📍 Kota Gorontalo
Ringkasan Materi 2 - Penganut Aqidah dan Agama yang Menyimpang
Catatan Kajian Kitab Talbis IblisMateri #2 “Penganut Aqidah dan Agama yang Menyimpang" –Oleh Ustad Firanda Andirja hafidzahullahu(2 Juni 2026)Bab 5: Talbis iblis yang berkaitan dengan akidah dan agama-agamaPenulis membuka pembahasan dengan syubhat kerancuan pemikiran iblis kepada penganut shu shuthoiyah (shofisme; meragukan segala sesuatu). Orang-orang yang mengingkari hakikat/kebenaran. Munculnya mereka ini adalah karena ulama mereka berusaha mengembalikan asal muasal alam kepada natural/tabiat (entah asal alam adalah api, udara, atau atom). Karena keraguan ini muncullah mazhab shofisme.Mereka terdiri atas 3 mazhab1. Al Inadiyah: menentang adanya hakikat2. Al indiyah: kebenaran itu relatif subjektif, tidak ada yang absolut. Tidak ada hakikat yang objektif3. Laa adriyah: tidak tahu (ada atau tidaknya, mereka tidak tahu).Al-Inadiyah: apa yang kita lihat sekarang bisa jadi sesuai dengan apa yang kita lihat, bisa jadi pula berbeda dengan apa yang dilihat. Tidak jelas/tidak ada hakikat. Mereka adalah kaum yang terjebak dalam keraguan. Bantahan penulis: “Apakah perkataan kalian apakah ada hakikatnya atau tidak?” Jika mereka mengatakan ada hakikatnya, maka keyakinan mereka adalah bathil. Jika mengatakan tidak ada hakikatnya, maka keyakinannya juga bathil.Banyak ulama yang putus asa untuk berdiskusi dengan mereka. harus ada pijakan yang disepakati bersama terlebih dahulu. Karena mereka pun tidak yakin apakah sesuatu yg mereka lihat ada atau tidak.Abul wafa’ Ibn Aqil tetap mengajak mereka berdiskusi. Karena mereka sedang sakit dan perlu diluruskan. Kata beliau seperti mempunyai seorang anak yang juling, melihat bulan ada 2. Beliau meminta untuk tidak putus asa menyadarkan mereka, siapa tahu tetap akan mendapat hidayah.- Contoh lain ada seorang shofisme yang datang menunggangi unta, maka ditanya oleh orang yang melihatnya apa dia datang membawa unta. Shofisme itu berkata dia yakin membawa unta. Akhirnya orang yg melihatnya itu menyadarkan dia dengan berkata bahwa yang awalnya shofisme menentang hakikat dan meragukan segalanya, kali ini dia yakin bahwa dia membawa unta, maka keyakinannya tentang hakikat tadi batal. Akhirnya dia sadar.- Orang-orang seperti ini harus diperbaiki karena mereka terjebak pada khayalan dan khurofat.Al-indiyyah: kembali kepada indi (menurutku). Masing-masing subjektif dan tidak dipaksakan.Bantahan penulis: - apakah keyakinan ini pasti benar. mereka akan menjawab: subjektif (menurut kami benar), tapi bisa jadi menurut selain kami tidak benar. hal ini berarti pendapat mereka tertolak. Keyakinannya bisa jadi ada sisi salah menurut orang lain. Kalau masih ada salahnya untuk apa lagi diyakini.Ad-dahriyah: penolak adanya tuhan pencipta.termasuk kaum atheis yang menolak adanya tuhan. - menurut mereka alam terjadi sendiri tanpa ada yang menjadikan.Bantahan penulis: ilmu dasar yaitu namanya akibat tidak akan muncul tanpa sebab. Karena di dalam ilmu dasar ada sebab dan akibat. Seperti jika kita melihat suatu bangunan, maka ada yang membangunnya. Bahkan seseorang merenungkan tentang kehadiran dirinya, maka sudah cukuplah dirinya menjadi dalil kalau Tuhan itu ada, tidak terjadi dengan sendirinya. Bahkan untuk membahas manusia, bagaimana anggota tubuhnya ada, tidak akan cukup dibahas di buku ini.Mengetahui adanya sesuatu tidak harus dengan melihatnya, tapi kita bisa melihat dampak keberadaannya.di dalam tubuh kita ada jiwa dan akal yang tidak terlihat. Tapi kita yakin ada jiwa di dalam tubuh ini yang mengaturnya, dan ada akal yang berpikir untuk bertindak. Walau kita tidak bisa memperinci, tapi kita tahu bahwa jiwa dan akal itu adaThobaiyyin: ada tabiat yang mengatur. Misalnya berkumpul 4 elemen (api, angin, batu--semisal) dan terjadilah semesta.Bantahan: tabiat/aturan alam tersebut tercipta oleh Allah. Segala ilmu fisika (grativitasi, dsb), maka ini ada pengaturannya, semuanya baku dan bisa diteliti dan ditemukan rumusnya. Maka ini berarti ada yang membuat aturan yang luar biasa yaitu Tuhan, tidak terjadi dengan sendirinya.Ats-Tsanawiyyah: tuhan itu ada 2. Di antaranya ada majusiyah. - Tuhan 2: Menurut mereka ada tuhan kebaikan dan tuhan keburukan. - Majusi: tuhan api (pencipta kebaikan) dan tugan kegelapan (pencipta keburukan)Bantahan penulis:1. Logika 2 tuhan. Jika 2 tuhan tersebut ingin melakukan sesuatu, misal Tuhan no.1 ingin si A bergerak, Tuhan no. 2 ingin si A diam. maka apa yang terjadi? ada 3 kemungkinan.- terpenuhi keinginannya (karena sama-sama Tuhan) maka ini mustahil, karena 2 hal yang bertentangan- keduanya tidak terpenuhi kehendaknya (karena bertentangan), bergerak dan tidak bergerak digabungkan maka mustahil. keduanya tidak pantas jadi tuhan karena keduanya gagal. - salah satu terpenuhi keinginannya dan yang lainnya tidak. maka yang terpenuhi keinginannya yang berhak menjadi tuhan.2. Logika ke-2. Jika tuhan kegelapan selalu menciptakan keburukan menurut Majusi, maka bukankah gelap sering bermanfaat juga? Di saat gelap ada yang ingin bersembunyi dari pembunuh (misal). Jika api memberi manfaat, maka bukankah api juga sering mendatangkan keburukan.
