📝 Talbis Iblis #jejakcahaya

Laporan & catatan kegiatan Talbis Iblis #jejakcahaya

✏️ Buat Laporan
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya4 Juni 2026
E
Ela septiana yusira

📍 Kota Tangerang

Talbis Iblis Kepada Penganut Reinkarnasi & Khawarij

kaum yang berpendapat tentang reinkarnasidalam islam ada hari pembalasan sehingga perbuatan kita dibalas didunia dan di akhirat. ada hari perhitungan. tentang semua amal yang kita lakukan dan lanjut ke hari pembalasan. sistem pembalasan di agama lain ada konsep renkarnasi seperti di india. bila melakukan sesuatu yang buruk maka akan dibalas di dunia ini di kehidupan selanjutnya. begitu pula sebaiknya.ibnu jauzibila seseorang meninggal dunia dan pindah alam dan hidup di dunia yang lebih sederhana. kalau meninggal yang baik menjadi bercampur dengan cahaya matahari dan menjadi sayur sayuran lalu lahir kembali ke perut seorang wanita. seseorang berkata kepada rasulullah dan bilang “Bertakwalah kepada Allah, adillah” lalu rasulullah menjawab “bukankah aku yang paling bertaqwa” “siapa lagi yang bisa adil, bila bukan aku yang adil”ada berapa banyak orang yang shalat tapi hatinya kafir. namun rasulullah tidak ditugaskan untuk memeriksa hati seseorang. Rasulullah berkata bahwa dari orang tersebut akan keluar kaum yang baca Al quran tanpa melewati ternggorokan dan inilah awal mula dari kaum khawarij bernama waziroh at tamimi dzul khuwaishiroh. rasulullah mengabarkan akan ada muncul firqoh antara Ali dan Muawiyah.aku tidak mau meninggal dalam keadaan tidak berdzikir kepada Allah padahal pembunuh Ali bin Abi Thalib. Bila orang tidak mengetahui menyangka mereka ahli surga, padahal akan masuk neraka dalam keadaan seburuk-buruknya

💬 0 komentar📅 4 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya4 Juni 2026
M
Mahargyani Yogyantari

📍 Kota Depok

Tablis Iblis #4

Tablis Iblis #4Tipu Daya Iblis pada Penganut Reinkarnasi dan Kaum Khawarij 1. Tipu Daya Iblis terhadap Penganut Reinkarnasi Padangan Islam tidak ada konsep reinkarnasi,namun Islam memiliki hari kebangkitan dimana setiap amal akan dihisabKonsep reinkarnasi dianggap sebagai khurafat karena tidak ada bukti seseorang mengingat kehidupan masa lalunya. Jika seseorang mengingat masa lalunya, makan konsep pembalasan menjadi tidak ada artinya2. Tipu Daya Iblis pada Kaum KhawarijIblis menggoda kaum khawarij bdengan rasa bangga/ujub pada ibadahnya sendiri, dengan demikian mereka selalu merasa lebih hebat daripada orang lain dan mudah mengkhawatirkan kaum muslim. Khawarij pertama kali muncul pada zaman Nabi,seseorang bernama Dzul Khuwaishirah, yang berani menentang RasulullahIbnu Abbas berhasil membantah syubhat mereka dengan argumen dan logika syariat yang Haq.

💬 0 komentar📅 4 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya4 Juni 2026
B
Baby Nabilah Ulzanah

📍 Kota Administrasi Jakarta Pusat

Talbis Iblis #4 : Talbis Iblis Kepada Penganut Reinkarnasi & Khawarij - Ust. Dr. Firanda Andirja M.A

1. Pandangan Islam terhadap ReinkarnasiTidak ada reinkarnasi dalam Islam. Saat hari kiamat nanti, manusia dibangkitkan, lalu dikumpulkan di Padang Mahsyar, dibagikan cacatan amalan, dan kemudian ditimbang amalan mereka.Konsep Reinkarnasi: Ada kepercayaan (seperti di India) meyakini bahwa jika seseorang berbuat buruk, ia akan dilahirkan kembali dalam kondisi yang lebih buruk. Sebaliknya, jika berbuat baik, ia akan bereinkarnasi dalam kondisi yang lebih baik. ontoh kesesatannya adalah ketika melihat bayi lahir dalam kondisi sakit atau cacat, mereka menganggap bahwa anak yang belum berdosa tersebut sedang menanggung dosa dari "kehidupan sebelumnya". 2. Dua Pendekatan Talbis Iblis (Tipu Daya Setan)Iblis memiliki cara yang berbeda dalam menyesatkan manusia, disesuaikan dengan kondisi keimanan orang tersebut:a. Bagi Orang yang Lemah Ibadahnya (Suka Berfoya-foya): Iblis akan menyesatkan mereka melalui pintu maksiat seperti meminum khamar, musik, perzinahan, dan membuang-buang waktu.b. Bagi Orang yang Ahli Ibadah: Iblis tidak menyuruh mereka bermaksiat, melainkan menjerumuskan mereka ke dalam sikap Ghuluw (berlebih-lebihan dalam beragama) hingga puncaknya berani mengkafirkan orang lain. Hal inilah yang terjadi pada kelompok Khawarij. 3. Sejarah dan Karakteristik Kelompok Khawarij Benih kelompok Khawarij sudah muncul sejak zaman Rasulullah SAW, melalui sosok yang dianggap sebagai "nenek moyang" Khawarij. Kisah Dzul Khuwaisirah at-Tamimi (Cikal Bakal Khawarij)Kejadian: Saat Rasulullah membagikan harta ghanimah (rampasan perang) kepada empat orang, ada sebagian sahabat yang tidak diberi. Dzul Khuwaisirah muncul dan mengkritik pembagian tersebut (seolah merasa lebih adil dari Nabi). Teguran Nabi: Rasulullah bersabda, "Apakah kalian tidak percaya kepadaku? Sesungguhnya aku lebih tahu dan sedang berlaku adil. Dan aku dipercaya oleh Allah." Sikap Khalid bin Walid: Khalid bin Walid marah dan meminta izin memenggal Dzul Khuwaisirah. Namun, Rasulullah melarangnya dengan alasan, "Jangan, siapa tahu dia shalat." Prinsip Menilai Manusia: Ketika Khalid berargumen bahwa banyak orang shalat tapi hatinya berbeda dengan lisannya, Rasulullah menegaskan kaidah penting: "Aku tidak diperintahkan oleh Allah untuk memeriksa isi hati manusia dan membelah perut (dada) mereka." Faedahnya: Rasulullah hanya diperintahkan untuk melihat berdasarkan hal yang zahir (tampak). Nubuat Rasulullah tentang Ciri-Ciri KhawarijSetelah Dzul Khuwaisirah pergi, Rasulullah mengatakan bahwa akan muncul kaum dari keturunan/jejak pemahaman orang tersebut, dengan ciri-ciri: Rajin membaca Al-Qur'an, tetapi bacaannya tidak melewati kerongkongannya (hanya di lisan, tidak dipahami/diamalkan dengan benar). Ibadah mereka sangat luar biasa hingga membuat para sahabat merasa minder. Dahi mereka terluka karena sangat sering sujud, dan wajah mereka pucat karena terus-menerus puasa dan shalat malam. Di balik ibadah yang hebat, mereka merasa diri paling hebat dan suci. Kemunculan Khawarij di Masa Ali bin Abi ThalibKelompok ini benar-benar muncul sebagai gerakan pemberontak bersenjata pada masa kekhalifahan Ali bin Abi Thalib. Mereka menolak upaya perdamaian (tahkim) antara pihak Ali bin Abi Thalib dan Mu'awiyah. Karena merasa lebih benar dan bertakwa, mereka dengan mudah mengkafirkan para sahabat dan tidak segan melakukan tindakan kejam berupa pembunuhan terhadap sesama kaum Muslimin.

💬 0 komentar📅 4 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya4 Juni 2026
R
Rifa Rachmatusyifa

📍 Kabupaten Ketapang

Talbis Iblis #4

Talbis Iblis #4Talbis Iblis Terhadap Penganut Reinkarnasi dan KhawarijReinkarnasiReinkarnasi berasal dari India kemudian menjalar ke sebagian kaum muslimin. Ibnu Jauzi menjelaskan :Ketika pembesar reinkarnasi melihat ada anak-anak kesakitan, atau anak lahir dalam kondisi sakit misalnya, mereka berkata tidak mungkin anak-anak sakit adalah takdir dari Tuhan untuk menguji orang tuanya. Ini anak dalam kondisi sakit (tidak sempurna) adalah akibat dari perbuatan (dosa-dosa) dia di kehidupan sebelumnya. Mereka menyimpulkan bahwasannya ada kehidupan sebelumnya yang dampaknya baru kelihatan sekarang. Ini yang disebut dengan Reinkarnasi. Reinkarnasi adalah khurafat terbukti bahwasanya tidak ada yang mengingat masa lalu kita sehingga kita sekarang seperti ini. Konsep pembalasan harusnya bisa diingat. Jika tidak bisa diingat bagaimana membuktikan ada reinkarnasi. Konsep pembalasan yang keliru.Berbeda dengan Islam, konsep pembalasan ada hari kebangkitan "pada hari itu semua orang akan ingat apa yang pernah dilakukan bahkan akan dibukakan catatan amalnya".KhawarijKhawarij adalah kelompok/firqoh yang pertama kali muncul di zaman para sahabat. Diantara talbis (tipuan) Iblis kepada mereka adalah mereka menganggap bahwa mereka lebih hebat daripada nabi dan sahabat. Mereka menganggap syariat kurang sehingga mereka merasa ujub terhadap diri mereka sendiri, ujub terhadap ketakwaan, sehingga mereka su'udzon terhadap orang lain.Kata Ibnul Qayyim talbis Iblis terhadap seseorang sesuai kecenderungan :1. Jika seseorang punya kecenderungan berleha-leha dalam kemaksiatan, maka iblis akan menggoda dia dikasih talbis, syubhat, kerancuan berpikir sehingga membuat dia semakin senang akan kemaksiatan. 2. Jika seseorang bertakwa maka iblis juga bisa menggoda dari sisi kecenderungannya maka iblis menjerumuskan dia dalam sikap ghuluw atau sikap berlebih-lebihan, ekstrim dalam beragama, sehingga dia sendiri yang rajin beribadah, sholat malam, puasa dll sehingga dengan mudah dia mengkafirkan orang lain ketika orang tidak melakukan apa yang dia lakukan.Asal muasal KhawarijPelopor : Dzulhuwaysirah at tamimiKetika Nabi membagikan harga ghanimah kepada 4 orang Arab Badui yang baru masuk islam, sementara sahabat tidak mendapat harta tersebut. Ada seseorang yang protes kepada Nabi, ia berkata "wahai Rasulullah bertakwalah" dalam riwayat lain "adillah wahai Rasulullah"Orang tersebut bernama Dzulhuwaysirah at tamimi, lalu orang tersebut berlalu. Kemudian Rasulullah berkata "Dibalik orang ini akan keluar suatu kaum yang mereka membaca Alquran tetapi Alquran tersebut tidak melewati kerongkongannya, mereka akan keluar dari agama seperti anak panah yang melesat menembus hewan buruan.Setelah itu muncul orang-orang Khawarij di zaman Ali bin Abi Thalib. Kisahnya panjang pada intinya bahwasanya Rasulullah mengabarkan akan muncul firqoh ditengah pertikaian 2 kelompok besar yaitu kubu Ali bin Abi Thalib dan kubu Muawiyah, yang keduanya ingin menegakan keadilan tetapi memiliki ijtihad yang berbeda sehingga akhirnya berujung pada pertempuran.

💬 0 komentar📅 4 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya4 Juni 2026
D
Dewi Murthy Sari

📍 Kota Samarinda

Talbis Iblis#4 Talbis Iblis terhadap penganut reinkarnasi dan khawarij

Talbis Iblis #4 – Penganut Reinkarnasi dan Khawarij(Ustadz Firanda Andirja – Kitab Talbis Iblis karya Ibnul Jauzi)1. Talbis Iblis terhadap Penganut ReinkarnasiSebagian manusia meyakini bahwa setelah mati, ruh akan berpindah ke tubuh lain dan hidup kembali di dunia. Keyakinan ini dikenal sebagai reinkarnasi atau tanasukh arwah.Hal ini bertentangan dengan ajaran Islam karena Islam mengajarkan bahwa manusia hanya hidup sekali di dunia, kemudian meninggal, berada di alam barzakh, lalu dibangkitkan pada hari kiamat untuk dihisab. Tipuan iblis pada kelompok ini antara lain:Membuat manusia mengandalkan akal semata dalam perkara gaib.Menolak berita yang datang dari wahyu.Meyakini bahwa ruh dapat terus berpindah-pindah tanpa adanya hari kebangkitan.Menganggap pahala dan hukuman cukup terjadi melalui kelahiran kembali di dunia.Padahal perkara ruh, alam kubur, dan hari akhir merupakan perkara gaib yang hanya diketahui melalui wahyu.2. Talbis Iblis terhadap KhawarijKhawarij adalah kelompok yang muncul pada masa para sahabat. Mereka terkenal dengan semangat ibadah yang tinggi, namun pemahaman agamanya menyimpang.Ciri utama mereka adalah mudah mengkafirkan kaum muslimin karena dosa-dosa besar serta memberontak kepada pemimpin muslim.Iblis menipu mereka melalui:Semangat beragama yang tidak dibangun di atas ilmu.Pemahaman Al-Qur'an yang dangkal.Sikap berlebihan dalam menghukumi manusia.Merasa paling benar dan paling suci.Akibatnya, mereka justru memerangi kaum muslimin dan menumpahkan darah yang haram ditumpahkan.Bahaya Beribadah Tanpa IlmuSalah satu pelajaran penting dari pembahasan Khawarij adalah bahwa ibadah yang banyak tidak cukup jika tidak disertai ilmu yang benar.Khawarij dikenal rajin:Shalat.Puasa.Membaca Al-Qur'an.Namun karena pemahaman mereka rusak, amal tersebut tidak menyelamatkan mereka dari kesesatan.Oleh karena itu, para ulama selalu menekankan bahwa ilmu harus mendahului ucapan dan amalan.Tipuan Iblis melalui Sikap Berlebihan (Ghuluw)Iblis sering tidak langsung mengajak manusia kepada kekafiran. Terkadang ia mendorong manusia untuk berlebihan dalam agama hingga keluar dari jalan yang benar.Contohnya:Mudah mengkafirkan orang lain.Menganggap dosa besar otomatis mengeluarkan seseorang dari Islam.Merasa kelompok sendiri paling selamat sementara yang lain sesat.Sikap ghuluw inilah yang menjadi pintu masuk berbagai penyimpangan.Pelajaran Penting✅ Akal tidak boleh didahulukan di atas wahyu dalam perkara gaib.✅ Keyakinan reinkarnasi bertentangan dengan ajaran Islam tentang kematian, alam barzakh, dan hari kebangkitan.✅ Semangat beragama harus disertai ilmu yang benar.✅ Khawarij adalah contoh orang yang rajin beribadah tetapi menyimpang dalam pemahaman.✅ Jalan keselamatan adalah mengikuti Al-Qur'an dan Sunnah sesuai pemahaman para sahabat.KesimpulanIblis tidak hanya menyesatkan manusia melalui kemaksiatan, tetapi juga melalui keyakinan dan semangat beragama yang tidak dibangun di atas ilmu. Karena itu seorang muslim harus senantiasa menuntut ilmu syar'i, merujuk kepada Al-Qur'an dan Sunnah, serta menjauhi sikap berlebihan dalam agama.

💬 0 komentar📅 4 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya4 Juni 2026
A
Anna setyaningsih

📍 Kota Bekasi

Rangkuman catatan bab 4

Talbis Iblis Bab 4Talbis Iblis Kepada Penganut Reinkarnasi dan KhawarijA. Talbis Iblis Kepada Penganut Reinkarnasi1. Akidah reinkarnasi bertentangan dengan ajaran para nabiPenganut reinkarnasi meyakini ruh akan berpindah dari satu jasad ke jasad lainnya setelah kematian.Mereka menganggap kehidupan di dunia akan terus berulang sebagai balasan atas perbuatan sebelumnya.Keyakinan ini bertentangan dengan ajaran Islam yang menjelaskan bahwa manusia hanya hidup sekali di dunia, kemudian mati, dibangkitkan, lalu dihisab.2. Tipu daya iblis menghias kebatilan dengan logikaIblis membuat penganut reinkarnasi merasa bahwa keyakinan tersebut masuk akal.Mereka lebih mengedepankan akal dan filsafat daripada wahyu.Padahal perkara alam gaib hanya dapat diketahui melalui petunjuk Allah dan Rasul-Nya.3. Mengingkari hari kebangkitanSalah satu akibat keyakinan reinkarnasi adalah meremehkan atau mengingkari kebangkitan setelah mati.Mereka mengganti konsep surga, neraka, dan hisab dengan siklus kelahiran kembali.B. Talbis Iblis Kepada Khawarij1. Khawarij berlebihan dalam beragamaMereka dikenal rajin beribadah, banyak shalat, puasa, dan membaca Al-Qur'an.Namun ibadah tersebut tidak dibangun di atas pemahaman yang benar.Semangat tanpa ilmu menjadi sebab kesesatan mereka.2. Mudah mengkafirkan kaum musliminMereka menganggap pelaku dosa besar telah keluar dari Islam.Akibatnya mereka mudah menuduh kafir sesama muslim.Sikap ini menimbulkan perpecahan dan pertumpahan darah.3. Salah memahami dalilMereka mengambil ayat-ayat Al-Qur'an tetapi memahaminya tidak sesuai dengan penjelasan Rasulullah ﷺ dan para sahabat.Kesalahan dalam memahami nash menyebabkan mereka menyimpang meskipun banyak beribadah.4. Merasa paling benarSalah satu talbis iblis yang besar adalah membuat seseorang kagum terhadap dirinya sendiri.Khawarij merasa kelompok merekalah yang paling lurus sehingga meremehkan ulama dan kaum muslimin lainnya.5. Bahaya semangat tanpa ilmuIbadah yang banyak tidak menjamin seseorang berada di atas kebenaran.Yang terpenting adalah ilmu, pemahaman yang benar, dan mengikuti Sunnah Nabi ﷺ.✨ Pelajaran Penting✅ Kebenaran harus diukur dengan Al-Qur'an dan Sunnah, bukan sekadar logika atau perasaan.✅ Semangat beragama harus disertai ilmu.✅ Jangan mudah mengkafirkan sesama muslim.✅ Banyak ibadah tidak bermanfaat jika tidak dibangun di atas pemahaman yang benar.✅ Tipu daya iblis terkadang datang melalui jalan yang dianggap sebagai kebaikan dan agama.

💬 0 komentar📅 4 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya4 Juni 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

MATERI 4

Ust. Dr. Firanda Andirja, Lc, MATALBIS IBLIS #4Talbis Iblis Terhadap Paham Reinkarnasi dan KhawarijI. Talbis Iblis terhadap Paham Reinkarnasi​Dalam Islam, konsep reinkarnasi tidak dikenal karena agama kita memiliki konsep pembalasan yang dijelaskan dengan gamblang dalam Al-Qur'an dan hadits. Pembalasan dalam Islam bersifat jelas dan detail:​Pembalasan amal terkadang dimulai di dunia, kemudian berlanjut di alam barzah, dan puncaknya di alam akhirat.​Islam mengenal Hari Kebangkitan (Yaumul Ba'ats) dan Yaumul Hisab, di mana amal setiap manusia akan di-audit, ditimbang, dan diberikan balasan yang adil.​Konsep Islam menekankan pada Yaumul Yatazakkaru Al-Insanu Ma Sa'a (hari di mana manusia ingat apa yang telah ia usahakan) dan pembukaan catatan amal yang tidak meninggalkan perkara kecil maupun besar.​Sebaliknya, konsep reinkarnasi yang berasal dari India meyakini bahwa seseorang akan lahir kembali dalam kehidupan berikutnya sebagai bentuk pembalasan. Jika berbuat kebajikan, ia akan hidup dalam strata yang lebih baik; jika berbuat keburukan, ia akan hidup dalam kondisi buruk, bahkan bisa menjelma menjadi hewan.​🌷Mengapa Konsep Reinkarnasi Dianggap Khurafat?🌷▫️​Ketiadaan Ingatan: Tidak ada manusia yang mengingat masa lalunya. Padahal, esensi dari konsep pembalasan yang benar adalah seseorang harus tahu perbuatan apa yang ia lakukan sehingga ia merasakan dampaknya saat ini.▫️​Tidak Memiliki Faedah: Tanpa ingatan, seseorang tidak merasa sedang menerima pembalasan atas perbuatannya. Hal ini membuat konsep reinkarnasi tidak logis dan tidak memiliki faedah edukatif maupun hukuman yang nyata.▫️​Syubhat reinkarnasi: Al-Imam Ibnu Jauzi menjelaskan bahwa penganut reinkarnasi terjebak syubhat karena melihat penderitaan anak-anak atau hewan. Mereka menolak takdir ujian dari Tuhan dan menganggap penderitaan tersebut sebagai akibat dosa masa lalu, yang kemudian mereka simpulkan sebagai reinkarnasi.▫️​Tahapan yang Khurafat: Para penganut reinkarnasi memiliki berbagai konsep tahapan. Contohnya, ada yang meyakini ruh mampir di sayuran lalu dimakan manusia, atau ruh mampir di serangga yang dimakan hewan, hingga akhirnya lahir kembali menjadi manusia setelah ribuan tahun.​🌷Kisah Nyata dan Bahaya Reinkarnasi🌷▫️​Ibnu Jauzi menceritakan kisah seorang penganut paham Syiah yang terpengaruh reinkarnasi. Orang tersebut menangis saat mengusap kucing karena meyakini kucing itu adalah ibunya yang bereinkarnasi. Saat ditanya apakah ia paham bahasa kucing tersebut, ia mengaku tidak paham, yang justru dibantah dengan logika: "Jika kucing itu paham bahasa manusia (kamu) tapi kamu tidak paham bahasanya, maka justru kamu yang sedang bereinkarnasi dari hewan."▫️​Terdapat pula kisah nyata dari mahasiswa di Madinah mengenai rekannya yang menganggap kambing sebagai "om-nya" yang bereinkarnasi, sehingga ia sangat menyayangi kambing tersebut agar tidak disembelih.​Reinkarnasi sering kali mempermainkan akal dan merusak akidah, seperti orang yang merasa dirinya reinkarnasi dari seorang Sultan atau Raja terdahulu, lalu berusaha mengubah gaya hidupnya agar menyerupai tokoh tersebut. Hal ini jelas merupakan khurafat yang tidak berdasar karena setiap manusia yang meninggal dunia pasti masuk ke alam barzah.​II. Talbis Iblis terhadap Kaum Khawarij​Kelompok Khawarij adalah firqah yang pertama kali muncul di zaman sahabat, dengan akar pemikiran yang sudah muncul sejak zaman Nabi ﷽. 🌷Iblis menipu mereka dengan berbagai cara:🌷▫️​Ujub dan Merasa Lebih Hebat: Mereka merasa lebih hebat dari Nabi dan para sahabat. Mereka merasa syariat yang ada kurang tepat, sehingga muncul sikap ujub (bangga diri) terhadap ketakwaan diri sendiri.▫️​Su'uzhan kepada Pihak Lain: Saking rajinnya beribadah, seperti puasa dan salat malam, mereka terjebak dalam sikap su'uzhan (berburuk sangka) kepada orang lain yang mereka anggap keliru.▫️​Mudah Mengkafirkan: Sifat ekstrim membuat mereka mudah mengkafirkan sesama Muslim. Mereka beranggapan bahwa orang tidak mungkin melakukan kemaksiatan kecuali ia sedang merendahkan ayat-ayat Allah.​🌷Dua Sisi Godaan Iblis Menurut Ibnu Qayyim:🌷▫️​Jika Seseorang Cenderung Berleha-leha: Iblis akan menghiasi kemaksiatan (seperti narkoba, musik, khamr, atau perzinahan) agar orang tersebut merasa enjoy dan terus terjerumus dalam kesenangan dunia.▫️​Jika Seseorang Bertakwa: Iblis akan menggodanya dengan sikap gulu (berlebih-lebihan atau ekstrim) dalam beragama. Akhirnya, orang tersebut rajin beribadah namun kehilangan kendali diri hingga mudah mengkafirkan orang lain karena merasa diri paling benar.

💬 0 komentar📅 4 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya4 Juni 2026
W
Wina

📍 Kabupaten Bogor

Talbis Iblis #4 Penganut Reinkarnasi dan Sekte Khawarij

Catatan Kajian Kitab Talbis Iblis — Bab 5 (Bagian 3)Pemateri: Ust. Dr. Firanda Andirja, M.A.Tema: Talbis Iblis terhadap Penganut Reinkarnasi dan Sekte KhawarijBAGIAN I: Talbis Iblis dalam Paham Reinkarnasi (Tanasukhal-Arwah)Kita melanjutkan bahasan dari kitab Talbis Iblis karya Al-Imam Ibnul Jauzi rahimahullahu ta'ala. Pada bagian ini, kita akan melewatkan beberapa pembahasan yang terlalu rumit dan berfokus pada perkara-perkara yang penting untuk kita ketahui dalam kehidupan sehari-hari, dimulai dari sub-bab talbis Iblis terhadap orang-orang yang berpendapat tentang reinkarnasi (tanasukh).A. Konsep Pembalasan: Islam vs ReinkarnasiDi dalam Islam, paham reinkarnasi sama sekali tidak dikenal. Islam memiliki konsep pembalasan yang pasti, jelas, dan gamblang di dalam Al-Qur'an maupun hadis. Pembalasan tersebut dimulai sejak di dunia, dilanjutkan di alam barzakh (kubur), dan puncaknya berada di alam akhirat kelak melalui hari kebangkitan, Yaumul Hisab (hari perhitungan), dan Mizan (penimbangan amal).Sebaliknya, paham reinkarnasi yang banyak tersebar di India meyakini bahwa manusia yang mati akan dihidupkan kembali ke dunia dalam kehidupan berikutnya dengan wujud yang berbeda, tergantung akumulasi amalnya (karma):Jika ia berbuat baik di kehidupan sekarang, ia akan lahir kembali dalam strata sosial atau kondisi fisik yang jauh lebih baik.Jika ia berbuat buruk, ia akan lahir kembali dalam kondisi yang menderita, bahkan bisa menjelma menjadi hewan-hewan yang hina.B. Bantahan Logis terhadap Paham ReinkarnasiBantahan terhadap konsep reinkarnasi sebenarnya sangat sederhana: Esensi dari sebuah pembalasan adalah kesadaran. Seseorang harus ingat dan sadar mengapa ia diberi balasan, agar ia bisa merasakan kebahagiaan atas kebaikannya atau penyesalan atas keburukan masa lalunya.Kenyataannya, tidak ada satu pun manusia di atas muka bumi ini yang mampu mengingat kehidupan masa lalunya. Jika tidak ada yang ingat, maka konsep pembalasan melalui reinkarnasi ini menjadi tidak ada faedahnya sama sekali.C. Syubhat yang MenyesatkanAl-Imam Ibnul Jauzi menukil perkataan Abul Qasim Al-Balkhi mengenai awal mula masuknya syubhat reinkarnasi ini. Tokoh-tokoh pemikir reinkarnasi merasa bingung ketika melihat anak-anak kecil yang lahir cacat atau mengalami sakit sakral. Logika mereka berkata: "Tidak mungkin Tuhan menyiksa anak kecil yang tidak punya dosa hanya untuk menguji orang tuanya. Ini pasti akibat dari dosa yang dilakukan anak tersebut pada kehidupannya yang sebelumnya." Dari sinilah Iblis mengunci akal mereka dalam kesimpulan keliru.Ibnul Jauzi juga memaparkan salah satu varian konsep reinkarnasi yang sangat aneh: Jika seseorang mati, ruhnya akan mampir ke sayur-sayuran, lalu sayur itu dimakan manusia, masuk ke perut wanita, baru lahir kembali menjadi manusia (jika ia baik). Jika ia buruk, ruhnya akan mampir ke serangga, dimakan hewan lain, hingga lahir sebagai hewan, dan baru bisa kembali menjadi manusia setelah 1.000 tahun.D. Kisah-Kisah Satir Seputar ReinkarnasiPaham reinkarnasi ini rupanya sempat menyusup ke sebagian kaum muslimin yang terpengaruh, termasuk ke dalam sekte Syiah ekstrem. Abu Bakar bin Jauras mengisahkan bahwa ia pernah bertemu dengan seorang penganut Syiah yang sudah terpengaruh paham reinkarnasi (tanasukh).Orang tersebut sedang duduk sambil mengusap-usap dan menggaruk bagian di antara kedua mata seekor kucing hitam. Ketika diusap, kucing tersebut mengeluarkan air mata. Menyaksikan hal itu, si pemilik kucing ikut menangis tersedu-sedu.Abu Bakar bertanya: "Kenapa engkau menangis?" Si Pemilik Kucing menjawab: "Celaka engkau! Kucing hitam ini sebenarnya adalah reinkarnasi dari ibuku. Ketika aku mengusapnya, ia menangis karena melihatku dan menyesali masa lalunya." Ia pun mulai mengajak kucing tersebut mengobrol seolah-olah si kucing paham. Kucing itu pun mengeong lirih. Abu Bakar bertanya lagi: "Apakah kucing itu paham ucapanmu?" Si Pemilik Kucing menjawab: "Ya, dia paham." Abu Bakar membalas dengan telak: "Lalu, apakah engkau paham arti keongannya?" Si Pemilik Kucing menjawab: "Tidak." Abu Bakar menyindir: "Kalau begitu, kamulah yang sebenarnya menjadi hewan, dan ibumu/kucing itu yang menjadi manusianya (karena dia paham kamu, sedangkan kamu tidak paham dia)!"Di era modern, khurafat ini masih terjadi. Ada orang yang mengubah total gaya hidupnya menjadi boros dan bernafsu mencari banyak selir hanya karena dukun atau paranormal mengatakan bahwa dirinya adalah reinkarnasi dari seorang Sultan pada abad masa lalu. Di dalam Islam, semua ini adalah khurafat batil; orang yang mati mutlak masuk ke alam barzakh, bukan kembali ke dunia.BAGIAN II: Talbis Iblis pada Sekte KhawarijKita beralih pada bab berikutnya, yaitu Dzikru Talbisihi 'ala Al-Khawarij (Penyebutan tentang Talbis Iblis terhadap kaum Khawarij). Khawarij adalah firqah (sekte) pertama yang muncul di dalam Islam. Cikal bakalnya sudah ada sejak zaman Rasulullah ﷺ, namun mereka baru menjelma menjadi sebuah gerakan bersenjata pada masa kekhalifahan Ali bin Abi Thalib.A. Akar Penyakit Khawarij: Ujub dan EkstremismePintu masuk talbis Iblis kepada kaum Khawarij adalah sifat ujub (bangga diri) terhadap ketakwaan dan kuantitas ibadah sendiri, yang dibarengi dengan sifat su'udzon (buruk sangka) yang akut kepada orang lain.Setan menggoda manusia dari dua sisi: jika seseorang malas, setan akan menjerumuskannya ke dalam maksiat dan syahwat. Namun jika seseorang rajin beribadah, setan akan menjerumuskannya ke dalam sikap ghuluw (ekstrem/berlebih-lebihan) dalam beragama, hingga ia merasa ibadah orang lain tidak ada apa-apanya dan mudah mengkafirkan sesama muslim.B. Cikal Bakal di Zaman Nabi ﷺ: Protes Dzul KhuwaisirahPelopor pertama pemikiran Khawarij adalah seorang pria bernama Dzul Khuwaisirah At-Tamimi. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Sa'id Al-Khudri, dikisahkan bahwa Rasulullah ﷺ sedang membagikan harta rampasan (fai') kepada empat tokoh mualaf Arab Badui (di antaranya Aqra' bin Habis dan 'Uyaynah bin Hishn) untuk melunakkan hati mereka.Melihat hal itu, Dzul Khuwaisirah datang dengan ciri-ciri fisik: matanya cekung ke dalam, dahinya menonjol, jenggotnya lebat, sarungnya diangkat tinggi, dan kepalanya botak. Ia dengan lancang memprotes Nabi ﷺ:"Bertakwalah kepada Allah, wahai Muhammad! Berbuat adillah!"Rasulullah ﷺ menegurnya dengan keras: "Woe kepada dirimu! Siapa lagi yang akan berbuat adil di atas muka bumi ini jika aku saja tidak berbuat adil? Bukankah aku adalah orang yang paling dipercaya oleh Dzat yang ada di langit?"Khalid bin Walid yang geram langsung meminta izin: "Wahai Rasulullah, izinkan aku memenggal leher orang ini!" Namun Nabi ﷺ melarangnya karena pria itu masih mengerjakan shalat. Setelah pria itu pergi, Nabi ﷺ bersabda bahwa kelak dari keturunan atau pemikiran orang ini akan lahir sebuah kaum yang:"Membaca Al-Qur'an namun tidak melewati kerongkongan mereka (hanya di lisan, tidak masuk ke hati). Mereka keluar dari agama secepat anak panah meluncur menembus hewan buruannya. Mereka membunuh orang Islam dan membiarkan para penyembah berhala."C. Kronologi Kemunculan Khawarij di Masa SahabatPemikiran tersembunyi ini akhirnya meledak menjadi gerakan pemberontakan pada masa Ali bin Abi Thalib akibat rangkaian tragedi politik pasca-wafatnya Utsman bin Affan:Pembunuhan Utsman: Khalifah Utsman dikepung dan dibunuh secara keji oleh para pemberontak saat sedang membaca Al-Qur'an.Perbedaan Ijtihad Ali dan Mu'awiyah: Setelah Ali diangkat menjadi Khalifah ke-4, Mu'awiyah (Gubernur Syam sekaligus kerabat dekat Utsman) menolak membai'at Ali sebelum para pembunuh Utsman ditangkap. Ali bin Abi Thalib berijtihad bahwa penangkapan tidak bisa dilakukan terburu-buru karena jumlah konspirator mencapai ribuan orang dari berbagai kabilah; memaksa menangkap mereka seketika akan menghancurkan stabilitas negara dan memicu perang suku yang lebih masif. Perbedaan ijtihad ini akhirnya menyulut Perang Siffin.Peristiwa Tahkim (Arbitrasi): Di ujung Perang Siffin, pasukan Mu'awiyah mengangkat mushaf di ujung tombak, meminta perang dihentikan untuk berhukum pada Al-Qur'an. Ali menerima perdamaian dan mengirim Abu Musa Al-Asy'ari sebagai perwakilan utusan, sementara Mu'awiyah mengirim 'Amr bin Al-'Ash.D. Keluar dan Memberontaknya Kaum Harura'Keputusan melakukan kesepakatan damai (tahkim) ini memicu kemarahan sekitar 12.000 orang di dalam pasukan Ali. Mereka memisahkan diri dan berkumpul di daerah Harura' (sehingga disebut kaum Haruriyah/Khawarij).Mereka mengkafirkan Ali bin Abi Thalib, Mu'awiyah, 'Amr bin Al-'Ash, dan Abu Musa Al-Asy'ari dengan alasan: "Tidak ada hukum kecuali hukum Allah (La hukma illa Lillah)!" Mereka adalah orang-orang muda yang bodoh (sufaha'ul asnan), fasih membaca Al-Qur'an namun buta terhadap tafsirnya.Secara fisik dan ibadah, mereka sangat menakjubkan. Rasulullah ﷺ pernah bersabda bahwa para sahabat pun akan merasa minder jika membandingkan shalat dan puasa mereka dengan khusyuknya kaum Khawarij. Dahi mereka kapalan dan terluka saking seringnya sujud, serta wajah mereka pucat karena terus-menerus terjaga untuk shalat malam. Namun, semua ibadah itu sirna karena akidah mereka rusak.E. Debat Ilmiah Ibnu Abbas melawan KhawarijKetika 6.000 orang Khawarij bersiap mengangkat senjata melawan Khalifah, Ibnu Abbas meminta izin kepada Ali untuk mendatangi dan berdialog dengan mereka. Ibnu Abbas sengaja memakai pakaian Yaman terbaiknya dan merapikan rambutnya.Kaum Khawarij mengkritik: "Kenapa engkau memakai baju bagus ini, wahai Ibnu Abbas?" Ibnu Abbas menjawab: "Aku pernah melihat Rasulullah ﷺ memakai pakaian terbaik yang lebih bagus dari ini."Ibnu Abbas kemudian menantang mereka: "Aku datang dari sisi para sahabat Nabi, Muhajirin dan Anshar, yang ke atas mereka Al-Qur'an diturunkan, dan mereka lebih paham tafsirnya daripada kalian. Katakan, apa saja 3 kritik kalian kepada Ali?"Kritik 1: Ali menyerahkan urusan agama kepada keputusan akal manusia (perwakilan dua hakim) dalam urusan damai, padahal Allah berfirman hukum hanya milik Allah.Bantahan Ibnu Abbas: Allah justru memerintahkan manusia menjadi hakim dalam urusan sepele, seperti menentukan denda berburu senilai seperempat dirham saat Ihram (QS. Al-Ma'idah: 95) dan urusan mendamaikan suami-istri yang bertengkar (QS. An-Nisa': 35). Jika untuk urusan hewan kemiri dan rumah tangga saja Allah menyuruh manusia menjadi hakim, tentu urusan mendamaikan darah ribuan kaum muslimin jauh lebih utama menggunakan penengah manusia!Kritik 2: Ali berperang di Perang Jamal tetapi tidak menawan wanita dan tidak mengambil ghanimah.Bantahan Ibnu Abbas: "Apakah kalian tega dan berani menjadikan ibunda kalian, Ummul Mukminin Aisyah radhiallahu 'anha, sebagai budak tawanan perang lalu kalian halalkan penahanannya? Jika kalian mengatakannya halal, kalian kafir karena menghina istri Nabi!"Kritik 3: Ali menghapus gelarnya sebagai "Amirul Mukminin" saat menulis surat perjanjian damai dengan Mu'awiyah.Bantahan Ibnu Abbas: Saat Perjanjian Hudaybiyyah, kaum musyrik Quraisy menolak nama "Muhammad Rasulullah" ditulis di draf surat. Maka Rasulullah ﷺ sendiri yang mengalah dan menghapus gelar "Rasulullah" lalu menggantinya dengan "Muhammad bin Abdillah" demi tercapainya perdamaian. Apakah kalian ingin mengatakan Rasulullah bukan Rasul lagi saat nama itu dihapus?Mendengar hujah yang sangat cerdas ini, 2.000 orang Khawarij langsung bertobat dan kembali ke pasukan Ali, sementara sisanya tetap bertahan dalam kesesatan.F. Kekejaman Khawarij dan Tragedi Pembunuhan AliSisa kaum Khawarij yang keras kepala ini mulai melakukan pertumpahan darah. Di tengah jalan, mereka berpapasan dengan sahabat Nabi bernama Abdullah bin Khabbab bin Al-Arat yang sedang bersama istrinya yang hamil. Mereka menanyakan hadis tentang fitnah, dan Abdullah menjawab bahwa Nabi ﷺ menyuruh untuk menjadi hamba Allah yang terbunuh, bukan yang membunuh saat fitnah terjadi.Mendengar hal itu, mereka justru menyeret Abdullah ke pinggir sungai dan menyembelihnya secara keji. Tidak sampai di situ, mereka juga membelah perut istrinya yang sedang hamil dan membunuh bayi di dalamnya. Tragedi berdarah inilah yang memaksa Ali bin Abi Thalib membawa pasukannya untuk menumpas mereka di Perang Nahrawan.Pasukan Khawarij yang tersisa kemudian melarikan diri dan merencanakan konspirasi gelap di Makkah. Tiga orang dari mereka—Abdurrahman bin Muljam, Al-Burak bin Abdillah, dan Amr bin Bakr—berjanji untuk membunuh tiga tokoh secara serentak pada bulan Ramadan: Ali di Kufah, Mu'awiyah di Syam, dan 'Amr bin Al-'Ash di Mesir.Hanya Abdurrahman bin Muljam yang berhasil menjalankan misinya. Ia bersembunyi di Kufah dan menikam kepala Ali bin Abi Thalib dengan pedang yang telah direndam racun selama sebulan penuh, tepat saat Ali sedang berjalan keluar untuk mengimami shalat subuh. Khalifah Ali pun syahid akibat luka tersebut.G. Ironi Puncak Kesesatan Kaum KhawarijSetelah Ali wafat, Abdurrahman bin Muljam ditangkap untuk dieksekusi oleh Abdullah bin Ja'far. Proses eksekusinya sangat mengerikan:Kedua tangan dan kedua kakinya dipotong satu per satu. Bin Muljam diam dan tidak berteriak sedikit pun.Kedua matanya dicungkil menggunakan besi panas yang membara. Ia tetap tenang, tidak mengeluh, bahkan terus melantunkan Surah Al-'Alaq dengan khusyuk hingga selesai sementara darah mengalir dari wajahnya. Orang yang melihatnya pasti akan mengira dia adalah seorang wali Allah yang karamah.Namun, ketika algojo bersiap untuk memotong lidahnya, Bin Muljam mendadak panik, ketakutan, dan berteriak histeris.Ketika ditanya kenapa ia mendadak takut dipotong lidahnya, ia menjawab:"Aku tidak takut mati, tapi aku takut jika aku harus melewati satu detik pun di dunia ini dalam kondisi lidahku tidak bisa berdzikir mengingat Allah!"Inilah sejujurnya puncak dari talbis Iblis yang paling mengerikan di atas muka bumi. Seorang pembunuh menantu Rasulullah, pembunuh Khalifah rasyidin, merasa dirinya begitu suci hingga takut melewatkan waktu tanpa berdzikir kepada Allah di ujung kematiannya. Pantaslah jika Rasulullah ﷺ memberi mereka predikat seburuk-buruknya makhluk di bawah naungan langit: Kilabun Naar (Anjing-anjing Penghuni Neraka Jahanam).

💬 0 komentar📅 4 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya4 Juni 2026

#04 Talbis Iblis kepada penganut reinkarnasi & khawarij

Konsep Islam: Islam tidak mengenal reinkarnasi, melainkan konsep pembalasan yang jelas di Al-Quran dan hadits. Pembalasan atas perbuatan di dunia dimulai sejak di alam barzakh hingga puncaknya pada hari kebangkitan di akhirat.​Pandangan Agama Lain: Sebagian agama lain, seperti yang berkembang di India, memercayai reinkarnasi, di mana keburukan seseorang dibalas pada kehidupan berikutnya di dunia.​Kelemahan Reinkarnasi: Konsep ini dinilai tidak berfaedah karena pada kenyataannya tidak ada manusia di bumi yang bisa mengingat atau merasakan masa lalunya.​Syubhat Pemikiran: Pemikiran ini sempat memengaruhi sebagian muslim. Ibnu Jauzi menjelaskan adanya syubhat yang keliru, seperti pandangan para pemikir reinkarnasi yang mengaitkan anak kecil atau hewan yang sakit/cacat sebagai akibat dari dosa perbuatan mereka di kehidupan sebelumnAsal-usul dan Karakteristik KhawarijKarakter dan Talbis Iblis: Kelompok Khawarij pertama kali muncul sejak zaman sahabat Nabi. Mereka terkena tipu daya iblis sehingga merasa lebih hebat dan bertakwa daripada Nabi dan para sahabat, menganggap syariat masih kurang, serta mudah berburuk sangka kepada orang lain.​Kemunculan dan Konflik: Menurut Ibnu Jauzi, cikal bakal pemikiran mereka bermula dari sikap mengkritisi Nabi. Kelompok ini kemudian muncul secara nyata di zaman Ali bin Abi Thalib di tengah perselisihan antara kubu Ali dan kubu Mu'awiyah.​Sikap Ekstrem: Mereka menolak perwakilan perdamaian dari kedua belah pihak. Akibatnya, mereka berkumpul dalam jumlah massal dan mengafirkan Ali bin Abi Thalib, Mu'awiyah, para utusan perdamaian, serta siapa saja yang menyetujui keputusan tersebut.​Kekejaman: Di tengah jalan, mereka bertindak kejam dengan menyembelih seorang bernama Abdullah bin Khabbab di pinggir sungai dan membunuh budak wanitanya yang sedang hamil dengan cara membelah perutnPelarian dan Pembunuhan Ali bin Abi ThalibKonspirasi Pembunuhan: Setelah kelompok Khawarij melarikan diri, tersisa beberapa orang di antaranya Abdurrahman bin Muljam, al-Buraq bin Abdillah, dan Amr bin Bakr at-Tamimi. Mereka berkumpul di Mekkah dan bersepakat untuk membunuh tiga tokoh utama, yaitu Ali, Mu'awiyah, dan Amr bin Ash.​Kematian Ali: Dari rencana tersebut, Abdurrahman bin Muljam berhasil mengeksekusi Ali bin Abi Thalib. Beliau ditikam di bagian kepalanya hingga menembus ke otak saat sedang berjalan menuju salat subuh, yang menyebabkan beliau meninggal dunia.

💬 0 komentar📅 4 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya4 Juni 2026
R
Riva Aktivia

📍 Kota Palembang

Talbis iblis #4

Talbis iblis #4 Pengaruh terhadap penganut reinkarnasi dan Khawarij dalam islam tidak ada istilah reinkarnasi namun yg ada adalah hari kebangkitan dan hari pembalasan penganut reinkarnasi banyak di daerah India. Mereka percaya bahwa mereka jika mereka banyak melakukan keburukan maka akan dibalas hidup lagi di dunia setelah mati dan akan menjadi binatang, tapi jika ketika hidup banyak berbuat kebaikan maka nanti dihidupkan kembali ke dunia akan naik stratanya. penganut reinkarnasi percaya bahwa anak yg sakit atau lahir dengan kondisi yang tidak sempurna adalah karena perbuatan dia di kehidupan sebelumnya. khawarij adalah sekte pertama yang muncul setelah Rosulullah wafat. Talbis iblis kepada mereka adalah mereka merasa lebih hebat dari rosul dan sahabatnya, mereka merasa merekalah yang paling banyak ibadahnya, paling kuat puasanya, paling lama solat malamnya. Padahal yang paling paham mengenai agama islam adalah Rasulullah. jika ada orang yang suka bermaksiat, maka iblis akan menyibukkannya dengan maksiat itu. Sedangkan untuk orang yang rajin beribadah iblis akan datang kepadanya dengan membuatnya merasa ujub dan berlebih-lebihan dalam beribadah dan merasa orang lain lebih rendah dari mereka dan dengan mudahnya mengkafirkan orang yang ibadahnya yg tidak sebanyak mereka. khawarij muncul di zaman kekhalifahan Ali bin abi Thalib. khawarij adalah anjing-anjing neraka berdasarkan hadist nabi.

💬 0 komentar📅 4 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya4 Juni 2026
N
Nurmaida

📍 Kota Palu

‎Talbis Iblis kepada Penganut Reinkarnasi dan Khawarij

‎Talbis Iblis#4‎Talbis Iblis kepada Penganut Reinkarnasi dan Khawarij ‎"Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A"‎‎Mengapa reinkarnasi dianggap tidak logis?‎Ustadz Firanda Andirja menjelaskan bahwa konsep reinkarnasi dianggap tidak logis karena beberapa alasan mendasar:‎‎• Hilangnya Esensi Pembalasan‎Konsep pembalasan (pahala atau siksa) seharusnya menyadarkan seseorang atas perbuatan yang pernah ia lakukan. Jika seseorang dihukum atau diberi kenikmatan berdasarkan kehidupan sebelumnya, namun ia tidak memiliki ingatan sama sekali mengenai apa yang ia lakukan di masa lalu, maka konsep pembalasan tersebut menjadi tidak bermakna atau tidak memiliki faedah.‎‎• Ketidakpastian Subjek‎Jika setiap orang yang hidup saat ini adalah hasil reinkarnasi dari kehidupan sebelumnya, namun tidak satu pun dari manusia yang mampu mengingat identitas atau perbuatan masa lalunya, maka bagaimana seseorang bisa memetik pelajaran atau mengakui kesalahan masa lalu tersebut?‎‎• Kontradiksi dengan Konsep Pertanggungjawaban‎Ustadz menekankan bahwa konsep pembalasan yang benar, sebagaimana dijelaskan dalam Islam, haruslah disertai dengan kesadaran akan perbuatan tersebut (melalui Yaumul Hisab atau hari perhitungan), di mana catatan amal setiap manusia dibukakan sehingga mereka tahu persis atas dasar apa mereka menerima balasan tersebut.‎‎Bagaimana Ibnu Abbas menangkis paham Khawarij?‎Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu menangkis paham Khawarij dengan cara mendebat langsung syubhat (kerancuan berpikir) mereka menggunakan dalil-dalil Al-Qur'an dan logika syariat. Berikut adalah poin-poin utama bantahannya ‎‎• Bantahan terkait Hukum Tahkim‎Kaum Khawarij memprotes keputusan Ali bin Abi Thalib yang menyerahkan urusan kepada manusia (Abu Musa Al-Asy'ari dan Amr bin Ash) dengan dalih la hukma illa lillah (tidak ada hukum kecuali hukum Allah).‎‎Ibnu Abbas mematahkan ini dengan menjelaskan bahwa Allah sendiri dalam Al-Qur'an memberikan otoritas kepada manusia untuk menjadi hakim dalam masalah yang jauh lebih sepele, seperti denda berburu saat ihram (QS. Al-Maidah: 95) dan urusan perselisihan rumah tangga antara suami-istri (QS. An-Nisa: 35). Jika Allah membolehkan manusia berhukum dalam masalah kecil, maka lebih utama lagi jika manusia berhukum untuk mendamaikan darah kaum Muslimin.‎‎• Bantahan terkait Peperangan di Perang Jamal‎Khawarij mengkritik mengapa Ali memerangi pasukan Aisyah radhiyallahu 'anha namun tidak menawan atau mengambil harta rampasan perang.‎Ibnu Abbas bertanya balik dengan argumen yang telak:‎"Apakah kalian berani menjadikan Aisyah (Ibu kaum Mukminin) sebagai budak wanita?"‎Hal ini membuat mereka terdiam karena menyadari kontradiksi dalam logika mereka sendiri.‎‎• Bantahan terkait Penulisan Perjanjian‎Mereka mengkritik Ali karena menghapus gelar Amirul Mukminin dalam perjanjian dengan pihak Mu'awiyah.‎Ibnu Abbas mengingatkan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun pernah menghapus kata "Rasulullah" pada Perjanjian Hudaibiyah atas permintaan kaum musyrikin, namun hal itu tidak mengurangi kedudukan kenabian beliau.‎Melalui dialog ilmiah ini, sekitar 2.000 orang dari 6.000 pengikut Khawarij akhirnya sadar dan kembali bergabung dengan pasukan Ali bin Abi Thalib ‎‎Mengapa Khawarij mudah mengkafirkan orang lain?‎Berdasarkan video tersebut, kaum Khawarij mudah mengkafirkan orang lain karena beberapa faktor yang menjadi tipu daya iblis (talbis iblis):‎‎• Sikap Ujub (Bangga Diri) dan Merasa Paling Bertakwa‎Iblis menggoda mereka dengan membuat mereka merasa lebih hebat dari orang lain, termasuk merasa lebih hebat dari para sahabat, karena ketekunan mereka dalam beribadah seperti shalat malam dan puasa.‎‎• Menjadikan Diri Sendiri Sebagai Barometer Kebenaran‎Karena mereka merasa ibadahnya paling benar, mereka menjadikan standar ibadah mereka sebagai ukuran bagi orang lain. Jika orang lain tidak melakukan apa yang mereka lakukan atau melakukan pelanggaran/kemaksiatan, mereka menganggap orang tersebut telah keluar dari agama atau kafir .‎‎• Dangkal dalam Memahami Ayat‎Mereka membaca Al-Qur'an, namun bacaan tersebut hanya sebatas di lisan dan tidak meresap ke dalam hati. Akibatnya, mereka sering salah dalam menerapkan ayat-ayat yang sejatinya ditujukan untuk orang kafir, justru diterapkan kepada sesama Muslim.‎‎• Sikap Ghuluw (Ekstrim)‎Iblis memanfaatkan kecenderungan mereka yang kuat dalam beribadah untuk menjerumuskan mereka ke dalam sikap berlebih-lebihan dalam beragama, sehingga mereka menjadi tidak toleran terhadap perbedaan ijtihad atau kesalahan orang lain.‎

💬 0 komentar📅 4 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya4 Juni 2026
D
Deni trisiananingrum

📍 Kota Administrasi Jakarta Pusat

Talbis iblis bagian 4

Kitab TALBIS IBLIS - “Tipuan Iblis”karangan Abdurrahman bin Ali bin Muhammad Ibnul JauziBagian 4Oleh Ustadz Firanda AndirjaSumber: Youtube Firanda Andirja Talbis Iblis-4BAB KELIMA: TENTANG PENYESATAN IBLISDALAM AKIDAH DAN AGAMABagian 3Penyebutan Tipuan Iblis terhadap Orang-orang yang Beriman pada Tanasukh (Reinkarnasi)Penulis berkata: Iblis telah menipu sekelompok orang sehingga mereka beriman pada tanasukh dan bahwa roh-roh orang baik apabila keluar akan masuk ke dalam jasad-jasad yang baik sehingga mereka beristirahat, sedangkan roh-roh orang jahat apabila keluar akan masuk ke dalam jasad-jasad yang jahat sehingga mereka menanggung kesulitan-kesulitan. Abu al-Qasim al-Balkhi menyebutkan bahwa para penganut tanasukh ketika melihat penderitaan anak-anak, binatang buas, dan hewan ternak, mustahil bagi mereka bahwa penderitaan tersebut adalah ujian untuk yang lain atau untuk mendapat ganti rugi atau bukan karena alasan lain selain bahwa mereka adalah milik, maka sahih menurut mereka bahwa hal itu karena dosa-dosa yang telah lalu/dari perbuatan kehidupan sebelumnya yang dampaknya muncul setelahnya.Konsep pembalasan akibat perbauatan dosa dimasa lalu bertentangan dengan aqidah islam.Tanasukh berawal dari negara India.Konsep reinkarnasi menurut Ibnul Jauzi: ketika seseorang meninggal dunia maka ia akan berpindah pada alam yang lain kemudian ia akan hidup kembali. Intinya jika jiwanya baik maka ia akan hidup kembali bersama cahaya matahari misal menjadi sayuran yang akan termakan manusia kemudian lahirlah ia menjadi kehidupan selanjutnya dalam kebaikan, berlaku sebaliknya jika ia berlaku keburukan maka ruhnya akan pergi ke hewan dan ia akan lahir sebagai hewan dan ia akan kembali menjadi manusia setelah 1000thn.Penulis berkata: Perhatikanlah tipuan-tipuan ini yang disusun Iblis untuk mereka berdasarkan apa yang terlintas baginya yang tidak berdasar pada sesuatu apapun. Muhammad bin Abi Tahir al-Bazzar mengabarkan kepada kami, ia berkata: Ali bin al-Muhsin mengabarkan kepada kami dari ayahnya, ia berkata: Abu al-Hasan Ali bin Nadhif al-Mutakallim menceritakan kepadaku, ia berkata: Ada seorang syaikh Imamiyah yang dikenal dengan Abu Bakr bin al Fallas yang hadir bersama kami di Baghdad. Ia menceritakan kepada kami bahwa ia masuk menemui seseorang yang ia kenal sebagai penganut Syi'ah kemudian berubah menganut mazhab tanasukh. Ia berkata: Aku mendapatinya di hadapannya ada kucing hitam yang ia elus dan gosok di antara matanya. Aku melihat mata kucing itu berair sebagaimana kebiasaan kucing, sedangkan ia menangis dengan keras. Aku bertanya kepadanya: "Mengapa engkau menangis?" Ia berkata: "Celaka kamu! Tidakkah kamu melihat kucing ini menangis setiap kali aku mengusapnya? Ini adalah ibuku, tidak diragukan lagi, dan ia menangis karena melihatku dengan perasaan menyesal." Ia berkata: Dan ia mulai berbicara kepadanya sebagai pembicaraan orang yang yakin bahwa kucing itu memahaminya, dan kucing itu mulai bersuara sedikit demi sedikit. Aku berkata kepadanya: "Apakah ia memahami apa yang kamu katakan kepadanya?" Ia berkata: "Ya." Aku berkata: "Apakah kamu memahami suaranya?" Ia berkata: "Tidak." Aku berkata: "Kalau begitu kamu yang mengalami tanasukh dan ia yang manusia."Penyebutan Tipu Daya Iblis terhadap Kaum KhawarijMereka merasa apa yang disampaikan Rasulullah dan para sahabat Rasulullah adalah kurang dan keliru, menganggap mereka lebih sempurna sehingga mereka mudah zhu'udzon kepada orang lain.Mereka mudah mengkafirkan orang lain yang tidak melakukan apa yang mereka lakukan.Penulis berkata: Yang pertama dari kaum Khawarij dan yang paling burukkeadaannya adalah Dzul Khuwaishirah. Salah 1 hadist menyebutkan : Ali radiyallahu anhu mengirim emas dari Yaman kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam kulit yang disamak yang belum dibersihkan dari tanahnya. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam membagi emas tersebut di antara empat orang: Zaid al-Khail, al-Aqra' bin Habis, Uyainah bin Hishn, dan Alqamah bin Ulatsah atau Amir bin al-Tufail - Umarah ragu. Sebagian sahabat Beliau merasa keberatan dengan pembagian itu, termasuk kaum Anshar dan lainnya. Maka Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Tidakkah kalian mempercayaiku padahal aku adalah orang yang dipercaya oleh Dzat yang ada di langit? Kabar dari langit datang kepadaku pagi dan sore". Kemudian datanglah seorang laki-laki yang matanya cekung, pipinya menonjol, dahinya mencuat, jenggotnya lebat, kainnya tersingsing, dan kepalanya gundul. Ia berkata: "Bertakwalah kepada Allah, wahai Rasulullah!" Rasulullah mengangkat kepalanya kepadanya dan bersabda: "Celaka kamu! Bukankah aku yang paling berhak untuk bertakwa kepada Allah?" Kemudian orang itu pergi. Khalid berkata: "Wahai Rasulullah, bolehkah aku memenggallehernya?" Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Mungkin saja dia shalat." Khalid berkata: "Banyak orang yang shalat tetapi mengucapkan dengan lidahnya apa yang tidak ada di dalam hatinya." Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Aku tidak diperintahkan untuk membongkar hati manusia dan membelah perut mereka." Kemudian Nabi shallallahu alaihi wasallam memandang ke arahnya saat ia sedang berjalan dan bersabda:"Sesungguhnya akan keluar dari keturunan orang ini suatu kaum yang membaca al-Quran tetapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka akan keluar dari agama sebagaimana anak panah keluar dari buruannya."Orang ini disebut Dzul Khuwaishirah at-Tamimi. Dalam riwayat lain disebutkan bahwa ia berkata kepada Rasulullah: "Berlakulah adil!" Beliau bersabda: "Celakalah kamu! Siapa yang akan berlaku adil jika aku tidak berlaku adil?" Inilah orang Khawarij pertama yang muncul dalam Islam. Kerusakannya adalah karena ia puas dengan pendapatnya sendiri. Seandainya ia berhenti sejenak, tentu ia akan tahu bahwa tidak ada pendapat yang lebih tinggi dari pendapat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Para pengikut orang ini adalah mereka yang memerangi Ali bin Abi Thalib. Hal itu terjadi ketika perang antara Muawiyah dan Ali radiyallahu anhuma berkepanjangan.Kaum Khawarij sangat tekun beribadah, namun keyakinan mereka adalah bahwa mereka lebih tahu daripada Ali bin Abi Thalib.Perang Shiffin adalah konflik bersaudara besar yang melibatkan pasukan Khalifah Ali bin Abi Thalib dan pasukan Muawiyah bin Abi Sufyan.Konflik ini dipicu oleh terbunuhnya Khalifah Utsman bin Affan. Muawiyah bin Abi Sufyan, sebagai kerabat Utsman, menuntut Ali untuk segera menghukum para pembunuh. Ali bin Abi Thalib menolak atau menunda hal tersebut karena ingin menyatukan dan menstabilkan negara Islam terlebih dahulu di masa krisis.Muawiyah menolak berbaiat kepada Ali sebelum para pembunuh Utsman diadili. Perbedaan ijtihad politik ini berujung pada pengerahan massa dan pecahnya perang. Ali mengutus Abu Musa Al-Asy'ari sebagai juru runding, sementara Muawiyah diwakili oleh Amr bin Ash. Kesepakatan dalam tahkim ini justru memicu perpecahan baru, di mana sekelompok besar pengikut Ali kecewa dan memisahkan diri. Kelompok ini dikenal sebagai Khawarij. Jumlah mereka 6000.Ciri-ciri khawarij antara lain: 1. Mudah mengkafirkan kaum muslimin 2. Membunuh kaum muslimin dan membiarkan orang-orang kafir 3. Sangat Rajin ibadah sampai-sampai kaum muslimin akan merasa minder terhadap ibadah ekstrem khawarij

💬 0 komentar📅 4 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya4 Juni 2026
D
Dewi Lestari

📍 Kota Banjarbaru

Talbis Iblis #4 : Talbis Iblis Kepada Penganut Reinkarnasi & Khawarij

Talbis Iblis #4 :Talbis Iblis Kepada Penganut Reinkarnasi KhawarijDalam Islam tidak ada istilah reinkarnasi.Adanya konsep tentang pembalasan yang dijelaskan dengan gamblang dalam Al-Qur'an maupun Hadits 2 Nabi.Bahwasannya siapa yg berbuat di dunia maka akan ada pembalasan dimulai di dunia kemudian dilanjutkan di Alam Barzah dan yang kuat pembalasannya di Alam Akhirat kelak.Makanya dalam Islam ada yg namanya Hari kebangkitan,ada yaumul hisab,ada hari perhitungan tentang amal semua yg pernah kita lakukan,kemudian setelah itu ditimbang.setelah itu baru ada namanya pembalasan.konsepnya sangat jelas dah detail.Adapun sistem pembalasan dlm agama2 lain terkadang ada yang berbeda seperti sebagian agama berkeyakinan tentang adanya Reinkarnasi.Reinkarnasi banyak tersebar pemahamannya di India,yaitu untuk meyakini bahwasannya seseorang melakukan keburukan maka dia akan dibalas didunia ini dalam kehidupan berikutnya dalam keadaan hina,begitupun sebaliknya,jika dia melakukan kebajikan di masa kehidupan sekarang maka dia akan meninggal,kemudian dibangkitkan kembali kehidupan berikutnya dalam kondisi lebih baik.Yg menjadi bantahan sederhana konsep pembalasan,seharusnya seseorang sadar bahwa apapun yg dialami sekarang merupakan dampak dari perbuatan masa lalunya,sehingga dia merasakan pembalasan sekarang dia merasa bahagia karena dia tahu dulu dia berbuat baik atau dia sekarang dalam kondisi tersiksa karena dia tahu dulu dia melakukan keburukan.tapi kenyataannya kita sekarang diatas muka bumi ini reinkarnasi berkali2 tidak ada yg pernah merasakan mengingat masa lalunya.ketika seseorang tidak mengingat masa lalunya berarti konsep pembalasan tersebut tidak ada Faedahnya.Talbis Iblis terhadap Khawarij Khawarij adalah kelompok yg pertama kali muncul di Zaman Nabi & para sahabatnya.Khawarij yaitu mereka yg merasa lebih hebat dari para nabi,para sahabat nabi.mereka merasa syariat ini kurang tepat.Apa yg dilakukan oleh para sahabat kurang tepat.sehingga mereka ujub terhadap diri mereka,ujub terhadap ketakwaan,sehingga su'udzon terhadap orang lain.khuznu'udzon kepada diri sendiri.merasa hebat karena saking rajinnya sehingga akhirnya ketika melihat pihak lain dianggap keliru,sehingga mudah mengkafirkan orang lain.

💬 0 komentar📅 4 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya4 Juni 2026
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Bagian 4 - Talbis Iblis

TALBIS IBLIS #4Talbis Iblis Kepada Penganut Reinkarnasi dan KhawarijUstadzah DR. Firanda Andirja, M.APenganut ReinkarnasiPemahaman reinkarnasi tidak logis dan sekedar khurafat dengan beberapa alasan mendasar:Ketiadaan memori masa lalu pada manusia. Point logisnya adalah bahwa tidak ada satupun manusia yang mampu mengingat kehidupan masa lalunya. Padahal penekanan esensi kehidupan yaitu sistem dari hari pembalasan, agar manusia sadar atas perbuatan sebelumnya sehingga ia bisa merasakan dampak atau hikmah dari perbuatannya tersebut.Bukan konsep Islam: Islam memiliki konsep pembalasan yang sangat detail dan jelas melalui hari kebangkitan (Yaumul Hisab), dimana setiap amal manusia akan dihitung dan ditimbang di akhirat, bukan melalui siklus kelahiran kembali di dunia.Dianggap sebagai khurafat: kepercayaan reinkarnasi hanya khurafat dan mitos, khayalan semata. Karena reinkarnasi tidak memiliki bukti nyata kebenarannya, dan ini merupakan bahan tipu daya iblis.Syubhat yang keliru: para penganut reinkarnasi berargumen apa yang terjadi di masa kini semisal dalam kondisi yang tidak baik (sakit/cacat) itu merupakan perbuatan mereka di masa lalu. Setelah ada bantahan ini dengan menjelaskan bahwa penderitaan tersebut bukan merupakan bentuk pembalasan reinkarnasi, melainkan bagian dari takdir Allah ﷻ sebagai bentuk ujian bagi manusia.Kelompok KhawarijFirqoh atau kelompok yang pertama muncul di zaman sahabat. Tipuan iblis yang dilakukan kepada mereka adalah mereka merasa lebih hebat daripada Nabi serta para sahabat, mereka merasa syariat ini kurang tepat. Dan apa yang dilakukan oleh para sahabat kurang tepat, sehingga mereka ujub terhadap diri mereka. Ujub terhadap ketakwaan, sehingga su'udzan kepada oranglain. Mereka saking rajin ibadahnya, saking kuat puasanya, saking kuat shalat malamnya, sehingga akhirnya ketika melihat pihak lain berbekal su'udzan serta menganggap keliru dan mudah mengkafirkan.Ibnu Qayyim Rahimahullah berkata, "kalau iblis melihat ada 2 orang cenderung kepada kemaksiatan, berleha-leha maka iblis membuat dia terjerumus dalam kemaksiatan". Iblis melihat kecenderungan, iblis akan menggoda dia dengan memberikan talbis, syubhat, kerancuan berfikir dari isi itu, semakin mencintai kemaksiatan. Lalu "ketika iblis melihat seseorang bertakwa, maka iblis bisa menggoda dari sisi kecenderungannya". Iblis menjerumuskan dari sisi ghuluw, berlebih-lebihan dan ekstrim dalam beribadah, sehingga dia mudah mengkafirkan orang lain, ketika oranglain tidak melakukan apa yang dia lakukan.Ibnu Jauzi berkata, orang khawarij yang pertama kali muncul adalah Dzul Khuwaishirah, pelopor munculnya pemikiran khawarij, dengan cara mengkritisi Nabi ﷺ. Hadist dari Abu Sa'id Al-Khurdi Radhiallahu'anhu, diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Nabi ﷺ memberikan peringatan "dari keturunan atau pengikut orang ini, akan muncul suatu kaum yang rajin membaca Al-Qur'an, namun bacaan tersebut tidak melewati kerongkongan mereka dan mereka akan keluar dari agama seperti anak panah yang menembus hewan buruan".Kelompok ini adalah pengikut yang terjebak dalam sikap ekstrim/berlebihan dalam beragama.Ciri khas khawarij: Sering merasa diri paling benar, sangat rajin beribadah (puasa, shalat hingga dahi terluka), namun sangat mudah mengkafirkan orang lain (termasuk para sahabat Nabi dan pemimpin kaum muslimin).Sejarah munculnya cikal bakal khawarij di zaman Nabi, perselisihan di era Sahabat (Ali Bin Abu Thalib dan Muawiyah), serta perdebatan antara Ibnu Abbas dengan kelompok khawarij mengenai dasar hukum mereka.Dibalik ibadahnya yang tampak luar biasa, mereka tidak memahami esensi ajaran Islam yang digambarkan Nabi sebagai 'keluarnya anak panah dari busur', karena iman mereka tidak meresap ke dalam hati.

💬 0 komentar📅 4 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya4 Juni 2026
F
Fenti Srifaryanti

📍 Kota Serang

Talbis Iblis

Tablis Iblis Kepada Penganut Reinkarnasi & Khawarij Oleh Ust. Dr. Firanda Andirja M.A Melanjutkan kitab dari Talbis Iblis, th orang yg berpendapat reinkarnasi. Dalam islam tidak ada konsep reinkarnasi. Kita punya konsep yg dijelaskan gamblang dalam al quran atau pun di dlm hadist² nabi bahwa segala sesuatu perbuatan didunia pasti ada balasannya, lalu dilanjutkan di alam barzakh, lalu nanti di akhirat diaudit ditimbang, dan dibangkitkan dihari pembalasan. Diagama kita disebut hari pembalasanSebagian agama ada yg lain sistem pembalasan terkadang ada yg berbeda, seperti sebagaian agama berkeyakinan adanya reinkarnasi. Reingkarnasi ini tersebar di India. yaitu meyakini seseorang melakukan keburukan maka dia akan dibalas didunia ini dalam kehidupan berikutnya. Jika dia melakukan kebajikan dimasa sekarang maka dia akan meninggal dan dibangkitkan dihidupkan dikehidupan berikutnya dlm strata yg lebih baik. Jika dia berbuat keburukan didunia lantas dia mati maka dia akan dibangkitkan dlm kehidupan yg lebih buruk bisa jadi dalam bentuk hewan, hewan² yg hina. Yg menjadi bantahan secara sederhana bahwasanya konsep pembalasan seharusnya seseorang sadar bahwa dia sedang dibalas yg merupakan dampak dari perbuatan masalalunya.Konsep pembalasan itu dia harus tau apa yg dia lakukan sebelumnya dan merasakan dampaknya sekarang itu adalah baik atau buruk dampak dari perbuatan masa lalunya. Reinkarnasi itu khurofat, ga ada faidahnya

💬 0 komentar📅 4 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya4 Juni 2026
N
Noorhayati

📍 Kabupaten Bogor

Ringkasan Talbis iblis-4 ustadz firanda adirja

Talbis iblis -4Pemateri -ustadz firanda adirja Talbis iblis kepada penganut Reinkarnasi dan Khawariz Di islam tidak ada reinkarnasi,namun di Al quran di jelaskan tentang hari kebangkitan, hari perhitungan, di timbang dan di balas semua perbuatan. Reinkarnasi berasal dari india,sebagian kaum muslimin terpengaruh.Penganut reinkarnasi berpendapat jika anak sakit /tidak normal ini akibat dari perbuatan di masa lalu.Proses reinkarnasi kata mereka ada beberapa tahapan,jika seorang meninggal dunia, dia akan pindah pada alam lain (alam tertentu),jika dia jiwa yang baik maka dia akan jadi tumbuhan sayur sayuran, jika dia baik maka akan lahir di strata yang baik,.namun jika dia buruk maka dia akan jadi serangga.maka dia akan lahir 1000 tahun (pendapat ibnu jauzi yang di paparkan).Pemikiran reikarkansi juga sampai kepada muslim pemahaman syiah,ketika ada seekor kucing di usap menangis,dia bilang bahwa kucing itu ibuku yang bereinkarnasi.semua ini khuropat dan tidak ada namanya reinkarnasi dalam islam, semua itu tidak benar.Talbis iblis terhadap Khawariz Khawariz kelompok pertama muncul di masa sahabat, Khawariz merasa syariat ini kurang ,mereka merasa ibadah mereka hebat di bandingkan dengan yang lain.iblis mudah menjerumuskan semua kepada sifat quluw Dzulhuwaidjoh Khawariz yang muncul pertama yang mengkritisi ajaran nabi muhammad saw, ketika beliau membagikan harta pajak yang ditarik dari orang non islam di bagikan ke pada empat orang (arab baduy yang baru masuk islam),Nabi di protes untuk lebih adil dan bertaqwa. Kaum ini seperti orang yang membaca al quran tidak sampai kerongkongan nya. Dzulhusirroh at tamimi (khawariz yang protes kepada nabi). Pada masa ali bin abi talib,muawiyyah protes supaya kaum Khawariz di tangkap,namun abi menolak untuk menangkap nya karena banyak,namun muawiyyah tidak setuju dengan pendapat ali untuk menangkap kaum Khawariz yang membunuh usman bin affan,sehingga terjadi perang sifin.Setelah itu muncul lah firqoh khawarij yang mengkafirkan ali, wuawiyyah dan para sahabat.Merekalah membunuh orang orang islam, namun orang kafir di biarkan, dalam ibadah mereka lebih kuat dan extrim. Sehingga ketika kita melihat mereka beribadah kita minder saking rajin dan kuat nya mereka beribadah. Dahi mereka sampai lecet",muka pias saking sering nya shalat malam serta ibadah ibadah lain nya. jumlah mereka 6000 ribu dan memisahkan diri dan memberontak.Kemudian ibnu abbas mendatangi mereka atas izin ali bin abi talib,untuk berdiskusi.mereka1).Kenapa abi talib menjadikan manusia untuk memutuskan hukum?bukankah ada hukum Allah? Kemudian ibnu abbas menjawab dengan membacakan ayat al quran, tentang urusan 2).Mereka mengaggap ali tidak paham syariat ? Yang terjadi peperangan ali bin abi talib dengan aisyah ummul mukminin 3).Ali menghapus amirul muminin?Tentang surat yang tidak mencantumkan diri sebagai amirul muminin,Kemudian kaum Khawariz ada yang sadar sehingga jumlah mereka berkurang 4000.intinya mereka menganggap ali adalah orang kafir.(red, sejarah islam dan para sahabat/khalifah).Kemudian Khawariz tinggal tiga orang, sehingga mereka berbagi tugas untuk membunuh ali bin abi thalib.sehingga ali meninggal dengan dengan di tusuk dengan pisau yang sudah di campur racun.

💬 0 komentar📅 4 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya4 Juni 2026
E
Elsa Ulfah Hakim

📍 Luar Indonesia

Talbis Iblis 4: Talbis Iblis terhadap Penganut Reinkarnasi dan Khawarij

Talbis Iblis #4: Talbis Iblis terhadap Penganut Reinkarnasi dan KhawarijUstadz Dr. Firanda AndirjaDalam islam tidak mengenal pemahaman reinkarnasi. Islam memiliki konsep pembalasan yang dijelaskan di dalam Al-Qur’an maupun hadits-hadits nabi.“Barang siapa yang berbuat di dunia ini maka ada pembalasannya. Pembalasannya terkadang dimulai di dunia kemudian dilanjutkan di alam barzakh dan yang paling kuat balasannya yaitu di alam akhirat.”Di Islam memiliki hari kebangkitan yang di dalamnya ada yaumul hisab. Sistem pembalasan di agama-agama lain terdapat perbedaan, ada yang berkeyakinan adanya reinkarnasi. Reinkarnasi banyak tersebar di India dan meyakini bahwa seorang yang melakukan keburukan maka dia akan dibalas di dunia ini dalam kehidupan berikutnya. Jika seseorang melakukan kebajikan di masa sekarang maka dia akan meninggal dan dihidupkan kembali di dunia pada masa yang akan datang dengan kondisi yang lebih baik dan jika seseorang melakukan keburukan di dunia di masa sekarang maka nanti dia akan dihidupkan kembali di dunia pada masa yang akan datang dengan kondisi yang lebih buruk, misal menjadi hewan.Bantahan sederhananya yang namanya konsep pembalasan seharusnya seseorang itu sadar bahwa dia sedang dibalas dan hal yang dialami sekarang adalah dampak dari perbuatannya di masa lalu sehingga dia merasakan pembalasannya sesuai dengan perbuatannya tetapi pada kenyataannya seluruh manusia di muka bumi jika mengikuti konsep reinkarnasi, mungkin kita semua sudah bereinkarnasi berkali-kali namun dari kita semua tidak mengingat masa lalu. Hal ini membuktikan bahwa konsep mereka tidak ada faedahnya dan tidak tepat karena konsep pembalasan itu seharusnya kita tahu tentang perbuatan masa lalu sehingga kita merasakan dampaknya saat ini.Pemikiran reinkarnasi ini berasa dari India kemudian menyebar ke sebagian kaum muslimin yang terpengaruh .Ibnul Jauzi rahimahullah menjelaskan tentang syubhat yang menjadikan sebagian orang berpendapat reinkarnasi, ia menyebutkan perkataan Abdul Qasim Al Balkhi rahimahullah yang berkata ketika para pembesar reinkarnasi melihat anak-anak dan hewan-hewan yang kesakitan, mereka berpikir sakitnya anak/hewan ini tidak mungkin karena takdir Tuhan untuk menguji orangtuanya tetapi dikarenakan karena perbuatan mereka dikehidupan sebelumnya. Maka dari itu mereka menyimpulkan adanya kehidupan di masa lalu yang berdampak di kehidupan yang sekarang.Menurut mereka ada beberapa tahapan reinkarnasi. Ketika seseorang telah meninggal dunia maka dia akan berada di suatu alam tertentu kemudian nanti ia akan hidup kembali sesuai dengan perbuatan dia sebelumnya. Jika ia orang baik maka ia akan dihidupkan kembali bercampur dengan cahaya matahari maka ruhnya akan menjadi sayur-sayuran dulu kemudian dimakan oleh manusia dan kemudian ia dimakan oleh manusia dan ruhnya masuk kedalam tubuh manusia dan ia dilahirkan untuk kedua kalinya melalui perut seorang wanita kemudian lahirnya ia untuk kehidupan yang kedua kalinya. Jika seseorang berprilaku buruk di kehidupan sebelumnya maka ia akan mampir di suatu alam tertentu kemudian ia menjadi serangga-serangga yang dimakan oleh hewan-hewan, maka ruhnya berada di tubuh hewan tersebut setelah itu hewan tersebut melakukan perkawinan dan kemudian ia dilahirkan oleh hewan dan terlahir sebagai hewan dan ia akan hidup kembali sebagai manusia setelah seribu tahun. Hal ini yang disebutkan oleh Ibnul Jauzi. Konsep reinkarnasi ini memiliki banyak pendapat dikalangan mereka dan konsep yang dijelaskan oleh Ibnul Jauzi kemungkinan berbeda dengan konsep yang lain. Namun dikalangan mereka bersepakat bahwa kehidupan saat ini adalah hasil dari kehidupan di masa lalu.Ibnul Jauzi bercerita bahwa pemikiran reinkarnasi menyebar ke kaum muslimin yang berpemahaman syiah. Abu Bakar Ibnu Falas bercerita bahwa suatu hari ia bertemu seseorang yang berpahaman syiah, kemudian orang ini terpengaruh dan akhirnya dari pemahaman syiah berubah menjadi berpemahaman reinkarnasi. Maka Abu Bakar Ibnu Falas mendapati orang tersebut di depannya ada seekor kucing hitam dan ia sedang mengusap-usap kucing tersebut. Kemudian ia pun menggaruk-garuk di antara kedua mata kucing tersebut dan kucing itu pun menangis. Orang ini pun juga menangis, Abu Bakar Ibnu Falas pun bertanya mengapa ia menangis? Dan orang itu menjawab bahwa kucing yang dia usap adalah hasil dari reinkarnasi ibunya. Orang ini pun berbicara dengan dengan kucing tersebut seakan-akan kucing itu paham apa yang dikatakan dengan mengeluarkan suara-suara kecil. Lalu orang ini menganggap kucing tersebut paham apa yang dia katakan. Lalu Abu Bakar bertanya apakah ia paham dengan suara kucing tersebut? Dan orang tersebut tidak memahaminya. Maka Abu Bakar ibnu Falas pun berkata bahwa orang tersebut seperti hewan sedangkan kucing tersebut seperti manusia.Khawarij adalah kelompok yang pertama kali muncul di zaman para sahabat dan asal muasalnya muncul di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Diantara talbis iblis yang terjadi pada mereka adalah bahwasannya mereka merasa lebih hebat dibanding Nabi dan para sahabat, mereka juga merasa bahwa syari’at yang dibawa oleh nabi kurang tepat. Jadi mereka ujub pada ketakwaan mereka sehingga suuzan terhadap orang lain dan mereka mudah mengkafirkan orang lain.Ibnu Jauzi berkata bahwa iblis menggoda dari dua sisi, jika seseorang kecenderungannya untuk berleha-leha, berfoya-foya dan bersenang-senang, maka iblis akan menggoda dia dengan talbis syubhat, diberi kerancuan berpikir dari sisi itu sehingga semakin condong ke kemaksiatan. Sedangkan jika seseorang kecenderungannya kepada ketakwaan maka iblis menggodanya dengan membuat orang tersebut bersikap ghuluw/berlebih-lebihan dan ekstrim dalam beragama.Pelopor pemikiran kahwarij dan yang paling buruk adalah Dzul Khuwaishirah (nenek moyang Al khowarij) dengan mengkritisi Nabi shallallahu ‘alaihi wasalam.Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Sa’id Al Khudri Radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam membagikan ghonimah (pajak yang ditarik dari orang-orang non muslim) kepada empat orang. Sebagian sahabat merasa aneh karena Nabi membagikan ghonimah kepada orang-orang baduy yang baru masuk islam sementara sebagian sahabat tidak diberikan. Maka Rasulullah mengatakan “apakah kalian tidak percaya kepadaku? Sementara aku adalah kepercayaan Allah yang ada di langit.” karena Rasulullah yang paling tahu tentang cara pembagian yang terbaik. Namun ada satu orang laki-laki yang matanya cekung ke dalam, pipinya agak menonjol, dahinya agak maju, jenggotnya lebat, sarungnya ia gulung dan kepalanya botak protes kepada nabi, “Wahai Rasulullah bertakwalah dan berlakulah adil.” Lalu Rasulullah mengangkat kepala dan melihat orang tersebut “Bukankah orang yang paling utama untuk bertakwa adalah aku? Aku adalah orang yang bertakwa, akulah nabi.” Lalu orang tersebut cuek dan pergi. Khalid bin Walid ketika melihat kondisi tersebut lalu berkata “Ya Rasulullah bolehkah aku penggal kepalanya?”. Rasulullah berkata “Jangan!, siapa tahu ia sholat.” Khalid bin Walid berkata “Ya Rasulullah betapa banyak orang yang sholat, ia mengucapkan bukan apa yang ada di dalam hatinya.” Namun Rasulullah berkata “Aku tidak diperintahkan oleh Allah untuk memeriksa hati manusia dan untuk membelah perut mereka untuk memeriksa hatinya bagaimana.” Kemudian nabi melihat laki-laki tersebut berjalan pergi dan Rasulullah  berkata “dibalik orang ini ada suatu kaum yang mereka membaca Al-Qur’an tetapi Al Qur’an tersebut tidak melewati kerongkongannya, mereka akan keluar dari agama seperti anak panah yang menembus hewan buruan. Inilah kisah khawarij yang bertemu dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam. Nabi tidak pernah bertemu dengan khawarij yang mengangkat pedang atau berperang dan itu muncul ketika di zaman Ali bin Abi Thalib.Usman bin Affan dibunuh oleh khowarij, rumahnya dikepung dan menikam Usman ketika sedang membaca Al Qur’an. Pedang tersebut ditahan oleh Usman dengan tangannya dan pada akhirnya Usman terbunuh. Darahnya menetes di atas Al -Qur’an tersebut. Kabar kematiannya sampai kepada Aisyah Radhiallahu’anha dan teman-temannya. Maka Aisyah berjalan dengan pasukannya dan ditemani oleh sebagian sahabat untuk menuntut karena Usman telah didzolimi. Alhasil lalu masuk lah orang-orang khawarij di tengah-tengah dua kubu yang besar sehingga terjadilah peperangan yang disebut dengan Marokatul Jamal karena saat itu Aisyah menggunakan unta. Akhirnya peperangan selesai dan Ali bin Abi Thalib memuliakan Aisyah dan diantar kembali ke Madinah. Kemudian Muawiyah radhiallahu’anhu tidak terima dan menuntut agar Ali bin Abi Thalib segera menangkap para pembunuh Usman bin Affan. Di sini ada 2 pandangan, Muawiyah memandang agar para pembunuh ditangkap sedangkan Ali bin Abi Thalib menganggap tidak mungkin karena mereka banyak bahkan ribuan orang dan ribuan orang itu berasal dari berbagai macam kabilah dan itu akan mengakibatkan stabilitas negara berbahaya karena akan terjadi pertumpahan darah. Ali bin Abi Thalib berpendapat untuk menunggu kondisi stabil lalu mereka ditangkap satu per satu. Namun hal ini tidak disetujui oleh Muawiyah, Ketika Muawiyah diminta untuk membaiat Ali, Muawiyah menjawab jika ia tidak ingin menjadi pemimpin dan merasa Ali lebih afdhol dari dirinya. Tetapi ia tidak akan membaiat Ali kecuali dia menyerahkan pembunuh Usman bin Affan. Disinilah terjadi ijtihad antara Ali dan Muawiyah. Tetapi dalil dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasalam menyatakan bahwasannya pendapat Ali lebih dekat dengan kebenaran.Dalam Hadits Rasulullah mengatakan akan keluar firqoh (khawarij) yang akan diperangi oleh kelompok yang paling mendekati kebenaran diantara dua kelompok, ternyata yang memerangi khawarij adalah kelompoknya Ali.Dari kejadian ini, muncullah firqah khawarij selanjutnya lalu mengkafirkan Ali dan Muawiyah dan orang-orang yang menyetujui keputusan dua orang ini.Rasulullah kabarkan bahwa orang-orang khawarij adalah mereka anak-anak muda, bodoh, tidak paham tafsir Al Qur’an, baca Qur’an hanya di mulut saja tetapi tidak masuk ke dalam hati mereka. Nabi berkata bahwa mereka keluar dari agama seperti keluarnya anak panah dari hewan buruan, kemudian Nabi mengatakan bahwa mereka membunuh orang-orang islam sementara orang-orang kafir mereka biarkan.Ciri-ciri khawarij adalah mudah mengkafirkan kaum muslimin, rajin beribadah dan bisa membuat para sahabat minder dengan ibadah mereka karena mereka lebih rajin sholat sampai keningnya terluka, wajahnya pucat karena sering sholat malam dan sering berpuasa. Saking ekstremnya ibadah mereka.Kelompok khawarij asalnya berasal dari pasukannya Ali bin Abi Thalib lalu mereka memisahkan diri dan jumlah mereka ada 6000 dan mereka memberontak kepada Ali bin Abi Thalib.Diskusi Ibnu ‘Abbas dengan kelompok Khawarij tentang tiga perkara:Kenapa Ali bin Abi Thalib menjadikan manusia sebagai hakim dalam urusan Allah? Padahal Allah berfirman bahwa hukum itu milik Allah dan harus kembali kepada hukum Allah.Sesungguhnya ketika perang Jamal tidak ada tawanan dan tidak ada ghonimah, jika di dalam peperangan tersebut ada kaum muslimin maka tidak boleh diperangi dan jika mereka kafir mengapa tidak diambil ghonimahnya?. Mereka menganggap bahwa Ali tidak paham syariat.Ali bin Abi Thalib telah menghapus tulisan ‘amirul mukminin saat menulis kesepakatannya dengan Muawiyah karena saat itu Muawiyah menganggap bahwa Ali bin Abi Thalib belum menjadi amirul mukminin sehingga Ali hanya menulis “dari Ali bin Abi thalib” bukan “ dari “amirul mukminin”. Maka orang-orang khawarij berkata jika Ali bukan amirul mukminin berarti ia adalah amirul kafirin.Bantahan Ibnu ‘Abbas terhadap 3 perkara orang- orang khawarij:Ibnu ‘Abbas membacakan dalil untuk syubhat/perkara yang pertama, “Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala telah menjadikan para lelaki sebagai hakim dalam permasalahan yang kurang dari 1/4 dirham.” Dalil yang lain, Allah menyuruh lelaki untuk berhukum untuk urusan lelaki dan istrinya. Kata Ibnu ‘Abbas, Allah berfirman tentang khawatir akan berpisahnya suami dan istri maka masing-masing mengirim utusan dari masing-masing pihak dan berdiskusi. Maka ini berarti Allah menyerahkan hukuman kepada manusia. Lalu Ibnu ‘abbas bertanya kepada orang-orang khawarij, mana yang lebih penting hukum lelaki dalam urusan dalam rumah tangga atau dalam urusan darah kaum muslimin? Bukankah lebih utama untuk berdamai? Lalu diamlah mereka. Mereka tidak bisa menjawab.Tentang perkara kedua, Ibnu ‘Abbas mengatakan yang terjadi adalah peperangan antara pasukan Ali bin Abi Thalib dan Aisyah, siapa yang berani menjadikan Aisyah istri Nabi sebagai wanita tawanan? Karena istri-istri Nabi adalah ibunda-ibunda kaum mukminin. Mereka pun diam dan tidak bisa menjawab.Pada perkara ketiga, nabi shallallahu ‘alaihi wasalam juga pernah mengalami yang dialami oleh Ali saat diskusi perjanjian Hudaibiyyah. Saat itu kaum musyrikin meminta Rasulullah untuk tidak menulis “Muhammad Rasulullah” tetapi hanya menulis “ Muhammad bin Abdillah” sehingga kata “Rasulullah” dihapus oleh Nabi.Akhirnya diantara mereka ada yang sadar, 2000 orang diantara mereka kembali kepada pasukan Ali bin Abi Thalib . Dan 4000 orang lainnya memilih berperang yang diawali oleh kelompok mereka terlebih dahulu. Tetapi mereka tetap bersikeras meminta Ali untuk bertaubat karena mereka tetap meyakini jika Ali adalah orang kafir.Ditengah perjalanan AL khawarij, mereka bertemu dengan Abdullah bin Khabbab. Mereka berkata “apakah kamu pernah mendengar hadits dari ayahmu dari Rasulullah?” Kata Abdullah “iya aku mendengar dari ayahku menyampaikan dari nabi shallallahu ‘alaihi wasalam tentang fitnah. Yang duduk dimusim fitnah lebih baik dari yang berdiri, yang berdiri lebih baik dari yang berjalan, yang berjalan menuju fitnah lebih baik daripada yang berlari menuju fitnah. Jika kamu bertemu dengan fitnah tersebut maka jadilah engkau hamba Allah yang terbunuh jangan jadi orang yang membunuh.” Maksudnya adalah apabila terjadi fitnah antar mukminin maka jangan kau yang menjadi pembunuh, jika terbunuh itu tidak masalah. Lalu orang khawarij ini bertanya “apakah kau mendengar langsung hadits ini dari bapakmu dari Rasulullah?”. Kata Abdullah “iya benar”. Lalu orang-orang khawarij membawa Abdullah bin Khabbab ke tepi sungai kemudian disembelih. Karena mereka berpikir jika saat ini adalah musim fitnah, dan sesuai hadits Nabi jika lebih baik menjadi orang yang terbunuh maka mereka membunuh Abdullah. Kemudian mereka melihat ada budak wanitanya lagi hamil maka dibelah perutnya kemudian dibunuh. Akhirnya kabar ini sampai kepada Ali bin Abi Thalib dan ia menuntut mereka dan terjadilah pertempuran. Orang-orang khawarij ini bersiap bertempur karena semangat untuk bertemu dengan Allah dan menuju surga. Jadi mereka berpendapat jika berperang maka  mereka akan masuk surga. Kemudian mereka kalah dan kabur.Dari kekalahan itu masih ada tersisa orang-orang khawarij, diantaranya ada 3 orang yang bernama Abdurrahman bin Muljam, Al Burak bin Abdillah, dan Amr bin Bakr At Tamimi. Tiga orang ini berkumpul di Mekkah dan mereka bersepakat ingin membunuh 3 orang (masing-masing membunuh satu) yaitu Ali bin Abi Thalib, Muawiyah, dan Amr bin ash. Abdurrahman berkata bahwa ia akan membunuh Ali , Al Burak berkata bahwa ia akan membunuh Muawiyah, dan Amr berkata bahwa ia akan membunuh Amr bin ash. Mereka merencanakan pembunuhan pada bulan Ramadhan. Pada Akhirnya Abdurrahman bin Muljam berhasil membunuh Ali ketika Ali ingin sholat subuh ia menikam kepalanya sampai tembus ke otaknya. Setelah itu Abdurrahman bin Muljam akan dibunuh dan ia dihadirkan, maka Abdullah bin Ja’far memotong kedua tangannya dan dia tidak berteriak kemudian matanya diberi besi yang dipanaskan  dan dia tidak teriak, dan ia tetap membaca Al -Qur’an sementara matanya mengalir darah. Saat lidahnya ingin dipotong, ia pun ketakutan karena ia tidak mau meninggal dalam keadaan tidak berdzikir kepada Allah. Inilah orang khawarij yang menganggap dirinya penghuni surga padahal ia penghuni neraka karena ia membunuh Ali. Akhirnya orang khawarij tersebut dibunuh.Rasulullah berkata bahwa khawarij itu anjing-anjing penghuni neraka jahanam artinya mereka masuk neraka dalam kondisi yang sangat mengenaskan. Ada yang bilang bahwa tubuh mereka dijadikan anjing dan ada yang bilang bahwa kondisi mereka itu buruk sebagaimana kondisi anjing yang buruk.

💬 0 komentar📅 4 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya4 Juni 2026
K
khaira azwa putri ranaji

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

catatan TALBIS IBLIS #4: talbis iblis kepada penganut reinkarnasi dan khawarij

TALBIS IBLIS #4: talbis iblis kepada penganut reinkarnasi dan khawarijdalam Islam tidak ada konsep reinkarnasi. Islam memiliki konsep pembalasan yang jelas melalui alam barzakh dan hari kebangkitan.Reinkarnasi (Tanasukh)beliau menekankan bahwa inti dari sebuah hukuman adalah agar pelakunya sadar dan menyesal.Jika dalam kehidupan sekarang kita dihukum jadi hewan tapi tidak ingat dosa apa yang kita lakukan di "kehidupan sebelumnya," maka hukuman itu tidak ada faedahnya sama sekali.Kisah Kucing Hitam yang MenangisAda cerita tentang penganut reinkarnasi yang sedang mengelus kucing hitam sambil menangis tersedu-sedu. Ketika ditanya, dia menjawab, "Kucing ini adalah ibuku, dia menangis karena dia mengenaliku dan menyesali nasibnya." ini merupakan contoh bagaimana akal manusia bisa "rusak" dan jatuh ke dalam khurafat yang konyol.Kasus Mahasiswa IndiaAda mahasiswa India yang bercerita bahwa ketika seekor kambing masuk ke rumah, pemilik rumah menyambutnya dengan hormat karena yakin kambing itu adalah reinkarnasi paman mereka yang baru saja meninggal.Tipu Daya Reinkarnasi ModernSaat ini ada orang yang tertipu karena merasa dirinya adalah reinkarnasi raja atau sultan dari masa lalu. Akibatnya, dia mengubah gaya hidupnya jadi aneh, ingin punya banyak selir atau bergaya seperti raja, padahal itu hanyalah bisikan Iblis agar orang tersebut meninggalkan kenyataan dan syariat.Dalam Islam, setiap orang akan dibukakan catatan amalnya secara detail di hari kiamat, bukan dilahirkan kembali tanpa ingatan:اقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَىٰ بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا"Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu." (QS. Al-Isra: 14).Kaum KhawarijKhawarij adalah kelompok menyimpang (firqah) pertama yang muncul, bahkan cikal bakalnya sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad ﷺ.👤Penampilan Dzul Khuwaishirah (Cikal Bakal Khawarij)deskripsi berdasarkan hadits:🎈mata cekung🎈tulang pipi menonjol🎈dahi yang menonjol (diduga karena terlalu sering sujud)🎈jenggot lebat🎈kepala botak🎈sarung yang digulung tinggi🎈membaca Al-Qur'an tapi hanya di tenggorokan (tidak masuk ke hati/tidak paham tafsirnya)🎈keluar dari agama secepat anak panah menembus hewan buruan.🎈membunuh sesama muslim tapi membiarkan penyembah berhala.🎈dijuluki oleh Nabi sebagai كِلَابُ النَّارِ atau anjing-anjing nerakaia merasa lebih bertakwa daripada Nabi Muhammad ﷺ sampai berani berkata,"Bertakwalah kepada Allah, wahai Muhammad".✴️ Iblis masuk melalui celah ketaatan mereka. Para sahabat Nabi pun merasa "minder" melihat rajinnya orang Khawarij shalat malam dan puasa. Namun, karena mereka merasa paling hebat (‘ujub), mereka jadi mudah mengkafirkan orang lain yang tidak sejalan.✴️ Sahabat Ibnu Abbas membungkam mereka dengan tiga hujjah:Khawarij protes Ali menggunakan "hakim manusia" (Abu Musa & Amr bin Ash), padahal ayatnya berbunyi:إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ(Keputusan itu hanyalah milik Allah).Ibnu Abbas menjawab: Allah saja menyuruh manusia jadi hakim untuk urusan sepele seperti denda berburu atau mendamaikan suami istri. Apalagi untuk urusan nyawa kaum muslimin?Khawarij bingung kenapa Ali memerangi pasukan Aisyah tapi tidak mengambil harta rampasan atau tawanan. Ibnu Abbas bertanya balik: “Apakah kalian berani menjadikan Ummul Mukminin Aisyah sebagai budak tawanan kalian?" Mereka pun terdiam.Ali menghapus gelar "Amirul Mukminin" dalam surat kesepakatan damai. Ibnu Abbas mengingatkan bahwa Nabi Muhammad ﷺ pun pernah menghapus kata "Rasulullah" dalam Perjanjian Hudaybiyyah demi tercapainya perdamaian.Khawarij membunuh Abdullah bin Khabbab padahal Abdullah hanya menyampaikan hadits tentang menjauhi fitnah dan lebih baik menjadi orang yang dibunuh daripada yang membunuh. Mereka juga membelah perut budak wanita Abdullah yang sedang hamil.Saat dihukum mati, Bin Muljam tetap tenang meski tangan, kaki, dan matanya disiksa. Dia terus berdzikir dan membaca surat Al-Alaq: اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ. Dia baru panik saat lidahnya hendak dipotong karena takut tidak bisa lagi berdzikir di akhir hayatnya."Bayangkan, pembunuh Ali bin Abi Thalib merasa dirinya sangat shalih dan ahli dzikir, padahal dia adalah 'Anjing Neraka'".

💬 0 komentar📅 4 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya4 Juni 2026
N
Nursafitri

📍 Kabupaten Berau

Talbis iblis #4 Kepada Penganut Reinkarnasi Dan Khawarij

Talbis iblis #4 - kepada penganut reinkarnasi & khawarij Ustadz Firanda andirja, Lc, M,A. حفظه Bahwasanya dalam Islam tidak dikenal dengan pemahaman reankarnasiKita punya konsep tentang pembalasan yg konsep tersebut dijelaskan dengan gamblang dalam Al Qur'an maupun haidst² Nabi shalallahu alaihi wa salam bahwasanya apa yang di buat didunia ini ada pembalasannya terkadang dimulai di dunia dilanjut dialam barkzah dan yang paling kuat pembalasannya di alam akhirat kelak , makannya agama kita dikenal dengan hari kebangkitan , disitu ada Yaumil hisab , ada hari perhitungan dimana akan di audit tentang amal yang telah kita lakukan setelah itu ditimbang , setelah itu kemudian adanya hari pembalasan.Adapun disistem pembalasan dalam agama² lain terkadang ada yang berbeda .Seperti sebagai agama ada yang berkeyakinan ada yang reinkarnasi •Reinkarnasi ini banyak tersebar di pemahaman di India Menyakini bahwanya seorang melakukan keburukan maka dia akan dibalas didunia ini dalam kehidupan berikutnya , jika dia melakukan kebajikan dimasa kehidupan sekarang maka dia akan meninggal kemudian dibangkitkan atau dihidupkan kembali dalam kehidupan berikutnya , dalam kondisi yang lebih baik.jika dia dimasa kehidupan sekarang dia berbuat keburukan lantas ia mati maka dia akan dibangkitkan atau dihidupkan dengan kehidupan berikutnya didunia ini juga namun dalam kehidupan yg sangat buruk , dalam bentuk hewan yang hina Yang menjadi bantahan secara sederhana bahwasanya •konsep pembalasan seharusnya seorang sadar bahwasanya dia akan dibalas dengan apa yg dia alami sekarang merupakan dampak dari perbuatan masalalunya , sehingga ia merasakan pembalasan sekarang ia merasa bahagia karena dulu sy pernah melakukan kebaikan atau dia sekarang dalam kondisi tersiksa karena dia tau dulu dia melakukan keburukan . Pemikiran reinkarnasi ini berasal dari India kemudian menjalar kesebagian kaum muslimin yang terpengaruh .Al imam Ibnul jauzi rahimahullah ta'ala menjelaskan diantara syuhbat ' apa yang dialami sekarang ini adalah akibat dosa dosa , sehingga mereka menyimpulkan bahwasanya ada kehidupan sebelumnya dan baru berdampak sekarang 'ini yang disebut syuhbat reinkarnasi.-Talbis iblis terhadap kaum khawarij , Khawarij ini kelompok/firqoh yg pertama kali muncul pada zaman para sahabat , dan asal muasalanya muncul pada zaman Rasulullah shalallahu alaihi wa salam Diantara talbis iblis yang dilakukan kepada mereka , mereka merasa lebih hebat daripada nabi lebih hebat dari pasar sahabat , mereka merasa syariat Islam ini kurang , apa yang dilakukan oleh Nabi kurang tepat dan apa yang dilakukan oleh para sahabat kurang tepat , dan mereka ujub kepada diri mereka , ujub kepada ketaqwaan , dan suudzon kepada orang lain , khusnudzon kepada diri sendiri (merasa hebat) , dan Suudzon kepada orang lain , dan inilah yang dialami oleh orang orang khawarij .'karena saking rajin ibadahnya , saking kuat puasanya , saking kuat sholat malamnya , sehingga ketika melihat pihak lain dianggap keliru dan suudzon kepada mereka sehingga mudah mengkafirkan . Kata Ibnul Qayyim rahimahullah bisa 2 sisi .Kalau iblis melihat seseorang cenderung kepada kemaksiatan, berleha leha maka iblis membuat dia terjerumus kepada kemaksiatan . Iblis melihat kecenderungan, kalau orang itu kecenderungan dengan berleha leha dan bersenang senang maka iblis akan menggoda dia di kasih talbis (syuhbat) dikasih kerancuan berfikir dari sisi itu sehingga semakin membuat dia bersenang senang dalam kemaksiatan.  Ketika iblis melihat seseorang bertaqwa maka iblis pun bisa menggoda dari sisi kecenderungannya , maka iblis menjerumuskan dia dari ghuluw (berlebih-lebihan) ekstrem dalam beragama sehingga akhirnya dia sendiri rajin ibadah , rajin sholat , rajin puasa , sehingga dia mudah mengkafirkan orang lain ketika orang lain tidak melakukan apa yang dia lakukan .Kata Ibnul jauzi rahimahullah ta'ala "Khawarij yang pertama kali muncul , yang paling buruk kondisinya adalah Nene moyang khawarij 'artinya dia yang pemula yang mempropoli pelopor pemikiran khawarij dengan cara mengkritisi nabi shalallahu alaihi wa salam Mereka berkumpul sementara mereka mengkafirkan ali bin Abi thalib mengkafirkan para sahabat maka orang datang kepada ali bin Abi Thalib melaporkan •Ibnu Abbas meriwayatkan " takkala orang khawarij (asalnya mereka pasukan Ali bin Abi Thalib ) kemudian mereka memisahkan diri dan masuk ke suatu daerah dan jumlah mereka 6000 , dan mereka sepakat memberontak kepada Ali bin Abi Thalib dan selalu ada seorang datang kepada Ali bin Abi Thalib dan dia berkata " wahai Khalifah kaum musliminin mereka orang khawarij memberontak kepadamu , kata Ali bin Abi Thalib ' biarkan mereka , aku tidak akan memerangi mereka sampai mereka yang memerangiku, dan mereka akan memerangiku . Kata Ibnul Abbas Ketika itu suatu hari aku menemui Ali bin Abi Thalib sebelum sholat Dzuhur , lalu aku berkata kepada Ali bin Abi Thalib "wahai Khalifah kaum Muslimin tunda sholat Dzuhurnya , karena masih terlalu panas , dan diantara Sunnah menunda sholat Dzuhur kalau terlalu panas (sepertinya ini musim panas) Kata Ali bin Abi Thalib semoga aku ingin bertemu dengan mereka , dan aku ingin diskusi kepada mereka , semoga mereka sadar , aku khawatir kau akan tertimpa bahaya, kata Ibnul abbas ' sekali kali tidak , aku In syaa Allah akhlak baik , aku tidak akan menyakiti seorang pun , akhirnya Ali bin Abi Thalib pun percaya kepada Ibnu Abbas , Ali bin Abi Thalib pun mengizinkan untuk bertemu dengan khawarij.Kaum khawarij ingin berdiskusi tiga perkara Kenapa Ali bin Abi Thalib menjadikan manusia sebagai hakim dalam urusan Allah , padahal Allah berfirman yang artinya ' hukum itu milik Allah . Sesungguhnya ia telah berperang , dan ketika pada perang Jamal namun ia tidak menawan , orang orang yang diperangi tidak menawan dia tidak mengambil ghonimah . Ali bin Abi Thalib ia telah menghapus dari tulisannya ketika diskusi dengan Muawiyah. Kesepakatan Muawiyah kau belum Amirul mukminin bagi kami, jangan tulis Amir tulis Ali bin Abi Thalib , maka akhirnya Ali bin Abi Thalib bukan menulis dari Amirul mukminin tapi Ali bin Abi Thalib , dihapus agar bisa berdiskusi dengan Muawiyah .#jejakcahaya Nursafitri

💬 0 komentar📅 4 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya4 Juni 2026
R
RISKA DESTIANTI

📍 Kota Administrasi Jakarta Pusat

TALBIS IBLIS #4- TALBIS IBLIS KEPADA PENGANUT REINKARNASI DAN KHAWARIJ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِTALBIS IBLIS KEPADA PENGANUT REINKARNASI DAN KHAWARIJ 📖Imam Ibnu Al-Jauzi 🎙️ USTADZ FIRANDA ANDIRJA HAFIDZAHULLAH TA’ALA Talbis iblis kepada penganut Reinkarnasi. Dalam islam kita tidak mengenal reinkarnasi, kita punya konsep tentang pembalasan yang konsep tersebut sangat gamblang dijelaskan dalam Al-Quran dan hadits hadits Nabi. bahwa saja siapa yang berbuat di dunia ini maka ada pembalasannya, terkadang dibalaskan di dunia kemudian di alam barzakh dan yang paling kuat pembalasannya adalah di alam akhirat. maka dalam islam dikenal dengan hari kebangkitan. Yaumul hisab, hari perhitungan dimana amal kita akan di audit di hitungkan setelah itu ditimbang dan ada hari pembalasan. dalam agama lain terkadang ada yang berbeda seperti sebagian agama berkeyakinan adanya reinkarnasi, reinkarnasi ini banyak tersebar pemahaman di India bahwa saja ia percaya jika ia melakukan keburukan maka ia akan dibalas di dunia ini dalam kehidupan berikutnya. jika ia melakukan kebajikan di dalam masa kehidupan saat ini maka ia akan dibangkitkan atau dihidupkan kembali di kehidupan berikut nya  dalam kondisi lebih baik. secara sederhana konsep pembalasan seharusnya seorang sadar bahwa saja ia sedang dibalas merupakan dampak dari perbuatan masa lalu nya,sehingga ia merasakan pembalasan sekarang merasa bahagia karena dulu berbuat kebaikan begitupun sebaliknya. kenyataannya , kita semua di muka bumi ini mungkin menurut keyakinan mereka sudah bereinkarnasi berkali kali namun diantara kita tidak ada yang mengingat masa lalu nya di kehidupan sebelumnya. ketika tidak ada seorangpun mengingat masa lalunya berarti konsep pembalasan tersebut tidak ada faedahnya. adapun ia merasakan kehidupan kondisi buruk atau baik sebagai konsekuensi pembalasan di masa sebelumnya sementara ia tidak ingat tentang pembalasannya, maka ini bukan konsep hari pembalasan yang tepat. pemikiran reinkarnasi ini asalnya dari India yang menjalar kepada kaum muslimin, yang terpengaruh. Al Imam ibnul jauzi menjelaskan syubhat yang menjadikan seseorang berpendapat reinkarnasi yaitu ia menyebutkan perkataan  Abul Qasim Al Balkhi “ketika pemikir-pemikir reinkarnasi melihat anak-anak ada yang kesakitan atau hewan-hewan ada yang kesakitan maka mereka berkata tidak mungkin sakit nya anak ini adalah takdir dari tuhan untuk menguji orang tua nya, jadi anak atau hewan ini sakit adalah pembalasan dari dosa-dosa kehidupan di masa sebelumnya” sehingga mereka menyimpulkan bahwa ada kehidupan sebelumnya yang dampak nya baru saat ini, inilah yang disebut dengan Reinkarnasi. ini syubhat sederhana yang mereka simpulkan. mereka menyebutkan ada beberapa tahapan proses reinkarnasi apabila seseorang telah meninggal dunia maka ia akan masuk kedalam suatu alam yang disebut oleh imam ibnu jauzi. tentu proses reinkarnasi bukan satu model karena yang punya pemahaman reinkarnasi itu banyak dan masing-masing mempunyai konsep reinkarnasi sendiri. apa yang disampaikan oleh ibnu jauzi belum tentu sama dengan penganut-penganut yang lain, dan dengan apa yang disampaikan oleh orang-orang islam yang terpengaruhi. tapi yang disampaikan oleh Ibnu Jauzi intinya adalah bahwa saja seseorang meninggal dunia maka ia akan pindah pada alam yang lainnya, kemudian nantinya ia akan hidup kembali. jika ia adalah jiwa yang baik maka ia akan hidup kembali bercampur dengan cahaya matahari dan ia akan mampir dulu ruh nya menjadi sayur-sayuran , lalu dimakan oleh manusia, kemudian berubah lah rohnya masuk ke dalam manusia kemudian dilahirkan kedua kali melalui perut seorang wanita kemudian lahirlah ia untuk kehidupan yang kedua. tergantung ia baik atau tidak , jika baik akan dilahirkan baik kembali jika ia melakukan keburukan sebelumnya, maka ia akan menjadi serangga-serangga yang dimakan hewan dan akan lahir lah ia akan menjadi hewan. dan akan dilahirkan kembali setelah 1000 tahun lagi. ada cerita lucu yang diceritakan oleh ibnu jauzi‘abu bakar ibnu fallas bercerita suatu hari ia bertemu dengan orang-orang yang berpemahaman syiah, kemudian orang ini terpengaruh dengan orang yang memiliki pemahaman reinkarnasi maka aku mendapati ia di depannya ada seekor kucing berwarna hitam dan ia sedang mengusap-usap kucing tersebut. kemudian, dia pun menggaruk-garuk diantara kedua mata kucing tersebut. maka aku melihat saat sedang di garuk-garuk aku melihat ada air mata dari kucing itu keluar, kemudian orang ini menangis. aku berkata kepadanya:’mengapa kau menangis?, celaka engkau’ dijawab oleh seorang syiah yang terpengaruh itu ‘tadi aku lihat kucing ini saat aku usap ia menangis, ini adalah ibuku. kucing ini adalah ibuku’, ia menangis saat melihat aku karena ia menyesal. maka ia mulai ngobrol dengan kucing tersebut seakan-akan ia paham dengan apa yang kucing ini katakan. dan mulai lah kucing itu mengeluarkan suara sedikit demi sedikit. aku bertanya kepada nya ‘memang dy paham?’ dan ia bilang iya dy paham karena kucing ini adalah ibuku. lalu ditanyakan kembali kau paham tidak teriakkan kucing tersebut, lalu dijawab aku tidak paham.aku berkata, jika itu kamu lah yang jelmaan hewan dari manusia, dan ibumu adalah manusia. kenapa ? karena ia paham dan kau tidak paham. Tidak ada reinkarnasi dalam islam, tidak pernah terbukti. Reinkarnasi adalah suatu yang khurafat. Apa faedah reinkarnasi ? tidak ada faedah nya. Talbis iblis terhadap khawarij Intinya khawarij ini sebenarnya adalah kelompok yang pertama kali muncul di zaman sahabat dan asal muasalnya muncul di zaman Nabi Muhammad. diantara talbis iblis yang diberikan kepada mereka adalah mereka merasa lebih hebat dari pada Nabi, dari para sahabat mereka merasa syariat ini kurang. apa yang dilakukan Nabi kurang tepat dan yang dilakukan sahabat juga kurang tepat jadi mereka merasa ujub terhadap diri mereka, ujub terhadap ketakwaan sehingga suudzon kepada orang lain husnuzan kepada diri sendiri. inilah yang dialami oleh orang-orang khawarij karena saking kuat ibadahnya, saking kuat puasanya, saking kuat shalat malamnya sehingga akhirnya ketika melihat pihak lain dianggap keliru dan suudzon kepada mereka sehingga mudah mengkafirkan orang lain saking kuatnya ia beribadah jika ada orang yang  melanggar maka kafir seharusnya, pasti menghina islam. datang iblis untuk menggoda Ibnu Qayyim rahimahullah,  iblis menggoda dapat dari dua sisi : jika ia melihat seorang berleha-leha dengan kemaksiatannya maka ia akan masuk dengan kemaksiatan itu, akan dibuat terjerumus dengan kemaksiatan. jika ia melihat seorang bertakwa, maka iblis akan masuk dari sisi kecenderungannya, iblis akan membisikkan sikap ghuluw, ekstrim dalam beragama sehingga akhirnya ia rajin beribadah dan mengkafirkan orang lain jika tidak seperti nya.ibnu jauzi berkata : khawarij yang paling buruk pertama kali muncul adalah ‘Dzul Khuwaishirah’ ia yang pemula yang pelopor kemunculan khawarij dengan cara mengkritik Nabi Muhammad.   

💬 0 komentar📅 4 Jun 2026Baca selengkapnya →