📖 Jejak Ayat

Laporan & catatan kegiatan Jejak Ayat

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat31 Agustus 2026
M

Mega P

📍 -

Tafsir Al-Mu'minun:51

Wahai para Rasul! Makanlah dari rizki yang baik dan halal. Kerjakanlah amalan shalih karena sesungguhnya Aku Maha Mengetahui perbuatan yang kalian kerjakan. Dan tiada sedikitpun amalan kalian yang tersembunyi dari diri-Ku.Ayat ini ditujukan kepada para Rasul dan umatnya secara keseluruhan. Ayat ini juga menjadi dalil bahwasanya memakan makanan yang halal bisa membantunya dalam beramal shalih. Dan sesungguhnya akibat makan makanan yang haram sangat berbahaya di antaranya adalah tertolaknya doa

💬 0 komentar📅 27 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat30 Agustus 2026
R
Rifa Rachmatusyifa

📍 Kabupaten Ketapang

QS Al-Araf:182

Tafsir Al-MuyassarQS Al-Araf:182Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, mengingkarinya, dan tidak mengambil pelajaran darinya, Kami bukakan bagi mereka pintu-pintu rizki dan sumber-sumber kehidupan di dunia, sebagai cobaan bagi mereka sehingga apabila mereka telah tenggelam (dalam kenikmatan dunia itu) dan mereka yakin bahwa mereka telah mendapat kemuliaan, maka Kami siksa mereka atas kelalaian itu, sedangkan mereka tidak mengetahui. Inilah siksa Allah atas pendustaan mereka terhadap bukti-bukti dan ayat-ayat Allah.

💬 0 komentar📅 27 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat30 Agustus 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

QS Ibrahim: 7 — Keutamaan Bersyukur

Tafsir Ibnu Katsir pada QS. Ibrahim ayat 7 menjelaskan bahwa Allah menjanjikan tambahan nikmat bagi orang yang bersyukur, yaitu dengan mengakui nikmat tersebut berasal dari Allah, menggunakannya sesuai dengan yang Allah ridhai, dan tidak mengingkari atau menyembunyikannya. Sebaliknya, kufur terhadap nikmat dapat menjadi sebab dicabutnya nikmat tersebut dan mendatangkan azab yang pedih. Ibnu Katsir juga membawakan kisah seorang pengemis yang menerima sebiji kurma dari Rasulullah ﷺ dengan penuh penghargaan karena menyadari nilainya, berbeda dengan pengemis lain yang menolaknya; meskipun riwayat ini memiliki pembahasan tentang kualitas salah satu perawinya, kisah tersebut menunjukkan pentingnya menghargai nikmat sekecil apa pun. Maka, tambahan nikmat dari Allah tidak selalu berarti bertambah secara jumlah, tetapi dapat berupa keberkahan, manfaat, kecukupan, kemudahan, atau terjaganya nikmat yang telah diberikan.

💬 0 komentar📅 27 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat27 Agustus 2026
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Tafsir QS. Al-Baqarah Ayat 9

Tafsir QS. Baqarah Ayat 9يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلَّا أَنفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَArtinya:“Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri, sedangkan mereka tidak sadar.”Mereka menipu Allah Subhanahu wa Ta’ala, padahal Allah mengetahui semuanya. Dan ini adalah sesuatu yang percuma. Mereka juga menipu orang-orang beriman dengan menampakkan keislaman mereka atau berpura-pura sebagai orang Islam.Namun Allah mengatakan:وَمَا يَخْدَعُونَ — sesungguhnya mereka tidak menipu kecuali diri mereka sendiri.Kenapa bisa demikian?Di sini ada beberapa sisi yang menjelaskan bagaimana mereka sebenarnya menipu diri mereka sendiri dalam keadaan tidak sadar.1. Kaum mukminin tidak tertipuDi antara buktinya, kaum mukminin tidak tertipu karena Allah telah menjelaskan sifat-sifat orang munafik. Bahkan Allah menurunkan Surah Al-Munafiqun yang menjelaskan sifat-sifat mereka.Bagaimanapun mereka pandai menyembunyikan kemunafikan, akan tetapi terkadang kemunafikan itu terlepas melalui kata-kata mereka, celetukan-celetukan mereka, maupun sifat-sifat yang mereka tampakkan.Sebenarnya kaum mukminin tidak tertipu. Justru mereka menipu diri mereka sendiri.2. Mereka selalu takut ketahuanAllah berfirman dalam Al-Qur’an, Surah At-Taubah, yang maknanya bahwa orang-orang munafik selalu khawatir jika sampai turun kepada mereka ayat-ayat yang menjelaskan tentang kemunafikan mereka.Mereka selalu merasa was-was dan ketakutan. Mereka berusaha bersikap munafik supaya merasa aman. Ternyata kenyataannya, mereka hanya menipu diri sendiri.Allah juga berfirman tentang orang-orang munafik yang datang kepada Rasulullah ﷺ dan berkata:“Sesungguhnya kami bersaksi bahwa engkau benar-benar Rasul Allah.”Kenapa orang-orang munafik datang kepada Nabi ﷺ dan mengatakan hal tersebut? Karena mereka merasa seakan-akan dicurigai.Sampai ada istilah dalam pepatah Arab yang mengatakan, “Hampir-hampir seorang pencuri mengatakan, ‘Tangkap aku!’”Maksudnya, seseorang berusaha menyembunyikan kesalahannya, tetapi perilakunya justru menunjukkan seakan-akan dirinya tertuduh. Akhirnya ia merasa perlu mengatakan, “Saya tidak mencuri.”3. Mereka sedih melihat kebaikan yang dialami kaum musliminMereka selalu merasa sedih dengan kebaikan-kebaikan yang dialami kaum muslimin.Pada zaman Nabi ﷺ, kaum munafik merasa sedih melihat kejayaan Islam. Ketika Rasulullah ﷺ memenangkan peperangan, mengalahkan kaum musyrikin, dan dakwah semakin tersebar, mereka semakin menderita.Mereka semakin hasad dan semakin dongkol melihat bagaimana Islam mengalami kejayaan.Itulah di antara bentuk bagaimana mereka menipu diri mereka sendiri ketika di dunia.Adapun di akhirat, keadaannya lebih parah lagiHal ini akan dijelaskan dalam banyak ayat Al-Qur’an.Dalam salah satu ayat, Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan bahwa orang-orang munafik berusaha menipu Allah, tetapi justru Allah membalas tipu daya mereka.Hal ini terjadi, di antaranya, sebelum melewati shirath.Ketika berada dalam kondisi kegelapan sebelum melewati shirath, Allah memberikan cahaya kepada orang-orang beriman. Pada saat itu, orang-orang non-Muslim telah masuk ke dalam neraka Jahannam. Yang tersisa adalah orang-orang Islam: orang-orang beriman dan orang-orang munafik.Kemudian Allah memberikan cahaya kepada mereka untuk melewati jembatan shirath.Ketika orang-orang munafik merasa gembira karena mendapatkan cahaya untuk melewati shirath, tiba-tiba Allah mematikan cahaya mereka.Sementara itu, cahaya orang-orang beriman semakin bertambah. Mereka kemudian berdoa kepada Allah setelah melihat cahaya orang-orang munafik tersebut mati.Itulah salah satu bentuk Allah membalas tipu daya mereka di akhirat, karena dahulu di dunia mereka mempermainkan ayat-ayat Allah.Sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh As-Sa’di, ini merupakan perkara yang sangat menegaskan betapa mengenaskannya keadaan mereka.Namanya orang menipu, hanya ada dua kemungkinan:Ia menipu orang lain dan berhasil.Ia menipu orang lain tetapi tidak berhasil.Namun masalah orang-orang munafik lebih parah. Mereka berusaha menipu, tetapi tipu daya mereka justru kembali kepada diri mereka sendiri.Inilah di antara sifat-sifat orang munafik yang Allah jelaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 9.

💬 0 komentar📅 27 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat27 Agustus 2026
P
Puji

📍 Purwakarta

Tafsir Al Mukhtasar QS Al Kahfi ayat 5

Tafsir Al Mukhtasar QS Al Kahfi ayat 5 Orang-orang yang menebar fitnah itu sama sekali tidak memiliki pengetahuan dan bukti atas klaim mereka bahwa Allah memiliki anak, begitu pula nenek moyang yang mereka ikuti tidak memiliki pengetahuan tentang itu. Sungguh betapa besar kejelekan kata-kata yang terlontar tanpa ilmu dari mulut mereka mereka tidaklah menyatakannya kecuali sebagai kedustaan yang tidak berdasar dan tidak boleh memiliki bukti.

💬 0 komentar📅 27 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat27 Agustus 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Al Mukhtasar QS Ali Imran Ayat 54-55

Orang-orang kafir dari Bani Israil membuat tipu daya, yaitu mereka berusaha membunuh Isa -'alaihissalām-. Tetapi Allah membalas tipu daya mereka itu dengan membiarkan mereka di dalam kesesatan, serta merubah rupa laki-laki lain agar mirip dengan Isa -'alaihissalām-. Sungguh, Allah adalah sebaik-baik pembalas tipu daya karena tidak ada tipu daya yang lebih hebat dari tipu daya Allah terhadap musuh-musuh-Nya.Allah juga membalas tipu daya mereka ketika Dia berfirman kepada Isa -'alaihissalām-, “Wahai Isa! Sesungguhnya Aku menggenggam nyawamu tanpa kematian, mengangkat tubuh dan ruhmu kepada-Ku, menyucikanmu dari kekejian orang-orang yang kafir kepadamu dan menjauhkanmu dari mereka, serta menjadikan orang-orang yang mengikutimu berada dalam agama yang benar -salah satunya ialah beriman kepada Muhammad -ṣallāhu 'alaihi wa sallam-, mengungguli orang-orang yang kafir kepadamu dengan bukti kebenaran dan kemuliaan sampai hari Kiamat. Hanya kepada-Ku kalian akan kembali di hari Kiamat, kemudian Aku berikan keputusan kepada kalian atas perselisihan yang terjadi di antara kalian.

💬 0 komentar📅 27 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat27 Agustus 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Al Baqarah : 30

Allah -Subhänahu wa Ta'ală- memberitahukanbahwa Dia telah berfirman kepada para malaikat, bahwasanya Dia akan menciptakan manusia untuk ditempatkan di muka bumi secara silih berganti. Tugas utama mereka adalah melestarikan bumi atas dasar ketaatan kepada Allah. Lalu para malaikat bertanya kepada Tuhan mereka -dengan maksud meminta bimbingan dan penjelasan- tentang hikmah di balik penempatan anak cucu Adam -'alaihissalam- sebagai khalifah di muka bumi, sedangkan mereka akan membuat kerusakan di sana dan menumpahkan darah secara semena-mena. Para malaikat itu mengatakan,"Sementara kami ini senantiasa patuh kepada-Mu, mensucikan dan memuji-Mu, serta menghormati keagungan dan kesempurnaan-Mu. Kami tidakpernah letih dalam melakukan hal itu." Allah menjawab pertanyaan mereka dengan firman-Nya,"Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui tentang adanya hikmah-hikmah besar di balik penciptaan mereka dan tujuan-tujuan besar di balik penetapan mereka sebagai khalifah di muka bumi."

💬 0 komentar📅 27 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat27 Agustus 2026
S
Siti Rusmiati

📍 Kabupaten Bogor

Surat Ibrahim

Firman Allah subhanahu wata'āla:Mengapa kami tidak akan bertawakal kepada Allah.Maksudnya, apakah yang mencegah kami untuk bertawakal kepada Allah, padahal Dia telah menunjuki kami jalan yang paling lurus, paling jelas, dan paling gamblang....dan kami sungguh-sungguh akan bersabar terhadap gangguan-gangguan yang kalian lakukan kepada kami.seperti perkataan yang buruk dan perbuatan-perbuatan yang rendah.Dan hanya kepada Allah saja orang-orang yang bertawakal itu berserah diri.

💬 0 komentar📅 27 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat27 Agustus 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Jejak Ayat 27 Agustus

Tafsir Ibnu Katsir QS. Ar-Ra’d: 35​ مَّثَلُ ٱلۡجَنَّةِ ٱلَّتِي وُعِدَ ٱلۡمُتَّقُونَ ​"Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa."​Penjelasan: Yakni gambaran dan ciri khasnya.​ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ ​"ialah (seperti taman), yang mengalir sungai-sungai di dalamnya,"​Penjelasan: Sungai-sungai mengalir di sekitar daerah dan sisi-sisinya menuruti kehendak penduduknya. Sungai tersebut mengalirkan air surgawi yang berlimpah. Semakna dengan firman Allah:​ مَّثَلُ ٱلۡجَنَّةِ ٱلَّتِي وُعِدَ ٱلۡمُتَّقُونَ فِيهَآ أَنۡهَٰرٌ مِّن مَّآءٍ غَيۡرِ ءَاسِنٍ وَأَنۡهَٰرٌ مِّن لَّبَنٍ لَّمۡ يَتَغَيَّرۡ طَعۡمُهُۥ وَأَنۡهَٰرٌ مِّنۡ خَمۡرٍ لَّذَّةٍ لِّلشَّٰرِبِينَ وَأَنۡهَٰرٌ مِّنۡ عَسَلٍ مُّصَفًّى وَلَهُمۡ فِيهَا مِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ وَمَغۡفِرَةٌ مِّن رَّبِّهِمۡ ​"(Apakah) perumpamaan (penghuni) surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tiada berubah rasanya, sungai-sungai dari khamr (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring, dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka." (QS. Muhammad: 15)​ أُكُلُهَا دَآئِمٌ وَظِلُّهَا ​"buahnya tak henti-henti sedang naungannya (demikian pula)."​Penjelasan: Makanan, minuman, buah-buahan, dan naungannya tiada henti, tidak pernah habis, serta tidak pernah hilang/surut.​Dalil Hadits tentang Keberkahan & Kenikmatan Surga​Niat Memetik Anggur Surga saat Shalat Gerhana​Riwayat Ibnu Abbas r.a. (Sahihain):Rasulullah ﷺ bersabda saat shalat gerhana: ​“Sesungguhnya aku melihat surga —atau aku melihat surga— lalu aku berniat memetik setangkai anggur darinya. Seandainya aku benar-benar memetiknya, niscaya kalian akan makan sebagian darinya selama dunia ini masih ada."​(​Riwayat Jabir r.a. (H.R. Abu Ya'la & Muslim):Rasulullah ﷺ bersabda:​"Sesungguhnya surga ditampilkan kepadaku dan semua bunga serta pohonnya yang hijau, maka aku bermaksud hendak memetik setangkai buah anggur darinya untuk diberikan kepada kalian... Seandainya aku dapat mendatangkannya buat kalian, tentulah semua makhluk yang ada di antara langit dan bumi dapat memakannya tanpa menguranginya."​Besarnya Tangkai Buah Anggur Surga​Hadis Atabah ibnu Abdus Salma (H.R. Ahmad): Seorang Badui bertanya seberapa besar tangkai anggur surga. Rasulullah ﷺ menjawab:​"Besarnya sama dengan perjalanan satu bulan bagi burung gagak yang hitam legam (bila terbang) tanpa berhenti."​Buah yang Selalu Tumbuh Kembali​Hadits Tsauban r.a. (H.R. Thabrani): Rasulullah ﷺ bersabda:​"Sesungguhnya seseorang apabila memetik sebiji buah dari surga, maka tumbuh lagi buah lain yang menggantikan kedudukannya."Kondisi Fisik & Pencernaan Penduduk Surga​Hadits Jabir ibnu Abdullah r.a. (H.R. Muslim): Rasulullah ﷺ bersabda:​"Penduduk surga makan dan minum tanpa mengeluarkan ingus, tanpa buang air besar dan tanpa buang air kecil, makanan mereka (dikeluarkan melalui) bersendawa yang baunya wangi seperti minyak kasturi, dan mereka diilhami untuk bertasbih dan bertaqdis (menyucikan Allah) sebagaimana mereka diilhami untuk bernapas."​Hadits Zaid Ibnu Arqam r.a. (H.R. Ahmad & An-Nasa'i):Menjawab pertanyaan ahli kitab, Nabi ﷺ bersabda bahwa seseorang di surga diberi kekuatan 100 lelaki dalam makan, minum, bersetubuh, dan syahwat. Pembuangan hajatnya berupa keringat berbau wangi minyak kasturi lalu perut mereka mengempis.​Burung Panggang Surga​Hadis Abdullah ibnu Mas'ud r.a. (Riwayat Khalaf ibnu Khalifah):Rasulullah ﷺ bersabda:​"Sesungguhnya kamu benar-benar memandang seekor burung di surga, maka burung itu jatuh terjungkal di hadapanmu dalam keadaan telah terpanggang (siap untuk dimakan)."​(Disebutkan pula setelah dimakan, burung tersebut kembali berwujud burung dan terbang atas izin Allah).​Ayat & Hadis Penguat Kelimpahan & Naungan Surga​ وَفَٰكِهَةٍ كَثِيرَةٍ ۝ لَّا مَقۡطُوعَةٍ وَلَا مَمۡنُوعَةٍ  "dan buah-buahan yang banyak, yang tidak berhenti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya." (QS. Al-Waqi'ah: 32–33)​ وَدَانِيَةً عَلَيۡهِمۡ ظِلَٰلُهَا وَذُلِّلَتۡ قُطُوفُهَا تَذۡلِيلًا  "Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya." (QS. Al-Insan: 14)​ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ سَنُدۡخِلُهُمۡ جَنَّٰتٍ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًاۖ لَّهُمۡ فِيهَآ أَزۡوَٰجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَنُدۡخِلُهُمۡ ظِلًّا ظَلِيلًا  (QS. An-Nisa: 57)​Hadits Naungan Pohon (Sahihain): Rasulullah ﷺ bersabda:​"Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pohon, seorang pengendara yang tangguh memacu kuda balapnya dengan cepat di bawah naungannya selama seratus tahun (tanpa berhenti) masih belum melampauinya." Lalu membaca ﴿ وَظِلٍّ مَّمۡدُودٍ ) - (Al-Waqi'ah: 30).​Penutup Ayat & Nasihat Bilal ibnu Sa'd​ تِلۡكَ عُقۡبَى ٱلَّذِينَ ٱتَّقَواْ وَّعُقۡبَى ٱلۡكَٰفِرِينَ ٱلنَّارُ ​"Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa, sedangkan tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka."​Penjelasan: Allah sering menyebutkan surga dan neraka secara beriringan agar surga diingini dan neraka dihindari. Semakna dengan firman-Nya:​ لَا يَسۡتَوِيٓ أَصۡحَٰبُ ٱلنَّارِ وَأَصۡحَٰبُ ٱلۡجَنَّةِۚ أَصۡحَٰبُ ٱلۡجَنَّةِ هُمُ ٱلۡفَآئِزُونَ ​"Tiada sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni surga, penghuni-penghuni surga itulah orang-orang yang beruntung." (QS. Al-Hasyr: 20)​Khotbah Bilal ibnu Sa'd (Khatib Kota Dimasyq):​"Hai hamba-hamba Allah, bukankah telah datang kepada kalian juru pewarta yang mewartakan kepada kalian bahwa sesuatu dari ibadah kalian diterima dari kalian atau sesuatu dari kesalahan kalian diampuni bagi kalian? Maka apakah kalian mengira bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kalian secara main-main (saja), dan bahwa kalian tidak akan dikembalikan kepada Kami? (Al-Mu'minun: 115). Demi Allah, seandainya disegerakan bagi kalian pahala di dunia, niscaya kalian semua akan malas mengerjakan hal-hal yang difardukan kepada kalian, atau kalian menjadi orang yang cinta taat kepada Allah demi pahala duniawi kalian dan kalian tidak akan bersaing (berlomba) dalam meraih surga. Buahnya tak henti-henti." - (HR. Ibnu Abu Hatim)​ Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 27 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat27 Agustus 2026
P
Putri Nadhira Saraswati

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Tafsir Saba 39

Tafsir Al-MuyassarSaba (34:39)Tema: KEINGKARAN ORANG KAFIR DAN KEADAAN MEREKA DI AKHIRAT (Ayat 29-45)Katakanlah wahai Rasul kepada orang-orang yang menyombongkan diri dengan harta dan anak-anak mereka: Sesungguhnya Rabb-ku melapangkan rizki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya, dan menyempitkan atas siapa yang Dia kehendaki karena sebuah hikmah yang Dia ketahui. Apa pun yang kalian berikan, bila hal itu diperintahkan Allah, maka Dia akan mengganti kalian dengan gantinya di dunia dan dengan pahala di akhirat. Allah adalah sebaik-baik pemberi rizki, maka mintalah rizki dari-Nya semata dan berusahalah dengan sebab-sebab yang Dia perintahkan kepada kalian.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 27 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat27 Agustus 2026
W
Wina

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Al Muyassar QS. Al Anbiya : 12

Allah taala berfirman:فَلَمَّآ أَحَسُّواْ بَأۡسَنَآ إِذَا هُم مِّنۡهَا يَرۡكُضُونَMaka tatkala mereka merasakan azab Kami, tiba-tiba mereka melarikan diri dari negerinya.Tafsir Al-MuyassarAl-Anbiya (21:12)Tema: SIKAP KAUM MUSYRIKIN TERHADAP KERASULAN MUHAMMAD SERTA WAHYU YANG DIBAWANYA DAN PENOLAKAN AL-QUR'AN TERHADAPNYA (Ayat 1-20)Ketika orang-orang yang zalim itu melihat azab Kami yang sangat keras menimpa mereka dan mereka menyaksikan tanda-tandanya, tiba-tiba mereka segeran melarikan diri dari negeri mereka.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 27 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat27 Agustus 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Al-furqan:40

Tafsir Ibnu KatsirAl-Furqān (25:40)Tema: PELAJARAN DARI KISAH UMAT TERDAHULU (Ayat 35-44)Firman Allah subhanahu wata'āla:Dan sesungguhnya mereka (kaum musyrik Mekah) telah melalui sebuah negeri (Sadum) yang (dulu) dihujani dengan hujan yang sejelek-jeleknya (hujan batu). (Al Furqaan:40)Yaitu kotanya kaum Nabi Lut kota Sadum yang telah dibinasakan oleh Allah, buminya dibalikkan, lalu dihujani dengan hujan batu dari Sijjil. Seperti yang disebut di dalam firman-Nya:Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu), maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang diberi peringatan itu. (Asy Syu'ara:173)Dan sesungguhnya kalian (hai penduduk Mekah) benar-benar akan melalui (bekas-bekas) mereka di waktu pagi, dan di waktu malam. Maka apakah kalian tidak memikirkan? (As-Saffat: 137-138)Dan sesungguhnya kota itu benar-benar terletak di jalan yang masih tetap (dilalui manusia). (Al Hijr:76)Dan firman Allah subhanahu wata'āla:Dan sesungguhnya kedua kota itu benar-benar terletak di jalan umum yang terang. (Al Hijr:79)Karena itulah dalam surat ini disebutkan oleh firman-Nya:Maka apakah mereka tidak menyaksikan runtuhan itu. (Al Furqaan:40)yang karenanya lalu mereka mengambil pelajaran dari azab dan pem­balasan Allah yang telah menimpa para penduduknya akibat mendustakan rasul-Nya dan menentang perintah-perintah Allah subhanahu wata'ālabahkan mereka itu tidak mengharapkan akan kebangkitan. (Al Furqaan:40)Yang dimaksud dengan mereka adalah orang-orang kafir yang melalui jalan tersebut tidak mengambil pelajaran dari apa yang mereka lihat, sebab mereka adalah orang-orang yang tidak mempercayai adanya hari berbangkit kelak di hari kiamat.

💬 0 komentar📅 27 Agu 2026Baca selengkapnya →