📖 Jejak Ayat

Laporan & catatan kegiatan Jejak Ayat

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat7 Oktober 2026
I
Icha Nur Faizah Hatta

📍 Kota Depok

Tafsir Ibnu Katsir — Ibrahim (14:19–20)

Tema: SIKAP UMAT MANUSIA MENGHADAPI AJARAN RASUL (Ayat 8–21)Subtema: Akibat yang diderita oleh kaum yang menolak kebenaran (Ayat 13–21)Ayat 19 — Kekuasaan Allah dalam menghidupkan kembali manusiaAllah menunjukkan kekuasaan-Nya dengan menjelaskan bahwa Dialah yang menciptakan langit dan bumi, dan penciptaan keduanya jauh lebih besar daripada penciptaan manusia.Langit diciptakan dengan segala kebesaran dan isinya: bintang-bintang, peredarannya, serta berbagai tanda kekuasaan Allah. Demikian pula bumi dengan gunung, hutan, padang, lautan, tumbuhan, dan berbagai macam makhluk di dalamnya.Maka, Allah yang mampu menciptakan langit dan bumi tentu mampu menghidupkan kembali manusia setelah kematian. Menghidupkan manusia kembali bukanlah sesuatu yang sulit bagi Allah.Tafsir ini diperkuat dengan ayat-ayat lain, di antaranya Al-Ahqāf: 33 dan Yāsīn: 77–83, yang menegaskan bahwa Allah yang menciptakan manusia pertama kali dan menciptakan langit serta bumi berkuasa menghidupkan kembali manusia yang telah mati dan hancur tulang-belulangnya.➡️ Inti ayat 19:Yang mampu menciptakan dari ketiadaan, tentu mampu menghidupkan kembali setelah kematian.Ayat 20 — Allah mampu mengganti manusia dengan makhluk yang lainAllah menegaskan bahwa apabila Dia menghendaki, Dia dapat membinasakan manusia dan menggantinya dengan makhluk yang baru.Hal tersebut sama sekali tidak sulit bagi Allah. Kekuasaan Allah tidak bergantung kepada manusia. Justru manusialah yang membutuhkan Allah, sedangkan Allah Mahakaya dan tidak membutuhkan makhluk-Nya.Jika manusia menolak perintah Allah, berpaling dari kebenaran, atau bahkan meninggalkan agama-Nya, Allah mampu menggantikan mereka dengan kaum lain yang lebih taat.Hal ini ditegaskan dalam beberapa ayat lain:Fāṭir: 15–17 — manusia membutuhkan Allah, sedangkan Allah Mahakaya; Dia mampu memusnahkan manusia dan menggantinya dengan makhluk baru.Muḥammad: 38 — jika manusia berpaling, Allah dapat menggantinya dengan kaum lain yang tidak seperti mereka.Al-Mā’idah: 54 — jika sebagian orang murtad, Allah dapat mendatangkan kaum yang Dia cintai dan mereka mencintai-Nya.An-Nisā’: 133 — Allah Mahakuasa memusnahkan manusia dan menggantinya dengan umat yang lain.➡️ Inti ayat 20:Jangan merasa bahwa Allah membutuhkan kita. Jika manusia menolak kebenaran, Allah Mahakuasa menggantinya dengan kaum lain yang lebih taat.Benang merah ayat 19–20Dua ayat ini sama-sama menegaskan kesempurnaan kekuasaan Allah:Allah mampu menciptakan manusia → Allah mampu menghidupkannya kembali → Allah juga mampu membinasakan manusia → dan menggantinya dengan makhluk/umat yang lain.Karena itu, penolakan terhadap ajaran para rasul pada hakikatnya tidak merugikan Allah sedikit pun. Manusialah yang akan menanggung akibat dari penolakannya.Pesan utama:Jangan merasa aman karena Allah memberi kesempatan. Jangan pula merasa bahwa kebenaran membutuhkan kita. Allah Mahakuasa atas seluruh makhluk; yang membutuhkan Allah adalah kita.

💬 0 komentar📅 7 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat11 Oktober 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

QS An Najm: 39 — Jejak Amal

Ada satu hal yang perlu kita renungkan: tidak semua yang kita inginkan bisa kita peroleh, tetapi setiap usaha yang kita lakukan akan memiliki pertanggungjawabannya di hadapan Allah. Dalam QS. An-Najm ayat 39, Allah mengingatkan bahwa manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. Ayat ini mengajak kita untuk tidak terlalu sibuk menghitung apa yang berhasil diraih orang lain, sebab setiap diri memiliki perjalanan dan tanggung jawab amalnya masing-masing.Namun, ayat ini juga mengingatkan bahwa hidup bukan hanya tentang hasil yang bisa kita nikmati sendiri. Ada amal yang jejaknya terus hidup bahkan setelah kita tiada. Ilmu yang diajarkan, kebaikan yang menginspirasi orang lain, dan kebiasaan baik yang tumbuh karena teladan kita bisa menjadi bagian dari bekal yang terus mengalir. Betapa berharganya jika selama hidup, kita tidak hanya berusaha menjadi baik untuk diri sendiri, tetapi juga berusaha meninggalkan kebaikan yang dapat diteruskan orang lain.Maka, barangkali yang perlu kita pikirkan bukan sekadar seberapa banyak yang berhasil kita kumpulkan selama hidup, melainkan apa yang sedang kita usahakan dan jejak apa yang kelak tertinggal. Apakah kehadiran kita memudahkan orang lain mengenal kebaikan? Apakah ilmu yang kita miliki sudah diamalkan dan dibagikan? Apakah ada manfaat yang tetap hidup meski suatu hari nama kita tak lagi banyak disebut?Kita tidak bisa memastikan berapa lama waktu yang tersisa, tetapi kita masih bisa memilih apa yang hendak diusahakan hari ini. Semoga Allah menolong kita untuk memperbaiki amal, menebarkan manfaat, dan meninggalkan jejak kebaikan yang bukan sekadar dikenang manusia, tetapi juga bernilai di sisi-Nya.

💬 0 komentar📅 6 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat9 Oktober 2026
M
marni

📍 Kabupaten Bogor

Tema: SIKAP KAUM MUSYRIKIN TERHADAP KERASULAN MUHAMMAD SERTA WAHYU YANG DIBAWANYA DAN PENOLAKAN AL-QUR'AN TERHADAPNYA (Ayat 1-20)

Allah taala berfirman:فَلَمَّآ أَحَسُّواْ بَأۡسَنَآ إِذَا هُم مِّنۡهَا يَرۡكُضُونَMaka tatkala mereka merasakan azab Kami, tiba-tiba mereka melarikan diri dari negerinya.QS. Al-'Anbiyā: 12Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 6 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat6 Oktober 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Tafsir Al Mukhtasar ayat 19-22

- Semua rizki dan takdir hanya Allah semata yang memilikinya, kunci-kunci rizki ada di tanganNya, Dia memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki dan menahannya dari siapa yang Dia kehendaki menurut timbangan hikmah dan rahmatNya.- Bumi adalah makhluk yang terbentang, terhampar, dan terkondisikan untuk kehidupan manusia di atasnya. la dikokohkan dengan gunung-gunung yang kuat agar ia tidak berguncang. Di bumi ada tanaman-tanaman yang beraneka ragam yang memiliki kadar-kadar yang tertentu sesuai dengan hikmah dan kemaslahatan.

💬 0 komentar📅 6 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat6 Oktober 2026
R

Rahaf Fathullah

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Pengamalan ayat dari surat An Nisa

1️⃣ Orang yang diuji dengan syahwat yang diharamkan mengingatkan semua orang di dunia menjadi sepertinya, sebagaimana orang baik mengharapkan semua orang sepertinya2️⃣ Setiap orang pasti akan Allah uji dengan dua jenis pengajak: pengajak kepada kebaikan, dan kepada keburukan3️⃣ Harta orang lain tidak boleh diambil kecuali dengan jalan yang sesuai syariat, maka hati-hatilah dari harta yang haram

💬 0 komentar📅 6 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat6 Oktober 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

#JejakAyat QS. Yā-Sīn: 82

QS. Yā-Sīn: 82إِنَّمَآ أَمۡرُهُۥٓ إِذَآ أَرَادَ شَيۡـًٔا أَن يَقُولَ لَهُۥ كُن فَيَكُونُArtinya:“Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, "Jadilah!" Maka terjadilah ia.”Makna Umum AyatAyat ini menjelaskan kesempurnaan kekuasaan Allah. Apabila Allah menghendaki terjadinya sesuatu, Dia tidak memerlukan bantuan, alat, tenaga, waktu yang panjang, atau proses yang menyulitkan. Perintah-Nya cukup untuk mewujudkan sesuatu sesuai dengan kehendak-Nya.Ayat ini menjadi penegasan bahwa menghidupkan kembali manusia setelah kematian bukanlah sesuatu yang sulit bagi Allah. Dzat yang menciptakan makhluk sejak awal tentu berkuasa untuk mengembalikan mereka setelah kematian.Penjelasan Tafsir Al-MuyassarTafsir al-Muyassar menjelaskan bahwa apabila Allah menghendaki sesuatu, DIA cukup berfirman kepadanya, “Kun” — “Jadilah”, lalu sesuatu itu terjadi. Termasuk dalam cakupan kekuasaan ini ialah:MematikanMenghidupkanMembangkitkanMenghidupkan kembali manusia setelah kematian.Dengan demikian, kebangkitan pada hari akhir berada dalam kekuasaan Allah sebagaimana penciptaan dan pengaturan seluruh makhluk.Penjelasan Tafsir Ibnu Katsir Ibnu Katsir menerangkan bahwa Allah memerintahkan sesuatu dengan satu perintah dan tidak membutuhkan pengulangan. Apabila Allah menghendaki sesuatu, Dia berkata kepadanya, “Jadilah,” maka sesuatu itu terjadi.Ibnu Katsir juga menukil riwayat dari Abū Dzarr yang memuat hadits qudsi tentang keluasan kekuasaan, ampunan, pemberian, dan kehendak Allah. Namun, inti penjelasan Ibnu Katsir pada ayat ini adalah bahwa Allah tidak membutuhkan pengulangan perintah atau tahapan yang melelahkan untuk mewujudkan sesuatu.Hubungan dengan kebangkitanAyat ini berada dalam rangkaian penegasan terhadap orang-orang yang mengingkari kebangkitan. Sebelumnya, dibantah anggapan bahwa tulang-belulang yang telah hancur tidak mungkin dihidupkan kembali. Jawabannya: Allah yang pertama kali menciptakan manusia tentu mampu mengembalikannya.Tafsir al-Muyassar, al-Ṭabari, dan al-Sa‘di mengarahkan makna ayat kepada keluasan kekuasaan Allah, termasuk:Penciptaan pertamaMenghidupkanMematikanMembangkitkan manusiaMengembalikan mereka untuk mempertanggungjawabkan amal.Jadi, ayat ini bukan sekadar ungkapan tentang penciptaan benda-benda duniawi, tetapi juga dalil bagi kepastian kebangkitan dan hari akhir.Relevansi dalam kehidupanMenguatkan keyakinan ketika menghadapi sesuatu yang tampak mustahilMenghidupkan harapanMenghilangkan kesombonganMenguatkan iman kepada kebangkitanKesimpulan QS Yāsīn 36:82 menanamkan keyakinan bahwa kehendak dan perintah Allah sempurna, mudah terlaksana, dan tidak dapat dihalangi. Ungkapan “Kun fayakūn” menegaskan kemahakuasaan Allah, termasuk kemampuan-Nya membangkitkan manusia setelah kematian. Bagi seorang mukmin, ayat ini melahirkan tauhid, harapan, rasa takut kepada hari akhir, kerendahan hati, dan keteguhan untuk berusaha sambil bertawakal kepada Allah.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 6 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat6 Oktober 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Al Mukhtasar QS Ali Imran ayat 111

Betapapun mereka menunjukkan sikap permusuhan kepada kalian - wahai orang-orang mumin-, mereka tidak akan dapat menimpakan mudarat kepada agama maupun diri kalian, kecuali berupa ucapan yang menyakiti hati kalian, menjelek-jelekkan agama, mengolok-olok kalian dan sebagainya. Jika mereka memerangi kalian niscaya mereka akan lari tunggang langgang di hadapan kalian dan mereka tidak akan menang melawan kalian.

💬 0 komentar📅 6 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat6 Oktober 2026
D
Daramatasia

📍 Kota Depok

Tafsir surah An-Nisah halaman 102

✅Orang yg dizalimi booeh menceritakan kezaliman yg menimpanya dan orangbyg menzaliminya kpd orangbyg ia harapkan dapat mengambil haknya,meskipun dia mengatakan sesuatu yg tidak menyenangkanbg orang yg menzaliminya✅Anjuran kpd orang yang dizalimi agar memaafkan-meski dia mampu untuk membalasTidak boleh membeda-bedakan antara rasul yg satu dgn tasul yg lain dgn cara berikan kpd sebagian dari mereka dan kafir kpd sebagian yg lain

💬 0 komentar📅 6 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat6 Oktober 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Tafsir surah Al-furqan: 65

Yaitu tetap dan abadi. Seperti yang dikatakan oleh seorang penyair sehubungan dengan makna garaman ini, melalui salah satu bait syairnya:Jika dia (orang yang disanjung penyair) menyiksa, maka siksaannya terus-menerus lagi tetap, dan jika dia memberi dengan pemberian yang banyak, ia tidak peduli (berapa pun banyaknya).Al-Hasan telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: sesungguhnya azab Jahanam itu adalah kebinasaan yang kekal. (Al Furqaan:65) Segala sesuatu yang menimpa anak Adam, lalu lenyap darinya, tidak dapat dikatakan garam. Sesungguhnya pengertian garam itu tiada lain bagi sesuatu yang kekal selagi ada bumi dan langit.Hal yang sama dikatakan oleh Sulaiman At-Taimi.Muhammad ibnu Ka'b telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: sesungguhnya azab Jahanam itu adalah kebinasaan yang kekal. (Al Furqaan:65) Yakni mereka tidak merasakan nikmat hidup di dunia ini. Sesungguhnya Allah subhanahu wata'āla menanyakan kepada orang-orang kafir tentang nikmat (yang telah dikaruniakan-Nya kepada mereka). Mereka tidak dapat mempertanggungjawabkannya kepada Allah. Maka Allah menghukum mereka, lalu memasukkan mereka ke dalam neraka.

💬 0 komentar📅 6 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat6 Oktober 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Al Baqarah 256

Tidak ada seorang pun yang berhak memaksa orang lain untuk memeluk agama Islam karena Islam adalah agama yang benar dan terang, sehingga tidak perlu ada paksaan kepada siapa pun untuk memeluknya. Sudah terlihat jelas kebenaran dan kesesatan, Siapa yang kafir kepada segala sesuatu yang disembah selain Allah dan berlepas diri darinya, kemudian beriman kepada Allah semata maka dia benar-benar telah berpegang kepada agama dengan sekuat-kuatnya untuk menggapai keselamatan di hari Kiamat. Allah Maha Mendengar ucapan hamba-hamba-Nya, lagi Maha Mengetahui perbuatan mereka, dan akan memberi mereka balasan yang setimpal.Mengikuti dan memeluk agama Islam harus didasarkan pada kerelaan hati dan kesediaan untuk menerimanya. Jadi tidak boleh ada paksaan dalam memeluk agama Allah - Ta'ălã-.Memegang teguh Al-Qur'än dan Sunah Rasulullah adaluh cara yang paling ampuh untuk menggapai kebahagiaan hidup di dunia dan meraih kemenangan di akhirat.

💬 0 komentar📅 6 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat6 Oktober 2026
P
Putri Nadhira Saraswati

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Tafsir Al Isra 66

Tafsir Ibnu KatsirAl-Isra (17:66)Tema: ISYARAT BAHWA UMAT ISLAM AKAN MENJADI UMAT YANG BESAR (Ayat 1-111)Subtema: Peringatan tentang nikmat Allah dengan beberapa kejadian pada hari kiamat (Ayat 66-72)Allah subhanahu wata'āla menceritakan perihal kasih sayang-Nya kepada makhlukNya, antara lain ialah menundukan kapal-kapal di lautan buat hamba-hamba-Nya, dan memudahkannya sehingga dapat berlayar di atas lautan untuk keperluan hamba-hamba-Nya dalam mencari sebagian dari karunia-Nya melalui berniaga, dari suatu pulau ke pulau yang lain. Karena itulah disebutkan dalam akhir ayat ini:Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyayang terhadap kalian.Dengan kata lain, sesungguhnya Dia melakukan hal itu bagi kalian hanya­lah sebagai karunia dan rahmat-Nya buat kalian.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 6 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat6 Oktober 2026
N

Nidya larasati

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Pakaian dan Ketaqwaan

Ayat (QS. Al-A'raf: 26)يٰبَنِىۡۤ اٰدَمَ قَدۡ اَنۡزَلۡنَا عَلَيۡكُمۡ لِبَاسًا يُّوَارِىۡ سَوۡاٰتِكُمۡ وَرِيۡشًا​ ؕ وَلِبَاسُ التَّقۡوٰى ۙ ذٰ لِكَ خَيۡرٌ​ ؕ ذٰ لِكَ مِنۡ اٰيٰتِ اللّٰهِ لَعَلَّهُمۡ يَذَّكَّرُوۡنَ‏ ٢٦Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat.QS. Al-A'raf ayat 26 mengajarkan bahwa Allah memberikan manusia pakaian untuk menutup aurat dan perhiasan untuk memperindah diri. Itu semua merupakan nikmat Allah.Namun ada sesuatu yang jauh lebih penting:وَلِبَاسُ التَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ“Dan pakaian takwa, itulah yang lebih baik.”Menurut penjelasan yang dinukil Ibnu Katsir, libasut-taqwa mencakup makna iman, amal saleh, takut kepada Allah, dan ketakwaan, yang semuanya saling berdekatan maknanya

💬 0 komentar📅 6 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat6 Oktober 2026
S

Sekar Kinanti Nufiarizky

📍 Kota Depok

Jangan Tertipu oleh Kekuatan Dunia

Allah Tidak Pernah Dapat Dikalahkan📖 Tafsir Al-Muyassar — QS. An-Nūr: 57Allah ﷻ mengingatkan agar jangan mengira bahwa orang-orang yang kafir dapat melemahkan atau meloloskan diri dari kekuasaan Allah di muka bumi.Mereka mungkin tampak kuat, berkuasa, berhasil, atau seolah-olah tidak tersentuh oleh akibat dari perbuatannya. Namun, tidak ada seorang pun yang mampu menghindar dari kekuasaan dan ketetapan Allah.Allah mampu menghancurkan mereka dan menimpakan balasan sesuai kehendak-Nya.Adapun tempat kembali mereka di akhirat adalah neraka, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.Meskipun ayat ini disampaikan secara khusus kepada Rasulullah ﷺ, peringatan dan pelajarannya berlaku bagi seluruh manusia.🤍 Pesan yang Dapat DiamalkanJangan tertipu oleh apa yang tampak di dunia.Seseorang mungkin terlihat kuat, sukses, berkuasa, atau bebas melakukan apa saja. Namun semua itu tidak berarti ia dapat meloloskan diri dari Allah.🌷 Jangan iri kepada keberhasilan orang yang jauh dari Allah.🌷 Jangan takut berlebihan kepada manusia hingga melupakan kekuasaan Allah.🌷 Jangan mengukur kebenaran dari siapa yang tampak lebih kuat.🌷 Percayalah bahwa setiap perbuatan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.🌷 Tetaplah berada di jalan ketaatan meskipun terkadang jalan itu terasa berat dan kita melihat orang lain seolah-olah lebih mudah hidupnya.Kemenangan sejati bukanlah ketika seseorang tampak unggul di dunia, tetapi ketika ia selamat saat kembali kepada Allah.🪞 Muhasabah DiriApa yang selama ini paling aku takutkan: kehilangan dunia atau kehilangan ridha Allah?Apakah aku pernah merasa iri melihat orang yang hidupnya tampak lebih berhasil, padahal ia jauh dari ketaatan?Apakah aku pernah merasa bahwa orang yang berbuat salah tetapi tampak baik-baik saja berarti Allah membiarkannya?Sudahkah aku benar-benar percaya bahwa tidak ada satu pun perbuatan yang luput dari pengawasan Allah?Jangan sampai gemerlap dunia membuatku lupa bahwa setiap perjalanan akan berakhir pada satu tempat: kembali kepada Allah.🌸 KesimpulanQS. An-Nūr: 57 mengingatkan kita bahwa tidak ada seorang pun yang mampu melemahkan Allah atau melarikan diri dari kekuasaan-Nya.Apa yang terlihat sebagai kekuatan di dunia hanyalah sementara. Yang menentukan keselamatan kita bukanlah kekuasaan, harta, kedudukan, atau keberhasilan duniawi, tetapi iman dan ketaatan kepada Allah.Maka jangan takut kepada kuatnya manusia, jangan iri kepada gemerlapnya dunia, dan jangan tertipu oleh kesenangan yang sementara.Karena pada akhirnya, kita semua akan kembali kepada Allah. 🤍“Ya Allah, teguhkan hatiku untuk tetap berada di jalan-Mu. Jangan biarkan aku tertipu oleh dunia, takut kepada manusia, atau iri kepada apa yang Engkau berikan kepada orang lain. Jadikan aku lebih takut kehilangan ridha-Mu daripada kehilangan dunia. Dan kembalikanlah aku kepada-Mu dalam keadaan Engkau ridha kepadaku. Aamiin Allaahumma Aamiin.”

💬 0 komentar📅 6 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat6 Oktober 2026
R

Rachmatika

📍 Kota Administrasi Jakarta Barat

Tafsir Al-Muyassar Al-Baqarah (2:263)

Tema: CARA-CARA PENGGUNAAN HARTA DAN HUKUM-HUKUMNYA (Ayat 261-286)Subtema: Menginfakkan harta di jalan Allah (Ayat 261-274)Catatan kaki:209937. "Perkataan yang baik" maksudnya menolak dengan cara yang baik, dan maksud "pemberian maaf" ialah memaafkan tingkah laku yang kurang sopan dari si peminta.Perkataan yang baik kepada peminta dan memaafkan permintaan yang dilakukannya secara terus menerus adalah lebih baik daripada sedekah yang diikuti dengan sikap buruk yang menyakiti. Allah tidak memerlukan sedekah para hamba dan Dia Maha Penyantun sehingga tidak menyegerakan hukuman atas mereka.

💬 0 komentar📅 6 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat6 Oktober 2026
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Tafsir Al-Mukhtasar | Surat Yunus : 11

Seandainya Allah Subhanahu wa Ta’ala segera mengabulkan do’a jahat yang diucapkan oleh manusia untuk kebinasaan diri mereka sendiri, anak-anak dan harta benda mereka ketika mereka marah, sebagaimana Allah mengabulkan do’a baik mereka, niscaya mereka sudah binasa. Akan tetapi, Allah memberikan tenggang waktu kepada mereka. Allah membiarkan orang-orang yang tidak menunggu perjumpaan dengan-Nya karena mereka tidak takut dengan hukuman-Nya dan tidak mengharapkan ganjaran-Nya, Allah membiarkan mereka mondar-mandir dalam kebingungan dan kebimbangan terhadap hari perhitungan amal (hari Kiamat).

💬 0 komentar📅 6 Okt 2026Baca selengkapnya →