📖 Jejak Ayat

Laporan & catatan kegiatan Jejak Ayat

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat29 September 2026
P
Putri Nadhira Saraswati

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Tafsir Al Alaq

Tafsir Al-MuyassarAl-'Alaq (96:1)Tema: BACA TULIS ADALAH KUNCI ILMU PENGETAHUAN (Ayat 1-5)Wahai Nabi, bacalah Al-Qur'an yang telah diturunkan kepadamu, diawali dengan menyebut nama Tuhanmu yang Esa dalam menciptakan, yang telah menciptakan semua manusia dari segumpal darah beku berwarna merah. Wahai Nabi, bacalah Al-Qur'an yang telah diturunkan kepadamu. Sesungguhnya, Tuhanmu sangat melimpah kebaikannya dan sangat luas kemurahan-Nya. Dialah yang mengajari makhluk-Nya cara menulis dengan pena, yang mengajari manusia apa yang sebelumnya tidak pernah diketahuinya, yang memindahkannya dari gelapnya kebodohan kepada kepada cahaya ilmu.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 29 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat29 September 2026
N

Nidya larasati

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Menjaga Diri Saat Diuji Syahwat

Faedah dan Pelajaran yang Bisa Diambil1. Jangan merasa diri kita kebal dari godaanYusuf adalah seorang nabi yang sangat menjaga kehormatan, tetapi beliau tetap berdoa agar Allah menyelamatkannya dari fitnah.Kaidah:Semakin berat ujian, semakin kita membutuhkan pertolongan Allah.2. Menjauhi maksiat terkadang membutuhkan pengorbananYusuf memilih sesuatu yang secara duniawi berat—penjara—daripada sesuatu yang secara lahiriah menyenangkan tetapi haram.Artinya, dalam kehidupan kita mungkin ada keadaan ketika:kehilangan kesempatan lebih baik daripada kehilangan agama,kehilangan keuntungan lebih baik daripada mendapatkan harta haram,kehilangan hubungan lebih baik daripada terjerumus dalam maksiat.3. Jangan hanya meminta agar dosa diampuni, tetapi mintalah agar dijauhkan dari dosaDoa Yusuf sangat menarik:“Jika Engkau tidak memalingkan tipu daya mereka dariku...”Beliau meminta perlindungan sebelum terjatuh.Ini mengajarkan kita untuk berdoa ketika:berada dalam lingkungan yang penuh fitnah,mendapatkan godaan,menghadapi hubungan yang tidak sehat,mendapatkan kesempatan melakukan sesuatu yang haram.4. Mengakui kelemahan diri adalah bagian dari tawakalYusuf tidak mengatakan, “Saya pasti kuat.”Sebaliknya, beliau menyandarkan keselamatan kepada Allah.Pelajarannya:Jangan sombong dengan iman dan kekuatan diri sendiri.5. Keindahan fisik bukan ukuran kemuliaanYusuf memiliki ketampanan yang luar biasa, tetapi kemuliaan beliau justru semakin tampak ketika beliau mampu menjaga kehormatan dirinya.Jadi, yang membuat seseorang mulia bukan hanya bagaimana ia terlihat, tetapi bagaimana ia menjaga dirinya ketika tidak ada yang melihat.6. Ujian yang berat dapat menjadi jalan menuju kemuliaanSecara lahiriah, Yusuf menghadapi keadaan yang sangat berat.Namun justru melalui ujian tersebut tampak:kesucian dirinya,kekuatan imannya,tawakalnya,dan pertolongan Allah kepadanya.

💬 0 komentar📅 29 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat29 September 2026
M
marni

📍 Kabupaten Bogor

BUKTI-BUKTI KEESAAN DAN KEKUASAAN (Ayat 1-83)

Allah taala berfirman:أَلَّا تَعۡبُدُوٓاْ إِلَّا ٱللَّهَ ۚ إِنَّنِي لَكُم مِّنۡهُ نَذِيرٞ وَبَشِيرٞagar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa kabar gembira kepadamu dari-Nya,Subtema: ALLAH. Perintah menyembah Allah (Ayat 1-4)QS. Hūd: 2Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 29 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat29 September 2026
A

AYU AAN KHARY M

📍 Kota Makassar

Hud 24

Perbandingan kedua golongan itu (orang-orang kafir dan orang-orang Mukmin)," yaitu kelompok orang-orang yang sengsara dan orang-orang yang berbahagia, ﴾ كَٱلۡأَعۡمَىٰ وَٱلۡأَصَمِّ ﴿ "se-perti orang buta dan tuli." Mereka adalah orang-orang yang sengsara ﴾ وَٱلۡبَصِيرِ وَٱلسَّمِيعِۚ ﴿ "dengan orang yang dapat melihat dan mendengar." Me-reka adalah orang-orang yang berbahagia. ﴾ هَلۡ يَسۡتَوِيَانِ مَثَلًاۚ ﴿ "Adakah kedua golongan itu sama keadaan dan sifatnya?" Perbandingan yang tidak sama, akan tetapi antara keduanya terdapat perbedaan yang sulit dijelaskan. ﴾ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ ﴿ "Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran (dari perbandingan itu)?" Perbuatan-perbuatan yang berguna untuk-mu, kamu melakukannya dan perbuatan-perbuatan yang merugi-kan, kamu menjauhinya.

💬 0 komentar📅 29 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat29 September 2026
R
Rifa Rachmatusyifa

📍 Kabupaten Ketapang

QS Al-Anfal : 72

Tafsir Al-MuyassarQS Al-Anfal : 72Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menjalankan syariat-Nya, berhijrah ke negeri Islam atau negeri yang kalian bisa dengan tenang dan aman beribadah kepada Allah, berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya, dan orang-orang yang menerima mereka yang berhijrah di kediamannya, dan membantu mereka dengan hartanya, dan orang-orang yang menolong agama Allah, mereka itu satu sama lain saling melindungi. Adapun orang-orang yang beriman, tetapi mereka belum hijrah dari negeri kafir, maka tidak ada kewajiban sedikit pun untuk melindungi dan menolong mereka hingga mereka berhijrah. Akan tetapi, jika mereka dizalimi oleh orang-orang kafir dan meminta pertolongan, maka kalian tetap wajib memberikan pertolongan kepadanya. Kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kalian dengan mereka dan mereka tidak melanggarnya. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kalian kerjakan dan akan membalas semuanya sesuai dengan niat dan amalnya.

💬 0 komentar📅 29 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat29 September 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

QS. Al Ma'arij 9

Tafsir At-TaysirAl-Ma`ārij (70:9)Kata الْعِهْنُ maknanya adalah الصُّوْف , yaitu wol dari bulu domba lalu dihamburkan. Intinya kain tersebut sangat ringan, dan jika diterbangkan maka dia akan beterbangan di udara. Sebagaimana dalam ayat yang lain Allah ﷻ berfirman,وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنفُوشِ“Dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan.” (QS. Al-Qari’ah : 5)Demikianlah kondisi gunung pada hari kiamat kelak. Dia akan mengalami beberapa tahapan.Pertama, gunung tersebut akan tercabut dari pasaknya sebagaimana dalam firman Allah ﷻ ,وَإِذَا الْجِبَالُ نُسِفَتْ“Dan apabila gunung-gunung telah dihancurkan.” (QS. Al-Mursalat : 10)Para ulama menafsirkan نُسِفَتْ maksudnya adalah gunung-gunung dilepaskan dari pasaknya. Karena Allah ﷻ berfirman,وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا“Dan gunung-gunung sebagai pasak.” (QS. An-Naba’ : 7)Kedua, setelah dicabut maka gunung-gunung tersebut akan diterbangkan. Sebagaimana Allah ﷻ berfirman,وَتَرَى الْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِ“Dan engkau akan melihat gunung-gunung, yang engkau kira tetap di tempatnya, padahal ia berjalan (seperti) awan berjalan.” (QS. An-Naml : 88)Sehingga gunung-gunung yang super kokoh dan berat seakan-akan ringan seperti buluh yang beterbangan. Allah berfirman:وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنفُوشِ“Dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan.” (QS. Al-Qari’ah : 5)Ketiga, setelah gunung-gunung diterbangkan maka gunung-gunung tersebut dijalankan lalu ditabrakkan satu sama lain oleh Allah.وَحُمِلَتِ الْأَرْضُ وَالْجِبَالُ فَدُكَّتَا دَكَّةً وَاحِدَةً“Dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali benturan.” (QS. Al-Haqqah : 14)Setelah ditabrakkan jadilah ia seperti debu-debu kecil. Sebagaimana Allah ﷻ berfirman,وَبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّا، فَكَانَتْ هَبَاءً مُنْبَثًّا“Dan gunung-gunung dihancurluluhkan sehancur-hancurnya, maka jadilah ia debu yang beterbangan.” (QS. Al-Waqi’ah : 5-6)Ketika telah menjadi debu-debu kecil, jadilah gunung-gunung tersebut hancur seakan-akan tidak pernah ada. Oleh karenanya Allah ﷻ berfirman,وَسُيِّرَتِ الْجِبَالُ فَكَانَتْ سَرَابًا“Dan gunung-gunung pun dijalankan sehingga menjadi fatamorgana.” (QS. An-Naba’ : 20)Artinya adalah gunung-gunung yang kita lihat selama ini begitu kokoh, dapat disaksikan oleh semua orang, tetapi pada hari kiamat nanti dia akan hancur lebur seperti sesuatu yang sebelumnya tidak pernah ada. Gunung-gunung akan seperti fatamorgana, yang sekilas dari jauh ada tetapi setelah didekati ternyata tidak ada karena telah dihancurkan oleh Allah ﷻ . Adapun dalam ayat ini menunjukkan bahwa gunung akan melewati salah satu fase dari yang telah kita sebutkan.Sebagian para ulama menyebutkan bahwa gunung-gunung tersebut hancur lebur ketika pada hari kiamat karena rasa takut kepada Allah ﷻ . Kalau gunung yang begitu kokoh bisa hancur, maka bagaimana lagi dengan kita manusia yang lemah namun menyaksikan kedahsyatan hari tersebut. Tentunya akan ada rasa takut yang luar biasa yang akan menembus hati-hati manusia. Oleh karenanya para ulama menyebutkan bahwa di antara nama hari kiamat yaitu الْقَارِعَةُ memiliki makna hari kiamat akan menjadikan rasa takut menembus ke dalam dada-dada manusia. Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 29 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat29 September 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Tafsir surah Al-furqan:61

Allah subhanahu wata'āla mengagungkan dan membesarkan diri-Nya atas keindahan segala apa yang diciptakan-Nya di langit berupa gugusan-gugusan bintang yang besar-besar, menurut pendapat Mujahid, Sa'id ibnu Jubair, Abu Saleh, Al-Hasan, dan Qatadah. Sedangkan menurut pendapat yang lain, yang dimaksud dengan al-buruj ialah gedung-gedung penjagaan yang ada di langit. Demikianlah menurut riwayat yang bersumber dari Ali, Ibnu Abbas, Muhammad ibnu Ka'b, Ibrahim An-Nakha'i, dan Sulaiman ibnu Mahran Al-A'masy. Pendapat ini dikatakan pula oleh sebuah riwayat yang bersumber dari Abu Saleh. Akan tetapi, pendapat yang pertamalah yang lebih kuat. Terkecuali jika bintang yang besar-besar itu diumpama­kan sebagai gedung-gedung penjagaan, maka kedua pendapat ini dapat dipertemukan. Seperti yang disebutkan oleh Allah subhanahu wata'āla dalam firman-Nya:Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang (Al Mulk:5), hingga akhir ayat.Karena itulah disebutkan oleh ayat dalam surat ini:Mahasuci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari. (Al Furqaan:61)Yakni matahari yang bersinar bagaikan pelita pada alam wujud ini. Seperti juga yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari). (An-Naba': 13)dan bulan yang bercahaya. (Al Furqaan:61)Artinya, bercahaya lagi terang dengan cahaya sendiri, bukan cahaya matahari (Ibnu Kasir berpendapat bahwa bulan itu bersinar, dan bukan pantulan dari sinar matahari, pent.). Seperti yang disebutkan oleh Allah subhanahu wata'āla dalam firman-Nya:Dialah Yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya. (Yunus:5)Dan firman Allah subhanahu wata'āla menceritakan perkataan Nuh a.s. kepada kaumnya:Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat? Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita? (Nuh:15-16)

💬 0 komentar📅 29 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat29 September 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Tafsir Al Mukhtasar surah Ibrahim ayat 44

Peringatkanlah umatmu -wahai Rasul-tentang azab Allah pada hari Kiamat. Pada hari itu orang-orang yang menzalimi diri mereka dengan kesyirikan dan kekufuran berkata, "Ya Tuhan kami! Berilah kami tempo, tundalah azab dari kami, dan pulangkanlah kami ke dunia walau sesaat agar kami beriman kepada-Mu dan mengikuti rasul-rasul yang Engkau utus kepada kami." Lalu permintaan mereka dijawab dengan cibiran, "Bukankah di kehidupan dunia kalian telah bersumpah bahwa kalian tidak akan berpindah dari kehidupan dunia ke alam akhirat dengan mengingkari kebangkitan sesudah kematian?!

💬 0 komentar📅 29 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat29 September 2026
S

Sekar Kinanti Nufiarizky

📍 Kota Depok

Kunci Kemenangan: Taat, Takut, dan Bertakwa

Ketika Ketaatan kepada Allah Menjadi Jalan Keselamatan📖 Tafsir Ibnu KatsirAllah ﷻ menjelaskan bahwa orang-orang yang memperoleh kemenangan adalah mereka yang:1. Taat kepada Allah dan Rasul-NyaYaitu melaksanakan apa yang diperintahkan dan meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya.2. Takut kepada AllahTakut kepada Allah karena menyadari dosa-dosa yang telah dilakukan, sehingga rasa takut itu mendorongnya untuk bertaubat dan memperbaiki diri.3. Bertakwa kepada AllahMenjaga diri dari dosa dan berusaha berhati-hati agar tidak terjatuh ke dalam dosa di masa yang akan datang.Menurut penjelasan Qatadah, seorang mukmin memandang masa lalunya dengan rasa takut atas dosa, sementara masa depannya dijalani dengan takwa dan kehati-hatian.Allah kemudian menegaskan bahwa mereka itulah orang-orang yang mendapatkan kemenangan—mereka memperoleh kebaikan dan keselamatan dari keburukan, baik di dunia maupun di akhirat.💗 Pelajaran yang Dapat Diamalkan1. Ketaatan harus dibuktikan dengan amal.Bukan sekadar mengetahui perintah Allah, tetapi berusaha melaksanakannya dan meninggalkan apa yang dilarang.2. Jadikan rasa takut kepada Allah sebagai penjaga diri.Bukan rasa takut yang membuat kita berputus asa, tetapi rasa takut yang mendorong kita untuk bertaubat dan kembali kepada-Nya.3. Belajar dari masa lalu, menjaga diri untuk masa depan.Dosa yang telah dilakukan menjadi pengingat untuk memperbaiki diri, sedangkan takwa menjadi penjaga agar kita tidak mengulanginya.4. Jangan hanya mengejar kemenangan dunia.Kemenangan sejati adalah ketika Allah menyelamatkan kita dari keburukan dan menganugerahkan kebaikan di dunia hingga akhirat.5. Ketaatan, rasa takut kepada Allah, dan takwa harus berjalan bersama.Kita taat karena mencintai Allah, takut kepada-Nya karena menyadari kelemahan dan dosa kita, serta bertakwa dengan menjaga diri dari dosa.🌸 MuhasabahSudahkah ketaatanku kepada Allah benar-benar terlihat dalam kehidupanku?Ketika mengingat dosa-dosa masa lalu,apakah hatiku terdorong untuk bertaubat dan memperbaiki diri?Dan ketika menghadapi hari esok,apakah aku sudah berusaha menjaga diri agar tidak kembali kepada dosa yang sama?Apakah selama ini aku mengukur “kemenangan” dari apa yang berhasil kuraih di dunia, atau dari seberapa dekat aku dengan ridha Allah?Ya Allah…Jadikan kami hamba yang taat ketika diperintah,yang takut ketika menyadari dosa,dan yang bertakwa ketika menjalani setiap langkah kehidupan.Jangan biarkan dunia menjadi ukuran kemenangan kami.Karuniakan kepada kami kemenangan yang hakiki: kebaikan di dunia dan keselamatan di akhirat.Aamiin Allaahumma Aamiin. 🤲🏻🌿 KesimpulanQS. An-Nūr: 52 mengajarkan bahwa kemenangan sejati lahir dari tiga hal: ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, rasa takut kepada Allah atas dosa-dosa yang telah dilakukan, serta ketakwaan untuk menjaga diri dari dosa di masa yang akan datang.Sami‘nā wa atha‘nā bukan sekadar ucapan.Ia adalah jalan menuju al-falāḥ — keberuntungan dan kemenangan yang hakiki.

💬 0 komentar📅 29 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat29 September 2026
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Tafsir Al-Mukhtasar | Surat At-Taubah

128. Sungguh telah datang kepada kalian -wahai bangsa Arab- seorang rasul yang berasal dari bangsa kalian sendiri. Ia orang Arab seperti kalian, ia merasa berat dengan sesuatu yang terasa berat bagi kalian, ia sangat peduli agar kalian mendapatkan hidayah, serta ia sangat memperhatikan kalian, dan ia sangat penyantun lagi penyayang kepada orang-orang yang beriman.

💬 0 komentar📅 29 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat28 September 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Al Mukhtasar QS Ali Imran ayat 101-102

101 Bagaimana mungkin kalian kafir kepada Allah setelah beriman kepada-Nya, sedangkan kalian mempunyai alasan terbesar untuk mempertahankan iman?! Ayat-ayat Allah selalu dibacakan kepada kalian, dan Rasul-Nya Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- senantiasa menjelaskannya kepada kalian. Barang siapa yang berpegang teguh pada kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya maka Allah telah membimbingnya ke jalan lurus, yang tidak ada penyimpangan di dalamnya.102 Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti Rasul-Nya! Takutlah kalian kepada Tuhan kalian dengan sebenar-benarnya takut, yaitu dengan mengikuti perintah-perintah-Nya, menjauhi larangan-larangan-Nya, dan mensyukuri nikmat-nikmat-Nya, serta berpegang-teguhlah kalian pada agama kalian sampai maut menjemput ketika kalian dalam keadaan seperti itu

💬 0 komentar📅 28 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat28 September 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Al-Baqarah 187 Hal hal yang diperbolehkan dan di larang di saat siang dan malam bulan ramadhan

Pada awalnya, orang yang tıdur pada malam puasa (Ramadan) kemudian bangun sebelum fajar, dia dilarang makan atau mendekati istrinya. Kemudian larangan ini dihapus, dan Allah memperbolehkan bagi kalian -wahai orang-orang mukmin- menggauli istri-istri kalian pada malam-malam hari puasa (Ramadan). Istri-istri kalian adalah perisai dan penjaga kehormatan kalian, dan kalian adalah perisai dan penjaga kehormatan istri-istri kalian. Kalian saling membutuhkan. Allah mengetahui bahwa tadinya kalian sempat mengkhianati diri kalian sendiri dengan melakukan sesuatu yang dilarang maka Allah menunjukkan belas-kasih-Nya kepada kalian, menerima tobat kalian, dan meringankan beban kalian.Sekarang ini, gaulilah mereka dan mintalah keturunan yang telah Allah tetapkan bagi kalian, serta makan dan minumlah di sepanjang malam itu sampai kalian melihat terbitnya fajar sadik, yaitu dengan adanya warna putih fajar yang terpisah dari kegelapan malam.Kemudian sempurnakanlah puasa kalian dengan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari, serta janganlah kalian menggauli istri-istri kalian ketika kalian sedang beriktikaf di dalam masjid karena itu akan membatalkan iktikaf kalian. Ketentuan-ketentuan hukum tersebut adalah batas-batas yang telah ditetapkan oleh Allah antara yang halal dan yang haram maka jangan sekali-kali kalian mendekatinya karena orang yang mendekati batas-batas yang telah ditetapkan oleh Allah sangat rentan jatuh ke dalam area yang haram. Dengan penjelasan yang jelas dan nyata seperti inilah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, agar mereka bertakwa kepada-Nya dengan cara menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

💬 0 komentar📅 28 Sep 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat28 September 2026
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Tafsir QS. Al-Baqarah Ayat 26

Tafsir QS. Al-Baqarah Ayat 26إِنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَحْيِي أَنْ يَضْرِبَ مَثَلًا مَا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا ۚ فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ ۖ وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا فَيَقُولُونَ مَاذَا أَرَادَ اللَّهُ بِهَٰذَا مَثَلًا ۘ يُضِلُّ بِهِ كَثِيرًا وَيَهْدِي بِهِ كَثِيرًا ۚ وَمَا يُضِلُّ بِهِ إِلَّا الْفَاسِقِينَ“Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan, ‘Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?’ Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu pula banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik.”Tafsir Al-MuyassarSesungguhnya, Allah sedikit pun tidak akan pernah merasa malu untuk menyebutkan kebenaran, baik sedikit maupun banyak. Allah tidak segan mengambil perumpamaan berupa sesuatu paling kecil sekalipun, seperti halnya nyamuk dan lalat untuk membuktikan lemahnya sembahan selain dari-Nya. Orang-orang beriman mengetahui hikmah atas perumpamaan itu, baik melalui makhluk yang kecil ataupun yang besar. Adapun orang-orang kafir, mereka menghina dengan mengatakan, “Apakah maksud Allah membuat perumpamaan dengan binatang-binatang melata yang sepele ini?” Allah pun menjawabnya bahwa maksudnya adalah ujian sehingga terpisahkanlah orang beriman dengan orang kafir. Oleh karena itu, dengan perumpamaan ini banyak sekali orang yang berpaling dari kebenaran karena menghina. Sementara itu, orang-orang yang diberi-Nya taufik semakin bertambah keimanannya. Sesungguhnya, Allah tidak akan menzalimi seorang pun dan tidak akan memalingkan siapa pun dari kebenaran kecuali orang-orang yang keluar dari ketaatan kepada-Nya.

💬 0 komentar📅 28 Sep 2026Baca selengkapnya →