Tafsir Yasin:60
Tafsir Yasin:60
Laporan & catatan kegiatan Jejak Ayat
Tafsir Yasin:60
Tafsir At-TaysirAl-Ma`ārij (70:5)Kata صَبْرًا جَمِيلًا mirip dengan perkataan Nabi Ya’qub ‘alaihissalam dalam surah Yusuf. Adapun makna صَبْرًا جَمِيلًا, disebutkan oleh Al-Qurthubi,صَبْرٌ جَمِيلٌ هُوَ الَّذِي لَا جَزَعَ فِيهِ وَلَا شَكْوَى فِيهَا لِغَيرِاللهِ“Shabrun jamil itu adalah kesabaran yang tidak disertai dengan keluh kesah dan tidak disertai dengan mengeluh kepada selain Allah.”(19)Artinya apabila seseorang terkena musibah lalu ia berkeluh kesah kepada Allah, maka hal itu tidak mengapa. Sebagaimana apa yang dikatakan oleh Nabi Ya’qub ‘alaihissalam ketika tertimpa musibah dengan hilangnya anaknya Nabi Yusuf ‘alaihissalam, maka dia berkata,قَالَ إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ وَأَعْلَمُ مِنَ اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ“Dia (Ya’qub) menjawab, “Hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku. Dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Yusuf : 6)Demikianlah kebiasaan para Nabi dalam kisah-kisah mereka dalam Alquran, ketika mereka ditimpa musibah, mereka berkeluh kesah kepada Allah. Hal tersebut tidaklah menafikan shabrun jamil(20). Adapun seseorang yang ketika tertimpa musibah lalu kemudian berkeluh kesah kepada manusia, maka hal itu telah keluar dari makna shabrun jamil. Oleh karena itu, dalam ayat ini Allah ﷻ memerintahkan Nabi agar bersabar terhadap gangguan kaum musyrikin yang selalu mendustakannya.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com
Dia juga memberi kalian segala apa yang kalian minta dan apa yang tidak kalian minta. Bila kalian menghitung nikmat-nikmat Allah niscaya kalian tidak mampu menghitungnya karena jumlahnya yang banyak dan beraneka macam dan nikmat yang Allah sebutkan hanya sebagai contoh darinya.Sesungguhnya manusia banyak berbuat zalim terhadap dirinya sendiri lagi banyak mengingkari nikmat-nikmat Allah.
Tafsir Surat Al-A'la Menurut Ibnu Katsir Pelajaran yang Bisa Diambil :1. Besarkan Allah di dalam hatiSemakin mengenal kebesaran Allah, semakin kecil dunia dalam pandangan kita.2. Jangan merasa hidup ini berjalan tanpa aturanAllah menciptakan, menentukan dan memberikan petunjuk. Karena itu seorang mukmin selalu meminta petunjuk kepada-Nya.3. Jangan tertipu dengan sesuatu yang sementaraSebagaimana tumbuhan yang tumbuh lalu mengering, kehidupan dunia juga akan berlalu.4. Ilmu membutuhkan penjagaanBelajar Al-Qur'an perlu diiringi dengan membaca ulang, memahami dan mengamalkan.5. Biasakan menerima nasihatJangan sampai hati merasa tersinggung setiap kali dikoreksi.6. Keberuntungan dimulai dari tazkiyahMembersihkan hati dan memperbaiki diri adalah bagian penting dari keberuntungan.7. Zikir bukan sekadar ucapanMengingat Allah harus memberikan pengaruh kepada hati dan perilaku.8. Jaga salatAyat 14–15 menghubungkan keberuntungan dengan penyucian diri, zikir dan salat.9. Jangan terlalu mencintai duniaBukan berarti meninggalkan dunia, tetapi jangan menempatkannya di atas akhirat.10. Akhirat adalah investasi yang tidak pernah berakhirDunia akan selesai, sedangkan akhirat kekal.Kesimpulan SingkatQS. Al-A'la 1–19 mengajarkan bahwa keberuntungan bukan sekadar mendapatkan banyak hal di dunia, tetapi berhasil membersihkan diri, mengingat Allah, menjaga salat, dan menjadikan akhirat sebagai tujuan utama.
Rachmatika
📍 Kota Administrasi Jakarta Barat
Tema: KISAH PERANG BADAR (Ayat 1-75)Subtema: Larangan melarikan diri dari pertempuran (Ayat 15-16)Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti Rasul-Nya dan mengamalkan syariatnya, apabila kalian menghadapi orang-orang kafir saling merapat dalam peperangan, janganlah kalian memalingkan punggung-punggung kalian, sehingga kalian akan kalah. Tetapi, tetaplah hadapi mereka! Sesungguhnya Allah bersama kalian dan akan menolong kalian mengalahkan mereka.
Kemudian Allah subhanahu wata'āla mengingkari perbuatan orang-orang musyrik yang menyembah selain Allah, yaitu menyembah berhala-berhala dan tandingan-tandingan (sekutu-sekutu):Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Sujudlah kamu sekalian kepada Yang Maha Penyayang, " Mereka menjawab, "Siapakah Yang Maha Penyayang itu?” (Al Furqaan:60 )Maksudnya, kami tidak mengenal Tuhan Yang Maha Pemurah. Mereka mengingkari penamaan Allah dengan sebutan Yang Maha Pemurah, sebagaimana yang telah mereka lakukan pada hari Perjanjian Hudaibiyah, ketika Nabi ﷺ. bersabda kepada juru tulisnya, "Tulislah 'Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang'." Maka mereka menjawab, "Kami tidak mengenal Yang Maha Pemurah, dan tidak (pula) Yang Maha Penyayang, tetapi tulislah perjanjian itu sebagaimana yang biasa kamu lakukan, yaitu 'Dengan menyebut namaMu, ya Allah'." Karena itulah maka Allah menurunkan firman-Nya:Katakanlah, "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahimn. Dengan nama yang mana saja kamu seru. Dia mempunyai asma-ul husna (nama-nama yang terbaik). (Al Israa':110)Dengan kata lain, Dialah Allah dan Dialah Yang Maha Pemurah. Dan dalam ayat berikut ini disebutkan oleh firman-Nya:Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Sujudlah kamu sekalian kepada Yang Maha Pemurah, " mereka menjawab, "Siapakah Yang Maha Pemurah?” (Al Furqaan:60)Yakni kami tidak mengenal-Nya dan tidak pula mengakui-Nya.Apakah kami akan sujud kepada Tuhan yang kamu perintahkan kami (bersujud kepada-Nya). (Al Furqaan:60)Yaitu hanya dengan ucapanmu itu.dan (perintah sujud itu) menambah mereka jauh (dari iman). (Al Furqaan:60)Adapun orang-orang mukmin, mereka menyembah Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, mereka mengesakan-Nya sebagai Tuhan dan bersujud kepada-Nya.Para ulama rahimahumullah telah sepakat bahwa pada ayat surat Al-Furqan ini, pembaca dan pendengarnya dianjurkan melakukan sujud tilawah, seperti yang telah dijelaskan di dalam bab yang menerangkannya (kitab fiqih).
Mereka bersembunyi dari manusia ketika mereka berbuat maksiat karena takut dan malu, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah. Allah senantiasa bersama mereka dan mengawasi mereka. Tidak ada sesuatu pun dari mereka yang luput dari pengawasan-Nya.
Kehidupan akhirat lebih baik dari pada kehidupan dunia.
) Allah تعالى berfirman, ﴾ الٓرۚ تِلۡكَ ءَايَٰتُ ٱلۡكِتَٰبِ ٱلۡحَكِيمِ ﴿ "Alif lam ra. Ini-lah ayat-ayat al-Quan yang mengandung hikmah." Ia adalah al-Quran yang berisi hikmah dan hukum, ayat-ayatNya menunjukkan haki-kat-hakikat iman, larangan-larangan dan perintah-perintah syar'i yang wajib diterima dengan kerelaan dan sambutan serta ketun-dukan oleh seluruh umat.
Yunus : 6
Tafsir Al-MuyassarAl-Kahf (18:7)Tema: ANCAMAN TERHADAP KEPERCAYAAN TUHAN PUNYA ANAK (Ayat 1-8)Sesungguhnya Kami menjadikan ciptaan-ciptaan yang ada di permukaan bumi sebagai perhiasan baginya, dan manfaat bagi penghuninya, untuk menguji mereka siapakah di anatara mereka yang lebih baik perbuatannya dengan menaati Kami, dan siapakah di antara mereka yang lebih buruk perbuatannya dengan melakukan kemaksiatan, lalu Kami akan membalas masing-masing dengan apa yang berhak baginya.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com
Rahaf Fathullah
📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan
1️⃣ Lakukan suatu amalan yang menunjukkan imanmu pada dekatnya hari kiamat2️⃣ Renungilah tiga hal yang terjadi dalam hidupmu yang membuatmu merasakan kelembutan Allah 'azza wajalla pada dirimu3️⃣ Tanamkanlah dalam hatimu sebuah harapan amalan salih yabg ingin kamu capai, lalu bekerja keraslah untuk merealisasikannya, niscaya Allah akan memudahkan amalan-amalan salih lainnya untukmu biiznillah
📍 Kota Bandung
Akibat yang baik itu ialah surga Adn di mana mereka akan tinggal didalamnya dan tidak akan keluar darinya. Mereka bersama-sama dengan orang-orang yang shalih dari bapak-bapak, istri-istri, dan anak cucu, baik laki-laki maupun perempuan, sedangkan malaikat masuk ke tempat mereka dari semua pintu, untuk memberi selamat kepada mereka karena masuk surga.
Allah taala berfirman:ذَرۡهُمۡ يَأۡكُلُواْ وَيَتَمَتَّعُواْ وَيُلۡهِهِمُ ٱلۡأَمَلُ ۖ فَسَوۡفَ يَعۡلَمُونَBiarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka).QS. Al-Ĥijr: 3Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com
QS An-Nūr ayat 50 melanjutkan pembahasan tentang sikap orang-orang yang mengaku beriman tetapi enggan tunduk kepada keputusan Allah dan Rasul-Nya. Ayat ini sangat kuat untuk menjadi bahan muhasabah tentang penyakit hati: ketika kebenaran datang, tetapi hati justru menolak karena tidak sesuai dengan keinginan.🤍 Pesan yang Dapat Kita Amalkan1. Periksa hati ketika menerima ketetapan Allah. Jangan hanya bertanya, “Apakah ini sesuai dengan keinginanku?” tetapi tanyakan, “Apakah aku mau tunduk karena ini adalah ketetapan Allah?”2. Jangan biarkan hawa nafsu menghalangi kita dari kebenaran. Terkadang yang sulit bukan memahami kebenaran, melainkan menerima kebenaran ketika ia bertentangan dengan kepentingan dan keinginan kita.3. Takutlah pada penyakit hati yang tersembunyi. Penolakan terhadap kebenaran dapat menjadi tanda adanya sesuatu yang perlu diperbaiki dalam hati: kesombongan, kepentingan diri, prasangka, atau kecenderungan mengikuti hawa nafsu.4. Belajar menerima nasihat dan koreksi. Orang yang mencintai kebenaran tidak selalu merasa nyaman ketika dinasihati, tetapi ia berusaha tetap menerima dan memperbaiki diri.5. Mohon kepada Allah hati yang lembut dan tunduk. Karena hidayah bukan hanya tentang mengetahui mana yang benar, tetapi juga diberi kemampuan untuk mencintai dan mengikutinya.🌸 KesimpulanQS An-Nūr ayat 50 mengingatkan bahwa masalah terbesar seseorang terkadang bukan karena ia tidak mengetahui kebenaran, melainkan karena hatinya enggan tunduk kepada kebenaran tersebut.Iman yang benar bukan hanya diucapkan dengan lisan, tetapi tercermin dari kesediaan hati untuk menerima ketetapan Allah dan Rasul-Nya, meskipun terkadang tidak sesuai dengan keinginan pribadi.🪞 MuhasabahKetika kebenaran datang kepadaku, bagaimana sikap hatiku?Apakah aku menerimanya karena ia benar,atau hanya menerimanya ketika ia sesuai dengan keinginanku?Ketika nasihat terasa menyakitkan,apakah aku segera mencari alasan untuk menolaknya,atau aku diam sejenak dan bertanya kepada diri sendiri:“Jangan-jangan ada bagian dari diriku yang sedang enggan tunduk kepada kebenaran?”Ya Allah…jangan jadikan hati kami termasuk hati yang mengetahui kebenaran namun berpaling darinya.Lembutkan hati kami untuk menerima nasihat,lapangkan dada kami untuk menerima ketetapan-Mu,dan tuntun kami agar selalu mendahulukan ridha-Mu di atas hawa nafsu kami.Aamiin Allaahumma Aamiin 🤲🏻🤍
116. Sesungguhnya Allah adalah pemilik kerajaan langit dan kerajaan bumi dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kedua kerajaan tersebut. Tidak ada sesuatupun pada keduanya yang luput dari pengetahuanNya. Dia dapat menghidupkan siapa saja yang Dia kehendaki dan mematikan siapa saja yang Dia kehendaki, sedangkan kalian -wahai manusia- tidak mempunyai pengurus yang mengurus urusan-urusan kalian dan tidak mempunyai pelindung yang dapat melindungi kalian dari semua keburukan dan dari musuh-musuh kalian selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Allah taala berfirman:لَّوۡ مَا تَأۡتِينَا بِٱلۡمَلَٰٓئِكَةِ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَMengapa kamu tidak mendatangkan malaikat kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar?"QS. Al-Ĥijr: 7Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com
Allah taala berfirman:فَٱنتَقَمۡنَا مِنۡهُمۡ ۖ فَٱنظُرۡ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلۡمُكَذِّبِينَMaka Kami binasakan mereka, maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu.🌿 Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir — QS. Az-Zukhruf: 25Tema: Keingkaran Kaum Musyrikin karena Berpegang Teguh pada TradisiInti tafsir:Allah membinasakan umat-umat yang mendustakan kebenaran dengan berbagai macam azab. �Quran.comKebinasaan tersebut merupakan akibat dari pendustaan dan keingkaran mereka terhadap kebenaran yang dibawa para rasul.Allah memerintahkan agar diperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan: mereka dihancurkan, sedangkan orang-orang yang beriman diselamatkan. �Quran.comIni menjadi peringatan bagi orang-orang setelah mereka agar tidak mengikuti jalan pendustaan dan keingkaran.🌱 Pelajaran:Jangan merasa aman ketika mendustakan kebenaran. Lihatlah kesudahan orang-orang yang memilih jalan tersebut dan ambillah pelajaran darinya.Sumber: Disalin dari Quran Tadabbur — https://quran.firanda.com�
Elisa Suci Ramadhani
📍 Kota Prabumulih
Puasa yang diwajibkan kepada kalian itu ialah berpuasa pada beberapa hari saja dalam setahun. Siapa di antara kalian menderita sakit yang membuatnya berat untuk berpuasa, atau sedang bepergian jauh, maka dia boleh berbuka. Kemudian dia harus mengganti puasanya sebanyak hari yang ditinggalkannya. Bagi orang-orang yang mampu berpuasa tetapi memilih berbuka, mereka harus membayar fidyah, yaitu memberi makan satu orang miskin untuk setiap hari dia berbuka. Siapa yang menambah kadar pemberian makanan itu lebih dari kadar untuk satu orang miskin, atau ia memberikan makanan sekalıgus berpuasa, maka itu lebih baik baginya. Akan tetapi, berpuasa lebih baik bagimu daripada berbuka dan membayar fidyah, jika kalian mengetahui keutamaan yang terkandung di dalam puasa.Ketentuan hukum ini berlaku pada awal penetapan syariat puasa; yaitu siapa yang ingin berpuasa boleh berpuasa, dan siapa yang ingin berbuka boleh berbuka dan menggantinya dengan membayar tidyah.Setelah itu, Allah mewajibkan puasa kepada semua orang Islam yang sudah balig dan mampu berpuasa.
Rahaf Fathullah
📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan
1️⃣ Mohonlah Allah 'azza wajalla untuk merahmatimu pada Yaumul Fashl (hari kiamat)2️⃣ Bacalah doa:"Allahumma innii a'uudzu bika minannaari wa maa qarraba ilayha min qaulin wa 'amal"Artinya: Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari (azab) api neraka dan segala perkataan dan perbuatan yang mendekatkanku padanya3️⃣ Mintalah Allah 'azza wajalla untuk menjadikanmu termasuk yang mendapatkan tempat yang aman di dalam surga dan segala nikmatnya Aamiin Allahumma aamiin, untuk semua yang membaca status ini 🤲🏻