Tafsir QS. Baqarah Ayat 9يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلَّا أَنفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَArtinya:“Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri, sedangkan mereka tidak sadar.”Mereka menipu Allah Subhanahu wa Ta’ala, padahal Allah mengetahui semuanya. Dan ini adalah sesuatu yang percuma. Mereka juga menipu orang-orang beriman dengan menampakkan keislaman mereka atau berpura-pura sebagai orang Islam.Namun Allah mengatakan:وَمَا يَخْدَعُونَ — sesungguhnya mereka tidak menipu kecuali diri mereka sendiri.Kenapa bisa demikian?Di sini ada beberapa sisi yang menjelaskan bagaimana mereka sebenarnya menipu diri mereka sendiri dalam keadaan tidak sadar.1. Kaum mukminin tidak tertipuDi antara buktinya, kaum mukminin tidak tertipu karena Allah telah menjelaskan sifat-sifat orang munafik. Bahkan Allah menurunkan Surah Al-Munafiqun yang menjelaskan sifat-sifat mereka.Bagaimanapun mereka pandai menyembunyikan kemunafikan, akan tetapi terkadang kemunafikan itu terlepas melalui kata-kata mereka, celetukan-celetukan mereka, maupun sifat-sifat yang mereka tampakkan.Sebenarnya kaum mukminin tidak tertipu. Justru mereka menipu diri mereka sendiri.2. Mereka selalu takut ketahuanAllah berfirman dalam Al-Qur’an, Surah At-Taubah, yang maknanya bahwa orang-orang munafik selalu khawatir jika sampai turun kepada mereka ayat-ayat yang menjelaskan tentang kemunafikan mereka.Mereka selalu merasa was-was dan ketakutan. Mereka berusaha bersikap munafik supaya merasa aman. Ternyata kenyataannya, mereka hanya menipu diri sendiri.Allah juga berfirman tentang orang-orang munafik yang datang kepada Rasulullah ﷺ dan berkata:“Sesungguhnya kami bersaksi bahwa engkau benar-benar Rasul Allah.”Kenapa orang-orang munafik datang kepada Nabi ﷺ dan mengatakan hal tersebut? Karena mereka merasa seakan-akan dicurigai.Sampai ada istilah dalam pepatah Arab yang mengatakan, “Hampir-hampir seorang pencuri mengatakan, ‘Tangkap aku!’”Maksudnya, seseorang berusaha menyembunyikan kesalahannya, tetapi perilakunya justru menunjukkan seakan-akan dirinya tertuduh. Akhirnya ia merasa perlu mengatakan, “Saya tidak mencuri.”3. Mereka sedih melihat kebaikan yang dialami kaum musliminMereka selalu merasa sedih dengan kebaikan-kebaikan yang dialami kaum muslimin.Pada zaman Nabi ﷺ, kaum munafik merasa sedih melihat kejayaan Islam. Ketika Rasulullah ﷺ memenangkan peperangan, mengalahkan kaum musyrikin, dan dakwah semakin tersebar, mereka semakin menderita.Mereka semakin hasad dan semakin dongkol melihat bagaimana Islam mengalami kejayaan.Itulah di antara bentuk bagaimana mereka menipu diri mereka sendiri ketika di dunia.Adapun di akhirat, keadaannya lebih parah lagiHal ini akan dijelaskan dalam banyak ayat Al-Qur’an.Dalam salah satu ayat, Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan bahwa orang-orang munafik berusaha menipu Allah, tetapi justru Allah membalas tipu daya mereka.Hal ini terjadi, di antaranya, sebelum melewati shirath.Ketika berada dalam kondisi kegelapan sebelum melewati shirath, Allah memberikan cahaya kepada orang-orang beriman. Pada saat itu, orang-orang non-Muslim telah masuk ke dalam neraka Jahannam. Yang tersisa adalah orang-orang Islam: orang-orang beriman dan orang-orang munafik.Kemudian Allah memberikan cahaya kepada mereka untuk melewati jembatan shirath.Ketika orang-orang munafik merasa gembira karena mendapatkan cahaya untuk melewati shirath, tiba-tiba Allah mematikan cahaya mereka.Sementara itu, cahaya orang-orang beriman semakin bertambah. Mereka kemudian berdoa kepada Allah setelah melihat cahaya orang-orang munafik tersebut mati.Itulah salah satu bentuk Allah membalas tipu daya mereka di akhirat, karena dahulu di dunia mereka mempermainkan ayat-ayat Allah.Sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh As-Sa’di, ini merupakan perkara yang sangat menegaskan betapa mengenaskannya keadaan mereka.Namanya orang menipu, hanya ada dua kemungkinan:Ia menipu orang lain dan berhasil.Ia menipu orang lain tetapi tidak berhasil.Namun masalah orang-orang munafik lebih parah. Mereka berusaha menipu, tetapi tipu daya mereka justru kembali kepada diri mereka sendiri.Inilah di antara sifat-sifat orang munafik yang Allah jelaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 9.