📖 Jejak Ayat

Laporan & catatan kegiatan Jejak Ayat

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat26 Oktober 2026
R
Rifa Rachmatusyifa

📍 Kabupaten Ketapang

QS At Taubah : 60

Tafsir Al-MuyassarQS At Taubah : 60Sesungguhnya zakat-zakat yang wajib itu hanya diberikan kepada orang-orang yang benar-benar membutuhkannya yang tidak memiliki apa-apa, orang-orang miskin yang tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya, para pengumpul zakat (amil-amil zakat), orang-orang mualaf yang dibujuk hatinya dan diharapkan keislamannya atau diharapkan bertambah kekuatan imannya, atau kemanfaatannya bagi Islam, atau dibayarkan untuk mencegah kejahatan yang akan dilakukan seseorang terhadap orang-orang muslim, juga untuk memerdekakan hamba sahaya dan budak yang hendak membebaskan dirinya, juga kepada orang yang bangkrut karena memperbaiki keadaan, dan untuk orang yang sangat banyak hutangnya (dan ia berutang bukan untuk hal-hal yang mubazir dan membuat kerusakan) sehingga dia melarat, juga untuk orang yang berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang bepergian yang kehabisan bekal (musafir). Pembagian zakat ini merupakan fardhu yang telah Allah tetapkan dan tentukan. Dan Allah Maha Mengetahui akan kemashlahatan hamba-hamba-Nya dan Mahabijaksana dalam mengurus dan menentukan syariat-Nya.

💬 0 komentar📅 26 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat26 Oktober 2026
P

puti nilam suri

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

juz 25 dan Tafsir surah Ad dhukhan 40 - 42

Allah subhanahu wata'āla menceritakan tentang keadilan-Nya dan kesucian Zat-Nya dari main-main, senda gurau, dan perbuatan yang batil. Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat lain:Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka. (Shad: 27)Dan firman Allah subhanahu wata'āla lainnya yang menyebutkan:Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka Mahatinggi Allah, Raja Yang sebenarnya; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Tuhan (yang mempunyai) 'Arasy yang mulia. (Al-Mu’minun: 115-116)Kemudian Allah subhanahu wata'āla berfirman:Sesungguhnya hari keputusan (hari kiamat) itu adalah waktu yang dijanjikan bagi mereka semuanya. (Ad-Dukhan: 40)Yaitu hari kiamat. Di hari itu Allah memutuskan perkara di antara semua makhluk, maka Dia mengazab orang-orang kafir dan memberi pahala orang-orang mukmin.Firman Allah subhanahu wata'āla:adalah waktu yang dijanjikan bagi mereka semuanya. (Ad-Dukhan: 40)Yakni di hari itu Allah subhanahu wata'āla menghimpunkan mereka semua dari yang pertama hingga yang terakhir.Firman Allah subhanahu wata'āla:Yaitu hari yang seorang karib tidak dapat memberi manfaat kepada karibnya sedikit pun. (Ad-Dukhan: 41)Maksudnya, seorang teman dekat tidak dapat menolong temannya. Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat yang lain, yaitu:Apabila sangkakala ditiup, maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya. (Al-Mu’miniin: 101)Semakna pula dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:Dan tidak ada seorang teman akrab pun menanyakan temannya, sedangkan mereka saling melihat. (Al-Ma'arij: 10-11)Tiada seorang saudara pun yang menanyakan tentang keadaannya, padahal ia melihatnya dengan mata kepalanya sendiri.Firman Allah subhanahu wata'āla:dan mereka tidak akan mendapat pertolongan. (Ad-Dukhan: 41)Yakni seorang kerabat tidak dapat menolong kerabatnya, tiada seorang pun dari luar yang dapat menolongnya.Kemudian disebutkan dalam firman berikutnya:kecuali orang yang diberi rahmat oleh Allah. (Ad-Dukhan: 42)Artinya, di hari itu tidaklah bermanfaat kecuali hanya rahmat Allah kepada makhluk-Nya.Sesungguhnya Dialah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang. (Ad-Dukhan: 42)Yakni Dia Mahaperkasa lagi Yang mempunyai rahmat yang luas.

💬 0 komentar📅 26 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat26 Oktober 2026
P
Puji

📍 Purwakarta

Tafsir Al Mukhtasar QS An Naml ayat 48-50

Tafsir Al Mukhtasar QS An Naml ayat 48-5048. Dahulu di kota Hijr ada 9 orang laki-laki yang membuat kerusakan di muka bumi dengan melakukan kekufuran dan kemaksiatan dan mereka tidak berbuat kebaikan di dalamnya dengan iman dan amal saleh. 49. Mereka saling berkata, " Bersumpahlah setiap dari kalian kepada Allah bahwa kita sungguh-sungguh akan mendatanginya di rumahnya dengan tiba-tiba di malam hari lalu kita membunuh dia (Shaleh) dan keluarganya, kemudian kita katakan kepada ahli warisnya bahwa kita tidak menyaksikan kematian saleh dan keluarganya karena kita adalah orang-orang yang jujur dalam ucapan." 50. Mereka lalu merencanakan makar tersembunyi untuk membinasakan saleh dan pengikutnya dari kalangan orang-orang mukmin, namun Kami pun merencanakan makar untuk menolong dan menyelamatkannya dari makar mereka serta untuk membinasakan orang-orang kafir dari kaumnya, sedangkan mereka tidak menyadari hal itu.

💬 0 komentar📅 26 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat26 Oktober 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Tafsir Al Mukhtasar surah An Nahl 69

Kemudian makanlah makanan yang kamu inginkan berupa buah-buahan dan titilah jalan-jalan yang diilhamkan oleh Tuhanmu agar kamu menitinya dengan mudah." Dari perut lebah itu keluar madu yang warnanya berbeda-beda; ada yang putih, kuning, dan lainnya, ia mengandung kesembuhan bagi manusia, dengannya mereka mengobati berbagai macam penyakit. Sesungguhnya dalam ilham Tuhanmu kepada lebah dan pada madu yang keluar dari perutnya terdapat bukti kemahakuasaan Allah dan pengaturan-Nya terhadap urusan makhluk-makhluk-Nya bagi kaum yang berpikir, yaitu orang-orang yang mengambil pelajaran.

💬 0 komentar📅 26 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat25 Oktober 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

QS. Al-Insan: 9

Tema: Berbuat baik tanpa mengharapkan balasan manusiaTafsir singkat: Ayat ini menggambarkan keikhlasan orang-orang saleh yang memberi makan demi mengharapkan keridaan Allah, bukan demi balasan atau ucapan terima kasih.Renungan: Tidak semua kebaikan akan dihargai sebagaimana yang kita harapkan. Namun, ketika tujuan utama kita adalah mencari keridaan Allah, respons manusia tidak lagi menjadi satu-satunya ukuran untuk melanjutkan kebaikan. Tetaplah berbuat baik sambil terus memperbaiki niat.

💬 0 komentar📅 23 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat24 Oktober 2026
M
marni

📍 Kabupaten Bogor

qPERMUSUHAN DAN GODAAN SETAN TERHADAP MANUSIA (Ayat 11-58)

Allah taala berfirman: فَرِيقًا هَدَىٰ وَفَرِيقًا حَقَّ عَلَيۡهِمُ ٱلضَّلَٰلَةُ ۚ إِنَّهُمُ ٱتَّخَذُواْ ٱلشَّيَٰطِينَ أَوۡلِيَآءَ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَيَحۡسَبُونَ أَنَّهُم مُّهۡتَدُونَ Sebagian diberi-Nya petunjuk dan sebagian lagi telah pasti kesesatan bagi mereka. Sesungguhnya mereka menjadikan setan-setan pelindung (mereka) selain Allah, dan mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk. Subtema: Peringatan Allah terhadap godaan setan (Ayat 26-30) QS. Al-'A`rāf: 30 Disalin dari Quran Tadabbur https://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 23 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat23 Oktober 2026
P

puti nilam suri

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

juz 25 dan Tafsir surah ash syurga ayat 12

Adapun Firman Allah subhanahu wata'āla:Kepunyaan-Nyalah perbendaharaan langit dan bumi. (Asy-Syura: 12)Tafsir mengenai ayat ini telah disebutkan di dalam tafsir surat Az-Zumar, yang kesimpulannya menyebutkan bahwa Dialah Yang Mengatur dan yang berkuasa pada keduanya.Dia melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan (nya). (Asy-Syura: 12)Yakni Dia meluaskan rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Keadilan dan kebijaksanaan yang sempurna hanyalah bagi Dia.Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (Asy-Syura: 12)

💬 0 komentar📅 23 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat23 Oktober 2026
D
Daramatasia

📍 Kota Depok

Tafsir Surah Al-Maidah halaman 112

1 Melanggar perintah para Rasul akan mengundang datangnya hukuman,seperti yang terjadi pada Bani Israil tatkala Allah تعل menghukum mereka dengan tersesat kebingungan ditengah gurun2 Kisa 2 putra Adam menurut konteks Al-Quran menunjukan bahwa dosa pertama yang terjadi dimuka bumi ialah dosa iri hati dan melampaui batas yang kemudian melampaui batas yang kemudian menimbulkan tindakan zalim dan pertumpahan darah yang suci yang akhirnya mengakibatkan kerugian3 Penyesalan senantiasa menjadi akhir dari orang-orang yang melakukan kemaksiatan4 Orang yang memberi contoh pwrilaku yang buruk atsu menyebarluaskan dan menganjurkan oerilaku yang buruk akan mendapatkan dosa sepeeti yang diterimah oleh orang-orang yang mengikutinya

💬 0 komentar📅 23 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat23 Oktober 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Tafsir Al Mukhtasar surah An Nahl ayat 66

Sesungguhnya pada unta, sapi, dan domba terdapat pelajaran bagi kalian -wahai manusia-. Kami memberikan kalian dari hewan-hewan tersebut minuman susu segar yang keluar di antara apa yang dikandung oleh perutnya berupa kotoran dan apa yang ada di dalam jasadnya berupa darah.Meskipun demikian, namun dari sana keluar susu yang murni, bersih, nikmat, dan lezat bagi siapa yang meminumnya.Akhir ayat selanjutnya :."....... Sesungguhnya hal tersebut mengandung bukti atas kemahakuasaan Allah dan nikmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya bagi kaum yang berakal, yaitu orang-orang yang mengambil pelajaran".

💬 0 komentar📅 23 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat23 Oktober 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Ali imran 10-12 kondisi orang orang kafir

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan para rasul-Nya tidak akan bisa dilindungi oleh harta dan anak-anak mereka dari azab Allah, baik di dunia maupun di akhirat. Orang-orang semacam itu adalah bahan bakar neraka Jahanam yang akan dinyalakan pada hari Kiamat. Kondisi orang-orang kafir itu sama seperti pengikut Firaun dan orang-orang sebelum mereka yang kafir kepada Allah dan mendustakan ayat-ayat-Nya maka Allah menimpakan azab kepada mereka disebabkan dosa-dosa mereka. Harta benda dan anak-anak mereka tidak berguna bagi mereka dan Allah Mahakeras hukuman-Nya bagi orang-orang yang kafir kepadaNya dan mendustakan ayat-ayat-Nya.Katakanlah -wahai Rasul- kepada orang-orang kafir-apa pun agama mereka-, "Kalian akan dikalahkan oleh orang-orang mukmin. Kalian akan mati dalam kekafiran, dan kalian akan dikumpulkan oleh Allah di dalam neraka Jahanam yang merupakan tempat tidur terburuk bagi kalian."

💬 0 komentar📅 23 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat23 Oktober 2026
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Tafsir QS. Al-Baqarah Ayat 42

وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ“Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang batil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui.” Gambaran umum Ayat Ayat ini berada dalam rangkaian teguran Allah kepada Bani Israil, khususnya orang-orang berilmu dari kalangan Ahli Kitab, yang mengetahui kebenaran tetapi mencampurkannya dengan kebatilan atau menyembunyikannya dari manusia.Menurut At-Tabari, Al-Baghawi, Ibnu Katsir, Al-Muyassar, dan Al-Qurtubi, konteks yang menonjol adalah sikap sebagian Ahli Kitab yang mengetahui sifat dan kebenaran risalah Nabi Muhammad ﷺ dari kitab yang mereka miliki, tetapi tidak menyampaikannya secara jujur. Sebagian bahkan mengakui sebagian kebenaran, lalu menutupinya dengan penolakan atau penafsiran yang menyimpang.Namun, sebagaimana dijelaskan oleh Al-Qurtubi, makna ayat ini bersifat luas: larangan mencampurkan kebenaran dengan kebatilan tidak hanya terbatas pada kasus Bani Israil, tetapi mencakup setiap bentuk manipulasi terhadap kebenaran.Dengan demikian, ayat ini memang berbicara tentang suatu kaum tertentu, tetapi peringatannya juga berlaku bagi siapa saja yang memiliki pengetahuan lalu menyalahgunakannya.Al-Muyassar Menyampaikan makna yang ringkas dan jelas:✓ Jangan mencampur kebenaran yang Allah jelaskan dengan kebatilan yang kalian buat-buat.✓ Jangan menyembunyikan kebenaran yang jelas tentang sifat dan kerasulan Muhammad ﷺ. Kalian melakukan semua itu padahal kalian menemukan penjelasannya dalam kitab-kitab yang ada pada kalian.

💬 0 komentar📅 23 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat23 Oktober 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Al-Mukhtasar Surat Ali ‘Imran Ayat 134-135

134. Orang-orang yang bertakwa ialah orang-orang yang membelanjakan hartanya di jalan Allah dalam keadaan mudah maupun susah, yang menahan amarahnya meskipun sebenarnya mampu melampiaskannya, dan yang memaafkan orang yang berbuat zalim kepadanya. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik yang memiliki perangai semacam itu.135. Yaitu orang-orang yang apabila melakukan dosa besar atau mengurangi bagian mereka sendiri dengan cara melakukan dosa yang kecil, maka mereka segera ingat kepada Allah dan teringat ancaman-Nya bagi orang-orang yang berbuat maksiat, dan janji-Nya bagi orang-orang yang bertakwa, kemudian menyesali perbuatannya dan memohon kepada Rabbnya agar dosanya ditutupi dan dirinya tidak dihukum atas perbuatan tersebut. Karena tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Allah semata. Dan mereka tidak larut dalam perbuatan dosa tersebut, sedangkan mereka tahu bahwa mereka adalah pendosa, dan Allah mengampuni segala macam dosa.

💬 0 komentar📅 23 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat23 Oktober 2026
R
Rifa Rachmatusyifa

📍 Kabupaten Ketapang

QS At Taubah : 55

Ringkasan TafsirQS At Taubah : 551. Siapa yang dimaksud dengan "mereka"? Siapa yang dimaksud dengan “mereka”?Ayat ini berbicara tentang orang-orang munafik yang disebut dalam rangkaian ayat sebelumnya. Mereka memiliki harta, anak-anak, dan tampilan kehidupan dunia yang secara lahiriah tampak menyenangkan. Namun, mereka tidak menjadikan semua itu sebagai sarana iman dan ketaatan.Karena itu, Allah memperingatkan Nabi ﷺ agar tidak terpesona oleh keadaan mereka. Banyaknya harta dan anak bukan bukti bahwa seseorang dicintai Allah atau berada di atas kebenaran.Menurut Tafsir al-Muyassar, mereka adalah kaum munafik. Harta dan anak-anak itu menjadi sebab azab dunia karena mereka mengalami kelelahan dalam mengumpulkan dan menjaganya, serta berbagai musibah yang menimpanya. Mereka kemudian meninggal dalam keadaan kafir.2. Makna umum ayatA. Harta dan anak bukan ukuran kemuliaanAllah berfirman:“Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu.”Larangan ini ditujukan kepada Nabi ﷺ, dan secara pelajaran juga mencakup umat beliau: jangan menganggap kehidupan dunia seseorang sebagai tanda keberhasilan hakiki hanya karena ia kaya, memiliki banyak anak, atau tampak sukses.Al-Baghawi menjelaskan bahwa maksudnya adalah: jangan menganggap baik atau mengagumi berbagai kenikmatan yang diberikan kepada mereka. Sebab, apabila orang yang mendapat nikmat itu berada dalam keadaan kufur dan terus menjauh dari Allah, banyaknya harta dan keturunan dapat menjadi bentuk istidrāj—yakni seseorang terus diberi kelapangan sementara ia semakin jauh dan akhirnya semakin dekat kepada kebinasaan.Namun, ayat ini tidak berarti bahwa harta atau anak pada dirinya adalah keburukan. Harta dapat menjadi nikmat dan sarana kebaikan bagi orang beriman. Yang tercela adalah ketika harta dan anak:membuat seseorang lalai dari Allah;menjadi tujuan tertinggi hidup;menyebabkan seseorang meninggalkan kewajiban;membuatnya berat berzakat dan berinfak;atau memperkuat kesombongan, kemunafikan, dan kekufuran.B. Sesuatu yang tampak sebagai nikmat dapat berubah menjadi azabAllah berfirman:“Sesungguhnya Allah menghendaki dengan harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia.”Para mufasir menjelaskan beberapa bentuk azab dunia tersebut:1.Kelelahan dalam mencari dan mengumpulkan harta.Mereka terus mengejar dunia dengan ambisi yang tidak pernah selesai.2. Kecemasan dalam menjaga harta dan keluarga.Apa yang mereka anggap sebagai sumber kebahagiaan justru menjadi sumber ketakutan, kekhawatiran, dan beban.3.Kewajiban yang terasa berat bagi mereka.Al-Hasan al-Bashri—sebagaimana dinukil oleh al-Tabari, al-Qurtubi, al-Baghawi, dan Ibn Kathir—menjelaskan bahwa harta itu menjadi azab melalui kewajiban mengeluarkan zakat dan berinfak di jalan Allah, karena mereka melakukannya dengan hati yang tidak rela.4.Musibah yang menimpa harta dan anak.Ibn Zayd menjelaskan bahwa di antara bentuk azab tersebut adalah berbagai musibah yang terjadi pada harta dan keluarga mereka.5.Terikatnya hati kepada dunia.Al-Sa‘di menekankan bahwa hukuman yang berat adalah ketika hati mereka melekat kepada harta dan anak, sehingga keinginan mereka tidak melampaui dunia dan hampir tidak menyisakan perhatian untuk akhirat.rta atau anak, tetapi menjadikan keduanya sebagai pusat kehidupan sementara iman dan akhirat ditinggalkan.C. Akhir yang paling buruk: meninggal dalam kekufuranAllah menutup ayat dengan:“Dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir.”Menurut para mufasir, maknanya adalah mereka meninggal sementara tetap berada dalam kekufuran dan kemunafikan. Ibn Kathir menyebutnya sebagai bentuk istidrāj: mereka terus berada dalam keadaan yang mereka sukai, tetapi pada akhirnya kematian menjemput mereka tanpa iman.Al-Sa‘di menyatakan bahwa tidak ada hukuman yang lebih besar daripada seseorang berpindah dari dunia menuju kesengsaraan yang kekal, sementara ia meninggal dalam keadaan kafir.KesimpulanQS At-Taubah [9]:55 mengajarkan agar kita tidak tertipu oleh kemewahan orang-orang yang jauh dari Allah. Harta dan anak-anak mereka bukan tanda keberhasilan hakiki. Bagi orang munafik, semua itu dapat menjadi sarana azab: mereka lelah mengumpulkannya, berat menunaikan kewajibannya, takut kehilangannya, tertimpa musibah karenanya, dan akhirnya meninggal dalam keadaan kafir.Adapun bagi orang beriman, harta dan anak adalah amanah. Keduanya menjadi nikmat apabila digunakan untuk ketaatan, dan menjadi fitnah apabila membuat hati berpaling dari Allah.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 23 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat23 Oktober 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Tafsir surah asy-syu'arah

TAFSIR IBNU KATSIRAsh-Syu`arā (26:1)Tema: NABI MUHAMMAD TIDAK PERLU BERSEDIH ATAS KEINGKARAN KAUM MUSYRIKIN (Ayat 1-9)Catatan kaki:210842. Lihat catatan kaki nomor 10.Adapun penjelasan mengenai huruf-huruf hijaiyah yang mengawali surat-surat Al-Qur'an, kami telah membahasnya dalam permulaan tafsir surat Al-Baqarah.Ash-Syu`arā (26:2)Tema: NABI MUHAMMAD TIDAK PERLU BERSEDIH ATAS KEINGKARAN KAUM MUSYRIKIN (Ayat 1-9)Yakni ayat-ayat Al-Qur'an ini menerangkan. Maksudnya, terang, jelas, dan gamblang. Dialah yang memisahkan antara perkara yang hak dan perkara yang batil, serta memisahkan antara kesesatan dan petunjuk

💬 0 komentar📅 23 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat23 Oktober 2026
N

Nidya larasati

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al-Kahfi, ayat 57-59

Ayat-ayat Al-Qur'an yang semakna cukup banyak. Kemudian Allah menyebutkan bahwa Diri-Nya Maha Penyantun, Maha Menutupi kesa­lahan hamba-hamba-Nya, dan Maha Mengampuni dosa-dosa mereka. Barangkali Allah memberi petunjuk sebagian dari mereka dari kesesatan menuju ke jalan hidayah. Dan barang siapa yang masih tetap dalam ke­kafirannya di antara mereka, maka tinggallah menunggu suatu hari, yang pada hari itu anak-anak beruban, dan setiap wanita yang mengandung melahirkan kandungannya dengan mendadak (karena peristiwa hari kiamat yang amat mengejutkan dan sangat mengerikan). Karena itulah disebutkan oleh firman selanjutnya:{بَلْ لَهُمْ مَوْعِدٌ لَنْ يَجِدُوا مِنْ دُونِهِ مَوْئِلا}Tetapi bagi mereka ada waktu yang tertentu (untuk mendapat azab) yang mereka sekali-kali tidak akan menemukan tempat berlindung darinya. (Al-Kahfi: 58)Maksudnya, mereka tidak dapat menjumpai jalan selamat yang menghin­darkan mereka dari azab Allah.

💬 0 komentar📅 23 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat23 Oktober 2026
P
Puji

📍 Purwakarta

Tafsir Al Mukhtasar QS An Naml ayat 12-13

Tafsir Al Mukhtasar QS An Naml ayat 12-13Masukkanlah juga tanganmu ke bajumu di bawah leher, Miss Cahya ketika keluar ia akan menjadi putih seperti salju, bukan putih pucat karena penyakit. Mukjizat ini termasuk dalam 9 mukjizat yang membuktikan kebenaranmu di hadapan Firaun dan kaumnya; mukjizat-mukjizat tersebut selain tangan ini ialah tongkat, tahun-tahun yang kering, kekurangan buah-buahan, angin topan, belalang, kutu, dan darah. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang menyimpang dari ketaatan kepada Allah dengan berbuat kekafiran terhadap Allah".Tatkala mukjizat-mukjizat Kami itu sampai kepada mereka dalam keadaan jelas nan nyata mereka berkata, "Apa yang dibawa oleh Musa purba mukjizat-mukjizat ini hanyalah sihir yang nyata."

💬 0 komentar📅 23 Okt 2026Baca selengkapnya →