📖 Jejak Ayat

Laporan & catatan kegiatan Jejak Ayat

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat14 Agustus 2026
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

Tafsir Tafsir At-Taysir Ar-Rahman (55:60)

Tafsir Tafsir At-TaysirAr-Rahman (55:60)Ini merupakan balasan untuk orang-orang yang ihsan. Sebagaimana sabda Rasulullah ketika Jibril bertanya kepada beliau,مَا الإِحْسَانُ؟ قَالَ: أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ“Apa itu ihsan?” Rasulullah bersabda: “Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya, jika engkau tidak melihatNya, maka sesungguhnya Allah melihatmu.”(126)Hadits tersebut menjelaskan tentang sifat orang-orang yang berhak mendapatkan surga, sebagaimana firman Allah,وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ“Dan bagi orang yang takut akan kedudukan Rabb nya akan mendapatkan dua surga.” (QS. Ar-Rahman: 46)Diantara sifat orang yang takut kepada Allah adalah dia selalu merasa diawasi, khusyu’ dalam beribadah kepadaNya, karena dia tahu bahwa Allah sedang menilai apa saja yang dia lakukan. Jika dia mendirikan shalat malam atau membaca Al-Qur’an, maka dia melaksanakannya dengan khusyu’; karena dia tahu bahwa Allah sedang menilai shalat malam atau melihatnya membaca Al-Qur’an. Jika seorang mukmin mampu mencapai pada tingkatan perbuatan tersebut, maka dia telah mencapai derajat ihsan. (127)فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kalian dustakan?” (QS. Ar-Rahman: 61)Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 14 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat14 Agustus 2026
S

Sekar Kinanti Nufiarizky

📍 Kota Depok

HUKUM PERZINAAN DAN PERGAULAN (Ayat 1-64)

Tafsir Ibnu KatsirAn-Nur (24:26)Tema: HUKUM PERZINAAN DAN PERGAULAN (Ayat 1-64)Subtema: Oleh karena mereka tidak mendatangkan saksi-saksi maka mereka itulah dalam pandangan Allah adalah orang-orang yang dusta (Ayat 14-26)Catatan kaki:210803. Ayat ini menunjukkan kesucian ‘Ᾱisyah Raḍiyallāhu ʻAnhā dan Shafwan dari segala tuduhan yang ditujukan kepada mereka. Rasulullah adalah orang yang paling baik maka pastilah wanita yang baik pula yang menjadi istri beliau.Ibnu Abbas mengatakan bahwa perkataan yang keji hanyalah pantas dilemparkan kepada lelaki yang berwatak keji, dan laki-laki yang keji hanyalah pantas menjadi bahan pembicaraan perkataan yang keji. Perkataan yang baik-baik hanyalah pantas ditujukan kepada lelaki yang baik-baik, dan lelaki yang baik-baik hanyalah pantas menjadi bahan pembicaraan perkataan yang baik-baik. Ibnu Abbas mengatakan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan Siti Aisyah dan para penyebar berita bohong. Hal yang sama telah diriwayatkan dari Mujahid, Ata, Sa'id ibnu Jubair, Asy-Syabi, Al-Hasan Al-Basri, Habib ibnu Abu Sabit, dan Ad-Dahhak. Ibnu Jarir memilih pendapat ini dan memberikan komentarnya, bahwa perkataan yang keji pantas bila ditujukan kepada orang yang berwatak keji, dan perkataan yang baik pantas bila ditujukan kepada orang yang baik. Dan apa yang dikatakan oleh para penyebar berita dusta terhadap diri Siti Aisyah, sebenarnya merekalah yang lebih utama menyandang predikat itu. Siti Aisyah lebih utama beroleh predikat bersih dan suci daripada diri mereka. Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh para penuduhnya. (An Nuur:26)Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan —sehubungan dengan makna ayat ini— bahwa orang-orang yang keji dari kalangan kaum wanita adalah untuk orang-orang yang keji dari kalangan kaum pria. Dan orang-orang yang keji dari kalangan kaum pria adalah untuk orang-orang yang keji dari kalangan kaum wanita. Orang-orang yang baik dari kalangan kaum wanita adalah untuk orang-orang yang baik dari kalangan kaum pria. Dan orang-orang yang baik dari kalangan kaum pria adalah untuk orang-orang yang baik dari kalangan kaum wanita.Takwil inipun senada dengan apa yang telah dikatakan oleh para ulama di atas sebagai suatu kepastian. Dengan kata lain dapat disebutkan bahwa tidaklah Allah menjadikan Aisyah r.a. sebagai istri Nabi ﷺ. melainkan karena dia adalah wanita yang baik, sebab Rasulullah ﷺ. adalah manusia yang terbaik di antara yang baik. Seandainya Aisyah adalah seorang wanita yang keji tentulah tidak pantas, baik menurut penilaian syari'at maupun penilaian martabat, bila ia menjadi istri Rasulullah ﷺ. Karena itu Allah subhanahu wata'āla berfirman dalam penghujung ayat ini:mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka yang melancarkan tuduhan (An Nuur:26)Maksudnya, mereka jauh sekali dari apa yang dituduhkan oleh para penyiar berita bohong dan musuh-musuhnya.Bagi mereka ampunan. (An Nuur:26)Disebabkan kedustaan yang dilemparkan terhadap diri mereka (yang hal itu mencuci dosa mereka).dan rezeki yang mulia. (An-Nur, 26)Yakni di sisi Allah yaitu surga yang penuh dengan kenikmatan. Di dalam makna ayat ini terkandung suatu janji yang menyatakan bahwa istri Rasulullah ﷺ. pasti masuk surga.Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Muslim, telah menceritakan kepada kami Abu Na'im, telah menceritakan kepada kami Abdus Salam ibnu Harb, dari Yazid ibnu Abdur Rahman, dari Al-Hakam berikut sanadnya sampai kepada Yahya ibnul Jazzar yang mengatakan bahwa Asir ibnu Jabir datang kepada Abdullah, lalu berkata, "Sesungguhnya saya telah mendengar Al-Walid ibnu Uqbah pada hari ini mengatakan suatu pembicaraan yang mengagum­kan saya." Maka Abdullah menjawab, "Sesungguhnya seorang lelaki mukmin di dalam kalbunya terbetik kalimat yang baik hingga meresap ke dalam hatinya sampai dalam, hingga manakala dia mengucapkannya dan memperdengarkannya kepada orang lain yang ada di hadapannya, maka lelaki itu akan mendengarkannya dan meresapkannya di dalam hatinya. Sesungguhnya seseorang yang durhaka yang di dalam hatinya terbetik perkataan yang kotor hingga meresap ke dalam relung hatinya, hingga manakala dia mengutarakannya dan memperdengarkannya kepada orang lain yang ada di hadapannya, maka orang itu akan mendengarkannya dan meresapinya di dalam hatinya." Kemudian Abdullah membaca firman-Nya: Perkataan-perkataan yang keji hanyalah untuk orang-orang yang keji, dan orang-orang yang keji hanyalah untuk perkataan-perkataan yang keji, dan perkataan-perkataan yang baik-baik hanyalah untuk orang-orang yang baik-baik, dan orang-orang yang baik-baik hanyalah untuk perkataan-perkataan yang baik-baik (pula). (An Nuur:26)(Terjemahan ini berdasarkan tafsir yang dimaksudkan oleh sahabat Ibnu Ma'sud r.a., pent.)Pengertian ini mirip dengan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad di dalam kitab musnadnya secara marfu', yaitu:Perumpamaan orang yang mendengar kalimat yang bijak, kemudian ia tidak menceritakannya melainkan kebalikan dari apa yang ia dengar, sama dengan seorang lelaki yang datang kepada pemilik ternak kambing, lalu ia berkata, "Sembelihkanlah seekor kambing untukku.” Lalu dijawab, "Pilihlah sendiri dan peganglah telinga kambing mana yang kamu sukai.” Kemudian ia memilih dan memegang telinga anjing (penjaga) ternak kambingnya.Di dalam hadis lain disebutkan:Hikmah adalah sesuatu yang dicari oleh orang mukmin, di mana pun ia menjumpainya, maka dia boleh mengambilnya.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 14 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat14 Agustus 2026
M
marni

📍 Kabupaten Bogor

BUKTI KEBESARAN ALLAH DALAM ALAM SEMESTA

Tafsir Al-MuyassarAn-Nahl (16:13)Tema: BUKTI KEBESARAN ALLAH DALAM ALAM SEMESTA (Ayat 1-128)Subtema: Alam merupakan suatu kesatuan yang membuktikan kekuasaan Allah (Ayat 3-21)Dia menundukkan apa yang diciptakan-Nya untuk kalian di bumi ini berupa binatang, buah-buahan, barang tambang, dan selainnya yang bermacam-macam warna dan manfaatnya. Sesungguhnya pada penciptaan, dan aneka macam warna dan kemanfaatan tersebut, benar-benar terdapat pelajaran bagi kaum yang mau mengambil pelajaran, dan mengetahui bahwa pada penundukkan semua ini terdapat tanda-tanda atas keesaan Allah dan keberkahan-Nya untuk disembah satu-satunya.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 14 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat14 Agustus 2026
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Tafsir Al-Mukhtasar Surat Al-A'raf

Tidakkah mereka mau memperhatikan kekuasaan Allah di langit dan di bumi dan melihat apa yang Allah ciptakan didalamnya, seperti hewan, tumbuh-tumbuhan, dll, dan memikirkan ajal mereka yang boleh jadi waktunya sudah dekat, kemudian mereka bertobat sebelum terlambat? Jika mereka tidak mau beriman kepada Al-Quran dan isinya, baik berupa janji maupun ancaman, maka kitab apa lagi selain Al-Quran yang akan mereka yakini?

💬 0 komentar📅 14 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat14 Agustus 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

QS Al Araf: 204

Kejadian promo miras yang dikaitkan dengan hafalan Surat Ad-Dhuha kemarin memang bikin banyak orang geleng-geleng. Tapi di sisi lain, ini jadi pengingat buat kita juga soal adab terhadap Al-Qur’an. Kadang kita memang nggak sampai menjadikannya bahan bercandaan, tapi ketika Al-Qur’an dibacakan, kita malah tetap ngobrol, scroll HP, atau pikiran ke mana-mana. Padahal Allah mengajarkan kita untuk diam dan benar-benar mendengarkan. Jadi mungkin bukan cuma soal bagaimana orang lain memperlakukan Al-Qur’an, tapi juga bagaimana kita sendiri memperlakukannya ketika ayat-ayat Allah sedang dibacakan.

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat14 Agustus 2026
M
marni

📍 Kabupaten Bogor

ISYARAT BAHWA UMAT ISLAM AKAN MENJADI UMAT YANG BESAR

Tafsir Al-MuyassarAl-Isra (17:82)Tema: ISYARAT BAHWA UMAT ISLAM AKAN MENJADI UMAT YANG BESAR (Ayat 1-111)Subtema: Petunjuk Allah dalam menghadapi tantangan (Ayat 78-85)Kami turunkan dari ayat-ayat al-Qur'an yang agung apa yang dapat menyembuhkan hati dari penyakit, seperti ragu-ragu, nifak dan kejahilan, apa yang dapat menyembuhkan badan, dengan cara meruqyahnya dengannya, dan apa yang menjadi sebab diperolehnya rahmat Allah dengan keimanan yang terdapat di dalamnya. Al-Qur'an ini tidak menambah orang-orang kair ketika mendengarnya, melainkan kekafiran dan kesesatan, karena mereka mendustakannya dan tidak mengimaninya.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat13 Agustus 2026
R
Rifa Rachmatusyifa

📍 Kabupaten Ketapang

QS Al-Araf:144

Tafsir Ibnu KatsirQS Al-Araf : 144Allah subhanahu wata'āla menceritakan bahwa Dia berbicara kepada Musa, Dia memilihnya di atas semua orang-orang yang semasanya untuk membawa risalah-Nya dan untuk berbicara langsung dengan-Nya. Tidak diragukan lagi bahwa Nabi Muhammad ﷺ. adalah penghulu semua anak Adam dari yang pertama hingga yang terakhir. Karena itulah Allah subhanahu wata'āla menjadikannya sebagai penutup para nabi dan para rasul, dan syariatnya terus berlaku sampai hari kiamat terjadi. Para pengikutnya lebih banyak daripada para pengikut nabi-nabi dan rasul-rasul lainnya. Sesudah beliau Saw. dalam hal kemuliaan dan keutamaan menyusul Nabi Ibrahim a.s. kekasih Allah, kemudian Musa ibnu Imran yang pernah diajak berbicara langsung dengan Tuhan Yang Maha Pemurah. Dalam ayat ini disebutkan:...sebab itu berpegang teguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu.Yakni pembicaraan dan munajat secara langsung ini....dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur.Maksudnya, bersyukur atas karunia tersebut, dan janganlah kamu meminta apa yang tidak ada kekuatan bagimu terhadapnya.Selanjutnya Allah subhanahu wata'āla menceritakan bahwa Dia telah menuliskan untuk Musa di dalam luh-luh (kitab Taurat) segala sesuatunya sebagai pelajaran dan keterangan bagi segala sesuatu. Menurut suatu pendapat, luh-luh tersebut dari pertama, dan bahwa Allah subhanahu wata'āla menuliskan di dalamnya semua pelajaran dan hukum-hukum yang terinci menerangkan tentang halal dan haram. Dan luh-luh tersebut di dalamnya tercakup isi kitab Taurat yang disebutkan oleh Allah subhanahu wata'āla melalui firman-Nya.Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Al-Kitab (Taurat) sesudah Kami binasakan generasi-generasi yang terdahulu, untuk menjadi pelita bagi manusia. (Al Qashash:43)Menurut suatu pendapat, luh-luh itu diberikan kepada Musa sebelum dia menerima kitab Taurat.Pada garis besarnya luh-luh tersebut merupakan pengganti bagi Musa dari permohonan yang dia mintakan untuk dapat melihat Allah, lalu Allah subhanahu wata'āla melarangnya.#jejakayat@komunitas.beekind

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat13 Agustus 2026
D
Daramatasia

📍 Kota Depok

Surah Annisa halaman 81

Apabila seorang suami telah bercampur dgn istrinya maka wajib dia menyerahkan maharnya.ia tidak boleh mengusik mahar tersebut atau berharap bisa mengambilnya kembali sekalipun ia bermaksud menceraikannyaAllah Ta’alah mengharamkan pernikahan dgn istri-istri bapak karna hal itu merupakan perbuatan keji yang dikecam oleh akal yg waras dan fitrah yg sehatAllah Ta’alah memberikan penjelasan secara rinci perihal wanita-wanita yg halal dan yang haram yntuk dinikahi baik karna faktor nasab,hubungan pernikahan maupun sepesusuansbgi bentuk penghormatan dan pemeliharaan atas hubungan-hubungan tersebut

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat13 Agustus 2026
N
Nailah

📍 Kota Administrasi Jakarta Barat

Qs Ar-Rahman : 10

Tafsir Tafsir Ibnu KatsirAr-Raĥmān (55:10)Tema: BEBERAPA NIKMAT ALLAH YANG DAPAT DIRASAKAN DI DUNIA (Ayat 1-30)Adapun firman Allah subhanahu wata'āla:Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk-(Nya). (Ar-Rahman: 10)Yaitu sebagaimana Dia telah meninggikan langit, Dia telah meratakan bumi ini dan menjadikannya layak untuk dihuni serta memberinya pancangan dengan gunung-gunung yang tinggi-tinggi agar bumi stabil dan tidak mengguncangkan makhluk yang ada di atasnya yang beraneka ragam jenis, macam, warna, dan bahasa mereka yang tersebar di seluruh kawasannya.Ibnu Abbas, Mujahid, Qatadah, dan Ibnu Zaid mengatakan bahwa yang dimaksud dengan al-anam ialah makhluk.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat13 Agustus 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Al baqarah 6-7 sifat-sifat orang kafir

Tafsir Al-MukhtasharSurah Al-Baqarah (2): 6–7Tema: Sifat-Sifat Orang KafirQS. Al-Baqarah: 6Allah telah menetapkan bahwa orang-orang kafir yang terus-menerus berada dalam kesesatan dan pembangkangan tidak akan beriman. Karena itu, ada atau tidak adanya peringatan kepada mereka, hasilnya sama saja.QS. Al-Baqarah: 7Allah telah menutup dan mengunci rapat hati mereka beserta kebatilan yang ada di dalamnya. Allah juga menutup pendengaran mereka, sehingga mereka tidak dapat menerima dan mengikuti kebenaran. Allah menutup penglihatan mereka, sehingga mereka tidak dapat melihat kebenaran yang jelas di hadapan mereka. Di akhirat, mereka akan mendapatkan azab yang sangat berat.Inti TafsirOrang-orang kafir yang terus-menerus membangkang terhadap kebenaran tidak mengambil manfaat dari peringatan. Hati, pendengaran, dan penglihatan mereka tertutup dari menerima kebenaran. Akibatnya, mereka mendapatkan azab yang berat di akhirat.#JejakAyat@komunitas.beekind@elisasuci

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat13 Agustus 2026
P
Putri Nadhira Saraswati

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Tafsir Al Baqarah 245

Tafsir Al-MuyassarAl-Baqarah (2:245)Tema: BEBERAPA HUKUM SYARIAT (Ayat 215-252)Subtema: Kewajiban berjihad dan mengeluarkan harta di jalan Allah (Ayat 243-252)Siapa gerangan yang berkenan berinfak di jalan Allah dengan baik dan hanya berharap pahala dari-Nya semata, sehingga Allah melipatgandakan untuknya dengan jumlah yang besar, pahala yang tiada terhitung dan balasan yang tidak terhingga? Allah menahan dan memberi, maka berinfaklah dan jangan hitung-hitungan, karena Allah adalah Maha Memberi rizki, Dia mempersempit rizki hamba-hamba yang Dia kehendaki dan melapangkannya bagi yang lain. Milik-Nya hikmah yang mendalam dalam hal itu, hanya kepada-Nya-lah kalian akan kembali setelah mati, lalu Dia akan membalas kalian atas perbuatan-perbuatan kalian.Catatan tafsir:Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban di dalam Kitab Shahihnya, Ibnu Abi Hatim, dan Ibnu Marduwaih, yang bersumber dari Ibnu Umar, bahwa ketika turun ayat, matsalul ladziina yungfiquuna amwaalahum fi sabiilillaahi ka matsali habbah…(perumpamaan [nafkah yang dikeluarkan oleh] orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih..) sampai akhir ayat (Al Baqarah: 261), berdoalah Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam: "Ya Rabb. Semoga Engkau melipatgandakan untuk umatku." Maka turunlah ayat ini yang menjanjikan akan melipatgandakan tanpa batas.Sumber: Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A. Dahlan dkk.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat13 Agustus 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Al Mukhtasar QS. Ali 'Imran ayat 30-31

Pada hari Kiamat nanti setiap orang akan menemukan kebaikan yang pernah dikerjakannya secara nyata tanpa ada yang dikurangi sedikit pun. Sebaliknya, setiap orang yang melakukan keburukan berandai-andai sekiranya ada masa yang panjang antara dirinya dengan keburukannya tersebut. Akan tetapi, mana mungkin ia bisa mendapatkan apa yang diandai-andaikannya itu?! Allah memperingatkan kalian agar takut kepada-Nya maka janganlah kalian menjerumuskan diri kalian ke dalam murka-Nya dengan melakukan perbuatan dosa. Allah Maha Penyantun bagi hamba-hamba-Nya karena itulah Dia memperingatkan dan menakut-nakuti mereka.Katakanlah -wahai Rasul-, “Jika kalian benar-benar mencintai Allah maka ikutilah ajaran yang kubawa secara lahir dan batin, niscaya kalian akan mendapatkan cinta Allah, dan Dia akan mengampuni dosa-dosa kalian. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya yang bertobat.”

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat13 Agustus 2026
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Tafsir QS. Al-Baqarah ayat 1

Tafsir QS. Al-Baqarah : 1الم"Alif Lam Mim"Sering disebut al-huruf al-muqatha'a yaitu huruf yang dibaca perhuruf bukan perkata. Dan ini banyak di dalam al-qur'an. Seperti طه يس ن ق dan lainnya.Ada khilaf dikalangan para ulama tentang penafsiran al-huruf muqatha'a ini. Ada 2 pendapat jika digabungkan:Mutasyabiha yaitu tidak ada yang tau maknanya kecuali Allah (pendapat sebagai salaf).Berusaha mencari maknanya. Dan disini ada dua metode :✓ Masing-masing huruf mengandung makna karena setiap huruf mewakili suatu kata (Bisa dilihat dalam tafsir al-Qurtubi).✓ Tidak mencari maknanya tetapi mencari hikmahnya (Pendapat yang terkuat).الم merupakan isyarat akan mukjizat al-qur'an. Kenapa ?. Karena al-qur'an turun dengan bahasa arab terdiri huruf hijaiyah yang diucapkan oleh orang quraisy, orang-orang arab namun mereka tidak bisa mendatangkan semisal al-qur'an.

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat13 Agustus 2026
N

Nidya larasati

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Hikmah dari surat Luqman

Ayat 33 Rabb yang mengetahui segala perbuatan kalian yang akan membalas segala perbuatan kalian. Di awal surat Allah meminta untuk berbuat baiklah berbakti kepada kedua orang tuanya. Lalu di ingatkan lagi di ayat ini, Allah kasih syafaat kepada yang di kehendaki (hak Allah).  Pada ayat ini, potongan  الۡغَرُ  ada 2 pendapat artinya syaitan lalu artinya secara umum yaitu kedudukan, jabatan dan harta.  Artinya bisa menyebabkan kemaksiatan dan melalukan dosa Ayat 34 tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui apa yang akan di kerjakannya besok. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui karna kepastian hanya Allah yang tahu.

💬 0 komentar📅 13 Agu 2026Baca selengkapnya →