📖 Jejak Ayat

Laporan & catatan kegiatan Jejak Ayat

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat17 Agustus 2026
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Tafsir QS. Al-Baqarah Ayat 3

Tafsir Al-Qur'an Surah Al-Baqarah Ayat 3الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ“Yaitu mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan salat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.”Pada ayat ini, Allah menjelaskan sifat-sifat orang yang bertakwa.Apa saja sifat-sifat orang bertakwa yang bisa mengambil hidayah dari Al-Qur'an?1. Orang-orang yang beriman kepada yang gaib.Gaib yaitu sesuatu yang tidak kelihatan, seperti alam barzakh, masa depan, surga dan neraka, malaikat, takdir, Allah, dan lainnya yang membutuhkan keimanan.Ini adalah level yang tinggi, yaitu beriman kepada sesuatu yang tidak terlihat, namun terdapat bukti-bukti yang menunjukkannya. Ini adalah sifat spesial yang memuliakan kaum beriman.2. Mendirikan salat.Mendirikan atau menegakkan salat tidak sama dengan sekadar mengerjakan salat.Yang dituntut oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah menegakkan salat. Menegakkan berarti melazimkan seseorang untuk salat dengan baik, berusaha menyempurnakan rukun-rukunnya dan sunnah-sunnahnya, serta berusaha sebaik-baiknya dan khusyuk.Salat inilah yang mengantarkan kepada pencegahan perbuatan yang keji dan mungkar.3. Dan dari apa yang Kami beri rezeki kepada mereka, mereka infakkan.Rezeki yang mereka infakkan bahwasanya berasal dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kita berusaha, tetapi yang menentukan banyak dan sedikitnya rezeki adalah Allah.Yang diminta oleh Allah hanyalah sebagian, bukan seluruhnya. Allah memberi, maka kita mengeluarkan sebagian.Karena harta dari Allah adalah amanah.Infak, kata para ulama, di sini bersifat umum, mencakup infak wajib dan infak sunnah.Infak wajib dibagi menjadi dua, yaitu:✓ Zakat, yang sudah ditentukan kadar dan aturannya.✓ Infak wajib, seperti nafkah kepada keluarga, orang tua, kerabat, orang miskin, dan lainnya. Ini tidak ditentukan kadarnya secara khusus, namun berdasarkan 'urf (kebiasaan yang berlaku) dan kemampuan.Adapun infak sunnah, sifatnya bebas. Yang penting dilakukan dengan ikhlas.

💬 0 komentar📅 17 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat17 Agustus 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Al furqon: 31

Tafsir Ibnu KatsirAl-Furqān (25:32)Tema: AL-QUR'AN ADALAH PERINGATAN UNTUK SELURUH MANUSIA (Ayat 1-34)Subtema: Keadaan manusia yang tidak membenarkan Al-Qur'an pada hari kiamat (Ayat 21-34)Catatan kaki:210835. Maksudnya, Al-Qur`ān itu tidak diturunkan sekaligus, tetapi diturunkan secara berangsur­angsur agar dengan cara demikian hati nabi Muhammad Ṣallallāhu ʻAlaihi wa Sallam menjadi kuat dan tetap.Allah subhanahu wata'āla menceritakan tentang sikap orang-orang kafir yang banyak menentang dan ingkar, juga keusilan mereka terhadap hal yang bukan urusan mereka, karena mereka mengatakan seperti yang disitir oleh firman-Nya:Mengapa Al-Qur’an ini tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja? (Al Furqaan:32)Yakni mengapa Al-Qur'an yang diwahyukan kepada Muhammad tidak diturunkan sekali turun saja, sebagaimana telah diturunkan kitab-kitab yang sebelumnya sekaligus, seperti kitab Taurat, Injil, Zabur, dan kitab-kitab samawi lainnya?Maka Allah subhanahu wata'āla menjawab perkataan tersebut. Sesungguhnya Dia menurunkan Al-Qur'an secara berangsur-angsur selama dua puluh tiga tahun menurut peristiwa-peristiwa dan kejadian-kejadian yang berkaitan dengannya serta menurut hukum yang diperlukan, tiada lain untuk meneguhkan hati orang-orang mukmin terhadapnya. Sebagaimana yang disebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:Dan Al-Qur’an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur. (Al Israa':106), hingga akhir ayat.Dalam ayat berikut ini disebutkan oleh firman-Nya:supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacakannya secara tartil. (Al Furqaan:32)Qatadah mengatakan bahwa makna tartil ialah menjelaskan, yakni Kami menjelaskannya sejelas-jelasnya. Menurut Ibnu Zaid, makna yang dimaksud ialah Kami menafsirkannya dengan jelas."Tolong buatkan teks di atas dalam bentuk foto dalam format story Instagram. Dengan menggunakan simbol siluet tanpa wajah yang sesuai. Menggunakan stabilo warna kuning dan garis warna merah untuk membuat penekanan pada kata atau kalimat yang menjadi poin. Menggunakan latar belakang warna kertas yang sesuai. Tertata rapi dan mudah dipahami. Dimuat dalam 1 halaman"Tafsir Tafsir Ibnu KatsirAl-Furqān (25:31)Tema: AL-QUR'AN ADALAH PERINGATAN UNTUK SELURUH MANUSIA (Ayat 1-34)Subtema: Keadaan manusia yang tidak membenarkan Al-Qur'an pada hari kiamat (Ayat 21-34)Firman Allah subhanahu wata'āla:Dan seperti itulah telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa. (Al Furqaan:31)Seperti yang terjadi pada dirimu, hai Muhammad, dari kaummu, yaitu orang-orang yang tidak mengacuhkan Al-Qur'an. Hal yang sama telah terjadi pula di kalangan umat-umat terdahulu. Karena Allah menjadikan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari kalangan orang-orang yang berdosa yang menyeru manusia kepada kesesatan dan kekafiran mereka. Makna ayat ini sama dengan apa yang disebut dalam ayat lain melalui firman-Nya:Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin. (Al An'am:112)Karena itulah dalam ayat berikut ini disebutkan oleh firman-Nya:Dan cukuplah Tuhanmu menjadi Pemberi petunjuk dan Penolong. (Al Furqaan:31)bagi orang yang mengikuti Rasul-Nya, beriman kepada Kitab-Nya, membenarkannya dan mengikuti petunjuknya. Sesungguhnya Allah akan memberinya petunjuk dan menolongnya di dunia dan di akhirat. Disebutkan oleh firman-Nya:menjadi Pemberi petunjuk dan Penolong. (Al Furqaan:31)tiada lain karena orang-orang musyrik selalu menghalang-halangi manusia dari mengikuti ajaran Al-Qur'an, dengan tujuan agar tiada seorang pun yang memakai petunjuknya, dan agar jalan mereka (orang-orang musyrik) dapat mengalahkan petunjuk Al-Qur'an. Untuk itulah maka disebutkan oleh firman-Nya:Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa. (Al Furqaan:31), hingga akhir ayat.

💬 0 komentar📅 17 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat17 Agustus 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Jejak Ayat 17 Agustus

Tafsir As-Sa’di QS. Al-'Anfāl: 53​ ذَٰلِكَ ​"Yang demikian (siksaan) itu."​Penjelasan: Siksa yang Allah timpakan kepada umat-umat yang mendustakan dan melenyapkan nikmat yang mereka rasakan adalah disebabkan oleh dosa-dosa mereka dan pengubahan terhadap apa yang ada pada diri mereka sendiri.​ ٱللَّهَ لَمۡ يَكُ مُغَيِّرٗا نِّعۡمَةً أَنۡعَمَهَا عَلَىٰ قَوۡمٍ ​"sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah suatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum"​Penjelasan: Baik dari nikmat agama maupun dunia, tetapi Dia membiarkannya dan akan menambahnya jika mereka mensyukurinya.​ حَتَّىٰ يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنفُسِهِمۡ ​"hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri"​Penjelasan: Yakni dari ketaatan kepada kemaksiatan, kemudian mereka mengkufuri nikmat Allah dan menggantinya dengan kekufuran, maka Dia pun menariknya kembali dan merubahnya sebagaimana mereka merubah apa yang ada pada diri mereka.​Penjelasan Hikmah & Keadilan Allah​Dalam semua itu Allah memiliki hikmah, keadilan, dan kebaikan kepada hamba-hamba-Nya:​Allah tidak menyiksa mereka kecuali karena kezhaliman mereka.​Allah menarik hati para wali-Nya agar selalu ingat kepada-Nya dengan melihat azab yang menimpa hamba-hamba-Nya yang menyelisihi perintah-Nya.​ وَأَنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٞ ​"Dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui"​Penjelasan: Mendengar semua yang diucapkan orang yang berucap, baik yang dikeraskan maupun yang dirahasiakan. Allah mengetahui apa yang disimpan oleh hati dan dipendam dalam dada, maka Dia memberlakukan takdir kepada hamba-hamba-Nya sesuai dengan ilmu dan kehendak-Nya.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 17 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat17 Agustus 2026
I
Icha Nur Faizah Hatta

📍 Kota Depok

Tafsir QS. Ar-Ra’d (13): 8–9

Tema: Kesempurnaan Ilmu Allah1. Allah Mengetahui Segala SesuatuAllah memiliki ilmu yang sempurna dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari-Nya.Allah mengetahui:Apa yang ada di dalam rahim.Tahapan perkembangan janin.Jenis kelamin dan keadaan janin.Rezeki, usia, amal, serta keadaan manusia.Segala sesuatu yang tampak maupun yang tersembunyi.Tidak ada satu pun detail kehidupan manusia yang luput dari ilmu Allah.2. Allah Mengetahui Proses Penciptaan ManusiaJanin diciptakan tahap demi tahap dalam rahim.Tafsir Ibnu Katsir mengaitkannya dengan penjelasan dalam QS. Al-Mu’minun 12–14 tentang tahapan penciptaan manusia.Hal ini menunjukkan bahwa penciptaan manusia bukanlah sesuatu yang terjadi tanpa aturan, tetapi berlangsung berdasarkan ilmu, kehendak, dan ketetapan Allah.3. “Yang Kurang dan Yang Bertambah”Allah mengetahui keadaan setiap kandungan, termasuk apa yang terjadi pada masa kehamilan.Para ulama tafsir memberikan beberapa penjelasan tentang makna “kurang” dan “bertambah”, di antaranya berkaitan dengan:Masa kehamilan yang lebih singkat atau lebih panjang.Janin yang lahir belum sempurna atau lahir sempurna.Berbagai keadaan yang terjadi pada kandungan.Intinya: seluruh keadaan tersebut diketahui dan berada dalam ilmu Allah.4. Allah Mengetahui Rezeki dan AjalAllah telah menetapkan ukuran bagi setiap makhluk.Termasuk:RezekiAjal/usiaKetentuan kehidupan manusiaKarena itu, manusia tidak perlu hidup dalam kecemasan seolah-olah rezekinya berada sepenuhnya di tangannya sendiri.Namun keyakinan terhadap ketetapan Allah bukan alasan untuk meninggalkan usaha. Kita tetap berikhtiar, sementara hati bertawakal kepada Allah.5. Allah Mengetahui yang Gaib dan yang TampakAllah mengetahui al-ghaib maupun asy-syahadah:Apa yang manusia lihat maupun yang tidak dapat mereka lihat, semuanya berada dalam pengetahuan Allah.Tidak ada rahasia yang benar-benar tersembunyi dari-Nya.Pikiran yang tidak diketahui manusia, keadaan hati, sesuatu yang belum terjadi, serta berbagai perkara gaib—semuanya berada dalam ilmu Allah.6. Allah Mahabesar dan MahatinggiAyat ini ditutup dengan sifat Allah:Al-Kabīr — Yang Mahabesar.Al-Muta‘āl — Yang Mahatinggi.Tidak ada sesuatu pun yang lebih besar daripada Allah dan tidak ada sesuatu pun yang berada di luar kekuasaan-Nya.🌿 Hikmah dan Tadabbur1. Kita tidak pernah benar-benar sendirian.Ada banyak hal dalam hidup yang tidak kita ketahui, tetapi semuanya diketahui Allah.2. Belajar percaya kepada Allah.Ketika kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi besok, kita tetap bisa tenang karena Allah mengetahuinya.3. Rezeki tidak perlu dicemaskan secara berlebihan.Allah yang memberi rezeki bahkan kepada manusia ketika masih berada di dalam rahim dan belum mampu melakukan apa pun.4. Ketidaktahuan manusia bukan berarti Allah tidak mengaturnya.Kita hanya melihat sebagian kecil dari kehidupan, sedangkan ilmu Allah meliputi semuanya.5. Ilmu seharusnya melahirkan tawakal.Semakin kita menyadari luasnya ilmu Allah, semakin kita memahami bahwa manusia membutuhkan-Nya.✨ Inti Pesan Ayat 8–9Allah mengetahui apa yang kita tidak ketahui.Allah mengetahui bagaimana kita dimulai, bagaimana kita menjalani hidup, dan kapan kehidupan kita berakhir.Maka tugas kita bukan mengetahui seluruh rencana Allah, tetapi beriman, berikhtiar, dan mempercayakan apa yang tidak kita ketahui kepada Allah Yang Maha Mengetahui.

💬 0 komentar📅 17 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat17 Agustus 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Tafsir Al Mukhtasar surah Al Anfal ayat 48

Tetaplah kalian taat kepada Allah dan taat kepada Rasul-Nya dalam seluruh ucapan, perbuatan, dan hal ihwal kalian, serta janganlah kalian kal berselisih pendapat karena perselisihan akan membuat kalian menjadi lemah, takut, dan kehilangan kekuatan kalian. Bersabarlah ketika kalian berhadapan dengan musuh kalian karena sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bersabar dalam bentuk pertolongan, dukungan, dan bantuan, dan barang siapa yang Allah menyertai-Nya maka ialah orang yang pasti meraih kemenangan dan mendapatkan pertolongan.

💬 0 komentar📅 17 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat17 Agustus 2026
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Tafsir Al-Mukhtasar Surat Al-Anfal : 20

“Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti RasulNya! Taatlah kalian kepada Allah dan taatlah kalian kepada RasulNya dengan menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya dan janganlah kalian berpaling dariNya dengan menentang perintahNya dan melanggar laranganNya, sedangkan kalian mendengar ayat-ayat Allah dibacakan kepada kalian.”​

💬 0 komentar📅 17 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat17 Agustus 2026
P
Puji

📍 Purwakarta

Tafsir QS At-Tin Al- Mukhtasar

Tafsir QS At-Tin Al- Mukhtasar Tujuan pokok :Penyebutan karunia Allah terhadap manusia berupa kelulusan fitrah dan penciptaannya, serta kesempurnaan syariat penutup (Islam).Tafsir:Allah bersumpah dengan buah tin dan tempat tumbuhnya, serta bersumpah dengan buah zaitun dan tempat tumbuhnya di negeri Palestina. Allah juga bersumpah dengan bukit Sinai yang merupakan tempat Allah memanggil nabinya Musa alaihissalam Kemudian dia bersumpah dengan tanah haram Mekah yang merupakan tempat aman bagi orang-orang yang memasukinya sekaligus tempat diutusnya nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dengan sebaik-baik ciptaan dan seindah-indahnya rupa.Kemudian kami kembalikan fisiknya menjadi tua dan pikun di dunia, sehingga tak dapat memanfaatkan jasadnya sebagaimana ia tak dapat mengambil manfaat bila fitrahnya rusak dan masuk neraka. Kecuali orang yang beriman kepada Allah dan melakukan amal saleh karena meskipun jasad mereka menua namun bagi mereka balasan yang kekal dan tidak terputus yaitu dengan surga karena mereka menyucikan fitrah diri mereka. Lantas apa yang menjadikanmu wahai manusia mendustakan Hari pembalasan setelah kamu melihat langsung sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya yang banyak?Bukan Allah dengan menjadikan hari kiamat sebagai Hari pembalasan adalah sang hakim yang paling bijaksana dan paling adil apakah masuk akal bahwa Allah meninggalkan hamba-hambaNya begitu saja tanpa mengadili di antara mereka yaitu dengan membalas orang yang baik karena kebaikannya dan membalas orang jahat karena kejahatannya?!

💬 0 komentar📅 17 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat16 Agustus 2026
S

Sekar Kinanti Nufiarizky

📍 Kota Depok

Pedoman memasuki rumah orang lain (Ayat 27-31)

Allah taala berfirman:يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَدۡخُلُواْ بُيُوتًا غَيۡرَ بُيُوتِكُمۡ حَتَّىٰ تَسۡتَأۡنِسُواْ وَتُسَلِّمُواْ عَلَىٰٓ أَهۡلِهَا ۚ ذَٰلِكُمۡ خَيۡرٞ لَّكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَHai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu agar kamu (selalu) ingat.Tema: HUKUM PERZINAAN DAN PERGAULAN (Ayat 1-64)Subtema: Pedoman memasuki rumah orang lain (Ayat 27-31)QS. An-Nūr: 27Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.comTafsir Al-MuyassarAn-Nur (24:27)Tema: HUKUM PERZINAAN DAN PERGAULAN (Ayat 1-64)Subtema: Pedoman memasuki rumah orang lain (Ayat 27-31)Hai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan yang menjalankan syariat-Nya! Janganlah kalian memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin untuk masuk dan memberi salam kepada penghuninya. Dengan kalimat yang diajarkan oleh sunnah: Assalamu’alaikum! Apakah saya boleh masuk? Ini adalah cara meminta izin yang baik buat kalian agar dengan perbuatan itu, kalian selalu ingat dengan perintah-perintah-Nya kemudian kalian menaati-Nya.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 16 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat15 Agustus 2026
R
Rifa Rachmatusyifa

📍 Kabupaten Ketapang

QS Al-Araf : 147

Tafsir Al-MuyassarQS Al-Araf : 147Dan orang-orang yang mendustakan keterangan-keterangan dan ayat-ayat Allah dan tidak percaya akan adanya pertemuan dengan-Nya pada hari Kiamat maka sia-sialah semua perbuatan mereka, karena hilangnya syarat diterimanya amal yaitu beriman kepada Allah dan membenarkan pembalasan-Nya. Mereka tidak akan mendapat balasan apa-apa di akhirat, kecuali sesuai dengan kekufuran dan kedurhakaan yang mereka lakukan di dunia, yaitu kekal di neraka.

💬 0 komentar📅 14 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat14 Agustus 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Tafsir As Sa'di surah Al Anfal ayat 27

(27) Allah تعالى memerintahkan hamba-hambaNya yang ber-iman agar menunaikan perintah-perintah dan larangan-larangan yang Allah amanatkan kepada mereka, karena Allah telah mena-warkan amanat kepada langit, bumi, dan gunung, semua menolak memikulnya dan khawatir akan mengkhianatinya, lalu dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zhalim dan amat bodoh. Barangsiapa menunaikan amanat, maka dia berhak mendapatkan pahala besar dari Allah, dan barangsiapa mengkhia-natinya dan tidak menunaikannya, maka dia berhak mendapatkan azab yang keras dan dia menjadi pengkhianat Allah, Rasulullah, dan amanatnya itu sendiri, menodai dirinya sendiri karena dia telah mengambil sifat terburuk dan ciri terjelek yaitu khianat, serta meng-abaikan sifat yang paling baik dan sempurna yaitu amanat.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 14 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat14 Agustus 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

Tadabbur surat al anfal 11

Di tengah beratnya peperangan, Allah memberi ketenangan kepada kaum muslimin bahkan melalui rasa kantuk, lalu menurunkan hujan yang bukan hanya menyucikan mereka secara lahir, tetapi juga menghilangkan bisikan setan, menguatkan hati, dan memperteguh langkah mereka. Hal serupa juga terjadi dalam Perang Uhud, sebagaimana disebutkan dalam Ali ‘Imran: 154. Dari sini kita belajar, pertolongan Allah tidak selalu langsung berupa perubahan keadaan; terkadang Allah terlebih dahulu menenangkan hati kita agar mampu tetap teguh menghadapi keadaan yang belum berubah.Kadang kita kira pertolongan Allah itu harus berupa masalah yang langsung selesai. Padahal di kisah Perang Badar, bahkan juga Perang Uhud, Allah menolong kaum muslimin dengan cara menenangkan hati mereka terlebih dahulu, rasa kantuk, menurunkan hujan, menguatkan hati, lalu memperteguh langkah mereka. Jadi mungkin, saat keadaan belum juga berubah, bisa jadi Allah sedang menolong kita dengan menenangkan hati kita dulu supaya kita tetap kuat menghadapinya.

💬 0 komentar📅 14 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat14 Agustus 2026
W
Wina

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Muyassar QS. Ibrahim : 7

Allah taala berfirman:وَإِذۡ تَأَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَئِن شَكَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُمۡ ۖ وَلَئِن كَفَرۡتُمۡ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٞDan (ingatlah juga), tatkala Tuhan-mu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih"📝 Ringkasan Tafsir Al-Muyassar1. Bersyukur Mendatangkan Tambahan NikmatAllah menjanjikan: siapa yang bersyukur atas nikmat-Nya, Allah akan menambah karunia dan nikmat tersebut.2. Kufur Nikmat Mendatangkan AzabSebaliknya, orang yang mengingkari nikmat Allah dan tidak mensyukurinya akan mendapatkan azab yang pedih.✨ PelajaranSyukur bukan sekadar mengucapkan alhamdulillah, tetapi mengakui nikmat berasal dari Allah dan menggunakannya dalam ketaatan kepada-Nya.Nikmat → syukur → tambahan karunia.Nikmat → kufur → ancaman azab.Disalin dari Quran Tadabbur — quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 14 Agu 2026Baca selengkapnya →