📝 Talbis Iblis #jejakcahaya

Laporan & catatan kegiatan Talbis Iblis #jejakcahaya

✏️ Buat Laporan
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya1 hari lalu
S
SHILFI LATIFATHUL WANGSA

📍 Kabupaten Purwakarta

Talbis iblis 10

Talbis iblis 10 terhadap ahli zuhudUstadz firanda andirjaDiantara talbis iblis yang dilancarkan oleh iblis kepada ahli zuhud, iblis menggambarkan qona'ah pada yang rendah: makanan, pakaian, maka mereka menerima tipuan iblis tersebut. Sementara mereka tidak zuhud terhadap kekuasaan, kepemimpinan, jabatan. Hati mereka cenderung ingin kekuasaan, kepemimpinan, dan mereka ingin mendapatkan kedudukan. Zuhudnya benar, pakaian nya zuhud, tapi hati nya pengen diakui, dihormati, diagungkan, ingin meraih kekuasaan, maka mereka menanti nanti dikunjungi oleh para pejabat, mereka seneng bangga kalau di ziarahi para pembesar oleh pejabat. Dan mereka memuliakan orang orang kaya, dan mereka tidak memuliakan orang orang miskin. Dan ahli zuhud ini pura pura khusyuk ketika bertemu dengan masyarakat. Dan kebanyakan yang iblis timpakan ahli ibadah dan ahli zuhud iblis timpakan adalah riya yang tersembunyi. Aku belajar beramal selama 22 tahun. Dia beramal bukan karena Allah subhanahu wa ta'ala tapi hanya untuk dihormati. Ada yang zuhud secara dhohir dan batil. Menyiksa diri karena dipuji, dia sabar. Kalau dia ingin ikhlas sebaiknya dia makan jangan dia zuhud di hadapan istrimu. Dia makan secukupnya, supaya kedudukan nya tidak tersebar oleh istrinya. Dia berpuasa selama 20 tahun, istrinya tidak tau dia berpuasa selama 20 tahun. Bagaimana istrinya tidak tau kalau dia berpuasa ? Dia mengambil sarapan paginya kemudian dia pergi ke pasar kemudian dia bersedekah dengan sarapan paginya kemudian dia ketemu orang dia kasih sarapan tersebut. Maka orang orang yang dipasar menyangka dia udah makan dirumah padahal dia sedang berpuasa. Istrinya menyangka bawa makanan untuk makan di pasar. Dan akhirnya dia bisa menyembunyikan puasa dari istrinya selama 20 tahun. Tidak akan masuk surga orang yang ada kesombongan walau se ringan dzarrah.Waspada kalau memiliki keshalehan, dia bangga kalau didatangi jabatan, itulah riya. Ingin terkenal ingin dihormati tidak pantas ke surga. Penyakit yang samar riya. Hati itu bisa berubah. Diantara ahli zuhud ada yang pakai baju robek robek, lalu ada yang pakai sorban nya sengaja, tidak di sisir jenggotnya, dia merasa nyaman, diantara pintu pintu riya. Harusnya dia rapihkan jenggotnya. Ini bukan petunjuk Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam dan bukan petunjuknpara sahabat. Sunnah ibu ibu nyisir rambut suami. Jangan biarkan suami nyisir rambut sendiri. Biar gak ngantuk.

💬 0 komentar📅 12 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya1 hari lalu
A
Alina Rostiana

📍 Kota Yogyakarta

Materi ke 10 Talbis Iblis dari Ahli Zuhud bersama UstadZ DR.Firanda Andirja M.A

Materi ke 10Talbis Iblis dari Ahli Zuhud Bersama Ustadz DR.Firanda Andirja M.Aبِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ 1. Dunia Tidak Tercela Secara MutlakDunia bukan sesuatu yang tercela pada zatnya.Yang tercela adalah:Cara memperoleh dunia yang haram.Berlebihan dalam mencintai dunia.Menggunakan dunia untuk maksiat dan mengikuti hawa nafsu.Dunia merupakan nikmat dan sarana dari Allah untuk:Beribadah.Menuntut ilmu.Menafkahi keluarga.Melakukan amal saleh.2. Tipuan Iblis: Menganggap Keselamatan Hanya dengan Meninggalkan DuniaSebagian orang mengira harus meninggalkan dunia sepenuhnya agar selamat di akhirat.Mereka:Mengasingkan diri ke gunung atau hutan.Meninggalkan keluarga.Meninggalkan kewajiban sosial.Tidak menuntut ilmu.Padahal ini bukan ajaran Rasulullah ﷺ.3. Zuhud yang BenarZuhud bukan meninggalkan semua kenikmatan dunia.Zuhud adalah:Tidak menjadikan dunia sebagai tujuan utama.Mengambil dunia secukupnya untuk ketaatan kepada Allah.Tidak bergantung hati kepada dunia.Meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat bagi akhirat lebih utama daripada meninggalkan perkara mubah yang bermanfaat.4. Bahaya Zuhud Tanpa IlmuIblis menipu sebagian ahli zuhud dengan membuat mereka:Sibuk beribadah tetapi meninggalkan ilmu.Merasa cukup dengan ilmu yang sedikit.Menjauhi ulama.Akibatnya:Kebodohan semakin kuat.Mudah terjatuh dalam kesalahan dan bid’ah.5. Kesalahan-Kesalahan yang Dianggap ZuhudContohnya:Makan terlalu sedikit hingga merusak tubuh.Tidak mau makan buah atau makanan enak.Tidak mau minum air dingin.Memakai pakaian yang sengaja dibuat tidak nyaman.Menelantarkan kebutuhan tubuh.Padahal:Rasulullah ﷺ menyukai makanan yang baik.Rasulullah ﷺ makan daging.Rasulullah ﷺ menyukai makanan manis.Islam tidak mengajarkan menyiksa diri.6. Zuhud yang PalsuIbnu Al-Jauzi menjelaskan bahwa sebagian orang:Zuhud dalam makanan dan pakaian.Namun sangat mencintai:Jabatan.Kekuasaan.Kepemimpinan.Kedudukan di hati manusia.Mereka meninggalkan dunia yang kecil, tetapi mengejar dunia yang lebih besar yaitu popularitas dan kedudukan.7. Riya’ sebagai Tipuan Besar bagi Ahli ZuhudBentuk riya’ yang tampak:Menampilkan badan kurus.Rambut berantakan.Berbicara dengan suara dibuat-buat pelan.Menampakkan kesedihan dan kekhusyukan palsu.Pamer shalat.Pamer sedekah.Bentuk riya’ yang tersembunyi:Senang dipuji karena kesalehan.Senang dihormati karena agama.Senang banyak orang datang ke rumahnya.Senang dicium tangannya.Senang kebutuhan pribadinya dipenuhi karena dianggap saleh.8. Puncak Dunia adalah Mencari KedudukanDunia bukan hanya harta.Kedudukan dan pengakuan manusia termasuk dunia yang paling berbahaya.Banyak orang meninggalkan harta tetapi masih mengejar popularitas dan penghormatan.9. Orang Saleh Terdahulu Menyembunyikan AmalKarena takut riya’, mereka:Menyembunyikan ibadah.Menyembunyikan puasa.Menyembunyikan amal-amal saleh semampunya.Contohnya:Ada yang berpuasa bertahun-tahun tanpa diketahui istrinya.10. Ketenaran adalah UjianDihormati manusia bisa menjadi nikmat sekaligus ujian.Seorang mukmin harus takut jika penghormatan manusia membuatnya bangga.Semakin terkenal seseorang, semakin besar ujian hatinya.11. Penampilan Lusuh Bukan Tanda KesalehanSebagian orang sengaja:Memakai pakaian robek.Membiarkan sorban berantakan.Tidak menyisir jenggot.Tidak merapikan diri.Agar dianggap zuhud.Padahal:Rasulullah ﷺ merapikan rambut.Rasulullah ﷺ bercermin.Rasulullah ﷺ memakai wewangian.Rasulullah ﷺ menjaga penampilan yang baik.12. Sunnah dalam PenampilanBerpakaian rapi dan bersih.Menyisir rambut.Memakai wewangian.Menjaga kebersihan diri.Seorang istri membantu merapikan dan menyisir rambut suaminya termasuk sunnah yang dicontohkan dari Rasulullah ﷺ.13. Pelajaran Besar KajianIblis menipu ahli zuhud melalui:Meninggalkan ilmu demi ibadah.Menganggap menyiksa diri sebagai zuhud.Mencari pujian dengan tampilan zuhud.Mencari kedudukan atas nama agama.Riya’ yang sangat samar.Obatnya:Menuntut ilmu syar’i.Mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ.Ikhlas dalam beramal.Menyembunyikan amal semampunya.Tidak mencari penghormatan manusia.Memanfaatkan dunia sebagai sarana menuju akhirat.Kesimpulan utama:Zuhud yang benar bukan meninggalkan dunia, tetapi menjadikan dunia di tangan dan tidak di hati. Seorang muslim tetap bekerja, belajar, berkeluarga, dan memanfaatkan nikmat Allah, namun hatinya bergantung kepada Allah dan akhirat, bukan kepada pujian, kedudukan, dan kenikmatan dunia.

💬 0 komentar📅 12 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya1 hari lalu
A
Aminatus Noer Sholichah

📍 Kota Surabaya

Materi 10: talbis iblis dari ahli zuhud

Rangkuman Kajian: Talbis Iblis #10 (Tipu Daya Iblis Terhadap Ahli Zuhud)Zuhud yang sejati (mengosongkan hati dari keterikatan pada dunia) adalah sifat yang sangat mulia dan dicontohkan oleh Rasulullah. Namun, iblis sering kali menipu orang-orang yang ingin menempuh jalan zuhud ini dengan cara yang sangat halus, sehingga mereka keluar dari koridor syariat tanpa menyadarinya.Berikut adalah poin-poin utama tipu daya iblis terhadap para Ahli Zuhud:1. Salah Memahami Esensi Zuhud (Mengharamkan yang Halal)Menyiksa Diri: Iblis membisikkan bahwa untuk menjadi zuhud, seseorang harus hidup melarat, menahan lapar secara ekstrem, atau menghindari makanan bergizi. Padahal, Allah menyukai hamba-Nya yang mensyukuri nikmat.Menolak Pemberian Halal: Sebagian ahli zuhud menolak harta atau makanan yang jelas kehalalannya karena mengira hal itu akan menodai kesuciannya, padahal Rasulullah tidak pernah menolak rezeki yang baik. Zuhud bukanlah menolak dunia yang ada di genggaman tangan, melainkan tidak memasukkan dunia tersebut ke dalam hati.2. Riya' dan Sum'ah Melalui Penampilan FisikPamer Kesederhanaan: Iblis menipu mereka untuk sengaja memakai pakaian yang sangat lusuh, robek, atau bertambal-tambal agar orang lain melihat dan memujinya sebagai orang yang sangat zuhud (wali Allah).Sikap Dibuat-buat: Sengaja berjalan menunduk berlebihan, memelankan suara, atau menampakkan wajah lemas seolah-olah sangat takut kepada Allah, yang tujuannya murni untuk mendapatkan penghormatan dari manusia.3. Penyakit 'Ujub (Merasa Paling Suci) & Merendahkan Orang LainKetika seorang ahli zuhud berhasil meninggalkan kemewahan dunia, iblis meniupkan penyakit hati berupa rasa ujub. Ia mulai memandang dirinya sebagai hamba pilihan (kasta tertinggi).Ia meremehkan orang-orang kaya atau orang awam yang menikmati kenikmatan duniawi, meskipun orang-orang kaya tersebut mendapatkan hartanya dari jalan yang halal dan rajin bersedekah.4. Uzlah (Mengasingkan Diri) yang Melanggar SyariatMelalaikan Kewajiban: Iblis mendorong mereka untuk berdiam diri di masjid, gunung, atau tempat sepi demi fokus beribadah sunnah (seperti dzikir dan puasa), namun akibatnya mereka melalaikan kewajiban fardhu seperti mencari nafkah untuk istri dan anak-anaknya.Meninggalkan Syiar Agama: Uzlah yang berlebihan membuat sebagian dari mereka enggan mendatangi shalat Jumat, shalat berjamaah, atau majelis ilmu dengan alasan "ingin menjaga hati dari fitnah interaksi dengan manusia".5. Semangat Beribadah Tanpa Panduan IlmuBanyak ahli zuhud yang lebih mengutamakan perasaan (dzauq) dan semangat ibadah daripada menuntut ilmu syar'i. Akibatnya, iblis dengan mudah memasukkan amalan-amalan bid'ah, doa-doa yang tidak ada tuntunannya, hingga keyakinan yang menyimpang ke dalam ibadah mereka.💡 Kesimpulan & Solusi Keselamatan (Benteng bagi Ahli Zuhud)Cara teraman untuk selamat dari talbis ini adalah dengan mencontoh zuhudnya Rasulullah dan para Sahabat, yaitu:Berilmu Sebelum Beramal: Ilmu agama (fiqih dan akidah) harus menjadi panglima. Ibadah yang dilandasi ilmu jauh lebih ditakuti iblis daripada ribuan ibadah orang yang bodoh.Zuhud Hati, Bukan Menggembel: Memakai pakaian yang layak, bersih, dan pantas adalah bentuk tahadduts bin ni'mah (menyebut nikmat Allah), selama tidak berlebih-lebihan.Seimbang (Tawazun): Menunaikan hak Allah, namun tetap menunaikan hak keluarga, tubuh, dan masyarakat tanpa berlebih-lebihan.

💬 0 komentar📅 12 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya14 jam lalu
N
Nurmaida

📍 Kota Palu

Materi#9 "Talbis Iblis terhadap Pelaku Amar Ma'ruf Nahi Munkar dan Ahli Zuhud"

Materi#9 "Talbis Iblis terhadap Pelaku Amar Ma'ruf Nahi Munkar dan Ahli Zuhud"‎(Ringkasan kajian Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.)‎‎Talbis Iblis (tipu daya setan) terhadap orang-orang yang melakukan ibadah amar ma'ruf nahi munkar dan orang yang menempuh jalan zuhud.‎1. Tipuan Setan terhadap Pelaku Amar Ma'ruf Nahi Munkar ‎A. Tipuan terhadap Orang Berilmu (Alim)‎1. Bergaya atau "Tazayyun" dalam Berdakwah ‎Iblis menggoda orang alim agar ingin dipuji, pamer, dan bergaya (takalluf) saat menasihati agar terlihat hebat di mata manusia. Hal ini muncul dari sifat riya dan ujub terhadap amalnya sendiri.‎2. Marah karena Membela Diri, Bukan karena Allah ‎Kegiatan amar ma'ruf tercampur dengan emosi pribadi karena pelaku tidak terima dihina, disinggung, atau dikasari oleh orang yang dinasihati. Jika ia membantah atau menegur demi memuaskan amarah pribadinya agar tidak terlihat kalah, maka itu bukan lagi karena Allah.‎3. Berbangga Diri setelah Melakukan Amar Ma'ruf ‎Seseorang terjebak tipuan setan ketika setelah melakukan pengingkaran, ia justru membanggakan tindakannya di hadapan orang banyak, mencaci-maki, melaknat, atau mengumbar aib pelaku kemaksiatan dengan kesombongan.‎B. Tipuan terhadap Orang Bodoh (Jahil)‎1. Nahi Munkar yang Menimbulkan Kemungkaran Lebih Besar ‎Tidak diperbolehkan melakukan nahi munkar jika tindakan tersebut justru memunculkan kemungkaran yang lebih besar.‎2. Mengingkari Perkara Khilafiyah ‎Tidak boleh mengingkari suatu perkara seolah-olah itu kemungkaran yang disepakati, padahal masih termasuk masalah yang diperselisihkan para ulama.‎3. Tajassus (Mencari-cari Kesalahan) ‎Orang yang tidak berilmu sering melakukan nahi munkar dengan cara memata-matai, mencari-cari kesalahan, atau membongkar aib yang tersembunyi. Padahal cara ini tidak dibenarkan dalam syariat.‎4. Bertindak Gegabah tanpa Pemahaman Fikih ‎Kurangnya ilmu dapat menyebabkan seseorang mengambil tindakan yang justru menimbulkan kerusakan yang lebih besar daripada kemaslahatan.‎‎Kesimpulan‎Dalam beribadah, seorang Muslim harus selalu berlandaskan ilmu, syariat, dan keikhlasan. Setan dapat menipu pelaku amar ma'ruf nahi munkar dengan riya, ujub, kemarahan karena ego, serta tindakan tanpa ilmu. Setan juga dapat menipu ahli ibadah dengan pemahaman zuhud yang keliru sehingga meninggalkan dunia secara ekstrem (rahbaniyah).‎Karena itu, setiap amal harus dilakukan dengan:‎Ilmu yang benar.‎Niat yang ikhlas karena Allah.‎Sikap lembut dan bijaksana.‎Menjaga kehormatan sesama Muslim.‎Mengikuti teladan Rasulullah ﷺ dan para sahabat.‎

💬 0 komentar📅 11 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya1 hari lalu
U
Ulfa Puspitasari

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Talbis iblis #9 Talbis Iblis Terhadap Orang yang ber-Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Poin Penting yang Dirangkum dalam Gambar:Jebakan Dakwah bagi Si Alim & Si Jahil: Peringatan terhadap sifat riya’ (ingin dipuji) bagi yang berilmu, serta bahaya merusak tanpa bukti bagi yang awam. Penegasan bahwa menegur harus dengan kelembutan, bukan karena emosi pribadi.Alasan Palsu Wara': Meluruskan kesalahpahaman bagi orang yang enggan menegur kemungkaran hanya karena merasa dirinya belum sempurna atau belum shalih.Salah Kaprah Memaknai Zuhud: Meluruskan bahwa zuhud bukanlah menyiksa diri (menolak makanan enak atau pakaian bagus), melainkan meninggalkan apa saja yang tidak memberi manfaat untuk akhirat.

💬 0 komentar📅 11 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya1 hari lalu
S
Syfa Adinna Shabra

📍 Kabupaten Karanganyar

#9 - TALBIS IBLIS TERHADAP ORANG YANG BERAMAR MA'RUF NAHI MUNKAR

Bahwa iblis kerap menipu orang-orang yang sedang melakukan amar ma'ruf nahi munkar (mengajak kebaikan dan mencegah kemungkaran). Tipu daya ini sering kali membuat pelakunya tergelincir dari niat ibadah menjadi perbuatan maksiat.Berikut adalah poin-poin utama penjelasan terkait jebakan iblis tersebut :1). Merasa Paling Bersih dan SombongIblis sering membisikkan rasa 'ujub (kagum pada diri sendiri) dan kesombongan kepada orang yang melakukan nahi munkar. Pelaku merasa dirinya jauh lebih suci, lebih baik, dan memandang rendah orang yang berbuat maksiat. Padahal, hakikat orang yang mencegah kemungkaran adalah sedang menasihati dirinya sendiri agar terhindar dari dosa tersebut. 2. Berdakwah atau Mencegah Kemungkaran Tanpa IlmuIni adalah pintu terbesar tipu daya iblis. Seseorang yang berdakwah tanpa landasan ilmu agama yang shahih (benar) sering kali terjebak dalam melarang sesuatu yang sebenarnya bukan kemungkaran. Hal ini berbahaya karena dapat menghalalkan yang haram atau mengharamkan yang halal. 3. Emosi dan Kekerasan yang BerlebihanSaat melihat kemungkaran, setan sering membisikkan amarah yang tidak terkontrol. Akibatnya, pelaku nahi munkar melakukan cara-cara yang kasar, mencaci maki, atau bahkan menggunakan kekerasan yang melanggar syariat, sehingga kemungkaran yang dicegah justru menimbulkan kerusakan (mafsadah) yang lebih besar. 4. Lalai Terhadap Kewajiban SendiriIblis menipu sebagian orang hingga mereka sangat sibuk mengurusi kesalahan orang lain sampai melalaikan kewajiban, aib, dan ibadah mereka sendiri. 5. Lupa pada Prinsip dan Akhlakdiingatkan bahwa amar ma'ruf nahi munkar memiliki tata krama. Syarat utamanya adalah: • Ilmu: Mengetahui bahwa itu benar-benar makruf atau mungkar sebelum melarangnya.• Rifq (Lemah Lembut): Menggunakan cara yang santun saat menasihati agar hati penerima dakwah lebih mudah menerima kebenaran.• Sabar: Siap menghadapi respons atau penolakan dari orang yang dinasihati. _____________________________________》 Mereka terbagi menjadi dua kelompok yaitu orang yang tahu dan orang yang tidak tahu. Adapun masuknya iblis kepada orang yang tahu melalui dua jalan:1. Jalan pertama: Menghiasi diri dengan itu, mencari nama baik dan membanggakan perbuatannya.》 Telah diriwayatkan kepada kami dari Ahmad bin Abu al-Hawari berkata, bahwa aku mendengar Abu Salman berkata: “Aku mendengar Abu Bakar Ja’far al-Manshur menangis dalam khutbah Jum’atnya, aku marah, aku berniat untuk berdiri dan menasihatinya sesuai dengan apa yang aku ketahui bila dia turun. Maka aku tidak ingin berdiri kepada seorang khalifah lalu menasihatinya sementara orang-orang duduk menyaksikan, lalu menyusup keinginan menghiasi diri dengannya, maka dia memerintahkanku agar dibunuh, sehingga aku mati bukan di atas niat yang shahih, maka aku pun duduk dan diam.2. Jalan kedua: Marah karena diri sendiri (bukan karena Allah).Bisa jadi ia sudah marah dadi awal karena dirinya, bisa jadi terjadi secara tiba-tiba saat mengajak kepada kebaikan, karena orang-orang yang mengingkari menyambutnya dengan penghinaan, hingga dia menjadi orang yang membela diri.Sebagaimana yang diucapkan oleh Umar bin Abdul Aziz kepada seorang laki-laki, “Kalau aku tidak dalam keadaan marah, niscaya aku menghukummu. Kamu ingin memancing amarahku, aku khawatir hukumanku bercampur antara marah karena Allah dan marah karena diri sendiri.”》 Bila pelaku amar ma’ruf dan nahi mungkar adalah orang bodoh, maka setan mempermainkannya. Dia lebih banyak merusak daripada memperbaiki, karena tidak tertutup kemungkinan dia melarang sesuatu yang boleh dengan kesepakatan ijma’, bisa jadi dia mengingkari takwil rekannya dan mengikuti sebagian madzhab,’” bisa jadi dia mendobrak pintu, memanjat pagar, memukul pelaku kemungkaran dan menuduhnya, bila pelaku kemungkaran mengucapkan kata-kata yang membuatnya marah, maka dia marah karena dirinya.》 Di antara talbis Iblis atas pengingkar kemungkaran bahwa bila dia mengaingkari, dia duduk di perkumpulan, lalu menjelaskan apa yang dilakukannya dan membanggakannya, mencaci maki pelaku kemungkaran dengan cacian penuh kebencian, melaknat mereka. Padahal bisa jadi orang-orang itu sudah bertaubat, bisa jadi mereka lebih baik darinya karena penyesalan mereka dan kesombongannya, pembicaraan melebar hingga dia membuka aurat kaum muslimin, karena dia memberitahu siapa orang tidak tahu, padahal menutupi aib seorang muslim adalah wajib sebisa mungkin.Ibnul jauzi berkata : sebagian orang bodoh yang mengingkari kemungkaran, namun dia menyerang suatu kaum tanpa memastikan apa yang sedang mereka lakukan. Dia memukul mereka dengan pukulan yang menyakitkan dan memecahkan bejana-bejana, padahal semua itu hanyalah ajakan kepada kebodohan. Adapun orang yang berilmu, bila dia mengingkari suatu kemungkaran, maka kamu akan aman darinya.》 Shilah bin Usyaim melihat seorang laki-laki berbicara kepada seorang wanita. Maka dia berkata:“Sesungguhnya Allah melihat kalian berdua. Semoga Allah menutupi kalian sebagaimana Dia menutupi kami.”Beliau juga pernah melewati orang-orang yang sedang bermain-main, lalu berkata kepada mereka:“Saudara-saudaraku, bagaimana pendapat kalian tentang seseorang yang hendak melakukan perjalanan, namun dia tidur sepanjang malam dan bermain-main di siang hari? Kapan dia akan menyelesaikan safarnya?”Salah seorang dari mereka memahami maksudnya, lalu berkata kepada teman-temannya:“Orang ini sedang mengajari kita.”Maka dia dan teman-temannya pun bertaubat.》 Orang yang paling patut diingkari dengan kelembutan adalah para sultan. Kepada mereka dapat dikatakan:“Allah telah memuliakan kalian, maka kenalilah nikmat-Nya. Karena nikmat Allah dijaga dengan mensyukurinya, dan tidak pantas bagi kalian membalas nikmat dengan kemaksiatan.”Iblis telah mengacaukan sebagian ahli ibadah. Dia melihat kemungkaran, namun tidak mengingkarinya. Dia berkata:“Yang berhak memerintah dan melarang hanyalah orang yang pantas. Aku belum pantas. Bagaimana mungkin aku memerintah orang lain?”⬆️ Ini adalah kekeliruan. Karena semestinya dia tetap memerintah kepada kebaikan dan melarang dari kemungkaran, sekalipun kemaksiatan itu masih ada pada dirinya.Hanya saja, bila dia mengingkari kemungkaran dalam keadaan dirinya bersih darinya, maka pengingkarannya akan lebih memberi pengaruh yang baik. Adapun bila dirinya belum bersih darinya, maka pengingkarannya hampir tidak berpengaruh.‼️ Karena itu, patut bagi orang yang mengingkari kemungkaran untuk terlebih dahulu membersihkan dirinya, agar nasihat dan usahanya memberi pengaruh yang baik.Ibnu Adil berkata:"Kami melihat pada zaman kami Abu Bakar al-Aafali di masa al-Qaim. Bila dia bangkit untuk mengingkari kemungkaran, maka dia diikuti oleh para syaikh yang tidak makan kecuali dari hasil usaha tangan mereka sendiri, seperti Abu Bakar al-Khabbaz dan beberapa orang lainnya.Tak seorang pun dari mereka memakan sedekah, dan mereka tidak ternoda dengan menerima pemberian. Mereka adalah ahli puasa di siang hari, ahli shalat di malam hari, serta sering menangis karena takut kepada Allah.Apabila ada seseorang yang mencampuradukkan kebaikan dengan keburukan, maka dia menolaknya. Dia berkata:'Bila kita menghadapi musuh dengan pasukan yang masih mencampuradukkan kebaikan dengan keburukan, maka kita akan kalah.’” 》 Orang awam mungkin mendengar celaan terhadap dunia di dalam al-Qur’an dan sunnah, maka dia melihat bahwa keselamatan adalah dengan meninggalkannya, dan dia tidak tahu dunia apa yang tercela, maka Iblis mengacaukannya bahwa kamu tidak akan selamat di akhiyat kecuali dengan meninggalkan dunia. Maka dia keluar menyingkir ke gunung-gunung, menjauh dari shalat Jum’at, shalat jamaah dan ilmu, dia menjadi seperti hewan liar. Iblis mengelabuhinya bahwa inilah zuhud hakiki, bagaimana tidak sementara dia telah mendengar tentang fulan bahwa dia luntang-lantung dan fulan lainnya bahwa dia beribadah di gunung, bisa jadi dia masih mempunyai keluarga, mereka terlantar, atau ibu yang menangisi kepergiannya, bisa jadi dia tidak mengetahui rukun-rukun shalat sebagaimana mestinya, dan bisa jadi dia masih memikul tanggungan yang belum ditunaikannya.》 Iblis berhasil menguasai orang ini karena minimnya ilmu, di antara bukti kebodohannya adalah bahwa dia rela terhadap dirinya untuk tidak berilmu, padahal seandainya dia diberi taufik untuk berguru kepada fakih yang memahami hakikat perkara, niscaya si fakih tersebut akan menunjukkan kepadanya bahwa dunia tidak tercela dari sisi dirinya, bagaimana nikmat Allah dicela, padahal ia merupakan nikmat nikmat yang menjadi hajat pokok bagi kelangsungan hidup manusia, menjadi sebab yang bisa membantunya mendapatkan ilmu dan ibadah berupa makanan, minuman, pakaian dan masjid untuk shalat. Sebaliknya yang tercela darinya adalah mengambil sesuatu bukan dari sumber yang halal atau memakannya secara boros bukan sekedar hajat kebutuhan atau jiwa bertindak padanya sejalan dengan kebodohannya tidak sejalan dengan syariat. Bahwa keluar pergi ke gunung menyendiri dilarang, karena nabi melarang seseorang bermalam sendirian, resiko meninggalkan shalat Jum’at dan jamaah adalah kerugian tanpa keuntungan, menjauh dari ilmy dan ulama menguatkan kekuasaan kebodohan, berpisah dari bapak dan ibu dalam keadaan ini adalah kedurhakaan dan ia termasuk dosa besar.》 Adapun orang-orang yang dia dengar bahwa dia menyendiri ke gunung-gunung maka ada kemungkinan mereka tidak memiliki keluarga, bapak dan ibu, maka mereka keluar ke sebuah tempat untuk beribadah di sama secara bersama. Barangsiapa yang perbuatannya tidak mengandung sisi yang shahih maka dia di atas kesalahan, siapa pun dia.Sebagian salaf berkata, “Kami keluar ke gunung untuk beribadah, maka Sufyan ats-Tsauri datang kepada kami dan menyuruh kami pulang.” • Di antara talbis Iblis atas para ahli zuhud adalah bahwa mereka berpaling dari ilmu dengan alasan sibuk zuhud, mereka telah menukar apa yang lebih baik dengan apa yang lebih rendah. Penjelasannya begini, manfaat orang zuhud tidak melampaui teras rumahnya, sementara manfaat orang yang berilmu menyebar, berapa banyak ahli ibadah yang dipulangkan kepada kebenaran oleh seorang yang berilmu.• Di antara talbis Iblis atas mereka adalah dia mengelabuhi mereka bahwa zuhud adalah meninggalkan hal-hal mubah. Di antara mereka tidak makan kecuali roti gandum. Di antara mereka ada yang tidak makan buah-buahan. Di antara mereka ada yang makan sedikit hingga badannya kering dan menyiksa dirinya dengan memakai wol serta menolak minum air dingin.⚠️ Semua ini bukan jalan hidup Rasulullah, tidak pula para shahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka. Mereka memang lapar, namun itu karena mereka memang tidak punya makanan, bila makanan ada maka mereka makan.- Rasulullah makan daging dan menyukainya, makan ayam, menyukai manisan dan menikmati air yang dingin.- Seseorang berkata, “Aku tidak makan kue puding, aku takut tidak bisa mensyukurinya.” Maka al-Hasan al-Bashri berkata, “Dasar bodoh. Apakah dia bisa mensyukuri air yang dingin?!”- Bila Sufyan ats-Tsauri safar, dia membawa bekal dalam kantongnya berupa daging panggang dan puding. 'Seseorang sepantasnya mengetahui bahwa badannya adalah kendaraannya, dia harus memperlakukannya dengan kelembutan agar bisa menyampaikannya ke tujuan, mengambil apa yang menguatkannya dan membuang apa yang membahayakannya berupa kenyang berlebihan dalam menunaikan hajat jiwa karena hal itu bisa membahayakan badan dan agama.' (Ibnul Jauzi rahimahullah) Manusia memiliki tabiat yang berbeda-beda, bila orang-orang pedalaman memakai bahan wol dan hanya minum susu maka kita tidak mencela mereka, karena tubuh mereka sanggup memikul hal itu. Bila penduduk desa memakai bahan wol, dan makan kawamikh (makanan semacam acar), maka kita tidak mencela mereka. Kita tidak berkata, “Di antara mereka ada orang yang terlalu memaksakan diri.” Karena memang demikian adat mereka.

💬 0 komentar📅 11 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya1 hari lalu
H
Haniva Eka Kusuma

📍 Kabupaten Bogor

Ringkasan talbis iblis bagian 9

Talbis iblis - 9 Talbis Iblis Terhadap Orang  yang Melakukan Amar Ma'ruf Nahi Munkar Manusia terbaik yang dikeluarkan untuk manusia adalah yang beramal baik dan mencegah kemungkaran, dan beriman kepada Allaah.Manusia yg meninggalkan amar ma'ruf nahi munkar adalah orang2 yang di laknat. Seseorang yang bernahi munkar maka ada beberapa kemungkinan:1. Kemunkaran itu hilang 2. Kemunkaran tersebut berkurang.3. Kemunkaran lebih besar.4. Kita larang kemunkaran tapi diganti dengan yg sejenis Nahi munkar ini tidak semudah yg kita bayangkan.Munkar ini tidak selalu di anggap munkar. Apalagi ada khilafiyyah. Apalagi sampai tajjassus. Orang2 yang bernahi munkar itu ada 2 model:1. Orang yg berlimu2. Orang yg jahil Dan iblis menggoda orang alim. Iblis bisa masuk dengan 2 jalan,1. Bergaya dengan perbuatannya (Riya, ujub)2. Dia marah tapi bukan karna Allaah. Tapi kara dirinya. Contohnya: bisa jadi sejak awal dia marah karna membela dirinya. Orang jahil yang bernahi munkar, setan akan mempermainkan dia. Ketika dia ber-amar mar'uf nahi munkar kerusakan yang dia lakukan lebih banyak daripada kebaikannya. Karna bisa jadi dia melarang sesuatu yg ternyata secara ijma boleh.Bisa jadi dia mengingkari sesuatu padhaal orang tersebut punya ta'wil. Dan mereka biasanya tajassus. Terkadang pelaku kemunkaran dia pukul. Bernahi munkar itu butuh Fiqih.Tidak boleh bernahi munkar dengan kebodohan..Berbangga bangga dengan mengingkari kemunkaran dan membuka aib seorang manusia. Bagaimana mengingkari para penguasa?Orang yg paling pertama kita lembuti (saat mengingkari penguasa) adalah para penguasa.Seperti kisah nabi musa dan nabi harun.. Wajib bagi orang yg bernahi munkar, untuk dia meninggalkan maksiat agar bisa diliat (saat melakukan nahi munkar) Terkadang seorang awwam mendengar hadits tentang celaan terhadap dunia.. maka dia merasa "kalau mau selamat, maka tinggalkan dunia"Pada asalnya, dunia itu tidak tercela (secara dzatnya). Yg tercela itu sifat manusia terhadap dunia.Mengambil dunia tidak sesuai dengan kebutuhan (ini yg tercela)

💬 0 komentar📅 11 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya1 hari lalu
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Rangkuman Materi Talbis Iblis 9

Talbis Iblis 9 "Talbis Iblis Terhadap Orang Yang Beramar Ma'aruf Nahi Mungkar)🎙️ Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc., M.ADiantara ibadah yang agung adalah amar ma'aruf nahi mungkar dan dengan ibadah inilah maka umat ini mulia. Meskipun ini ibadah yang agung tentu ada fikihnya, tidak sembarang. Dan fikihnya cukup luas bagi orang ingin beramar ma'ruf nahi mungkar, bukan sekedar menyampaikan kebaikan dan bukan hanya sekedar mencegah kemungkaran dimana ada aturan-aturannya. Kalau seseorang bernahi mungkar maka ada beberapa kemungkinan-kemungkinan :✓ Kemungkaran tersebut hilang. Maka wajib bagi dia benahi kemungkaran. ✓ Kemungkaran tersebut berkurang. Ini juga wajib benahi kemungkaran. Dari besar menjadi berkurang.✓ Membenahi Kemungkaran, kemungkaran semakin besar. Maka tidak boleh benahi kemungkaran.✓ Melarang kemungkaran ternyata terganti dengan Kemungkaran sejenis. Maka ini butuh ijtihad. Ini saja sudah menggambarkan bahwasanya benahi mungkar tidak semudah yang dibayangkan. Demikian juga kata Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassallam "Siapa diantara kalian melihat kemungkaran maka rubah dengan tangannya, jika tidak mampu dengan lisannya, jika tidak mampu dengan hatinya itu iman paling rendah". Orang-orang yang beramar ma'ruf nahi mungkar itu ada 2 model :◾ Orang yang berilmu. Iblis menggoda orang alim yang bernahi mungkar dia terpenuhi persyaratan, mengerti tentang fikih dan memang pantas bagi dia untuk beramar ma'ruf nahi mungkar. Teryata Iblis bisa masuk melalui :✓ Bergaya dengan perbuatannya. Intinya dia riya dan ujub dengan amal perbuatannya. Maka iblis masuk dari sisi ini. ✓ Dia marah tapi bukan karena Allah. Namun karena membela dirinya, itu berat dia tidak beramal shaleh.◾Orang yang jahil atau bodoh.Adapun jika yang beramar ma'ruf nahi mungkar orang bodoh, maka setan akan mempermainkan dia dan sesungguhnya ketika dia beramar ma'ruf kerusakan yang dia timbulkan lebih banyak daripada perbaikan yang dia lakukan. Kemungkaran itu harus ada diijmakan oleh para ulama atau yang dikhilafkan tapi khilafanya lemah maka boleh kita ingkari. Lain halnya jika khilafnya kuat dikalangan para fukaha sejak dahulu. Maka tidak boleh kita ingkar dengan bentuk bernahi mungkar. Oleh karenanya banyak terjadi perpicahan dikalangan kaum muslimin karena orang-orang bodoh yang bernahi mungkar. Maka kerusakan yang timbul lebih parah. 👉 Berbangga-bangga dengan mengingkari kemungkaran dan berbangga-bangga mengumbar aib pelaku maksiat.Diantara talbis iblis kepada orang yang mengingkari kemungkaran adalah jika dia sudah mengingkari kemungkaran maka dia pun duduk di hadapan banyak orang kemudian dia jelaskan. Dia banggakan bahwasanya bernahi mungkar. 👉 Fitnah yang seorang tidak bernahi mungkar.Dia bisa bernahi mungkar tapi dia tidak mau karena wara. Setan telah menipu sebagian ahli ibadah, dia melihat kemungkaran namun dia tidak mengingkarinya. Kemudian dia berkata ''Yang bisa bernahi mungkar hanyalah orang shaleh sementara saya bukan orang shaleh. Bagaimana saya menyuruh orang lain sementara saya sendiri buka orang shaleh". Ini kesalahan karena wajib bagi dia untuk bernahi mungkar meskipun dia sering melakukan maksiat tersebut. Karena wajib bagi dia dua kewajiban yaitu meninggalkan maksiat dan kewajiban dia untuk bernahi mungkar. Jika dia tidak melakukan keduanya maka dia mendapatkan dua dosa. 👉 Tipuan iblis kepada orang-orang yang ahli Zuhur dan ahli ibadah.Dunia itu tidak tercela secara zatnya tapi tercela karena sifat orang terhadap dunia tersebut. Iblispun menipunya dengan berkata "Kamu tidak akan selamat di akhirat kecuali meninggalkan dunia". Hanyalah iblis bisa menggodanya dengan cara seperti itu karena dia sedikit ilmunya dan karena kebodohannya dan dia ridho dengan ilmu yang dia miliki. Diantara tipuan setan terhadap ahli zuhud :✓ Mereka tidak menuntut ilmu karena sibuk dengan kezuhudan, mereka telah Menganti yang baik dengan yang buruk. Karena orang yang zuhud manfaatnya hanya untuknya tidak keluar dari pintunya✓ Setan menghayalkan dan mengesankan bahwasanya zuhud itu adalah meninggalkan perkara-perkara mubah. Zuhud itu ada wara. Wara yaitu meninggalkan sesuatu perkara yang mungkin mudharat di akhirat. Konsekuensi dari wara adalah meninggalkan yang haram. Karena haram itu adalah mudharat di akhirat dan meninggalkan syuhbat. Karena terkadang syuhbat ini bisa jadi memberi mudharat di akhirat. Zuhud yaitu meninggalkan yang tidak bermanfaat di akhirat. Bukan meninggalkan perkara-perkara mubah. Karena perkara mubah ada yang bermanfaat di akhirat.

💬 0 komentar📅 11 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya1 hari lalu
D
Dina Permata Sari

📍 Kota Tangerang Selatan

Talbis Iblis #9 - Talbis Iblis Terhadap Orang Yg Beramar Ma'ruf Nahi Munkar

Keutamaan Amar Ma'ruf Nahi MunkarAmar ma'ruf nahi mungkar adalah ibadah yang sangat agung. Dengan ibadah inilah umat Islam disebut sebagai "Khairu Ummah" (sebaik-baik umat). Sebaliknya, Allah melaknat Bani Israil melalui lisan Nabi Daud dan Isa bin Maryam karena mereka meninggalkan kewajiban saling mencegah kemungkaran.Meskipun agung, ibadah ini memiliki Fikih yang luas dan tidak boleh dilakukan sembarangan.Sebelum mencegah kemungkaran, seseorang harus melihat dampaknya:Kemungkaran hilang: Wajib dilakukan.Kemungkaran berkurang: Wajib dilakukan.Kemungkaran menjadi lebih besar: Haram/Tidak boleh dilakukan. Mencegah kemungkaran tidak boleh melahirkan kemungkaran yang lebih dahsyat.Kemungkaran terganti dengan kemungkaran sejenis: Membutuhkan ijtihad ulama.Selain itu, masalah yang bersifat khilafiyah (perbedaan pendapat ulama yang kuat) tidak boleh diingkari dengan keras. Kecuali jika pendapat khilaf tersebut sangat lemah (seperti keharaman musik atau riba uang), maka tetap wajib dibantah.Talbis Iblis (Tipu Daya Setan) dalam Nahi MunkarMenurut Ibnul Jauzi, orang yang beramar ma'ruf nahi mungkar terbagi menjadi dua, dan Iblis memiliki cara berbeda untuk menipu keduanya:1. Tipu Daya kepada Orang yang Berilmu (Alim)Orang alim tahu kapan harus bicara dan kapan harus diam. Namun, setan masuk melalui dua celah:Riya' dan Ujub: Setan membuatnya bergaya saat menasihati, ingin dipuji, mencari ketenaran, dan merasa bangga (ujub) jika orang berhenti maksiat karena tegurannya.Marah karena Ego (Bukan karena Allah): Awalnya ia ikhlas menasihati, namun ketika dibantah atau dihina oleh pelaku maksiat, ia terpancing emosi. Akhirnya, ia berdebat dan marah bukan lagi untuk membela agama Allah, melainkan untuk membela harga dirinya sendiri agar tidak kalah.2. Tipu Daya kepada Orang yang Bodoh (Jahil)Jika orang bodoh yang beramar ma'ruf, kerusakan yang ditimbulkan akan jauh lebih besar daripada perbaikannya. Kesalahan yang sering terjadi:Melarang hal yang sebenarnya mubah (boleh) secara agama atau masalah khilafiyah.Melakukan Tajasus (mata-mata/mencari-cari kesalahan yang tersembunyi), seperti mendobrak pintu rumah orang, memanjat pagar, dsb.Main hakim sendiri seperti memukul atau membakar pelaku maksiat.Menuduh tanpa bukti (Qadzaf), misalnya melihat wanita berjalan dengan laki-laki lalu langsung dituduh sebagai pelacur.Membongkar aib sesama muslim yang seharusnya ditutupi.Adab Menasihati PenguasaNahi mungkar harus mengedepankan kelembutan, terutama kepada penguasa/pemimpin. Allah mencontohkan hal ini saat menyuruh Nabi Musa dan Nabi Harun menghadapi Firaun (manusia paling tiran yang mengaku Tuhan). Allah menyuruh mereka menggunakan perkataan yang lemah lembut. Jika Firaun saja harus dinasihati dengan lembut oleh Nabi Musa, maka pemimpin saat ini jauh lebih berhak untuk dinasihati dengan cara yang baik, santun, dan tidak dipermalukan.Kesalahpahaman Tentang Zuhud (Talbis Iblis pada Ahli Ibadah)Di paruh kedua kajian, Ustadz Firanda membahas tipu daya iblis kepada orang-orang yang gemar beribadah terkait konsep Zuhud.Setan sering membisikkan bahwa dunia itu tercela secara dzatnya, sehingga untuk selamat, seseorang harus mengasingkan diri. Kesalahpahaman yang sering terjadi:Pergi ke gunung/hutan dan meninggalkan kewajiban sosial (seperti Shalat Jumat, jamaah, menuntut ilmu, menafkahi istri, atau berbakti pada orang tua).Menyiksa diri sendiri: Menolak makan makanan enak, tidak mau minum air dingin, memakai pakaian kasar yang tidak nyaman, hingga sengaja membuat badan kurus kering.Zuhud yang Benar:Dunia tidak tercela secara dzatnya. Yang tercela adalah jika kita mencari dunia dengan cara haram, berlebih-lebihan, atau menuruti hawa nafsu semata.Zuhud adalah meninggalkan segala sesuatu yang tidak bermanfaat untuk akhirat.Makan makanan enak, minum air dingin, dan memakai pakaian yang nyaman bukanlah pelanggaran zuhud, asalkan membantu menguatkan fisik untuk beribadah dan tidak berlebih-lebihan.

💬 0 komentar📅 11 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya1 hari lalu
R
RATIH HANDAYANI

📍 Kabupaten Bogor

Day-9 TALBIS IBLIS TERHADAP ORANG YANG BERAMAR MA'RUF NAHI MUNKAR

Talbis iblis terhadap orang yang beramar ma’ruf nahi munkar. Amar ma’ruf nahi munkar merupakan ibadah yang agung. Dengan ibadah amar ma’ruf nahi munkar menjadi mulia. Dan umat yang meninggalkan amar ma’ruf nahi munkar terlaknat, sebab mereka tidak membenahi kemungkaran. Fiqih aturan dalam beramar ma’ruf nahi munkar. Jika ada orang yang membenahi kemungkaran, ada beberapa kemungkinan:Kemungkaran tersebut hilang, maka wajib baginya membenahi munkar.Kemungkaran tersebut berkurang, maka wajib baginya membenahi munkar (kemunkaran yang besar jadi berkurang).Ternyata jika ada seseorang yang membenahi kemungkaran, dan berakibat kemunkaraannya semakin besar, maka tidak boleh membenahi kemungkaran itu. Membenahi kemungkaran dan ternyata kemungkaran itu tergantikan dengan kemunkaran yang sejenis, maka butuh ijtihad. Membenahi kemungkaran tidak semudah yang dibayangkan. Sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu alaihi wasalam, “Siapa diantara kalian yang melihat kemunkaran, maka rubahlah dengan tangannya. Jika tidak mampu dengan tangannya maka rubahlah dengan lisannya. Dan jika tidak mampu dengan lisannya maka rubahlah dengan hatinya. Dan inilah iman yang paling rendah.Tidak semua munkar dianggap kemungkaran, misalnya khilafiyah tidak dianggap munkar. Terlebih jika khilafiyah tersebut kuat. Kemunkaran juga tidak boleh tajjasus. Sebagaimana penjelasan Al Imam Ibnu Jauzi tentang orang-orang yang salah dalam praktik kemungkaran. Beliau berkata, bahwa orang-orang yang beramar ma’ruf nahi munkar itu ada 2 model, yaitu: pertama, Aalimun, yaitu orang yang berilmu. Kedua, Jaahilun, yaitu orang bodoh. Adapun iblis yang menggoda orang alim yang membenahi kemungkaran, dimana orang alim ini sudah terpenuhi persyaratan bahwa dirinya mengerti fiqih, pantas bagi dirinya untuk berdakwah dan beramar ma’ruf nahi munkar. Maka iblis masuk dengan tipu dayanya, pertama, bergaya dengan perbuatannya, dengan berdakwah benahi munkar dan banyak berdzikir ingin disebut-sebut orang (riya’), ujub dengan amal perbuatannya.Diriwayatkan kepada kami kami dengan sanad dari Ahmad bin Abil Hawari dia berkata, “Aku mendengar Abu Sulaiman berkata bahwa Abu Ja’far Al Mansyur (seorang khalifah) menangis dalam khutbahnya ketika hari Jum’at. Maka ketika itu Abu Sulaiman marah karena melihat suatu kemungkaran dalam khutbah tersebut. Maka hadir dalam diri Abu Sulaiman niat untuk menegur Abu Ja’far jika dia turun dari khutbah. Abu Sulaiman ingin menasehati Abu Ja’far tentang apa yang telah dilakukan dalam khutbahnya. Ternyata Abu Sulaiman tidak jadi mensehati Abi Ja’far, sebab Abu Sulaiman tidak suka berjalan menuju khalifah Abu Ja’far untuk menasehatinya di depan umum sehingga nantinya orang-orang melihat Abu Sulaiman menasehati khalifah. Abu Sulaiman khawatir disaat menasehati Abu Ja’far dirinya bergaya/takaluf/akting tidak apa adanya. Dan Abu Sulaiman pun khawatir Abu Ja’far memerintahkan anak buahnya untuk melakukan keburukan padanya. Yang akhirnya Abu Sulaiman bisa dibunuh oleh khalifah tanpa niat yang benar. Maka Abu Sulaiman pun tetap duduk diam”.Maknanya, Abu Sulaiman bukan takut pada khalifah Abu Ja’far, tapi beliau takut tidak ikhlas karena semua orangn melihat padanya. Dan jika khalifah marah padanya lalu membunuhnya, yang terjadi Abu Sulaiman mati sia-sia. Tidak ikhlas lalu mati sia-sia.Kedua, seseorang yang marah bukan karena Allah tapi marah karena membela diri sendiri. Itu bukanlah beramal sholih. Karena ketika seseorang bernahi munkar terkadang marah. Contohnya, Bisa jadi sejak awal seseorang itu marah karena dirinya bukan bernahi munkar karena Allah. Atau bisa jadi seseorang itu awalnya ikhlas bernahi munkar, tiba-tiba orang itu diganggu oleh orang yang diingkarainya dan uncullah kemarahannya tapi ternyata bukan karena Allah melainkan karena ingin membela dirinya. Sebagaimana Umar bin Abdul Aziz rahimahullah pernah berkata kepada seorang laki-laki, “Kalau bukan saya sedang marah, tentu saya sudah menghukummu!” Maksudnya, kata Umar bin Abdul Aziz, “Kau membuat saya marah, dan aku khawatir ketika aku marah dan menghukummu ternyata aku menghukkummu bukan karena Allah tapi Allah dan bercampur dengan emosiku. Maka aku tidak jadi menghukummu”.Adapun jika yang beramar ma’ruf nahi munkar adalah orang-orang bodoh, maka syaithan akan mempermainkan orang itu. Dan sesungguhnya ketika orang bodoh beramar ma’ruf nahi munkar, kerusakan yang ditimbulkannya lebih besar. Karena bisa jadi orang itu melarang mencegah sesuatu yang diperbolehkan secara ijma. Atau bisa jadi sesuatu yang dilarangkan itu ada khilafiyah. Terkadang orang bodoh menuduh tanpa bukti. Talbis iblis kepada orang yang mengikari kemungkaran. Jika seseorang telah mengingkari kemungkaran, maka orang itu akan duduk di hadapan banyak orang kemudian orang tersebut bercerita pernah membenahi kemungkaran lalu mencaci pelaku munkar seakan-akan seperti mencekik leher, dan melaknatnya. Padahal bisa jadi orang yang dicaci , dihina dijelek-jelekkan tersebut suda bertobat. Dan bisa jadi orang telah tobat dari kemunkaran tersebut lebih baik dari yang yang mencacinya tadi karena orang yang pernah membenahi kemungkaran itu masih terjerumus dalam kesombongan dan tanpa sadar membongkar aib kaum muslimin.Al Imam Ibnu Jauzi berkata, “Dan aku pernah mendengar sebagian orang bodoh tentang masalah kemungkaran dengan menyerang orang-orang yang belum tentu melakukan kemungkaran tersebut seperti memukulnya, merusak barang. Padahal bukan seperti itu aturan main dalam membenahi suatu kemungkaran. Adapun orang alim ketika mengingkari tujuannya untuk menasehati”.Para salaf dalam menasehati kemungkaran selalu dalam kelemah lembutan.Cara mengingkari para umara’/penguasa. Orang yang paling utama untuk kita lembuti ketika mengingakari adalah para penguasa. Lihatlah perintah Allah kepada Musa alaihissalam saat Musa bertemu dengan Fir’aun. Allah memerintahkan Musa untuk berkata-kata lembut kepada Fir’aun yang jelas-jelas mengingkari Allah sebagai tuhan. Al Imam Ibnu Jauzi memberikan contoh jika berkata pada penguasa, “Ketahuilah para penguasa, para pejabat, sesungguhnya Allah telah mengangkat kalian dengan dijadikan penguasa. Maka ingatlah bahwa ini adalah nikmat dari Allah (artinya ada tanggung jawabnya). Dan sesungguhnya nikmat itu akan langgeng dengan bersyukur kepada Allah. jangan sampai nikmat itu ditanggapi dengan kemaksiatan”>Fitnah seseorang yang tidak membenahi kemungkaran, dinama orang tersebut mampu dan bisa membenahi munkar tapi tidak mau membenahi munkar dengan alasan wara’. Padahal syaithan telah menipu para ahli ibadah, dia melihat kemungkaran namun dia tidak mengingkarinya seraya berkata, “Yang bisa mengingkarinya adalah orang sholih, sedangkan aku bukanlah orang sholih. Bagaimana aku menyuruh orang lain sementara aku sendiri bukan orang sholih”.Al Imam Ibnu Jauzi menyanggah perkataan orang tersebut dengan berkata, “Karena wajib baginya untuk beramar ma’ruf nahi munkar meskipun dia masih melakukan maksiat tersebut!” para ulama mengatakan bahwa kewajiban orang tersebut beramar ma’ruf nahi munkar ada 2 yaitu, pertama, kewajiban dirinya untuk meninggalkan maksiat tersebut. Kedua, kewajiban baginya untuk membenahi munkar. Jika tidak melakukan keduanya maka orang itu akan mendapat dosa dari keduanya.Sesungguhnya jika orang menegur kemaksiatan, sama halnya menasehati dirinya sendiri. Agar termotivasi untuk benar-benar meninggalkan maksiat tersebut karena Allah. Dan jika dia meninggalkan maksiat tersebut, tentu pengingkarannya lebih berdampak. Adapun jika orang tersebut mengingkari kemaksiat yang sama seperti dilakukannya, hampir-hampir dampaknya tidak ada. WAJIB bagi orang yang benahi munkar untuknya meninggalkan maksiat tersebut agar ketika membenahi munkar pengaruhnya terlihat. Talbis iblis kepada ahli zuhud dan ahli ibadah. Mereka menyangka dengan meninggalkan dunia sepenuhnya adalah suatu kezuhudan. Padahal dunia itu tidaklah tercela, yang tersela adalah sifat manusia terhadap dunia. Iblis menipunya dengan berkata, “Kau tidak akan selamat di akhirat kecuali engkau meninggalkan dunia”. Maka orang yang tertipu rayuan iblis itu segera pergi ke gunung-gunung, kemudian menjauhkan diri dari sholat Jum’at dan sholat berjama’ah dan tidak menuntut ilmu, sehingga diibaratkan seperti hewan yang liar. Karena orang itu dikhayalkan inilah zuhud yang hakiki. Terlebih lagi orang itu mendengar, ada diantara orang sholih yang berkelana pergi kesana kemari. Atau orang itu ikut-ikutan orang sholih pergi ke gunung padahal memiliki keluarga dan ibu, maka durhakalah orang seperti ini kepada ibu dan dzolim kepada keluarganya.Iblis bisa menggoda orang seperti ini karena seedikit ilmunya dan kebodohannya. Bukankah dunia adalah sebab seseorang bisa menuntut ilmu dan beribadah. Ibnu Jauzi berkata bahwa yang tercela dari dunia itu jika ambil dunia dengan cara yang tidak halal atau mengambil dunia dengan berlebih-lebihan/mengambil dunia tidak sesuai kebutuhan hanya sesuai keinginan hawa nafsu. Sibuk zuhud meninggalkan menuntut ilmu. Definisi wara’: meninggalkan sesuatu yang mungkin bermasalah di akhirat nanti atau lebih banyak mudhorot yakni meninggalkan yang haram dan syubhat.Defini zuhud: meninggalkan yang tidak bermanfaat di akhirat.Jadi bukan meninggalkan semua perkara yang mubah. Karena ada perkara mubah yang bermanfaat di akhirat.Salah kaprah dalam memaknai zuhud yang terjadi pada sebagian orang:diantara mereka ada yang tidak mau makan roti dari sa’ir (roti yang halus terksturnya).diantara mereka ada yang tidak mau makan buah.diantara mereka hanya makan sedikit hingga badannya kurus kering.diantara mereka ada yang menyiksa dirinya dengan memakai pakaian dari kain bulu domba (kainnya kasar dan bau).diantara mereka tidak mau minum air dingin karena dianggap terlalu nikmat.diantara mereka ada yang tidak mau makan khobis (makanan yang mewah).Padahal ini bukan jalan Rasulullah shalallahu alaihi wasalam dan para sahabat.Para sahabat dulu tidak makan karena memang tidak ada makanan. Mereka bersabar menahan lapar. Bukan berniat untuk melaparkan diri. Rasulullah shalallahu alaihi wasalam juga makan daging, suka makanan yang manis-manis, suka minuman yang segar-segar.Catatan pribadi kajian kitab Talbis Ibliskarya Al Imam Ibnu Jauzi Pemateri: Ust. Firanda Andirja, M.AChallenge: @komunitas.beekindPencatat: @umlinote

💬 0 komentar📅 11 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya1 hari lalu
N
Nailah Nurul Hanifah

📍 Jakarta Selatan

Talbis Iblis #9: Talbis Iblis Terhadap Orang Yang Beramar Ma'ruf Nahi Munkar

Keutamaan Amar Ma'ruf Nahi MunkarSifat utama yang menjadikan umat Islam sebagai umat terbaik (khairu ummah) adalah aktivitas menyeru kepada kebaikan (amar ma'ruf) dan mencegah kemungkaran (nahi munkar) dengan landasan iman kepada Allah. Ini adalah tugas utama para nabi dan rasul.Ancaman Meninggalkannya: Kaum Bani Israil dilaknat melalui lisan Nabi Daud dan Nabi Isa karena mereka cenderung membiarkan dan tidak saling mencegah kemungkaran yang terjadi di lingkungan mereka.Fikih Dasar Nahi MunkarBernahi munkar tidak boleh dilakukan sembarangan, melainkan harus menggunakan ilmu dan memahami fikihnya. Berdasarkan dampaknya, tindakan mencegah kemungkaran dibagi menjadi 4 kondisi:Wajib: Jika kemungkaran tersebut diyakini akan hilang total.Wajib: Jika kemungkaran tersebut minimal bisa berkurang tingkatannya.Haram/Tidak Boleh: Jika pencegahan tersebut justru memicu timbulnya kemungkaran lain yang jauh lebih besar dan dahsyat.Butuh Ijtihad: Jika kemungkaran tersebut hilang, namun langsung tergantikan oleh kemungkaran lain yang sejenis.Poin Penting Lainnya:Mengubah kemungkaran disesuaikan dengan kemampuan: dengan tangan (kekuasaan), lisan, atau paling minimal dengan hatinya dan itulah iman yang paling rendah.Tidak semua hal yang dianggap buruk oleh seseorang otomatis berstatus "munkar". Contohnya adalah masalah khilafiyah (perbedaan pendapat ulama) yang kuat, maka hal itu tidak boleh diingkari secara frontal. Tidak boleh melakukan nahi mungkar dengan tajassus (memata-matai).Dua Golongan Pelaku Amar Ma'ruf Nahi MunkarA. Golongan Orang Berilmu (Alim)Orang alim paham fikih dan tahu kapan harus berbicara atau diam. Namun, iblis tetap bisa menjebak mereka melalui 2 jalan:Jalan Pertama: Riya dan Ujub. Mereka bernahi munkar atau berdakwah demi mengejar popularitas, pujian, atau merasa bangga diri (ujub) karena merasa mampu membuat orang lain bertobat.Kisah Salaf: Abu Sulaiman menceritakan kisah seseorang yang berniat menegur khalifah Abu Jafar Al-Mansur saat khutbah Jumat. Namun, ia membatalkan niatnya karena takut hatinya menjadi tidak ikhlas (ingin bergaya/terlihat hebat di depan orang banyak). Ia menyadari bahwa jika ia dihukum mati oleh khalifah dalam kondisi tidak ikhlas, kematiannya akan sia-sia (mati konyol).Sebaik-baik jihad adalah perkataan haq di hadapan penguasa yang zhalim. Maka jika ia datang kepada penguasa tersebut lalu mati terbunuh, maka ia syahid. Namun syaratnya adalah ikhlas karena Allah. Jalan Kedua: Marah karena Membela Diri. Ketika menegur orang lalu dibalas dengan makian (dituduh sesat, Wahabi, dsb.), niat awal yang ikhlas karena Allah sering kali bergeser menjadi emosi pribadi karena tidak mau kalah berdebat.Kisah Salaf: Umar bin Abdul Aziz menolak menghukum seseorang saat beliau sedang marah, karena khawatir hukuman tersebut didasari oleh pelampiasan emosi pribadinya, bukan murni karena menegakkan hukum Allah.B. Golongan Orang Bodoh (Jahil)Iblis sangat mudah mempermainkan orang bodoh yang nekat bernahi munkar tanpa bekal ilmu, sehingga kerusakan yang mereka perbuat sering kali jauh lebih besar daripada perbaikannya. Kesalahan-kesalahan mereka meliputi:Melarang sesuatu yang sebenarnya disepakati (ijma’) boleh dilakukan.Menyerang pendapat fiqih orang lain tanpa tahu adanya ruang khilafiyah yang kuat di antara mazhab-mazhab besar (misal: masalah Qunut Subuh).Melakukan Tajassus (Mata-mata): Menghancurkan pintu rumah orang atau memanjat pagar demi mencari-cari kesalahan orang lain yang bermaksiat secara sembunyi-sembunyi. Secara syariat, kemaksiatan privat yang ditutup rapat di dalam rumah tidak boleh dibongkar paksa.Main Hakim Sendiri: Melakukan kekerasan fisik secara berlebihan (seperti memukul pencuri hingga tewas).Menuduh Tanpa Bukti (Qadzaf): Berlebihan dalam berucap (misal: mencaci perempuan yang jalan dengan lelaki sebagai pelacur), padahal dalam Islam menuduh berzina tanpa 4 saksi hidup bisa berbalik membuat penuduhnya dihukum cambuk.Gampang Emosi: Tidak bisa mengontrol diri saat dakwahnya ditolak atau disinggung sedikit saja.Membongkar Suatu Perkara Yang Seharusnya Disembunyikan: Alih-alih menutupi aib sesama muslim, mereka malah mengumbarnya.Aturan Mengenai Kemungkaran yang TersembunyiIbnu Jauzi menukil jawaban Imam Ahmad bin Hanbal mengenai orang yang membawa barang munkar (seperti alat musik atau khamar) tetapi dalam kondisi terbungkus atau tertutup.Imam Ahmad menegaskan, jika barang tersebut benar-benar ditutup rapat dan tidak terlihat bentuknya dari luar, maka tidak boleh dirampas atau dihancurkan karena kita dilarang mencari-cari kesalahan (tajassus). Kita baru boleh bertindak jika kemungkaran tersebut tampak jelas di depan mata.Jika mendengar suara alat musik tetapi tidak diketahui pasti dari mana sumber atau rumah asalnya, Imam Ahmad berkata: "Itu bukan urusanmu, jangan cari-cari tahu."Mengenai melaporkan maksiat ke pemerintah: Jika penguasanya adil dan mengerti hukum, silakan lapor. Namun jika penguasanya zalim dan justru akan memeras atau menganiaya pelaku maksiat tersebut melebihi batas hukum syariat, maka lebih baik tidak dilaporkan.Talbis Iblis: Berbangga Setelah Mengingkari MaksiatIblis menipu sebagian orang sehingga setelah mereka berhasil menegur atau membongkar maksiat, mereka justru duduk di majelis-majelis (atau di era sekarang: membuat konten/podcast) untuk menceritakan kehebatan aksinya tersebut sambil mencaci maki pelakunya secara berlebihan.Padahal, bisa jadi orang yang dituduh tersebut sudah bertaubat nasuha kepada Allah, atau justru mereka jauh lebih baik karena merasa menyesal, sementara si penegur terjebak dalam kesombongan (ujub).Sikap Salaf: Kaum Salaf terdahulu menegur dengan sangat lembut. Contohnya, saat mendapati seorang pria dan wanita bukan mahram berduaan, seorang salaf hanya lewat dan berkata lirik: "Sesungguhnya Allah melihat kalian berdua, semoga Allah menutup aibku dan aib kalian," lalu ia pergi.Adab Menasihati Penguasa / PemerintahPihak yang paling utama untuk dihadapi dengan kelembutan saat bernahi munkar adalah para penguasa.Allah Ta’ala telah mencontohkan perintah ini ketika mengutus Nabi Musa dan Nabi Harun untuk menemui Firaun—manusia paling melampaui batas yang mengaku sebagai tuhan—dengan instruksi: "Ucapkanlah kepadanya perkataan yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut."Kisah Khalifah: Seseorang berniat menasihati khalifah dengan berkata kasar: "Saya mau kasih nasihat keras ke kamu, sabar ya!" Khalifah menjawab: "Tunggu dulu. Kamu tidak lebih baik dari Musa, dan aku tidak lebih buruk dari Firaun. Musa saja disuruh bicara lembut ke Firaun, kalau kamu mau bicara kasar padaku, aku tidak mau dengar."Nasihat kepada penguasa sebaiknya disampaikan secara tertutup, mengambil hatinya, diangkat martabatnya, baru kemudian diingatkan akan tanggung jawabnya di hadapan Allah secara halus.Talbis Iblis: Meninggalkan Nahi Munkar karena Merasa Tidak Pantas MenasihatiAda tipuan setan yang berbalik arah: membuat orang enggan bernahi munkar dengan dalih, "Saya sendiri masih banyak dosa/maksiat, jadi saya tidak pantas menegur orang lain."Ibnu Jauzi meluruskan bahwa amar ma'ruf nahi munkar tetap wajib dijalankan meskipun seseorang masih sering terperosok dalam dosa.Jika ia bermaksiat sekaligus enggan menegur orang, ia mendapat dua dosa. Namun, jika ia tetap bernahi munkar dengan niat ikhlas karena Allah, ucapan tersebut sejatinya menjadi tamparan dan nasihat bagi dirinya sendiri agar segera bertobat.Talbis Iblis Terhadap Ahli Zuhud dan Ahli IbadahBanyak orang awam salah paham saat membaca ayat atau hadis yang mencela dunia. Mereka mengira esensi selamat di akhirat adalah memusuhi dunia secara mutlak.Hakikat Dunia: Dunia tidak tercela pada zatnya, melainkan yang tercela adalah sifat, cara mengambil (tidak halal), atau sikap berlebih-lebihan manusia terhadap dunia tersebut. Dunia adalah sarana penting untuk menuntut ilmu, beribadah, makan agar tubuh kuat, membeli pakaian penutup aurat, hingga membangun masjid.Zuhud yang Ngawur: Tertipu oleh iblis, sebagian ahli ibadah melarikan diri ke gunung atau hutan terpencil demi beribadah sendiri. Dampak buruknya: mereka meninggalkan kewajiban salat Jumat, salat berjamaah, menelantarkan nafkah anak-istri, membuat ibu mereka menangis karena ditinggal, serta membiarkan diri mereka bodoh tanpa mau mendatangi majelis ilmu ulama.Zuhud yang Hakiki: Definisi zuhud menurut para ulama (seperti Ibnu Taimiyah) adalah meninggalkan apa saja yang tidak bermanfaat untuk akhirat. Jadi, bukan berarti mengharamkan perkara mubah. Setiap ingin berbuat, membeli sesuatu, atau berkegiatan, timbang dahulu: "Apakah ada manfaatnya untuk akhiratku?" Jika tidak ada, barulah ditinggalkan. Definisi Wara’: meninggalkan yang berbahaya untuk akhirat, konsekuensinya adalah meninggalkan yang haram dan syubhat.Menyiksa Diri Bukan Ajaran Nabi: Iblis menipu sebagian orang hingga sengaja tidak mau makan makanan enak (roti halus, buah), sengaja membuat badan kurus kering, memakai baju dari bulu domba yang kasar/bau (suf), atau menolak minum air dingin dengan alasan takut tidak bisa mensyukurinya.Hasan Al-Basri membantah keras pemikiran ini: "Apakah mereka sanggup mensyukuri nikmat air putih biasa yang mereka minum? Kalau alasannya takut tidak bisa bersyukur, sekalian saja jangan makan dan minum!"Rasulullah ﷺ—imamnya para zahid—nyatanya sangat suka makan daging kambing, makan ayam, suka hidangan yang manis-manis, suka meminum air segar yang dingin. Para sahabat menahan lapar hanya jika makanan memang sedang tidak ada, namun saat makanan tersedia, mereka akan makan hingga kenyang.Menjaga Keseimbangan Tubuh, Akal, dan SyariatSufyan Ats-Tsauri ketika melakukan perjalanan jauh tetap membawa bekal daging panggang dan manisan yang enak.Tubuh manusia adalah tunggangan bagi ruh untuk beribadah. Oleh karena itu, kita harus memperlakukannya secara proporsional. Karakteristik tubuh manusia berbeda-beda tergantung kebiasaan geografi dan tradisinya (seperti orang Badui yang sudah terbiasa dengan pakaian kasar dan susu saja). Bagi orang perkotaan yang tubuhnya terbiasa nyaman, menyiksa diri secara ekstrem justru akan merusak kesehatannya.Tubuh secara medis membutuhkan variasi gizi (manis, asam, panas, dingin) agar tetap seimbang dan kuat beraktivitas. Yang dilarang hanyalah sikap rakus, kekenyangan, dan mengikuti hawa nafsu secara berlebihan.Kesimpulan Akhir (Ibnu Aqil): Beliau merasa heran dengan sebagian manusia yang beragama secara ekstrem; terkadang mereka terlalu memanjakan hawa nafsu, tetapi di saat lain mereka bersikap ala Rohbaniyyah (kerahiban/meninggalkan dunia total) dengan berdiam di pojok masjid tanpa mempedulikan hak-hak orang tua, anak, dan istri. Beribadah yang benar harus menyelaraskan antara tuntunan akal sehat dan batasan syariat.

💬 0 komentar📅 11 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya1 hari lalu
P
Puji

📍 Kota Bekasi

Talbis Iblis Terhadap Orang Yang BerAmar Ma'ruf Nahi Munkar

Talbis iblis #9penulis: Imam Ibnu Jauzi ustadz Dr Firanda Adirja MAPentingnya Amar Ma'ruf Nahi Munkar: Kegiatan ini adalah ibadah yang agung dan ciri umat terbaik, namun pelaksanaannya memerlukan fikih atau pemahaman yang mendalam, tidak bisa dilakukan sembarangan.Kategori Pelaku: Dijelaskan ada dua tipe orang dalam hal ini: orang yang berilmu dan orang yang jahil (bodoh). Iblis menggoda kedua kelompok ini dengan cara yang berbeda.Tipu Daya Iblis:Terhadap orang berilmu: Iblis masuk melalui celah kesombongan, seperti ingin dipuji (riya), ujub dengan amalannya, atau marah karena membela diri sendiri, bukan karena Allah.Terhadap orang bodoh: Iblis memanfaatkan kurangnya ilmu mereka, yang sering kali justru menimbulkan kerusakan lebih besar saat mencoba melakukan nahi mungkar, seperti melakukan tajasus (mencari-cari kesalahan) atau bertindak melampaui aturan syariat .Etika Menegur: Video ini menekankan pentingnya cara yang santun, terutama saat menegur penguasa, dengan meneladani kisah Nabi Musa dan Harun saat menghadapi Fir'aun

💬 0 komentar📅 11 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya1 hari lalu
E
Ela septiana yusira

📍 Kota Tangerang

Talbis Iblis Terhadap Orang Yg Beramar Ma'ruf Nahi Munkar

Amar ma'ruf nahi munkar merupakan salah satu ibadah yang sangat agung. Melalui ibadah inilah umat Islam bisa menjadi umat yang terbaik. Sebaliknya, kaum terdahulu seperti Bani Israil dilaknat karena mereka saling membiarkan dan tidak melakukan nahi munkarFikih nahi munkar ada 4 kemungkinan:Kemungkaran itu menjadi hilang (wajib dilakukan)Kemungkaran tersebut berkurang ( wajib dilakukan)Mencegahnya justru memicu kemungkaran lebih besar ( tidak boleh dilakukan)Kemungkaran itu berganti dengan kemungkaran sejenis (perlu ijtihad)Ada hadist tentang mengubah kemungkaran dengan tangan, lisan atau hatiIbnu Jauzi membagi 2 golongan yang melakukan amar maruf nahi mungkar: orang yang alim (berilmu) dan orang yang jahil (bodoh)Talbis iblis kepada orang alim:Riya dan ujub: merasa ingin dipuji, bergaya dengan dakwahnya dan merasa ujub karena nasehatnyalah orang berhenti buat maksiatMarah karena membela diri: awalnya berniat ikhlas membela Allah namun setelah dicaci maki ia berubah membela diri bukan lagi membela agama AllahTalbis iblis kepada orang jahil (bodoh):Jika orang bodoh yang melakukan maka kerusakan yang ditimbulkan jauh lebuh besar dibandingkan perbaikan. Mereka bisa saja melarang hal yang sebeanrnya diperbolehkan oleh ijmak ulamaatau karena dia tidak memahami oerbedaan mahzabKemungkaran yang harus dilarang adalah yang sudah disepakati ijmak ulama keharamannya atau yang khilaf sangat lemah seperti riba dan musik. Sedangkan khilfiah yang kuat seperti fuqaha tidak boleh menuduh orang mengikuti nafsu. Berbahaya bila orang bodoh memaksakan diri melakukan mahi munkar tanpa filih sehingga bisa meributkan hal yang khilafiah kuat seperti qunut subuh

💬 0 komentar📅 11 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya1 hari lalu
S
Salma laela fitri

📍 Kabupaten Karawang

Ringkasan pertemuan ke 9

Talbis Iblis terhadap Pelaku Amar Makruf Nahi Mungkar dan Ahli ZuhudPemateri: Ustadz Firanda Andirja حفظه اللهPendahuluanDi antara ibadah yang paling agung dalam Islam adalah amar makruf nahi mungkar. Dengan ibadah inilah Allah memuji umat Islam sebagai umat terbaik:"Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia; kalian menyuruh kepada yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah."Sebaliknya, Bani Israil dilaknat melalui lisan Nabi Daud dan Nabi Isa `alaihimassalam karena mereka tidak saling mencegah kemungkaran.Namun, amar makruf nahi mungkar bukanlah perkara yang dilakukan secara sembarangan. Ia memiliki fikih dan aturan yang luas sehingga seseorang harus memahami kapan mengingkari kemungkaran diperintahkan dan kapan tidak. Kaidah dalam Mengingkari KemungkaranKetika seseorang hendak mencegah kemungkaran, ada beberapa kemungkinan:1. Kemungkaran hilang sepenuhnya Wajib diingkari.2. Kemungkaran berkurang Tetap wajib diingkari.3. Kemungkaran justru semakin besarTidak boleh diingkari dengan cara tersebut, karena berarti menimbulkan kerusakan yang lebih besar.4. Kemungkaran berganti dengan kemungkaran lain yang sejenis Membutuhkan ijtihad dan pertimbangan para ulama.Hal ini menunjukkan bahwa nahi mungkar memerlukan ilmu dan hikmah.Tipuan Iblis terhadap Orang Alim yang BerdakwahMenurut Imam Ibnu al-Jauzi رحمه الله, pelaku amar makruf nahi mungkar terbagi menjadi dua:1. Orang berilmu.2. Orang bodoh.1. Riya dan UjubSetan menggoda orang berilmu dengan:* Ingin dipuji manusia.* Menampilkan diri agar dianggap pemberani.* Bangga terhadap keberhasilan dakwahnya.* Merasa dirinya lebih baik dari orang lain.Padahal amal yang benar harus ikhlas karena Allah semata.2. Marah karena Membela DiriTerkadang seseorang awalnya mengingkari karena Allah, namun ketika dihina atau dicela, ia berubah menjadi marah demi membela dirinya sendiri.Akhirnya perselisihan yang terjadi bukan lagi karena agama, tetapi demi mempertahankan harga diri. Kisah Abu SulaimanAbu Sulaiman pernah berniat menasihati khalifah setelah khutbah Jumat. Namun ia mengurungkan niatnya karena khawatir dirinya hanya ingin terlihat hebat di hadapan manusia.Beliau takut apabila terbunuh dalam keadaan niatnya tidak ikhlas.Hal ini menunjukkan betapa para salaf sangat menjaga keikhlasan mereka.Orang Bodoh yang Bernahi MungkarMenurut Ibnu al-Jauzi, kerusakan yang ditimbulkan orang bodoh dalam nahi mungkar terkadang lebih besar daripada perbaikannya.Di antaranya:Mengingkari perkara yang sebenarnya bolehKarena tidak memahami ilmu, ia bisa:* Mengharamkan perkara yang disepakati kebolehannya.* Mengingkari masalah khilafiyah yang kuat.Padahal tidak semua perbedaan pendapat boleh dijadikan bahan permusuhan.Tidak Memahami Perbedaan PendapatContoh masalah khilafiyah yang kuat:* Qunut Subuh.* Sebagian persoalan fikih yang diperselisihkan para ulama.Dalam masalah seperti ini, seseorang boleh menjelaskan pendapat yang dianggap lebih kuat, tetapi tidak boleh mencela dan merendahkan orang lain. Melakukan TajassusSebagian orang mencari-cari kesalahan orang lain:* Memata-matai.* Memanjat rumah orang.* Membongkar pintu rumah.* Memasang pengawasan demi mencari maksiat tersembunyi.Padahal Islam melarang tajassus.Main Hakim SendiriDi antara kesalahan yang sering terjadi:* Memukul pelaku maksiat.* Menganiaya pencuri hingga mati.* Menghina dengan kata-kata yang melampaui batas.Semua ini bertentangan dengan syariat.Membongkar AibIslam menganjurkan menutupi aib kaum muslimin.Tidak setiap maksiat harus diumbar kepada masyarakat. Bahkan terkadang orang yang kita cela bisa jadi telah bertobat dan lebih baik daripada kita. Sikap Imam Ahmad رحمه اللهImam Ahmad berpendapat:* Jika alat musik atau khamar telah disembunyikan dan tidak tampak, maka tidak boleh melakukan tajassus.* Jika hanya terdengar suara seruling tetapi tidak diketahui dari mana asalnya, maka tidak perlu dicari-cari.Beliau mengatakan: "Itu bukan urusanmu."Menasihati Penguasa dengan Lemah LembutOrang yang paling layak dinasihati dengan kelembutan adalah para penguasa.Allah memerintahkan Nabi Musa dan Harun: "Maka berbicaralah kepada Fir'aun dengan kata-kata yang lemah lembut."Padahal Fir'aun adalah manusia yang paling durhaka.Karena itu para salaf sangat menjaga adab ketika menasihati para pemimpin.Tujuannya adalah perbaikan, bukan pelampiasan emosi.Tipuan Setan: Tidak Mau Menegur karena Merasa Banyak DosaSebagian orang berkata: "Saya sendiri masih banyak dosa, bagaimana mungkin saya menasihati orang lain?"Ini adalah tipu daya setan.Seseorang memiliki dua kewajiban:1. Meninggalkan maksiat.2. Mengingkari kemungkaran.Jika ia meninggalkan keduanya, berarti ia mendapatkan dua dosa.Walaupun nasihatnya mungkin kurang berpengaruh, ia tetap wajib menyampaikan kebenaran. Tipuan Iblis terhadap Ahli Zuhud dan Ahli IbadahSebagian orang memahami celaan terhadap dunia secara keliru.Mereka mengira bahwa keselamatan hanya dapat diperoleh dengan:* Meninggalkan dunia seluruhnya.* Menyendiri di gunung.* Tidak menghadiri salat Jumat dan jamaah.* Meninggalkan ilmu.Padahal dunia pada zatnya tidak tercela.Yang tercela adalah:* Memperolehnya dengan cara haram.* Menggunakannya untuk maksiat.* Berlebih-lebihan dalam memanfaatkannya. Dunia Merupakan Sarana Menuju AkhiratDengan dunia seseorang dapat:* Menuntut ilmu.* Beribadah.* Menafkahi keluarga.* Membangun masjid.* Bersedekah.Karena itu dunia bukan musuh, tetapi sarana yang dapat digunakan untuk mendekat kepada Allah. Zuhud Bukan Meninggalkan Semua KenikmatanSebagian orang mengira zuhud berarti:* Tidak makan makanan yang enak.* Tidak makan buah.* Tidak minum air dingin.* Memakai pakaian yang kasar.* Menyiksa tubuh.Padahal Rasulullah ﷺ:* Menyukai daging kambing.* Memakan ayam.* Menyukai makanan manis.* Menyukai air yang dingin dan segar.Ini menunjukkan bahwa menikmati perkara halal tidak bertentangan dengan zuhud. Hakikat ZuhudIbnu Rajab رحمه الله menjelaskan: Wara'Meninggalkan sesuatu yang dikhawatirkan membahayakan akhirat.Konsekuensinya:* Meninggalkan yang haram.* Meninggalkan yang syubhat. ZuhudMeninggalkan perkara yang tidak bermanfaat bagi akhirat.Karena itu seorang mukmin hendaknya selalu bertanya: "Apakah perkara ini bermanfaat bagi akhiratku?"Jika tidak ada manfaatnya, maka meninggalkannya termasuk bentuk zuhud. Tubuh adalah Kendaraan Menuju AkhiratIbnu al-Jauzi mengibaratkan tubuh sebagai kendaraan.Karena itu tubuh tidak boleh:* Disiksa.* Dipaksa berlebihan.* Dibiarkan rusak.Seorang hamba hendaknya mengambil perkara yang bermanfaat bagi tubuhnya dan meninggalkan sikap berlebih-lebihan.Kritikan terhadap Sikap RahbaniyyahSebagian orang:* Sibuk dengan dunia dan hawa nafsu.Sebagian lainnya:* Tenggelam dalam ibadah sampai melalaikan hak keluarga, orang tua, dan masyarakat.Padahal Islam berada di tengah-tengah.Ibadah harus berjalan sesuai dengan syariat dan akal yang sehat, bukan mengikuti hawa nafsu dan bukan pula sikap rahbaniyyah yang berlebihan.Pelajaran Penting* Amar makruf nahi mungkar membutuhkan ilmu dan hikmah.* Keikhlasan adalah perkara yang sangat penting dalam dakwah.* Tidak semua perbedaan pendapat boleh dijadikan bahan permusuhan.* Tajassus dan membuka aib kaum muslimin dilarang.* Menasihati penguasa dilakukan dengan kelembutan.* Banyak dosa bukan alasan meninggalkan dakwah.* Zuhud bukan berarti meninggalkan dunia seluruhnya.* Dunia adalah sarana menuju akhirat.* Menikmati perkara halal yang tidak berlebihan tidak bertentangan dengan sifat zuhud.* Islam adalah agama pertengahan, jauh dari sikap berlebih-lebihan maupun sikap mengikuti hawa nafsu.**والله تعالى أعلم بالصواب**

💬 0 komentar📅 11 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya1 hari lalu

Talbis Iblis Terhadap Orang yang Beramar Ma'ruf Nahi Munkar

Setan menggoda dengan memunculkan sifat riya' dan ujub atas perbuatannya. Setan juga memancing kemarahan pribadi hingga seseorang membela diri sendiri, bukan membela agama.Setan menyesatkan dengan mendorong mereka melakukan nahi mungkar tanpa ilmu yang dapat menimbulkan kerusakan lebih besar.Pengingkaran harus dilakukan dengan fikih yang benar dan tidak boleh membongkar aib.Setan membisikkan bahwa zuhud berarti meninggalkan dunia sepenuhnya dan pergi mengasingkan diri ke gunung/hutan, yang mengakibatkan seseorang lalai dari kewajiban seperti shalat berjamaah, menuntut ilmu dan berbakti pada keluarga. Zuhud adalah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat untuk akhirat, bukan meninggalkan perkara mubah yang memberi manfaat.

💬 0 komentar📅 11 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya1 hari lalu
R
Regita Dwi Ananda

📍 Kota Bandung

Talbis iblis -9

Talbis iblis bagi orang-orang yang ber amar ma’ruf nahi munkar.Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia (QS Ali Imran: 110)Allah ﷻ  berfirman:“Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 104)Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,”Barang siapa dari kalian melihat kemungkaran, ubahlah dengan tangannya. Jika tidak bisa, ubahlah dengan lisannya. Jika tidak bisa, ingkarilah dengan hatinya, dan itu merupakan selemah-lemahnya iman’.”Talbis iblis pada Pelaku Nabi Munkar. .Orang Alim – Iblis masuk lewat pintu dakwah tapi riya dan ujub.Kadang pendakwah ada yang bergaya supaya dilihat banyak orang.Ada juga yang nahi munkar dengan marah karena dirinya (bukan karena Allah).Maka sangat sulit untuk berantah-bantahan karena Allah, kadang terkenal bisikan iblis untuk membela dirinya.Orang tidak berilmu. Bisa jadi yang diingkari sebenarnya bukan kemungkaran.Misal masalah fiqih, dan kemungkaran tersebut khilaf.Adapun menjelaskan kemungkaran dengan pendapat mana yang lebih kuat itu boleh.Kadang orang nahi munkar dengan merusak pintu.Nahi munkar harus sabar, tahan emosi.Kadang orang yang kurang ilmu melakukan nahi munkar tetapi membuka hal yang seharusnya ditutupi (misalnya aib).Imam Ahmad – kalau mau nahi munkar tetapi malah akan didzalimi maka sebaiknya jangan dilakukan.Bisa jadi orang yang kita anggap lakukan maksiat ternyata sudah taubat, bisa jadi mereka lebih baik daripada kita sendiri.Orang yang paling kita lembutin dalam nahi munkar adalah para pengusaha.Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada Musa untuk nasihati Fir’aun."maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut”.Surat Ta-Ha (20) Ayat 44Setan juga membisikkan kepada orang bahwa yang nahi munkar hanya ahli ilmu ulama).Sesungguhnya orang yang ber nahi munkar adalah sedang menasihati dirinya sendiri.Talbis iblis pada ahli zuhudSalah satu talbis Iblis atas orang-orang zuhud adalah memalingkan mereka dari Jalan ilmu yang shahih dengan dalih sibuk merealisasikan Kezuhudan. Dengan begitu, mereka sudah menukarkan sesuatu yang hina dengan sesuatu yang mulia. Mengapa bisa demikian? Karena manfaat yang dihasilkan orang zuhud sebatas untuk dirinya sendiri. Sedangkan manfaat yang diberikan orang alim dapat dirasakan banyak pihak. Betapa banyak orang alim yang berhasil mengembalikan ahli ibadah yang tersesat ke jalan yang benar. Dunia itu secara dzat tidak tercela tapi yang tercela adalah sifat orang terhadap dunia tersebut.Iblis bisikan orang yang tinggalkan dunia dengan pergi ke gunung, ibadah sendiri, tidak sholat jama’ah, tidak sholat jumatan.Ada orang yang ikuti orang sholeh pergi ke gunung dengan meninggalkan hak-hak orang, ada yang durhaka kepada orang tua nya dst.Kata Ibnul Jauzi, yang tercela itu.1. Ambil dunia dengan cara haram.2. Ambil dunia secara berlebihan.3. Ambil dunia dengan hawa nafsu.DefinisiZuhad bukan berarti tinggalkan yang mubah.Zuhud – tinggalkan yang tidak manfaat di akhirat.Wara – tinggalkan sesuatu yang mungkin ada mudharat di akhirat. Konsekuensi nya adalah tinggalkan yang haram dan syubhat.Talbis Iblis lainnya terhadap mereka adalah membuat mereka meyakini bahwa zuhud itu meninggalkan segala hal mubah. Maka dari itulah beberapa dari mereka hanya makan roti gandum, sebagiannya tidak pernah merasakan buah-buahan, dan selainnya menyedikitkan porsi makan hingga tubuhnya kurus-kering, atau menyiksa diri dengan memakai pakaian kulit yang kasar, atau tidak mau minum air yang bersuhu dingin. Semua itu bukanlah ajaran Rasulullah ﷺ, bukan pula ajaran para Sahabat dan Tabi’in. Mereka ini menahan lapar hanya ketika tidak ada makanan. Adapun apabila memiliki makanan, mereka pun makan. Rasulullah ﷺ makan daging dan menyukainya, makan ayam, menyukai yang manis-manis, dan suka menyegarkan diri dengan air dingin.Suatu hari, seorang laki-laki berkata: “Aku tidak makan khabish sebab tidak mampu mensyukurinya.” Mendengar perkataan tersebut, al-Hasan al-Bashri pun berkata: “Dia orang bodoh. Apa dia mampu mensyukuri nikmat air dingin?” Sufyan ats-Tsauri setiap kali bepergian selalu membawa daging panggang dan faludzaj (sejenis makanan dari kurma). Setiap orang harus tahu bahwa jiwanya tidak ubahnya hewan tunggangan (tubuh kita). Hewan tunggangan mesti diperlakukan lemah lembut agar dapat mengantarkan ke tempat tujuan. Ambillah apa yang bermanfaat bagi jiwa dan tinggalkanlah yang menyakitinya, seperti terlalu kenyang setelah makan atau berlebihan mengkonsumsi sesuatu yang diinginkan, karena ini mengganggu raga dan agama. Talbis Iblis berikutnya terhadap orang zuhud adalah membuat mereka meyakini hakikat zuhud berupa merasa cukup dengan makanan dan pakaian sederhana saja. Maka mereka merasa cukup dengan yang sederhana itu, namun hati mereka terus berambisi meraih kekuasaan dan wibawa, sehingga orang-orang seperti mereka ini selalu menantikan kunjungan penguasa, hanya memuliakan orang kaya tetapi tidak acuh kepada orang miskin, berpura-pura khusyuk di hadapan orang lain seakan baru keluar dari musyahadab. Terkadang, salah seorang dari mereka ada yang sampai menolak pemberian harta, agar bisa dikatakan bahwa pada dirinya terlihat ciri kezuhudan. Padahal mereka selalu saja berharap akan kedatangan orang lain, tangan mereka ingin dicium oleh para penguasa, dan ingin mendapatkan tampuk kepemimpinan duniawi yang paling tinggi, karena puncak dari kenikmatan duniawi itu adalah mendapatkan tampuk kekuasaan pribadi. 

💬 0 komentar📅 11 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya1 hari lalu
D
Dwi Nurfahriani

📍 Kota Palu

Talbis Iblis #9 : Talbis Iblis terhadap Orang yang Beramar Ma’ruf Nahi Munkar

Talbis Iblis #9 :Talbis Iblis terhadap Orang yang Beramar Ma’ruf Nahi MunkarOleh Ustadz Firanda Andirja Hafidzahullah Ta’alaAmar ma'ruf nahi munkar adalah ibadah yang sangat agung yang menjadi ciri utama umat terbaik, Sebaliknya, meninggalkan ibadah ini berakibat buruk; dicontohkan seperti kaum Bani Israil yang dilaknat karena tidak saling mencegah kemungkaran.Bernahi munkar tidak boleh dilakukan sembarangan dan membutuhkan ilmu/fikih yang luas. Ada 4 kemungkinan hukum saat seseorang mencegah kemungkaran:Jika kemungkaran itu hilang atau berkurang, maka wajib berhani munkar.Jika kemungkaran tersebut berkurang, maka wajib berhani munkar.Jika bernahi munkar justru melahirkan kemungkaran lain yang lebih dahsyat, maka tidak boleh dilakukan.Jika kemungkaran terganti dengan kemungkaran lain yang sejenis, hal ini membutuhkan ijtihad.Rasulullah صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bersabda :مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ“Barangsiapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, maka ubahlah dengan tangan. Jika tidak mampu, (maka ubahlah) dengan lisan. Jika tidak mampu, (maka ubahlah) dengan hati. Itulah iman yang paling lemah.” (HR. Muslim no. 49)Ibnu Jauzi membagi orang yang beramar ma'ruf nahi munkar menjadi dua model:1.     Orang Berilmu (alim)Meskipun mengerti fikih dakwah, Iblis tetap mengincar mereka melalui dua jalan tipuan (talbis):1.     Pintu Riya dan Ujub (Pamer): Setan membisikkan keinginan agar pelaku dakwah dipuji, disebut-sebut oleh manusia, atau merasa kagum (ujub) pada dirinya sendiri ketika berhasil membuat orang lain tunduk atau berhenti dari kemungkaran.2.     Marah karena Membela Diri (Bukan Karena Allah): Awalnya bernahi munkar karena Allah, namun saat pelaku maksiat tersebut mencela balik (misal: mengejek, mencaci), emosinya terpancing. Akhirnya, pembelaan tersebut berubah menjadi perdebatan demi memenangkan ego diri sendiri, bukan lagi murni membela syariat Allah. 2.     Orang JahilSetan sangat mudah mempermainkan orang bodoh yang nekat bernahi munkar tanpa bekal ilmu. Kerusakan yang mereka timbulkan sering kali jauh lebih besar daripada perbaikannya. Bentuk kesalahannya antara lain:·       Melarang sesuatu yang sebenarnya dibolehkan secara syariat.·       Ribut dan mencela orang lain pada perkara khilafiah (perbedaan pendapat) yang kuat di kalangan ulama (misal: qunut subuh).·       Melakukan tindakan tajasus (mencari-cari kesalahan orang lain) secara berlebihan, seperti mendobrak atau memanjat rumah orang demi melihat kemaksiatan rahasia yang seharusnya tidak diumbar.·       Main hakim sendiri, melampaui batas dengan memukul, merusak properti, atau menuduh seseorang dengan tuduhan keji tanpa bukti sah. Larangan Membanggakan Diri & Mengumbar Aib Pelaku MaksiatDiantara talbis iblis terhadap orang yang mengingkari kemunkaran:·       Seseorang berhasil bernahi munkar, ia duduk di perkumpulan atau media (seperti podcast) lalu menceritakan kehebatannya dalam menegur kemaksiatan serta mencaci-maki pelaku secara berlebihan.Kata Ibnul Jauzi: Kemungkinan orang yang ditegur sudah bertobat kepada Allah, dan bisa jadi penyesalan pelaku maksiat itu membuatnya lebih baik di sisi Allah ketimbang kesombongan orang yang menegurnya.Para Salaf Dahulu Lembut dalam Mengingkari§  Seorang salaf melihat seorang lelaki bicara dengan wanita bukan mahramnya, maka dia tegur dengan kata-kata: “Sesungguhnya Allah melihat kalian berdua, semoga Allah menutup aibku dan aib kalian”, kemudian dia pergi.§  Melihat orang-orang sedang bermain-main, dia berkata: “Wahai saudara-saudaraku, bagaimana pendapat kalian tentang orang yang ingin bersabar tapi tidur semalaman, tidak jalan-jalan, malamnya tidur melulu, siangnya main melulu, kapan dia akan bersabar?” Dari orang-orang ini ada yang sadar, lalu taubat dan mengikuti orang alim itu.Aturan Bernahi Munkar kepada Penguasa§  Penguasa adalah pihak yang paling utama untuk dinasihati dengan cara yang penuh kelembutan.§  Allah mengutus Nabi Musa dan Nabi Harun untuk menghadapi Firaun yang sangat melampaui batas dengan perintah agar berucap menggunakan kata-kata yang lembut (qaulan layyina).Allah berfirman:فَقُولَا لَهُۥ قَوْلًا لَّيِّنًا لَّعَلَّهُۥ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَىٰ “Pergilah kalian berdua kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas. Ucapkanlah kepada Fir'aun dengan kata-kata yang lembut. Siapa tahu dia sadar dan mengambil pelajaran atau takut kepada Allah” (QS. Thaha: 43-44) Talbis Iblis terhadap Ahli Zuhud dan Ahli Ibadah·       Salah Memahami Hakikat Dunia: Iblis membisikkan bahwa seluruh unsur dunia ini haram dan tercela. Akibatnya, mereka mengharamkan hal mubah yang sebenarnya dihalalkan Allah, seperti makan makanan yang enak atau minum air segar. Mereka mengira menyiksa fisik adalah bentuk ketakwaan.·       Uzlah (Mengasingkan Diri) yang Keliru: Banyak ahli zuhud memilih pergi ke gunung atau gua demi menjauhi manusia. Iblis menipu mereka sehingga mereka meninggalkan kewajiban yang lebih besar seperti shalat Jumat, shalat berjamaah, menuntut ilmu, dan menafkahi keluarga.·       Menelantarkan Hak Keluarga dan Orang Lain: Demi mengejar "kesucian diri", mereka mengabaikan tanggung jawab sosial. Mereka membiarkan anak istri terlantar atau membuat ibu mereka menangis karena ditinggal pergi tanpa izin dan nafkah.·       Zuhud Lahiriah, tapi Haus Kekuasaan dan Pujian (Syahwat Tersembunyi): Ini adalah tipu daya yang sangat halus. Secara pakaian dan makanan mereka terlihat sangat sederhana (bahkan sengaja memakai baju compang-camping dan bermuka pucat agar dipuji), namun hati mereka sangat menikmati sanjungan, suka dicium tangannya, dan senang jika dikunjungi oleh pejabat atau penguasa.·       Meremehkan Ilmu dan Ulama: Iblis membuat mereka merasa bahwa amalan hati dan kezuhudan mereka jauh lebih mulia daripada duduk di majelis ilmu. Mereka menganggap para fuqaha (ahli fikih) sebagai orang yang "terlalu sibuk dengan dunia", padahal ibadah tanpa ilmu justru merusak.·        Kesimpulan: Benteng terbaik untuk selamat dari seluruh tipu daya ini adalah Ilmu Agama yang Shahih (berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah). Ilmu adalah cahaya; iblis hanya bisa menipu di dalam kegelapan kebodohan. Keutamaan seorang alim (berilmu) jauh lebih tinggi daripada seorang ahli ibadah yang bodoh, karena orang berilmu tahu batasan-batasan syariat dan tipuan-tipuan setan. @dnfnunu | @komunitas.beekind | #JejakCahaya

💬 0 komentar📅 11 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya1 hari lalu
N
Nur Fathiyyah

📍 Kota Depok

Materi 10

Talbis Iblis terhadap Ahli Zuhud: Zuhud yang Tercampuri Keinginan Akan KedudukanIbnu Jauzi rahimahullah menjelaskan bahwa salah satu tipu daya iblis terhadap ahli zuhud adalah membuat mereka memahami zuhud hanya sebatas meninggalkan makanan enak dan pakaian bagus. Mereka merasa telah zuhud karena hidup sederhana, padahal hati mereka masih mencintai kedudukan, penghormatan, dan sanjungan manusia.Seseorang mungkin memakai pakaian sederhana dan makan seadanya, namun sangat senang jika dihormati, dikunjungi pejabat, dicium tangannya, atau dipuji sebagai orang saleh. Padahal, mencari kedudukan dan pengakuan manusia merupakan bagian dari kecintaan terhadap dunia yang lebih halus dan lebih berbahaya.Ibnu Jauzi menyebutkan bahwa sebagian ahli zuhud bangga ketika rumahnya didatangi para pembesar. Mereka memuliakan orang kaya, namun kurang memperhatikan orang miskin. Mereka menampakkan kekhusyukan dan kesederhanaan agar dipandang mulia oleh masyarakat.Beliau membedakan antara riya yang terang-terangan dan riya yang samar. Riya yang terang-terangan seperti sengaja berpenampilan lusuh, berbicara lemah lembut secara dibuat-buat, atau menampakkan tubuh kurus agar dianggap ahli ibadah. Semua orang dapat mengenali bentuk riya semacam ini.Namun yang lebih berbahaya adalah riya khafi (riya yang tersembunyi), yaitu ketika seseorang beramal karena menginginkan penghormatan dan kedudukan dalam hati manusia, meskipun secara lahiriah ia tampak zuhud.Kisah Pendeta Sam’an dan Ibrahim bin AdhamIbrahim bin Adham rahimahullah pernah belajar sebuah pelajaran berharga dari seorang pendeta Nasrani bernama Sam’an.Ketika ditanya apa yang ia makan selama tinggal di tempat ibadahnya selama 70 tahun, pendeta itu menjawab bahwa ia hanya memakan satu butir kacang (humus) setiap malam.Ibrahim bin Adham bertanya:“Apa yang membuatmu mampu bertahan dengan kehidupan seperti itu?”Pendeta itu kemudian menunjukkan kerumunan manusia yang datang setiap tahun untuk mengagungkan dirinya.Ia berkata:“Aku bersabar dengan kesulitan selama setahun demi mendapatkan kemuliaan sesaat ketika mereka datang menghormatiku.”Saat itulah Ibrahim bin Adham memahami bahwa seseorang bisa bersungguh-sungguh dalam ibadah bukan karena Allah, melainkan demi memperoleh penghormatan manusia.Kedudukan adalah Syahwat yang TersembunyiIbnu Taimiyah rahimahullah menyebut keinginan untuk dihormati dan diagungkan sebagai syahwat khafiyyah (syahwat yang tersembunyi).Sebagaimana orang lapar menginginkan makanan dan seorang lelaki menginginkan wanita, ada pula orang yang sangat menginginkan penghormatan, pujian, dan kedudukan di hati manusia.Karena itulah Allah berfirman:“Barang siapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna…” (QS. Hud: 15)Dan Allah juga berfirman:“Negeri akhirat itu Kami jadikan bagi orang-orang yang tidak menghendaki ketinggian di muka bumi dan tidak pula membuat kerusakan.” (QS. Al-Qashash: 83)Orang Saleh Terdahulu Sangat Takut Terhadap RiyaPara salaf sangat berhati-hati terhadap penyakit ini.Muhammad bin Sirin rahimahullah di siang hari tampak biasa saja, bercanda dan berinteraksi dengan masyarakat. Namun pada malam hari beliau menangis dalam ibadahnya.Daud bin Abi Hind rahimahullah bahkan berhasil menyembunyikan puasa sunnahnya selama dua puluh tahun dari keluarganya. Setiap pagi ia membawa bekal dari rumah, lalu menyedekahkannya di perjalanan. Keluarganya mengira ia makan di pasar, sedangkan orang-orang pasar mengira ia sudah makan di rumah.Dengan cara itu, ibadahnya tetap tersembunyi.Ketika Penghormatan Menjadi TujuanIbnu Jauzi mengingatkan bahwa seseorang bisa saja meninggalkan dunia, namun sebenarnya sedang mengejar dunia dalam bentuk yang lebih halus.Ia senang jika kebutuhannya dipenuhi karena dianggap saleh.Ia senang jika diberi harga murah karena dikenal sebagai ahli ibadah.Ia senang jika orang-orang berdiri menghormatinya.Ia senang jika banyak orang berkumpul di depan rumahnya.Semua itu bisa menjadi bentuk riya yang sangat samar.Sikap Para Salaf terhadap PopularitasYusuf bin Asbath rahimahullah pernah datang ke sebuah kota. Ketika banyak orang berdiri dari toko-toko mereka untuk memberi salam dan menghormatinya, beliau segera kembali ke kota asalnya.Beliau berkata:“Aku tidak bisa mengembalikan hatiku seperti sebelumnya.”Beliau khawatir penghormatan manusia akan merusak keikhlasan yang selama ini dijaganya.Teladan Nabi dan Para SahabatRasulullah ﷺ tidak mengasingkan diri demi menjaga kewibawaan. Beliau pergi ke pasar, memenuhi kebutuhan keluarganya, menyisir rambut, memakai minyak wangi, dan memperhatikan penampilan.Abu Bakar radhiyallahu ’anhu tetap berdagang dan memikul barang dagangannya sendiri.Abdullah bin Salam radhiyallahu ’anhu pernah memikul kayu bakar di atas kepalanya. Ketika ditanya mengapa melakukan hal itu padahal beliau berkecukupan, beliau menjawab:“Aku ingin menghilangkan kesombongan dari diriku.”Kisah Orang Saleh yang Menghindari PopularitasWahab bin Munabbih rahimahullah menceritakan tentang seorang saleh yang termasuk orang terbaik pada zamannya. Suatu hari ia berkata:“Kita meninggalkan dunia karena takut terjerumus dalam sikap berlebihan. Namun aku khawatir justru kita terjatuh pada sesuatu yang lebih berbahaya daripada apa yang menimpa para pencinta dunia.”Ketika ditanya apa yang dimaksud, ia menjelaskan bahwa terkadang seseorang senang jika kebutuhannya dipenuhi karena kesalehannya, senang diberi kemudahan dalam urusan dunia karena dianggap ahli ibadah, dan senang ketika dihormati karena agamanya.Nasihat ini sampai kepada seorang raja. Raja pun sangat kagum dan ingin bertemu dengannya.Ketika orang saleh itu mendengar bahwa raja akan datang, ia justru berusaha menghilangkan kesan kesalehannya di hadapan sang raja. Pada hari itu ia membatalkan kebiasaan puasanya dan makan sebagaimana biasanya orang makan.Saat raja melihatnya, ia berkata:“Tidak ada keistimewaan pada orang seperti ini.”Raja pun pergi.Setelah raja pergi, orang saleh itu berkata:“Segala puji bagi Allah yang telah memalingkan dirinya dariku.”Ia tidak ingin penghormatan manusia menjadi fitnah bagi hatinya.Yazid bin Marsad Menolak JabatanKetika Khalifah Al-Walid bin Abdul Malik berkeinginan mengangkat Yazid bin Marsad sebagai pejabat, kabar tersebut sampai kepada Yazid.Karena tidak ingin diangkat menjadi pejabat, ia melakukan sesuatu yang membuat orang menganggapnya tidak layak.Ia memakai pakaian secara terbalik, berjalan di pasar tanpa penutup kepala dan tanpa alas kaki, sambil makan dan minum di hadapan orang banyak.Ketika keadaan itu dilaporkan kepada khalifah, keinginan untuk mengangkatnya pun dibatalkan.Ibnu Jauzi menyebutkan kisah ini sebagai bukti bahwa sebagian orang saleh dahulu justru menghindari kedudukan dan popularitas, bukan mencarinya.Menyembunyikan Amal SalehPara salaf sangat menjaga keikhlasan dengan berusaha menyembunyikan amal-amal mereka.Di antara contohnya adalah Daud bin Abi Hind rahimahullah yang berpuasa sunnah selama dua puluh tahun tanpa diketahui keluarganya.Setiap pagi istrinya menyiapkan bekal untuknya. Bekal itu dibawanya keluar rumah lalu disedekahkan kepada orang lain di perjalanan.Keluarganya mengira ia makan di pasar, sedangkan orang-orang pasar mengira ia sudah makan di rumah.Dengan cara itu, puasanya tetap tersembunyi selama bertahun-tahun.Zuhud yang Dicari Karena Ingin DipujiIbnu Jauzi mengingatkan bahwa terkadang seseorang mampu bersabar menjalani hidup sederhana karena tahu orang-orang akan membicarakan kezuhudannya.Ia merasa senang ketika disebut sebagai orang yang sederhana, wara’, atau ahli ibadah.Padahal jika pujian manusia menjadi pendorong utama dalam amalnya, maka keikhlasannya telah tercemari.Sebagaimana kisah pendeta Sam’an yang rela hidup susah selama setahun demi memperoleh penghormatan manusia selama sesaat.Bahaya Popularitas bagi HatiYusuf bin Asbath rahimahullah pernah datang ke sebuah kota. Ketika orang-orang mengenalinya dan berbondong-bondong mengucapkan salam serta menghormatinya, beliau segera meninggalkan kota tersebut.Beliau berkata:“Aku tidak bisa mengembalikan hatiku seperti sebelumnya.”Beliau memahami bahwa popularitas dapat mengubah hati seseorang.Betapa banyak orang yang dahulu tawadhu ketika belum dikenal, namun berubah setelah terkenal. Dahulu mudah bergaul, namun setelah banyak pengikut menjadi sulit ditemui. Dahulu rendah hati, namun setelah dihormati banyak orang menjadi merasa lebih tinggi daripada yang lain.Karena itulah para salaf sangat takut terhadap ketenaran yang dapat merusak keikhlasan.Teladan Nabi Yusuf AlaihissalamUstadz Firanda menjelaskan bahwa salah satu contoh terbaik adalah Nabi Yusuf alaihissalam.Ketika masih berada di dalam penjara, teman-temannya berkata:“Sesungguhnya kami memandangmu termasuk orang-orang yang berbuat baik.”Bertahun-tahun kemudian, setelah beliau menjadi pejabat tinggi Mesir, saudara-saudaranya juga berkata:“Sesungguhnya kami memandangmu termasuk orang-orang yang berbuat baik.”Keadaannya tidak berubah.Saat dipenjara beliau adalah seorang muhsin. Ketika menjadi pejabat besar pun beliau tetap seorang muhsin.Inilah tanda keikhlasan yang sejati: keadaan hati tetap sama ketika tidak dikenal maupun ketika dihormati manusia.Kesimpulan KajianMenurut Ibnu Jauzi rahimahullah, salah satu talbis iblis yang paling halus adalah membuat seseorang beramal untuk mencari kedudukan di hati manusia.Ia mungkin meninggalkan harta, pakaian mewah, dan makanan enak. Namun jika ia masih menginginkan pujian, penghormatan, pengagungan, dan popularitas, maka hakikat zuhud belum benar-benar masuk ke dalam hatinya.Keikhlasan yang sejati adalah beramal hanya karena Allah, tanpa menjadikan penghormatan manusia sebagai tujuan.Sebagaimana firman Allah Ta’ala:“Negeri akhirat itu Kami jadikan bagi orang-orang yang tidak menghendaki ketinggian di muka bumi dan tidak pula membuat kerusakan.”(QS. Al-Qashash: 83)Maka seorang mukmin hendaknya terus mengawasi niatnya, karena riya yang samar sering kali lebih sulit dikenali daripada riya yang tampak.

💬 0 komentar📅 11 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya1 hari lalu
K
khaira azwa putri ranaji

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

catatan talbis 9

1. Keutamaan dan Urgensi Amar Makruf Nahi Munkar (AMNM)Umat Terbaik: Sifat utama umat terbaik adalah melakukan AMNM dan beriman kepada Allah,.Dalil: "Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah..." (QS. Ali ‘Imran: 110).Ancaman Melalaikan AMNM: Bani Israil dilaknat karena membiarkan kemungkaran tanpa saling mencegah.Dalil: "Telah dilaknat orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putra Maryam... mereka satu sama lain tidak mencegah tindakan mungkar yang mereka perbuat..."(QS. Al-Ma'idah: 78-79).2. Fikih dan Aturan Mencegah KemungkaranWajib: Jika kemungkaran dipastikan hilang atau minimal berkurang.Haram: Jika tindakan mencegah justru menimbulkan kemungkaran yang lebih besar.Ijtihad: Jika kemungkaran yang hilang akan diganti dengan kemungkaran sejenis.Tahapan: Dimulai dengan tangan (kekuasaan), lisan, lalu hati (iman paling lemah).Dalil: "Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka dengan lisannya, jika tidak mampu maka dengan hatinya..." (Hadits Riwayat Muslim).Batasan: Tidak boleh mengingkari masalah khilafiyah (perbedaan pendapat ulama yang kuat) dan dilarang melakukan tajasus (memata-matai/mencari aib orang),,.3. Tipuan Iblis terhadap Orang Berilmu (Alim)Ria dan Ujub: Ingin dipuji orang lain karena keberaniannya berdakwah atau merasa bangga (ujub) ketika orang lain patuh setelah ditegur,.Marah karena Nafsu: Awalnya ikhlas, namun saat dihina atau dibantah oleh pelaku maksiat, ia menjadi emosi dan membela harga dirinya sendiri, bukan lagi membela agama Allah,.Contoh Salaf: Umar bin Abdul Aziz batal menghukum orang saat ia sedang marah karena takut hukumannya bercampur dengan emosi pribadi.4. Tipuan Iblis terhadap Orang Bodoh (Jahil)Salah Sasaran: Melarang sesuatu yang sebenarnya dibolehkan atau masalah khilafiyah karena tidak mengerti mazhab lain,.Melampaui Batas: Melakukan tindakan anarkis seperti merusak pintu, memanjat rumah orang (tajasus), hingga main hakim sendiri (memukul/membakar pelaku),.Menuduh Tanpa Bukti: Mudah melontarkan tuduhan zina atau celaan kasar tanpa saksi yang sah secara syariat.5. Adab terhadap PenguasaWajib bersikap lembut agar tujuan nasihat tercapai.Dalil: Perintah Allah kepada Musa dan Harun saat menghadapi Firaun: "Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut."(QS. Thaha: 44),.6. Tipuan Iblis terkait Zuhud (Meninggalkan Dunia)Salah Paham Hakikat Dunia: Menganggap dunia tercela secara zatnya, padahal yang tercela adalah sifat manusia yang berlebihan atau mengambilnya dengan cara haram,.Menjauh ke Gunung: Iblis membujuk orang untuk uzlah ke hutan/gunung sehingga meninggalkan salat Jumat, salat berjamaah, menuntut ilmu, serta menelantarkan hak keluarga dan orang tua,,.Menyiksa Diri: Menganggap zuhud adalah meninggalkan makanan enak atau air dingin, padahal Nabi Muhammad SAW menyukai daging kambing, makanan manis, dan air dingin yang segar,,.Definisi Zuhud yang Benar: Meninggalkan segala sesuatu yang tidak bermanfaat untuk akhirat, bukan sekadar meninggalkan perkara mubah,.

💬 0 komentar📅 11 Jun 2026Baca selengkapnya →