📖 Jejak Ayat

Laporan & catatan kegiatan Jejak Ayat

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat6 hari lalu
P
Puji

📍 Purwakarta

Tafsir Al Mukhtasar QS Ar Ra'd ayat 19-23

Tafsir Al Mukhtasar QS Ar Ra'd ayat 19-23Berapa faedah dari halaman ini. Motivasi untuk menghiasi diri dengan berbagai perilaku baik yang membuka jalan ke surga diantaranya silaturahmi yang baik rasa takut kepada Allah ta'ala memenuhi perjanjian sabar infak dan membalas keburukan dengan kebaikan serta peringatan agar tidak melakukan kebalikan dari semua perilaku baik tersebut. Keterangan bahwa kunci-kunci rezeki ada di tangan Allah subhanahu wa ta'ala dan bahwa rezeki yang dilapangkan atau disempitkan oleh Allah ta'ala pada seseorang hamba bukan alasan untuk berbangga atau berduka karena ia bukan menjadi bukti keridaan atau kemurkaan Allah terhadap hamba tersebut. Hidayah tidak harus berkaitan dengan diturunkan mukjizat dan bukti yang diminta oleh orang-orang kafir Di antara pengaruh positif Alquran terhadap seorang mukmin adalah bahwa ia memberi ketenangan di dalam hatinya.

💬 0 komentar📅 1 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat6 hari lalu
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

Tafsir At-Taysir QS. ‘Abasa ayat 37

Tafsir At-Taysir QS. ‘Abasa ayat 37 🌿 QS. ‘Abasa: 37Tema: Peringatan Allah kepada manusia yang tidak tahu hakikat dirinyaيَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ ۝ وَأُمِّهِ وَأَبِيهِ ۝ وَصَاحِبَتِهِ وَبَنِيهِMakna:Pada hari kiamat, seseorang lari dari saudaranya, ibu dan ayahnya, istri dan anak-anaknya.✨ Inti Tadabbur• Setiap manusia akan mengingat amal dan kemaksiatan yang pernah dilakukan di dunia.• Hari kiamat adalah hari yang sangat dahsyat, sehingga manusia benar-benar sibuk memikirkan keselamatan dirinya sendiri.• Manusia dibangkitkan dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian dan belum dikhitan, sebagaimana ketika pertama kali dilahirkan.• Saat itu manusia tidak memikirkan harta, jabatan, status, bahkan aurat orang lain karena dahsyatnya keadaan hari kiamat.• Semua manusia akan berdiri untuk mempertanggungjawabkan amalnya di hadapan Allah ﷻ.• Di akhirat, tidak ada golongan berdasarkan jabatan, kekayaan, atau kedudukan. Pada akhirnya hanya ada dua kelompok: penghuni surga atau penghuni neraka.• Karena itu, jangan tertipu dengan kemuliaan dunia. Persiapkan bekal untuk hari ketika setiap orang hanya memikirkan keselamatan dirinya.🌱 Pesan untuk kita:Dunia adalah tempat mempersiapkan diri. Jangan sampai kesibukan mengejar dunia membuat kita lupa bahwa suatu hari kita akan berdiri sendiri di hadapan Allah dan mempertanggungjawabkan seluruh amal kita.

💬 0 komentar📅 1 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat6 hari lalu
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Al Baqarah : 45

Mintalah pertolongan dalam menghadapi segala situasi yang berkaitan dengan masalah agama dan dunia kalian dengan kesabarandan salat yang dapat mendekatkan dan menghubungkan diri kalían dengan Allah. Dengan sebab itu, Allah akan menolongmu dalam mengatasi setiap kesulitan yang menimpamu. Sesungguhnya salat itu benar-benar sulit dan berat kecuali bagi orang-orang yang tunduk dan patuh kepada Tuhan mereka.

💬 0 komentar📅 1 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat6 hari lalu
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Tafsir QS. Al-Baqarah ayat 12

Tafsir QS. Al-Baqarah Ayat 12أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَٰكِنْ لَا يَشْعُرُونَArtinya:“Ingatlah, sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadarinya.”أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ“Ingatlah, sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan.”Ini merupakan orang munafik, yang di mana KTP-nya Islam, tetapi sebenarnya dari hatinya mereka munafik, zindik. Mereka melakukan kerusakan, rusak akidah dan moral sehingga rusak akhlak. Dan ini terdapat pada orang-orang liberal.وَلَٰكِنْ لَا يَشْعُرُونَ“Tetapi mereka tidak menyadari.”Mereka tidak menyadari. Justru mereka merasa benar.

💬 0 komentar📅 1 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat6 hari lalu
S

Sekar Kinanti Nufiarizky

📍 Kota Depok

Pencerminan ayat-ayat Al-Qur'an sebagai nur Ilahi pada langit dan bumi (Ayat 34-35)

Allah taala berfirman:ٱللَّهُ نُورُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ ۚ مَثَلُ نُورِهِۦ كَمِشۡكَوٰةٖ فِيهَا مِصۡبَاحٌ ۖ ٱلۡمِصۡبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ ۖ ٱلزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوۡكَبٞ دُرِّيّٞ يُوقَدُ مِن شَجَرَةٖ مُّبَٰرَكَةٖ زَيۡتُونَةٖ لَّا شَرۡقِيَّةٖ وَلَا غَرۡبِيَّةٖ يَكَادُ زَيۡتُهَا يُضِيٓءُ وَلَوۡ لَمۡ تَمۡسَسۡهُ نَارٞ ۚ نُّورٌ عَلَىٰ نُورٖ ۚ يَهۡدِي ٱللَّهُ لِنُورِهِۦ مَن يَشَآءُ ۚ وَيَضۡرِبُ ٱللَّهُ ٱلۡأَمۡثَٰلَ لِلنَّاسِ ۗ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٞAllah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah adalah seperti sebuah lubang yang tidak tembus 1 yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya) 2 , yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.Tema: HUKUM PERZINAAN DAN PERGAULAN (Ayat 1-64)Subtema: Pencerminan ayat-ayat Al-Qur'an sebagai nur Ilahi pada langit dan bumi (Ayat 34-35)Catatan kaki:210808. Maksud "lubang yang tidak tembus (misykat)" ialah suatu lubang di dinding rumah yang tidak tembus sampai ke sebelahnya. Biasanya, digunakan untuk tempat lampu atau barang­barang lain.210809. Maksudnya, pohon zaitun itu tumbuh di puncak bukit dan pohon itu mendapat sinar matahari, baik pada waktu matahari terbit maupun pada waktu matahari akan terbenam sehingga pohonnya subur dan buahnya menghasilkan minyak yang baik.QS. An-Nūr: 35Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.comTafsir Al-MuyassarAn-Nur (24:35)Tema: HUKUM PERZINAAN DAN PERGAULAN (Ayat 1-64)Subtema: Pencerminan ayat-ayat Al-Qur'an sebagai nur Ilahi pada langit dan bumi (Ayat 34-35)Catatan kaki:210808. Maksud "lubang yang tidak tembus (misykat)" ialah suatu lubang di dinding rumah yang tidak tembus sampai ke sebelahnya. Biasanya, digunakan untuk tempat lampu atau barang­barang lain.210809. Maksudnya, pohon zaitun itu tumbuh di puncak bukit dan pohon itu mendapat sinar matahari, baik pada waktu matahari terbit maupun pada waktu matahari akan terbenam sehingga pohonnya subur dan buahnya menghasilkan minyak yang baik.Allah Pemberi cahaya kepada langit dan bumi. Dia mengatur segala perkara yang ada di dalamnya dan memberi petunjuk kepada penghuninya. Allah adalah cahaya, hijab-Nya adalah cahaya. Dengan cahayanya Dia menerangi langit dan bumi dan aapa yang ada pada keduanya. Kitab dan hidayah-Nya merupakan cahaya Allah. Jika sekiranya tidak karena cahaya Allah, niscaya kegelapan akan menutupi sebagian di atas sebagian yang lain. Perumpamaan cahaya Allah yang memberi petunjuk kepada-Nya, berupa iman dan Al Qur’an dalam hati seorang mukmin adalah seperti misykat yakni suatu lobang di dinding rumah yang tidak tembus yang di dalamnya ada lampu, yang mana lubang itu mengumpulkan cahaya lampu tersebut sehingga cahayanya tidak menyebar. Lampu itu ada di dalam kaca, karena kejernihannya sehingga seakan-akan bintang yang bercahaya seperti mutiara. Lampu itu dinyalakan dengan minyak dari pohon yang penuh dengan berkah, yakni pohon Zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur saja, sehingga tidak terkena cahaya saat sore hari. Dan tidak hanya tumbuh di sebelah barat saja sehingga tidak terkena cahaya matahari saat pagi hari. Ia tumbuh di posisi tengah-tengah, tidak di timur juga tidak di baratnya. Karena kejernihannya hingga hampir saja minyak tersebut menyala dengan sendirinya meskipun belum di sulut dengan api. Dan ketika di sulut dengan api maka ia akan bercahaya dengan sangat terang. Cahaya di atas cahaya. Yakni cahaya minyak berlapis cahaya api. Hal itu seperti hidayah yang menerangi di dalam hati seorang mukmin. Allah memberikan hidayah dan taufik untuk mengikuti Al Qur’an kepada siapa pun yang Dia kehendaki. Dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia agar mereka memahami perumpamaan tersebut dan hikmah-hikmahnya. Allah adalah Dzat yang Maha Mengetahui segala sesuatu, tiada sesuatu pun yang tersembunyi dari-Nya.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.comBoleh tolong buatkan poster dengan ornamen tanaman yang simpel, dedaunan & bunga tulip, keseluruhan nuansa nude, cream, soft pink, pastel green

💬 0 komentar📅 1 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat6 hari lalu
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Jejak Ayat 1 September

Tafsir Ibnu Katsir QS. Al-Isra’: 80​​ ​ وَقُل رَّبِّ أَدۡخِلۡنِي مُدۡخَلَ صِدۡقٍ وَأَخۡرِجۡنِي مُخۡرَجَ صِدۡقٍ وَٱجۡعَل لِّي مِن لَّدُنكَ سُلۡطَٰنًا نَّصِيرًا​"Dan katakanlah, 'Ya Tuhanku, masukkanlah aku secara masuk yang benar, dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar, dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.'"​Penafsiran "Masuk" dan "Keluar" yang Benar​Pendapat Terkenal & Paling Sahih (Pilihan Ibnu Jarir):​Sebab Turunnya Ayat (Riwayat Ibnu Abbas r.a. / H.R. Ahmad & At-Tirmidzi): Ayat ini diturunkan saat Nabi ﷺ di Mekah dan diperintahkan untuk berhijrah.​Al-Hasan Al-Basri: Ketika kaum kafir Mekah sepakat untuk membunuh, mengusir, atau mengikat Nabi ﷺ, Allah memerintahkan beliau berhijrah ke Madinah.​Qatadah & Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam:​"Masukkanlah aku secara masuk yang benar" = Kota Madinah.​"Keluarkanlah aku secara keluar yang benar" = Kota Mekah.​Pendapat Lain (Riwayat Al-Aufi dari Ibnu Abbas):​"Masukkanlah..." = Kematian.​"Keluarkanlah..." = Kehidupan sesudah mati.Penafsiran "Kekuasaan yang Menolong" (Sulthanan Nashira)​Al-Hasan Al-Basri: Janji Allah kepada Nabi ﷺ bahwa Dia akan mencabut Kerajaan Persia dan Romawi beserta kejayaannya, lalu memberikannya kepada beliau.​Qatadah (Pendapat Terkuat / Pilihan Ibnu Jarir): Nabi ﷺ menyadari tugas dakwah membutuhkan kekuatan/kekuasaan. Beliau memohon kekuasaan untuk membela Kitabullah, batasan-batasan-Nya, kewajiban-Nya, dan menegakkan agama-Nya. Kekuasaan adalah rahmat Allah agar yang kuat tidak memangsa yang lemah.​Mujahid: Maknanya adalah bukti yang jelas (hujjah).Urgensi Kekuasaan dalam Menegakkan Kebenaran​Kebenaran harus mengalahkan pihak penentang. Semakna dengan firman Allah dalam QS. Al-Hadid: 25 ("Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti... Dan Kami ciptakan besi...").​Hal ini sejalan pula dengan hadits:​"Sesungguhnya Allah benar-benar mencegah (perbuatan dosa) melalui kekuasaan hal-hal yang tidak dapat dicegah melalui Al-Qur'an."​Makna Hadits: Banyak perbuatan keji dan dosa di masyarakat dapat dicegah oleh kekuasaan (pemerintahan/sanksi hukum) yang tidak mempan hanya dengan peringatan Al-Qur'an.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 1 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat6 hari lalu
S
Siti Rusmiati

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir suratan nahl

Allah تعالی berfirman dalam rangka mendekatkan (waktu) kedatangan ketetapanNya yang telah Dia janjikan dan memastikan kejadiannya ) أتى أمر الله فلا تشتفجوة( "Telah pasti datangnya ketetapan Allah, maka janganlah kamu meminta-minta agar disegerakan (datang)nya," sesungguhnya ia akan tiba. Dan setiap sesuatu yang pasti datang, berarti dekat ) شيخنة، وتغلى عما يشركون( "Mahasuci Allah dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan," yang berbentuk penisbatan sekutu, anak, istri, padanan, dan lain sebagainya, yang dilekatkan oleh kaum musyrikin kepada Allah, yang tidak. pantas dengan keagungan Allah dan menafikan kesempurnaanNya.

💬 0 komentar📅 1 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat6 hari lalu
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Tafsir As-Sa'di Ar-Rūm (30:17)

(17-18) Ini adalah informasi tentang kesucian Allah dari keburukan dan kekurangan, kesucianNya dari keserupaan sese-orang dari makhluk denganNya; dan suatu perintah kepada hamba-hambaNya agar bertasbih (menyucikanNya) di saat mereka berada di waktu petang dan di saat mereka berada di waktu Shubuh, waktu senja dan waktu siang hari. Inilah lima waktu yang merupakan waktu-waktu shalat lima waktu. Allah memerintahkan kepada hamba-hambaNya untuk bertasbih dan memujiNya pada waktu-waktu tersebut, dan termasuk dalam hal ini adalah yang wajib darinya, seperti yang tercakup dalam shalat lima waktu, dan yang disunnahkan seperti dzikir pagi dan sore hari, dzikir seusai shalat wajib dan shalat-shalat sunnah yang menyertainya. Karena sesungguhnya waktu-waktu tersebut adalah yang dipilih oleh Allah سبحانه وتعالى untuk waktu-waktu (shalat) wajib, ia merupakan waktu yang paling utama. Maka bertasbih dan bertahmid dalam waktu itu serta beribadah padanya lebih utama daripada pada waktu-waktu yang lain. Bahkan ibadah, sekalipun tidak mencakup bacaan "Subhanallah," maka sesungguhnya keikhlasan di dalam ibadah tersebut merupakan penyucian Allah dengan perbuatan (dari) keberadaanNya mempunyai sekutu dalam ibadah, atau (dari) keberhakan seorang di antara makhluk untuk mendapatkan apa yang berhak untukNya, seperti ikhlas dan inabah.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 1 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat6 hari lalu
I
Icha Nur Faizah Hatta

📍 Kota Depok

Tafsir Ibnu Katsir Ar-Ra`d (13:24) Tema: MANUSIA MEMPEROLEH BALASAN AMAL PERBUATANNYA (Ayat 18-29)

Subtema: Beberapa sifat dan perbuatan yang mulia dalam Islam (Ayat 18-24)Catatan kaki:210541. Artinya, keselamatan atasmu berkat kesabaranmu.Firman Allah subhanahu wata'āla:...sedangkan malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu (sambil mengucapkan), "Salamun 'Alaikum Bima Sabartum.” Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.Yakni para malaikat masuk ke tempat mereka dari setiap pintu untuk mengucapkan, "Selamat masuk surga," kepada mereka. Dengan kata lain, apabila mereka masuk ke dalam surga, maka para malaikat datang berduyun-duyun mengucapkan selamat atas apa yang telah mereka peroleh dari Allah, yaitu kedudukan yang dekat dengan-Nya, limpahan nikmat dari-Nya, dan masuk ke dalam Darussalam di dekat para siddiqin, para nabi, dan para rasul yang mulia.Imam Ahmad rahimahullah mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Abdur Rahman, telah menceritakan kepadaku Sa'id ibnu Abu Ayyub, telah menceritakan kepada kami Ma'ruf ibnu Suwaid Al-Harrani, dari Abu Usyanah Al-Mu'afiri, dari Abdullah ibnu Amr ibnul As-r.a., dari Rasulullah ﷺ. Disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ. pernah bersabda: Tahukah kalian, siapakah orang-orang yang mula-mula masuk surga dari kalangan makhluk Allah? Mereka (para sahabat) menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui." Maka Rasulullah ﷺ. bersabda: Orang yang mula-mula masuk surga dari kalangan makhluk Allah ialah kaum fakir miskin Muhajirin, mereka adalah orang-orang yang bertugas membentengi daerah-daerah perbatasan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Seseorang dari mereka mati, sedangkan keperluannya masih tersimpan di dalam dadanya tanpa mempunyai kemampuan untuk melunasinya. Maka Allah berfirman kepada para malaikat yang dikehendaki-Nya, "Datangilah mereka oleh kalian dan ucapkanlah selamat kepada mereka!" Maka para malaikat bertanya, "Kami adalah penduduk langit-Mu dan makhluk-Mu yang terpilih, apakah Engkau perintahkan kami untuk datang kepada mereka untuk mengucapkan selamat kepada mereka?”Allah berfirman, "Sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-(Ku) yang menyembah-Ku tanpa mempersekutukan diri-Ku dengan sesuatu pun. Merekalah yang membentengi daerah-daerah perbatasan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Seseorang dari mereka mati, sedangkan keperluan (kebutuhan)nya masih tersimpan di dalam dadanya tanpa dapat melunasinya (menunaikannya)." Rasulullah ﷺ. melanjutkan sabdanya, bahwa saat itu juga para malaikat mendatangi mereka dan masuk ke tempat mereka dari semua pintunya seraya mengucapkan:Keselamatan terlimpahkan kepada kalian berkat kesabaran kalian. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.Abul Qasim At-Tabrani meriwayatkannya dari Ahmad ibnu Rasyidin, dari Ahmad ibnu Saleh, dari Abdullah ibnu Wahb, dari Umar ibnul Haris, dari Abu Usyanah yang telah mendengar dari Abdullah ibnu Amr, dari Nabi ﷺ. yang telah bersabda: Golongan yang mula-mula masuk surga adalah kaum fakir miskin Muhajirin yang dengan keberadaan mereka semua hal yang tidak diinginkan terhindarkan, dan apabila mereka diperintahkan, maka mereka tunduk patuh mengerjakannya. Dan sesungguhnya seseorang dari mereka benar-benar mempunyai keperluan kepada sultan yang belum terpenuhi hingga ia mati, sedangkan keperluannya itu masih tersimpan di dalam dadanya. Dan sesungguhnya Allah menyeru surga pada hari kiamat, maka surga datang dengan segala keindahan dan perhiasannya. Lalu Allah berfirman, "Di manakah hamba-hamba-Ku yang telah berperang di jalan Allah, disakiti dalam membela jalan-Ku, dan berjihad di jalan-Ku? Masuklah kalian ke dalam surga tanpa azab dan tanpa hisab.” Maka berdatanganlah para malaikat yang langsung bersujud (kepada-Nya) dan berkata, "Wahai Tuhan kami, kami selalu bertasbih dengan memuji-Mu sepanjang malam dan siang hari, dan kami selalu menyucikan Engkau, siapakah mereka yang lebih Engkau prioritaskan di atas kami?” Allah subhanahu wata'āla berfirman, "Mereka adalah hamba-hamba-Ku yang berjihad di jalan-Ku dan disakiti karena membelajalan-Ku.” Maka para malaikat masuk ke tempat mereka dari semua pintu seraya mengucapkan, "Keselamatan terlimpahkan kepada kalian berkat kesabaran kalian.” Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.Abdullah ibnul Mubarak telah meriwayatkan dari Baqiyyah ibnul Walid, telah menceritakan kepada kami Artah ibnul Munzir, bahwa ia pernah mendengar seorang lelaki dari kalangan sesepuh yang ada dalam pasukan (kaum muslim) yang dikenal dengan nama Abul Hajjaj. Dia mengatakan bahwa ia duduk di majelis Abu Umamah, dan Abu Umamah mengatakan, "Sesungguhnya orang mukmin itu apabila masuk surga, duduk menyandar di atas dipan-dipannya, sedangkan di hadapannya terdapat dua jajar barisan para pelayan, dan di ujung barisan pelayan terdapat pintu yang dijaga. Kemudian malaikat datang dan meminta izin untuk masuk, maka penjaga pintu berkata kepada pelayan yang ada di dekatnya, 'Ada malaikat datang meminta masuk.' Pelayan itu lalu memberitahukan kepada pelayan lain yang ada di sisinya, bahwa ada malaikat meminta izin untuk masuk, hingga sampailah kepada orang mukmin itu. Maka si orang mukmin berkata, 'Izinkanlah dia masuk.' Lalu pelayan yang ada di dekat orang mukmin itu menyampaikan pesan itu kepada pelayan lain yang ada di dekatnya, hingga sampailah kepada pelayan yang berada di pintu masuk. Maka pelayan yang menjaga pintu membukakan pintunya untuk malaikat itu. Malaikat itu masuk dan mengucapkan selamat, lalu pergi." Demikianlah menurut riwayat Ibnu Jarir.Ibnu Abu Hatim meriwayatkannya melalui hadis Ismail ibnu Ayyasy, dari Artah ibnul Munzir, dari Abul Hajjaj Yusuf Al-Ilhani yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Abu Umamah menceritakan hadis ini. Lalu disebutkan hingga akhir hadis.Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ. menziarahi kuburan para syuhada setiap awal tahunnya dan mengucapkan ayat berikut kepada mereka:Keselamatan terlimpahkan kepada kalian berkat kesabaran kalian. Maka alangkah baiknya kesudahan itu.Hal yang sama dilakukan pula oleh Abu Bakar, Umar, dan Usman.Tafsir Ibnu KatsirAr-Ra`d (13:25)Tema: MANUSIA MEMPEROLEH BALASAN AMAL PERBUATANNYA (Ayat 18-29)Subtema: Di antara sifat dan perbuatan orang yang ingkar kepada Allah (Ayat 25-27)Demikianlah keadaan orang-orang yang celaka dan sifat-sifat mereka. Disebutkan pula apa yang mereka peroleh di hari akhirat dan tempat kembali mereka yang membeda dengan apa yang dialami oleh orang-orang mukmin. Sebagaimana mereka pun memiliki sifat-sifat yang berbeda dengan orang-orang mukmin ketika di dunianya. Orang-orang mukmin mempunyai ciri khas selalu menunaikanjanji Allah dan menghubungkan apa yang diperintahkan oleh Allah agar "mereka menghubungkannya, sedangkan orang-orang celaka adalah:Orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mengadakan kerusakan di bumi.Di dalam sebuah hadis disebutkan:Pertanda orang munafik ada tiga, yaitu: Apabila bicara, berdusta, apabila berjanji, ingkar: dan apabila dipercaya, khianat.Menurut riwayat lainnya:Dan apabila berjanji, melanggarnya, dan apabila bersengketa, curang.Karena itulah dalam ayat ini disebutkan:...orang-orang itulah yang memperoleh kutukan.Yang dimaksud dengan kutukan atau laknat ialah dijauhkan dari rahmat Allah. ....dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (Jahannam).Yakni akibat dan tempat kembali yang sangat buruk, seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya: dan tempat kediaman mereka ialah Jahannam, dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman. (Ar Ra'du:18)Abul Aliyah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:Orang-orangyang merusak janji Allah., hingga akhir ayat.Bahwa ada enam macam pertanda yang ada dalam diri orang-orang munafik. Apabila mereka mendapat angin di kalangan masyarakat, maka mereka menampakkan ciri-ciri khas ini, yaitu: Apabila berbicara, dusta, apabila berjanji, ingkar, apabila dipercaya, khianat, mereka merusak janji Allah sesudah diikrarkan dengan teguh, memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan gemar menimbulkan kerusakan di bumi. Apabila mereka dikalahkan, maka yang tampak dari mereka adalah tiga ciri khas, yaitu: Apabila berkata, dusta, apabila berjanji, ingkar, dan apabila dipercaya, khianat.

💬 0 komentar📅 1 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat1 September 2026
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Tafsir Al-Mukhtasar - Surat Al-Anfal

Hukuman yang berat itu terjadi karena apabila Allah memberikan nikmatNya kepada suatu kaum maka Allah tidak akan mencabutnya dari mereka sampai mereka sendiri merubah perilaku mereka, yaitu dari iman, taat dan mensyukuri menjadi kafir, durhaka dan mengingkari nikmat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar ucapan hamba-hamba-Nya lagi Maha Mengetahui perbuatan mereka, tidak ada sesuatupun yang luput dari pengetahuanNya.

💬 0 komentar📅 1 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat1 September 2026
N

Nidya larasati

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Menjaga Lisan dan tetap pada jalan kebenaran

"Rasulullah Saw. pernah bersabda:"كَلَامُ ابْنِ آدَمَ كُلُّهُ عَلَيْهِ لَا لَهُ مَا خَلَا أَمْرًا بِمَعْرُوفٍ أَوْ نَهْيًا  عَنْ مُنْكَرٍ [أَوْ ذِكْرَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ"،'Perkataan anak Adam memudaratkan dirinya, tidak memberikan manfaat bagi dirinya, kecuali zikrullah, atau menganjurkan kebajikan, atau melarang perbuatan mungkar'."

💬 0 komentar📅 1 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat2 hari lalu
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

Qs Al Hijr : 9 - keutamaan al quran

Tafsir As-Sa’di menjelaskan bahwa penjagaan Allah terhadap Al-Qur’an mencakup lafaz dan maknanya. Allah menjaganya sejak diturunkan hingga setelahnya. Al-Qur’an dijaga dari perubahan, penambahan, pengurangan, dan penyimpangan makna. Ini merupakan salah satu tanda kebesaran Allah dan nikmat terbesar bagi hamba-hamba-Nya yang beriman.Karena itu, Al-Qur’an layak mendapatkan penghormatan dan perhatian yang besar. Kita tidak cukup hanya membacanya, tetapi juga perlu mempelajari, memahami, dan mengamalkannya. Jika Allah telah menjaga Al-Qur’an dengan begitu sempurna, maka sudah seharusnya kita menjaga hubungan kita dengannya dengan penuh cinta dan pengagungan.

💬 0 komentar📅 31 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat6 hari lalu
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Albaqarah : 41-42

Berimanlah kepada Al-Qur'ăn yang telah Ku-turunkan kepada Muhammad -şallallähu 'alaihi wa sallam- yang isinya selaras dengan apa yang ada di dalam Kitab Taurat -sebelum didistorsi- terkait keesaan Allah dan kenabian Muhammad -şallallähu 'alaihi wa sallam-. Janganlah sekali-kali kamu menjadi golongan pertama yang kafir kepada-Nya, janganlah kamu menukar ayat-ayat yang telah Kuturunkan dengan harga yang murah, seperti pangkat dan jabatan, serta takutlah kamu akan murka dan azab-Ku.(2) Janganlah kamu mencampur adukan kebenaran yang Aku turunkan kepada rasul-rasul-Ku- dengan kebohongan-kebohongan yang kamu buat-buat sendiri dan janganlah kamu menyembunyikan kebenaran yang ada di dalam kitab-kitab sucimu perihal sifat Muhammad -şallallähu 'alaihi wa sallam-, padahal kamu mengetahuinya dan meyakini kebenarannya.

💬 0 komentar📅 31 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat1 September 2026
N

Nidya larasati

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Peringatan sebelum terlambat

makna ayat dan tafsirnya:1. Jangan kehilangan hidayah karena tidak mau mendengarDi tengah banyaknya informasi, pendapat, dan suara yang kita dengar setiap hari, kita perlu menggunakan pendengaran, penglihatan, dan akal untuk mencari dan menerima kebenaran, bukan sekadar mengikuti apa yang ramai. Ini selaras dengan penjelasan Ibnu Katsir tentang orang yang tidak menggunakan pendengaran, penglihatan, dan akalnya untuk menerima hidayah.2. Waspadai kelalaianFitnah tidak selalu datang dalam bentuk sesuatu yang jelas-jelas buruk. Kesibukan dan berbagai hal yang membuat kita lalai dari iman dan peringatan Allah juga perlu diwaspadai.3. Jangan menunggu sampai terlambat untuk berubahAyat 39 mengingatkan tentang Hari Penyesalan. Selama masih hidup, kita masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki iman, bertaubat, dan memperbanyak amal saleh.4. Ingat bahwa dunia bukan tempat tinggal selamanyaApa pun yang kita miliki—harta, kedudukan, popularitas, bahkan kehidupan itu sendiri—akan berakhir. Allah-lah yang kekal dan kepada-Nya kita akan kembali.

💬 0 komentar📅 31 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat31 Agustus 2026
W
Wina

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Ibnu Katsir QS Al Mu'minun : 101

Allah taala berfirman:فَإِذَا نُفِخَ فِي ٱلصُّورِ فَلَآ أَنسَابَ بَيۡنَهُمۡ يَوۡمَئِذٖ وَلَا يَتَسَآءَلُونَApabila sangkakala ditiup, maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu 1 dan tidak ada pula mereka saling bertanya.Tema: AGAMA YANG DIBAWA NABI-NABI ADALAH SAMA (Ayat 51-118)Subtema: Peristiwa-peristiwa pada hari kiamat dan kedahsyatannya (Ayat 101-118)Catatan kaki:210792. Maksudnya, pada hari kiamat itu, manusia tidak dapat tolong-menolong, walaupun dalam kalangan sekeluarga.🌿 Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir1. Nasab tidak menyelamatkan di akhiratKetika sangkakala ditiup, hubungan keluarga dan pertalian nasab tidak lagi memberi manfaat. Seseorang tidak dapat menolong atau menanggung dosa kerabatnya.2. Setiap orang mempertanggungjawabkan amalnyaDi hari kiamat, manusia akan sibuk dengan urusannya sendiri. Bahkan hubungan yang paling dekat sekalipun tidak membuat seseorang terbebas dari pertanggungjawaban.3. Hak manusia akan dituntutKezaliman dan hak orang lain yang belum diselesaikan di dunia akan dituntut di akhirat. Maka jangan meremehkan hak orang lain, sekecil apa pun.💡 PelajaranJangan merasa aman hanya karena memiliki keluarga, nasab, atau hubungan dengan orang saleh.Yang menyelamatkan adalah iman dan amal saleh, serta menunaikan hak-hak manusia sebelum datang hari ketika tidak ada lagi kesempatan untuk memperbaikinya.

💬 0 komentar📅 31 Agu 2026Baca selengkapnya →