📖 Jejak Ayat

Laporan & catatan kegiatan Jejak Ayat

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat3 hari lalu
P
Poppy Adrianne

📍 Kota Bandung

Al kahf

Ketika mereka melakukan demikian, maka Allah menidurkan mereka dan menjaga mereka. Kamu, wahai orang yang menyaksikan mereka, melihat matahari ketika terbit dari timur, condong dari tempat mereka ke sebelah kanan. Sementara ketika terbenam, matahari meninggalkan mereka ke sebelah kiri, sedang mereka berada dalam tempat yang luas di gua itu. Mereka tidak terkena sengatan matahari, dan udara tidak terputus dari mereka. Apa yang Kami perbuat terhadap para pemuda itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah. Barangsiapa yang diberi taufik oleh Allah untuk mendapatkan petunjuk lewat ayat-ayat-Nya, maka dialah yang mendapat taufik kepada kebenaran. Sebaliknya, barangsiapa yang tidak diberi taufik untuk mendapatkan petunjuk, maka kamu tidak akan mendapati baginya seorang penolong pun yang dapat membimbingnya untuk mendapatkan kebenaran; karena taufik (memberi petunjuk) dan penelantaran itu berada di tangan Allah semata.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat4 hari lalu
P
Puji

📍 Purwakarta

Tafsir Al Mukhtasar QS Al isra ayat 108-109

Tafsir Al Mukhtasar QS Al isra ayat 108-109Dalam sujud itu mereka berkata,"sungguh, maha suci Tuhan kami dari sifat menyelisihi janji. Apa yang Dia janjikan berupa diutusnya Muhammad shallallahu alaihi wasallam telah terjadi karena sesungguhnya janji Tuhan kami dengan hal itu atau hal lainnya pasti akan terjadi."Kemudian mereka menyugurkan wajah untuk bersujud kepada Allah sembari menangis dalam keadaan khusyuk dan pendengaran bacaan Alquran serta pemahaman mereka terhadap makna kandungannya semakin membuat mereka tunduk dan takut kepada Allah.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat4 hari lalu
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Tafsir Al Mukhtasar Surah Al Isra Ayat 7

Apabila kalian -wahai Bani Israil-memperbaiki amalan kalian dan mengerjakannya sesuai tata cara yang diperintahkan, niscaya ganjaran amalan tersebut pasti kembali pada diri kalian sebab Allah tidak membutuhkan amalan-amalan tersebut. Sebaliknya, andai kalian berbuat keburukan maka balasannya juga akan kembali kepada kalian sebab kebaikan amalan kalian sama sekali tidaklah memberikan manfaat kepada Allah dan keburukan kalian tidak pula mendatangkan kerugian bagi-Nya. Apabila masa kerusakan yang kedua telah tiba, Kami akan memberikan kekuasaan pada musuh-musuh kalian agar merendahkan, menginjak-injak harga diri, dan menyuramkan wajah kalian dengan menimpakan atas kalian ragam penghinaan dan siksa. Mereka juga pasti akan memasuki Baitulmaqdis lalu menghancurkannya sebagaimana yang mereka lakukan pada penguasaan mereka yang pertama, lalu menghancurkan semua negeri yang mereka kuasai secara menyeluruh.

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat4 hari lalu
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Tafsir Al-Mukhtasar | Surat Hud : 6-7

Setiap makhluk rezekinya sudah dijamin oleh Allah dan takdir ciptaanNya telah ditulis di kitab yang jelas.6) Tidak ada makhluk yang hidup di bumi ini melainkan rezekinya dijamin oleh Allah sebagai wujud kemurahan-Nya kepada makhluk. Dia mengetahui tempat tinggalnya di bumi dan mengetahui tempat dimana ia akan mati. Setiap makhluk hidup bersama rezekinya, tempat tinggalnya, dan tempat matinya semuanya tercatat didalam kitab yang jelas, yaitu Lauh Mahfuz.Allah menciptakan langit dan bumi dalam waktu enam hari dan hendak menguji kita untuk mengetahui siapa yang paling baik dan buruk amalannya.7) Dialah Allah yang menciptakan langit dan bumi yang demikian besarnya dan menciptakan isinya dalam waktu enam hari dan Arasy-Nya sudah ada diatas air sebelum penciptaan langit dan bumi. Dia hendak menguji kalian -wahai manusia- siapa diantara kalian yang paling baik amal perbuatannya yang diridhai Allah, dan siapa diantara kalian yang paling buruk amal perbuatannya yang dimurkai Allah. Kemudian Allah akan membalas balasan yang setimpal kepada setiap orang. Sungguh, jika engkau -wahai Rasul- berkata, “Sesungguhnya kalian wahai manusia akan dibangkitkan kembali sesudah kematian untuk dihisab,” niscaya orang-orang yang kafir kepada Allah dan mengingkari hari kebangkitan itu akan berkata, “Al-Quran yang kamu baca ini tidak lain adalah sihir yang nyata. Jadi, Al-Quran adalah kebatilan yang nyata.”

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat4 hari lalu
S
SHILFI LATIFATHUL WANGSA

📍 Kabupaten Purwakarta

Tafsir qur'an

Barang siapa yang mengerjakan kebajikan hanya demi menghendaki kehidupan dunia, sedang ia tidak beriman kepada hari akhirat, maka Allah segerakan balasan baginya di duniaDan sebaliknya, barang siapa mengerjakan amal kebajikan dengan menghendaki pahala akhirat berusaha meraihnya secara sungguh sungguh tanpa disertai riya' dan sum'ah dan ia beriman, akan diterima di sisi Allah

💬 0 komentar📅 4 Nov 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat3 jam lalu
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

QS. Al-Jumu'ah: 10 — Jangan sampai bisnis melalaikan tujuan hidup

Tafsir Ibnu Katsir:Allah memerintahkan kaum muslimin untuk kembali beraktivitas setelah menunaikan salat Jumat. Mereka diperbolehkan mencari rezeki, melakukan perdagangan, dan memenuhi kebutuhan hidup.Ayat ini menunjukkan bahwa mencari penghidupan dunia bukan sesuatu yang tercela. Bahkan, aktivitas ekonomi merupakan bagian dari kehidupan yang dibolehkan selama tidak bertentangan dengan ketentuan Allah.Ibnu Katsir juga menjelaskan bahwa setelah seseorang kembali bekerja, ia tetap diperintahkan memperbanyak zikir kepada Allah.Renungan:Ada dua hal yang perlu dijaga oleh seorang pebisnis: kesungguhan dalam mencari rezeki dan kesadaran bahwa rezeki tetap berada dalam ketetapan Allah.Jangan sampai kita begitu sibuk mengejar pelanggan, omzet, target penjualan, dan peluang bisnis hingga kewajiban kepada Allah justru dikesampingkan.Sebaliknya, jangan pula menjadikan tawakal sebagai alasan untuk tidak berusaha. Kita tetap perlu belajar, memperluas jaringan, memperbaiki pelayanan, membaca pasar, dan mengambil peluang.Bekerjalah dengan sungguh-sungguh, tetapi jangan menggantungkan seluruh ketenangan hati pada hasil pekerjaan.

💬 0 komentar📅 3 Nov 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat13 jam lalu
M
marni

📍 Kabupaten Bogor

BUKTI KEBESARAN ALLAH DALAM ALAM SEMESTA (Ayat 1-128)

Allah taala berfirman:يُنۢبِتُ لَكُم بِهِ ٱلزَّرۡعَ وَٱلزَّيۡتُونَ وَٱلنَّخِيلَ وَٱلۡأَعۡنَٰبَ وَمِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗ لِّقَوۡمٖ يَتَفَكَّرُونَDia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman, zaitun, kurma, anggur, dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.Subtema: Alam merupakan suatu kesatuan yang membuktikan kekuasaan Allah (Ayat 3-21)QS. An-Naĥl: 11Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 3 Nov 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat4 hari lalu
D
Daramatasia

📍 Kota Depok

Surah Al-Maidah halaman 118

1 Kecaman terhadap ulama yg mendiamkan kemaksiatan yg dilakukan oleh masyarakat,tidak mau menjelaskan kemungkarannya dan tidak mau mengingatkan mereka2 Ke kurangajaran orang-orang Yahudi kepada Allah Ta’ala karena mereka menuduh Allah Subhana wata’ala terbelenggu tangannya tidak mau berbagi kebaikan3 Penetapan adanya 2 tangan dalam bentuk yang sesuai dgn zat-Nya,KeagungnNya dannkebersaran KekuasanNya 4 Isyarat bahwa sebagian golongan orang-orang Yahudi ditimpa perpecahan,perselisihan,dan permusuhan akibat ke kafiranndan ke egganan mereka menerima k yg

💬 0 komentar📅 3 Nov 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat4 hari lalu
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

#JejakAyat Tafsir Al-Muyassar QS. Al-Ĥadīd: 20

Tafsir Al-MuyassarQS. Al-Ĥadīd: 20اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا ۖ وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ ۚ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِArtinya:“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan, dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu."Makna Umum AyatAyat ini memerintahkan manusia untuk memahami hakikat kehidupan dunia. Dunia bukan tempat tinggal yang kekal, melainkan tempat sementara yang cepat berubah. Ia dapat menjadi:لَعِبٌ — permainan: sesuatu yang dilakukan tanpa tujuan akhir yang bernilai kekal.وَلَهْوٌ — kelalaian atau hiburan: sesuatu yang menyibukkan hati sehingga lalai dari Allah dan akhirat.وَزِينَةٌ — perhiasan: pakaian, kendaraan, rumah, kedudukan, penampilan, dan berbagai kenikmatan lahiriah.وَتَفَاخُرٌ — saling membanggakan diri: seseorang membanggakan harta, keturunan, status, kekuatan, nasab, atau pencapaian di hadapan orang lain.وَتَكَاثُرٌ — berlomba memperbanyak: keinginan untuk memiliki lebih banyak harta dan anak, bukan semata-mata untuk kebaikan, tetapi untuk mengungguli orang lain.Penjelasan Tafsir Al-Muyassar Menurut tafsir al-Muyassar, gambaran ini berlaku bagi orang yang menjadikan dunia sebagai tujuan utama hingga melupakan akhirat. Adapun orang beriman menggunakan dunia sebagai sarana menuju Allah, bukan sebagai tempat menggantungkan hati.Al-Muyassar merangkum ayat ini dengan menjelaskan bahwa dunia:Mempermainkan badanMelalaikan hatiMenjadi perhiasanMendorong manusia saling membanggakan diriMelahirkan persaingan dalam jumlah harta dan anak.Kemudian al-Muyassar menegaskan bahwa akhirat berisi dua kemungkinan: azab yang keras bagi orang-orang kafir dan ampunan serta keridhaan Allah bagi orang-orang beriman.Relevansi dalam kehidupanDalam HartaHarta tidak tercela karena zatnya. Yang tercela adalah ketika harta menjadi ukuran kemuliaan, sumber kesombongan, atau sebab meninggalkan kewajiban. Harta seharusnya dipandang sebagai amanah dan sarana untuk:Menafkahi keluarga.Menunaikan zakat.Bersedekah.Memenuhi kebutuhan yang halal.Membantu manusia.Mendukung ketaatan.Dalam keluarga dan anakAyat tidak merendahkan anak. Anak adalah nikmat dan amanah. Yang diperingatkan adalah menjadikan jumlah anak sebagai sarana membanggakan diri atau mengabaikan pendidikan iman dan tanggung jawab terhadap mereka.Dalam penampilan dan popularitasPerhiasan, rumah, kendaraan, jabatan, dan penampilan dapat digunakan secara mubah. Namun, hati perlu diperiksa: apakah semua itu menjadi sarana syukur atau sarana pamer, membandingkan diri, dan merendahkan orang lain?Dalam perlombaan sosialDunia modern memperbanyak sarana takasur: jumlah pengikut, komentar, pelanggan, aset, gelar, perjalanan, dan tampilan kehidupan. Ayat ini mengajak seseorang bertanya: apakah ia sedang memperbanyak manfaat atau hanya memperbanyak sesuatu agar terlihat unggul di hadapan manusia?Dalam menghadapi kehilanganPerumpamaan tanaman mengajarkan bahwa perubahan dunia bukan sesuatu yang aneh. Masa sehat dapat berubah menjadi sakit, masa muda menjadi tua, kelapangan menjadi kesempitan, dan kepemilikan menjadi kehilangan. Orang yang menyadari hal ini akan lebih siap bersyukur ketika memperoleh nikmat dan lebih sabar ketika nikmat itu berkurang.Kesimpulan Qs. Al-Ĥadīd ayat 20 tidak mengajarkan manusia untuk meninggalkan dunia secara mutlak, tetapi mengajarkan agar dunia tidak menguasai hati. Dunia dapat dinikmati, dimanfaatkan, dan dikelola, tetapi tidak boleh dijadikan tujuan akhir. Keindahannya seperti tanaman setelah hujan: mengagumkan, tetapi cepat mengering, menguning, lalu hancur. Karena itu, orang yang cerdas bukanlah orang yang tidak memiliki dunia, melainkan orang yang tidak tertipu olehnya. Ia mengambil bekal dari dunia untuk memperoleh maghfirah dan ridwan Allah.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 3 Nov 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat4 hari lalu
R

Rahaf Fathullah

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Pengamalan ayat dari surat Al Anbiya

1️⃣ Perhitungan amalan kita semakin dekat, apakah kita sudah siap menghadapinya?2️⃣ Seseorang yang betul-betul menginginkan kebenaran akan meminta bukti bukan untuk mengalahkan lawan bicaranya, tetapi untuk sampai kepada kebenaran yang ia cari3️⃣ Kejarlah kedudukan tinggi di mata Allah dengan menjadi seorang penuntut ilmu

💬 0 komentar📅 3 Nov 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat4 hari lalu
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

📚 Tafsir Al Mukhtasar QS Ali Imran ayat 140

140. Jika kalian -wahai orang-orang mukmin- mengalami luka-luka dan terbunuh dalam perang Uhud, sesungguhnya orang-orang kafir juga pernah mengalami luka-luka dan terbunuh seperti kalian. Dan hari-hari itu Allah putar di antara manusia yang beriman dan kafir dengan kemenangan dan kekalahan yang dikehendaki-Nya karena hikmah-hikmah yang sangat mulia, di antaranya untuk membedakan mana orang-orang yang benar-benar beriman dan mana orang-orang yang munafik; untuk memuliakan orang yang Allah kehendaki menjadi syahid di jalan-Nya. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang menzalimi dirinya sendiri dengan meninggalkan jihad di jalan-Nya.

💬 0 komentar📅 3 Nov 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat4 hari lalu
R
Rifa Rachmatusyifa

📍 Kabupaten Ketapang

QS At Taubah : 86

Tafsir Al-MuyassarQS At Taubah : 86Dan apabila turun satu surah kepada Muhammad yang memerintahkan untuk beriman kepada Allah dengan sepenuh hati dan berjihad bersama Rasulullah maka orang-orang munafik yang memiliki kekayaan itu meminta izin kepadamu (wahai Rasul) untuk tidak ikut berperang. Mereka berkata, "Tinggalkanlah kami bersama orang-orang yang lemah dan tidak mampu berperang."

💬 0 komentar📅 3 Nov 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat4 hari lalu
N

Nidya larasati

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Tafsir Ibnu Katsir QS. Al-Baqarah: 88 — Hati yang Tertutup dari Kebenaran

وَقَالُوا قُلُوبُنَا غُلْفٌ ۚ بَل لَّعَنَهُمُ اللَّهُ بِكُفْرِهِمْ فَقَلِيلًا مَّا يُؤْمِنُونَArtinya:“Dan mereka berkata, ‘Hati kami tertutup.’ Tetapi sebenarnya Allah telah mengutuk mereka karena keingkaran mereka; maka sedikit sekali mereka yang beriman.”5 Faedah (Pelajaran yang Dapat Diambil)1. Jangan merasa paling berilmu.Merasa sudah mengetahui segalanya dapat membuat kita enggan menerima nasihat dan kebenaran.2. Ilmu harus membuat hati semakin terbuka.Orang berilmu seharusnya semakin rendah hati dan bersedia menerima kebenaran.3. Kekufuran dan penolakan terhadap kebenaran membawa akibat buruk.Berpaling dari petunjuk Allah dapat menjauhkan seseorang dari kebaikan.4. Jangan menjadikan alasan untuk menolak kebenaran.Ketika nasihat atau dalil yang benar datang, jangan berlindung di balik alasan bahwa kita tidak bisa memahami atau sudah cukup tahu.5. Mintalah kepada Allah hati yang bersih dan terbuka.Hidayah adalah karunia Allah. Karena itu, kita perlu terus berdoa agar hati tidak keras dan selalu menerima petunjuk-Nya.

💬 0 komentar📅 3 Nov 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat4 hari lalu
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Asy syu'aro ayat 7 - 9

Tafsir As-Sa'diAsh-Syu`arā (26:7)Tema: NABI MUHAMMAD TIDAK PERLU BERSEDIH ATAS KEINGKARAN KAUM MUSYRIKIN (Ayat 1-9)(7) Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya mengingatkan untuk tafakkur (merenung) yang berguna bagi pelakunya, ﴾ أَوَلَمۡ يَرَوۡاْ إِلَى ٱلۡأَرۡضِ كَمۡ أَنۢبَتۡنَا فِيهَا مِن كُلِّ زَوۡجٖ كَرِيمٍ ﴿ "Apakah mereka tidak memperhatikan bumi, berapa banyak Kami menumbuhkan di bumi itu pelbagai macam tumbuh-tumbuhan yang baik?" dari berbagai macam tumbuh-tumbuhan, yang indah dipandang dan mulia manfaatnya.Tafsir Ibnu KatsirAsh-Syu`arā (26:8)Tema: NABI MUHAMMAD TIDAK PERLU BERSEDIH ATAS KEINGKARAN KAUM MUSYRIKIN (Ayat 1-9)Yaitu yang menunjukkan kekuasaan Tuhan Yang menciptakan segala sesuatu, Yang menghamparkan bumi, dan meninggikan bangunan langit. Sekalipun demikian, kebanyakan manusia tiada yang beriman, bahkan mereka mendustakan rasul-Nya dan kitab-Nya, menentang perintah-Nya dan mengerjakan larangan-Nya.Tafsir Ibnu KatsirAsh-Syu`arā (26:9)Tema: NABI MUHAMMAD TIDAK PERLU BERSEDIH ATAS KEINGKARAN KAUM MUSYRIKIN (Ayat 1-9)Firman Allah subhanahu wata'āla:Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah Yang Mahaperkasa. (Asy-Syu'ara': 9)Artinya, Allah Mahaperkasa atas segala sesuatu, Yang mengalahkan dan menundukkannya. Lagi Maha Penyayang. (Asy-Syu'ara': 9)Yakni terhadap makhluk-Nya. Maka Dia tidak menyegerakan azab-Nya terhadap orang yang durhaka kepada-Nya, bahkan menangguhkan serta memberinya tempo. Setelah itu (jika tidak mau bertobat), Dia akan meng­hukumnya dengan hukuman Tuhan Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa.Abul Aliyah, Qatadah, Ar-Rabi ibnu Anas, dan Ibnu Ishaq mengatakan bahwa Yang Mahaperkasa, artinya Mahaperkasa dalam menimpakan pembalasan-Nya terhadap orang-orang yang menentang perintah-Nya dan menyembah selain-Nya.Sa'id ibnu Jubair mengatakan bahwa Tuhan Maha Penyayang terhadap orang yang bertobat kepada-Nya dan memperbaiki amal perbuatanny

💬 0 komentar📅 3 Nov 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat4 hari lalu
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

QS. Al Ma'arij: 34

Tafsir At-TaysirAl-Ma`ārij (70:34)Tema: AJARAN ISLAM UNTUK MENGATASI SIFAT-SIFAT YANG JELEK PADA MANUSIA (Ayat 19-35)Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman,وَالَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ، أُولَٰئِكَ فِي جَنَّاتٍ مُّكْرَمُونَ“Dan orang-orang yang memelihara shalatnya, mereka itu dimuliakan di dalam surga.” (QS. Al-Ma’arij : 34-35)Pada ayat-ayat sebelumnya, Allah Subhanahu wa ta'ala menyebutkan ciri-ciri orang beriman dengan firman-Nya,الَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَاتِهِمْ دَائِمُونَ“Mereka yang tetap setia melaksanakan shalatnya.” (QS. Al-Ma’arij : 23)Para ulama membedakan antara makna دَائِمُونَ dan يُحَافِظُونَ. Sebagian para ulama menyebutkan bahwa Daimun lebih berkaitan pada dzat shalat tersebut yang dikerjakan pada waktunya, sehingga orang-orang beriman adalah orang-orang yang menjaga shalat mereka agar dilaksanakan pada waktunya. Sedangkan yuhafidzun berkaitan dengan kualitas, yaitu orang-orang yang beriman senantiasa menjaga kualitas shalatnya dengan menyempurnakan wudhunya, menyempurnakan rukun-rukun dan sunnah-sunnah shalatnya, seusai shalat tidak melakukan hal-hal yang dapat mengurangi pahala shalatnya, dan seterusnya[1]. Inilah yang disebut dengan orang-orang yang yuhafidzun dalam shalatnyaRentetan ayat ini juga menunjukkan bahwasanya shalat adalah amalan yang sangat agung. Karena tatkala Allah Subhanahu wa ta'ala menjelaskan tentang azab neraka, kemudian setelahnya Allah Subhanahu wa ta'ala menyebutkan إِلَّا الْمُصَلِّين (kecuali orang shalat yang akan selamat). Dan Allah Subhanahu wa ta'ala tidak menyebutkan tentang orang yang berpuasa atau yang membayar zakat terlebih dahulu. Sehingga seakan-akan sifat khusus orang-orang yang beriman adalah shalat. Dan bahkan ketika Allah Subhanahu wa ta'ala menyebutkan ciri orang beriman, Allah membuka dengan sifat shalat, dan ditutup pula dengan sifat shalat. Dan hal seperti ini juga Allah Subhanahu wa ta'ala sebutkan dalam surah Al-Mu’minun,قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ، الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang yang khusyuk dalam shalatnya.” (QS. Al-Mu’minun : 1-2)Setelah Allah Subhanahu wa ta'ala menyebutkan sifat orang yang beriman di awal, ternyata diakhiri juga Allah Subhanahu wa ta'ala sebutkan lagi sifat shalat bagi orang yang beriman, yaitu dalam firman-Nya,وَالَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ، أُولَئِكَ هُمُ الْوَارِثُونَ، الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ“Serta orang yang memelihara shalatnya. Mereka itulah orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi (surga) Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Mu’minun : 9-11)Jadi Allah Subhanahu wa ta'ala membuka ciri orang beriman dengan shalat dan menutupnya dengan shalat pula sebagaimana dalam surah Al-Ma’arij ini. Oleh karenanya ini menunjukkan bahwa shalat adalah ibadah yang sangat dicintai oleh Allah Subhanahu wa ta'ala. Oleh karenanya tatkala pertama kali Allah Subhanahu wa ta'ala mewajibkan shalat, Allah mewajibkan shalat lima puluh kali sehari semalam[2]. Ini menunjukkan bahwa Allah Subhanahu wa ta'ala sangat cinta kepada ibadah tersebut.---Catatan kaki:[1] Lihat Tafsir Al-Qurthubi: 18/ 292.[2] HR Al-Bukhari no 349 dan Muslim no 163 : …فَفَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى أُمَّتِي خَمْسِينَ صَلاَةً… “…Lalu Allah ‘Azza wa Jalla mewajibkan atas umatku lima puluh kali shalat…”Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 3 Nov 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat4 hari lalu
A

AYU AAN KHARY M

📍 Kota Makassar

Ad dukhan 6

Sebagai rahmat dari Rabbmu," yakni, sesung-guhnya pengutusan para rasul dan diturunkannya kitab-kitab suci di mana al-Qur`an adalah yang terbaik, merupakan rahmat dari Rabb para hamba terhadap para hamba. Tidaklah Allah سبحانه وتعالى memberi rahmat kepada para hamba yang lebih agung daripada petunjuk dengan kitab suci dan para rasul. Mereka mendapatkan semua ke-baikan, baik di dunia maupun di akhirat, karena itulah tujuan dan sebab diturunkannya kitab suci dan diutusnya para rasul. ﴾ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ ﴿ "Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui," yakni, mendengar segala suara, mengetahui segala hal yang lahir dan batin. Allah سبحانه وتعالى mengetahui pentingnya para rasul dan kitab suci untuk para hamba. Karena itu Allah سبحانه وتعالى merahmati mereka dan menganugerahkan para rasul dan kitab suci untuk mereka. Segala puji, karunia, dan kebaikan hanya bagi Allah سبحانه وتعالى semata.

💬 0 komentar📅 3 Nov 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat4 hari lalu
P
Puji

📍 Purwakarta

*Tafsir Al Mukhtasar QS Gafir ayat 18*

*Tafsir Al Mukhtasar QS Gafir ayat 18*Peringatkanlah mereka wahai rasul tentang hari kiamat yang sudah dekat, ia pasti tiba. Pada hari itu hati manusia naik ke tenggorokan karena ketakutan mereka yang luar biasa, merekam semuanya diam Tidak seorangpun berkata-kata kecuali siapa yang Allah maha penyayang izinkan dan orang-orang yang zalim terhadap diri mereka dengan kesyirikan dan kemaksiatan tidak lagi mempunyai teman dan kerabat serta pemberi syafaat yang ditaati bila dianggap bahwa ia bisa memberi syafaat.

💬 0 komentar📅 3 Nov 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat5 hari lalu
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Tafsir Al Mukhtasar surah An Nahl ayat 114

Makanlah kalian -wahai para hamba- dari apa yang Allah -Subhānahu- rezekikan kepada kalian selama ia halal dan dari jenis yang baik untuk dimakan, serta syukurilah nikmat Allah yang Dia berikan kepada kalian dengan cara mengakui bahwa ia bersumber dari Allah dan menggunakannya untuk hal-hal yang Allah ridai, bila kalian menyembah Allah semata dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu.

💬 0 komentar📅 3 Nov 2026Baca selengkapnya →