📖 Jejak Ayat

Laporan & catatan kegiatan Jejak Ayat

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat4 Agustus 2026
I

izabel hikmatul rasheeda

📍 Kota Tangerang Selatan

tafsir ayat 7

Tafsir Tafsir Al-MuyassarAl-Baqarah (2:7)Allah telah menutup rapat-rapat hati dan pendengaran mereka. Allah telah meletakkan penutup di depan pandangan mata mereka di sebabkan oleh kekufuran mereka dan pengingkaran mereka setelah sebelumnya mereka mengetehui kebenaran, sehingga Allah tidak membimbing mereka kepada petunjuk, dan bagi mereka siksa yang berat di dalam api neraka Jahannam.Disalin dari Quran Tadabburtilawah 1/2 juz kedua

💬 0 komentar📅 4 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat4 Agustus 2026
A

AYU AAN KHARY M

📍 Kota Makassar

An Nur 64

An-Nur 24:64أَلَآ إِنَّ لِلَّهِ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۖ قَدۡ يَعۡلَمُ مَآ أَنتُمۡ عَلَيۡهِ وَيَوۡمَ يُرۡجَعُونَ إِلَيۡهِ فَيُنَبِّئُهُم بِمَا عَمِلُواْۗ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمُۢIndonesian - Sabeq CompanyKetahuilah, sesungguhnya milik Allah-lah apa yang ada di langit dan di bumi. Dia mengetahui keadaan kamu sekarang. Dan (mengetahui pula) hari (ketika mereka) dikembalikan kepada-Nya, lalu diterangkan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.Indonesian - Tafsir Ibn KathirAllahﷻ memberitahukan bahwa Dialah Yang Memiliki langit dan bumi, dan Dia adalah Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata. Dia mengetahui apa yang dikerjakan oleh hamba-hamba-Nya, secara sembunyi-sembunyi maupun secara terang-terangan. Untuk itu Allahﷻ berfirman:{قَدْ يَعْلَمُ مَآ اَنْتُمْ عَلَيْهِ}{|Sesungguhnya Dia mengetahui keadaan yang kalian berada di dalamnya (sekarang).|} (An-Nur, [24:64])Huruf qad menunjukkan makna tahqiq, yakni pasti terjadi. Seperti pengertian yang terdapat di dalam firman-Nya:{قَدْ يَعْلَمُ اللّٰهُ الَّذِيْنَ يَتَسَلَّلُوْنَ مِنْكُمْ لِوَاذًا}{|Sesungguhnya Allah telah mengetahui orang-orang yang berangsur-angsur pergi di antara kalian dengan berlindung (kepada kawannya).|} (An-Nur, [24:63]){قَدْ يَعْلَمُ اللّٰهُ الْمُعَوِّقِيْنَ مِنْكُمْ}{|Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang menghalang-halangi di antara kalian.|} (Al-Ahzab, [33:18]), hingga akhir ayat.{قَدْ سَمِعَ اللّٰهُ قَوْلَ الَّتِيْ تُجَادِلُكَ فِيْ زَوْجِهَا}{|Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang memajukan gugatan kepada kami.|} (Al-Mujadalah, [58:1]), hingga akhir ayat.{قَدْ نَعْلَمُ اِنَّهٗ لَيَحْزُنُكَ الَّذِيْ يَقُوْلُوْنَ فَاِنَّهُمْ لَا يُكَذِّبُوْنَكَ وَلٰكِنَّ الظّٰلِمِيْنَ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ يَجْحَدُوْنَ}{|Sesungguhnya Kami mengetahui bahwa apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu, (janganlah kamu bersedih hati), karena mereka sebenarnya bukan mendustakan kamu, tetapi orang-orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah.|} (Al-An¦am, [6:33])Dan firman Allahﷻ:{قَدْ نَرٰى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى السَّمَاۤءِ}{|Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit.|} (Al-Baqarah, [2:144]), hingga akhir ayat.Semua ayat tersebut di dalamnya terdapat huruf qad yang bermakna tahqiq. Semisal dengannya ialah ucapan seorang juru azan dalam iqamahnya, {قَدْ قَامَتِ الصَّلَاةُ، قَدْ قَامَتِ الصَّلَاةُ}{|Sesungguhnya salat telah didirikan.|}*******Firman Allahﷻ:{قَدْ يَعْلَمُ مَآ اَنْتُمْ عَلَيْهِ}{|Sesungguhnya Dia mengetahui keadaan yang kalian berada di dalamnya (sekarang).|} (An-Nur, [24:64])Yakni Dia mengetahui dan menyaksikannya, tiada sesuatu pun yang tersembunyi dari-Nya walaupun sebesar zarrah. Pengertiannya sama dengan apa yang disebutkan oleh Allahﷻ dalam ayat lain melalui firman-Nya:{وَتَوَكَّلْ عَلَى الْعَزِيْزِ الرَّحِيْمِ الَّذِيْ يَرٰىكَ حِيْنَ تَقُوْمُ وَتَقَلُّبَكَ فِى السّٰجِدِيْنَ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ}{|Dan bertawakkallah kepada (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang, Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk shalat), dan (melihat pula) perubahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud. Sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.|} (Asy-Syu¦ara, [26:217] sampai [26:220])Dan firman Allahﷻ:{وَمَا تَكُوْنُ فِيْ شَأْنٍ وَّمَا تَتْلُوْا مِنْهُ مِنْ قُرْاٰنٍ وَّلَا تَعْمَلُوْنَ مِنْ عَمَلٍ اِلَّا كُنَّا عَلَيْكُمْ شُهُوْدًا اِذْ تُفِيْضُوْنَ فِيْهِ وَمَا يَعْزُبُ عَنْ رَّبِّكَ مِنْ مِّثْقَالِ ذَرَّةٍ فِى الْاَرْضِ وَلَا فِى السَّمَاۤءِ وَلَآ اَصْغَرَ مِنْ ذٰلِكَ وَلَآ اَكْبَرَ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ}{|Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al Quran dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).|} (Yunus, [10:61]){اَفَمَنْ هُوَ قَاۤىِٕمٌ عَلٰى كُلِّ نَفْسٍۢ بِمَا كَسَبَتْ}{|Maka apakah Tuhan yang menjaga setiap diri terhadap apa yang diperbuatnya (sama dengan yang tidak demikian sifatnya)?|} (Ar-Ra¦d, [13:33])Yakni Dia Maha Menyaksikan apa yang diperbuat oleh hamba-hamba-Nya, kebaikan dan keburukan mereka.{اَلَا حِيْنَ يَسْتَغْشُوْنَ ثِيَابَهُمْ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّوْنَ وَمَا يُعْلِنُوْنَ}{|Ingatlah, di waktu mereka menyelimuti dirinya dengan kain, Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka lahirkan.|} (Hud, [11:5]){سَوَاۤءٌ مِّنْكُمْ مَّنْ اَسَرَّ الْقَوْلَ وَمَنْ جَهَرَ بِهٖ وَمَنْ هُوَ مُسْتَخْفٍۢ بِالَّيْلِ وَسَارِبٌۢ بِالنَّهَارِ}{|Sama saja (bagi Tuhan), siapa diantaramu yang merahasiakan ucapannya, dan siapa yang berterus-terang dengan ucapan itu, dan siapa yang bersembunyi di malam hari dan yang berjalan (menampakkan diri) di siang hari.|} (Ar-Ra¦d, [13:10])Ayat-ayat Al-Qur¦an dan hadis-hadis yang membicarakan hal ini sangat banyak.*******Firman Allahﷻ:{وَيَوْمَ يُرْجَعُوْنَ اِلَيْهِ }{|Dan (mengetahui pula) hari (manusia) dikembalikan kepada-Nya.|} (An-Nur, [24:64])Yakni di hari semua makhluk dikembalikan kepada Allah, yaitu hari kiamat.{فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا عَمِلُوْا}{|lalu diterangkan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan.|} (An-Nur, [24:64])Artinya, Allah memberitahukan kepada mereka semua perbuatan mereka ketika di dunia, baik yang besar maupun yang kecil, baik yang berat maupun yang ringan. Sama seperti yang disebutkan oleh Allahﷻdalam ayat lain melalui firman-Nya:{يُنَبَّؤُا الْاِنْسَانُ يَوْمَىِٕذٍۢ بِمَا قَدَّمَ وَاَخَّرَ}{|Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya.|} (Al-Qiyamah, [75:13])Dan firman Allahﷻ:{وَوُضِعَ الْكِتٰبُ فَتَرَى الْمُجْرِمِيْنَ مُشْفِقِيْنَ مِمَّا فِيْهِ وَيَقُوْلُوْنَ يٰوَيْلَتَنَا مَالِ هٰذَا الْكِتٰبِ لَا يُغَادِرُ صَغِيْرَةً وَّلَا كَبِيْرَةً اِلَّآ اَحْصٰىهَا وَوَجَدُوْا مَا عَمِلُوْا حَاضِرًا وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ اَحَدًا}{|Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: ¤Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya, dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun.‡|} (Al-Kahfi, [18:49])Karena itulah dalam ayat berikut ini disebutkan oleh firman-Nya:{وَيَوْمَ يُرْجَعُوْنَ اِلَيْهِ فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا عَمِلُوْا وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ}{|Dan (mengetahui pula) hari (manusia) dikembalikan kepada-Nya, lalu di terangkan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.|} (An-Nur, [24:64])

💬 0 komentar📅 4 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat4 Agustus 2026
P
Puji

📍 Purwakarta

Tafsir surah Al Jasiyah Ayat 23- 25

Tafsir surah Al Jasiyah Ayat 23- 25Sumber : Al-Quran tafsir Al Mukhtasar Lihatlah wahai rasul kepada orang yang mengikuti hawa nafsunya dan menjadikannya seperti sesembahan baginya yang ditaatinya. Allah telah menyesatkannya berdasarkan ilmu dari Nya karena ia pantas untuk disesatkan, Dia mengunci hatinya sehingga ia tidak bisa mendengar sesuatu yang bermanfaat baginya, dan Allah menjadikan penutup pada mata hatinya yang menghalanginya dari melihat kebenaran. Lantas siapakah orang yang akan membimbingnya kepada kebenaran setelah disesatkan oleh Allah? ! Apakah mereka tidak memikirkan bahaya mengikuti hawa nafsu dan manfaat dari mengikuti syariat Allah?!Orang-orang kafir yang mengingkari adanya kebangkitan berkata, "tidak ada kehidupan kecuali kehidupan di dunia ini saja, tidak ada kehidupan lagi setelahnya. Banyak generasi telah meninggal namun tidak ada yang kembali dan tumbuhlah generasi-generasi lainnya. Tidaklah ada yang mematikan kami kecuali pergantian siang dan malam." Mereka tidak mempunyai pengetahuan atas pengingkaran mereka terhadap adanya hari kebangkitan, mereka tiada lain hanyalah menduga-duga saja, padahal sesungguhnya prasangka itu sedikitpun tidak berguna untuk mencapai kebenaran. Jika dibacakan ayat-ayat Kami yang jelas kepada orang-orang musyrik yang mengingkari adanya hari kebangkitan mereka tidak mempunyai hujjah lain yang mereka gunakan sebagai alasan kecuali hanya ucapan mereka kepada Rasul shallallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya, "Hidupkan lagi bapak-bapak kami yang telah mati jika kalian adalah orang-orang yang benar dalam pengakuan kalian bahwa kami akan dibangkitkan lagi setelah mati."

💬 0 komentar📅 4 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat4 Agustus 2026
P
Putri Nadhira Saraswati

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Tafsir Al-Baqarah 155

Tafsir Tafsir Al-MuyassarAl-Baqarah (2:155)Tema: KEESAAN TUHANLAH YANG AKHIRNYA MENANG (Ayat 142-214)Subtema: Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Sungguh, Allah bersama orang-orang yang sabar (Ayat 154-157)Kami akan menguji kalian dengan sedikit rasa takut, lapar, menipisnya harta baik karena sulitnya mendapatkan atau hilangnya ia. Dan ujian pada jiwa berupa kematian atau syahadah di jalan Allah, menipisnya buah-buahan seperti kurma, anggur dan biji-bijian lainnya. Minimnya hasil semua itu atau kerusakannya. Sampaikan berita gembira wahai Nabi karena orang-orang yang sabar dalam menghadapi hal itu dan hal-hal yang sepertinya dengan sesuatu yang membahagiakan hati mereka berupa akibat baik di dunia dan di akhirat.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 4 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat4 Agustus 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

QS. Al Qalam:24

Tafsir Tafsir At-TaysirAl-Qalam (68:24)Ketika tiba di pagi hari, mereka saling bersemangat membangunkan satu dengan yang lainnya untuk memanen hasil kebun mereka. Maka mereka pun dengan semangat berangkat ke kebun mereka sambil berbisik-bisik bahwa jangan sampai ada satu orang miskin yang mendapat bagian dari hasil panen tersebut. Kalau kita mau gambarkan situasi ini, Allah ﷻ seakan-akan sedang membuat dua visualisasi. Yang satu Allah ﷻ gambarkan kepada kita bahwa orang-orang tersebut berjalan sambil berbisik-bisik, dan yang satunya lagi Allah ﷻ menggambarkan kepada kita tentang kebunnya yang telah habis terbakar api. Seakan-akan kita melihat bagaimana mereka menertawakan orang miskin agar tidak mendapat bagian dari hasil kebun mereka, akan tetapi kita pun menertawakan mereka karena kebun tersebut telah habis ludes. Mereka berbisik-bisik menghina orang miskin, sedangkan kita yang membaca kisah ini melihat bagaimana Allah ﷻ menghinakan mereka.

💬 0 komentar📅 4 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat4 Agustus 2026
I
Icha Nur Faizah Hatta

📍 Kota Depok

Kisah Nabi Yusuf AS — Pertemuan Yusuf dengan Saudara-saudaranya

1. Saudara Yusuf meminta Bunyamin ikut ke Mesir (QS. Yusuf: 63)Saudara-saudara Yusuf kembali kepada Nabi Ya’qub membawa kabar bahwa mereka tidak akan mendapatkan sukatan gandum lagi jika tidak membawa Bunyamin. Mereka meminta izin agar Bunyamin ikut bersama mereka dan berjanji akan menjaganya. Namun, permintaan itu mengingatkan Ya’qub pada peristiwa kehilangan Yusuf dahulu.2. Kekhawatiran Nabi Ya’qub terhadap Bunyamin (QS. Yusuf: 64)Ya’qub merasa berat mempercayakan Bunyamin kepada mereka karena pengalaman pahit dengan Yusuf. Meski demikian, beliau tetap menyerahkan urusan kepada Allah dengan berkata bahwa Allah adalah sebaik-baik Penjaga dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang.Beliau tetap berharap Allah menjaga anaknya dan mengembalikan keluarganya dalam keadaan baik.3. Barang mereka dikembalikan oleh Yusuf (QS. Yusuf: 65)Ketika membuka karung-karung gandum, mereka menemukan barang pembayaran mereka dikembalikan oleh Yusuf. Hal itu menjadi alasan mereka untuk meyakinkan Ya’qub bahwa perjalanan berikutnya akan membawa manfaat: mereka bisa mendapatkan lebih banyak makanan dan kebutuhan keluarga mereka terpenuhi.4. Ya’qub meminta janji yang kuat (QS. Yusuf: 66)Karena rasa khawatir yang besar, Ya’qub tidak langsung mengizinkan Bunyamin pergi. Beliau meminta anak-anaknya bersumpah atas nama Allah bahwa mereka akan membawa Bunyamin kembali, kecuali jika mereka benar-benar tidak mampu karena keadaan yang tidak bisa mereka kendalikan. Setelah mereka berjanji, Ya’qub menjadikan Allah sebagai saksi atas perjanjian tersebut.5. Nasihat Ya’qub untuk berhati-hati (QS. Yusuf: 67)Sebelum berangkat, Ya’qub menasihati anak-anaknya agar masuk ke Mesir melalui pintu-pintu yang berbeda. Sebagian ulama menjelaskan bahwa ini adalah bentuk kehati-hatian agar mereka tidak menarik perhatian atau terkena bahaya.Namun Ya’qub juga mengingatkan bahwa usaha manusia tidak dapat mengubah takdir Allah. Segala sesuatu tetap berada dalam kehendak-Nya.Pelajaran dari Ayat 63–67🌿 1. Tawakkal harus disertai ikhtiarNabi Ya’qub adalah orang yang sangat bertawakkal kepada Allah, tetapi beliau tetap mengambil langkah pencegahan dan memberikan nasihat kepada anak-anaknya.🌿 2. Luka masa lalu dapat memengaruhi keputusan seseorangYa’qub masih mengingat kehilangan Yusuf, sehingga beliau lebih berhati-hati dalam menjaga Bunyamin.🌿 3. Allah adalah sebaik-baik PenjagaManusia boleh berusaha menjaga sesuatu, tetapi penjagaan Allah adalah yang paling sempurna.🌿 4. Janji adalah amanahYa’qub meminta janji dengan nama Allah agar anak-anaknya memahami beratnya tanggung jawab mereka.🌿 5. Kesabaran dan harapan kepada Allah tidak pernah sia-siaDi balik ujian panjang Ya’qub, Allah sedang menyiapkan pertemuan kembali dengan Yusuf dan kebahagiaan keluarganya.“Seorang mukmin tidak hanya berserah diri kepada Allah, tetapi juga berusaha dengan bijak. Ikhtiar adalah bentuk ketaatan, sedangkan hasil akhirnya diserahkan kepada Allah Sang Penjaga terbaik.”

💬 0 komentar📅 4 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat4 Agustus 2026
N

Nidya larasati

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Tafsir Surat Al Kahfi (78-82)

"Nabi Khidir membongkar alasan 3 "kejadian aneh" yang membuat Nabi Musa Protes" 1. Perahu yang dilubangi, ternyata di seberang lautan ada raja zalim yang menyita semua perahu yang bagus. Perahu dibuat rusak sedikit agar terlihat cacat dan tidak disita sehingga para nelayan miskin bisa mencari makan nantinya . 2. Anak kecil yang di bunuh : anak itu di takdirkan akan tumbuh menjadi pribadi yang sangat dzalim dan memaksa kedua orang tua yang saleh ke dalam kekafiran. Allah mewafatkannya lebih cepat untuk menyelamatkan iman orang tuanya, dan menggantinya dengan anak yang lain yang berbakti 3. Dinding rumah yang di perbaiki : di bawah dinding tua itu tersimpan harta karun milik dua anak yatim. orang tua dulu adalah orang yang saleh. Allah ingin harta itu tetap aman sampai anak-anak dewasa. Pesan yang paling mendalam di ayat 82, Nabi Khadir berkata : "Dan bukanlah aku melakukannya menurut kemauanku sendiri". Semua itu adalah skenario Allah. Kaidah yang di ambil : Kadang, Allah merusak "Perahu" rencana kita untuk menyelamatkan kita dari bahaya yang lebih besar di depan. Kadang Allah mengambil sesuatu dari kita untuk menggantinya dengan yang lebih baik

💬 0 komentar📅 4 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat4 Agustus 2026
Q

Qur'aniah Ali

📍 Kabupaten Bantul

ALLAH SANGAT TERPUJI DAN ILMUNYA SANGAT SEMPURNA (Saba : Ayat 1-9)

Allah ﷻ Maha Mengetahui segala sesuatu, baik yang masuk ke bumi, keluar darinya, turun dari langit, maupun yang naik ke langit. Tidak ada satu pun yang tersembunyi dari ilmu-Nya, karena Dialah yang menciptakan dan mengatur seluruh makhluk dengan sempurna.Keteraturan dan kesempurnaan alam semesta mengajarkan kita untuk semakin mengenal kebesaran, kebijaksanaan, dan kesempurnaan Allah ﷻ. Semakin kita merenungkan ciptaan-Nya, seharusnya semakin kuat keyakinan bahwa seluruh keagungan hanya milik Allah ﷻ.Di balik ilmu dan kekuasaan-Nya yang meliputi segala sesuatu, Allah ﷻ juga Maha Penyayang dan Maha Pengampun. Karena itu, kita hendaknya tidak hanya kagum kepada kebesaran-Nya, tetapi juga berharap kepada rahmat-Nya, memperbanyak istighfar, dan kembali kepada-Nya ketika melakukan kesalahan.

💬 0 komentar📅 4 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat4 Agustus 2026
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

Tafsir Tafsir At-Taysir An-Najm (53:43)

Tafsir Tafsir At-TaysirAn-Najm (53:43)Ayat ini menjelaskan bahwasanya manusia tidak luput dari dua kondisi, kalau tidak dalam keadaan senang maka sedang dalam kondisi sedih. Maka ketika Allah ﷻ menyebutkan bahwa Allah ﷻ yang membuat tertawa dan menangis maka Allah lah yang menciptakan sebab-sebab orang menjadi tertawa dan menangis. Kalau kondisi manusia cuma dua senang atau sedih berarti maksudnya segala urusan manusia yang mengatur adalah Allah ﷻ (128) . Oleh karenanya tawa tidak bisa dicela secara dzatnya selama tidak berlebih-lebihan karena jika berlebih-lebihan maka akan mematikan hati, sebagaimana sabda Nabi ﷺ ,وَلَا تُكْثِرِ الضَّحِكَ، فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ القَلْوبَ “Dan janganlah terlalu banyak tertawa. Sesungguhnya terlalu banyak tertawa dapat mematikan hati”(129 ). Adapun jika tertawa pada tempatnya maka tidak mengapa karena Nabi ﷻ tertawa dan para sahabat juga tertawa, dalam suatu hadist juga disebutkan bahwasanya setelah sholat subuh Nabi ﷺ berdzikir sampai terbitnya matahari sementara para sahabat ngobrol tentang masa jahiliyah mereka sambil tertawa dan ketika Nabi ﷻ lewat beliau hanya tersenyum dan tidak menegur(130). Pernah juga dikatakan kepada Ibnu Umar radhiyallahu anhu,سُئِلَ ابْنُ عُمَرَ: هَلْ كَانَ أَصْحَابُ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَضْحَكُونَ؟ قَالَ قَالَ: نَعَمْ! وَالْإِيمَانُ وَاللَّهِ أَثْبَتُ فِي قُلُوبِهِمْ مِنَ الْجِبَالِ الرَّوَاسِ “Apakah para sahabat Nabi ﷺ tertawa? “Iya”, akan tetapi Iman mereka demi Allah lebih tegar dari pada gunung-gunung yang kokoh” jawabnya(131). Sebagian ahli tafsir seperti Al-Quthuby mengatakan terdapat tafsir-tafsir yang lain bahwasanya ini berkaitan dengan akhirat bahwasanya Allah ﷻ lah yang menjadikan penghuni surga tertawa dan Allah ﷻ pula yang menjadikan penghuni neraka menangis. Ada pula yang mengatakan bahwa ayat ini membahas tentang manusia karena manusia lah yang bisa menangis dan tertawa adapun hewan tidak bisa tertawa dan menangis, ada hewan yang bisa tertawa seperti monyet tapi tidak bisa menangis, ada juga hewan yang bisa menangis tapi tidak bisa tertawa seperti onta, adapun yang bisa menggabungkan tawa dan tangis hanyalah manusia(132).Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 4 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat4 Agustus 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Tafsir Ibnu Katsir Al furqon:22

Tafsir Tafsir Ibnu KatsirAl-Furqān (25:22)Tema: AL-QUR'AN ADALAH PERINGATAN UNTUK SELURUH MANUSIA (Ayat 1-34)Subtema: Keadaan manusia yang tidak membenarkan Al-Qur'an pada hari kiamat (Ayat 21-34)Catatan kaki:210829. Maksudnya, pada hari mereka menemui kematian atau pada hari kiamat.210830. Ini suatu ungkapan yang biasa disebut oleh orang Arab pada waktu menemui musuh yang tidak dapat dielakkan lagi atau ditimpa suatu bencana yang tidak dapat dihindari. Ungkapan ini berarti, "Semoga Allah menghindarkan bahaya ini dari saya."Adapun firman Allah subhanahu wata'āla:Pada hari mereka melihat malaikat di hari itu tidak ada kabar gembira bagi orang-orang yang berdosa dan mereka berkata, "Hijran Mahjura.” (Al Furqaan:22)Maksudnya, mereka tidak dapat melihat malaikat di hari yang paling baik bagi mereka, bahkan di hari mereka dapat melihat para malaikat, tiada kabar gembira bagi mereka. Yang demikian itu bertepatan dengan saat mereka menjelang kematiannya, yaitu di saat para malaikat memberitahukan kepada mereka bahwa mereka masuk neraka dan mendapat murka dari Tuhan Yang Mahaperkasa. Saat itu malaikat berkata kepada orang kafir tepat-padasaat roh keluar dari tubuhnya, "Keluarlah, hai jiwa yang kotor, dari tubuh yang kotor. Keluarlah kamu menuju ke dalam siksaan angin yang amat panas, air yang panas lagi mendidih, dan dalam naungan asap yang hitam."Roh orang kafir itu menolak, tidak mau keluar dan bercerai-berai ke seluruh tubuhnya. Maka malaikat maut memukulinya (hingga keluar secara paksa). Hal ini digambarkan oleh Allah subhanahu wata'āla melalui firman-Nya:Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka. (Al Anfaal:50), hingga akhir ayat.Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedangkan para malaikat memukul dengan tangannya. (Al An'am:93)Yakni memukuli mereka dengan tangannya.(sambil berkata), "'Keluarkanlah nyawamu.” Di hari kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya. (Al An'am:93)Karena itulah dalam ayat yang mulia ini Allah subhanahu wata'āla berfirman:Pada hari mereka melihat malaikat di hari itu tidak ada kabar gembira bagi orang-orang yang berdosa. (Al Furqaan:22)Hal ini berbeda dengan keadaan yang dialami oleh orang-orang mukmin, saat mereka menjelang kematiannya. Karena sesungguhnya mereka mendapat berita gembira akan kebaikan-kebaikan dan beroleh hal-hal yang menggembirakan. Allah subhanahu wata'āla telah berfirman:Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, "Tuhan kami ialah Allah, " kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), "Janganlah kalian merasa takut dan janganlah kalian merasa sedih, dan bergembiralah kalian dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepada kalian.” Kamilah pelindung-pelindung kalian dalam kehidupan dunia dan di akhirat, di dalamnya kalian memperoleh apa yang kalian inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kalian minta. Sebagai balasan (bagi kalian) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Fussilat: 30-32)Di dalam hadis sahih disebutkan melalui Al-Barra ibnu Azib, bahwa malaikat berkata kepada roh orang mukmin, "Keluarlah, hai jiwa yang baik, dari tubuh yang baik, jika kamu hendak memakmurkannya. Keluarlah kamu menuju kehidupan yang penuh dengan kenikmatan dan keharuman serta Tuhan yang tidak murka." Hadis ini secara utuh disebutkan di dalam tafsir surat Ibrahim pada pembahasan firman-Nya:Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat, dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki. (Ibrahim:27)Ulama lain mengatakan, makna yang dimaksud dari firman-Nya:Pada hari mereka melihat malaikat di hari itu tidak ada kabar gembira. (Al Furqaan:22)Yakni pa

💬 0 komentar📅 4 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat4 Agustus 2026
N
Nahda L M

📍 Kabupaten Bandung

Tafsir Yasin Ayat 40

Tafsir Surah Yasin Ayat 40Allah taala berfirman:لَا ٱلشَّمۡسُ يَنۢبَغِي لَهَآ أَن تُدۡرِكَ ٱلۡقَمَرَ وَلَا ٱلَّيۡلُ سَابِقُ ٱلنَّهَارِ ۚ وَكُلّٞ فِي فَلَكٖ يَسۡبَحُونَTidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.Tafsir Al-Muyassar :Masing-masing dari matahari, rembulan, malam dan siang memiliki waktu yang telah Allah tetapkan yang tidak mereka lampaui. Maka tidak mungkin matahari menyusul rembulan lalu ia menghapus cahayanya, atau orbit berputarnya berubah. Malam juga tidak mungkin mendahului siang, lalu siang masuk ke dalam malam padahal malam belum habis. Masing-masing dari matahari, rembulan dan bintang-bintang memiliki falak sendiri-sendiri yang padanya mereka bergerak.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 4 Agu 2026Baca selengkapnya →