📖 Jejak Ayat

Laporan & catatan kegiatan Jejak Ayat

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat14 Agustus 2026
S

Siti Nadiroh

📍 Kabupaten Brebes

Qs At takwir ayat 7

Ada 3 tafisiran dikalangan salaf tentang makna ayat ini.Tafsiran pertama yang dimaksudkan dengan dipertemukan adalah jiwa itu dimasukkan ke dalam badannya kembali. Tadinya ruh dicabut kemudian diletakkan di alam barzakh sedangkan tubuhnya bisa jadi lapuk bersama tanah atau bisa jadi dimakan oleh binatang buas atau dimakan oleh ikan, namun pada hari tersebut ruh akan dikembalikan kepada tubuhnya semula. (Tafsir At-Thobari 24/144)Para ulama menyatakan bahwa kondisi keterkaitan antara ruh dan badan ada beberapa jenis. Tatkala seseorang masih hidup di atas muka bumi, maka yang paling dominan adalah jasad dibandingkan dengan ruh. Karenanya jika tertimpa sesuatu yang menyakitkan maka yang pertama kali akan merasakannya adalah jasad, begitupun jika ada sesuatu yang melezatkan maka yang pertama kali merasakannya adalah jasad. Meskipun ruh juga bisa terpengaruh dengan sakit atau kelezatan yang dialami jasad tetapi hubungan antara jasad dan ruh lebih kuat/dominan pada jasad dibandingkan dengan. Adapun ketika di alam barzakh maka ruh lebih dominan dibandingkan jasad, ruh menjadi sempurna sedangkan jasad mulai rusak, sehingga kalau seseorang dikuburkan maka ruh lah yang paling dominan. Ruh yang merasakan adzab dan kenikmatan. Meskipun jasadnya akan terpengaruh akan tetapi yang paling dominan adalah ruh dibandingkan jasad, dan jasad mengikuti ruuh. Namun di hari akhirat kelak antara ruh dan jasad sama-sama dominan sehingga adzab dan kenikmatan dirasakan oleh jasad dan ruh bersamaan. Hal ini karena ruh tersebut dikumpulkan kembali dengan jasadnya. (lihat hubungan antara ruuh dan Jasad di kitab-kitab berikut : Ar-Ruuh, Ibnul Qoyyim hal 43-44, Al-Ajwibah Al-Muhimmah, Ibnu Hajar hal 7-8, syarh al-‘Aqiidah at-Thohaawiyah, Ibnu Abil ‘Izz al-Hanafi 2/578-579, dan penjelasan Asy-Syaikh Sholih Alu Syaikh terhadap al-Aqidah at-Thohawiyah)Tafsiran kedua yang dimaksud dengan dipertemukan adalah masing-masing orang dikumpulkan dengan yang sejalan dengannya. Orang kafir akan dikumpulkan dengan sesama orang kafir, orang munafik akan dikumpulkan dengan sesama orang munafik, orang yahudi akan dikumpulkan dengan sesama orang yahudi, orang nasrani akan dikumpulkan dengan orang nasrani, orang yang menyembah matahari akan dikumpulkan dengan sesama penyembah matahari, pezina dikumpulkan dengan sesama pezina, begitupun dengan orang beriman akan dikumpulkan dengan sesama orang beriman, orang bertakwa akan dikumpulkan dengan sesama orang bertakwa. Oleh karena itu, Allah berfirman dalam Al Qur'an :احْشُرُوا الَّذِينَ ظَلَمُوا وَأَزْوَاجَهُمْ وَمَا كَانُوا يَعْبُدُونَ(Diperintahkan kepada malaikat), “Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan apa yang dahulu mereka sembah.” (QS Ash-Shaffat : 22)Allah juga berfirman dalam ayat yang lain :وَكُنتُمْ أَزْوَاجًا ثَلَاثَةً (7) فَأَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ مَا أَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ (8) وَأَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ مَا أَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ (9) وَالسَّابِقُونَ السَّابِقُونَ (10) أُولَٰئِكَ الْمُقَرَّبُونَ (11)“Dan kamu menjadi tiga golongan. Yaitu golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu. Dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu. Dan orang-orang yang paling dahulu (beriman), merekalah yang paling dahulu (masuk surga). Mereka itulah orang yang dekat (kepada Allah).” (QS Al-Waqi’ah : 7-11)Oleh karena itu, masing-masing manusia pada hari kiamat nanti akan bergandengan bersama kelompoknya masing-masing. Orang musyrik akan berkumpul bersama orang musyrik, orang bertauhid akan berkumpul bersama orang bertauhid, dan seterusnya. Demikianlah Allah akan mengelompokkan mereka pada hari kiamat kelak.Tafsiran ketiga yaitu sebagaimana perkataan ‘Athoo’ :زُوِّجَتْ نُفُوسُ الْمُؤْمِنِينَ بِالْحُورِ الْعِينِ‘’jiwa-jiwa kaum mukminin dipertemukan (yaitu dinikahkan) dengan bidadari’’ (Tafsir Al-Baghowi 8/347)

💬 0 komentar📅 14 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat14 Agustus 2026
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Tafsir QS. Al-Baqarah Ayat 2

Surah Al-Baqarah Ayat 2Zalikal kitabu la raiba fihi hudan lil muttaqin.Artinya, “Kitab Al-Qur’an ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa.”Zalikal kitabu.Zalika, “zalika” itu adalah kata isyarah yang menunjukkan kata jauh, sedangkan Al-Kitab itu adalah Al-Kitab atau Al-Qur’an.Zalikal kitabu, Al-Qur’an itu. Maksudnya, untuk menunjukkan tingginya kedudukan Al-Qur’an. Karena dia seakan-akan jauh tinggi di sana. Ini metode orang-orang Arab dalam mengagungkan sesuatu.Kitab itu maksudnya adalah Al-Qur’an. Ketika Surah Al-Baqarah ini turun, setelah Nabi berhijrah, Al-Qur’an belum dikumpulkan menjadi sebuah kitab seperti sekarang, namun baru berupa lembaran-lembaran. Ini isyarat bahwasanya Al-Qur’an, ketika Allah mengungkap Al-Qur’an dengan kitab, memberi isyarat bahwasanya Al-Qur’an itu akan menjadi suatu kitab.La raiba fihi.La artinya tidak. Raibah, keraguan. Asalnya, sebagaimana penjelasan Ibn ‘Asyur, bahwasanya artinya kegelisahan karena keraguan dan kegoncangan dalam hati. Asal kata raibah, keraguan dan kegelisahan dalam jiwa.Al-Qur’an tidak ada keraguan apa pun sama sekali dalam sisi atau segi apa pun.Allah Ta’ala berfirman, “Apakah mereka tidak mentadaburi Al-Qur’an? Seandainya Al-Qur’an bukan dari Allah, maka kalian akan mendapati banyak perselisihan.”Tidak ada keraguan, maksudnya melainkan lawannya, yaitu Al-Qur’an isinya semuanya perkara yang diyakini.Hudan lil muttaqin.Hudan, petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.Petunjuk menuju apa? Di sini tidak disebutkan oleh Allah. Dalam kaidah tafsir, jika maf’ul atau objek tidak disebutkan, maka memberi faedah keumuman. Maksudnya, Al-Qur’an memberi petunjuk kepada segala kebaikan.Jika ingin mencari segala kebaikan, carilah lewat Al-Qur’an.Lil muttaqin, takwa.Takwa secara bahasa, seseorang berusaha melakukan sebab-sebab untuk melindungi dari neraka Jahannam.Takwa menurut istilah, melakukan sebab-sebab dari terhindarnya azab neraka.Al-Qur’an itu petunjuk bagi semuanya. Tetapi yang bisa mengambil faedah atau hidayah hanya orang yang bertakwa.Takwa, mengambil perlindungan. Maksudnya, seseorang mengambil perlindungan dari neraka Jahannam.

💬 0 komentar📅 14 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat14 Agustus 2026
I

izabel hikmatul rasheeda

📍 Kota Tangerang Selatan

Tafsir ayat 142

Tafsir Al-MuyassarAl-Baqarah (2:142)Tema: KEESAAN TUHANLAH YANG AKHIRNYA MENANG (Ayat 142-214)Subtema: Sekitar pemindahan kiblat (Ayat 142-152)Catatan kaki:209862. Maksudnya ialah orang-orang yang kurang pikirannya sehingga tidak dapat memahami maksud pemindahan kiblat.209863. Di waktu Nabi Muhammad Ṣallallāhu ʻAlaihi wa Sallam berada di Mekah, di tengah-tengah kaum musyrikin beliau berkiblat ke Baitul Maqdis. Tetapi setelahOrang-orang yang bodoh dan orang-orang yang lemah akal dari kalangan orang-orang Yahudi dan lainnya berkata menghina dan menentang, "Apa yang memalingkan orang-orang Islam itu dari kiblat di mana selama ini mereka shalat menghadap ke sana di awal Islam?" Maksudnya adalah Baitul Maqdis. Katakanlah kepada mereka wahai Rasul, "Barat dan timur serta apa yang ada di antara keduanya adalah milik Allah. Tidak ada satu arahpun yang keluar dari kekuasaan Allah, Dia membimbing siapa yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya ke jalan yang lurus. Ini mengandung petunjuk bahwa segala urusan adalah milik Allah dalam melaksanakan perintah-perintah-Nya, ke mana pun Dia memalingkan kami, ke sanalah kami berpaling."Disalin dari Quran TadabburTilawah juz 4 1/2 pertama

💬 0 komentar📅 14 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat14 Agustus 2026
H
Haniva Eka Kusuma

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir al ankabut ayat 31

Allah taala berfirman:وَلَمَّا جَآءَتۡ رُسُلُنَآ إِبۡرَٰهِيمَ بِٱلۡبُشۡرَىٰ قَالُوٓاْ إِنَّا مُهۡلِكُوٓاْ أَهۡلِ هَٰذِهِ ٱلۡقَرۡيَةِ ۖ إِنَّ أَهۡلَهَا كَانُواْ ظَٰلِمِينَDan tatkala utusan Kami (para malaikat) datang kepada Ibrāhīm membawa kabar gembira 1, mereka mengatakan, "Sesungguhnya kami akan menghancurkan penduduk (Sodom) ini; sesungguhnya penduduknya adalah orang-orang yang zalim".Tema: COBAAN ADALAH BAROMETER BAGI SEMPURNA ATAU TIDAKNYA IMAN SESEORANG (Ayat 1-44)Subtema: Cobaan terhadap Nabi Ibrahim dan Nabi Luth (Ayat 16-35)Catatan kaki:210919. Maksudnya, kabar bahwa Nabi Ibrāhīm ‘Alaihissalām akan mendapat putra.QS. Al-`Ankabūt: 31Tafsir Ibnu KatsirAl-'Ankabut (29:31)Tema: COBAAN ADALAH BAROMETER BAGI SEMPURNA ATAU TIDAKNYA IMAN SESEORANG (Ayat 1-44)Subtema: Cobaan terhadap Nabi Ibrahim dan Nabi Luth (Ayat 16-35)Catatan kaki:210919. Maksudnya, kabar bahwa Nabi Ibrāhīm ‘Alaihissalām akan mendapat putra.Setelah Nabi Lut a.s. meminta tolong kepada Allah subhanahu wata'āla untuk membinasakan mereka, maka Allah mengirimkan para malaikat untuk menolongnya, malaikat-malaikat itu mampir terlebih dahulu ke rumah Nabi Ibrahim a.s. dalam rupa tamu. Maka Ibrahim a.s. melakukan hal yang biasa dilakukan oleh pemilik rumah kepada para tamunya, tetapi setelah Nabi Ibrahim melihat bahwa para tamunya ini tidak mempunyai selera terhadap makanan yang disuguhkannya, maka ia merasa heran, dan rasa takut terhadap mereka mulai menyelinap di hatinya.Maka para tamu itu menghibur hatinya dan menyampaikan berita gembira kepadanya akan kelahiran seorang anak yang saleh dari istrinya yang bernama Sarah. Saat itu Sarah ada di tempat yang sama dan menyaksikan mereka, ia merasa heran dengan berita gembira itu, sebagai­mana yang telah dijelaskan dalam tafsir surat Hud dan surat Al-Hijr.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 14 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat14 Agustus 2026
N
Nailah

📍 Kota Administrasi Jakarta Barat

Qs Ar-Rahman : 11

Tafsir Tafsir At-TaysirAr-Raĥmān (55:11)Tema: BEBERAPA NIKMAT ALLAH YANG DAPAT DIRASAKAN DI DUNIA (Ayat 1-30)Di bumi ada buah-buahan(41). Sedangkan planet lain selain bumi tidak ada. Maka, bagaimana mungkin manusia hendak hidup di sana.فِيْهَا فَاكِهَةٌ وَّالنَّخْلُ ذَاتُ الْأَكْمَامِۖ“Di dalamnya ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang.” (QS. Ar-Rahman: 11)Di dalam ayat ini Allah menyebutkan diantara kenikmatan-kenikmatan yang Allah letakkan di bumi. Allah tidak menjadikan bumi hanya berupa dataran tanpa ada isinya, akan tetapi Dia juga menyiapkan kenikmatan-kenikmatan yang lain berupa buah-buahan, pohon kurma yang memiliki (الْأَكْمَام) penutup. Maksudnya adalah kelopak buah kurma. (42)Para ulama menjelaskan (الْأَكْمَام ذَاتُ) dengan dua tafsiran. Pertama: Serbuk sari pada kurma yang terletak di dalam kelopak yang menutupinya dan suatu saat dia akan terbuka ketika tiba waktunya. Itu menandakan bahwa kurma tersebut telah matang. Maka di dalam ayat ini disebutkan dengan kurma yang memiliki kelopak yang menutupinya. Kedua: Serabut yang menutupi batang kurma, hingga seakan-akan buah kurma tertutupi dengan serabut tersebut.(43)Intinya, di dalam ayat ini Allah menjelaskan tentang macam-macam nikmat yang telah diberikan kepada manusia.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 14 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat14 Agustus 2026
P
Puji

📍 Purwakarta

QS Al maidah ayat 1

QS Al maidah ayat 1 Sumber : Aplikasi Qur'an Tadabbur by ustadz Firanda Adirja Tafsir Muyassar Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya dan mengamalkan syariat-Nya, tunaikanlah perjanjian Allah yang tegas, berupa iman kepada syariat-syariat agama, dan tunduk kepadanya. Tunaikan pula perjanjian-perjanjian diantara kalian dalam bentuk amanat, jual beli dan lainnya asalkan ia tidak menyimpang dari Kitabullah dan sunnah Rasul-Nya Muhammad sallallahu alaihi wa sallam. Allah telah menghalalkan bagi kalian hewan ternak, yaitu unta, sapi dan kambing kecuali apa yang telah Allah jelaskan kepada kalian tentang keharaman bangkai, darah dan lainnya dan pengharaman hewan buruan saat kalian sedang berihram. Sesungguhnya Allah menetapkan hukum sesuai dengan kehendak-Nya yang sejalan dengan Hikmah dan keadilan-Nya.

💬 0 komentar📅 14 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat14 Agustus 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Jejak Ayat 14 Agustus

Tafsir Ibnu Katsir QS. Al-'A`rāf: 55Perintah Berdoa dengan Tadharru' dan Khufyah​Tujuan Ayat: Allah memberi petunjuk kepada hamba-Nya untuk berdoa memohon kebaikan urusan dunia dan akhirat.​Makna Tadharru': Berdoa dengan perasaan rendah diri, penuh harap, serta tenang dalam ketaatan kepada Allah.​Makna Khufyah: Berdoa dengan suara yang pelan/lemah lembut, hati yang khusyuk, serta penuh keyakinan atas Keesaan dan Kekuasaan Allah (bukan dengan suara keras untuk pamer).​Perbandingan Ayat:​QS. Al-A'raf: 205:"Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu..."​QS. Maryam: 3: "...yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut." (Pujian Allah kepada hamba yang saleh).​Dalil Larangan Menjerit/ Mengeraskan Suara:​Hadis Sahihain (HR. Bukhari & Muslim dari Abu Musa Al-Asy'ari): Ketika mendengar orang-orang mengeraskan suara saat berdoa, Rasulullah ﷺ bersabda: "Hai manusia, tenangkanlah diri kalian, karena sesungguhnya kalian bukanlah menyeru (Tuhan) yang tuli dan bukan pula (Tuhan) yang gaib, sesungguhnya Tuhan yang kalian seru itu Maha Mendengar lagi Maha Dekat.”​Pendapat Ibnu Juraij: Makruh hukumnya mengeraskan suara, berseru, dan menjerit dalam berdoa; yang diperintahkan adalah dengan rasa rendah diri dan khusyuk.​Teladan Generasi Salaf (Keterangan Al-Hasan Al-Basri):​Kaum muslim masa lalu selalu berupaya keras berdoa secara tersembunyi (hanya berupa bisikan antara mereka dan Tuhannya).​Dahulu ada orang yang hafal Al-Qur'an, paham fiqih, atau shalat malam yang panjang di rumahnya tanpa ada tamu/orang lain yang mengetahuinya, berbeda dengan orang-orang belakangan yang beramal secara terang-terangan.Makna Larangan Melampaui Batas dalam Berdoa (Innahū Lā Yuhibbul-Mu'tadīn)​Pendapat Ibnu Abbas (via Ata Al-Khurasani): Melampaui batas berlaku dalam berdoa maupun dalam hal lainnya.​Pendapat Abu Mijlaz: Contoh melampaui batas dalam berdoa adalah seseorang yang meminta agar ditempatkan pada kedudukan para nabi.Riwayat dan Takhrij Hadits Larangan Melampaui Batas dalam Berdoa​Riwayat Sa'd Ibnu Abi Waqqas​Kejadian: Sa’d melihat anaknya berdoa secara mendetail ("Ya Allah, saya memohon surga, kenikmatannya, baju sutranya... dan berlindung dari neraka, rantai, serta belenggunya").​Nasihat Sa'd: Menegur anaknya dan mengajarinya doa yang lebih ringkas dan mencakup: "Ya Allah, sesungguhnya saya memohon kepada Engkau surga dan semua ucapan atau perbuatan yang mendekatkan diriku kepadanya. Saya berlindung kepada Engkau dari neraka dan dari semua ucapan atau perbuatan yang mendekatkan diriku kepadanya."​Sabda Nabi ﷺ: "Sesungguhnya kelak akan ada suatu kaum yang melampaui batas dalam berdoa (dan bersuci)."​Takhrij Jalur Riwayat:​Diriwayatkan Imam Ahmad (dari Abdur Rahman ibnu Mahdi, dari Syu'bah, dari Ziad ibnu Mikhraq, dari Abu Nu'amah, dari maula Sa'd, dari Sa'd r.a.).​Diriwayatkan juga oleh Imam Abu Daud melalui jalur Syu'bah.Riwayat Abdullah Ibnu Mugaffal​Kejadian: Beliau mendengar anaknya berdoa: "Ya Allah, sesungguhnya saya memohon kepada Engkau gedung putih yang ada di sebelah kanan surga, jika saya masuk surga."​Nasihat Abdullah: Menegur anaknya agar cukup meminta surga dan berlindung dari neraka.​Sabda Nabi ﷺ: "Kelak akan ada suatu kaum yang melampaui batas dalam doa dan bersucinya."​Takhrij Jalur Riwayat:​Diriwayatkan Imam Ahmad (dari Affan, dari Hammad ibnu Salamah, dari Al-Hariri, dari Abu Nu'amah [Qais ibnu Ubayah Al-Hanafi Al-Basri]).​Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (dari Abu Bakar ibnu Abu Syaibah, dari Affan).​Diriwayatkan oleh Imam Abu Daud (dari Musa ibnu Ismail, dari Hammad ibnu Salamah, dari Sa'id ibnu Iyas Al-Hariri, dari Abu Nu'amah). Sanad ini dinilai baik dan dapat dipakai.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 14 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat14 Agustus 2026
A

AYU AAN KHARY M

📍 Kota Makassar

Yasin 27

Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui; apa yang menyebab-kan Rabbku memberikan ampun kepadaku." Maksudnya, disebabkan apa Dia mengampuniku hingga Dia menjauhkan segala bentuk siksaan dariku, ﴾ وَجَعَلَنِي مِنَ ٱلۡمُكۡرَمِينَ ﴿ "dan menjadikanku termasuk orang-orang yang dimuliakan" dengan berbagai macam pahala dan segala hal yang menyenangkan. Artinya, kalau sekiranya pengetahuan tentang hal ini sampai ke dalam hati mereka, tentu mereka tidak tetap berada dalam kesyirikan.

💬 0 komentar📅 14 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat14 Agustus 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

QS. Al Qalam : 48

Tafsir At-TaysirAl-Qalam (68:48)Keadaan sulit ini dialami oleh Nabi di awal-awal dakwahnya. Allah menyuruh Nabi, apa pun gangguan yang menimpanya agar Nabi ﷺ tetap bersabar dan tidak berdoa dalam keadaan marah kepada kaumnya sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Yunus. (94)Dikisahkan bahwa tatkala Nabi Yunus berdakwah kepada kaumnya, kaumnya menolak dengan penolakan yang sangat kuat. Karena penolakan tersebut maka Nabi Yunus ‘alaihissalam salam marah dan pergi meninggalkan kaumnya. Padahal, Allah ﷻ belum mengizinkannya untuk pergi. Artinya Nabi Yunus ‘alaihissalam tidak sabar dengan perlakuan kaumnya. Kita tidak tahu bagaimana gangguan kaum Nabi Yunus ‘alaihissalam kepada dirinya, akan tetapi kita tahu bahwa para Nabi adalah orang yang paling sabar. Akan tetapi mungkin karena saking beratnya gangguan yang dihadapi oleh Nabi Yunus ‘alaihissalam, akhirnya dia pergi meninggalkan kaumnya dalam kondisi marah sebelum diizinkan oleh Allah ﷻ. Akhirnya dia pun pergi dan naik sebuah kapal. Singkat cerita, terjadi ombak yang besar, dan para penumpang tersebut harus mengundi siapa di antara mereka yang harus dilempar keluar dari kapal untuk mengurangi beban dan agar kapal tetap bisa berlayar dengan aman. Keluarlah nama Nabi Yunus ‘alaihissalam, dan akhirnya beliau dilemparkan ke laut lalu ditelan oleh ikan paus sebagai teguran dari Allah ﷻ (95). Di tengah kegelapan tersebut, Nabi Yunus berdoa kepada Allah ﷻ sebagaimana diabadikan di dalam Alquran,وَذَا النُّونِ إِذ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَن لَّن نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَىٰ فِي الظُّلُمَاتِ أَن لَّا إِلَٰهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ“Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, ‘Tidak ada Tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim’.” (QS. Al-Anbiya’ : 87)Dan karena Nabi Yunus ‘alaihissalam telah berdoa demikian, maka Allah ﷻ berfirman,فَلَوْلَا أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ، لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ“Maka sekiranya dia tidak termasuk orang yang banyak berdzikir (bertasbih) kepada Allah, niscaya dia akan tetap tinggal di perut (ikan itu) sampai hari kebangkitan.” (QS. Ash-Shaffat: 143-144)Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 14 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat14 Agustus 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Surah Al Baqarah 8-10

Tafsir Al-MukhtasharSurah Al-Baqarah (2): 8–10Tema: Sifat-Sifat Orang Munafik yang Rusak Batinya tetapi Lahirnya Tampak Baik(1)Subtema: Dusta dalam Keimanan dan Penyakit HatiAyat 8 — Mengaku Beriman, Padahal Tidak Ada sebagian manusia yang mengaku beriman kepada Allah dan hari akhir. Pengakuan tersebut hanya diucapkan dengan lisan.* Sebenarnya, di dalam batin mereka tersimpan kekafiran.* Mereka menampakkan sesuatu yang berbeda dari apa yang ada di dalam hati.Ayat 9 — Menipu, Padahal Menipu Diri Sendiri Mereka berusaha menipu Allah dan orang-orang beriman. Caranya dengan menampakkan keimanan dan menyembunyikan kekafiran.* Mereka mengira tipu daya tersebut akan menyelamatkan mereka.* Padahal sebenarnya, mereka hanya menipu diri sendiri.* Mereka tidak menyadari bahwa Allah mengetahui apa yang tersembunyi dalam hati mereka.Ayat 10 — Penyakit Hati yang Semakin Parah Di dalam hati mereka terdapat penyakit, yaitu keraguan dan kemunafikan. Karena mereka terus berdusta dan mendustakan kebenaran, Allah menambah penyakit tersebut.* Penyakit hati yang dibiarkan dan terus dipelihara akan semakin parah.* Akibat kedustaan mereka, Allah menyiapkan bagi mereka azab yang sangat pedih.🌿 Intisari Kemunafikan adalah ketidaksesuaian antara apa yang tampak dan apa yang tersembunyi di dalam hati. Dusta dalam keimanan dan penyakit hati yang dibiarkan dapat semakin parah.* Allah mengetahui seluruh keadaan hati manusia, termasuk yang tersembunyi dari manusia lain.🤍 Muhasabah SingkatApakah yang tampak dari diriku di hadapan manusia sudah sesuai dengan keadaan hatiku di hadapan Allah?

💬 0 komentar📅 14 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat14 Agustus 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Al-Furqon: 31

Tafsir Tafsir Ibnu KatsirAl-Furqān (25:31)Tema: AL-QUR'AN ADALAH PERINGATAN UNTUK SELURUH MANUSIA (Ayat 1-34)Subtema: Keadaan manusia yang tidak membenarkan Al-Qur'an pada hari kiamat (Ayat 21-34)Firman Allah subhanahu wata'āla:Dan seperti itulah telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa. (Al Furqaan:31)Seperti yang terjadi pada dirimu, hai Muhammad, dari kaummu, yaitu orang-orang yang tidak mengacuhkan Al-Qur'an. Hal yang sama telah terjadi pula di kalangan umat-umat terdahulu. Karena Allah menjadikan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari kalangan orang-orang yang berdosa yang menyeru manusia kepada kesesatan dan kekafiran mereka. Makna ayat ini sama dengan apa yang disebut dalam ayat lain melalui firman-Nya:Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin. (Al An'am:112)Karena itulah dalam ayat berikut ini disebutkan oleh firman-Nya:Dan cukuplah Tuhanmu menjadi Pemberi petunjuk dan Penolong. (Al Furqaan:31)bagi orang yang mengikuti Rasul-Nya, beriman kepada Kitab-Nya, membenarkannya dan mengikuti petunjuknya. Sesungguhnya Allah akan memberinya petunjuk dan menolongnya di dunia dan di akhirat. Disebutkan oleh firman-Nya:menjadi Pemberi petunjuk dan Penolong. (Al Furqaan:31)tiada lain karena orang-orang musyrik selalu menghalang-halangi manusia dari mengikuti ajaran Al-Qur'an, dengan tujuan agar tiada seorang pun yang memakai petunjuknya, dan agar jalan mereka (orang-orang musyrik) dapat mengalahkan petunjuk Al-Qur'an. Untuk itulah maka disebutkan oleh firman-Nya:Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa. (Al Furqaan:31), hingga akhir ayat.

💬 0 komentar📅 14 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat14 Agustus 2026
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

Tafsir Tafsir At-Taysir Ar-Rahman (55:60)

Tafsir Tafsir At-TaysirAr-Rahman (55:60)Ini merupakan balasan untuk orang-orang yang ihsan. Sebagaimana sabda Rasulullah ketika Jibril bertanya kepada beliau,مَا الإِحْسَانُ؟ قَالَ: أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ“Apa itu ihsan?” Rasulullah bersabda: “Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya, jika engkau tidak melihatNya, maka sesungguhnya Allah melihatmu.”(126)Hadits tersebut menjelaskan tentang sifat orang-orang yang berhak mendapatkan surga, sebagaimana firman Allah,وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ“Dan bagi orang yang takut akan kedudukan Rabb nya akan mendapatkan dua surga.” (QS. Ar-Rahman: 46)Diantara sifat orang yang takut kepada Allah adalah dia selalu merasa diawasi, khusyu’ dalam beribadah kepadaNya, karena dia tahu bahwa Allah sedang menilai apa saja yang dia lakukan. Jika dia mendirikan shalat malam atau membaca Al-Qur’an, maka dia melaksanakannya dengan khusyu’; karena dia tahu bahwa Allah sedang menilai shalat malam atau melihatnya membaca Al-Qur’an. Jika seorang mukmin mampu mencapai pada tingkatan perbuatan tersebut, maka dia telah mencapai derajat ihsan. (127)فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kalian dustakan?” (QS. Ar-Rahman: 61)Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 14 Agu 2026Baca selengkapnya →