TALBIS IBLIS #10TALBIS IBLIS TERHADAP AHLI ZUHUDUSTADZ DR.FIRANDA ANDIRJA, LC.MAMakna Yang Hakiki Tentang Zuhud🍄Diantara Talbis iblis yg dilancarkan iblis kepada ahli zuhud :Menggambarkan zuhud adalah : qona’ah terhadap perkara-perkara yg rendah namun hanya berupa makanan, pakaian saja.Sementara mereka tidak zuhud terhadap kekuasaan,kepemimpinan, terhadap jabatan. Hati mereka cenderung kekuasaan dan kepemimpinan serta mereka ingin mendapat kedudukan.Mereka memuliakan orang-orang kaya dan tidak untuk org miskin.Kebanyakan yg Iblis timpakan kepada ahli ibadah dan ahli zuhud adalah riya yg tersembunyi.Adapun riya yg tampak ini bukan termasuk dr talbis iblis tapi ini jelas dan nyata.Yang dimaksud Imam Jawzi : ada sebagian orang, dia secara zuhud, makanannya zuhud, pakainnya zuhud tapi hatinya tidak zuhud. Dia pingin diakui, pingin dicium tangannya, pingin dihormati,bangga kalau di ziarahi oleh para pejabat.Kapan seorang beramal soleh dan tidak mencari wajah Allah maka tidak diterimaMalik bin Dinar berkata : ‘katakanlah kepada orang yg tidak tulus dalam beramal soleh jangan kau letihkan dirimu’.Ketahuilah bahwasanya seorang mukmin tentu tidak menginginkan dg amalnya kecuali wajah Allah, akan tetapi masuk ke dalamnya riya yg samar.Alah ﷻ berfirman :Siapa yg mencari amal soleh untuk kehidupan dunia dan perhiasannya kami akan berikan,amal mereka gugur dan tidak mendapatkan apa-apa di akhirat kecuali nekara jahanamAllah ﷻ juga berfirman :Inilah surga yg kami jadikan untuk orang-orang yg tidak menginginkan ketinggian atas muka bumiKarena takut dengan riya, orang-orang soleh dahulu menyembunyikan amal soleh mereka karena khawatir terjerumus dalam riyaIbnu syirin di siang hari tertawa, tidak menampakkan dirinya seperti orang zuhud, tapi di malam hari dia menangisHati-hati, jangan berdakwah, jangan soleh untuk mencari pengakuan dan penghormatan manusia, jika tujuan mencari itu maka sia-sia amal solehnya.Orang-orang soleh tidak ingin diagungkan, tidak ingin dihormati, mereka tidak menikmati jika orang-orang mengagungkan nya.🍄Diantara ahli zuhud, ada yg zuhud secara zahir dan ada yg zuhud secara batinnKetika mereka zuhud seperti ini, mereka tahu kalau orang-orang akan bicara tentang dia.Mungkin istrinya akan berbicara tentang zuhud suaminya, maka akan mudah baginya untuk bersabar dalam zuhud, karena mereka dipuji, zuhud ini bukan karena Allah.Jika mereka ingin ikhlas, sebaiknya ketika makan jangan zuhud depan istrinya,secukupnya saja makan supaya kedudukan tidak diceritakan sana sini oleh istrinya.Menurut Imam Jawzi, intinya :Supaya tidak jadi pembicaraan jangan perlihatkan zuhudmu, dihadapkan istrimu atau teman-temanmu. Atau emang jika terlihat,maka cari cara bagaimana supaya tersembunyikan.Dawud bin Abi Hind dia berpuasa selama 20 tahun yaitu puasa sunnah. Istrinya selama itu tidak tahu kalau dia berpuasa.Dia mengambil sarapan paginya kemudian dia pergi ke pasar, kemudian dia bersedekah dengan sarapan itu, ketemu orang di jalan,dia kasih sarapan itu.Orang-orang di pasar menyangka dia sudah sarapan di rumah, padahal dia tidak makan.Istri nya menyangka bawa makanan untuk sarapan di pasar.Akhirnya dia bisa menyembunyikan ibadah puasanya selama 20 tahun dari istrinya.🍄Diantara orang yang belajar-belajar zuhudSeorang yg senang di masjid saja , atau sendirian di gunung, dia ketika orang mengetahui ini. Dia bersendirian ini ada tujuan buruk, dia sombong atau untuk merendahkan orang lain atau dia khawatir orang-orang kurang melayani dia. Lantaran ingin menjaga kedudukan nya dia tidak mau berinteraksi dg manusia agar tetap menghormati dan disegani.Dia ingin diziarahi, dia bangga jika pejabat datang ke rumahnya,dia senang jika orang-orang berkumpul di pintu rumahnya, dia senang orang-orang rebutan mencium tangannya. sehingga dia tidak ingin berinteraksi dengan orang-orang seperti menjenguk orang sakit, mengahadiri jenazahRasulullah ﷺ pergi ke pasar untuk beli kebutuhan nya, bahkan Rasulullah mengangkat barangnya sendiri.Abu Bakar ketika jualan dia pikul di pundaknya barang dagangannya untuk berjual beli dan berinteraksi dengan masyarakatAbdullah bin Salam memikul seikat kayu bakar,ini dilakukan untuk menolak kesombongan dari dirinya, karena mendengar sabda Rasulullah ﷺ :”tidak masuk surga seorang hamba yang dalam hatinya ada kesombongan meskipun seringan zarrah”.Semua ini menunjukkan tentang waspada ketika memiliki kesolehan atau memiliki ilmu yang tinggi atau berkecimpung dalam dakwah, jangan sampai menjadikan kesolehan nya, dakwahnya,atau zuhud nya atau ketaatan nya hanya untuk mencari pengakuan manusiaKata Imam Jawzi :Seorang berniat ikhlas karena Allah ﷻ ,jika dia dihormati,jika dia dikagumi oleh orang lain itu anugerah dari Allah ﷻ dan bahkan itu ujian agar jangan riya untuk mempertahankan keikhlasannyaPENYAKIT YANG SAMAR🍄Diantara orang-orang zuhud ini,🔺mereka tidak mau memakai pakaian yang lembut , agar kedudukan nya tidak rendah.🔺mereka tidak mau makan dilihat orang,maunya tersembunyi🔺mereka berusaha tidak senyum dan tidak tertawa di depan masyarakat untuk menjaga agar dirinya tetap diseganiIblis memberi kesan kepada mereka dengan cara seperti ini untuk memperbaiki kepada masyarakat. Maka sesungguhnya ini adalah riya supaya dihormati,supaya dipuji, supaya dianggap orang zuhud untuk menjaga kedudukannya dikalangan masyarakat.Dahulu para salaf, mereka menolak segala sebab yg menjadikan mereka diperhatikan dan mereka kabur dari tempat yang semua orang mengejar mereka.Yusuf bin Asbath berkata :‘Aku keluar dari sebuah kota di negeri Syam, jalan kaki. Sehingga sampai di kota Al-Mashishah.Dan aku mengangkat terapat airku di atas leherku,tiba-tiba ada seseorang berdiri dari tokonya mengucapkan salam kepadaku. Satu lagi datang menyalamiku. Dan aku pun meletakkan tempat airku dan aku masuk masjid dan shalat 2 rakaat. Semua orang melihatku. Tiba-tiba ada orang muncul di depanku, dan aku berkata dalam diriku :”berapa lama hatiku bisa bertahan seperti ini”. Maka aku segera ambil tempat airku dan aku segera balik ke kota Mambij tidak mau tinggal di situ. Ternyata aku tidak bisa kembali kepada hatiku yg dulu bertahun-tahun ‘Penghormatan orang membuat hatinya berubahKetika orang-orang mulai menunjukkan perhatian terhadap Yusuf bin Asbath, khawatir hatinya tidak terjaga diapun segera pergi🍄Diantara ahli zuhud ada yang memakai baju yang robek-robek dan Tidak dijahit dan sengaja tidak memperbaiki sorbannya serta tidak sisir jenggotnya. Supaya diketahui bahwa dia merasa nyaman dengan dunianya yang sedikit.Inilah diantara pintu-pintu riya.Jika seandainya dia tulus, dia berpaling dari tujuan-tujuan buruknya harusnya dia menyisir jenggotnya, dirapikan bajunya sebisa mungkin.Ini bukan jalan yg benar, ini bukan petunjuk Rasulullah ﷺ dan juga para sahabatnya.Sesungguhnya nya Nabi ﷺ menyisir rambutnya dan Rasulullah ﷺ bercermin, pakai minyak wangi.Sesibuknya Nabi akan akhirat ,tapi Nabi tetap memperhatikan penampilan nya.Abu Bakar dan Umar juga mewarnai jenggot mereka. Mereka adalah sabahat yg paling takut kepada Allah dan yang paling zuhud