📖 Jejak Ayat

Laporan & catatan kegiatan Jejak Ayat

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat18 Agustus 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Tafsir Al Mukhtasar surah Al Anfal ayat 55

Sesungguhnya seburuk-buruk makhluk yang berjalan di muka bumi ialah orang-orang yang kafir kepada Allah dan para rasul-Nya. Mereka tidak mau beriman walaupun semua bukti kekuasaan Allah telah datang kepada mereka lantaran tetap bersikeras mempertahankan kekafiran mereka, sehingga semua sarana penangkap hidayah seperti akal pikiran, pendengaran, dan penglihatan yang mereka miliki benar-benar tidak berfungsi

💬 0 komentar📅 18 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat18 Agustus 2026
S

Sekar Kinanti Nufiarizky

📍 Kota Depok

Pedoman memasuki rumah orang lain (Ayat 27-31)

Allah taala berfirman:فَإِن لَّمۡ تَجِدُواْ فِيهَآ أَحَدٗا فَلَا تَدۡخُلُوهَا حَتَّىٰ يُؤۡذَنَ لَكُمۡ ۖ وَإِن قِيلَ لَكُمُ ٱرۡجِعُواْ فَٱرۡجِعُواْ ۖ هُوَ أَزۡكَىٰ لَكُمۡ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ عَلِيمٞJika kamu tidak menemui seorang pun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu, "Kembali (saja)lah", maka hendaklah kamu kembali. Itu bersih bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.Tema: HUKUM PERZINAAN DAN PERGAULAN (Ayat 1-64)Subtema: Pedoman memasuki rumah orang lain (Ayat 27-31)QS. An-Nūr: 28Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.comTafsir Al-MuyassarAn-Nur (24:28)Tema: HUKUM PERZINAAN DAN PERGAULAN (Ayat 1-64)Subtema: Pedoman memasuki rumah orang lain (Ayat 27-31)Jika kalian tidak menemukan seseorang di dalam rumah orang lain itu, maka janganlah kalian masuk sebelum kalian menemukan seseorang yang memberi izin kepada kalian. Jika ia tidak memberi izin bahkan berkata kepada kalian: Kembalilah, maka hendaklah kalian kembali. Dan janganlah mendesak terus untuk masuk. Karena kembali pada saat itu adalah yang terbaik untuk kalian. Sebab terkadang berada dalam keadaan tidak suka bilamana dilihat orang lain. Allah adalah Dzat yang Maha Mengetahui amal perbuatan kalian dan akan membalas seseorang sesuai dengan amal perbuatannya.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 18 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat18 Agustus 2026
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Tafsir Al-Mukhtasar Surat Al-Anfal : 21

Janganlah kalian -wahai orang-orang mukmin- bersikap seperti orang-orang munafik dan orang-orang musyrik yang apabila dibacakan ayat-ayat Allah kepada mereka, maka mereka berkata, “Kami mendengar dengan telinga kami ayat-ayat Al-Quran yang dibacakan kepada kami.”Akan tetapi, mereka tidak mendengarnya untuk merenungkan makna nya dan mengambil pelajaran lalu mendapatkan manfaat darinya.​

💬 0 komentar📅 18 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat10 Agustus 2026
W
Wina

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Ibnu Katsir QS. An Nahl : 18

Allah taala berfirman:وَإِن تَعُدُّواْ نِعۡمَةَ ٱللَّهِ لَا تُحۡصُوهَآ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَغَفُورٞ رَّحِيمٞDan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.📝 Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir1. Nikmat Allah Tak TerhitungNikmat dan kebaikan Allah kepada manusia begitu banyak hingga kita tidak akan mampu menghitung seluruhnya, apalagi mensyukurinya dengan sempurna.2. Allah Maha PengampunManusia sering lalai dalam mensyukuri nikmat. Namun Allah mengampuni hamba yang bertobat dan kembali kepada-Nya dengan ketaatan.3. Allah Maha PenyayangAllah tidak segera mengazab hamba-Nya setelah ia kembali dan bertobat. Bahkan, kebaikan sekecil apa pun diberi balasan, sedangkan dosa-dosa yang banyak dapat Dia ampuni.✨ PelajaranKita tidak akan pernah mampu membalas seluruh nikmat Allah.Maka jangan merasa telah cukup bersyukur. Teruslah mengingat nikmat-Nya, bertobat ketika lalai, dan kembali kepada Allah dengan ketaatan.Disalin dari Quran Tadabbur — quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 18 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat23 Agustus 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

QS Al Anfal: 70

Ada dua janji Allah kepada tawanan yang memiliki kebaikan dalam hati:Allah mengganti apa yang hilang dengan sesuatu yang lebih baik.Allah memberikan ampunan.Dan kisah Al-Abbas menjadi contoh nyata dari keduanya.Al-Abbas mengatakan bahwa dirinya telah Islam, tetapi secara lahiriah ia berada di pihak Quraisy sehingga diperlakukan sebagai tawanan.Ia kemudian harus membayar tebusan. Bahkan ada riwayat yang menyebutkan bahwa harta yang diambil darinya berjumlah 20 atau 40 uqiyah emas ada perbedaan riwayat dalam jumlahnya.Namun Allah kemudian menggantinya dengan sesuatu yang jauh lebih banyak. Al-Abbas sendiri menceritakan bahwa ia memperoleh banyak harta dan budak yang menghasilkan harta untuknya.Ia tidak menganggap keuntungan dunia sebagai pengganti yang paling berharga. Al-Abbas mengatakan bahwa ia berharap mendapatkan ampunan Allah. Dan Al-Abbas memahami bahwa ampunan Allah jauh lebih berharga daripada seluruh pengganti dunia.Kadang kita melihat sesuatu yang hilang dari hidup kita hanya dari sisi:“Aku kehilangan apa?”Padahal perspektif seorang mukmin seharusnya juga bertanya:“Kalau Allah mengambil sesuatu dariku, apa yang sedang Allah siapkan sebagai gantinya?”Dan pengganti itu tidak selalu berupa benda yang sama dalam jumlah lebih banyak.

💬 0 komentar📅 17 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat20 Agustus 2026
R
Rifa Rachmatusyifa

📍 Kabupaten Ketapang

QS Al-Araf:155

Tafsir Ibnu Katsir Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan tafsir ayat ini, bahwa Allah memerintahkan Musa untuk memilih tujuh puluh orang lelaki. Maka Musa memilih tujuh puluh orang lelaki dari kaumnya, lalu membawa mereka ke tanah lapang untuk berdoa kepada Tuhan mereka. Tersebutlah bahwa di antara doa yang diucapkan oleh mereka kepada Allah ialah, "Ya Allah, berikanlah kepada kami pemberian yang belum pernah Engkau berikan kepada seseorang pun sebelum kami dan tidak akan Engkau berikan kepada seorang pun sesudah kami." Maka Allah tidak suka kepada permintaan yang mereka panjatkan itu, lalu mereka ditimpa oleh gempa.Musa berkata, "Ya Tuhanku, kalau Engkau kehendaki, tentulah Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini.", hingga akhir ayat.As-Saddi mengatakan, "Sesungguhnya Allah memerintahkan kepada Musa untuk datang kepada-Nya bersama tiga puluh orang lelaki dari kalangan Bani Israil untuk meminta ampun kepada-Nya tentang perbuatan mereka yang telah menyembah patung anak lembu itu, dan Allah menjanjikan waktunya kepada mereka." Dan Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya. (Al A'raf:155) yang berada di hadapannya, kemudian Musa membawa mereka pergi untuk bertobat. Ketika mereka telah sampat di tempat yang dituju, mereka mengatakan, seperti yang disebutkan oleh Allah subhanahu wata'āla dalam ayat lain melalui Firman-Nya: Kami tidak akan beriman kepadamu. (Al Baqarah:55) Hai Musa. sebelum kami melihat Allah dengan terang. (Al Baqarah:55) Karena engkau telah berbicara langsung kepada-Nya, maka perlihatkanlah Allah kepada kami. karena itu kalian disambar halilintar. (Al Baqarah:55) Maka mereka pun mati semua, dan Musa berdiri menangis seraya berdoa kepada Allah, "Ya Tuhanku, apakah yang akan aku katakan kepada Bani Israil, jika aku datang kembali kepada mereka tanpa orang-orang ini, sedangkan orang-orang yang terpilih mereka telah Engkau binasa­kan?" Ya Tuhanku, kalau Engkau kehendaki, tentulah Engkau membinasa­kan mereka dan aku sebelum ini.Muhammad ibnu Ishaq menceritakan bahwa Musa memilih tujuh puluh orang lelaki dari kalangan kaum Bani Israil, semuanya adalah orang-orang yang terpilih (terkemuka) dari kalangan mereka. Musa berkata, "Berangkatlah kalian kepada Allah, dan bertobatlah kepada-Nya dari apa yang telah kalian perbuat, dan mintakanlah kepada-Nya tobat buat orang-orang yang kalian tinggalkan di belakang kalian dari kalangan kaum kalian. Berpuasalah, bersucilah, dan bersihkanlah pakaian-pakaian kalian terlebih dahulu." Kemudian Musa membawa mereka pergi menuju Bukit Tursina untuk memenuhi janji yang telah ditetapkan untuknya oleh Tuhan-Nya Tersebutlah bahwa Musa tidak berani datang ke tempat itu kecuali dengan seizin dan pemberitahuan dari Allah subhanahu wata'āla Lalu ketujuh puluh orang itu —menurut kisah yang sampai kepada­ku— setelah melakukan apa yang diperintahkan oleh Musa kepada mereka dan Musa membawa mereka untuk bersua dengan Tuhannya, berkatalah mereka kepada Musa, "Mintakanlah bagi kami agar kami dapat mendengar suara Tuhan kami." Musa menjawab, "Akan aku lakukan." Ketika Musa berada di dekat bukit itu, tiba-tiba gunung itu diliputi oleh awan yang berbentuk tiang raksasa sehingga menutupi seluruh kawasan bukit tersebut. Musa mendekat dan masuk ke dalamnya, lalu ia berkata kepada kaumnya, "Mendekatlah kalian." Disebutkan bahwa apabila Musa sedang diajak bicara oleh Tuhan­nya, maka dari keningnya memancarlah nur yang sangat cemerlang, tiada seorang manusia pun yang mampu memandangnya. Maka dibuatkanlah hijab (oleh Allah) untuk menutupinya. Kaum itu mendekat, dan manakala mereka masuk ke dalam awan itu, maka mereka terjatuh bersujud, dan mereka mendengar Allah sedang berbicara kepada Musa seraya mengeluarkan titah dan larangan-Nya kepada Musa, yakni lakukanlah anu dan tinggalkanlah anu. Setelah Allah selesai dari pembicaraan-Nya kepada Musa dan awan telah lenyap dari Musa, maka Musa datang menemui mereka, tetapi mereka berkata kepadanya, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya: Kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang, karena itu kalian disambar halilintar. (Al Baqarah:55) Yang dimaksud dengan sa'iqah sama dengan rajfah. Maka nyawa mereka semuanya melayang, dan matilah mereka. Lalu Musa bangkit memohon kepada Tuhannya dan berdoa serta memohon dengan penuh harap kepada-Nya. Untuk itu Musa mengatakan:Ya Tuhanku, kalau Engkau kehendaki, tentulah Engkau membinasa­kan mereka dan aku sebelum iniSedangkan mereka benar-benar orang-orang yang bodoh, maka apakah Engkau membinasakan orang-orang Bani Israil yang ada di belakangku?Ibnu Abbas, Qatadah, Mujahid, dan Ibnu Jarir mengatakan bahwa mereka ditimpa oleh halilintar (gempa dahsyat) karena mereka tidak mau melenyapkan penyembahan patung anak lembu dari kalangan kaumnya, tidak mau pula melarang kaumnya melakukan hal tersebut. Pendapat ini berdasarkan perkataan Musa a.s. yang disitir oleh firman-Nya: Apakah Engkau membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang akal di antara kami? (Al A'raf:155)Adapun firman Allah subhanahu wata'āla:Itu hanyalah cobaan dari Engkau.Maksudnya cobaan dan ujian yang Engkau berikan kepada mereka.Demikianlah menurut tafsir yang dikatakan oleh Ibnu Abbas, Sa'id ibnu Jubair, Abul Aliyah, Ar-Rabi' ibnu Anas, dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang dari kalangan ulama Salaf dan Khalaf.Tiada makna atau takwil selain ini. Dengan kata lain, sesungguhnya perkara ini hanyalah urusanmu, dan sesungguhnya keputusan ini hanyalah Engkau yang melakukannya. Maka apa saja yang Engkau kehendaki, pasti terjadi, Engkau sesatkan siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau beri petunjuk siapa pun yang Engkau kehendaki. Tidak ada pemberi petunjuk bagi orang yang telah Engkau sesatkan, dan tiada yang dapat menyesatkan orang yang telah Engkau beri petunjuk. Tidak ada yang memberi orang yang Engkau cegah, dan tidak ada yang dapat mencegah apa yang Engkau berikan. Kerajaan adalah milik Engkau belaka, dan keputusan hukum hanyalah milik Engkau, milik Engkaulah makhluk dan semua urusan.Firman Allah subhanahu wata'āla:Engkaulah yang memimpin kami. maka ampunilah kami dan berilah kamirahmat, dan Engkaulah Pemberi ampun yang sebaik-baiknya. (Al A'raf:155)Al-gafru artinya menutupi dan tidak menghukum karena dosa, sedangkan pengertian rahmat apabila dibarengi dengan ampunan. Maka makna yang dimaksud ialah 'janganlah dijerumuskan ke dalam hal yang serupa (yakni dosa yang serupa) di masa mendatang nanti.Engkaulah Pemberi ampun yang sebaik-baiknya. (Al A'raf:155)Yakni tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau sendiri.

💬 0 komentar📅 17 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat18 Agustus 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

QS. Al Qalam: 50

Tafsir At-TaysirAl-Qalam (68:50)Tema: ALLAH TIDAK MENYAMAKAN ORANG YANG BAIK DENGAN ORANG YANG BURUK (Ayat 34-52)Subtema: Nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui, (Ayat 45-52)Namun, akhirnya Nabi Yunus ‘alaihissalam bertaubat kepada Allah menyadari kesalahannya, lalu Allah pun menerima taubatnya dan memasukkannya dalam golongan orang-orang yang saleh. (97)Oleh karena itu, jangan pernah terbetik di dalam pikiran kita bahwa Nabi Yunus ‘alaihissalam adalah orang yang tercela dan kita lebih baik daripada dia. Karena sesungguhnya Allah telah menerima taubatnya dan memasukkannya ke dalam golongan orang yang saleh(98), sebagaimana Nabi-Nabi yang lain juga pernah salah seperti Nabi Adam, Nabi Nuh, dan Nabi Musa ‘alaihimassalam, bahkan Nabi ﷺ juga pernah berbuat salah. Akan tetapi kesalahan tersebut menjadikan mereka para Nabi-Nabi Allah jadi lebih baik dari sebelum mereka bersalah. Karena betapa banyak orang setelah melakukan kesalahan, dia kembali kepada Allah ﷻ, namun itu menjadikan dia lebih baik dari sebelumnya, di antaranya adalah Nabi Yunus ‘alaihissalam.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 17 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat17 Agustus 2026
D
Daramatasia

📍 Kota Depok

Surah annisah halaman 82

1 Larangan menikahi wanita-wanita yg sdh bersuami,baik wanita merdeka maupun budak sampai masa iddah mereka bereka berakhir,apapun sebab iddah tersbut2 Mahar(mas kawin)seorang wanita menjadi keharusan yg wajid ditinaikan setelah pasangan suami istri bercampur dan istri boleh memberikan potongan atas mahar tsbt apabila dilakukan dgn kerelahan dr dirinya3 Boleh menikahi budak-budak wanita yg beriman ketika laki-laki tidak mampu menikahi wanita yg merdeka

💬 0 komentar📅 17 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat17 Agustus 2026
H
Haniva Eka Kusuma

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir quran surah al ankabut ayat 21

Allah taala berfirman:يُعَذِّبُ مَن يَشَآءُ وَيَرۡحَمُ مَن يَشَآءُ ۖ وَإِلَيۡهِ تُقۡلَبُونَAllah mengazab siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi rahmat kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan hanya kepada-Nya-lah kamu akan dikembalikan.Tema: COBAAN ADALAH BAROMETER BAGI SEMPURNA ATAU TIDAKNYA IMAN SESEORANG (Ayat 1-44)Subtema: Cobaan terhadap Nabi Ibrahim dan Nabi Luth (Ayat 16-35)QS. Al-`Ankabūt: 21Tafsir Al-MuyassarAl-'Ankabut (29:21)Tema: COBAAN ADALAH BAROMETER BAGI SEMPURNA ATAU TIDAKNYA IMAN SESEORANG (Ayat 1-44)Subtema: Cobaan terhadap Nabi Ibrahim dan Nabi Luth (Ayat 16-35)Dia menyiksa siapa yang Dia kehendaki dari makhluk-Nya atas dosa masa lalunya dalam kehidupannya, dan Dia merahmati siapa yang Dia kehendaki dari mereka dari kalangan orang-orang yang bertaubat dan beramal shalih. Hanya kepada-Nya kalian akan kembali, lalu Dia akan membalas kalian atas apa yang kalian lakukan.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 17 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat17 Agustus 2026
S

Siti Nadiroh

📍 Kabupaten Brebes

QS At takwir ayat 8

وَاِذَا الْمَوْءٗدَةُ سُىِٕلَتْۖ ۝٨"apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya,"Asal kata dari الْمَوْءُودَةُ adalah maknanya diberi beban berat, karena berasal dari kata kerja وَأَدَ, Ibnu Faris berkata :(وَأَدَ) الْوَاوُ وَالْهَمْزَةُ وَالدَّالُ: كَلِمَةٌ تَدُلُّ عَلَى إِثْقَالِ شَيْءٍ بِشَيْءٍ...وَالْمَوْءُودَةُ مِنْ هَذَا، لِأَنَّهَا تُدْفَنُ حَيَّةً، فَهِيَ تُثْقَلُ بِالتُّرَابِ الَّذِي يَعْلُوهَا‘’ وَأَدَHuruf wawu, hamzah, dan daal adalah kata yang menunjukan makna memberatkan sesuatu dengan sesuatu… diantaranya adalah karena anak wanita itu dikubur hidup-hidup, maka anak wanita itu diberi beban berat yaitu tanah yang menutupinya’’ (Mu’jam Maqoosyiis al-Lughoh 6/78, lihat juga Tafsir al-Qurthubi 19/232)

💬 0 komentar📅 17 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat17 Agustus 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Albaqarah 11-12

QS. Al-Baqarah: 11–12وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ ۝١١“Apabila dikatakan kepada mereka, ‘Janganlah kalian membuat kerusakan di bumi,’ mereka menjawab, ‘Sesungguhnya kami hanyalah orang-orang yang melakukan perbaikan.’”Tafsir Al-Mukhtashar:Apabila mereka dilarang membuat kerusakan di muka bumi berupa kekafiran, perbuatan dosa, dan lainnya, mereka mengingkarinya. Bahkan mereka menganggap diri mereka sebagai orang-orang yang baik dan selalu menganjurkan perbaikan.أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَٰكِنْ لَا يَشْعُرُونَ ۝١٢“Ketahuilah, sesungguhnya merekalah yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadarinya.”Tafsir Al-Mukhtashar:Padahal, sesungguhnya mereka adalah pembuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadarinya serta tidak merasa bahwa perbuatan mereka adalah sumber kerusakan.KesimpulanOrang munafik melakukan kerusakan, tetapi menganggap dirinya sedang melakukan perbaikan. Mereka menolak nasihat dan tidak menyadari bahwa perbuatan mereka sebenarnya menjadi sumber kerusakan.

💬 0 komentar📅 17 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat17 Agustus 2026
R

Rahaf Fathullah

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Pengamalan ayat dari surat ar Rahman

1️⃣ Bacalah doa: "Allahumma innii as-alukal jannata wa na'iimaha wa maa qarraba ilayha kin qaulin wa 'amal"(Artinya: "Ya Allah, aku memohon pada-Mu surga-Mu dan kenikmatannya, serta segala ucapan dan amalan yang mendekatkanku padanya")2️⃣ Bersyukurlah kepada Allah 'azza wajalla karena telah mengajarkan kita Al-Qur'an3️⃣ Ingatlah sebuah nikmat yang Allah berikan khusus untukmu, lalu syukurilah

💬 0 komentar📅 17 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat17 Agustus 2026
W
Wina

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir As-Sa'di QS Al Hijr : 46

Allah taala berfirman:ٱدۡخُلُوهَا بِسَلَٰمٍ ءَامِنِينَ(Dikatakan kepada mereka), "Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman 1".📝 Ringkasan Tafsir As-Sa'di“Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman.”Allah menyambut orang-orang bertakwa dengan keselamatan dan keamanan sempurna di dalam surga.Mereka terbebas dari:kematian dan tidur,kelelahan dan kelesuan,berkurangnya kenikmatan,penyakit dan kesedihan,kegelisahan serta segala sesuatu yang mengeruhkan hati.✨ PelajaranKenikmatan surga itu sempurna dan kekal.Tidak ada rasa takut kehilangan, tidak ada kesedihan, sakit, lelah, ataupun gangguan yang mengurangi kebahagiaan.Dunia penuh dengan kenikmatan yang sementara dan tidak sempurna. Sedangkan surga adalah tempat keselamatan, ketenangan, dan kenikmatan yang sempurna.Disalin dari Quran Tadabbur — quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 17 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat17 Agustus 2026
N

Nidya larasati

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Tafsir Juz 6 - Surat Al-Ma'idah #1 Ayat 1-3

Keistimewaan :1.       surat terakhir turun2.       banyak berbicara tentang fiqih (makanan halal, haram dan lain-lain masalah2 fiqih)ayat 1 : tunaikanlah kesempurnaan janji kalian.Janji di sini bersifat umum. Dibagi menjadi 2 janji kepada Allah dan janji kepada manusiaDalil bahwa pasal dalam perjanjian/kesepakatan Adalah boleh harus di tunaikanAllah berfirman, di halalkan bagi kalian hewan ternak (halal), kecuali yang akan di bacakan kepada kalian (Qs. Al Maidah pada ayat 3 – hewan yang haram). Tanpa menghalalkan hewan buruan sementara kalian sedang ikhram (boleh berburu kecuali sedang ikhram atau sedang di tanah haram). Sesuangguhnya Allah menghukum apa yang Ia kehendaki Ayat 2, Janganlah kalian melanggar (menghalalkan), siar-siar Allah (berkaitan dengan tanah haram/haji) jangan menggampangkan atau buat aturan sendiri, bulan-bulan haram (Dzulkaidah,Dzulhijjah,Muharram, Rajab) jangan berperang lalu jangan bermaksiat, Al Hadyu (hewan yang di hadiahkan di tanah haram), Al Qolaaid (hewan yang di kasih tanda), Aamiinabait, dll jangan sampai kebencian kalian (melampaui batas) menghalangi kalian dari masjid haram membawa kalian untuk melanggar/berbuat dzolim. Dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebaikan dan taqwa (ta’awun sebagai makhluk sosial dan butuh kerja sama dalam mengerjakan kebaikan di lingkup kecil dalam berkeluarga), jangan tolong-monolong dalam berbuat dosa (kemaksiatan) karna Siksa Allah sangat berat. Ayat 3, Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah,1 daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam/dilukai oleh binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih.2 Dan (diharamkan pula) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan pula) mengundi nasib dengan azlām (anak panah),3 (karena) itu suatu perbuatan fasik. Tetapi barang siapa terpaksa (darurat) karena tidak ada pilihan sehingga lapar hingga hampir mati bukan karena ingin berbuat dosa boleh untuk di makan, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

💬 0 komentar📅 17 Agu 2026Baca selengkapnya →