajib, adalah menyerahkan diri secara keseluruhan.Di sini penekanan kullihi, masuk ke dalam Islam semuanya. Artinya bukanlah yang dimaksud dengan Islam hanya Islam sebagian saja. Sebagian perkara dia menyerahkan diri, tapi dalam sebagian yang lain dia masih membangkang, membantah kepada Allah, bukan itu yang dimaksud.Islam yang dimaksud adalah Islam secara kaffah, semuanya. Bukan dengan Islam di dalam sebagian amal, tapi tidak Islam dalam sebagian yang lain. Dan ini hukumnya adalah wajib, bukan sebuah anjuran saja, dianjurkan bagi Antum untuk melaksanakan Islam secara keseluruhan, kalau Antum bisa, ya alhamdulillah, kalau tidak ya tidak mengapa. Tidak demikian.Tapi di sini hukumnya sampai wajib untuk masuk ke dalam agama Islam semuanya. Masuklah Antum ke dalam Islam secara keseluruhan, jangan milih-milih. Dalam hal akidah Islam, tapi kalau dalam masalah manhaj, masalah muamalatul hukkam sudah melenceng, memilih cara orang-orang khawarij, misalnya.Di dalam masalah ibadah, Islam, sesuai dengan Al Qur’an dan hadits, tapi masalah imamah mengikuti caranya orang-orang khawarij.Di dalam masalah ibadah sesuai dengan Islam, tapi untuk masalah Tazkiyatun nufus misalnya, dia mengambil caranya orang-orang sufi. Bukan ini yang dimaksud.Maksud ke dalam Islam kullihi, dalam seluruh perkara. Dalam masalah aqidah, ibadah, muamalah, Tazkiyatun nufus, akhlak, tahakum, jangan kita memecah-belah agama yang sudah menjadi satu kesatuan.Wajib hukumnya bagi kita semua masuk ke dalam agama Islam secara kullihi, keseluruhan.Perbedaan antara bab ini dan bab yang sebelumnya, bab yang kedua, adalah bab yang sebelumnya adalah tentangوجوب دخول في الإسلامAda yang mengatakan perbedaannya, kalau yang pertama yaitu وجوب دخول في الإسلام, adalah secara global. Secara global wajib bagi kita untuk masuk ke dalam agama Islam.Adapun di dalam bab ketujuh ini, maka disebutkan di sini, wajibnya masuk ke dalam agama Islam secara terperinci, jadi dia masuknya kalau dia yang didepan kalau disiniوجوب الدخول في الإسلام كلهIni sudah masuk keperinciannya/sudah kedalam²nya (dia masukin) semuanya dilaksanakan, kamar aqidah, muamalah, akhlak semuanya dia masukin, ini perbedaan antara bab yang nomer 2 dengan bab yang 7 ini, jadi ini lebih terperinci lagi, bukan hanya pintu gerbangnya dia masuk tetapi pintu² yang lain yang ada didalam Islām dan ini hukum adalah wajib, dia melaksanakan Islām didalam seluruh perkara tadi.وترك ما سواهDan kewajiban untuk meninggalkan yang selain itu.Beliau mengatakanوقول الله تعالى:Dalil yang pertama dari al-Quran tentang wajibnya masuk kedalam Islām kullihi (seluruh apa yang ada didalam Islām)وقول الله تعالى : (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً)(البقرة: من الآية 208)Dan firman Allah yaitu wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara kaffah.Ini adalah apa yang beliau maksud dengan kalimat kullihi. Kaffah, di dalam seluruh apa yang ada di dalam Islam ini. Dalam masalah aqidah, ibadah, akhlak, muamalah, imamah, dan seterusnya, maka masuklah ke dalam Islam, di dalam seluruh masalah tadi, seluruh bidang tadi, ke dalam Islam itu, Islam yang dibawa oleh Nabi Shallallâhu Alaihi Wasallam. Jangan kita memilah memilih dan memecah-belah, memisah-misah agama yang dibawa oleh Nabi Shallallâhu Alaihi Wasallam.Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam agama Islam, ke dalam penyerahan diri kepada Allah secara kaffah, secara keseluruhan. Ayat ini sangat jelas. Udkhulu, karena di sini adalah perintah, sedangkan asal dari perintah adalah wajib.Makanya beliau mengatakan wajibnya masuk ke dalam Islam, bukan hanya sekedar sesuatu yang Sunnah.Dan ucapan Allah kaffah, ini menunjukkan apa yang beliau sebutkan di dalam judulnya, kullihi, seluruh Islam.Dan kewajiban kita masuk ke dalam Islam semuanya, ini konsekuensinya adalah meninggalkan selain yang bukan merupakan Islam. Kalau dalam seluruh perkara kita diwajibkan untuk masuk semuanya, wajib untuk menggunakan Islam sebagai dasarnya, maka ini otomatis konsekuensinya kita harus meninggalkan segala sesuatu yang bukan termasuk di dalam agama agama Islam. Ini sudah konsekuensinya, kalau memang kita harus masuk di dalam Islam seluruhnya.

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI8 Juni 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Halaqah 51 - Bab 7 (Pembahasan Bab Utama dan Dalil Pertama (Al-Baqarah:208))

HSI Abdullah RoyJejak Ilmu HSI @komunitasbeekindHalaqah 51Bab 7/Wajibnya Masuk Ke Dalam Islam Secara Total dan Meninggalkan Selainnya – Penjelasan Umum Bab dan Pembahasan Dalil Pertama QS. Al-Baqarah: 208Penjelasan Umum BabKita harus pegang sumber yang digunakan di dalam agama Islam dan mencukupkan diri dengan sumber yang ada di dalam agama Islam. Islam yang memiliki keutamaan dan hukumnya adalah wajib, adalah menyerahkan diri secara keseluruhan.Kullihi (masuk ke dalam Islam semuanya). Maksud ke dalam Islam kullihi, dalam seluruh perkara. Dalam masalah aqidah, ibadah, muamalah, Tazkiyatun nufus (penyucian jiwa), akhlak, tahakum (berhukum). Islam yang diwajibkan Allah bukan Islam sebagian, tetapi Islam secara menyeluruh (kaffah). Seorang muslim wajib tunduk kepada syariat Allah dalam seluruh aspek kehidupan. Tidak boleh mengambil Islam pada satu sisi lalu mengambil pemikiran atau jalan selain Islam pada sisi yang lain.Telah dibahas sebelumnya dalam bab 2 ( وجوب دخول في الإسلام : Wujūbul Islām) yaitu menjelaskan kewajiban menjadi seorang muslim yang wajib masuk Islam secara keseluruhan (global). Sedangkan pada bab 7 lebih terperinci lagi, yaitu:Kewajiban masuk ke dalam Islam secara terperinci.Aqidah, muamalah, akhlak, dan seluruh perkara Islam harus dilaksanakan.Menjalankan seluruh perkara yang ada di dalam Islam.Hukumnya wajib.Wajib meninggalkan selain Islam.Pembahasan Dalil Pertama (QS. Al-Baqarah, ayat 208)يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara kaffah” (QS Al-Baqarah: 208)Dalil pertama tentang wajibnya masuk ke dalam Islam secara kullihi. Kata kaffah menunjukkan seluruh apa yang ada di dalam Islam. Dalam masalah aqidah, ibadah, akhlak, muamalah, imamah, dan seluruh bidang kehidupan, harus masuk ke dalam Islam yang dibawa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.Tidak boleh memilah-milah dan memecah-belah agama yang dibawa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Masuk ke dalam agama Islam dan menyerahkan diri kepada Allah secara keseluruhan.Kata ادخلوا (udkhulu) adalah perintah. Karena di sini adalah perintah, sedangkan asal dari perintah adalah wajib. Kata كافة (kaffah) menunjukkan seluruh Islam (kullihi).Konsekuensi masuk ke dalam Islam seluruhnya adalah meninggalkan segala sesuatu yang bukan termasuk Islam. Wajib menjadikan Islam sebagai dasar dalam seluruh perkara dan meninggalkan selainnya.

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI8 Juni 2026
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

KEADAAN ORANG-ORANG KAFIR KETIKA DIGIRING dan DIKUMPULKAN ke dalam NERAKA

PERTAMA | Mereka akan digiring dengan kasar.(QS Ath Thūr: 13-14)KEDUA | Mereka akan digiring secara berkelompok dan akan disambut oleh para malaikat penjaga neraka di ambang pintu neraka dengan penuh penghinaan.(QS Az Zumar: 71-72)KETIGA | Mereka akan dikumpulkan dalam keadaan berjalan di atas wajah-wajah mereka. (HR Bukhāri dan Muslim; QS Al Furqān: 34)KEEMPAT| Mereka akan dikumpulkan dalam keadaan buta, bisu dan tuli. (QS Al Isrā: 97)KELIMA | Mereka akan dikumpulkan bersama teman-teman mereka dan sesembahansesembahan mereka dan akan saling menyalahkandi antara mereka sebelum akhirnya mereka masuk ke dalam neraka. (Q.S. Ash Shāffāt: 22-32)KEENAM | Sebelum mereka sampai ke neraka mereka akan mendengar suara neraka (QS Al Furqān: 12)

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
🎓 Jejak Ilmu HSI8 Juni 2026
N
Nurul

📍 Kota Depok

Pembahasan Kitab Al-Ushulu Ats-Tsalatsah bag.2

Halaqah 26 : Landasan Kedua Ma'rifatul Dinil Islam Bil Adillah : Muqaddimah #1Setelah kita menyelesaikan landasan yang pertama kita masuk pada :الأصل الثاني: معرفة دين الإسلام بالإدلةLandasan yang kedua diantara tiga landasan yang wajib hukumnya kita pelajari, kita amalkan, kita dakwahkan dan kita harus bersabar didalam mempelajarinya.Yaitu tentang : معرفة دين الإسلام بالإدلةLandasan kedua : Mengenal agama Islām dengan dalīl-dalīlnya.Ini adalah pondasi yang kedua, setelah mengenal Allāh adalah mengenal agama Islām. Yang dimaksud dengan دين الإسلام disini adalah Dīnul Islām dengan makna yang khusus yaitu agama Islām yang dibawa oleh Rasūlullāh Shallallāhu ‘alayhi wa sallam.Dīnul Islām terkadang maknanya adalah umum, makna umum Dīnul Islām adalah agama Islām yang merupakan agama seluruh nabi dan juga seluruh rasūl.Agama seluruh nabi dan rasūl adalah satu yaitu Islām. Baik nabi Ādam, nabi Nūh, nabi Ibāhīm, nabi Mūsā, nabi Isa, seluruh nabi mereka beragam Islām.Didalam sebuah ayat ketika Allāh Subhānahu wa Ta’āla menyebutkan tentang nabi Ibrāhīm ‘alayhissalām.Allāh mengatakan kepada-nya:إِذْ قَالَ لَهُۥ رَبُّهُۥٓ أَسْلِمْ ۖ قَالَ أَسْلَمْتُ لِرَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَKetika Allāh Subhānahu wa Ta’āla berkata kepada Ibrāhīm : “Islāmlah kamu!” Beliau mengatakan: “Aku Islām, aku menyerahkan diri untuk Allāh Rabbul ‘ālamīn”.(QS. Al-Baqarah:131)Ayat ini ⇒ Menunjukan bahwasanya agama nabi Ibrāhīm adalah Islām.Dan ayat setelah bagaimana Nabi Ibrāhīm berpesan kepada anak-anaknya dan juga Ya’qūb.وَوَصَّىٰ بِهَآ إِبْرَٰهِـۧمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَـٰبَنِىَّ إِنَّ ٱللَّهَ ٱصْطَفَىٰ لَكُمُ ٱلدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَDan Ibrāhīm berwasiat dengannya (yaitu dengan wasiat Dīnul Islām) kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qūb.Ibrāhīm berkata: “Wahai,anak-anakku! Sesungguhnya Allāh telah memilih agama ini (Islām) bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islām”.(QS. Al-Baqarah:132)⇒ Ini adalah wasiat nabi Ibrāhīm dan nabi Ya’qūb untuk putra-putra mereka, supaya mereka istiqāmah diatas Islām. Agama mereka adalah agama Islām.أَمْ كُنتُمْ شُهَدَآءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ ٱلْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِنۢ بَعْدِى قَالُوا۟ نَعْبُدُ إِلَـٰهَكَ وَإِلَـٰهَ ءَابَآئِكَ إِبْرَٰهِـۧمَ وَإِسْمَـٰعِيلَ وَإِسْحَـٰقَ إِلَـٰهًۭا وَٰحِدًۭا وَنَحْنُ لَهُۥ مُسْلِمُونَApakah kalian hadir ketika kematian mendatangi Ya’qūb? Ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrāhīm, Ismā’il dan Ishāq (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”.(QS. Al-Baqarah:133)⇒ Inilah agama nabi Ibrāhīm, nabi Ya’qūb, nabi Ismā’il.Ketika nabi Sulaimān mengirim surat kepada Bilqis.قَالَتْ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلْمَلَؤُا۟ إِنِّىٓ أُلْقِىَ إِلَىَّ كِتَـٰبٌۭ كَرِيمٌBerkata Bilqis : “Wahai, pembesar-pembesar, sesungguhnya telah dijatuhkan kepadaku sebuah surat yang mulia.=> Saat itu yang membawa surat adalah Hudhud.إِنَّهُۥ مِن سُلَيۡمَٰنَ وَإِنَّهُۥ بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِSesungguhnya (surat) itu dari Sulaimān isinya, “Dengan nama Allāh Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang”.Kemudian dilanjutkan :أَلَّا تَعۡلُواْ عَلَيَّ وَأۡتُونِي مُسۡلِمِينَ“Janganlah engkau berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri.”(QS. An-Naml:29-31)⇒ Maksudnya menyerahkan diri adalah menyerahkan diri kepada Allāh sebagai seorang muslim.Dan diakhir Bilqis mengatakan:قَالَتْ رَبِّ إِنِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى وَأَسْلَمْتُ مَعَ سُلَيْمَـٰنَ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ“Yā Rabb, sesungguhnya aku telah menzhālimi diriku sendiri dan aku berserah diri bersama Sulaimān kepada Allāh, Tuhan semesta alam”.(QS. An-Naml:44)⇒ Ini adalah agama nabi Sulaimān yaitu Islām.Mūsā alayhissalām ketika beliau berkata kepada kaumnya.وَقَالَ مُوسَىٰ يَـٰقَوْمِ إِن كُنتُمْ ءَامَنتُم بِٱللَّهِ فَعَلَيْهِ تَوَكَّلُوٓا۟ إِن كُنتُم مُّسْلِمِينَBerkata Mūsā: “Wahai kaumku (Bani Isrāil) jika kamu beriman kepada Allāh, maka bertawakkallah kepada-Nya saja, jika kamu benar-benar orang yang berserah diri”.(QS.Yūnus: 84)⇒ Menunjukkan bahwa nabi Mūsā alayhissalām menyeru kepada Islām, agama beliau adalah agama Islām dan beliau menyeru kepada Islām.Adapun agama Nabi Muhammad Shallallāhu ‘alayhi wa sallam sebagaimana agama para nabi sebelumnya yaitu Islām. Banyak sekali dalīl yang menunjukkan bahwasanya agama beliau adalah Islām.Ini adalah perkara yang واضح (yang jelas), yang ingin kita sampaikan disini bahwasanya seluruh nabi dan rasūl agama mereka adalah satu yaitu Islām.Dan ini adalah pengertian Dīnul Islām secara umum. Oleh karena itu Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengatakan :إِنَّ ٱلدِّينَ عِندَ ٱللَّهِ ٱلْإِسْلَـٰمُ“Sesungguhnya agama disisi Allāh adalah Islām”(QS. Āli-Imrān:19)Karena agama seluruh nabi dan rasūl adalah Islām. Jangan ada yang berpikir bahwasanya nabi Isa beragama Kristen, nabi Mūsā beragama Yahūdi. Tidak !Jangan kita melihat sebuah kaum yang mereka mengaku pengikutnya nabi Isa dan mereka menamakan dirinya Kristen atau Nashara.Dan kita melihat orang-orang yang mengaku beriman dengan nabi Mūsā dan mereka menamakan dirinya (misalnya) Yahūd. Kemudian kita berkeyakinan bahwasanya Isa beragam Nashrāni dan Mūsā beragama Yahūdi.Itu adalah pengakuan mereka, sementara nabi Mūsā dan nabi Isa keduanya adalah seorang Muslim.Demikian pula firman Allāh ‘Azza wa Jalla:وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ ٱلْإِسْلَـٰمِ دِينًۭا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِى ٱلْـَٔاخِرَةِ مِنَ ٱلْخَـٰسِرِينَ“Barangsiapa mencari agama selain agama Islām, maka tidak akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”(QS. Āli-Imrān:85)Maka jangan ada yang mengatakan lagi bahwa nabi Mūsā beragama Yahūdi atau mengatakan nabi Isa beragama Nashrāni. Kemudian ingin membantah ayat ini.Kita katakan mereka adalah muslim, adapun pengikut-pengikut mereka yang ghuluw terhadap nabi Isa tentunya mereka sekedar pengakuan sebagai seorang pengikut, adapun secara kenyataan mereka bukan pengikutnya nabi Isa alayhissalām.

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →