Tafsir qur'an
Kesyirikan mereka kepada Allah menjadikan mereka mengingkari nikmat nikmat Allah.Orang musyrikin menisbahkan anak perempuan kepada Allah, mereka meyakini anak perempuan adalah para malaikat
Laporan & catatan kegiatan Jejak Ayat
Kesyirikan mereka kepada Allah menjadikan mereka mengingkari nikmat nikmat Allah.Orang musyrikin menisbahkan anak perempuan kepada Allah, mereka meyakini anak perempuan adalah para malaikat
Adapun balasan untuk mereka, Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَلَا تَعۡلَمُ نَفۡسٞ ﴿ "Tidak satu jiwa pun mengetahui," termasuk di dalamnya seluruh jiwa manusia, karena bentuk kata (nafs) di sini "nakirah" dalam kontek negatif (nafi). Maksudnya, maka tidak seorang pun yang tahu ﴾ مَّآ أُخۡفِيَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعۡيُنٖ ﴿ "apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu yang menyedapkan pandangan mata," berupa kebaikan yang berlimpah, kenikmatan yang tercurah, kebahagiaan, kesenangan, kelezatan dan kesukaan, sebagaimana yang difirmankan oleh Allah سبحانه وتعالى melalui lisan RasulNya, أَعْدَدْتُ لِعِبَادِيَ الصَّالِحِيْنَ مَا لَا عَيْنٌ رَأَتْ وَلَا أُذُنٌ سَمِعَتْ وَلَا خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ. "Aku telah menyediakan untuk hamba-hambaKu yang shalih apa-apa yang tidak pernah dilihat mata, tidak pula didengar telinga dan tidak pula terlintas dalam hati manusia."[53] Sebagaimana mereka shalat di keheningan malam dalam ber-doa, dan mereka menyembunyikan amal, maka Allah membalas mereka dengan balasan dari jenis amal mereka, dan Dia menyem-bunyikan pula pahala untuk mereka. Maka dari itu Dia berfirman, ﴾ جَزَآءَۢ بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ﴿ "Sebagai balasan terhadap amal yang telah mereka ker-jakan."
📍 Kota Bandung
Allah subhanahu wata'āla menceritakan tentang sifat manusia yang tergesa-gesa dan doa yang dilakukannya dalam keadaan tertentu untuk keburukan dirinya atau anaknya atau harta bendanya. Yang dimaksud dengan keburukan ini adakalanya ingin mati, atau binasa, atau kehancuran, dan laknat serta lain sebagainya yang buruk akibatnya. Seandainya Allaji mengabulkan doanya, niscaya binasalah dia. Ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan oleh Allah subhanahu wata'āla dalam ayat yang lain melalui firman-Nya:Dan kalau sekiranya Allah menyegerakan kejahatan bagi manusia. (Yunus:11), hingga akhir ayat.Hal yang sama telah ditafsirkan oleh Ibnu Abbas, Mujahid, dan Qatadah.Dalam sebuah hadis disebutkan:Janganlah kalian mendoa untuk keburukan diri kalian, jangan pula untuk keburukan harta benda kalian, karena dikhawatirkan doa kalian akan bertepatan dengan sa'atul ijabah, lalu diperkenankan bagi kalian doa itu.Sesungguhnya yang mendorong seseorang melakukan hal seperti ini hanyalah rasa kekhawatiran dan ketergesa-gesaannya. Maka di dalam ayat selanjutnya disebutkan oleh firman-Nya:Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa.Salman Al-Farisi dan Ibnu Abbas dalam bab ini telah menyebutkan kisah Nabi Adam a.s. ketika ia berniat akan bangkit berdiri sebelum roh yang ditiupkan ke dalam tubuhnya sampai ke bagian kedua kakinya. Demikian itu karena peniupan roh dimulai dari bagian kepalanya. Setelah roh sampai ke bagian otaknya, Maka Nabi Adam bersin dan mengucapkan, "Alhamdulillah (segala puji bagi Allah)", lalu dijawab oleh Allah melalui firman-Nya, "Hai Adam, Tuhanmu merahmati kamu." Setelah roh sampai pada bagian kedua matanya, maka kedua matanya terbuka, lalu mengalir ke bagian tubuhnya, dan Adam memperhatikan tubuhnya dengan penuh rasa takjub. Maka ia berupaya untuk bangkit berdiri sebelum roh sampai ke bagian kedua kakinya, tetapi ternyata ia tidak mampu bangkit, dan ia berkata, "Wahai Tuhanku, segerakanlah sebelum malam tiba."
Terjemahan:“Dan kalau setiap diri yang zalim (musyrik) itu mempunyai segala apa yang ada di bumi ini, tentu dia menebus dirinya dengan itu dan mereka menyembunyikan penyesalannya ketika mereka telah menyaksikan azab itu. Dan telah diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dianiaya.”(QS Yūnus:54)As-Sa‘di menekankan bahwa:• Kezaliman mencakup kekufuran dan kemaksiatan.• Seandainya orang tersebut memiliki seluruh harta di bumi—emas, perak, dan selainnya—ia akan menyerahkannya sebagai tebusan.• Semua harta itu tidak akan bermanfaat.• Penyesalan baru muncul ketika azab telah terlihat, sementara saat itu sudah tidak ada kesempatan untuk memperbaiki diri.• Allah memutuskan perkara dengan keadilan sempurna, tanpa kezaliman dalam bentuk apa pun.• Manfaat dan mudarat, pahala dan siksa, semuanya berkaitan dengan amal yang telah dikerjakan.
📍 Kota Surabaya
Tafsir singkat: Allah menjelaskan keadaan orang yang memandang perbuatan buruknya sebagai sesuatu yang baik karena keburukan tersebut telah dihiasi dalam pandangannya.Renungan: Bahaya terbesar bukan hanya ketika kita melakukan kesalahan, tetapi ketika kita tidak lagi mampu mengenalinya sebagai kesalahan. Merasa benar tidak selalu berarti benar. Karena itu, kita perlu ilmu, kejujuran dalam mengevaluasi diri, dan kerendahan hati menerima nasihat.
Allah taala berfirman:وَإِذَا فَعَلُواْ فَٰحِشَةٗ قَالُواْ وَجَدۡنَا عَلَيۡهَآ ءَابَآءَنَا وَٱللَّهُ أَمَرَنَا بِهَا ۗ قُلۡ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَأۡمُرُ بِٱلۡفَحۡشَآءِ ۖ أَتَقُولُونَ عَلَى ٱللَّهِ مَا لَا تَعۡلَمُونَDan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata, "Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya. Katakanlah, "Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji"1. Mengapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?Subtema: Peringatan Allah terhadap godaan setan (Ayat 26-30)Catatan kaki:210302. Seperti syirik, tawaf bertelanjang di sekeliling Kakbah, dan sebagainya.QS. Al-'A`rāf: 28Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com
Dia Allah bersemayam di atas Arasy," yang merupakan atap seluruh makhluk, sebagai suatu tindakan bersemayam yang sesuai dengan keagunganNya. ﴾ مَا لَكُم مِّن دُونِهِۦ مِن وَلِيّٖ ﴿ "Tidak ada bagi kamu selain dariNya seorang penolong pun" yang meno-long kalian dalam segala urusan kalian, kemudian Dia memberikan kepada kalian manfaat. ﴾ وَلَا شَفِيعٍۚ ﴿ "Dan tidak pula seorang pemberi syafa'at," yang bisa memberikan syafa'at kepada kalian jika siksaan diarahkan kepada kalian. ﴾ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ ﴿ "Maka apakah kamu tidak mem-perhatikan?"
Tilawah juz 24 dan Tafsir surah Az Zumar ayat 42.Bahwa kematian ada 2, saat wafat ketika mati Allah SWT tahan jiwanya dan tidak dilepas lagi sehingga wafatlah orang tersebut ( Wafat kubra) dan saat manusia tidur, Allah SWT tahan jiwanya kemudian jiwanya dilepas lagi oleh Allah sehingga dia bangun ( Wafat Sugra)
5. Allah yang maua tau tidak ada yang tersembunyi bagi Allah6. Allah mahaperkasa dan mahabijaksana dalampenciptaan-Nya7. Allah yang menurunkan Alquran kepada Nabi Muhammad Shalallahu'alaihiwasallamdi Alquran;Ada ayat yang jelas sekali maknanya(muhkam)Ada yang mengandung lebih dari satu makna(multi tafsir)Ada yang Sulit di mengerti maknanya (mutasyabih)Orang2 yang hatinya melenceng, mereka meninggalkan ayat2 yang jelas sekali maknanya(muhkam), mengambil ayat2 yang sulit di mengerti maknanya (mutasyabih) dan multi tafsir dengan tujuan membuat ragu ragu dan menyesatkan orang dari jalan yg benar.
1 Tidak mengamalkan perjanjian-perjanjian yang Allah tetapkan dapat menimbulkan permusugan,kebencian,perpecahan dan pertumpahan darah diantara orang-orang yang melanggar perintah Allah Ta’alah2 Bantahan terhadap orang-orang Nasrani yg mengatakan bahwa Allah Ta’ala merasuk kedalam tubuh Isa Almasih alahissalam dan penjelasan tentang kekafiran dan kesesatan mereka3 Salah satu bukti salahnya ketuhanan Isa Almasih ialah jika Allah Ta’ala berkehendak membinasakan Al-Masih ibunya dan seluruh penduduk bumi pasti tidak ada seorangpun yg bisa menghalannginya
Tafsir Al Mukhtasar QS An Naml ayat 2-5TUJUAN POKOK Pemamparan anugerah Alquran yang diberikan kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam serta motivasi kepada beliau agar mensyukurinya dan bersabar dalam menyampaikannya. Ayat-ayat ini menjadikan petunjuk dan pembimbing ke jalan kebenaran dan menjadi berita gembira untuk orang-orang yang beriman kepada Allah dan para rasulNyaMereka orang-orang yang mendirikan salat secara sempurna, menunaikan zakat harta mereka dengan menyalurkannya kepada yang berhak menerimanya, dan mereka yakin akan adanya pahala dan azab di akhirat nanti. Sesungguhnya orang-orang kafir yang tidak beriman kepada negeri di akhirat beserta apa yang ada di dalamnya berupa pahala Dan azab, Kami jadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan buruk mereka, sehingga mereka pun terus-menerus melakukan keburukan itu. Mereka lalu berada dalam kebimbangan tidak mendapatkan hidayah kepada kebenaran dan tidak pula kepada petunjuk. Orang-orang yang memiliki karakter yang disebutkan di atas mereka itulah orang-orang yang mendapat asap buruk di dunia dengan dibunuh atau ditawan dan di akhirat kelak mereka adalah orang-orang yang paling merugi Karena pada hari kiamat mereka merugikan diri mereka sendiri dan juga keluarga mereka dengan dikekalkan di dalam neraka.
Tafsir Al-Muyassar Wahai anak keturunan Ya’qub! Ingatlah berbagai nikmat-Ku yang banyak yang diberikan kepada kalian! Bersyukurlah kepada-Ku dan laksanakanlah wasiat-Ku kepada kalian, yakni hendaklah kalian mengimani seluruh kitab dan rasul-Ku dan mengamalkan berbagai syariat-Ku! Jika kalian melakukan hal itu, maka Aku akan menyempurnakan apa yang pernah Aku janjikan kepada kalian, yakni melimpahkan rahmat di dunia dan keselamatan di akhirat. Hanya kepada-Ku hendaknya kalian takut. Berhati-hatilah terhadap kemurkaan-Ku jika kalian melanggar perjanjian dan mengingkari-Ku.
Rahaf Fathullah
📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan
1️⃣ Kumpul-kumpul seringkali banyak mengandung kelalaian dan ghibah, kecuali yang tujuannya utk mengumpulkan sedekah, amr makruf, atau rekonsiliasi antar mukmin2️⃣ Waspadalah dari was-was setan yang menggiringmu kepada buang-buang waktu dengan janji dan harapan palsunya3️⃣ Bersikaplah realistis dalam harapan, pikiran, dan perkataanmu
Tafsir Al-MuyassarQS At Taubah : 44Bukanlah termasuk sikap orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan hari akhir, meminta izin kepadamu (wahai Rasul) untuk tidak ikut berjihad di jalan Allah dengan diri dan harta mereka. Ini merupakan sikap orang-orang munafik. Dan Allah Maha Mengetahui siapa yang takut kepada-Nya kemudian bertakwa dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya.
Nikmat apa pun yang ada pada kalian -wahai manusia-, baik nikmat agama atau dunia maka itu semua dari Allah, bukan dari selain-Nya. Kemudian manakala kalian ditimpa ujian, sakit, atau kemiskinan maka hanya kepada Allah semata kalian berdoa dengan merendahkan diri agar Dia menghilangkannya dari kalian. Siapa yang memberikan kenikmatan dan menghilangkan kesulitan maka Dialah semata yang berhak disembah..
Firman Allah subhanahu wata'āla:mereka kekal di dalamnya. (Al Furqaan:76)Mereka tinggal di dalam surga sebagai tempat menetap mereka, mereka tidak akan pergi dan tidak akan pindah darinya, tidak akan mati dan tidak akan beranjak darinya, serta tidak ingin pindah darinya.Allah subhanahu wata'āla telah berfirman:Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi. (Huud:108), hingga akhir ayat.Adapun firman Allah subhanahu wata'āla:Surga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman. (Al Furqaan:76)Yakni sebaik-baik pemandangan, sebaik-baik tempat istirahat, dan sebaik-baik tempat tinggal.
Pesan untuk kehidupan sehari-hariJangan sombong ketika mendapatkan ilmu atau merasa lebih pintar daripada orang lain.Jangan meremehkan nasihat yang sederhana; bisa jadi di dalamnya ada kebenaran yang kita butuhkan.Saat menemukan sesuatu yang belum dipahami dalam Al-Qur'an, pelajari tafsirnya dan tanyakan kepada orang yang berilmu.Mintalah kepada Allah hati yang menerima kebenaran, bukan hati yang mencari alasan untuk menolaknya.Pesan utama: Bukan besar atau kecilnya perumpamaan yang menentukan nilainya, melainkan kesediaan hati kita untuk mengambil pelajaran darinya.Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, QS. Al-Baqarah ayat 26.
Yunus : 107
Tafsir Al-MuyassarAl-Qiyamah (75:22)Tema: HARI KIAMAT DAN HURU HARANYA (Ayat 1-40)Subtema: Urutan ayat-ayat dan surat-surat dalam Al-Qur'an menurut ketentuan Allah (Ayat 16-25)Wajah-wajah para peghuni kebahagiaan (surga) pada hari itu berseri-seri, indah dilihat. Mereka melihat Sang Pencipta dan Pemilik mereka kemudian bersenang-senang dengan hal itu.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com
📍 Kota Bandung
Firman Allah subhanahu wata'āla:...anak cucu dari orang-orang yang Kami bawa bersama-sama Nuh.Bentuk lengkap ayat ialah, "Hai anak cucu dari orang-orang yang Kami bawa bersama-sama Nuh." Di dalam kalimat ayat ini terkandung makna yang mengingatkan akan nikmat dan karunia Allah. Dengan kata lain, ayat ini seakan-akan mengatakan, "Hai keturunan orang-orang yang Kami selamatkan dan Kami bawa bersama-sama Nuh di dalam bahtera, tirulah jejak bapak kalian!"Sesungguhnya dia adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur.Dengan kata lain, ingatlah kalian semua akan nikmat-Ku kepada kalian, yaitu Kami telah mengutus Nabi Muhammad ﷺ. kepada kalian.Di dalam hadis dan asar dari ulama Salaf disebutkan bahwa Nabi Nuh a.s. selalu memuji kepada Allah bila makan, minum, berpakaian, dan dalam semua perbuatannya. Karena itulah maka ia dijuluki sebagai hamba Allah yang banyak bersyukur.Imam Tabrani mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Abdul Aziz, telah menceritakan kepada kami Abu Na'im, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Abu Husain, dari Abdullah ibnu Sinan, dari Sa'd ibnu Mas'ud As-Saqafi yang mengatakan, "Sesungguhnya Nabi Nuh mendapat julukan seorang hamba yang banyak bersyukur, tiada lain karena bila hendak makan atau minum ia selalu memuji kepada Allah."Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Usamah, telah menceritakan kepada kami Zakaria ibnu Abu Zaidah, dari Sa'id ibnu Abu Burdah, dari Anas ibnu Malik r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ. pernah bersabda: Sesungguhnya Allah benar-benar rida kepada seorang hamba manakala ia makan sesuap atau minum seteguh tidak pernah lupa mengucapkan pujian kepada Allah atas nikmat itu.Malik telah meriwayatkan dari Zaid ibnu Aslam, bahwa Nabi ﷺ. selalu memuji kepada Allah dalam semua keadaan.Imam Bukhari dalam bab ini telah meriwayatkan hadis Abu Zar'ah, dari Abu Hurairah, dari Nabi ﷺ. yang telah bersabda, "Aku adalah pemuka anak Adam kelak di hari kiamat," hingga akhir hadis. Di dalam hadis ini disebutkan bahwa lalu mereka datang kepada Nabi Nuh dan meminta, "Hai Nuh, sesungguhnya engkau adalah rasul yang mula-mula diutus Allah untuk penduduk bumi, dan Allah telah memberimu nama julukan seorang hamba yang banyak bersyukur. Maka mohonkanlah syafaat bagi kami kepada Tuhanmu," hingga akhir hadis.