Talbis Iblis terkait niat sholat; ada yang berkata, "Saya berniat sholat ini" dan orang tersebut mengulanginya lagi seakan-akan niat sebelumnya sudah dibatalkan, lalu orang tersebut mengulangi niatnya hingga berkali-kali lagi. Padahal niat itu tidak terbatalkan. Jika seseorang sudah berniat sholat, tetapi lafal yang diucapkannya tidak pas, maka cukup mengganti lafalnya tak perlu mengulang-ulang niatnya. Karena niat sholatnya sudah ada. Seharusnya tidak perlu ragu-ragu, karena sholatnya sudah sah dengan niat yang benar.Lalu ada lagi orang yang bertakbir ketika sholat, kemudian membatalkan lagi. Lalu bertakbir lagi, hingga berulang-ulang. Dan saat imam ruku' orang tersebut bertakbir lalu langsung ruku' karena takut ketinggalan rakat. Padahal sebelumnya sangat ragu-ragu akan takbirnya. Apa yang membuat orang tersebut yakin akan niat takbirnya, padahal sebelumnya ragu-ragu? aitu semua karena godaan iblis, karena iblis ingin orang tersebut terluputkan dari keutamaan takbiratul ihram, dari keutamaan di awal sholat, dan sebagainya.Ada pula orang yang was-was hingga bersumpah dengan nama Allah, "Demi Allah aku mau takbir cuman sekali ini saja!" Bahkan ada yang bersumpah agar kokoh agar bertakbir cuman sekali dengan mengatakan, "Jika aku ulangi takbir, semua harta aku tinggalkan!" Ini semua talbis dari iblis. Ingatlah bahwa syariat Islam itu mudah, ringan dan selamat dari segala kekurangan apapun. Nabi dan para sahabat tidak pernah melakukan hal ini.Telah sampai pada kami, riwayat dari Abu Hazim rahimahullah ta'ala, beliau masuk masjid. Disaat memasuki masjid, iblis membisikkan talbis was-was dengan berkata, "Wahai Abu Hazim, sesungguhnya engkau sholat tanpa wudhu". Kemudian Abu Hazim menjawab iblis, seraya berkata, "Sejak kapan engkau menasehati ku hingga seperti ini, wahai iblis". Dan untuk menghilangkan kerancuan dan was-was talbis iblis, maka tak perlu dengan cara mengulang-ulang niat, mengulang-ulang takbir demi menghadirkan niat, karena sebenarnya niat itu sudah ada. Karena engkau tadi berdiri hendak menjalankan sholat fardhu. Dan keinginanmu untuk sholat, itu sudah merupakan niat. Karena tempatnya niat adalah di hati bukan di lisan. Namun jika engkau mengulang-ulang niatmu karena untuk memperbaiki lafalmu, ingatlah bahwa melafalkan niat tidak wajib. Dan engkau sudah benar lafalmu.Al Imam Ibnu Jauzi berkata, "Sebagian guru kami telah meriwayatkan dari Ibnu Aqil sebuah hikayat yang menakjubkan. Ada seorang bertemu dengan Ibnu Aqil, kemudian orang ini bertanya, "Wahai Ibnu Aqil, sesungguhnya aku telah membasuh anggota wudhu misalnya, kemudian aku mengatakan bahwa aku belum membasuhnya, kemudian aku berwudhu tapi perasaan mengatakan sudah membasuh wudhu, dan lisan saya mengatakan belum membasuh wudhu. Kemudian saat aku bertakbir, aku mengatakan bahwa aku belum bertakbir". Maka Ibnu Aqil berkata, "Kalau begitu engkau tidak usah sholat! Karena sholat tidak wajib bagimu!" Maka sebagian orang yang bertanya kepada Ibnu Aqil, "Bagaimana engkau bilang bahwa sholat tidak wajib bagi dia?" Maka Ibnu Aqil menjawab, "Nabi berkata , bahwa orang gila diangkat pena darinya hingga orang gila tersebut sadar". "Siapa yang bertakbir kemudian bilang, saya belum bertakbir, maka orang tersebut tidak berakal, karena orang gila tidak wajib sholat.""Jika seseorang berdiri untuk sholat/malaksanakan fardhu sholat, maka perkara ini sudah terbetik dalam jiwanya, dalam satu saat. "Saya ingin sholat Dzuhur!" "Saya ingin sholat ashar!" Dan sudah jelas ia berniat sholat. Tidak butuh waktu yang lama dalam meniatkan apalagi menguraikan. Yang membuat lama adalah menguraikan lafalnya secara detail padahal sudah tahu hendak sholat fardhu apa, menghadap Kiblat, sebagai makmum, bukan sholat qodho, sebanyak berapa rakaat.Al Imam Ibnu Jauzi hendak mengingatkan kepada kita bahwa berniat itu sangatlah mudah.Niat sholat boleh didahulukan sebelum takbiratul ihram dengan waktu yang sebentar selama tidak membatalkan niatnya. Dalam kaidah fiqih mengatakan, bahwa niat adalah rukun sholat dan niat itu harus dihadirkan dalam rukun pertama dalam sholat. Misal ketika hendak berwudhu, rukun wudhu adalah membasuh wajah kemudian membasuh kedua tangan , kemudian membasuh kepala dan membasuh kaki. Adapun cuci tangan adalah sunnahnya.Menurut ulama fiqih, berniat wudhu hendaklah disaat ketika membasuh rukun wudhu yang pertama, yaitu saat membasuh wajah. Sehingga harus dihadirkan bebarengan antara niat dengan rukun pertama, karena termasuk ibadah. Adapun saat sholat, rukun pertama sholat adalah saat takbiratul ihram, "Allahu Akbar" dan dibarengi dengan niat.Karena menghadirkan niat harus bebarengan dengan rukun pertama dari suatu ibadah inilah yang memunculkan was-was syaithon.Dari Mis'ar, dia mengatakan bahwa Man'an bin Abdurrahman telah mengeluarkan kepada Mis'ar suatu kitab tulisan hadits dan bersumpah bahwa kitab tersebut dari catatan tulisan tangan bapaknya Man'an bin Abdurrahman. Dan ternyata dalam catatan tersebut, Abdullah bin Mas'ud mengatakan bahwa demi dzat yang tidak ada sesembahan selainNya, dan akuntidak melihat seorang pun yang lebih tegas terhadap orang yang berlebih-lebihan. Dan Rasulullah sangat tegas terhadap orang-orang yang berlebih-lebihan. Dan Abdullah bin Mas'ud juga mengatakan bahwa ia tidak melihat seorangpun yang paling khawatir terhadap orang-orang yang berlebih-lebihan kecuali Umar bin Khattab. Dan menurut Abdullah bin Mas'ud, Umar bin Khattab adalah orang yang paling keras terhadap orang-orang yang berlebih-lebihan dalam beribadah.Talbis iblis yang lainnya adalah, adanya seseorang yang sibuk untuk memperbaiki lafal niatnya apakah sudah tepat atau belum, sementara sholatnya tidak diperhitungkan. Jadi orang-orang yang terkena was-was syaithon merasa jika niat dan takbirnya sudah tepat lafalnya, maka mereka menganggap sholatnya sudah santai sehingga tidak memperhatikan apa yang selanjutnya. Seakan-akan sholat itu hanya menjelaskan niat dan takbir.Talbis iblis kepada orang yang masbuk sholat, adalah saat tertinggal rukun takbir pertamanya imam, orang yang masbuk tak perlu membaca doa oftitah dan ta'awudz. Langsung saja membaca Al-Fatihah. Terlebih bacaan surat pendek imam sudah hampir mendekati ruku'. Sebab doa oftitah dan ta'awudz itu Sunnah sedangkan membaca Al-Fatihah adalah wajib.Jika imam sudah ruku', maka segeralah selesaikan Al-Fatihah. Karena Al-Fatihah wajib.Talbis iblis bagi orang-orang yang meninggalkan sunnah-sunnah dikarenakan kondisi pribadi dirinya. Misalnya ada seseorang yang khawatir riya' jika berada di shaf depan. Al Imam Ibnu Jauzi menasehatkan agar membaiki hati dengan memerangi riya' dan kerjakan Sunnah.Jangan mengikuti orang-orang Sholih yang mengingkari sunnah, karena seorang mukmin itu terikat dengan dalil. Maknanya yang dijadikan patokan dalam beragama adalah dalil. Karena orang-orang sholih bisa salah, kurang ilmu dan tidak maksum.Talbis iblis kepada orang-orang yang sholat tetapi was-was terhadap makhojul huruf dalam bacaan sholatnya. Hingga mengulang-ulang terus bacaan karena kurang pas pelafalan makhojul hurufnua. Sementara lupa akan makna bacaannya. Padahal makhojul huruf merupakan sarana dalam mengetahui makan-makan bacaan Al-Quran.Talbis iblis kepada imam yang memanjang-manjangnya sholatnya. Padahal sunnahnya sholat dengan waktu yang tidak dipanjang-panjangkan. Sebab bisa jadi ada makmum tua yang tidak kuat berdiri lama.Talbis iblis kepada orang yang mementingkan Sunnah tapi meningkatkan hal wajib. Misalnya melalui sholat malam sepanjang malam tetapi meninggalkan sholat subuh karena ngantuk. Padahal sholat subuh berjamaah lebih utama dan disukai daripada sholat malam sepanjang malam. Rasulullah pun menganjurkan agar tidur dahulu sebelum sholat malam hingga ngantuknya hilang.Talbis iblis kepada orang yang memperlihatkan amal sholih. Di zaman sekarang banyak orang yang mempublish segala amalan seperti saat pergi haji. Tentunya pahalanya berbeda antara amalan yang disembunyikan dengan amalan yang diperlihatkan.Talbis iblis kepada orang-orang yang membaca Al-Quran. Orang-orang ini membaca Al-Quran di masjid hingga menjadi perhatian orang. Hingga banyak orang yang sholat dibelakangnya. Dan orang tersebut semakin semangat beribadah membaca Al-Quran karena banyak yang mengikutinya (viral).Riya' adalah talbis iblis yang sangat nyata dan diketahui oleh manusia tapi memilih untuk tidak menggubris. Manusia sebenarnya sadar jika dirinya sedang riya' namun memilih untuk tak perduli terhadap sinyal riya'.Catatan pribadi kajian kitab Talbis Ibliskarya Al Imam Ibnu Jauzi Pemateri: Ust. Firanda Andirja, M.AChallenge: @komunitas.beekindPencatat: @umlinote