📖 Jejak Ayat

Laporan & catatan kegiatan Jejak Ayat

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat21 Agustus 2026
W
Wina

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir At Taysir QS Al Kahf : 7

Allah ta'ala berfirman:إِنَّا جَعَلۡنَا مَا عَلَى ٱلۡأَرۡضِ زِينَةٗ لَّهَا لِنَبۡلُوَهُمۡ أَيُّهُمۡ أَحۡسَنُ عَمَلٗا"Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya."Tema: ANCAMAN TERHADAP KEPERCAYAAN TUHAN PUNYA ANAK (Ayat 1-8)📝 Ringkasan Tafsir At-Taysir1. Dunia adalah UjianAllah menjadikan kehidupan dan kematian sebagai ujian untuk mengetahui siapa yang paling baik amalnya. Karena itu, manusia akan terbagi: ada yang beriman dan ada yang kufur.2. Perhiasan Dunia adalah UjianAllah menghiasi bumi dengan berbagai keindahan: alam, harta, dan segala kenikmatan. Semua itu bukan tujuan akhir, tetapi sarana untuk menguji manusia.3. Jangan Terpedaya oleh DuniaKeindahan dunia dapat membuat manusia lalai. Maka jangan sampai perhiasan dunia mengalihkan kita dari iman dan amal yang baik.✨ PelajaranDunia indah, tetapi dunia adalah ujian.Bukan seberapa banyak perhiasan dunia yang kita miliki, melainkan bagaimana kita menggunakannya untuk taat kepada Allah.Disalin dari Quran Tadabbur — quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 21 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat21 Agustus 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Al furqon 36

Tafsir Al-MuyassarAl-Furqān (25:36)Tema: PELAJARAN DARI KISAH UMAT TERDAHULU (Ayat 35-44)Kami katakan kepada mereka berdua: Pergilah kalian berdua kepada Fir’aun dan kaumnya yang mendustakan bukti-bukti rububiyah dan uluhiyyah Kami. Kemudian mereka berdua pergi kepada Fir’aun dan kaumnya dan mengajak mereka untuk beriman kepada Allah dan menaati-Nya serta tidak menyekutukan-Nya. Mereka kemudian mendustakan Musa dan Harun, maka Kami binasakan mereka dengan kebinasaan yang sangat dahsyat.

💬 0 komentar📅 21 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat21 Agustus 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Tafsir Al-Mukhtashar Surah Yunus (10:58)

(58) Katakanlah –wahai Rasul– kepada manusia, “Al-Qur’an yang aku bawa kepada kalian adalah anugerah dan rahmat dari Allah untuk kalian. Oleh karena itu, bergembiralah kalian dengan anugerah dan rahmat yang Allah berikan kepada kalian, bukan dengan yang lain.” Hal itu karena apa yang dibawa Muhammad –shallallāhu ‘alaihi wa sallam– dari Tuhannya untuk mereka itu lebih baik dari harta benda dunia yang mereka kumpulkan.

💬 0 komentar📅 21 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat21 Agustus 2026
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Tafsir QS. Al-Baqarah Ayat 6

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Baqarah Ayat 6إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنْذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَArtinya: “Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, engkau (Muhammad) beri peringatan atau tidak engkau beri peringatan, mereka tidak akan beriman.”Di sini Al-Qur’an berisi motivasi dan peringatan.Al-Baqarah ayat 1 sampai 5 adalah Allah telah menyebutkan motivasi bagaimana menjadi orang yang bertakwa yang berujung masuk surga dan sifat-sifat bagi mereka.Bagaimana dengan sifat-sifat orang kafir?Allah jelaskan bahwa orang kafir itu diberi peringatan tentang bahayanya neraka, adanya hari kebangkitan, sama saja mereka tidak bakal beriman.Ini sebagai penyejuk hati bagi Nabi ﷺ yang sangat sedih ketika kaumnya tidak beriman. Nabi sudah berdakwah, namun mereka tidak beriman.Maka Allah jelaskan: mereka kafir. Mau diperingatkan bagaimanapun, mereka bakal tidak beriman.

💬 0 komentar📅 21 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat21 Agustus 2026
N

Nidya larasati

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Tafsir Ibnu Katsir Qs. Al Mulk 1-5

Summary Kandungan QS. Al-Mulk Ayat 1–5 dari Tafsir Ibnu Katsir① Ayat 1 — Allah Menguasai Seluruh KerajaanAllah Mahasuci, di tangan-Nya seluruh kerajaan dan kekuasaan. Dia mengatur seluruh makhluk sesuai kehendak-Nya dan Mahakuasa atas segala sesuatu.Pelajaran:Tidak ada sesuatu pun yang berada di luar kekuasaan Allah. Karena itu, kita harus tunduk dan menyadari bahwa seluruh kehidupan berada dalam pengaturan-Nya.② Ayat 2 — Kehidupan adalah Kesempatan untuk DiujiAllah menciptakan kehidupan dan kematian. Dalam kehidupan, Allah menguji manusia untuk melihat siapa yang paling baik amalnya.Allah juga Mahaperkasa dan Maha Pengampun bagi orang yang bertobat dan kembali kepada-Nya.Pelajaran:Jalani kehidupan dengan memperbaiki amal, karena yang dinilai bukan sekadar banyaknya, tetapi kebaikan amal tersebut.③ Ayat 3 — Kesempurnaan Ciptaan AllahAllah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis dengan sempurna. Tidak ada ketidakseimbangan, kekurangan, kelemahan, maupun cacat dalam ciptaan-Nya.Pelajaran:Allah mengajak manusia memperhatikan ciptaan-Nya agar kita menyadari kesempurnaan dan kebesaran-Nya.④ Ayat 4 — Tidak Akan Ditemukan Cacat dalam Ciptaan-NyaAllah memerintahkan manusia untuk memandang langit berulang-ulang. Seberapa pun pandangan itu diulang, manusia tidak akan menemukan cacat di dalamnya, hingga pandangan itu kembali dalam keadaan lelah.Pelajaran:Semakin kita memperhatikan ciptaan Allah, semakin terlihat kesempurnaan ciptaan-Nya dan keterbatasan manusia.⑤ Ayat 5 — Keindahan Langit dan Penjagaan dari SetanAllah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang. Dalam tafsir Ibnu Katsir, bintang-bintang disebut memiliki tiga fungsi: sebagai perhiasan langit, sebagai pelempar setan, dan sebagai tanda untuk petunjuk arah. Allah juga menyiapkan azab neraka yang menyala-nyala bagi setan-setan.Pelajaran:Keindahan langit bukan sekadar untuk dinikmati, tetapi menjadi tanda kebesaran dan kekuasaan Allah.

💬 0 komentar📅 21 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat21 Agustus 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Al Mukhtasar QS. Ali 'Imran ayat 43-45

43 Wahai Maryam! Perpanjanglah berdiri di waktu salat, bersujudlah kepada Tuhanmu, dan rukuklah kepada-Nya bersama orang-orang yang rukuk di antara hamba-hamba-Nya yang saleh!" 44 Kisah tentang Zakaria dan Maryam -‘alaihimassalām- tersebut adalah bagian dari perkara gaib yang Kami wahyukan kepadamu -wahai Rasul-. Engkau tidak berada di antara para ulama dan orang-orang saleh yang ketika itu berseteru tentang siapa yang paling berhak mengasuh Maryam, sampai akhirnya mereka terpaksa menggunakan undian. Mereka melempar pena masing-masing dan pena Zakaria -‘alaihissalām- menjadi pemenangnya. 45 Ingatlah -wahai Rasul- ketika para malaikat berkata, "Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah memberikan kabar gembira kepadamu tentang anak yang Dia ciptakan tanpa seorang ayah, melainkan dengan kalimat dari Allah, yaitu dengan mengatakan, 'Jadilah!', maka jadilah seorang anak dengan izin Allah. Nama anak itu ialah Almasih Isa bin Maryam. Dia memiliki kedudukan yang tinggi di dunia dan di akhirat dan dia termasuk orang-orang yang didekatkan kepada Allah -Ta‘ālā-.

💬 0 komentar📅 21 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat21 Agustus 2026
R

Rahaf Fathullah

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Pengamalan ayat dari surat Asy-Syuara

1️⃣ Awasi hatimu dan perbaikilah, sebab yang akan selamat di akhirat nanti hanyalah yang hatinya selamat (dari keburukan)2️⃣ Waspadalah dari orang-orang yang menyesatkan, agar kita tidak ikut tersesat dan ikut masuk neraka3️⃣ Carilah teman yang saleh dan baik, dengan harapan bisa mendapat syafaat dari mereka di akhirat nanti biiznillah

💬 0 komentar📅 21 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat21 Agustus 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

QS. Al Haqqah : 5

Tafsir At-TaysirAl-Ĥāqqah (69:5)Tema: KEPASTIAN HARI KIAMAT (Ayat 1-37)Subtema: Orang yang mendustakan kebenaran pasti binasa (Ayat 1-12)Catatan kaki:211273. Yang dimaksud dengan "kejadian luar biasa itu" ialah petir yang amat keras yang menyebabkan suara yang mengguntur yang dapat menghancurkan.Telah dimaklumi bahwa kaum Tsamud dibinasakan dengan صَيْحَةٌ (suara yang sangat keras). Namun dalam ayat ini Allah ﷻ menggunakan ungkapan طَاغِيَةٌ yang bermakna sesuatu yang melampaui batas. Ada dua penafsiran ulama tentang maksud dari kata طَاغِيَةٌ.Pendapat pertama, Allah ﷻ menggunakan kata طَاغِيَةٌ dalam ayat ini untuk menunjukkan bahwa mereka dibinasakan dengan suara keras yang tidak wajar dan sangat melampaui batas. Jika suara guntur di zaman sekarang yang sering didengar oleh manusia saja terkadang membuatnya ketakutan, maka suara guntur yang terdengar oleh kaum Tsamud saat itu adalah suara guntur yang sangat keras melampaui batas sehingga membuat mereka meninggal dunia. Inilah kenapa Allah ﷻ menyebut طَاغِيَةٌ.Pendapat kedua, yang dimaksud dengan طَاغِيَةٌ adalah Qudar bin Salif, yaitu orang yang membunuh untanya Nabi Shalih ‘alaihissalam (12). Ketika Nabi Shalih ‘alaihissalam diutus kepada kaum Tsamud, bersamaan dengan itu Allah ﷻ kirimkan unta Allah ﷻ sebagai mukjizat. Dan Nabi Shalih ‘alaihissalam telah melarang dan memperingatkan kaumnya agar jangan sampai berani mengganggu unta tersebut, karena mereka bisa ditimpa azab dengan sebab itu. Sebagaimana Allah ﷻ berfirman,وَيَا قَوْمِ هَٰذِهِ نَاقَةُ اللَّهِ لَكُمْ آيَةً فَذَرُوهَا تَأْكُلْ فِي أَرْضِ اللَّهِ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ قَرِيبٌ“Dan wahai kaumku! Inilah unta betina dari Allah, sebagai mukjizat untukmu, sebab itu biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apa pun yang akan menyebabkan kamu segera ditimpa azab’.” (QS. Hud : 64)Namun mereka tidak menghiraukan itu. Dan sebagaimana firman Allah ﷻ,كَذَّبَتْ ثَمُودُ بِطَغْوَاهَا، إِذِ انْبَعَثَ أَشْقَاهَا“(Kaum) Tsamud telah mendustakan (Rasul-Nya) karena mereka melampaui batas (zalim), ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka.” (QS. Asy-Syams : 11-12)Akhirnya mereka pun bermusyawarah, lalu bangkitlah seorang yang disebut oleh Ahli sejarah namanya adalah Qudar bin Salif (13). Dia bangkit dan pergi untuk membunuh unta Nabi Shalih ‘alaihissalam. Dia lah yang disebut dengan طَاغِيَةٌ, yaitu orang yang sangat zalim dan telah melampaui batas karena kenekatannya untuk membunuh unta Nabi Shalih ‘alaihissalam. Namun yang perlu diperhatikan di sini adalah walaupun yang membunuh hanya Qudar bin Salif seorang, akan tetapi Allah ﷻ menyandarkan perbuatan Qudar bin Salif terhadap mereka seluruhnya(14). Oleh karenanya kita dapati Allah ﷻ berfirman tentang mereka,فَكَذَّبُوهُ فَعَقَرُوهَا فَدَمْدَمَ عَلَيْهِمْ رَبُّهُمْ بِذَنْبِهِمْ فَسَوَّاهَا، وَلَا يَخَافُ عُقْبَاهَا“Namun mereka mendustakannya dan menyembelihnya, karena itu Tuhan membinasakan mereka karena dosanya, lalu diratakan-Nya (dengan tanah), dan Dia tidak takut terhadap akibatnya.” (QS. Asy-Syams : 14-15)Meskipun yang melakukan hanya satu orang, akan tetapi karena yang lainnya telah bermusyawarah dan ridha dengan dibunuhnya unta Nabi Shalih ‘alaihissalam, maka hukum bagi yang lainnya pun sama, yaitu mereka dihukumi ikut membunuh unta Nabi Shalih ‘alaihissalam. Oleh karenanya tatkala Allah ﷻ mengatakan,فَأَمَّا ثَمُودُ فَأُهْلِكُوا بِالطَّاغِيَةِ“Adapun kaum Tsamud, maka mereka telah dibinasakan dengan kejadian yang luar biasa.”Yaitu seakan-akan Allah ﷻ mengatakan “Adapun kaum Tsamud, mereka telah dibinasakan karena perbuatan satu orang dan mereka ridha.” Oleh karena itu, ini juga merupakan peringatan terkait sikap setuju terhadap sebuah kemaksiatan. Bisa jadi seseorang tidak melakukan kemaksiatan, kesyirikan, dan kekufuran itu secara langsung, tetapi dia setuju dan tidak berusaha mengingkarinya, maka bisa jadi dia ikut mendapat dosa dan terkena dampak dari perbuatan tersebut sebagaimana yang dialami oleh kaum Tsamud.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 21 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat21 Agustus 2026
S

Sekar Kinanti Nufiarizky

📍 Kota Depok

Anjuran Menikah

Tafsir Al-MuyassarAn-Nur (24:32)Tema: HUKUM PERZINAAN DAN PERGAULAN (Ayat 1-64)Subtema: Anjuran menikah (Ayat 32-33)Catatan kaki:210804. Maksudnya, hendaklah laki-laki yang belum kawin atau wanita-wanita yang tidak bersuami dibantu agar mereka dapat kawin.Nikahkanlah (wahai orang-orang yang beriman) seseorang yang belum mempunyai pasangan di antara kalian, baik lelaki maupun perempuan, hamba sahaya kalian yang shalih, baik lelaki maupun perempuan. Jika orang yang hendak menikah demi menjaga kehormatannya adalah orang fakir, maka Allah pasti akan mencukupinya dengan keluasan rizki-Nya. Allah adalah Yang Mahaluas, Mahabanyak kebaikan-Nya, Mahaagung karunia-Nya dan Maha Mengetahui keadaan para hamba-Nya.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 21 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat21 Agustus 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Jejak Ayat 21 Agustus

Tafsir Ibnu Katsir QS. Yūnus: 85​Kaum Bani Israil telah melakukan hal tersebut (bertawakal). Mereka mengatakan:​ عَلَى ٱللَّهِ تَوَكَّلۡنَا رَبَّنَا لَا تَجۡعَلۡنَا فِتۡنَةً لِّلۡقَوۡمِ ٱلظَّٰلِمِينَ ​"Kepada Allah-lah kami bertawakal! Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim."​Penjelasan Makna & Tafsir Para Ulama​Penjelasan Umum:​Makna: Janganlah Engkau memberikan kemenangan kepada mereka atas kami dan menjadikan mereka berkuasa atas kami, sehingga mereka mengira bahwa semata-mata mereka berkuasa karena berada di pihak yang benar sedangkan kita berada di pihak yang batil, yang menyebabkan mereka berada di atas angin.​Riwayat: Dituturkan juga bersumber dari Abu Mijlaz dan Abud-Duha.​Penafsiran Mujahid (Riwayat Ibnu Abu Nujaih & Lain-Lain):​Makna 1: Janganlah Engkau mengazab kami melalui kekuatan Fir'aun dan pasukannya, dan jangan pula melalui tangan kekuasaan (malaikat) dari sisi Engkau yang pada akhirnya kaum Fir'aun akan mengatakan: "Seandainya mereka berada di pihak yang benar, tentulah mereka tidak disiksa dan kita pun tidak dapat berkuasa atas mereka. Terlebih lagi menindas kita."​Makna 2 (Riwayat Abdur-Razzak dari Ibnu Uyainah dari Ibnu Abu Nujaih): Janganlah Engkau membiarkan mereka dapat menguasai kami karena mereka pasti akan memfitnah kami.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 21 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat21 Agustus 2026
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Tafsir Al-Mukhtasar Surat Al-Anfal : 27-28

27. Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti Rasul-Nya! Janganlah kalian berkhianat kepada Allah dan Rasul-Nya dengan mengabaikan perintah-perintahNya dan melanggar larangan-laranganNya dan janganlah kalian mengkhianati amanah yang dipercayakan kepada kalian, seperti hutang dll, sedangkan kalian tahu bahwa apa yang kalian lakukan adalah pengkhianatan, sehingga kalian termasuk ke dalam golongan para pengkhianat.Ketika kencintaan kepada harta dan anak mendorong seseorang untuk berlaku khianat maka Allah mengabarkan bahwa keduanya merupakan fitnah. Dia berfirman,28. Ketahuilah -wahai orang-orang mukmin- bahwa harta dan anak-anak kalian sejatinya merupakan cobaan dan ujian dari Allah untuk kalian karena harta dan anak-anak kalian dapat menghalang-halangi kalian beramal untuk akhirat dan mendorong kalian untuk berkhianat. Ketahuilah bahwa disisi Allah terdapat pahala yang sangat besar, maka janganlah kalian kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pahala itu karena terlalu sibuk mengurus harta dan anak-anak kalian, serta berlaku khianat demi kepentingan mereka.​

💬 0 komentar📅 21 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat30 Agustus 2026
R
Rifa Rachmatusyifa

📍 Kabupaten Ketapang

QS Al A'raf : 171

QS Al A'raf:171Tafsir Al Muyassar Dan ingatlah (wahai Rasul) ketika Kami mengangkat bukit ke atas Bani Israil, seakan-akan bukit itu awan yang menaungi mereka dan meyakini bahwa bukit itu akan menimpa mereka, jika mereka tidak mau menerima hukum-hukum Taurat. Kami berfirman kepada mereka: "Peganglah dengan teguh apa yang telah kami berikan kepada kalian", yakni kerjakanlah syariat-syariat yang Aku berikan kepada kalian dengan sungguh-sungguh dan ingatlah perjanjian-perjanjian yang telah Kami ambil dari kalian, tepatilah isi perjanjian itu agar kalian bertakwa kepada Rabb kalian sehingga kalian akan selamat dari siksa-Nya.

💬 0 komentar📅 20 Agu 2026Baca selengkapnya →