📖 Jejak Ayat

Laporan & catatan kegiatan Jejak Ayat

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat24 September 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Jejak Ayat 24 September

Tafsir Ibnu Katsir QS. Ar-Rūm: 56Allah subhanahu wata'āla menceritakan perihal kebodohan orang-orang kafir di dunia dan akhirat. Di dunia mereka menyembah berhala, sedangkan di akhirat mereka bersumpah dengan menyebut nama Allah bahwa mereka hanya tinggal sebentar saja di dunia. Tujuan mereka bersumpah demikian adalah agar hujah tidak dapat ditegakkan terhadap mereka dan untuk mencari-cari alasan.كَذَٰلِكَ كَانُواْ يُؤۡفَكُونَ​"...Seperti demikianlah mereka selalu dipalingkan (dari kebenaran)." وَقَالَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ وَٱلۡإِيمَٰنَ ​"Dan berkata orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dan keimanan (kepada orang-orang yang kafir)..."​Penjelasan: Orang-orang mukmin dari kalangan ulama membantah orang-orang kafir di akhirat, sebagaimana mereka telah menegakkan hujjah Allah atas orang-orang kafir sewaktu di dunia.فَهَٰذَا يَوۡمُ ٱلۡبَعۡثِ وَلَٰكِنَّكُمۡ كُنتُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ​​"...Maka inilah hari berbangkit itu, akan tetapi kamu selalu tidak mengetahui(nya).”​Penjelasan: Para ulama menegaskan bahwa hari kebangkitan yang dahulu mereka ingkari dan tidak ketahui kini benar-benar telah tiba.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 24 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat24 September 2026
M

Mega P

📍 -

Tafsir Fathir:12

Dua laut tidak sama, ini tawar dan sangat tawar, mudah melewati kerongkongan dan bisa menghilangkan dahaga, sedangkan yang itu sangat asin. Dan dari keduanya kalian makan ikan segar yang lezat. Kalian juga mengeluarkan perhiasan, yaitu mutiaradan batu marjan yang kalian gunakan.Kalian telah melihat bahtera-bahteramembelah air, agar kalian bisa mencari karunia Allah melalui perniagaan danlainnya. Hal itu mengandung petunjuk bagi kuasa Allah dan keesaan-Nya dan agar kalian bisa bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat-Nya yang Dia berikankepada kalian.

💬 0 komentar📅 24 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat24 September 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

QS. Al Ma'arij: 3

Tafsir At-TaysirAl-Ma`ārij (70:3)Pada ayat sebelumnya Allah ﷻ menyebutkan bahwa azab tersebut tidak akan tertolak. Adapun dalam ayat ini Allah ﷻ menegaskan bahwa azab tersebut tidak bisa tertolak karena datangnya dari Allah yang memiliki Al-Ma’arij.Adapun makna spesifik dari Al-Ma’arij, datang dalam beberapa penafsiran ulama. Sebagian ulama ada yang menafsirkan dengan derajat-derajat di langit yang dilalui oleh para malaikat (6). Dan pemilik-pemilik derajat tersebut adalah Allah ﷻ . Dan ini menunjukkan akan keagungan dan kebesaran Allah ﷻ , karena yang menurunkan azab tersebut adalah yang menguasai langit dan tempat-tempat yang dilalui oleh malaikat. Sebagian ulama yang lain menafsirkan Al-Ma’arij dengan Al-Ghuraf (7), yaitu surga-surga yang Allah ﷻ siapkan bagi wali-walinya di atas langit. Sebagian lagi menafsirkan dzil ma’arij dengan sang pemilik keagungan.Intinya, jika azab tersebut telah turun, maka tidak ada yang bisa mencegahnya. Karena azab tersebut turun langsung dari Allah yang memiliki keagungan dan kekuasaan.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.comBuatkan flyer portrait ukuran 1080 x 1920 px dengan tulisan hand writing, sederhanakan kalimatnya dan berikan highlight, latarnya seperti kertas binder, tidak perlu tambahkan ayat bahasa arabnya. Jangan menambahkan sticky notes dan membuat terlalu penuh flyer

💬 0 komentar📅 24 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat24 September 2026
D

Diah ayu puspita

📍 Kabupaten Serang

Tafsir Al-A'raf : 12

Ucapan iblis yg mengatakan :Saya lebih baik dr Adam. Alasan iblis ini merupakan hal yg lebih besar dr pd dosanya. Iblis membangkang , tdk mau taat kod perintah Allah. Kwmudian iblis mengatakan dirinya lebih baik karena ducipkatan dr api. Menurutnya api lebih baik dr tanah liat. Alasannya mengacu pd asal unsur kejadian. Tdk mengacu od kemuliaan yg lebuh besar. Yaitu Allah menciptakan adam dg tangannya sendiri dan meniupkan ruh nya.

💬 0 komentar📅 24 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat24 September 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Tafsir Al Mukhtasar surah Ibrahim ayat 27

Allah meneguhkan orang-orang mukmin dengan kalimat tauhid yang kokoh dalam bentuk iman yang sempurna di kehidupan dunia hingga mereka mati sementara mereka tetap berpegang kepada iman, saat di alam barzakh dalam kubur, yaitu tatkala mereka ditanya, serta Allah meneguhkan mereka juga pada hari Kiamat. Sebaliknya, Allah menyesatkan orang-orang zalim dengan kesyirikan dan kekufuran kepada Allah dari jalan kebenaran dan jalan lurus. Allah melakukan apa yang Dia kehendaki; menyesatkan siapa yang Dia hendak sesatkan dengan keadilan-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang hendak Dia beri petunjuk dengan karunia-Nya, tidak ada yang dapat menekan dan memaksa-Nya.

💬 0 komentar📅 24 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat24 September 2026
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Tafsir QS. Al-Baqarah Ayat 24

Tafsir QS. Al-Baqarah Ayat 24فَإِن لَّمْ تَفْعَلُوا وَلَن تَفْعَلُوا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ ۖ أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَArtinya:“Maka jika kamu tidak dapat membuatnya dan pasti kamu tidak akan dapat membuatnya, peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.”Fa in lam taf'alū“Maka jika kamu tidak dapat membuatnya.”Wa lan taf'alū“Dan pasti kamu tidak akan dapat membuatnya.”Fattaqun-nāral-latī waqūduhan-nāsu wal-ḥijārah“Peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu.”Manusia dibakar di dalam neraka. Api membakar manusia, sebagaimana api membakar kayu hingga menjadi arang.Batu pun menjadi bahan bakar neraka. Sebagian ulama menjelaskan tentang batu yang sangat panas dan mudah terbakar, seperti batu belerang.Allah juga berfirman bahwa apa yang disembah selain Allah akan menjadi bahan bakar Jahannam.Allah Ta'ala berfirman:إِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ حَصَبُ جَهَنَّمَ“Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah adalah bahan bakar Jahannam.”(QS. Al-Anbiya': 98)Wa u'iddat lil-kāfirīn“Yang disediakan bagi orang-orang kafir.”Ini adalah dalil bahwa neraka sudah ada dan telah disediakan bagi orang-orang kafir.Allah mengatakan:أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ“Yang telah disediakan bagi orang-orang kafir.”Dan dalam hadis juga terdapat banyak dalil yang menunjukkan bahwa neraka sudah ada. Di antaranya, Nabi ﷺ diperlihatkan surga dan neraka.Kemudian pada hari kiamat, neraka akan didatangkan.Nabi ﷺ bersabda bahwa Jahannam pada hari kiamat akan didatangkan. Neraka tersebut memiliki 70.000 tali kekang, dan setiap tali kekang ditarik oleh 70.000 malaikat.(HR. Imam Muslim)Neraka sudah ada, tetapi pada hari kiamat akan didatangkan kepada manusia.Allah juga menyebutkan tentang panasnya neraka:نَارًا حَامِيَةً“Api yang sangat panas.”(QS. Al-Ghasyiyah: 4)Maka sekarang kita tahu betapa dahsyatnya neraka yang Allah siapkan bagi orang-orang yang tidak beriman kepada-Nya.Ayat ini mengingatkan kita: kalau manusia tidak mampu membuat satu surah yang semisal dengan Al-Qur'an, maka jangan membangkang dan jangan mendustakan Al-Qur'an. Takutlah kepada Allah dan peliharalah diri dari neraka-Nya.

💬 0 komentar📅 24 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat24 September 2026
N

Nidya larasati

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Mengendalikan Hawa Nafsu dan Akhirat menjadi Tujuan Akhir

Tafsir QS. An-Nazi'at Ayat 34–46Tema besar:Mengendalikan Hawa Nafsu dan Mengutamakan AkhiratAyat-ayat ini menggambarkan dua golongan manusia:Orang yang melampaui batas dan mengutamakan dunia → neraka sebagai tempat kembali.Orang yang takut kepada Allah dan menahan hawa nafsu → surga sebagai tempat kembali.Pesan besarnya adalah: kehidupan dunia singkat, sedangkan pilihan kita hari ini menentukan tempat kembali di akhirat.1. Inti Tafsir Per Ayat🔹 Ayat 34 — Kiamat adalah malapetaka terbesarفَإِذَا جَاءَتِ الطَّامَّةُ الْكُبْرَى“Maka apabila malapetaka yang sangat besar telah datang.”At-Tammah Al-Kubra ditafsirkan sebagai hari kiamat, karena pada hari itu terjadi berbagai peristiwa yang sangat dahsyat dan mengerikan.Tafsir menghubungkannya dengan QS. Al-Qamar: 46:“Dan hari kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit.”💡 Intinya:Kiamat adalah kenyataan yang pasti dan merupakan peristiwa terbesar yang akan dihadapi manusia.🔹 Ayat 35 — Manusia mengingat semua amalnyaيَوْمَ يَتَذَكَّرُ الْإِنْسَانُ مَا سَعَى“Pada hari ketika manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya.”Pada hari itu manusia akan mengingat kembali seluruh usaha dan amalnya, baik kebaikan maupun keburukan.Yang dahulu mungkin dilupakan atau dianggap kecil, semuanya akan kembali diingat.💡 Intinya:Tidak ada perjalanan hidup yang sia-sia; setiap amal akan kembali diingat dan dipertanggungjawabkan.🔹 Ayat 36 — Neraka diperlihatkan dengan jelasوَبُرِّزَتِ الْجَحِيمُ لِمَنْ يَرَى“Dan diperlihatkan neraka dengan jelas kepada setiap orang yang melihat.”Neraka akan diperlihatkan secara nyata sehingga manusia dapat melihatnya.Pada saat itu tidak ada lagi keraguan tentang akhirat.🔹 Ayat 37–39 — Golongan yang memilih duniaفَأَمَّا مَنْ طَغَى ۝ وَآثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا“Adapun orang yang melampaui batas dan lebih mengutamakan kehidupan dunia.”Ada dua sifat yang sangat berbahaya:طَغَى — melampaui batas, membangkang dan berlaku sewenang-wenang.آثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا — mengutamakan kehidupan dunia, yaitu menjadikan dunia lebih penting daripada agama dan bekal akhirat.Akibatnya:فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَى“Maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggalnya.”💡 Intinya:Masalahnya bukan memiliki dunia, tetapi menjadikan dunia sebagai prioritas utama sampai mengorbankan agama dan akhirat.🔹 Ayat 40–41 — Golongan yang menahan hawa nafsuوَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى“Adapun orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya.”Ada dua sifat yang menjadi jalan menuju surga:1. Takut kepada AllahTakut akan saat dirinya berdiri di hadapan Allah dan menghadapi keputusan-Nya.2. Menahan hawa nafsuTidak mengikuti setiap keinginan yang muncul dalam dirinya, tetapi menundukkan hawa nafsu agar mengikuti ketaatan kepada Allah.Balasannya:فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى“Maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya.”💡 Intinya:Surga bukan sekadar untuk orang yang memiliki banyak keinginan baik, tetapi bagi orang yang mampu menundukkan dirinya untuk taat kepada Allah.2. Ayat 42–44 — Kapan Hari Kiamat?Orang-orang bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang kapan terjadinya kiamat.Allah menjelaskan:إِلَى رَبِّكَ مُنْتَهَاهَا“Kepada Tuhanmulah dikembalikan kesudahannya.”Pengetahuan tentang waktu kiamat hanya berada di sisi Allah.Bahkan ketika Jibril عليه السلام bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang kapan kiamat, beliau menjawab:مَا الْمَسْئُولُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ“Yang ditanya tidak lebih mengetahui daripada yang bertanya.”💡 Intinya:Yang terpenting bukan mengetahui kapan kiamat terjadi, tetapi mempersiapkan diri untuk menghadapinya.3. Ayat 45 — Tugas Rasul adalah memberi peringatanإِنَّمَا أَنْتَ مُنْذِرُ مَنْ يَخْشَاهَا“Kamu hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya.”Rasulullah ﷺ diutus untuk memberikan peringatan tentang:hari kebangkitan,pembalasan,azab Allah,dan akibat dari perbuatan manusia.Orang yang memiliki rasa takut kepada Allah akan mengambil peringatan tersebut, mengikuti Rasul, dan mendapatkan keberuntungan.💡 Intinya:Peringatan akan bermanfaat bagi hati yang masih memiliki rasa takut kepada Allah.4. Ayat 46 — Dunia terasa sangat singkatكَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا عَشِيَّةً أَوْ ضُحَاهَاKetika manusia melihat hari kebangkitan, mereka merasa seolah-olah kehidupan di dunia hanya berlangsung:sebentar saja — seperti satu sore atau satu pagi.Menurut tafsir, ketika manusia melihat akhirat secara nyata, mereka akan menyadari betapa singkatnya kehidupan dunia.💡 Intinya:Dunia yang sekarang terasa panjang ternyata akan terasa sangat singkat ketika dibandingkan dengan kehidupan akhirat.

💬 0 komentar📅 24 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat24 September 2026
R
Rifa Rachmatusyifa

📍 Kabupaten Ketapang

QS Al-Anfal : 48

Tafsir Al-MuyassarQS Al-Anfal : 48Ingatlah oleh kalian, ketika setan menjadikan orang-orang musyrik itu memandang bagus apa yang mereka datangi dan rencana yang mereka ingin lakukan. Ia (setan) berkata kepada mereka, "Hari ini tidak ada seorang pun yang dapat mengalahkan kalian. Dan sungguh aku adalah penolong kalian."Maka tatkala berhadapan kedua kelompok, orang-orang musyrik bersama setan dan orang-orang muslim bersama malaikat, setan itu malah melarikan diri, sambil berkata kepada orang-orang musyrik, "Aku melepaskan diri dari kalian, aku bisa melihat malaikat yang tidak bisa kalian lihat datang menolong orang-orang muslim itu. Aku takut kepada Allah." Maka setan itu meninggalkan orang-orang musyrik dan berlepas diri dari mereka. Sesungguhnya siksa Allah sangat keras bagi orang yang berbuat maksiat kepada-Nya dan tidak bertaubat dengan sungguh-sungguh (taubat nasuha).

💬 0 komentar📅 24 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat24 September 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Al Mukhtasar QS Ali Imran Ayat 100

Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti Rasul-Nya! Jika kalian mematuhi sekelompok Ahli Kitab dari kalangan Yahudi dan Nasrani terkait apa yang mereka ucapkan, dan kalian menerima pendapat mereka tentang apa yang mereka sampaikan, niscaya mereka akan mengembalikan kalian kepada kekafiran setelah beriman. Hal itu karena mereka menyembunyikan kedengkian dan kesesatan dari jalan yang benar.

💬 0 komentar📅 24 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat24 September 2026
P
Puji

📍 Purwakarta

Tafsir Al mukhtasar QS AT-Taubah Ayat 87-89

Tafsir Al mukhtasarQS AT-TaubahAyat 87-8987. Orang-orang munafik itu dengan senang hati menempatkan diri mereka di dalam kehinaan dan kenistaan manakala mereka dengan senang hati duduk berpangku tangan bersama orang-orang yang berhalangan yang tidak pergi ke medan perang. Allah mengunci mati hati mereka disebabkan oleh kekafiran dan kemunafikan mereka sehingga mereka sama sekali tidak mengetahui hal yang bermanfaat untuk diri mereka sendiri88. Sebaliknya, Rasulullah dan orang-orang mukmin bersamanya tidak enggan pergi ke Medan jihad fisabilillah seperti orang-orang munafik itu. Orang-orang mukmin telah berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka, sehingga balasan yang mereka terima dari Allah ialah tercapainya keuntungan-keuntungan duniawi untuk mereka, seperti kemenangan dan rampasan perang, tercapainya keuntungan-keuntungan ukhrawi, seperti masuk surga, tercapainya apa yang diinginkan serta terhindar dari apa yang ditakutkan.88. Sebaliknya, Rasulullah dan orang-orang mukmin bersamanya tidak enggan pergi ke Medan jihad fisabilillah seperti orang-orang munafik itu. Orang-orang mukmin telah berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka, sehingga balasan yang mereka terima dari Allah ialah tercapainya keuntungan-keuntungan duniawi untuk mereka, seperti kemenangan dan rampasan perang, tercapainya keuntungan-keuntungan ukhrawi, seperti masuk surga, tercapainya apa yang diinginkan serta terhindar dari apa yang ditakutkan.

💬 0 komentar📅 24 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat24 September 2026
P
Poppy Adrianne

📍 Kota Bandung

Ar Rad

Allah memiliki malaikat-malaikat yang senantiasa mengikuti manusia secara bergiliran dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya dengan perintah Allah dan mereka mencatat apa yang muncul darinya berupa kebaikan atau keburukan. Sesungguhnya Allah tidak merubah kenikmatan yang telah diberikan-Nya kepada suatu kaum kecuali jika mereka merubah apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka lalu mereka mendurhakai-Nya. Apabila Allah menghendaki petaka kepada suatu kelompok manusia, maka tidak ada tempat berlari darinya. Mereka tidak mendapatkan selain dari Allah seorang pelindung pun yang mengurusi urusan mereka, lalu suatu yang disenangi didatangkan kepada mereka dan suatu yang tidak disenangi dihindarkan dari mereka.

💬 0 komentar📅 24 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat24 September 2026
P
Putri Nadhira Saraswati

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Tafsir Al Fatihah 7

Tafsir Al-MuyassarAl-Fatihah (1:7)Catatan kaki:209778. Yang dimaksud dengan "mereka yang dimurkai dan mereka yang sesat" ialah semua golongan yang menyimpang dari ajaran Islam.Jalan orang-orang yang telah Engkau limpahkan nikmat kepada mereka dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang shalih, mereka adalah orang-orang yang mendapatkan hidayah dan teguh berjalan di atas nya. Janganlah Engkau menjadikan kami termasuk orang-orang yang meniti jalan orang-prang yang di murkai, yaitu orang-orang yang mengetahui kebenaran namun tidak mengamalkannya, mereka adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang yang sejenis dengan mereka. Dan orang-orang yang tersesat, mereka adalah orang-orang yang tidak mengambil petunjuk karena kebodohan sehingga mereka tersesat dari jalan yang lurus. Mereka adalah orang-orang Nasrani dan orang-orang yang mengambil jalan mereka.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 24 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat24 September 2026
A

AYU AAN KHARY M

📍 Kota Makassar

At Taubah 119

(119) ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ﴿ "Hai orang-orang yang beriman", kepada Allah dan kepada apa yang diperintahkan oleh Allah agar diimani, jalankan apa yang menjadi konsekuensi iman, yaitu bertakwa ke-pada Allah تعالى, dengan menjauhi dan meninggalkan apa yang Dia larang. ﴾ وَكُونُواْ مَعَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "Dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar", dalam ucapan, perbuatan, dan keadaan mereka, orang-orang yang perkataannya adalah benar, perbuatannya dan keada-annya tidak lain kecuali benar, bebas dari kemalasan dan kelesuan, selamat dari maksud-maksud buruk, mengandung keikhlasan dan niat yang baik, karena kejujuran mengantar kepada kebaikan, dan kebaikan mengantar kepada Surga. Allah تعالى berfirman, ﴾ هَٰذَا يَوۡمُ يَنفَعُ ٱلصَّٰدِقِينَ صِدۡقُهُمۡۚ...﴿ "Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar kebenaran mereka…" (Al-Ma`idah: 119).

💬 0 komentar📅 24 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat24 September 2026
E

Exa Aldila

📍 Kabupaten Magelang

Tafsir Al-Mukhtasar

Yunus : 4{إِلَيۡهِ مَرۡجِعُكُمۡ جَمِيعٗاۖ وَعۡدَ ٱللَّهِ حَقًّاۚ إِنَّهُۥ يَبۡدَؤُاْ ٱلۡخَلۡقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥ لِيَجۡزِيَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ بِٱلۡقِسۡطِۚ وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَهُمۡ شَرَابٞ مِّنۡ حَمِيمٖ وَعَذَابٌ أَلِيمُۢ بِمَا كَانُواْ يَكۡفُرُونَ}Hanya kepada Dialah kalian akan kembali pada hari Kiamat agar Dia memberikan balasan yang setimpal dengan amal perbuatan kalian. Allah menjanjikan hal itu kepada manusia dengan sebenar-benarnya dan Dia tidak akan mengingkarinya. Sesungguhnya Dia mampu melakukan hal itu. Dia menciptakan mahkluk tanpa ada contoh sebelumnya, kemudian Dia akan mengembalikan wujudnya setelah kematiannya agar Dia memberikan balasan yang setimpal kepada orang-orang yang beriman kepada Allah dan beramal saleh. Dia memberikan balasan itu secara adil; tidak mengurangi kebajikan mereka dan tidak menambah keburukan mereka. Sebaliknya, bagi orang-orang yang kafir kepada Allah dan para rasul-Nya akan disediakan minuman sangat panas yang dapat mencabik-cabik isi perut mereka. Mereka mendapatkan azab yang sangat pedih karena kekufuran mereka kepada Allah dan para rasul-Nya.[Yūnus:4]

💬 0 komentar📅 24 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat24 September 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Tafsir Al-furqan:59

Firman Allah subhanahu wata'āla:Yang menciptakan langit dan bumi. (Al Furqaan:59), hingga akhir ayat.Dia Mahahidup (Kekal) yang tidak mati, Dia Pencipta segala sesuatu, Tuhan Yang memilikinya, yang dengan kekuasaan dan pengaruh-Nya Dia menciptakan tujuh lapis langit yang tinggi lagi luas, juga menciptakan tujuh lapis bumi yang tebal-tebal.dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arasy. (Al Furqaan:59)Allah mengatur urusan dan memutuskan yang hak, dan Dia adalah sebaik-baik yang memutuskan.Firman Allah subhanahu wata'āla:kemudian Dia bersemayam di atas 'Arasy, (Dialah) Yang Maha Pemurah, maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui (Muhammad) tentang Dia. (Al Furqaan:59)Tanyakanlah tentang Allah kepada orang yang lebih mengetahui dan lebih mengenal-Nya, lalu ikutilah dia dan turutilah jejaknya. Sudah dimaklumi pula bahwa tiada seorang pun yang lebih mengetahui tentang Allah dan lebih mengenal-Nya, selain hamba dan Rasul-Nya, yaitu Nabi Muhammad ﷺ. penghulu anak Adam secara mutlak, di dunia dan di akhirat, yang semua ucapannya itu bukanlah menurut kemauan hawa nafsunya, melainkan hanyalah wahyu yang diturunkan kepadanya. Apa yang diucapkannya adalah hak (benar), dan apa yang diberitakannya adalah benar. Dia adalah Imam yang memutuskan (semua perkara). Bila manusia bertentangan mengenai sesuatu masalah, maka diwajibkan mereka mengembalikannya kepada dia. Maka pendapat yang sesuai dengan sabda dan perbuatannya, berarti pendapat itu benar. Dan pendapat yang bertentangan dengan ucapan dan perbuatannya, berarti dikembalikan kepada orang yang mengatakan dan yang melakukannya, siapa pun dia adanya.Allah subhanahu wata'āla telah berfirman:Kemudian jika kalian berlainan pendapat tentang sesuatu. (An Nisaa:59), hingga akhir ayat.Tentang sesuatu apa pun kalian berselisih, maka putusannya (terserah) kepada Allah. (Asy-Syiira: 10) .Dan firman Allah subhanahu wata'āla:Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Qur'an), sebagai kalimat yang benar dan adil. (Al An'am:115)Yakni benar dalam pemberitaannya, adil dalam semua perintah dan larangan­nya. Karena itulah disebutkan dalam ayat berikut ini oleh firman-Nya:maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui (Muhammad) tentang Dia. (Al Furqaan:59)Mujahid telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui (Muhammad) tentang Dia. (Al Furqaan:59) Yakni apa pun yang diberitakan kepadamu oleh kalimat Tuhanmu, maka hal itu persis seperti apa yang diberitakannya kepadamu. Hal yang sama telah dikatakan oleh Ibnu Juraij.Syamr ibnu Atiyyah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui (Muhammad) tentang Dia. (Al Furqaan:59) Al-Qur'an ini lebih mengetahui tentang Dia.

💬 0 komentar📅 24 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat24 September 2026
S

Sekar Kinanti Nufiarizky

📍 Kota Depok

Tunduk kepada Kebenaran, Bukan kepada Keinginan

🌿 Inti Tafsir Al-MuyassarAyat ini masih berkaitan erat dengan ayat 48. Dalam ayat sebelumnya, ketika orang-orang yang berselisih diajak kembali kepada Allah dan Rasul-Nya untuk mendapatkan keputusan, sebagian dari mereka justru berpaling.Kemudian ayat 49 menjelaskan keadaan mereka ketika kebenaran berada di pihak mereka: mereka datang kepada Nabi ﷺ dengan patuh dan tunduk karena mereka mengetahui bahwa keputusan beliau adalah keputusan yang benar. Jadi, yang menjadi sorotan ayat ini adalah sikap menerima hukum ketika keputusan itu menguntungkan diri sendiri, sementara pada ayat sebelumnya mereka berpaling ketika keputusan tersebut tidak sesuai dengan kepentingan mereka.🤍 Pesan yang Dapat Kita AmalkanBelajar menerima kebenaran meski tidak sesuai dengan keinginan kita.Jangan menjadikan keuntungan pribadi sebagai ukuran benar atau salah.Jangan hanya taat ketika keputusan berpihak kepada kita.Ketulusan dalam beriman terlihat ketika kita tetap mau menerima kebenaran, bahkan saat hati kita tidak menyukainya.Bedakan antara mencari kebenaran dan mencari pembenaran.Terkadang kita bukan benar-benar ingin mengetahui mana yang benar, tetapi hanya ingin menemukan sesuatu yang membenarkan apa yang sudah kita inginkan.Latih hati untuk berkata, “Kalau memang ini benar, aku akan menerimanya.”Bukan, “Aku akan menerimanya kalau sesuai dengan yang kuinginkan.”Keadilan dimulai dari diri sendiri.Jangan menuntut orang lain berlaku adil kepada kita, sementara kita sendiri hanya mau menerima sesuatu ketika menguntungkan diri kita.🌱 KesimpulanQS An-Nūr ayat 49 mengingatkan kita tentang bahaya ketaatan yang bersyarat. Orang yang digambarkan dalam ayat ini datang dengan patuh ketika kebenaran berada di pihak mereka, tetapi berpaling ketika keputusan tidak sesuai dengan kepentingannya.Seorang mukmin hendaknya menjadikan kebenaran sebagai ukuran, bukan keuntungan, ego, atau hawa nafsu. Karena sesungguhnya menerima kebenaran ketika ia sesuai dengan keinginan kita itu mudah; yang lebih berat adalah tetap tunduk ketika kebenaran meminta kita mengalah.🪞 Renungan / MuhasabahKetika sebuah keputusan menguntungkan kita, mudah sekali berkata, “Ini adil.”Namun ketika keputusan itu merugikan kita, apakah kita masih mampu berkata, “Kalau ini memang benar, aku terima”?Kadang yang perlu kita taklukkan bukan orang lain, bukan keadaan, bahkan bukan masalah yang sedang kita hadapi—melainkan ego di dalam diri sendiri.Mari bertanya kepada hati:Apakah aku mencari kebenaran, atau hanya mencari pembenaran?Apakah aku menerima nasihat karena memang benar, atau karena sesuai dengan yang ingin kudengar?Ketika kebenaran tidak berpihak kepadaku, apakah aku tetap mau tunduk?Sebab iman bukan hanya tentang menerima kebenaran ketika ia menyenangkan hati, tetapi juga belajar tunduk ketika kebenaran menuntut kita mengalah.Dan indahnya, ayat setelahnya menggambarkan sikap orang-orang beriman: ketika dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka berkata, “Kami mendengar dan kami taat.”Semoga Allah melembutkan hati kita untuk mencintai kebenaran, sekalipun terkadang kebenaran itu mengharuskan kita mengalah. Aamiin Yaa Mujiibassaa’iliin. 🤍

💬 0 komentar📅 24 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat24 September 2026
I
Icha Nur Faizah Hatta

📍 Kota Depok

Tafsir Ibnu Katsir – Ibrāhīm Ayat 10–12

*meringkas tafsir menggunakan chat gptTema: Sikap Umat Manusia Menghadapi Ajaran Rasul (Ayat 8–21)Subtema: Kebenaran pada Permulaannya Ditolak (Ayat 8–12)📖 Ibrāhīm Ayat 10Dialog antara Rasul dan KaumnyaAllah menceritakan perdebatan yang terjadi antara para rasul dan umat mereka yang kafir. Ketika para rasul mengajak manusia untuk mentauhidkan Allah dan meninggalkan segala bentuk kesyirikan, umat mereka menanggapi dakwah tersebut dengan keraguan dan penolakan.Karena itu para rasul berkata:“Apakah ada keragu-raguan terhadap Allah, Pencipta langit dan bumi?”Dua Makna “Keraguan terhadap Allah”1. Keraguan terhadap keberadaan AllahPara rasul mempertanyakan bagaimana mungkin manusia meragukan keberadaan Allah, padahal:Fitrah manusia telah diciptakan untuk mengakui adanya Allah.Setiap manusia pada asal penciptaannya mengenal dan mengakui Rabb-nya.Keraguan muncul ketika fitrah yang sehat terpengaruh oleh syubhat, hawa nafsu, atau lingkungan.Untuk menghilangkan keraguan tersebut, Allah mengutus para rasul dan menurunkan berbagai dalil serta tanda-tanda kebesaran-Nya.Di antara dalil terbesar adalah:Penciptaan langit dan bumi.Keteraturan alam semesta.Kesempurnaan penciptaan dan pengaturannya.Semua itu menunjukkan adanya Sang Pencipta yang Maha Mengatur, yaitu Allah Subhānahu wa Ta‘ālā.2. Keraguan terhadap hak Allah untuk disembahSebagian ulama menafsirkan bahwa yang dimaksud bukan keraguan terhadap keberadaan Allah, tetapi keraguan terhadap keesaan-Nya dalam ibadah.Meskipun mayoritas manusia mengakui bahwa Allah adalah Pencipta dan Pengatur alam semesta, banyak di antara mereka tetap menyembah selain Allah.Mereka menjadikan:Berhala,Sesembahan,Perantara-perantara,sebagai sarana yang mereka sangka dapat memberi manfaat atau mendekatkan mereka kepada Allah.Padahal hanya Allah yang berhak disembah dan tidak ada sekutu bagi-Nya.Tujuan Dakwah Para RasulPara rasul menjelaskan bahwa Allah:“Menyeru kalian agar Dia mengampuni dosa-dosa kalian.”Maksudnya:Allah mengajak manusia beriman agar memperoleh ampunan di akhirat.Keselamatan akhirat merupakan tujuan terbesar dakwah para rasul.Kemudian Allah juga:“Menangguhkan kalian sampai masa yang ditentukan.”Maksudnya:Allah memberikan kesempatan hidup di dunia.Allah tidak langsung menyiksa manusia.Mereka diberi waktu untuk beriman dan bertaubat sebelum datang ajal.Makna ini sejalan dengan QS. Hūd ayat 3 yang menjelaskan bahwa istighfar dan taubat mendatangkan kenikmatan hidup hingga waktu yang telah ditentukan.Peralihan Cara Penolakan Kaum KafirSetelah tidak mampu membantah hujjah para rasul, mereka beralih kepada alasan lain.Mereka berkata:“Kalian tidak lain hanyalah manusia biasa seperti kami.”Maksud ucapan ini:Mereka meremehkan para rasul karena sama-sama manusia.Mereka menganggap manusia tidak layak menjadi utusan Allah.Mereka menuntut bukti luar biasa sebagai syarat keimanan mereka.Karena itu mereka berkata:“Datangkanlah kepada kami bukti yang nyata.”Yang mereka maksud adalah mukjizat yang sesuai dengan keinginan mereka.📖 Ibrāhīm Ayat 11Jawaban Para RasulPara rasul menjawab:“Kami tidak lain hanyalah manusia seperti kalian.”Maksudnya:Para rasul mengakui bahwa mereka memang manusia biasa.Mereka bukan malaikat.Mereka makan, minum, dan menjalani kehidupan sebagaimana manusia lainnya.Namun mereka memiliki keistimewaan yang Allah berikan:“Akan tetapi Allah memberi karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya.”Maksudnya:Kerasulan adalah karunia Allah.Kenabian adalah pilihan Allah.Allah memilih siapa saja yang Dia kehendaki untuk mengemban risalah-Nya.Tentang MukjizatPara rasul menjelaskan:“Tidak patut bagi kami mendatangkan suatu bukti kepada kalian melainkan dengan izin Allah.”Artinya:Mukjizat bukan berada di bawah kendali para rasul.Rasul tidak dapat mengeluarkan mukjizat sesuai keinginan manusia.Mukjizat hanya muncul jika Allah mengizinkannya.Karena itu para rasul tidak bergantung kepada kemampuan diri mereka sendiri.Tawakal kepada AllahPara rasul berkata:“Dan hanya kepada Allah sajalah hendaknya orang-orang mukmin bertawakal.”Pelajarannya:Seluruh urusan harus diserahkan kepada Allah.Orang beriman menggantungkan hati hanya kepada Allah.Keberhasilan dakwah, perlindungan, pertolongan, dan kemenangan berasal dari Allah semata.📖 Ibrāhīm Ayat 12Keteguhan Tawakal Para RasulPara rasul berkata:“Mengapa kami tidak akan bertawakal kepada Allah?”Maksudnya:Tidak ada alasan bagi mereka untuk tidak bertawakal.Allah telah memberikan petunjuk yang benar kepada mereka.Allah telah menunjukkan jalan yang paling lurus, paling jelas, dan paling terang.Karena itulah mereka semakin yakin dan bersandar kepada Allah.Kesabaran Menghadapi GangguanPara rasul juga berkata:“Dan kami sungguh-sungguh akan bersabar terhadap gangguan-gangguan yang kalian lakukan kepada kami.”Gangguan yang dimaksud meliputi:Ejekan.Cacian.Tuduhan dusta.Ancaman.Penolakan.Berbagai perlakuan buruk lainnya.Meskipun demikian, para rasul tetap:Bersabar.Istiqamah dalam dakwah.Tidak meninggalkan kebenaran.Hakikat TawakalAyat ini ditutup dengan firman-Nya:“Dan hanya kepada Allah saja orang-orang yang bertawakal itu berserah diri.”Pelajarannya:Tawakal merupakan ibadah hati yang agung.Tawakal harus ditujukan hanya kepada Allah.Semakin kuat iman seseorang, semakin besar tawakalnya.Tawakal dan kesabaran adalah bekal utama para rasul dalam menghadapi penolakan manusia.🌿 Kesimpulan Pelajaran Ayat 10–12Para rasul mengajak manusia untuk mentauhidkan Allah dan meninggalkan kesyirikan.Fitrah manusia pada asalnya mengakui keberadaan Allah.Penciptaan langit dan bumi merupakan dalil besar atas keberadaan dan keagungan Allah.Sebagian manusia mengakui Allah sebagai Pencipta tetapi tetap melakukan kesyirikan dalam ibadah.Tujuan dakwah para rasul adalah mengantarkan manusia kepada ampunan Allah dan keselamatan akhirat.Allah memberi kesempatan kepada manusia untuk bertaubat sebelum datang ajal.Kaum kafir sering menolak kebenaran dengan meremehkan para rasul karena mereka manusia biasa.Kerasulan dan kenabian merupakan karunia dan pilihan Allah.Mukjizat hanya terjadi dengan izin Allah, bukan atas kehendak para rasul.Tawakal merupakan ibadah yang harus ditujukan hanya kepada Allah.Para rasul menjadi teladan dalam tawakal dan kesabaran menghadapi penolakan, gangguan, dan permusuhan.Semakin kuat keyakinan kepada petunjuk Allah, semakin kuat pula tawakal dan kesabaran seorang hamba dalam menegakkan kebenaran.

💬 0 komentar📅 24 Sep 2026Baca selengkapnya →