📖 Jejak Ayat

Laporan & catatan kegiatan Jejak Ayat

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat16 Oktober 2026
P
Puji

📍 Purwakarta

Tafsir Al Mukhtasar QS Al Falaq

Tafsir Al Mukhtasar QS Al FalaqTUJUAN POKOK: MOTIVASI UNTUK BERLINDUNG KEPADA ALLAH DARI BERBAGAI KEBURUKAN Katakanlah wahai Rasul " Aku berlindung pada penguasa waktu subuh dan berlindung kepadaNyaDari kejahatan makhluk-makhluk yang mengganggu Aku berlindung kepada Allah dari berbagai keburukan yang muncul pada malam hari dari hewan melata maupun pencuri Aku berlindung kepada Allah dari keburukan para penyihir yang meniup pada buhul-buhul tali Aku juga berlindung kepada Allah dari kejahatan pendengki apabila ia berbuat sesuatu akibat dorongan kedengkiannya".

💬 0 komentar📅 15 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat16 Oktober 2026
R
Rifa Rachmatusyifa

📍 Kabupaten Ketapang

QS At Taubah : 34

Ringkasan Tafsir QS At Taubah : 34Gambaran umum makna ayatAyat ini mengandung dua peringatan besar:1.Peringatan terhadap penyalahgunaan agama untuk memperoleh harta secara batil dan menghalangi manusia dari jalan Allah.2.Peringatan terhadap orang yang menimbun harta—khususnya emas dan perak—serta tidak menunaikan hak Allah dan hak manusia yang wajib ditunaikan.Para mufasir menjelaskan bahwa ayat ini memang menyebut sebagian besar ahli agama dari kalangan Yahudi dan Nasrani dalam konteks ayat, tetapi pelajaran dan ancamannya tidak terbatas pada mereka. Bagian kedua ayat juga mencakup kaum Muslimin yang menahan harta dan tidak menunaikan zakat atau kewajiban finansial lainnya.Al-Qur’an tidak mencela kepemilikan harta secara mutlak. Yang dicela adalah:memperoleh harta dengan cara yang batil;menggunakan kedudukan agama untuk mengambil harta manusia tanpa hak;menghalangi manusia dari kebenaran;menahan harta dari kewajiban yang Allah tetapkan.Ringkasan Tafsir Para Ulama1. As-Sa‘diAs-Sa‘di menyoroti dua sifat tercela pada sebagian ahli agama:1.mengambil harta manusia tanpa hak;2.menghalangi manusia dari jalan Allah.Mereka mengambil harta karena masyarakat menyerahkan harta kepada mereka dengan harapan mendapatkan petunjuk, fatwa, atau keputusan yang benar. Namun mereka menyalahgunakan ilmu dan kedudukan itu.Tentang menimbun harta, As-Sa‘di menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah menahan harta dari nafkah wajib, seperti:zakat;nafkah istri;nafkah kerabat yang menjadi tanggungan;kewajiban finansial lain yang ditetapkan syariat.Dengan demikian, kekayaan yang disertai zakat dan kewajiban yang ditunaikan tidak otomatis tercela. Yang tercela adalah kekayaan yang menahan hak Allah dan hak manusia.2. Al-MuyassarTafsir Al-Muyassar memberikan penjelasan ringkas bahwa sebagian ahli ilmu dari kalangan ahli kitab dan para ahli ibadah mengambil harta manusia tanpa hak, seperti suap, serta menghalangi manusia dari Islam dan jalan Allah.Adapun orang yang menahan harta dan tidak mengeluarkan zakat serta kewajiban yang ada di dalamnya, mereka mendapat ancaman siksa yang menyakitkan.KesimpulanQS At-Taubah 9:34 memperingatkan dua penyakit besar: agama yang dijadikan alat untuk memperoleh dunia dan dunia yang dicintai sampai hak Allah serta hak manusia ditahan.Ayat ini tidak mengharamkan ilmu, ibadah, kekayaan, atau kepemilikan harta. Ayat ini mengharamkan pengkhianatan terhadap amanah agama dan amanah harta. Seorang Mukmin hendaknya menjaga dua hal: keikhlasan dalam agama dan ketunaian hak dalam harta.

💬 0 komentar📅 15 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat15 Oktober 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Tafsir surah Al-furqan: 73

Tafsir Ibnu KatsirAl-Furqān (25:73)Tema: SIFAT-SIFAT HAMBA ALLAH YANG MENDAPAT KEMULIAAN (Ayat 63-77)Adapun firman Allah subhanahu wata'āla:mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang-orang yang tuli dan buta. (Al Furqaan:73)Yaitu berbeda dengan orang kafir yang apabila mendengar ayat-ayat Allah, maka dirinya tidak terpengaruh, bahkan tetap dalam keadaannya yang kafir, seakan-akan tidak mendengarnya bagaikan orang yang tuli dan buta.Mujahid telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: mereka tidak menghadapinya sebagai orang-orang yang tuli dan buta. (Al Furqaan:73) Maksudnya, mereka tidak mendengarkannya, tidak mau melihatnya, dan tidak mau mengerti akan sesuatu pun darinya. Al-Hasan Al-Basri mengatakan bahwa betapa banyaknya lelaki yang membaca ayat-ayat Allah, sedangkan mereka menghadapinya seperti orang-orang yang tuli dan bisu.Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang-orang yang tuli dan buta. (Al Furqaan:73) Yakni mereka tidak tuli terhadap perkara yang hak dan tidak buta terhadap­nya, mereka—demi Allah— adalah kaum yang memikirkan perkara hak dan beroleh manfaat dari apa yang mereka dengar dari Kitab-Nya.Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Usaid ibnu Asim, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Hamran, telah menceritakan kepada kami Ibnu Aun yang mengatakan bahwa ia pernah bertanya kepada Asy-Sya'bi tentang seorang lelaki yang melihat suatu kaum sedang melakukan sujud, tetapi dia tidak mendengar ayat yang menyebabkan mereka melakukan sujud. Bolehkah ia ikut sujud bersama mereka? Asy-Sya'bi membacakan ayat ini kepadanya. Dengan kata lain, yang dimaksudkan oleh Asy-Sya'bi ialah lelaki itu tidak boleh ikut sujud bersama mereka karena dia tidak mendengar apa yang menyebabkan mereka sujud. Tidaklah layak bagi seorang mukmin menjadi seorang yang membebek, bahkan dia harus mengetahui apa yang dilakukannya dan melakukan perbuatannya dengan penuh keyakinan dan keterangan (alasan) yang jelas.

💬 0 komentar📅 15 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat15 Oktober 2026
R

Rahaf Fathullah

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Pengamalan ayat dari surat an nisa

1️⃣ Seorang mujahid—terbunuh ataupun menang—sejatinya mendapatkan kemenangan terbesar yaitu dengan mendapatkan rida Allah subhaanahu wata'ala 2️⃣ Tipu daya setan sesungguhnya sangat lemah, akan musnah dengan zikir dan berpegang dengan Al-Qur'an dan sunah3️⃣ Sikap takut seseorang tidak mampu menyelamatkannya dari takdir (kematian)

💬 0 komentar📅 15 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat15 Oktober 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Albaqarah 284 - Allah Maha Mengetahui Segala Sesuatu.

Hanya milik Allah sajalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, Dialah yang menciptakan, menguasai dan mengaturnya. Apabila kalian memperlihatkan atau menyembunyikan apa yang ada di dalam hati kalian, niscaya Allah mengetahuinya dan akan memberi kalian balasan yang setimpal dengan itu. Kemudian Allah akan mengampuni orang yang dikehendaki-Nya berkat kemurahan dan kasih sayang-Nya, dan Dia akan menyiksa orang yang Dia kehendaki berdasarkan keadilan dan kebijaksaan-Nya. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

💬 0 komentar📅 15 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat15 Oktober 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

QS. Al Ma'arij: 25

Tafsir At-TaysirAl-Ma`ārij (70:25)Kata السَّائِلُ adalah orang-orang yang miskin yang meminta-minta, seperti orang yang meminta-minta di jalan, atau mendatangi rumah kita. Maka jika kita memiliki harta, maka kita harus sadar bahwa orang seperti ini punya hak dari harta kita. Para ulama menyebutkan bahwasanya harta yang dikeluarkan disini bukanlah zakat melainkan hanya sedekah, karena surah ini turun tatkala Nabi ﷺ masih di Mekkah, dan belum turun perintah zakat. Akan tetapi demikianlah sifat-sifat orang yang beriman, dia yakin bahwa di dalam hartanya terdapat hak bagi As-Saail. Adapun الْمَحْرُومُ adalah orang yang tidak berkecukupan harta tetapi tidak meminta-minta. Para ulama menyebutkan bahwa termasuk dalam Al-Mahruum adalah orang yang sudah bekerja tetapi penghasilannya tidak cukup. Oleh karenanya di antara yang dituntut bagi kita setiap muslim adalah mengenali saudara-saudara kita yang kurang mampu, namun mereka menahan diri dari meminta-minta. Kita hendaknya peka terhadap kondisi saudara-saudara kita.Intinya, keduanya baik As-Saail dan Al-Mahruum memiliki hak dari harta kita, hendaknya kita beri hak mereka yang ada dalam harta kita.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 15 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat15 Oktober 2026
S

Sekar Kinanti Nufiarizky

📍 Kota Depok

Tak Ada yang Tersembunyi dari Allah

Seluruh Kehidupan dalam Pengetahuan-Nya, Setiap Amal Akan DipertanggungjawabkanQS. An-Nūr: 64Tema: Hukum Perzinaan dan PergaulanSubtema: Adab Pergaulan Orang Mukmin terhadap Rasul (Ayat 62–64)📖 Tafsir Al-Muyassar — QS. An-Nūr: 64Allah ﷻ menegaskan bahwa segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi adalah milik-Nya. Allah-lah yang menciptakan, menguasai, dan berhak diibadahi.Ilmu Allah meliputi seluruh keadaan hamba-Nya, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Tidak ada satu pun ucapan, perbuatan, niat, atau keadaan manusia yang luput dari pengetahuan-Nya.Allah juga mengingatkan bahwa suatu hari nanti seluruh manusia akan kembali kepada-Nya di akhirat. Pada hari itu, Allah akan memberitahukan segala amal yang telah mereka kerjakan dan memberikan balasan sesuai dengan keadilan-Nya.Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Tidak ada yang tersembunyi dari-Nya, baik perbuatan yang dilakukan secara terang-terangan maupun yang disembunyikan dari pandangan manusia.Pelajaran utama: Kesadaran bahwa Allah senantiasa mengetahui keadaan kita seharusnya membuat kita menjaga hati, meluruskan niat, memperbaiki amal, dan mempersiapkan diri untuk kembali kepada-Nya.🤍 Pesan yang Dapat Diamalkan1. Ingat bahwa Allah selalu mengetahui keadaan kita.Manusia mungkin hanya melihat apa yang tampak, tetapi Allah mengetahui segala sesuatu, termasuk isi hati dan niat yang tersembunyi.2. Jaga amal ketika sendiri maupun bersama orang lain.Jangan hanya berbuat baik ketika dilihat manusia. Jadikan kesadaran bahwa Allah melihat kita sebagai penjaga perilaku dalam setiap keadaan.3. Luruskan niat dalam setiap kebaikan.Berbuatlah karena Allah, bukan semata-mata demi pujian, pengakuan, atau penilaian manusia.4. Jangan meremehkan dosa yang dianggap kecil.Apa yang tersembunyi dari manusia tidak tersembunyi dari Allah. Segeralah bertobat ketika menyadari kesalahan dan berusahalah untuk tidak mengulanginya.5. Jadikan kehidupan dunia sebagai kesempatan memperbanyak amal saleh.Waktu, kesehatan, harta, dan kesempatan yang kita miliki adalah amanah. Gunakan semuanya untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memberi manfaat kepada sesama.6. Biasakan mengevaluasi diri sebelum datang hari perhitungan.Sebelum mempertanggungjawabkan amal di hadapan Allah, luangkan waktu untuk menilai ucapan, tindakan, dan keputusan kita setiap hari.7. Ajarkan kepada anak-anak bahwa Allah Maha Mengetahui.Bimbing mereka untuk berbuat baik bukan hanya karena pengawasan orang tua atau guru, tetapi karena kesadaran bahwa Allah selalu mengetahui perbuatan mereka.🪞 Muhasabah DiriApakah aku sungguh-sungguh menyadari bahwa Allah mengetahui seluruh keadaan diriku, bahkan sesuatu yang tidak diketahui oleh siapa pun?Apakah aku tetap menjaga ucapan dan perilakuku ketika tidak ada manusia yang melihat?Apakah kebaikan yang kulakukan selama ini benar-benar karena Allah, atau masih sering bergantung pada pujian dan pengakuan manusia?Adakah dosa atau kesalahan yang selama ini kuanggap sepele hanya karena tidak diketahui orang lain?Sudahkah aku menggunakan waktu, kesehatan, harta, dan kesempatan yang Allah berikan untuk memperbanyak amal saleh?Jika hari ini adalah hari terakhirku di dunia, apakah aku telah mempersiapkan diri untuk mempertanggungjawabkan seluruh amal di hadapan Allah?Dan yang lebih dalam…Apakah aku lebih takut kehilangan penilaian baik manusia daripada kehilangan rida Allah?Apakah aku sibuk memperbaiki citra diriku di hadapan manusia, tetapi lalai memperbaiki keadaan hatiku di hadapan Allah?Ya Allah, jangan biarkan kami tertipu oleh pujian manusia hingga lupa bahwa kepada-Mu-lah kami akan kembali.🌿 KesimpulanQS. An-Nūr ayat 64 mengingatkan kita bahwa seluruh alam semesta adalah milik Allah dan tidak ada satu pun keadaan atau perbuatan manusia yang luput dari pengetahuan-Nya.Kehidupan dunia bukanlah akhir perjalanan. Setiap manusia akan kembali kepada Allah dan mempertanggungjawabkan amal yang telah dikerjakannya.Karena itu, seorang mukmin hendaknya menjaga hati, meluruskan niat, memperbaiki perilaku, serta memperbanyak amal saleh, baik ketika dilihat manusia maupun ketika berada dalam kesendirian.Apa yang tersembunyi dari manusia tidak tersembunyi dari Allah. Apa yang terlupakan oleh manusia tidak luput dari ilmu-Nya. Dan setiap perjalanan pada akhirnya akan kembali kepada-Nya.🤲🏻 Doa MuhasabahYa Allah, Engkau Maha Mengetahui segala sesuatu, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Bersihkanlah hati kami dari niat yang tidak Engkau ridai, ampunilah dosa-dosa kami, dan bimbinglah kami agar senantiasa memperbaiki amal.Jangan jadikan penilaian manusia sebagai tujuan utama kehidupan kami. Tanamkan dalam hati kami rasa takut kepada-Mu, harapan akan rahmat-Mu, dan kesungguhan untuk mempersiapkan bekal terbaik sebelum kembali kepada-Mu.Jadikanlah akhir kehidupan kami dalam husnul khatimah dan pertemukanlah kami dengan rahmat serta ampunan-Mu.Aamiin Allaahumma Aamiin. 🤍

💬 0 komentar📅 15 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat15 Oktober 2026
D
Daramatasia

📍 Kota Depok

Surah Al-maidah halaman 108

Pada dasarnya bersici adalah menggunakan air untuk berwuduh dalam rangkah menghilangkan hadas kecil dan untuk mandi dalam menghilangkan hadas besarKetika tidak mendapatkan air atau tidak bisa menggunakan air karna sakit atau cuaca yg sangat dingin maka disyariatkan untuk tauammum dgn tanah untuk menghilangkan hadas kecil dan hadas besarPerintah untuk berlaku adil dan menghindari perilaku curang meskipun terhadap orang-orang yg berseberangan

💬 0 komentar📅 15 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat15 Oktober 2026
P
Poppy Adrianne

📍 Kota Bandung

An nahl

Allahlah yang menurunkan hujan dari awan, lalu dengan hujan itu Dia menumbuhkan tanaman dari bumi setelah sebelumnya tandus dan kering. Sesungguhnya pada diturunkannya hujan dan ditumbuhkannya tanaman benar-benar terdapat bukti atas kekuasaan Allah untuk membangkitkan dan bukti keesaan-Nya bagi orang-orang yang mau mendengarkan, memperhatikan, menaati Allah, dan bertakwa kepada-Nya.

💬 0 komentar📅 15 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat15 Oktober 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

📚 Tafsir Al-Mukhtashar QS Ali Imran ayat 120

120. Apabila kalian -wahai orang-orang mukmin- mendapatkan suatu nikmat, baik berupa kemenangan atas musuh maupun bertambahnya harta dan anak, mereka (orang-orang kafir) akan merasa gundah dan sedih. Dan apabila kalian mendapatkan musibah, seperti dikalahkan oleh musuh, atau berkurangnya harta dan anak, mereka akan merasa gembira dan mencaci maki kalian. Jika kalian sabar terhadap perintah-perintah dan ketentuan-ketentuan-Nya, dan berusaha menghindari murka-Nya kepada kalian, maka kalian akan terhindar dari tipu daya dan gangguan mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala macam tipu daya mereka dan akan menggagalkannya.

💬 0 komentar📅 15 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat15 Oktober 2026
N

Nur mutmainna

📍 Kabupaten Sidenreng Rappang

Tafsir Qs(3):31-32

Kesimpulan QS Ali Imran ayat 31-32:Ayat 31 - Bukti Cinta Sejati kepada Allah:> "Katakanlah wahai Rasul, jika kalian benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah ajaran yang kubawa secara lahir dan batin"Jadi cinta ke Allah itu bukan cuma di lisan, tapi harus dibuktikan dengan ittiba' (mengikuti) Rasulullah ﷺ. Janjinya? Kalau kita lakukan itu:1. Kita akan mendapatkan cinta Allah2. Dosa-dosa kita akan diampuniKarena Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang bagi hamba-Nya yang bertobat.Ayat 32 - Wujud Ketaatan:> "Taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasul-Nya dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya"Ayat ini menegaskan perintah taat total. Dan kalau seseorang berpaling / menolak, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir yang melanggar perintah Allah dan Rasul-Nya.Benang merahnya: Cinta = Taat. Kalau kita ngaku cinta Allah, buktinya adalah taat sama Allah & Rasul. Itu kunci biar dicintai & diampuni Allah 🤍

💬 0 komentar📅 15 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat15 Oktober 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Tafsir Al Mukhtasar surah An Nahl 23

Sungguh Allah mengetahui amal perbuatan yang mereka sembunyikan sebagaimana Allah mengetahui apa yang mereka perlihatkan. Tidak ada sesuatu pun yang samar bagi Allah dan Allah akan membalas mereka atas perbuatan mereka. Sesungguhnya Allah Subhanahu- tidak menyukai orang-orang yang menyombongkan diri dari ibadah dan ketundukan kepada-Nya, sebaliknya Allah memurkai mereka dengan sebesar-besarnya kemurkaan.

💬 0 komentar📅 15 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat15 Oktober 2026
N

Nidya larasati

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Jangan tertipu dengan Dunia dan Setan

Ringkasan tafsir4 — Sabar menghadapi penolakanAllah menghibur Rasulullah ﷺ bahwa para rasul sebelumnya juga pernah didustakan ketika mengajak kaumnya kepada tauhid. Segala urusan akan kembali kepada Allah, dan Dia akan memberikan balasan yang sempurna.5 — Jangan tertipu kehidupan duniaHari kebangkitan dan janji Allah pasti terjadi. Manusia diperingatkan agar tidak melupakan kebahagiaan akhirat karena kesenangan dunia yang sementara. Setan juga menipu manusia agar berpaling dari petunjuk Allah dan rasul-Nya.6 — Jadikan setan sebagai musuhSetan adalah musuh yang nyata. Ia mengajak manusia kepada pelanggaran dan kesesatan dengan tujuan menyeret para pengikutnya ke neraka. Karena itu, manusia harus menolak ajakannya dan mengikuti petunjuk Al-Qur'an serta Rasulullah ﷺ.اِنَّ الشَّيۡطٰنَ لَـكُمۡ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوۡهُ عَدُوًّا ؕ اِنَّمَا يَدۡعُوۡا حِزۡبَهٗ لِيَكُوۡنُوۡا مِنۡ اَصۡحٰبِ السَّعِيۡرِؕ‏ ٦Sungguh, setan itu musuh bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh, karena sesungguhnya setan itu hanya mengajak golongannya agar mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.

💬 0 komentar📅 15 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat15 Oktober 2026
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Tafsir Ibnu Katsir | Surat Yunus : 31

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini berhujah kepada kaum musyrik berdasarkan pengakuan mereka sendiri terhadap keesaan Allah dalam rubūbiyyah. Allah adalah Dzat yang:- Menurunkan hujan.- Membelah bumi dan mengeluarkan berbagai tanaman.- Memberikan pendengaran dan penglihatan.- Berkuasa mencabut pendengaran dan penglihatan itu.- Mengeluarkan kehidupan dari kematian dan kematian dari kehidupan. - Menguasai seluruh kerajaan dan mengatur semua urusan.Ibnu Katsir mengaitkan hal ini dengan kenyataan bahwa kaum musyrik mengakui Allah sebagai Pencipta, tetapi mereka tidak mengesakan-Nya dalam ibadah. Dengan demikian, ayat ini menunjukkan bahwa pengakuan terhadap rubūbiyyah Allah semata belum cukup untuk menjadikan seseorang bertauhid secara sempurna. Ia harus mengesakan Allah dalam ibadah dan tidak menyekutukan-Nya.Faedah : Jika seseorang meyakini Allah sebagai Pencipta, yang memberi rezeki, dsb, maka seseorang harus meng-esakannya dengan Tauhid Uluhiyyah yaitu menyerahkan segala bentuk ibadah hanya untuk Allah.Tidak masuk akal sama sekali jika seseorang mengakui bahwa Allah adalah penciptanya, memberikan rezeki, dsb, namun menyerahkan semua bentuk ibadah kepada tuhan-tuhan yang tidak dapat mendatangkan manfaat ataupun mudarat bagi dirinya, yang tidak memberikan rezeki kepada mereka sama sekali. Sungguh, dimana akal orang-orang yang menyekutukan Allah?

💬 0 komentar📅 15 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat18 Oktober 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

QS. Al-Qasas: 24 — Tentang doa di tengah keterbatasan

Tafsir Ibnu Katsir: Ayat ini menceritakan Nabi Musa yang membantu dua perempuan memberi minum ternak mereka, kemudian berteduh dan berdoa kepada Allah. Saat itu, Musa berada jauh dari negerinya, tidak memiliki tempat tinggal yang pasti, dan sedang membutuhkan pertolongan. Ibnu Katsir menjelaskan bahwa doa tersebut menunjukkan pengakuan Musa atas kebutuhannya kepada segala kebaikan yang Allah berikan.Renungan ayat ini: Ada masa ketika kita sudah melakukan apa yang mampu dilakukan, tetapi hasilnya belum terlihat. Kita tetap bekerja, menolong, belajar, dan menyelesaikan tanggung jawab, sementara kebutuhan pribadi masih menunggu jawaban. Kisah Musa mengingatkan bahwa kemandirian tidak berarti harus menanggung semuanya sendirian. Setelah berusaha, kita tetap seorang hamba yang membutuhkan pertolongan Allah. Tidak perlu menunggu hidup tertata untuk berdoa; justru di tengah ketidakpastian, kita bisa datang kepada-Nya dengan jujur tentang apa yang belum kita miliki.

💬 0 komentar📅 14 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat17 Oktober 2026
M
marni

📍 Kabupaten Bogor

HUKUM KELUARGA

Allah taala berfirman:وَلۡيَخۡشَ ٱلَّذِينَ لَوۡ تَرَكُواْ مِنۡ خَلۡفِهِمۡ ذُرِّيَّةٗ ضِعَٰفًا خَافُواْ عَلَيۡهِمۡ فَلۡيَتَّقُواْ ٱللَّهَ وَلۡيَقُولُواْ قَوۡلٗا سَدِيدًاDan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 14 Okt 2026Baca selengkapnya →