📖 Jejak Ayat

Laporan & catatan kegiatan Jejak Ayat

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat11 Agustus 2026
N

Nidya larasati

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Tafsir Juz Amma : Surat Al-Adiyat (1-11) - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.

Demi kuda perang yang berlari kencang terengah-engah, dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku kakinya), dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi, maka ia menerbangkan debu, dan menyerbu di tengah-tengah kumpulan musuh, sesungguhnya manusia itu sangat ingkar tidak berterima kasih kepada Tuhannya, dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya, dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta. Maka apakah diat tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur, dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada, sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha Mengetahui keadaan mereka.Allah Swt. bersumpah dengan menyebut kuda apabila dilarikan di jalan Allah (jihad), maka ia lari dengan kencangnya dan suara dengus napasnya yang keras saat lari.

💬 0 komentar📅 11 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat11 Agustus 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Al Mukhtasar Surat Ali Imran ayat 26-27

Ucapkanlah -wahai Rasul- untuk memuji dan mengagungkan Tuhanmu, “Ya Allah! Engkaulah pemilik semua kerajaan yang ada di dunia dan di akhirat. Engkau memberikan kerajaan kepada siapa saja yang Engkau kehendaki dari kalangan makhluk-Mu, dan mencabutnya dari siapa saja yang Engkau kehendaki. Engkau memuliakan siapa saja yang Engkau kehendaki, dan menghinakan siapa saja yang Engkau kehendaki. Semua itu berdasarkan kebijaksanaan dan keadilan-Mu. Hanya di tangan-Mulah seluruh kebajikan, dan Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.Salah satu wujud kekuasaan-Mu ialah Engkau memasukkan malam ke dalam siang sehingga waktunya menjadi panjang, dan memasukkan siang ke dalam malam sehingga waktunya menjadi panjang. Engkau mengeluarkan sesuatu yang hidup dari sesuatu yang mati, seperti menetapkan kelahiran seorang mukmin dari orang kafir dan mengeluarkan tanaman dari biji, dan Engkau mengeluarkan sesuatu yang mati dari sesuatu yang hidup, seperti menetapkan kelahiran seorang kafir dari orang mukmin, dan mengeluarkan telur dari induk ayam. Engkau memberikan rezeki yang luas kepada siapa saja yang Engkau kehendaki tanpa perkiraan dan hitungan.

💬 0 komentar📅 11 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat11 Agustus 2026
P
Putri Nadhira Saraswati

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Tafsir Al Baqarah 214

Tafsir Al-MuyassarAl-Baqarah (2:214)Tema: KEESAAN TUHANLAH YANG AKHIRNYA MENANG (Ayat 142-214)Subtema: Hikmah diutusnya para Rasul dan pelbagai cobaan bagi para pengikutnya (Ayat 211-214)Apakah kalian wahai orang-orang mukmin mengira akan masuk surga padahal kalian belum ditimpa ujian seperti yang telah menimpa orang-orang mukmin sebelum kalian; berupa kemiskinan, penyakit, rasa takut dan kecemasan. Mereka digoncang dengan berbagai bentuk ketakutan, sehingga Rasul mereka dan orang-orang beriman yang bersamanya, -karena mereka menginginkan kemenangan cepat dari Allah-berkata, "Kapan akan datang pertolongan Allah?" Ingatlah bahwa kemenangan dari Allah itu dekat kepada orang-orang mukmin.Catatan tafsir:Diriwayatkan oleh Abdurrazzaq dari Ma'mar yang bersumber dari Qatadah, bahwa turunnya ayat ini berkenaan dengan peristiwa perang Ahzab. Ketika itu Rasulullah mendapat berbagai kesulitan yang sangat hebat dan kepungan musuh yang sangat ketat. Ayat ini menunjukkan bahwa perjuangan itu meminta pengorbanan.Sumber: Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A. Dahlan dkk.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 11 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat11 Agustus 2026
W
Wina

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Ibnu Katsir QS. Yūsuf: 103

Allah taala berfirman:وَمَآ أَكۡثَرُ ٱلنَّاسِ وَلَوۡ حَرَصۡتَ بِمُؤۡمِنِينَDan sebagian besar manusia tidak akan beriman, walaupun kamu sangat menginginkannya.Tema: KISAH NABI YUSUF (Ayat 1-111)Subtema: Pelajaran yang dapat diambil dari kisah Yusuf a.s (Ayat 102-111)📝 Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir1. Tidak Banyaknya Orang yang BerimanKebenaran tidak ditentukan oleh banyaknya pengikut. Sebagian besar manusia tetap tidak beriman, meskipun Rasul ﷺ sangat menginginkan mereka mendapat petunjuk.2. Jangan Mengikuti Mayoritas Tanpa IlmuBanyaknya orang bukan ukuran kebenaran. Allah mengingatkan bahwa mengikuti kebanyakan manusia tanpa petunjuk dapat menjauhkan dari jalan-Nya.3. Dakwah Tanpa Mengharap ImbalanRasul ﷺ tidak meminta upah atas dakwah dan nasihatnya. Beliau menyeru kepada kebaikan semata-mata karena mengharap rida Allah dan menginginkan kebaikan bagi manusia.✨ PelajaranKebenaran tidak diukur dari jumlah.Tugas seorang da'i adalah menyampaikan kebenaran dengan ikhlas; hidayah dan penerimaan adalah hak Allah.Al-Qur'an adalah pelajaran bagi seluruh alam: memberi peringatan, petunjuk, dan keselamatan di dunia maupun akhirat.Disalin dari Quran Tadabbur — quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 11 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat11 Agustus 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Tafsit As Sa'di Surah Muhammad (47:33)

Ancaman terhadap Orang Munafik dan Orang MurtadTema: KETENTUAN-KETENTUAN PEPERANGAN DALAM ISLAM (Ayat 1–38)Subtema: Ancaman terhadap orang munafik dan orang murtad (Ayat 20–38)⭐ AYAT 33يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَلَا تُبْطِلُوا أَعْمَالَكُمْ“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan janganlah kamu merusak (pahala) amal-amalmu.”(QS. Muhammad: 47:33)🤍 PERINTAH UTAMAAllah ﷻ memerintahkan orang-orang Mukmin dengan suatu perintah yang merupakan pelengkap segala urusan mereka agar kebahagiaan di dunia dan di akhirat tercapai:Menaati Allah ﷻ dan Rasul-Nyadi berbagai masalah-masalah pokok agama maupun cabang-cabangnya.TAAT ADALAH:✅ Menunaikan perintah Allah ﷻ dan menjauhi semua yang dilarang.✅ Dilakukan dengan ikhlas dan mengikuti Sunnah Rasulullah ﷺ secara sempurna.⚠️ JANGANLAH KAMU MERUSAKKAN (PAHALA) AMAL-AMALMULarangan ini sangat luas, mencakup segala bentuk perusakan terhadap amal, baik sebelum, saat, maupun setelah amal dilakukan.1. Merusak amal setelah dilakukan(menggugurkan pahala)Selalu membicarakan amal sendiri.Membanggakan amal kepada orang lain.Mempublikasikan amal kepada manusia.Berbagai kemaksiatan yang bisa menggugurkan pahala amal baik.2. Merusak amal saat dilakukan(memutus atau merusaknya)Memutus amal di tengah jalan.Melakukan hal-hal yang bisa merusak amal yang sedang dikerjakan.Semua hal yang bisa membatalkan shalat, puasa, haji, dan ibadah lainnya.⚖️ DALIL PARA ULAMA FIKIHDengan ayat ini, para ulama fikih berdalil atas:✅ Haramnya membatalkan amalan wajib.✅ Makruhnya membatalkan amalan sunnah tanpa alasan yang mewajibkan pembatalan tersebut.⭐ MENGAPA PENTING?Karena Allah ﷻ melarang kita untuk membatalkan amalan, maka larangan tersebut menjadi perintah bagi kita untuk:✅ Memperbaiki dan menyempurnakan amalan.✅ Menunaikan amalan secara layak.✅ Menjaga amalan dari sisi ilmu dan praktikQuran Tadabbur by Ustad Firanda Andirja Hafidzahullah

💬 0 komentar📅 11 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat11 Agustus 2026
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

Ringkasan Tafsir At-Taysir – QS. Al-Qamar: 49

🌿 Ringkasan Tafsir At-Taysir – QS. Al-Qamar: 49Tentang Takdir dan DoaAllah ﷻ menetapkan segala sesuatu dengan takdir-Nya. Apa yang telah ditetapkan di Lauh Mahfuzh tidak akan berubah.Namun, manusia tidak mengetahui takdirnya, sehingga tetap diperintahkan untuk berdoa dan berusaha.🤲 Apakah doa bisa mengubah takdir?Ada dua penjelasan ulama:1. Doa merupakan sebab yang sangat kuat Hadits “Tidak ada yang dapat menolak takdir kecuali doa” menunjukkan kuatnya pengaruh doa sebagai sebab terjadinya suatu perkara. Bukan berarti doa dapat mengalahkan atau mendahului takdir Allah ﷻ.2. Doa dapat menjadi sebab berubahnya catatan takdir yang ada pada malaikat Catatan yang dimiliki malaikat dapat berubah sesuai kehendak Allah ﷻ.Allah ﷻ berfirman:“Allah menghapus apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya terdapat Ummul Kitab.”(QS. Ar-Ra’d: 39)Adapun apa yang berada di Lauh Mahfuzh, seluruh perubahan tersebut telah diketahui dan ditetapkan oleh Allah ﷻ sejak awal.🌸 Pelajaran pentingBerdoa bukan pilihan terakhir setelah usaha.Jadikan doa sebagai sebab utama, kemudian diikuti dengan usaha.Jangan merasa usaha kita yang menentukan hasil, karena semuanya berada di tangan Allah ﷻ.Jika doa kita dikabulkan, itu adalah bagian dari takdir Allah.Jika doa belum dikabulkan, itu pun terjadi dengan takdir Allah dan pasti mengandung hikmah.✨ Kita tidak mengetahui takdir kita, maka tugas kita adalah terus berdoa, berusaha, dan bertawakal kepada Allah.

💬 0 komentar📅 11 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat11 Agustus 2026
E

Exa Betti Aldila

📍 Kabupaten Magelang

Tafsir Al-Mukhtasar

QS. Al-Anfal : 2–4Tafsir Al-Mukhtasar🌿 Ciri-Ciri Orang Mukmin Sejati1. Hatinya takut kepada AllahKetika nama Allah disebut, hati mereka merasa takut dan hati serta tubuh mereka terdorong untuk taat kepada-Nya.2. Imannya bertambahKetika ayat-ayat Allah dibacakan, mereka merenungkannya, sehingga iman mereka terus bertambah.3. Bertawakal kepada AllahMereka hanya bersandar kepada Allah dalam meraih kebaikan dan menjauhi keburukan.4. Menjaga salatMereka menunaikan salat dengan sempurna dan tepat pada waktunya.5. Gemar berinfakMereka menginfakkan sebagian rezeki yang Allah berikan kepada mereka, baik infak wajib maupun sunah.🤍 Hakikat ImanOrang-orang tersebut disebut mukmin sejati karena mereka memadukan:Iman dalam hati↓Ketaatan dalam perbuatanKeimanan tidak hanya diyakini dalam hati, tetapi juga terlihat dalam amal dan ketaatan kepada Allah.🌸 Balasan bagi Orang MukminAllah menyiapkan bagi mereka:♡ Kedudukan yang tinggi di sisi Allah♡ Ampunan atas dosa-dosa mereka♡ Rezeki yang muliaIman yang benar akan terlihat dari hati yang takut kepada Allah, iman yang bertambah, tawakal, salat yang terjaga, dan amal yang nyata.✨ RenunganSudahkah ketika nama Allah disebut, hati kita tergerak untuk taat?Sudahkah Al-Qur’an membuat iman kita bertambah?Sudahkah iman kita terlihat dalam amal sehari-hari?

💬 0 komentar📅 11 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat11 Agustus 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Tafsir Ibnu Katsir Al furqon: 27

Tafsir Tafsir Ibnu KatsirAl-Furqān (25:27)Tema: AL-QUR'AN ADALAH PERINGATAN UNTUK SELURUH MANUSIA (Ayat 1-34)Subtema: Keadaan manusia yang tidak membenarkan Al-Qur'an pada hari kiamat (Ayat 21-34)Catatan kaki:210833. Maksudnya, menyesali perbuatannya.Adapun firman Allah subhanahu wata'āla:Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya. (Al Furqaan:27), hingga akhir ayat.Allah subhanahu wata'āla menceritakan tentang penyesalan orang yang zalim, yaitu orang yang menyimpang dari hidayah Rasulullah ﷺ. dan tidak mempercayai kebenaran yang disampaikan olehnya dari sisi Allah, yang tiada keraguan di dalamnya. Lalu ia menempuh jalan lain, bukan jalan yang ditempuh oleh Rasulullah ﷺ. Maka pada hari kiamat nanti dia akan menyesal, yaitu di hari yang tiada gunanya lagi penyesalan, lalu ia menggigit kedua tangannya sebagai ekspresi dari kekecewaan dan penyesalannya. Sekalipun latar belakang turunnya ayat ini berkenaan dengan Uqbah ibnu Abu Mu'it atau lainnya dari kalangan orang-orang yang celaka, tetapi maknanya bersifat umum mencakup semua orang yang zalim, sebagaimana yang disebutkan oleh Allah subhanahu wata'āla dalam firman-Nya:Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikkan dalam neraka. (Al Ahzab:66), hingga akhir ayat berikutnya.

💬 0 komentar📅 11 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat11 Agustus 2026
R

Rachmatika

📍 Kota Administrasi Jakarta Barat

Tafsir Al Muyassar Al Bqarah (2:60)

Ingatlah terhadap nikmat Kami yang diberikan kepada kalian ketika kalian sangat kehausan selama masa pembuangan, ketika Musa dengan sangat merendah berdoa kepada Kami agar Kami menurunkan hujan bagi kaumnya. Kami berkata, "Pukulkan tongkatmu ke batu itu." Musa pun melakukannya sehingga mengalirlah dari batu itu dua belas mata air sesuai dengan jumlah kabilah yang ada di Bani Israil. Setiap kabilah mengetahui mata air yang dikhususkan bagi mereka sehingga tidak saling berebut dan Kami ucapkan kepada mereka, "Makan dan minumlah sebagian rezeki Allah itu dan janganlah berbuat kerusakan di muka bumi."

💬 0 komentar📅 11 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat11 Agustus 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

QS. Al Qalam: 35

Tafsir At-TaysirAl-Qalam (68:35)Para ulama mengatakan bahwa ayat ini turun tentang perkataan kafir Quraisy kepada Nabi ﷺ. Mereka mengatakan, “Wahai Muhammad, hari kiamat itu tidak ada. Seandainya pun ada, maka kedudukan kami di surga akan sama denganmu. Atau bahkan bisa jadi kami lebih kaya darimu di surga sebagaimana di dunia kami lebih kaya darimu.” (77) Maka Allah ﷻ menurunkan beberapa ayat untuk membantah anggapan mereka ini bahwa tidak mungkin sama antara muslim dan kafir, tidak mungkin sama antara tauhid dan syirik(78). Sebagaimana Allah ﷻ juga berfirman,أَفَمَن كَانَ مُؤْمِنًا كَمَن كَانَ فَاسِقًا ۚ لَّا يَسْتَوُونَ“Maka apakah orang yang beriman sama seperti orang yang fasik (kafir)? Mereka tidak sama.” (QS. As-Sajadah : 18)لَا يَسْتَوِي أَصْحَابُ النَّارِ وَأَصْحَابُ الْجَنَّةِ ۚ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمُ الْفَائِزُونَ“Tidak sama antara para penghuni neraka dengan para penghuni-penghuni surga. Penghuni-penghuni surga itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan.” (QS. Al-Hasyr : 20)Tentunya tidak sama balasan bagi orang-orang yang beriman dan orang-orang yang kufur terhadap Allah ﷻ. (79)Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 11 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat11 Agustus 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Jejak Ayat 11 Agustus

Tafsir Ibnu Katsir QS. Al-An’am: 63Allah subhanahu wata'āla berfirman mengingatkan kepada hamba-hamba-Nya akan anugerah yang telah diberikan-Nya kepada sebagian dari mereka yang dalam keadaan kritis dari bencana di daratan dan di lautan, yakni mereka yang dalam keadaan bingung karena tertimpa bencana kesusahan di darat dan di laut yang mengamuk ombaknya karena ditiup badai. Dalam keadaan seperti itu mereka mengesakan Allah dalam doanya —bukan kepada yang lain-Nya— serta tidak mempersekutukan-Nya. Pengertian ini semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman Allah dalam ayat-ayat yang lain:Dan apabila kalian ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kalian seru, kecuali Dia. (Al Israa':67), hingga akhir ayat.Dialah Tuhan yang menjadikan kalian dapat berjalan di daratan, (berlayar) di lautan. Sehingga apabila kalian berada di dalam bahtera, dan meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai, dan (apabila) gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya), maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya semata-mata. (Mereka berkata), "Sesungguhnya jika Engkau menye­lamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur.” (Yunus:22)Atau siapakah yang memimpin kalian dalam kegelapan di daratan dan lautan dan siapa (pula)kah yang mendatangkan angin sebagai kabar gembira sebelum (kedatangan) rahmat-Nya? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Maha Tinggi Allah terhadap apa yang mereka persekutukan (dengan-Nya). (An Naml:63)Dan dalam surat ini Allah subhanahu wata'āla berfirman:katakanlah, "Siapakah yang dapat menyelamatkan kalian dari bencana di darat dan di laut, yang kalian berdoa kepada-Nya dengan berendah diri dengan suara yang lembut.”(Al An'am:63)Yang dimaksud dengan tadharru dalam ayat ini ialah dengan suara keras, sedangkan khufyah artinya dengan suara perlahan, yakni kalian berdoa kepada-Nya dengan suara keras dan suara perlahan....(dengan mengatakan), "Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari ini,dari kesempitan atau bencana ini....tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur.”Yakni sesudah selamat darinya.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 11 Agu 2026Baca selengkapnya →