📖 Jejak Ayat

Laporan & catatan kegiatan Jejak Ayat

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat19 Oktober 2026
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Tafsir As-Sa‘di | Surat Yunus : 44

As-Sa‘di menjelaskan bahwa Allah tidak menambah keburukan seseorang dan tidak mengurangi kebaikannya. Akan tetapi, ketika kebenaran datang kepada manusia lalu mereka tidak menerimanya, mereka menzalimi diri sendiri. Setelah itu, sebagai akibat dari penolakan tersebut, Allah menghukum mereka dengan tertutupnya hati serta pendengaran dan penglihatan mereka terhadap kebenaran.Penjelasan ini menunjukkan adanya hubungan antara dosa dan rusaknya kemampuan hati untuk menerima petunjuk. Penutupan hati bukanlah kezaliman yang terjadi tanpa sebab, tetapi merupakan hukuman atas penolakan yang terus-menerus terhadap kebenaran.

💬 0 komentar📅 19 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat19 Oktober 2026
P
Putri Nadhira Saraswati

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Tafsir Al Isra 26

Tafsir Al-MuyassarAl-Isra (17:26)Tema: ISYARAT BAHWA UMAT ISLAM AKAN MENJADI UMAT YANG BESAR (Ayat 1-111)Subtema: Beberapa tata krama pergaulan (Ayat 23-41)Berbuat baiklah kepada semua orang yang memiliki hubungan kekerabatan denganmu, dan berikan kepadanya haknya berupa berbuat baik dan berbakti. Berilah kepada orang miskin yang tidak memiliki sesuatu yang dapat mencukupi kebutuhannya, dan musafir yang terputus dari keluarga dan hartanya. Janganlah membelanjakan hartamu di luar ketaatan kepada Allah, atau dengan cara pemborosan dan menghambur-hamburkan.Catatan tafsir:Ath Thabrani dan lainnya meriwayatkan dari Abu Said Al Khudri bahwa ketika turun, "dan berikanlah kepada kerabat dekat haknya..." Rasulullah memanggil Fatimah lalu memberinya Fadak. Ibnu Katsir berkata, "Hadis ini bermasalah, sebab ia mengisyaratkan bahwa ayat ini surat Madaniyah, padahal menurut pendapat yang masyhur tidak demikian." Ibnu Mardawaih meriwayatkan hal serupa dengan Ibnu Abbas.Sumber: Asbabun Nuzul - Jalaluddin As-Suyuthi.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 19 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat18 Oktober 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

QS. Al-Mulk: 2 — Kualitas Amal

Tafsir Ibnu Katsir: Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Allah menciptakan kehidupan dan kematian sebagai ujian bagi manusia untuk mengetahui siapa yang paling baik amalnya. Mengutip penjelasan Fudhail bin Iyadh, amal yang paling baik adalah yang paling ikhlas karena Allah dan paling benar sesuai tuntunan-Nya. Artinya, amal tidak cukup dinilai dari banyaknya perbuatan, tetapi juga dari niat dan kesesuaiannya dengan petunjuk Allah.Renungan ayat ini: Kita hidup di tengah dunia yang mudah mengukur keberhasilan melalui angka: berapa banyak yang dicapai, seberapa cepat karier berkembang, berapa banyak yang dimiliki, dan sejauh mana seseorang melampaui orang lain. Ayat ini menggeser pertanyaannya: bukan sekadar seberapa banyak yang berhasil dikumpulkan, melainkan bagaimana semua itu dijalani dan untuk apa. Pekerjaan yang biasa-biasa saja dapat bernilai besar ketika dikerjakan dengan jujur; pencapaian yang terlihat mengesankan pun perlu diperiksa niat dan caranya.

💬 0 komentar📅 16 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat17 Oktober 2026
M
marni

📍 Kabupaten Bogor

HUKUM KELUARGA

Allah taala berfirman:يُوصِيكُمُ ٱللَّهُ فِيٓ أَوۡلَٰدِكُمۡ ۖ لِلذَّكَرِ مِثۡلُ حَظِّ ٱلۡأُنثَيَيۡنِ ۚ فَإِن كُنَّ نِسَآءٗ فَوۡقَ ٱثۡنَتَيۡنِ فَلَهُنَّ ثُلُثَا مَا تَرَكَ ۖ وَإِن كَانَتۡ وَٰحِدَةٗ فَلَهَا ٱلنِّصۡفُ ۚ وَلِأَبَوَيۡهِ لِكُلِّ وَٰحِدٖ مِّنۡهُمَا ٱلسُّدُسُ مِمَّا تَرَكَ إِن كَانَ لَهُۥ وَلَدٞ ۚ فَإِن لَّمۡ يَكُن لَّهُۥ وَلَدٞ وَوَرِثَهُۥٓ أَبَوَاهُ فَلِأُمِّهِ ٱلثُّلُثُ ۚ فَإِن كَانَ لَهُۥٓ إِخۡوَةٞ فَلِأُمِّهِ ٱلسُّدُسُ ۚ مِنۢ بَعۡدِ وَصِيَّةٖ يُوصِي بِهَآ أَوۡ دَيۡنٍ ۗ ءَابَآؤُكُمۡ وَأَبۡنَآؤُكُمۡ لَا تَدۡرُونَ أَيُّهُمۡ أَقۡرَبُ لَكُمۡ نَفۡعٗا ۚ فَرِيضَةٗ مِّنَ ٱللَّهِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمٗاAllah mensyariatkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu bagian seorang anak lelaki sama dengan bagian dua orang anak perempuan1; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua2, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separuh harta. Dan untuk dua orang ibu bapak, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu bapaknya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar utangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.Catatan kaki:210042. Bagian laki-laki dua kali bagian perempuan adalah karena kewajiban laki-laki lebih berat dari perempuan, seperti kewajiban membayar maskawin dan memberi nafkah. (Lihat ayat210043. surah An-Nisā`).QS. An-Nisā: 11Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 16 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat16 Oktober 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Albaqarah :286- Allah tidak membebani manusia diluar. Kemampuannya

Allah tidak membebani seseorang kecuali dengan sesuatu yang sanggup dilakukannya karena agama Allah dibangun di atas asas kemudahan, sehingga tidak ada sesuatu yang memberatkan di dalamnya. Barang siapa berbuat baik, dia akan mendapatkan ganjaran atas apa yang dia lakukan, tanpa dikurangi sedikit pun, dan barang siapa berbuat buruk, dia akan memikul dosanya sendiri, tidak dipikul oleh orang lain. Rasulullah dan orang-orang mukmin berdoa, "Ya Tuhan kami! Janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau salah dalam perbuatan atau ucapan yang tidak kami sengaja. Ya Tuhan kami!Janganlah Engkau bebani kami dengansesuatu yang memberatkan dan tidak sanggup kami jalankan, sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami yang Engkau hukum atas kezalıman mereka, sepertı orang-orang Yahudi, dan janganlah Engkau pikulkan kepada kami perintah maupun larangan yang memberatkan dan tidak sanggup kami jalankan. Maafkanlah dosa-dosa kami, ampunilah diri kami, dan sayangilah kami dengan kemurahan-Mu. Engkaulah pelindung dan penolong kami maka tolonglah kami dalam menghadapi orang-orang kafir."

💬 0 komentar📅 16 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat16 Oktober 2026
R

Rahaf Fathullah

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Pengamalan ayat dari surat an nisa

1️⃣ Tidak terburu-buru dalam meneruskan kabar (untuk memastikan kebenarannya) merupakan sifat seorang mukmin 2️⃣ Seseorang yang memudahkan sampainya suatu kebaikan untuk orang lain akan mendapat pahala dari kebaikan itu. Sebaliknya, seseorang yang memberi jalan untuk keburukan akan mendapat bagian dosanya pula3️⃣ Menjawab salam dengan setara sifatnya wajib, dan menjawabnya dengan lebih panjang lebih baik lagi

💬 0 komentar📅 16 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat16 Oktober 2026
R
Rifa Rachmatusyifa

📍 Kabupaten Ketapang

QS At Taubah : 35

Tafsir Al-MuyassarQS At Taubah : 35Pada hari Kiamat itu, potongan-potongan emas dan perak diletakkan di dalam neraka, dan ketika sudah sangat panas maka dibakar dengannya dahi, lambung dan punggung pemiliknya. Lalu dikatakan kepada mereka (sebagai celaan), "Ini adalah harta yang kalian simpan untuk diri sendiri, dan kalian tidak mau mengeluarkan hak-haknya (yang Allah tetapkan didalamnya). Maka rasakanlah siksa yang sangat pedih, atas perbuatan kalian sendiri menyimpan dan menimbun harta."

💬 0 komentar📅 16 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat16 Oktober 2026
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Tafsir QS. Al-Baqarah Ayat 37

QS. Al-Baqarah Ayat 37فَتَلَقَّىٰٓ ءَادَمُ مِن رَّبِّهِۦ كَلِمَٰتٖ فَتَابَ عَلَيۡهِۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ“Kemudian Adam menerima beberapa kalimat¹ dari Tuhan-nya, maka Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.”Catatan: angka catatan kaki mengikuti edisi terjemahan yang digunakan.Makna umum Ayat setelah Nabi Adam dan istrinya melanggar larangan Allah, keduanya tidak terus-menerus membela diri, menyalahkan pihak lain, atau berputus asa. Allah mengajarkan kepada Adam beberapa kalimat untuk bertobat. Adam menerima kalimat tersebut dengan penuh penerimaan, mengaku bersalah, memohon ampun, dan kembali kepada Allah. Allah kemudian menerima tobatnya. Ayat ini ditutup dengan dua nama Allah: — At-Tawwāb: Yang berulang kali menerima tobat hamba-Nya. — Ar-Raḥīm: Yang melimpahkan rahmat kepada hamba-hamba-Nya. Dengan demikian, ayat ini bukan hanya berbicara tentang kesalahan Adam, tetapi terutama tentang jalan kembali setelah melakukan dosa: ilmu tentang cara bertobat, pengakuan dosa, permohonan ampun, dan harapan terhadap rahmat Allah.Tafsir Al-Muyassar menjelaskan bahwa Allah mengilhamkan kepada Adam kalimat-kalimat tobat dan istigfar. Adam menerima dan mengamalkannya. Allah pun menerima tobatnya dan mengampuni kesalahannya.Tafsir ini menekankan bahwa Allah adalah:At-Tawwāb, yang menerima tobat orang-orang yang kembali kepada-Nya;Ar-Raḥīm, yang merahmati mereka setelah mereka bertobat.

💬 0 komentar📅 16 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat16 Oktober 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Al Mukhtasar QS Ali Imran ayat 123 - 125

123. Dan sungguh Allah telah menolong kalian untuk mengalahkan orang-orang musyrik dalam perang Badar, meskipun jumlah personil dan peralatan perang kalian sedikit. Maka takutlah kalian kepada Allah agar kalian mensyukuri nikmat-nikmat-Nya.124. Ingatlah -wahai Nabi- ketika engkau berkata kepada orang-orang mukmin untuk meneguhkan hati mereka dalam perang Badar setelah mereka mendengar adanya bala bantuan yang datang untuk orang-orang musyrik, “Tidak cukupkah bagi kalian bila Allah membantu kalian dengan tiga ribu Malaikat yang turun dari sisi-Nya untuk memperkuat pasukan kalian di medan perang?”125. Tentu. Sesungguhnya bantuan itu cukup bagi kalian. Dan kalian juga akan mendapatkan bantuan lain dari Allah, jika kalian bertahan di medan perang dan takut kepada Allah, kemudian datang bala bantuan untuk musuh-musuh kalian yang bergerak cepat ke arah kalian. Maka jika hal itu terjadi, Rabb kalian akan membantu dengan lima ribu Malaikat yang memiliki tanda yang jelas di tubuh dan di kuda mereka.

💬 0 komentar📅 16 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat16 Oktober 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Tafsir Al Mukhtasar surah An Nahl Ayat 36

Sungguh Kami telah mengutus pada setiap umat terdahulu seorang rasul yang mengajak umatnya untuk menyembah Allah semata dan meninggalkan penyembahan kepada selain-Nya, berupa berhala, setan, dan lainnya. Di antara mereka ada yang Allah beri taufik lalu dia beriman kepada-Nya dan mengikuti apa yang dibawa oleh rasul-Nya. Di antara mereka ada yang kafir kepada Allah dan mendurhakai rasul-Nya sehingga Allah tidak memberinya taufik lalu ia pun tersesat. Sebab itu, berjalanlah kalian di muka bumi agar kalian melihat dengan mata kepala kalian bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan Allah sesudah mereka ditimpa hukuman dan azab.

💬 0 komentar📅 16 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat16 Oktober 2026
D
Daramatasia

📍 Kota Depok

Surah Al-Maidah halaman 109

✅Diantara karunia besar yang Allah azzawajallah berikan kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam dan sahabat-sahabatnya adalah Allah melindungi dari tangan-tangan jahat orang-orang kafir✅Beriman kepada para rosul,mendukung perjuangan mereka,mendirikan sholat dan menunaikan zakat dengan semestinya penyebab utama datangnya pertolongan Allah Ta’ala,kemenangan,kejayaan,ampunan,dan masuk surga✅Melanggar suatu perjanjian yang isinya mengharuskan kepatuhan kepada para rasul adalh penyebab utama kerasnya hati✅Kecaman terhadap perilaku orang-orang Yahudi yang sering kali mengubah kitab-kitab suci yang Allah turunkan kepada mereka

💬 0 komentar📅 16 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat16 Oktober 2026
A

AYU AAN KHARY M

📍 Kota Makassar

Al kahfi 14

Dan Kami telah meneguhkan hati mereka," maksudnya Kami mencurahkan kesabaran pada mereka dan mene-guhkan mereka, serta menjadikan hati mereka tentram dalam kon-disi yang mencemaskan itu. Ini merupakan (cermin) sifat kelembut-an dan kebaikan Allah تعالى kepada mereka, dalam bentuk memberi-kan taufik kepada mereka menuju keimanan, petunjuk, kesabaran, keteguhan, dan ketenangan.

💬 0 komentar📅 16 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat16 Oktober 2026
N

Nidya larasati

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Janganlah kamu Sombong apalagi Angkuh

وَلَا تُصَعِّرۡ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمۡشِ فِى الۡاَرۡضِ مَرَحًا ​ؕ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخۡتَالٍ فَخُوۡرٍۚ‏ ١٨Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.

💬 0 komentar📅 16 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat16 Oktober 2026
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Tafsir Al-Mukhtasar | Surat Yunus : 34

Katakanlah -wahai Rasul- kepada orang-orang musyrik itu, “Apakah diantara tuhan-tuhan yang kalian sembah selain Allah itu ada yang dapat menciptakan makhluk tanpa ada contoh sebelumnya, kemudian dapat membangkitkannya kembali sesudah kematiannya?”Katakanlah kepada mereka, “Allah dapat menciptakan makhluk tanpa ada contoh sebelumnya. Kemudian Allah akan membangkitkannya kembali sesudah kematiannya. Jadi, bagaimana mungkin kalian -wahai orang-orang musyrik- bisa dipalingkan dari kebenaran menuju kebatilan?!”

💬 0 komentar📅 16 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat18 Oktober 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

QS. Al-Baqarah: 216 – Tentang keterbatasan manusia dalam menilai takdir

Tafsir Ibnu Katsir: Ayat ini turun dalam konteks kewajiban berperang, sesuatu yang secara tabiat dapat terasa berat bagi manusia. Allah menjelaskan bahwa manusia tidak selalu mengetahui akibat akhir dari sesuatu yang disukai maupun dibencinya. Pengetahuan manusia terbatas, sedangkan ilmu Allah meliputi hakikat dan akibat dari segala perkara.Renungan ayat ini: Kita sering menilai kehidupan berdasarkan apa yang terasa hari ini: kesempatan yang gagal terasa seperti kerugian, penolakan terasa seperti kehilangan, dan penundaan terasa seperti kemunduran. Padahal, kita sedang menilai sebuah perjalanan dari satu bagian kecil yang belum selesai. Ayat ini tidak mengajarkan bahwa setiap kesulitan pasti segera mendatangkan sesuatu yang menyenangkan, melainkan mengingatkan agar kita tidak merasa mengetahui seluruh kebaikan hanya berdasarkan keinginan sendiri. Tugas kita adalah berikhtiar dengan sungguh-sungguh, mengevaluasi keputusan dengan jernih, lalu menerima bahwa ada bagian dari hasil yang memang berada di luar pengetahuan kita.

💬 0 komentar📅 15 Okt 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat17 Oktober 2026
M
marni

📍 Kabupaten Bogor

HUKUM KELUARGA

Allah taala berfirman:إِنَّ ٱلَّذِينَ يَأۡكُلُونَ أَمۡوَٰلَ ٱلۡيَتَٰمَىٰ ظُلۡمًا إِنَّمَا يَأۡكُلُونَ فِي بُطُونِهِمۡ نَارٗا ۖ وَسَيَصۡلَوۡنَ سَعِيرٗاSesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya, dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).QS. An-Nisā: 10Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 15 Okt 2026Baca selengkapnya →