•┈┈┈┈••❁🌸﷽🌸❁••┈┈┈┈•🔗 Muqoddimah Ibnul Jauzi berkata, "Ketauhilah bahwasanya pintu terbesar yang dimasuki iblis untuk menggoda manusia adalah kebodohan. Iblis masuk untuk menggoda orang-orang bodoh dengan mudah (penuh keamanan). Adapun ahli ilmu, maka Iblis tidak masuk kepadanya kecuali dengan mengendap-endap. Iblis telah mengacaukan banyak ahli ibadah melalui kebodohan mereka, karena kebanyakan dari mereka hanya sibuk beribadah tanpa menguasai ilmu"Rabi' bin Khutsaim berkata :"Berilmu dahulu kemudian menyendirilah (beribadah)"❗️ Jika seseorang menyendiri tanpa ilmu maka berbahaya, bisa terjerumus banyak kesalahan. Karena iblis tidak akan membiarkan orang-orang bodoh tersebut untuk beribadah kepada Allah dengan cara yang benar. ____________________________________1- Mendahulukan Ibadah daripada Menuntut Ilmu.》Padahal ilmu lebih afdhol daripada amalan-amalan sunnah 》Iblis membuat ahli ibadah bertanya-bertanya 'apa tujuan ilmu itu?'. Kemudian membisikkan ke orang tersebut : "Tujuan ilmu adalah beramal. Kalau begitu langsung aja kau beramal, buat apa menuntut ilmu?" ⬆️ Ini adalah pemahaman yang keliru, karena ilmu adalah landasan dalam beramal. 》seringkali ahlul ibadah memahami amal itu berupa amal jawarih ( anggota tubuh ) saja, mereka tidak paham bahwa amal juga mencakup amal hati (keimanan, aqidah, dsb) yang lebih afdhal daripada amal tubuh.Sedangkan amalan hati hanya diperoleh dengan menuntut ilmu. 》Jangan seperti orang nashoro, mereka semangat beribadah tanpa ilmu Atsar-atsar para salaf tentang keutamaan ilmu : • Mutharrif bin Abdillah ibn syikhir."Keutamaan ilmu lebih baik daripada keutamaan ibadah". • Yusuf bin Asbath berkata, “Satu bab ilmu yang kamu pelajari adalah lebih utama daripada tujuh puluh peperangan.”• Al-Mu’afa bin Imran berkata, “Menulis satu hadits lebih aku sukai daripada ibadah satu malam.”Ibnul Jauzi berkata, “Ketika Iblis berhasil mengacaukan mereka, maka mereka pun mulai mementingkan ibadah dengan anggota tubuh di atas ilmu, hingga Iblis mampu mengacaukan mereka dalam berbagai bentuk ibadah.”2- Talbis Iblis atas Mereka dalam Istinja’ dan Hadats.》Diantaranya Iblis memerintahkan mereka untuk berlama-lama di dalam WC, padahal itu mengganggu hati, bahkan sepatutnya di dalam WC adalah secukupnya.》Di antara mereka ada yang berdiri lalu berjalan, berdehem, mengangkat satu kaki dan menurunkan yang lain, dia melakukan itu agar bersih, karena dengan gerakan tersebut, air kencing akan turun.》Penjelasannya bahwa air turun ke kandung kemih dan berkumpul disana, bila seseorang bersiap-siap untuk kencing, maka keluarlah apa yang tertampung, bila dia berjalan, berdehem dan berdiri, maka akan turun air kencing baru, dan turunnya air kencing ini tidak berhenti, padahal cukup baginya mengurut sisa yang ada di batang penis dengan dua jarinya kemudian membasuhnya dengan air.》Di antara mereka ada yang diajak Iblis untuk menghabiskan air dalam jumlah yang banyak, padahal menurut madzhab yang paling berat, cukup baginya tujuh kali basuhan sesudah najas hilang. Bila dia menggunakan batu untuk buang hajat yang tidak melebihi jalan keluar, maka cukup dengan tiga batu bila memang sudah bersih dengannya. Maka barangsiapa merasa kurang dengan jumlah yang ditetapkan oleh syariat maka dia telah membuat syariat bukan mengikuti syariat. 3- Talbis Iblis atas Mereka dalam Urusan Wudhu. 》Diantara mereka ada yang dikacaukan oleh Iblis dalam niat, kita melihatnya mengucapkan, “saya wudhu dengan niat menghilangkan hadats.” Kemudian dia berkata, “saya niat Wudhu untuk shalat dengan bersuci ini.” Kemudian dia mengulanginya lagi, “saya niat menghilangkan hadats.” Jadi, mereka bimbang ketika berniat yakni bingung apa yang harus diucapkan. 》Sebab talbis ini adalah kebodohan terhadap syariat, karena niat berkait dengan hati bukan lafazh. Memaksakan diri mengucapkannya dengan lafazh merupakan perkara yang tidak diperlukan, kemudian tidak ada makna di balik pengulangan lafazh.⚠️ Masalah niat ada khilaf diantara para ulama & semua sepakat bukan sunnah nabi.- sebagian ulama berpendapat "mengucapkan niat itu perbuatan bid'ah, karena Nabi Shallallahu 'alaihiwasallam tidak pernah mencontohkan". ✅️- ada juga yang berpendapat "mustahab (dianjurkan) untuk mengkokohkan apa yang di hati"- ada juga yang mengatakan "dianjurkan jika mengalami was-was". 》Di antara mereka ada yang dikacaukan oleh Iblis dengan memandang air wudhu, Iblis berkata kepadanya, “Dari mana kamu tahu bahwa air ini suci dan mensucikan?” Lalu Iblis meletakkan kemungkinan-kemungkinan yang jauh, padahal keputusan syariat sudah cukup baginya bahwa hukum asal air adalah suci dan mensucikan, sehingga hukum asal ini tidak patut ditinggalkan hanya karena kemungkinan.》 Di antara mereka ada yang dikacaukan oleh Iblis dengan memperbanyak penggunaan air, padahal perbuatannya tersebut mengumpulkan empat perkara yang dibenci : 1. Boros air. 2. Membuang-buang umur yang berharga untuk sesuatu yang bukan wajib dan bukan pula dianjurkan.3. Terjerumus ke dalam perkara yang dilarang oleh Nabi, yaitu membasuh lebih dari tiga kali.4. Bisa jadi dia wudhu lama sekali, hingga ketinggalan shalat atau ketinggalan awalnya, padahal ia adalah keutamaan, atau akhirnya ketinggalan jamaah.》Talbis Iblis dalam hal ini adalah dengan membisikkan kepadamu bahwa "kamu sedang melakukan ibadah, bila wudhu tidak sah maka shalat juga tidak sah". Seandainya orang tersebut merenungkan keadaannya, niscaya dia menyadari bahwa dia menyelisihi atau melalaikan. Orang-orang yang mengikuti bisikan was-was ini, di saat yang sama dia tidak memperhatikan makanan dan minumannya, tidak menjaga lisannya dari ghibah.✨️ Hadits dari Abdullah bin Amru bin al-Ash bahwa Rasulullah shallallahu alaihiwasallam melewati Sa’ad yang sedang berwudhu, Nabi bersabda: “Wahai Sa’ad, apa-apaan pemborosan ini?” Dia bertanya, “Apakah dalam wudhu ada pemborosan?” Nabi menjawab, “Ya, sekalipun kamu berwudhu di sungai yang mengalir.”✨️ Dari Abu Na’amah bahwa Abdullah bin Mughaffal mendengar anaknya berkata, “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon surga Firdaus kepadaMu. Aku memohon istana putih di samping kanan surga bila aku memasukinya.” Maka Abdullah berkata, “Mohonlah surga kepada Allah dan berlindunglah kepadaNya dari neraka, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah bersabda, Akan muncul di kalangan umat ini orang-orang yang berlebih-lebihan dalam doa dan bersuci.”✨️ Abu al-Wafa’ bin Aqil berkata, “Waktu adalah sesuatu yang paling berharga bagi orang-orang berakal. Alat ibadah paling minim adalah air.” 4 - Talbis Iblis atas Mereka dalam Adzan》Di antaranya adalah melagu-lagukan adzan. Malik bin Anas dan ulama lainnya sangat membencinya, karena ia mengeluarkannya dari dasar pengagungan kepada Allah, malah mirip nyanyian.》Mereka mencampur adzan Shubuh dengan peringatan, tasbih dan nasihat-nasihat, adzan ditempatkan di tengah hingga ia bercampur. Para ulama memakruhkan segala apa yang ditambahkan pada adzan.》Kami melihat orang-orang naik ke menara di malam hari, dia menasihati dan mengingatkan. Di antara mereka ada yang membaca al-qur’an dengan suara tinggi, akibatnya mengganggu tidur masyarakat, mengacaukan bacaan orang-orang yang sedang shalat tahajud, itu semua merupakan kemungkaran. ✨️ atsar masyhur dari Imam Malik bin Anas. وما لم يكن يومئذ دينا فلا يكون اليوم ديناTerjemahan : "Apa yang pada hari itu (zaman Nabi dan sahabat) bukan merupakan bagian dari agama (ibadah), maka pada hari ini juga tidak termasuk agama (ibadah)."5- Talbis Iblis dalam Thaharoh. 》Terkait dengan pakaian yang digunakan untuk menutupi, salah seorang dari mereka mencuci bajunya yang suci berkali-kali, terkadang seorang muslim memegang bajunya lalu dia mencucinya.Berikut bentuk was-was mereka : 1. Di antara mereka ada yang mencuci bajunya di sungai Dajlah, karena beranggapan bahwa mencuci baju di rumah tidak sah. Dan di antara mereka ada yang menjulurkannya ke dalam sumur seperti yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi.✨️ Para sahabat tidak melakukan semua itu, bahkan saat mereka menaklukkan Persia, mereka menggunakan pakaian mereka untuk shalat, mereka menggunakan permadani dan baju mereka.2. Di antara orang-orang yang ditimpa penyakit was-was ada yang bajunya tertetesi oleh setetes air, namun dia mencucinya seluruhnya, hingga dia terlambat dari shalat berjamaah.3. Di antara mereka ada yang tidak shalat berjamaah hanya karena hujan gerimis, takut bajunya basah oleh hujan.⚠️ Ibnul Jauzi berkata : Jangan salah sangka terhadapku dengan menuduhku menolak kebersihan badan dan kebersihan hati, akan tetapi berlebih-lebihan sampai batas keluar dari syariat yang membuang-buang waktu adalah sesuatu yang kami larang.