📝 Talbis Iblis #jejakcahaya

Laporan & catatan kegiatan Talbis Iblis #jejakcahaya

✏️ Buat Laporan
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya1 Juni 2026
V
Vina aprilia

📍 Kota Bekasi

Tablis iblis 1 - berpegang teguh kepada Sunnah

‎Tablis iblis 1‎Berpegang dengan Sunnah ‎Ustadz  firanda ‎01 Juni 2026‎‎Bismillah ‎‎Tablis iblis adalah metode iblis dalam menipu manusia , di bawakan dlm ketaatan, kemaksiatan yg di sodorkan oleh iblis dlm bentuk ketaatan sehingga banyak yg terperdaya.‎‎Dan penulisnya imam Jauzi rahimallahitaala ,di kenal dlm ahli dlm bentuk pakar nasehat nasehat.‎‎tipu iblis kepada : 1. ‎Ulama2. ‎Kepada ahli Zuhud 3. ‎Kepada penguasa4. ‎Kepada orang orang awam5. ‎terhadap sufiyah‎Dan ,ini semuanya tidak selamat dlm tipuan setan, ini adalah intisari drpada kitab tablis iblis .‎‎Sesungguhnya nikmat yg paling besar bagi manusia adalah akal ,dgn akal orang bisa mengenal Allah , dgn akal pula menjadikan seseorang dlm membenarkan para rasul ,hanya saja dlm secara independen, tidak bisa mengantarkan manusia dlm segala tujuan , manusia di kasih akal , dgn akal ia mengenal tuhan ,dgn akal manusia mengetahui para rasul utusan tuhan , tp akal secara independen tidak bisa mengantarkan seluruh maslahat manusia,Krn akal terbatas . Oleh karenanya harus di utus para rasul , Allah mengutus para rasul untuk membimbing akal tersebut , di turunkan kitab kitab suci.‎‎Oleh karena itu syariat yg di bawa rasul adalah seperti matahari, adapun akal seperti mata , artinya mata bisa melihat , adapun jika tidak ada cahaya percuma ,ia tidak dapat melihat , maka supaya dapat melihat dgn baik , butuh cahaya yg cukup .‎‎Iblis melakukan tipuan ,caranya iblis menggoda manusia , kata Ibnu Jauzi rahimallahitaala, mencampurkan penjelasan para nabi, penjelasan syariat  dgn syubhat, obat yg di bawa oleh nabi di campur dgn racun , sehingga orang orang terperdaya , ini lah tujuan para iblis , cara dia sangat banyak , memecah belah umat , jadikan umat berkelompok kelompok, pemikiran beraliran beraliran , hawa nafsu masuk dlm segala hal.‎‎Jerat setan masuk kebanyakan dlm pintu bidah , untuk selamat , dekatkan Sunnah ,jauhi bidah.‎‎Ikuti para sahabat yg jalan lurus , rasulullah Saw bersabda : ‎‎" Sesungguhnya akan datang pada umatku , perbuatan, kemungkaran, sebagimana yg datang kepada Bani Israil, seperti sendal dgn sendal itu sama percis , bahkan jika ada seorng laki laki di Bani Israil menzinahi ibunya terang terangan , maka akan ada umatku yg melakukannya." Subhanallah.‎‎rasullulah mengatakan, orng muslimin mengikuti jalan jalan orang terdahulu ,sampai orng terdahulu menggauli ibunya terang terangan,maka akan ada umatku melakukannya.‎‎Sesungguhnya Bani Israil sudah terpecah belah 72 aliran atau golongan , dan umatku akan terpecah dlm 73 golongan ,kecuali yg satu aliran ,sahabat bertanya " siapa yg selamat tersebut ya rasulallah?" ‎‎".yaitu orang yg melazimi aku , aku dan sahabatku, berada di atasnya ".‎‎Yaitu, melazimi aku, melazimi apa yg di pegang oleh salafussaleh ,yg nabi dan para sahabat di atasnya , ini adalah cara beragama yg benar, kita tidak bicara tentang sarana , kita bicarakan tentang ritual ibadah , berkeyakinan, keyakinan nabi dan sahabatnya menempuhnya.‎‎Kemudian ,beliau membawakan hadist Muawiyah bin abu sofyan.‎‎sesungguhnya rasulullah pernah berdiri menyampaikan khatbah kepada kami, rasulullah bersabda :‎‎" ketahuilah bahwasannya orang orang sebelum kalian ,ahli kitab ,mereka terpecah belah menjadi 72 golongan ,dan  umat ini akan terpecah menjadi 73 golongan, 73 di neraka dan 1 di surga, dan mereka itu adalah jammah, dan akan muncul umatku pada suatu kaum,dimana hawa nafsu mengalir menggerogoti mereka , sebagaimana raibes menggerogoti orang yg berpenyakit rabies ." ‎‎Ini yg di katakan oleh Ibnu Jauzi , jgn punya pemikiran nyeleh , punya pemikiran sendiri ,kembali kepada jamah yaitu Kembali kepada Rasulullah dan sahabatnya.‎‎Jadi nabi, menjelaskan, akan ada orang /manusia yg mengikuti hawa nafsu , Jadi percuma menyuruh mereka kesunnah, karena mereka ada pemikiran subhat yg terstruktur,wajar mereka terjebak Krn mereka ada subhat yg terstruktur,kalo orang yg tidak punya landasan agama yg baik akan mudah terjebak, akan subhat mereka , padahal itu adalah kekufuran.‎‎Jika tidak ingin terjebak maka lazimi kata Ibnu Jauzi,jgn coba coba , pemikiran sendiri , ikutin nabi Muhammad dan para sahabat, Ini solusi yg di tawarkan Ibnu Jauzi.‎‎Banyak nasehat nasehat para salaf : ‎‎- Abdullah bin Mas'ud ‎‎sederhana dalam Sunnah , artinya mencukupkan diri dlm Sunnah lebih baik daripada sungguh sungguh semangat tp bidah.‎‎- Abdullah ibdiah seorang tabiin‎‎Hendaklah kalian berpegang teguh ,perkara yg pertama,yaitu zaman para sahabat ,sebelum memukil /mereka terpecah belah, sabarlah dirimu di atas Sunnah,karena bisa jadi dirimu sendiri ,berhentilah dirimu ketika kaum jaman dulu berhenti  jgn di tambah tambahkan para sahabat disitu kita disitu saja jgn di tambah tambah , ucapkanlah apa yg ia ucapkan , tempuhlah jalan salaf yg Soleh dahulu ,sungguhnya lapang bagimu apa lapang bagi mereka.‎‎- sofyan assuri mengatakan ‎‎Tidak ada perkataan yg di terima kecuali ada buktinya ,dan perkataan dan lurus kecuali ada niatnya ,tidak akan lurus tidak akan Istiqomah perkataan,perbuatan Sunnah sesuai dgn nabi Muhammad SAW. ‎‎Diantara perkataan yg indah dari Ibnu sauzad ‎‎diantara nikmat Allah di antara pemuda , ketika ia mulai beribadah , ia mendapatkan teman di atas Sunnah ,sehingga temennya mengajak dia di atas Sunnah.‎‎Suatu hari Nabi Muhammad berwasiat kepada kami para sahabat, sampai hati mereka tersentuh , sampai mereka menangis mendengar nasehat nabi, kemudian mereka berkata " wahai rasulallah,seakan akan ini nasehat seseorang yg hendak aan berpisah ,berikanlah wasiat kepada kami : ‎‎- aku wasiatkan kalian bertakwa kepada Allah .‎- mendengar dan  taat kepada pemimpin, meskipun yg memimpin kalian adalah seorang, budak hitam dr habasi, kalo ia pemimpin atau di suruh oleh pemimpin,taat sama dia .‎- siapa pun yg hidup setelah ku , setelah aku meninggal ,ia masih hidup ,dia akan melihat banyak perselisihan,hendaklah kalian berpegang teguh kepada sunnahku ,dan Sunnah kaulafar Rasidin yaitu abubakar ,ummar ,dan Ali ,petunjuk setelahku yaitu para sahabat ,pegang erat erat sunnahku dan Sunnah para sahabatku ,dan gigitlah dgn geraham kalian ,hati hatilah kalian yg baru baru dlm beragama ,setiap yg baru dlm agama adalah bidaah , setiap bidaah adalah kesesatan.‎‎hadist yg lain tentang bidaah , kata nabi Muhammad:‎‎" Aku ketika hari kiamat , mendahului kalian di telagaku ,aku siapin telaga untuk kalian ,ada orang orang yg menuju di telagaku di cabut ,di pinggirkan , kata sahabat ya rasulallah itu adalah sahabatku , maka di katakan kepadaku " kalian tidak tahu apa yg telah mereka lakukan setelah kepergianmu ". ‎yaitu mereka berbuat bidaah makanya terhalangi ke telaga nabi Muhammad.‎‎Makanya seseorang menjauhi bidaah sejauh jauhnya.‎‎para ulama  Sunnah dahulu tidak mau mendengarkan tentang bidaah ,mereka tidak mau berspekulasi tentang bidaah ,tidak punya waktu untuk mendengarkan tentang bidaah ,kalo tau itu bidaah mereka tidak mau dengar dengar ,sementara kita zaman sekarang kita PD ( percaya diri ) belum ngaji , mendengarkan perkataan ini ,perkataan ini di dengar ,macam macam di dengar , subhat berkumpul di dlm hatinya , dia tahu dgn Sunnah , dia sangka dia hebat ,para salaf dahulu tidak mau dengar ,dia mau beribadah kepada Allah dengan tenang , berkeyakinan dengan Sunnah. Sudah selesai .‎‎Perhatikan, tauwf ada anaknya disitu , ada orang dr mukhtajilah datang , lalu orang mukhtajilah itu ngomong tentang sesuatu , maka ia masukkan kedua jarinya di telingganya ,jgn kau suatupun engkau dengar dari dia , hatinya lemah , tidak di bimbing , pemikiran pemikiran filsafat, bukan perkara yg mudah , tidak punya kemampuan.‎‎Dengan riwayat yg lain , tutup terus putra ku ,sampai orang tersebut pergi.‎‎Ada seorng tabiin menemui Ibnu sirin ,dan aku hadir disitu ,ternyata orang itu bicara takdir , qodariah ,kata Ibnu sirin ,saya tidak mau dengar ,kau pergi dari kami ,atau kami yang bubar ,saya tidak mau dengar ,bicara pakai logika ,sementara logika tidak ada dalil ,kau yg pergi atau kami yg pergi ,kalo agama ini di kembalikan kepada logika ,akan banyak macem aliran ,Allah sudah kasih dalil, rasulullah sudah jelaskan , selesai .‎‎Sofyan assuri berkata :‎‎" bidaah lebih di cintai oleh iblis dari pada maksiat ."‎‎Maksiat lebih di harapkan taubat darinya ,adapun bidah orang tidak bertaubat .bagiamana orang di suruh bertaubat sedangkan ia tidak menyeru kepada kebenaran,kalo maksiat kita nasehatin bertaubatlah ,dia tau dia salah ,suatu saat dia akan bertaubat ,karena dia tau dia salah ,tapi ,kalo pelaku bidaah dia tidak merasa salah ,justru dia menganggap kita yg salah, bagaimana kita berharap orang ini bertaubat ,kalo tidak di kasih hidayah oleh Allah .‎‎Dari sisi ini ,sisi bidah dan maksiat setan lebih suka bidaah drpada maksiat ,dari situ ,maksiat bisa di harapkan untuk bertaubat ,kalo bidah sulit ,karena dia merasa di atas kebenaran.‎‎sofyan assuri berkata :‎‎" siapa yg mendengar dr ahli bidah,maka tidak ada manfaatnya ,siapa yg berjabat tangan dengan ahli bidaah sungguh dia ,telah mengurai Islam sedikit demi sedikit artinya ,menggugurkan Islam sedikit demi sedikit ,dia ridho bidah di sebarkan ,kalo bidah tersebar maka Islam semakin menciut ,Sunnah Sunnah semakin menghilang, konsekuensi jelas .‎‎Sulaiman At-Tami sakit , dia pun menangis dalam sakitnya , maka ditanyakan dlm sakitnya ,apa yg bikin engkau menangis , apakah enagkaubtakut akan kematian ? Aku tidak takut dengan kematian,saya pernah lewat dengan seorng dr ahli bidaah ,qodariah ,saya ucapkan salam sama dia ,aku khawatir aku di hisab gara gara memberi salam kepada qodariah ,siapa yg membantu ahli bidah ,maka ia telah membantu di rusaknya Islam ,karena bidah menutup Sunnah .bidah semakin tersebar Sunnah semakin mengecil .‎‎Siapa yg membantu bidaah tersebar , ia membantu menghabiskan Sunnah .‎‎apa itu Sunnah apa itu bidaah , disini di jelaskan oleh Ibnu Jauzi ,tidak di ragukan bahwasannya , para ahli hadits, mereka yg mengikuti Sunnah Sunnah nabi dan para sahabat itulah ahli Sunnah .karena mereka di dlm suatu jalan yg tidak ada bidah , murni ,karena bidaah dan hawais baru muncul setelah meninggalnya nabi dan para sahabat.‎‎Jadi siapa yg berpegang teguh Sunnah nabi dan Sunnah para sahabat ,itulah ahli Sunnah .‎‎Adapun bidaah ,perbuataan yg tidak ada kemudian di ada adakan ,dan secara dominan biasanya perkara perkara  bidaah menyelisihi syariat ,bertentangan dgn syariat , dan mengakibatkan penambahan dlm syari'at, dan pengurangan dlm syari'at ,adapun dlm perkara perkara yg beliau sebutkan, kalo ada perkara perkara yg di ada adakan ,tp tidak menambah syariat dan mengurangi syariat ,dahulu para salaf membencinya.‎Dan mereka selalu menjauh dr perkara yg baru ,meskipun ternyata itu boleh ,dlm rangka menjaga yang ittiba.‎‎Zaid bin sabit berkata dgn Umar ,mereka ingin membawa satu Qur'an dlm satu mushaf ,walaupun Al Qur'an dulu masih lembaran lembaran ,maka Zaid mengingkari ,bagiamana wahai abu bakar dan Umar, mau melakukan suatu perkara yg belum di lakukan oleh nabi Muhammad SAW, ini bukan ritual tp ini sarana , itu pun Zaid bin sabit ragu, dan abu bakar mengumpulkan ak Qur'an tidak langsung melaksanakan,beliau masih bimbang ,kenapa ,karena ini adalah perkara yg baru ,padahal perkara baru ini bukan ritual hanya sarana. Kalo berkaitan dgn ritual mereka ingkari.‎‎Kemudian ,ibnu Mas'ud Radhiyallahuanhu, ketika melihat sebagain orng berkumpul ,dimasjid ,kemudian ada salah seorng dr mereka, memimpin,berdzikir rame rame ,ada yg berkata kabiru- kabiru,bertakbir Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar ,bertahlil 100x rame rame ,Ibnu Mas'ud di laporkan,akhirnya Ibnu Mas'ud dtanag kemereka , Krn tidak ada di zaman nabi ,sahabat juga mengingkari Krn tidak ada di zaman nabi , dzikir rame rame dlm satu pemimpin, kemudian ibnu Mas'ud mengingkari kemudian beliau berkata ," demi zaman tidak ada sembahan selainnya , kalian telah mendatangkan bidaah yg gelap , atau kalian mengungguli, sahabat nabi Saw ,kalian sebenarnya melakukan suatu bidaah yang mungkar atau kalian mengungguli sahabat nabi ,tidak ada pilihan ketiga hanya dua ,ini sesat apa kalian lebih hebat dr sahabat nabi Muhammad SAW,sehingga bikin bidaah ,ibdah yg nabi dan para sahabat tidak melakukannya ,kemudian mereka berkata " ya Ibnu Mas'ud,kami melakukan ini untuk melakukan kebaikkan ,daripada mengantuk,lebih baik kami dzikir rame rame ,kata Ibnu Mas'ud , berapa banyak orng menginginkan kebaikkan ,tapi tidak mendapatkannya ,kreasi dlm beribadah ,kemudian ibnu Mas'ud berkata , " hendaklah kalian mengikuti jalan para sahabat ,lazimilah jangan kekanan maupun kekiri ".‎‎Ibnu Jauzi juga menyebutkan model model firkoh , jika di tanya apakah firkoh firkoh ini dikenal ,kami hanya tau tentang perpecahan,kami tau inti inti dari firkoh firkoh,setiap firkoh ,terpecah lagi ,kemudian beliau menyebutkan ,inti inti firkoh ada 6 :‎1. Alhawruwiyah yaitu khowarij ‎2. Qodariah ‎3. Al jamiah‎4. Al murjiah‎5. Rofiah ‎6. Al jabriyah ‎‎Inilah usul firoq ,yaitu usul usul firkoh ,inti ,semua firkoh Kembali kepada enam inti ini .setiap firkoh terpecah menjadi 12 x 6 menjadi 72 .‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎‎

💬 1 komentar📅 1 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya1 Juni 2026
B
Baby Nabilah Ulzanah

📍 Kota Administrasi Jakarta Pusat

Talbis Iblis #1 : Berpegang Teguh Kepada Sunah - Ustadz Dr. Firanda Andirja M.A.

1. Konsep Talbis Iblis & Keterbatasan AkalTalbis Iblis: Tipu daya iblis dalam membungkus kemaksiatan seolah-olah itu adalah sebuah ketaatan, sehingga banyak manusia yang tertipu. Imam Ibnu Al Jauzi (ulama abad ke-6 H) menulis kitab ini untuk memperingatkan dan menunjukkan kepada manusia apa saja jerat-jerat iblis agar mereka selamat.Peran Akal & Syariat: Akal adalah nikmat terbesar untuk mengenal Allah, namun akal tidak bisa berdiri sendiri. Akal ibarat mata dan syariat adalah cahaya. Mata tidak bisa melihat tanpa cahaya yang cukup.Bahaya Logika Tanpa Wahyu: Apabila urusan agama hanya dikembalikan kepada logika semata, maka agama tersebut akan berantakan. Agama harus dikembalikan kepada Al Qur'an dan As-Sunnah.2. Strategi Iblis & Pentingnya Mengenal KeburukanMenebar Syubhat: Iblis merusak manusia dengan memasukkan syubhat (racun) ke dalam ajaran para Nabi (obat). Syaiton memasukkan hawa nafsu ke dalam ajaran Rasulullah yang berujung pada perpecahan umat.Hudzaifah: Sangat penting untuk mengetahui keburukan (bukan hanya kebaikan) agar kita tidak tanpa sadar terjerumus ke dalamnya. Para sahabat selamat karena mereka mengenali keburukan secara terperinci (zaman Jahiliyah) dan hidup di zaman Rasulullah, yaitu puncak dari hidayah dan kebaikan.3. Kunci Keselamatan: Lazimi Sunnah & Bersama Al-Jama'ahTetap Bersama Jama'ah: Setan lebih mudah mempengaruhi orang yang sendirian. Bergabung bersama jama'ah kaum muslimin akan menjauhkan seseorang dari godaan syaiton.Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Sesungguhnya Bani Israil terpecah menjadi 72 golongan. Sedangkan umatku terpecah menjadi 73 golongan, semuanya di neraka kecuali satu.” Para sahabat bertanya, “Siapa golongan yang selamat itu wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Yaitu yang mengikuti pemahamanku dan pemahaman sahabatku.” (HR. Tirmidzi no. 2641. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan). Jadi, yang mengikuti pemahaman para sahabat, itulah yang selamat.Mengapa kita mesti mengambil pemahaman salaf atau sahabat dalam beragama? Karena kalau memakai pikiran masing-masing dalam memahami Al Qur’an dan Hadits, maka tafsirannya bisa macam-macam, bahkan bisa rusak. Sehingga tidak cukup kita mengamalkan Al Qur’an dan Hadits saja, namun juga ditambah harus mengikuti pemahaman para sahabat.4. Bahaya Besar Bid'ahIblis Lebih Menyukai Ahli Bid'ah daripada Ahli Maksiat:Pelaku Maksiat: Tahu bahwa dirinya salah, sehingga ada niat dan peluang besar untuk bertaubat.Pelaku Bid'ah: Merasa bahwa dirinya benar dan sedang taat, sehingga sulit bertaubat. Mereka bahkan sering menganggap sesat orang-orang yang justru mengikuti Sunnah.Bid'ah Membunuh Sunnah: Mengenal dan mempraktikkan satu bid'ah kecil perlahan-lahan akan membuat seseorang enggan melakukan Sunnah dan akhirnya melupakannya. Semakin bid'ah tersebar, porsi agama yang murni akan semakin mengecil.Definisi: Bid'ah adalah mengada-adakan perbuatan baru dalam urusan agama (ritual ibadah) yang sebelumnya tidak ada, dan biasanya menyelisihi syariat. Munculnya bid'ah (dan Khawarij) terjadi setelah Rasulullah dan para sahabat meninggal.5. Prinsip Beragama yang BenarSederhana dalam Sunnah lebih baik daripada bersungguh-sungguh dalam bid'ah: Lebih baik beribadah secara sederhana namun sesuai tuntunan (Al-Qur'an dan As Sunnah sesuai pemahaman para sahabat), daripada berlebihan (seperti ibadah sambil bernyanyi/menari) namun mengada-ada (bid'ah).Inovasi Hanya untuk Dunia: Perkara dunia boleh terus berinovasi, namun urusan agama harus kembali ke ajaran asli.Beragama dengan Dalil: Sabarkan diri di atas Sunnah dan jangan liar dalam beraqidah. Ikuti jika ada dalilnya, tinggalkan jika tidak ada.Ikuti Jejak Salaf: Pemahaman salafus shalih sangat mudah dan konsisten dari dulu hingga sekarang. Berhentilah di mana para sahabat berhenti, ucapkan apa yang mereka ucapkan, dan diamlah pada perkara di mana mereka memilih diam.

💬 0 komentar📅 1 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya1 Juni 2026
D
Deni trisiananingrum

📍 Kota Administrasi Jakarta Pusat

Mukaddimah tablis iblis (bab 1&2)

Kitab TALBIS IBLIS - “Tipuan Iblis”karangan Abdurrahman bin Ali bin Muhammad Ibnul JauziTablis iblis : metode iblis dalam menipu manusia, dimana kemaksiatan dibawa dalam bentuk ketaatan.Terdiri dari 13 bab: ◦ 4 bab sebagai mukaddimah ◦ 9 bab sebagai contoh-contoh tablis iblisMUKADDIMAHIbnu Jauzy : ◦ telah menyusun kitab ini sebagai peringatan dari fitnah, menakut-nakuti dari cobaan, membuka hal yang tersembunyi, dan mempermalukan Iblis dalam tipuan tersembunyinya. Allah adalah penolong dengan kemurahan-Nya bagi setiap orang yang jujur dalam maksudnya. ◦ telah membagi kitab ini menjadi tiga belas bab yang dengan keseluruhannya akan terbuka tipuannya dan menjadi jelas bagi orang yang cerdas dengan memahaminya akan penipuannya. Barangsiapa yang bangkit tekadnya untuk mengamalkannya, maka Iblis akan mengeluh darinya. Bab Pertama: Tentang perintah berpegang teguh pada Sunnah dan Jamaah.Hadist ke 1:"Rasulullah berdiri di hadapan kami lalu bersabda: 'Barangsiapa di antarakalian yang menginginkan keluasan surga, maka hendaklah ia berpegang teguh pada jamaah, karena sesungguhnya setan itu bersama orang yang sendirian dan ia lebih jauh dari dua orang.'"Hadist ke 2: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang menginginkan keluasan surga, maka hendaklah ia berpegang teguh pada jamaah, karena sesungguhnya setan itubersama orang yang sendirian dan ia lebih jauh dari dua orangHadist ke 3:Rasulullah bersabda:"Barangsiapa yang senang untuk mendiami keluasan surga, maka hendaklah ia berpegang teguh pada jamaah, karena sesungguhnya setan itu bersama orang yang sendirian dan ia lebih jauh dari dua orang."Hadist ke 4:Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Tangan Allah berada di atas jamaah, dan setan bersama orang yang menyelisihi jamaah."Hadist ke 5: Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Tangan Allahberada di atas jamaah, maka apabila ada yang menyimpang dari mereka, maka setan-setan akan menyambarnya sebagaimana serigala menyambar kambing dari kawanan domba."Hadist ke 6:Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam membuat garis dengan tangannya, kemudian berkata: "Ini adalah jalan Allah yang lurus." Kemudian iamembuat garis di sebelah kanan dan kirinya, lalu berkata: "Ini adalah jalan-jalan, tidak ada jalan di antaranya kecuali di atasnya ada setan yang mengajak kepadanya." Kemudian ia membaca ayat: "Dan bahwa (yang Kamiperintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain)." (QS. Al-An'am: 153)Hadist ke 7:Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya setan adalah serigalanya manusia sebagaimana serigala bagidomba, ia mengambil domba yang terpisah dan yang menyendiri. Maka jauhilah kalian dari tempat-tempat terpencil dan berpegang teguhlah kalian pada jamaah, kaum awam, dan masjid."Hadist ke 8:Nabi shallallahu alaihi wasallam bahwa beliau bersabda: "Dua orang lebih baik dari satu orang, tiga orang lebih baik dari dua orang, dan empat orang lebih baik dari tiga orang. Maka berpegang teguhlah kalian pada jamaah, karena sesungguhnya Allah Azza wa Jalla tidak mengumpulkan umatku kecuali atas petunjuk."Hadist ke 9:Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Sungguh akan menimpa umatku sebagaimana menimpa Bani Israil, persis seperti sandal dengan sandal, hingga jika di antara mereka ada yang mendatangi ibunya secaraterang-terangan, maka akan ada di umatku yang melakukan hal itu. Dan sesungguhnya Bani Israil terpecah menjadi tujuh puluh dua golongan, dan umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan, semuanya di nerakakecuali satu golongan." Mereka bertanya: "Siapa mereka wahai Rasulullah?". Beliau menjawab: "Apa yang aku dan para sahabatku berada di atasnyaHadist ke 10:"Ketahuilah bahwa Rasulullah shallallahualaihi wa sallam berdiri di hadapan kami lalu bersabda: 'Ketahuilah bahwa orang-orang sebelum kalian dari Ahli Kitab terpecah menjadi tujuh puluh dua golongan, dan sesungguhnya umat ini akan terpecah menjadi tujuh puluh tigagolongan, tujuh puluh dua di neraka dan satu di surga yaitu jamaah. Dan sesungguhnya akan keluar dari umatku kaum-kaum yang hawa nafsu mereka mengalir pada mereka sebagaimana anjing gila mengalir pada pemiliknya.Beberapa atsar yg disebutkan penulis: ◦ berkata Al-Auza'i:"Bersabarlah dirimu atas sunnah, berhentilah di mana kaum berhenti, katakanlah apa yang mereka katakan, dan tahanlah diri dari apa yang mereka tahan diri darinya, dan tempuhlah jalan pendahulu salehmu, karena sesungguhnya apa yang melapangkan mereka akan melapangkanmu."berkata: ◦ berkata Sufyan: "Wahai Yusuf, jika sampai kepadamu kabar tentang seorang laki-laki di Mashriq bahwa ia adalah pengikut sunnah, maka kirimlah salamkepadanya. Dan jika sampai kepadamu kabar tentang yang lain di Maghrib bahwa ia adalah pengikut sunnah, maka kirimlah salam kepadanya, karena sesungguhnya telah sedikit Ahli Sunnah dan Jamaah." ◦ Berkata Sa'id bin Syabib,aku mendengar Yusuf bin Asbath berkata: "Ayahku adalah seorang Qadari dan paman-pamanku adalah Rafidhah, maka Allah menyelamatkanku melalui Sufyan." ◦ berkata kepada Ibnu Abi Bakar bin Ayyasy: "Sunnah dalam Islam lebih mulia daripada Islam dalam agama-agama lainnya." ◦ Berkata Muhammad bin Habban: aku mendengar Hamid bin Ibrahim berkata: berkata Al-Junaid bin Muhammad: "Jalan menuju Allah Azza wa Jalla tertutup bagi makhluk Allah Ta'ala kecuali bagi orang-orang yang mengikuti jejak Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan mengikuti sunnahnya, sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla: 'Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.'" (QS. Al-Ahzab: 21)BAB KEDUA: TENTANG CELAAN TERHADAP BID'AH DAN PARA PELAKU BID'AH ◦ Al-Irbadh berkata: "Rasulullah shallallahu alaihi wasallam shalat subuh bersama kami pada suatu hari, kemudian beliau menghadap kepada kami dengan wajahnya dan memberi nasihat kepada kami dengan nasihat yang mengena sehingga mata-mata berlinang air mata dan hati-hati berguncang karenanya. Seorang berkata: 'Ya Rasulullah, seakan-akan ini adalah nasihat perpisahan, maka apa yang engkau wasiatkan kepada kami?' Beliau bersabda: 'Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah dan mendengar serta taat, meskipun (yang memimpin kalian) adalah seorang budak Habasyah. Sesungguhnya barangsiapa yang hidup setelahku akan melihat perselisihan yang banyak. Maka berpeganglah kalian dengan sunnahku dan sunnah khulafa' ar-rasyidin al-mahdiyyin setelahku. Berpegangteguhlah dengan keduanya dan gigitlah dengan gigi geraham. Dan jauhilah kalian dari perkara- perkara yang baru (dalam agama), karena setiap yang baru adalah bid'ah, dan setiap bid'ah adalah kesesatan.'" At-Tirmidzi berkata: "Ini hadits hasan shahih ◦ dari Ibn Mas'ud, dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Aku adalah pembuka jalan kalian di telaga, dan akan dicegah dariku beberapa orang, maka aku berkata: 'Ya Rabbku, para sahabatku!' Lalu dikatakan: 'Sesungguhnya engkau tidak tahu apa yang mereka adakan setelahmu.'" ◦ Ma'mar menceritakan kepada kami, dia berkata: "Thawus sedang duduk dan anaknya bersamanya, lalu datang seorang laki-laki dari golongan Mu'tazilah dan berbicara tentang sesuatu. Thawus memasukkan kedua jarinya ke telinganya dan berkata: 'Hai anakku, masukkan jarimu ke telingamu supaya kamu tidak mendengar sedikitpun dari ucapannya, karena hati ini lemah.' Kemudian dia berkata: 'Hai anakku, luruslah!' Dia terus berkata 'luruslah' hingga orang itu pergi." ◦ menceritakan kepada kami, dia berkata: "Seorang laki-laki masuk kepada Ibn Sirin sementara aku menyaksikan. Dia membuka satu pintu dari pintu-pintu qadar dan berbicara tentangnya. Ibn Sirin berkata: 'Engkau harus pergi atau kami yang pergi.'" ◦ dari Salam bin Abu Muthi', dia berkata: "Seorang laki-laki dari ahli hawa berkata kepada Ayyub: 'Aku akan berbicara kepadamu dengan satu kalimat.' Dia berkata: 'Tidak, bahkan setengah kalimat pun tidak.'" ◦ dari Ayyub as-Sakhtiyani, dia berkata: "Tidaklah pelaku bid'ah bertambah bersungguh-sungguh kecuali dia bertambah jauh dari Allah Azza wa Jalla." ◦ Yahya bin al-Yaman menceritakan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar Sufyan ats-Tsauri berkata: "Bid'ah lebih dicintai iblis daripada maksiat. Dari maksiat seseorang bisa bertaubat, sedangkan dari bid'ah tidak bisa bertaubat." ◦ Aku mendengar Sufyan ats-Tsauri berkata: "Barangsiapa yang mendengar dari pelaku bid'ah, Allah tidak akan memberikan manfaat kepadanya dari apa yang dia dengar. Dan barangsiapa yang berjabat tangan dengannya, maka dia telah merobohkan tali-tali Islam satu per satu." ◦ Sa'id al-Kurairi menceritakan kepada kami, dia berkata: "Sulaiman at-Taimi sakit, lalu dia menangis dalam sakitnya dengan tangisan yang keras. Dikatakan kepadanya: Apa yang membuatmu menangis? Apakah kamu panik karena kematian?' Dia berkata: 'Tidak, tetapi aku pernah melewati seorang Qadari lalu aku memberi salam kepadanya. Aku takut Rabbku akan menghisabku karenanya.'" ◦ Penulis berkata: Sebagian dari perkataan ini telah diriwayatkan secara marfu' dari Aisyah radiyallahu anha, dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang memuliakan pelaku bid'ah, maka dia telah menolong dalam merobohkan Islam."Jika ada yang berkata: "Kamu telah memuji sunnah dan mencela bid'ah, maka apa itu sunnah dan apa itu bid'ah? Kami melihat bahwa setiap pelaku bid'ah menurut dugaan kami mengklaim bahwa dia termasuk ahli sunnah."Jawabannya adalah: ◦ Sunnah dalam bahasa berarti jalan. Tidak diragukan bahwa ahli riwayat dan atsar yang mengikuti jejak-jejak Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan jejak-jejak para sahabatnya adalah ahli sunnah, karena mereka berada di atas jalan itu yang tidak terjadi padanya hal yang baru. Sesungguhnya peristiwa-peristiwa dan bid'ah-bid'ah terjadi setelah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya. ◦ Bid'ah adalah ungkapan untuk perbuatan yang tidak ada lalu diadakan. Yang paling umum dalam bid'ah-bid'ah adalah bahwa ia bertentangan dengan syariat dengan cara menyelisihi dan mengharuskan melakukannya dengan penambahan atau pengurangan. Jika diadakan sesuatu yang tidak menyelisihi syariat dan tidak mengharuskan melakukannya, maka jumhursalaf membencinya. Mereka menjauh dari setiap pelaku bid'ah meskipun itu boleh, sebagai penjagaan terhadap asal yaitu mengikuti.Beberpaa riwayat tentang kehati-hatian para salaf tentang bid'ah: ◦ Zaid bin Tsabit pernah berkata kepada Abu Bakr dan Umar radiyallahu anhuma ketika keduanya berkata kepadanya "Kumpulkanlah al-Qur'an": "Bagaimana kalian melakukan sesuatu yang tidak dilakukan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam?"Sedemikian berhati-hatinya para salaf tentang bidah,padahal hal tersebut hanya sarana bukan sebuah ritual ◦ Seorang laki-laki memberitahu Abdullah bin Mas'ud bahwa ada sekelompok orang yang duduk di masjid setelah maghrib, di antara mereka ada seorang laki-laki yang berkata: "Bertakbirlah kepada Allah sekian dan sekian, bertasbihlah kepada Allah sekian dan sekian, dan bertahmidlah kepada Allah sekian dan sekian." Abdullah berkata: "Jika kamu melihat mereka melakukan itu, maka datanglah kepadaku dan beritahu aku tentang majelis mereka." Dia mendatangi mereka dan duduk. Ketika dia mendengar apa yang mereka katakan, dia berdiri lalu mendatangi Ibn Mas'ud. Dia datang, dan dia adalah seorang yang keras. Dia berkata: "Aku adalah Abdullah bin Mas'ud. Demi Allah yang tidak ada tuhan selain-Nya, kalian telah datang dengan bid'ah yang batil, dan kalian telah mengungguli para sahabat Muhammad shallallahu alaihi wasallam dalam ilmu." Amru bin Utbah berkata: "Astaghfirullah." Dia berkata: "Berpeganglah kalian dengan jalan, maka ikutilah. Jika kalian mengambil kanan dan kiri, kalian pasti tersesat dengan kesesatan yang jauh."bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Bani Israil terpecah menjadi tujuh puluh satu golongan, maka binasa tujuh puluh golongan dan selamat satu golongan. Dan sesungguhnya umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh dua golongan, akan binasa tujuh puluh satu golongan dan selamat satu golongan." Mereka bertanya: "Ya Rasulullah, golongan apa itu?" Beliau menjawab: "Al-Jama'ah (golongan yang bersatu)."Syaikh Abu Al-Faraj rahimahullah berkata: Jika ditanyakan apakah golongan-golongan ini diketahui, maka jawabannya adalah bahwa kami mengetahui perpecahan dan pokok-pokok golongan, dan bahwa setiap kelompok dari golongan-golongan tersebut telah terbagi lagi menjadi beberapa golongan, meskipun kami tidak mengetahui secara menyeluruh nama-nama golongan tersebut dan madzhab-madzhab mereka. Yang telah tampak bagi kami dari pokok-pokok golongan adalah Al-Haruriyyah, Al-Qadariyyah, Al-Jahmiyyah, Al-Murji'ah, Ar-Rafidhah, Al-Jabariyyah. Sebagian ahli ilmu berkata bahwa pokok golongan-golongan sesat adalah enam golongan ini, dan setiap golongan terbagi menjadi dua belas golongan, sehingga menjadi tujuh puluh dua golongan.

💬 0 komentar📅 1 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya1 Juni 2026
H
Harjuma

📍 Kabupaten Kutai Timur

Talbis Iblis #1: Berpegang Teguh kepada Sunnah

1. Pengantar Kitab Talbis IblisKajian ini membahas kitab Talbis Iblis karya Imam Ibnul Jauzi. Secara umum, talbis berarti penyamaran, pengaburan, atau tipu daya. Maksudnya, iblis tidak selalu menggoda manusia dengan bentuk maksiat yang jelas, tetapi sering membungkus penyimpangan dengan tampilan seolah-olah itu adalah kebaikan, kehati-hatian, atau ibadah.Dalam kajian ini dibahas bagian tentang talbis iblis dalam ibadah. Iblis dapat menggoda orang-orang yang rajin beribadah, terutama ketika mereka memiliki semangat ibadah tetapi kurang ilmu. Akibatnya, seseorang bisa merasa sedang melakukan kebaikan, padahal ia sedang terjebak dalam sikap berlebihan, waswas, atau melakukan sesuatu yang tidak sesuai tuntunan sunnah.⸻2. Godaan Iblis kepada Ahli IbadahA. Mendahulukan ibadah tanpa ilmuSalah satu godaan pertama iblis kepada ahli ibadah adalah membuat mereka lebih mengutamakan ibadah lahiriah daripada menuntut ilmu. Iblis membisikkan bahwa tujuan ilmu hanyalah untuk beramal, sehingga yang penting adalah memperbanyak amal. Sekilas tampak benar, tetapi menjadi keliru jika seseorang beramal tanpa ilmu.Padahal ilmu sangat penting agar ibadah dilakukan dengan benar. Tanpa ilmu, seseorang mudah tertipu oleh bisikan iblis. Ia bisa mengira suatu amalan sebagai bentuk kehati-hatian, padahal sebenarnya itu berlebihan dan menyelisihi tuntunan syariat.Dalam kajian disebutkan bahwa banyak orang memahami ibadah hanya sebatas amal lahiriah, seperti salat, wudhu, puasa, dan gerakan fisik lainnya. Padahal amalan hati juga sangat penting, bahkan memiliki kedudukan besar dalam agama. Amalan hati seperti ikhlas, tawakal, takut kepada Allah, berharap kepada Allah, sabar, ridha, dan cinta kepada Allah tidak boleh diabaikan.Beberapa perkataan salaf juga disebutkan untuk menunjukkan keutamaan ilmu. Di antaranya, ilmu lebih utama daripada ibadah yang dilakukan tanpa pemahaman, karena ilmu menjaga seseorang agar tidak salah dalam beribadah. Dengan ilmu, seseorang tahu mana yang sunnah, mana yang bid’ah, mana yang boleh, mana yang berlebihan, dan mana yang justru dilarang.⸻3. Talbis Iblis dalam BersuciBagian pertama yang dibahas adalah godaan iblis dalam masalah bersuci, seperti buang air, wudhu, penggunaan air, dan menghilangkan najis.A. Waswas setelah buang airIblis menggoda sebagian orang agar terlalu lama di kamar mandi. Misalnya, setelah buang air kecil, seseorang merasa air kencingnya belum keluar semua. Lalu ia melakukan berbagai cara yang berlebihan, seperti menunggu terlalu lama, berjalan-jalan, mengangkat kaki, atau melakukan gerakan tertentu agar merasa “benar-benar bersih”.Padahal Islam adalah agama yang mengajarkan kebersihan, tetapi tidak mengajarkan sikap berlebihan. Setelah seseorang membersihkan diri sesuai tuntunan, maka ia tidak perlu terus mengikuti perasaan ragu. Keraguan yang tidak berdasar justru bisa menjadi pintu waswas.Intinya, bersuci itu wajib, tetapi tidak boleh sampai menjadi beban yang berlebihan. Syariat Islam mudah dan tidak mempersulit hamba.⸻B. Berlebihan dalam menggunakan airTalbis iblis juga muncul ketika seseorang merasa bahwa semakin banyak air yang dipakai, semakin sempurna bersucinya. Akhirnya ia menggunakan air secara berlebihan saat wudhu atau mandi.Padahal boros dalam penggunaan air bukan bagian dari sunnah. Dalam kajian disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah menegur Sa’ad yang berlebihan dalam menggunakan air ketika wudhu. Ketika Sa’ad bertanya apakah dalam wudhu juga bisa ada sikap berlebihan, Rasulullah ﷺ menjawab bahwa berlebihan tetap tidak boleh, walaupun seseorang berada di sungai yang mengalir.Dari sini dapat dipahami bahwa banyaknya air bukan ukuran sah atau tidaknya wudhu. Yang penting adalah anggota wudhu terkena air sesuai tuntunan. Jika sudah terpenuhi, maka wudhu sah dan tidak perlu diulang-ulang karena perasaan ragu.⸻C. Waswas dalam niat wudhuSebagian orang juga digoda dalam masalah niat. Mereka merasa niat belum sah kalau tidak dilafalkan dengan suara tertentu atau diulang-ulang. Padahal niat tempatnya di hati.Dalam kajian dijelaskan bahwa para fuqaha sepakat bahwa melafalkan niat bukan kewajiban. Ada perbedaan pendapat apakah melafalkan niat dianjurkan atau tidak, tetapi yang jelas tidak boleh dianggap wajib. Pendapat yang lebih kuat dalam kajian ini adalah bahwa melafalkan niat tidak disyariatkan, karena Rasulullah ﷺ dan para sahabat tidak melafalkan niat wudhu dengan ucapan khusus seperti “nawaitu…”.Contoh yang sering disalahpahami adalah lafaz ketika haji atau umrah. Ucapan talbiyah dalam haji dan umrah bukanlah pelafalan niat seperti “aku berniat…”, tetapi termasuk syiar ibadah. Jadi tidak bisa dijadikan dalil bahwa semua ibadah harus diawali dengan pelafalan niat.Kesimpulannya, seseorang cukup berniat dalam hati. Tidak perlu mempersulit diri dengan mengulang-ulang lafaz niat.⸻D. Ragu terhadap kesucian airIblis juga menggoda manusia dengan rasa ragu terhadap air yang digunakan. Misalnya muncul pikiran, “Jangan-jangan air ini najis,” “Jangan-jangan airnya tidak suci,” atau “Jangan-jangan wudhu saya tidak sah.”Dalam kaidah fikih, asal segala sesuatu seperti air dan tanah adalah suci, sampai ada bukti yang jelas bahwa benda tersebut terkena najis. Karena itu, keraguan semata tidak boleh mengalahkan hukum asal.Jadi, seseorang tidak boleh membangun ibadahnya di atas perasaan “jangan-jangan”. Jika tidak ada bukti nyata bahwa air itu najis, maka air tetap dihukumi suci.⸻E. Bahaya waswas dalam wudhuDalam kajian dijelaskan beberapa dampak buruk dari waswas ketika wudhu, yaitu:Boros air    Seseorang menggunakan air jauh lebih banyak dari kebutuhan.Menghabiskan waktu dan umur    Wudhu yang seharusnya sederhana menjadi sangat lama.Menyelisihi kemudahan syariat    Orang yang waswas seolah tidak puas dengan cara bersuci yang diajarkan agama.Masuk ke dalam larangan    Misalnya mencuci anggota wudhu lebih dari tiga kali karena merasa belum bersih.Bisa tertinggal salat berjamaah    Karena terlalu lama wudhu, seseorang malah kehilangan keutamaan salat berjamaah atau bahkan terlambat salat.Talbis iblis di sini adalah membuat orang mengira bahwa wudhu lama berarti lebih wara’ atau lebih hati-hati. Padahal, kehati-hatian yang benar adalah mengikuti sunnah, bukan mengikuti waswas.⸻F. Syaitan bernama WalhanDalam kajian disebutkan hadis bahwa dalam wudhu ada syaitan yang disebut Walhan, yang menggoda manusia agar waswas dalam penggunaan air. Karena itu, seseorang harus berhati-hati terhadap rasa ragu yang berlebihan ketika bersuci.Maknanya, waswas dalam wudhu bukan perkara ringan. Ia bisa menjadi pintu gangguan iblis, sehingga seseorang merasa ibadahnya tidak sah, mengulang-ulang wudhu, dan akhirnya merasa berat dalam menjalankan agama.⸻G. Ukuran air untuk wudhu dan mandiKajian juga menyebutkan bahwa Rasulullah ﷺ menggunakan air dalam jumlah yang sederhana. Disebutkan bahwa satu mudd cukup untuk wudhu, sedangkan satu sha’ cukup untuk mandi. Ini menunjukkan bahwa sunnah Nabi ﷺ adalah hemat air dan tidak berlebihan.Maka orang yang merasa air sedikit tidak cukup, lalu selalu memakai air secara berlebihan, perlu berhati-hati. Bisa jadi ia sedang tertipu oleh waswas, bukan sedang melakukan kehati-hatian yang benar.⸻H. Contoh kemudahan syariat dalam najisIslam mengajarkan kebersihan, tetapi tetap mudah. Dalam kajian disebutkan beberapa contoh:Pertama, jika sandal terkena kotoran, maka cukup digosokkan ke tanah hingga hilang kotorannya. Ini menunjukkan bahwa syariat tidak memerintahkan pembersihan yang memberatkan.Kedua, pakaian panjang wanita yang menyentuh tanah tidak harus selalu dicuci berlebihan. Tanah berikutnya dapat membersihkan bagian yang terkena kotoran sebelumnya, sebagaimana disebutkan dalam kajian.Ketiga, setelah buang air, membersihkan dengan batu pun pada asalnya cukup dalam syariat, meskipun mungkin masih ada bekas yang sangat sedikit dan dimaafkan. Ini menunjukkan bahwa Islam tidak menuntut sesuatu yang di luar kemampuan manusia.Kesimpulan pentingnya: Islam mengajarkan kebersihan, tetapi tidak mengajarkan sikap berlebihan.⸻4. Talbis Iblis dalam AdzanA. Berlebihan dalam melantunkan adzanBagian berikutnya membahas godaan iblis dalam masalah adzan. Dalam kajian dijelaskan bahwa adzan tidak perlu dibuat terlalu mendayu-dayu secara berlebihan. Yang paling penting dari adzan adalah lafaz dan kandungan maknanya, yaitu panggilan untuk salat dan pengagungan kepada Allah.Melagukan adzan dengan suara yang baik boleh, tetapi jangan sampai berlebihan, mengubah makna, atau menjadikan adzan seperti ajang pertunjukan suara. Adzan adalah ibadah, sehingga harus tetap mengikuti tuntunan.⸻B. Mencampurkan adzan dengan tambahan-tambahanDalam kajian disebutkan bahwa sebagian orang mencampurkan adzan dengan zikir, senandung, atau bacaan tertentu yang dikeraskan. Misalnya antara adzan dan iqamah diisi dengan shalawat atau senandung keras yang mengganggu orang lain.Masalahnya bukan pada shalawat atau zikirnya secara mutlak, karena shalawat dan zikir adalah amalan baik. Namun yang dipermasalahkan adalah ketika hal itu dilakukan dengan cara, waktu, dan bentuk tertentu yang dianggap bagian dari rangkaian ibadah adzan, padahal tidak ada tuntunannya dari Nabi ﷺ.Selain itu, suara yang terlalu keras bisa mengganggu orang yang sedang salat, berzikir, membaca Al-Qur’an, atau beristirahat.⸻C. Mengganggu orang lain dengan suara kerasIbnul Jauzi menyebutkan bahwa ada orang yang bangun malam lalu membaca Al-Qur’an atau memberi nasihat dengan suara keras sampai mengganggu orang yang sedang istirahat. Ini termasuk bentuk kemungkaran karena ibadah pribadi tidak boleh menzalimi orang lain.Prinsipnya, amal ibadah harus tetap memperhatikan hak orang lain. Membaca Al-Qur’an adalah ibadah mulia, tetapi jika dilakukan dengan suara keras sampai mengganggu orang yang tidur, orang sakit, atau orang yang sedang beribadah lain, maka cara tersebut menjadi tidak tepat.⸻D. Kaidah Imam Malik tentang ibadahDalam kajian disebutkan kaidah penting dari Imam Malik: sesuatu yang bukan agama pada zaman Nabi ﷺ, maka tidak menjadi agama pada masa setelahnya. Maksudnya, dalam urusan ibadah, seseorang tidak boleh membuat tata cara baru lalu menganggapnya sebagai bagian dari agama.Imam Malik juga mengingatkan bahwa orang yang membuat perkara baru dalam agama dan menganggapnya baik, seolah-olah ia menuduh Nabi ﷺ belum menyampaikan agama secara sempurna. Padahal Allah telah menyempurnakan agama Islam, sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Maidah ayat 3.Kaidah ini sangat penting untuk memahami perbedaan antara ibadah yang sesuai sunnah dan ibadah yang dibuat-buat. Dalam ibadah, niat baik saja tidak cukup. Amalan harus sesuai dengan tuntunan Rasulullah ﷺ.⸻5. Talbis Iblis dalam SalatA. Waswas terhadap pakaian salatDalam masalah salat, iblis menggoda sebagian orang agar berlebihan dalam urusan pakaian. Misalnya seseorang mencuci pakaian salat berulang-ulang karena merasa belum suci, padahal tidak ada bukti najis yang jelas.Ini termasuk bentuk waswas. Jika pakaian asalnya suci dan tidak ada najis yang nyata, maka pakaian tersebut boleh dipakai untuk salat. Tidak perlu dicuci berulang-ulang hanya karena rasa ragu.⸻B. Contoh dari para sahabatDalam kajian disebutkan bahwa para sahabat ketika menaklukkan Persia memakai pakaian dan bejana orang Persia. Mereka tidak bersikap berlebihan dengan menganggap semuanya najis tanpa bukti.Ini menunjukkan bahwa hukum asal benda adalah suci. Tidak boleh seseorang menganggap benda najis hanya karena prasangka. Jika tidak ada bukti najis, maka benda tetap dihukumi suci.⸻6. Inti Besar MateriA. Ilmu adalah penjaga ibadahSemangat ibadah harus disertai ilmu. Tanpa ilmu, seseorang bisa terjebak pada dua kesalahan: meremehkan ibadah atau berlebihan dalam ibadah. Keduanya sama-sama tidak tepat.Orang yang berilmu akan tahu batasan syariat. Ia tahu kapan harus berhati-hati dan kapan harus berhenti mengikuti rasa ragu. Ia juga tahu bahwa agama Islam dibangun di atas kemudahan, bukan kesulitan yang dibuat-buat.⸻B. Waswas bukan tanda wara’Salah satu poin penting kajian ini adalah bahwa waswas tidak sama dengan wara’. Wara’ adalah kehati-hatian yang berdasarkan ilmu dan dalil. Sedangkan waswas adalah keraguan berlebihan yang sering kali tidak memiliki dasar.Contohnya, seseorang yang mengulang wudhu berkali-kali bukan berarti lebih saleh. Bisa jadi ia sedang mengikuti bisikan iblis. Begitu juga orang yang mencuci pakaian terus-menerus tanpa bukti najis, atau merasa niatnya belum sah karena tidak dilafalkan berkali-kali.⸻C. Sunnah adalah ukuran kebenaran ibadahDalam ibadah, ukuran benar bukan perasaan, kebiasaan masyarakat, atau anggapan “semakin banyak semakin baik”. Ukuran benar adalah sesuai dengan tuntunan Rasulullah ﷺ.Jika Nabi ﷺ mengajarkan wudhu sederhana, maka itulah yang terbaik. Jika Nabi ﷺ tidak melafalkan niat wudhu, maka tidak perlu menjadikan pelafalan niat sebagai kewajiban. Jika Nabi ﷺ tidak menambahkan senandung tertentu antara adzan dan iqamah, maka tidak boleh menganggap tambahan itu sebagai bagian wajib atau bagian khusus dari ibadah.⸻D. Islam itu bersih, tetapi tidak berlebihanIslam sangat memperhatikan kebersihan. Bersuci adalah syarat sah banyak ibadah. Namun Islam tidak mengajarkan sikap ekstrem dalam bersuci.Seseorang harus membersihkan najis, tetapi tidak boleh terjebak dalam rasa ragu terus-menerus. Seseorang harus berwudhu dengan benar, tetapi tidak boleh boros air dan mengulang-ulang tanpa alasan. Seseorang harus memakai pakaian suci untuk salat, tetapi tidak boleh menganggap semua benda najis hanya karena prasangka.⸻7. Pelajaran yang Bisa DiambilJangan beribadah hanya dengan semangat, tetapi harus dengan ilmu.    Semangat tanpa ilmu bisa membuat seseorang jatuh pada kesalahan.Iblis bisa menggoda lewat pintu kebaikan.    Tidak semua godaan iblis berbentuk maksiat terang-terangan. Kadang iblis membuat seseorang berlebihan dalam ibadah sampai menyelisihi sunnah.Waswas harus dilawan, bukan diikuti.    Jika waswas diikuti, ia akan semakin kuat dan membuat ibadah terasa berat.Hukum asal air, tanah, pakaian, dan benda-benda adalah suci.    Jangan menghukumi najis kecuali ada bukti yang jelas.Niat tempatnya di hati.    Tidak perlu mengulang-ulang lafaz niat karena merasa belum sah.Menggunakan air berlebihan bukan tanda ibadah lebih baik.    Nabi ﷺ mencontohkan wudhu dan mandi dengan air secukupnya.Ibadah tidak boleh mengganggu orang lain.    Membaca Al-Qur’an, zikir, atau nasihat dengan suara keras bisa menjadi salah jika mengganggu orang lain.Dalam ibadah, yang terbaik adalah yang paling sesuai sunnah.    Bukan yang paling banyak, paling lama, atau paling berat.

💬 0 komentar📅 1 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya1 Juni 2026
N
Niken Tambang Raras

📍 Kota Palu

Catatan Talbis Iblis Pertemuan Pertama

Oleh Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A. dengan judul "Talbis Iblis #1: Berpegang Teguh Kepada Sunah".Dicatat oleh: Niken Ummu Uwais 🔸Pendahuluan Kitab Talbis Iblis-Arti Talbis Iblis: Secara bahasa berarti "tipuan iblis" yaitu metode iblis dalam memperdaya manusia dengan mengemas kemaksiatan atau keburukan seolah-olah sebagai bentuk ketaatan atau kebaikan.-Profil Penulis (Imam Ibnul Jauzi): Beliau hidup di abad ke-6 Hijriyah dan dikenal sebagai ahli nasihat (ahli wa'adz). Majelisnya dihadiri puluhan ribu hingga 100 ribu orang, di mana puluhan ribu orang masuk Islam dan bertobat di tangannya.-Struktur Kitab: Kitab ini terdiri dari 13 bab.-4 Bab Pertama (Mukadimah): Berisi perintah melazimi Sunah dan Jamaah, celaan terhadap Bid'ah dan ahlul bid'ah, peringatan fitnah iblis, serta makna talbis dan ghurur.-9 Bab Berikutnya (Rincian Tipuan): Menjelaskan tipuan iblis kepada berbagai kalangan manusia, mulai dari masalah akidah, para ulama, penguasa, ahli ibadah, ahli zuhud, kaum sufi, orang yang menyangka mendapat karamah, orang awam, hingga tipuan menunda-nunda amal karena panjang angan-angan.-Fungsi Akal dan SyariatNikmat terbesar manusia adalah akal karena dengan akal manusia bisa mengenal Allah dan membenarkan para rasul.Namun, akal secara independen tidak bisa mengantarkan kepada seluruh kemaslahatan karena akal itu terbatas.Allah mengutus para rasul untuk membimbing akal.Diibaratkan bahwa syariat adalah matahari (cahaya) sedangkan akal adalah mata. Mata tidak akan bisa melihat dengan baik jika tidak ada cahaya yang cukup.Cara iblis menyesatkan manusia dengan mencampurkan perkataan para rasul dengan syubhat, mencampurkan obat dengan racun. Tujuan Mengenal KeburukanUstadz Firanda mengutip hadis Hudzaifah bin Al-Yaman rhadiyallahu 'anhu yang sering bertanya kepada Nabi Muhammad ﷺ mengenai keburukan agar tidak terjerumus ke dalamnya.Siapa yang hanya mengenal kebaikan tidak mengenal keburukan maka ia akan mudah terjerumus.Orang yang paling selamat adalah orang yang mengenal kebaikan secara terperinci untuk diamalkan, sekaligus mengenal keburukan secara terperinci untuk dihindari, sebagaimana para sahabat Nabi dahulu yang sangat memahami keburukan zaman Jahiliyah dan kebaikan zaman Islam Pentingnya Melazimi Sunah dan JamaahOrang siapa yang ingin selamat hendaknya dia melazimi sunnah dan menjauhi bid'ah. Karena kebanyakan jerat-jerat syaitan itu masuk dari pintu bid'ah.Dikutip hadis Umar bin Khattab rhadiyallahu 'anhu bahwa siapa yang ingin mendapatkan posisi terbaik di tengah surga (buhbuhatal jannah), hendaknya ia melazimi jamaah, karena setan mudah menggoda orang yang menyendiri.Ikuti pemikiran jama'ah kaum muslimin, jangan mengambil pemikiran sendiri yang nyeleneh.Ikuti jalannya jama'ah = sahabat. Jangan nyempal dengan pemikiran sendiri.Tidaklah bid'ah terjadi melainkan karena ada ide. Ide tentang aqidah, ide tentang ibadah.Tidak kembali dengan sumber awal.Setan membuat syubhat yang terstruktur untuk menjebak manusia ke dalam aliran-aliran baru dan menjauhkan mereka dari jalan lurus yang dicontohkan nabi dan para sahabat.Bahaya dan Celaan Terhadap Bid'ahMengutip hadis perpecahan umat menjadi 73 golongan, di mana hanya ada satu golongan yang selamat, yaitu golongan yang melazimi apa yang dijalani oleh Nabi ﷺ dan para sahabatnya.Mengutip perkataan Sufyan Ats-Tsauri bahwa bid'ah lebih dicintai oleh iblis daripada maksiat biasa.Pelaku maksiat umumnya sadar dirinya salah sehingga lebih mudah diharapkan bertobat, sedangkan pelaku bid'ah merasa sedang melakukan kebaikan sehingga sulit untuk bertobat.الاقتصاد في السنه خير من الاجتهاد في البدعه Bersederhana dalam sunnah lebih baik daripada bersungguh-sungguh di dalam bid'ah.Kalau kita ada mendapatkan pemikiran, kita telusuri lagi dulu bagaimana dulu seperti apa di zaman para sahabat seperti apa. Dan kalau kita ingin keluar dari koridor pemahaman para salaf ini akan berkembang terus akan ada terus bidah baru. Para ulama Salaf dahulu (seperti Thawus, Ibnu Sirin, dan Ayub As-Sakhtiyani) sangat tegas dan enggan mendengar perkataan serta syubhat dari para ahli bid'ah demi menjaga hati mereka yang lemah.Ushul firoq ada 6: Al-haruriyah atau Al khawarij Al qadariyah Al jabariyah Al murji'ah Ar-rafidhah Al-JahmiyahKesimpulan SolusiJalan keluar utama agar manusia selamat dari jerat dan tipuan iblis yang beraneka ragam adalah dengan teguh memegang Sunah Nabi Muhammad ﷺ serta mengikuti pemahaman para sahabat (Salafush Shalih), serta menjauhi perkara-perkara baru yang diada-adakan dalam urusan ritual ibadah.

💬 0 komentar📅 1 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya1 Juni 2026
L
Linna Syanti Dewi

📍 Kota Surabaya

Talbis Iblis 1

1. Pentingnya mengikuti Al-Qur'an dan Sunnah- Keselamatan dalam agama adalah dengan mengikuti petunjuk Nabi - Tidak cukup hanya bermodal niat baik, tetapi juga harus sesuai tuntunan syariat.2. Bahaya bid'ah dalam agama- Iblis terkadang membuat seseorang merasa sedang melakukan kebaikan, padahal amalan tersebut tidak memiliki dasar yang benar.- Karena itu, ilmu menjadi sangat penting sebelum beramal.3. Keutamaan para sahabat dan generasi salaf- Mereka dijadikan contoh karena paling memahami ajaran Nabi - Cara beragama mereka dianggap sebagai standar dalam memahami Islam.4. Tipu daya Iblis terhadap ahli ibadah- Seseorang bisa rajin beribadah tetapi tetap terjatuh dalam kesalahan jika tidak mengikuti sunnah- Setan lebih senang melihat seseorang melakukan penyimpangan yang dianggap sebagai ibadah daripada maksiat yang jelas-jelas disadari sebagai dosa.

💬 0 komentar📅 1 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya1 Juni 2026
N
Nursafitri

📍 Kabupaten Berau

Bab 1 tablis iblis - Berpegang teguh kepada sunnah

Ustadz Firanda andirja hafidzhullahTablis iblis 1 Berpegang teguh kepada sunnahTablis iblis arti dalam bahasa indonesia tipuan iblis , bagaimana iblis memperdaya manusia dengan cara seakan akan itu adalah kebaikan ternyata itu adalah keburukan. Tablis > metode iblis dalam menipu manusia dibawakan kemaksiatan dalam bentuk ketaatan sehingga banyak yang teperdaya.Iblis melakukan tipuan dan mencampurkan penjelasan para Nabi penjelasan syariat dengan syuhbat sehingga orang orang teperdaya"Ingin selamat dari jeratan syaitan , lazimi Sunnah dan jauhi bid'ah"

💬 0 komentar📅 1 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya1 Juni 2026
A
Amika Aspar

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Talbis Iblis #1

Kitab "Talbis Iblis"Ditulis oleh Imam Ibnul Jauzi rahimahullaah Ta'alaDibahas oleh Ustadz Firanda AndirjaCatatan Kajian:* Talbis Iblis (secara bahasa Indonesia) = TIPUAN Iblis"Bagaimana iblis memperdaya manusia dengan cara seakan-akan itu adalah kebaikan padahal ternyata itu adalah keburukan"Talbis: metode Iblis dalam menipu manusia, dibawakan kemaksiatan dalam bentuk ketaatan.Pembukaan:* Penulis menyampaikan bahwa nikmat paling besar bagi manusia adalah akal.* Dengan akal, manusia dapat mengenal Allaah subhanahu wa ta'ala.* Dengan akal pula, manusia bisa membenarkan para rasul.* Hanya saja, akal scr independen tidak mengantarkan manusia kepada segala tujuan.*Manusia diberi akal. Dengan akal bisa mengenal tuhan dan mengetahui para rasul utusan tuhan.* Tapi akal tidak bisa mengantarkan kepada seluruh maslahat manusia, karena akal TERBATAS. Oleh karenanya harus diutus para rasul.* Allaah mengutus para rasul untuk membimbing akal tersebut. kemudian diturunkan kitab-kitab suci.* Oleh karenanya syariat yang dibawa rasul seperti matahari , adapun akal seperti mata. Mata bisa melihat, tapi jika tidak ada cahaya mata tidak bisa melihat. Maka uuntuk bisa melihat dengan baik butuh cahaya yang cukup.* Allaah memberi anugrah yang lain, selain akal. Anugrah pertama diturunkan Nabi Adam dan beranak pinak di dunia. Mengajarkan wahyu kepada keturunannya. Lalu terjadi kejadian pembunuhan pertama oleh anak-anaknya, ketika syahwat sudah menguasainya. Kemudian mulai terjadi kerancuan-kerancuan, aqidah dan aliran-aliran. Dugaan iblis bisa menyesatkan manusia telah terjadi. * Cara iblis menggoda manusia dengan mencampurkan penjelasan para Nabi (syariat)dengan syubhat. Obat yang dibawa oleh para nabi dicampur dengan racun . Sehingga orang-orang terpedaya. Inilah tujuan para iblis dan caranya sangat banyak, sehingga akhirnya memecah belah umat, berkelompok dan berbagai aliran.* Penulis kemudian berpikir untuk memperingatkan manusia dari tipuan-tipuan iblis. Kalau kita memperingatkan akan bahaya, agar manusia tidak terperangkap dalam perangkap-perangkap iblis, berdasarkan penglaman dan kepakaran beliau.* Hudzaifah dalam HR Muslim, orang -orang bertanya kepada Rasulullaah tentang kebaikan, aku bertanya tentang keburukan, aku khawatir keburukan mengenaiku, agar tidak terjerumus. Aku mengenal keburukan agar aku dapat meninggalkannya.* "Siapa yang hanya mengenal kebaikan, tidak mengenal keburukan, maka Anda bisa terjerumus. sebaliknya, hanya mengenal kebaikan tidak mengenal lawannya, dia bisa terjerumus dalam keburukan tersebut"* Oleh karenanya, orang paling selamat adalah yang mengenal kebaikan dan keburukan secara terperinci. Dia mengenal ketaatan-ketaatan, juga mengenal dosa-dosa besar. Dalam Islam, terdapat penjelasan tentang apa itu ketaatan dan dosa-dosa besar, bisa dipelajari kedua-duanya. Sehingga ia punya ilmu dan beramal di atas ilmu.* Oleh karenanya oleh yang paling sempurna dalam hal ini adalah para sahabat. Karena para sahabat pernah hidup di zaman jahiliyah. Pada saat itu, semua keburukan terkumpul dalam kejahiliyahan.* Para sahabat kemudian mendapatkan cahaya Hidayah dengan diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam dan mereka mengenal kebaikan secara terperinci.* Firman Allaah, "Demikianlah kami rinci ayat-ayat agar jelas jalan orang-orang yang pendosa..."* Allaah jelaskan hal tersebut supaya kita tahu bukan hanya mengenal kebaikan, juga untuk mengenal keburukan.* Demikian kita tidak bisa menyamai para sahabat karena mengenal keburukan yang sangat di puncak-puncak keburukan zaman jahiliyah dan mereka mengenal kebaikan di puncak-puncak kebaikan zaman Nabi Muhammad. Sehingga tidak ada orang yang menyamai mereka dalam ilmu dan amal mereka secara terperinci.* Penulis menempuh jalan untuk mengenalkan keburukan yang merupakan jerat-jerat syaithon.Muqaddimah (4 Bab):Perintah untuk Melazimi Sunnah dan Menjauhi Bid'ah* Hadist dari Umar bin Khattab radhiallaahu anhu dengan sanadnya, "Rasululllaah berdiri di antara kami dan berkhotbah lalu berkata Siapa yang ingin posisi di tengah di surga yang terbaik, maka hendaknya ia melazimi jama'ah, karena syaithon bersama dengan yang sendirian dan yang bersama dengan dua orang setan semakin menjauh."* Ikuti aqidah yang benar. Berjamaahlah, jangan punya pemikiran sendiri, jangan sendirian karena setan mudah menggoda orang yang bersendirian.* Ibnu Mas'Ud radhiyallaahu anhu, dimana Ibnu Mas'ud berkata, "Rasulullaah membuat garis yang lurus dengan tangannya, inilah Jalan Allaah yang lurus. Kemudian Rasulullaah membuat garis-garis miring di sisi kiri dan kanan. Siapa yang jalan di jalan-jalan yang miring ini, di setiap jalan ini ada setan yang menyuruh kepada jalan tersebut. Jalan kebenaran hanya satu di tengah. Maka ikuti jalan yang ini jangan ikuti jalan yang kanan dan kiri."* Firman Allaah, "Inilah jalanku yang lurus, maka ikutilah. Jangan ikuti jalan-jalan yang lain. * Kemudian beliau membawakan hadits, memperingatkan perpecahan umat. Ikutilah jamaah pada zamannya para Sahabat. Jangan menyimpang dan punya pemikiran sendiri. * Karena bid'ah muncul kecuali karena ada ide-ide. Punya ide ttg aqidah dan ibadah. tidak mengikuti sumber awal. Ini asal muasal munculnya bid'ah. Dan di setiap ide tersebut ada setan yang memberi pujian bahwa itu adalah ide bagus. Hingga akhirnya meninggalkan jalan yang lurus.* Sabda rasululllah, "Sesungguhnya akan datang pada umatku yaitu perbuatan kemungkaran sebagaimana yang datang pada Bani Israil. Seperti sandal yang persis sama. Bahkan ada laki-laki di kalangan Bani Israil yang terang2an menzinai ibunya, maka akan ada umatku yang melakukan hal yang sama"* Sabda Rasulullaah, "Bani Israil akan terpecah ke dalam 72 golongan. Dan umatku akan terpecah ke 73 golongan. Semuanya akan masuk ke neraka, kecuali satu golongan. Siapa golongan yang selamat itu? Orang yang Melazimi Jama'ah, yang Rasulullaah dan para sahabat berjalan di atasnya.* Dari Muawiyah, Rasulullaah bersabda "Ketahuilah, bahwa orang dari kalangan ahli kitab akan terpecah ke dalam 72 golongan dan umatku akan terpecah jadi 73 golongan. 1 golongan di surga, mereka itulah wal Jama'ah"* Dan akan muncul dari umatku suatu kaum dimana hawa nafsu mengalir menggerogoti mereka, sebagaimana penyakit rabies.* Percuma diajak ke sunnah, percuma karena sudah termakan sunnah terstruktur.* Jika tidak punya landasan agama yg kuat akan mudah terpengaruh.* Supaya tidak terjerat, maka ikuti Wal Jama'ah.* Banyak nasihat para salaf, diantaranya:➡️ Sederhana dalam sunnah lebih baik daripada bersungguh-sungguh dalam bid'ah. ➡️ Dalam agama, kita diminta untuk meninggalkan hal2 yang baru dan meragukan, kembali pada pemahaman para salaf. ➡️ Abul Aliyah, "Hendaknya kalian berpegang teguh pada yang pertama yang para sahabat di atasnya sebelum ada perpecahan2"➡️ "kalau agama ini dibiarkan berkembang liar, untuk apa para Nabi diutus?"➡️ Sabarkanlah dirimu di atas sunnah (mungkin dicela, banyak larangan, harus ada dalil, sesuai pemahaman salaf, dll)"Berhentilah dimana Para sahabat berhenti, jangan tambah2kan, ucapkan dari apa yang mereka ucapkan. Diamlah dari apa yang mereka diamkan. Tempuhlah jalan yang ditempuh para salafus Shalih dahulu. Apa yang sesungguhnya lapang bagimu, lapang bagi mereka" ➡️ Sufyan At-tsauri, "Tidak ada perkataan yang diterima kecuali harus ada amalnya, ada buktinya. Perkataan dan perbuatan tidak lurus kecuali dengan ada niatnya. Tidak akan lurus setiap perkataan perbuatan kecuali sesuai dengan sunnah nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam."➡️ Sufyan At-tsauri berkata," Wahai Yusuf, kalau kau dengar seseorang di Timur dan di Barat yang berada di atas sunnah maka sampaikan salamku buatnya. Karena ahlus Sunnah wal Jama'ah semakin sedikit" (padahal ini baru di abad kedua atau ketiga). ➡️ Ibnu Syauzab mengatakan hal yang indah, "Di antara nikmat Allaah kepada seorang pemuda adalah jika ia mulai beribadah dan dia mendapat teman di atas sunnah sehingga temannya mengajaknya kepada sunnah"Muqaddimah Bab 2"Celaan Terhadap Bid'ah dan Pelakunya"* "Barangsiapa yang mengadakan perkara-perkara baru dalam agama yang tidak ada contohnya dari kami, maka akan tertolak"* "Siapa yang membenci sunnahku maka bukan Dari golonganku" * Sebagian ahlul Bid'ah tidak suka dengan sunnah2 Rasulullaah. * Buruknya Bid'ah, jika sudah senang dengan bid'ah, maka yang sunnah akan ditinggalkan.* Hadist atau wasiat Rasulullaah: "​"Aku wasiatkan kalian untuk bertakwa kepada Allah, serta mendengar dan taat (kepada pemimpin) meskipun yang memimpin kalian adalah seorang budak Habasyah (Ethiopia). Karena barangsiapa yang hidup setelahku, niscaya ia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka wajib atas kalian berpegang teguh pada sunnahku dan sunnah Khulafa' ar-Rasyidin yang mendapat petunjuk. Pegang erat-erat sunnah itu dan gigitlah dengan gigi geraham kalian. Dan jauhilah oleh kalian perkara-perkara baru yang diada-adakan (dalam agama), karena setiap perkara baru adalah bid'ah dan setiap bid'ah adalah kesesatan."* Hadits lainnya," Nanti di hari kiamat, aku mendahului kalian di telagaku Siapa yang melewatinya, ia akan minum. Dan siapa yang minum, ia tidak akan merasa haus selama-lamanya. Serta sungguh, akan datang kepadaku beberapa kaum yang aku mengenali mereka dan mereka mengenaliku, kemudian dipisahkan antara aku dan mereka. Lalu aku berkata, Sesungguhnya mereka adalah bagian dariku (umatku). Maka dikatakan (kepadaku), Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang mereka ada-adakan (perkara baru/bid'ah dalam agama) setelahmu. Maka aku pun berkata, Menjauhlah, menjauhlah bagi orang yang mengubah (agama) setelahku."* Para ulama terdahulu tidak mau mendengar ttg hal-hal bid'ah. Mereka fokus pada hal2 yang sesuai Quran dan Sunnah. * Hati manusia itu lemah, sehingga bisa mudah terpengaruh pada syubhat dan bid'ah apalagi pemikiran2 filsafat. (syubhat mu'tazilah)* Kalau agama ini dikembalikan pada logika maka akan ada banyak macam aliran agama. * Allaah sudah memberi dalil, Nabi sudah memberi dalil, maka sudah selesai. * Kata seorang ulama, "Seorang pelaku yang semakin semangat dengan bid'ahnya maka akan semakin jauh dari Allaah subhaanahu wa ta'ala."* Sufyan At-tsauri, "Bid'ah lebih dicintai Iblis daripada maksiat"➡️ Karena orang yg bermaksiat masih bisa diharapkan untuk bertaubat tapi pelaku bid'ah tidak mau bertaubat karena tidak merasa melakukan kesalahan.. Bagaimana mau tobat, karena ia tidak merasa bersalah. Kecuali ia mendapatkan hidayah dari Allaah subhaanahu wa ta'ala. * Sufyan At-tsauri, "Siapa yang mendengar dari Ahli Bid'ah maka tidak ada manfaatnya" * Para sahabat, tidak menggampang2kan bid'ah. * Siapa yang membantu ahlul Bid'ah maka ia telah membantu dirusaknya Islam dengan mengecilkan disebarkannya sunnah. * Sunnah (secara bahasa) = Jalan. ➡️ Para Ahli hadits adalah aglus sunnah yang mengikuti sunnah Rasulullaah dan para sahabat. * Bid'ah: perbuatan yang dulu tidak ada lalu diada2kan. Dominan menyelisihi syariat. Ada penambahan dan pengurangan syariat. * Berbeda dengan mengumpulkan ayat-ayat Quran dan dijadikan dalam satu mushaf. Iya memang perkara baru, tapi bukan ritual ibadah. Ia adalah sarana utnum untuk mempermudah beribadah. * Untuk yang berkaitan dengan ritual baru, para sahabat mengingkarinya l. * Ibnu Mas'ud pernah menyaksikan dan mengingkari sekumpulan orang yang duduk melingkar dan berdzikir bersama-sama. Yang tidak pernah dicontohkan Rasulullaah. "Kalian telah melakukan bid'ah atau telah merasa lebih hebat dari para sahabat, hanya dua itu pilihannya."* 6 Firqah sesat (inti Firqah):- Khawarij- Rafidhah- Qodariyah- Jahmiyah- Murji'ah- Jabariyah➡️ Setiap firqah terpecah ke dalam 12 Golongan* TIPUAN setan sangatlah banyak dan jalan keluar yang paling utama adalah berpegang pada sunnah dan jauhi bid'ah.

💬 0 komentar📅 1 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya1 Juni 2026
D
Dinda Anisya Rahma

📍 Kota Tegal

Ringkasan Bab 1 - Berpegang Tegung Kepada Sunnah

Talbis Iblis (1) : Berpegang Teguh Kepada SunnahKitab karya Al Imam Ibnul Jauzi RAhimahullahUstadz Dr. Firanda Andirja, Lc, M.A.Talbis iblis jika diartikan secara bahasa indonesia adalah tipuan iblis. Yaitu bagaimana iblis memperdaya manusia dengan cara seakan-akan itu adalah kebaikan, padahal itu adalah keburukan. Talbis merupakan metode iblis dengan dibawakannya kemaksiatan dalam bentuk ketaatan yang disodorkan oleh iblis.MuqoddimahAl-Amru Bi luzūmi Sunnah Wal Jāma’ahPerintah untuk melazimi sunnah dan memperingatkan akan bahaya bid’ah a/ jauhi bid’ah. Ini merupakan adalah cara untuk selamat dari talbis iblis kata Ibnul Jauzi rahimahullah.Ibnul Jauzi rahimahullah membawakan hadits Ibnu Mas’ud radiallahu ta’ala anhu, beliau berkata:Rasulullah ﷺ membuat sebuah garis lurus dengan tangannya, lalu bersabda:“Ini adalah jalan Allah yang lurus.”Kemudian beliau membuat garis-garis lain di sebelah kanan dan kirinya, lalu bersabda:“Ini adalah jalan-jalan (yang menyimpang). Pada setiap jalan itu ada setan yang menyeru kepadanya.”Kemudian beliau membaca firman Allah:“Dan sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah ia. Janganlah kamu mengikuti jalan-jalan yang lain, karena jalan-jalan itu akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya.” (QS. Al-An’am: 153)Beliau membawakan hadits dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash. Rasulullah ﷺ bersabda:“Sungguh akan datang kepada umatku apa yang telah datang kepada Bani Israil, sejajar seperti sandal dengan sandal. Sampai-sampai jika di antara mereka ada yang mendatangi (menggauli) ibunya secara terang-terangan, maka akan ada pula dari umatku yang melakukan hal itu.”Kemudian beliau melanjutkan:“Dan sesungguhnya Bani Israil terpecah menjadi 72 golongan, sedangkan umatku akan terpecah menjadi 73 golongan. Semuanya di neraka kecuali satu golongan.”Para sahabat bertanya, “Siapakah golongan itu wahai Rasulullah?”Beliau menjawab:“Yaitu orang yang melazimi aku, apa yang aku dan sahabatku berada di atasnya.”Beliau juga membawakan lagi hadits dari Mu’awiyah bin Abi Sofyan, Beliau berkata: الا إِنَّ مَنْ قَبْلَكُمْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ افْتَرَقُوا عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِينَ مِلَّةً، وَإِنَّ هَذِهِ الْمِلَّةَ سَتَفْتَرِقُ عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِينَ، ثِنْتَانِ وَسَبْعُونَ فِي النَّارِ وَوَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ، وَهِيَ الْجَمَاعَةُRasulullah ﷺ berdiri di tengah kami lalu bersabda:“Ketahuilah, sesungguhnya Ahli Kitab sebelum kalian telah terpecah menjadi 72 golongan. Dan sesungguhnya umat ini akan terpecah menjadi 73 golongan; 72 di neraka dan 1 di surga, yaitu al-Jama’ah.”Beliau juga memberikan beberapa nasihat dari para salaf :Perkataan Ibnu Mas’ud rahumahullah berkata,“Sederhana dalam sunnah, artinya mencukupkan diri dengan sunnah dari pada sungguh-sungguh (semangat) tapi bid’ah”.Ulama salaf juga berkata,اصْبِرْ نَفْسَكَ عَلَى السُّنَّةِ، وَقِفْ حَيْثُ وَقَفَ الْقَوْمُ، وَقُلْ بِمَا قَالُوا، وَكُفَّ عَمَّا كَفُّوا عَنْهُ، وَاسْلُكْ سَبِيلَ سَلَفِكَ الصَّالِحِ، فَإِنَّهُ يَسَعُكَ مَا وَسِعَهُمْ“Paksa dan sabarkan dirimu di atas Sunnah. Berhentilah pada batas tempat kaum (salaf) berhenti. Katakanlah apa yang mereka katakan. Tahan dirimu dari apa yang mereka tahan diri darinya. Tempuhlah jalan salafmu yang saleh, karena apa yang mencukupi mereka akan mencukupimu pula.”Diantara perkataan yang indah dari Ibnu Syaudzab rahimahullah berkata,   مِنْ نِعَمِ اللَّهِ عَلَى الشَّابِّ إِذَا نَسَكَ أَنْ يُوَاخِيَ صَاحِبَ سُنَّةٍ يَحْمِلُهُ عَلَيْهَا“Di antara nikmat Allah kepada seorang pemuda ketika ia mulai menempuh jalan ibadah dan kebaikan adalah Allah mempertemukannya dengan sahabat yang berada di atas Sunnah, yang membantunya berpegang teguh kepadanya.”Ibnu Al-Jawzi memberikan perhatian besar terhadap bahaya bid’ah. Beliau menjelaskan bahwa salah satu tipu daya terbesar iblis adalah membuat pelaku bid’ah merasa dirinya berada di atas kebenaran sehingga tidak merasa perlu bertaubat.فَإِنَّ الْمُبْتَدِعَ إِنَّمَا قَصَدَ الْخَيْرَ فِي زَعْمِهِ، فَكَيْفَ يُتَصَوَّرُ مِنْهُ التَّوْبَةُ“Sesungguhnya pelaku bid’ah itu mengira bahwa ia sedan melakukan kebaikan. Maka bagaimana mungkin ia terdorong untuk bertaubat (dari perbuatannya)?”Maknanya, pelaku maksiat sering kali tahu bahwa ia berdosa sehingga masih ada peluang baginya untuk menyesal dan kembali. Adapun pelaku bid’ah merasa dirinya sedang beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah, sehingga ia tidak menyadari kesalahannya. Bid’ah lebih dicintai iblis dari pada maksiat. Seorang pelaku bid’ah tidak akan bertaubat karena dia merasa di atas kebenaran, sedangkan pelaku maksiat akan bertaubat.Beliau kemudian menjelaskan bahwa jalan keselamatan adalah:Berpegang kepada Al-Qur’an.Mengikuti Sunnah Rasulullah ﷺ.Meneladani para sahabat dan generasi salaf.Tidak membuat-buat bentuk ibadah yang tidak memiliki dasar dari syariat.Beliau juga menjelaskan mengenai firqah-firqah sebelum masuk kedalam pembahasan inti. Inti dari firqah-firqah (Usul Firaq) ada 6, yaitu :Al Haruriyyah, yaitu khawarij.Al QadariyyahAl JahmiyyahAl Murji’ahAr RafidahAl JabriyyahBeliau mengatakan setiap firqah terpecah menjadi 12 (12x6 = 72).

💬 0 komentar📅 1 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya1 Juni 2026
R
Regita Dwi Ananda

📍 Kota Bandung

Talbis Iblis -1

Talbis iblis- 1Talbis iblis = tipuan iblisTalbis = metode dalam menipu manusia, kemaksiatan yg berbentuk ketaatanImam ibnu zaujiyMuqadimahBAB 1Perintah untuk melazimi sunnahBAB 2Celaan terhadap bidah dan ahlul bidahBAB 3Peringatan terhadap tipuan syaithonBAB 4Yang dimaksud dengan Talbis"Sesungguhnya nikmat yang paling besar adalah akal, karena dengan akal manusia bisa mengenal Allah ﷻ dengan akal pula orang bisa membenarkan para Rasul, oleh karna nya akal karena independent tidak bisa mengantarkan pada tujuan. Oleh karena nya, syariat yang dibawa oleh para Rasul seperti matahari, adapun akal seperti mata (mata bisa melihat, jika ada cahaya)Allah ﷻ memberi anugerah yg pertama diantara nya nabi adam (qabil membunuh saudaranya)Cara iblis menggoda manusia : obat yang dibawa oleh nabi dicampur dengan racun sehingga orang orang terperdaya, dan caranya sangat banyak sehingga memecah belah umat berkelompok kelompok, aliran aliran, maka aku harus mengingatkan manusia dari tipuan tipuan iblis, dan dari perangkap perangkap iblis.Orang orang bertanya kebaikan, tapi aku bertanya keburukan, karena takut keburukan itu menimpaku. Dan agar tidak terjerumus dalam keburukan tersebut.Orang yang paling selamat adalah yang paling mengenal kebaikan secara terperinci dan mengenal keburukan secara terperinci. Dia mengenal ketaatan ketaatan dia juga mengenal dosa dosa besar, dan dia beramal diatas ilmuInti isi muqadimmah Lazimi sunnah jauhi bidah, kebanyakan jerat syaitan masuk melalui pintu bidah. (Kemaksiatan yg dianggap ketaatan = bidah)Siapa yang ingin mencapai buh buhah surga, (tengah surga/surga terbaik) maka hendaknya dia lazimi jemaah karena setan bersama dengan orang yang sendirian dan bersama dua org semakin menjauh, setan mudah dengan org yg sendirian.Jangan nyimpang dengan pemikiran sendiri, karena bidah muncul karena ada ide. Ide tentang aqidah, ide tentang ibadah, tidak kembali kepada sumber awal dan tiap kesana ada setan setan yg menyeru nyaRasulullah ﷺ bersabda :"Sesungguhnya akan datang pada umatku yaitu perbuatan kemungkaran sebagaimana yg datang pada bani israil sama persis bahkan kalau di bani israil yg menzinahi ibunya secara terang terangan, maka akan ada dari umatku yang melakukannya. Sesungguhnya bani israil terpecah menjadi 72 golongan dan umatku akan terpecah menjadi 73 golongan. Semuanya di neraka kecuali 1 aliran/golongan. Yaitu orang yang melazimi aku dan apa yg sahabatku berada diatasnya"Rasulullah ﷺ  bersabda :"Ikutilah jemaah dan akan muncul dari umatku suatu kaum dimana hawa nafsu menggerogoti mereka" sebagaimana rabies. Mereka sudah punya subhat yg berstruktur. Jika mereka tidak punya landasan yg baik maka Akan mudah terjebak dengan subhat mereka yg akhirnya kekufuran. Suatu kaum yg digerogoti hawa nafsu mereka punya pemikiran sendiri. Supaya tidak terjebak maka lazimi jamaah. Ikuti rasul dan para sahabat.Nasihat nasihat para salaf :Mencukupkan diri dengan sunnah lebih baik daripada sungguh sungguh semangat tapi bidahHendaknya kalian berpegang teguh pada perkara yg pertama (zaman para sahabat) sebelum muncul perpecahan perpecahanSabarkanlah dirimu diatas sunnah. Agama saya harus ada dalil. Berhentilah dimana kaum dahulu berhenti, ucapkanlah apa yg diucapakan mereke, dan diamlah dari apa yg mereka diam. tempuah jalan salaf sholih dahulu, sesungguhnya yg lapang bagimu adalah lapang bagu merekaZaman salaf dahulu mungkin abad ke 2 atau 3 "Kalau sampai ditimur ada shobihussunah maka sampaikanlah salaam dariku untuknya, jika sampai ada kabar kepadamu kabar ada seorang di timur diatas sunnah, kirim salaam buat dia, sampaikan salaam ku kepada dia. Karena ahlusunnah waljamaah sudah sedikit"Ibmu zaujab beliau berkata :"Diantara nikmat Allah ﷻ kepada seorang pemuda, jika dia mulai beribadah, mendapat teman seorang diatas sunnah, sehingga temannya mengajak dia ketas sunnah"Yusuf bin asbat :"Ayahku qadariyyah pamanku rafidhah syiah, Allah ﷻ selamatkan aku dengan sofyan at-tsauri, aku mengenal sunnah lewat beliau"Al Junaidi :"Seluruh jalan tertutup kecuali yg mengikuti riwayat dari Rasulullah ﷺ  petunjuk dan sunnah nabi dan melazimi tarikat ﷺ karena seluruh pintu pintu kebaikan menuju sunnah nabi ﷺ "Celaan terhadap ahlul bidah"Siapa yang mengadakan perkara perkara baru dalam agama maka tertolak""Demikian juga siapa yang membenci sunnahku maka bukan dari golonganku"Sebagian ahlul bidah mereka tidak suka dengan sunnah, ketika seorang suka dgn bidah yg sunnah dia tinggalkan.Rasulullah ﷺ suatu hari memberikan nasihat kepada para sahabat sampai hati mereka tersentuh, sampai mereka menangis, sampai seakan akan wasiat yang hendak berpisah. Kata Nabi ﷺ "Aku wasiatkan kalian untuk bertaqwa kepada Allah, untuk mendengar dan taat kepada pemimpin meskipun yg memimpin kalian adalah seorang budak hitam dari habasy siapa yg hidup setelahku makan akan melihat banyak perselisihan. Hendaknya kalian berpegang teguh kepada sunnahku dan sunnah khulafa'ur rasyidin yaitu abu bakar, utsman dan ali yg mendapat petunjuk setelahku, pegang erat erat sunnahku dan sunnah para sahabatku dan gigitlah dengan gigi graham kalian, hati hati kalian dgn perkara perkara yg baru dalam agama, setiap perkara baru dalam agama adalah bidah, dan setiap bidah adalah kesesatan."Radulullah ﷺ bersabda:"Di hari kiamat aku mendahului kalian di telaga ku, ada orang orang ketika mau menuju ke telagaku, dicabut, dipinggirkan. Ya Rabbku itu sahabat sahabatku, aku kenal mereka. Maka diakatakan kepadaku engkau tidak tahu apabyg meraka ada adakan setelah kepergianmu.""Tawus sedang duduk dan ada anaknya disitu, ada org dari mu'tazilah datang, lalu org mu'tazilah itu  ngomong tentang sesuatu, maka dia masukan kedua jari nya ditelinga nya. Dia berkata kepada putranya masukan jarimu di telingamu, jangan kau dengar suatupun dari dia. Tutup terus putraku sampai org tsb pergi"Sofyan at-tsauri berkata :"bidah lebih dicintai oleh iblis dari maksiat, maksiat org bisa berharap taubat darinya, adapin bidah org tidak mah taubat""Siapa yg mendengar dari ahlul bidah maka tidak ada manfaatnya, siapa yg berjabat tangan dgn ahlul bidah sungguh dia telah mengurai islam sedikit demi sedikit""Siapa yg membentu ahlul bidah berarti dia telah membantu dirusaknya islam"Sunnah = secara bahasa adalah jalanBidah muncul ketika Rasulullah ﷺ telah wafat. Siapa yg mengikuti Rasulullah ﷺ dan para sahabatku itulah ahlusunnah wal jamaahInti firqah firqah ada 6:Al haruriyah = khawarijAl qadariyahAl jahmiyahAl murjiahAr RafidohAl jabariyahSetiap firqah terpecah menjadi 12Intinya : "Tipuan syaitan sangat banyak jalan keluar yg paling utama adalah berpegang teguh pada sunnah dan jangan coba coba nyerempet nyerempet bidah, tinggalkan bidah semua yg tidak diajarkan Al-Qruan dan sunnah tinggalkan. Gak usah coba coba untuk dengar sebagaimana para salaf dahulu, karena syaitan sangat pandai dalam menggelincirkan manusia dalam jerat jeratnya."

💬 0 komentar📅 1 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya1 Juni 2026
K
khaira azwa putri ranaji

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

catatan TALBIS IBLIS #1: berpegang teguh kepada sunnah

TALBIS IBLIS #1: berpegang teguh kepada sunnahapa itu talbis iblis? (tipuan iblis) talbis iblis merupakan cara gimana iblıs memperdaya manusia dengan cara seakan" itu adalah kebaikan. metode iblis dalam menipu manusia dengan membawa kemaksıatan dlm bentuk ketaatan.sesungguhnya nikmat yang paling besar bagi manusia adalah akal, karena dengan akal, seseorang bisa mengenal allah subhananu wata ala. akal juga menjadikan seseorang bisa membenarkan para rasul. hanya saja, akal secara independen tdk bisa mengantarkan manusia kpd segala tujuan.karena akal punya kapasitas terbatas maka Allah utus para rasul utk membimbing akal tsb kmdn diturunkan kitab" suci.syariat yg dibawa para rasul ibarat matahari dan akal Ibarat mata (mata bisa melihat tp kalau tanpa cahaya sama aja ga keliatan, maka butuh cahaya yg cukup).awal munculnya dugaan iblis menyesatkan manusia sejak qabil membunuh habil krn syahwat menguasainya.iblis melakuran tipu daya dengan cara mencampurkan penjelasan para nabi dgn syubhat.fiqh hudzaifah → di saat org " tanya ttg kebaikan dia jg tanya ttg keburukan, selain krn takut dia mendapati keburukan tsb jg keburukan kadang yg dilalaikan orang". orang yg tau baik doang gtau buruknya bs terjerumus.orang y selamat y tau baik buruk scr terperinci. org” seperti ini adalah sahabat" di zaman Rasulullah krn mrk di zaman dmn rebunukan lagi puncak"nya dan bljr kebenaran dgn rinci.rasulullah bersabda "'barangsiapa y ingn mencapai buhbuhal jannah (posisi tengan" di surga) hendaknya melazimi jamaah krn setan berasama dengan yang sendirian dan bersama dua orang dia menjauh"* jangan sendirian krn gmpg digoda setan"siapa ý ingin tinggal di posisi bunbunal jannah maka hendaknya dia melazimi jamaah sesungguhnya setan brsm 1 orang & brrm 2 orang setan semakin jauh"* ikuti jamaah muslimin, jgn ikuti pemikiran nyeleneh drpd yang diyakini kaum musliminİkuti aqidah sahabat y benar, jgn menyımpang dgn pemikiran sendiri, krn itu awal mula terbentuknya bid’ah. tdk kembali ke jalan awal.dr 73 golongan yg selamat cuma 1 yai tu golongan yg melazimi aku apa y aku dan sahabatku berada di atasnya; yartu melazimi jamaah, melazimi apa y dipegang para shalafus salih👈🏻cara beragama y benar (keyakinan)akan ada golongan yg sudah dikuasai hawa nafsu, sdh punya syubhat y terstruktur sampai tdk bisa diajak u/ bljr sunnah. hal ini berujung kpd kekufuran. punya pemikiran sendiri. kalo gamau gini ya lazimi jamaah.sederhana dlm sunnah; hanya mencukupkan dri dgn sunnah lebih baik drpd sungguh" tp bid'ahhendaknya berpegang teguh dengan perkara yang pertama yaitu pada zaman para sahabat; perkara sahabat di atasnya dan sebelumnya yaitu sebelum perpecahankalo perkara dunia gapapa bervariatif tapi kalo perkara agama gabolehseseorang yang nasih yaitu menasehati saudaranya kalo terjerumuskalo pemikirannya dibiarin liar aja ngapain di utus rasulullah dan para nabi dan sahabat? makanya pemikiran dijaga dilurusin sama beliau”ulama salaf berkata: sabarkanlah dirimu di atas sunnah (tidak liar dlm beragama, tidak liat dlm berfikir aqidah krn semua pasti ada dalilnya gabisa kalo gada dasar atau dalil) berhentilah dimana mereka kaum terdahulu berhenti (jangan ditambah”in) ucapkanlah apa yang mereka ucapkan, dan diamlah dari apa yang mereka diam, tempuhlah jalan salaf yang saleh terdahulu. sesungguhnya apa yang lapang bagimu juga lapang bagi merekatidak ada perkataan yang diterima kecuali harus ada amal dan buktinya, dan perkataan dan perbuatan tidak lurus kecuali ada niatnya, dan tidak akan lurus dan istiqamah perkataan perbuatan dan niat kecuali sesuai dengan sunnah rasulullah sallallahu alaihi wasallamdiantara nikmat allah kepada para pemuda jika dia mulai beribadah dia akan mendapatkan teman seprang di atas sunnah sehingga teman yang mengajak dia ke atas sunnah merupakan sebuah nikmatcelaan terhadap bid’ah dan ahlul bid’ah:barangsiapa yang membuat perkara” baru dalam agama maka tertolakbarangsiapa yang benci dengan sunnah rasulullah maka bukan bagian darinyasebagian ahlul bid’ah gasuka sama sunnah rasulullah makanya dia bikin baruwasiat rasulullah seakan” mau berpisah: aku wasiatkan kalian untuk bertaqwa kepada Allah untuk mendengar dan taat kepada pemimpin meskipun yang memimpin kalian seorang budak habasyiyah. siapa yang hidup setelahku dia akan lihat banyak perselisihan. hendaknya kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah para khulafaur rasyidin (abu bakar, ustman, ali). pegang erat” sunnah para sahabat dan gigitlah dengan geraham kalian, hati hatilah dengan perkara baru dalam agama, setiap perkara baru dalam agama itu bid’ah, dan setiap bid’ah adalah kesesatan.kalau agama ini dikembalikan pada logika akan mengajak banyak aliran. Allah dan rasulullah sudah kasih dalil ya sudah pake itu aja gausah ditambah??tidaklah seorang pelaku bid’ah semakin semangat dalam bid’ahnya kecuali semakin jauh dari Allahbid’ah lebih dicintai iblis daripada maksiat. maksiat masih diharapkan taubatnya sedangkan bid’ah engga, kenapa? krn org maksiat tau salah dikasitau dia tobat, kalo bid’ah dia mikir pemikiran nya bener makanya BATU😊siapa yang mendengar dari ahlul bid’ah maka tidak ada manfaatnyasiapa yang berjabat tangan dengan ahlul bid’ah sesungguhnya dia telah mengurai (menggugurkan) islam sedikit demi sedikitsiapa yang membantu ahlul bid’ah berarti dia membantu merusak islamsunnah dlm bahasa artinya jalan. tidak diragukan bahwasannya ahlul hadist merekalah yang mengikuti sunnah” rasul dan sahabat karena mereka berada di atas satu jalan yang belum ada bid’ah di dalamnya, karena bid’ah dan hawaarith muncul setelah nabi wafatbid’ah yaitu perbuatan yang di ada”kan. secara dominan biasanya perkara bid’ah itu menyelisihi syariat dan mengakibatkan penambahan dan pengurangan dlm syariatinti dari firqah ada 6: al haruriyah (khawaarij), al qodariyah, al jahmiyah, al murji’ah, al rafizah, jabariyah. setiap firqah terbagi jadi 12, jadilah 72 golongan. 1 nya yaitu ahlusunnah

💬 0 komentar📅 1 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya1 Juni 2026
E
Ellisa Septiana

📍 Kota Depok

Talbis iblis #1 : Berpegang Teguh Kpd Sunah- Ustadz dr. Firanda-

1.Hakikat Tablis-- Tablis iblis secara bahasa -- tipuan iblis untuk memperdaya manusia dgn cara seakan2 itu kebaikan padahal itu keburukan. Metode iblis dalam menipu manusia dibawakan kemaksiatan dlm bentuk ketaatan yg disodorkan o/iblis sehingga bnyk terperdaya. Senjata Utama Iblis: Kesamaran (syubhat), hawa nafsu, dan kebodohan manusia terhadap agamanya sendiri"Sesungguhnya nikmat yg paling besar bagi manusia adalah akal, Krn dengan akal seseorang bisa mengenal Allah, dgn akal pula menjadikan seorang bisa membenarkan para rasul" . Anugrah yg utama adalah diturunkannya Nabi Adam AS kemudian beranak pinang, mengajarkan kepada anak keturunan dgn Wahyu dari Allah sampai akhirnya terjadi khabil -- membunuh saudaranya sendiri ketika syahwat sudah menguasainya, kemudian terjadilah kerancuan2 akidah, berbagai macam aliran2, sehingga dugaan iblis bahwa dia bisa menyesatkan manusia telah terjadi. Orang yang paling selamat adalah orang yang mengenal kebaikan secara terperinci dan mengenal keburukan secara terperinci."Jika anda ingin selamat dari seluruh jerat2 syaitan sebaiknya mukadimah lazimih Sunnah dan jauhi bidah". Karena jerat2 syaitan kebanyakan dari jerat2 bidah.Umar bin Khatab, Rasulullah berdiri didepan kami dan Rasulullah berkotbah menyampaikan wejangan dan berkata," siapa yg ingin mencapai bubuhanya Syurga, mencapai ditengahnya syurga Krn syurga semakin ditengah semakin mulia, siapa yg ingin menempati tempat tertinggi, yg terbaik maka hendaknya lazimih jamaah -- maksudnya ikuti kaum muslimin Rasulullah bersabda " Sesungguhnya akan datang pada umatku perbuatan kemungkaran sebagaimana datang pada bani Israil, seperti sendal dengan sendal sama persis. Bahkan kalo di bani Israil ada orang menzinahi ibunya secara terang2an, maka ada umatku yg melakukannya"2. Pentingnya Berpegang pada Sunnah Berdasarkan mukadimah kitab, cara mutlak agar selamat dari tipuan iblis adalah dengan:• Melazimkan As-Sunnah: Mengikuti Al-Qur'an dan Sunnah sesuai dengan pemahaman Salaful Ummah (para sahabat Nabi).• Menjauhi Bid'ah: Segala bentuk tata cara ibadah yang tidak ada tuntunannya dari Nabi SAW adalah pintu masuk kesesatan.• Bersama Al-Jama'ah: Tetap bersatu di atas kebenaran dan tidak memecah belah umat (berpegang teguh pada tuntunan Rasulullah SAW dan para sahabat)3. Mengapa Iblis Menyerang Melalui Bid'ah?Ibnul Jauzi menjelaskan bahwa iblis lebih menyukai bid'ah daripada kemaksiatan.Pelaku maksiat biasanya menyadari bahwa dirinya bersalah sehingga ia bisa bertaubat.Pelaku bid'ah mengira dirinya sedang beramal saleh (taat), sehingga ia merasa tidak perlu bertaubat, yang justru membuatnya semakin sulit keluar dari jebakan iblis.4. Solusi Agar Selamat dari Tipuan IblisMenuntut Ilmu Agama ? Mengenal kebaikan dan keburukan secara terperinci agar tidak mudah tertipu.Tunduk pada Dalil: Mendahulukan nash (Al-Qur'an dan Hadits) di atas akal, perasaan, maupun kebiasaan masyarakat.

💬 0 komentar📅 1 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya1 Juni 2026
P
Peni Fauziah Puadah

📍 Kota Bandung

Mukadimah Kitab Tablis Iblis - Ustadz Firanda Andirja

Tipuan iblis.Tablis : metode iblis dalam menipu manusia, kemaksiatan yang ditampilkan sebagai ketaatan sehingga pengikutnya terpedaya. Penulis kitab ini adalah orang yang masyhur, pakar dalam memberikan nasihat. 4 bab pertama adalah muqaddimahPerintah untuk melazimi sunnahTentang cercaan terhadap bid'ah dan ahlul bid'ahPeringatan tentang fitnah iblisMakna talbis Bab bab berikutnya contoh - contoh talbis iblis terhadap berbagai macam model manusiaTalbis terhadap ulama dalam berbagai macam bidang ilmuBagaimana setan menipu para penguasaTentang talbis terhadap para ahli ibadah.Tentang tipuan syaithan terhadap ahli zuhudTentang tipuan setan terhadap orang-orang sufiyahTentang tipuan setan terhadap orang yang ahli ibadah (kaitan dengan karomahTalbis terhadap orang awamTalbis yang membuat panjang angan-angan.Permulaan kitab sesungguhnya nikmat terbesar bagi seseorang adalah akal. Karena dengan akal dia bisa mengimani Allah dan para rasul. Tapi akal tersebut tidak mampu secara independen mengantarkan pada seluruh maslahat manusia, oleh karenanya perlu diutus para rasul untuk meluruskan. Syariat yang dibawa para rasul itu ibarat matahari dan akal adalah mata. anugrah pertama adalah diciptkannnya adam alaihissalam, sampai akhirnya qabil membunuh habil ketika syahwat telah merasukinya. Sehingga timbullah penyelewengan - penyelewengan. syaithan mencampurkan syariat dengan syubhat. Syaithan mencampurkan obat yang dibawa para rasul dengan racun. Ibnul jauzi menulis ini dengan tujuan agar kita bisa menghindari penyebab penyebab kesombongan. Dalam shahih bukhari kata hudzaifah, orang-orang bertanya tentang kebaikan sementara aku bertanya tentang keburukan. Dia bertanya tentang sesuatu yang sering dilupakan orang-orang. aku mengenal keburukan bukan untuk melakukannya melainkan untuk menghindari keburukan. Sehingga orang yang paling selamat adalah orang yang mengenal kebaikan secara terperinci dan mengenal keburukan secara terperinci juga. Orang yang paling sempurna dalam hal ini adalah para sahabat. Mereka mengenal keburukan karena di zaman jahiliyah, segala keburukan itu ada. Lalu mereka mengeanal kebaikan sampai ke puncaknya sejak diutusnya Rasulullah saw. MuqaddimahPerintah untuk melazimi sunnah, jauhi bid'ah. karena jerat-jerat syaithan dalam pintu bid'ah. Maka untuk selamat, lazimi sunnah, dan jauhi bid'ah. hadits dari umar bin khatab : Kata umar : Rasulullah berdiri di antara kami lalu bersabda : siapa yang mau mencapai buhbuhah surga (tengah - tengah surga) karena surga terbaik itu yang tengah. Maka ikutilah jama'ah. Jangan sendirian, karena syaithan mudah mengelabui orang yang sendirian. Karena syaithan bersama satu orang. Ikuti jama'ah yang benar. Hadits larangan menyimpang ini adalah jalan yang benar (pakai isyarat) dan ini adalah jalan-jalan yang menyimpang. Wa anna hadza sirathimmustaqiima fattabi'uhi hadits tentang perpecahan umat. (Ibnul jauzi meminta agar kita berjalan dalam hidup-hidup ini secara berjama'ah) Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya akan datang pada umatku kemungkaran seperti yang datang pada umat bani israil, bahkan kalau di bani israil ada orang yang menzinahi ibunya secara terang-terangan, maka akan ada umatku yang melakukannya. Sesungguhnya bani israil telah terpecah pada 72 golongan. dan umatku terpecah menjadi 73 golongan, kecuali 1 golongan yaitu orang-orang yang melazimi jama'ah, orang-orang yang mengikuti jalan yang ditempuh oleh ku dan para sahabat. dan akan muncul dari umatku yang syahwat menggerogoti mereka seperti rabies yang menjalar. Akan ada orang-orang yang terjebak dalam syubhat yang terstruktur yang ujungnya pada kekufuran. Maka, agar terhindar dari itu, ikuti jama'ah. Nasihat para salaf perkataan abdullah bin mas'ud. "Sederhana dalam sunnah lebih baik dari pada sungguh-sungguh dalam bid'ah." kata abul 'aliyah: Hendaknya kalian berpegang teguh pada perkara yang pertama (zaman para sahabat) dalam urusan agama. Sebelum mereka terpecah belah. orang yang nasih itu ketika ada saudaranya yang terjerumus, maka ingatkan saudaranya. Sabarkanlah dirimu dalam sunnah, berhentilah di mana mereka diam (para sahabat), ucapkan apa yang mereka ucapkan. Sufyan atsauri berkata : Wahai yusuf, kalau kau sampai ada orang di timur yang mengikuti salam, maka kirimkan salamku utknya. karena ahlussunah wal jama'ah sudah sedikit. Di antara perkataan yang indah dari ibnu syaudzab : di antara nikmat Allah kepada seorang pemuda, jika dia mulai beribadah, dia mendapat teman di atas sunnah sehingga dia mengajaknya ke atas sunah. Yusuf bin asbath Ayahku qadariyah, dan paman-pamanku syi'ah. Allah selamatkan aku lewat sufyan at-tsauri Berkata al-junaidi Seluruh jalan tertutup bagi manusia, kecuali yang mengikuti atsar dari Rasulullah dan mengikuti sunnah nabi, dan melazimi tarikat nabi saw. Karena seluruh pintu kebaikan terbuka menuju sunnah nabi saw.Celaan terhadap bid'ah dan ahli bid'ah. sebagian ahlul bid'ah tidak suka sunnah. Di antara buruknya bid'ah, ketika dia sudah senang dengan bid'ah dan kita tunjuki sunnah, dia tidak mau.Nasihat Rasulullah saw sampai para sahabat menangis karena seakan nasihat orang yang akan berpisah Usiikum bitaqwallah aku wasiatkan kepada kalian utk bertaqwa utuk mendengar dan taat pada pemimpin, siapa yang hidup setelahku maka dia akan melihat banyaknya perselisihan, hendaknya kalian berpegang pada sunnahku dan sunnah para sahabatku dan gigitlah dengan geraham kalian. Da hati-hatilah dengan perkara yang baru dalam urusan agama, karena setiap perkara baru adalah bid'ah dan setiap bid'ah adalah kesesatan.Hadits telaga al haudhAda orang yang dihadang di telaga alhaudh karena mereka ahli bid'ah. maka jauhilah bid'ah sejauh-jauhnya.Para sahabat jaman dulu tidak mau mendengar bid'ah.Seorang tabi'in sedang duduk dan ada anaknya di situ, lalu datanglah orang mu'tazilah berkata sesuatu, lalu tawus (tabiin itu) menutup telinganya, lalu menyuruh anaknya untuk menutup telinga juga, tutup terus sampai orang tersebut pergi.Seorang tabi'in masuk menemui ibnu sirin, orang tersebut bicara tentang taqdir (dari qodariyah). Kata ibnu sirin: Saya ga mau dengar, kau yang pergi atau kami yang pergi. Bicara logika sementara tidak ada dalil. Kalau agama ini dikembalikan pada logika maka akan banyak aliran. aqidah bebas, liar otak ini.Ada orang ahli bid'ah pada ayub assikhtiani, wahai ayub mau aku sampaikan satu kalimat? kata ayub, tidak bahkan setengah pun aku tak mau dengar.Sufyan atsauri berkata :bid'ah lebih disukai iblis daripada maksiat. maksiat masih diharapkan taubatnya, tapi bid'ah tidak ada yang taubat darinya. Bagaimana anda menyuruh orang untuk bertaubat sementara dia merasa berada di atas kebenaran. Kecuali Allah yang kasih hidayah.Sufyan atsauri berkata: siapa yang mendengar dari ahli bid'ah tidak ada manfaatnya. Siapa yang berjabat tangan dengan ahli bid'ah, dia telah menggugurkan islam sedikit demi sedikit.Sulaiman attaimi sakit, dia menangis dalam sakitnya. dia tidak takut pada kematian, dia pernah memberi salam pada qadariyah, dia takut tidak diampuni oleh Allah karena hal tersebut.Fudhail bin iyadh berkataSiapa yang membantu ahlul bid'ah, dia membantu menghabisi sunnah, menghabisi islam.Apa itu sunnah? Sunnah secara bahasa itu jalan. Ahlul atsar adalah orang-orang yang mengikuti sunnah rasul, dan sunnah para sahabat.Adapun bid'ah perbuatan yang dulu tidak ada kemudian di ada-adakan. dan secara dominan biasanya perkara bid'ah itu menyelisihi syari'at. Adapun perkara-perkara yang di ada2kan tapi tidak menyelisihi syari'at maka jumhur salaf membencinya, dan mereka selalu menjauh dari hal yang baru. Meskipun untuk menjaga sunnah seperti mengumpulkan alquran (Kata zayd bin tsabit bagaimana kalian berdua akan melakukan sesuatu yang tidak dikerjakan oleh nabi saw). Itu pun berat bagi zayd.ibnu mas'ud ra mendapat laporan dari sahabat ketika melihat ada yang berdzikir rame-rame lalu ada yang memimpinnya. kemudian ibnu mas'ud mengingkari dan berkara : demi dzat yang tidak ada sesembahan selain-Nya. Kalian telah mendatangkan bid'ah yang penuh dengan kegelapan Atau kalian mengungguli para sahabat nabi? kemudian mereka berkata, ya ibnu mas'ud kami begini menginginkan kebaikan. Kata ibnu mas'ud, betapa banyak orang yang inginkan kebaikan tapi mereka tidak mendapatkannya. Hendaknya kalian mengikuti jalan para sahabat dan lazimilah jangan ke kanan dan jangan ke kiri.setelah hadits yang dibagi menjadi 72 Beliau ibnul jauzi berkata apakah firqoh - firqoh ini di kenal? inti-inti firqah ada 6: khawarij, qadariyah, aljahmiyah, almurji'ah, arrofidhoh, aljabariyah. setiap firqoh terbagi menjadi 12.

💬 0 komentar📅 1 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya1 Juni 2026
N
Nurmaida

📍 Kota Palu

Materi 1 Talbis Iblis "Berpegang Teguh Kepada Sunnah"

Materi 1# Talbis Iblis"Berpegang Teguh guh Kepada Sunnah"Talbis berarti tipu daya, penyamaran, atau pengelabuan. Iblis tidak selalu menyesatkan manusia melalui kemaksiatan yang jelas, tetapi sering melalui sesuatu yang tampak baik, bahkan dalam urusan agama.Iblis tidak selalu datang melalui pintu kemaksiatan. Terkadang ia masuk melalui pintu ibadah, dakwah, dan amalan yang tampak baik.Karena itu, seorang muslim harus menggabungkan:Ilmu yang benar + Amal yang sesuai Sunnah + Keikhlasan kepada AllahJika salah satunya hilang, seseorang lebih mudah terkena talbis iblis tanpa disadarinya.

💬 0 komentar📅 1 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya1 Juni 2026
R
RISKA DESTIANTI

📍 Kota Administrasi Jakarta Pusat

TALBIS IBLIS #1 - BERPEGANG TEGUH KEPADA SUNNAH

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ BERPEGANG TEGUH KEPADA SUNNAH Pemateri : Ustadz Firanda Andirja Hafidzahullah ta'ala kita akan mempelajari suatu kitab yaitu Talbis Iblis . Talbis iblis jika diartikan dalam bahasa indonesia tipuan iblis,  bagaimana iblis memperdaya manusia  dengan cara menipu manusia seakan-akan yang dilakukan adalah kebaikan , ternyata itu adalah keburukan. Jadi talbis adalah metode iblis untuk menipu manusia , dibawakan kemaksiatan dalam bentuk ketaatan, sehingga banyak yang terpedaya. Penulis kitab Talbis iblis yaitu al Imam ibnul Jauzi Rahimahullah yang hidup di abad ke 6 hijriah dikenal sebagai orang yang ahli memberikan nasihat, bahkan disebutkan dalam biografi nya di zaman beliau saat mengisi kajian yang hadir majlis beliau 10.000 hingga 100.000 orang yang hadir pada zaman itu, sampai beliau memberitahukan sudah masuk islam di tanganku 20.000 orang dan sudah bertaubat melalui tanganku ada 100.000 orang. ini menunjukkan jumlah yang banyak pada zaman tersebut. oleh karena itu beliau pakar dalam memberikan nasihat-nasihat sehingga seakan akan beliau menggeluti tentang metode-metode iblis dalam menggoda manusia dengan berbagai macam model manusia. Buku ini disebutkan oleh Al Imam Al Jauzi rahimahullah,  terdiri dari 13 bab . 4 bab pertama terdiri dari mukadimah, dan 9 bab lainnya adalah perincian dari contoh-contoh talbis iblis. Bab pertama tentang perintah tentang Al Amr biluzummih sunnah wajamaah , perintah untuk melazimi sunnah. Bab kedua tentang cercaan atau celaan terhadap bid’ah dan ahlul bid’ah. Bab ketiga tahzir min fitan iblis makaidihi, peringatan tentang fitnah iblis dan tipuannya Bab keempat fii makna talbis dan al gulur , apa makna talbis dan al gulur. ini semua dapat diklasifikasikan sebagai mukadimah dari kitab talbis iblis . lalu bab-bab berikutnya beliau baru menyebutkan tentang contoh-contoh talbis iblis kepada  macam model manusia tanpa terkecuali . contoh :Bab kelima tentang bagaimana kaitan talbis iblis dengan akidah-akidah dan agama-agama. Bab keenam tentang bagaimana talbis iblis kepada para ulama di berbagai bidang ilmu. jadi, bukan talbis iblis kepada umum saja namun juga kepada para ulama . bagaimana syaitan masuk menipu para ulama. Bab ketujuh , tentang bagaimana syaitan menipu para penguasa . bagaimana syaitan menipu mereka sehingga mereka terjebak dalam jerat-jerat syaitan. Bab kedelapan , bagaimana talbis iblis terhadap para ahli ibadah dalam bentuk ibadah yang mereka lakukan. seakan-akan ketaatan , ternyata adalah kemaksiatan. tapi syaitan punya cara dalam menipu mereka melakukan talbis iblis dalam bentuk yang mereka pikir itu ketaatan ternyata kemaksiatan. Bab kesembilan, bagaimana tipuan syaitan terhadap orang yang zuhud (yang tidak ingin dunia, yang fokus kepada akhirat) syaitan pun dapat menipu orang-orang seperti ini Bab kesepuluh, bagaimana syaitan dapat menipu orang-orang sufi. sehingga mereka terjebak dalam praktek-praktek bid'ah, yang mereka sangka adalah ibadah dan ketaatan ternyata adalah bid’ah-bid'ah yang munkar. Bab kesebelas, bagaimana tipuan syaitan terhadap orang-orang yang istiqomah (yang beragama) dalam beragama dengan perkara  yang disangka karomah ternyata bukan karomah Bab kedua belas, bagaimana syaitan menipu orang-orang awam Bab ketiga belas, tipuan syaitan terhadap semua manusia dengan memperpanjang angan-angan, sehingga melupakan kematian. ini adalah intisari dari kitab talbis iblis.Mukadimah dari kitab talbis iblis ketika setelah beliau memuji Allah subhanahu wa ta’ala, bersyahadat , bersholawat kepada Nabi Shallallahu alaihi wasallam. kemudian beliau berkata “sesungguhnya nikmat terbesar manusia adalah akal, Karena akal manusia dapat mengenal Allah subhanahu wa ta’ala, dengan akal pula manusia dapat membenarkan para Rasul. tapi, hanya saja akal secara independen tidak dapat mengantarkan manusia sampai ke tujuan akal secara independen tidak dapat mengantarkan manusia menuju maslahat manusia karena akal terbatas.  oleh karena nya Allah mengutus para Rasul untuk membimbing akal tersebut, dan kemudian Allah  menurunkan kitab-kitab suci.kata beliau oleh karena nya syariat itu yang dibawa oleh para Rasul seperti matahari,adapun akal seperti mata .artinya mata bisa melihat namun jika tidak ada cahaya percuma itu tidak bisa melihat , maka untuk bisa melihat dengan baik butuh cahaya yang cukup.Kemudian Allah memberi anugerah yang lain selain akal. Anugerah yang pertama diberikan adalah diturunkan Nabi Adam alaihissalam, kemudian beranak pinak dan mengajarkan anak keturunannya dengan wahyu dari Allah subhanahu wa ta’ala . sampai akhirnya terjadi Qabil membunuh Habil saudaranya sendiri ketika syahwat sudah menguasainya. kemudian mulai lah terjadi kerancuan-kerancuan dan mulailah terjadi berbagai macam aqidah-aqidah, aliran-aliran. sehingga dugaan iblis bahwa ia dapat menyesatkan manusia telah terjadi. iblis pun melakukan tipuan terhadap manusia, bagaimana caranya iblis tatkala menggoda manusia ?ibnul jauzi rahimahullah menjelaskan : syaitan mencampurkan penjelasan para Nabi dengan syubhat. syaitan mencampurkan obat yang dibawa para Nabi dengan racun, sehingga orang-orang terpedaya inilah tujuan para iblis, dan caranya sangat lah banyak. sehingga ia memecah belah umat , menjadikan umat berkelompok-kelompok , menjadikan pikiran banyak aliran-aliran, hawa nafsu masuk dalam segala hal . sehingga beliau ibnul jauzi berkata “aku memandang harus meluruskan manusia dari tipuan tipuan iblis, dan saya harus menunjukkan manusia dari perangkap-perangkap iblis. kalau kita ingatkan dari bahaya jerat-jerat iblis maka manusia tidak akan terperangkap dengan jerat-jerat tersebut.” jadi apa yang dilakukan oleh beliau ini adalah memaparkan tentang jerat-jerat iblis, bagaimana talbis iblis, bagaimana tipuan-tipuan iblis.agar kita dapat terhindar dari jerat-jerat tersebut , siapapun kita. tentunya , ketika Ibnul Jauzi menulis kitab ini dengan ilmu yang sangat matang tulisan beliau sangat banyak , beliau ahli dalam berbagai bidang ilmu, beliau ahli dalam menasihati dan beliau tahu bagaimana 100.000.000 orang bertaubat dalam tangan beliau 20.000 orang masuk islam di tangan beliau berarti beliau pakar, pakar dalam memberi nasihat. dan beliau ingin menjelaskan bahaya-bahaya dalam jerat iblis. beliau mengatakan dalam shahih bukhari dan muslim dari hadits hudzaifah “orang-orang bertanya kepada nabi tentang kebaikan, aku menanyakan tentang keburukan, Aku khawatir keburukan tersebut mendapatiku”ini diantara fiqih dari hudzaifah, dia tidak mengenal kebaikan malah ia fokus terhadap keburukan-keburukan yang terkadang orang lalaikan. biasanya yang orang tanya tentang kebaikan-kebaikan , tetapi Hudzaifah bertanya tentang keburukan -keburukan agar tidak terjerumus oleh keburukan tersebut. seperti perkataan seorang penyair “aku mengenal keburukan bukan untuk melakukannya tetapi untuk meninggalkannya.” perhatikan siapa yang hanya mengenal kebaikan tidak mengenal keburukan dia bisa terjerumus dalam keburukan. hanya mengenal kebaikan tidak mengenal lawannya ia dapat terjerumus dalam keburukan tersebut. oleh karenanya orang yang paling selamat adalah orang yang mengenal kebaikan secara terperinci dan mengenal keburukan secara terperinci itulah orang yang selamat. dia mengenal ketaatan- ketaatan dan ia mengenal pula dosa-dosa besar. dalam islam ada penjelasan mengenai ketaatan dan ada penjelasan mengenai dosa-dosa besar dia baca dua-dua nya sehingga ia punya ilmu dan dia beramal dengan ilmu, dia tau bentuk bentuk ketaatan dan dia tau bentuk-bentuk kesesatan. orang yang paling sempurna dalam hal ini adalah para sahabat. Kenapa? karena para sahabat pernah hidup di zaman jahiliyah, dan dalam zaman jahiliyah semua keburukan berkumpul dalam kejahiliyahan dari moral, aqidah semua rusak. dan para sahabat pernah menjalaninya. kemudian mereka mendapatkan cahaya hidayah dengan diutusnya Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dan mereka mengenal kebaikan secara terperinci. kata Allah “maka kami perinci ayat-ayat agar jelas jalan orang-orang yang pendosa” Allah jelaskan jalan orang-orang yang berdosa agar kita tahu , bukan hanya mengenal kebaikan kita juga mengenal keburukan.para sahabat seperti kata Ibnul Qoyyim “ tak ada yang seperti mereka, karena mereka mengenal keburukan yang sangat dipuja-puja keburukan pada zaman jahiliyyah dan mereka mengenal kebaikan yang dipuja-puja kebaikan pada zaman Nabi Muhammad” sehingga tidak ada orang yang setelah mereka akan menyamai mereka, karena ilmu mereka amal mereka dibangun diatas mengenal keburukan secara terperinci dan kebaikan secara terperinci. Ibnul Jauzi dalam buku ini, beliau menempuh jalan memperkenalkan keburukan-keburukan. apa sih macam-macam jerat syaitan ? dan ini benar kita tidak sadar sebagai ustadz pun tidak sadar dengan jerat syaitan. syaitan tau bagaimana cara menjebak seorang ustadz , bagaimana cara menjebak seorang da’i. syaithan mempunyai pengalaman banyak, ia pernah menjebak Nabi Adam alaihissalam. Nabi saja dapat dijebak oleh syaitan apalagi kita sebagai manusia yang mempunyai banyak kekurangan. oleh karena itu selain kita mengenal kebaikan, kita juga harus mengenal keburukan untuk menghindarinya. inilah tujuan Ibnul Jauzi menulis kitab talbis iblis untuk menjelaskan jerat-jerat syaitan. Bab pertama : ada empat bab diantaranya tentang Al Amr biluzummih sunnah wajamaah sebenarnya mukadimah ini jika diperhatikan perintah untuk melazimi sunnah, memperingati tentang bahaya bid’ah, memperkenalkan dengan jerat-jerat syaitan. ini sebenarnya jalan keluar atau solusi. seakan-akan ibnul jauzi mengatakan jika anda ingin selamat dari seluruh jerat-jerat syaitan sebagai mukadimah, lazimi sunnah jauhi bid’ah contohnya demikian. karena jerat jerat syaitan banyak masuk dari pintu-pintu bid’ah. kemaksiatan yang disangka ketaatan itulah bid’ah, syaitan datangkan kemaksiatan yang disangka ketaatan itulah bid’ah. makanya untuk selamat lakukan sunnah , jauhkanlah bid’ah itulah kuncinya.Hadits dari Umar Bin Khattab radiallahu anhu: “Rasulullah berdiri diantara kami, dan beliau bersabda :’Barangsiapa yang ingin menempati posisi surga yang terbaik di bagian tengah maka hendaklah ia melazimi  pada jamaah, karena syaitan bersama orang yang sendirian dan bersama dua orang syaitan semakin jauh.’”beliau membawakan hadits-hadits yang semakna ini sangat banyak dengan berbagai macam lafal. maksudnya apa ? yaitu ikuti aqidah yang benar ikuti jamaah kaum muslimin jangan memiliki pikiran yang nyeleneh menyimpang dari apa yang diyakini kaum muslimin. oleh karenanya beliau membacakan hadits tentang larangan mengambil jalan-jalan yang salah Hadits ibnu mas’ud radhiyallahu ta’ala :“Rasulullah membuat garis dengan tangannya, inilah jalan Allah yang lurus kemudian Rasulullah membuat garis-garis sebelah kanan dan sebelah kiri, untuk jalan-jalan yang miring ini ada syaitan di setiap jalannya yang menyuruh kepada jalan tersebut jalan kebenaran hanya satu di tengah, maka ikutilah jalan yang lurus dan jangan ikuti jalan yang miring. kemudian Rasulullah membacakan :"Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain)." (QS. Al-An'am: 153) beliau membacakan hadits ini  tentang perpecahan umat kita disuruh oleh ibnu jauzi untuk mengikuti jamaah, maksudnya para sahabat. jangan menyimpang dengan pikiran sendiri. ini asal muasal muncul nya bid’ah dan setiap jalan yang menyimpang ada setan yang membisikkan , kemudian meninggalkan jalan yang lurus. Rasulullah bersabda, dari hadits abdullah bin abdullah radhiallahu anhu : sesungguhnya akan datang pada umatku , yaitu perbuatan kemungkaran sebagaimana yang datang pada bani israil. seperti sandal satu dengan sandal yang yang lain bahkan jika di bani israil ada orang yang menzinahi ibunya dengan terang-terangan maka akan ada dari umatku yang melakukannya.” kemudian Rasulullah berkata : “sesungguhnya bani israil telah terpecah menjadi 72 golongan,dan umatku akan terpecah menjadi 73 golongan semuanya di neraka kecuali satu aliran , dan ditanya golongan manakah yang selamat? yaitu orang yang melazimi aku dan sahabatku ada diatasnya, yaitu melazimi jamaah melazimi apa yang dipegang salaful dan salafullah shaleh. yang nabi dan para sahabatnya ada diatasnya. ini cara beragama yang benar.” ini tidak berbicara tentang sarana , ini berbicara tentang ritual ibadah keyakinan adalah keyakinan yang diyakini oleh para Nabi dan para sahabat. Nabi mengatakan “suatu kaum yang digerogoti oleh hawa nafsu mereka ,mempunyai pemikiran sendiri dan tidak dapat diapa-apakan. sebagaimana rabies bila sedang menggerogoti seseorang” ia sudah tentram dengan pemikirannya, mereka mempunyai syubhat yang terstruktur. agar tidak terjebak oleh itu semua maka melazimi jamaah, jangan coba-coba dengan bid’ah-bid’ah ini solusi yang ditawarkan pertama oleh ibnul jauzi, sebelum beliau memaparkan jerat-jerat setan secara detail nanti nya. Nasihat-nasihat para salaf : Abdullah bin mas’ud : “sederhana dalam sunnah yaitu mencukupkan diri dengan sunnah lebih baik dibanding sungguh-sungguh dalam bid’ah” Abu Aliyah seorang tabi’in : "Berpegang teguhlah kalian pada jalan dan sunnah, karena tidaklah ada seorang hamba yang berada di atas jalan dan sunnah yang menyebut Ar Rahman lalu kedua matanya meleleh karena takut kepada Allah, maka api neraka tidak akan menyentuhnya. Dan sesungguhnya sikap sederhana dalam jalan dan sunnah lebih baik daripada bersungguh-sungguh dalam menyalahi." Ibnu Syaudzab : "Sesungguhnya termasuk nikmat Allah atas seorang pemuda jika ia bertobat adalah Dia menjadikannya bersahabat dengan pengikut sunnah yang membawanya kepada sunnah." Yusuf bin Asbath :"Ayahku adalah seorang Qadari dan paman-pamanku adalah Rafidhah, maka Allah menyelamatkanku melalui Sufyan." Al-Junaid bin Muhammad :"Jalan menuju Allah Azza wa Jalla tertutup bagi makhluk Allah Ta'ala kecuali bagi orang-orang yang mengikuti jejak Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan mengikuti sunnahnya, sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla: 'Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.'"(QS. Al-Ahzab: 21)Sebagian Ahlul Bid’ah mereka tidak suka dengan sunnah, jika ada yang memberitahukan sunnah mereka tidak mau mereka mengikuti apa yang mereka yakini. meski kita menjelaskan ini sunnah nya begini , mereka tetap tidak suka. mereka membuat model baru yang mereka yakini. karena buruknya bid’ah jika seseorang telah suka dengan bid’ah maka yang sunnah mereka tinggalkan. Misalnya : bagaimana sunnah shalat.bagaimana sunnah kematian.bagaimana sunnah , jika mereka sudah cinta dengan bid’ah bagaimana sunnahnya mereka tidak mau. kemudian beliau membacakan hadits yang masyhur dari hadits irbadh bin syariah dimana Rasulullah suatu hari memberikan nasihat kepada para sahabat sampai hati mereka tersentuh, sampai mereka menangis mendengar nasihat nabi. kemudian mereka berkata:”ya Rasulullah seakan-akan nasihat orang yang hendak berpisah, Nabi memberi wasiat seakan-akan ingin berpisah.Nabi bersabda: “Aku wasiatkan engkau untuk bertaqwa kepada Allah untuk mendengar dan taat kepada pemimpin meskipun yang memimpin kalian adalah seorang budak dari habasyi (budak hitam dari habasyi) jika ia pemimpin maka wajib taat kepadanya. siapa yang hidup setelahku ? setelah aku meninggal ia masih hidup, dia akan melihat banyak perselisihan. hendaknya kalian berpegang teguh pada sunnahku dan sunnah para khulafaur rasyidin yang mendapat petunjuk setelahku. pegang erat-erat sunnahku dan sunnah para sahabatku, dan gigitlah dengan geraham kalian,berhati-hatilah dengan perkara-perkara yang baru dalam agama, dan setiap perkara-perkara baru dalam agama adalah bid’ah. dan setiap bid’ah adalah kesesatan.” hadits yang lain Rasulullah mengingatkan tentang bid’ah, kata nabi : “aku nanti di hari kiamat mendahului kalian di  telagaku , aku dahului aku siapkan telaga untuk kalian. ada orang-orang yang ingin menuju telaga ku di cabut, lalu nabi berkata ‘ya Rabb itu adalah sahabat-sahabatku, aku kenal mereka.maka dikatakan kepadaku ‘engkau tidak mengetahui apa yang mereka ada-adakan setelah kepergianmu.”itu mereka berbuat bid’ah sehingga mereka dihalang-halangi pergi ke telaga Nabi Muhammad. karena nya seseorang mencoba menjauhi bid’ah sejauh-jauhnya. bid’ah lebih dicintai iblis daripada maksiat, maksiat seseorang masih diharapkan bertaubat darinya, tapi bid’ah orang tidak akan bertaubat. karena pelaku bid’ah tidak pernah merasa salah bagaimana orang ini bertaubat jika tidak diberikan hidayah oleh Allah subhanahu wa ta’ala.sufyan ibn anshori berkata : “siapa yang mendengar dari ahlul bid’ah maka tidak ada manfaatnya, siapa yang berjabat tangan dengan ahlul bid’ah sungguh ia telah mengurai islam sedikit demi sedikit, jadi dia ridho bid’ah disebarkan jika bid’ah disebarkan maka islam semakin menciut sunnah-sunnah semakin menghilang.” 

💬 0 komentar📅 1 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya1 Juni 2026
F
Fiedningsih

📍 Kota Administrasi Jakarta Barat

Tablis iblis #1 Berpegang Teguh Kepada Sunnah

TABLIS IBLIS #1BERPEGANG TEGUH KEPADA SUNNAHUstadz DR.FIRANDA ANDIRJA, M.A💦Tablis iblis (tipuan iblis) : Bagaimana iblis memperdaya manusia dengan cara seakan-akan itu merupakan kebaikan padahal ternyata itu adalah keburukan. Metode iblis dalam menipu manusia dibawakan kemaksiatan dalam bentuk ketaatan sehingga banyak yang terpedaya.🌀Hadist dari Umar bin Khatab : ‘Rasulullah ﷺ berdiri diantara kami, Rasulullah berkhotbah dan berkata : “Siapa yang ingin mencapai buhbuhah nya surga (bagian tengahnya surga)/siapa yang ingin menempati posisi surga yang terbaik maka hendaknya dia lazim jamaah. Karena setan bersama orang yang sendirian dan bersama dua orang setan makin menjauh”. Maksudnya: Ikuti akidah yang benar, ikuti jamaah kaum muslimin, jangan punya pemikiran yang menyimpang daripada apa yang diyakini oleh kaum muslimin🗣️Rasulullah ﷺ bersabda : “Sesungguhnya Bani Israil telah terpecah belah menjadi 72 golongan dan umatku akan terpecah menjadi 73 golongan.semuanya di neraka kecuali 1 golongan.” Para sahabat bertanya : ‘siapa yang selamat tersebut?’ Rasulullah menjawab :” yaitu orang yang melazimi aku yaitu apa yang aku dan sahabatku beranda di atasnya”Melazimi jamaah, melazimi apa yang dipegang para  salafush shalih yang nabi dan sahabat berada dia atasnya, ini merupakan cara beragama yang benar.🌀Ibnu Al Jawzi rahimahullah berkata: Maka supaya tidak terjebak dalam tablis iblis : lazim jamaah, jangan melakukan bid’ah-bid’ah, ikuti apa yg Rasulullah ﷺ dan sahabatnya ada di atasnya ikuti.Nasehat para salaf :🍄Perkataan Abdullah bin Mas’ud : “Sederhana dalam sunnah / mencukupkan diri dalam sunnah lebih baik dari pada sungguh-sungguh dalam bid’ah”🍄Perkataan Abu Al- ‘Aliyah : “Hendaknya kalian berpegang teguh dengan perkara yang pertama yaitu zaman sahabat, yang sabahat di atasnya sebelum Mereka terpecah belah”.🍄Perkataan Al-Awza’i: “Sabarkanlah dirimu di atas sunnah, berhentilah di mana kaum dahulu berhenti,ucapkanlah apa yang diucapkan oleh  mereka, dan diamlah apa yang mereka diam, tempuhlah jalan salaf yang soleh dahulu, sesungguhnya apa yang lapang bagimu dan apa yang lapang bagi mereka”.🍄Perkataan Ibnu  Syaudzab : “Sesungguhnya Diantara nikmat Allah kepada seorang pemuda,apabila  ia mulai beribadah,adalah Allah mempertemukan ia teman yang berada di atas sunnah, lalu temannya itu membawanya kepada sunnah “.🩸Setiap perkara baru dalam agama adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan🌀Dari Irbadh bin Sarinah Radiallahuanhu ‘anhu, beliau berkata : “Rasulullah ﷺ pernah memberikan nasihat kepada kami,suatu nasihat yang membuat hati bergetar dan air mata bercucuran. Maka kami berkata : “ Wahai Rasulullah, seakan-akan ini adalah nasihat perpisahan, maka berilah kami wasiat.” 🗣️Beliau bersabda : ‘Aku wasiatkan kepada kalian agar bertakwa kepada Allah, mendengar dan taat walaupun yang memimpin kalian seorang budak Habasyi. Karena siapa yang hidup setelahku akan melihat banyak perselisihan. Maka wajib atas kalian berpegang kepada Sunnahku dan Sunnah Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk. Gigit lah ia dengan gigi geraham kalian. Dan jauhilah perkara-perkara baru (dalam agama),karena setiap bid’ah adalah kesesatan.🗣️Hadist yang lain tentang bid’ah : Rasulullah ﷺ bersabda : “Aku nanti di hari kiamat,aku mendahului kalian di tenagaku.Ada orang-orang ketika menuju ke telagaku,dipinggirkan. Ya Rabb itu sahabat-sahabatku,aku kenal mereka. Maka dikatakan kepadaku: kau tidak tahu apa yang mereka ada-adakan setelah kepergian mu.”Itu karena mereka berbuat bid’ah sehingga mereka dihalangi untuk pergi ke telaga Nabi ﷺ.Karena itu seseorang berusaha untuk menjauhi bid’ah sejauh-jauhnyaRiwayat-riwayat para ulama sunnah dahulu tidak mau mendengar tentang bid’ah dan mereka tidak punya waktu untuk mendengar bid’ah:♻️Tabi’in sedang duduk bersama anaknya, dan ada orang dari Mu’tazilah datang. Kemudian orang           Mu’tazilah bicara tentang sesuatu, maka dia masukkan kedua jarinya ke telinganya dan berkata     kepada anaknya:’masukan jarimu di kedua telingamu, jangan kamu dengar sesuatu pun dari dia,karena hati ini lemah.’♻️Seorang tabi’in menemui Ibnu syirin :     Orang itu berbicara tentang takdir,kata Ibnu Syirin :’ saya tidak mau mendengar tentang itu, kamU  pergi dari kami, atau kami yang bubar.’ Jika agama ini dikembalikan kepada logika akan banyak macam aliran. Allah sudah kasih dalil dan Nabi ﷺ sudah jelaskan,berarti sudah jelas semuanya tidak usah pakai logika.♻️Ada seorang dari ahlul bid’ah berkata kepada Ayub As-Sakhtiyani :     ‘Wahai Abu Bakar,aku ingin bertanya kpd kamu satu kalimat? Tidak,bahkan tidak akan  bicara denganmu meskipun setengah kalimat pun.’     Tidaklah seorang pelaku bid’ah semakin semangat dalam bid’ahnya kecuali semakin jauh dari Allah  ﷻ .🌀Sufyan al-thawri berkata : ‘Bid’ah lebih dicintai iblis daripada maksiat. Maksiat masih diharapkan bertaubat darinya, adapun bid’ah orang tidak akan bertaubat’. Jika pelaku maksiat dinasihati, maka dia akan bertaubat, karena dia tahu bahwa dia salah. Tapi kalau pelaku bid’ah dia tidak merasa salah, justru kita yang dianggap salah sama mereka.Pelaku bid’ah selalu merasa di atas kebenaran🌀Sufyan al-thawri berkata : ‘Siapa yang mendengar dari ahlul bid’ah maka tidak ada manfaatnya,Allah tidak beri manfaat.Siapa yang berjabat tangan dengan ahlul bid’ah berarti telah menggugurkan Islam sedikit demi sedikit. Para salaf  dahulu,mereka di zaman sunnah tersebar, mereka tidak menggampangkan bid’ah.🌀Al-Fudayl bin  ‘iyadh berkata : ‘Siapa yang membantu ahlul bid’ah berarti dia telah membantu merusak Islam.’Sunnah secara bahasa adalah : jalanAhlul sunnah adalah : yang mengikuti/berpegang teguh pada  sunnah-sunnah nabi dan para sahabatBid’ah muncul setelah wafatnya Nabi ﷺ dan para sahabatBid’ah adalah : perbuatan yang dahulu nya tidak ada terus diada-adakanSecara dominan perkara-perkara bid’ah menyelisihi syariat/bertentangan dengan syariat dan mengakibatkan adanya penambahan dan pengurangan dalam syariat.Adapun perkara-perkara yang diada-adakan tapi tidak berkaitan dengan syariat/tidak menyelisihi syariat maka jumhur salaf/para salaf dahulu membencinya. Dan mereka selalu menjauh dari segala perkara yang baru🌀Riwayat dari Ibnu Mas’ud : ‘Ketika melihat sebagian orang berkumpul di masjid, kemudia ada salah seorang dari mereka memimpin dzikir berjamaah.Demi dzat yang tidak ada sembahan selainNya, kalian telah mendatangkan bid’ah yang penuh dengan  kegelapan, kalian mengungguli sahabat Nabi  .Kemudian mereka da yang berkata :’ Ya Ibnu Mas’ud, kami begini cuma untuk menginginkan kebaikan. Ibnu Mas’ud berkata:’betapa banyak orang menginginkan kebaikan dan dia tidak mendapatkannya.Hendaknya kalian mengikuti jalan para sahabat dan lazimilah, jangan ke kanan dan jangan ke kiri’.🌀Ibnu Jawzi menyebutkan tentang model- model firqah “ yang kami tahu hanya inti- inti firqah, dan setiap firqah terpecah lagi’Inti-inti dari firqah ada 6 : 1️⃣Al-Haruriyyah (Khawarij) 2️⃣Al-Qadariyyah 3️⃣Al-Jahmiyyah 4️⃣Al-Rafidhah (Syiah Rafidhah) 5️⃣Al-Murji’ah 6️⃣Al-Mu’tazilahSetiap firqah terpecah menjadi 12

💬 0 komentar📅 1 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya1 Juni 2026
M
Mahargyani Yogyantari

📍 Kota Depok

Tablis Iblis #1

Tablis Iblis #1 https://youtu.be/C9JF_ELdmj4?si=JGa0B5xX-rSVdkK5 Berpegang Teguh pada Sunnah Rasulullah ‌Tablis Iblis atau tipuan iblis kepada manusia,yang membuat kemaksiatan seolah-olah menjadi sebuah ketaatan ‌Nikmat terbesar pada manusia adalah akal. Karena dengan akal,manusia bisa mengenal Allah dan membenarkan para Rasul. Tapi akal saja tidak bisa mengantarkan manusia pada segala tujuan. Untuk itu diturunkan para Rasul dan juga kitab-kitab ‌Syariat itubseperti matahari,akal seperti matahari ‌Iblis melakukan tipu daya dengan cara mencampur syariat dengan racun. Caranya sangat banyak,salah satunya memecah belah umat sehingga hawa nafsu mudah masuk ‌Fiqh dari Hudzaifah : Orang-orang bertanya pada Rasul tentang kebaikan, namun aku bertanya tentang keburukan,karena aku takut keburukan akan mengenali ‌Orang yang paling selamat adalah yang mengenal kebaikan dan keburukan ‌Jika ingin selamat, lazimi Sunnah tinggalkan bid'ah ‌Hadits dari Umar bin Khattab, jika ingin mendapatkan surga yang paling hakiki,maka lazimi jamaah. Karena setan mudah menggoda yang sendirian. ‌Umat Islam akan terpecah menjadi 73 golongan, dimana 72 golongan akan masuk neraka, dan hanya 1 golongan yang masuk surga, yaitu mereka yang mengikuti jalanku dan para sahabatku ‌Ada golongan orang yang sulit dinasehati karena sudah mengikuti hawa nafsu. Mereka punya syubhat terstruktur, sangat meyakini syubhat itu benar, dan merasa aman dengan hal tersebut. Maka hanya hidayah Allah saja yang bisa merubahnya ‌Sederhana dalam Sunnah lebih baik daripada bersemangat dalam bid'ah ‌Jalan untuk selamat adalah mengikuti Sunnah dan jangan mendekat pada bid'ah

💬 0 komentar📅 1 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya1 Juni 2026
P
Puji

📍 Kota Bekasi

Talbis iblis #1

Berpegang Teguh Kepada SunnahUstadz Dr Firanda Adirja M.ATalbis Iblis #1 Penulis : Al Imam Ibnu Jauzi rahimahullah Talbis iblis =>> Tipuan iblis ( iblis melakukan tipu daya kepada manusia, dengan cara seolah² itu adalah kebaikan, padahal itu adalah keburukan/ Metode iblis dalam menipu manusia , di bawakan kemaksiatan dalam bentuk seakan-akan ketaatan sehingga banyak yang terperdaya).Sesungguhnya nikmat yang paling besar bagi manusia adalah akal. Dengan akal kita mengenal Tuhan, mengetahui Rasul. syariat yang dibawa rasul itu seperti matahari sedangkan akal adalah sebagai mata. maka untuk bisa melihat dengan baik perlu matahari atau cahaya yang cukup. Orang yang paling selamat adalah orang yang mengenal kebaikan secara terperinci dan mengenal keburukan secara terperinci. Dia mengenal ketaatan-ketaatan dan juga dia mengenal kemaksiatan kemaksiatan. Dia beramal di atas ilmu dia tahu bentuk kebenaran dan bentuk kesesatan.Melazimi sunnah dan menjauhi bid'ah adalah cara untuk menghindari talbis iblis. Cara beribadah yang benar adalah mencontoh Rasul dan para sahabatnya (agar terhindar dari bid'ah).Akan ada orang-orang yang mereka dikuasai hawa nafsu mereka memiliki subhat yg terstruktur. Sederhana dalam sunnah lebih baik daripada bersungguh-sungguh dalam bid'ah.Bersabarlah di atas Sunnah. Diantara nikmat Allah kepada seorang pemuda , jika dia beribadah dia mendapat teman seorang Sunnah.Seluruh jalan tertutup kecuali yg mengikuti Rasulullah. Sebagian alhul bid'ah tidak menyukai Sunnah. Salah satu wasiat rasulullah adalah berpegang teguh kepada Sunnah beliau.Berusahalah menjauhi bid'ah sejauh jauhnya.Tidakkah seorang ahli bid'ah semangat dalam bid'ah nya kecuali dia semakin menjauh dari Allah Subahnahu wata'ala Bid'ah lebih di cintai iblis/syetan dari pada kemaksiatan. Siapa mendengar dari ahli bidah maka tidak ada manfaatnya. Jika semakin tersebar banyak bid'ah maka Islam akan semakin kecil karena kemurnian Islamnya akan semakin hilang.Zaman salah atau orang terdahulu sangat berhati-hati dengan masalah bid'ah. Siapa yang membantu adanya bid'ah berarti dia membantu dalam kemaksiatan dan membantu menghabisi Sunnah menghabisi Islam. Sunnah adalah jalan ( secara bahasa) =>> Ahlul Sunnah adalah orang yang mengikuti jalan nabi Bid'ah adalah perbuatan yang dulunya tidak ada kemudian di ada-adakan (dalan urusan agama). =>>Bid'ah menyalahi syari'at, karena adanya penambahan maupun mengurangi syariat.

💬 0 komentar📅 1 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya1 Juni 2026
A
Aminatus Noer Sholichah

📍 Kota Surabaya

TALBIS IBLIS. BAB 1V BERPEGANG TEGUH KEPADA SUNNAH

1. Makna "Talbis Iblis"Kajian ini membahas kitab Talbis Iblis karya Imam Ibnul Jauzi. Secara bahasa, talbis iblis berarti tipu daya iblis . Metodenya adalah iblis menyamarkan kemaksiatan atau keburukan seolah-olah itu adalah ketaatan atau kebaikan, sehingga banyak manusia yang terpedaya dan merasa sedang berbuat baik.2. Struktur Kitab Talbis IblisKitab ini terdiri dari 13 bab. Empat bab pertama merupakan mukadimah (pendahuluan) yang berfokus pada pentingnya berpegang pada sunnah dan menjauhi bid'ah. Sementara 9 bab berikutnya menguraikan secara rinci contoh tipu daya iblis kepada berbagai kalangan, mulai dari ahli ibadah, ulama, penguasa, orang zuhud, hingga orang awam.3. Pentingnya Mengenali KeburukanUstadz Firanda menceritakan kisah sahabat Hudzaifah bin al-Yaman yang lebih sering bertanya kepada Nabi Muhammad SAW mengenai keburukan dibandingkan kebaikan . Tujuannya sangat penting: orang yang hanya mengenal kebaikan tanpa mengenali keburukan akan sangat mudah terjerumus ke dalam keburukan tersebut tanpa ia sadari.4. Ancaman Perpecahan UmatBerdasarkan hadis Nabi, umat Islam akan terpecah menjadi 73 golongan, dan hanya 1 yang selamat, yaitu Al-Jama'ah (mereka yang mengikuti jalan Nabi dan para sahabatnya). Imam Ibnul Jauzi mengklasifikasikan bahwa seluruh perpecahan ini berakar dari 6 firqoh (golongan) utama, yaitu: Khawarij, Qadariyah, Jahmiyah, Murji'ah, Rafidhah, dan Jabariyah, di mana tiap golongan tersebut beranak-pinak menjadi 12 cabang 5. Mengapa Iblis Lebih Menyukai Bid'ah daripada Maksiat?Terdapat sebuah kaidah yang disebutkan oleh Sufyan as-Tsauri bahwa bid'ah lebih dicintai oleh iblis dibandingkan kemaksiatan biasa. Alasannya, pelaku maksiat (seperti pencuri atau pemabuk) tahu bahwa dirinya salah, sehingga ada harapan ia akan bertaubat. Sebaliknya, pelaku bid'ah merasa dirinya sedang beribadah di atas jalan kebenaran, sehingga sangat jarang dari mereka yang mau bertaubat.6. Solusi Menghadapi Tipu Daya IblisInti dari mukadimah kitab ini adalah memberikan solusi agar selamat dari semua jerat iblis, yaitu dengan melazimi jamaah(berkumpul dengan orang sholih untuk belajar ilmu agama) serta berpegang teguh pada Sunnah dan menjauhi Bid'ah . Ulama-ulama salaf terdahulu bahkan sangat tegas dalam memegang prinsip ini, di mana mereka menolak untuk duduk, berdebat, atau sekadar mendengarkan syubhat (kerancuan pemikiran) dari para ahli bid'ah demi menjaga kebersihan akidah mereka KesimpulanTipu daya setan sangatlah banyak dan halus. Jalan keluar yang paling utama untuk menghindarinya adalah dengan mencukupkan diri dengan ajaran Al-Quran dan Sunnah sesuai pemahaman para Sahabat, serta tidak coba-coba berkreasi mencari-cari hal baru dalam urusan ritual ibadah

💬 0 komentar📅 1 Jun 2026Baca selengkapnya →