๐Ÿ“ Talbis Iblis #jejakcahaya

Laporan & catatan kegiatan Talbis Iblis #jejakcahaya

โœ๏ธ Buat Laporan
๐Ÿ“ Talbis Iblis #jejakcahaya1 Juni 2026
N
Nunung Sair

๐Ÿ“ Kabupaten Halmahera Utara

Ringkasan kajian kitab: Talbis iblis bagian 1 "Berpegang Teguh kepada sunnah"

Judul : Kajian Kitab Talbis Iblis "Berpegang Teguh kepada Sunnah"Pemateri : Ustadz Firanda Andirja, MATalbis iblis dalam bahasa Indonesia artinya tiruan daya iblis kepada manusia. Yaitu bagaimana iblis menipu manusia seakan-akan itu kebaikan padahal ternyata keburukan.Kitab talbis iblis ditulis oleh imam ibnu Zauji terdiri dari 13 bab, 4 bab muqoddimah dan 9 bab rincian.Nikmat yang paling besar manusia adalah akal.Hanya saja akal tidak bisa mengantarkan maslahat kepada  manusia. Maka Allah mengutus para Rasul untuk membimbing akal manusia.Allah memberi anugerah lain yaitu diutusnya nabi Adam.Cara iblis menggoda manusia menurut ibnu Zauji yaitu setan mengampuni adukkan Ajaran nabi dengan syubhat-syubhat maka muncullah aliran-aliran hawa nafsu yang memecah belah umat.Dalam shahih bukhari hadis Hudzaifah "orang-orang bertanya tentang kebaikan tapi aku bertanya tentang keburukan"Agar tidak terjerumus dalam keburukan tersebut.Sebagaimana kata penyair "aku mengenal keburukan bukan untuk melakukannya tapi untuk menjauhinya.Orang yang paling selamat adalah orang yang mengenal kebaikan secara terperinci dan mengenal keburukan secara terperinci.Ibnu Zauji mengatakan jika anda ingin selamat dari jerat-jerat setan makan jauhilah bid'ah.Asal muasal munculnya bid'ah karena mengikuti pemikiran sendiri, keluar dari sumber asal maksudnya Rasulullah dan para sahabat terdahulu.Hadis dari Abu Sofyan, Rasulullah bersabda umat ini akan terpecah menjadi 73 golongan. 72 di neraka dan satu golongan di surga. Yaitu golongan jama'ah.Jama'ah yang dimaksud yaitu nabi dan para sahabat.Mencukupkan diri dengan sunnah lebih baik daripada bersungguh-sungguh dengan perbuatan tapi itu bid'ah.Al Auzai berkata: Sabarlah diatas sunnah. Berhentilah dimana kau terdahulu berhenti dan tempulah jalan para salafussholih.Ulama terdahulu tidak punya waktu mendengarkan tentang bid'ah.Sofyan ats-Tsauri berkata: bid'ah lebih dicintai oleh iblis daripada maksiat.Karena maksiat bisa ditaubati, tapi bid'ah tidak bisa. Karena merasa dirinya berada diatas kebenaran. Justru kitalah yang dianggap salah oleh pelaku bid'ah.Siapa yang berjabat tangan dengan ahlul bid'ah makan dia telah mengurai islam sedikit demi sedikit. Fudhoil bin iyad berkata : siapa yang membantu ahlul bid'ah berarti dia terlah membantu rusaknya islam.Sunnah secara bahasa jalan. Jalan para safussholih karena zaman itu masih murni, belum ada bid'ah.Bid'ah ada setelah Nabi dan para sahabat wafat.Bid'ah artinya menyelisihi syariat.Perkara yang baru yang tidak menyelisihi syariat dan tidak bertentangan dengan syariat contohnya mengumpulkan Al-Qur'an dalam satu mushaf.Namun Zaid bin Tsabit ragu karena itu adalah perkara yang baru yang tidak pernah diajarkan Nabi.Ibnu Mas'ud mengatakan ikulah jalan-jalan para salafussholih jangan kalian ke kanan atau ke kiri.Tipuan setan sangat banyak maka berpegang teguh kepada sunnah dan jangan mencoba dengan bid'ah, karena setan sangat pandai menebak manusia dengan jeratan-jeratannya.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 1 Jun 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“ Talbis Iblis #jejakcahaya1 Juni 2026
S
SHILFI LATIFATHUL WANGSA

๐Ÿ“ Kabupaten Purwakarta

Talbis iblis 1

Talbis iblis ini artinya tipuan iblis Bagaimana iblis memperdaya manusia dengan cara seakan akan ketaatan padahal itu adalah keburukanTalbis metode menipu manusiaKemaksiatan yang dibentuk kebaikanManusia dikasih akal Iblis melakukan tipuan/menggoda manusia penjelasan para Nabi dengan syubhat, obat yang di bawa para Nabi dicampuri racun, berkelompok kelompokKhudzaifah nanya tentang keburukanAku nanya tentang keburukan agar tidak melakukanOrang yang paling selamat mengenal kebaikan secara terperinci, dan dia juga mengenal keburukan secara terperinci, dia mengenal jalan pendosa, dia mengenal kesesatanSyaithan tau menjebak seorang ustadz, kiyai, seperti Nabi Adam duluMuqoddimahDiantaranya tentang melazimi sunnahKalau anda ingin selamat, lazimi sunnah jauhi bid'ahSyaithan datangkan kemaksiatan disangka kebaikanSurga semakin tengah semakin muliaJangan sendirian, karena syaithan mudah menggoda orang yang sendirianIkuti aqidah yang benar jangan menyimpangSederhana ahlussunnah lebih baik daripada sungguh sungguh dalam bid'ahTafsiran nya ngawurYang ragu ragu tinggalkanKita telusuri dulu dulu seperti apaKita mengikuti para Nabi dulu seperti apaKalau ada yang terjerumus, kita nasehatinKalau berpikiran liar ngapain Nabi diutusAgama saya harus ada dalilSabar diatas sunnahTempuhlah jalan salafus sholehAllah sudah kasih dalil Nabi sudah jelas selesaiAda orang sebagian sibuk dengan bid'ah, menghalalkan ini menghalalkan itu, semakin liar semakin liar, mengejek orang yang ahlus sunnah, dia semakin jauh dari AllahMaksiat masih diharapkan bertobat, tapi bid'ah sulit dan tidak bertobatKalau pelaku bid'ah kita dianggap salah sama diaKalau maksiat nasehatin suatu saat dia bertobatSyaithan lebih suka bid'ah dibanding maksiatSiapa yang mendengar dari ahlul bid'ah tidak ada manfaatnyaSiapa yang membantu ahlul bid'ah maka dia telah membantu rusak nya islamBid'ah semakin tersebar, sunnah semakin mengecilSunnah itu jalanPerbuatan yang di ada-ada kanHendaklah kalian mengikuti jalan para sahabat

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 1 Jun 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“ Talbis Iblis #jejakcahaya1 Juni 2026
M
Meutia Yunita

๐Ÿ“ Kota Bandung

Ringkasan Materi 1: Talbis Iblis #1

Talbis iblis, secara bahasa berarti tipuan atau perangkap iblis.Iblis menipu manusia dengan cara memperdaya manusia sedemikian rupa sehingga perkara maksiat atau keburukan dikemas seolah-olah tampak sebagai suatu ketaatan atau kebaikan.Kitab Talbis Iblis ditulis oleh Al-Imam Ibnul Jauzi, seorang ulama yang sangat pandai dalam memberikan nasihat dan menyentuh hati. Kitab ini terdiri dari 13 bab:4 bab pertama: Mukadimah/Pendahuluan --> berisi perintah untuk melazimi sunah, celaan terhadap bid'ah, peringatan fitnah iblis, serta makna talbis dan ghurur.9 bab berikutnya: Rincian/Inti Bahasan --> mengenai tipuan iblis kepada berbagai kelompok manusia (seperti para ulama, penguasa, ahli ibadah, orang zuhud, kaum sufi, hingga orang awam).Ibnul Jauzi menekankan bahwa satu-satunya jalan keluar agar selamat dari perangkap iblis adalah dengan berpegang teguh pada Sunah Nabi dan manhaj para sahabat (Al-Jama'ah).Akal Manusia Terbatas: Manusia dibekali akal untuk mengenal Tuhan, namun akal secara independen tidak bisa mengetahui seluruh kemaslahatan tanpa bimbingan wahyu. Pentingnya Berjamaah: Berdasarkan hadis, setan akan lebih mudah mengoda orang yang menyendiri (mempunyai pemikiran nyeleneh atau menyimpang dari kesepakatan sahabat). Jalan kebenaran hanya satu, sedangkan jalan-jalan penyimpangan di kanan-kirinya sangat banyak dan masing-masing dijaga oleh setan.Hadis Hudzaifah bin Al-Yaman r.a. : ia sering bertanya kepada Rasulullah ๏ทบ tentang keburukan karena khawatir terjerumus ke dalamnya. Mengetahui keburukan (serta tipu daya setan) secara terperinci sangat penting agar kita tidak mudah tertipu.Setan lebih menyukai perkara bid'ah daripada maksiat biasa. Orang yang bermaksiat umumnya sadar dirinya salah dan diharapkan bisa bertobat, sedangkan pelaku bid'ah merasa sedang melakukan ketaatan sehingga sulit untuk bertobat.Para ulama salaf terdahulu sangat tegas menolak untuk mendengar syubhat dari ahli bid'ah demi menjaga kesucian hati dan akidah mereka.Ibnul Jauzi menyebutkan bahwa berdasarkan hadis tentang pecahnya umat menjadi 73 golongan (di mana hanya 1 yang selamat).Terdapat 6 kelompok induk yang menjadi akar penyimpangan, yaitu :Haruriyah (Khawarij)QadariyahJahmiyahMurji'ahRafidhah (Syi'ah)JabariyahMasing-masing dari 6 kelompok induk tersebut kemudian terpecah lagi menjadi 12 cabang, sehingga totalnya menjadi 72 golongan yang keliru.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 1 Jun 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“ Talbis Iblis #jejakcahaya1 Juni 2026
T
Tendri Novita

๐Ÿ“ Kota Palu

Talbis Iblis 1

TALBIS IBLISBerpegang Teguh Kepada SunnahUstadz Dr. Firanda Andirja, Lc., M.A.PENGERTIAN TALBIS IBLISTalbis Iblis adalah metode dan tipu daya iblis untuk menipu manusia dengan menghias kebatilan sehingga keburukan terlihat sebagai kebaikan dan kesesatan tampak sebagai petunjuk.โ€œJalan keselamatan ada pada Al-Qurโ€™an dan Sunnah sesuai pemahaman Nabi ๏ทบ dan para Sahabat.โ€POIN-POIN PENTING1. Berpegang Teguh Kepada SunnahSunnah adalah jalan selamat. Menyimpang dari Sunnah membuka pintu kesesatan.2. Akal Harus Dibimbing WahyuAkal penting, namun terbatas. Dalam urusan agama, akal harus tunduk kepada wahyu.3. Bahaya Bidโ€™ahBidโ€™ah adalah perkara baru dalam agama yang tidak ada contoh dari Nabi ๏ทบ dan para Sahabat. Sangat disukai iblis.4. Jalan Selamat Dari Tipuan IblisBerpegang pada Al-Qurโ€™an dan SunnahMengikuti pemahaman Salafus ShalihMelazimi Al-Jamaโ€™ahMenuntut ilmu dari sumber yang benarMenjauhi syubhat dan perkara yang tidak jelas5. Perpecahan UmatUmat akan terpecah menjadi banyak golongan. Golongan yang selamat adalah yang mengikuti jalan Nabi ๏ทบ dan para Sahabatnya.6. HikmahTidak semua yang terlihat baik, benar di sisi Allah.Ilmu adalah benteng dari tipuan iblis.Setiap amalan harus ditimbang dengan dalil.Keselamatan ada pada mengikuti jejak Rasulullah ๏ทบ dan para Sahabat.โ€œTipu daya iblis yang paling berbahaya adalah ketika kesalahan dihiasi sehingga tampak sebagai kebenaran.โ€Maka, berpeganglah kepada Al-Qurโ€™an dan Sunnah agar selamat dunia dan akhirat.ILMU SUNNAH MENYELAMATKAN DUNIA & AKHIRAT

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 1 Jun 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“ Talbis Iblis #jejakcahaya1 Juni 2026
A
Alina Rostiana

๐Ÿ“ Kota Yogyakarta

Kajian Kitab Talbis Iblis #1 BERPEGANG TEGUH KEPADA SUNNAH

Makna Talbis Iblis dan Profil Penulis Definisi Talbis IblisTalbis Iblis ini kalau kita artikan secara bahasa Indonesiaadalah "Tipuan Iblis". Yaitu bagaimana iblis memperdayamanusia dengan cara seakan-akan itu adalah kebaikan, padahal ternyata itu adalah keburukan. Jadi, talbis adalah metode iblis dalam menipu manusia, di mana kemaksiatan disodorkan seakan-akan dalam bentuk ketaatan sehingga banyak yang terpedaya.Profil Al-Imam Ibnul JauziPenulis kitab ini adalah Al-Imam Ibnul Jauzi rahimahullah Ta'ala yang hidup di abad ke-6 Hijriah. Beliau dikenal sebagai ahli al-wa'zh (ahli dalam memberi nasihat). Disebutkan dalam biografi beliau, ketika beliau mengisi pengajian, yang hadir paling tidak mencapai 10.000 orang di zaman tersebut. Terkadang majelisnya dipenuhi hingga 100.000 orang. Beliau sendiri pernah mengatakan bahwa telah masuk Islam di tangannya sebanyak 20.000 orang, dan telah bertaubat melalui perantaranya ada sekitar 100.000 orang. Hal ini menunjukkan jumlah yang sangat banyak. Beliau pakar dalam memberikan nasihat-nasihat, sehingga beliau menggeluti tentang metode-metode iblis dalam menggoda berbagai macam model manusia.Struktur Kitab Talbis IblisBuku ini disebutkan oleh Al-Imam Ibnul Jauzi rahimahullah Ta'ala terdiri atas 13 bab. Empat bab pertama merupakan mukadimah, sementara sembilan bab berikutnya adalah rincian contoh-contoh talbis iblis. Berikut adalah rinciannya:Bab 1: Perintah untuk melazimi Sunnah wal Jamaah.Bab 2: Celaan terhadap bid'ah dan ahlul bid'ah.Bab 3: Peringatan tentang fitnah iblis dan tipuan-tipuannya.Bab 4: Makna talbis dan al-ghurur (pendahuluan kitab).Bab 5: Talbis iblis yang berkaitan dengan akidah dan agama.Bab 6: Talbis iblis terhadap para ulama dalam berbagai bidang ilmu (bagaimana setan menipu para ulama).Bab 7: Talbis iblis terhadap para wulat dan salathin (para penguasa).Bab 8: Talbis iblis terhadap para ahli ibadah dalam model-model ibadah mereka.Bab 9: Talbis iblis terhadap orang-orang zuhud.Bab 10: Talbis iblis terhadap orang-orang Sufiyah.Bab 11: Talbis iblis terhadap orang-orang yang beragama dengan perkara yang disangka karomah (padahal bid'ah/mungkar).Bab 12: Talbis iblis terhadap orang-orang awam.Bab 13: Talbis iblis kepada semua manusia dengan memperpanjang angan-angan (sehingga melupakan kematian).Peran dan Keterbatasan Akal ManusiaDalam khutbatul kitab (permulaan kitab), setelah memuji Allah, bersyahadat, dan bersalawat kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, beliau menyebutkan bahwa sesungguhnya nikmat yang paling besar bagi manusia adalah akal.Dengan akal, seseorang bisa mengenal Allah Subhanahu wa Ta'ala dan membenarkan para rasul. Namun, akal secara independen tidak bisa mengantarkan manusia kepada segala tujuannya karena akal terbatas kemampuannya. Oleh karenanya, harus diutus para rasul dan diturunkan kitab-kitab suci untuk membimbing akal tersebut.Al-Imam Ibnul Jauzi memberikan perumpamaan:Syariat (yang dibawa rasul) adalah seperti matahari.Akal manusia adalah seperti mata.Mata bisa melihat, tetapi jika tidak ada cahaya, percuma ia tidak bisa melihat. Maka, untuk bisa melihat dengan baik, mata membutuhkan cahaya yang cukup.Sejarah Permusuhan dan Metodologi Tipuan IblisSetelah Allah memberikan anugerah akal, diutusnya Nabi Adam 'alaihissalam, diturunkannya wahyu, hingga terjadinya tragedi Qabil membunuh Habil karena syahwat yang menguasai. Mulailah terjadi kerancuan dan muncul berbagai macam akidah serta aliran-aliran.Dugaan iblis bahwa ia bisa menyesatkan manusia telah terbukti. Cara yang dilakukan iblis dalam menggoda manusia adalah dengan mencampurkan penjelasan syariat dengan syubhat, dan mencampur obat penawar (dari para nabi) dengan racun, sehingga orang-orang pun terpedaya.Iblis memecah belah umat menjadi berkelompok-kelompok dengan berbagai aliran pemikiran, dan hawa nafsu masuk dalam segala hal.Urgensi Mengenalkan dan Mengenal KeburukanAl-Imam Ibnul Jauzi menulis, "Maka aku pandang, aku harus memperingatkan manusia dari tipuan-tipuan iblis, dan saya harus menunjukkan kepada manusia terhadap perangkap-perangkap iblis."Mengetahui keburukan adalah hal yang penting agar kita tidak terjerumus ke dalamnya. Hal ini sesuai dengan pemahamanSahabat Hudzaifah bin al-Yaman radhiyallahu 'anhu dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. Beliau berkata:"Orang-orang bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tentang kebaikan, dan aku bertanya tentang keburukan karena aku khawatir keburukan tersebut mendapatiku."Seseorang yang hanya mengenal kebaikan dan tidak mengenal keburukan sangat rentan terjerumus ke dalam keburukan tersebut tanpa ia sadari. Sebagaimana perkataan seorang penyair: "Aku mengenal keburukan bukan untuk melakukannya, tapi untuk meninggalkannya. Barangsiapa yang tidak mengenal keburukan dari kebaikan, dia akan terjatuh ke dalamnya."Orang yang paling selamat adalah mereka yang mengenal kebaikan secara terperinci, sekaligus mengenal keburukan dan dosa-dosa secara terperinci. Inilah kondisi yang paling sempurna, seperti halnya para Sahabat Nabi yang pernah hidup di zaman Jahiliah. Mereka mengetahui dengan detail puncak-puncak keburukan (moral dan akidah yang rusak di masa itu), kemudian mereka mendapatkan cahaya hidayah Islam. Sehingga, ilmu dan amal mereka dibangun di atas fondasi mengenal keburukan secara terperinci agar bisa ditinggalkan, dan mengenal kebaikan secara terperinci agar bisa diamalkan.Bagaimana cara setan menjebak seorang dai?Dia punya pengalaman banyak, dia sudah pernah menjebak Nabi Adam alaihi salam, bukan cuma dai, nabi dijebak oleh setan.Apalagi kita manusia yang yang punya banyak kekurangan, manusia biasa.Oleh karenanya, selain kita mengenal kebaikan, kita perlu juga mengenal keburukan untuk menghindarinya. Inilah tujuan dari Ibnu al-Jauzi menulis buku ini untuk memperinci tentang jerat-jerat setan.Mukadimah tadi ada empat bab :- Di antaranya tentang al-amru biluzลซmis sunnah wal jamฤ'ah. Sebenarnya, mukadimah ini kalau kita perhatikan, perintah untuk melazimi sunnah, memperingatkan tentang bahaya bidah, memperingatkan dengan jerat-jerat setan, ini sebenarnya jalan keluar,solusi.Seakan-akan Ibnu al-Jauzi mengatakan,"Kalau Anda ingin selamat dari seluruh jerat-jerat setan,sebagai mukadimah, lazimi sunnah, jauhi bidah."Karena kebanyakan jerat-jerat setan masuk dalam pintu bidah, melalui pintu bidah. Kemaksiatan yang dianggap ketaatan, itulah bidah. Setan datangkan kemaksiatan disangka ketaatan. Nanti akan dijelaskan rata-rata adalah dari sisi bidah. Maka untuk selamat, caranya bagaimana? Caranya, lazimi sunnah, jauhi bidah. Itu intinya.Inilah isi dari mukadimah yang dibawakan oleh Ibnu al-Jauzi rahimahullah ta'ala.Oleh karenanya, beliau membawakan hadis tentang larangan mengambil jalan-jalan yang yang salah. Ya, beliau bawakan hadis Ibnu Mas'ud radhiyallahu taala anhu, di mana Ibnu Mas'ud berkata, "Rasulullah sallallahu alaihi wasallam membuat garis dengan tangannya. Rasulullah berkata, 'Inilah jalan Allah yang lurus.' Kemudian Rasulullah bikin garis-garis sebelah kanan dan sebelah kiri. Rasulullah berkata, 'Ini jalan-jalan yang miring ini, lurus, yang miring ini, semuanya setiap jalan ada setan yang menyeru kepada jalan tersebut.'" Jalan kebenaran cuma satu di tengah, ya. Maka ikut jalan yang ini jangan ikuti jalan yang kanan dan kiri. Kemudian beliau membawakan, Rasulullah membacakan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala, "Dan bahwa ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah, dan jangan kalian mengikuti jalan-jalan yang yang lain." Jangan ikuti jalan-jalan yang yang lain. Kemudian beliau membawakan hadis memperingatkan tentang perpecahan umat, ya. Jadi, kita disuruh oleh Ibnu al-Jauzi rahimahullah ikuti jemaah. Maksudnya jemaah, maksudnya para sahabat, maksudnya akidah mereka yang benar, ya. Jangan nyempal dengan pemikiran sendiri. Karena tidaklah bidah muncul kecuali karena ada ide, dia punya ide tentang akidah, ide tentang ibadah, tidak kembali kepada sumber awal. Ini asal muasal munculnya bidah, ya. Dan setiap jalan-jalan kesesatan ada setan yang menyerunya. Setan mengatakan, "Ini ide bagus, ide bagus," sehingga akhirnya meninggalkan jalan yang lurus. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, dari hadis Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash radhiyallahu anhuma, "Sungguhnya akan datang pada umatku yaitu perbuatan kemungkaran sebagaimana yang datang pada Bani Israel, seperti sandal dengan sandal," itu sama, sama persis antara sandal satu dengan sandal yang lainnya. "Bahkan kalau di Bani Israel ada orang yang menzinai ibunya terang-terangan, maka akan ada dari umatku yang melakukannya." Subhanallah.Dulu kita kalau baca hadis ini kita rasanya enggak mungkin. Bagaimana ada seorang mendatangi ibunya terang-terangan, tidak punya malu? Tapi kalau kita lihat zaman sekarang, dengan tersebarnya pornografi, dengan semacam-macam orang diajar dengan kerusakan. Ya, diajar kerusakan, ya. Dan kelainan-kelainan seksual tersebar, ya. Orang-orang banyak yang nonton, ketika nonton akhirnya terpengaruh, akhirnya tadinya fitrahnya lurus jadi jadi menyimpang, jadi rusak gara-gara tontonan. Kemudian ada berita juga anak dengan orang tua. Subhanallah, mengerikan ya kita lihat, mengerikan ada berita seperti itu. Tapi ini Rasulullah mengatakan sallallahu alaihi wasallam saking begitu semangatnya kaum muslimin mengikuti jalan-jalan orang-orang terdahulu, sampai kalau ada orang terdahulu yang mendatangi ibunya, menggauli ibunya terang-terangan, maka akan ada dari umatku yang melakukannya. Kemudian Rasulullah sallallahu alaihi wasallam berkata, "Dan sesungguhnya Bani Israel telah terpecah belah menjadi 72 aliran," millah 72 golongan. "Dan umatku akan terpecah menjadi 73 golongan. Semuanya di neraka kecuali satu aliran." Para sahabat bertanya, "Siapa yang selamat tersebut, ya Rasulullah?" Rasulullah berkata, "Yaitu orang yang melazimi apa yang aku dan sahabatku berada di atasnya." Yaitu melazimi jemaah, melazimi apa yang dipegang oleh para salafunas saleh, yang Nabi dan para sahabat berada di atasnya. Ini cara beragama yang benar, cara beragama yang yang benar. Kita tidak berbicara tentang sarana, kita bicara tentang ritual ibadah, ritual ritual ibadah, keyakinan adalah yang diyakini oleh Nabi dan para sahabatnya. Nabi mengatakan yang selamat, "Yaitu jalan yang aku dan para sahabat menempuhnya."Kemudian beliau bawakan lagi hadis dari Muawiyah bin Abi Sufyan, kalau tadi dari 'Amr bin al-'Ash sekarang dari Muawiyah bin Abi Sufyan, sungguhnya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam pernah berdiri menyampaikan khotbah atau nasihat kepada kami, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, "Ketahuilah bahwasanya orang-orang sebelum kalian dari ahli kitab mereka terpecah belah menjadi 72 golongan, dan umat ini akan terpecah menjadi 73 golongan. 72 di neraka dan satu di surga, dan mereka itulah al-jemaah." Ini yang tadi Ibnu al-Jauzi ketika membawa perintah orang untuk melazimi jemaah agar mendapati posisi yang paling baik di surga, dan jangan punya sikap menyendiri nyeleneh dalam pemikiran, dalam akidah, ya, hendaknya kembali kepada jemaah, yaitu jemaah Nabi dan para sahabatnya, ya. Ikutilah jemaah, dan akan muncul dari umatku suatu kaum yang hawa nafsu mengalir, menggerogoti mereka sebagaimana rabiis menjalar pada orang yang terkena penyakit rabiis, ya. Jadi, Nabi menjelaskan akan ada orang-orang yang sudah mereka dikuasai hawa nafsu. Kita mau debat mau apa, percuma. Kita mengajak ke sunnah, percuma, enggak bisa. Dia sudah punya syubhat yang terstruktur, saya kalau bilang demikian. Syubhat yang terstruktur. Kenapa saya begitu? Karena ketika saya menulis tentang liberal, tentang pluralisme, saya baca buku-buku mereka, risalah-risalah doktoral mereka, ya. Disertasi-disertasi mereka saya baca, dan saya baca tulisan mereka. Saya akhirnya saya simpulkan syubhat mereka terstruktur. Wajar jika mereka kemudian terjebak, ya. Karena mereka punya syubhat yang terstruktur. Kalau orang tidak punya tidak punya landasan agama yang baik akan mudah terjebak, ya. Akan mudah terjebak dengan syubhat mereka, padahal itu adalah kekufuran, yang intinya adalah kekufuran ujungnya, mengerikan.Dan demikian juga ketika kita membahas tentang sufiah, tentang mereka punya syubhat-syubhat yang terstruktur. Kita membahas tentang aliran-aliran, mereka punya syubhat yang terstruktur, ya. Dan sulit ketika kita menasihati, alhamdulillah banyak di antara mereka ada yang dapat hidayah, di antara mereka ada yang sulit, ya. Sulit dikasih tahu. Kenapa? Nabi mengatakan suatu kaum yang digerogoti oleh hawa nafsu mereka, dia punya pemikiran sendiri, mau diapain. Sebagaimana rabiis kalau sudah menggerogoti orang, sulit, sulit ya. Dia sudah dia sudah dia sudah tenteram dengan pemikirannya, mau mau pemikiran wahdatul wujud, mau manunggaling kawula gusti, mau ibadah sambil joget-joget, dia punya syubhat yang terstruktur, mau diapain. Kalau Allah tidak kasih dia, enggak bisa, ya. Makanya supaya tidak terjebak pada itu semua, lazimi jemaah, kata Ibnu al-Jauzi rahimahullah. Jangan keluar-keluar, jangan coba-coba dengan melakukan bidah-bidah, pemikiran-pemikiran, ndak. Apa yang di Rasulullah dan sahabatnya di atasnya, ikuti. Ini solusi yang ditawarkan oleh Ibnu al-Jauzi sejak awal, ditaruh di mukadimah, sebelum dia memaparkan tentang jerat-jerat setan secara detail nanti insyaallah pada waktunya kita sampaikan. Oleh karenanya banyak nasihat-nasihat dari para salaf, dia sebutkan di sini, banyak ya, saya nukil sebagian aja, ya. Seperti perkataan Abdullah bin Mas'ud, "Sederhana dalam sunnah," artinya mencukupkan diri dengan dengan sunnah, "lebih baik daripada sungguh-sungguh semangat tapi bidah."Orang bidah sekarang lebih semangat daripada yang sunnah. Sunnah gitu-gitu aja, mereka pengin variasi, bikin bidah, bikin ibadah gini, pengin pengin kelihatan memukau pemikirannya. Subhanallah, orang kalau dengar orang liberal menyampaikan, banyak orang terpukau, "Wah, masyaallah keren keren." Intinya kekufuran tapi dia sampaikan dengan cara yang terstruktur, kemudian dengan rapi, dengan indah, nukil perkataan ulama barat kah, apa pemikir-pemikir barat, kemudian macam-macam dirangkai dengan hadis-hadis, dengan ayat-ayat yang tafsirannya ngawur, orang terpukau. Ada hal satu yang baru dan sifat manusia ingin tahu satu yang baru. Padahal dalam agama jangan yang baru ditinggalkan, yang ragu-ragu tinggalkan. Kita disuruh kembali kepada pemahaman salaf. Tapi sifat manusia ingin sesuatu yang baru, kalau sudah tahu sesuatu yang baru dia sungguh-sungguh. Makanya Ibnu Mas'ud mengatakan, "Sederhana," artinya, "biasa dalam sunnah lebih baik daripada sungguh-sungguh dalam dalam bidah," ya. Kemudian juga di antaranya misalnya perkataan Abu Al-Aliyah, seorang tabi'in. "Alaykum bil amril awwal," kata tabi'in Abu Al-Aliyah. Abu Al-Aliyah ini yang yang menafsirkan Ar-Rahmanu 'alal 'Arsyistawa, kata dia, disampaikan oleh Al-Bukhari dalam sahih-nya, Ar-Rahmanu 'alal 'Arsyistawa dia mengatakan, 'ala wartafa'a, di atas maknanya. Di atas, bukan menguasai, tapi di atas, Allah di atas Arsy. "Hendaknya kalian berpegang teguh dengan perkara yang pertama," yaitu zaman para sahabat. Perkara pertama yang para sahabat di atasnya, sebelum memunculkan perpecahan-perpecahan.Lah sekarang kita ini berbagai macam perpecahan, kita kita belajar agama ya, kalau perkara dunia silakanlah enggak ada masalah. Perkara dunia silakan kita bervariasi, silakan berinovasi. Justru inovatif di di sangat dianjurkan dalam apa? Dalam perkara dunia. Tapi perkara agama, ini banyak nih pemikiran ini, kita telusuri, telusuri kembali kepada dulu seperti apa sih? Sebenarnya sebenarnya mudah, ya. Pemahaman salaf tuh mudah, dulu seperti apa? Zaman Nabi, para sahabat seperti apa? Itu yang kita Kalau kita mau keluar daripada koridor pemahaman salaf, wah macam-macam pemikiran dan akan-akan berkembang terus. Hari ini ada bidah ini, besok ada bidah ini, lusa ada bidah ini. Dan pemikiran ini, pemikiran ini, pemikiran ini. Yang yang saya sedih ya ikhwan, ya, kita lihat terkadang sebagian orang-orang ini, mereka punya pemikiran macam-macam, tapi mereka saling membiarkan di antara mereka. Ya. Yang gatal ya, yang gatal ya, yang gatal memperingatkan tentang itu adalah biasanya dai-dai sunnah, atau ada di antara mereka itu tidak banyak. Di antara selain dai-dai sunnah ada juga yang peringatkan tentang bahaya, tapi tidak banyak. Kebanyakan mereka membiarkan, demi persatuan sudah, mau bicara apa, mau keyakinan ini, mau wahdatul wujud, mau joget-jogetMakanya di antara metode iblis adalah mendatangkan bidah. Karena bidah itu kata Sufyan ats-Sauri, 'Al-bid'atu ahabbu ila ibliisa minal ma'siyah.' Bidah itu lebih disukai oleh iblis daripada maksiat. Kenapa? 'Al-ma'siyatu yutaabu minha, wal bid'atu laa yutaabu minha.' Maksiat itu orang tahu itu salah, sehingga dia mudah bertobat. Tapi kalau bidah, orang menganggap itu sebuah kedekatan diri kepada Allah (ibadah), sehingga dia tidak merasa bersalah dan sulit untuk bertobat.Oleh karenanya, iblis sangat senang menjerumuskan manusia ke dalam bidah.Di sini, Ibnul Jauzi membawakan sebuah riwayat dari Al-Hasan (Al-Bashri) โ€“ dan ini adalah metode iblis yang sangat berbahaya. Iblis berkata:(Iblis telah berputus asa untuk bisa disembah oleh umat Muhammad secara terang-terangan dalam kesyirikan besar, namun ia beralih ke cara lain).Kata iblis dalam riwayat tersebut:'Aku telah menghiasi bagi mereka (manusia) berbagai macam dosa (kemaksiatan), lalu mereka menghancurkan dosanya tersebut (menghilangkan dampaknya) dengan istighfar (memohon ampunan kepada Allah).' Jadi, iblis sudah capek-capek menjerumuskan manusia ke dalam zina, judi, minuman keras, atau mencuri. Begitu manusia itu sadar, lalu mereka menangis, sujud, dan beristighfar kepada Allah, maka dosa-dosa yang telah dikumpulkan bertahun-tahun tersebut langsung gugur dan hancur seketika oleh Allah karena istighfar mereka. Iblis merasa usahanya sia-sia.Maka apa strategi iblis selanjutnya? Iblis berkata:'Ketika aku melihat hal itu (dosanya hancur karena istighfar), maka aku pun menghiasi bagi mereka kesesatan-kesesatan berupa bidah (hawa nafsu yang dianggap sebagai agama), sehingga mereka mengerjakannya dan mengiranya sebagai petunjuk (ibadah). Akibatnya, mereka tidak pernah beristighfar dari perbuatan tersebut.'Inilah bahayanya bidah. Pelakunya merasa sedang melakukan kebaikan dan ketaatan, sehingga lisannya tidak pernah tergerak untuk beristighfar atau bertobat dari ritual atau amalan baru tersebut. Di sinilah iblis merasa menang karena dosanya terus mengalir tanpa ada penghapus berupa tobat."

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 1 Jun 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“ Talbis Iblis #jejakcahaya1 Juni 2026
M
Meysha Khalisa Humaira

๐Ÿ“ Kota Padang

Talbis Iblis-1

Video ini membahas bagian pembuka (mukadimah) dari kitab legendaris "Talbis Iblis" yang ditulis oleh Imam Ibnul Jauzi, seorang ulama besar abad ke-6 Hijriyah yang sangat pakar dalam memberikan nasihat.Secara bahasa, talbis iblis berarti tipuan atau rancuan iblis. Inti dari tipuan ini adalah bagaimana setan mencampurkan kebenaran dengan racun syubhat sehingga manusia melakukan penyimpangan namun merasa sedang melakukan ketaatan yang bernilai pahala.Imam Ibnul Jauzi membagi bukunya ke dalam dua bagian besar: Mukadimah (Bab 1-4) yang berisi prinsip dasar keselamatan, serta Isi (Bab 5-13) yang menguliti cara setan menjebak setiap profesi manusia, mulai dari ulama, ahli ibadah, hingga orang awam agar tidak ada yang merasa aman.Hubungan Akal dan SyariatUstadz Firanda menjelaskan analogi indah dari penulis: Akal manusia diibaratkan seperti "mata", sedangkan Syariat Islam adalah "cahaya matahari". Mata yang sehat tidak akan bisa melihat jalan jika dalam kondisi gelap gulita. Maka dari itu, akal yang cerdas sekalipun tetap membutuhkan bimbingan wahyu agar tidak tersesat.Strategi Selamat: Kembali ke Manhaj SalafSolusi mutlak yang ditawarkan dalam mukadimah ini adalah memegang teguh Sunnah Wal Jama'ah. Konsep beragama yang benar adalah mencukupkan diri dengan ritual ibadah dan teologi (aqidah) yang dipraktikkan oleh Nabi Muhammad ๏ทบ dan para sahabatnya.Mengapa umat Islam harus berhati-hati terhadap bid'ah dalam agama? Sesuai kutipan ulama tabi'in Sufyan ats-Tsaury, "Bid'ah itu lebih dicintai iblis daripada maksiat biasa." Pelaku maksiat biasa umumnya sadar bahwa dirinya salah sehingga lebih mudah didorong untuk bertobat, sedangkan pelaku bid'ah merasa dirinya sedang berbuat baik sehingga sangat sulit untuk disadarkan.Perpecahan UmatDi akhir video, dijelaskan mengenai nubuat Rasulullah ๏ทบ tentang terpecahnya umat Islam menjadi 73 golongan, di mana hanya ada 1 golongan yang selamat yaitu yang melazimi jalan Nabi dan para sahabat. Ibnul Jauzi merangkum bahwa semua muara perpecahan atau bid'ah aqidah tersebut berakar dari 6 golongan utama: Khawarij, Qodariyah, Jahmiyah, Murji'ah, Syiah Rafidhah, dan Jabariyah.Kesimpulan:Kesimpulan dari ceramah ini adalah pentingnya bagi kaum muslimin untuk mempelajari ilmu agama secara terperinciโ€”baik memahami kebaikan untuk diamalkan, maupun memahami keburukan (jerat setan) untuk dihindari.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 1 Jun 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“ Talbis Iblis #jejakcahaya1 Juni 2026
I
Intan Kartika

๐Ÿ“ Kota Cilegon

Ustadz Dr. Firanda andirja M. A -- Berpegang Teguh Kepada Sunah-- Talbis Iblis #1

Talbis iblis dlm bahasa kita yaitu "Tipuan Iblis" bagaimana iblis iblis menipu manusia seolah olah manusia melakukan kebaikan, padahal itu adalah keburukan.Kitab ini di tulis oleh Al-imam Ibnu Jauzi Rahmatumullah taula yg dikenal sebagai ahli memberi nasihat.Sesungguhnya Nikmat yg paling besar yg dimiliki Manusia adalah Akal. krn dgn akal Manusia Bisa mengenal Allah SWT. dan dengan akal pula Seseorang bisa mengenal rosul nya. tetapi Akal itu seperti Mata, yang bisa melihat jika hanya ada cahaya, maka dr itu Allah SWT turunkan para Rosul dan Kitab.Salah satu Talbis iblis adalah kemaksiatan dinolah seperti ketaatan. dan semua masuk dari pintu bid'ah. maka dr itu kita harus lazimi sunnah dan jauhi bid'ah."Siapa yang ingin mendapatkan surga yang terbaik, maka lazimi jamaah. karena syaitan bersama orang yg sendirian, sedangkan dengan 2 orang, syaitan menjauh" maksud dr hadist tersebut adalah Ikuti aqidah yang benar, ikuti jamaah muslimin dan jangan punya pemikiran sendiri. jangan percaya dengan segala pembaharuan atau perkataan orang lain tanpa ada nya dalil. krn dalam islam, semua ada dalil nya. serta untuk menghindari taktik syaitan, kita tidak hanya perlu mengenal kebaikan secara terperinci. kita juga perlu mengetahui keburukan secara terperinci. karena dengan kita mengenal keburukan keburukan itu, kita bisa menghindari nya. 

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 1 Jun 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“ Talbis Iblis #jejakcahaya1 Juni 2026
A
Alfiah fajri

๐Ÿ“ Kota Bogor

Materi : Talbis iblis #1 "Berpegang teguh kepada sunnah"

โ€Ž01 Juni 2026โ€ŽMateri : Talbis iblis #1 "Berpegang teguh kepada sunnah"โ€ŽUstadz Firanda Andirjaโ€Ž#jejakcahaya @komunitas.beekind - Alfiโ€Žโ€ŽโบTalbis iblis = cara syetan untuk menggoda manusia.  Bagaimana iblis memperdaya manusia seakan akan itu baik tapi ternyata maksiat.  โ€Žโบjerat jerat syetan masuk ke dalam pintu Bid'ah dan cara untuk selamat yaitu dekati sunnahโ€ŽPoin penting : โ€Ž1.  ikuti aqidah kaum muslimin.  Jangan punya ide membuat ibadah ibadah baru.  โ€Žโ€Ž- yang mengikuti pemahaman Rasulullah dan para sahabat mereka yang selamatโ€ŽูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ ุจูŽู†ูู‰ ุฅูุณู’ุฑูŽุงุฆููŠู„ูŽ ุชูŽููŽุฑูŽู‘ู‚ูŽุชู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุซูู†ู’ุชูŽูŠู’ู†ู ูˆูŽุณูŽุจู’ุนููŠู†ูŽ ู…ูู„ูŽู‘ุฉู‹ ูˆูŽุชูŽูู’ุชูŽุฑูู‚ู ุฃูู…ูŽู‘ุชูู‰ ุนูŽู„ูŽู‰ ุซูŽู„ุงูŽุซู ูˆูŽุณูŽุจู’ุนููŠู†ูŽ ู…ูู„ูŽู‘ุฉู‹ ูƒูู„ูู‘ู‡ูู…ู’ ููู‰ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู ุฅูู„ุงูŽู‘ ู…ูู„ูŽู‘ุฉู‹ ูˆูŽุงุญูุฏูŽุฉู‹ ู‚ูŽุงู„ููˆุง ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ู‡ูู‰ูŽ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ูŽุง ุฃูŽู†ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูู‰โ€Žโ€Žโ€œSesungguhnya Bani Israil terpecah menjadi 72 golongan. Sedangkan umatku terpecah menjadi 73 golongan, semuanya di neraka kecuali satu.โ€ Para sahabat bertanya, โ€œSiapa golongan yang selamat itu wahai Rasulullah?โ€ Beliau bersabda, โ€œYaitu yang mengikuti pemahamanku dan pemahaman sahabatku.โ€ (HR. Tirmidzi no. 2641. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan). Jadi, yang mengikuti pemahaman para sahabat, itulah yang selamat.โ€Žโ€Ž2.  membuat ibadah baru agar terlihat makin memukauโ€Ž- Sederhana dalam sunah lebih baik daripada bersungguh-sungguh yang menyalahi sunah. Dan bidaโ€™ah adalah termasuk amalan yang menyalahi sunah karena tidak pernah diajarkan dan dilakukan oleh Rasulullah Shalallahu โ€˜alaihi wa sallam.โ€ŽIbnu Masโ€™ud radhiallahu โ€˜anhu berkata, โ€œSederhana dalam As-Sunnah lebih baik daripada bersungguh-sungguh di dalam bidโ€™ah.โ€ (Riwayat Ibnu Nashr no. 30, Al-Lalika'iy 1/88 no. 114, dan Al-Ibanah 1/320 no. 161)โ€Ž- Sabar terus di atas sunnahโ€Žโ€ŽKalau agama ini hanya di dasari dengan logika sehingga terlalu banyak membuat ajaran dalam agama, buat apa ada utusan Allah menyebarkan ilmu tauhidโ€Žโ€Ž3. pelaku bid'ah tidak merasa melakukan maksiat. dan syetan lebih senang kepada pelaku bid'ahโ€Žโ€Žโ€Žโ€Ž

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 1 Jun 2026Baca selengkapnya โ†’