📖 Jejak Ayat

Laporan & catatan kegiatan Jejak Ayat

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat26 Agustus 2026
P
Puji

📍 Purwakarta

QS Yunus ayat 11 tafsir Al Mukhtasar

Seandainya Allah subhanahu wa ta'ala segera mengabulkan doa hajat yang diucapkan oleh manusia untuk kebinasaan diri mereka sendiri anak-anak dan harta benda mereka ketika mereka marah sebagaimana Allah mengabulkan doa baik mereka niscaya mereka sudah binasa. Akan tetapi Allah memberikan dengan waktu kepada mereka telah membiarkan orang-orang yang tidak menunggu perjumpaan dengan Allah karena mereka tidak takut terhadap hukuman Allah dan tidak mengharapkan ganjaran Allah Allah membiarkan mereka menerimalir dalam kebingungan dan kebimbangan terhadap hari perhitungan amal (hari kiamat)

💬 0 komentar📅 26 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat26 Agustus 2026
R

Rahaf Fathullah

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Pengamalan dari surat An-Naml

1️⃣ Seorang mukmin selalu optimis, sebab optimisme akan selalu membawa kebaikan, dan merupakan sebuah bentuk husnuzan kepada Allah 'azza wajalla2️⃣ Ingatlah bahwasanya barangsiapa yang dengan sengaja menjahati orang lain, Allah pasti akan membalasnya3️⃣ Sebagai mukmin kita yakin akan kemenangan yang akan Allah 'azza wajalla kepada para wali-Nya

💬 0 komentar📅 26 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat26 Agustus 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Albaqarah : 27

g) Yaitu orang-orang yang melanggar perjanjian yang Allah tetapkan untuk mereka, agar mereka menyembah kepada Allah semata dan mengikuti Rasul-Nya yang telah diberitakan oleh para rasul sebelumnya, dan mereka memutuskan hal-hal yang Allah perintahkan untuk disambung seperti tali silaturahim, serta berusaha menyebarkan kerusakan di muka bumi dengan melakukan kemaksiatan.Mereka itulah orang-orang yang merugi di dunia dan di akhirat.Di antara sifat orang-orang fasik yang paling menonjol ialah mengingkari perjanjian mereka dengan Allah dan dengan sesama makhluk, memutuskan sesuatu yang Allah perintahkan untuk disambung, dan membuat kerusakan di muka bumi.

💬 0 komentar📅 26 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat26 Agustus 2026
P
Putri Nadhira Saraswati

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Tafsir Al Isra 15

Tafsir Al-MuyassarAl-Isra (17:15)Tema: ISYARAT BAHWA UMAT ISLAM AKAN MENJADI UMAT YANG BESAR (Ayat 1-111)Subtema: Setiap orang memikul dosanya sendiri (Ayat 13-22)Barangsiapa yang mendapat petunjuk, dan mengikuti jalan kebenaran, maka pahalanya akan kembali kepada dirinya sendiri. Sebaliknya, barangsiapa yang menentang dan mengikuti jalan kebatilan, maka siksanya akan kembali kepada dirinya sendiri. Jiwa yang berdosa tidak memikul dosa jiwa lainnya yang berdosa. Allah tidak akan mengazab seorang pun kecuali setelah tegak hujjah atasnya, dengan diutusnya para Rasul dan diturunkannya kitab-kitab.Catatan tafsir:Ibnu abdul Barr meriwayatkan dalam At Tamhid dengan sanad yang lemah dari Aisyah. Khadijah pernah bertanya kepda Rasulullah tentang anak-anak musyrikin. Beliau menjawab, "Mereka bersama-sama dengan orang tua mereka." Kemudian aku bertanya setelah itu dan beliau menjawab, "Allah lebih mengetahui apa yang dahulu mereka perbuat." Aku kembali bertanya setelah islam sempurna. Maka turunlah ayat ini. Beliau bersabda, "Mereka berada di atas fitrah" aau bersabda, "..... di surga".Sumber: Ashabun Nuzul - Jalaluddin As-Suyuthi.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 26 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat26 Agustus 2026
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Tafsir QS. Al-Baqarah ayat 8

Tafsir QS . Al-Baqarah Ayat 8وَمِنَ النَّاسِ مَن يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَمَا هُم بِمُؤْمِنِينَArtinya: “Di antara manusia ada yang mengatakan, ‘Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian,’ padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.”Pada ayat kedelapan ini, di awal Surah Al-Baqarah, Allah menyebutkan tiga model manusia.Yang pertama, orang-orang beriman, ayat 2 sampai 5. Berarti terdiri dari empat ayat.Yang kedua, orang-orang kafir, ayat 6 sampai 7, terdiri dari dua ayat.Yang ketiga, orang-orang munafik, ayat 8 sampai 20, terdiri dari 13 ayat.Orang-orang munafik terdiri dari 13 ayat. Ini menunjukkan pentingnya kita mengetahui sifat-sifat orang munafik.Apa itu an-nifaq atau munafik?An-nifaq yaitu perbuatannya, sedangkan munafik adalah pelakunya. Munafik adalah menampakkan sesuatu yang berbeda dengan isi hati.Nah, di sini ada dua.Pertama, nifaq al-amaliyah, yaitu nifaq amal atau nifaq as-shaghir.Yang kedua, nifaq al-i‘tiqaadi atau nifaq akbar, yaitu kemunafikan yang besar.Nifaq al-amaliyah atau nifaq amal adalah dosa besar, tetapi tidak kafir. Ciri-cirinya di antaranya: jika berbicara ia berdusta, jika ia berjanji ia mengingkari, jika dipercaya ia berkhianat, jika membuat kesepakatan ia membatalkannya, dan jika berselisih ia licik atau curang.Nah, orang-orang munafik melakukan ini semua dosa besar.Pertanyaannya, bagaimana dengan orang beriman? Terkadang mereka melakukan sifat-sifat ini, sifat munafik. Misalnya berdusta. Tetapi bukan ciri khusus mereka melakukannya, melainkan hanya sesekali atau jarang.Kalau orang yang memiliki nifaq amaliyah, mereka selalu atau sering berdusta, menyelisihi, curang, dan lain-lain.Nifaq al-i‘tiqaadi maksudnya hatinya tidak beriman dengan Islam, tetapi secara KTP mereka Islam. Maksudnya, secara zahir menampakkan Islam.Oleh karenanya, kita harus hati-hati tatkala kita mengatakan seorang munafik.Apa maksudnya?Kalau mengatakan munafik itu al-i‘tiqaadi, ini bahaya. Nifaq al-i‘tiqaadi itu kafir, bahkan lebih parah daripada kafir. Oleh karenanya, orang munafik lebih parah daripada orang kafir asli.Makanya Allah menyebutkan orang munafik ada 13 ayat, karena mereka ada di setiap masa atau di setiap zaman.Kata Imam Malik, di zaman sekarang istilah para ulama adalah zindiq. Maksudnya orang yang benci dengan Islam dan dia menampakkannya.Kalau orang munafik pada zaman dulu, mereka menyembunyikannya atau tidak menampakkan kebencian mereka. Kalau orang zaman sekarang terang-terangan, mereka menampakkan kebenciannya.

💬 0 komentar📅 26 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat26 Agustus 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Tafsir As-Sa'di Hud (11:6)

Tema: BUKTI-BUKTI KEESAAN DAN KEKUASAAN (Ayat 1-83)(6) Maksudnya, semua yang merayap di muka bumi berupa manusia, binatang darat atau laut maka Allah telah menjamin rizki dan makanan mereka, rizki mereka menjadi kewajiban Allah. ﴾ وَيَعۡلَمُ مُسۡتَقَرَّهَا وَمُسۡتَوۡدَعَهَاۚ ﴿ "Dan Dia mengetahui tempat berdiamnya binatang itu dan tempat penyimpanannya." Maksudnya, Dia mengetahui tempat ber-diam diri binatang-binatang ini yaitu rumah tempat tinggalnya dan perlindungannya, dan mengetahui tempat penyimpanannya yaitu tempat di mana ia berpindah kepadanya pada waktu pulang per-ginya dan kondisi-kondisi tertentunya. ﴾ كُلّٞ ﴿ "Semuanya" seluruh perincian tentang keadaannya ﴾ فِي كِتَٰبٖ مُّبِينٖ ﴿ "tertulis dalam Kitab yang nyata." Yakni Lauh Mahfuzh yang meliputi seluruh peristiwa yang terjadi di langit dan bumi. Semuanya diliputi oleh ilmu Allah, dicatat oleh penaNya, berlaku padanya kehendakNya dan dicukupi olehNya rizkinya. Hendaknya manusia tetap tenang kepada jami-nan Allah yang menjamin rizkinya dan yang ilmuNya meliputi Dzat dan sifat-sifatNya.Catatan kaki:210478. Maksud "binatang melata" di sini ialah segenap makhluk Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā yang bernyawa.210479. Menurut sebagian ahli tafsir yang dimaksud dengan "tempat berdiam" di sini ialah dunia dan "tempat penyimpanan" ialah akhirat. Menurut sebagian ahli tafsir yang lain, maksud "tempat berdiam" ialah tulang sulbi dan "tempat penyimpanan" ialah rahim.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 26 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat26 Agustus 2026
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

Tafsir Al Mukhtassar Q. S. Jin ayat 6

Sesungguhnya dahulu di zaman jahiliah ada beberapa laki-laki dari golongan manusia meminta perlindungan kepada sekelompok laki-laki dari golongan jin saat mereka singgah ke suatu tempat yang angker. Salah seorang mereka berkata, "Aku berlindung kepada penguasa lembah ini dari kejahatan kaumnya yang bodoh. " Maka, hal ini menambah rasa takut segolongan dari manusia terhadap segolongan jin

💬 0 komentar📅 26 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat26 Agustus 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Al furqon; 39

Tafsir Ibnu KatsirAl-Furqān (25:39)Tema: PELAJARAN DARI KISAH UMAT TERDAHULU (Ayat 35-44)Firman Allah subhanahu wata'āla:Dan Kami jadikan bagi masing-masing mereka perumpamaan. (Al Furqaan:39)Kami jelaskan kepada mereka hujah-hujah (alasan-alasan) dan Kami terangkan bukti-bukti kepada mereka. Seperti yang dikatakan oleh Qatadah, bahwa Kami lenyapkan semua alasan dari mereka.dan masing-masing mereka itu benar-benar telah Kami binasakan dengan sehancur-hancurnya. (Al Furqaan:39)Yaitu Kami hancurkan mereka dengan sehancur-hancurnya, seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:Dan berapa banyaknya kaum sesudah Nuh telah Kami binasakan. (Al Israa':17)Al-qarn artinya umat, seperti pengertian yang terdapat di dalam firman-Nya:Kemudian Kami ciptakan sesudah mereka umat-umat yang lain. (Al-Mu-minun: 42)Sebagian di antara mereka mendefinisikannya bahwa satu kurun sama dengan seratus dua puluh tahun. Menurut pendapat yang lain seratus tahun, menurut pendapat yang lainnya lagi delapan puluh tahun, ada pula yang mengatakan empat puluh tahun, dan banyak lagi pendapat lainnya yang berbeda-beda. Tetapi menurut pendapat yang kuat, yang dimaksud dengan qarn adalah umat yang ada di suatu kurun waktu (suatu zaman). Apabila mereka semuanya telah tiada, lalu diganti oleh generasi yang baru, maka generasi itu dinamakan qarn yang lain (generasi yang lain). Seperti pengertian yang disebutkan di dalam kitab Sahihain melalui salah satu sabda Nabi ﷺ. yang mengatakan:Sebaik-baik generasi adalah generasiku, kemudian orang-orang (generasi) yang sesudahnya, kemudian orang-orang (generasi)yang sesudahnya lagi.

💬 0 komentar📅 26 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat26 Agustus 2026
A
Ayu Novita

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Al Mukhtasar QS Ali Imran ayat 50-52

Aku juga datang kepada kalian seraya membenarkan Kitab Taurat yang turun sebelumku. Aku datang kepada kalian untuk menghalalkan sebagian dari apa yang tadinya diharamkan, dalam rangka memberikan kemudahan dan keringanan kepada kalian. Aku juga datang dengan membawa hujah yang nyata terkait kebenaran ajaran yang kusampaikan kepada kalian. Oleh sebab itu, bertakwalah kalian kepada Allah dengan cara menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya, dan taatlah kalian kepadaku terkait ajaran yang kusampaikan kepada kalian.Hal itu karena Allah adalah Tuhanku dan Tuhan kalian. Dialah satu-satu-Nya tuhan yang berhak ditaati dan ditakuti maka sembahlah Dia semata. Perintah yang kuberikan kepada kalian ini, yaitu menyembah dan bertakwa kepada Allah semata adalah jalan lurus yang tidak bengkok sama sekali.”Kemudian tatkala Isa ‘alaihissalām- mengetahui kekerasan hati mereka untuk mempertahankan kekafiran, dia berkata kepada Bani Israil, “Siapa yang mau menolongku dalam berdakwah kepada Allah?” Lalu para pengikutnya yang setia menjawab, “Kami adalah penolong-penolong agama Allah. Kami beriman kepada Allah dan mengikuti jejakmu, dan saksikanlah -wahai Isa- bahwa kami tunduk kepada Allah dengan cara mengesakan-Nya dan menaati-Nya.”

💬 0 komentar📅 26 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat26 Agustus 2026
N

Nidya larasati

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

Al Qur'an Sebagai petunjuk dari kegelapan

Tafsir Surat Ibrahim (1-3) menekankan peran Al-Qur'an sebagai petunjuk untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya yang benar.• Allah menurunkan wahyu ini agar Muhammad dapat menjadi penerang bagi umat, menunjukkan jalan menuju kebangkitan iman dan kebenaran.• Pentingnya petunjuk Ilahi: Setiap orang yang ditakdirkan akan mendapat hidayah Allah dan diarahkan menuju jalan-Nya yang lurus.• Pesan untuk umat: Kecelakaan akan menimpa orang-orang yang lebih menyukai kehidupan duniawi daripada akhirat, yang menghalangi jalan Allah dan berupaya menjadikan agama bengkok.• Kesadaran akan Akhirat: Ayat ini mengajarkan untuk tidak mengabaikan kehidupan setelah kematian dan berfokus pada amal perbuatan yang akan membawa ke surga.• Pelajaran dalam kehidupan saat ini: Mengedepankan nilai-nilai spiritual dan memperhatikan keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat adalah penting untuk mencapai kebenaran dan keselamatan.

💬 0 komentar📅 26 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat26 Agustus 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Jejak Ayat 26 Agustus

Tafsir Ibnu Katsir QS. Hūd: 122​ وَٱنتَظِرُوٓاْ إِنَّا مُنتَظِرُونَ ​"Dan tunggulah (akibat perbuatan kalian), sesungguhnya kami pun menunggu (pula)."​Penjelasan: Maksudnya sama seperti apa yang disebutkan oleh Allah subhanahu wata'āla dalam ayat lainnya, yaitu:​ فَسَوۡفَ تَعۡلَمُونَ مَن تَكُونُ لَهُۥ عَٰقِبَةُ ٱلدَّارِ إِنَّهُۥ لَا يُفۡلِحُ ٱلظَّٰلِمُونَ ​"Kelak kalian akan mengetahui, siapakah (di antara kita) yang akan memperoleh hasil yang baik dari dunia ini. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak akan mendapat keberuntungan." (Q.S. Al-An'am: 135)​Janji Allah kepada Rasul-Nya​Allah menunaikan janji yang telah diutarakan-Nya kepada Rasul-Nya, mendukungnya, serta menjadikan kalimat-Nya tinggi dan menjadikan kalimat orang-orang yang kafir rendah dan hina. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 26 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat26 Agustus 2026
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Tafsir Ibnu Katsir, Surat Al-Anfal : 29

29. Ibnu Abbas, As-Saddi, Mujahid, Ikrimah, Ad-Dahhak, Qatadah, dan Muqatil ibnu Hayyan serta ulama lainnya yang bukan hanya seorang telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:. Furqan. (Al Anfaal:29) Bahwa yang dimaksud ialah jalan keluar.Menurut Mujahid di tambahkan di dunia dan akhirat.Menurut suatu riwayat dari Ibnu Abbas, yang dimaksiat dengan Furqan ialah keselamatan. Sedangkan menurut riwayat yang lain —Juga dari Ibnu Abbas— yang dimaksud dengan furqan ialah pertolongan Allah.Muhammad ibnu Ishaq mengatakan bahwa makna furqan ialah pemisah antara perkara yang hak dan yang batil.Tafsir yang dikemukakan oleh Ibnu Ishaq ini pengertiannya lebih mencakup daripada pendapat lainnya, dan memang apa yang dikemukakannya itu mencakup kesemuanya. Karena sesungguhnya orang yang bertakwa kepada Allah dengan mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya berarti dia mendapat taufik untuk mengetahui perbedaan antara perkara yang hak dan yang batil. Maka yang demikian itu merupakan penyebab datangnya pertolongan Allah, jalan keselamatan, dan jalan keluar dari semua urusan dunia serta kebahagiaan di hari kiamat, penghapus segala dosa, beroleh ampunan dan disembunyikan dari semua orang serta menjadi penyebab beroleh pahala Allah yang berlimpah. Pengertiannya sama dengan apa yang disebutkan di dalam firman-Nya:Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya, niscaya Allah memberikan rahmat­-Nya kepada kalian dua bagian, dan menjadikan untuk kalian cahaya yang dengan cahaya itu kalian dapat berjalan dan Dia mengampuni kalian. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al Hadiid:28)

💬 0 komentar📅 26 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat30 Agustus 2026
R
Rifa Rachmatusyifa

📍 Kabupaten Ketapang

QS Al-Araf:179

Dan Kami telah menciptakan untuk neraka (yang didalamnya Allah akan mengazab orang-orang yang berhak mendapat azab di akhirat) banyak dari golongan jin dan manusia yang mempunyai hati, tapi tidak pernah dipakai untuk berfikir, sehingga tidak pernah mengharap pahala dan tidak pernah takut akan siksa. Mereka mempunyai mata, tapi tidak pernah dipakai untuk melihat ayat-ayat dan dalil-dalil Allah. Mereka mempunyai telinga, tapi tidak pernah dipakai untuk mendengar ayat-ayat dan dalil-dalil Allah sehingga mereka dapat merenunginya. Mereka itu seperti binatang yang tidak paham akan kalimat yang diucapkan kepadanya dan tidak paham apa yang dilihatnya, tidak berpikir dengan hatinya tentang kebaikan dan keburukan sehingga dia bisa membedakan antara keduanya. Bahkan mereka (manusia dan jin) itu lebih sesat dari binatang-binatang itu. Karena binatang masih dapat melihat apa yang bermanfaat dan berbahaya baginya dan mau mengikuti tuannya, sedangkan mereka tidak demikian. Mereka itulah orang-orang yang lalai dari iman kepada Allah dan taat kepada-Nya.

💬 0 komentar📅 25 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat30 Agustus 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

QS Yusuf: 86 — Kesedihan Nabi Yaqub

Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ucapan Nabi Ya‘qub عليه السلام, “Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku,” menunjukkan bahwa beliau mengadukan seluruh kesusahan dan penderitaannya hanya kepada Allah.Sedangkan kalimat “dan aku mengetahui dari Allah apa yang kalian tidak mengetahuinya” dipahami sebagai bentuk harapan Ya‘qub terhadap kebaikan dari Allah. Ibnu Abbas menjelaskan bahwa Ya‘qub mengetahui mimpi Yusuf adalah benar dan Allah pasti akan mewujudkannya. Karena itu, meskipun secara lahiriah keadaan semakin berat, Ya‘qub tetap memiliki keyakinan bahwa apa yang Allah janjikan akan terjadi.Jadi, dalam penjelasan Ibnu Katsir, kesedihan Ya‘qub tidak menghilangkan harapannya kepada Allah. Beliau bersedih, tetapi tetap yakin bahwa Allah mengetahui dan akan mewujudkan sesuatu yang belum diketahui oleh orang-orang di sekitarnya.

💬 0 komentar📅 25 Agu 2026Baca selengkapnya →