📖 Jejak Ayat

Laporan & catatan kegiatan Jejak Ayat

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat30 Agustus 2026
S
Siti Rusmiati

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir surat Ibrahim

Ya ( رَبَّنَا إِنَّكَ تَعْلَمُ مَا نُخْفِي وَمَا تُعْلِنُ ) (38) Rabb kami, sesungguhnya Eng-kau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami lahirkan", maksudnya, Engkau lebih mengetahui diri kami daripada kami sendiri. Karena itu, kami memohon melalui pengaturan dan pembi-naanMu terhadap kami untuk memudahkan urusan-urusan yang kami mengerti dan kami tiada mengetahuinya, yang sebagai bias kandungan sifat ilmu dan وَمَا يَخْفَى عَلَى اللهِ مِن شَيْءٍ في ) .rahmatMu Dan tidak ada الأرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ sesuatu pun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit", termasuk dalam konteks ini, doa yang mana tidaklah didedikasikan oleh sang Khalilur Rahman (kekasih Dzat Yang Maha Penyayang) melainkan untuk meraih kebaikan dan memperbanyak frekuensi syukur kepada Allah, Pe-nguasa alam semesta.

💬 0 komentar📅 28 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat30 Agustus 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

QS Ibrahim: 44 — Penyesalan Manusia

Pelajaran yang paling kuat dari tafsir Ibnu Katsir ini adalah: jangan menunggu sampai akhirat untuk menjadi orang yang taat. Orang-orang zalim dalam ayat ini baru benar-benar ingin kembali ketika sudah melihat azab. Mereka berjanji akan menaati Allah dan mengikuti rasul, tetapi kesempatan untuk berubah sudah habis.Jadi dalam kehidupan sekarang, jangan menunda ketaatan dengan pikiran “nanti kalau sudah siap”, “nanti kalau sudah lebih baik”, atau “nanti kalau sudah tua.” Selagi masih diberi umur, gunakan kesempatan itu untuk memperbaiki salat, meninggalkan dosa yang masih dilakukan, belajar agama, memperbaiki akhlak, dan segera bertaubat ketika jatuh dalam kesalahan. Ayat ini juga mengingatkan untuk tidak sampai terlena oleh dunia yaitu harta, pekerjaan, kenyamanan, target, dan kesibukan sampai lupa bahwa semuanya akan berakhir.

💬 0 komentar📅 28 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat28 Agustus 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Al Baqarah : 31-37

Keutamaan Ilmu, Ujian Ketaatan, dan Jalan Kembali kepada AllahAyat 31–33: Allah menunjukkan keutamaan Adam melalui ilmu yang Allah ajarkan kepadanya.Ayat 34: Iblis menolak perintah Allah karena kesombongan.Ayat 35–36: Adam dan istrinya diuji dengan larangan mendekati pohon, lalu tergelincir karena godaan setan.Ayat 37: Allah mengajarkan Adam kalimat untuk bertaubat dan menerima taubatnya.Faidah:1- Apabila seorang mukmin tidak mengetahui hikmah di balik suatu ciptaan dan perintah Allah maka ia wajib menyerahkanmasalah ciptaan dan perintah itu kepada Allah. 2- Al-Qur'än al-Karim memberikan kedudukan yang tinggi terhadap ilmudan menjadikannya sebagai tolak ukur kemuliaan di antara makhluk Allah.3- Kesombongan adalah induk kemaksiatan dan pangkal dari setiap bencana yang menimpa makhluk, kesombongan merupakan kemaksiatan pertama yang dilakukan makhluk kepada Allah.

💬 0 komentar📅 28 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat28 Agustus 2026
P
Putri Nadhira Saraswati

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Tafsir Fatir : 2

Tafsir Al-MuyassarFatir (35:2)Tema: ALLAH ADALAH PENCIPTA, PENGUASA, DAN PEMBERI RAHMAT (Ayat 1-4)Apa yang Allah buka untuk manusia berupa rizki, hujan, kesehatan, ilmu dan nikmat-nikmat lainnya, tidak seorang pun yang kuasa untuk menahan rahmat tersebut. Sedangkan apa yang Allah tahan darinya, maka tidak ada seorang pun yang mampun melepaskannya sesudah-Nya. Allah Mahaperkasa yang mengalahkan segala sesuatu, Maha Bijaksana yang mengirimkan rahmat dan menahannya sejalan dengan hikmah-Nya.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 28 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat28 Agustus 2026
P
Puji

📍 Purwakarta

Tafsir Al Mukhtasar QS Al Anfal ayat 48

Tafsir Al Mukhtasar QS Al Anfal ayat 48Ingatlah wahai orang-orang mukmin sebagian dari nikmat yang Allah berikan kepada kalian yaitu ketika setan membuat perbuatan orang-orang musyrik terlihat baik di mata mereka sehingga memotivasi mereka untuk berhadapan dan berperang melawan orang-orang Islam, dan berkata kepada mereka, "tidak ada yang dapat mengalahkan kalian pada hari ini dan aku benar-benar akan menolong dan melindungi kalian dari musuh kalian". Kemudian tatkala kedua kelompok itu bertemu maka kelompok orang-orang mukmin diiringi oleh para malaikat yang akan membantu mereka sedangkan kelompok orang-orang musyrik diiringi oleh setan yang akan menelantarkan mereka. Setan akan melarikan diri dari medan perang dan berkata kepada orang-orang musyrik, "sesungguhnya aku berlepas diri dari kalian sesungguhnya aku melihat malaikat-malaikat yang datang untuk membantu orang-orang mukmin aku takut Allah akan membinasakanku dan hukuman Allah sangat pedih sehingga tidak ada seorang pun mampu bertahan denhukumannyanNya."

💬 0 komentar📅 28 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat28 Agustus 2026
R

Rahaf Fathullah

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Pengamalan ayat dari surat Asy-Syuara

1️⃣ Seseorang yang kehilangan rasa cinta kepada Allah bisa-bisa kehilangan fitrahnya juga2️⃣ Ingatlah bahwa doa yang dizalimi bersifat mustajab, apalagi bila ia saleh3️⃣ Kejahatan, kerusakan, dan kezaliman yang sudah menyebar bisa menandakan dekatnya azab, karena itu bacalah doa:"Rabbi najjini wa ahlii mimma ya'maluun", yang artinya: "Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dan keluargaku dari perbuatan mereka"

💬 0 komentar📅 28 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat28 Agustus 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Al-furqan

Tafsir Ibnu KatsirAl-Furqān (25:41)Tema: PELAJARAN DARI KISAH UMAT TERDAHULU (Ayat 35-44)Allah subhanahu wata'āla menceritakan tentang ejekan yang dilontarkan oleh orang-orang musyrik kepada Rasulullah ﷺ. bila mereka melihatnya, seperti yang disebut di dalam firman-Nya:Dan apabila orang-orang kafir itu melihat kamu, mereka hanya membuat kamu menjadi olok-olok. (Al Anbiyaa:36), hingga akhir ayat.Maksudnya, mereka menuduhnya melakukan suatu hal yang aib dan mendiskreditkannya. Maka dalam ayat berikut ini disebutkan oleh firman-Nya:Dan apabila mereka melihat kamu (Muhammad), mereka hanyalah menjadikan kamu sebagai ejekan (dengan mengatakan), "Inikah orangnya yang diutus Allah sebagai rasul?” (Al Furqaan:41)Mereka mengatakannya dengan nada sinis dan mengejek, semoga Allah melaknat mereka. Hal ini ditegaskan oleh Allah subhanahu wata'āla melalui firman-Nya dalam ayat yang lain:Dan sungguh telah diperolok-olokkan beberapa orang rasul sebelum kamu. (Al-An’am 10, Ar-Ra’d: 32 dan Al-Anbiya: 41

💬 0 komentar📅 28 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat28 Agustus 2026
U

Ummu Salamah Pasaribu

📍 Kota Padangsidimpuan

Orang yang mendapat surga seluas langit dan Bumi

bersabda: "Tahukah kalian apakah yang dimaksud dengan ar-raqub? Kami menjawab, "Orang yang tidak mempunyai anak." Nabi bersabda, "Ar-raqub sesungguhnya ialah orang mempunyai anak, lalu ia mati, sedangkan dia belum menyuguhkan sesuatu pun dari anaknya." "Tahukah kalian, siapakah sa'luk itu?" Mereka menjawab, "Orang yang tidak berharta." Nabi. bersabda, "Sa'luk yang sesungguhnya ialah orang yang berharta, lalu ia mati, sedangkan dia belum menyuguhkan barang sepeser pun hartanya dalam kesempatan lain Nabi bersabda: "Apakah arti jagoan itu?" Mereka menjawab, "Seseorang yang tidak terkalahkan oleh banyak lelaki." Maka Nabi. bersabda, "Orang yang benar-benar jagoan ialah orang yang marah, lalu marahnya itu memuncak hingga wajahnya memerah dan semua rambutnya, lalu ia dapat mengalahkan kemarahannva "

💬 0 komentar📅 28 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat28 Agustus 2026
W
Wina

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Ibnu Katsir QS Al Hajj : 48

Tafsir Ibnu Katsir — QS. Al-Hajj : 48Terjemahan:"Dan berapa banyak negeri yang Aku tangguhkan (azabnya), padahal penduduknya berbuat zalim, kemudian Aku mengazabnya. Dan hanya kepada-Kulah tempat kembali."Ringkasan Tafsir:Allah menangguhkan azab, bukan berarti membiarkan. Keterlambatan hukuman bukan tanda bahwa orang zalim luput dari pembalasan Allah.Waktu Allah berbeda dengan perhitungan manusia. Satu hari di sisi Allah dapat sebanding dengan seribu tahun menurut perhitungan manusia.Jangan tergesa-gesa terhadap janji Allah. Sebagaimana orang-orang fakir yang disebutkan dalam riwayat dapat lebih dahulu masuk surga, demikian pula penundaan bukan berarti kekalahan atau kerugian bagi orang beriman.Kepastian akhir adalah kembali kepada Allah. Semua manusia akan kembali kepada-Nya dan menerima balasan sesuai iman dan amalnya.Pelajarannya: Bersabarlah menghadapi keterlambatan pertolongan atau hukuman bagi orang zalim. Allah tidak pernah lalai, dan ketetapan-Nya pasti terjadi pada waktu yang Dia kehendaki.

💬 0 komentar📅 28 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat28 Agustus 2026
A

AYU AAN KHARY M

📍 Kota Makassar

Al Mulk 1

Mahaagung lagi Mahatinggi dan kebaikanNya yang menyeluruh. Di antara keagunganNya adalah kerajaan alam langit dan bumi berada di TanganNya. Dia-lah yang menciptakannya dan mengatur sekehendakNya dengan menerap-kan hukum takdir dan hukum Agama berdasarkan kebijaksanaan-Nya. Di antara keagunganNya adalah KuasaNya yang sempurna atas segala sesuatu. Dengan KuasaNya, Allah سبحانه وتعالى menciptakan se-luruh makhluk-makhluk besar yang ada, seperti langit dan bumi.

💬 0 komentar📅 28 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat28 Agustus 2026
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Tafsir QS. Al-Baqarah ayat 10

Tafsir QS. Al-Baqarah Ayat 10فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَFī qulūbihim maraḍun fazādahumullāhu maraḍā, wa lahum ‘adhābun alīmun bimā kānū yakdhibūn.Artinya:"Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakit itu dan mereka mendapat azab yang pedih karena mereka berdusta."Penyakit hati ada dua.Pertama, syubhat, seperti kekufuran, kemunafikan, keraguan, berburuk sangka kepada Allah, dan lain-lain.Kedua, syahwat, seperti suka dengan maksiat, rindu untuk berzina, dan lain-lain.Ini semua menyerang hati.Orang munafik ini baru muncul di Islam setelah Perang Badar. Jadi, ketika Nabi datang ke kota Madinah, Nabi mendapati tiga komunitas.Komunitas kaum muslimin.Komunitas kaum musyrikin.Komunitas Yahudi.Untuk komunitas kaum Yahudi terdapat Bani Qainuqa, Bani Nadhir, dan Bani Quraizhah.Sedangkan komunitas kaum musyrikin terdiri dari penduduk asli kota Madinah, di antaranya suku Aus dan Khazraj yang belum masuk Islam. Kalau mereka masuk Islam, mereka kemudian disebut sebagai kaum Anshar.Di antara mereka ada yang belum masuk Islam dan dipimpin oleh Abdullah bin Ubay bin Salul.Nabi terus mendakwahi orang-orang musyrikin, tetapi mereka tidak mau beriman.Kemudian setelah terjadi Perang Badar pada tahun kedua Hijriyah, ternyata orang-orang kafir Quraisy kalah. Akhirnya, orang-orang musyrikin yang ada di kota Madinah merasa takut. Mereka dipimpin oleh Abdullah bin Ubay bin Salul.Karena ingin menyelamatkan diri, akhirnya mereka masuk Islam, tetapi hati mereka masih munafik dan masih kafir. Sehingga dalam diri mereka terdapat keraguan dan kegelisahan, serta mereka memiliki syahwat dalam dada-dada mereka.فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا"Lalu Allah menambah penyakit hati mereka."Kenapa?Kata para ulama, karena mereka sudah memiliki penyakit sebelumnya. Ini menjadi dalil bahwa jika seseorang sudah memiliki penyakit hati, maka penyakit tersebut bisa bertambah.Orang yang sudah melakukan maksiat bisa bertambah kemaksiatannya.Oleh karenanya disebutkan bahwa sesungguhnya maksiat memanggil temannya. Begitu juga dengan kebaikan yang mendatangkan kebaikan lainnya.Makanya Allah mengatakan bahwa bagi orang yang melakukan kemaksiatan, tatkala mereka menyimpang, Allah semakin menyimpangkan hati mereka.Seperti pada ayat ini:فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا"Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakit mereka."Jadi, maksiat menyebabkan maksiat selanjutnya. Dan itu sering terjadi. Terus terbawa pada masa berikutnya dan semakin parah tanpa mereka sadari.Seakan-akan sesuatu yang biasa. Padahal kalau mereka langsung melakukan maksiat tingkat atas, mereka tidak berani.Tetapi setan memilih cara sedikit demi sedikit, sampai akhirnya maksiat tersebut menjadi sesuatu yang biasa. Penyakit hati pun semakin bertambah.Allah juga mengatakan:"Kami membalikkan hati mereka, mengendalikan dada mereka dan pandangan mereka menuju keburukan."Kenapa?Karena sebelumnya mereka tidak beriman.Jadi, maksiat menyebabkan musibah berikutnya atau maksiat yang selanjutnya.Seperti firman Allah Subhanahu wa Ta'ala bahwa sesungguhnya orang-orang yang lari dari medan pertempuran, setan telah menggelincirkan mereka akibat dosa-dosa mereka sebelumnya.Oleh karenanya, hati-hati kalau seseorang melakukan dosa. Segera beristighfar.Kalau dia tidak beristighfar, dosa tersebut dapat mengantarkan atau menggiring dia menuju dosa-dosa berikutnya, sehingga hatinya semakin berpenyakit.وَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ"Dan mereka mendapat azab yang pedih karena mereka berdusta."Alīm berarti pedih, menyakitkan, dan menyiksa akibat kedustaan mereka.Azab yang pedih maksudnya apa?Azab orang munafik lebih parah daripada azab orang kafir.Kenapa bisa?Karena orang kafir asli tidak berbohong. Mereka mengakui bahwa mereka adalah orang kafir.Sedangkan orang-orang munafik menggabungkan dua penyakit, yakni nifaq i‘tiqadi.Sehingga Allah berfirman:"Sesungguhnya orang-orang munafik berada di tingkatan paling dasar di neraka Jahannam."Kenapa?Karena mereka kafir plus. Selain kafir, mereka juga berdusta.

💬 0 komentar📅 28 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat28 Agustus 2026
N

Nidya larasati

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Tafsir Qs. Al Baqarah 155-157 atas Ujian dan Kesabaran

Pelajaran untuk Kehidupan Kita Saat Ini 1. Jangan kaget ketika diujiUjian adalah bagian dari kehidupan. Ketakutan, kehilangan, masalah rezeki, sakit, maupun kehilangan orang yang dicintai termasuk bentuk ujian yang disebutkan dalam ayat. 2. Sabar bukan berarti tidak merasa sedihSabar adalah tetap menjaga sikap dan ketaatan kepada Allah ketika menghadapi musibah. Kita boleh merasa sedih, tetapi tidak menjadikan kesedihan sebagai alasan untuk berputus asa dari Allah. 3. Biasakan istirja’ ketika mendapat musibah“Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn” bukan sekadar ucapan ketika ada kematian. Maknanya mengingatkan kita bahwa kita milik Allah dan akan kembali kepada-Nya. 4. Musibah dapat mengembalikan hati kepada AllahKetika sesuatu yang kita miliki hilang, ayat ini mengajarkan kita untuk kembali menyadari bahwa semuanya pada hakikatnya adalah milik Allah. 5. Bersabar bukan berarti tidak mendapatkan apa-apaAllah menjanjikan rahmat, keberkahan, dan petunjuk bagi orang-orang yang sabar.

💬 0 komentar📅 28 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat28 Agustus 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

TAFSIR AS-SA’DI Al-Ahzab (33:35)

KESETARAAN LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DALAM KETAATANAllah menjelaskan bahwa ketika hukum yang berkaitan dengan laki-laki dan perempuan sama, maka Allah menyebutkan keduanya secara berdampingan.﴾ إِنَّ ٱلۡمُسۡلِمِينَ وَٱلۡمُسۡلِمَٰتِ ﴿Laki-laki dan perempuan yang Muslim→ Berkaitan dengan pelaksanaan syariat secara lahir.﴾ وَٱلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتِ ﴿Laki-laki dan perempuan yang Mukmin→ Berkaitan dengan keyakinan hati dan amal-amal batin.﴾ وَٱلۡقَٰنِتِينَ وَٱلۡقَٰنِتَٰتِ ﴿Laki-laki dan perempuan yang patuh→ Taat kepada Allah dan Rasul-Nya.﴾ وَٱلصَّٰدِقِينَ وَٱلصَّٰدِقَٰتِ ﴿Laki-laki dan perempuan yang jujur→ Jujur dalam perkataan dan perbuatan.﴾ وَٱلصَّٰبِرِينَ وَٱلصَّٰبِرَٰتِ ﴿Laki-laki dan perempuan yang sabar→ Sabar menghadapi berbagai kesulitan dan musibah.﴾ وَٱلۡخَٰشِعِينَ وَٱلۡخَٰشِعَٰتِ ﴿Laki-laki dan perempuan yang khusyuk→ Khusyuk dalam seluruh keadaan, terutama dalam ibadah dan shalat.﴾ وَٱلۡمُتَصَدِّقِينَ وَٱلۡمُتَصَدِّقَٰتِ ﴿Laki-laki dan perempuan yang bersedekah→ Bersedekah dengan sedekah yang wajib maupun sunnah.﴾ وَٱلصَّٰٓئِمِينَ وَٱلصَّٰٓئِمَٰتِ ﴿Laki-laki dan perempuan yang berpuasa→ Mencakup puasa wajib maupun sunnah.﴾ وَٱلۡحَٰفِظِينَ فُرُوجَهُمۡ وَٱلۡحَٰفِظَٰتِ ﴿Laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatan→ Menjaga diri dari zina dan segala perkara yang mengantarkan kepadanya.﴾ وَٱلذَّٰكِرِينَ ٱللَّهَ كَثِيرٗا وَٱلذَّٰكِرَٰتِ ﴿Laki-laki dan perempuan yang banyak berdzikir kepada Allah→ Banyak mengingat Allah, terutama dengan dzikir-dzikir yang disyariatkan seperti dzikir pagi dan petang serta dzikir setelah shalat lima waktu.BALASAN BAGI MEREKAAllah menyediakan bagi orang-orang yang memiliki sifat-sifat terpuji tersebut:1. Ampunan atas dosa-dosa merekaKarena amal-amal kebajikan dapat menghapus dosa-dosa.2. Pahala yang besarPahala yang tidak mampu diukur nilainya kecuali oleh Allah.Pahala tersebut berupa kenikmatan yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga, dan belum pernah terlintas dalam hati manusia.PESAN TAFSIRSifat-sifat yang disebutkan dalam ayat ini mencakup seluruh ajaran agama:• Keyakinan dan iman dalam hati• Amal-amal hati• Amal anggota badan• Perkataan lisan• Berbuat berbagai kebaikan• Meninggalkan berbagai keburukan• Memberikan manfaat kepada orang lainBarang siapa mampu mengamalkan sifat-sifat tersebut, maka ia telah melaksanakan ajaran agama secara lahir dan batin dengan Islam, Iman, dan Ihsan.Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan mereka.────────────────────📚 Sumber: Tafsir As-Sa’diDisalin dari Quran Tadabbur — Ustadz Firanda Andirja Hafizhahullah

💬 0 komentar📅 28 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat28 Agustus 2026
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Tafsir Ibnu Katsir - Surat Al-Anfal : 32

32. Firman Allah subhanahu wata'āla:Dan (ingatlah) ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, "Ya Allah, jika betul (Al-Qur'an) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih " (Al Anfaal:32)Hal ini menunjukkan kebodohan mereka yang terlalu parah dan kerasnya mereka dalam mendustakan Al-Qur'an, mereka sombong dan ingkar kepada Al-Qur'an. Ungkapan tersebut justru berbalik membuat keaiban bagi diri mereka sendiri. Seharusnya hal yang lebih utama bagi mereka ialah hendaknya mereka mengatakan, "Ya Allah, jika Al-Qur'an ini benar dari sisi Engkau, maka berilah kami petunjuk kepadanya dan berilah kami kekuatan untuk mengikuti ajaran-ajarannya." Akan tetapi, mereka meminta keputusan yang berakibat membinasakan diri mereka sendiri, dan mereka meminta untuk segera diturunkan azab dan siksaan. Hal ini dikisahkan oleh Allah dalam ayat yang lain melalui firman-Nya:Dan mereka meminta kepadamu supaya segera diturunkan azab. Kalau tidaklah karena waktu yang telah ditetapkan, benar-benar telah datang azab kepada mereka, dan azab itu benar-benar akan datang kepada mereka dengan tiba-tiba, sedangkan mereka tidak menyadarinya. (Al 'Ankabut:53)Dan mereka berkata.”Ya Tuhan kami. Cepatkanlah untuk kami azab yang diperuntukkan pada kami sebelum hari berhisab." (Shaad:16)Seorang peminta telah meminta kedatangan azab yang bakal terjadi, untuk orang-orang kafir, yang tidak seorang pun dapat menolaknya, (Yang datang) dari Allah, Yang mempunyai tempat-tempat naik. (Al Ma'aarij:1-3)Hal yang sama dikatakan pula oleh orang-orang yang bodoh dari kalangan umat terdahulu, seperti kaum Nabi Syu'aib yang mengatakan kepadanya, disitir oleh firman Allah subhanahu wata'āla:Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit, jika kamu termasuk orang-orang yang benar. (Asy Syu'ara:187)Sedangkan dalam ayat ini disebutkan:Ya Allah, jika betul (Al-Qur'an) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih. (Al Anfaal:32)Syu'bah telah meriwayatkan dari Abdul Hamid (murid Az-Ziyadi), dari Anas ibnu Malik, bahwa Abu Jahal ibnu Hisyamlah yang mengatakan seperti yang disitir oleh firman-Nya:Ya Allah, jika betul (Al-Qur'an) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih. (Al Anfaal:32)Kemudian Allah subhanahu wata'āla menurunkan firman-Nya:Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka sedangkan kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedangkan mereka meminta ampun.Demikianlah menurut riwayat Imam Bukhari, dari Ahmad dan Muhammad ibnun Nadr, keduanya dari Ubaid illah ibnu Mu'az, dari ayahnya, dari Syu'bah dengan sanad yang sama. Ahmad yang disebutkan dalam sanad ini adalah Ahmad ibnun Nadr ibnu Abdul Wahhab. Demikianlah menurut Al-Hakim Abu Ahmad dan Al-Hakim Abu Ubaidillah An-Naisaburi.Al-Ahmasy telah meriwayatkan dari seorang lelaki, dari Sa'id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:Dan (ingatlah) ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, "Ya Allah, jika betul (Al-Qur'an) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih."Menurutnya orang yang mengatakan demikian adalah An-Nadr ibnul Haris ibnu Kaidah. Selanjutnya Ibnu Abbas mengatakan, sehubungan dengan hal ini Allah subhanahu wata'āla menurunkan firman-Nya: Seorang peminta telah meminta kedatangan azab yang bakal terjadi, untuk orang-orang kafir, yang tidak seorang pun dapat menolaknya. (Al Ma'aarij:1-2)Hal yang sama telah dikatakan oleh Mujahid, Ata, Sa'id ibnu Jubair, dan As-Saddi, bahwa sesungguhnya dia adalah An-Nadr ibnul Haris. Menurut riwayat Ata ditambahkan firman Allah subhanahu wata'āla:Dan mereka berkata, "Ya Tuhan kami, cepatkanlah untuk kami azab yang diperuntukkan pada kami sebelum hari berhisab.”(Shaad:16)Dan sesungguhnya kalian datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana kalian Kami ciptakan pada mulanya (Al An'am:94)Seorang peminta telah meminta kedatangan azab yang bakal terjadi, untuk orang-orang kafir. (Al Ma'aarij:1-2)Ata mengatakan, sesungguhnya Allah subhanahu wata'āla telah menurunkan belasan ayat sehubungan dengan hal ini.Ibnu Murdawaih mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Ahmad ibnul Lais, telah menceritakan kepada kami Abu Gassan, telah menceritakan kepada kami Abu Namilah, telah menceritakan kepada kami Al-Husain, dari Ibnu Buraidah, dari ayahnya yang mengata­kan bahwa dalam Perang Uhud ia melihat Amr ibnul As berdiri di atas kuda kendaraannya seraya berkata, "Ya Allah, jika Al-Qur'an yang dikatakan oleh Muhammad adalah benar, maka benamkanlah diriku dan kudaku ini ke tanah."Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Dan (ingatlah) ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, "Ya Allah, jika betul (Al-Qur'an) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau.”, hingga akhir ayat. Bahwa yang mengatakan demikian adalah orang-orang yang bodoh dan yang kurang akalnya dari kalangan umat ini.33. Firman Allah subhanahu wata'āla:Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedangkan kamu berada di antara mereka Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedangkan mereka meminta ampun.Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku telah menceritakan kepada kami Abu Huzaifah Musa ibnu Mas'ud, telah menceritakan kepada kami Ikrimah ibnu Ammar, dari Abu Zamil Sammak Al-Hanafi, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa orang-orang musyrik bertawaf di Baitullah seraya mengatakan, "Kami penuhi panggilan-Mu, ya Allah. Kami penuhi panggilan-Mu, kami penuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu." Maka Nabi ﷺ bersabda, "Ya, ya." Mereka mengatakan pula, "Kami penuhi panggilan-Mu, ya Allah. Kami penuhi panggilan-Mu, kami penuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, kecuali sekutu yang menjadi milik-Mu. Engkau memilikinya, sedangkan dia tidak memiliki." Lalu mengatakan pula, "Ampunan-Mu, ampunan-Mu." Maka Alah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan firman-Nya:Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedangkan engkau berada di antara mereka hingga akhir ayat.Ibnu Abbas mengatakan bahwa di kalangan mereka (orang-orang musyrik Mekah) terdapat dua keamanan yang menyelamatkan mereka dari azab Allah, yaitu diri Nabi ﷺ dan permohonan ampun. Setelah Nabi ﷺ tiada, maka yang tertinggal hanyalah permohonan ampun (istigfar).Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Al-Haris telah menceritakan kepadaku Abdul Aziz, telah menceritakan kepada kami Abu Ma'syar-dari Yazid ibnu Ruman dan Muhammad ibnu Qais, keduanya mengatakan bahwa sebagian orang-orang Quraisy berkata kepada sebagian lainnya, "Muhammad telah dimuliakan oleh Allah di antara kita." "Ya Allah, jika betul (Al-Qur'an) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau .. hingga akhir ayat. Ketika sore hari mereka menyesali apa yang telah mereka katakan seraya mengatakan, "Ampunan-Mu ya Allah." Maka Allah subhanahu wata'āla menurunkan firman-Nya, Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka. sampai dengan firman-Nya: ...tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.Ibnu Jarir mengatakan pula bahwa Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayat­kan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedangkan kamu berada di antara mereka.Allah tidak akan menurunkan azabnya kepada suatu kaum, sedangkan nabi-nabi mereka berada di antara mereka, hingga Allah mengeluarkan nabi-nabi itu dari kalangan mereka. Kemudian Ibnu Abbas membacakan firman-Nya:Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedangkan mereka meminta ampunMaksudnya, di kalangan mereka terdapat orang-orang yang telah ditakdirkan oleh Allah termasuk golongan orang-orang yang beriman, lalu mereka meminta ampun. Yang dimaksud dengan istigfar ialah salat, dan yang dimaksudkan dengan mereka adalah penduduk Mekah. Hal yang semisal telah diriwayatkan pula dari Mujahid, Ikrimah, Atiyyah Al-Aufi, Sa'id ibnu Jubair, dan As-Saddi.Ad-Dahhak dan Abu Malik mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedangkan mereka meminta ampun. Yakni kaum mukmin yang masih berada di Mekah.Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Abdul Gaffar ibnu Daud, telah menceritakan kepada kami An-Nadr ibnu Addi, bahwa Ibnu Abbas telah mengatakan, "Sesungguhnya Allah telah menjadikan bagi umat ini dua keamanan, karenanya mereka terus-menerus dalam keadaan terpelihara dan terlindungi dari azab selagi dua keamanan itu ada di kalangan mereka. Salah satu di antaranya telah dicabut oleh Allah subhanahu wata'āla, sedangkan yang lainnya masih tetap ada di antara mereka." Allah subhanahu wata'āla telah berfirman:Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedangkan kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedangkan mereka meminta ampun.Abu Saleh Abdul Gaffar mengatakan, telah menceritakan kepadaku salah seorang teman kami, bahwa An-Nadr ibnu Addi pernah menceritakan hadis ini kepadanya, dari Mujahid, dari Ibnu Abbas. Hal yang semisal telah diriwayatkan oleh Ibnu Murdawaih dan Ibnu Jarir melalui Abu Musa Al-Asy'ari. Hal yang sama telah diriwayatkan dari Qatadah dan Abul Ala An-Nahwi Al-Muqri.Imam Turmuzi mengatakan:telah menceritakan kepada kami Sufyan ibnu Waki’, tefah menceritakan kepada kami Ibnu Numair, dari Ismail ibnu Ibrahim ibnu Muhajir, dari Abbad ibnu Yusuf, dari Abu Burdah ibnu Abu Musa, dari ayahnya yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda, "Allah menurunkan dua keamanan bagi umatku," yaitu disebutkan dalam firman-Nya:Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedangkan kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedangkan mereka meminta ampun.Selanjutnya Nabi ﷺ bersabda, "Apabila aku telah tiada, maka aku tinggalkan istigfar (permohonan ampun kepada Allah) di kalangan mereka sampai hari kiamat."Hal ini diperkuat oleh hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad di dalam kitab Musnad-nya dan Imam Hakim di dalam kitab Mustadrak-nya melalui hadis Abdullah ibnu Wahb, telah menceritakan kepadaku Amr ibnul Haris, dari Darij, dari Abul Haisam. dari Abu Sa'id, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:Sesungguhnya setan berkata, "Demi keagungan-Mu, wahai Tuhanku, aku senantiasa akan menyesatkan hamba-hamba-Mu selagi roh masih berada di kandung badan mereka.” Maka Tuhan berfirman “Demi Keagungan dan Kemuliaan-Ku Aku Senantiasa memberikan ampun kepada mereka selama mereka memohon ampun kepada-Ku."Kemudian Imam Hakim berkata bahwa hadis ini sanadnya sahih, tetapi keduanya (Bukhari dan Muslim) tidak mengetengahkannya.Imam Ahmad mengatakan:Telah menceritakan kepada kami Mu'awiyah ibnu Umar, telah menceritakan pula kepada kami Rasyid (yaitu Ibnu Sa'd), telah menceritakan kepadaku Mu'awiyah ibnu Sa'd At-Tajibi, dari seseorang yang menceritakannya kepada dia, dari Fudalah ibnu Ubaid, dari Nabi ﷺ bahwa Nabi ﷺ pernah bersabda: Seorang hamba dalam keadaan aman dari azab Allah selagi ia masih memohon ampun kepada Allah subhanahu wata'āla.​

💬 0 komentar📅 28 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat31 Agustus 2026
M

Mega P

📍 -

Tafsir Al-Mu'minun:51

Wahai para Rasul! Makanlah dari rizki yang baik dan halal. Kerjakanlah amalan shalih karena sesungguhnya Aku Maha Mengetahui perbuatan yang kalian kerjakan. Dan tiada sedikitpun amalan kalian yang tersembunyi dari diri-Ku.Ayat ini ditujukan kepada para Rasul dan umatnya secara keseluruhan. Ayat ini juga menjadi dalil bahwasanya memakan makanan yang halal bisa membantunya dalam beramal shalih. Dan sesungguhnya akibat makan makanan yang haram sangat berbahaya di antaranya adalah tertolaknya doa

💬 0 komentar📅 27 Agu 2026Baca selengkapnya →