๐Ÿ“ Talbis Iblis #jejakcahaya

Laporan & catatan kegiatan Talbis Iblis #jejakcahaya

โœ๏ธ Buat Laporan
๐Ÿ“ Talbis Iblis #jejakcahaya4 hari lalu
W
Wina

๐Ÿ“ Kabupaten Bogor

Talbis Iblis #9: Talbis Iblis Terhadap Orang Yg Beramar Ma'ruf Nahi Munkar

Catatan Kajian Kitab Talbis Iblis โ€” Bab 8 & Bab 9Pemateri: Ust. Dr. Firanda Andirja, M.A. Tema: Talbis Iblis dalam Amar Ma'ruf Nahi Munkar serta Paham ZuhudBAGIAN I: Talbis Iblis dalam Urusan Amar Ma'ruf Nahi Munkar (Bab 8 - Lanjutan)Amar ma'ruf nahi munkar adalah salah satu ibadah yang paling agung di dalam Islam. Melalui ibadah inilah Allah Subhanahu wa Ta'ala melabeli umat Islam sebagai umat yang terbaik (Khaira Ummah), sebagaimana firman-Nya:"Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena) kamu menyuruh (berbuat) yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah..." (QS. Ali 'Imran: 110)Sebaliknya, Allah melaknat kaum Bani Israil melalui lisan Nabi Dawud dan Nabi 'Isa bin Maryam disebabkan karena mereka meninggalkan ibadah ini dan membiarkan kemungkaran merajalela di lingkungan mereka (QS. Al-Ma'idah: 78-79). Namun, ibadah yang agung ini memiliki fikih dan aturan yang sangat ketat, tidak boleh dilakukan hanya bermodalkan semangat tanpa ilmu.A. Empat Kaidah Hasil Akhir Nahi MunkarSebelum seseorang memutuskan untuk mencegah sebuah kemungkaran, ia harus menimbang 4 kemungkinan dampak yang akan terjadi:Kemungkaran hilang total: Hukum mencegahnya adalah Wajib.Kemungkaran berkurang (dari besar menjadi kecil): Hukum mencegahnya adalah Wajib.Memicu kemungkaran yang jauh lebih besar/dahsyat: Hukum mencegahnya adalah Haram (dilarang), karena tindakan tersebut bukan lagi mencegah kemungkaran melainkan memproduksi kemungkaran baru.Kemungkaran digantikan oleh kemungkaran lain yang sejenis: Kondisi ini berada dalam ranah Ijtihad para ulama.Selain itu, jika kemungkaran tersebut berada pada ranah khilafiyah (perbedaan pendapat) yang kuat di antara para fuqaha (seperti masalah Qunut Shalat Subuh), maka tidak boleh diingkari dengan metode nahi munkar. Nahi munkar hanya berlaku pada perkara yang telah disepakati keharamannya secara ijma' (konsensus) atau pada masalah khilafiyah yang landasan dalilnya sangat lemah (seperti keharaman musik dan praktik riba uang kertas).Al-Imam Ibnul Jauzi membagi pelaku amar ma'ruf nahi munkar menjadi 2 kelompok: Orang yang Berilmu (Alim) dan Orang Bodoh (Jahil).B. Talbis Iblis terhadap Orang Berilmu (Alim) dalam Nahi MunkarMeskipun seorang alim memahami fikih dan waktu yang tepat untuk berbicara atau diam, Iblis tetap bisa menyusupinya melalui dua jalan tersembunyi:1. Penyakit Riya, Ujub, dan Tazayun (Mencari Popularitas)Iblis menggoda mereka agar menampakkan kegiatan dakwah dan nahi mungkarnya demi mendapatkan pujian khalayak ramai, serta merasa ujub bahwa setiap kali dirinya menegur, orang-orang pasti patuh.Keteladanan Abu Sulaiman Al-Darani: Ahmad bin Abil Hawari mengisahkan bahwa ia mendengar gurunya, Abu Sulaiman, bercerita tentang momen ketika Khalifah Abu Ja'far Al-Mansur menangis di atas mimbar saat menyampaikan khutbah Jumat. Abu Sulaiman berkata: "Saat melihatnya menangis, muncul kemarahan di hatiku karena aku melihat adanya kemungkaran. Terbetik niat di hatiku untuk berdiri dan menegurnya langsung saat ia turun mimbar. Namun, aku membatalkan niat tersebut karena aku khawatir diriku terjebak dalam sikap tazayun (menghias diri/berlagak berani di depan umum agar dikagumi jemaah). Aku khawatir jika aku menegurnya tanpa keikhlasan yang murni, lalu khalifah marah dan memerintahkan pengawalnya untuk membunuhku, maka kematianku menjadi kematian yang konyol (karena mati membawa dosa riya)." Meskipun Nabi ๏ทบ bersabda bahwa seutama-utama jihad adalah menyampaikan kalimat yang hak di hadapan penguasa yang zalim, hal itu hanya berlaku jika didasari keikhlasan murni, bukan demi konten pamer keberanian.2. Marah untuk Membela Ego Diri Sendiri (Al-Ghadabu lin-Nafsi)Awalnya seorang dai berniat ikhlas karena Allah saat menegur kemungkaran. Namun, ketika pelaku maksiat tersebut berbalik menyerang, mencaci, atau merendahkan martabat sang dai, seketika itu juga niatnya bergeser. Sang dai menjadi emosional dan mendebat pelaku maksiat tersebut bukan lagi demi membela syariat Allah, melainkan demi memuaskan amarah dan membela harga diri egonya yang terluka.Keteladanan Umar bin Abdul Aziz: Khalifah Umar bin Abdul Aziz rahimahullah pernah mendapati seorang pria yang memicu kemarahannya. Namun, beliau menahan diri dan berkata kepada pria tersebut: "Seandainya aku saat ini tidak sedang berada dalam kondisi marah, niscaya aku sudah menghukummu. Namun karena engkau telah membuatku emosional, aku khawatir jika aku menghukummu sekarang, hukumanku tidak murni karena Allah, melainkan bercampur dengan dorongan emosi untuk memuaskan egoku. Maka, aku tidak jadi menghukummu."C. Talbis Iblis terhadap Orang Bodoh (Jahil) dalam Nahi MunkarJika orang bodoh memaksakan diri melakukan nahi munkar tanpa bimbingan ilmu fikih, maka tingkat kerusakan yang mereka timbulkan pasti jauh lebih besar daripada perbaikan yang mereka inginkan. Bentuk-bentuk kesalahannya antara lain:Menolak Perkara yang Diperbolehkan: Melarang sesuatu yang sebenarnya dihalalkan secara ijma' karena ketidaktahuannya terhadap mazhab fikih ulama lain.Melakukan Tajasus (Mata-mata) dan Merusak Hak Privasi: Iblis menipu mereka untuk mendobrak pintu rumah orang lain, memanjat pagar secara ilegal, atau memasang kamera pengawas rahasia demi membongkar maksiat privat seseorang. Islam melarang keras tindakan tajasus. Selama maksiat itu disembunyikan di dalam rumah dan pintunya dikunci, tidak boleh ada yang melanggar privasi tersebut, kecuali jika maksiat itu sudah dibawa ke ruang publik atau melibatkan eksploitasi anak-anak.Kaidah Imam Ahmad tentang Maksiat Tersembunyi: Al-Imam Ahmad bin Hanbal pernah ditanya mengenai sekelompok orang yang berjalan di ruang publik dengan membawa bungkusan kain tertutup yang diduga berisi alat musik (tunbur) atau minuman keras (muskir). Imam Ahmad menjawab: "Jika barang tersebut ditutup rapat dan tidak dinampakkan bentuknya, kalian dilarang membongkar atau menghancurkannya." Dalam riwayat lain, seseorang melapor: "Wahai Imam, saat aku berjalan melewati sebuah rumah, aku mendengar sayup-sayup suara seruling di dalamnya." Imam Ahmad menegaskan: "Itu bukan urusanmu (jangan engkau cari-cari tahu asal suaranya)."Tindakan Main Hakim Sendiri: Melakukan kekerasan fisik, memukuli, atau membakar pelaku kriminal (seperti pencuri) hingga tewas. Tindakan ini haram karena wewenang eksekusi hukuman fisik mutlak berada di tangan pemerintah, bukan individu masyarakat.Terjerumus Dosa Qadzaf (Menuduh Zina tanpa Bukti): Orang bodoh sering kali berlebihan saat menegur sepasang kekasih yang berjalan bersama dengan meneriakkan kalimat tuduhan keji (seperti kata pelacur/pezina). Di dalam Islam, menuduh seseorang berzina tanpa mampu mendatangkan 4 orang saksi pria yang melihat langsung proses perzinaan tersebut secara detail (diibaratkan seperti melihat ember masuk ke dalam sumur), maka si penuduh wajib dijatuhi hukuman cambuk 80 kali karena telah melakukan dosa besar Qadzaf.Melaporkan kepada Penguasa yang Zalim: Melaporkan pelaku maksiat kecil kepada oknum aparat yang korup, yang berujung pada diperasnya harta pelaku maksiat tersebut atau dihukum secara tidak manusiawi melebihi batas syariat. Imam Ahmad berkata: "Jika penguasa tersebut adalah orang saleh yang menegakkan hukum Allah secara adil, laporkan. Namun jika dilaporkannya orang tersebut justru memicu kezaliman dan pemerasan yang lebih parah, maka jangan dilaporkan."D. Fitnah Membanggakan Aktivitas Nahi Munkar (Tabahi bil-Inkar)Termasuk tipuan Iblis yang marak di era modern adalah fenomena seseorang yang setelah selesai melakukan nahi munkar atau membantah pemikiran sesat, ia sengaja duduk di dalam sebuah majelis (atau melalui konten podcast dan media sosial) untuk menceritakan kehebatannya: "Tadi saya pergi ke sana, saya labrak pelaku maksiat itu, saya maki-maki mereka hingga tak berkutik." Tindakan ini merusak keikhlasan dan mengumbar aib sesama muslim yang wajib ditutupi (satrul muslim). Ibnul Jauzi mengingatkan: "Bisa jadi orang yang engkau maki-maki dan engkau umbar aibnya itu saat ini telah menangis bertobat kepada Allah, sedangkan engkau sedang ditertawakan Iblis karena tertimpa penyakit kesombongan atas amalanmu."Keteladanan Salaf dalam Kelembutan Nahi Munkar:Bilal bin Sa'ad ketika melihat seorang pria sedang berdua-duaan berbicara dengan wanita yang bukan mahramnya, beliau tidak menghardiknya di depan umum. Beliau mendekat dan berbisik lembut: "Sesungguhnya Allah sedang melihat kalian berdua. Semoga Allah mengampuni dosa-dosaku dan dosa-dosa kalian berdua." Setelah itu beliau langsung berjalan pergi. Kalimat pendek yang menyentuh hati ini jauh lebih efektif memicu pertobatan daripada makian.BAGIAN II: Talbis Iblis dalam Urusan Paham Zuhud (Bab 9)Al-Imam Ibnul Jauzi membuka Bab 9 dengan menyoroti kekeliruan kaum awam atau ahli ibadah yang salah paham ketika membaca ayat-ayat Al-Qur'an dan hadis yang berisi celaan terhadap dunia. Karena keterbatasan ilmu, mereka menyimpulkan bahwa jalan keselamatan satu-satunya adalah dengan memusuhi dan membuang dunia secara totalitas.A. Hakikat Dunia: Zat vs Sifat ManusiaIbnul Jauzi menegaskan sebuah kaidah penting:Dunia tidak pernah tercela pada zatnya. Dunia adalah makhluk Allah yang diciptakan dengan penuh manfaat. Yang dicela oleh Allah di dalam dalil adalah sifat dan cara pandang manusia yang keliru terhadap dunia tersebut, yaitu ketika dunia diambil dengan cara yang haram atau digunakan secara berlebihan demi memuaskan hawa nafsu.Dunia adalah ladang penunjang utama bagi tegaknya urusan akhirat. Tanpa dunia, seorang anak Adam tidak akan bisa hidup untuk menuntut ilmu dan beribadah. Makanan dan minuman yang kita beli dengan uang dunia adalah bahan bakar fisik agar kuat sujud. Pakaian yang kita beli digunakan untuk menutup aurat shalat. Bahkan, mendirikan masjid dan pondok pesantren di era sekarang membutuhkan dana dunia yang sangat besar.B. Penyimpangan Praktik Zuhud Ekstrem (Rahbaniyyah)Akibat bisikan Iblis bahwa zuhud berarti membuang dunia, banyak ahli ibadah yang nekat melakukan tindakan ekstrem:Mengisolasi Diri ke Gunung dan Hutan: Mereka melarikan diri dari masyarakat, tinggal di gua atau gunung, sehingga berakibat fatal: mereka meninggalkan shalat Jumat, meninggalkan shalat jamaah, dan berhenti dari menuntut ilmu. Mereka mengira itu adalah puncak kesalehan, padahal mereka sedang menurunkan derajat diri mereka menjadi seperti hewan liar yang terputus dari syariat.Menelantarkan Hak Keluarga: Mereka pergi mengisolasi diri dengan meninggalkan anak dan istri dalam kondisi kelaparan tanpa nafkah, atau mengabaikan tangisan ibunya yang membutuhkan perawatan di rumah, sehingga mereka jatuh ke dalam dosa durhaka (uququl walidain).Melanggar Hak Manusia: Pergi menjauh dari dunia dengan membawa beban hutang yang belum dilunasi kepada manusia.Al-Imam Sufyan Ats-Tauri pernah mendatangi sekelompok pemuda ahli ibadah yang sengaja pergi mengisolasi diri di sebuah gunung demi beribadah. Beliau menghardik mereka dan memerintahkan: "Turunlah kalian semua dari gunung ini! Jangan melakukan perbuatan baru ini. Kembalilah ke masyarakat untuk menghidupkan shalat Jumat dan jamaah!"Manfaat dari ilmu seorang ulama mengalir luas memperbaiki peradaban masyarakat, sedangkan manfaat dari ritual seorang zahid (ahli zuhud) yang bodoh hanya berhenti pada dirinya sendiri. Satu orang alim yang membimbing umat jauh lebih dicintai Allah daripada seribu ahli ibadah yang mengisolasi diri karena kebodohan.C. Meluruskan Definisi Wara' dan ZuhudIblis membelokkan definisi zuhud seolah-olah maknanya adalah mengharamkan perkara-perkara mubah yang dihalalkan Allah. Para ulama mendefinisikan perbedaan keduanya dengan sangat indah:Wara' (Kehati-hatian): Meninggalkan segala sesuatu yang dikhawatirkan mendatangkan mudarat di akhirat (konsekuensinya mutlak wajib meninggalkan perkara haram dan menjauhi perkara syubhat).Zuhud (Asketisme Islam): Meninggalkan segala sesuatu yang tidak mendatangkan manfaat untuk urusan akhirat.Jadi, zuhud bukan berarti mengharamkan makanan enak, baju bagus, atau kendaraan nyaman. Parameter zuhud adalah kegunaan akhirat. Syaikh Sa'ad Asy-Syatsri setiap kali diajak oleh muridnya untuk mendatangi suatu tempat atau membeli suatu barang, beliau selalu melempar pertanyaan filosofis: "Wahai Fulan, apakah aktivitas yang engkau tawarkan ini memiliki nilai manfaat untuk akhirat kita nanti?" Jika jawabannya ada, beliau berangkat; jika tidak ada, beliau meninggalkannya. Inilah hakikat zuhud yang sesungguhnya.D. Kekeliruan Menolak Makanan Enak dan Fasilitas MubahIblis mengelabui sebagian ahli zuhud sehingga mereka menyiksa diri dengan menolak makan roti halus dari gandum, menolak makan buah-buahan, sengaja memakai pakaian dari bulu domba (suf) yang kasar, gatal, dan berbau, serta menolak minum air dingin di siang hari yang terik. Mereka mengira menyiksa fisik adalah inti dari zuhud.Sifat Zuhud Rasulullah ๏ทบ dan Para Sahabat:Para sahabat Nabi ๏ทบ dahulu pernah mengalami kelaparan ekstrem hingga mengikatkan batu di perut mereka (seperti saat Perang Khandaq). Namun, mereka lapar bukan karena sengaja melaparkan diri, melainkan karena kondisi geografis dan ekonomi saat itu memang sedang tidak ada makanan. Ketika makanan yang lezat tersedia, mereka memakannya hingga kenyang.Kisah Abu Hurairah: Nabi ๏ทบ menyuruh Abu Hurairah meminum susu berulang-ulang hingga Abu Hurairah berkata: "Demi Dzat yang mengutusmu dengan kebenaran, wahai Rasulullah, lambungku sudah penuh dan tidak ada lagi ruang tersisa untuk menampung air susu ini." Nabi ๏ทบ tidak melarangnya kenyang selama tidak menjadi kebiasaan yang memicu kemalasan.Kebiasaan Kuliner Nabi ๏ทบ: Rasulullah ๏ทบ adalah pemimpin para zahid di dunia, namun riwayat sahih mencatat beliau sangat menggemari makan daging (khususnya paha kambing), beliau memakan daging ayam, sangat menyukai makanan yang manis-manis (al-halwa), dan sangat gemar meminum air putih yang dingin dan segar (al-ma' al-barid al-hulu) yang telah diendapkan semalaman di dalam kendi kulit atau tanah liat agar terasa lebih nikmat.Kritik Hasan Al-Basri: Seseorang menolak makan makanan mewah (khabis โ€” campuran gandum, minyak, dan madu) dengan alasan: "Aku takut tidak mampu menunaikan hak syukur atas kelezatan makanan ini." Hasan Al-Basri menegurnya dengan telak: "Sungguh engkau adalah orang yang bodoh! Apakah engkau mengira engkau sudah mampu menunaikan hak syukur atas segelas air putih dingin yang engkau minum setiap hari? Jika alasanmu adalah tidak mampu bersyukur, sekalian saja engkau berhenti makan dan minum seumur hidup!"Kebiasaan Sufyan Ats-Tauri: Ketika melakukan safar jauh, Imam Sufyan Ats-Tauri sengaja membawa bekal terbaik berupa daging panggang (lahmul maswi) dan kue manis mewah (faludaj) agar fisiknya tetap prima dalam perjalanan ibadah.E. Filosofi Tubuh: Tubuhmu adalah TungganganmuAl-Imam Ibnul Jauzi memberikan sebuah nasihat medis dan spiritual yang sangat mendalam:"Sesungguhnya jasad dan tubuhmu itu adalah tungganganmu (tunggangan untuk menuju Allah). Maka, engkau wajib berlaku lembut dan menyayangi tungganganmu agar ia mampu membawamu sampai ke tempat tujuan dengan selamat."Jika seseorang memaksa tubuhnya hanya memakan roti kering tanpa lauk dan menolak nutrisi mubah, maka organ tubuhnya akan mengalami kerusakan fisik (seperti kisah sebagian ahli ibadah kuno yang otaknya mengering dan matanya mengalami kebutaan akibat malnutrisi). Secara medis syariat, tubuh manusia membutuhkan keseimbangan rasa dan zat: ada kalanya membutuhkan zat asam, zat manis, suhu hangat, dan dingin untuk menjaga stabilitas metabolisme tubuh.Menjaga tubuh agar tetap sehat demi menunjang kualitas ibadah adalah kewajiban syariat. Yang dilarang dan dicela oleh agama adalah sifat rakus, gila belanja (consumerism), dan berlebih-lebihan (israf) dalam menuruti hawa nafsu keduniawian yang tidak memiliki nilai tambah untuk akhirat.F. Peringatan Ibnu 'Aqil terhadap Dua Kutub EkstremDiktat kajian ini ditutup dengan untaian mutiara yang sangat indah dari seorang ulama besar mazhab Hambali, Ibnu 'Aqil rahimahullah:"Sungguh sangat mengherankan urusan beragama kalian! Kalian sering kali terjebak di antara dua kutub ekstrem yang sama-sama keliru: kutub pertama adalah orang-orang yang mempertuhankan hawa nafsu dan menghabiskan umur untuk bermain-main, sedangkan kutub kedua adalah orang-orang yang menciptakan paham pendetaisme/monastisisme (rahbanyyah mubtada'ah) dengan cara mengurung diri di pojok masjid dan menelantarkan hak-hak kemanusiaan (hak orang tua, hak nafkah anak, dan hak biologis istri). Ketahuilah, ibadah yang benar di sisi Allah adalah ibadah yang dibangun dengan menyinergikan antara kelurusan akal sehat dan bimbingan wahyu syariat!"

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 11 Jun 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“ Talbis Iblis #jejakcahaya4 hari lalu
S
SHILFI LATIFATHUL WANGSA

๐Ÿ“ Kabupaten Purwakarta

Talbis iblis 9

Talbis iblis#9Talbis iblis terhadap orang yang beramar ma'ruf nahi mungkarTipuan syaithan terhadap orang yang beramar ma'ruf nahi mungkar Ibadah yang agung yang amar ma'ruf nahi mungkarUmat yang meninggalkan amar ma'ruf nahi mungkar adalah umat yang terlaknatMereka tidak saling meng nahi mungkar Adapun iblis menggoda orang yang beramar ma'ruf nahi mungkarTipuan syaithan terhadap orang yang beramar ma'ruf nahi mungkarMeninggalkan amar ma'ruf nahi mungkarSetan membuat kita merasa bukan tanggung jawab, takut kehilangan, atau berdalih "fokus memperbaiki diri"Beramar ma'ruf tanpa ilmu, beramar ma'ruf orang yang bodohKita tidak boleh tajassus, tidak boleh pukul sendiri/main hakim sendiriKita tidak boleh bernahi mungkar dengan kebodohan, tidak boleh menuduh tanpa bukti, kalau tidak ada saksi 4 orang maka kamu dicambuk, orang yang nahi mungkar tidak boleh emosian, harus menahan diriKalau dai sedikit sedikit emosi jangan jadi dai, kalau dai sedikit sedikit ngamuk jangan jadi dai, dai harus sabar, dia bela diri bukan bela AllahYang ma'sum aja Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam sabar apalagi kita yang bukan ma'sum Siapa yang menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan tutup aib dia pada hari kiamat kelakTidak semua kemungkaran harus kita umbar, karena nahi mungkar ada aturannyaKita dilarang tajassus, tidak usah mencari cari tauBerbangga bangga berbuat maksiat dan berbangga bangga ngumbar aib itu gak bolehDiantara tipuan iblis dia duduk dihadapan semua orang lalu dia cerita dia begini dia begitu saya pernah begini saya pernah begitu dia cerita terus Menutupi aib kaum muslimin wajib sebisa mungkinNahi mungkar menimbulkan kerusakan lebih besarTujuan nahi mungkar adalah mengurangi kerusakan, bukan menciptakan kerusakan yang lebih besar.Tipuan iblis kepada ahli ibadah kamu aja begini sementara saya aja bukan orang shaleh, kamu aja begitu ngapain tegur tegur orang, ini kesalahan Meskipun dia sering berbuat maksiat tersebut dia harus ber nahi mungkar/tegur, kalau dia tidak tegur, dia dapat dosa nya, dan seorang yang ber nahi mungkar dengan menegur kemasiatan nya, itu dia menasehati dirinya sendiri, semoga dia termotivasi untuk meninggalkan maksiat tersebutTipuan iblis kepada ahli zuhud dan ahli ibadahOrang awam mendengar celaan terhadap duniaMaka dia merasa kalau mau selamat harus tinggalkan dunia, dia pergi ke gunung, keluarga/istri/anak dia tinggalkan, jadi terlantar, dia tinggalkan ibu, ibunya nangis, jadilah dia durhaka kepada ibunya, dia tinggalkan utang utang orang jadi dia tidak bayar utangnya, dia menjauhkan diri dari shalat jum'at, dari shalat berjamaah, gimana mau shalat jum'at dia tinggal di gunung, dunia itu tidak tercela, dunia itu bisa bermanfaat, yang tercela sifat dia terhadap dunia tersebutDunia adalah sebab untuk menuntut ilmu, bisa beribadah, dia bisa makan minum, dia bisa bangun masjid bisa beribadahYang tercela itu kalau ambil dunia dengan tidak halalAtau ambil dunia dengan berlebih lebihan, rumah berlebih lebihan, baju berlebih lebihan, mobil berlebih lebihan, mengambil dunia tidak sesuai dengan kebutuhan, ini yang tercelaDiantara tipuan iblis kepada ahli zuhud mereka tidak menuntut ilmu karena ke zuhudan merekaMereka telah mengganti yang baik dengan yang buruk, syaithan mengkhayalkan perkara perkara mubahAda manfaatnya ga di akhirat? Kalau gak ada tinggalkan, itu zuhudDiantara mereka zuhud itu meninggalkan yang mubah seperti tidak mau makan, ada yang makan nya sedikit sampai tubuhnya kerempeng, ini bukan jalan Rasulullah shallallahu'alahi wasallam dan juga bukan jalan para sahabat dan juga bukan jalan tabi'in, para sahabat dulu mereka lapar karena tidak ada makanan, mereka sabar bukan melaparkan diri, kalau ada makanan mereka makan, bukan makan sedikit sampai tubuh kering, tinggalkan yang tidak bermanfaat, seperti kekenyangan, berlebih lebihan, mengikuti hawa nafsu, karena itu merusak badan dan agamaHendaknya mereka beribadah kepada Allah ikut akal dan syariat, bukan sibuk beribadah tapi hak istri hak ibu hak orang lain ditinggalkan bukan ikut keinginan atau rohbaniyyah, ke masjid melulu tidak peduliin istri dan anak

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 11 Jun 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“ Talbis Iblis #jejakcahaya4 hari lalu
A
Alina Rostiana

๐Ÿ“ Kota Yogyakarta

Materi ke 9 TALBIS IBLIS TERHADAP ORANG ORANG YANG BERAMAR MAโ€™RUF NAHI MUNGKAR Bersama Ustadz DR. FIRANDA ANDIRJA M.A

Materi ke 9TALBIS IBLIS TERHADAP ORANG ORANG YANG BERAMAR MAโ€™RUF NAHI MUNGKARBersama Ustadz DR. FIRANDA ANDIRJA M.A- Diantara ibadah yang agung adalah Amar maโ€™ruf Nahรญ mungkar dan dengan ฤฑbadah ฤฑnilah umat ฤฑni mulia.Sifat-sifat mulia manusia adalah:menyeru kpd kebaikan, mencegah dari kemungkaran, dan beriman kpd Allah..  Umat yang meninggalkan amar ma'ruf nahi mungkar adalah umat yang terlaknat  Ada fiqih dฤฑm beramar mรฅ'rฤฑf nahi mungkar, apabila seseorang beramar ma'ruf nahi mungkar ada beberapa kemungkinan:  Kemungkaran tersebut  hilang, maka wajฤฑb bagi dia bernahi mungkar  Kemungkaran tsb berkurang, Maka wajib bernahi mungkarKalau bernahi mungkar kemungkarannya Semakin besar, maka tidak boleh bernahi mungkarKita larang kemunakaran tapi tenganti dgn kemungka ran sejenis, maka ini butuh ijtihadBernahi mungkar itu tidak semudah  yg kita bayangkan.  Tidak semua kemungkaran itu dianggap MungkarMisalnya masalah  khilafiah (terutama kalo Kuat)  Kemungkaran tidak bisa dgntajassus  Orang orang yang salah dlm praktek kemungkaranIbnu Jauzฤฑ berkata: para orang orang yang beramar maโ€™ruf nahi mungkar itu ada z model :  Alimun โ†’ orang yang berilmu  Jahilun โ†’ orano yang jahil.- Adapun ฤฑblis menggoda orang yang alim bernahi mungkar=terpenuhi persyaratan dan iblis bisa masuk lewat 2 jalan:  Bergaya dengan dakwahnya, berdzikir untuk disebut2 orang. โ†’ riyaโ€™ dan ujub dgn amal perbuatannya untuk bernahฤฑ mungkar.  Dia marah tapi bukan karena Allah, dia marah karena membela dirinya , ketika ฤฑtu brarti dia tidek beramal sholeh- Ketฤฑka orang bodoh bernahi mungkar, maka setan akan mempermainkan orang tersebut dan kerusakan2 yang ditimbullan akan lebin banyak darฤฑpada perbaikan yg dilakukan( biลŸa jadi dia melarang sesuatu yg boleh secara ijmaโ€™,bisa jadฤฑ dia mengingkari seseorang tp org tsb punya takwil/tafsฤฑran sendiri, atau orang tsb mengikuti pendapat lain , merusak properti untuk beramar maโ€™rif nahi mungkar ( misal Mendobrak rumah yg sedang minum mฤฑras di rumahnya),bernahi mugkar itu butuh ilmu fiqih โ†’ Kalau Orang sedang maksiat diam2 kita tdk baleh tajassus; tak boleh memukul pelaku kemungkaran, kita  baleh Jengkel tetapi tak boleh bernahi mungkar dgn Kebodohan.Orang bernahรญ mungkar tdk boleh emosi  Terkadang orang bernahi mungkar dan membongkar sesuatu yang harus disembunyikan.  Melapor ke penguara ltu sebaiknya kita hanฤฑr benar2 tahu apakah si penguasa paham ilmu dan hukumnya.  Berbangga2 dengan mengakui pelaku kemungkaran(pelaku maksiat) itu tidak diperbolehkan.  Menutupi aib kaum muslimin adalah wajib ลŸebisa mungkin  Orang yong paling kita lembuti untuk kita ingkari Kemungkarannya adalah para penguasa  Setan telah menipu sebagian ahli ibadah, dia telah melihat kemungkaran tetepi tidak mengingkarฤฑnya., katanya hanya org sholeh yang bisa bernahi mungkar  Orang pelaku kemaksiatan wajib beramar maโ€™ru nahu mungkar, karena mempunyai 2 kewajฤฑban:  Kewajiban meninggalkan maksiat  Kewajiban untuk bernahi mungkar.- Seseseoramg yang menegur pelaku kemaksiatan sebenarnya dia sedang menegur dฤฑrinya sendiri-Ketika dia bernahi mungkar dan dia meninggalkan maksiatnya maka itulah yg lebih utama

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 11 Jun 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“ Talbis Iblis #jejakcahaya4 hari lalu
N
Nadya Nandadita Islamina

๐Ÿ“ Kota Bandung

Tablis Iblis #9

Talbis Iblis terhadap Orang yang Beramar Ma'ruf Nahi MunkarAmar ma'ruf nahi munkar adalah ibadah yang sangat agung. Melalui ibadah inilah umat Islam menjadi umat terbaik, sebagaimana yang dicontohkan oleh para nabi dan rasul. Sebaliknya, umat terdahulu seperti Bani Israil dilaknat karena mereka meninggalkan ibadah ini dan saling membiarkan kemungkaran terjadi.Namun, penerapan nahi munkar memerlukan pemahaman fikih yang luas dan tidak boleh dilakukan sembarangan. Secara sederhana, ada empat kemungkinan dampak saat seseorang mencegah kemungkaran:1 Kemungkaran tersebut hilang (Wajib hukumnya).2 Kemungkaran tersebut berkurang (Wajib hukumnya).3 Mencegahnya justru menimbulkan kemungkaran yang lebih besar (Haram/tidak boleh dilakukan karena justru menyebabkan kemungkaran baru).4 Kemungkaran yang dilarang terganti dengan kemungkaran sejenis (Memerlukan ijtihad ulama).Ibnu Jauzi membagi orang yang melakukan amar ma'ruf nahi munkar menjadi dua kelompok:A. Kelompok Alim (Orang yang Berilmu)Orang alim memahami fikih dakwah, kapan harus berbicara, dan kapan harus diam. Namun, iblis tetap bisa menggelincirkan mereka melalui dua jalan: Jalan Pertama: Riya dan UjubSetan menggoda orang alim agar bergaya (berdrama/takaluf) dengan aktivitas dakwahnya agar dipuji orang lain (tholabuz zikr). Mereka juga digoda agar ujub (bangga diri) terhadap amalnya, misalnya merasa hebat karena perkataannya mampu membuat orang lain berhenti bermaksiat.Contoh dari ulama Salaf (Abu Sulaiman): Beliau menceritakan seseorang yang awalnya berniat menasihati khalifah yang menangis saat khotbah Jumat. Namun, ia mengurungkan niatnya karena khawatir ketika maju di depan orang banyak, muncul sifat ingin dilihat orang (tazayun). Jika ia dihukum mati oleh khalifah dalam kondisi tidak ikhlas, maka kematiannya menjadi konyol. Menyampaikan kebenaran di hadapan penguasa zalim adalah jihad terbaik, dengan syarat niatnya harus murni karena Allah. Jalan Kedua: Marah karena Membela Diri (Bukan karena Allah)Sering kali seseorang memulai nahi munkar dengan ikhlas. Namun, ketika orang yang ditegur membalas dengan cercaan atau hinaan, orang alim tersebut menjadi emosi. Pada titik ini, motivasinya bergeser dari membela agama Allah menjadi membela harga diri sendiri agar tidak terlihat kalah di depan publik. Hal ini sangat sering terjadi dalam perdebatan di dunia maya.Contoh dari Umar bin Abdul Aziz: Beliau pernah batal menghukum seseorang yang membuatnya marah. Beliau berkata bahwa jika bukan karena sedang marah, beliau pasti sudah menghukumnya. Beliau khawatir hukumannya tidak murni karena Allah, melainkan bercampur dengan dorongan untuk memuaskan emosi pribadinya.B. Kelompok Jahil (Orang yang Bodoh/Tanpa Ilmu)Jika orang bodoh melakukan amar ma'ruf nahi munkar, setan akan mempermainkannya dengan sangat mudah. Kerusakan yang mereka timbulkan jauh lebih besar daripada perbaikannya. Sifat buruk kelompok ini di antaranya: Melarang sesuatu yang sebenarnya diperbolehkan menurut ijmak ulama karena ketidaktahuannya. Mengingkari masalah-masalah khilafiyah (perbedaan pendapat) yang kuat di antara para mazhab besar seolah-olah itu adalah kemungkaran mutlak. Hal inilah yang memicu banyak perpecahan di kalangan kaum muslimin. Melakukan Tajasus (Mata-mata): Mereka mencari-cari kesalahan orang lain, mendobrak pintu rumah, atau memanjat pagar untuk membongkar maksiat tersembunyi. Dalam Islam, jika seseorang bermaksiat secara diam-diam di dalam rumahnya dan mengunci pintu, kita dilarang membongkarnya karena Islam memerintahkan untuk menutup aib sesama muslim. Pandangan Imam Ahmad: Ketika ditanya mengenai kaum yang membawa alat musik atau khamar secara tertutup, Imam Ahmad melarang untuk merusak atau menghancurkannya jika barang tersebut benar-benar tidak terlihat, demi menghindari tajasus. Begitu pula jika mendengar suara alat musik namun tidak diketahui persis sumber asalnya, maka tidak perlu dicari-cari. Main Hakim Sendiri: Melakukan tindakan kekerasan fisik secara berlebihan kepada pelaku maksiat (seperti memukuli pencuri hingga tewas). Menuduh Tanpa Bukti (Qadzaf): Berlebihan dalam mencaci, misalnya menuduh wanita yang jalan bersama lelaki sebagai pezina tanpa adanya 4 orang saksi sah yang melihat langsung. Melaporkan ke Penguasa yang Zalim: Melaporkan kemungkaran kepada aparat yang tidak paham hukum, sehingga pelaku maksiat justru dizalimi atau diperas melebihi batas hukuman syariat yang semestinya.Bagian 2: Talbis Iblis terhadap Ahli Zuhud dan Ahli IbadahBanyak orang awam yang mendengar ayat atau hadis tentang celaan terhadap dunia, lalu menyimpulkan bahwa cara untuk selamat adalah dengan membuang dunia secara total. Ibnu Jauzi menjelaskan bahwa dunia tidak tercela pada zatnya, melainkan tercela karena cara manusia menyikapi dan menggunakannya.Setan menipu para ahli ibadah yang minim ilmu melalui beberapa cara:1. Mengisolasi Diri ke Gunung atau HutanBanyak yang mengira zuhud yang hakiki adalah pergi ke gunung atau tengah hutan untuk fokus beribadah. Akibatnya, mereka tertipu hingga meninggalkan kewajiban-kewajiban yang lebih besar seperti salat Jumat, salat berjamaah, dan menuntut ilmu. Menjauh dari ilmu dan ulama hanya akan memperkuat kebodohan di dalam diri.Bahkan, sebagian orang nekat pergi ke gunung hingga menelantarkan anak, istri, atau membuat ibunya menangis (durhaka), serta meninggalkan utang yang belum lunas. Jika ada ulama Salaf terdahulu yang beribadah di gunung, kondisi mereka berbeda (misalnya tidak memiliki tanggungan keluarga). Ulama besar seperti Sufyan Ats-Tsauri bahkan pernah menyuruh sekelompok orang yang beribadah di gunung untuk pulang ke masyarakat.2. Meninggalkan Perkara Mubah yang BermanfaatSetan mengkhayalkan bahwa zuhud berarti menyiksa diri dengan meninggalkan hal-hal yang mubah. Ibnu Jauzi dan Ibnu Qayyim meluruskan definisi yang benar: Waraโ€™: Meninggalkan sesuatu yang ditakutkan membawa mudarat di akhirat (meninggalkan yang haram dan syubhat). Zuhud: Meninggalkan sesuatu yang tidak memberikan manfaat di akhirat. Artinya, jika suatu perkara mubah bisa mendukung ibadah, maka tidak perlu ditinggalkan.Bentuk salah kaprah ahli zuhud yang keliru: Sengaja tidak mau makan roti yang halus, enggan makan buah-buahan, atau sengaja membiarkan tubuh kurus kerempeng karena menahan lapar. Menyiksa badan dengan mengenakan pakaian kasar dari bulu domba (suf) yang panas dan bau, atau menolak minum air dingin karena menganggapnya terlalu nikmat.Ulama menegaskan bahwa ini bukanlah jalan Rasulullah ๏ทบ dan para sahabat. Para sahabat dahulu menahan lapar hanya jika makanan memang sedang tidak ada. Namun, jika makanan tersedia, mereka akan makan hingga kenyang.Rasulullah ๏ทบ sendiri menyukai daging kambing, ayam, makanan manis, serta menyukai air minum yang segar dan dingin yang disimpan di dalam kendi atau wadah kulit.Ketika ada seseorang yang enggan makan makanan lezat karena takut tidak bisa mensyukurinya, Hasan Al-Basri membantahnya dengan berkata bahwa orang tersebut bahkan tidak akan mampu mensyukuri segelas air putih biasa yang ia minum. Sementara itu, ulama besar yang zuhud seperti Sufyan Ats-Tsauri tetap membawa bekal daging panggang dan manisan yang enak saat melakukan perjalanan.3. Mengabaikan Kesehatan dan Tabiat TubuhTubuh adalah tunggangan manusia untuk beribadah, sehingga manusia harus memperlakukannya secara lembut dan proporsional agar bisa sampai ke tujuan (akhirat). Tubuh manusia memiliki kebutuhan medis yang dinamis terhadap rasa kecut, manis, panas, atau dingin. Menahan kebutuhan alami tubuh secara berlebihan justru merusak kesehatan dan menghambat aktivitas ibadah. Perkara dunia baru tercela jika diambil dengan cara yang tidak halal, dikonsumsi secara berlebih-lebihan, atau dibelanjakan hanya untuk menuruti hawa nafsu belaka.Kesimpulan (Nasihat Ibnu Aqil)Ibnu Aqil (ulama mazhab Hambali) menyatakan keheranannya terhadap umat yang beragama tetapi ekstrem: di satu sisi ada yang sibuk mengikuti hawa nafsu dan bermain-main, sementara di sisi lain ada yang menganut paham rahbaniyatur (kerahiban/meninggalkan dunia secara total) hingga berdiam di pojok masjid dan mengabaikan hak-hak keluarga. Jalan yang benar adalah beribadah kepada Allah dengan menyeimbangkan antara akal dan syariat, bukan mengikuti perasaan atau kebodohan.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 11 Jun 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“ Talbis Iblis #jejakcahaya7 jam lalu
K
khaira azwa putri ranaji

๐Ÿ“ Kota Administrasi Jakarta Timur

catatan TALBIS IBLIS #8: talbis iblis terhadap ahli ilmu (bagian 4)

TALBIS IBLIS #8: talbis iblis terhadap ahli ilmu (bagian 4)1. Talbis Iblis dalam Ibadah HajiSalah Prioritas: Iblis menggoda orang yang sudah haji wajib berangkat lagi (haji sunnah) namun tanpa rida orang tua.Melalaikan Hutang dan Kezaliman: Seseorang tetap haji padahal masih punya hutang/kezaliman sm orang lain yang belum diselesaikan. Syarat utama haji adalah kemampuan (istitha'ah).Dalil (QS. Ali 'Imran: 97):ูˆูŽู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุญูุฌู‘ู ุงู„ู’ุจูŽูŠู’ุชู ู…ูŽู†ู ุงุณู’ุชูŽุทูŽุงุนูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุณูŽุจููŠู„ู‹ุง"Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah".Haji dengan Harta Haram: Allah tidak menerima ibadah yang dibangun dari harta yang kotor.Dalil (Hadis):ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุทูŽูŠู‘ูุจูŒ ู„ูŽุง ูŠูŽู‚ู’ุจูŽู„ู ุฅูู„ู‘ูŽุง ุทูŽูŠู‘ูุจู‹ุง"Sesungguhnya Allah itu Maha Baik dan Allah tidak menerima kecuali yang baik-baik pula".Ancaman bagi pelaku haji dengan harta haram: ู„ูŽุง ู„ูŽุจู‘ูŽูŠู’ูƒูŽ ู„ูŽูƒูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ุณูŽุนู’ุฏูŽูŠู’ูƒูŽ (Tidak ada Labaik bagimu dan hartamu haram).Hati yang Kotor dan Jidal: Iblis menipu jemaah sehingga mereka hanya fokus pada kedekatan jasad ke Ka'bah, sementara hati mereka kotor, penuh kesombongan, pamer (riya), atau saling bermusuhan dan bertengkar (jidal).Dalil (QS. Al-Baqarah: 197):ูˆูŽู„ูŽุง ุฌูุฏูŽุงู„ูŽ ูููŠ ุงู„ู’ุญูŽุฌู‘ู"...dan tidak boleh berbantah-bantahan (debat kusir) di dalam masa mengerjakan haji".Membanggakan Kuantitas Haji: Merasa bangga dan mengumumkan jumlah haji yang sudah dilakukan (misal: "Saya sudah 20 kali wukuf") demi mendapatkan pujian manusia.Lalai Kewajiban demi Haji: Semangat haji tapi mengabaikan shalat fardu, berbuat zalim (memukul/merepotkan) teman perjalanan, atau curang dalam berdagang saat safar.Dalil (QS. Al-Baqarah: 197):ูˆูŽุชูŽุฒูŽูˆู‘ูŽุฏููˆุง ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑูŽ ุงู„ุฒู‘ูŽุงุฏู ุงู„ุชู‘ูŽู‚ู’ูˆูŽู‰"Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa".Bid'ah dalam Manasik: Melakukan hal-hal yang tidak dicontohkan Nabi, seperti:Membuka satu pundak ihram sepanjang hari (padahal hanya disyariatkan saat Tawaf Kudum).Berlebihan dalam merendahkan diri seperti hewan (misal: memberi tali di hidung saat tawaf).Prinsip ibadah:ุฎูŽูŠู’ุฑู ุงู„ู’ู‡ูุฏูŽู‰ ู‡ูุฏูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ(Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad ๏ทบ).Salah Memahami Tawakal: Berhaji tanpa membawa bekal dengan alasan tawakal.2. Talbis Iblis dalam JihadNiat yang Melenceng: Berperang demi popularitas, agar dikatakan pemberani, atau karena fanatisme suku (hamiyyah).Definisi Jihad Fisabilillah:Dalil (Hadis):ู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุงุชูŽู„ูŽ ู„ูุชูŽูƒููˆู†ูŽ ูƒูŽู„ูู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู ู‡ููŠูŽ ุงู„ู’ุนูู„ู’ูŠูŽุง ููŽู‡ููˆูŽ ูููŠุณูŽุจููŠู„ู ุงู„ู„ู‡ู"Siapa yang berjihad untuk menegakkan kalimat Allah, maka dialah yang berada di jalan Allah".Mengejar Ganimah: Niat utama berperang hanya untuk mengincar harta rampasan perang.Bahaya Riya (Pamer): Peringatan tentang mujahid yang pertama kali dilemparkan ke neraka karena berjihad hanya agar disebut "sang pemberani" (faqad qila).3. Talbis Iblis dalam Urusan Harta (Ghanimah)Gulul (Pencurian Harta Rampasan): Mengambil harta ghanimah secara ilegal sebelum dibagikan secara resmi oleh pemimpin.Salah Paham Harta Orang Kafir: Iblis membuat orang merasa halal mengambil harta orang kafir mana saja tanpa aturan syariat, padahal hanya harta kafir harbi (yang memerangi Islam) yang bisa diambil lewat jihad.Ancaman Sekecil Apapun: Mengambil ghanimah tanpa izin, meski hanya sepotong kain atau tali sandal, bisa menjadi api yang membakar di neraka.Dalil (Hadis):ุดูุฑูŽุงูƒูŒ ู…ูู†ู’ ู†ูŽุงุฑู"(Ini adalah) tali sandal dari api neraka".4. Keteladanan dalam Melawan Talbis (Keikhlasan)Menyembunyikan Amal:Abdullah bin Mubarak: Setelah mengalahkan musuh dalam duel, ia menutup wajahnya agar tidak dikenali dan tidak dipuji oleh orang-orang.Amir bin Abd Qais: Mengembalikan harta rampasan tanpa mau menyebutkan namanya. Ia berkata: waardha bitsawabih (Aku rida dengan pahala-Nya), menunjukkan ia tidak butuh pujian manusia.Ilmu diperlukan untuk mengetahui hukum, dan iman diperlukan untuk memberikan kekuatan agar tidak mengambil yang haram meskipun ada kesempatan.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 10 Jun 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“ Talbis Iblis #jejakcahaya3 hari lalu
D
Ditha Ayuningtyas

๐Ÿ“ Kota Administrasi Jakarta Selatan

Talbis iblis materi 8

Talbis iblis materi 8Kepada ahli ilmu (bagian 3)https://youtu.be/vtgIIgyIW3A?si=sdbqie--gM3LmfTCTipu tablis iblis terhadap ibadah haji1. Pamer dan sengaja untuk mencari gelar2. Mendahulukan ibadah sunnah (cium hajar aswad)3. Meninggalkan kewajiban (bayar haji tp tidak melunasi utang)4. Berbuat maksimat (menipu berkata kotor di sana)5. Mempersulit diri sendiri (bidโ€™ah)Tablis iblis terhadap orang berjihad1. Niat bukan karena Allah2. Tergesa gesa terhadap3. Ghuluw4. Merusak ketakwaan5. Menyalahi pemimpin

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 10 Jun 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“ Talbis Iblis #jejakcahaya4 hari lalu
F
Fatimah Azzahrah

๐Ÿ“ Kabupaten Banggai

Talbis iblis terhadap ahli ilmu bagian 4

Ustadz Dr. Firanda Andirja, lc. M.A TALBIS IBLIS#8 Talbis iblis terhadapa ahli ilmu bagian 4โ€ŒTalbis iblis terhadap jama'ah hajiTerkadang seseorang sudah melakukan ibadah haji dan kewajiban haji sudah selesai (kewajiban haji hanya sekali seumur hidup). Kemudian ingin haji lagi (haji sunnah) tetapi haji sunnah tersebut terkadang tdk sesuai dengan aturan, contohnya - Tidak di ridhoi orangtuanya. dan ini adalah kesalahan.- Mempunyai hutang - Hanya untuk jalan-jalan- Menggunakan harta yang syubhat / haram โ€œSesungguhnya Allah itu maha baik dan tdk menerima kecuali yang baikยฒ pulaโ€- Hanya karena supaya di puji oleh orang lain- Hatinya kotor dan batin yang tdk bersih - Hanya untuk memperbanyak haji nya- Berhaji tapi membully saudaranya- Semangat haji tapi sholat tdk di perhatikan- Berdagang sambil menuju haji tapi tdk jujur dalam berdagang- Berbuat bid'ah ketika sedang melakukan manasik haji, yang mana bukan dari bagian dari manasik haji. - Mengaku bertawakkal. Pergi haji tanpa bekal, mereka menyangka berhaji tanpa bekal itulah tawakkal yang sesungguhnya. Itulah puncak kesalahan. Tdk boleh berhaji sedangkan tdk ada bekal nya dan tdk menyiapkan bekal untuk keluarga yang di tinggalkan. Haji itu hanya bagi yang mampu, tdk perlu memaksakan untuk berhaji sedangkan tdk ada bekal. โ€ŒTalbis iblis masalah jihad fii Sabilillah"Setiap ibadah ada talbisnya"Banyak yang terkena godaan syaitan pergi berjihad niat hanya untuk riya', untuk di katakan sang pemberani, dan jga ada yang berjihad hanya untuk mendapatkan ghanimah, Rasulullah ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… berkata "Sesungguhnya amal tergantung pada niatnya".Rasulullah bersabda "Siapa yang berjihat untuk menegakkan kalima Allah maka itulah fi sabilillah".Ibnu Mas'ud berkata "Berhatiยฒ lah, jangan kalian berkata fulan mati syahid, atau si fulan terbunuh mati syahid, karena ada orang berperang murni hanya untuk mencari ghanimah, dan benar ada orang berjihad karena riya', dan ada yang berperang supaya di ketahui kedudukannya. Tiga orang yang pertama kali di sidang oleh Allah pada hari kiamat1. Seseorang mati syahid tetapi masuk neraka karena niatnya berjihad karena riya'2. Seorang ustadz yang belajar ilmu agama supaya di puji oleh orang lain (masuk neraka) 3. Orang dermawan, tetapi niatnya karena riya' (masuk neraka) - Iblis menipu mujahid dengan mengambil ghanimah gak orang lain. Mengambil harta ghanimah sebelum di kumpulkan oleh Amir dan di bagikan. pengaruh iman dan ilmu untuk menjaga diri dari fitnah hartaBisa jadi seorang mujahid tahu bahwasanya ghulul (mengambil ghanimah sebelum pembagian) hukumnya haram, tetapi karena tdk sabar untuk tdk mengambilnya, dan menyangka akan termaafkan karena amal jihadnya. Ini lah dampak nya dari iman dan ilmu. "Perlu berkumpul antara iman dan ilmu agar terhindar dari fitnah harta".

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 10 Jun 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“ Talbis Iblis #jejakcahaya4 hari lalu
S
Syfa Adinna Shabra

๐Ÿ“ Kabupaten Karanganyar

#8 - TALBIS ILBIS KEPADA AHLI ILMUโด

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโ€ขโ๐ŸŒธ๏ทฝ๐ŸŒธโโ€ขโ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข12- Talbis Iblis dalam Ibadah Haji.ใ€‹ Terkadang seseorang sudah menggugurkan kewajiban dengan melaksanakan ibadah haji sekali kemudian dia mengulanginya (haji sunnah) tanpa ridha kedua orangnya, ini sebuah kesalahan. Karena berbakti kepada orang tua lebih utama. ใ€‹ Terkadang seseorang berangkat haji padahal dia masih memikul hutang atau kezhaliman (yang wajib adalah melunasi hutangnya terlebih dahulu), terkadang berangkat hanya untuk tamasya, dan terkadang berhaji dengan biaya uang syubhat ataupun harta haram. โฌ†๏ธ Haji seperti ini tidak akan diterima. "Sesungguhnya Allah itu maha baik dan Allah tidak menerima kecuali yang baik-baik pula". Maka orang yang berhaji dengan harta yang haram, disebutkan di dalam atsar apabila dia mengatakan "labbaik Allahumma labbaik", maka dikatakan kepadanya "laa.. labbaik kalak, tidak ada labbaik bagimu, hartamu adalah harta yang haram".ใ€‹ Di antara mereka ada yang ingin dipanggil haji bila bertemu seseorang. Kebanyakan dari mereka menyia-nyiakan kewajiban. di jalan, menyiakan-nyiakan thaharah dan shalat, berkumpul di Kaโ€™bah dengan hati berdosa dan batin yang kotor. โš ๏ธ Iblis memperlihatkan kepada mereka bentuk haji (yang penting kamu haji), iblis telah menipu mereka.Ketahuilah! bahwa maksud haji adalah mendekatkan hati bukan badan semata, hal itu terwujud bila ketakwaan dilakukan.Kata para ulama, diantara faedah Allah mensyariatkan haji adalah : ู„ูู‘ูŠูŽุดู’ู‡ูŽุฏููˆู’ุง ู…ูŽู†ูŽุงููุนูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู’ Artinya:"Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka Hindari berjidal (debat kusir) dengan sesama jama'ah terlebih dengan keluarga kita sendiri ataupun 1 rombongan dengan kita, karena bisa mengganggu kenyamanan hati. Tahan emosi kita, supaya hati kita bisa dekat. ใ€‹ Berapa banyak orang di jalan Makkah bermaksud menunaikan haji, mereka memukul rekan-rekannya karena berebut air dan mempersempit jalan mereka. Atau para senior menyuruh orang-orang yang dibawahnya mencari air (pada zaman ibnul jauzi) โš ๏ธ Iblis telah mengacaukan sebagian orang yang berangkat ke Makkah, mereka menyia-nyiakan shalat, mengurangi timbangan dan takaran saat mereka menjual, mereka menyangka bahwa haji menolak adzab dari mereka. Iblis mengacaukan sebagian orang dari mereka, mereka mengadaadakan manasik yang bukan termasuk darinya (diluar thawaf khudum). Aku melihat sekelompok orang berdandan saat ihram, membuka satu pundak, menjemurnya di bawah matahari berhari-hari, maka kulit mereka berubah gelap dan kepala mereka kusut, mereka menjadikannya sebagai perhiasaan di depan orang-orang.๐Ÿ”— Dari Ibnu Abbas bahwa Nabi melihat seorang laki-laki thawaf di Kaโ€™bah dengan tali tambang atau lainnya, maka nabi memotongnya. Maksudnya, ia membawa tali yang diikatkan dihidung temannya (layak nya hewan) dan ditarik tarik supaya mungkin tunduk di hadapan Allah (tawadhu). Rasulullah shallallahu alaihiwasallam menyuruh untuk memotong tali tersebut 'kalaupun ingin menggiring, pakai tangan!'. (HR. Imam Bukhori) Ibnul Jauzi berkata : "Hadits ini melarang perbuatan bidโ€™ah dalam agama sekalipun maksudnya adalah ibadah.โ€Karena, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. 13- Talbis Iblis atas mereka dalam Tawakal.ใ€‹ Iblis mengacaukan sebagian orang yang mengaku bertawakal, maka mereka berangkat haji tanpa bekal, mereka beranggapan bahwa itulah tawakal, padahal mereka benar-benar keliru.ใ€‹ Seorang laki-laki berkata kepada Imam Ahmad bin Hanbal, โ€œSaya ingin berangkat ke Makkah dengan tawakal tanpa bekal.โ€ Maka Imam Ahmad Ahmad menjawab, โ€œBerangkatlah tanpa rombongan.โ€ Dia berkata, โ€œTidak, tetapi bersama rombongan.โ€ Maka Imam Ahmad berkata, โ€œKamu bertawakal kepada kantong makanan orang.โ€ Kami memohon kepada Allah agar membimbing kami.โš ๏ธ Hadits ini menegaskan bahwa jika kita tidak membawa bekal itu akan menyusahkan rombongan yang lain dan ini bukan bagian dari tawakal. Karena tawakal itu adalah ikhtiar dengan menyerahkan hati kepada Allah bukan nekat tanpa ikhtiar. Allah mengatakan bahwa berhaji itu wajib bagi yang mampu agar kita memiliki bekal untuk diri sendiri ketika berhaji dan bekal untuk keluarga yang sedang ditinggalkan.14- Talbis Iblis atas Orang Berjihad. ใ€‹ Iblis telah mengacaukan banyak orang, mereka berangkat berjihad sementara niat mereka adalah membanggakan diri dan riyaโ€™, agar dikatakan, โ€˜Fulan berperang'. Bisa jadi tujuannya adalah agar dikatakan, โ€˜Fulan pemberani', atau mencari harta rampasan perang (ghanimah). Dari Abu Musa Al-Asy'ari berkata : โ€œAda seorang laki-laki yang datang kepada Nabi , dia berkata, โ€œYa Rasulullah, apa pendapatmu tentang seorang laki-laki yang berperang demi keberanian, berperang karena fanatisme dan berperang karena riyaโ€™, siapakah dari mereka yang berperang di jalan Allah?โ€ Beliau menjawab, โ€œBarangsiapa berperang untuk meninggikan kalimat Allah maka dia di jalan Allah.โ€ (Diriwayatkan dalam ash-shahihain.)Dari Ibnu Masโ€™ud berkata,โ€œJangan berkata, โ€˜Fulan syahid.โ€™ Atau, โ€˜Fulan gugur sebagai syahid.โ€™ Karena terkadang seseorang berperang agar mendapatkan harta rampasan perang, berperang mencari nama dan berperang agar kedudukannya diketahui!".Dari Abu Hurairah berkata, โ€œManusia pertama yang diputuskan di Hari Kiamat ada 3 : ยนSeorang laki-laki gugur di medan perang, dia dihadirkan, dikenalkan kepada nikmat-nikmatnya maka dia mengenalnya. Allah bertanya, Apa yang kamu lakukan padanya?โ€™ Dia menjawab, โ€˜Aku berperang di jalanMu hingga aku terbunuh.โ€™ Allah berfirman, โ€˜Kamu dusta, karena kamu berperang agar dikatakan bahwa kamu pemberani dan itu sudah dikatakan.โ€™ Kemudian Allah memerintahkannya agar diseret di atas wajahnya hingga dicampakkan ke dalam api neraka.ยฒSeorang laki-laki belajar ilmu, mengajarkannya dan membaca alQuran, dia dihadapkan kepada Allah, Dia mengenalkan nikmat-nikmatNya maka dia mengenalinya. Allah bertanya kepadanya, Apa yang kamu lakukan padanya?โ€™ Dia menjawab, โ€˜Aku belajar ilmu karenaMu, mengajarkannya dan aku membaca al-Qurโ€™an.โ€™ Allah berfirman, โ€˜Kamu dusta, sebaliknya kamu belajar agar dikatakan bahwa kamu alim dan itu sudah dikatakan. Kamu membaca al-Qur โ€˜an agar dikatakan bahwa kamu qariโ€™ dan itu sudah dikatakan.โ€™ Kemudian Allah memerintahkannya agar diseret di atas wajahnya hingga dicampakkan ke dalam api neraka.ยณSeorang laki-laki yang dilapangkan hidupnya, memberinya berbagai macam harta, dia dihadapkan, maka Allah mengenalkan nikmat-nikmatNya dan dia mengenalinya. Allah bertanya, Apa yang kamu lakukan padanya?โ€™ Dia menjawab, โ€˜Aku tidak membiarkan satu jalan di mana Engkau menganjurkan berinfak padanya kecuali aku berinfak padanya karenaMu.โ€™ Allah berfirman, โ€˜Kamu dusta, akan tetapi kamu berinfak agar dikatakan bahwa kamu dermawan dan itu sudah dikatakan.โ€™ Kemudian Allah memerintahkannya agar diseret di atas wajahnya hingga dicampakkan ke dalam api neraka.โ€ (Diriwayatkan sendiri oleh Muslim).โฌ†๏ธ Hadis Abu Hurairah mengenai tiga orang yang pertama kali diputuskan perkaranya di Hari Kiamat diriwayatkan oleh Imam Muslim.Mereka adalah ahli jihad yang gugur, ahli ilmu yang membaca Al-Qur'an, dan orang yang berlimpah harta. Ketiganya divonis masuk neraka karena beramal bukan karena Allah, melainkan karena riya (mencari pujian).15- Talbis Iblis atas mereka Dalam Urusan Harta Rampasan.ใ€‹ Iblis mengacaukan seorang mujahid tatkala harta rampasan perang diraih, terkadang dia mengambil harta rampasan perang padahal dia tidak boleh mengambilnya. Ada kemungkinan dia berilmu minim, sehingga dia melihat bahwa harta orang-orang kafir mubah bagi siapa yang mengambilnya dan dia tidak tahu bahwa menggelapkan harta rampasan perang adalah dosa.Dalam ash-Shahihain dari hadits Abu Hurairah, ia berkata,โ€œKami berangkat bersama Rasulullah menuju Khaibar, dan Allah memberikan kemenangan kepada kami dan kami tidak mendapatkan harta rampasan perang berupa emas maupun perak, akan tetapi peralatan, makanan dan pakaian. Kemudian kami pergi ke lembah, sedangkan Rasulullah bersama seorang budaknya. Tatkala kami singgah, budak Rasulullah ini bangkit seraya membuka, namun sebuah anak panah mengenainya dan mematikannya. Kami berkata, โ€˜Selamat baginya, syahadah wahai Rasulullah.โ€ Maka Nabi menjawab, โ€˜Tidak demi Allah yang jiwa Muhammad ada di tanganNya, sesungguhnya syal (yang digelapkannya) membakarnya, dia mengambilnya di perang Khaibar dan belum dibagi.โ€™ Maka orang-orang ketakutan, seorang laki-laki datang membawa satu buah tali sandal atau dua, dia berkata, โ€˜Saya mengambilnya di perang Khaibar.โ€™ Rasulullah bersabda, โ€œSatu buah tali sandal dari neraka atau dua buah tali sandal dari neraka".ใ€‹ Terkadang seorang prajurit mengetahui larangan, hanya saja dia melihat harta melimpah sehingga tak kuasa menahan diri darinya, bisa jadi dia menyangka bahwa jihadnya melindunginya dari apa yang dilakukannya. Di sinilah diketahui dampak iman dan ilmu.โš ๏ธ Berhati-hatilah! Jangan sampai kita memakan harta orang lain walaupun sedikit.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 10 Jun 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“ Talbis Iblis #jejakcahaya4 hari lalu
R
RATIH HANDAYANI

๐Ÿ“ Kabupaten Bogor

Day-8 TALBIS IBLIS TERHADAP AHLI IBADAH BAGIAN 4

Talbis iblis terkait ibadah haji. Menuruut Al Imam Ibnu Jauzi, terkadang seseorang sudah melaksanakan haji dan kewajiban haji sudah selesai (kewajiban haji hanya sekali). Lalu orang tersebut ingin melakkukan ibadah haji sunnah. Contoh: Seorang anak hendak berhaji sunnah, namun kedua orang tuanya tidak ridho karena ada keperluan. Maka hendaknya ia meninggalkan ibadah haji sunnah dan memenuhi panggilan orangtuanya. karena berbakti kepada orangtua lebih utama. Kemudian ada lagi orang yang berhaji, dan ini merupakan haji pertamanya. Namun orang ini memiliki hutang atau kedzoliman-kedzoliman yang belum ia selesaikan. Maka ini tidak boleh. Sebab haji berlaku hanya bagi yang mampu. Lebih utama melunasi hutang dahulu.Terkadang orang yang berhaji berniat untuk jalan-jalan. Terkadang ada orang berhaji dengan uang syubhat bahkan uang haram. Dan berhaji dengan uang yang haram maka hajinya tertolak. Karena Allah hanya menerima dari yang halal. Terkadang ada orang yang berniat haji hanya ingin agar dipanggil haji oleh orang-orang. Ada sebagian jamaโ€™ah haji yang berkumpul di suatu tempat namun hati mereka kotor (marah-marah saat ibadah haji karena tersenggol). Padahal seharusnya bukan hanya jasad saja yang bersatu tapi hati saling berjauhan. Dalam berhaji pun dilarang untuk berdebat kusir.Banyaknya orang yang berbangga-bangga karena saking seringnya berhaji. Diantara mereka ditipu iblis, berhaji namun sholatnya tidak dijaga. Terkadang juga ada yang berhaji tapi berniat untuk berjualan.Larangan-larangan dalam berhaji agar mabrur:Tidak berdebat kusirTidak mengeluarkan kata-kata yang menimbulkan syahwatTidak berjimaโ€™ ketika ihramTidak mendzolimi orangAl Imam Ibnu Jauzi mengatakan bahwa iblis menipu mereka agar berbuat bidโ€™ah saat berihram. Seperti saat melakukan thowaf membuka bahu kanannya. Hadits Riwayat Imam Bukhari tanpa di riwayatkan Imam Muslim, dari Ibnu Abbas, โ€œAda seorang thowaf di Kaโ€™bah sambil membawa zimah ( semacam tali), dan tali tersebut diikat di hidung temannya dan ditariknya, seakan-akan temannya itu seperti hewan. Kemudian Rasulullah shalallahu alaihi wasalam menyuruh untukmemotong tali tersebut.โ€ Makna hadits ini adalah larangan untuk berbuat bidโ€™ah ketika thowaf. Karena sebaik-baiknya haji adalah hajiny Rasulullah.Ada sebagian orang yang ditipu iblis ketika berhaji mengaku bertawakal dengan tidak membawa bekal sama sekali. orang itu mengira bahwa itulah tawakal yang sesungguhnya. Mereka berada di puncak kesalahan. Karena Allah menyuruh untuk berbekal agar tidak merepotkan orang lain saat berhaji. Imam Ahmad pernah ditanya seseorang, โ€œBolehkah saya berhaji dengan tawakal yang sesungguhnya tanpa membawa bekal?โ€ Imam Ahmad menjawab, โ€œPergilah berhaji sendirian, jangan bersama rombongan! Karena nanti akan merepotkan orang.โ€Talbis iblis terkait jihad. Mereka keluar berjihad tapi niat dihatinya ingin berbangga-bangga, ingin dikatakan jagoan, ingin mencari ghonimah (harta rampasan perang). Sementara Nabi shalallahu alaihi wasalam bersabda, โ€œsesungguhnya semua amal berdasarkan dari niatnyaโ€. Berbagai macam tipuan iblis dari Abu Musa radiallahu anhu, ada seorang lelaki datang kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasalam dan berkata, โ€œYa Rasulullah bagaimana pendapatmu jika ada seseorang yang berperang menunjukkan keberaniannya, ada yang berperang karena murni membela suku, dan ada orang berperang fii sabilillah, mana diantara ini yang utama?โ€ Maka Rasulullah shalallahu alaihi wasalam menjawab, โ€œSiapa yang berjihad untuk menegakkan kalimat Allah maka fii sabilillahโ€. (HR. Bukhari & Muslim). Fii sabilillah itu berperang menegakkan kalimat-kalimat Allah. Oleh karenanya Ibnu Masโ€™ud mengingatkan, โ€œhati-hati! Jangan kalian berkata si fulan mati syahid. Atau seorang terbunuh mati syahid. Karena ada orang yang berperang karena murni untuk mencari ghonimah. Dan benar ada orang yang berjihad untuk disebut-sebut (riyaโ€™)โ€. Dalam masalah jihad, orang berniat macam-macam dan hanya Allah yang mengetahui niat mereka.Hadits tentang orang yang pertama kali di hisab di neraka jahanam pada hari kiamat, pertama, seorang mati syahid kemudian dihadirkan lalu Allah ingatkan orang tersebut dengan nikmat-nikmat yang telah Allah berikan kepadanya dan Allah bertanya, โ€œApa yang kau lakukan dengan nikmat-nikmat itu?โ€ Dijawabnya, โ€œAku berperang karena engkau, yaa Allah! Sampai aku mati syahidโ€. Allah berkata, โ€œKau dusta, engkau berperang supaya dikatakan pemberani. Niatmu supaya dikatakan pemberani terkabulkanโ€. Kedua, seorang ustdz belajar ilmu agama supaya dikatakan alim, supaya dikatakan ahli qurโ€™an, ahli hadits dan terkenal tapi Allah memasukkannya ke neraka. Ketiga, orang yang dermawan. Allam memberinya harta, lalu Allah bertanya, โ€œApa yang kau lakukan dengan hartamu?โ€ Dijawabnya, โ€œSemua jalan yang ENGKAU suka untuk aku infaq, maka aku infaqkan, yaa Allahโ€. Allah membalas, โ€œKau dusta, kau berinfaq supaya dikatakan dermawan! Maka lemparkanlah ia ke neraka jahanam!โ€ Maknanya, bahwa tidak semua jihad niatnya karena Allah.Dari Abu Hatim Ar-Rozi, dia berkata, โ€œAku mendengar Abdah bin Sulaiman berkata, Suatu hari kami dalam sebuah pasukan kecil bersama Abdullah bin Ibnu Mubarak di negeri Romawi, tiba-tiba bertemu dengan musuh. Ketika bertemu 2 shaf, ada shaf kaum muslimin dan shaf romawi. Ada jagoan dari shaf Romawi mengatan, Ayo siapa yang mau duel melawan saya? Maka ada seorang yang maju dari kaum muslimin. Mereka bertempur berdua dan ternyata kaum muslimin kalah, kejadian berulang hingga ada orang ke-4 yang menerima tantangan orang Romawi itu, dan menang dengan menikamnya.Lalu semua orang dari kaum muslimin datang mengerumini orang ke-4 karena ingin tahu siapa yang yang menaklukkan jagoan Romawi ini. Ternyata orang ke-4 ini menutup wajahnya karena tidak ingin diketahui orang. Tapi saya tarik penutup wajahnya, ternyata orangke-4 itu adalah Ibnu Mubarakโ€.Komentar Ibnu Jauzi akan peristiwa ini, โ€œLihatlah kalian para pembaca semoga Allah merahmati kalian. Lihatlah orang yang mulia, yang ikhlas ini, bagaimana ia takut ikhlaslah terganggu maka ia menutup wajahnya.โ€ Para salaf takut akan amal sholehnya rusak karena takut riyaโ€™. Ibrahim bin Adham, ketika beliau berjihad kemudian menang, beliau tidak mengambil ghonimah karena ingin jihadnya sempurna. Talbis iblis terkait seorang mujahid. Terkadang iblis menipu seorang mujahid ketika dia menang dan dia mendapat ghonimah, kemudian ia mengambil bagian ghonimah padahal itu bukan bagian dari haknya. Mungkin ia tidak punya ilmu sehingga ia menyangka bahwasanya seluruh harta orang kafir halal untuk diambil. Padahal ia tahu dalam aturan jihad, tidak boleh mengambil harta sebelum dikumpulkan oleh amir. Setelahnya amir yang membagikan. Mengambil ghonimah sendiri sebelum dikumpulkan dan dibagikan amir disebut harta ghulul.Dalam hadits shahih dari Abu Hurairah radhiallahu anhu berkata, โ€œSuatu hari kami berangkat dalam perang Khaibar dan akhirnya kami menakhlukkan Khaibar dan ada ghonimah. Ketika itu kami hanya mendapatkan ghonimah berupa perabot, makanan. Kemudian kami pergi ke suatu lembah. Dan bersama Nabi shalallahu alaihi wasalam ada budaknya. Saat kami singgah di lembah tersebut, budak Rasulullah ini melepas pelana onta tiba-tiba ada panah asing ke arahnya, dan dia meninggal karena panah tersebut. tatkala kami melihat budak itu meninggal karena anak panah itu, kami pun memberinya selamat baginya karena mati syahid. Lalu Rasulullah shalallahu alaihi wasalam berkata, Tidak, demi Dzat yang Muhammad ada di tangannya, seseungguhnya kain telah menyalakannya untuk membakarnya, dia telah mengambil kain dari harta ghonimah perang Khaibar padahal belum ada pembagian dan balasannya seperti mengambil api nerakaโ€. Pengaruh iman dan ilmu untuk menjaga diri dari fitnah harta, bisa jadi seorang mujahid tahu bahwasanya mengambil harta ghulul hukumnya haram, tetapi karena hatinya tidak sabar dan merasa mempunyai kontribusi telah ikut berperang dan menganggap boleh.Catatan pribadi kajian kitab Talbis Ibliskarya Al Imam Ibnu Jauzi Pemateri: Ust. Firanda Andirja, M.AChallenge: @komunitas.beekindPencatat: @umlinote

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 10 Jun 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“ Talbis Iblis #jejakcahaya4 hari lalu
D
Dwi Linda Blitariani Rengen

๐Ÿ“ Kota Depok

Talbis Iblis kepada Ahli Ilmu

Kebanyakan orang berhaji bukan karena ketakwaan, melainkan karena ingin jalan-jalan, ingin dipuji atau terlihat berapa kali haji.Ada yang memaksakan haji, sementara ia masih memiliki utang yang belum dilunasi atau melanggar hak orang tua, padahal berbakti kepada orang tua lebih utama dari pada haji.Iblis menipu orang untuk berhaji dengan harta yang haram atau subhat.Allah tidak menerima ibadah kecuali yang brsumber dari harta yang baik.Sebagian haji melakukan bid'ah dalam manasik atau nekat membawa bekal dengan alsan "tawakal" yang keliru. Iblis mendorong seseorang berjihad agar disebut pemberani atau karena fanatisme kesukuan, bukan untuk menegakkan kalimat Allah.Kesalahan dalam jihad adalah mengambil harta rampasan perang (ghonimah) sebelum dibagikan secara resmi oleh pemimpin. Ibnu Jauzi menekankan bahwa perbuatan ini disebut ghulul dan sangat berbahaya, bisa menghalangi seseorang mendapatkan pahala syahid.PPentingnya seseorang mujahid membekalli diri dengan ilmu syar'i agar tidak terjebak dalam ketamakan terhadap harta.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 10 Jun 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“ Talbis Iblis #jejakcahaya4 hari lalu
H
Haniva Eka Kusuma

๐Ÿ“ Kabupaten Bogor

Talbis Iblis - Ringkasan bagian 8

Talbis Iblis - 8Talbis Iblis terhadap ahli ilmu (bagian 4) Imam ibnu jauzi menyebutkan: Talbis Iblis terkait ibadah HajiBeliau berkata, terkadang orang sudah melaksanakan ibadah haji dan kewajiban haji sudah selesai. Karena kewajiban haji itu hanya sekali seumur hidup. Kemudian ada seseorang yang ingin haji sunnah. Tapi kadang haji sunnah tersebut tidak sesuai aturan.Contoh: โ€ข ternyata dia berhaji tapi tidak di ridhoi oleh orangtuanya.Jika dia haji sunnah tetapi orangtuanya lebih butuh bantuan, maka tidak usah dia kerjakan. Karna membantu orangtua lebih utama. Lain halnya dengan haji wajib, tetap harus jalan (walau orangtua marah)Dan ini adalah kesalahan. โ€ข terkadang orang berhaji (meskipun haji pertama) tetapi dia punya hutang. Atau kedzoliman2 yang belum dia selesaikan. Ini tidak boleh. Haji itu bagi orang yg mampu..Yg tidak mampu maka tidak wajib berhaji.Diantaranya seorang berhaji itu memiliki uang lebih, hutangnya sudah dia lunasi, dan dia memiliki bekal yg cukup selama perjalanan haji. Dan untuk keluarga yg ditinggal haji. Kemudian keselamatan di jalan. Dan banyak syarat2 (ititho'ah) yg harus dia penuhi. โ€ข terkadang dia berhaji dengan harta yg syubhat (bahkan ada yang dengan harta yg haram) maka seorang yg berhaji dengan harta yg haram (disebutkan dalam atsar) dia mengatakan: "labbaik Allaahumma labbaik" maka dikatakan kepadanya "laa labbaikalak wala sa'daik" Tidak ada labbaik bagimu. "Maalu kamaalul haroom" Hartamu adalah harta yg haram. โ€ข ada diantara mereka yang ibadah haji karena ingin bertemu orang-orang (riya) itu niat yg tidak benar โ€ข sebagian  jama'ah haji berkumpul di sekeliling ka'bah dengan hati yg kotor dan bathin yg tidak bersih. Iblis menampakkan kepada mereka, yg penging kalian haji.Haji itu pendekatan dari hati, bukan hanya fisik saja namun hati bermusuh2an. Dan itu hanya bisa terjadi diatas taqwa. โ€ข diantaranya ada yg berhaji untuk memperbanyak jumlah hajinya.Jika haji berulang2 tapi dia tidak membersihkan hatinya, lantas bagaimana? โ€ข diantara mereka ada yg ditipu oleh iblis, mereka semangat haji tetapi sholatnya tidak diperhatikan.Ada pula yg berjualan, tetapi curang Berhaji dengan taqwa. Berbekal lah ketika haji dan sebaik-baik bekal adalah TAQWA.Bagaimana kau mau haji, sementara sering maksiat? โ€ข iblis juga menipu mereka dengan diantara mereka melakukan bid'ah saat manasik haji. Yang bukan dari manasik haji. โ€ข iblis menipu mereka dengan mengaku bertawakkal, maka merekapun berhaji tanpa bekal. Dan mereka meyakini haji tanpa bekal itu tawakkal yg sesungguhnya. Dan mereka ada di puncak kesalahan. โ€ข Iblis menipu banyak orang dalam masalah jihad. Mereka keluar untuknberjihad, sementara diantara mereka ada  niatnya untuk berbangga2an (riya), kadang dia ingij dikatakan sang jagoan, dan terkadang mereka jihad hanya untuk mencari ghonimah, sementara nabi bersabda, "innamal a'maalu binniatPengaruh iman dan ilmu untuk menjaga diri dari fitnah harta. Agar tidak mengambil harta yg haram.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 10 Jun 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“ Talbis Iblis #jejakcahaya4 hari lalu
P
putri anggraini

๐Ÿ“ Kota Samarinda

Talbis Iblis 8 Talbis Iblis Terhadap Ahli Ilmu Bagian 4

Talbis Iblis pada ibadah hajiImam Ibnul Jauzi rahimahullah terkadang orang sudah berhaji dan kewajiban haji sudah selesai. Kewajiban haji itu sekali seumur hidup. Tapi orang ini ingin berhaji lagi, haji sunnah. Namun haji sunnah tidak sesuai aturan. Contoh ternyata dia berhaji lagi, tapi tidak diridhoi orang tuanya. Maka seharusnya bukan lagi haji wajib maka lebih utama berbakti kepada orang tuanya. Terkadang orang berhaji meskipun haji pertama, tapi dia punya hutang atau kedzaliman yang belum dia selesai kan, maka ini tidak diperbolehkan. Haji itu diwajibkan hanya bagi yang mampu. Haji itu :Bagi yang punya uang lebihUtangnya lunasBekal untuk perjalananBekal untuk keluarga yang ditinggalkanKeamanan jalan dan banyak syarat yang harus dipenuhi.Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata ada orang yang berhaji hanya sekedar jalan-jalan, bukan untuk diampuni dosa-dosanya. Ada juga yang berhaji dengan harta syubhat bahkan berhaji dengan harta yang haram.Sebagian Fuqaha, berkata kalau ada seorang yang berhaji dengan harta yang haram. Tanggal 8 naik ontanya dan mabbit di Mina, tanggal 9 wukuf di padang Arofah, kemudian dia mabit dimusdzalifah dia mengatakan "Labai kallahuma Labaik", maka haji nya orang ini tidak diterima.Karena Allah itu baik dan hanya menerima yang baik pula. Seseorang yang berhaji dengan harta yang haram, disebutkan dalam sebuah atsar ketika dia mengucap kan " Labai kallahuma Labaik". Dikatakan kepadanya "tidak ada Labaik bagimu karena hartamu dengan harta yang haram".Ibnul Jauzi rahimahullah berkata juga terkadang seorang berhaji ingin bertemu dengan orang agar dikatakan " Pak Haji sedang berhaji".Terkadang mereka jama'ah berkumpul disekitar Ka'bah dengan hati yang kotor. Iblis menipu hati mereka "yang penting kamu haji". Ketahuilah bahwa yang dimaksud haji adalah agar hati bersih, hati dekat bukan cuman dekat secara jasad, semua itu hanya bisa di bangun diatas ketakwaan. Betapa banyak orang yang berhaji dia saling bersenggolan,  marah-marahan. Allah mensyariatkan "agar mereka menyaksikan ketika mereka melaksanakan ibadah haji melihat manfaat-manfaat ibadah haji". Dalam haji dilarang berjidal (berdebat kusir), terkadang dalam ibadah haji ada yang berkelahi. Berhaji harus hati bersih. Faidah haji kita bisa saling mencintai antara kaum muslimin, sebab dari seluruh dunia kaum muslimin bertemu Saling mencintai di antara kaum muslimin.Kesalahan-kesalahan dalam berhaji :1. Tujuan nya memperbanyak hajinya (dia berkata saya sudah 20 kali wukuf di Arofah). 2. Ibnul Jauzi rahimahullah betapa banyak orang yang tinggal di Mekkah dan Madinah tapi dia tidak berniat membersihkan hatinya. 3. Betapa banyak aku melihat orang yang berhaji memukuli teman hajinya yang lain, dimana sebagian dahulu berangkat haji susah. Baik di suruh untuk mencari air, berjalan diperintah-petintah. 4.Sebagian mereka juga ada ditipu iblis, mereka bsrhaji tapi sholat tidak diperhatikan. Ada mereka yang berhaji sambil berjualan, ternyata jualannya dikurangi.Allah azza wa jalla berfirman berhaji sebaik-baiknya berbekal takwa. Mabrur itu ada aturannya, tidak boleh berbuat dzalim, tidak boleh ada kebohongan,tidak punya surat izin haji, menyerobot ke tenda-tenda orang. Maka ini tidak boleh.5.Ibnul Jauzi rahimahullah berkata banyak orang-orang menyangka yang penting dia sudah berhaji. Iblis membuat dan menipu mereka untuk berbuat bid'ah dalam manasik haji, tidak dibuat sesuai contoh Nabi Muhammad Shallallahu alayhi wa sallam. Contoh orang yang selalu membuka pundaknya terus menerus. Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam bersabda ada seseorang yang selalu membawa Ka'bah membawa tali, dia menarik temannya ditaroh tali di hidungnya. Maka Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam memotong talinya, kalaupun harus dituntun dalam ketaan maka tuntunlah dengan tangan.Imam Ibnul Jauzi rahimahullahKita berusaha untuk mengikuti petunjuk Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam. Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam bersabda ambilah contoh manasik dari Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam. Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam ibadahnya sempurna. Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad Shallallahu alayhi wa sallam.6. Terkadang orang berhaji  mengaku bertawakal, maka mereka pun pergi haji tanpa bekal. Dan mereka menyangka berhaji tanpa bekal itulah tawakal. Padahal itu adalah tipuan iblis, haji diperintahkan Allah harus dengan bekal. Agar tidak merepotkan orang. Seseorang pernah ada bertanya pada Imam Ahmad, "wahai imam Ahmad, aku ingin bertawakal dengan tawakal yang sempurna tanpa membawa bekal". Imam Ahmad menjawab " Engkau harus berhaji sendirian tidak ikut rombongan, dan jangan berhaji hanya numpang makan".Allah berfirman siapkan bekal untk berhaji, bekal untuk diri sendri, bekal untuk keluarga yang ditinggalkan. Allah bahkan menegur orang-orang Yaman yang ingin berhaji tanpa bekal dalam QS. Al-Baqarah. Tawakal itu harus ikhtiar, tawakal tanpa ikhtiar.Talbis iblis dalam perkara jihad fi sabilillahIbnul Jauzi rahimahullah berkata iblis telah menipu banyak orang. Maka mereka yang keluar untuk jihad, sementara ada diantar mereka niatnya untuk bangga-banggan, dengan riya'. Ada yang ingin dikatakan sang jagoan, ada yang berangkat jihad untuk mencari harta ghonimah. Sedangkan Nabi Muhammad bersabda inna a'malu bin niat.Dari Abu Musa Al-Asari radhiyallahu anhu, ada seseorang lelaki yang datang pada Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam "wahai Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam bagaimana pendapat anda tentang seseorang yang berperang karena menunjukkan keberanian nya, kadang orang berperang untuk membela suku. Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam menjawab siapa yang berperang karena menegakkan kalimat Allah maka ini jihad fi sabilillah.Ibnul Masu'ud berkata, hati-hati jangan kalian berkata fulan mati syahid. Karena ada orang berjihad untuk mencari ghonimah, ada orang yang berperang ingin dia disebut-sebut.Cukup kita mengatakan "semoga Allah mencatat saudara kita sebagai mati syahid" Untuk memastikan satu satu fulan mati syahid maka ini tidak boleh.3 orang yang pertama di sidang yaitu orang yang pertama kali dia berjihad, kedua orang yang suka membaca Al-Qur'an, yang ketiga orang yang dermawan. Ini 3 orang yang ternyata dilemparkan Allah ke dalam neraka.Imam Ibnul Jauzi rahimahullah menyebutkan seorang ulama ahli hadist yang menjaga keikhlasan. Dari Abu Hatim Ar-Rozi aku berkata mendengar Abdah bin Sulaiman berkata,  suatu hari kami berada dalam suatu pasukan kecil bersama Abdullah bin Mubarok di Rum. Tiba-tiba kami berhadapan dengan musuh, ketika berhadapan dua shaf, shaf kaum muslimin dan kaum kafir. Maka ada seseorang pun yang maju dan dia keluar bertempur dan mati dengan orang kufar, sampai 3 orang mati dibunuh oleh orang kafir. Dan datanglah orang ke 4 dia menikam orang kafir itu. Orang nomor 4 menutup mukanya  agar orang tidak diketahui siapa dia, ternyata itu adalah Abdullah bin Mubarok. Abdullah bin Mubarok sangat takut dan berusaha menjaga keikhlasannya. sedangkan kita sangat berusaha riya' dan berusaha pamer kepada semua orang.Adalah ibrahim bin Adham ketika menang jihad dia tidak mau mengambil ghonimah agar pahalanya sempurna. Tipuan iblis terhadap orang yang berjihad, ibnul Jauzi rahimahullah iblis menipu seorang Mujahid ketika dia memang dan mendapat ghonimah, dia menyangka semua ghonimah miliknya padahal itu bukan haknya. Harta ghonimah sebelum dikumpulkan oleh amir maka tidak boleh.Dalam hadist yang disampaikan oleh Abu Hurairah radhiyallahu anhu, suatu hari kami berangkat berperang di Khaibar dan kami menang pada Khaibar. Dan kami tidak mendapat kan ghonimah berupa harta, kami hanya mendapatkan ghonimah berupa makanan. Lalu kami pergi ke suatu lembah dan disana ada Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam dan budaknya, ketika kami disana dan dia melepaskan pelana onta dia terkena panah. Dan kami memberikan selamat karena dia mati syahid. Ternyata Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam bersabda Demi jiwaku yang berada di tangannya, sesungguhnya dia telah mengambil kain diam-diam pada ghonimah dalam perang Khaibar, dia telah menyalakan api untuk membakar. Maka sebagian orang sangat ketakutan, ini masalah sepele ternyata ini hal yang sangat mengerikan. Dan pada saat itu ada seseorang yang mengambil tali sendal, maka dia kembalikan Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam berkata ini dineraka. Dia mengambil api neraka.Rasulullah shallallahu alayhi wa sallam bersabda dia mengambil potongan api neraka, dia mengambil harta saudara nya meskipun sepotong kayu siwak.Pengaruh iman dan ilmu untuk menjaga fitnah hartaBisa jadi seorang Mujahid mengetahui mengambil harta sebelum pembagian, hukumnya haram tapi dia tidak sabar melihat ghonimah maka hatinya berubah. Dia menyangka itu semua akan termaafkan dengan jihad. Maka ini sangat dibutuhkan berkumpul nya antara iman dan ilmu. Jangan remehkan dan makan barang sedikit pun milik orang lainImam Ibnu Jauzi rahimahullah berkata kami dari Abu Ubadiah Al-Anbali kami menaklukkan kota Mada'in, mereka mengumpulkan harta ghonimah. Maka tiba-tiba ada seorang membawa harta ghonimah dan mengembalikan ghonimah padahal itu hak dia. Apa yang dia dapatnya itu banyak sekali, kata dia "saya tidak mau ambil sama sekali, kecuali karena Allah". Orang-orang bertanya " siapa engkau? " Dia menjawab "kalian tidak perlu tau, tapi saya memuji Allah". Ada yang mengikutinya saat di pergi, dan diketahui dia adalah Amir bin Abdi Qois, ulama Tabi'in ahli ibadah yang mengumpulkan antara iman dan ilmu.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 10 Jun 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“ Talbis Iblis #jejakcahaya4 hari lalu
U
Ulfa Puspitasari

๐Ÿ“ Kota Administrasi Jakarta Selatan

Talbis iblis terhadap ahli ilmu (bag 4)

Talbis iblis #6: Talbis Iblis Terhadap Ahli Ilmu (Bag-2) - Ust Dr. Firanda Andirja Kajian dimulai dengan pembahasan dari kitab Talbis Iblis, yang membahas berbagai tipu daya dan muslihat iblis dalam menggangu ibadah manusia. Iblis berniat merusak ibadah kita, sehingga kita merasa melakukan ibadah, namun pada kenyataannya ibadah tersebut terganggu atau bahkan tidak sah. Salah satu tipu daya iblis adalah mencampuri niat dalam shalat. Ada orang yang berniat shalat namun karena waswas atau keraguan, ia mengulangi niatnya berkali-kali, padahal niat tidak batal hanya karena ucapan salah atau repetisi lafal. Niat sebenarnya hanya perlu hadir dalam hati sekali saja. Contoh kasus lain, orang ragu saat takbiratul ihram lalu mengulanginya terus-menerus, padahal jika imam sudah rukuk, biasanya niat langsung hadir sempurna karena takut tertinggal rakaat.Banyak yang sampai bersumpah agar hanya takbir sekali karena waswas berulang-ulang, bahkan ada yang bersumpah dengan sesuatu yang berat untuk menguatkan niat takbir sekali, padahal ini termasuk tipu daya iblis yang menyulitkan diri sendiri.Disebutkan juga kisah Abu Hazim yang mendapatkan bisikan waswas dari iblis: "Shalatmu tanpa wudhu". Ia menepis bisikan tersebut dengan tegas karena tahu itu hanya tipu daya iblis. Implikasi utamanya adalah bahwa niat hadir di hati saat hendak melaksanakan shalat, dan tidak perlu diulang-ulang untuk memperbaiki lafaz niat karena bukan kewajiban melafalkannya.Penjelasan lebih lanjut:Niat adalah dalam hati, bukan pada lafaz.Pengulangan niat untuk memperbaiki lafaz hanya akan menimbulkan keraguan yang tidak perlu.Lafal niat tidak wajib, yang wajib adalah kehadiran niat di hati.Jika seseorang merasa belum mengucapkan niat padahal sudah, ini merupakan penyakit waswas.Kisah dan pendapat dari Imam Ibnu Aqil dipaparkan: seseorang yang terus merasa belum selesai wudhu atau takbirannya, padahal sudah, disebut sebagai orang gila dan tidak wajib shalat. Ini mempertegas bahwa keraguan yang berlebihan adalah penyakit.Sebab utama waswas niat adalah kebodohan terhadap syariat. Contoh analogi: ketika bertemu ulama dan berdiri untuk menyambutnya, niat sudah langsung hadir di hati tanpa perlu dilafalkan. Begitu juga niat shalat sudah hadir saat seseorang berdiri untuk shalat tanpa harus dirinci dan dilafalkan.Niat shalat sudah mencakup:Jenis shalat (fardu, sunnah) Waktu pelaksanaan Jumlah rakaat, arah kiblat, status sebagai makmum atau imamSemua ini sudah tersusun dalam satu saat tanpa perlu perincian panjang atau pelafalan formal.Inti penting yang ditekankan Ibnu Jauzi:Niat itu mudah dan tidak sesulit yang dibayangkan.Tidak perlu membebani diri dengan lafaz dan perincian kompleks.Niat boleh didahulukan sebelum takbiratul ihram.Bahasan fikih terkait niat pada rukun pertama ibadah:Dalam wudhu, niat harus hadir saat melakukan rukun pertama (mencuci wajah).Dalam shalat, rukun pertama adalah takbiratul ihram.Akan tetapi, menggabungkan niat yang panjang dan takbiratul ihram secara bersamaan secara sempurna sangat sulit.Rasulullah tidak membebankan yang terlalu rumit ini.Banyak orang waswas karena sulitnya menyelaraskan niat dengan takbir (yang berarti menghayati makna "Allah Maha Besar" sambil menghadirkan niat terperinci). Oleh karena itu, jangan terlalu berlebihan dalam mengulang-ulang takbir dan niat.Dalam hadis dan riwayat dari Abdullah bin Masโ€™ud dan sahabat lain disebutkan bahwa Nabi Muhammad dan para sahabat tidak melakukan pelafalan niat secara panjang dan berulang-ulang. Menyulitkan diri dalam ibadah adalah sesuatu yang diwaspadai dan tidak dicontohkan oleh Nabi dan sahabat.Dikatakan juga muslihat iblis ada pada orang yang terlalu sibuk mengatur niat dan takbir sementara shalatnya sendiri kurang diperhatikan. Contoh lain: setelah takbir, makmum yang masbuk terkadang terlalu lama membaca doa-doa sunnah sehingga tertinggal rukuk imam.Prioritas ibadah harus diperhatikan:Tidak boleh mengutamakan sunnah sekaligus meninggalkan kewajiban. Misalnya, jika tertinggal rukuk, sebaiknya langsung baca Al-Fatihah, tanpa doa istiftah atau taโ€™awudz agar tidak tertinggal imam.Ibnu Jauzi mencontohkan bahwa para ulama berbeda pendapat soal kewajiban membaca Al-Fatihah bagi makmum, tetapi sunnah-sunnah seperti doa istiftah dan taโ€™awudz tidak boleh sampai mengganggu kewajiban. Jangan sampai yang sunnah malah dilaksanakan, tapi yang wajib terabaikan.Tipu daya iblis lainnya adalah menyebabkan orang meninggalkan sunnah karena masalah pribadi atau ketakutan riya, seperti memilih untuk tidak isi saf terdepan demi agar hatinya fokus, atau takut dianggap khusyuk. Ini tetap termasuk kesalahan dan kekurangan ilmu.Hadis shahih menegaskan keutamaan saf pertama dalam shalat berjamaah. Jangan takut salah paham orang, yang penting adalah memperbaiki hati dan mengikuti sunnah.Contoh lain sunnah yang sering dilalaikan adalah posisi tangan saat shalat yang diajarkan Nabi yaitu tangan kiri di atas kanan. Sebagian orang meninggalkan ini karena alasan pribadi, padahal ini termasuk sunnah penting dalam shalat.Kesimpulan penting oleh Ibnu Jauzi:Jangan meninggalkan syariat hanya karena mengikuti kebiasaan atau pendapat seseorang, walaupun orang tersebut saleh.Ulama bukan maksum, dan pendapat mereka bisa salah.Yang dijadikan pegangan adalah dalil dari Al-Quran dan hadis.Ditekankan bahwa keluar dari kaidah ibadah lalu berlebih-lebihan adalah kesalahan:Contohnya pada bacaan Al-Quran dalam shalat: mentahqiq (pelafalan huruf) yang terlalu berlebihan bisa membuat keluar dari aturan yang benar.Iblis membuat orang terlalu fokus pada tajwid sampai lupa makna, sementara tujuan membaca Al-Quran adalah memahami makna.Tipu daya lain: sebagian orang ahli ibadah hanya fokus pada gerakan berdiri dan duduk, tanpa memperhatikan hal-hal wajib lainnya sehingga ibadahnya kurang sempurna.Praktik lain yang tertangkap adalah beberapa makmum sudah ikut salam ketika imam salam padahal tasyahhud belum selesai. Ini tidak ditanggung oleh imam dan haram ditinggalkan tasyahhud sampai selesai.Ada juga yang memanjangkan salat dengan bacaan berjamaah, tapi melalaikan sunnah dan mengerjakan yang makruh.Contoh kasus salat siang (dhuha) dengan suara keras untuk menghilangkan ngantuk adalah kesalahan karena melanggar adab sunnah.Perhatian soal prioritas ibadah:Jangan sampai terlalu fokus pada salat malam sehingga salat fardu tertinggal.Salat fardu berjamaah lebih utama daripada salat malam.Jika seorang berlebihan dalam persiapan salat fardu (misal kesiapan untuk berjamaah), bisa membuatnya tertinggal salat berjamaah dan ini salah.Contoh nyata kebodohan menurut syariat: berjalan di siang hari supaya tidak mengantuk untuk shalat malam. Nabi mengajarkan agar badan juga diperhatikan, jika mengantuk hendaknya tidur.Rasulullah melarang memaksakan berdiri salat jika capek; boleh duduk salat sunah.Jika ngantuk saat shalat, lebih baik tidur dahulu agar shalat dengan semangat dan khusyuk.Salat Nabi Daud yang jadi contoh adalah dengan bertahap menjalankan salat malam tanpa berlebihan.Tidak ada riwayat Nabi Muhammad pernah begadang semalaman tanpa tidur. Sunnah lebih menekankan keseimbangan ibadah dan istirahat.Iblis juga menipu dengan riyaโ€™, memprovokasi orang agar suka mempublikasikan amal saleh mereka.Contoh negatif: seseorang sengaja mengabarkan azan tepat waktu untuk menunjukkan bahwa dia tidak tidur semalaman, yang pada hakikatnya adalah riyaโ€™ terselubung.Dalil penting: Allah memuji orang yang berinfak secara terang-terangan jika niatnya ikhlas, tapi amal tersembunyi lebih utama.Iblis memancing riya juga dalam urusan menangis dalam ibadah. Bila seseorang bisa menahan tangis, sebaiknya menahan, karena menampilkan tangis bisa menjadi riya.Orang yang gemar beribadah di masjid supaya terlihat dan menjadi pusat perhatian juga bagian dari tipu daya iblis.Rasulullah menegaskan shalat sunnah terbaik adalah di rumah kecuali salat fardu yang disunnahkan di masjid agar tidak dikenal riya.Beberapa sahabat salat malam sambil menyembunyikan ibadahnya agar tidak diketahui orang lain, menghindari riya.Manusia memiliki nafsul lawwamah yaitu jiwa yang suka mencela dirinya ketika melakukan kesalahan atau maksiat, sebagai kontrol internal agar jangan melakukan riyaโ€™.Penting untuk menghentikan diri saat ada tanda riyaโ€™, jangan lanjutkan cerita atau pamer amal saleh.Iblis terus menggoda manusia dan ibadah harus dilakukan dengan ikhlas, menutup pintu riyaโ€™ dan kesombongan.Kajian akan dilanjutkan pada pembahasan talbis iblis dalam ibadah lainnya seperti baca Qurโ€™an, puasa, dan haji.Kesimpulan Utama: Ibadah harus dilaksanakan dengan niat yang ikhlas dan sederhana, tidak rumit dan tidak berlebihan.Waswas dan kebingungan dalam niat serta pelaksanaan adalah tipu daya iblis untuk mengganggu keikhlasan dan kekhusyukan.Prioritaskan kewajiban dalam ibadah, jangan sampai tertukar dengan pelaksanaan sunnah yang menyebabkan kelalaian.Hindari riyaโ€™ dengan menjaga amal tetap tersembunyi, tidak diumumkan kecuali untuk maslahat syarโ€™i dan ikhlas.Pelajari dan pahami dalil sebagai pedoman utama dalam beribadah, jangan semata mengikuti kebiasaan atau pendapat individu.Istirahat dan menjaga kesehatan juga merupakan bagian dari ibadah yang diperintahkan oleh Nabi

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 10 Jun 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“ Talbis Iblis #jejakcahaya4 hari lalu
A
Amika Aspar

๐Ÿ“ Kota Administrasi Jakarta Selatan

Talbis Iblis #8

Talbis Iblis #8: Talbis Iblis Kepada Ahli Ilmu (Bag-4) - Ust Dr. Firanda Andirja MATipu Daya Iblis dalam Ibadah Haji 1. Mengutamakan Haji Sunnah dan Melalaikan Bakti kepada Orang Tua Imam Ibnul Jauzi rahimahullah menyebutkan bahwa terkadang seseorang telah menyelesaikan kewajiban haji pertamanya (karena haji wajib hanya sekali seumur hidup). Kemudian, ia ingin melaksanakan haji sunnah yang berulang-ulang, namun pelaksanaannya tidak sesuai dengan aturan syariat. Contohnya, ia pergi berhaji sunnah tanpa mendapatkan rida dari orang tuanya, padahal orang tuanya saat itu sedang memiliki keperluan yang membutuhkan kehadirannya. Dalam kondisi ini, berbakti dan membantu orang tua jauh lebih utama daripada mengejar ibadah sunnah. Mengutamakan haji sunnah hingga membuat orang tua marah atau telantar merupakan salah satu bentuk tipu daya iblis. Lain halnya jika yang dilaksanakan adalah haji wajib yang pertama kali, maka ia tetap harus ditunaikan meskipun orang tua tidak meridai. 2. Berhaji dalam Kondisi Memiliki Utang dan Kezaliman Banyak orang memaksakan diri pergi berhaji padahal mereka masih memiliki tanggungan utang atau kezaliman yang belum diselesaikan dengan sesama manusia. Kewajiban haji hanya berlaku bagi mereka yang mampu secara finansial, fisik, dan keamanan jalur perjalanan. Syarat kemampuan (istitha'ah) ini mencakup memiliki dana yang sudah melebihi pelunasan utang serta tersedianya nafkah yang cukup bagi keluarga yang ditinggalkan selama masa safar. Orang yang memprioritaskan haji sementara utangnya menumpuk adalah bentuk kekeliruan, karena melunasi utang hukumnya wajib sedangkan haji bagi yang tidak mampu tidaklah dipaksakan. Selain itu, ada pula sebagian orang yang pergi berhaji dengan tujuan murni untuk pesiar atau sekadar jalan-jalan di kota Makkah dan Madinah, bukan untuk mencari ampunan Allah. 3. Berhaji dengan Harta Syubhat dan Haram Sebagian orang berhaji menggunakan harta yang tidak jelas asal-usulnya (syubhat) atau bahkan bersumber dari jalan yang haram. Para ahli fikih menjelaskan bahwa orang yang pergi melaksanakan rangkaian manasik haji dari Mina, Wukuf di Arafah, hingga mabit di Muzdalifah dengan harta haram, maka ibadahnya tidak akan diterima di sisi Allah. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah atsar, ketika orang tersebut mengumandangkan Labaik Allahumma Labaik, maka malaikat akan menjawab bahwa tidak ada sambutan kebaikan baginya karena bekal dan hartanya adalah haram. Sesungguhnya Allah itu Maha Baik dan tidak menerima kecuali dari sesuatu yang baik-baik pula (Innallaha thayyibun la yaqbalu illa thayyiba). 4. Niat Riya dan Hilangnya Esensi Kesatuan Hati Iblis menipu sebagian jemaah dengan menanamkan pemikiran bahwa yang terpenting adalah jasad mereka telah sampai di tempat-tempat suci dan menyelesaikan rukun haji, meskipun hati mereka kotor dan penuh batin yang tidak bersih. Esensi utama ibadah haji adalah mendekatkan hati kepada Allah (alqurbu bil qulub), bukan sekadar kedekatan fisik semata. Banyak jemaah haji yang terjebak dalam pertengkaran, saling menyenggol, dan marah-marahan saat berdesak-desakan. Padahal Allah melarang perbuatan jidal (debat kusir/bertengkar) selama haji. Salah satu hikmah dikumpulkannya umat Islam dari seluruh penjuru dunia (Afrika, Cina, Eropa, hingga Indonesia) adalah agar mereka saling mengenal, menyayangi, dan menguatkan persaudaraan, bukan saling menjatuhkan atau bertengkar dengan sesama jemaah, apalagi dengan istri sendiri selama perjalanan. 5. Bangga dengan Kuantitas Haji dan Melakukan Kemaksiatan saat Safar Sebagian orang mengejar kuantitas dengan berhaji berulang kali hanya untuk tujuan kesombongan, lalu memamerkannya kepada orang lain dengan berkata bahwa dirinya telah puluhan kali wukuf di Arafah. Ibnul Jauzi juga mengkritik fenomena sebagian orang yang tinggal lama di Makkah atau Madinah tetapi tidak memanfaatkan waktu untuk membersihkan hati mereka. Pada masa dahulu, perjalanan haji sangat berat dan melelahkan. Beliau menceritakan melihat sebagian jemaah yang berbuat zalim dengan memukuli atau merepotkan pembantunya di jalan hanya untuk mencarikan air. Ada pula yang sibuk berdagang selama safar haji namun tega mengurangi timbangan (tatfif). Mereka tertipu oleh bisikan iblis bahwa segala kemaksiatan tersebut otomatis akan terhapus setelah haji selesai. Padahal, haji yang diampuni dosanya hingga bersih seperti bayi yang baru lahir adalah haji yang mabrur, yaitu haji yang dikerjakan sesuai aturan sunnah, ikhlas, serta bersih dari perkataan kotor (rafats), kefasikan (fusuq), dan pertengkaran (jidal). 6. Kebohongan Prosedural dan Penyerobotan Fasilitas Pada masa sekarang, banyak orang melakukan berbagai kebohongan administratif dan pemalsuan demi bisa berangkat haji, dengan dalih bahwa Allah Maha Pengampun. Memulai ibadah suci dengan kebohongan adalah cara yang salah, karena jika seseorang memang tidak mampu menempuh jalur resmi yang prosedural, maka Allah tidak membebankan kewajiban haji kepadanya. Bentuk kezaliman lain yang sering terjadi adalah jemaah yang menyusup tanpa izin resmi lalu menyerobot masuk ke tenda-tenda jemaah lain dan menggunakan fasilitas mereka tanpa hak. Tindakan egois ini menyulitkan jemaah lain yang sah dan merusak esensi haji mabrur. 7. Berbuat Bidah dalam Manasik Haji Iblis memalingkan jemaah haji dengan membisikkan amalan-amalan baru (bidah) yang tidak pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Ibnul Jauzi mencontohkan sebagian jemaah yang sengaja terus-menerus membuka pundak kanannya (idhthiba') selama berhari-hari di bawah terik matahari hingga kulitnya rusak. Padahal, aturan membuka pundak kanan hanya disyariatkan saat pelaksanaan Tawaf Kudum atau Tawaf Umrah saja, bukan pada tawaf sunnah, Tawaf Ifadah, Tawaf Wada, ataupun dalam aktivitas harian ihram lainnya. Beliau juga membawakan hadits Ibnu Abbas dalam Shahih Bukhari tentang Nabi yang memotong tali penuntun seorang pria yang bertawaf sambil ditarik hidungnya seperti hewan. Meskipun niat orang tersebut adalah bentuk kepasrahan dan tawadu di hadapan Allah, Nabi tetap melarangnya karena hal tersebut merupakan bidah. Ibadah yang terbaik adalah yang mengikuti petunjuk Rasulullah secara murni tanpa ditambah-tambah, seperti kekeliruan sebagian orang yang mengkhususkan shalat sunnah dua rakaat setelah melaksanakan Sa'i, padahal tidak ada tuntunannya. 8. Salah Memahami Konsep Tawakal (Haji Tanpa Bekal) Sebagian kaum pergi berhaji tanpa membawa bekal finansial sama sekali dengan alasan mereka telah bertawakal penuh kepada Allah. Imam Ahmad bin Hambal pernah menegur orang yang berniat seperti ini dengan mengatakan bahwa jika ia pergi dalam rombongan tanpa bekal, maka pada hakikatnya ia tidak bertawakal kepada Allah, melainkan bertawakal pada isi kantong dan perbekalan anggota rombongan lainnya sehingga menyusahkan orang lain. Tawakal yang benar adalah melakukan ikhtiar dan mempersiapkan bekal secara maksimal, lalu menyerahkan hasilnya kepada Allah. Seseorang wajib mencukupi kebutuhan dirinya sendiri serta memastikan nafkah keluarga yang ditinggalkan di rumah terpenuhi dengan baik selama masa kepergiannya, bukan malah menelantarkan mereka demi mengejar ibadah sunnah.Tipu Daya Iblis dalam Ibadah Jihad Fisabilillah 1. Riya dan Sifat Pamer dalam Berjihad Iblis menipu banyak orang yang keluar ke medan perang dengan merusak niat mereka. Ada yang berperang demi kesombongan, ingin disebut sebagai pahlawan yang gagah berani, ingin membela suku/golongan (ashabiyah), atau murni demi mencari harta rampasan perang (ghanimah). Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menegaskan dalam hadits Abu Musa Al-Asy'ari bahwa seseorang baru dikatakan berada di jalan Allah (fisabilillah) apabila ia berperang dengan niat yang ikhlas murni untuk menegakkan kalimat Allah agar menjadi yang paling tinggi. Ibnu Mas'ud juga mengingatkan agar tidak terburu-buru memastikan secara mutlak bahwa si Fulan mati syahid, melainkan berdoalah dengan kalimat "Semoga si Fulan dicatat sebagai syahid," karena tidak ada yang mengetahui isi hati dan niat seseorang yang sebenarnya kecuali Allah. 2. Ancaman bagi Orang yang Salah Niat Hadits sahih mengenai tiga golongan manusia yang pertama kali dilemparkan ke dalam neraka Jahanam pada hari kiamat. Salah satunya adalah seorang pria yang mati di medan perang. Di hadapan Allah, ia mengaku telah berperang di jalan-Nya hingga syahid. Namun Allah membantahnya dan menyatakan bahwa ia berdusta; ia berperang hanya agar dipuji sebagai orang yang berani, dan pujian dunia itu telah ia dapatkan. Akhirnya, ia diseret di atas wajahnya dan dilemparkan ke dalam neraka. Hal ini membuktikan bahwa ibadah yang agung seperti jihad sekalipun akan menjadi sia-sia dan mendatangkan siksa apabila dicampuri oleh penyakit riya. Berbeda dengan para salaf terdahulu, seperti kisah Abdullah bin Mubarak yang menyembunyikan identitasnya dengan memakai penutup wajah setelah berhasil memenangkan duel melawan musuh kuat di medan perang Romawi, karena beliau sangat takut terjebak dalam pujian manusia. 3. Mengambil Harta Ghanimah Sebelum Dibagikan (Gulul) Bentuk talbis iblis berikutnya adalah membisikkan kepada para pejuang bahwa semua harta orang kafir di medan perang berstatus halal untuk langsung diambil secara pribadi. Ketidaktahuan akan ilmu agama ini menjerumuskan mereka ke dalam dosa Gulul, yaitu mengambil harta rampasan perang secara sembunyi-sembunyi sebelum dikumpulkan dan dibagikan secara resmi oleh pemimpin pasukan (Amir). Hadits Abu Hurairah tentang seorang budak Nabi yang tewas terkena anak panah misterius di lembah Khaibar. Ketika para sahabat memberikan ucapan selamat karena mengira budak tersebut mati syahid, Nabi langsung menyangkalnya dan mengabarkan bahwa selembar kain yang diambil secara diam-diam oleh budak tersebut sebelum pembagian ghanimah kini telah berubah menjadi kobaran api neraka yang membakarnya. Mendengar hal itu, para sahabat yang lain ketakutan dan langsung mengembalikan barang-barang kecil, bahkan termasuk tali sandal yang sempat mereka ambil tanpa izin.Pentingnya Perpaduan antara Ilmu dan ImanPembahasan diakhiri dengan sebuah pasal mengenai pengaruh iman dan ilmu sebagai benteng utama untuk menjaga diri dari fitnah harta. Seseorang tidak cukup hanya mengandalkan ilmu semata; sebab bisa jadi seorang Mujahid tahu bahwa hukum mengambil harta secara tidak sah adalah haram, namun karena imannya lemah dan tidak sabar saat melihat emas atau harta di depan mata, ia tetap mengambilnya. Sebaliknya, orang yang memiliki iman tinggi tetapi tidak dibekali dengan ilmu agama yang benar, sering kali melakukan pelanggaran syariat karena menyangka tindakan salah yang dilakukannya adalah sebuah kebaikan. Oleh karena itu, ilmu dan iman harus berjalan beriringan agar seseorang selamat dari fitnah dunia dan tidak memakan hak milik sesama manusia meskipun dalam jumlah yang sangat kecil.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 10 Jun 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“ Talbis Iblis #jejakcahaya4 hari lalu
R
Rifa Rachmatusyifa

๐Ÿ“ Kabupaten Ketapang

Talbis Iblis #8

Talbis Iblis #8Talbis Iblis terhadap Ahli Ilmu (Bag. 4)Talbis Iblis terkait Ibadah Haji1. Terkadang seorang sudah melaksanakan haji, kewajiban haji selesai. Karena kewajiban haji itu hanya sekali seumur hidup. Kemudian orang tersebut ingin haji lagi (haji sunnah), tetapi terkadang haji sunnah tersebut tidak sesuai aturan. Contoh : Berhaji tapi tidak diridhai orang tuanya2. Berhaji namun masih memiliki hutang3. Berhaji hanya niat jalan-jalan 4. Berhaji dengan harta yang syubhat bahkan haram5. Berhaji ingin dipanggil dengan sebutan "pak Haji"6. Sebagian jamaah haji di sekeliling ka'bah dengan hati yang kotor dan batin yang tidak bersih, iblis menampakan pada mereka "yang penting kamu haji". Ketahuilah bahwa yang dimaksud dengan haji adalah agar mereka dekat, bukan hanya dekat jasad tapi hati bermusuhan, dan itu hanya bisa diraih dengan ketakwaan. 7. Berhaji dengan tujuan jumlah hajinya dan berbangga dengan itu8. Semangat berhaji namun shalat tidak diperhatikan9. Ada yang berhaji sambil berjualan bahkan melakukan kecurangan ("celakalah orang-orang yang mengurangi timbangan ")10. Sebagian orang menyangka "Sudah haji, selesai urusan" Atau "Yang penting haji"Nabi mengatakan : " Barang siapa haji karena Allah, tidak berkata kotor/menimbulkan syahwat (rafats) dan tidak berijimak ketika ihram, tidak bermaksiat, maka dia bersih dari dosa-dosanya seperti dia dilahirkan dari perut ibunya"Mabrur itu ada aturannya, bukan dengan berbuat dzolim, melakukan kebohongan seperti misalnya berhaji tidak punya surat izin haji, masuk (nyerobot) ke tenda orang.11. Diantara mereka ada yang berbuat bid'ah ketika manasik haji. Sebagian orang ada yang selalu buka pundak kanan. Ihram itu harus tertutup kecuali pada saat tawaf qudum boleh buka pundak kanan, sedangkan untuk tawaf2 yang lain pundak tertutup. Rasulullah bersabda :"Sebaik-baik petunjuk, petunjuk Muhammad"13. Bid'ah shalat dua raka'at setelah Sa'i14. Sebagian kaum ditipu iblis mengaku bertawakal mereka berhaji tanpa bekal mereka berada di puncak kesalahan.Tawakal : ikhtiar + menyerahkan hati kepada AllahItu kenapa Allah menyuruh haji bagi yang mampu, supaya kamu punya bekal. Bukan hanya bekal untuk dirimu tapi bekal untuk keluarga yang ditinggalkan. Maka dari itu berbekalah, jika tidak hanya akan merepotkan orang lain.Talbis Iblis terkait Jihad 1. Iblis telah menipu banyak orang dalam masalah jihad, sehingga banyak orang berjihad sementara diantara mereka :- Niat untuk berbangga-bangga dan riya- Niat untuk mencari ghanimah- Niat untuk menunjukkan keberanian- Niat membela sukuItu semua bukan fiisabilillah. Rasulullah bersabda : "Barang siapa yang berjihad untuk menegakkan kalimat Allah maka Fiisabilillah" (HR Bukhari Muslim)Kemudian beliau membawakan hadits tentang 3 orang yang diazab di neraka Jahannam. Yang pertama kali di sidang di hari kiamat ada 3 orang, yang pertama seorang mati syahid kemudian dihadirkan, Allah ingatkan orang tersebut tentang nikmat2 Allah kepadanya keberanian, jago main pedang, jago panah, lalu Allah bertanya "apa yang kau lakukan dengan nikmat2 itu?" Kata dia "aku berperang karena Engkau", Allah berkata "engkau berdusta, tetapi engkau berperang supaya dikatakan pemberani, niatmu supaya dikatakan engkau pemberani terkabulkan tapi engkau tidak dapat apa-apa" Kemudian malaikat diperintahkan untuk melemparkan orang tersebut ke neraka Jahannam. Yang kedua orang (ustadz) yang belajar agama dengan tujuan supaya dikatakan alim (ahli Qur'an, ahli hadits) dan dia jadi terkenal dan akhirnya masuk neraka.  Yang ketiga orang yang dermawan, Allah kasih dia harta, kata Allah "apa yang kau lakukan" Kata dia "semua jalan yang Engkau suka, aku infaq ya Allah, karena  Engkau ya Allah" Kata Allah "Engkau dusta, engkau beramal supaya dikatakan dermawan" akhirnya dia dilemparkan ke neraka Jahannam. Ini menunjukkan bahwa tidak semua jihad niatnya  tulus, tapi niat bisa bermacam-macam.2. Diantara talbis Iblis kepada mujahid adalah mengambil harta ghanimah yang bukan haknyaDalam aturan jihad tidak boleh mengambil harta ghanimah sebelum dikumpulkan oleh Amir. Setelah dikumpulkan maka Amir yang bagi. Mengambil harta ghanimah sebelum dikumpulkan Amir dinamakan Ghulul.Hadis Abu Hurairah tentang Ghulul :"Kami berangkat pada perang Khaibar, akhirnya kami menaklukkan Khaibar, saat itu kami tidak mendapatkan ghanimah berupa emas dan perak tapi kami mendapatkan berupa perabot, makanan, pakaian. Lalu kami pergi ke suatu lembah dan bersama Nabi ada budaknya. Ketika kami singgah di lembah tersebut maka budak tersebut melepas pelana onta Nabi, tiba-tiba ada panah mengenainya, lalu dia meninggal. Kami memberi selamat "selamat bagi dia ya Rasulullah beliau mati syahid" Rasulullah berkata "tidak, demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, sesungguhnya kain yang dia ambil dari harta rampasan perang Khaibar sebelum dibagikan kini menyala menajdi api membakar dirinya". Orang-orang pun takut mendengarnya. Lalu ada orang yang mengembalikan tali sandal yang dia ambil dari harta rampasan perang "ya Rasulullah saya mengambil ini waktu di Khaibar"Rasulullah berkata "ini tali sandal dari api neraka"Pengaruh Iman dan Ilmu untuk Menjaga Diri dan Fitnah HartaBisa jadi seorang mujahid tahu bahwa Ghulul hukumnya haram tetapi dia tidak sabar melihat harta, mungkin dia menyangka karena dia sudah berjihad akan termaafkan. Dari sini maka nampaklah dampak iman dan ilmu. Kalau tidak punya iman meskipun punya ilmu akan tetap ambil. Tapi kalau tidak punya ilmu meskipun punya iman akan tetap ambil. Maka perlu berkumpul antara iman dan ilmu. Sehingga seorang tidak berani ambil yang haram.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 10 Jun 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“ Talbis Iblis #jejakcahaya4 hari lalu
D
Dina Permata Sari

๐Ÿ“ Kota Tangerang Selatan

Talbis Iblis #8 - Talbis Iblis Kepada Ahli Ilmu (Bag-4)

1. Talbis Iblis dalam Ibadah HajiIblis sering menipu orang-orang yang berhaji sehingga ibadah mereka rusak atau tidak mendatangkan pahala yang sempurna. Beberapa bentuk tipu dayanya antara lain:Mengutamakan Haji Sunnah di atas Berbakti pada Orang Tua: Seseorang memaksakan diri berangkat haji untuk kedua/ketiga kalinya (Haji Sunnah) padahal orang tuanya tidak meridhai atau sangat membutuhkan kehadirannya. Padahal, berbakti kepada orang tua lebih utama daripada haji sunnah.Berhaji Padahal Memiliki Hutang: Berhaji di saat masih memiliki banyak hutang atau belum menyelesaikan kezaliman terhadap orang lain. Syarat haji adalah "mampu", yang berarti hutang sudah dilunasi dan bekal untuk keluarga yang ditinggalkan sudah tercukupi.Niat yang Keliru dan Harta Haram: Berhaji hanya untuk niat jalan-jalan (pesiar) di Makkah/Madinah, berhaji menggunakan harta haram atau syubhat (yang membuat hajinya tidak diterima Allah), hingga haji karena riya' agar dipanggil "Pak Haji" atau untuk pamer jumlah keberangkatan haji.Raga Berkumpul Namun Hati Bermusuhan: Berkumpul di Makkah namun hati penuh kotoran, bertengkar (jidal), dan bermusuhan dengan sesama jamaah atau bahkan dengan pasangan sendiri. Inti dari haji adalah mendekatkan hati dan meningkatkan takwa, bukan sekadar kedekatan fisik.Meremehkan Ibadah Lain dan Zalim: Semangat wukuf di Arafah namun mengabaikan salat fardhu, atau berhaji sambil berbuat zalim seperti menyerobot fasilitas/tenda orang lain tanpa izin resmi, serta menipu dan mengurangi timbangan bagi mereka yang haji sambil berdagang.Membuat Bid'ah dalam Manasik: Menambahkan tata cara yang tidak dicontohkan Rasulullah SAW. Contohnya: sengaja terus-menerus membuka pundak kanan (padahal aturannya hanya saat tawaf qudum), menyiksa diri berjemur di bawah matahari, tawaf dengan cara diikat seperti hewan dengan alasan agar "tawadhu", hingga membuat-buat salat khusus dua rakaat setelah sa'i.Salah Kaprah Mengenai Tawakal: Pergi berhaji nekat tanpa membawa bekal dengan dalih "tawakal". Hal ini sangat dilarang karena pada akhirnya justru akan merepotkan jamaah lain. Tawakal yang benar harus senantiasa didahului dengan ikhtiar dan persiapan bekal.2. Talbis Iblis dalam Ibadah JihadSelain haji, iblis juga memberikan tipu daya besar kepada orang-orang yang berjihad di jalan Allah:Niat yang Melenceng: Seseorang turun ke medan perang bukan fi sabilillah (untuk menegakkan kalimat Allah), melainkan murni karena ingin dipuji sebagai pahlawan pemberani, karena fanatisme suku, atau hanya demi meraup harta rampasan (ghanimah).Bermudah-mudah Melabeli "Mati Syahid": Sahabat Ibnu Mas'ud memperingatkan untuk tidak gampang memastikan seseorang masuk surga dengan label "Fulan pasti mati syahid". Kita hanya boleh mendoakan "Semoga ia mati syahid", karena niat asli di dalam hati (apakah murni karena Allah atau karena riya') hanya Allah yang tahu. Kisah menyebutkan bahwa ada orang yang mati di medan perang namun kelak pertama kali dimasukkan ke neraka karena niat awalnya hanya agar diakui sebagai jagoan.Melakukan Gulul (Mencuri Harta Rampasan): Mengambil harta rampasan perang milik musuh secara diam-diam sebelum dikumpulkan dan dibagikan secara resmi oleh pemimpin (Amir). Mengambil harta sebelum dibagi, meskipun hanya sekecil tali sendal atau selembar kain, merupakan dosa besar yang dapat menjerumuskan ke api neraka.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 10 Jun 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“ Talbis Iblis #jejakcahaya4 hari lalu
N
Nailah Nurul Hanifah

๐Ÿ“ Jakarta Selatan

Talbis Iblis #8: Talbis Iblis Terhadap Ahli Ibadah (Bagian 4)

Talbis Iblis dalam Ibadah HajiHaji Sunnah yang Mengabaikan Ridho Orang Tua: Seseorang telah menunaikan haji wajib, kemudian ingin berhaji lagi untuk kedua kalinya atau lebih. Masalahnya, haji berikutnya hanyalah sunnah, sementara orang tuanya tidak meridhai karena membutuhkan bantuannya. Dalam kondisi ini:Berbakti kepada orang tua lebih utama.Tidak sepantasnya mengejar haji sunnah dengan mengorbankan hak orang tua.Ini termasuk tipuan iblis:"Aku ingin menambah ibadah," padahal justru melalaikan kewajiban yang lebih besar.Berhaji dalam Kondisi Memiliki Utang: Seseorang tidak diperbolehkan pergi haji jika masih memiliki utang atau kezaliman yang belum diselesaikan kepada orang lain. Syarat utama haji adalah istitha'ah (mampu), yang artinya memiliki uang lebih setelah melunasi utang, serta tersedianya bekal yang cukup untuk perjalanan dan untuk keluarga yang ditinggalkan. Kewajiban utama yang harus didahulukan adalah melunasi utang.Niat Haji yang Keliru (Jalan-jalan & Riya): Ada orang yang pergi haji hanya berniat untuk wisata/jalan-jalan di Mekkah atau Madinah, bukan untuk mencari ampunan Allah. Ini termasuk penyimpangan niat dalam ibadah haji. Ada juga yang berhaji agar dipanggil dengan gelar "Pak Haji" oleh masyarakat, atau sekadar untuk bangga-banggaan memperbanyak jumlah hajinya. Ini termasuk riya' dan merusak keikhlasan.Berhaji dengan Harta Haram: Allah itu Maha Baik dan tidak menerima kecuali dari yang baik-baik (Innallaha thoyyibun laa yaqbalu illa thoyyiba). Jika seseorang berhaji dengan harta haram dan mengucap Labaik Allahumma Labaik, maka dikatakan kepadanya bahwa tidak ada Labaik baginya dan hajinya tidak diterima (bagaikan hanya untanya saja yang pergi haji).Menjaga Kesucian Hati dan Larangan Berjidal: Inti dari ibadah haji adalah mendekatkan hati kepada Allah (alqurbu bil qulub), bukan sekadar kedekatan fisik. Jamaah haji dilarang keras untuk melakukan jidal (berdebat kusir) atau saling bermusuhan, senggol-senggolan, dan marah-marahan. Menahan emosi sangat penting agar hati tetap bersih, termasuk larangan bertengkar dengan pasangan/istri selama haji. Pertengkaran merusak ketenangan hati dan menghilangkan manfaat haji. Padahal salah satu hikmah haji adalah persatuan umat Islam, saling mencintai sesama muslim, merasakan ukhuwah Islamiyah sedunia.Kezaliman Menyerobot Fasilitas Haji: Realitas di zaman sekarang di mana ada orang yang berhaji ilegal (tanpa tasrih/surat izin resmi), lalu menyerobot masuk ke tenda jamaah resmi dan mengambil hak fasilitas orang lain. Jangan memulai ibadah haji dengan kebohongan atau kezaliman, karena Allah tidak mewajibkan haji bagi yang tidak mampu secara prosedural resmi.Berbuat Bid'ah dalam Manasik Haji: Ibnu Jauzi mengkritik orang-orang yang menambah-nambah tata cara ibadah yang tidak dicontohkan Nabi ๏ทบ. Contohnya:Membuka bahu kanan (idhthiba') terus-menerus selama ihram/selama berhari-hari di bawah terik matahari, padahal idhthiba' hanya disyariatkan saat tawaf qudum/tawaf umrah saja.Kisah di zaman Nabi ๏ทบ tentang orang yang tawaf dengan menuntun temannya memakai tali di hidung (seperti hewan) agar terlihat sangat tawadhu, lalu dipotong dan dilarang oleh Rasulullah ๏ทบ. Hal tersebut menyiksa diri dengan amalan yang tidak disyariatkan. Menambah ritual salat dua rakaat khusus setelah selesai melakukan Saโ€™i. Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad ๏ทบ, sehingga ibadah tidak boleh dikreasikan sendiri. Ukuran benar atau tidaknya ibadah adalah: "Apakah Rasulullah ๏ทบ melakukannya?"Salah Kaprah tentang Tawakal Tanpa Bekal: Ada sebagian jamaah (seperti sebagian orang Yaman zaman dahulu) yang pergi haji tanpa membawa bekal sama sekali dengan alasan "tawakal". Tindakan ini keliru karena pada akhirnya mereka hanya akan merepotkan orang lain di rombongannya, menjadi beban bagi rombongan. Imam Ahmad bin Hambal pernah menegur orang yang berniat seperti ini dan melarangnya bergabung dengan rombongan jika tidak membawa bekal, karena itu artinya dia bukan tawakal kepada Allah melainkan bertumpu pada perbekalan orang lain.Talbis Iblis dalam Jihad FisabilillahNiat yang Rusak saat Berjihad: Iblis menipu sebagian orang yang keluar berperang agar berniat mencari ghanimah (harta rampasan perang), menunjukkan keberanian (ingin disebut pahlawan/jagoan), atau sekadar membela suku (hamiyah). Nabi ๏ทบ berkata, "Barangsiapa berperang agar kalimat Allah menjadi yang tertinggi, maka itulah fii sabilillah." Jadi ukuran jihad bukan penampilan lahiriah. Ukurannya adalah niat.Kisah Tiga Golongan Pertama yang Masuk Neraka: Hadits tentang tiga orang yang pertama kali disidang dan dilemparkan ke neraka Jahanam karena salah niat:Orang yang mati di medan perang, niatnya agar dipuji sebagai pemberani.Orang yang menuntut ilmu agama/qari, niatnya agar dipuji sebagai orang alim.Orang yang dermawan bersedekah, niatnya agar dipuji sebagai orang yang dermawan/luhur budinya.Teladan Keikhlasan Abdullah bin Mubarak: Dikisahkan saat kaum muslimin bertempur melawan pasukan Romawi, ada seorang ksatria kafir yang menantang duel satu lawan satu dan berhasil membunuh tiga prajurit muslim berturut-turut. Lalu, majulah prajurit keempat dari saf muslim yang wajahnya tertutup kain, berhasil membunuh musuh tersebut, dan langsung pergi menyelinap agar tidak dikenali. Saksi mata (Abdah bin Sulaiman) mengejarnya dan menyingkap penutup wajahnya, yang ternyata adalah ulama besar Abdullah bin Mubarak. Beliau marah karena identitasnya ketahuan, demi menjaga keikhlasan hatinya dari pujian manusia. Hal tersebut menunjukkan besar keikhlasannya, takut riyaโ€™ sehingga menyembunyikan amal sholihnya.Larangan Mengambil Ghanimah Secara Sembunyi-Sembunyi (Ghulul): Di medan jihad, haram hukumnya mengambil harta rampasan sebelum dikumpulkan dan dibagikan secara resmi oleh Amir (pemimpin). Mengambilnya secara diam-diam sebelum pembagian disebut ghulul.Kisah Budak Nabi di Perang Khaibar: Seorang budak Nabi tewas terkena anak panah misterius. Para sahabat memujinya sebagai syahid, namun Nabi ๏ทบ membantahnya dan bersabda bahwa selembar kain yang ia ambil secara ilegal dari harta ghanimah sebelum dibagikan, kini sedang menyalakan api neraka untuk membakarnya. Mendengar hal itu, sahabat lain ketakutan dan langsung mengembalikan tali sandal yang sempat mereka ambil secara tidak sah.Pelajaran: Jangan meremehkan dosa kecil yang berkaitan dengan hak orang lain.Pengaruh Iman dan Ilmu Menghadapi Fitnah HartaKombinasi Iman dan Ilmu: Seseorang yang memiliki ilmu tahu bahwa mengambil hak orang lain itu haram, namun tanpa iman ia tidak akan sabar saat melihat godaan harta (seperti emas). Sebaliknya, orang yang punya iman tetapi tidak punya ilmu bisa terjerumus karena ketidaktahuannya. Maka, iman dan ilmu harus berjalan beriringan agar selamat.Pesan tentang Menjaga Hak Harta Orang Lain: Kisah kontemporer tentang seseorang yang berkonsultasi mengenai mimpi buruk diserang macan berturut-turut setelah menggugat tanah yang bukan sepenuhnya hak syar'inya. Nasihatnya agar tidak sekadar bersandar pada celah hukum undang-undang atau pengacara yang menjanjikan kemenangan, melainkan harus bertanya kepada ulama/Syekh demi memastikan kebersihan hartanya agar tidak memakan hak orang lain, sekecil apa pun itu.Hati-hati, dunia ini hanya sebentar, jangan sampai kita โ€˜makanโ€™ harta yang merupakan hak orang lain. Kalau kau benar, tuntut, kalau kau salah, jangan.Kisah Amir bin Abdi Qais: Saat penaklukan kota Madain, seorang prajurit membawa harta rampasan yang sangat berharga dan mengembalikannya secara utuh tanpa mengambil sedikit pun. Ia tidak mau mengambilnya sama sekali. Ketika ditanya siapa namanya, ia menolak memberi tahu karena tidak butuh pujian manusia dan hanya mengharapkan pahala Allah. Setelah diselidiki secara diam-diam, orang yang sangat ikhlas tersebut ternyata adalah ulama tabi'in terkemuka, Amir bin Abdi Qais.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 10 Jun 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“ Talbis Iblis #jejakcahaya4 hari lalu
Y
Yudith Sand Faundry

๐Ÿ“ Kabupaten Serang

Tablis Iblis 8

Talbis Iblis 8Talbis Iblis Terhadap Ahli Ilmu (Bagian 4)Ustadz DR. Firanda Andirja, M.ATipu Daya Setan dalam Ibadah HajiMelalaikan Bakti Orang Tua demi Haji Sunnah:โ€‹Setan menggoda seseorang untuk berulang kali melaksanakan ibadah haji sunnah (setelah haji wajib selesai), padahal orang tuanya tidak ridha atau sedang membutuhkannya. Berbakti kepada kedua orang tua jauh lebih utama daripada mengejar haji sunnah. Namun, untuk haji pertama (wajib), tetap harus dilaksanakan meskipun orang tua tidak ridha.โ€‹Berhaji dalam Kondisi Memiliki Tanggungan Hutang:Seseorang nekat pergi haji padahal masih memiliki banyak hutang atau kezaliman yang belum diselesaikan. Kewajiban utama sebelum haji adalah melunasi hutang. โ€‹Dalil Al-Qur'an (Surah Ali 'Imran: 97):โ€‹ูˆูŽู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ุญูุฌูู‘ ุงู„ู’ุจูŽูŠู’ุชู ู…ูŽู†ู ุงุณู’ุชูŽุทูŽุงุนูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุณูŽุจููŠู„ู‹ุง"Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup/mampu mengadakan perjalanan ke Baitullah". Syarat kemampuan (istitha'ah) mencakup memiliki bekal yang cukup, keamanan di jalan, serta telah melunasi hutang dan menjamin nafkah keluarga yang ditinggalkan.โ€‹Berhaji dengan Harta Haram atau Syubhat:โ€‹Setan menipu manusia bahwa yang terpenting adalah fisiknya sampai di Arafah, meskipun biayanya bersumber dari hasil haram atau kebohongan. โ€‹Dalil Hadits Nabi ๏ทบ:โ€‹ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ุทูŽูŠูู‘ุจูŒ ู„ูŽุง ูŠูŽู‚ู’ุจูŽู„ู ุฅูู„ูŽู‘ุง ุทูŽูŠูู‘ุจู‹"Sesungguhnya Allah itu Maha Baik dan tidak menerima kecuali yang baik-baik pula".โ€‹Dalil Atsar (Kisah Qiyas Unta): Disebutkan dalam suatu atsar bahwa orang yang berhaji dengan harta haram, ketika dia mengucap "Labbaik Allahumma labbaik", maka dikatakan kepadanya: "Tidak ada Labaik bagimu, karena hartamu haram." Secara hakiki, yang mendapatkan pahala perjalanan haji itu hanyalah untanya, sementara orang tersebut tidak diterima hajinya.โ€‹Merusak Keikhlasan dan Pahala Haji (Riya, Sombong & Maksiat):โ€‹Berhaji demi gelar "Pak Haji", menyombongkan diri telah wukuf puluhan kali, atau melakukan maksiat seperti mengurangi timbangan dagangan (tatfif) saat di jalan haji.โ€‹Dalil Al-Qur'an (Surah Al-Baqarah: 197):โ€‹ููŽู„ูŽุง ุฑูŽููŽุซูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ููุณููˆู‚ูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ุฌูุฏูŽุงู„ูŽ ูููŠ ุงู„ู’ุญูŽุฌูู‘"...maka tidak boleh rafats (mendekati zina/kata syahwat), berbuat fasik (maksiat), dan berbantah-bantahan (berdebat kusir) di dalam masa mengerjakan haji."โ€‹Dalil Hadits Nabi ๏ทบ (Syarat Haji Mabrur):โ€‹ู…ูŽู†ู’ ุญูŽุฌูŽู‘ ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ููŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฑู’ููุซู’ ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูู’ุณูู‚ู’ ุฑูŽุฌูŽุนูŽ ูƒูŽูŠูŽูˆู’ู…ู ูˆูŽู„ูŽุฏูŽุชู’ู‡ู ุฃูู…ูู‘ู‡ู"Siapa yang berhaji karena Allah, lalu tidak berbuat rafats dan tidak berbuat maksiat, maka dia kembali bersih dari dosa-dosanya seperti hari di mana ibunya melahirkannya."โ€‹Tawakal yang Salah (Haji Tanpa Bekal):โ€‹Sebagian orang Yaman zaman dahulu (dan ditiru sebagian orang sekarang) nekat berhaji tanpa membawa bekal dengan alasan "bertawakal". Hal ini dilarang karena pada akhirnya hanya akan merepotkan dan membebani logistik orang lain/rombongan.โ€‹Dalil Al-Qur'an (Surah Al-Baqarah: 197):โ€‹ูˆูŽุชูŽุฒูŽูˆูŽู‘ุฏููˆุง ููŽุฅูู†ูŽู‘ ุฎูŽูŠู’ุฑูŽ ุงู„ุฒูŽู‘ุงุฏู ุงู„ุชูŽู‘ู‚ู’ูˆูŽู‰ูฐ"Berbekallah kamu, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa."โ€‹Dalil Perkataan Ulama (Imam Ahmad bin Hambal): Ketika seseorang bertanya kepada Imam Ahmad ingin haji tanpa bekal atas nama tawakal, Imam Ahmad menjawab dengan tegas: "Kalau begitu, pergilah sendiri di padang pasir, jangan ikut rombongan orang lain!" Karena jika ikut rombongan tanpa bekal, dia sejatinya bukan bertawakal kepada Allah, melainkan bertawakal (bergantung) pada bekal orang lain.Bidah-Bidah dalam Manasik Haji & Umrahโ€‹Kasus Membuka Pundak (Idhtiba') Sepanjang Waktu: Imam Ibnu Jauzi mengkritik jamaah yang membuka pundak kanan mereka terus-menerus selama berhari-hari di bawah terik matahari hingga kulitnya rusak demi terlihat heroik. Padahal sunnahnya idhtiba' hanyalah dilakukan pada saat Tawaf Qudum/Tawaf Umrah saja, bukan saat tawaf lainnya, bukan pula saat sai atau setelahnya.Kasus Menyeret Teman dengan Tali seperti Hewan:โ€‹Dalil Hadits Riwayat Bukhari (dari Ibnu Abbas): Nabi ๏ทบ melihat seorang pria yang sedang bertawaf di Ka'bah sembari menuntun temannya menggunakan tali (zimam) yang diikat di hidung (dengan maksud menampakkan ketundukan/tawadhu ekstrem di hadapan Allah). Nabi ๏ทบ langsung memotong tali tersebut dengan tangan beliau dan memerintahkan agar menuntunnya menggunakan tangan saja, bukan diperlakukan seperti hewan. Hadits ini merupakan larangan keras berbuat bid'ah (kreasi ibadah baru) di dalam agama, meskipun niat awalnya adalah bentuk ketaatan.Kasus Shalat Dua Rakaat Setelah Sai: Dianggap bid'ah jika dijadikan sebagai rangkaian manasik yang baku, karena Nabi ๏ทบ tidak pernah mencontohkan shalat dua rakaat setelah selesai sai.โ€‹Dalil Prinsip Utama Ibadah:โ€‹Kaidah Umum Nabi ๏ทบ: "Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad ๏ทบ" (Wa khairal huda huda Muhammadin ๏ทบ).โ€‹Perintah Manasik Nabi ๏ทบ: "Ambillah dariku tata cara manasik hajimu" (Khudzu 'anni manasikakum).Tipu Daya Setan dalam Ibadah Jihad Fisabilillahโ€‹Niat yang Rusak (Mencari Ketenaran & Ghanimah): Setan membelokkan niat para pejuang agar bertempur demi kesombongan, fanatisme kesukuan (hamiah), atau semata-mata mencari harta rampasan perang (ganimah).Dalil Hadits Riwayat Bukhari & Muslim (dari Abu Musa Al-Asy'ari): Seseorang bertanya kepada Nabi ๏ทบ tentang orang yang berperang demi menunjukkan keberaniannya, membela sukunya, atau karena riya, mana yang disebut fisabilillah? Nabi ๏ทบ menjawab:โ€‹ู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุงุชูŽู„ูŽ ู„ูุชูŽูƒููˆู†ูŽ ูƒูŽู„ูู…ูŽุฉู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู‡ููŠูŽ ุงู„ู’ุนูู„ู’ูŠูŽุง ููŽู‡ููˆูŽ ูููŠ ุณูŽุจููŠู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู"Siapa yang berperang demi menegakkan kalimat Allah agar menjadi yang paling tinggi, maka dialah yang berada di jalan Allah (fisabilillah)."โ€‹Bahaya Neraka Bagi Mujahid yang Riya:โ€‹Dalil Hadits Shahih tentang 3 Golongan Pertama yang Membakar Neraka: Golongan pertama yang disidang adalah seorang yang mati di medan perang. Dia mengaku berperang demi Allah, namun Allah berfirman: "Kamu dusta! Kamu berperang hanya agar dikatakan sebagai seorang pemberani, dan gelar itu telah kamu dapatkan di dunia." Akhirnya, dia ditarik dengan wajah tersungkur lalu dilemparkan ke neraka jahanam.Dosa Ghulul (Mengambil Ghanimah Sebelum Dibagikan)Setan membisikkan bahwa karena yang dilawan adalah orang kafir, maka hartanya halal diambil kapan saja secara langsung. Padahal dalam aturan syariat, seluruh hasil perang harus dikumpulkan terlebih dahulu kepada pemimpin (Amir) baru kemudian dibagikan secara resmi. Mengambilnya secara sepihak sebelum dibagikan disebut Gulul.โ€‹Dalil Hadits Riwayat Abu Hurairah ุ“ (Kisah Perang Khaibar):โ€‹Seorang budak Nabi ๏ทบ tewas terkena anak panah misterius saat melepas pelana unta Nabi ๏ทบ. Para sahabat menyangka dia mati syahid dan berucap: "Selamat baginya, dia mati syahid!". Namun Nabi ๏ทบ membantahnya dengan tegas: "Sama sekali tidak! Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya sepotong kain (syamlah) yang dia ambil secara sembunyi-sembunyi dari ghanimah Khaibar sebelum pembagian resmi, kini sedang menyalakan api neraka untuk membakar dirinya!".โ€‹Mendengar hal itu, seorang sahabat lain ketakutan dan langsung mengembalikan satu atau dua tali sandal (sirak) yang sempat diambilnya sebelum pembagian. Nabi ๏ทบ bersabda: "Itu adalah tali sandal dari api neraka".โ€‹Dalil Hadits tentang Mengambil Hak Orang Lain Secara Batil:Nabi ๏ทบ memperingatkan bahwa siapa saja yang bersumpah palsu demi merampas harta saudaranya, maka dia sedang mengambil potongan api neraka. Sahabat bertanya: "Meskipun hanya sebatang kayu siwak, ya Rasulullah?" Nabi ๏ทบ menjawab: "Meskipun hanya sebatang kayu siwak.".Kekuatan Iman dan Ilmu sebagai Bentengโ€‹Tanpa ilmu, orang yang punya iman akan tersesat karena menganggap perbuatan salahnya sebagai bentuk ibadah (seperti haji tanpa bekal atau mencuri harta orang kafir nonton-kombatan). Sebaliknya, tanpa iman, orang yang berilmu tetap akan melanggar larangan karena tidak kuat menahan godaan harta materi.โ€‹Kisah Teladan Keikhlasan Salaf (Kisah Abdullah bin Mubarak & Amir bin Abdi Qais):โ€‹Dalam sebuah pertempuran melawan Romawi, muncul jagoan musuh yang berhasil membunuh 3 pejuang muslim dalam duel satu lawan satu. Lalu majulah pejuang keempat dengan wajah tertutup cadar yang berhasil menikam dan membunuh jagoan Romawi tersebut.โ€‹Ketika orang-orang berkerumun ingin melihat siapa pahlawan tersebut, sang perawi (Abdah bin Sulaiman) mendesak membuka cadarnya yang ternyata adalah ulama besar Abdullah bin Mubarak. Abdullah bin Mubarak marah karena identitasnya terbongkar dan berkata: "Apakah engkau sengaja ingin mempermalukan kami (merusak keikhlasan kami)?". Begitu pula kisah Amir bin Abdi Qais yang menyerahkan harta ghanimah melimpah yang menjadi haknya kepada baitul mal setelah penaklukan Kota Madain. Ketika ditanya namanya agar bisa dipuji, dia menolak keras dan berkata: "Saya tidak butuh pujian kalian, saya hanya memuji Allah dan ridha dengan pahala-Nya.".โ€‹Kesimpulanโ€‹Seluruh ibadah agung (Haji, Umrah, Jihad) berpotensi dirusak oleh setan melalui penyakit syubhat (bidah/salah paham ilmu) dan syahwat (riya, ujub, ketamakan harta). Seseorang harus memastikan ibadahnya memenuhi dua syarat mutlak: Ikhlas karena Allah (bersih dari riya) dan Ittiba' (sesuai tuntunan contoh Nabi ๏ทบ).

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 10 Jun 2026Baca selengkapnya โ†’
๐Ÿ“ Talbis Iblis #jejakcahaya4 hari lalu
N
Nur Fathiyyah

๐Ÿ“ Kota Depok

Materi 8

Talbis Iblis Terhadap Ahli Ibadah (Bag. 4)Talbis Iblis dalam Ibadah HajiMelakukan haji sunnah (setelah gugur kewajiban hajinya) dalam keadaan tidak sesuai dengan tuntunan syariat. Misalnya seseorang ingin berhaji lagi, padahal kedua orang tuanya tidak meridhainya karena mereka membutuhkan keberadaannya. Dalam keadaan seperti ini, berbakti kepada kedua orang tua lebih utama daripada melaksanakan haji sunnah.Karena itu Ibnul Jauzi menyebutkan bahwa ini termasuk talbis iblis. Seseorang ingin melaksanakan haji sunnah, tetapi justru membuat kedua orang tuanya marah dan tersakiti.Haji, bahkan untuk haji yang pertama, tetapi masih memiliki hutang atau kezaliman yang belum diselesaikan.Hal ini tidak dibenarkan.Allah Ta'ala berfirman bahwa haji diwajibkan bagi orang yang mampu:"Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang mampu mengadakan perjalanan ke Baitullah."Syarat dikatakan mampu berhaji:seseorang telah melunasi hutang-hutangnyamemiliki bekal yang cukup untuk perjalananmemiliki nafkah yang cukup bagi keluarga yang ditinggalkanserta terpenuhinya keamanan perjalanan dan syarat-syarat kemampuan lainnya.Adapun seseorang yang masih memiliki banyak hutang lalu memaksakan diri berhaji, maka ia telah menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya. Yang wajib baginya adalah menyelesaikan hutang-hutangnya terlebih dahulu.Haji hanya untuk jalan-jalanTujuannya bukan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mengharapkan ampunan-Nya, tetapi sekadar ingin berwisata ke Makkah dan Madinah.Ada pula yang berhaji dengan harta syubhat.Bahkan lebih buruk lagi, ada yang berhaji dengan harta yang haram.Sebagian fuqaha menyebutkan bahwa apabila seseorang berhaji dengan harta haram, lalu ia melaksanakan seluruh manasik haji sambil mengucapkan:"Labbaikallahumma labbaik."Maka dikatakan kepadanya:"La labbaika wa la sa'daik.""Tidak ada labbaik bagimu dan tidak ada kebahagiaan bagimu."Karena hartanya berasal dari sesuatu yang haram.Allah adalah Dzat Yang Maha Baik dan tidak menerima kecuali yang baik.Haji untuk mendapat gelaryaitu agar dikenal oleh manusia. Ia ingin disebut sebagai "Pak Haji", ingin dihormati, atau ingin mendapatkan kedudukan tertentu di tengah masyarakat.Niat seperti ini jelas merupakan niat yang rusak.Berkumpul di sekitar Ka'bah, namun hati mereka penuh dengan kebencian, permusuhan, dan penyakit hati.Setan membisikkan kepada mereka bahwa yang penting adalah sampai ke Makkah dan melaksanakan manasik. Padahal tujuan haji bukan sekadar mendekatkan badan ke Ka'bah. Yang dimaksud adalah mendekatkan hati kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kedekatan tersebut hanya dapat dicapai dengan ketakwaan.Allah mensyariatkan haji agar kaum muslimin dapat menyaksikan berbagai manfaat yang besar, diantaranuya bertemunya kaum muslimin dari berbagai penjuru dunia. Hal ini seharusnya menumbuhkan rasa cinta dan persaudaraan di antara kaum muslimin.Bukan justru memunculkan pertengkaran dan permusuhan.Karena itu Allah berfirman:"Tidak boleh rafats, tidak boleh berbuat maksiat, dan tidak boleh berbantah-bantahan dalam haji."Karena itu seorang jamaah haji diperintahkan untuk menahan emosi dan menjaga hubungan baik dengan sesama.Bangga dengan banyaknya hajiIbnul Jauzi juga menyebutkan kesalahan sebagian orang yang tujuan utamanya adalah memperbanyak jumlah hajinya.Ia berkata:"Saya sudah dua puluh kali wukuf di Arafah."Ucapan seperti ini terkadang hanya untuk berbangga diri di hadapan manusia.Padahal betapa banyak orang yang tinggal bertahun-tahun di Makkah atau Madinah tetapi tidak pernah berusaha membersihkan hatinya.Yang terpenting bukan banyaknya jumlah haji, tetapi sejauh mana haji tersebut memperbaiki keimanan dan ketakwaan seseorang.Berhaji tapi menzalimi orang lainIbnul Jauzi menceritakan bahwa beliau sering melihat orang-orang yang sedang menuju Makkah justru memukul, memerintah, dan menyusahkan teman-teman seperjalanannya.Ada yang menyuruh orang lain mencari air untuknya dengan kasar.Ada yang memperlakukan teman-temannya dengan buruk selama perjalanan.Padahal tujuan haji adalah mendekatkan diri kepada Allah.Bagaimana mungkin seseorang melakukan ibadah yang agung sementara ia masih menzalimi sesama manusia?Beliau juga menyebutkan bahwa ada orang yang sangat semangat berhaji, tetapi salatnya sendiri tidak diperhatikan.Ada pula yang berdagang selama perjalanan haji namun melakukan kecurangan dalam timbangan dan takaran.Mereka mengurangi hak pembeli, padahal Allah telah mengancam:"Celakalah orang-orang yang curang dalam timbangan."Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Barang siapa berhaji karena Allah, tidak melakukan rafats dan tidak berbuat maksiat, maka ia kembali seperti hari ketika dilahirkan oleh ibunya."Hadits ini menunjukkan bahwa meninggalkan maksiat merupakan bagian penting dari haji yang mabrur.Karena itu seseorang tidak boleh berbohong, menipu, berbuat zalim, atau mengambil hak orang lain dengan alasan bahwa nanti semua dosanya akan diampuni ketika haji.Haji mabrur tidak dibangun di atas kemaksiatan.Justru untuk meraih haji mabrur seseorang harus berusaha semaksimal mungkin menjalankan syariat Allah dengan benar.Iblis menjerumuskan mereka ke dalam berbagai bentuk bid'ah ketika melaksanakan manasik.Di antaranya:orang yang terus-menerus membuka pundak kanannya selama ihram. Padahal membuka pundak kanan (idhthiba') hanya disyariatkan ketika thawaf qudum atau thawaf umrah pada sebagian keadaan tertentu. Adapun di luar itu, tidak disyariatkan untuk terus-menerus membuka pundak kanan selama hari-hari haji. Namun sebagian orang sengaja melakukannya sepanjang waktu, bahkan berhari-hari di bawah terik matahari hingga tubuh mereka kepanasan dan kulit mereka rusak. Mereka menyangka bahwa semakin berat dan menyiksa diri, maka semakin besar pula pahala yang diperoleh. Padahal hal tersebut tidak pernah diajarkan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.Hadits dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma. Suatu ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melihat seseorang sedang thawaf sambil dituntun menggunakan tali yang diikatkan. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memutus tali tersebut dengan tangan beliau. Orang itu sengaja melakukan hal tersebut sebagai bentuk ketundukan dan perendahan diri di hadapan Allah, seakan-akan dirinya seperti hewan yang dituntun. Namun Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak menyetujui perbuatan tersebut dan memerintahkan agar orang itu dituntun dengan tangan biasa.Hadits ini menunjukkan bahwa membuat bentuk-bentuk ibadah baru yang tidak dicontohkan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak dibenarkan, meskipun niat pelakunya baik.Niat baik saja tidak cukup.Suatu ibadah harus dilakukan dengan cara yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam."Karena itu, apabila ada seseorang membuat tata cara baru dalam ibadah umrah atau haji, maka cukup ditanyakan:"Manakah yang lebih baik, tata caramu atau tata cara Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam?"Tentu jawabannya adalah tata cara Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.Sebagian orang menjadikan salat dua rakaat setelah sa'i sebagai rangkaian khusus dalam umrah. Padahal Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah melakukannya. Salat secara umum memang ibadah yang dianjurkan. Namun menjadikannya sebagai rangkaian khusus setelah sa'i tanpa dalil merupakan bentuk penambahan dalam agama.Karena itu seorang muslim hendaknya mencukupkan diri dengan tuntunan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.Beliau bersabda:"Ambillah dariku tata cara manasik kalian."Haji tanpa membawa bekal apa pun.Mereka mengaku bahwa hal tersebut adalah bentuk tawakal kepada Allah. Padahal anggapan seperti ini adalah kekeliruan.Allah Ta'ala berfirman:"Berbekallah kalian, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa."Ayat ini menunjukkan bahwa seseorang diperintahkan untuk mempersiapkan bekal ketika berhaji.Bukan justru meninggalkannya.Sebab jika seseorang berangkat tanpa bekal, maka biasanya ia akan merepotkan orang lain. Ia akan bergantung kepada rombongannya dan membebani mereka selama perjalanan.Diceritakan bahwa ada seseorang yang datang kepada Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah.Ia berkata:"Aku ingin pergi haji dengan tawakal dan tanpa membawa bekal."Imam Ahmad bertanya:"Apakah engkau akan pergi sendirian atau bersama rombongan?"Orang itu menjawab:"Bersama rombongan."Imam Ahmad pun menjawab:"Kalau begitu engkau bertawakal kepada bekal mereka."Jawaban singkat ini menunjukkan bahwa tawakal bukan berarti meninggalkan sebab.Tawakal adalah melakukan sebab yang diperbolehkan syariat sambil menyerahkan hasilnya kepada Allah. Bukan nekat tanpa persiapan lalu membebani orang lain.Sebagian orang mengira bahwa tawakal berarti membiarkan segala sesuatu berjalan tanpa usaha. Padahal Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah manusia yang paling bertawakal kepada Allah, namun beliau tetap melakukan berbagai sebab yang diperbolehkan.Beliau mempersiapkan bekal ketika safar, memakai perlengkapan perang ketika berjihad, dan melakukan berbagai bentuk ikhtiar lainnya.Karena itu meninggalkan sebab bukanlah tawakal. Yang benar adalah menggabungkan antara usaha yang benar dengan ketergantungan hati kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.Talbis Iblis dalam Jihad fi Sabilillahberjihad bukan karena ingin meninggikan kalimat Allah, tetapi karena tujuan-tujuan duniawi yang tersembunyi.Ada yang ingin dikenal sebagai pemberani, mendapatkan pujian manusia, memperoleh harta rampasan perang (ghanimah) dan berperang karena fanatisme golongan, suku, atau kelompok. Padahal jihad yang diterima di sisi Allah hanyalah jihad yang dilakukan dengan ikhlas karena-Nya.Dari Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu, seseorang datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lalu bertanya:"Wahai Rasulullah, ada orang yang berperang karena ingin disebut pemberani. Ada yang berperang karena fanatisme golongan. Ada pula yang berperang karena ingin mendapatkan kedudukan. Siapakah yang berada di jalan Allah?"Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Barang siapa berperang agar kalimat Allah menjadi yang paling tinggi, maka dialah yang berada di jalan Allah."Ibnul Jauzi mengingatkan bahwa tidak setiap orang yang terbunuh di medan perang otomatis dapat dipastikan sebagai syahid.Karena niat manusia berbeda-beda.Sebagaimana dinukil dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu, beliau mengingatkan agar tidak tergesa-gesa memastikan seseorang sebagai syahid.Karena itu kita mengatakan:"Semoga Allah menjadikannya syahid."Atau:"Semoga Allah menerima perjuangannya."Adapun memastikan seseorang sebagai syahid secara mutlak, maka perkara tersebut kembali kepada Allah yang mengetahui isi hati manusia.Ibnul Jauzi kemudian membawakan hadits yang sangat masyhur tentang tiga golongan pertama yang diadili pada Hari Kiamat.Golongan pertama adalah seorang yang mati dalam peperangan.Allah mengingatkan berbagai nikmat yang telah diberikan kepadanya.Allah telah memberinya kekuatan, keberanian, kemampuan bertempur, dan berbagai kelebihan lainnya.Kemudian Allah bertanya:"Apa yang telah engkau lakukan dengan nikmat-nikmat itu?"Ia menjawab:"Aku berperang karena-Mu hingga aku terbunuh."Namun Allah berfirman:"Engkau berdusta."Allah menjelaskan bahwa ia berperang agar disebut sebagai orang yang pemberani.Dan tujuan tersebut telah tercapai.Orang-orang memang telah memujinya sebagai pemberani.Kemudian ia diperintahkan untuk diseret di atas wajahnya lalu dilemparkan ke dalam Neraka.Hadits ini menunjukkan betapa pentingnya keikhlasan.Amal yang tampak besar di mata manusia bisa menjadi tidak bernilai apabila niatnya rusak.Kisah Abdullah bin Mubarak dan Mujahid yang IkhlasAbu Hatim Ar-Razi meriwayatkan dari Abdah bin Sulaiman bahwa mereka pernah berada dalam suatu peperangan bersama Abdullah bin Mubarak rahimahullah di wilayah Romawi.Ketika dua pasukan telah berhadapan, muncullah seorang jagoan dari pihak musuh.Ia menantang kaum muslimin untuk berduel.Seorang muslim maju dan bertarung dengannya.Namun ia terbunuh.Kemudian maju orang kedua.Ia juga terbunuh.Lalu maju orang ketiga.Ia pun terbunuh.Setelah itu muncul seorang lelaki dari kaum muslimin.Ia maju menghadapi jagoan tersebut.Pertarungan berlangsung cukup lama.Akhirnya lelaki muslim itu berhasil membunuh lawannya.Orang-orang segera berkerumun ingin melihat siapakah pahlawan tersebut.Abdah bin Sulaiman juga ikut mendekat.Namun ketika ia berhasil melihat wajah lelaki itu, ternyata orang tersebut segera menutupi wajahnya.Ia tidak ingin dikenal.Ia tidak ingin dipuji.Ia tidak ingin namanya disebut-sebut.Ternyata lelaki tersebut adalah Abdullah bin Mubarak rahimahullah.Keikhlasan Para SalafPerhatikan bagaimana para salaf menjaga keikhlasan mereka.Mereka khawatir jika manusia mengetahui amal-amal mereka.Mereka takut dipuji.Mereka takut amal mereka tercampuri riya'.Sementara sebagian manusia justru sangat bersemangat menampilkan amal-amalnya kepada orang lain.Padahal para salaf yang jauh lebih saleh daripada kita masih merasa khawatir terhadap riya'.Maka sudah sepantasnya seorang muslim selalu waspada terhadap penyakit hati tersebut.Disebutkan pula bahwa Ibrahim bin Adham rahimahullah apabila ikut berjihad dan memperoleh bagian ghanimah, terkadang beliau memilih untuk tidak mengambilnya.Beliau menginginkan pahala yang lebih sempurna di sisi Allah.Hal ini menunjukkan betapa besar perhatian para ulama salaf terhadap keikhlasan dan kemurnian niat dalam beramal.Mereka tidak hanya memikirkan sah atau tidaknya suatu amal, tetapi juga memikirkan bagaimana amal tersebut menjadi yang paling dicintai dan diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.Terkadang seorang mujahid berhasil memperoleh kemenangan. Lalu ia melihat harta rampasan perang. Karena kurang ilmu, ia menyangka bahwa seluruh harta musuh boleh langsung diambil sesuka hati. Padahal dalam syariat, harta ghanimah harus terlebih dahulu dikumpulkan oleh pemimpin pasukan. Setelah itu baru dibagikan sesuai aturan yang telah ditetapkan.Adapun mengambilnya secara diam-diam sebelum pembagian disebut dengan gulul. Perbuatan ini termasuk dosa besar. Sebagian orang terjatuh dalam kesalahan ini karena kebodohan. Sebagian lagi karena dorongan hawa nafsu. Padahal ancamannya sangat berat.

๐Ÿ’ฌ 0 komentar๐Ÿ“… 10 Jun 2026Baca selengkapnya โ†’