📖 Jejak Ayat

Laporan & catatan kegiatan Jejak Ayat

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat9 Oktober 2026
M
marni

📍 Kabupaten Bogor

SIKAP KAUM MUSYRIKIN TERHADAP KERASULAN MUHAMMAD SERTA WAHYU YANG DIBAWANYA DAN PENOLAKAN AL-QUR'AN TERHADAPNYA (Ayat 1-20)

Allah taala berfirman:فَمَا زَالَت تِّلۡكَ دَعۡوَىٰهُمۡ حَتَّىٰ جَعَلۡنَٰهُمۡ حَصِيدًا خَٰمِدِينَMaka tetaplah demikian keluhan mereka sehingga Kami jadikan mereka sebagai tanaman yang telah dituai yang tidak dapat hidup lagi.QS. Al-'Anbiyā: 15Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 9 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat9 Oktober 2026
P

puti nilam suri

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Juz 15 Al Kahfi dan Tafsir surah Al Fath ayat 29

Allah subhanahu wata'āla memberitahukan kepada Muhammad ﷺ. bahwa dia adalah benar utusan-Nya tanpa diragukan lagi. Untuk itu Allah subhanahu wata'āla berfirman:Muhammad itu adalah utusan Allah. (Al Fath:29)Ini merupakan mubtada, sedang khabar-nya termuat di dalam semua sifat yang terpuji lagi baik. Kemudian Allah subhanahu wata'āla memuji para sahabatnya yang bersama dia:dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. (Al Fath:29)Semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir. (Al Maidah:54)Inilah sifat orang-orang mukmin, seseorang dari mereka bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi lemah lembut terhadap sesamanya lagi kasih sayang. Dia bersikap pemarah dan bermuka masam di hadapan orang-orang kafir, tetapi murah senyum dan murah tertawa di hadapan orang-orang mukmin saudara seimannya. Seperti yang disebutkan dalam firman Allah subhanahu wata'āla:Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan darimu, (At Taubah:123)Nabi ﷺ. telah bersabda:Perumpamaan orang-orang mukmin dalam kasih sayang dan kecintaan mereka adalah seperti satu tubuh, apabila ada salah satu anggotanya merasa sakit, maka rasa sakitnya itu menjalar ke seluruh tubuh hingga terasa demam dan tidak dapat tidur.Nabi ﷺ. telah bersabda pula:Orang mukmin itu sama halnya dengan bangunan-bangunan, yang satu sama lainnya saling menguatkanHal ini diutarakan oleh Nabi ﷺ. seraya merancangkan jari jemari kedua tangannya. Kedua hadis ini terdapat di dalam kitab sahih.Firman Allah subhanahu wata'āla:kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya. (Al Fath:29)Allah subhanahu wata'āla menyifati mereka sebagai orang-orang yang banyak beramal dan banyak mengerjakan salat yang merupakan amal yang terbaik, dan Allah menggambarkan bahwa mereka lakukan hal itu dengan tulus ikhlas dan memohon pahala yang berlimpah dari sisi-Nya, yaitu surga yang merupakan karunia dari-Nya. Karunia dari Allah itu adalah rezeki yang berlimpah bagi mereka dan rida-Nya kepada mereka, yang hal ini jauh lebih banyak daripada nikmat yang pertama, yakni surga. Sebagaimana yang disebutkan oleh firman-Nya:Dan keridaan Allah adalah lebih besar. (At Taubah:72)Adapun firman Allah subhanahu wata'āla:tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. (Al Fath:29)Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. bahwa yang dimaksud dengan tanda-tanda ialah tanda yang baik yang ada pada wajah mereka. Mujahid dan yang lain-lainya yang bukan hanya seorang mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah penampilannya khusyuk dan rendah diri.Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Muhammad At-Tanafisi, telah menceritakan kepada kami Husain Al-Ju'fi, dari Zaidah, dari Mansur, dari Mujahid sehubungan dengan makna firman-Nya: tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. (Al Fath:29) Bahwa yang dimaksud adalah khusyuk, menurut hemat saya tiada lain yang dimaksud adalah tanda ini yang terdapat di wajah dari bekas sujud. Tetapi ia menyanggah bahwa bisa saja tanda itu terdapat di antara dua mata (kening) seseorang yang hatinya lebih keras daripada Fir'aun. Lain halnya dengan As-Saddi, ia mengatakan bahwa salat itu dapat memperindah penampilan muka. Sebagian ulama Salaf mengatakan, "Barang siapa yang banyak salatnya di malam hari, maka wajahnya kelihatan indah di siang hari."Hal ini telah disandarkan oleh Ibnu Majah di dalam kitab sunannya, dari Ismail ibnu Muhammad As-Salihi, dari Sabit, dari Syarik, dari Al-A'masy, dari Abu Sufyan, dari Jabir r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ. pernah bersabda:Barang siapa yang banyak salatnya di malam hari, maka di siang hari wajahnya tampak indah.Tetapi yang benar hadis ini mauquf. Sebagian ulama mengatakan bahwa sesungguhnya keindahan ini mempunyai cahaya dalam hati dan kecerahan pada roman muka, keluasan dalam rezeki serta kecintaan di hati orang lain.Amirul Mu’minin Usman ibnu Affan r.a. mengatakan bahwa tidak sekali-kali seseorang menyembunyikan suatu rahasia, melainkan Allah menampakkannya melalui roman mukanya dan keterlanjuran lisannya. Dengan kata lain, sesuatu yang terpendam di dalam jiwa tampak kelihatan pada roman muka yang bersangkutan. Seorang mukmin apabila hatinya tulus ikhalas kepada Allah subhanahu wata'āla, maka Allah subhanahu wata'āla memperbaiki penampilan lahiriahnya di mata orang lain, seperti apa yang diriwayatkan dari Umar ibnul Khattab r.a. yang mengatakan bahwa barang siapa yang memperbaiki hatinya, maka Allah akan memperbaiki penampilan lahiriahnya.Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hasan ibnu Musa, telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi'ah, telah menceritakan kepada kami Darij, dari Abul Hasam, dari Abu Sa'id r.a., dari Rasulullah ﷺ. yang telah bersabda: Seandainya seseorang di antara kalian beramal di dalam sebuah batu besar yang tiada celah pintunya dan tiada pula lubang udaranya, niscaya amalnya itu akan keluar menampakkan diri kepada manusia seperti apa adanya.Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hasan telah menceritakan kepada kami Zuhair, telah menceritakan kepada kam. Oabus ibnu AbuZabyan, bahwa ayahnya telah menceritakan kepadanya dar. Ibnu Abbas r.a., dari Nabi ﷺ. yang telah bersabda: Sesungguhnya petunjuk yang baik, tanda (ciri) yang baik, dan sikap pertengahan merupakan seperdua puluh lima kenabian.Imam Malik mengatakan, telah sampai kepadaku suatu berita yang mengatakan bahwa orang-orang Nasrani, manakala mereka melihat para sahabat yang telah menaklukkan negeri Syam, mereka mengatakan, "Demi Allah, orang-orang ini (yakni para sahabat) benar-benar lebih baik daripada kaum Hawariyyin (pendukung Nabi Isa) menurut sepengetahuan kami." Dan mereka memang benar dalam penilaiannya, karena sesungguhnya umat Nabi ﷺ. ini dimuliakan di dalam kitab-kitab samawi sebelumnya, terlebih lagi sahabat-sahabat Rasulullah ﷺ. Allah subhanahu wata'āla sendiri telah menuturkan pula perihal mereka di dalam kitab-kitab yang diturunkan oleh-Nya dan berita-berita yang telah tersebar di masa dahulu. Karena itulah maka Allah subhanahu wata'āla menyebutkan dalam ayat ini melalui firman-Nya:Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat. (Al Fath:29)Kemudian dalam firman berikutnya disebutkan:dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya, maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat, lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya, tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya. (Al Fath:29)Yakni demikian pula halnya sahabat-sahabat Rasulullah. Mereka membelanya, membantunya serta menolongnya, dan keadaan mereka bersama Rasulullah ﷺ. sama dengan tunas beserta tanaman.karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir dengan (kekuatan) orang-orang mukmin. (Al Fath:29)Berdasarkan ayat ini Imam Malik rahimahullah menurut riwayat yang bersumber darinya menyebutkan bahwa kafirlah orang-orang Rafidah itu karena mereka membenci para sahabat, dan pendapatnya ini disetujui oleh sebagian ulama.Hadis-hadis yang menyebutkan keutamaan para sahabat dan larangan mencela keburukan mereka cukup banyak, dan sebagai dalil yang menguatkannya cukuplah dengan adanya pujian dari Allah subhanahu wata'āla kepada mereka melalui ayat ini.Selanjutnya Allah subhanahu wata'āla berfirman:Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka. (Al Fath:29)Huruf min dalam ayat ini adalah kata keterangan jenis, yakni mencakup mereka semua (dan bukan tab'id atau sebagian dari mereka).ampunan dan pahala yang besar. (Al Fath:29)Yakni ampunan bagi dosa-dosa mereka, pahala yang berlimpah, serta rezeki yang mulia. Janji Allah itu pasti dan benar, Dia tidak akan menyalahi janji-Nya dan tidak akan menggantinya. Barang siapa yang mengikuti jejak para sahabat, maka ia termasuk dari mereka hukumnya. Para sahabat memiliki keutamaan dan kepioniran serta kesempurnaan yang tidak dapat disaingi oleh seorang pun dari umat ini. Semoga Allah melimpahkan rida­Nya kepada mereka dan membuat mereka puas, serta menjadikan surga Firdaus sebagai tempat menetap mereka, dan Allah subhanahu wata'āla telah memenuhinya.Imam Muslim di dalam kitab sahihnya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Yahya, telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah. dari Al-A'masy, dari Abu Saleh, dari Abu Hurairah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ. pernah bersabda: Janganlah kalian mencaci sahabat-sahabatku, demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman kekuasaan-Nya, seandainya seseorang dari kalian menginfakkan emas sebesar Bukit Uhud, tidaklah hal itu dapat menyamai satu mud seseorang dari mereka dan tidak pula separonya.

💬 0 komentar📅 9 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat9 Oktober 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Al baqarah 261 - Pahala mukmin yang menginfakkan harta di jalan Allah

Perumpamaan pahala orang-orang mukmin yang menginfakkan harta mereka di jalan Allah ialah sepertı sebuah biji yang ditanam oleh seorang petani di tanah yang subur kemudian tumbuh menjadi tujuh bulir. Dalam tiap-tiap bulirnya terdapat seratus biji.Allah melipatgandakan pahala tersebut bagi parahamba yang kehendaki-Nya, sehingga Allah memberi mereka pahala yang tak terhingga, dan Allah Mahaluas kemurahan dan pemberian-Nya, lagi Maha Mengetahui siapa yang berhak dilipatgandakan pahalanya.

💬 0 komentar📅 9 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat9 Oktober 2026
R

Rahaf Fathullah

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Pengamalan ayat dari surat An Nisa

1️⃣ Barangsiapa yang mengubah-ubah isi Al-Qur'an, maka ia melakukan apa yang dilakukan orang yahudi dan nasrani 2️⃣ Sehendaknya kita menjaga adab dan sopan santun saat mengajukan pertanyaan kepada para ulama bila kita betul-betul menginginkan kebenaran3️⃣ Sebuah dosa bisa Allah subhaanahu wata'ala ampuni sebab taubat, atau amal baik, atau semata-mata dengan kemurahan hati Allah, kecuali perbuatan syirik, maka waspadalah darinya

💬 0 komentar📅 9 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat9 Oktober 2026
D
Daramatasia

📍 Kota Depok

Surah An-nisah halaman 105

1 penjelasan bahwa Isa Almasih adalah manusai biasa,begitu juga ibunya,serta penjelasan bahwa orang-orang Nasrani yg tersesat telah berlebih-lebihan mengultuskan keduanyahingga meyakini kemuliaan keduanya telah dari batas-batas kemanusiaan2 Penjelasan bahwa kemusyrikan orang-irang Nasrani yg mengusung trinitas itu adalah kebatilan,juga penjelasan bahwa Allah Ta’alah maha suci dari adnya sekutu atau adanya sesuTu yg menyerupai atau mendekatinya,serta bahwa Allah adalah Tuhan yg naha Esa dalam zat,nama-nam dan sifat-sifatnya

💬 0 komentar📅 9 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat9 Oktober 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

#JejakAyat Tafsir QS. Fussilat: 53

QS. Fussilat: 53سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنفُسِهِمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ ۗ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌArtinya:“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. Dan apakah Tuhan-mu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?”Makna Umum AyatAyat ini merupakan janji Allah bahwa orang-orang yang mendustakan kebenaran akan diperlihatkan berbagai tanda kekuasaan-Nya:Di segenap ufuk: Pada alam semesta, berbagai kejadian besar, perubahan keadaan bangsa-bangsa, kemenangan Islam, serta tanda-tanda kekuasaan Allah pada langit dan bumi.Pada diri mereka sendiri: Pada penciptaan manusia, susunan tubuh, perubahan hidup, kelemahan, penyakit, kematian, serta peristiwa-peristiwa yang Allah timpakan atau berikan kepada mereka.Semua itu akan terus tampak hingga menjadi jelas bahwa Al-Qur’an dan risalah yang dibawa Rasulullah ﷺ adalah kebenaran.Namun ayat ini sekaligus mengarahkan kepada dalil yang lebih tinggi: bukankah kesaksian Allah terhadap segala sesuatu sudah cukup? Allah mengetahui, menyaksikan, membenarkan, dan akan memberikan balasan terhadap seluruh amal makhluk.Dalam konteks ayat, kata ganti “mereka” merujuk kepada orang-orang yang mendustakan Rasulullah ﷺ dan Al-Qur’an. Al-Muyassar menyebut mereka sebagai orang-orang yang mendustakan, sedangkan At-Thabari mengaitkannya dengan kaum musyrik yang mendustakan Nabi ﷺ.Penjelasan Tafsir Ibnu Katsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Allah akan memperlihatkan bukti-bukti dan hujah-hujah-Nya yang menunjukkan bahwa Al-Qur’an benar-benar diturunkan dari sisi Allah kepada Rasul-Nya.Tanda-tanda di ufuk mencakup:Kemenangan-kemenangan Islam.Munculnya Islam di berbagai wilayah.Keunggulan Islam atas berbagai agama dan kekuatan.Peristiwa-peristiwa yang menegakkan kebenaran dan meruntuhkan kebatilan.Tanda-tanda pada diri manusia mencakup:Susunan tubuh manusia.Berbagai unsur dan kondisi yang membentuk manusia.Keajaiban anatomi dan penciptaan.Akhlak manusia yang beragam.Perubahan keadaan manusia.Ketidakmampuan manusia untuk keluar dari takdir dan batas-batas yang telah Allah tetapkan.Ibnu Katsir juga mengarahkan perhatian kepada manusia agar merenungi dirinya sendiri. Manusia yang dahulu lemah, kemudian tumbuh, menjadi kuat, lalu kembali lemah; manusia yang menerima nikmat dan kemudian dapat kehilangan nikmat tersebut—semuanya merupakan tanda bahwa ia berada di bawah kekuasaan dan pengaturan Allah.Relevansi dalam kehidupanJangan menunggu tanda yang luar biasa untuk beriman.Belajar membaca ayat-ayat Allah.Mengambil pelajaran dari perubahan hidup.Kebenaran tidak diukur dari jumlah pengikut.Kesaksian Allah lebih kuat daripada penilaian manusia.Tanda-tanda belum tentu bermanfaat bagi hati yang sombong.Kesimpulan QS Fushshilat 41:53 mengajarkan bahwa Allah akan terus menampakkan tanda-tanda kekuasaan-Nya pada alam, sejarah, masyarakat, dan diri manusia hingga kebenaran Al-Qur’an serta kerasulan Muhammad ﷺ menjadi jelas. Para mufassir menjelaskan ayat ini dengan cakupan yang luas: kemenangan Islam, kehancuran para pendusta, tanda-tanda langit dan bumi, serta keajaiban penciptaan manusia.Namun penutup ayat mengarahkan kita kepada dasar yang paling kuat: kesaksian Allah sendiri sudah cukup. Allah menyaksikan segala sesuatu, sehingga kebenaran tidak bergantung pada pengakuan manusia. Tugas seorang hamba adalah memperhatikan tanda-tanda itu, menerima petunjuk, dan hidup di bawah pengawasan Allah.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 9 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat9 Oktober 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Al Mukhtasar QS Ali Imran ayat 116

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan Rasul-Nya itu tidak akan mendapat manfaat dari harta benda dan anak-anak mereka untuk melindungi diri mereka dari hukuman Allah. Harta benda dan anak-anak mereka tidak dapat menolak azab Allah dan tidak akan dapat mendatangkan rahmat-Nya, bahkan sebaliknya akan menambah penderitaan dan penyesalan mereka. Mereka itulah penduduk neraka yang akan menetap disana.

💬 0 komentar📅 9 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat9 Oktober 2026
R
Rifa Rachmatusyifa

📍 Kabupaten Ketapang

QS At Taubah :16

Tafsir Al-MuyassarQS At Taubah :16 Merupakan sunnatullah (ketentuan Allah) diturunkannya bala (cobaan dan ujian). Maka janganlah kalian (wahai orang-orang mukmin) mengira bahwa Allah akan meninggalkan kalian tanpa memberi ujian; agar Allah mengetahui siapa di antara kalian yang ikhlas dalam berjihad dan tidak meminta perlindungan selain kepada Allah, Rasul-Nya, serta orang-orang mukmin. Dan Allah Maha Mengetahui semua apa yang kalian kerjakan dan akan membalasnya.

💬 0 komentar📅 9 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat9 Oktober 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Tafsir Al Mukhtasar surah Al Hijr ayat 85

Kami tidak menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya dengan batil tanpa hikmah, Kami tidak menciptakan semua itu kecuali dengan kebenaran. Sesungguhnya hari Kiamat pasti akan datang, tidak bisa tidak, maka berpalinglah-wahai Rasul- dari orang-orang yang mendustakanmu dan maafkanlah mereka dengan maaf yang baik.

💬 0 komentar📅 9 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat9 Oktober 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Tafsir surah al-furqan: 68

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah, telah menceritakan kepada kami Al-A'masy, dari Syaqiq, dari Abdullah ibnu Mas'ud yang menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ. pernah ditanya, "Dosa apakah yang paling besar?" Beliau Saw. menjawab, "Bila kamu menjadikan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal Dia telah menciptakanmu." Lalu si penanya bertanya lagi, "Kemudian apa lagi?" Rasulullah ﷺ. bersabda, "Bila kamu membunuh anakmu karena takut dia ikut makan bersamamu." Ia bertanya lagi, "Kemudian apa lagi?" Rasulullah ﷺ. menjawab, "Bila kamu berzina dengan istri tetanggamu." Abdullah ibnu Mas'ud berkata, bahwa lalu Allah subhanahu wata'āla menurunkan firman-Nya yang membenarkan hal tersebut, yaitu: Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah. (Al Furqaan:68), hingga akhir ayat.Imam Bukhari dan Imam Muslim telah mengetengahkannya melalui hadis Al-A'masy dan Mansur - Al-Bukhari menambahkan: serta Wasil -. Mereka bertiga menerima hadis ini dari Abu Wa-il alias Syaqiq ibnu Salamah, dari Abu Maisarah Amr ibnu Syurahbil, dari Ibnu Mas'ud.Menurut lafaz Imam Bukhari dan Imam Muslim melalui Ibnu Mas'ud adalah seperti berikut: Ibnu Mas'ud mengatakan, 'Aku bertanya, 'Wahai Rasulullah, dosa apakah yang paling besar?, dan seterusnya.''Jalur hadis yang garib:Ibnu Jarir mengatakan telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Ishaq Al-Ahwazi, telah menceritakan kepada kami Amir ibnu Mudrik, telah menceritakan kepada kami As-Sirri ibnu Ismail, telah menceritakan kepada kami Asy-Sya'bi, dari Masruq yang mengatakan bahwa Abdullah pernah mengatakan, "Pada suatu hari Rasulullah ﷺ. pergi, lalu aku mengikutinya. Rasulullah ﷺ. duduk di atas sebuah gundukan tanah, maka aku duduk di bagian yang lebih rendah darinya, sedangkan mukaku sejajar dengan kedua lututnya. Aku sengaja ingin menemaninya dalam kesendiriannya itu. Aku bertanya, 'Semoga ayah dan ibuku menjadi tebusanmu, wahai Rasulullah, dosa apakah yang paling besar?' Rasulullah ﷺ. menjawab, 'Bila kamu mendakwakan bahwa Allah mempunyai tandingan, padahal Dialah yang menciptakanmu.' Aku bertanya, 'Kemudian dosa apakah lagi?' Beliau menjawab, 'Bila kamu membunuh anakmu karena tidak suka dia makan bersamamu.' Aku bertanya lagi, 'Kemudian dosa apa lagi? Beliau Saw. menjawab, 'Bila kamu berzina dengan istri tetanggamu.' Kemudian Rasulullah ﷺ. membaca firman-Nya: Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah. (Al Furqaan:68), hingga akhir ayat. .Imam Nasai mengatakan, telah menceritakan kepada kami Qutaibah ibnu Sa'id, telah menceritakan kepada kami Jarir, dari Mansur, dari Hilal ibnu Yusaf, dari Salamah ibnu Qais yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ. bersabda dalam haji wada'-nya, "Ingatlah, sesungguhnya dosa yang terbesar itu ada empat macam." Salamah ibnu Qais mengatakan bahwa sejak ia mendengar hal tersebut dari Rasulullah ﷺ., ia sangat membenci keempat perbuatan itu, yaitu: Janganlah kalian mempersekutukan Allah dengan sesuatu pun, dan janganlah kalian membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang hak, dan janganlah kalian berzina, serta janganlah kalian mencuri.Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Madini rahimahullah, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Fudail ibnu Gazwan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Sa'id Al-Ansari, ia pernah mendengar AbuTayyibah Al-Kala'i mengatakan, ia pernah mendengar Al-Miqdad ibnul Aswad r.a. berkata bahwa Rasulullah ﷺ. pernah bersabda kepada para sahabatnya: "Bagaimanakah pendapat kalian tentang zina?” Mereka menjawab, "Allah dan Rasul-Nya telah mengharamkannya, dan ia tetap haram , sampai hari kiamat.” Rasulullah ﷺ. bersabda kepada para sahabatnya, "Sungguh dosa seseorang lelaki yang berzina dengan sepuluh orang wanita lebih ringan daripada ia berzina dengan istri tetangganya.” Rasulullah ﷺ. bersabda, "Bagaimanakah pendapat kalian tentang mencuri?” Mereka menjawab, "Allah dan Rasul-Nya telah mengharamkannya, dan ia merupakan perbuatan yang haram.” Rasulullah ﷺ. bersabda, "Sungguh dosa seseorang yang mencuri dari sepuluh rumah lebih ringan daripada mencuri dari rumah tetangganya."Abu Bakar ibnu Abud Dunia mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ammar ibnuNasr, telah menceritakan kepada kami Baqiyyah, dari Abu Bakar ibnu Abu Maryam, dari Al-Haisam ibnu Malik At-Ta-i, dari Nabi ﷺ. yang telah bersabda: Tiada suatu dosa pun sesudah syirik yang lebih besar daripada dosa seorang lelaki yang meletakkan nutfah (air mani)nya ke dalam rahim yang tidak halal baginya (yakni berzina).Ibnu Juraij mengatakan, telah menceritakan kepadaku Ya'la dari Sa'id ibnu Jubair, ia pernah mendengar Ibnu Abbas mengatakan bahwa pernah ada sejumlah orang dari kalangan orang-orang musyrik yang banyak membunuh dan banyak berzina. Lalu mereka datang menghadap kepada Nabi Muhammad ﷺ. dan berkata, "Sesungguhnya agama yang engkau katakan dan engkau seru itu benar-benar baik. Sekiranya saja engkau beritakan kepada kami bahwa apa yang telah kami perbuat ada kifaratnya." Maka turunlah firman Allah subhanahu wata'āla: Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah. (Al Furqaan:68), hingga akhir ayat. Turun pula firman-Nya: Katakanlah, "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas ter­hadap diri mereka sendiri.” (Az Zumar:53), hingga akhir ayat.Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Umar, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Amr, dari Abu Fakhitah yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ. bersabda kepada seorang lelaki: Sesungguhnya Allah melarangmu menyembah makhluk, sedangkan Dia kamu tinggalkan (tidak disembah). Dan Allah melarangmu membunuh anakmu, sedangkan anjingmu kamu beri makan. Dan Allah melarangmu berzina dengan istri tetanggamu. Sufyan mengatakan bahwa hal inilah yang disebutkan oleh Allah dalam firman-Nya: Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah. (Al Furqaan:68), hingga akhir ayat.Adapun firman Alah Swt:barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya). (Al Furqaan:68)Telah diriwayatkan dari Abdullah ibnu Amr, ia pernah mengatakan bahwa Asam adalah nama sebuah lembah di neraka Jahanam. Ikrimah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya). (Al Furqaan:68) Bahwa Asam adalah nama lembah-lembah yang terdapat di dalam neraka Jahanam tempat untuk menyiksa para penzina. Hal yang sama telah diriwayatkan dari Sa'id ibnu Jubair dan Mujahid.Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya). (Al Furqaan:68) Yang dimaksud dengan asaman ialah pembalasan dosa, dahulu kami mengatakannya sebagai nama sebuah lembah di dalam neraka Jahanam.Telah diriwayatkan kepada kami bahwa Luqman pernah mengatakan kepada anaknya, "Hai anakku, hindarilah perbuatan zina, karena sesungguhnya perbuatan zina itu permulaannya adalah takut, sedangkan akhirnya adalah penyesalan."Di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan lain-lainnya melalui Abu Umamah Al-Bahili secara mauquf dan marfu' disebutkan bahwa gayyan dan asaman adalah nama dua buah sumur di dasar neraka Jahanam semoga Allah melindungi kita dari kedua sumur itu berkat karunia dan kemurahan-Nya.As-Saddi telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya). (Al Furqaan:68) Bahwa asaman ialah pembalasan.

💬 0 komentar📅 9 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat9 Oktober 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

QS. Al Ma'arij: 21

Tafsir At-TaysirAl-Ma`ārij (70:21)Yaitu apabila dia mendapat kebaikan, maka dia tahan kebaikan tersebut dan tidak mengeluarkannya (membagikan) kepada orang lain, dan dia ingin memuaskan dirinya sendiri(38). Penulis banyak mendengar cerita dari saudara-saudara kita yang tinggal di negara kafir, mereka menyebutkan bahwa memang betul bahwa orang-orang kafir itu sangat pelit. Sampai-sampai mereka mengatakan bahwa salah satu cara untuk mendakwahi orang-orang kafir tersebut adalah dengan mengundang mereka untuk makan. Karena mereka akan kaget dan heran jika ada orang yang senang memberikan makanan secara gratis. Dan kata الْخَيْرُ dalam ayat ini sering diartikan dengan harta sebagaimana dalam ayat-ayat yang lain di antaranya,وَإِنَّهُ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيدٌ“Dan sesungguhnya cintanya kepada harta benar-benar berlebihan.” (QS. Al-‘Adiyat : 8)Inilah sifat sebagian manusia dan orang kafir secara umum. Jika diberi harta mereka akan menjadi sangat pelit dan ketika diberi kesusahan mereka selalu berkeluh kesah. Akhirnya, karena sifat mereka inilah sehingga Allah ﷻ mengancam mereka dengan neraka yang apinya menyala-nyala. Sebagaimana telah Allah ﷻ sebutkan,كَلَّا ۖ إِنَّهَا لَظَىٰ“Sama sekali tidak! Sungguh, neraka itu api yang bergejolak.” (QS. Al-Ma’arij : 15)Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 9 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat9 Oktober 2026
I
Icha Nur Faizah Hatta

📍 Kota Depok

Tafsir Ibnu Katsir-Ibrāhīm (14): 22

Tema: PENGAKUAN SETAN SETELAH ALLAH MENJATUHKAN KEPUTUSANNYA YANG TERAKHIR (Ayat 22–23)1. Keadaan setelah keputusan Allah ditetapkanAllah Subḥānahu wa Ta‘ālā menceritakan perkataan iblis kepada para pengikutnya setelah keputusan Allah ditetapkan di antara para hamba-Nya. Orang-orang mukmin dimasukkan ke dalam surga, sedangkan orang-orang kafir ditempatkan di lapisan bawah neraka.Pada saat itu, iblis berdiri di hadapan para penghuni neraka dan menyampaikan pengakuannya. Perkataannya justru menambah kesedihan, kerugian, dan kekecewaan mereka.2. Janji Allah benar, sedangkan janji setan adalah tipuanIblis berkata:“Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kalian janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepada kalian, tetapi aku menyalahinya.”Allah telah menjanjikan keselamatan dan kesejahteraan kepada orang-orang yang mengikuti para rasul-Nya. Janji Allah itu benar dan pasti dipenuhi-Nya.Sebaliknya, setan memberikan janji-janji palsu dan membangkitkan angan-angan kosong untuk menyesatkan manusia.Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam QS. An-Nisā’ (4): 120, bahwa setan tidak menjanjikan kepada manusia selain tipuan belaka.Pelajaran: Jangan tertipu oleh janji dan angan-angan yang ditawarkan setan. Janji Allah adalah benar, sedangkan janji setan hanya membawa manusia kepada kerugian.3. Setan tidak memiliki kekuasaan untuk memaksa manusiaIblis mengakui:“Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadap kalian, melainkan (sekadar) aku menyeru kalian, lalu kalian mematuhi seruanku.”Iblis tidak memiliki bukti atau dalil yang membenarkan ajakannya. Ia hanya menyeru manusia kepada kebatilan, kemudian manusia mengikuti seruannya.Padahal, Allah telah menegakkan hujah melalui para rasul dengan membawa bukti dan dalil yang benar. Namun, manusia justru menentang para rasul dan mengikuti ajakan setan tanpa mempertimbangkan kebenaran.Pelajaran: Setan menggoda dan mengajak, tetapi manusia tetap bertanggung jawab atas pilihannya. Ajakan setan tidak dapat dijadikan alasan untuk membenarkan perbuatan maksiat atau kekufuran.4. Jangan menyalahkan setan, tetapi salahkan diri sendiriIblis berkata:“Oleh sebab itu, janganlah kalian mencerca aku, tetapi cercalah diri kalian sendiri.”Iblis menegaskan bahwa para pengikutnya tidak seharusnya menyalahkan dirinya atas keadaan yang mereka alami. Mereka telah menolak bukti-bukti kebenaran dan memilih mengikuti ajakan setan.Mereka memiliki kesempatan untuk menerima kebenaran yang dibawa para rasul, tetapi justru memilih kebatilan.Pelajaran: Manusia tidak boleh menjadikan godaan setan sebagai alasan untuk melepaskan tanggung jawab atas perbuatannya. Setiap orang harus mempertanggungjawabkan pilihannya di hadapan Allah.5. Setan tidak dapat menolong para pengikutnyaIblis melanjutkan pengakuannya:“Aku sekali-kali tidak dapat menolong kalian, dan kalian pun sekali-kali tidak dapat menolongku.”Iblis tidak mampu memberikan manfaat, menyelamatkan, atau membebaskan para pengikutnya dari azab neraka.Demikian pula, para pengikutnya tidak mampu menyelamatkan iblis dari azab dan pembalasan Allah.Ketika keputusan Allah telah ditetapkan, hubungan antara setan dan para pengikutnya tidak lagi memberikan manfaat apa pun.Pelajaran: Orang yang mengikuti setan tidak akan memperoleh pertolongan darinya pada hari kiamat. Setan yang dahulu dijadikan panutan justru berlepas diri dari para pengikutnya.6. Setan mengingkari dirinya dijadikan sekutu AllahIblis berkata:“Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatan kalian mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu.”Terdapat penjelasan dari beberapa ulama mengenai makna perkataan ini.Qatadah: Maknanya berkaitan dengan perbuatan manusia yang mempersekutukan iblis dengan Allah.Ibnu Jarir: Pendapat yang dinilai lebih kuat oleh Ibnu Katsir adalah bahwa iblis tidak membenarkan dirinya dijadikan sekutu bagi Allah.Makna ini sejalan dengan QS. Al-Aḥqāf (46): 5–6 dan QS. Maryam (19): 82, yang menjelaskan bahwa sesembahan selain Allah akan mengingkari penyembahan para pengikutnya, bahkan menjadi musuh mereka pada hari kiamat.Pelajaran: Sesuatu yang disembah atau ditaati selain Allah tidak akan menjadi penolong pada hari kiamat. Bahkan, pihak yang dahulu diikuti dapat berlepas diri dan mengingkari pengikutnya.7. Orang-orang zalim mendapat azab yang pedihAllah berfirman:“Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.”Yang dimaksud dengan orang-orang zalim dalam konteks ini adalah mereka yang berpaling dari kebenaran dan mengikuti kebatilan.Konteks ayat menunjukkan bahwa pengakuan iblis tersebut disampaikan setelah para pengikutnya memasuki neraka. Pada saat itu, penyesalan tidak lagi dapat mengubah keputusan Allah yang telah ditetapkan.Pelajaran: Berpaling dari kebenaran dan mengikuti kebatilan membawa manusia kepada kerugian besar di akhirat.8. Riwayat tentang keadaan manusia pada hari kiamatTafsir ini juga memuat sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim dan Ibnu Jarir melalui jalur periwayatan yang disebutkan dalam teks.Dalam riwayat tersebut, setelah keputusan Allah ditetapkan, orang-orang mukmin mencari pihak yang dapat memberikan syafaat. Mereka mendatangi beberapa nabi hingga akhirnya mendatangi Nabi Muhammad ﷺ, kemudian Allah memberikan izin kepada beliau untuk memberikan syafaat.Sementara itu, orang-orang kafir yang melihat orang-orang mukmin memperoleh syafaat mencari iblis yang telah menyesatkan mereka. Mereka meminta iblis agar memohonkan syafaat bagi mereka.Namun, kedatangan iblis justru disertai bau yang sangat busuk dan azab mereka semakin bertambah berat.Riwayat ini kembali menegaskan bahwa iblis tidak dapat menyelamatkan orang-orang yang telah disesatkannya.Catatan: Riwayat tersebut dicantumkan dalam materi yang menjadi sumber rangkuman ini. Uraian di atas mengikuti isi tafsir yang diberikan, bukan penilaian tersendiri atas derajat hadisnya.9. Penyesalan ahli neraka dan kebencian AllahMuhammad ibnu Ka‘b Al-Qurazi menjelaskan bahwa ketika ahli neraka menyatakan bahwa mengeluh ataupun bersabar sama saja karena mereka tidak memiliki tempat untuk melarikan diri, iblis menyampaikan pengakuannya sebagaimana dalam ayat ini.Setelah mendengar perkataan iblis, mereka semakin membenci diri sendiri.Hal ini berkaitan dengan firman Allah dalam QS. Al-Mu’min (40): 10, yang menjelaskan bahwa kebencian Allah terhadap orang-orang kafir lebih besar daripada kebencian mereka terhadap diri sendiri. Dahulu, ketika mereka diseru untuk beriman, mereka justru mengingkari kebenaran.Amir Asy-Sya‘bi juga menyebutkan bahwa pada hari kiamat terdapat pembicaraan yang disampaikan di hadapan manusia, di antaranya pertanyaan Allah kepada Nabi Isa tentang apakah beliau pernah menyuruh manusia menjadikan dirinya dan ibunya sebagai dua tuhan selain Allah (QS. Al-Mā’idah: 116–119), serta pengakuan iblis dalam QS. Ibrāhīm: 22.Kedua keterangan ini memperlihatkan bahwa pada hari kiamat, kebohongan, kesesatan, dan pengingkaran terhadap kebenaran akan tersingkap.10. Kesimpulan utama ayatAda lima pesan utama dari QS. Ibrāhīm (14): 22 berdasarkan penjelasan Tafsir Ibnu Katsir:Janji Allah pasti benar. Allah memenuhi janji-Nya, sedangkan setan mengingkari janji dan hanya memberikan tipuan.Setan hanya mengajak, bukan memaksa. Manusia tetap bertanggung jawab atas keputusan untuk mengikuti atau menolak ajakannya.Jangan melemparkan kesalahan kepada setan. Mengikuti kebatilan merupakan pilihan yang harus dipertanggungjawabkan oleh setiap manusia.Setan tidak dapat menjadi penolong di akhirat. Ia bahkan berlepas diri dari para pengikutnya dan mengingkari dirinya dijadikan sekutu Allah.Penyesalan di akhirat tidak mengubah keputusan Allah. Karena itu, kebenaran harus diterima dan diamalkan selama kesempatan masih ada.Inti tadabbur: Setan tidak menjanjikan keselamatan dan tidak pula mampu memberikan pertolongan. Ia hanya mengajak manusia kepada kebatilan. Ketika akibatnya datang, ia justru menyalahkan orang-orang yang dahulu mengikutinya. Maka, jangan sampai kita lebih percaya kepada ajakan setan daripada janji Allah, dan jangan sampai kita baru menyadari kesalahan setelah kesempatan untuk memperbaikinya berakhir.

💬 1 komentar📅 9 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat9 Oktober 2026
P
Poppy Adrianne

📍 Kota Bandung

Al hijr

Firman Allah subhanahu wata'āla:maka tak dapat menolong mereka apa yang telah mereka usaha­kan.Yakni apa yang mereka hasilkan dari pertanian mereka yang lebih mereka cintai daripada unta betina dalam pembagian airnya, lalu mereka menyembelihnya agar tidak mengganggu pengairan pertanian mereka. Maka harta benda mereka tidak dapat mempertahankan keberadaan mereka, tidak pula memberi mereka manfaat di saat perintah (azab) Tuhanmu datang menimpa mereka.

💬 0 komentar📅 9 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat9 Oktober 2026
R

Rachmatika

📍 Kota Administrasi Jakarta Barat

Tafsir Al-Muyassar Al-Baqarah (2:271)

Tema: CARA-CARA PENGGUNAAN HARTA DAN HUKUM-HUKUMNYA (Ayat 261-286)Subtema: Menginfakkan harta di jalan Allah (Ayat 261-274)Catatan kaki:209942. Menampakkan sedekah dengan tujuan supaya dicontoh orang lain.209943. Menyembunyikan sedekah itu lebih baik dari menampakkannya, karena menampakkan itu dapat menimbulkan ria pada diri si pemberi dan dapat pula menyakitkan hati orang yang diberi.Bila kalian menampakkan apa yang kalian sedekahkan, maka hal itu adalah sebaik-baik sedekah. Namun bila kalian merahasiaknnya dan memberikannya kepada fakir miskin, maka hal ini lebih utama bagi kalian, karena hal ini lebih jauh dari riya. Sedekah yang diiringi dengan keikhlasan merupakan pelebur bagi dosa-dosa kalian. Allah Maha Mengetahui perkara-perkara yang samar, tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari Allah, dan Dia akan membalas masing-masing sesuai dengan amalnya.

💬 0 komentar📅 9 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat9 Oktober 2026
S

Sekar Kinanti Nufiarizky

📍 Kota Depok

Menjaga Kehormatan, Memilih Kesopanan

Kemuliaan seorang perempuan tercermin dalam rasa malu dan penjagaan dirinya.QS. An-Nūr: 60📖 Tafsir Al-Muyassar — QS. An-Nūr: 60Allah ﷻ memberikan keringanan kepada perempuan lanjut usia yang sudah tidak memiliki keinginan untuk menikah lagi, yaitu diperbolehkan menanggalkan sebagian pakaian luar mereka, selama tidak bermaksud menampakkan perhiasan atau kecantikan yang seharusnya ditutupi.Yang dimaksud dengan pakaian dalam ayat ini adalah pakaian luar yang apabila dilepas tidak menyebabkan aurat terbuka.Meskipun demikian, Allah menjelaskan bahwa tetap menjaga kesopanan dan menutup diri dengan lebih sempurna adalah lebih baik bagi mereka.Ayat ini ditutup dengan mengingatkan bahwa Allah Maha Mendengar segala ucapan dan Maha Mengetahui niat serta perbuatan hamba-Nya.Dari ayat ini, kita belajar bahwa Islam memberikan kemudahan, tetapi juga membimbing manusia untuk memilih sesuatu yang lebih menjaga kehormatan dirinya.🤍 Pesan yang Dapat Diamalkan1. Kemuliaan perempuan tidak ditentukan oleh usia atau penampilan.Setiap perempuan tetap memiliki kehormatan yang harus dijaga sepanjang hidupnya.2. Pahami keringanan syariat dengan benar.Keringanan yang Allah berikan memiliki batasan dan tidak berarti seseorang bebas mengabaikan adab berpakaian.3. Menjaga kesopanan adalah pilihan yang mulia.Allah menunjukkan bahwa mengambil sikap yang lebih menjaga kehormatan merupakan sesuatu yang lebih baik.4. Niat dan perilaku sama-sama penting.Bukan hanya bagaimana kita terlihat di hadapan manusia, tetapi juga apa yang kita niatkan dan lakukan ketika tidak ada manusia yang melihat.5. Ajarkan anak perempuan tentang kehormatan dirinya.Tanamkan bahwa menutup aurat bukan sekadar aturan berpakaian, tetapi bagian dari ketaatan kepada Allah dan penjagaan diri.🪞 Muhasabah DiriSudahkah aku memahami bahwa menjaga kehormatan diri merupakan bagian dari ketaatan kepada Allah?Apakah aku berusaha menjaga kesopanan bukan semata-mata karena penilaian manusia, melainkan karena Allah?Ketika Allah memberikan keringanan, apakah aku berusaha memahami batasan syariat sekaligus memilih sikap yang lebih baik?Apakah aku telah mengajarkan kepada anak-anak perempuanku bahwa nilai seorang perempuan tidak terletak pada kecantikan fisiknya, melainkan juga pada iman, akhlak, dan ketakwaannya?Dan yang terpenting…Apakah aku lebih sibuk menjaga penampilan di hadapan manusia daripada menjaga hati dan amal di hadapan Allah?🌸 KesimpulanQS. An-Nūr ayat 60 mengajarkan bahwa Allah memberikan keringanan kepada perempuan lanjut usia dalam hal pakaian luar dengan batasan tertentu. Namun, tetap menjaga kesopanan dan menutup diri dengan lebih sempurna adalah lebih baik.Ayat ini juga mengingatkan bahwa Allah Maha Mengetahui niat di balik setiap perbuatan.Keringanan adalah bentuk kasih sayang Allah, sedangkan memilih kesopanan merupakan bentuk kesungguhan dalam menjaga kehormatan diri.🤍 Doa MuhasabahYa Allah, bimbinglah kami menjadi perempuan yang senantiasa menjaga kehormatan diri, memperindah akhlak, dan memperbaiki ketakwaan. Jauhkan kami dari keinginan mencari penilaian manusia hingga melupakan ridha-Mu. Ajarkan kami untuk memahami syariat-Mu dengan benar dan memilih jalan yang paling Engkau cintai.Aamiin Allaahumma Aamiin

💬 0 komentar📅 9 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat9 Oktober 2026
N

Nidya larasati

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Berbakti kepada Orang Tua dan Muhasabah di usia 40 tahun

Inti tafsir per ayatAyat 15 — Berbakti, bersyukur, dan memperbaiki keturunanAllah memerintahkan manusia berbuat baik dan menyayangi kedua orang tua.Ayat ini mengingatkan beratnya perjuangan ibu saat mengandung dan melahirkan.Ketika mencapai kematangan, seseorang diajarkan berdoa agar mampu mensyukuri nikmat Allah, beramal saleh yang diridai-Nya, serta memohon kebaikan bagi keturunannya.Taubat dan sikap berserah diri kepada Allah harus terus diperbarui. Ibnu Katsir secara khusus menyebut ayat ini sebagai panduan untuk memperbarui taubat ketika mencapai usia 40 tahun.Ayat 16 — Berharap pada penerimaan amal dan ampunan AllahAllah menjanjikan penerimaan amal baik dan ampunan atas kesalahan bagi orang-orang yang memiliki sifat tersebut dan kembali kepada-Nya.Mereka dijanjikan menjadi penghuni surga.Karena itu, jangan hanya sibuk menghitung usia; gunakan waktu untuk memperbaiki amal, bertaubat, dan kembali kepada Allah.

💬 0 komentar📅 9 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat9 Oktober 2026
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Tafsir Ibnu Katsir | Surat Yunus : 19

Ibnu Katsir menegaskan bahwa kesyirikan adalah sesuatu yang muncul kemudian, bukan keadaan asal manusia. Beliau menukil dari Ibnu ‘Abbas bahwa antara Ādam dan Nūḥ terdapat sepuluh generasi dan mereka berada di atas Islam; setelah itu terjadi perselisihan, manusia menyembah berhala, tandingan-tandingan bagi Allah, dan patung-patung. Kemudian Allah mengutus para rasul dengan ayat-ayat, bukti-bukti, dan hujah yang jelas agar manusia mendapatkan penjelasan. Ibnu Katsir juga menjelaskan “kalimat yang telah terdahulu” sebagai ketetapan Allah bahwa Dia tidak mengazab seseorang sebelum tegaknya hujah atasnya. Selain itu, manusia diberi penangguhan sampai waktu yang telah ditetapkan. Pada saat itulah Allah membahagiakan orang-orang beriman dan menyengsarakan orang-orang kafir.(Tafsir Ibnu Katsir, Quran Surat Yūnus 10:19)

💬 0 komentar📅 9 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat11 Oktober 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

QS Al Qashash: 77 — Menempatkan Dunia

Sering kali kita merasa harus memilih antara mengejar dunia atau mempersiapkan akhirat, seolah keduanya tidak bisa berjalan beriringan. Padahal, QS. Al-Qashash ayat 77 mengajarkan keseimbangan: menggunakan apa yang Allah anugerahkan untuk mencari kebahagiaan akhirat, tanpa melupakan bagian kita di dunia. Harta, pekerjaan, rumah, makanan, dan berbagai kenikmatan yang halal bukan sesuatu yang harus dijauhi. Semuanya dapat menjadi sarana ketaatan apabila kita tahu bagaimana menggunakannya.Yang perlu direnungkan bukan semata-mata seberapa banyak yang kita miliki, melainkan bagaimana kita memperlakukannya. Apakah penghasilan yang kita cari juga digunakan untuk menunaikan kewajiban? Apakah pencapaian yang kita perjuangkan membuat kita lebih bermanfaat bagi orang lain? Jangan sampai kesibukan mengumpulkan dunia membuat kita lupa beribadah, tetapi jangan pula kita mengabaikan hak diri dan keluarga atas nama mengejar akhirat. Ada hak Allah, hak diri sendiri, dan hak orang lain yang sama-sama perlu ditunaikan.

💬 0 komentar📅 8 Okt 2026Baca selengkapnya →