Tafsir qs(3):15
Sesuatu yang lebih baik daripada kesenangan duniawi yaitu orang-orang yang bertaqwa kepada Allah dengan menaatinya dan meniggalkan maksiat kepadaNya.
Laporan & catatan kegiatan Jejak Ayat
Sesuatu yang lebih baik daripada kesenangan duniawi yaitu orang-orang yang bertaqwa kepada Allah dengan menaatinya dan meniggalkan maksiat kepadaNya.
Jika Allah langsung mengabulkan doa yang buruk kepada diri, anak2 maka akan binasa.
Katakanlah (wahai Rasul) kepada orang-orang musyrik, "Siapakah yang memberi rizki kepada kalian dari langit, yaitu dengan turunnya hujan dan dari bumi, yaitu dengan tumbuhnya berbagai tanaman dan pepohonan yang kalian dan binatang peliharaan kalian makan? Dan siapakah yang berkuasa memberikan pendengaran dan penglihatan yang kalian pergunakan? Dan siapakah yang memiliki hidup dan mati di alam ini, yang mengeluarkan makhluk yang hidup dari yang mati juga sebaliknya, yang kalian ketahui maupun tidak? Dan siapakah yang mengatur langit, bumi dan segala isinya, mengatur urusan kalian dan seuruh makhluk?" Maka mereka pasti akan menjawab, "Allah." Katakanlah kepada mereka, "Apakah kalian tidak takut akan siksa Allah apabila kalian menyembah bersama Allah dengan selaian-Nya?"Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com
Janganlah kalian memakan binatang yang disembelih tanpa menyebut nama Allah
Tafsir Ibnu KatsirQS Al-Araf:178Allah subhanahu wata'āla berfirman bahwa barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh-Nya, maka sesungguhnya dia telah merugi, kecewa, dan sesat tanpa dapat dielakkan lagi. Karena sesungguhnya sesuatu yang dikehendaki oleh Allah pasti terjadi, dan sesuatu yang tidak dikehendakiNya pasti tidak akan terjadi. Karena itulah di dalam hadis Ibnu Mas'ud r.a. disebutkan hal seperti berikut:Sesungguhnya segala puji bagi Allah. Kami memuji, memohon pertolongan, memohon hidayah, dan memohon ampun hanya kepada-Nya. Dan Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan hawa nafsu kami dan keburukan-keburukan amal perbuatan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa disesatkan oleh Allah, tidak ada yang dapat memberikan petunjuk kepadanya Dan saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan RasulNya.Hadis selengkapnya diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan para pemilik kitab sunnah dan kitab-kitab lainnya,
📍 Kota Surabaya
Ada beberapa poin yang sangat ngena:1. Saat rezeki lapang, jangan perlakukan seluruhnya sebagai “uang untuk dinikmati”Nabi Yusuf mengarahkan agar hasil panen selama 7 tahun subur tetap disimpan dalam bulirnya, supaya tahan lama dan tidak cepat rusak.Kalau ditarik ke finansial:Ketika income sedang baik, tidak semua peningkatan income harus berubah menjadi peningkatan lifestyle.Sebagian perlu diamankan untuk masa depan.2. Saving bukan berarti tidak boleh menikmati rezekiIni bagian yang menarik dari tafsir Ibnu Katsir: “Terkecuali sekadar apa yang kalian makan…”Jadi bukan disuruh menyimpan semuanya. Ada yang boleh dikonsumsi. Tetapi secukupnya.Ibnu Katsir bahkan menekankan “Makanlah dalam kadar yang minim, jangan berlebih-lebihan…”Ini bukan berarti Islam mengajarkan kita harus hidup sengsara.Tapi ada prinsip: Consume → save → prepareDari kisah Nabi Yusuf, ada pelajaran tentang pentingnya mempersiapkan diri menghadapi masa sulit. Rezeki yang banyak belum tentu membuat seseorang aman. Kalau tidak dikelola, kelapangan hari ini bisa habis sebelum kesempitan datang.
Rachmatika
📍 Kota Administrasi Jakarta Barat
Sesungguhnya apa yang mereka kerjakan dan mereka anggap sebagai perbaikan adalah perbutan kerusakan, akan tetapi mereka tidak menyadarinya karena kebodohan dan pengingkaran mereka.
Kita akan mendapatkan balasan atas kerja keras yang dilakukan, entah itu kebaikan atau keburukan
1️⃣ Tersenyumlah dalam momen-momennya, dan janganlah terus memberengut2️⃣ Bila orang tuamu mendapat sebuah nikmat, maka bersyukurlah, sebab nikmat untuk mereka adalah nikmat untukmu juga3️⃣ Jika Allah memberimu sebuah amanah, maka menjaga dan mengurusnya dengan baik merupakan bentuk takwa pada-Nya
Tafsir Al-MuyassarAl-An'am (6:2)Tema: KEYAKINAN TENTANG KEESAAN ALLAH-LAH YANG MENANG (Ayat 1-49)Subtema: Dalil-dalil tentang keesaan Allah (Ayat 1-3)Allah yang menciptakan bapak kalian Adam dari tanah sedangkan kalian adalah anak keturunannya. Kemudian Allah menulis ajal waktu keberadaan kalian di kehidupan dunia ini. Dia juga menulis ajal yang lain yang tertentu namun hanya Dia yang mengetahuinya, yaitu ajal hari Kiamat. Kemudian setelah ini kalian meragukan kekuasaan Allah dalam membangkitkan setelah kematian.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com
Allah taala berfirman:مَا كَانَ لِلَّهِ أَن يَتَّخِذَ مِن وَلَدٖ ۖ سُبۡحَٰنَهُۥٓ ۚ إِذَا قَضَىٰٓ أَمۡرٗا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُۥ كُن فَيَكُونُTidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya, "Jadilah", maka jadilah ia.📝 Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir1. Allah Mahasuci dari Memiliki AnakAllah Mahasuci dari tuduhan bahwa Dia memiliki anak. Anggapan tersebut merupakan perkataan yang batil dan melampaui batas terhadap Allah.2. Isa ﷺ adalah Hamba dan Nabi AllahNabi Isa ﷺ diciptakan sebagai hamba dan nabi Allah, bukan anak Allah.3. Allah Mahakuasa MenciptakanJika Allah menetapkan sesuatu, Dia hanya berfirman, “Jadilah,” maka jadilah ia. Penciptaan Isa tanpa ayah bukanlah sesuatu yang sulit bagi Allah, sebagaimana Allah menciptakan Adam tanpa ayah maupun ibu.✨ PelajaranKesempurnaan kekuasaan Allah tidak membutuhkan sebab sebagaimana makhluk.Meyakini Allah sebagai satu-satunya Rabb berarti menyucikan-Nya dari segala sifat yang tidak layak bagi-Nya dan membenarkan apa yang Dia kabarkan tentang diri-Nya.Disalin dari Quran Tadabbur — quran.firanda.com
Tafsir Al-MuyassarAl-Ahzab (33:3)Tema: HUKUM KEKELUARGAAN HARUS BERDASARKAN KETETAPAN ALLAH DAN (Ayat 1-8)Subtema: RASUL. Takwa dan tawakkal kepada Allah (Ayat 1-3)Bersandarlah kepada Rabb-mu, serahkanlah segala urusanmu kepada-Nya, cukuplah Allah sebagai penjaga bagi siapa yang bertawakal dan kembali kepada-Nya.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com
Sebuah hidayah, yang memilih jalan. Semua jalan baik/buruk ada konsekuensinya/pertanggung jawabannya. Adapun yang selamat adalah golonga kanan
HASAD adl dosa yg pertama , yg dengannya Allah didurhakai di langit. Yaitu hasad iblis kepada Adam As. Juga dosa peetama yg dengannya Allah didurhakai di bumi. Yaitu hasad anak Adam kpd saudaranya.Hasad pd diri Qabil mengantarkannya membunuh Habil. Hasad adl dosa yg paling berbahaya.
🌿 Inti Tafsir QS. Ash-Shaff: 2لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ"Mengapa kalian mengatakan apa yang tidak kalian kerjakan?"Pesan utama:Allah ﷻ mencela orang yang mengucapkan atau menjanjikan sesuatu tetapi tidak melaksanakannya.Ayat ini turun berkaitan dengan para sahabat yang ingin mengetahui amalan yang paling dicintai Allah ﷻ, lalu ketika diperintahkan berjihad, sebagian tidak mampu melaksanakannya.Namun, sebab turunnya ayat tidak membatasi maknanya. Pelajarannya berlaku secara umum.Bentuk perilaku yang tercela:🟣 Mengatakan ingin melakukan kebaikan tetapi tidak melakukannya.Contoh: "Kalau punya uang, saya akan bersedekah," tetapi ketika punya uang tidak bersedekah.🟣 Berjanji tetapi tidak menepati janji, terlebih jika janji tersebut menyebabkan kerugian atau mudarat bagi orang lain.🟣 Mengaku melakukan sesuatu yang sebenarnya dilakukan orang lain.Misalnya mengaku sebagai orang yang membangun atau memberikan sesuatu, padahal hanya ikut atau menyalurkannya.🟣 Mengajak orang lain kepada kebaikan tetapi diri sendiri tidak berusaha mengamalkannya.Termasuk orang yang sering menyampaikan nasihat di dunia nyata maupun media sosial tetapi tidak memperbaiki dirinya sendiri.💡 Pelajaran pentingJangan hanya menjadi orang yang pandai mengatakan kebaikan, tetapi berusahalah menjadi orang yang mengamalkannya.Jika seseorang belum mampu mengamalkan apa yang ia sampaikan, bukan berarti ia harus berhenti menasihati, tetapi ia harus:berusaha memperbaiki diri,memperbanyak istighfar,dan memiliki tekad untuk mengamalkan apa yang disampaikan.الْعِبْرَةُ بِعُمُوْمِ اللَّفْظِ لَا بِخُصُوْصِ السَّبَبِ“Pelajaran diambil dari keumuman lafaz, bukan dari kekhususan sebab.”Jadi, ayat ini bukan hanya tentang jihad, tetapi menjadi peringatan bagi setiap Muslim agar ucapan, janji, nasihat, dan amalnya selaras.
Al Anfal 48
Tafsir At-TaysirAl-Ĥāqqah (69:6)Tema: KEPASTIAN HARI KIAMAT (Ayat 1-37)Subtema: Orang yang mendustakan kebenaran pasti binasa (Ayat 1-12)Kaum ‘Ad merupakan kaum yang lebih dahulu ada dibandingkan kaum Tsamud. Oleh karenanya kaum ‘Ad disebut kaum ‘Adanil Ula (kaum ‘Ad yang pertama), adapun kaum Tsamud disebut sebagai kaum ‘Ad yang kedua (15). Karena antara kaum ‘Ad dan kaum Tsamud mereka memiliki hubungan keturunan, yaitu dimana kaum Tsamud asalnya merupakan keturunan dari kaum ‘Ad. Intinya kaum ‘Ad adalah kaum yang dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi kencang.Kaum ‘Ad merupakan kaum yang dahulunya istimewa karena Allah ﷻ banyak kenikmatan kepada mereka. Mereka diberi keutamaan oleh Allah ﷻ berupa tubuh yang besar dan kuat melebihi nenek moyang mereka yaitu kaum Nabi Nuh ‘alaihissalam. Sebagaimana Allah ﷻ berfirman,وَاذْكُرُوا إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَاءَ مِن بَعْدِ قَوْمِ نُوحٍ وَزَادَكُمْ فِي الْخَلْقِ بَسْطَةً“Dan ingatlah ketika Dia menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah setelah kaum Nuh, dan Dia lebihkan kamu dalam kekuatan tubuh dan perawakan.” (QS. Al-A’raf : 69)Akan tetapi karena saking kuatnya mereka, ternyata kenikmatan tersebut mengantarkan mereka kepada kesombongan. Sebagaimana firman Allah ﷻ,فَأَمَّا عَادٌ فَاسْتَكْبَرُوا فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَقَالُوا مَنْ أَشَدُّ مِنَّا قُوَّةً ۖ أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّ اللَّهَ الَّذِي خَلَقَهُمْ هُوَ أَشَدُّ مِنْهُمْ قُوَّةً ۖ وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يَجْحَدُونَ“Maka adapun kaum ‘Ad, mereka menyombongkan diri di bumi tanpa (mengindahkan) kebenaran dan mereka berkata, “Siapakah yang lebih hebat kekuatannya dari kami?” Tidakkah mereka memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan mereka. Dia lebih hebat kekuatan-Nya dari mereka? Dan mereka telah mengingkari tanda-tanda (kebesaran) Kami.” (QS. Fusshilat : 15)Karena kesombongan dan pembangkangan mereka terhadap Nabi Hud ‘alaihissalam, maka Allah ﷻ mengirimkan azab kepada mereka berupa angin. Adapun angin tersebut bukanlah angin biasa, melainkan angin yang disifat dengan صَرْصَرٍ عَاتِيَةٍ. Adapun angin صَرْصَرٍ عَاتِيَةٍ ini memiliki tiga sifat. Pertama, dia adalah angin yang sangat dingin lagi sangat menyiksa. Kedua, dia adalah angin yang sangat bising dan keras, sebagaimana tafsiran Imam Al-Qurthubi dan Thahir Ibnu ‘Asyur terhadap makna صَرْصَرٍ (16). Ketiga, dia adalah angin yang sangat kencang. Bahkan karena saking kencangnya (17), Allah ﷻ menggambarkannya sebagaimana kencangnya angin tersebut di dalam surah Al-Qamar. Allah ﷻ berfirman,إِنَّا أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا صَرْصَرًا فِي يَوْمِ نَحْسٍ مُّسْتَمِرٍّ، تَنزِعُ النَّاسَ كَأَنَّهُمْ أَعْجَازُ نَخْلٍ مُّنقَعِرٍ“Sesungguhnya Kami telah menghembuskan angin yang sangat kencang kepada mereka pada hari nahas yang terus menerus, yang membuat manusia bergelimpangan, mereka bagaikan pohon-pohon kurma yang tumbang dengan akar-akarnya.” (QS. Al-Qamar : 19-20)Maka kita bisa bayangkan bagaimana badan mereka yang sangat kuat dan besar, akan tetapi angin lebih mampu untuk mengangkat badan-badan mereka. Ketika angin tersebut datang, mereka bersembunyi mencari tempat yang aman, ada yang masuk ke dalam gua, turun ke bawah sumur. Tetapi angin tersebut seakan-akan mencari mereka, memasuki semua tempat persembunyian mereka bagaimanapun sempitnya. Angin tersebut masuk ketempat-tempat persembunyian mereka lalu mengambil mereka, seperti sebuah pohon yang dicabut hingga ke akar-akarnya.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com
Dia (Isa) berbicara kepada manusia ketika masih bayi, sebelum waktunya berbicara. Dia juga berbicara kepada manusia ketika dewasa, setelah kekuatan fisik dan kedewasaannya sempurna. Dia berbicara kepada mereka tentang ajaran yang bersisi seruan untuk memperbaiki urusan agama dan dunia mereka dan dia termasuk orang-orang saleh dalam berbicara dan bertindak.Maryam mengungkapkan keheranannya tentang dirinya yang bisa mempunyai anak tanpa seorang suami dengan mengatakan "Bagaimana mungkin aku punya anak, sedangkan aku tidak pernah didekati oleh laki-laki manapun, bsik secara halal maupun haram?!" Malaikat menjawabnya, "Sama seperti Allah menciptakan anak untukmu tanpa ayah, Dia juga menciptakan apa saja yang dikehendaki-Nya dengan cara yang tidak biasa. Apabila Allah menghendaki sesuatu, Dia cukup mengatakan kepada-Nya, "Jadilah", maka jadilah sesuatu itu. Jadi tidak ada sesuatu pun yang dapat menghalangi kehendak-Nya."
25) Jika ancaman tersebut di atas diperuntukkan bagi orang-orang kafir, maka berikanlah kabar gembira, wahai Nabi, kepada orang-orang yang beriman kepada Allah -Ta'alā- dan beramal saleh bahwa mereka akan mendapatkan balasan yang menyenangkan. Yaitu Surga yang sungai-sungainya mengalir dari bawah istana-istana dan pohon-pohonnya. Setiap kali mereka disuguhi hidangan berupa buah-buahan yang bagus, mereka berkata, "Ini sama seperti buah-buahan yang pernah kita nikmati sebelumnya." Karena buah-buahan itu mirip sekali dengan buah-buahan yang ada di dunia.Mereka diberi hidangan buah-buahan yang bentuknyadan namanya mirip dengan buah-buahan yang ada di dunia agar mereka tertarik kepada-Nya karena merasa sudah kenal sebelumnya. Namun cita rasa dan kelezatannya benar-benar berbeda. Di dalam Surga itu mereka mempunyai isteri-isteri yang bersih dari segala hal menjijikkan yang terbayang di benak penduduk dunia. Mereka hidup dalam kenikmatan abadi yang tidak akan berbatas. Berbeda dengan kenikmatan dunia yang serba terbatas.
Di antara orang-orang kafir terdapat orang-orang yang membantah dengan kebatilan terhadap Allah, tauhid-Nya, Rasul-Nya yang dipilih-Nya, dan Al Qur'an yang diturunkan-Nya. Bantahan tersebut dengan tanpa ilmu, tanpa penjelasan, dan tanpa kitab dari Allah yang berisikan keterangan dan hujjah yang nyata,