📖 Jejak Ayat

Laporan & catatan kegiatan Jejak Ayat

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat20 Agustus 2026
S

Sekar Kinanti Nufiarizky

📍 Kota Depok

HUKUM PERZINAAN DAN PERGAULAN (Ayat 1-64)

Allah taala berfirman:وَقُل لِّلۡمُؤۡمِنَٰتِ يَغۡضُضۡنَ مِنۡ أَبۡصَٰرِهِنَّ وَيَحۡفَظۡنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبۡدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنۡهَا ۖ وَلۡيَضۡرِبۡنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبۡدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوۡ ءَابَآئِهِنَّ أَوۡ ءَابَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوۡ أَبۡنَآئِهِنَّ أَوۡ أَبۡنَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوۡ إِخۡوَٰنِهِنَّ أَوۡ بَنِيٓ إِخۡوَٰنِهِنَّ أَوۡ بَنِيٓ أَخَوَٰتِهِنَّ أَوۡ نِسَآئِهِنَّ أَوۡ مَا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُهُنَّ أَوِ ٱلتَّٰبِعِينَ غَيۡرِ أُوْلِي ٱلۡإِرۡبَةِ مِنَ ٱلرِّجَالِ أَوِ ٱلطِّفۡلِ ٱلَّذِينَ لَمۡ يَظۡهَرُواْ عَلَىٰ عَوۡرَٰتِ ٱلنِّسَآءِ ۖ وَلَا يَضۡرِبۡنَ بِأَرۡجُلِهِنَّ لِيُعۡلَمَ مَا يُخۡفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوٓاْ إِلَى ٱللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَKatakanlah kepada wanita yang beriman, "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak darinya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara lelaki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.Tema: HUKUM PERZINAAN DAN PERGAULAN (Ayat 1-64)Subtema: Pedoman memasuki rumah orang lain (Ayat 27-31)QS. An-Nūr: 31Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.comTafsir Al-MuyassarAn-Nur (24:31)Tema: HUKUM PERZINAAN DAN PERGAULAN (Ayat 1-64)Subtema: Pedoman memasuki rumah orang lain (Ayat 27-31)Katakanlah kepada para wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya dari aurat yang tidak halal baginya. Menjaga kemaluannya dari perkara yang diharamkan oleh Allah. Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kepada para lelaki, bahkan mereka harus berusaha untuk menyembunyikannya, kecuali yang biasa Nampak dari pakaian yang dipakainya, bila hal itu tidak akan menimbulkan fitnah karenanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudungnya (menjulurkan jilbabnya) ke atas belahan pakaian yang ada di dadanya bagian atas dan menutup mukanya sebagai kesempurnaannya. Dan janganlah mereka (kaum wanita) menampakkan perhiasannya yang tersembunyi kecuali hanya kepada suami mereka saja, karena suami boleh melihat dari para istrinya yang tidak boleh dilihat oleh orang lain. Dan dibolehkan para wanita terlihat sebagian dari anggota badannya, misalnya muka, leher, kedua tangan, lengan oleh bapak, mertua, anak, anak tiri, saudara, anak saudara, anak saudari, dan seluruh para wanita muslimah (bukan wanita kafir), hamba sahayanya, dan kepada para lelaki yang sudah tidak ada keinginan (syahwat) dan kebutuhan kepada wanita. Misalnya orang yang lemah akalnya, yakni seseorang yang keinginan syahwatnya hanya kepada makan dan minum saja, kepada para anak kecil yang masih belum mengetahui tentang aurat wanita dan juga belum mempunyai syahwat dengan aurat wanita. Janganlah para wanita menginjakkan kakinya dengan keras ketika lewat di depan para lelaki agar bisa terdengar suara perhiasan yang disembunyikannya, misalnya perhiasan berupa gelang kaki atau semisalnya. Bertaubatlah wahai orang-orang yang beriman untuk selalu taat kepada Allah di dalam sifat-sifat yang baik dan akhlak yang mulia yang diperintahkan kepada kalian. Dan tinggalkanlah akhak dan sifat buruk orang jahiliyah dengan harapan kalian akan mendapatkan keuntungan di dunia maupun di akhirat.Catatan tafsir:Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Muqatil, yang bersumber dari Jabir bin Abdillah bahwa Asma' binti Murtsid, pemilik kebun kurma, sering dikunjungi wanita-wanita yang bermain-main di kebunnya tanpa berkain panjang sehingga kelihatan gelang-gelang kakinya. Demikian juga dada dan sanggul mereka kelihatan. Berkatalah Asma': "Alangkah buruknya (pemandangan) ini." Turunnya ayat ini sampai,…'auraatin nisaa'… (…aurat wanita..) berkenaan dengan peristiwa tersebut, yang memerintahkan kepada kaum Mukminat untuk menutup aurat mereka.Tolong buatkan poster nuansa nude & soft pinkDiriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Hadhrami, bahwa seorang wanita membuat dua kantong perak yang diisi untaian batu-batu mutu manikam sebagai perhiasan kakinya. Apabila ia lewat dihadapan sekelompok orang, ia memukul-mukulkan kakinya ke tanah sehingga kedua gelang kakinya bersuara seperti beradu. Maka turunlah kelanjutan ayat ini, dari… wa laa yadlribna bi arjulihinn…[.. dan janganlah mereka memukulkan kakinya…] sampai akhir ayat, yang melarang wanita menggerak-gerakkan anggota tubuhnya untuk mendapatkan perhatian laki-laki.Sumber: Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A. Dahlan dkk.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.comTolong buatkan poster mengenai QS An Nuur agat 31 tersebut, lengkap dengan ayat, arti, dan tafsir Al Muyassar dengan nuansa pastel nude & soft pink

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat20 Agustus 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Jejak Ayat 20 Agustus

Tafsir As-Sa’diQS. Yūnus: 27​Setelah menceritakan perihal orang-orang yang berbahagia (yang dilipatgandakan amal baiknya dan diberi tambahan), Allah mengiringinya dengan kisah orang-orang yang celaka. Allah menyebutkan keadilan-Nya terhadap mereka, bahwa pembalasan kejahatan diberikan secara setimpal tanpa dilebihkan atau dilipatgandakan.​ وَتَرۡهَقُهُمۡ ذِلَّةٌ ​"...dan mereka ditutupi oleh kehinaan."​Penjelasan: Kehinaan menyelimuti diri mereka karena perbuatan maksiat dan ketakutan terhadap perbuatan maksiatnya sendiri. Hal ini serupa dengan firman Allah:​ وَتَرَىٰهُمۡ يُعۡرَضُونَ عَلَيۡهَا خَٰشِعِينَ مِنَ الذُّلِّ ​"Dan kamu akan melihat mereka dihadapkan ke neraka dalam keadaan tunduk karena (merasa) hina." (Q.S. Asy-Syura: 45)​ وَلَا تَحۡسَبَنَّ ٱللَّهَ غَٰفِلًا عَمَّا يَعۡمَلُ ٱلظَّٰلِمُونَۚ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمۡ لِيَوۡمٍ تَشۡخَصُ فِيهِ ٱلۡأَبۡصَٰرُ ۝ مُهۡطِعِينَ مُقۡنِعِي رُءُوسِهِمۡ​"Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak, mereka datang bergegas-gegas memenuhi panggilan dengan mengangkat kepalanya." (QS. Ibrahim: 42–43)​ مَا لَهُم مِّنَ ٱللَّهِ مِنۡ عَاصِمٍ ​"Tidak ada bagi mereka seorang pelindung pun dari (azab) Allah."​Penjelasan: Tiada pelindung dan tiada pembela yang menyelamatkan mereka dari azab Allah. Semakna dengan firman-Nya:​ يَقُولُ ٱلۡإِنسَٰنُ يَوۡمَئِذٍ أَيۡنَ ٱلۡمَفَرُّ ۝ كَلَّا لَا وَزَرَ ۝ إِلَىٰ رَبِّكَ يَوۡمَئِذٍ ٱلۡمُسۡتَقَرُّ ​"Pada hari itu manusia berkata, 'Ke mana tempat lari?' Sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung! Hanya kepada Tuhanmu sajalah pada hari itu tempat kembali." (QS. Al-Qiyamah: 10–12)​ كَأَنَّمَا أُغۡشِيَتۡ وُجُوهُهُمۡ... ​"Seakan-akan muka mereka ditutupi..."​Penjelasan: Menceritakan tentang hitamnya wajah mereka kelak di hari kiamat, sebagaimana firman Allah dalam ayat lainnya:​ يَوۡمَ تَبۡيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسۡوَدُّ وُجُوهٌۚ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ ٱسۡوَدَّتۡ وُجُوهُهُمۡ أَكَفَرۡتُم بَعۡدَ إِيمَٰنِكُمۡ فَذُوقُواْ ٱلۡعَذَابَ بِمَا كُنتُمۡ تَكۡفُرُونَ ۝ وَأَمَّا ٱلَّذِينَ ٱبۡيَضَّتۡ وُجُوهُهُمۡ فَفِي رَحۡمَةِ ٱللَّهِ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ ​"Pada hari yang di waktu itu ada muka yang menjadi putih berseri, ada pula muka yang menjadi hitam muram. Adapun orang-orang yang menjadi hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan) 'Mengapa kalian kafir sesudah kalian beriman? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiran kalian itu.' Adapun orang-orang yang menjadi putih berseri mukanya, maka mereka berada dalam rahmat Allah (surga), mereka kekal di dalamnya." (QS. Ali 'Imran: 106–107)​ وُجُوهٌ يَوۡمَئِذٍ مُّسۡفِرَةٌ ۝ ضَاحِكَةٌ مُّسۡتَبۡشِرَةٌ ۝ وَوُجُوهٌ يَوۡمَئِذٍ عَلَيۡهَا غَبَرَةٌ ​"Banyak muka pada hari itu berseri-seri, tertawa, dan gembira ria, dan banyak (pula) muka pada hari itu tertutup debu." (QS. 'Abasa: 38–40)Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat20 Agustus 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Al furqon: 35

Tafsir Ibnu KatsirAl-Furqān (25:35)Tema: PELAJARAN DARI KISAH UMAT TERDAHULU (Ayat 35-44)Allah subhanahu wata'āla berfirman seraya mengancam orang-orang yang mendustakan Rasul-Nya, yaitu Nabi Muhammad ﷺ. Mereka terdiri atas kalangan orang-orang musyrik kaumnya dan orang-orang yang menentangnya. Allah subhanahu wata'āla memperingatkan mereka terhadap siksaan-Nya dan azab-Nya yang sangat pedih yang telah menimpa umat-umat terdahulu yang telah mendustakan rasul-rasul-Nya. Allah subhanahu wata'āla memulainya dengan menyebutkan kisah Musa, bahwa Dia telah mengutusnya dan mengangkat saudara laki-lakinya yang bernama Harun sebagai nabi yang membantu, mendukung, dan menolongnya. Akan tetapi, fir'aun dan bala tentaranya mendustakannya.

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat20 Agustus 2026
I
Icha Nur Faizah Hatta

📍 Kota Depok

🌿 Ringkasan Tafsir Ar-Ra’d 13:17

Kebenaran akan tetap bertahan, sedangkan kebatilan akan lenyap.Allah menggambarkan kebenaran dan kebatilan seperti air dan buih. Air yang bermanfaat akan tetap mengalir, sedangkan buih hanya mengapung lalu hilang.Begitu pula kebenaran akan memberi manfaat dan bertahan, sementara kebatilan pada akhirnya akan lenyap.Pelajaran: Jangan tertipu oleh sesuatu yang tampak besar atau ramai. Yang benar mungkin terlihat sederhana, tetapi ia memiliki manfaat dan keteguhan.🌿 Ringkasan Tafsir Ar-Ra’d 13:19Tidak sama orang yang mengetahui kebenaran dengan orang yang tidak mau melihatnya.Orang yang memahami bahwa Al-Qur’an adalah kebenaran akan menerima, membenarkan, dan mengikuti petunjuknya.Sedangkan orang yang menolak kebenaran diibaratkan seperti orang yang buta.Pelajaran: Akal yang sehat bukan hanya mengetahui kebenaran, tetapi juga mau mengambil pelajaran darinya.🌿 Ringkasan Tafsir Ar-Ra’d 13:20Orang beriman menjaga janji.Salah satu sifat orang yang mendapatkan kebaikan adalah memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian.Berbeda dengan sifat kemunafikan yang ditandai dengan ingkar janji, dusta, kecurangan, dan khianat.Pelajaran: Keimanan terlihat dari bagaimana seseorang menjaga amanah dan komitmennya.🌿 Ringkasan Tafsir Ar-Ra’d 13:21Menghubungkan silaturahmi dan takut kepada Allah.Orang-orang yang baik menjaga hubungan yang Allah perintahkan untuk dijaga, seperti silaturahmi, membantu keluarga, fakir miskin, dan orang yang membutuhkan.Mereka juga takut kepada Allah sehingga berhati-hati dalam menjalankan kewajiban dan meninggalkan larangan.Pelajaran: Kesalehan bukan hanya hubungan dengan Allah, tetapi juga terlihat dari bagaimana kita menjaga hubungan dengan sesama.🤍 Benang Merah Ayat 17–21Ayat 17: Pilih yang benar, karena kebenaran akan bertahan.Ayat 19: Kenali dan ikuti kebenaran Al-Qur’an.Ayat 20: Buktikan iman dengan menepati janji.Ayat 21: Jaga silaturahmi dan hidup dalam ketakwaan.Inti renungan:Yang benar tidak selalu terlihat paling ramai, tetapi ia akan tetap memberi manfaat. Maka berpeganglah pada kebenaran, jaga amanah, dan rawat hubungan yang Allah perintahkan.

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat20 Agustus 2026
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Tafsir Al-Mukhtasar - Surat Al-Anfal : 25

Jika ada kemungkaran, maka jangan diam.Waspadalah -wahai orang-orang mukmin- terhadap azab yang tidak hanya menimpa orang yang durhaka saja diantara kalian, melainkan menimpa semuanya, baik yang durhaka maupun tidak. Hal itu terjadi manakala kezaliman merajalela dan tidak ada yang berusaha mengubahnya. Yakinlah kalian bahwa Allah sangat kuat hukumanNya bagi orang yang durhaka kepadaNya, sebab itu jangan sekali-kali kalian durhaka kepadaNya.Faedah : Allah memerintahkan kepada orang-orang mukmin agar tidak membiarkan kemungkaran merajalela di tengah-tengah mereka, karena hal itu dapat mengundang datangnya azab bagi mereka semua.

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat23 Agustus 2026
R

Rachmatika

📍 Kota Administrasi Jakarta Barat

Tafsir Al-Mukhtashar Al Baqarah: 3-4

Orang-orang yg bertaqwa itu adalah orang" yg beriman kepada perkara ghaib, yaitu segala sesuatu yg tidak bisa di tangkap oleh pancaindra dan tersembunyi yg diberitakanoleh Allah atau Rasulullah seperti hari Akhir, orang" yg mendirikan salat, yakni menunaikannya sesuai ketentuan syariat yg meliputi syarat, rukun, wajib dan sunahnya, dan orang" yg gemar menginfakkan sebagian rezeki yg mereka terima dari Allah, baik yg sifatnya wajib seperti zakat, maupun yg tidak wajib seperti sedekah, demi mengharap pahala dari Allah. Mereka juga orang" yg beriman kepada wahyu yg Allah turunkan kepadamu -wahai Nabi- dan wahyu yg Dia turunkan kepada para nabi -'alaihimussalam- sebelum kamu, tanpa membeda-bedakan di antara mereka. Dan mereka juga beriman secara mantap akan adanya akhirat beserta ganjaran dan hukuman yg ada didalamnya.

💬 0 komentar📅 19 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat23 Agustus 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

QS At Taubah: 59

Inti tafsir Ibnu Katsir pada QS At-Taubah ayat 59 adalah tentang adab terhadap pemberian dan ketetapan Allah. Sikap yang seharusnya dimiliki bukan hanya menerima ketika mendapat sesuai keinginan, tetapi ridha terhadap apa yang Allah berikan, bertawakal kepada-Nya, dan tetap berharap pada karunia-Nya. Kalimat “Cukuplah Allah bagi kami” menunjukkan bahwa tempat bergantung adalah Allah, sementara Rasul diikuti dalam menjalankan perintah, meninggalkan larangan, membenarkan berita, dan mengikuti petunjuknya. Jadi, ayat ini mengajarkan bahwa ridha, tawakal, dan berharap kepada Allah harus berjalan bersama, bukan menjadikan pemberian materi sebagai ukuran kasih sayang atau ketetapan Allah kepada kita.

💬 0 komentar📅 19 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat22 Agustus 2026
N
Nailah

📍 Kota Administrasi Jakarta Barat

Qs Ar-Rahman : 13

Tafsir Ibnu KatsirAr-Raĥmān (55:13)Firman Allah subhanahu wata'āla:Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (Ar-Rahman: 13)Yakni nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan, hai dua jenis makhluk, jin dan manusia yang kalian dustakan? Demikianlah menurut pendapat Mujahid dan ulama lainnya, yang hal ini ditunjukkan oleh pengertian yang terkandung pada konteks sesudahnya. Dengan kata lain, dapat disebutkan bahwa nikmat-nikmat Tuhanmu tampak jelas pada kalian dan kalian diliputi olehnya hingga kalian tidak dapat mengingkarinya atau tidak mengakuinya. Dan kami hanya dapat mengatakan seperti apa yang dikatakan oleh jin yang beriman kepada-Nya, "Ya Allah, tiada sesuatu pun dari nikmat-nikmat-Mu yang kami ingkari, maka bagi-Mulah segala puji."Disebutkan bahwa Ibnu Abbas selalu menjawabnya dengan ucapan berikut, "Tidak, lalu yang manakah, wahai Tuhanku?" Dengan kata lain. dapat disebutkan bahwa kami tidak mendustakan sesuatu pun darinya.Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Ishaq, telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi'ah, dari Abul Aswad, dari Urwah, dari Asma binti Abu Bakar yang telah menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ. pernah ia dengar dalam salatnya membaca satu rukun Al-Qur'an sebelum diperintahkan untuk menyerukan dakwahnya secara terang-terangan, sedangkan orang-orang musyrik mendengarkan­nya, yaitu firman Allah subhanahu wata'āla: Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (Ar-Rahman: 13)

💬 0 komentar📅 19 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat19 Agustus 2026
M
marni

📍 Kabupaten Bogor

KISAH NABI IBRAHIM DENGAN AYAHNYA

Tafsir Al-MuyassarMaryam (19:47)Tema: KISAH NABI IBRAHIM DENGAN AYAHNYA (Ayat 41-50)Ibrahim berkata kepada ayahnya: Semoga keselamatan dilimpahkan kepada-mu dariku, sehingga engkau tidak mendapat apa yang tidak engkau sukai dariku, dan aku akan berdoa kepada Allah memohonkan hidayah dan ampunan untukmu. Sesungguhnya Rabku Maha Penyayang lagi Mahabelas kasih terhadap keadaanku, Dia akan mengabulkanku bila aku berdoa kepada-Nya.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 19 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat19 Agustus 2026
R

Rahaf Fathullah

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Pengamalan dari juz 8

1️⃣ Diantara perangai orang fasik adalah gemar memutarbalikkan kenyataan, seperti dengan mencela orang saleh dan memuji orang yang berbuat kerusakan2️⃣ Dalam agama Allah, tidak ada pilih kasih, sebagaimana maksiat istri Nabi Lut 'alayhissalaam menyebabkan dirinya menjadi termasuk yang mendapat azab3️⃣ Merenungi hukuman orang-orang yang berbuat kerusakan akan mencegah kita berbuat maksiat agar tidak mendapatkan akibat yang sama

💬 0 komentar📅 19 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat19 Agustus 2026
H
Haniva Eka Kusuma

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir surah al ankabut ayat 41

Allah taala berfirman:مَثَلُ ٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُواْ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَوۡلِيَآءَ كَمَثَلِ ٱلۡعَنكَبُوتِ ٱتَّخَذَتۡ بَيۡتٗا ۖ وَإِنَّ أَوۡهَنَ ٱلۡبُيُوتِ لَبَيۡتُ ٱلۡعَنكَبُوتِ ۚ لَوۡ كَانُواْ يَعۡلَمُونَPerumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.Tema: COBAAN ADALAH BAROMETER BAGI SEMPURNA ATAU TIDAKNYA IMAN SESEORANG (Ayat 1-44)Subtema: Perlawanan terhadap kebenaran pasti hancur (Ayat 40-44)QS. Al-`Ankabūt: 41Tafsir Ibnu KatsirAl-'Ankabut (29:41)Tema: COBAAN ADALAH BAROMETER BAGI SEMPURNA ATAU TIDAKNYA IMAN SESEORANG (Ayat 1-44)Subtema: Perlawanan terhadap kebenaran pasti hancur (Ayat 40-44)Ini merupakan perumpamaan yang dibuat oleh Allah untuk menggambarkan perihal kaum musyrik karena mereka mengambil tuhan-tuhan selain Allah yang mereka harapkan pertolongan dan rezekinya serta mereka pegang di saat mereka tertimpa kesengsaraan.Keadaan mereka dalam hal tersebut sama dengan rumah laba-laba dalam hal kelemahan dan kerapuhannya. Orang yang menyembah tuhan-tuhan seperti mereka tiada lain seperti orang yang berpegangan pada rumah laba-laba, maka sesungguhnya hal itu tidak dapat memberikan suatu manfaat pun kepadanya. Sekiranya mereka mengetahui keadaan tersebut, tentulah mereka tidak akan menjadikan penolong-penolong mereka selain dari Allah.Berbeda halnya dengan orang muslim lagi beriman hatinya kepada Allah, selain dari itu dia beramal dengan baik sesuai dengan hukum syariat. Maka sesungguhnya dia berpegang teguh kepada tali yang kuat yang tidak akan terputus karena kekuatan dan kekokohannya.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 19 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat19 Agustus 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Al Mukhtasar QS. Ali Imran ayat 39-40

39 Kemudian para malaikat berbicara kepada Zakaria ketika dia sedang berdiri untuk menunaikan salat di tempat ibadahnya seraya berkata, “Sesungguhnya Allah memberikan kabar gembira kepadamu bahwa kamu akan mempunyai seorang anak laki-laki bernama Yahya. Di antara sifatnya adalah dia membenarkan kalimat yang datang dari Allah, yaitu Isa putra Maryam, karena Isa diciptakan secara khusus melalui kalimat Allah. Anak laki-laki ini (Yahya) akan menjadi pemuka kaumnya dalam bidang keilmuan dan ketekunan beribadah. Dia selalu menahan dirinya dari segala macam kesenangan, termasuk kesenangan dengan wanita. Dia berkonsentrasi penuh dalam beribadah kepada Tuhannya dan dia adalah seorang nabi yang menjadi bagian dari orang-orang yang saleh.”40 Tatkala para malaikat memberikan kabar gembira tentang Yahya, Zakaria berkata, “Ya Rabb-ku! Bagaimana aku bisa punya anak? Padahal aku menjadi tua renta, sedangkan istriku mandul tidak bisa beranak?” Allah menjawab ucapan Zakaria, “Perumpamaan penciptaan Yahya pada saat usiamu sudah tua dan istrimu mandul sama seperti Dia menciptakan apa saja yang dikehendaki-Nya yang terkadang berlawanan (mustahil) dan tidak seperti biasanya karena Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Dia melakukan apa saja yang dikehendaki-Nya berdasarkan kebijaksanaan dan pengetahuan-Nya.”

💬 0 komentar📅 19 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat19 Agustus 2026
S

Siti Nadiroh

📍 Kabupaten Brebes

Qs At Takwir: 11

Al-Qurthubi menjelaskan bahwa lembaran-lembaran catatan amal yang berada di tangan para malaikat ditutup tatkala seseorang meninggal dunia, dan tatkala hari kiamat dibuka kembali untuk dilihat olehnya hasil catatan amalnya selama hidupnya (lihat Tafsir Al-Qurthubi 19/234)Hal ini sebagaimana firman Allahبَلْ يُرِيدُ كُلُّ امْرِئٍ مِنْهُمْ أَنْ يُؤْتَى صُحُفًا مُنَشَّرَةًBahkan tiap-tiap orang dari mereka berkehendak supaya diberikan kepadanya lembaran-lembaran yang terbuka (QS Al-Muddatstsir : 52)Al-Baghowi berkata :صَحَائِفَ الْأَعْمَالِ تُنْتَشَرُ لِلْحِسَابِ‘’Lembaran-lembaran catatan amal terbuka untuk dihisab (Tafsir Al-Baghowi 8/348)Pada hari kiamat kelak seluruh catatan amal yang pernah kita lakukan selama di dunia semua akan terbuka. Seluruh isi catatan amal tersebut berdasarkan amalan kita selama di dunia, kemudian dituliskan oleh malaikat. Sehingga hakekatnya yang mencatat catatan amal kita adalah kita sendiri. Oleh karena itu, jangan sampai kita mengisi buku catatan-catatan amal kita dengan catatan buruk yang mana catatan-catatan tersebut akan dibuka oleh Allah pada hari kiamat kelak. Allah berfirman:وَكُلَّ إِنْسَانٍ أَلْزَمْنَاهُ طَائِرَهُ فِي عُنُقِهِ وَنُخْرِجُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كِتَابًا يَلْقَاهُ مَنْشُورًا“Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. Dan kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah Kitab yang dijumpainya terbuka.” (QS Al-Isra’: 13)Bahkan kata para ulama, orang yang tidak bisa membaca akan bisa membaca dengan sendirinya pada hari tersebut. Di samping itu tidak perlu repot, catatan amal tersebut akan terbuka dengan sendirinya. Oleh karena itu, orang-orang kafir dan orang-orang yang melakukan kemaksiatan akan ketakutan ketika mereka melihat catatan amal mereka.وَكُلُّ شَيْءٍ فَعَلُوهُ فِي الزُّبُرِ (52) وَكُلُّ صَغِيرٍ وَكَبِيرٍ مُّسْتَطَرٌ (53)“Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan (yang ada di tangan Malaikat). Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis.” (QS. Al-Qamar: 52-53)

💬 0 komentar📅 19 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat19 Agustus 2026
W
Wina

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Ibnu Katsir QS. An Nahl : 119

Allah taala berfirman:ثُمَّ إِنَّ رَبَّكَ لِلَّذِينَ عَمِلُواْ ٱلسُّوٓءَ بِجَهَٰلَةٖ ثُمَّ تَابُواْ مِنۢ بَعۡدِ ذَٰلِكَ وَأَصۡلَحُوٓاْ إِنَّ رَبَّكَ مِنۢ بَعۡدِهَا لَغَفُورٞ رَّحِيمٌKemudian, sesungguhnya Tuhan-mu (mengampuni) bagi orang-orang yang mengerjakan kesalahan karena kebodohannya, kemudian mereka bertobat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya); sesungguhnya Tuhan-mu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.📝 Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir1. Dosa karena kebodohanSetiap maksiat yang dilakukan merupakan bentuk kebodohan, karena seseorang tidak memahami atau mengabaikan akibat buruk dari perbuatannya.2. Pintu Taubat Selalu TerbukaAllah memberi kesempatan kepada orang yang terjatuh dalam dosa untuk bertaubat dan kembali kepada-Nya.3. Taubat Dibuktikan dengan PerbaikanTaubat bukan sekadar penyesalan. Orang yang benar-benar bertaubat akan meninggalkan maksiat dan memperbaiki dirinya dengan amal ketaatan.✨ PelajaranJangan berputus asa ketika terjatuh dalam dosa. Segeralah kembali kepada Allah, tinggalkan maksiat, dan perbaiki diri. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada hamba yang bertaubat.Disalin dari Quran Tadabbur — quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 19 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat19 Agustus 2026
P
Puji

📍 Purwakarta

Tafsir QS Asy Syams

Tafsir Al Mukhtasar QS Asy Syams ayat 1-9Tujuan pokok: penyebutan sumpah terbanyak dalam Alquran untuk menegaskan pentingnya menyucikan jiwa dan kerugian mengotorinya lewat berbagai maksiat. Allah bersumpah dengan matahari dan bersumpah dengan waktu naik matahari setelah terbitnya dari tempat munculnya Dia bersumpah dengan bulan apabila mengiringi jejak matahari telah 4 hari tenggelam Dia bersumpah dengan siang hari apabila telah menyingkap apa yang berada di atas permukaan bumi dengan cahayanya Dia bersumpah dengan malam hari apabila telah menutupi permukaan bumi sehingga menjadi gelap Video bersumpah dengan langit dan bersumpah dengan pembangunannya yang teliti Dia bersumpah dengan bumi dan bersumpah dengan hamparannya agar manusia bisa menghuninya Dia bersumpah dengan setiap jiwa dan bersumpah dengan penciptaan jiwa tersebut secara sempurna Lalu dia memahamkan kepada Nya tanpa belajar segala yang buruk agar ia menghindarinya dan segala yang baik agar ia melakukannya Sungguh orang yang menyucikan jiwanya serta menghiasinya dengan sifat-sifat kebaikan dan mengosongkannya dari sifat-sifat buruk telah menang dengan mendapatkan apa yang diinginkannya.

💬 0 komentar📅 19 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat19 Agustus 2026
R
Rifa Rachmatusyifa

📍 Kabupaten Ketapang

QS Al-'Araf:169

Tafsir Ibnu KatsirQS Al-'Araf : 169Firman Allah subhanahu wata'āla:Maka datanglah sesudah mereka generasi yang mewarisi Taurat, yang mengambil harta benda dunia yang rendah ini..., hingga akhir ayat.Allah subhanahu wata'āla menceritakan bahwa sesudah itu —yakni sesudah generasi yang di dalamnya terdapat orang-orang yang saleh dan lainnya—datanglah generasi lain yang tiada kebaikan sama sekali pada mereka, padahal mereka mewarisi hak mempelajari Al-Kitab, yakni kitab Taurat. Menurut Mujahid, mereka adalah orang-orang Nasrani. Tetapi barangkali pengertiannya lebih umum daripada itu....mereka mengambil harta dunia yang rendah ini.Dengan kata lain, mereka menukar perkara hak —yang harus disampai­kan dan disiarkan— dengan harta benda duniawi. Lalu mereka menjanji­kan terhadap dirinya sendiri bahwa kelak akan melakukan tobat atas perbuatannya itu. Tetapi kenyataannya manakala datang hal yang semisal kepada mereka, maka mereka kembali terjerumus ke dalamnya. Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:Dan kelak jika datang kepada mereka harta benda dunia sebanyak itu (pula), niscaya mereka akan mengambilnya jugaSeperti yang dikatakan oleh Sa'id ibnu Jubair, "Mereka mengerjakan dosa, lalu meminta ampun kepada Allah dari dosa itu dan mengakui kesalahannya kepada Allah. Tetapi apabila datang kesempatan yang lain bagi mereka dari harta duniawi itu, maka mereka akan mengambil­nya juga."Mujahid telah mengatakan sehubungan dengan makna firrnan-Nya: mereka mengambil harta dunia yang rendah ini. (Al A'raf:169) Tiada sesuatu pun dari perkara keduniawian yang muncul melainkan pasti mereka merebutnya, baik yang halal ataupun yang haram, lalu mereka berharap mendapat ampunan....dan mereka berkata, Kami akan diberi ampun." Dan kelak jika datang kepada mereka harta dunia sebanyak itu (pula), niscaya mereka akan mengambilnya (juga).Sehubungan dengan makna ayat ini Qatadah mengatakan, "Generasi tersebut memang generasi yang jahat, demi Allah."mereka mewarisi Kitab sesudah nabi-nabi dan rasul-rasul mereka, Allah mewariskannya kepada mereka dan mengambil janji dari mereka. Allah subhanahu wata'āla telah berfirman di dalam ayat yang lain , yaitu:Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan salat. (Maryam:59)Firman Allah subhanahu wata'āla:...mereka mengambil harta benda dunia yang rendah ini, dan berkata, "Kami akan diberi ampun."Mereka berangan-angan terhadap Allah dan teperdaya oleh angan-angan kosong mereka sendiri.Dan kelak jika datang kepada mereka harta benda dunia sebanyak itu (pula), niscaya mereka akan mengambilnya (juga)Tidak ada sesuatu pun yang menyibukkan mereka dari itu, dan tidak ada sesuatu pun yang menghalang-halangi mereka dari hal tersebut. Manakala ada kesempatan bagi mereka mengangkut perkara duniawi, maka mereka langsung menyantapnya, tanpa memikirkan lagi halal ataukah haram.As-Saddi telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Maka datanglah sesudah mereka generasi (yang jahat). (Al A'raf:169) sampai dengan firman-Nya: padahal mereka telah mempelajari apa yang tersebut di dalamnya (Al A'raf:169) Bahwa dahulu orang-orang Bani Israil tidak sekali-kali meminta peradilan dari seorang hakim melainkan main suap dalam keputusan hukumnya. Dan sesungguhnya orang-orang terkemuka mereka meng­adakan pertemuan, lalu mengadakan kesepakatan di antara sesama mereka yang mereka tuangkan ke dalam suatu perjanjian, bahwa mereka tidak akan melakukan hal itu lagi dan tidak akan melakukan penyuapan. Kemudian ada seorang lelaki dari kalangan mereka yang tetap melakukan suap dalam perkaranya. Ketika ditanyakan kepadanya, "Mengapa engkau masih tetap memakai suap dalam hukum?" Ia menjawab bahwa Allah akan memberikan ampunan kepadanya. Maka semua orang dari kalangan Bani Israil mencela perbuatan yang telah dilakukannya itu. Tetapi apabila dia mati atau dipecat, maka kedudukan­nya diganti oleh orang yang tadinya termasuk orang-orang yang mencelanya. Tetapi pada akhirnya si pengganti ini pun melakukan suap pula. Karena itulah dalam ayat ini disebutkan, "Apabila datang kepada yang lainnya harta benda duniawi, maka mereka mengambilnya juga."Firman Allah subhanahu wata'āla:Bukankah perjanjian Taurat sudah diambil dari mereka, yaitu bahwa mereka tidak akan mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. hingga akhir ayat.Allah subhanahu wata'āla berfirman mengingkari perbuatan mereka, mengingat mereka telah diambil sumpahnya oleh Allah, yaitu diharuskan menerangkan perkara yang hak kepada manusia dan tidak boleh menyembunyikannya. Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan dalam firman-Nya yang lain:Dan (ingatlah) ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu), "Hendaklah kalian menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan jangan kalian menyembunyikannya," lalu mereka melemparkan janji itu ke belakang punggung mereka dan mereka menukarnya dengan harga yang sedikit. Amatlah buruknya tukaran yang mereka terima (Ali Imran:187)Ibnu Juraij mengatakan bahwa Ibnu Abbas telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:Bukankah perjanjian Taurat sudah diambil dari mereka, yaitu bahwa mereka tidak akan mengatakan terhadap Allah kecualiyang benar.Yakni terhadap apa yang mereka angan-angankan dari Allah, yaitu pengampunan dosa-dosa mereka, padahal mereka masih tetap meng-ulangi perbuatan dosa-dosanya dan tidak pernah bertobat.Firman Allah subhanahu wata'āla:Dan kampung akhirat itu lebih baik bagi mereka yang bertakwa Maka apakah kamu sekalian tidak mengerti?Allah subhanahu wata'āla menganjurkan kepada mereka untuk menyukai pahala-Nya yang berlimpah dan ini memperingatkan mereka akan siksaan-Nya yang keras. Dengan kata lain, dapat disebutkan bahwa pahala-Ku dan pambalasan yang ada di sisi-Ku lebih baik bagi orang-orang yang takut kepada hal-hal yang diharamkan dan meninggalkan kemauan hawa nafsunya serta berbuat amal ketaatan kepada Tuhannya.Maka apakah kamu sekalian tidak mengerti?

💬 0 komentar📅 19 Agu 2026Baca selengkapnya →