📖 Jejak Ayat

Laporan & catatan kegiatan Jejak Ayat

✏️ Buat Laporan
📖 Jejak Ayat27 Agustus 2026
S
Siti Rusmiati

📍 Kabupaten Bogor

Surat Ibrahim

Firman Allah subhanahu wata'āla:Mengapa kami tidak akan bertawakal kepada Allah.Maksudnya, apakah yang mencegah kami untuk bertawakal kepada Allah, padahal Dia telah menunjuki kami jalan yang paling lurus, paling jelas, dan paling gamblang....dan kami sungguh-sungguh akan bersabar terhadap gangguan-gangguan yang kalian lakukan kepada kami.seperti perkataan yang buruk dan perbuatan-perbuatan yang rendah.Dan hanya kepada Allah saja orang-orang yang bertawakal itu berserah diri.

💬 0 komentar📅 27 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat27 Agustus 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Jejak Ayat 27 Agustus

Tafsir Ibnu Katsir QS. Ar-Ra’d: 35​ مَّثَلُ ٱلۡجَنَّةِ ٱلَّتِي وُعِدَ ٱلۡمُتَّقُونَ ​"Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa."​Penjelasan: Yakni gambaran dan ciri khasnya.​ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ ​"ialah (seperti taman), yang mengalir sungai-sungai di dalamnya,"​Penjelasan: Sungai-sungai mengalir di sekitar daerah dan sisi-sisinya menuruti kehendak penduduknya. Sungai tersebut mengalirkan air surgawi yang berlimpah. Semakna dengan firman Allah:​ مَّثَلُ ٱلۡجَنَّةِ ٱلَّتِي وُعِدَ ٱلۡمُتَّقُونَ فِيهَآ أَنۡهَٰرٌ مِّن مَّآءٍ غَيۡرِ ءَاسِنٍ وَأَنۡهَٰرٌ مِّن لَّبَنٍ لَّمۡ يَتَغَيَّرۡ طَعۡمُهُۥ وَأَنۡهَٰرٌ مِّنۡ خَمۡرٍ لَّذَّةٍ لِّلشَّٰرِبِينَ وَأَنۡهَٰرٌ مِّنۡ عَسَلٍ مُّصَفًّى وَلَهُمۡ فِيهَا مِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ وَمَغۡفِرَةٌ مِّن رَّبِّهِمۡ ​"(Apakah) perumpamaan (penghuni) surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tiada berubah rasanya, sungai-sungai dari khamr (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring, dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka." (QS. Muhammad: 15)​ أُكُلُهَا دَآئِمٌ وَظِلُّهَا ​"buahnya tak henti-henti sedang naungannya (demikian pula)."​Penjelasan: Makanan, minuman, buah-buahan, dan naungannya tiada henti, tidak pernah habis, serta tidak pernah hilang/surut.​Dalil Hadits tentang Keberkahan & Kenikmatan Surga​Niat Memetik Anggur Surga saat Shalat Gerhana​Riwayat Ibnu Abbas r.a. (Sahihain):Rasulullah ﷺ bersabda saat shalat gerhana: ​“Sesungguhnya aku melihat surga —atau aku melihat surga— lalu aku berniat memetik setangkai anggur darinya. Seandainya aku benar-benar memetiknya, niscaya kalian akan makan sebagian darinya selama dunia ini masih ada."​(​Riwayat Jabir r.a. (H.R. Abu Ya'la & Muslim):Rasulullah ﷺ bersabda:​"Sesungguhnya surga ditampilkan kepadaku dan semua bunga serta pohonnya yang hijau, maka aku bermaksud hendak memetik setangkai buah anggur darinya untuk diberikan kepada kalian... Seandainya aku dapat mendatangkannya buat kalian, tentulah semua makhluk yang ada di antara langit dan bumi dapat memakannya tanpa menguranginya."​Besarnya Tangkai Buah Anggur Surga​Hadis Atabah ibnu Abdus Salma (H.R. Ahmad): Seorang Badui bertanya seberapa besar tangkai anggur surga. Rasulullah ﷺ menjawab:​"Besarnya sama dengan perjalanan satu bulan bagi burung gagak yang hitam legam (bila terbang) tanpa berhenti."​Buah yang Selalu Tumbuh Kembali​Hadits Tsauban r.a. (H.R. Thabrani): Rasulullah ﷺ bersabda:​"Sesungguhnya seseorang apabila memetik sebiji buah dari surga, maka tumbuh lagi buah lain yang menggantikan kedudukannya."Kondisi Fisik & Pencernaan Penduduk Surga​Hadits Jabir ibnu Abdullah r.a. (H.R. Muslim): Rasulullah ﷺ bersabda:​"Penduduk surga makan dan minum tanpa mengeluarkan ingus, tanpa buang air besar dan tanpa buang air kecil, makanan mereka (dikeluarkan melalui) bersendawa yang baunya wangi seperti minyak kasturi, dan mereka diilhami untuk bertasbih dan bertaqdis (menyucikan Allah) sebagaimana mereka diilhami untuk bernapas."​Hadits Zaid Ibnu Arqam r.a. (H.R. Ahmad & An-Nasa'i):Menjawab pertanyaan ahli kitab, Nabi ﷺ bersabda bahwa seseorang di surga diberi kekuatan 100 lelaki dalam makan, minum, bersetubuh, dan syahwat. Pembuangan hajatnya berupa keringat berbau wangi minyak kasturi lalu perut mereka mengempis.​Burung Panggang Surga​Hadis Abdullah ibnu Mas'ud r.a. (Riwayat Khalaf ibnu Khalifah):Rasulullah ﷺ bersabda:​"Sesungguhnya kamu benar-benar memandang seekor burung di surga, maka burung itu jatuh terjungkal di hadapanmu dalam keadaan telah terpanggang (siap untuk dimakan)."​(Disebutkan pula setelah dimakan, burung tersebut kembali berwujud burung dan terbang atas izin Allah).​Ayat & Hadis Penguat Kelimpahan & Naungan Surga​ وَفَٰكِهَةٍ كَثِيرَةٍ ۝ لَّا مَقۡطُوعَةٍ وَلَا مَمۡنُوعَةٍ  "dan buah-buahan yang banyak, yang tidak berhenti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya." (QS. Al-Waqi'ah: 32–33)​ وَدَانِيَةً عَلَيۡهِمۡ ظِلَٰلُهَا وَذُلِّلَتۡ قُطُوفُهَا تَذۡلِيلًا  "Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya." (QS. Al-Insan: 14)​ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ سَنُدۡخِلُهُمۡ جَنَّٰتٍ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًاۖ لَّهُمۡ فِيهَآ أَزۡوَٰجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَنُدۡخِلُهُمۡ ظِلًّا ظَلِيلًا  (QS. An-Nisa: 57)​Hadits Naungan Pohon (Sahihain): Rasulullah ﷺ bersabda:​"Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pohon, seorang pengendara yang tangguh memacu kuda balapnya dengan cepat di bawah naungannya selama seratus tahun (tanpa berhenti) masih belum melampauinya." Lalu membaca ﴿ وَظِلٍّ مَّمۡدُودٍ ) - (Al-Waqi'ah: 30).​Penutup Ayat & Nasihat Bilal ibnu Sa'd​ تِلۡكَ عُقۡبَى ٱلَّذِينَ ٱتَّقَواْ وَّعُقۡبَى ٱلۡكَٰفِرِينَ ٱلنَّارُ ​"Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa, sedangkan tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka."​Penjelasan: Allah sering menyebutkan surga dan neraka secara beriringan agar surga diingini dan neraka dihindari. Semakna dengan firman-Nya:​ لَا يَسۡتَوِيٓ أَصۡحَٰبُ ٱلنَّارِ وَأَصۡحَٰبُ ٱلۡجَنَّةِۚ أَصۡحَٰبُ ٱلۡجَنَّةِ هُمُ ٱلۡفَآئِزُونَ ​"Tiada sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni surga, penghuni-penghuni surga itulah orang-orang yang beruntung." (QS. Al-Hasyr: 20)​Khotbah Bilal ibnu Sa'd (Khatib Kota Dimasyq):​"Hai hamba-hamba Allah, bukankah telah datang kepada kalian juru pewarta yang mewartakan kepada kalian bahwa sesuatu dari ibadah kalian diterima dari kalian atau sesuatu dari kesalahan kalian diampuni bagi kalian? Maka apakah kalian mengira bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kalian secara main-main (saja), dan bahwa kalian tidak akan dikembalikan kepada Kami? (Al-Mu'minun: 115). Demi Allah, seandainya disegerakan bagi kalian pahala di dunia, niscaya kalian semua akan malas mengerjakan hal-hal yang difardukan kepada kalian, atau kalian menjadi orang yang cinta taat kepada Allah demi pahala duniawi kalian dan kalian tidak akan bersaing (berlomba) dalam meraih surga. Buahnya tak henti-henti." - (HR. Ibnu Abu Hatim)​ Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 27 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat27 Agustus 2026
P
Putri Nadhira Saraswati

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Tafsir Saba 39

Tafsir Al-MuyassarSaba (34:39)Tema: KEINGKARAN ORANG KAFIR DAN KEADAAN MEREKA DI AKHIRAT (Ayat 29-45)Katakanlah wahai Rasul kepada orang-orang yang menyombongkan diri dengan harta dan anak-anak mereka: Sesungguhnya Rabb-ku melapangkan rizki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya, dan menyempitkan atas siapa yang Dia kehendaki karena sebuah hikmah yang Dia ketahui. Apa pun yang kalian berikan, bila hal itu diperintahkan Allah, maka Dia akan mengganti kalian dengan gantinya di dunia dan dengan pahala di akhirat. Allah adalah sebaik-baik pemberi rizki, maka mintalah rizki dari-Nya semata dan berusahalah dengan sebab-sebab yang Dia perintahkan kepada kalian.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 27 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat27 Agustus 2026
W
Wina

📍 Kabupaten Bogor

Tafsir Al Muyassar QS. Al Anbiya : 12

Allah taala berfirman:فَلَمَّآ أَحَسُّواْ بَأۡسَنَآ إِذَا هُم مِّنۡهَا يَرۡكُضُونَMaka tatkala mereka merasakan azab Kami, tiba-tiba mereka melarikan diri dari negerinya.Tafsir Al-MuyassarAl-Anbiya (21:12)Tema: SIKAP KAUM MUSYRIKIN TERHADAP KERASULAN MUHAMMAD SERTA WAHYU YANG DIBAWANYA DAN PENOLAKAN AL-QUR'AN TERHADAPNYA (Ayat 1-20)Ketika orang-orang yang zalim itu melihat azab Kami yang sangat keras menimpa mereka dan mereka menyaksikan tanda-tandanya, tiba-tiba mereka segeran melarikan diri dari negeri mereka.Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 27 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat27 Agustus 2026
F
Fatimah Zahra

📍 Kabupaten Banggai

Al-furqan:40

Tafsir Ibnu KatsirAl-Furqān (25:40)Tema: PELAJARAN DARI KISAH UMAT TERDAHULU (Ayat 35-44)Firman Allah subhanahu wata'āla:Dan sesungguhnya mereka (kaum musyrik Mekah) telah melalui sebuah negeri (Sadum) yang (dulu) dihujani dengan hujan yang sejelek-jeleknya (hujan batu). (Al Furqaan:40)Yaitu kotanya kaum Nabi Lut kota Sadum yang telah dibinasakan oleh Allah, buminya dibalikkan, lalu dihujani dengan hujan batu dari Sijjil. Seperti yang disebut di dalam firman-Nya:Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu), maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang diberi peringatan itu. (Asy Syu'ara:173)Dan sesungguhnya kalian (hai penduduk Mekah) benar-benar akan melalui (bekas-bekas) mereka di waktu pagi, dan di waktu malam. Maka apakah kalian tidak memikirkan? (As-Saffat: 137-138)Dan sesungguhnya kota itu benar-benar terletak di jalan yang masih tetap (dilalui manusia). (Al Hijr:76)Dan firman Allah subhanahu wata'āla:Dan sesungguhnya kedua kota itu benar-benar terletak di jalan umum yang terang. (Al Hijr:79)Karena itulah dalam surat ini disebutkan oleh firman-Nya:Maka apakah mereka tidak menyaksikan runtuhan itu. (Al Furqaan:40)yang karenanya lalu mereka mengambil pelajaran dari azab dan pem­balasan Allah yang telah menimpa para penduduknya akibat mendustakan rasul-Nya dan menentang perintah-perintah Allah subhanahu wata'ālabahkan mereka itu tidak mengharapkan akan kebangkitan. (Al Furqaan:40)Yang dimaksud dengan mereka adalah orang-orang kafir yang melalui jalan tersebut tidak mengambil pelajaran dari apa yang mereka lihat, sebab mereka adalah orang-orang yang tidak mempercayai adanya hari berbangkit kelak di hari kiamat.

💬 0 komentar📅 27 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat27 Agustus 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

QS. Al Haqqah: 12

Tafsir At-TaysirAl-Ĥāqqah (69:12)Allah ﷻ menceritakan kisah mereka agar menjadi pelajaran dan peringatan bagi kaum Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Oleh karenanya perlu untuk kita tahu tentang bagaimana mereka bisa membangkang, bagaimana mereka bermaksiat, bagaimana Allah ﷻ mengazab mereka, dan tentang bagaimana Allah ﷻ menyelamatkan Nabi Nuh ‘alaihissalam dan orang-orang beriman yang bersama mereka. Akan tetapi Allah ﷻ menegaskan bahwa kisah-kisah ini hanya bisa menjadi peringatan bagi orang-orang yang mau mendengar. (29)Pada ayat ini Allah menyindir orang-orang kafir Quraisy (dan selain mereka), sebab mereka mendengar semua kisah ini, akan tetapi kenapa mereka tidak ingin mengambil pelajaran? Dan mereka menjadikan cerita ini hanya sebagai dongeng belaka. Dan lafazh أُذُنٌ وَاعِيَةٌ adalah telinga yang mau mengilmui dan benar-benar mengingat kisah ini, sehingga ia bisa mengambil ibrah dari kisah ini. (30)Disalin dari Quran Tadabburhttps://quran.firanda.com

💬 0 komentar📅 27 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat27 Agustus 2026
R

Rafnita Dwi Putri, S. Ft

📍 Kabupaten Kutai Timur

Tafsir Al-Muyassar — Yunus (10):85

Kaum Musa berkata:“Hanya kepada Allah yang tidak memiliki sekutu kami bersandar.”“Hanya kepada-Nya kami menyerahkan seluruh urusan kami.”Mereka memohon agar Allah tidak menjadikan orang-orang kafir mengalahkan mereka, karena kemenangan orang kafir dapat menjadi fitnah bagi mereka dalam agama.Mereka juga khawatir orang-orang kafir akan semakin sombong dan menjadikan kemenangan itu sebagai alasan untuk mengatakan bahwa Musa dan pengikutnya tidak berada di atas kebenaran.

💬 0 komentar📅 27 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat27 Agustus 2026
S
Shilfa

📍 Purwakarta

Tafsir Ibnu Katsir - Surat Al-Anfal : 30

Tafsir Ibnu KatsirSurat Al-AnfalIbnu Abbas, Mujahid, dan Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: untuk menangkapmu. (Al Anfaal:30) Yakni untuk membelenggumu.Ata dan Ibnu Zaid mengatakan, makna yang dimaksud ialah 'untuk menangkapmu'. As-Saddi mengatakan bahwa al-isbat artinya memenjarakan dan mengikat. Apa yang dikatakan oleh As-Saddi ini mencakup semua pendapat yang disebutkan di atas. Dalam pendapat ini tersimpulkan semua pendapat di atas, mengingat pengertian inilah yang kebanyakan dilakukan oleh seseorang yang hendak berbuat jahat terhadap orang lain.Kemudian kisah ini dan persekongkolan orang-orang Quraisy untuk melakukan makar guna memenjarakan Nabi ﷺ. Atau mengusirnya atau membunuhnya hanyalah terjadi di malam hijrah. Hal ini pun baru terjadi selang tiga tahun kemudian, sesudah Abu Talib meninggal dunia. Dengan mening­galnya Abu Talib barulah mereka berani berbuat seenaknya terhadap diri Nabi ﷺ, di masa Abu Talib masih ada, mereka tidak berani berbuat demikian karena Abu Talib selalu melindungi dan membelanya serta menanggung semua bebannya.Dalil yang menunjukkan kebenaran dari pendapat yang kami katakan ialah sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Muhammad ibnu lshaq ibnu Yasar, penulis kitab Al-Magazi. Ia meriwayatkannya dari Abdullah ibnu Abu Nujaih, dari Mujahid, dari Ibnu Abbas. Muhammad ibnu Ishaq telah mengatakan pula bahwa telah menceritakan kepadanya Al-Kalbi, dari Bazan maula Ummu Hani, dari Ibnu Abbas. bahwa segolongan orang dari kalangan orang-orang terhormat kabilah Quraisy mengadakan pertemuan di Darun Nudwah. Kemudian Iblis muncul di kalangan mereka dalam rupa seorang syekh yang anggun. Ketika mereka melihatnya, mereka berkata, "Siapakah engkau ini?" Iblis yang berupa orang tua itu menjawab, "Aku seseorang dari Najd. Aku mendengar bahwa kalian mengadakan pertemuan, maka aku berkeinginan untuk menghadiri pertemuan kalian ini, dan saran serta pendapatku nanti niscaya tidak akan sia-sia bagi kalian." Mereka berkata, "Kalau begitu, silakan masuk." Maka iblis pun bergabung bersama dengan mereka. Iblis membuka pembicaraannya, "Kemukakanlah pendapat kalian terhadap lelaki ini (Nabi ﷺ.). Demi Allah, benar-benar telah dekat waktunya dia akan menyaingi urusan kalian dengan urusannya." Seseorang di antara mereka berkata, "Penjarakanlah dia dalam ikatan, kemudian tunggulah saat kematiannya dalam keadaan demikian, sebagaimana telah mati orang-orang yang sebelumnya yang semisal dengan dia dari kalangan ahli syair, seperti Zuhair dan Nabigah. Sesungguhnya dia hanyalah salah seorang dari mereka." Maka si iblis —musuh Allah itu yang berupa seorang tua dari Najd itu— menjerit seraya berkata, "Demi Allah, ini bukanlah pendapat yang tepat bagi kalian. Demi Allah, Tuhannya kelak benar-benar akan membebaskannya dari tahanannya untuk dihantarkan lagi kepada para sahabatnya. Dan dalam waktu yang dekat para sahabatnya pasti akan berhamburan menuju kepadanya untuk membebaskannya dari tangan kalian, lalu para sahabatnya membelanya dari ulah kalian. Maka saya tidak dapat menjamin keselamatan kalian, mereka pasti akan mengeluarkan (mengusir) kalian dari negeri kalian sendiri." Para hadirin dalam pertemuan itu berkata, "Orang tua ini benar, maka kemukakanlah oleh kalian pendapat lainnya." Salah seorang dari mereka ada yang mengatakan, "Kita usir saja dia sehingga kita terbebas darinya, karena sesungguhnya apabila dia telah diusir, niscaya tidak akan membahayakan kalian apa yang diper­buatnya di mana pun ia berada selagi jauh dari kalian, dan urusannya bukan lagi di antara kalian, tetapi di kalangan orang lain." Iblis berkata, "Demi Allah, ini pun bukan pendapat yang tepat bagi kalian, bukankah kalian telah mendengar sendiri tutur katanya yang manis dan lisannya yang fasih sehingga dapat mengetuk hati orang yang mendengar pembicaraannya? Demi Allah, seandainya kalian melakukan hal itu, dan dia menyeru orang-orang Arab, niscaya semua orang Arab akan mendukungnya. Kemudian mereka benar-benar akan datang kepada kalian untuk mengusir kalian dari negeri kalian dan membunuh para pemimpin kalian." Mereka berkata, "Benarlah apa yang dikatakannya, demi Allah. Maka kemukakanlah pendapat lainnya." Abu Jahal la'natullahi 'alaihi mengemukakan pendapatnya, "Demi Allah, sesungguhnya aku menyarankan kepada kalian suatu pendapat yang belum kalian sadari sebelumnya. Menurutku tiada pendapat lain kecuali yang akan kukemukakan." Mereka berkata, "Pendapat apakah itu?" Abu Jahal berkata, "Kalian harus mengambil seorang pemuda yang kuat dan sigap dari setiap kabilah. Kemudian setiap pemuda dipersenjatai dengan pedang yang tajam, lalu mereka memukulnya secara beramai-ramai dengan sekali pukul. Apabila dia (Muhammad) terbunuh, maka darahnya terbagi-bagi di kalangan semua kabilah yang terlibat. Maka menurut dugaanku kabilah Bani Hasyim tidak akan kuat berperang menghadapi semua kabilah Quraisy. Apabila mereka menyadari kemampuannya, niscaya mereka mau menerima 'aql (diat), sehingga kita terbebas darinya dan kita telah memutuskan gangguannya." Maka si orang tua dari Najd itu berkata, "Ini baru suatu pendapat yang jitu, demi Allah. Menurut hematku pendapat yang terbaik adalah apa yang baru dikemukakan oleh orang ini." Maka mereka bubar dengan kesepakatan yang bulat atas usul Abu Jahal itu. Kemudian Malaikat Jibril datang kepada Nabi ﷺ. Dan memerintahkan kepadanya agar jangan menginap di tempat tidur yang biasa ditempatinya, dan memberitahukan kepadanya tentang tipu muslihat dan makar yang akan dilakukan oleh kaumnya. Pada malam itu Rasulullah ﷺ tidak menginap di rumahnya, dan saat itu juga Allah memerintahkan kepadanya untuk berhijrah, lalu Allah menurunkan kepadanya surat Al-Anfal setibanya di Madinah. Di dalam surat Al-Anfal disebutkan nikmat-nikmat yang telah dilimpahkan oleh Allah kepadanya dan ujian yang telah ditimpakan kepadanya dari sisi- Nya.Dan (ingatlah) ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.Sehubungan dengan ucapan orang-orang kafir Quraisy yang mengatakan, "Tunggulah saat kematiannya seperti kematian orang-orang yang sebelumnya dari kalangan para penyair," Allah subhanahu wata'āla menurunkan firman-Nya:Bahkan mereka mengatakan, "Dia adalah seorang penyair yang kami tunggu-tunggu kecelakaan menimpanya " (Ath Thuur:30)Hal tersebut terjadi pada hari pertemuan mereka untuk berbuat makar terhadap Nabi ﷺ yang dikenal dengan 'hari Zahmah'. Hal seperti ini pun telah diriwayatkan dari As-Saddi. Dan sehubungan dengan niat mereka untuk mengusirnya dari Mekah, Allah subhanahu wata'āla menurunkan firman-Nya:Dan sesungguhnya benar-benar mereka hampir membuatmu gelisah di negeri (Mekah) untuk mengusirmu darinya, dan kalau terjadi demikian, niscaya-sepeninggalmu mereka tidak tinggal, melainkan sebentar saja. (Al Israa':76)Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Al-Aufi dari Ibnu Abbas. Hal yang semisal telah diriwayatkan dari Mujahid, Urwah ibnuz Zubair, Musa ibnu Uqbah, Qatadah, Miqsam, dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang.Yunus ibnu Bukair telah meriwayatkan dari Ibnu Ishaq, bahwa lalu Rasulullah ﷺ tinggal dalam keadaan menunggu perintah Allah (untuk hijrah). Hingga manakala kabilah Quraisy mengadakan pertemuan dan sepakat untuk berbuat makar terhadap dirinya menurut apa yang mereka kehendaki, maka Jibril alaihissalam datang kepada Nabi ﷺ dan memerintahkan beliau agar malam itu tidak tidur di tempat biasanya. Lalu Rasulullah ﷺ memanggil Ali ibnu Abu Talib dan memerin­tahkannya untuk tidur di tempat tidurnya serta menyelimuti dirinya dengan kain selimut hijau yang biasa dipakainya, maka Ali mengerjakan apa yang diperintahkan kepadanya. Selanjutnya Rasulullah ﷺ sendiri keluar dengan melewati kaum musyrik yang telah berada di depan pintu rumahnya. Nabi ﷺ keluar dengan membawa segenggam pasir, kemudian beliau taburkan pasir itu ke atas kepala mereka. Mereka tidak dapat melihatnya karena Allah telah menutupi mata mereka dari Nabi-Nya hingga mereka tidak dapat melihatnya. Nabi ﷺ keluar seraya membacakan firman-Nya:YaSin, Demi Al-Qur'an yang penuh hikmah. (Yaa Siin:1-2) sampai dengan firman-Nya:Dan Kami tutup mata mereka sehingga mereka tidak dapat melihat. (Yaa Siin:9)Al-Hafiz Abu Bakar Al-Baihaqi mengatakan, hal yang menguatkan riwayat di atas telah diriwayatkan dari Ikrimah.Ibnu Hibban di dalam kitab Sahih-nya dan Imam Hakim di dalam kitab Mustadrak telah meriwayatkan melalui hadis Abdullah ibnu Usman ibnu Khatsyam, dari Sa'id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Siti Fatimah masuk menemui Rasulullah ﷺ seraya menangis. Maka Nabi ﷺ. bertanya, "Hai putriku, apakah yang menyebabkan engkau menangis?" Siti Fatimah menjawab, "Wahai ayahku, bagaimana aku tidak menangis, sedangkan golongan orang-orang yang terkemuka dari kabilah Quraisy telah membuat perjanjian dengan nama Lata, Uzza, dan Manat yang ketiga di Hijir, bahwa seandainya mereka melihatmu, maka mereka akan bersama-sama bangkit ke arahmu untuk membunuh­mu secara beramai-ramai. Tidak ada seorang pun dari mereka melainkan telah mengenali bagiannya dari darahmu." Rasulullah ﷺ bersabda, "Ambilkanlah air wudu untukku." Lalu Rasulullah ﷺ berwudu, kemudian keluar menuju masjid. Ketika mereka melihatnya, mereka berkata, "Ini dia orangnya!" Tetapi dengan serta merta kepala mereka tertunduk dan mereka tidak dapat mengangkat pandangannya. Lalu Rasulullah ﷺ mengambil segenggam pasir dan menaburkannya kepada mereka seraya bersabda, "Semoga wajah-wajah ini kelilipan." Maka tiada seorang lelaki pun dari mereka yang terkena oleh pasir itu melainkan pasti gugur dalam Perang Badar dalam keadaan kafir.Imam Hakim mengatakan bahwa hadis ini sahih dengan syarat Imam Muslim, tetapi keduanya tidak mengetengahkannya. Imam Hakim mengatakan bahwa ia tidak melihat adanya cela dalam sanad hadis ini.Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq, telah menceritakan kepada kami Ma'mar, telah menceritakan kepadaku Usinan Al-Jariri, dari Miqsam maula Ibnu Abbas yang menceritakan hadis berikut dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: Dan (ingatlah) ketika orang-orang kafir Quraisy memikirkan tipu muslihat terhadapmu. (Al Anfaal:30), hingga akhir ayat, Bahwa orang-orang Quraisy mengadakan musyawarah di Mekah pada suatu malam. Sebagian dari mereka mengatakan, "Besok pagi kita tangkap dia, lalu kita ikat." Yang mereka maksudkan adalah Nabi ﷺ. Sebagian yang lain mengatakan, "Tidak, tetapi kita harus membunuhnya." Sedangkan sebagian lagi mengatakan, "Tidak, tetapi kita usir saja dia." Lalu Allah subhanahu wata'āla memperlihatkan makar tersebut kepada Nabi-Nya. Maka Ali radhiyallahu'anhu tidur di tempat tidur Rasulullah ﷺ dan Nabi ﷺ sendiri berangkat menuju gua, sedangkan orang-orang musyrik semalaman menjaga Ali yang mereka sangka Nabi ﷺ. Kemudian pada pagi harinya mereka menyerangnya secara bersamaan, tetapi ketika mereka membukanya ternyata dia adalah Ali. Allah membalas tipu muslihat mereka. Lalu mereka bertanya, "Ke manakah temanmu?” Lalu mereka menelusuri jejaknya. Ketika mereka sampai di bukit, mereka kehilangan jejak, kemudian mereka mendaki bukit itu dan melewati gua yang dimaksud, tetapi mereka melihat di pintu gua itu ada sarang laba-laba. Maka mereka berkata, "Seandainya dia memasuki gua ini, niscaya sarang laba-laba itu tidak akan ada lagi di mulutnya. Nabi ﷺ tinggal di dalam gua itu selama tiga malam.Muhammad ibnu Ishaq telah meriwayatkan dari Muhammad ibnu Ja'far ibnuz Zubair, dari Urwah ibnuz Zubair yang telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembatas tipu daya, (Al Anfaal:30) Yakni engkau (Muhammad) membalas tipu daya mereka dengan tipu daya-Ku Yang Mahateguh, hingga Aku selamatkan kamu dari mereka.

💬 0 komentar📅 27 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat30 Agustus 2026
R
Rifa Rachmatusyifa

📍 Kabupaten Ketapang

QS Al-Araf:180

Tafsir Al-MuyassarQS Al-Araf:180Dan Allah mempunyai nama-nama yang baik yang menunjukkan kesempurnaan dan keagungan-Nya, semua nama-nama-Nya adalah baik. Mintalah dari-Nya apa saja yang kalian inginkan dengan menyebut nama-nama-Nya. Jauhilah orang-orang yang mengubah nama-nama-Nya dengan menambah, mengurangi, atau menyelewengkannya. Seperti menamakan selain Allah dengan nama-nama-Nya, seperti orang-orang musyrik menamai sesembahan-sesembahan mereka dengan nama-nama itu, atau memaknai nama-nama itu dengan makna yang tidak dikehendaki oleh Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan mendapat balasan amal-amal mereka yang buruk yang mereka kerjakan sewaktu di dunia berupa kufur kepada Allah, menyimpangkan nama-nama-Nya dan mendustakan Rasul-Nya.

💬 0 komentar📅 26 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat30 Agustus 2026
S
Shinta Dewi

📍 Kota Surabaya

Qs Ar Ra’d: 4 — Tentang Karunia Allah

Allah mengajak kita melihat hal-hal yang sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari: bumi yang terbentang luas, gunung yang kokoh, sungai yang mengalir, berbagai macam buah dengan bentuk, warna, rasa, dan aroma yang berbeda, serta pergantian malam dan siang yang begitu teratur. Semua itu bukan sekadar pemandangan biasa, tetapi tanda-tanda kekuasaan, kebijaksanaan, dan keesaan Allah. Yang sering menjadi masalah adalah karena semua itu terjadi setiap hari, kita jadi terbiasa dan lupa untuk memikirkannya.Ayat ini mengingatkan bahwa iman juga perlu dilatih dengan memperhatikan dan berpikir. Ada begitu banyak tanda kebesaran Allah di sekitar kita, tetapi manfaatnya akan dirasakan oleh orang yang mau berhenti sejenak dan merenungkannya. Bahkan pergantian malam dan siang mengajarkan bahwa Allah mengatur segala sesuatu dengan sempurna. Yaitu waktu, tempat, kehidupan, dan seluruh yang ada di dalamnya.

💬 0 komentar📅 26 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat29 Agustus 2026
R

Rachmatika

📍 Kota Administrasi Jakarta Barat

Tafsir AL Mukhtasar Al Baqarah:59

Akan tetapi. orang" yag zalim diantara mereka justru mengganti tindakan dan mengubaha ucapan itu. Mereka masuk sambil merayap di atas pantat mereka seraya berkata, "Satu biji dalam satu rambut", sebagai sikap meremehkan perintah Allah. Sebab itu balasan bagi mereka ialah Allah menurunkan azab dari langit kepada orang" yg zalim di antara mereka karena mereka telah keluar dari batas" syariat dan melanggar perintah Allah.

💬 0 komentar📅 26 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat26 Agustus 2026
P
Puji

📍 Purwakarta

QS Yunus ayat 11 tafsir Al Mukhtasar

Seandainya Allah subhanahu wa ta'ala segera mengabulkan doa hajat yang diucapkan oleh manusia untuk kebinasaan diri mereka sendiri anak-anak dan harta benda mereka ketika mereka marah sebagaimana Allah mengabulkan doa baik mereka niscaya mereka sudah binasa. Akan tetapi Allah memberikan dengan waktu kepada mereka telah membiarkan orang-orang yang tidak menunggu perjumpaan dengan Allah karena mereka tidak takut terhadap hukuman Allah dan tidak mengharapkan ganjaran Allah Allah membiarkan mereka menerimalir dalam kebingungan dan kebimbangan terhadap hari perhitungan amal (hari kiamat)

💬 0 komentar📅 26 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat26 Agustus 2026
R

Rahaf Fathullah

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Pengamalan dari surat An-Naml

1️⃣ Seorang mukmin selalu optimis, sebab optimisme akan selalu membawa kebaikan, dan merupakan sebuah bentuk husnuzan kepada Allah 'azza wajalla2️⃣ Ingatlah bahwasanya barangsiapa yang dengan sengaja menjahati orang lain, Allah pasti akan membalasnya3️⃣ Sebagai mukmin kita yakin akan kemenangan yang akan Allah 'azza wajalla kepada para wali-Nya

💬 0 komentar📅 26 Agu 2026Baca selengkapnya →
📖 Jejak Ayat26 Agustus 2026
E

Elisa Suci Ramadhani

📍 Kota Prabumulih

Albaqarah : 27

g) Yaitu orang-orang yang melanggar perjanjian yang Allah tetapkan untuk mereka, agar mereka menyembah kepada Allah semata dan mengikuti Rasul-Nya yang telah diberitakan oleh para rasul sebelumnya, dan mereka memutuskan hal-hal yang Allah perintahkan untuk disambung seperti tali silaturahim, serta berusaha menyebarkan kerusakan di muka bumi dengan melakukan kemaksiatan.Mereka itulah orang-orang yang merugi di dunia dan di akhirat.Di antara sifat orang-orang fasik yang paling menonjol ialah mengingkari perjanjian mereka dengan Allah dan dengan sesama makhluk, memutuskan sesuatu yang Allah perintahkan untuk disambung, dan membuat kerusakan di muka bumi.

💬 0 komentar📅 26 Agu 2026Baca selengkapnya →