📖 Jejak Ayat

Laporan & catatan kegiatan Jejak Ayat

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat28 September 2026
R
Rifa Rachmatusyifa

📍 Kabupaten Ketapang

QS Al-Anfal : 53

Tafsir Al-MuyassarQS Al-Anfal : 53Balasan (siksa) yang buruk itu adalah karena Allah sekali-kali tidak akan mengubah nikmat yang telah diberikan kepada suatu kaum, kecuali mereka sendiri yang merubah keadaan dari yang baik menjadi buruk. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar perkataan makhluk-Nya, Maha Mengetahui tingkah laku mereka; lalu menentukan nasib mereka berdasarkan tuntutan ilmu dan kehendak-Nya.

💬 0 komentar📅 28 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat28 September 2026
N

Nidya larasati

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Tauhid, Wasilah, serta Keseimbangan Takut dan Harap

Ayat 56 — Hanya Allah yang mampu menghilangkan kesulitanAllah memerintahkan Nabi ﷺ untuk menantang orang-orang musyrik agar memanggil sesembahan selain Allah yang mereka yakini dapat memberikan pertolongan.Namun, sesembahan tersebut tidak memiliki kemampuan untuk:menghilangkan kesulitan,mengangkat bahaya,maupun memindahkan kesulitan dari seseorang kepada orang lain.Menurut tafsir Ibnu Katsir, yang memiliki seluruh makhluk dan seluruh urusan hanyalah Allah.Intinya:Ketika seseorang berada dalam kesulitan, jangan menggantungkan hati kepada makhluk sebagai pemilik kekuasaan mutlak. Allah-lah tempat bergantung dan satu-satunya yang memiliki kekuasaan atas segala sesuatu.Ayat 57 — Bahkan makhluk yang disembah juga mencari kedekatan kepada AllahAyat ini menjelaskan bahwa orang-orang yang dijadikan sesembahan oleh manusia—dalam beberapa riwayat tafsir disebut seperti malaikat, Isa, Uzair, atau jin yang kemudian masuk Islam—mereka sendiri adalah hamba Allah yang mencari jalan untuk mendekat kepada-Nya.Kata الْوَسِيلَة (al-wasilah) dalam penjelasan Ibnu Mas'ud dan Qatadah berarti qurbah, yaitu jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah.Mereka:berusaha mendekat kepada Allah,berharap rahmat-Nya,takut terhadap azab-Nya.Kemudian Allah menegaskan:“Sesungguhnya azab Tuhanmu adalah sesuatu yang harus ditakuti.”Artinya, seorang hamba tidak cukup hanya berharap kepada Allah, tetapi juga perlu memiliki rasa takut yang mendorongnya meninggalkan kemaksiatan.

💬 0 komentar📅 28 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat28 September 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

#JejakAyat 28 September

Tafsir At-TaysirQS. Saba’: 39Pada ayat ini Allah Ta’ala mengulangi lagi penjelasan pada ayat-ayat sebelumnya sebagai bentuk penekanan bahwasanya Dia akan memberikan rezeki kepada siapa saja yang DIA kehendaki sesuai dengan hikmah yang DIA miliki.Kehikmahan Sempitnya Rezeki (Wa Yaqdiru Lahu)​﴿ قُلۡ إِنَّ رَبِّي يَبۡسُطُ ٱلرِّزۡقَ لِمَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦ وَيَقۡدِرُ لَهُۥ ﴾​"Katakanlah: 'Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)'."Pada umumnya, Al-Qur'an menggunakan redaksi wa yaqdiru 'alaihi ("menyempitkan atasmu"), seperti pada Q.S. Al-Balad: 5, Q.S. Al-Fajr: 16, dan Q.S. Ath-Thalaq: 7.​Namun pada ayat ini, Allah menggunakan huruf lam yaitu ﴿ وَيَقۡدِرُ لَهُۥ ﴾ (wa yaqdiru lahu - "menyempitkan bagimu"). Menurut Ibnu 'Asyur, penggunaan huruf lam ini menunjukkan adanya maslahat/kebaikan bagi si hamba di balik sempitnya rezeki tersebut, di antaranya:Selamat dari hisab yang panjang di hari kiamat.Mendapat pahala besar atas sikap ridha terhadap pembagian Allah ﷻ.Terhindar dari maksiat, kesombongan, dan kebiasaan hura-hura akibat harta berlebih. Semakna dengan firman Allah:​ كَلَّآ إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَيَطۡغَىٰ ۝ أَن رَّءَاهُ ٱسۡتَغۡنَىٰ ​"Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena dia melihat dirinya serba cukup." (Q.S. Al-'Alaq: 6–7)Hidup menjadi lebih tenang dan terbebas dari beratnya beban pikiran atau kecemasan yang kerap menimpa pemilik harta berlimpah.Jaminan Ganti atas Infaq & Luasnya Rezeki​ وَمَآ أَنفَقۡتُم مِّن شَيۡءٖ فَهُوَ يُخۡلِفُهُۥ ​"...Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya..."Cakupan Umum (Lafaz Nakirah):أَنفَقۡتُمYang kalian nafkahkan): Mencakup seluruh infak yang diridhai Allah ﷻ (wajib, sunnah, maupun mubah).شَيۡءٖApa pun): Mencakup bentuk materi maupun non-materi, baik jumlahnya sedikit maupun banyak.Kepastian Ganti: Allah Ta'ala akan menggantinya secara eksplisit di dunia sebelum balasan utuh di akhirat. Bentuk ganti di dunia tidak selalu berupa harta materi, tetapi bisa berupa kesehatan, umur panjang, kebahagiaan, dan ketenangan jiwa.وَهُوَ خَيۡرُ ٱلرَّٰزِقِينَ ​"...dan Dialah sebaik-baik pemberi rezeki."​Penjelasan: Balasan atau ganti dari Allah pasti jauh lebih besar. Karena itulah infak diserupakan dengan pinjaman kepada Allah (Al-Qardh) yang pasti dilipatgandakan balasan-Nya. Semakna dengan firman Allah:​ مَّن ذَا ٱلَّذِي يُقۡرِضُ ٱللَّهَ قَرۡضًا حَسَنٗا فَيُضَٰعِفَهُۥ لَهُۥٓ أَضۡعَافٗا كَثِيرَةٗ ​"Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak..." (Q.S. Al-Baqarah: 245)Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 28 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat28 September 2026
M
marni

📍 Kabupaten Bogor

PENGUMUMAN TENTANG PEMBATALAN PERJANJIAN DAMAI DENGAN KAUM MUSYRIKIN (Ayat 1-37)

Allah taala berfirman:وَأَذَٰنٞ مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦٓ إِلَى ٱلنَّاسِ يَوۡمَ ٱلۡحَجِّ ٱلۡأَكۡبَرِ أَنَّ ٱللَّهَ بَرِيٓءٞ مِّنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ وَرَسُولُهُۥ ۚ فَإِن تُبۡتُمۡ فَهُوَ خَيۡرٞ لَّكُمۡ ۖ وَإِن تَوَلَّيۡتُمۡ فَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّكُمۡ غَيۡرُ مُعۡجِزِي ٱللَّهِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍDan (inilah) suatu permakluman dari Allah dan rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar1, bahwa sesungguhnya Allah dan rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrikin. Kemudian jika kamu (kaum musyrikin) bertobat, maka bertobat itu lebih baik bagimu; dan jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak dapat melemahkan Allah. Dan beritakanlah kepada orang-orang kafir (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.Subtema: Orang Islam terbebas dari tanggung jawab terhadap perjanjian dengan kaum musyrikin (Ayat 1-4)Catatan kaki:210397. Berbeda pendapat ahli tafsir tentang yang dimaksud dengan haji akbar; ada yang mengatakan hari Nahar, ada yang mengatakan hari ʻArafah. Yang dimaksud dengan haji akbar di sini ialah haji yang terjadi pada tahun ke-9 Hijriah.QS. At-Taubah: 3Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 28 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat28 September 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Tafsir Al Mukhtasar Surah Ibrahim ayat 42

Jangan menyangka -wahai Rasul- bahwa manakala Allah menunda azab terhadap orang-orang zalim berarti Allah lalai dari apa yang mereka lakukan berupa pendustaan, usaha menghalang-halangi manusia dari jalan Allah, dan sebagainnya. Bahkan, Allah mengetahui hal itu, tidak ada sesuatu pun yang samar bagi Allah, akan tetapi Allah menangguhkan azab atas mereka ke hari Kiamat, yaitu hari yang saat itu pandangan mata terbelalak karena takut akan kengerian apa yang disaksikannya.

💬 0 komentar📅 28 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat28 September 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

QS. Al Ma'arij: 6

Tafsir At-TaysirAl-Ma`ārij (70:6)Di antara pendustaan mereka adalah mereka tidak meyakini akan adanya azab. Sebagian ulama berpendapat bahwa makna ayat ini adalah mereka memandang bahwa azab di akhirat sebagai sesuatu yang jauh dan mustahil. Sebagian ulama yang lain berpendapat bahwa mereka mendustakan adanya azab di dunia ataupun azab di akhirat. Mereka memandang bahwa Allah ﷻ tidak akan memberi azab di dunia karena mereka terperdaya dengan kenikmatan yang mereka miliki seperti kesehatan, kekayaan, dan banyaknya pengikut yang mereka miliki, sehingga mereka menganggap azab itu sesuatu yang mustahil. Oleh karenanya Allah ﷻ memerintahkan Nabi Muhammad ﷺ untuk bersabar atas perkataan mereka tersebut.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 28 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat28 September 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

QS Sad: 29 — Mentadabburi Al Quran

Kebanyakan kita terlalu fokus pada seberapa banyak Al-Qur’an yang sudah dibaca atau dihafal, sampai lupa bahwa Allah menurunkannya supaya ayat-ayatnya diperhatikan dan menjadi pelajaran. Al-Hasan Al-Bashri bahkan mengingatkan, mengambil pelajaran dari Al-Qur’an bukan sekadar menghafal huruf-hurufnya, tetapi menjaga batasan-batasannya.Karena tadabbur bukan sekadar memahami makna ayat, tapi membiarkan ayat itu bekerja di dalam diri kita. Ia mengubah cara kita melihat sesuatu, meluruskan cara berpikir, menahan lisan, membentuk akhlak, sampai memengaruhi keputusan dan amal. Ada ayat yang membuat kita berhenti dari sesuatu, ada yang membuat kita memperbaiki sikap, ada yang membuat kita kembali kepada Allah setelah lama lalai.Karena keberkahan Al-Qur’an bukan hanya ketika ia selesai dibaca, tetapi ketika ajarannya mulai terlihat dalam hidup kita.

💬 0 komentar📅 28 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat28 September 2026
S

Sekar Kinanti Nufiarizky

📍 Kota Depok

Kami Mendengar dan Kami Taat

Ketundukan Hati kepada Allah dan Rasul-NyaTafsir Ibnu KatsirAllah ﷻ menjelaskan sifat orang-orang mukmin yang benar-benar memenuhi seruan-Nya dan Rasul-Nya. Ketika mereka dipanggil untuk menjadikan Allah dan Rasul-Nya sebagai sumber keputusan, mereka tidak mencari pilihan lain yang sesuai dengan keinginan hawa nafsu. Jawaban mereka adalah:“Kami mendengar dan kami patuh.”Mereka menerima ketetapan Allah dan Rasul-Nya dengan sikap tunduk dan taat. Inilah yang membedakan mereka dari orang yang hanya mengaku beriman tetapi keberatan ketika suatu ketetapan tidak sesuai dengan keinginannya.Allah kemudian menegaskan bahwa mereka itulah orang-orang yang beruntung, karena dengan ketaatan tersebut mereka memperoleh kebaikan yang mereka harapkan dan keselamatan dari keburukan yang mereka takutkan.Ketaatan seorang mukmin bukan sekadar mendengar dengan telinga, tetapi juga menerima dengan hati dan mewujudkannya dalam amal.Pesan yang Dapat Diamalkan🌿 1. Iman menuntun kita untuk tunduk kepada kebenaran.Ketika telah jelas ketetapan Allah dan Rasul-Nya, seorang mukmin belajar meletakkan keinginan pribadi di bawah kebenaran.🌿 2. “Sami‘na wa atha‘na” bukan hanya ucapan, tetapi sikap hidup.Mendengar, menerima, kemudian berusaha menaati—itulah bentuk nyata ketundukan seorang hamba.🌿 3. Jangan menjadikan hawa nafsu sebagai hakim.Jangan hanya menerima ajaran agama ketika sesuai dengan keinginan kita dan menolaknya ketika terasa berat.🌿 4. Ketaatan adalah jalan menuju keberuntungan.Keberuntungan yang sejati bukan selalu mendapatkan apa yang kita inginkan, tetapi mendapatkan ridha Allah dengan menaati-Nya.MuhasabahKetika ketetapan Allah tidak sesuai dengan apa yang kuinginkan, bagaimana sikap hatiku?Apakah aku mampu berkata,“Sami‘na wa atha‘na—kami mendengar dan kami taat,”atau aku masih sibuk mencari alasan agar kebenaran dapat mengikuti keinginanku?Sudahkah aku belajar menerima perintah Allah dengan hati yang tunduk, bahkan ketika pelaksanaannya terasa berat?Ya Rabb, lembutkan hati kami agar tidak hanya pandai mendengar ayat-Mu, tetapi juga tunduk ketika kebenaran itu menuntut kami untuk berubah.KesimpulanQS. An-Nūr: 51 mengajarkan bahwa salah satu tanda keimanan adalah ketundukan kepada Allah dan Rasul-Nya. Orang-orang beriman tidak menjadikan keinginan pribadi sebagai ukuran benar dan salah. Ketika kebenaran telah datang, mereka memilih untuk berkata:“Kami mendengar dan kami taat.”Dan Allah menyebut mereka sebagai orang-orang yang beruntung.

💬 0 komentar📅 28 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat28 September 2026
P
Puji

📍 Purwakarta

Tafsir Al Mukhtasar QS Al Fajr ayat 1-8

Tafsir Al Mukhtasar QS Al Fajr ayat 1-8Allah subhanahu wa ta'ala bersumpah dengan fajar Dia bersumpah dengan 10 malam pertama pada bulan Dzulhijjah Dia bersumpah dengan segala sesuatu yang berpasangan maupun yang tunggal Dia bersumpah dengan malam jika telah tiba berlanjut dan menghilang . Hal yang disumpahkan tersebut adalah : kalian akan dibalas atas perbuatan kalian. Apakah pada sumpah sumpah yang telah disebutkan itu terdapat hal yang bisa memuaskan orang berakal? Apakah kamu wahai Rasul tidak memperhatikan bagaimana tuhanmu memperlakukan kaum 'Ad , umat Nabi hud alaihissalam tatkala mereka mendustakan Rasul mereka? Mereka tak adalah kabilah 'Ad yang dinisbahkan kepada kakek mereka iram yang mempunyai postur tinggi Mereka adalah kaum Allah tidak menciptakan yang semisalnya di negeri-negeri lain.

💬 0 komentar📅 28 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat28 September 2026
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Tafsir Al-Mukhtasar | Surat At-Taubah

119. Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah,  mengikuti RasulNya, dan menjalankan syariatNya! Bertakwalah kepada Allah dengan menjalankan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya, serta bergabunglah bersama orang-orang yang jujur dalam keimanan, ucapan, dan perbuatannya karena tidak ada keselamatan bagi kalian kecuali dalam kejujuran.

💬 0 komentar📅 28 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat27 September 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

#JejakAyat 25 September

Tafsir As-Sa’diQS. Al-'Aĥzāb: 35​Setelah menjelaskan pahala bagi para istri Rasulullah ﷺ beserta hukuman jika mereka tidak patuh, Allah memberikan kejelasan hukum bagi wanita-wanita selain mereka. Kerena hukum syariat bagi laki-laki dan perempuan pada dasarnya sama, Allah menyatukan sebutan mereka dalam ayat ini.​Rincian Sifat-Sifat Terpuji Laki-Laki dan Perempuan​ إِنَّ ٱلۡمُسۡلِمِينَ وَٱلۡمُسۡلِمَٰتِ ​"Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang Muslim..."​Penjelasan: Melaksanakan syariat-syariat agama yang bersifat zahir.​ وَٱلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتِ ​"...laki-laki dan perempuan yang Mukmin..."​Penjelasan: Menjaga perkara-perkara batin, meliputi keyakinan hati dan amal-amalnya.​ وَٱلۡقَٰنِتِينَ وَٱلۡقَٰنِتَٰتِ ​"...laki-laki dan perempuan yang patuh..."​Penjelasan: Tunduk dan taat secara konsisten kepada Allah dan Rasul-Nya.​ وَٱلصَّٰدِقِينَ وَٱلصَّٰدِقَٰتِ ​"...dan laki-laki dan perempuan yang jujur..."​Penjelasan: Jujur dalam setiap perkataan dan perbuatannya.​ وَٱلصَّٰبِرِينَ وَٱلصَّٰبِرَٰت​"...dan laki-laki dan perempuan yang sabar..."​Penjelasan: Bersabar dalam menghadapi berbagai kesulitan, ujian, dan musibah.​ وَٱلۡخَٰشِعِينَ وَٱلۡخَٰشِعَٰتِ ​"...laki-laki dan perempuan yang khusyuk..."​Penjelasan: Khusyuk dalam seluruh keadaan, terutama dalam ibadah dan pelaksanaan salat.​ وَٱلۡمُتَصَدِّقِينَ وَٱلۡمُتَصَدِّقَٰتِ ​"...laki-laki dan perempuan yang bersedekah..."​Penjelasan: Mengeluarkan sedekah, baik yang hukumnya wajib (zakat) maupun yang sunnah.​ وَٱلصَّٰٓئِمِينَ وَٱلصَّٰٓئِمَٰتِ ​"...laki-laki dan perempuan yang berpuasa..."​Penjelasan: Menjalankan puasa fardhu maupun puasa sunnah.​ وَٱلۡحَٰفِظِينَ فُرُوجَهُمۡ وَٱلۡحَٰفِظَٰتِ ​"...laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya..."​Penjelasan: Menjaga diri dari perbuatan zina dan segala hal yang menjadi perantaranya.​ وَٱلذَّٰكِرِينَ ٱللَّهَ كَثِيرٗا وَٱلذَّٰكِرَٰتِ ​"...laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah..."​Penjelasan: Banyak berzikir pada mayoritas waktunya, terutama pada waktu-waktu wirid khusus (seperti dzikir pagi-petang dan zikir setelah salat lima waktu).Kesimpulan Keutamaan & Balasan Pahala​Sifat-sifat di atas merangkum seluruh ajaran agama—baik yang lahir maupun batin—meliputi cakupan Islam, Iman, dan Ihsan (keyakinan, amal hati, amalan anggota badan, ucapan lisan, serta meninggalkan keburukan).​ أَعَدَّ ٱللَّهُ لَهُم مَّغۡفِرَةٗ وَأَجۡرًا عَظِيمًا ​"Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar."​Ampunan (Maghfirah):Menghapuskan dosa-dosa mereka, karena amal kebajikan dapat menghapus keburukan.​Pahala yang Besar (Ajran 'Azhima):Balasan kenikmatan surga yang nilainya tidak dapat diukur, belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga, dan tidak pernah terlintas dalam hati manusia.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 25 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat25 September 2026
D
Daramatasia

📍 Kota Depok

Tafsir surah Al-Inshiqaq ayat 3

Tafsir At-TaysirAl-Inshiqaq (84:3)واذا الارض مدت ٣Dan apabilah bumi diratakan Para ulama telah bersepakat bahwa bumi ini bentuknya bulat. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkataاعْلَمْ أَنَّ الْأَرْضَ قَدْ اتَّفَقُوا عَلَى أَنَّهَا كُرَوِيَّةُ الشَّكْلِ‘’Ketahuilah bahwa para ulama telah sepakat bahwa bumi itu bentuknya bulat’’ (Maajmuu’ al-Fataawaa 5/150)Dan pada hari kiamat kelak bumi yang bulat yang sekarang dipijak ini akan dibuat datar oleh Allah. Allah berfirman:يَوْمَ تُبَدَّلُ الْأَرْضُ غَيْرَ الْأَرْضِ وَالسَّمَاوَاتُ ۖ وَبَرَزُوا لِلَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ“(yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka (manusia) berkumpul (di padang mahsyar) menghadap Allah Yang Maha Esa, Mahaperkasa.” (QS Ibrahim : 48)Pada hari kiamat kelak, bumi ini akan diubah oleh Allah dan manusia akan dibangkitkan di atas dataran yang rata, tidak ada gunung dan tidak ada lembah. Semua manusia dikumpulkan mulai dari zaman nabi Adam hingga hari kiamat. Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Aash berkataإِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ مُدَّتِ الْأَرْضُ مَدَّ الْأَدِيمِ“Apabila hari kiamat, maka Allah akan meratakan bumi sebagaimana meratakan kulit.” (Atsar riwayat Al-Hakim no. 8716, dan Ibnu Majah (no 4081) juga meriwayatkan dari Nabi makna yang serupa namun dengan sanad yang lemah dengan lafal : ثُمَّ تُنْسَفُ الْجِبَالُ، وَتُمَدُّ الْأَرْضُ مَدَّ الْأَدِيمِ ‘’Gunung-gunung lalu dihancurkan dan bumipun diratakan sebagaimana diratakannya kulit’’)Demikianlah keadaan bumi akan diratakan sebagaimana ratanya kulit ketika ditarik, tidak ada lekukan, tidak ada turunan, tidak ada gunung tidak ada lembah, semuanya datar. Disitulah manusia nanti akan dibangkitkan oleh Allah, yaitu di atas padang mahsyar yang merupakan bumi yang telah di modifikasi oleh Allah.(1)Nabi bersabda :يُحْشَرُ النَّاسُ يَوْمَ القِيَامَةِ عَلَى أَرْضٍ بَيْضَاءَ عَفْرَاءَ، كَقُرْصَةِ نَقِيٍّ لَيْسَ فِيهَا مَعْلَمٌ لِأَحَدٍ“Manusia dikumpulkan pada hari kiamat di atas bumi yang putih kemerah-merahan seperti tepung yang bersih, tidak ada penunjuk jalan apapun” (HR Al-Bukhari no 6521)Ibnu Hajar berkata, ‘’yaitu tidak ada tanda-tanda pemukiman sama sekali, tidak bangunan, tidak ada bekas apapun, tidak ada apapun yang merupakan petunjuk jalan seperti gunung dan batu yang muncul’’ (Fathul Baari 11/375)Sehingga bumi yang baru -yaitu padang mahsyar- lebih luas dan cukup untuk menampung seluruh manusia yang dibangkitkan oleh Allah untuk dihisab oleh Allah.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 25 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat25 September 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Al baqarah 186 - Allah dekat

Apabila engkau -wahai Nabi- ditanya oleh hamba-hamba-Ku tentang kedekatan-Ku dan kesediaan-Ku mengabulkan doa mereka maka sesungguhnya Aku ini dekat dengan mereka, mengetahui keadaan mereka, dan mendengar doa mereka. Jadi, mereka tidak membutuhkan perantara dan tidak perlu bersuara keras. Aku mengabulkan doa orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku dengan tulus ikhlas di dalam doanya. Sebab itu, hendaklah mereka tunduk dan patuh kepada perintah-perintah-Ku serta mempertahankan iman mereka karena hal itu merupakan sarana yang paling ampuh bagi terkabulnya doa mereka. Mudah-mudahan dengan begitu mereka mau mengikuti jalan yang benar dalam semua urusan mereka, baik urusan agama maupun dunia.

💬 0 komentar📅 25 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat25 September 2026
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Tafsir QS. Al-Baqarah Ayat 25

Tafsir QS. Al-Baqarah Ayat 25وَبَشِّرِ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۖ كُلَّمَا رُزِقُوا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِزْقًا قَالُوا هَٰذَا الَّذِي رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ ۖ وَأُتُوا بِهِ مُتَشَابِهًا ۖ وَلَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ ۖ وَهُمْ فِيهَا خَالِدُونَ“Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan mengerjakan kebajikan, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya. Setiap kali mereka diberi rezeki buah-buahan dari surga itu, mereka berkata, ‘Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.’ Mereka diberi buah-buahan yang serupa. Dan bagi mereka di dalamnya ada pasangan-pasangan yang disucikan, dan mereka kekal di dalamnya.”وَبَشِّرِ — Wa basysyirAl-bisyarah artinya kabar gembira.Kata Imam Al-Qurthubi, kata al-bisyarah secara bahasa berkaitan dengan kulit, karena kabar gembira tersebut terasa pengaruhnya sampai pada kulit seseorang, saking gembiranya.Terkadang bisyarah juga digunakan untuk memberi kabar tentang keburukan, seperti firman Allah:«“Maka berilah mereka kabar gembira dengan azab yang pedih.”»Disebut bisyarah, padahal yang diberitakan adalah sesuatu yang menakutkan. Namun jika kata bisyarah disebutkan tanpa embel-embel yang menunjukkan keburukan, maka maknanya adalah kabar gembira.Maka dalam ayat ini, Nabi ﷺ diperintahkan untuk memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh.آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ — Amanu wa ‘amilush-shalihat“Orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh.”Ini merupakan dalil bahwa iman yang benar melazimkan amal-amal saleh.Akidah Ahlus Sunnah menyatakan bahwa amal termasuk bagian dari iman. Hal ini berbeda dengan pemahaman Murji'ah.Iman terdiri dari:1. I'tiqad atau keyakinan hati.2. Ucapan dengan lisan.3. Amal anggota tubuh.Lalu mengapa amal saleh disebutkan setelah iman, padahal amal merupakan bagian dari iman?Ini termasuk ذِكْرُ الْخَاصِّ بَعْدَ الْعَامِّ — dzikrul khash ba‘dal ‘amm, yaitu menyebutkan sesuatu yang khusus setelah sesuatu yang umum.Tujuannya adalah menunjukkan pentingnya perkara yang khusus tersebut.Sebagai contoh, seseorang mengatakan, “Telah datang para ulama dan Syekh Bin Baz.”Syekh Bin Baz termasuk ulama. Namun beliau disebutkan secara khusus bukan berarti beliau bukan ulama, tetapi karena ada perhatian khusus terhadap beliau.Demikian pula dalam ayat ini. Iman dan amal saleh bukanlah dua perkara yang saling terpisah. Amal saleh merupakan bagian dari iman. Namun amal saleh disebutkan secara khusus karena pentingnya amal tersebut dan karena amal saleh merupakan konsekuensi dari keimanan yang benar.Percuma seseorang mengaku beriman tetapi tidak beramal saleh. Iman seharusnya membuahkan amal saleh, seperti pohon yang menghasilkan buah.Allah juga berfirman:«“Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail...”»Jibril dan Mikail termasuk malaikat. Namun Allah menyebutkan malaikat secara umum kemudian menyebutkan Jibril dan Mikail secara khusus karena pentingnya kedua malaikat tersebut.Maka ayat ini menunjukkan bahwa amal saleh sangat penting dan merupakan kelaziman dari iman yang benar.الصَّالِحَاتِ — Amal-amal salehKenapa amal kebajikan disebut dengan ash-shalihat?Amal kebajikan dinamakan demikian karena merupakan amal yang baik.Kata Imam As-Sa'di rahimahullah, dengan amal saleh maka baiklah segala urusan dan hilanglah berbagai keburukan.أَنَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ — Bahwa bagi mereka surga-surgaApa kabar gembira yang Allah berikan?Yang pertama:أَنَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ“Bahwa bagi mereka disediakan surga-surga.”Kata jannah secara bahasa berasal dari akar kata ج ن ن (jim-nun-nun) yang menunjukkan sesuatu yang tertutup atau tersembunyi.Para ulama menjelaskan bahwa kata-kata dalam bahasa Arab yang memiliki akar ج ن ن memiliki makna yang berkaitan dengan sesuatu yang tertutup atau tersembunyi.تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ — Mengalir sungai-sungai di bawahnyaDi dalam surga terdapat sungai-sungai yang mengalir di bawahnya.Sungai-sungai tersebut beragam, di antaranya:- sungai air tawar yang segar,- sungai susu,- sungai khamar,- dan sungai madu.مِنْ قَبْلُ — SebelumnyaApa maksudnya ketika mereka mengatakan:هَٰذَا الَّذِي رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ“Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.”Ada dua pendapat:Pertama, yang dimaksud adalah ketika di dunia.Buah-buahan di surga memiliki nama yang mirip dengan buah-buahan yang dikenal di dunia, tetapi hakikat dan kenikmatannya berbeda.Ibnu Abbas berkata bahwa tidak ada sesuatu di surga yang menyerupai apa yang ada di dunia kecuali sekadar namanya.Kedua, maksudnya adalah buah yang sebelumnya telah mereka makan di surga.Buah yang mereka makan sekarang mirip dengan buah yang sebelumnya mereka makan. Sama-sama lezat, nikmat, dan segar.وَأُتُوا بِهِ مُتَشَابِهًا — Mereka diberi buah-buahan yang serupaApa yang dimaksud dengan “serupa”?Syekh As-Sa'di rahimahullah menyebutkan beberapa pendapat:1. Serupa dari sisi nama, tetapi rasanya berbeda.2. Serupa dari sisi warna, tetapi buahnya berbeda-beda.3. Serupa dari sisi kelezatan dan keindahan buah tersebut.Jika dimaknai dengan pendapat yang kedua dari pembahasan sebelumnya, yaitu buah yang mereka makan sekarang serupa dengan buah yang telah mereka makan sebelumnya di surga, maka semuanya sama-sama lezat, nikmat, segar, dan menyenangkan.Ini menunjukkan kesempurnaan kenikmatan dari dua sisi.Buah-buahan tersebut memiliki kemiripan, tetapi tetap memberikan variasi kenikmatan.Kalau di dunia kita memilih buah berdasarkan rasa—mana yang manis, mana yang asam, mana yang kita sukai—maka di surga bukan karena ada buah yang tidak enak kemudian kita tinggalkan.Kita memilih karena variasi, karena ingin menikmati berbagai macam buah tersebut satu per satu.أَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ — Pasangan-pasangan yang disucikanKemudian Allah berfirman:وَلَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ“Dan bagi mereka di dalamnya ada pasangan-pasangan yang disucikan.”Mutahharah artinya disucikan.Disucikan dari apa?Allah tidak menyebutkan secara khusus dari apa mereka disucikan. Kaidah dalam tafsir menyebutkan bahwa ketika sesuatu tidak disebutkan secara khusus, maka hal tersebut dapat memberikan faedah keumuman.Maka mereka disucikan dari berbagai macam kotoran, baik kotoran fisik maupun kotoran akhlak.Kotoran fisik, seorang wanita di dunia mengalami haid dan berbagai proses alami tubuh serta hasil metabolisme tubuh. Namun di surga, semua kotoran tersebut dihilangkan.Adapun kotoran akhlak, maka mereka disucikan dari keburukan dalam pandangan, pendengaran, ucapan, sikap, perbuatan, dan hati.Semua kotoran dan keburukan tersebut dihilangkan di surga.Dan kesucian ini berlaku bagi laki-laki maupun perempuan.وَهُمْ فِيهَا خَالِدُونَ — Mereka kekal di dalamnyaKenikmatan tersebut bukan kenikmatan yang sementara.Mereka kekal di dalam surga dan tidak akan keluar darinya.Inilah kabar gembira yang Allah sampaikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh.

💬 0 komentar📅 25 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat25 September 2026
P
Puji

📍 Purwakarta

Tafsir Al Mukhtasar QS Al hajj ayat 73

Tafsir Al Mukhtasar QS Al hajj ayat 73 Wahai sekalian manusia! Telah dibuat suatu perumpamaan maka dengarkanlah secara seksama dan ambillah pelajaran darinya. Sesungguhnya apa yang kalian sembah selain Allah merupakan patung-patung atau lainnya tidak dapat menciptakan seekor lalat meskipun kecil lantaran kelemahan mereka, bahkan bila mereka semua berkumpul untuk menciptakan itu maka mereka tidak akan dapat melakukannya dan apabila lalat itu merampas sesuatu dari mereka berupa wewangian atau lainnya niscaya mereka tidak akan dapat merebutnya kembali. Dan ketidakmampuan mereka menciptakan lalat atau merebut kembali apa yang ia rampas maka kelemahan Mereka pun jelas tampak dalam menciptakan makhluk yang lebih besar dari lalat. Lalu kenapa kalian masih menyembah mereka sebagai Tuhan selain Allah padahal mereka tidak kuasa menciptakan sesuatu?! Sungguh betapa lemahnya yang ingin merebut rampasan lalat itu yaitu patung yang tidak kuasa merebut kembali apa yang telah dirampas lalat dan betapa lemah pula yang dituntut untuk mengembalikan hasil rampasannya ,yaitu lalat.

💬 0 komentar📅 25 Sep 2026Baca selengkapnya →