📖 Jejak Ayat

Laporan & catatan kegiatan Jejak Ayat

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat11 Agustus 2026
I
Icha Nur Faizah Hatta

📍 Kota Depok

Ringkasan Tafsir QS. Ar-Ra’d: 4–6

Kebenaran Al-Qur’an dan bukti kekuasaan AllahAyat-ayat ini melanjutkan penjelasan tentang tanda-tanda kekuasaan Allah di bumi, bantahan terhadap pengingkaran hari kebangkitan, serta keseimbangan antara rahmat Allah dan azab-Nya.QS. Ar-Ra’d: 4 — Tanda-tanda Kekuasaan Allah di BumiAllah menjelaskan berbagai tanda kekuasaan-Nya pada bumi:bumi dibentangkan luas untuk tempat hidup manusia,gunung-gunung dipancangkan agar bumi stabil,sungai dan mata air dialirkan untuk kehidupan makhluk,buah-buahan diciptakan beraneka warna, bentuk, rasa, dan bau,setiap jenis diciptakan berpasang-pasangan,malam dan siang bergantian dengan teratur.Semua keteraturan ini menunjukkan kebesaran, kebijaksanaan, dan keesaan Allah bagi orang yang mau berpikir.PelajaranAlam semesta bukan terjadi secara kebetulan.Keberagaman ciptaan menunjukkan kesempurnaan ilmu Allah.Pergantian siang dan malam mengingatkan bahwa Allah mengatur waktu dan kehidupan manusia.QS. Ar-Ra’d: 5 — Bantahan terhadap Pengingkaran KebangkitanOrang-orang musyrik merasa heran dan berkata:“Apakah setelah kami menjadi tanah kami akan dibangkitkan kembali?”Allah membantah keheranan mereka:Mereka mengakui Allah menciptakan langit dan bumi.Penciptaan langit dan bumi jauh lebih besar daripada penciptaan manusia.Allah yang mampu menciptakan pertama kali tentu lebih mampu membangkitkan kembali setelah mati.Karena pengingkaran itu, Allah menyebut mereka sebagai orang-orang kafir yang akan mendapat belenggu dan menjadi penghuni neraka yang kekal.PelajaranMengingkari kebangkitan berarti mengingkari kekuasaan Allah.Kebangkitan bukan perkara mustahil bagi Allah.Akibat kekafiran adalah kehinaan dan azab yang kekal.QS. Ar-Ra’d: 6 — Manusia Meminta Azab DisegerakanOrang-orang kafir meminta agar azab segera diturunkan sebagai bentuk ejekan kepada Nabi ﷺ, padahal seharusnya mereka meminta rahmat dan petunjuk.Allah mengingatkan bahwa:banyak umat terdahulu telah dibinasakan,kisah mereka menjadi pelajaran bagi manusia,Allah menunda azab karena luasnya ampunan dan kasih sayang-Nya,namun Allah juga sangat keras siksa-Nya bagi orang yang terus durhaka.Ayat ini menggabungkan harapan (raja’) dan rasa takut (khauf).PelajaranJangan meremehkan ancaman Allah.Jangan putus asa dari ampunan Allah.Hati seorang mukmin harus seimbang antara berharap rahmat Allah dan takut kepada azab-Nya.Inti Pesan Ayat 4–6Alam semesta dengan segala keteraturannya adalah bukti nyata kekuasaan Allah. Karena Allah mampu menciptakan bumi, gunung, sungai, tumbuhan, dan mengatur malam serta siang, maka membangkitkan manusia setelah mati bukanlah hal yang sulit bagi-Nya. Orang yang mengingkari kebangkitan sedang menutup mata dari bukti-bukti yang jelas. Meski demikian, Allah tetap membuka pintu ampunan bagi manusia, namun azab-Nya sangat keras bagi yang terus-menerus mendustakan kebenaran.Hikmah UtamaBiasakan mentadabburi alam agar iman bertambah.Yakin bahwa hari kebangkitan pasti terjadi.Gunakan akal untuk mengenali tanda-tanda kekuasaan Allah.Pelihara keseimbangan antara ikhtiar, harapan kepada rahmat Allah, dan rasa takut kepada azab-Nya.Segera bertaubat sebelum datang hukuman Allah.Kesimpulan SingkatQS. Ar-Ra’d ayat 4–6 mengajarkan bahwa alam semesta adalah bukti kekuasaan Allah, kebangkitan manusia setelah mati adalah pasti, dan seorang mukmin harus hidup di antara harapan akan ampunan Allah dan rasa takut terhadap azab-Nya.

💬 0 komentar📅 11 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat11 Agustus 2026
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Tafsir Al-Mukhtasar Surat Al-A’raf:172-173

172, Ingatlah pula -wahai Muhammad- ketika Tuhanmu mengeluarkan dari tulang punggung anak-anak Adam keturunan mereka dan meminta pengakuan mereka akan sifat rububiyahNya (ketuhanan-Nya) yang telah Dia sematkan didalam fitrah mereka, yaitu pengakuan bahwa Allah adalah pencipta dan Tuhan mereka. Dia bertanya kepada mereka, “Bukankah Aku ini Tuhan kalian?” mereka semua menjawab, “Ya, Engkau adalah Tuhan kami.” Lalu Allah berfirman, Sesungguhnya Kami hanya menguji kalian dan mengambil perjanjian dari kalian agar kelak di hari Kiamat kalian tidak mengingkari hujah yang Allah tunjukkan kepada kalian dan supaya kalian tidak beralasan bahwa kalian tidak mengetahui hal itu.173, Atau supaya kalian tidak beralasan bahwa para leluhur kalianlah yang melanggar perjanjian itu kemudian menyekutukan Allah dengan sesuatu, sedangkan kalian hanya meniru praktik syirik yang kalian dapatkan dari para leluhur kalian. Lalu kalian berkata, “Apakah Engkau -wahai Tuhan kami- akan menghukum kami dengan azab yang disebabkan perbuatan para leluhur kami yang membatalkan amal perbuatan mereka lantaran mereka menyekutukan Allah? Jadi, kami sama sekali tidak tahu apa-apa dan karena kami hanya meniru para leluhur kami’.”

💬 0 komentar📅 11 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat15 Agustus 2026
M
marni

📍 Kabupaten Bogor

BUKTI-BUKTI KEESAAN DAN KEKUASAAN

Hud (11:12)Tema: BUKTI-BUKTI KEESAAN DAN KEKUASAAN (Ayat 1-83)Subtema: Kebenaran wahyu (Ayat 12-24)Maka boleh jadi engkau (wahai Rasul) karena begitu besarnya kekufuran dan pendustaan yang engkau lihat pada mereka, engkau hendak meninggalkan sebagian wahyu yang telah Allah turunkan dan perintahkan kepadamu untuk disampaikan, dan hatimu akan merasa sempit karenanya. Engkau khawatir kalau mereka akan meminta darimu permintaan yang menyusahkan, seperti permintaan mereka, "Mengapa tidak diturunkan kepadanya harta yang banyak?" Atau, "Datang bersamanya malaikat untuk membenarkan risalahnya." Maka sampaikanlah kepada mereka apa yang telah Aku wahyukan kepadamu. Tugasmu hanyalah memberi peringatan dengan apa yang telah Aku wahyukan kepadamu. Dan, Allah Pemelihara segala sesuatu lagi mengatur segala urusan makhluk-Nya.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 10 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat12 Agustus 2026
S
Siti Rusmiati

📍 Kabupaten Bogor

Berusaha menjadi cahaya di zaman yang lupa terang, adalah ibadah yang diam-diam paling bising di langit dr

Gak mau nulis catatan atau ringkasan kegiatan hari ini tapi izin mau nulis ini ⬇️Dear muslimah, bertahanlah sedikit lagi, dengan lingkungan yang kurang mendukung untuk tetap syar'i, dengan keluarga yang melihatmu tampak asing, dengan teman-teman yang mulai menjauhi, dengan siapapun yang engkau bersedih atasnya, atau bahkan dengan dirimu sendiri yang mulai lelahKesabaran itu tidak pernah memiliki batas, dan kelak semoga setiap titik keringat sebab kita menutup aurat, setiap kelelahan, atau bahkan olokan, Allah beri ganjaran berupa pahala tanpa batas, menjadikan salah satu pintu-pintu dosa tertutup, dan terbukanya pintu-pintu surga untuk kita yang berusaha dan sabarKelak, kelelahan ini akan hilang, sedangkan pahala-pahala akan selalu ada, dan jika kita menyerah, dosa-dosa itu akan terus mengalir, sedangkan amal kita tidak seberapaYaAllah, semoga kita adalah muslimah-muslimah yang selalu Allah jaga🩷

💬 0 komentar📅 10 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat10 Agustus 2026
D
Daramatasia

📍 Kota Depok

Surah Annisa halaman 78

1 Ketentuan-ketentuan hukum dalam warisan menunjukkan bahwa syariat islam mempertimbangkan aspek keadilan dan perwujudan maslahat dalam memberikan hak-hak ahli waris laki-laki dan perempuan2 Peringatan keras tentang keharaman memakan harta anak-anak yatim dan larangan keras untuk berbuat dzalim didalamnnya dan menyia-nyiakannya dgn cara apapun3 Karna harta merupakan salah satu penyebab utama timbulnya perselisihan diantara manusia maka Allah Ta’alah sendiri yg mengatur pembagiannya dalam harta waris

💬 0 komentar📅 10 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat10 Agustus 2026
H
Haniva Eka Kusuma

📍 Kabupaten Bogor

Al qosas ayat 77

Allah taala berfirman:وَٱبۡتَغِ فِيمَآ ءَاتَىٰكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلۡأٓخِرَةَ ۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنۡيَا ۖ وَأَحۡسِن كَمَآ أَحۡسَنَ ٱللَّهُ إِلَيۡكَ ۖ وَلَا تَبۡغِ ٱلۡفَسَادَ فِي ٱلۡأَرۡضِ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُفۡسِدِينَDan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.— QS. Al-Qaşaş: 77Tafsir Tafsir Al-MuyassarAl-Qasas (28:77)Carilah dengan harta yang telah Allah berikan kepadamu pahala akhirat dengan melakukan amal ketaatan kepada Allah di dunia. Jangan meninggalkan bagianmu di dunia dengan cara menolak menikmati yang halal tanpa berlebih-lebihan. Berbuat baiklah kepada manusia dengan bersedekah, sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu melalui harta yang melimpah tersebut. Jangan mencari apa yang Allah haramkan atas kalian berupa perbuatan merusak di muka bumi dan pelanggaran tehadap kaummu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan dan Dia akan membalas mereka atas perbuatan buruk mereka.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 10 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat10 Agustus 2026
N
Nailah

📍 Kota Administrasi Jakarta Barat

Qs Ar-Rahman : 6

Tema: BEBERAPA NIKMAT ALLAH YANG DAPAT DIRASAKAN DI DUNIA (Ayat 1-30)Firman Allah subhanahu wata'āla:Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya. (Ar-Rahman: 6)Ibnu Jarir mengatakan bahwa ulama tafsir berbeda pendapat tentang makna an-najm dalam ayat ini, setelah mereka sepakat bahwa yang dinamakan syajar atau pohon-pohonan ialah tumbuh-tumbuhan yang tegak di atas pokok (batang)nya.Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. yang mengatakan bahwa an-najm dalam ayat ini ialah sesuatu yang tergelarkan di atas permukaan bumi, yakni berupa tetumbuhan. Hal yang sama telah dikatakan oleh Sa'id ibnu Jubair, As-Saddi, dan Sufyan As-Sauri. Pendapat ini dipilih oleh Ibnu Jarir rahimahullah.Mujahid mengatakan bahwa yang dimaksud dengan an-najm ialah bintang-bintang yang ada di langit. Hal yang sama telah dikatakan oleh Al-Hasan dan Qatadah, dan pendapat inilah yang lebih jelas; hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui, mengingat Allah subhanahu wata'āla telah berfirman dalam ayat yang lain, yaitu:Apakah kamu tidak mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata, dan sebagian besar dari manusia. (Al-Hajj: 18) hingga akhir ayat. Tafsir Ibnu KatsirDisalin dari Quran Tadabbur

💬 0 komentar📅 10 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat10 Agustus 2026
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Tafsir QS. Al-fatihah ayat 4

Tafsir QS. Al-Fatihah : 4"Hanya kepada Engkau-lah kami menyembah dan hanya kepada Engkau-lah kami memohon pertolongan"Ini adalah pengakuan dari hamba.Asalnya نعبدك "kami menyembah-Mu" sebagaimana subjek, predikat dan objek. Tetapi objek dimajukan kedepan menjadi اياك "kepada-Mu kami menyembah".Jadi disini huruf ك dimajukan atau di dahulukan oleh Allah. Menjadi اياك نعبد artinya di tambah kata "Hanya" menjadi "Hanya kepada-Mu kami menyembah". Dan ini menunjukkan tauhid.Allah ulangi lagi واياك نستعين "Hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan".Keduanya ini membutuhkan keikhlasan tatkala beribadah dan tatkala memohon pertolongan.Dengan kita beribadah yang benar maka kita akan diberikan pertolongan.Kenapa didahulukan نعبد baru نستعين ?. Disini ada dua sebab kata para ulama yaitu :1. Karena dengan kita memohon berdoa kite diberi pertolongan.2. Dan meminta tolong kepada Allah untuk beribadah.Jadi ibadah adalah tujuan adapun pertolongan adalah wasilah.Kata Ibnu Taimiyyah rahimahullahu ta'ala "Barangsiapa yang mewujudkan نعبد akan selamat dari riya. Adapun نستعين maka ini akan menyelamatkan dari ujub".Kenapa bisa demikian ?. Karena ketika kita mengatakan اياك نعبد dimana kita tidak meminta pujian, penyanjungan, dunia, penghormatan. Kita beribadah hanya kepada Allah.اياك نستعين maka ini menyelamatkan seorang dari ujub. Karena dia tau semua keberhasilan didapatkan atas pertolongan Allah.Dengan 2 ikrar di atas yang kita ucapan setiap hari kepada Allah, maka kita berupaya mengucapkan ayat ini benar-benar serius.Watermark: nela_abdullah

💬 0 komentar📅 10 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat10 Agustus 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Al Mukhtasar Surat Ali Imran ayat 23-25

23 Tidakkah engkau -wahai Nabi- melihat keadaan orang-orang Yahudi yang Allah berikan bagian dari ilmu melalui Kitab Taurat yang memuat kabar tentang kenabianmu? Mereka diajak kembali kepada kitab Allah, Taurat, untuk mencari dalil yang dapat memutuskan apa yang mereka perselisihkan. Kemudian sebagian dari ulama dan pemimpin mereka menolak dan berpaling dari ketentuan hukumnya karena tidak sejalan dengan selera hawa nafsu mereka. Seharusnya -ketika mereka mengaku mengikuti kitab suci Taurat- mereka menjadi orang-orang yang paling bersemangat untuk mencari kepastian hukum padanya.24 Penolakan dan keengganan menerima kebenaran itu terjadi karena mereka merasa bahwa api neraka tidak akan menyentuh mereka kelak pada hari Kiamat kecuali beberapa hari saja, kemudian mereka akan masuk ke dalam surga. Perasaan semacam itu -yang mereka buat-buat secara dusta- mendorong mereka untuk berani menentang Allah dan agama-Nya.25 Lalu bagaimana keadaan dan penyesalan mereka? Tentu akan sangat buruk sekali karena Kami akan mengumpulkan mereka untuk menghadapi penghitungan amal pada hari yang tidak diragukan kebenarannya, yaitu hari Kiamat, dan setiap orang akan diberikan balasan yang sesuai dengan amal perbuatannya masing-masing. Tidak ada yang dizalimi dengan dikurangi kebaikan-Nya maupun ditambah keburukannya.

💬 0 komentar📅 10 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat10 Agustus 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

QS. Al Qalam: 34

Tafsir Tafsir At-TaysirAl-Qalam (68:34)Takwa secara bahasa adalah اِتِّخَاذُ الْوِقَايَةِ yaitu membuat penghalang, artinya penghalang antara dirinya dan neraka. Sebagaimana sabda Nabi ﷺ,اِتَّقُوْا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ“Berlindunglah kalian dari api neraka walaupun dengan separuh kurma.” (74)Takwa adalah dengan meninggalkan maksiat-maksiat dan takwa harus meliputi seluruh tubuh baik luar maupun dalam(75). Janganlah kita hanya bertakwa secara zahir dan tidak bertakwa dari segi batin, sebagaimana sebagian orang yang secara zahir dia berpenampilan islami, menampakkan penampilan yang sunnah, tetapi hatinya dipenuhi dengan hasad, suuzan, sombong, angkuh, iri, dan yang lainnya. Maka orang yang seperti ini hakikatnya tidak bertakwa. Demikian pula jangan sampai kita bertakwa pada lisan, akan tetapi tidak bertakwa pada penglihatan dan berani untuk melihat hal-hal yang haram. Demikian juga jangan sampai kita tidak bertakwa pada pendengaran, membiarkan telinga mendengar hal-hal yang haram, mendengar ghibah dan namimah. Oleh karena itu kita harus bertakwa luar dan dalam. Sebagaimana firman Allah ﷻ,وَلِبَاسُ التَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ“Dan pakaian takwa itulah yang paling baik.” (QS. Al-A’raf : 26)Sebagaimana pakaian menutupi seluruh bagian tubuh, maka hendaknya bertakwa pada seluruh bagian dari tubuh kita agar bisa mendapatkan janji yang Allah ﷻ sebutkan dalam ayat ini yaitu surga yang penuh dengan kenikmatan. (76)Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 10 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat10 Agustus 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

Tadabbur Al Araf : 55

Ayat ini mengingatkanku bahwa berdoa bukan sekadar tentang apa yang kita minta, tetapi juga bagaimana kita meminta: dengan rendah hati, tenang, penuh keyakinan, dan tidak berlebihan. Allah tidak menyukai sikap melampaui batas dalam doa, termasuk meminta sesuatu yang tidak semestinya atau menjadikan doa sebagai ajang pamer. Justru doa yang paling indah adalah doa yang mungkin tidak terdengar oleh siapa pun, tetapi begitu dekat antara seorang hamba dan Rabb-nya. Dari sini aku belajar untuk tidak sibuk merangkai permintaan yang banyak, melainkan memohon kebaikan yang benar-benar mendekatkan kepada surga dan menjauhkan dari segala yang membawa kepada neraka, karena Allah Maha Mendengar dan Maha Dekat.

💬 0 komentar📅 10 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat10 Agustus 2026
D

Diah ayu puspita

📍 Kabupaten Serang

Tafsir surat Al-maidah : 3

Allah mengharamkan bangkai atas kalian, yaitu hewan yang mati tanpa disembelih. Alah mengharamkan darah yang mengalir, daging babi dan hewan yang saat disembelih tidak disebut nama Allah. Begitu pula hewan yang tercekik sampai mati, hewan yang mati karena terpukul dengan tongkat atau batu sampai ia mati, hewan yang jatuh dari tempat yang tinggi atau terjatuh ke dalam sumur lalu ia mati, dan hewan yang ditanduk oleh hewan lain sehingga ia mati. Allah juga mengharamkan hewan yang dimangsa binatang buas seperti singa, harimau, serigala dan yang semisalnya. Allah mengecualikan dari apa yang Dia haramkan: hewan yang tercekik dan seterusnya, hewan yang masih mungkin kalian sembelih sebelum ia mati, ia halal bagi kalian. Allah mengharamkan bagi kalian hewan yang disembelih untuk selain Allah, baik dalam bentuk batu atau lainnya yang dipancang untuk disembah. Allah mengharamkan mencari ilmu dari apa yang dibagi untuk kalian atau tidak dibagi dengan sarana mengundi dengan anak panah yang biasa mereka gunakan sebelum mereka melakukan suatu perkara. Hal-hal yang diharamkan di atas, bila ia dilanggar, merupakan penyimpangan dari perintah Allah dan ketaatan kepada-Nya kepada kemaksiatan.

💬 0 komentar📅 10 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat10 Agustus 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Tafsir As-Sa’di Surah At-Taubah (9): 55 Tema: KISAH PERANG TABUK (Ayat 38–129)

Subtema: Hanya Orang Munafik yang Tidak Mau Berperang (Ayat 44–57)Allah memperingatkan agar kaum Muslimin tidak kagum terhadap harta dan anak-anak orang-orang munafik. Sebab, kenikmatan tersebut bukanlah sesuatu yang patut diinginkan jika justru menjadi sebab mereka jauh dari Allah.Kesialan mereka bermula ketika harta dan anak-anak lebih mereka dahulukan daripada keridhaan Allah, sehingga mereka durhaka kepada-Nya.Harta dan anak-anak itu menjadi azab di dunia bagi mereka. Mereka harus bersusah payah mendapatkannya, menghabiskan tenaga dan pikiran, serta mengalami kecemasan dan kelelahan.Kenikmatan tersebut tidak sebanding dengan kesulitan yang mereka tanggung, terlebih ketika harta melalaikan mereka dari Allah dan dzikir kepada-Nya.Hati mereka kemudian terikat kepada harta dan dunia. Keinginan mereka tidak pernah lepas darinya hingga dunia menjadi tujuan akhir mereka, sementara tidak ada lagi tempat bagi akhirat dalam hati mereka.Lebih buruk lagi, mereka akan meninggal dalam keadaan kafir, sehingga kenikmatan dunia yang mereka kejar berakhir dengan kesengsaraan dan kerugian yang abadi dan terus-menerus.Pelajaran ayat: Banyaknya harta dan anak bukan tanda keberuntungan apabila semuanya justru menjauhkan seseorang dari Allah. Kenikmatan yang membuat hati lalai dari akhirat pada hakikatnya dapat menjadi azab bahkan sejak di dunia.Sumber: Quran Tadabbur — Tafsir As-Sa’di.

💬 0 komentar📅 10 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat10 Agustus 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Jejak Ayat 10 Agustus

Tafsir Ibnu Katsir QS. Al-An’am: 44Ayat 44​"Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka..."​Makna: Mereka berpaling, melupakan peringatan, dan membuangnya ke belakang punggung mereka.​"...Kami pun membukakan semua pintu kesenangan untuk mereka..."​Makna: Allah membukakan semua pintu rezeki dan kesenangan duniawi (kemakmuran) dari segala jenis yang mereka pilih sebagai bentuk istidraj (pemenuhan keinginan untuk membinasakan secara perlahan) serta tipu muslihat-Nya (kita berlindung kepada Allah darinya).​"...sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka..."​Makna: Bergembira atas harta benda yang berlimpah, anak yang banyak, dan rezeki yang melimpah ruah.​"...Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong..."​Makna: Disiksa secara tiba-tiba di saat mereka sedang lalai dan tenggelam dalam kesenangan.​"...maka ketika itu mereka terdiam berputus asa."​Makna: Putus harapan dari semua kebaikan (al-mublis artinya orang yang putus asa, menurut riwayat Al-Walibi dari Ibnu Abbas).​Pendapat para Ulama & Periwayatan​Al-Hasan Al-Basri:​Barang siapa diberi keluasan oleh Allah lalu tidak menganggapnya sebagai ujian, maka ia tidak mempunyai pandangan.​Barang siapa disempitkan lalu tidak menganggap dirinya sedang diperhatikan Allah, ia juga tidak mempunyai pandangan.​Kaum tersebut telah teperdaya: "Demi Tuhan Ka'bah, mereka diberi, kemudian disiksa." (H.R. Ibnu Abu Hatim)​Qatadah:​Siksaan tiba-tiba adalah urusan Allah. Allah tidak menyiksa suatu kaum melainkan saat mereka lalai dan tenggelam dalam kesenangan. Jangan teperdaya oleh ujian Allah, karena hanya orang fasik (durhaka) yang teperdaya. (H.R. Ibnu Abu Hatim)​Malik (dari Az-Zuhri):​Makna "membukakan semua pintu kesenangan" adalah kemakmuran dan kesenangan duniawi.​Dalil Hadis Rasulullah ﷺ​Hadis Riwayat Uqbah ibnu Amir:​"Apabila kamu lihat Allah memberikan kesenangan duniawi kepada seorang hamba yang gemar berbuat maksiat terhadap-Nya sesuka hatinya, maka sesungguhnya hal itu adalah istidraj (membinasakannya secara perlahan-lahan)."​Kemudian Rasulullah ﷺ membaca Q.S. Al-An'am: 44. (H.R. Imam Ahmad, Ibnu Jarir, dan Ibnu Abu Hatim melalui Harmalah, Rasyidin, dan Ibnu Luhai'ah).​Hadis Riwayat Ubadah ibnus Samit:​"Apabila Allah menghendaki kelestarian atau kemakmuran suatu kaum, maka Dia memberi mereka rezeki berupa sifat ekonomis dan memelihara kehormatan. Dan apabila Dia menghendaki perpecahan suatu kaum, maka Dia membukakan bagi mereka atau dibukakan untuk mereka pintu khianat..."​Lalu disambung dengan Q.S. Al-An'am: 44 dan dilanjutkan ayat 45. (H.R. Ibnu Abu Hatim dan Imam Ahmad).Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 10 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat10 Agustus 2026
P
Puji

📍 Purwakarta

Tafsir Al Mukhtasar QS Al Baqarah ayat 286

Tafsir Al Mukhtasar QS Al Baqarah ayat 286 لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ إِن نَّسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُۥ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَآ ۚ أَنتَ مَوْلَانَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ ﴿٢٨٦ Allah tidak membebani seseorang kecuali dengan sesuatu yang sanggup dilakukannya karena agama Allah dibangun di atas asas kemudahan, sehingga tidak ada sesuatu yang memberatkan di dalamnya. Barang siapa berbuat baik dia akan mendapatkan ganjaran atas apa yang dia lakukan tanpa dikurangi sedikitpun, dan barang siapa berbuat buruk dia akan memikul dosanya sendiri, tidak dipikul oleh orang lain. Rasulullah dan orang-orang mukmin berdoa, " ya Tuhan kami! Janganlah Engku hukum kami jika lupa atau salah dalam perbuatan atau ucapan yang tidak kami sengaja. Ya Tuhan kami ! Janganlah Engkau bebani kami dengan sesuatu yang memberatkan dan tidak sanggup kami jalankan sebagaimana engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami dan engkau hukum atas kezaliman mereka, seperti orang-orang Yahudi dan janganlah engkau pikul kan kepada kami perintah maupun larangan yang memberatkan dan tidak sanggup kami jalankan. Maafkanlah dosa-dosa kami ampunilah diri kami dan sayangilah kami dengan kemurahanMu. Engkaulah pelindung dan penolong kami maka tolonglah kami dalam menghadapi orang-orang kafir."

💬 0 komentar📅 10 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat10 Agustus 2026
P
Putri Nadhira Saraswati

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Tafsir Al-Baqarah 201

Tafsir Tafsir Al-MuyassarAl-Baqarah (2:201)Tema: KEESAAN TUHANLAH YANG AKHIRNYA MENANG (Ayat 142-214)Subtema: Haji (Ayat 196-203)Catatan kaki:209896. Inilah doa yang sebaik-baiknya bagi seorang muslim.Di antara manusia ada orang-orang yang beriman, mereka berdoa: "Ya Allah berikanlah kepada kami keselamatan, rizki, ilmu yang bermanfaat, amal shalih dan perkara-perkara dunia dan agama lainnya di dunia ini. Dan berikanlah surga kepada kami di akhirat, jagalah kami dari siksa api neraka." Doa ini termasuk doa yang paling komprehensif, dari sini maka Nabi sering menucapkannya, sebagaimana hal tersebut diriwayatkan dalam ash-Shahihain.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 10 Agu 2026Baca selengkapnya →