📖 Jejak Ayat

Laporan & catatan kegiatan Jejak Ayat

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat13 Agustus 2026
N

Nidya larasati

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Hikmah dari surat Luqman

Ayat 33 Rabb yang mengetahui segala perbuatan kalian yang akan membalas segala perbuatan kalian. Di awal surat Allah meminta untuk berbuat baiklah berbakti kepada kedua orang tuanya. Lalu di ingatkan lagi di ayat ini, Allah kasih syafaat kepada yang di kehendaki (hak Allah).  Pada ayat ini, potongan  الۡغَرُ  ada 2 pendapat artinya syaitan lalu artinya secara umum yaitu kedudukan, jabatan dan harta.  Artinya bisa menyebabkan kemaksiatan dan melalukan dosa Ayat 34 tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui apa yang akan di kerjakannya besok. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui karna kepastian hanya Allah yang tahu.

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat13 Agustus 2026
S

Sekar Kinanti Nufiarizky

📍 Kota Depok

HUKUM PERZINAAN DAN PERGAULAN (Ayat 1-64)

Allah taala berfirman:وَلَا يَأۡتَلِ أُوْلُواْ ٱلۡفَضۡلِ مِنكُمۡ وَٱلسَّعَةِ أَن يُؤۡتُوٓاْ أُوْلِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَٱلۡمَسَٰكِينَ وَٱلۡمُهَٰجِرِينَ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ ۖ وَلۡيَعۡفُواْ وَلۡيَصۡفَحُوٓاْ ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَن يَغۡفِرَ ٱللَّهُ لَكُمۡ ۚ وَٱللَّهُ غَفُورٞ رَّحِيمٌDan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin, dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang 1,Tema: HUKUM PERZINAAN DAN PERGAULAN (Ayat 1-64)Subtema: Oleh karena mereka tidak mendatangkan saksi-saksi maka mereka itulah dalam pandangan Allah adalah orang-orang yang dusta (Ayat 14-26)Catatan kaki:210801. Ayat ini berhubungan dengan sumpah Abu Bakar Raḍiyallāhu ʻAnhu bahwa dia tidak akan memberi apa-apa kepada kerabatnya atau pun orang lain yang terlibat dalam menyiarkan berita bohong tentang diri ‘Ᾱisyah Raḍiyallāhu ʻAnhā. Oleh karena itu, turunlah ayat ini melarang beliau melaksanakan sumpahnya itu, dan menyuruh memaafkan, dan berlapang dada terhadap mereka, sesudah mereka mendapat hukuman atas perbuatan mereka itu.QS. An-Nūr: 22Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.comTafsir Al-MuyassarAn-Nur (24:22)Tema: HUKUM PERZINAAN DAN PERGAULAN (Ayat 1-64)Subtema: Oleh karena mereka tidak mendatangkan saksi-saksi maka mereka itulah dalam pandangan Allah adalah orang-orang yang dusta (Ayat 14-26)Catatan kaki:210801. Ayat ini berhubungan dengan sumpah Abu Bakar Raḍiyallāhu ʻAnhu bahwa dia tidak akan memberi apa-apa kepada kerabatnya atau pun orang lain yang terlibat dalam menyiarkan berita bohong tentang diri ‘Ᾱisyah Raḍiyallāhu ʻAnhā. Oleh karena itu, turunlah ayat ini melarang beliau melaksanakan sumpahnya itu, dan menyuruh memaafkan, dan berlapang dada terhadap mereka, sesudah mereka mendapat hukuman atas perbuatan mereka itu.Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan di dalam agama dan kelapangan rizki di antara kalian bersumpah bahwa mereka tidak akan menyambung silaturrahim dengan kerabatnya yang fakir, dan terhadap orang-orang yang membutuhkan bantuan. Yakni orang-orang yang tidak memiliki sesuatu untuk menutupi dan memenuhi kebutuhan mereka dan terhadap orang-orang yang hijrah di jalan Allah dengan tidak memberikan bantuan kepada mereka karena dosa yang telah mereka lakukan. Hendaknya mereka memaafkan keburukan mereka dan tidak menghukum mereka. Apakah kalian tidak menginginkan jika Allah mengampuni kalian? Maka hendaknya mereka memaafkannya. Allah adalah Dzat yang Maha Pengampun kepada para hamba-Nya lagi Maha Pengasih kepada mereka. Dalam ayat ini terdapat anjuran untuk memaafkan dan berlapang dada meskipun dibalas dengan keburukan.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat13 Agustus 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

QS. Al Qalam: 44

Tafsir At-TaysirAl-Qalam (68:44)Di awal-awal dakwah Nabi ﷺ, Allah menyuruh Nabi ﷺ agar menyerahkan perkara Abu Jahal, Al-Walid bin Al-Mughirah, beserta kaum musyrikin lainnya kepada Allah, karena Allah ﷻ memiliki cara sendiri untuk membinasakan mereka (89). Yaitu Allah akan membinasakannya secara perlahan dan berangsur sedikit demi sedikit tanpa mereka sadari. Kata سَنَسْتَدْرِجُهُم berasal dari kata إِسْتِدْرَاج yang artinya tahapan demi tahapan. Artinya adalah Allah ﷻ bisa menaikkan mereka kepada puncak kesesatan sedikit demi sedikit, atau Allah ﷻ turunkan mereka secara perlahan(90). Oleh karenanya Allah ﷻ mengatakan,مِّنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ“Dari arah yang tidak mereka ketahui (tidak disadari).”Yaitu bisa jadi mereka ditambah rezekinya, kemudian mereka meyakini hal itu merupakan kemuliaan dari Allah ﷻ. Padahal sebenarnya hal tersebut adalah istidraaj, Allah ﷻ ingin membinasakan mereka tanpa mereka sadari. Sesungguhnya rencana Allah itu sangat besar bagi orang yang menentang perintah-Nya dan mendustakan para Rasul-Nya (91).Oleh karena itu, jika kita berhadapan dengan orang yang menzalimi kita, kalau kita tidak mampu untuk memperbaiki orang tersebut atau membalasnya maka hendaknya kita menyerahkan urusan tersebut kepada Allah ﷻ. Biarlah Allah ﷻ yang menangani orang tersebut, dan jangan mempedulikannya.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat13 Agustus 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Jejak Ayat 13 Agustus

Tafsir Ibnu Katsir QS. Al-An’am: 163Perintah Menyelisihi Orang-Orang Musyrik​Latar Belakang Perintah: Allah memerintahkan Nabi ﷺ untuk menegaskan perbedaannya dengan orang-orang musyrik yang menyembah selain Allah dan menyembelih hewan tanpa menyebut nama-Nya.​Pengikraran Tauhid: Shalat dan seluruh ibadah Nabi ﷺ hanya diperuntukkan bagi Allah semata, tanpa ada sekutu bagi-Nya.​Perbandingan Ayat (Dalil Penyerta):​QS. Al-Kausar: 2: "Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkorbanlah."​Makna: Ikhlas dalam shalat dan kurban demi membedakan diri dari kebiasaan orang musyrik yang menyembah dan menyembelih untuk berhala.Penafsiran Kata Nusuk (Ibadahku)​Mujahid: Nusuk artinya melakukan kurban di musim haji dan umrah.​As-Sauri (dari As-Saddi, dari Sa'id ibnu Jubair):Makna nusuki adalah kurbanku.​As-Saddi & Ad-Dahhak:Memiliki penafsiran yang sama, yaitu kurban.Bacaan Doa Kurban Rasulullah ﷺ​Riwayat: Jabir ibnu Abdullah r.a. menceritakan bahwa ketika menyembelih dua ekor domba pada Hari Raya Idul Adha, Rasulullah ﷺ membaca doa berikut:​"Aku hadapkan mukaku kepada Dzat Yang Menciptakan langit dan bumi dengan hati yang hanif (cenderung kepada agama yang hak), dan saya bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan. Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya, dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)."(HR. Ibnu Abu Hatim dari Muhammad ibnu Auf, Ahmad ibnu Khalid Az-Zahabi, Muhammad ibnu Ishaq, Yazid ibnu Habib, Ibnu Abbas, dari Jabir ibnu Abdullah)Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat13 Agustus 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Al furqon: 30

Tafsir Tafsir Ibnu KatsirAl-Furqān (25:30)Tema: AL-QUR'AN ADALAH PERINGATAN UNTUK SELURUH MANUSIA (Ayat 1-34)Subtema: Keadaan manusia yang tidak membenarkan Al-Qur'an pada hari kiamat (Ayat 21-34)Allah subhanahu wata'āla menceritakan tentang nabi-Nya, yaitu Muhammad ﷺ. Bahwa dia mengatakan:Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur’an ini suatu yang tidak diacuhkan. (Al Furqaan:30)Demikian itu karena orang-orang musyrik tidak mau mendengar Al-Qur'an dengan penuh ketaatan, tidak mau pula mendengarnya. Makna ayat ini sama dengan apa yang disebutkan oleh Firman-Nya dalam ayat lain:Dan orang-orang yang kafir berkata, "Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan Al-Qur’an ini dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya. (Fussilat: 26), hingga akhir ayat.Apabila dibacakan Al-Qur'an kepada mereka, mereka melakukan hiruk-pikuk dan banyak berbicara tentang hal lainnya hingga orang-orang tidak dapat mendengarkannya. Ini merupakan salah satu sikap yang meng­gambarkan ketidakacuhan kepada Al-Qur'an, tidak mau beriman kepada Al-Qur'an serta tidak membenarkannya, termasuk sikap meninggalkan Al-Qur'an. Termasuk sikap tidak mengacuhkan Al-Qur'an ialah tidak mau merenungkan dan memahami maknanya. Termasuk ke dalam pengertian tidak mengacuhkan Al-Qur'an ialah tidak mengamalkannya dan tidak melaksanakan perintah-perintahnya, serta tidak meninggalkan larangan-larangannya. Termasuk pula ke dalam pengertian tidak mengacuhkan Al-Qur'an ialah mengesampingkannya, lalu menuju kepada yang lainnya, baik berupa syair, pendapat, nyanyian atau main-main, cerita atau pun metode yang diambil bukan darinya.Semoga Allah Yang Maha Penganugerah lagi Mahakuasa atas segala sesuatu menyelamatkan kita dari hal-hal yang membuat-Nya murka, dan menggerakkan kita kepada hal-hal yang diridai oleh-Nya, seperti meng­hafal Al-Qur'an-Nya, memahaminya, dan mengamalkan apa yang di­kandungnya di tengah malam dan siang hari, sesuai dengan cara yang disukai dan diridai-Nya. Sesungguhnya Dia Mahamulia lagi Maha Pemberi.

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat13 Agustus 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Tafsir As-Sa’di Al-Hijr (15:85)

﴿وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ ۗ وَإِنَّ السَّاعَةَ لَآتِيَةٌ ۖ فَاصْفَحِ الصَّفْحَ الْجَمِيلَ﴾1. Penciptaan langit dan bumi tidak sia-siaAllah ﷻ menegaskan bahwa Dia tidak menciptakan langit, bumi, dan segala isinya dengan sia-sia dan batil. Semuanya diciptakan dengan benar dan penuh hikmah, agar menjadi petunjuk atas:• Kesempurnaan Pencipta• Kekuasaan-Nya• Luasnya rahmat-Nya• Hikmah-Nya• Ilmu-Nya yang meliputi segala sesuatuHal ini menunjukkan bahwa hanya Allah-lah yang berhak disembah dan tidak ada sekutu bagi-Nya.2. Hari Kiamat pasti datangSesungguhnya hari Kiamat pasti akan datang dan tidak diragukan lagi.Penciptaan langit dan bumi jauh lebih dahsyat dibandingkan penciptaan manusia. Maka, kedatangan hari Kiamat bukanlah sesuatu yang mustahil bagi Allah.3. Perintah untuk memaafkan dengan cara yang baikAllah berfirman:“Maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik.”Yaitu memberikan maaf tanpa diikuti tindakan menyakiti orang yang dimaafkan.Bahkan, membalas sikap buruk dengan kebaikan dan dosa dengan ampunan, agar seseorang mendapatkan pahala dan ganjaran besar dari Rabbnya.4. Makna “dengan cara yang baik”Memaafkan dengan cara yang baik adalah memaafkan dengan cara yang elegan, terbebas dari kedengkian dan gangguan, baik melalui ucapan maupun tindakan.Namun, bukan berarti setiap kesalahan harus selalu dimaafkan tanpa mempertimbangkan keadaan.Tidak boleh memberikan maaf ketika keadaan menuntut penerapan hukuman. Misalnya terhadap orang-orang yang melampaui batas dan berbuat aniaya, yang tidak ada terapi bermanfaat bagi mereka kecuali dengan dijatuhkannya hukuman.Jadi, memaafkan dengan cara yang baik bukanlah memaafkan secara tidak tepat, tetapi memaafkan dengan bijaksana dan pada tempatnya.

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat13 Agustus 2026
P

puti nilam suri

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

1/2 Juz 6 dan Tafsir An Nisa ayat 79

Tilawah 1/2 Juz 6 dan ringkasan Tafsir surah An Nisa ayat 79berisi penegasan bahwa segala nikmat atau kebaikan datangnya dari karunia Allah, sedangkan musibah atau keburukan yang menimpa manusia disebabkan oleh dosa dan kesalahan diri mereka sendiri. Di ayat ini, Allah juga menegaskan pengutusan Nabi Muhammad sebagai rasul untuk seluruh manusia dan menjadikan-Nya sebagai saksi.

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat13 Agustus 2026
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

Tafsir Tafsir At-Taysir Ar-Rahman (55:20)

Tafsir Tafsir At-TaysirAr-Rahman (55:20)Artinya diantara dua lautan yang saling bertemu tersebut terdapat pembatas, sehingga dua jenis air ini tidak bisa bercampur dengan yang lainnya. Dalam beberapa ayat, Allah menjelaskan dua jenis air ini, diantaranya Allah berfirman:وَهُوَ الَّذِي مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ هَذَا عَذْبٌ فُراتٌ وَهذا مِلْحٌ أُجاجٌ وَجَعَلَ بَيْنَهُما بَرْزَخاً وَحِجْراً مَحْجُوراً“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar dan segar dan yang lain sangat asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus.” (QS. Al-Furqan:53)Dan pada ayat yang lain Allah berfirman,وَما يَسْتَوِي الْبَحْرانِ هَذَا عَذْبٌ فُراتٌ سائِغٌ شَرابُهُ وَهذا مِلْحٌ أُجاجٌ“Dan tidak sama (antara) dua lautan; yang ini tawar, segar, sedap diminum dan yang lain asin lagi pahit.” (QS. Fathir: 12)Lalu pada ayat yang lain,أَمَّنْ جَعَلَ الْأَرْضَ قَراراً وَجَعَلَ خِلالَها أَنْهاراً وَجَعَلَ لَها رَواسِيَ وَجَعَلَ بَيْنَ الْبَحْرَيْنِ حاجِزاً أَإِلهٌ مَعَ اللَّهِ“Bukankah Dia (Allah) yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengokohkan)nya dan yang menjadikan suatu pemisah antara dua laut? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)?” (QS. An-Naml: 61)Pada ayat-ayat tersebut menjelaskan bahwa maksud dari dua jenis air ini adalah air tawar dan air asin. Sedangkan penghalang atau pembatas dari dua jenis air yang bertemu, para ulama berbeda pendapat. Dan yang paling kuat menurut Ibnu Katsir bahwa pembatas antara dua laut itu adalah bumi yang kering(58). Seandainya tidak ada bumi, maka air laut dan air sungai akan bersatu. Dan itu hanya akan terjadi pada hari kiamat kelak. Sebagaimana firman Allah,وَاِذَا الْبِحَارُ فُجِّرَتْۙ“Dan apabila lautan dijadikan meluap.” (QS. Al-Infithar: 3)Tatkala air laut meluap, maka akan bersatu dengan air sungai, air asin dengan air tawar. Akan tetapi, sebelum tiba hari kiamat Allah menjadikan penghalang antara air sungai dengan air laut, yaitu bumi berupa tanah yang kering dan ditempati manusia.Adapun menurut sebagian ulama yang lain seperti Al-Qurthubiy, Asy-Syinqithiy dan Ibnu ‘Asyur adalah pembatas yang tidak kelihatan. Artinya ada suatu lokasi dimana air tawar dan air asin bertemu, namun tidak bisa bersatu. (59)Bahkan, ada sebagian ulama yang menafsirkan bahwa di dalam laut terkadang ada air tawar yang mengalir. Sehingga jika ada penyelam yang menyelami lautan hingga bagian paling dalam, maka dia akan mendapati air tawar tersebut dan berada di bawah lautan. Air tawar tersebut terpisah dengan air laut dan tidak bercampur antara yang satu dengan yang lain.(60)Meskipun pendapat Ibnu Katsir lebih kuat, bahwa pembatas yang dimaksud adalah bumi atau tanah kering yang menghalangi antara air laut dengan air tawar. Namun, itulah dua tafsiran ulama yang disebutkan oleh para ahli tafsir.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat13 Agustus 2026
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Tafsir Al-Mukhtasar : Al-A’raf

Diantara makhluk-makhluk Kami ada umat yang mendapatkan petunjuk dengan kebenaran dan mengajak orang lain kepadaNya sehingga mereka pun mendapatkan petunjuk, dan dengan kebenaran itu pula mereka berlaku adil dan tidak curang dalam memutuskan perkara.Adapun orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan tidak beriman kepadaNya, melainkan ingkar keadaNya, Kami akan buka untuk mereka pintu-pintu rezeki, bukan untuk memuliakan mereka, tetapi untuk mengelabui mereka agar mereka terus melanjutkan kesesatan yang mereka jalani, kemudian azab Kami akan menimpa disaat mereka jaya dan lengah.

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat14 Agustus 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

QS Al Araf: 131

Kadang manusia baru mengingat Allah ketika kesulitan datang, lalu kembali lalai ketika kesulitan itu diangkat. Saat mendapat nikmat merasa itu karena usaha sendiri, tetapi saat mendapat musibah sibuk mencari siapa yang harus disalahkan.Padahal, nikmat maupun musibah sama-sama seharusnya mengingatkan kita kepada Allah. Tabiat ini ternyata bukan hal baru. Sejak zaman kaum Nabi Musa, manusia sudah diuji dengan kecenderungan yang sama: mengingat Allah ketika membutuhkan-Nya, tetapi melupakan-Nya ketika keadaan kembali baik.

💬 0 komentar📅 12 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat14 Agustus 2026
M
marni

📍 Kabupaten Bogor

ISYARAT BAHWA UMAT ISLAM AKAN MENJADI UMAT YANG BESAR

Tafsir Al-MuyassarAl-Isra (17:81)Tema: ISYARAT BAHWA UMAT ISLAM AKAN MENJADI UMAT YANG BESAR (Ayat 1-111)Subtema: Petunjuk Allah dalam menghadapi tantangan (Ayat 78-85)Katakanlah, wahai Rasul, kepada orang-orang musyrik: Islam telah datang dan kemusyrikan telah lenyap. Sesungguhnya kebatilan itu tidak akan tetap dan kukuh, tetapi kebenaranlah yang kukuh lagi tetap yang tidak akan lenyap.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 12 Agu 2026Baca selengkapnya →