📝 Talbis Iblis #jejakcahaya

Laporan & catatan kegiatan Talbis Iblis #jejakcahaya

✏️ Buat Laporan
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya8 Juni 2026
R
Regita Dwi Ananda

📍 Kota Bandung

Talbis iblis -8

Talbis iblis-8Talbis iblis karya Al Imam Ibnul Jauzi.Talbis iblis – terkait Ibadah Haji.Terkadang seseorang sudah selesai melaksanakan haji, wajib 1x namun ingin pergi haji lagi, haji sunnah. Namun membuat orang tua yang sedang punya keperluan marah.Terkadang orang pergi haji wajib namun dengan berhutang. Padahal itu belum wajib untuknya, wajibnya adalah melunasi hutangnya.Kadang ada yang haji ingin jalan-jalan.Kadang-kadang ada yang pergi haji dengan uang syubhat bahkan haram.Kadang pergi haji hanya ingin disebut pak Haji. Kadang haji malah bertengkar di sana.Diantara manfaat haji adalah berkumpul dengan manusia seluruh dunia, bukan untuk bertengkar.Kadang ada yang pergi haji hanya untuk menambah jumlah banyak wukuf di Arafah. Untuk berbangga-bangga an.Terkadang ada yang pergi haji namun tidak memperhatikan sholatnya.Iblis berkata – yang penting kamu sudah selesai haji dan Allah akan ampuni.Tidak – haji harus sesuai dengan sunnah haji. Tidak boleh jidal, rofats, dan beberapa larangan lainnya.Ada yang berhaji tapi menyerobot hal haji orang lain. Ada yang serobot jatah tenda dst.Ada yang pergi haji tapi berbohong dalam muamalah.Iblis membisikkan manusia yang berhaji dengan amalan bid’ah. Tidak sesuai manasik haji yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.Karena ada yang melakukan Sai dirangkai dengan sholat dua rakaat setelah Sai.Allah menyuruh berbekal saat pergi haji namun banyak orang yang pegi haji tanpa bekal.Talbis iblis dalam jihadJihad untuk berbangga diriJihad untuk dapatkan ghanimahMaka harus kita perbaiki niat dalam berjihad.Lihatlah tiga orang yang pertama masuk neraka. Yaitu orang yang ikut jihad, ahli Al Qur’an dan Ahli ilmu. Yang semua tidak ikhlas..Ada yang ikut jihad dan terkena Talbis iblis dengan mengambil harta ghanimah nya yang bahkan bukan haknya.Pengaruh iman dan ilmu untuk jaga harta.Jangan sampai makan harta dengan cara haram.

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya8 Juni 2026
A
Aniza

📍 Kota Depok

Talbis iblis kepada ahli ilmu (bag.2)

KAJIAN KITABTALBIS IBLIS #6TALBIS IBLIS KEPADA AHLI ILMU (bagian - 2)Karya Ibnul Jauzi RahimahullaahSenin, 8 Juni 20026Ustdz DR. Firanda Andirja============ Tipuan iblis yang menjadikan ibadah kita terganggu.Diantaranya dalam masalah niat sholat.Ada org yg sholat berniat : usholli, usholli berkali². Disangkanya niatnya batal, padahal niatnya sudah hadir.Diantara org yg was² : ada org yang bersumpah takbir mau sekali aja. Contoh : demi Allaah kalau saya ulang takbir lagi, saya akan tinggalkan harta saya. Ini krna demi kokohnya takbirnya.Syari'at islam itu mudah.Untuk menghilangkan talbis iblis :Jika tujuanmu untuk menghadirkan niat, maka melafalkan niat tdk wajib. Kenapa kamu mengulang2 niat? Kenapa engkau mengira belum mengucapkan niat?Padahal niat adanya di hati.Jika ada org yg mengatakan " aku belum wudhu, aku belum bertakbir. Padahal sudah dilakukan. Ini adalah was² syetan.Ibnul jauzi mengatakan :Ketahuilah was² dlm niat sholat karena adanya masalah di akalnya. Karena kebodohan pada syariat.Niat sudah terkumpul dalam satu waktu "pingin sholat zuhur, 4 rokaat, sebagai makmum" (ini sudah ada di dalam hati)Jadi ga perlu di lafalkan yg butuh waktu banyak karna harus di uraikan."Niat itu mudah"Ada sebagian org berpendapat : niat dilafalkan bareng dengan rukun sholat yg pertama.takburatul ihram (ini sulit menggabungkan niat dengan takbiratul ihram)Sulit meresapi niat barengan dengan lafal Allaahu Akbar.Islam itu mudah.Talbis yg lain :Membaca doa istiftah yang sunnah saat sholat jamaah saat sudah masbuq. Seharusnya dahulukan baca al fatihah yg wajib. Yang lain :Sholat jamaah lebih milih di shaf belakang karna takut tdk fokus / riya.Padahal sunnahnya shaf pertama lbh utama. "Sebaik² shaf lelaki adalah paling depan."Kata ibnul jauzi, Hal² ini terjadi karena kurangnya ilmu. "Jangan meninggalkan syariat karena mengikuti perkataan seseorang yg engkau agungkan. Mungkin hadits belum sampai kepadanya."Yang jadi patokan adalah dalil. Ulama bukan ma'shum. Bila ada perdebatan antar ulama, kembali ke dalil.======Keluar dari Undang-Undang Ibadah.Iblis telah menggoda sebagian org yg sholat dalam hal makhorijul huruf. Ada org yg baca al qurannya harus fasih, harus benar makhorijul huruf, jadi kalau salah diulang² bacaan al fatihahnya saat sholat..ini adalah talbis iblis.Sibuk memikirkan makhorijul huruf dan tajwidny saat sholat. Sementara makna ayat gak dipikirkan. Ini adalah talbis iblis.==Iblis menggoda ahli ibadah dengan mengurangi perkara² wajib dlm ibadah.Contoh : orang langsung ikut salam ketika imam salam, tapi tdk menyelesaikan tasyahud akhirnya.Iblis mengganggu dalam memanjang²kan sholat. Melakukan perkara2 makruh dlm sholat. Ada org melakukan sholat sunnah di siang hari dan mengeraskan bacaan sholatnya. Alasannya agar tdk ngantuk, makanya bacaannya dkeraskan.Kalau ngantuk lebih baik tidur. Badan harus diistirahatkan.Karena sunnahnya org ngantuk itu tidur.===Talbis iblis yg lain : sibuk dengan perkara sunnah namun lalai dengan yg wajib. Mereka memperbanyak sholat malam. Ada yg sholat malam semalam suntuk. Sebelum subuh dia capek. Akhirnya subuhnya kesiangan.Orang harus lebih bahagia sholat subuh berjamaah dibandingkan bisa sholat malam.Jangan terbalik.Ada org yg berjalan terus di siang hari di mesjid. Alasannya agar tidak ngantuk.Badan harus diberikan hak. Istirahatlah. Makan. Tdk boleh berlebihan dalam agama.Sebaiknya orang sholat sesuai semangatnya. Kalau capek gak kuat, boleh duduk.Kalau ngantuk, tidur dulu., perbaharui dulu tenaganya, baru sholat lagi.Jangan sampai salah prioritas. Sholat subuh jangan sampai ngantuk² gara² sholat malam.Para salaf dahulu kuat sholat malam, sholat subuh berjamaah. Karena mereka tidur siang dan makan sedikit.====Fitnah menceritakan amal sholeh.Sholat di publishUmroh di publishSedekah di publish.Sungguh iblis telah menipu orang yg sholat malam, siang hari diceritakan ke org lain.Riya tipis (Si fulan tadi malam azannya pas)Orang ini minimal telah memindahkan amal tersembunyi menjadi amal yg terceritakan (pahala bisa berkurang).Amal sholeh yg disembunyikan lebih baik.====Orang-orang yg sering sholat di mesjid.Membuat viral banyak org yg jadi senang mengikuti orang ini.Sebaik² sholat di rumah kecuali sholat fardhu (di mesjid).=====Iblis menggoda ahli ibadah. Mereka menangis di depan banyak orang. Jangan pura² nangis. Kalau dia bisa menahan nangis, maka tahanlah. Kecuali memang ga bisa nahan. ====

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya8 Juni 2026
D
Dinda Anisya Rahma

📍 Kota Tegal

Ringkasan Talbis Iblis #6

Talbis Iblis #6: Talbis Iblis Terhadap Ahli Ilmu dalam ShalatUstadz Dr. Firanda AndirjaImam Ibnul Jauzi menjelaskan bahwa salah satu tipu daya Iblis adalah menjerumuskan seseorang ke dalam was-was dalam ibadah, terutama shalat, hingga kehilangan tujuan utama ibadah itu sendiri.1. Was-was dalam Niat dan Takbiratul IhramSebagian orang terus mengulang niat dan takbir karena merasa niatnya belum sempurna atau lafaznya salah. Padahal niat tempatnya di hati, dan seseorang yang berdiri untuk shalat pada hakikatnya sudah berniat. Sikap berlebihan ini tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ maupun para sahabat.2. Sibuk pada Pintu, Lalai dari Isi RumahAda orang yang sangat fokus pada niat dan takbir, tetapi setelah masuk shalat justru lalai dari kekhusyukan dan isi shalatnya. Takbir hanyalah pintu masuk ibadah, sedangkan tujuan utamanya adalah pelaksanaan shalat itu sendiri.3. Mendahulukan Sunnah daripada KewajibanSebagian orang membaca doa iftitah dan ta’awwudz ketika waktu sangat sempit hingga kehilangan kesempatan membaca Al-Fatihah bersama imam. Imam Ibnul Jauzi menegaskan bahwa kewajiban harus didahulukan daripada sunnah.4. Meninggalkan Sunnah Karena Takut RiyaAda yang sengaja tidak berada di shaf pertama atau tidak bersedekap dalam shalat dengan alasan takut riya dan ingin menjaga keikhlasan hati. Ibnul Jauzi menjelaskan bahwa yang benar adalah tetap menjalankan sunnah sambil melawan riya, bukan meninggalkan sunnah karena khawatir dipuji manusia.5. Mengagungkan Perkataan Tokoh Melebihi DalilSebagian orang meninggalkan sunnah karena mengikuti pendapat tokoh yang mereka kagumi. Padahal ukuran kebenaran adalah dalil syariat, bukan kedudukan seseorang. Sebesar apa pun seorang ulama atau ahli ibadah, pendapatnya tetap harus ditimbang dengan Al-Qur’an dan Sunnah.6. Berlebihan dalam Makharijul HurufAda yang terlalu sibuk memperbaiki pengucapan huruf hingga mengulang-ulang bacaan, mengeluarkan suara berlebihan, bahkan kehilangan pemahaman terhadap ayat yang dibaca. Tujuan membaca Al-Qur’an adalah membaca dengan benar tanpa berlebih-lebihan.7. Semangat Ibadah tetapi Lalai dari KewajibanSebagian ahli ibadah begitu fokus pada shalat sunnah dan qiyamul lail hingga melalaikan kewajiban yang lebih besar, seperti menyempurnakan rukun shalat, menjaga shalat berjamaah, atau memenuhi hak keluarga dan mencari nafkah.8. Memaksakan Diri dalam Qiyamul LailAda yang sengaja menahan tidur demi ibadah malam hingga mengganggu kesehatan, akal, atau bahkan menyebabkan tertinggal shalat Subuh. Rasulullah ﷺ mengajarkan keseimbangan: tubuh memiliki hak yang harus dipenuhi, dan ibadah dilakukan sesuai kemampuan.9. Menampakkan Amal Agar Diketahui OrangSebagian orang menceritakan ibadah malamnya secara tidak langsung agar diketahui orang lain. Sebagian lagi memilih tempat ibadah yang membuat mereka dikenal sebagai ahli ibadah. Ini termasuk talbis Iblis yang menumbuhkan kecintaan terhadap pujian manusia.

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya8 Juni 2026
D
Dinda fitrinita Runi setiawan

📍 Kabupaten Bondowoso

Talbis iblis #6 " talbis iblis terhadap ahli ilmu bag.2

‎Talbis iblis#6 "talbis iblis terhadap ahli ilmu (bag.2)"‎-ustadz DR. Firanda Andirja MA hafidzhahullah -‎‎tipu daya iblis dalam niat sholat ‎Diantara mereka ada yg berkata :saya niat sholat ini..kemudian dia mengulangi lagi Krn dia menyangka niatnya sudah terbatalkan padahal jika sudah niat maka niatnya tidak akan terbatalkan.‎‎Diantara mereka ada yg bertakbir kemudian di batalin lagi kemudian mengulang bertakbir lagi. Itu semua adalah godaan iblis Krn iblis menginginkan Dy luput dari keutamaan takbiratul ihram.‎‎✓ingatlah bahwa syariat kita itu mudah,ringan dan selamat dari kekurangan kekurangan ini.‎✓Tidak pernah terjadi pada zaman nabi,tidak pernah dilakukan nabi,tidak pernah dilakukan para sahabat hal hal tersebut.‎‎=«Riwayat abu hazim rahimahullahu ta'ala:ketika dia masuk masjid tiba2 iblis kasih was2 (bisikan) "wahai abu hazim sesungguhnya engkau sholat tanpa wudhu" dan dia pun berkata: "sejak kapan nasehatmu sampai seperti ini wahai iblis"‎‎Dan untuk menghilangkan talbis ini(kerancuan ini) terhadap org yg terkena was2 :kalau tujuan mu menghadirkan niat hingga mengulangi takbiratul ihram,niatmu sudah ada,karena engkau tadi berdiri untuk menjalankan sholat fardhu. (Keinginan mu untuk sholat itu adalah niat) Dan tempatnya adalah di hati bukan di lafal.‎Tetapi jika lafal yg kau ulang-ulangi untuk memperbaiki lafalmu maka ingatlah bahwa melafalkan niat tidaklah wajib.‎‎=«Imam Ibnu Jauzi dalam riwayat Ibnu Aqil yg menakjubkan:ada seseorang yg bertemu dg dia kemudian org ini bertanya : wahai Ibnu Aqil, sesungguhnya aku telah membasuh anggota wudhu kemudian aku berkata aku belum basuh.aku sudah bertakbir tapi aku bilang belum bertakbir.maka Ibnu Aqil berkata: (kalau begitu kau tidak usah sholat)Krn sholat tidak wajib bagimu.‎‎Maka sebagian orang bertanya kepada nya: bagaimna engkau bilang sholat tidak wajib bagi dia? Lalu ia pun menjawab: nabi shalallahu alahi wasallam berkata: "bahwasanya orang gila di angkat pena darinya sampai dia sadar.siaoa yg bilang bertakbir tetapi sy bilang belum bertakbir maka dia tidak berakal"‎‎✓Ibnu Jauzi berkata:ketahuilah bahwasanya waswasah dalam niat sholat ini adalah adanya konslet di akal Krn kebodohan syariat.‎‎=<< Karena niat dg menguraikan pelafalan yg panjang membutuhkan waktu sedang kan niat yg sudah ada dari awal ketika hendak melakukan sholat sudah langsung terbentuk tidak perlu diuraikan.‎Perkataan Ibnu jauzi: dan boleh niat itu di dahulukan sebelum takbir dg waktu yg sebentar selama dia tidak membatalkan niatnya.‎‎Krn ada sebagian ulama fiqih yg mengatakan bahwa niat adalah rukun sholat dan niat itu harus di hadirkan bersama pada rukun pertama sholat.‎Dan itu sangat sulit jika harus menerapkan menggabungkan antara niat dg takbiratul ihram secara bersamaan.‎‎∆Talbis iblis dalam sholat: orang terlalu sibuk dalam perkara niat dan takbir tetapi tidak memperhatikan  kekhusukan di dalamnya.seolah2 tujuan niat itu mengepaskan antara niat dan takbirnya‎‎✓Ibaratnya:sholat itu seperti rumah,jgnlah kamu sibuk masuk pintu tapi tidak sibuk dalam rumahnya.‎‎∆Makmum masbuk sibuk untuk membaca ta'awudz dan doa iftitah sedangkan imam sudah hampir rukuk sehingga tertinggal bacaan Al Fatihah.‎‎✓Doa iftitah Sunnah sedangkan Al Fatihah wajib.jadi jgn sampai salah prioritas.‎‎∆Banyak dari mereka yg meninggalkan perkara2 Sunnah demi kepentingan pribadi.‎Contoh : diantara mereka sengaja tidak di shaf pertama,Krn Aq ingin hatiku fokus Krn kalau di depan takut Riya.‎Ada sholat tidak bersedekap Krn AQ khawatir klo bersedekap seakan-akan hati khusu'.‎‎✓Abu Hurairah Radhiyallahu bahwasanya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: seandainya manusia pada tahu keutamaan menjawab adzan dan keutamaan di shaf pertama dan mereka tidak bisa melakukannya kecuali dg Qur'an (undian) niscaya mereka melakukan dg undian. Supaya dapat shaf awal.‎✓HR.muslim : sebaik-baik shaf lelaki adalah yg pertama dan yg paling buruk adalah yg paling akhir.‎‎∆mereka sholat tetapi tidak bersedekap‎adapun meletakkan tangan di atas tangan lainnya adalah sunnah.dan jangan merasa besar dalam hatimu Krn kami mengingkari yg demikian.sekalipun yg melakukannya org Sholih.‎(Ibnu Jauzi)‎✓Ingatlah kita terikat dg dalil (sesuai syariat bukan mengikuti orang Sholih)‎‎Point :Jgn sampai meninggalkan syariat Krn perkataan orang yg engkau agungkan.krn syariat lebih agung daripada perkataan nya.‎Dan org bisa saja salah dalam menafsirkan dan bisa jadi dia memiliki pendapat yg tidak sesuai syari'at Krn hadist2 belum sampai pada dia.‎Point. : yg menjadikan patokan adalah dalil,kalaupun ada yg menyelisihi Sunnah jgn di ikuti sekalipun Dy org Sholeh(ulama)‎‎∆ iblis terkadang menggoda dg makharijul huruf dan tajwid(berlebih2an dalam pengucapan hurufnya Krn ingin menyempurnakan makharijul hurufnya.‎Dan sampai sibuk memikirkan makharijul huruf sampai keluar dari makna2 ayatnya.‎‎∆Iblis menggoda banyak orang dg tidak menyelesaikan tasyahud Krn imam sudah salam ‎Sibuk dg perkara yg Sunnah dan melupakan yg wajib.‎‎∆Mereka memperbanyak sholat malam sampai semalam suntuk dan senang melakukannya sampai rasa senangnya melebihi ketika mereka mampu menjalankan sholat fardhu.‎terdapat orang yg semangat sholat malam sampai akhirnya ngantuk dan tertinggal sholat subuh berjamaah.‎‎∆Fitnah menceritakan amal Sholih:‎Sholat di publish,haji di publish, sedekah di shooting ‎Sungguh iblis telah menipu memperdaya sekelompok orang yang ahli sholat malam.‎‎✓Nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda:siapa yang mampu diantara kalian menyembunyikan amal Sholeh maka lakukanlah.‎‎Krn jika setan mampu menjerumuskan seseorang kedalam riya' maka di jerumuskan, kalaupun selamat dari riya' tetapi gara2 dia cerita maka pahalanya berkurang. (Setan caranya halus dalam menjerumuskan seseorang)‎‎✓Dari Zaid bin tsabit, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: sebaik-baik orang sholat adalah di rumahnya,kecuali sholat fardhu.‎∆Setan menggoda orang yg ahli ibadah,mereka menangis saat sholat.(Karena dalam tangisanpun ada riya')‎ Ingatlah: seseorang harus hati-hati karena setan boleh menggoda dalam banyak hal.‎Kita ibadah hanya sebentar,maka lakukan dengan tulus ikhlas kepada Allah,tutup segala pintu-pintu riya'.‎‎‎

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya8 Juni 2026
A
Anna setyaningsih

📍 Kota Bekasi

Ringkasan bab 6

TALBIS IBLIS #6TALBIS IBLIS TERHADAP AHLI ILMU (Bag2)Iblis berusaha mengganggu semua ibadah kita dengan segala cara, al imam ibnu jauzi rahimahulloh berkata ,Diantara tipu muslihat iblis dalam mengganggu ibadah kita ialah was-was dalam hal niat Membuat seseorang mengulang-ulang niatnya ,seolah niatnya batal , padahal sebenarnya niatnya ibadah sudah ada.Bagaimana cara menghilangkan was2 iblis ketika kita mengalaminya, maka,katakanlah kalau tujuan mu mengulang-ulangi niat karena untuk memperbaiki niat ,maka tidak perlu . Karena niatmu sudah ada. Tetapi jika niatmu mengulangi nya karena mau membenarkan lafadznya/pelafalannya maka tidak perlu , karena niat itu ada didalam hati.Tidak perlu engkau merangkai niat dan menguraikannya lalu akan menjadi was2, Sejatinya was2 maka itu kebodohan .Dan boleh niat itu didahulukan sebelum takbir dengan waktu yang sebentar, dan selama dia belum membatalkan niatnya.Dari mis'ar dia mengatakan abdulloh bin mas'ud berkata Aku tidak melihat seorang pun yang lebih tegas kepada orang yang berlebih-lebihan seperti rasululloh,aku tidak melihat seorangpun yang lebih khawatir pada orang yg berlebih-lebihan selain abu bakar. Dan menurutku umar bin khatab orang yg paling keras dari penghuni bumi yang keras,terhadap orang yang berlebihan dalam beragama.Diantara talbis iblis seorang sibuk dalam urusan niat dan takbir harus pas, sementara selanjutnya tidak dia perhatikan, diantara orang yang terkena was2, yang merasa niat dan takbirnya sudah pas,maka dia sudah merasa santai dan tidak memperhatikan yang selanjutnya, seakan-akan tujuan sholat adalah ngepassin niat dan takbir saja.Dan ini adalah tablis iblis,lalu bagaimana cara menghilangkannya. ketahuilah bahwasannya tujuan takbir adalah masuk kedalam sholat,jangan sampai kamu sudah masuk sholat tapi kamu melalaikan semua yang ada dalam sholat.Diantara was-wasah adalah sibuk dengan yang amalan sunnah lalu meninggalkan yang wajibBeliau menyebutkan contoh seseorang yang sudah sah takbir di belakang imam kemudian misalkan dia masbuk, setelah ini dia masih doa istiftah yang panjang, jika dia sudah tau imam sudah tinggal sedikit maka harusnya dia langsung baca al fatihah, karena jika dia disibukkan dengan itu khawatir tidak terkejar baca al-fatihah. Karena berta'awud dan istiftah itu adalah sunnah dan yang dia tinggalkan (al-fatihah)itu wajib.Meninggalkan perkaran-perkara sunnah karena alasan pribadi.Banyak orang sengaja meninggalkan sunnah (seperti tidak menempati shaf pertama, atau tidak bersedekap) karena alasan pribadi seperti takut riya',maka harusnya tetap ikuti tuntunan syariat dan dalil,memperbaiki niat hati bukan meninggalkan sunnah.Berlebihan dalam ibadahBanyak orang yang terlalu kaku dalam makhroj huruf saat sholat, talbis iblis membuat berlebih-lebihan dalam mentahqiq dalam mewujudkan huruf2, sibuk dalam memikirkan tajwid lalu lupa makna ayat yang dibacakan,dan menciptakan was-was didalamnya.Ada yang sengaja memanjang manjangkan sholat, ada juga yang menjahrkan bacaan sholat dzuhur padahal sholat dzuhur disunnahkan membaca dengan shirMenjaga ibadah agar tetap ikhlasBahayanya menceritakan amalan shaleh secara tidak langsung (pamer terselubung) atau mencari perhatian orang lain saat beribadah, yang akan dapat mengurangi atau menghilangkan pahala. Menahan diri dari pamer Pentingnya kita menyembunyikan ibadah,termasuk tangisan saat kita sholat atau berdoa, ini talbis iblis yang akan membuat kita terjebak dalam riya' .

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya8 Juni 2026
R
Rifa Rachmatusyifa

📍 Kabupaten Ketapang

Talbis Iblis #6

Talbis Iblis #6Talbis Iblis terhadap Ahli Ilmu (Bag. 2)Talbis Iblis dalam Shalat1. Tipu daya iblis dalam masalah niatMengulang-mengulang (lafal) niat, padahal melafalkan niat tidak wajib dan bukan sunnah. Niat tempatnya di hati. Keinginan shalat sudah termasuk niat. 2. Mengulang-ngulang takbir karena was-was (melafalkan niat) Meresapi takbir dan meresapi niat (melafalkan) niat dalam satu waktu itu sangat sulit (mustahil). Padahal syari'at itu mudah. 3. Mendahulukan yang sunnah dari yang wajib. Bagi yang masbuq tidak perlu baca doa istiftah tapi langsung saja baca surat Al-Fatihah. 4. Meninggalkan sunnah shaf pertama karena urusan pribadi (ingin khusyuk, takut riya dll) 5. Keluar dari aturan ibadah Diantaranya ada orang yang mengulang bacaan surat karena kurang makhrajnya. Dan ada orang yang sibuk memikirkan makhraj huruf tapi lupa akan makna ayat6. Melakukan kekurangan dalam shalat. Ketika imam salam dia ikut salam padahal dia belum menyelesaikan bacaan tasyadud7. Melakukan hal makruh dalam shalat misalnya mengeraskan suara di waktu shalat yang seharusnya dibaca sir 8. Begadang shalat malam tapi malah melalaikan shalat shubuh9. Menceritakan amal sholeh10. Syaitan memberikan tipu daya bagi sebagian orang yang bersendirian shalat di masjid. Maka di kenalah si fulan yang sering ibadah di masjid. Maka orang-orang pun datang mengikutinya. Sehingga dia pun semakin semangat beribadah karena dikenal/dipuji banyak orang. Dari Zaid bin Tsabit, nabi bersabda : "Sebaik-baik orang adalah shalat dirumahnya lecuali shalat fardhu"Kita memiliki nafsu lawammah (jiwa yang suka mencela maksiat), dia yang mengontrol kita, dia memberi sinyal ketika kita melakukan maksiat. Misalnya saat orang berbuat riya sebenernya dia tau bahwa dia riya, hanya saja dia kadang cuek karena riya itu nikmat/lezat.11. Diantaranya ada yang menangis di depan orang, jika mampu tahanlah khawatir terkena riya.

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya8 Juni 2026
F
Fenti Srifaryanti

📍 Kota Serang

Talbis Iblis #6

Talbis Iblis Terhadap Ahli IlmuOleh Ustad Dr. Firanda Andirja, M.AIblis ingin merusak ibadah kita sebisa mungkin semaksimal mungkin yg dia bisa. Al Imam Al Zauji Rahimahullah : Diantaranya tipu daya muslihat Iblis dalam masalah niat sholat. Diantara mereka berkata "aku niat sholat" kemudian mengulangi lagi dia menyangka bahwa niatnya telah dia batalkan lali dia ulangi lagi "aku niat sholat" pdhl dia salah.. harusnya dia tidak usah ragu² sebenarnya niat dia sudah sah dgn sah. Sesungguhnya syariat kita mudah. Tidak pernah dilakukan oleh nabi, tidak pernah dilakukakan oleh sahabat hal² seperti ini. Riwayat Abu Hasim rahimahuta'ala : maka ketika dia masuk mesjid iblis memberikan dia was² atau bisikan "wahai abu hasim sesungguhnya engkau sholat tanpa wudhu" maka dia menjawab iblis "wahai iblis sejak kapan nasihatmu sampai seperti ini wahai iblis" abu hasim menepis itu semua dgn mengatakan kata² tadi. Dan utk menghilangkan kerancuan ini, orang yg terkena was² maka dikatakan "kalau tujuanmu utk menghadirkan niat sehingga kau ulang²i "Allahhu akbar" niatmu sudah ada, krn kau tadi ingin mengerjakan sholat fardu, keinginanmu mengerjakan sholat itulah "niat". Dan tempatnya dihati bukan dimulut. Yg susah menguraikan dalam lafal (niat) padahal jika sudah terbetik dalam hatipun itu sudah termasuk niat. Sulit melafalkan niat sekaligus takbir, islam tidak sesulit itu. Maka banyak yg mengulang². Kemudian Talbis Iblis itu ketika sibuk melakukan yg sunah dari yg wajib. Ta'awud dan do'a istiftah adalah sunah, sedangkan alfatihah itu wajib bagi makmum sebagian para ulama. Jgn salah mendahulukan prioritas, jika sudah masbuk langsung saja baca alfatihah dari pd ta'awudz dan do'a istiftah. Talbis iblis pada Makhorijul huruf dalam bacaan sholat. Lupa sama makna lebih sibuk ke tajwid.Iblis sungguh banyak menggoda pada ahli ibadah yg bodoh. Jika imam sudah salam tapi kalian belum selesai baca tasyahud, lanjutkan baca tasyahud krn tasyahud tidak ditanggung oleh iman.Jgn seseorang gara² melakukan sholat sunah kemudian lalai terhadap sholat fardu. Contohnya dia memperbanyak sholat malam, tapi sholat fajr (diwaktu subuh) di K.OFitnah menceritakan amal sholeh. Termasuk salah satu Talbis Iblis. Amal sholeh yg disembunyikan itu lebih baik. Talbis iblis kepada orang yg membaca Al qur'an

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya8 Juni 2026
I
Icha Nur Faizah Hatta

📍 Kota Depok

Talbis iblis #6: Talbis Iblis Terhadap Ahli Ilmu (Bag-2) - Ust Dr. Firanda Andirja M.A

🥞Pengantar & Waswas dalam Niat SalatHakikat Waswas Niat: Talbis iblis (tipu daya iblis) bertujuan mengganggu dan merusak ibadah, membuat manusia merasa sedang beribadah padahal kenyataannya tidak. Iblis menggoda manusia dalam masalah niat salat hingga sebagian orang mengulang-ulang lafal niat (seperti mengucapkan usholli) karena menyangka niatnya batal jika lafalnya keliru. Padahal, niat di dalam hati tidak terbatalkan hanya karena salah melafalkannya.Fenomena Mengulang Takbir: Ada orang yang terus membatalkan dan mengulang Takbiratul Ihram. Anehnya, saat imam ruku', orang tersebut tiba-tiba bisa langsung konsentrasi dan ikut ruku' karena takut tertinggal rakaat. Ini bukti bahwa keraguan sebelumnya adalah murni godaan iblis agar ia kehilangan keutamaan awal salat. Saking parahnya waswas, sebagian orang sampai bersumpah dengan nama Allah, mengancam akan menyedekahkan seluruh hartanya, bahkan mengancam akan menceraikan istrinya jika mereka mengulang takbir lagi, demi memaksa diri berhenti dari waswas.Kisah Salaf: Kisah Abu Hazim yang ditipu iblis saat masuk masjid dengan bisikan bahwa ia belum berwudu. Abu Hazim menepisnya dengan berkata, "Sejak kapan kau mau menasihatiku, wahai iblis?"🥞Hakikat Niat dan Letaknya di Dalam HatiNiat adalah Keinginan Hati: Niat seseorang sebenarnya sudah ada sejak ia berdiri untuk mendirikan salat. Tempat niat adalah di dalam hati, bukan pada lafal. Melafalkan niat tidaklah wajib. Menganggap diri belum berniat setelah bertakbir adalah bentuk penyakit (waswas).Kisah Ibnu Aqil: Kisah Ibnu Aqil yang didatangi seseorang yang terkena penyakit waswas (merasa belum berwudu dan belum bertakbir padahal sudah melakukannya). Ibnu Aqil berkata, "Kamu tidak wajib salat." Ketika orang lain heran dengan jawaban tersebut, Ibnu Aqil membawakan dalil bahwa orang yang tidak berakal/gila dibebaskan dari kewajiban syariat.Dalil: Rasulullah ﷺ bersabda:رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلَاثَةٍ: عَنِ الْمَجْنُونِ الْمَغْلُوبِ عَلَى عَقْلِهِ حَتَّى يُفِيقَ..."Pena diangkat dari tiga golongan: dari orang gila yang mengidap gangguan akal sampai ia sadar..." (Ustadz menyebutkan hadis ini untuk menjelaskan bahwa orang yang sudah takbir lalu merasa belum takbir berarti sedang mengalami gangguan akal/waswas parah).Penyebab Waswas: Ibnu Jauzi menegaskan bahwa waswas dalam niat disebabkan oleh adanya gangguan pada akal (khalalun fil 'aql) akibat kebodohan terhadap syariat.Analogi Menyambut Orang Alim: Seseorang yang berdiri untuk menyambut orang alim tidak perlu melafalkan niatnya. Keinginan dalam hati untuk berdiri saat melihat orang alim tersebut sudah merupakan niat. Begitu pula dengan salat, gambaran bahwa seseorang ingin salat zuhur empat rakaat menghadap kiblat langsung terkumpul dalam hati secara otomatis dalam satu detik saat ia melangkah untuk salat.🥞Kerumitan Sinkronisasi Lafal NiatLafal Niat Membutuhkan Waktu: Menghadirkan niat di dalam hati itu instan, sedangkan yang membutuhkan waktu lama dan rumit adalah menguraikan lafal-lafal niat (usholli fardhal zuhri arba'a raka'atin...). Waswas adalah murni kebodohan (jahlun mahdun). Orang yang waswas menjadi bimbang karena membebani dirinya untuk merinci lafal-lafal niat tersebut di dalam hatinya dalam satu waktu yang sama secara bersamaan.Waktu Menghadirkan Niat: Ibnu Jauzi menjelaskan bahwa niat boleh didahului sebelum takbir dalam waktu yang singkat, selama orang tersebut tidak membatalkan niatnya.Akar Masalah Fikih: Sebagian ulama fikih menyebutkan niat harus dibersamakan dengan rukun pertama ibadah (seperti membasuh wajah saat wudu atau takbir saat salat). Hal inilah yang memicu waswas pada sebagian orang karena mereka kesulitan mensinkronkan perenungan makna Allahu Akbar sekaligus mengingat rincian niat salat secara bersamaan.🥞Sikap Tegas Salaf Terhadap Sikap Berlebih-lebihanIslam itu Mudah: Agama Islam itu mudah. Rasulullah ﷺ mengajari Arab Badui salat dengan sederhana tanpa kerumitan niat yang berlebihan seperti itu.Ketegasan Sahabat Nabi: Riwayat dari Mis'ar, dari Ma'an bin Abdurrahman, dari catatan bapaknya bahwa Abdullah bin Mas'ud bersabda:Dalil: Abdullah bin Mas'ud radhiallahu 'anhu berkata:"Demi Dzat yang tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Dia, aku tidak melihat seorang pun yang lebih tegas terhadap orang yang berlebih-lebihan/menyulitkan diri (mutanatti'un) melebihi Rasulullah ﷺ. Dan aku paling khawatir terhadap sikap berlebih-lebihan tersebut pada Abu Bakar, serta menurutku Umar bin Khattab adalah orang yang paling keras di muka bumi terhadap orang-orang yang berlebih-lebihan dalam beragama."Melalaikan Inti Salat: Talbis iblis lainnya adalah membuat orang terlalu sibuk dengan urusan takbir dan niat, sehingga melalaikan rukun salat setelahnya. Begitu takbirnya dirasa pas, ia langsung santai seolah-olah tujuan utama salat hanyalah mengepaskan takbir. Salat dianalogikan seperti sebuah rumah; jangan sampai kita hanya sibuk di pintu masuk (takbir) tetapi justru lalai ketika sudah berada di dalam rumah (gerakan dan bacaan salat selanjutnya).🥞Skala Prioritas antara Wajib dan SunahSalah Prioritas saat Masbuk: Terlalu sibuk dengan perkara sunnah yang keliru porsinya saat masbuk. Ketika makmum masbuk mendapati imam sebentar lagi akan ruku', ia seharusnya langsung membaca Al-Fatihah, bukan malah menyibukkan diri membaca doa istiftah atau taawudz yang panjang. Membaca doa istiftah dan taawudz hukumnya sunah, sedangkan membaca Al-Fatihah adalah wajib bagi sebagian besar pendapat ulama. Jangan sampai mengejar sunah tetapi melalaikan yang wajib.Nasihat Guru Ibnu Jauzi: Kisah masa kecil Ibnu Jauzi saat ditegur oleh gurunya, Abu Bakar Ad-Dinawari, karena membaca istiftah saat masbuk. Gurunya menasihati, "Para ulama berselisih tentang wajibnya membaca Al-Fatihah di belakang imam, namun mereka sepakat doa istiftah hukumnya sunah. Maka sibukkan dirimu dengan yang wajib dan tinggalkan yang sunah."Meninggalkan Sunah karena Alasan Pribadi: Talbis iblis juga menimpa orang-orang saleh yang meninggalkan sunah-sunah Nabi karena alasan kondisi pribadi mereka yang kurang ilmu. Contohnya sengaja memilih salat di saf belakang (bukan saf pertama) dengan alasan agar hatinya lebih fokus atau takut riya. Harusnya ia tetap maju ke saf pertama demi mengejar sunah, lalu melawan penyakit riya tersebut.Dalil: Rasulullah ﷺ bersabda:لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الْأَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلَّا أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لَاسْتَهَمُوا"Seandainya manusia mengetahui besarnya pahala yang ada pada azan dan saf pertama, kemudian mereka tidak bisa mendapatkannya kecuali dengan melakukan undian, niscaya mereka akan melakukan undian." (Sumber: Shahih Bukhari & Shahih Muslim, dari hadis Abu Hurairah radhiallahu 'anhu).Menjadikan Dalil Sebagai Patokan, Bukan TokohKeutamaan Saf Depan: Iblis membalikkan logika manusia untuk menjauhi saf depan dengan dalih menjaga hati.Dalil: Rasulullah ﷺ bersabda:خَيْرُ صُفُوفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا وَشَرُّهَا آخِرُهَا"Sebaik-baik saf bagi laki-laki adalah yang paling pertama, dan yang paling buruk adalah yang paling akhir." (Sumber: Shahih Muslim).Menjalankan Sunnah Gerakan Salat: Sunah meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri saat bersedekap. Jangan meninggalkan sunah bersedekap atau berpura-pura tidak khusyuk hanya karena takut dinilai sok khusyuk oleh orang lain. Lawan isi hatimu dan tetap kerjakan sunah.Dalil: Riwayat bahwa Ibnu Mas'ud radhiallahu 'anhu pernah salat dengan meletakkan tangan kiri di atas tangan kanan (terbalik), lalu Rasulullah ﷺ melihatnya dan langsung membetulkan posisi tangannya (meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri). Hal ini menunjukkan meletakkan tangan bersedekap adalah sunah yang diperintahkan untuk dijaga.Ulama Tidak Maksum: Ibnu Jauzi mengingatkan agar kita tidak mengikuti perbuatan tokoh atau orang saleh jika perbuatan mereka menyelisihi sunah, karena patokan utama dalam beragama adalah dalil syariat. Ulama tidaklah maksum dan bisa saja belum mendapati hadis tertentu.Perkataan Ulama: Kisah Imam Ahmad bin Hambal ketika diberi tahu bahwa Ibnu Mubarak berpendapat demikian (yang menyelisihi sunah), beliau menjawab: "Ibnu Mubarak tidak turun dari langit (artinya perkataannya bukan dalil dan bisa salah)." Kisah Ibrahim bin Adham yang berkata kepada orang-orang yang membawakan pendapat-pendapat cabang: "Kalian mendatangkan kepadaku jalan-jalan tikus (cabang), hendaknya kalian berpegang pada jalan utama (dalil asal)."Berlebihan dalam Tajwid & Salah Paham Hakikat IbadahBerlebihan dalam Makhraj: Bab tentang keluar dari aturan baku adab ibadah (Al-Khuruj 'an Qanuni Adabil Ibadah). Iblis menggoda orang yang salat melalui masalah makharijul huruf (tempat keluarnya huruf) dan tajwid secara berlebihan. Ada orang yang terus mengulang-ulang bacaan Alhamdulillah karena merasa makhraj hurufnya kurang fasih atau kurang menekan tasydidnya secara ekstrem.Membaca hingga Keluar Liur: Ibnu Jauzi menceritakan pernah melihat orang yang membaca Ghairil maghdlubi waladldlallin dengan penekanan huruf Dhad (ض) yang sangat ekstrem hingga air liurnya keluar. Padahal yang penting hurufnya jelas dibedakan dan tidak perlu berlebihan. Dampak buruk terlalu sibuk memikirkan makhraj huruf adalah hilangnya fokus untuk merenungkan makna dari ayat-ayat Al-Qur'an yang sedang dibaca. Tajwid seharusnya menjadi sarana untuk tadabbur, bukan tujuan akhir yang mengalihkan pikiran.Ibadah Bukan Sekadar Ritual Fisik: Iblis menipu ahli ibadah yang bodoh sehingga mereka mengira ibadah hanyalah sekadar ritual berdiri dan duduk saja, sementara mereka lalai dan kurang dalam memenuhi perkara-perkara wajib di dalamnya. Ibnu Jauzi melihat orang yang langsung ikut salam begitu imam bergerak salam, padahal bacaan tasyahud akhir dan selawatnya sendiri belum selesai dibaca. Perkara wajib ini tidak ditanggung oleh imam, jadi ia harus menyelesaikannya dulu baru ikut salam.Mengeraskan Suara di Siang Hari: Kisah Ibnu Jauzi menegur ahli ibadah yang melakukan salat sunah di siang hari tetapi mengeraskan suaranya (jahr). Orang tersebut beralasan sengaja mengeraskannya untuk mengusir rasa ngantuk. Ibnu Jauzi menasihatinya bahwa jika mengantuk, sebaiknya tidur karena tubuh memiliki hak untuk beristirahat.🥞Kekeliruan Skala Prioritas Malam vs SubuhMengorbankan yang Wajib demi yang Sunah: Iblis menipu sebagian orang agar bersemangat begadang untuk salat malam atau salat duha, bahkan kebahagiaannya melebihi saat melaksanakan salat fardu. Akibat terlalu memaksakan salat malam semalam suntuk, orang tersebut justru kelelahan dan tertidur menjelang subuh, sehingga salat subuhnya tertunda atau terlewat dari jemaah utama di masjid. Ini adalah kesalahan besar karena pahala salat fardu berjamaah jauh lebih besar daripada salat sunah malam.Siksaan Fisik yang Salah: Kisah Husain Al-Qazwini yang terus berjalan mondar-mandir di masjid pada siang hari agar tidak tertidur akibat kelelahan begadang. Perbuatan ini dikritik sebagai kebodohan yang tidak sesuai syariat dan akal karena syariat memerintahkan untuk memberikan hak istirahat bagi tubuh.Dalil: Rasulullah ﷺ bersabda:عَلَيْكُمْ هَدْيًا قَاصِدًا ، فَإِنَّهُ مَنْ يُشَادَّ هَذَا الدِّينَ يَغْلِبْهُ"Hendaknya kalian mengikuti petunjuk yang pertengahan (sesuai sunah), karena barangsiapa yang berlebihan/memaksakan diri dalam agama ini, ia pasti akan terkalahkan (lelah sendiri)."Larangan Memaksakan Diri saat Lelah: Iblis mengelabui manusia agar mengira menyiksa diri dalam ibadah adalah bentuk ketaatan yang tinggi.Dalil: Kisah saat Rasulullah ﷺ masuk ke masjid dan melihat seutas tali milik Zainab yang dibentangkan di antara dua tiang masjid untuk berpegangan saat ia lelah salat malam. Rasulullah ﷺ memerintahkan untuk melepasnya dan bersabda:لِيُصَلِّ أَحَدُكُمْ نَشَاطَهُ فَإِذَا فَتَرَ فَلْيَقْعُدْ"Hendaknya salah seorang dari kalian salat di waktu semangatnya. Jika ia lelah/malas, hendaknya ia duduk." (Sumber: Shahih Bukhari & Shahih Muslim, dari hadis Anas bin Malik radhiallahu 'anhu).Bahaya Salat saat Mengantuk: Memaksakan diri beribadah dalam kondisi mengantuk berat dapat merusak esensi doa itu sendiri.Dalil: Rasulullah ﷺ bersabda:إِذَا نَعَسَ أَحَدُكُمْ وَهُوَ يُصَلِّي فَلْيَرْقُدْ حَتَّى يَذْهَبَ عَنْهُ النَّوْمُ، فَإِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا صَلَّى وَهُوَ نَاعِسٌ لَعَلَّهُ يَذْهَبُ يَسْتَغْفِرُ فَيَسُبَّ نَفْسَهُ"Jika salah seorang dari kalian mengantuk saat salat, hendaknya ia tidur terlebih dahulu sampai hilang rasa kantuknya. Karena jika salah seorang dari kalian salat dalam kondisi mengantuk, bisa jadi ia berniat memohon ampunan (istighfar) tetapi malah mencaci maki dirinya sendiri." (Sumber:Shahih Bukhari & Shahih Muslim).🥞Pola Salat Malam Salaf & Bahaya Riya HalusPola Tidur dan Salat Nabi Daud: Secara akal dan syariat, tidur berfungsi memperbarui kekuatan tubuh.Dalil: Rasulullah ﷺ bersabda:أَحَبُّ الصَّلاَةِ إِلَى اللَّهِ صَلاَةُ دَاوُدَ... كَانَ يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ وَيَقُومُ ثُلُثَهُ وَيَنَامُ سُدُسَهُ"Salat yang paling dicintai Allah adalah salatnya Nabi Daud... Beliau tidur setengah malam pertama, bangun (salat) sepertiga malamnya, dan tidur lagi seperenam malam terakhir (sehingga bangun subuh dalam kondisi segar)." (Sumber: Shahih Bukhari & Shahih Muslim).Meluruskan Riwayat Tokoh Salaf: Mengenai riwayat para ulama Salaf yang kuat salat semalam suntuk, Ibnu Jauzi menjelaskan bahwa mereka melakukannya secara bertahap (tadarruj), sanggup menjaga salat subuh berjamaah, makan sedikit, dan memanfaatkan tidur siang (qailulah) untuk memperkuat fisik mereka. Rasulullah ﷺ sendiri tidak pernah tercatat begadang semalam suntuk tanpa tidur sama sekali.Fitnah Menceritakan Amal (Riya Samar): Fenomena zaman sekarang yang gemar mengunggah atau mempublikasikan amal ibadah (seperti umrah, haji, sedekah, salat malam) di media sosial. Iblis menipu orang yang rajin salat malam agar menceritakan amalnya di siang hari melalui cara-cara yang halus.Contoh Riya Halus: Seseorang berkata, "Subhanallah, muadzin tadi malam azannya tepat waktu ya." Tujuan sebenarnya mengucapkan itu adalah agar pendengar tahu bahwa dia terjaga dan tidak tidur pada waktu malam (sedang salat malam). Atau mencela orang lain secara tidak langsung, "Si Fulan itu kalau salat subuh selalu terlambat Takbiratul Ihram." Kalimat ini mengandung riya (menunjukkan dirinya selalu tepat waktu) sekaligus dosa ghibah.Penurunan Nilai Pahala: Meskipun orang tersebut merasa tidak riya, ia minimal telah memindahkan catatan amalnya dari tingkat tertinggi (amalan rahasia yang tersembunyi) menjadi amalan yang terlihat, yang mana nilai pahalanya tentu berkurang di sisi Allah.Dalil: Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:إِن تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ ۖ وَإِن تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ"Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu..." (QS. Al-Baqarah: 271).🥞Menjaga Keikhlasan & Mengontrol Isyarat AmalKeutamaan Amal Tersembunyi: Menjaga kerahasiaan ibadah adalah benteng utama dari tipu daya setan yang ingin menghapus pahala.Dalil: Rasulullah ﷺ bersabda:مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يَكُونَ لَهُ خَبْءٌ مِنْ عَمَلٍ صَالِحٍ فَلْيَفْعَلْ"Barangsiapa di antara kalian yang mampu memiliki amalan saleh yang tersembunyi, maka lakukanlah." (Ustadz mengingatkan agar berhati-hati saat diundang ke podcast atau obrolan santai yang memicu kita menceritakan amalan masa lalu).Taktik Setan Melalui Ketenaran: Iblis menipu sebagian orang yang sengaja memilih beribadah sendirian di masjid agar dilihat orang, sehingga orang-orang kagum, memujinya, dan ikut salat di belakangnya. Pujian dan ketenaran yang viral ini akhirnya menjadi bahan bakar utama yang membuatnya semangat beribadah, bukan lagi karena keikhlasan murni.Dalil: Rasulullah ﷺ bersabda:اجْعَلُوا مِنْ صَلَاتِكُمْ فِي بُيُوتِكُمْ وَلَا تَتَّخِذُوهَا قُبُورًا"Jadikanlah sebagian salat (sunah) kalian di rumah-rumah kalian, dan jangan jadikan rumah kalian seperti kuburan." / Sebaik-baik salat seseorang adalah di rumahnya kecuali salat fardu (Al-Maktubah). (Sumber: Shahih Bukhari & Shahih Muslim, dari hadis Zaid bin Tsabit radhiallahu 'anhu).Kegigihan Salaf Menyembunyikan Amal: Kisah Amir bin Abd Qais yang tidak suka salat sunahnya dilihat orang dan tidak mau melakukannya di masjid umum. Kisah Ibnu Abi Laila yang langsung pura-pura tidur berbaring jika ada orang masuk ke ruangannya saat ia sedang salat, demi menyembunyikan amalnya. Ada pula Salaf yang setelah salat semalam suntuk sengaja tidur sebentar menjelang subuh, lalu saat bangun subuh berkata, "Wah, tidur saya malam ini nyenyak sekali," agar orang mengira mereka tidur semalaman dan tidak tahu mereka habis salat malam.Memanfaatkan Sinyal Hati (Nafsul Lawwamah): Allah membekali manusia dengan nafsul lawwamah (jiwa yang suka mencela/mengontrol). Sifat ini akan memberikan sinyal atau alarm dalam diri saat seseorang mulai condong melakukan maksiat atau berniat pamer (riya). Riya itu terasa lezat bagi ego, namun jika sinyal hati sudah menegur, kita harus segera berhenti dan tidak melanjutkan cerita amalan tersebut.Tangisan Buatan: Iblis menggoda orang agar sengaja menangis di depan publik saat ibadah atau kajian. Menangis karena tidak bisa tertahan adalah hal yang wajar, namun sengaja menampakkan tangisan atau bahkan menyewa orang untuk memicu tangisan buatan di sebuah majelis (seperti yang terjadi pada beberapa kasus masa kini) adalah hal yang dilarang.Sikap Salaf Saat Menangis: Abu Wail jika salat di rumah sendiri akan menangis tersedu-sedu, namun ia tidak akan sudi melakukannya jika ada orang yang melihat meskipun diberi dunia dan isinya. Ayyub As-Sikhtiyani langsung berdiri meninggalkan majelis ilmu jika sudah tidak kuat menahan tangisnya agar tidak jadi perhatian orang lain. Ada pula ulama Salaf yang pura-pura mengusap air mata dengan tisu sambil berkata, "Aduh, flu saya berat sekali," demi menyembunyikan tangisan ikhlasnya agar tidak dikira pamer khusyuk.🥞KesimpulanHidup ini singkat, maka beribadahlah dengan serius dan ikhlas, serta tutup rapat-rapat segala pintu riya. Jika ada sinyal riya muncul di hati, jangan pernah melanggar sinyal tersebut. Materi mengenai talbis iblis lainnya seperti dalam membaca Al-Qur'an, puasa, riya samar, dan haji akan dilanjutkan pada pertemuan berikutnya.(5) Talbis iblis #6: Talbis Iblis Terhadap Ahli Ilmu (Bag-2) - Ust Dr. Firanda Andirja M.A - YouTube

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya8 Juni 2026
S
SULUNG SURYO DARMAWATI

📍 Kota Bekasi

Talbis Iblis-6

Kajian Kitab Talbis Iblis-6Talbis Iblis Terhadap Ahli Ilmu Bagian 2Pemateri : Ustadz Firanda Andirja Hafizhahullahu Ta'ala Diawali dengan talbis iblis dalam masalah niat shalat. Di antara manusia ada yang ketika hendak shalat terus-menerus mengulangi niat atau takbiratul ihram karena merasa niatnya belum benar atau telah batal. Ada yang mengucapkan niat berulang kali, ada yang mengulang takbir berkali-kali, bahkan ada yang sampai bersumpah atas nama Allah atau mengaitkannya dengan talak agar tidak mengulangi takbir lagi. Semua ini merupakan tipu daya setan. Niat pada hakikatnya sudah ada di dalam hati ketika seseorang berdiri untuk melaksanakan shalat. Tempat niat adalah hati, bukan lisan. Seseorang yang datang ke masjid untuk salat Zuhur, misalnya, sudah pasti memiliki niat shalat Zuhur. Karena itu tidak perlu mengulang-ulang niat ataupun takbir.Ibnu Jauzi menjelaskan bahwa waswas dalam niat muncul karena kebodohan terhadap syariat. Beliau menukil kisah seseorang yang berkata bahwa ia telah berwudu tetapi merasa belum berwudu, atau sudah bertakbir namun merasa belum bertakbir. Maka dijawab oleh Ibnu Aqil bahwa orang seperti itu tidak wajib shalat, karena jika seseorang sudah melakukan sesuatu lalu meyakini dirinya belum melakukannya, maka akalnya bermasalah. Waswas semacam ini menunjukkan adanya gangguan dalam cara berpikir seseorang.Beliau kemudian menerangkan bahwa niat adalah perkara yang sangat mudah. Ketika seseorang ingin shalat Magrib, dalam satu saat seluruh gambaran shalat tersebut sudah hadir dalam hatinya, shalat Magrib, tiga rakaat, menghadap kiblat, menjadi makmum atau imam. Semua itu tidak membutuhkan lafal panjang. Yang panjang hanyalah ketika niat tersebut diuraikan menjadi kalimat-kalimat seperti “ushalli fardhal maghribi tsalatsa raka’atin mustaqbilal qiblati…” dan seterusnya. Padahal syariat tidak mewajibkan pelafalan niat tersebut.Di antara dampak buruk waswas adalah seseorang terlalu fokus pada niat dan takbir sehingga melupakan shalat itu sendiri. Setelah merasa niat dan takbirnya sudah pas, ia menjadi lalai dalam kekhusyukan dan perhatian terhadap rukun-rukun salat berikutnya. Padahal takbiratul ihram hanyalah pintu masuk menuju shalat. Tujuannya adalah masuk ke dalam ibadah, bukan berhenti pada pintunya saja.Talbis berikutnya adalah mendahulukan amalan sunnah hingga mengorbankan amalan wajib. Contohnya seseorang yang datang terlambat ke shalat berjamaah lalu masih sibuk membaca doa iftitah dan ta’awudz, padahal imam hampir rukuk. Akibatnya ia terancam tidak sempat membaca Al Fatihah. Padahal iftitah dan ta’awudz hukumnya sunnah, sedangkan Al Fatihah menurut banyak ulama hukumnya wajib. Karena itu seorang muslim harus memahami skala prioritas dalam ibadah.Setan juga menipu sebagian orang dengan membuat mereka meninggalkan sunnah karena alasan-alasan pribadi. Ada yang sengaja tidak berada di shaf pertama karena takut riya atau merasa lebih khusyuk di belakang. Ada pula yang tidak bersedekap ketika salat karena khawatir dianggap khusyuk padahal hatinya belum khusyuk. Ibnu Jauzi menegaskan bahwa sikap seperti ini tidak benar. Yang seharusnya dilakukan adalah menjalankan sunnah dan memperbaiki hati, bukan meninggalkan sunnah demi mengikuti perasaan diri sendiri. Ukuran kebenaran adalah dalil, bukan perasaan ataupun kebiasaan sebagian orang saleh.Beliau juga mengingatkan bahwa ulama bukanlah orang yang maksum. Jika ada pendapat seorang ulama yang bertentangan dengan dalil yang lebih kuat, maka yang diikuti adalah dalil. Kemuliaan seseorang tidak menjadikan seluruh pendapatnya pasti benar. Oleh karena itu seorang muslim harus selalu mengembalikan segala perkara kepada Al Qur’an dan Sunnah.Talbis lain yang sering terjadi adalah berlebihan dalam memperhatikan makharijul huruf ketika membaca Al Qur’an di dalam shalat. Ada yang mengulang-ulang bacaan karena merasa hurufnya kurang tepat, ada yang mengeluarkan suara secara berlebihan sampai keluar ludahnya. Akibatnya ia keluar dari tuntunan shalat yang benar dan justru sibuk memikirkan tajwid hingga melupakan makna ayat yang sedang dibaca. Padahal tujuan tajwid adalah membantu memahami dan membaca Al Qur’an dengan baik, bukan membuat seseorang terjebak dalam waswas.Ibnu Jauzi juga menjelaskan bahwa sebagian ahli ibadah yang kurang ilmu mengira ibadah hanya sebatas memperbanyak gerakan shalat, berdiri dan rukuk. Akibatnya mereka sering mengabaikan kewajiban-kewajiban dalam shalat. Ada yang langsung salam mengikuti imam padahal tasyahudnya sendiri belum selesai. Ada pula yang memanjangkan salat sunnah tetapi melakukan hal-hal yang makruh atau meninggalkan tuntunan Nabi.Termasuk talbis iblis adalah memperbanyak ibadah sunnah hingga mengorbankan ibadah wajib. Ada orang yang sangat bersemangat shalat malam, shalat duha, dan amalan-amalan sunnah lainnya, tetapi akhirnya terlambat atau kehilangan kekhusyukan dalam shalat Subuh. Padahal shalat fardu jauh lebih utama daripada salat sunnah. Karena itu seseorang harus lebih bergembira ketika mampu menjaga shalat wajib daripada ketika berhasil memperbanyak amalan sunnah.Beliau juga menegaskan bahwa tubuh memiliki hak untuk beristirahat. Syariat tidak mengajarkan seseorang memaksakan diri hingga merusak fisiknya. Nabi melarang orang yang mengantuk untuk terus memaksakan shalat, bahkan memerintahkan agar ia tidur terlebih dahulu sampai segar kembali. Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi, yaitu ibadah yang seimbang, tidak berlebihan dan tidak meremehkan.Setan menggoda sebagian orang untuk memberitahukan ibadahnya kepada orang lain secara langsung maupun tidak langsung. Ada yang memberi isyarat bahwa dirinya bangun malam, selalu mendapatkan takbiratul ihram, atau rutin beribadah di masjid agar diketahui manusia. Jika tidak sampai kepada riya, minimal amalan yang tadinya tersembunyi berubah menjadi amalan yang diketahui orang banyak sehingga berkurang nilainya. Karena itu para salaf sangat menjaga kerahasiaan ibadah mereka. Mereka berusaha menyembunyikan shalat malam, tangisan, dan berbagai amal shalih lainnya dari pandangan iblis. Iblis memiliki banyak jalan untuk merusak ibadah manusia, baik melalui waswas, sikap berlebihan, salah prioritas, meninggalkan sunnah karena mengikuti perasaan, maupun melalui penyakit riya. Seorang muslim harus selalu menimbang amalnya dengan ilmu, mengikuti tuntunan Nabi, menjaga keikhlasan, serta mendahulukan amalan wajib daripada amalan sunnah agar selamat dari berbagai tipu daya setan dalam beribadah.

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya8 Juni 2026

TALBIS IBLIS TERHADAP AHLI ILMU

Waswas dalam Niat dan Takbir: Ust Firanda menjelaskan bagaimana Iblis sering membisikkan keraguan saat seseorang berniat salat atau melakukan takbir, membuat mereka merasa perlu mengulang-ulang niat atau takbir padahal salat mereka sudah sah. Iblis ingin membuat orang tersebut melewatkan keutamaan Takbiratul Ihram.​Penyakit Waswas: Dijelaskan bahwa waswas seringkali berakar dari kebodohan terhadap syariat atau adanya gangguan pada akal. Niat sebenarnya hanyalah lintasan di hati, tidak perlu diurai secara rumit dengan lafal yang panjang.​Prioritas dalam Ibadah: Ustadz mengingatkan pentingnya menempatkan yang wajib di atas yang sunnah. Contohnya, jika sudah masbuk, langsung baca Al-Fatihah (yang wajib) daripada sibuk dengan doa istiftah atau taawudz (yang sunnah) hingga tertinggal rukuk imam.​Sunnah Nabi vs. Perasaan Pribadi: Jangan meninggalkan sunnah (seperti saf pertama atau cara bersedekap) hanya karena alasan perasaan pribadi seperti takut riya. Seharusnya, kita memperbaiki hati (keikhlasan) bukan meninggalkan sunnah.​Kekeliruan dalam Menghilangkan Ngantuk: Beberapa orang mencoba melawan kantuk dengan cara yang tidak syar'i, seperti mengeraskan bacaan saat salat siang atau berjalan-jalan di masjid. Seharusnya, jika mengantuk, sebaiknya tidur terlebih dahulu agar saat salat badan sudah segar.​Fitnah Menampilkan Amal (Riya): Ustadz mengingatkan bahaya menceritakan amal saleh secara halus untuk mendapatkan pujian, yang bisa menghilangkan atau mengurangi pahala keikhlasan. Amal yang disembunyikan jauh lebih baik.​Tanda-Tanda Riya: Orang memiliki nafsul lawamah (jiwa yang mencela) yang bisa memberi sinyal saat kita akan melakukan riya. Jangan abaikan sinyal tersebut.

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya8 Juni 2026
B
Baby Nabilah Ulzanah

📍 Kota Administrasi Jakarta Pusat

Talbis iblis #6: Talbis Iblis Terhadap Ahli Ilmu (Bag-2) - Ust Dr. Firanda Andirja M.A

Tipu Daya (Talbis) Iblis Terhadap Ahli IbadahIblis memiliki berbagai cara halus untuk merusak ibadah seseorang, bahkan bagi mereka yang rajin beribadah sekalipun. Berikut adalah bentuk-bentuk tipu dayanya:1. Penyakit Waswas dan Berlebih-lebihan (Ghuluw)Waswas dalam Niat: Iblis membuat seseorang ragu apakah niat salatnya sudah benar, sehingga ia melafalkannya berulang kali. Padahal, niat yang terbesit di dalam hati sudah sah.Waswas Batal Wudhu: Menanamkan keraguan bahwa wudhu telah batal. Hal ini bisa ditepis dengan cerdas seperti kisah Abu Hasyim. Saat Iblis membisikkan bahwa wudhunya batal dan sholatnya tidak sah, ia menjawab, "Sejak kapan Iblis peduli pada kesempurnaan ibadahku?"Berlebihan dalam Tajwid: Mengulang-ulang bacaan sholat karena terlalu fokus dan kaku pada tajwid. Hal ini justru membuat seseorang kehilangan kekhusyukan dan lupa pada makna ayat yang dibaca.2. Kesalahan Prioritas dalam IbadahMakmum Masbuk yang Salah Fokus: Ketika terlambat mengikuti sholat jemaah (masbuk), seseorang malah sibuk membaca doa Istiftah (yang hukumnya sunah) hingga kehilangan waktu untuk membaca surah Al-Fatihah (yang hukumnya wajib).Sholat Malam Mengorbankan Subuh: Menghidupkan malam dengan sholat Tahajud (sunnah), namun akibatnya tertidur lelap dan tertinggal sholat Subuh berjemaah (wajib).Mengabaikan Hak Tubuh: Memaksakan diri untuk terus salat dalam keadaan sangat mengantuk. Padahal, tubuh memiliki hak untuk beristirahat agar ibadah selanjutnya dapat dilakukan dengan optimal dan sadar.3. Jebakan Riya' (Ingin Dipuji) dan Fitnah AmalMenghindari Saf Depan karena Takut Riya': Seseorang mundur dari saf terdepan (saf terbaik bagi laki-laki) semata-mata karena takut timbul perasaan riya'. Sikap yang tepat adalah tetap mengambil saf terdepan dan berjuang melawan perasaan riya' tersebut.Menceritakan Amal Saleh: Terjebak untuk memamerkan ibadahnya kepada orang lain. Padahal, amal saleh yang disembunyikan jauh lebih utama dan aman dari fitnah.Menghindari Ibadah Sunnah di Rumah: Iblis membuat seseorang lebih suka sholat sunnah di masjid agar dilihat orang. Padahal, sholat sunnah terbaik dilakukan di rumah untuk menghindari riya'. Hati manusia memiliki insting untuk mendeteksi datangnya riya', maka tugas kita adalah melawannya, bukan membatalkan amalan.Memamerkan Tangisan: Menangis saat beribadah memang baik, namun para ulama Salaf selalu berusaha menyembunyikan tangisannya dari hadapan manusia, kecuali jika memang sudah tidak bisa ditahan.4. Taklid Buta (Ikut-ikutan Tanpa Ilmu)Mengikuti Tokoh Tanpa Dalil: Menjadikan perkataan orang saleh atau satu buku fikih sebagai kebenaran mutlak. Padahal, ulama bisa saja keliru dan di dalam ilmu fikih sering terdapat perbedaan pendapat (khilaf). Beragama yang benar adalah dengan mengikuti dalil, bukan sekadar ikut-ikutan figur tertentu.

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya8 Juni 2026
U
Ulfah nur latifah

📍 Kota Tasikmalaya

Talbis iblis terhadap ahli ilmu#3

Iblis menjadikan tipu daya dalm kebaikan sehingga ia pun menjadi berlebihan, mereka menganggap dengan berlebihan itu baik , pada hakikatnya Allah tidak menyuruh seperti itu, Ibnu Mas'ud berkata sholatlah sebagaimana nabi daud sholat, dia melakukan 1/3 untuk tahajjud dan 1/6 untuk tidur kembali seusai sholat malam, karna ada hal dalam tubuhmu

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya8 Juni 2026
F
Fitri Febriyanti

📍 Kota Administrasi Jakarta Pusat

Catatan Talbis Iblis terhadap ahli ilmu bag 2

Talbis Iblis terhadap ahli ilmu bag 2 • Terhadap niat sholat Niat itu tidak terbatalkan jika sudah diniatkan dalam hati meskipun yg filafalkan kurang pas. Harusnya dia tidak perlu ragu ragu karena niatnya sudah benar. Itu semua karena was was. Sampai saat bertakbir pun bersumpah agar tidak mengulangi takbir semua inilah adalah Untuk menghilangkan talbis ini maka dikatakan jika bacaan niat ini untuk menghadirkan niat itu sudah ada ketika kamu berdiri itu sudah ada niat karena niat letaknya di hati. Tapi jika untuk mengokohkan maka cukup sekali. Jika kau terus mengulang ngulangnya mungkin karena kau sakit. Wahai ibnu akil sesungguhnya aku telah membasuh anggota wudhu, tapi saya bilang saya blm basuh. Maka ibnu akil berkata kalau gitu kamu tidak usah sholat, karena sholat tidak wajib bagi mu. Kenapa kamu bicara demikian? Ibnu akit berkata "Rosulullah bersabda terangkatnya kewajiban sholat bagi orang yang gila hingga terangkatny penyakit gila tsb." Karena org gila tidak wajib sholat. Ibnu jauzi berkata ketahuilah was was niat dalam sholat tandanya ada konslet diakal. Niat itu sudah ada dalam hatinya, maka tidak perlu diucapkan niatnya Iblis telah banyak menggoda orang dengan membisikkan bahwa ibadah cukup hanya dengan gerakannya saja. Ibnu jauzi berkata kalau tasyahud kita blm selesai maka selesaikan bagian yg tasyahud wajib selesaikan dulu barh salam karena tidak ditanggung oleh imam.

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya8 Juni 2026
R
Risdayani Pratiwi

📍 Kota Makassar

Materi 6

Talbis Iblis #6: Talbis Iblis Terhadap Ahli Ilmu (Bag-2) Ust Dr. Firanda Andirja M.A":​Kata Al-Imam Ibnul Jauzi rahimahullahu taala, di antara tipu daya iblis adalah :🌷Masalah niat salat. Ada orang yang berkata "usholli" (saya berniat salat) kemudian dia mengulangi lagi karena menyangka niatnya batal. Padahal niat itu tidak batal, mungkin hanya lafalnya yang tidak pas, tapi niat aslinya sudah ada. Harusnya dia tidak perlu ragu karena salatnya sudah sah.🌷Ada juga orang yang bertakbir "Allahu Akbar", lalu membatalkan, kemudian mengulangi lagi terus-menerus. Namun, ketika imam sudah ruku, tiba-tiba dia bisa konsentrasi dan takbir. Mengapa tiba-tiba niatnya hadir? Itu adalah godaan iblis agar dia terluput dari keutamaan Takbiratul Ihram. 🌷Bahkan ada yang bersumpah dengan nama Allah atau bersumpah akan menceraikan istrinya jika dia mengulangi takbir lagi. Ini semua adalah talbis dari iblis untuk menyusahkan diri. Padahal, syariat kita mudah dan ringan.​🖊Telah sampai riwayat dari Abu Hazim. Ketika dia masuk masjid, iblis membisikkan bahwa dia salat tanpa wudu. Abu Hazim menjawab, "Sejak kapan kau menasihatiku, wahai iblis?" Dia menepis bisikan itu. Untuk menghilangkan kerancuan (waswas) ini, ingatlah bahwa tempat niat adalah di hati, bukan di lafal. Jika tujuanmu adalah menghadirkan niat, niat itu sudah ada di hatimu sejak kau hendak menjalankan salat fardu.🖊​Sebagian guru kami meriwayatkan hikayat dari Ibnu Aqil. Ada seseorang bertanya kepadanya, "Wahai Ibnu Aqil, aku telah membasuh anggota wudu, tapi perasaanku bilang aku belum membasuh. Aku sudah bertakbir, tapi bilang aku belum bertakbir." Ibnu Aqil menjawab, "Kalau begitu, kau tidak usah salat, karena pena diangkat dari orang gila sampai dia sadar." Ini menunjukkan bahwa waswas adalah penyakit dan sebabnya adalah konslet di akal karena kebodohan terhadap syariat.🌷​Niat itu tidak butuh waktu panjang untuk merenungkannya. Begitu kita hendak salat, niat itu sudah terbetik dalam hati. Adapun yang butuh waktu lama adalah jika kita menguraikan lafal niat. Jika kita ingin membebani diri dengan menguraikan lafal niat yang panjang, itu memang sulit. Maka, niatlah dengan mudah. Boleh juga niat didahulukan sebelum takbir selama tidak membatalkannya.​Islam tidak sesusah itu. Rasulullah dulu mengajarkan salat kepada orang Badwi dengan mudah, tanpa perlu mempersulit diri. Abdullah bin Mas'ud berkata bahwa dia tidak melihat orang yang lebih keras terhadap orang yang berlebih-lebihan dalam beragama selain Umar bin Khattab. Janganlah berlebih-lebihan, karena itu tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat.🌷​Di antara talbis iblis lainnya adalah orang yang sibuk dengan urusan niat dan takbir sehingga sisa salatnya tidak diperhatikan. Seakan-akan tujuan salat hanya pada takbir. Ingat, takbir hanyalah pintu masuk; setelah masuk, sibuklah dengan ibadah di dalam salat itu sendiri.🌷​Ada pula orang yang sibuk dengan hal sunah tetapi meninggalkan yang wajib. Contohnya, saat masbuk, seseorang sibuk membaca doa istiftah dan taawuz yang hukumnya sunah, sehingga dia tidak sempat membaca Al-Fatihah yang hukumnya wajib bagi makmum menurut sebagian ulama. Jika waktu sedikit, langsung saja baca Al-Fatihah.🌷​Iblis juga menggoda orang untuk meninggalkan banyak sunah karena alasan pribadi. Contohnya, ada yang sengaja tidak di saf pertama karena takut riya. Padahal, seharusnya dia melawan perasaan riya tersebut dengan tetap mengambil saf pertama, bukan malah meninggalkannya. Rasulullah bersabda bahwa seandainya manusia tahu keutamaan saf pertama, mereka akan melakukan undian untuk mendapatkannya. Jika kita takut riya, perbaiki hatimu, bukan dengan meninggalkan sunah.🖊​Ibnu Jauzi menegaskan bahwa kita terikat dengan dalil, bukan mengikuti orang saleh yang melakukan perbuatan menyelisihi sunah. Ulama tidak maksum; mereka bisa saja salah atau belum sampai hadis kepadanya.🌷​Iblis juga menggoda dalam masalah makharijul huruf (tajwid) hingga berlebihan dan membuat orang lupa pada makna ayat yang dibaca. Cukuplah membaca dengan benar tanpa perlu berlebihan hingga keluar ludah atau menekan huruf terlalu keras.🌷​Setan juga menggoda orang yang salat fardu berjamaah agar ikut salam bersama imam, padahal dia belum menyelesaikan tasyahud yang wajib. Jika belum selesai, selesaikanlah tasyahudmu, tidak perlu terburu-buru mengikuti salam imam.​Ada pula yang begadang untuk salat malam, tetapi justru melalaikan salat fardu subuh atau salat dalam kondisi ngantuk dan malas. Ini salah, karena salat fardu lebih utama. Jika mengantuk, tidurlah agar bisa segar saat salat fardu. Tubuh memiliki hak untuk istirahat. Rasulullah memerintahkan untuk mengikuti petunjuk tengah, karena siapa yang berlebih-lebihan dalam beragama, dia akan kalah.🌷​Fitnah menceritakan amal saleh juga merupakan talbis iblis. Jika kita melakukan amal saleh, sembunyikanlah. Jika kita menceritakannya, meskipun dengan cara halus atau tersirat, pahalanya akan berkurang atau hilang. Hati-hati juga terhadap riya dalam tangisan saat salat atau saat mendengarkan kajian. Jika memang menangis karena takut kepada Allah, biarkanlah. Tapi jika mampu menahan dan berpura-pura, itu berbahaya.​Iblis akan terus menggoda dalam banyak hal. Hidup hanya sebentar, maka beribadahlah dengan serius, ikhlas kepada Allah, dan tutup segala pintu riya. Jika ada sinyal dalam hati bahwa kita sedang melakukan riya atau pamer, berhentilah segera.

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya8 Juni 2026
E
Ellisa Septiana

📍 Kota Depok

Talbis iblis #6 : Talbis Iblis Terhadap Ahli Ilmu (Bag-2)-Ustadz dr.Firanda-

Talbis iblis #6 : Talbis Iblis Terhadap Ahli Ilmu (Bag-2)-Ustadz dr.Firanda-Satu tipu daya iblis dalam niat salat adalah munculnya rasa waswas yang berlebihan dalam melafalkan niat salat, seperti mengulangi niat dan takbir berulang kali karena merasa telah membatalkan niat sebelumnya. Contohnya seseorang yang sudah berniat salat Zuhur tetapi karena salah lafaz atau ragu, ia ulang lagi niatnya berkali-kali, padahal sebenarnya niat itu sudah tetap dan tidak batal hanya karena kesalahan lafaz.Kisah Abu Hazim yang mendapat bisikan iblis tentang salat tanpa wudu dijadikan contoh bagaimana seorang muslim yang berilmu menepis bisikan tersebut dengan mempertegas bahwa iblis tidak pernah memberi nasihat baik. Ini mengilustrasikan bahwa waswas datang sebagai gangguan dan tipuan untuk merusak ibadah.Cara menghilangkan waswas dalam niat adalah dengan menyadari bahwa niat dalam salat sudah ada sejak hati berkeinginan untuk salat dan tidak perlu dilafalkan atau diulangi terus-menerus. Niat itu berada di hati dan sekali hadir sudah cukup.Al Imam Ibnu Jauzi menjelaskan bahwa ada orang yang sangat waswas sampai menganggap yang telah dilakukan belum dilakukan, padahal sudah. Dari sebuah riwayat dari Ibnu Aqil, orang seperti ini dianjurkan untuk tidak salat, karena menunjukkan ketidakwarasan (gila) yang membuatnya tidak wajib salat sebagaimana ada hadis bahwa orang gila diangkat kewajiban salatnya sampai sadar.Sebab utama waswas adalah kebodohan terhadap syariat dan terlalu memperinci niat dengan lafaz yang berlebihan. Contohnya, tidak perlu mengucapkan panjang lebar niat seperti “Usoli fardhal zuhrir arba rakaatin…” secara rinci dalam hati, karena niat itu sudah hadir spontan saat hendak memulai salat.Penegasan bahwa niat adalah dalam hati dan muncul secara spontan. Seorang yang hendak salat Zuhur atau Magrib sudah terpikirkan secara otomatis detailnya seperti rakaat dan menghadap kiblat tanpa harus dilafalkan secara verbal atau mental satu per satu.Disebutkan juga bahwa boleh mendahulukan niat sebelum takbiratul ihram, asalkan niat tidak batal. Meski secara fikih niat harus berada bersamaan atau tepat dengan rukun pertama salat (yakni takbir), dalam praktiknya Islam tidak membebani dengan hal yang terlalu sulit.Perbandingan dengan wudu: niat wudu diserukan bersamaan dengan melakukan rukun wudu pertama yaitu mencuci wajah. Dalam salat, rukun pertama adalah takbiratul ihram; walau demikian, sebagian orang sulit menyinkronkan niat panjang dengan takbir sehingga muncul waswas.Penegasan bahwa Islam tidak sesulit yang dibayangkan dalam masalah niat dan takbir. Rasulullah mengajarkan salat yang sederhana tanpa menyulitkan, berbeda dengan keinginan terlalu sempurna sehingga malah menjadi beban dan sumber waswas.Dari kitab tulisan Abdullah bin Mas’ud disebutkan bahwa beliau sangat keras menolak orang yang berlebih-lebihan dan menyulitkan diri dalam agama. Abu Bakar dan Umar juga sangat khawatir terhadap ekstremisme ini. Ini menegaskan bahwa berlebihan dalam beragama bukan sunah dan bernilai negatif.Satu tipu daya iblis adalah membuat seseorang terlalu sibuk pada urusan niat atau takbir yang “pas”, sehingga lupa memperhatikan keseluruhan salat. Contohnya, seseorang sudah merasa niat dan takbir sudah benar, lalu santai dan lalai dari rukun atau sunnah salat selanjutnya.Contoh lain adalah orang yang sudah terlambat mengikuti imam dan membacakan doa istiftah (sunah) yang panjang sehingga Imam rukuk duluan dan makmum kesulitan mengikutinya. Sebaiknya jika sudah masbuk dan waktu sempit, langsung membaca al-Fatihah tanpa doa tambahan agar tidak tertinggal imam.Penekanan bahwa al-Fatihah wajib dibaca oleh makmum, sementara doa istiftah dan ta’awwudz hukumnya sunnah, sehingga jangan sampai prioritas terganggu. Lebih baik meninggalkan yang sunnah daripada meninggalkan yang wajib.Contoh lain adalah orang yang meninggalkan sunnah salat karena kondisi pribadinya, misalnya takut riak, sehingga shaf tidak di depan atau salat dengan cara yang tidak biasa. Ibnu Jauzi mengatakan ini akibat kurang ilmu walaupun orang tersebut shalih.Hadis Abu Hurairah mengajarkan keutamaan saf pertama dalam salat berjamaah. Oleh karena itu, jangan takut mengambil saf terbaik karena riak; sebenarnya riak itu harus dilawan dengan istiqamah mengerjakan sunnah, bukan meninggalkannya.Cara meletakkan tangan saat salat pun termasuk sunnah. Ibnu Mas’ud pernah diperbaiki Nabi ketika letakkan tangan dengan cara yang salah. Jangan meninggalkan sunnah karena alasan pribadi seperti takut riak, sebab sunnah harus dilakukan dengan niat yang lurus dan hati yang benar.Ibnu Jauzi menegaskan bahwa patokan utama adalah dalil syariat, bukan mengikuti pendapat ulama secara membabi buta, karena ulama juga manusia biasa yang bisa salah. Oleh karena itu, dalam perselisihan harus mencari dalil mana yang paling kuat.Iblis juga menggoda dengan cara membuat orang terlena memperbaiki makharij huruf dan tajwid yang berlebihan saat membaca Al-Qur’an, hingga mereka menjadi sibuk dengan bacaan sampai keluar air ludah dan mengabaikan makna bacaan.Berikutnya, iblis menggoda orang ahli ibadah yang bodoh karena mengira ibadah hanyalah berdiri duduk tanpa memperhatikan ketepatan rukun wajib dan sunnah. Contohnya orang yang ikut salam imam sebelum selesai tasyahhud dan mengabaikan syarat-syarat salat dengan benar.Ada juga yang terlalu memanjangkan membaca Al-Qur`an dalam salat atau menggunakan suara keras saat salat siang demi menghilangkan kantuk, padahal sunnah orang ngantuk sebaiknya beristirahat, bukan memaksakan diri dan mengganggu ibadahIblis menipu juga dengan membuat orang sibuk dengan shalat malam dan lupa shalat fardhu, sehingga terlambat atau tidak fokus mengerjakan shalat wajib berjamaah yang pahalanya lebih besar.Dijelaskan pula bahwa tubuh punya hak untuk beristirahat dan sunnah Nabi adalah tidur cukup agar ibadah dilakukan dengan penuh semangat, contohnya salat Nabi Daud yang tidurnya teratur dibagi menjadi tiga bagian.Mengenai salat malam yang ekstrem, para salaf melakukannya secara bertahap dan bukan tiba-tiba. Nabi SAW sendiri tidak pernah begadang semalam suntuk tanpa tidur sama sekali. Maka tidak dianjurkan meniru yang ekstrem tanpa kemampuan fisik.Selanjutnya, bahaya riya’ dan pamer dalam beribadah ditegaskan. Iblis menipu orang-orang yang suka mempublikasikan amal salihnya dengan riak halus, misalnya menceritakan salat malam, umrah, atau sedekah agar dipuji orang lain.Nabi SAW menyatakan bahwa amal baik yang disembunyikan lebih utama daripada yang dipublikasikan. Jika riya mengotori amal salih, pahala bisa hilang bahkan menjadi dosa, sehingga harus berhati-hati dalam menceritakan amal ibadah.Ada juga godaan iblis kepada orang yang rajin membaca Qur’an di masjid, sampai ketenaran mereka menjadi tujuan beribadah bukan keikhlasan. Rasulullah menganjurkan agar salat sunnah sebaiknya dilakukan di rumah agar terjaga keikhlasan.Kisah para salaf yang menyembunyikan ibadahnya agar tidak dikenal menegaskan pentingnya menutup amal baik dari publik agar terhindar dari riya’. Contohnya datang orang ke masjid, seseorang pura-pura tidur agar orang tidak tahu sedang salat malam.Jiwa manusia memiliki nafsul lawamah, yakni jiwa yang selalu mencela bila berbuat maksiat atau riya, sebagai kontrol diri agar tidak terjerumus ke dalam dosa. Bila muncul sinyal ini, disarankan untuk segera berhenti dari perilaku tersebut.Walau ada godaan untuk menunjukkan kesedihan atau tangisan dalam ibadah agar dilihat orang, disarankan untuk tahan dan sembunyikan agar ibadah tetap ikhlas dan tidak hilang pahala karena riya’.

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya8 Juni 2026
E
Elsa Ulfah Hakim

📍 Luar Indonesia

Talbis Iblis 6: Talbis Iblis terhadap Ahli Ilmu bagian 2

Talbis 6: Talbis Iblis Terhadap Ahli Ilmu 2Ustadz Dr. Firanda AndirjaTalbis Iblis dalam niat sholat.Iblis menggoda seseorang untuk mengulang pelafalan niatnya karena menurutnya niatnya batal padahal jika sudah niat dari hatinya itu sudah cukup, sholatnya sah.Iblis menggoda seseorang dengan rasa was-was ketika takbiratul ihram sehingga ia mengulang takbirnya berkali-kali namun saat imam rukuk, ia tiba-tiba yakin takbir dan langsung ikut rukuk karena tidak ingin ketinggalan rakaat sholat. Hal ini dikarenakan godaan iblis yang menginginkan seseorang untuk tidak mendapatkan keutamaan takbiratul ihrom.Diantara orang yang terkena was-was sampai ada yang bersumpah hanya ingin takbir sekali saja karena rasa was-was yang berlebihannya itu.Ini semua adalah talbis iblis, karena sebenarnya syariat islam itu mudah dan selamat dari kekurangan-kekurangan. Hal-hal seperti ini juga tidak pernah dialami oleh Nabi dan sahabat-sahabat Nabi.Riwayat dari Abu Hazim rahimahullah ta’ala ketika ia masuk masjid lalu iblis menggodanya dengan membisikkan “wahai Hazim sesungguhnya engkau sholat tanpa wudhu”. Lalu Hazim berkata “sejak kapan nasihatmu sampai seperti ini wahai iblis”. Inilah cara Abu Hazim menepis bisikan dari iblis agar terhindar dari was-was.Cara menghilangkan talbis ini dari orang yang terkena was-was terhadap niat adalah:Jika mengulang takbiratul ihrom untuk menghadirkan niat maka dengan ia berdiri untuk menjalankan sholat fardhu itu sudah temasuk niat dan itu cukup karena niat itu letaknya di hati bukan di lafadz.Tetapi jika mengulang takbiratul ihrom untuk memperbaiki pelafalan bacaan niat maka cukup mengingat bahwa melafalkan niat itu tidak wajib.Ibnul Jauzi berkata ketahuilah bahwasannya was-was dalam niat sholat menandakan adanya masalah pada akalnya karena kebodohannya dalam syari’at.Seseorang yang was-was menjadi bimbang karena disebabkan keinginannya untuk memperinci niatnya melalui lafal dan hatinya dalam satu waktu.Ibnu Jauzi juga berkata bahwa niat itu boleh didahulukan sebelum takbir dengan waktu yang sebentar selama ia tidak membatalkan niatnya. Hal ini dikarenakan ada sebagian orang yang menggabungkan melafalkan dan meresapi  niat dengan rukun pertama pada sholat (takbirotul ihrom) secara bersamaan. Hal ini jelas akan menyulitkan dan akan mudah menimbulkan was-was. Hal ini juga tidak dicontohkan oleh nabi dan juga para sahabat.Abdullah bin Mas’ud berkata “Demi zat yang tidak ada sesembahan selainNya, aku tidak melihat seorang pun yang lebih tegas terhadap  orang yang berlebih-lebihan seperti Rasulullah. Aku tidak pernah melihat seorang pun yang paling khawatir dengan orang yang berlebih-lebihan seperti Abu Bakar dan menurutku Umar bin Khattab adalah orang yang paling keras terhadap orang yang berlebih-lebihan dalam beragama”.Di antara talbis iblis ada seseorang yang sibuk dengan niatnya tapi kurang memperhatikan sholatnya. Seakan-akan sholat hanya untuk mengepaskan takbir dengan niatnya saja dan ini adalah talbis iblis. Cara untuk menghilangkannya adalah dengan memahami bahwasannya tujuan takbir adalah masuk dalam sholat. Jadi jangan hanya fokus terhadap niat dan takbirnya namun lalai dalam sholatnya.Di antara rasa was-was yaitu sibuk dengan yang sunnah kemudian melalaikan yang wajib. Contohnya ketika seseorang masbuk dalam sholatnya kemudian ia sudah sah dalam bertakbiratul ihrom dan mendapati imam sudah mendekati rukuk, namun ia tetap sibuk dengan bacaan iftitahnya padahal seharusnya ia langsung membaca Al Fatihah. Hal ini  dikhawatirkan jika ia sibuk dengan bacaan yang sunnah ia akan ketinggalan bacaan Al Fatihahnya. Karena bacaan iftitah dan ta’awudz adalah sunnah sedangkan membaca Al Fatihah adalah wajib bahkan sebagian ulama berkata bahwa makmum wajib membaca Al Fatihah.Ibnul jauzi berkata iblis telah memberikan tipu daya kepada suatu kaum sehingga ia meninggalkan banyak sunah-sunah Nabi karena perkara-perkara yang menimpanya. Contohnya di antara mereka ada yang sengaja memilih shaf belakang ketika sholat karena ia ingin lebih fokus dalam sholat karena jika di depan ia khawatir riya. Seharusnya tetap jalani sunnah dan lawan riya. Diantara mereka ada yang sholatnya tidak melipat tangannya di depan, hal itu dikarenakan mereka khawatir apabila melipat tangan di depan seakan-akan mereka akan terlihat khusyu padahal hatinya biasa saja. Hal ini menyelisihi sunnah dan hal ini disebabkan karena kurangnya ilmu meskipun sholeh.Dalam riwayat shahih Bukhari dan Muslim dalam hadits dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu,Rasulullah bersabda “Seandainya manusia mengetahui tentang keutamaan menjawab azan dan keutamaan di shaf pertama, kemudian mereka tidak bisa melakukannya kecuali dengan undian, maka tentu mereka akan ikut melakukan undian agar berada di shaf pertama”.Dan dalam hadits yang diriwayatkan Muslim dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda “sebaik-baiknya Nabi adalah di shaf pertama dan yang paling buruk adalah yang paling akhir”.Adapun meletakkan tangan di atas tangan lainnya adalah sunnah. Ibnu Mas’ud pernah sholat dan ia meletakkan tangan kirinya di atas tangan kanan, maka nabi pun melihat Ibnu Mas’ud tangannya terbalik maka Rasulullah memperbaiki posisi tangannya. Hal ini menunjukkan bahwa hukum meletakan tangan di atas tangan yang lain hukumnya sunnah.  Jadi jangan berpikir takut dikira khusyu maka tidak menjalankan sunnah, namun perbaikilah hati kita.“Jangan sampai meninggalkan syari’at hanya karena perkataan seseorang yang kau agungkan karena syari’at itu lebih agung dari perkataanya dan orang lain bisa saja salah dalam menafsirkan dan bisa jadi ia memiliki pendapat yang tidak sesuai syari’at karena hadits-hadits Nabi belum sampai kepadaNya”. Disini Ibnu Jauzi ingin menyampaikan bahwa yang harus dijadikan patokan adalah dalil dan yang dijadikan dalil adalah syari’at.Iblis menggoda sebagian orang yang sholat dalam masalah makhorijul huruf sehingga ia mengulang-ulang bacaannya. Maka itu sudah keluar dari aturan sholat. Hal ini juga menyebabkan seseorang melupakan makna dari bacaannya karena sibuk memperbaiki makhrojnya.Jika imam sudah mengucapkan salam namun kita belum selesai membaca tasyahud. Tidak mengapa imam salam lebih dulu dan kita tetap menyelesaikan bacaan tasyahud kita karena ini tidak ditanggung oleh imam.Diantara ahli ibadah yang bodoh adalah mereka begadang untuk sholat malam hingga semalam suntuk, mereka merasa senang melaksanakan sholat malam melebihi rasa senangnya dalam melaksanakan sholat fardhu. Kemudian mereka merasa lelah dan tertidur sehingga tertinggal sholat fajarnya. Hal ini keliru karena sibuk dengan ibadah sunnahnya namun lalai dengan ibadah wajibnya. Seseorang harus lebih bahagia ketika bisa sholat subuh berjama’ah dibandingkan sholat malam yang ia kerjakan.Rasulullah bersabda “sesungguhnya ikutilah petunjuk nabi yang tengah. Barang siapa yang berlebihan dalam agama maka ia akan terdominasi”.Rasulullah juga berkata jika salah seorang dari kalian mengantuk maka tidurlah sampai hilang rasa kantuknya karena jika seseorang sholat dalam kondisi ngantuk maka bisa jadi ia ingin beristighfar tapi dia malah mencaci maki dirinya.Rasulullah berkata sebaik-baiknya sholat adalah sholatnya Nabi Daud karena beliau tidur setengah malam lalu beliau sholat sepertiga malam dan tidur lagi seperenam malam dan bangun sholat subuh dalam keadaan segar.Jika ada yang berkata “bukankah telah diriwayatkan kepada kita sekelompok dari golongan ulama salaf, mereka sholat semalam suntuk?”. Ibnu Jauzi berkata bahwa mereka itu bertahap sampai mampu dalam hal tersebut dan mereka yakin bisa melakukan sholat subuh secara berjama’ah. Hal yang membuat mereka kuat adalah karena mereka tidur disiang hari dan makan mereka sedikit sehingga mereka tetap mampu sholat semalam suntuk dan sholat subuh berjama’ah. Maka boleh mereka melakukan demikian. Kemudian juga tidak sampai kepada kami, bahwasannya Rasulullah pernah begadang semalam suntuk tidak tidur sama sekali. Sunnah Nabi lebih utama untuk diikuti daripada perbuatan para salaf tersebut.Fitnah dalam menceritakan amal sholeh, sungguh iblis telah menipu dan memperdaya sekelompok orang dari yang ahli sholat malam karena pada siang hari mereka menceritakan sholat malam tersebut tapi terkadang ceritanya tidak langsung dan dengan cara yang halus “Subhanallahu si fulan tadi malam azannya pas waktu” tujuannya agar pendengar tahu bahwa ia tidak tidur semalam. Hal ini bisa termasuk kepada riya.  Maka cara orang yang seperti ini adalah ia telah meninggalkan catatan amalnya dari amal tersembunyi menuju amal yang terlihat. Tentu pahalanya akan berbeda antara amalan tersembunyi dengan amalan yang terlihat/terceritakan.Kata Allah subhanahu wa ta’ala “jika kalian bersedekah kalian perlihatkan dan jika ikhlas tidak jadi masalah itu baik. Namun jika ia sembunyikan maka itu lebih baik”. Jadi amal sholeh yang disembunyikan itu lebih baik.Nabi shallallahu ‘alaihi wasalam berkata “siapa yang mampu diantara kalian memiliki amal sholeh yang tersembunyi maka lakukanlah”.Walaupun kita selamat dari riya, setan akan menjerumuskan kita kedalam amalan yang terlihat sehingga pahala kita bisa berkurang. Karena pahalanya akan berbeda antara amalan tersembunyi dengan amalan yang terlihat. Tipu daya setan itu sangat halus. Maka berhati-hatilah.Iblis memberi tipu daya kepada sebagian orang yang bersendirian sholat di masjid untuk beribadah maka lalu ia dikenal sebagai orang yang rajin beribadah di masjid, maka orang-orang pun datang dan mengikutinya sholat menjadi makmum. Pada akhirnya orang ini terkenal. Ini adalah racun yang dimasukkan oleh iblis. Karena hal ini orang-orang menjadi senang kepadanya  dan mereka menjadi semangat dalam beribadah karena ia tahu perbuatannya menjadi viral dan akhirnya orang lain memujinya. Hal yang membuat ia semangat beribadah bukan karena ketulusannya dalam beribadah namun karena perbuatannya yang viral.Dari Zaid bin Tsabit, Nabi shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda “sebaik-baiknya sholat (sunnah) seseorang adalah di rumahnya kecuali sholat fardhu”.Allah menciptakan jiwa kita memiliki nafsu la wama yaitu jiwa yang suka mencela dan jiwa ini yang mengontrol dan memberi sinyal kepada kita. Jika kita melakukan maksiat maka jiwa kita akan menegur/menyadari bahwa itu salah. Maka jika hati sudah memberi sinyal maka berhenti dan jangan lanjutkan.Iblis menggoda sebagian ahli ibadah dengan menangis di depan umum. Kata Ibnu Jauzi mungkin ia tidak bisa menahan tangisannya dan ini ya sudah tidak mengapa. Namun siapa yang mampu menyembunyikan tangisnya tetapi ia malah menampakkan tangisnya maka ia terpapar oleh riya.

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya8 Juni 2026
L
Lisna Febriani

📍 Kota Tasikmalaya

Talbis Iblis 6

Talbis Iblis 6: Talbis Iblis Terhadap Ahli Ilmu (Bagian 2)Pokok Bahasan: Bab 8Talbis Iblis Terhadap Ahli Ibadah dalam Berbagai Macam Ibadah 6.Meninggalkan yang SunatIblis memperdayai sebagian orang, lalu mereka meninggalkan sekian banyak sunat karena berdasarkan pertimbangan mereka sendiri. Diantara mereka ada yang sengaja tidak ikut ke dalam shaf yang pertama, seraya berkata, "Karena aku ingin mencari ketenangan hati." Diantara mereka ada yang tidak meletakkan satu tangan di atas tangan yang satunya lagi, seraya berkata, "Aku tidak suka memperlihatkan kekhusyukan yang tidak ada di dalam hatiku."Telah diriwayatkan kepada kami 2 macam perbuatan ini dan para pemuka orang-orang shalih. Yang demikian ini terjadi karena minimnya ilmu. Telah disebutkan di dalam Ash-Shahihain, dari hadits Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, dari Nabi shalallahu alaihi wasallam, beliau bersabda,"Andaikan manusia itu tau pahala dalam adzan dan shaf pertama, kemudian mereka tidak mendapatkannya kecuali dengan cara diundi, tentulah mereka mau diundi." (HR.Al-Bukharu & Muslim)"Sebaik-baik shaf kaum laki-laki adalah yang pertama, seburuk-buruk shaf nya adalah yang terakhir." (HR.Muslim)Sedangkan meletakkan tangan di atas tangan yang lain adalah sunat.Adakalanya Iblis melancarkan talbis dalam masalah tasydid, atau dalam makhraj huruf dhad saat membaca al-maghddhub (dalam surat Al-Fatihah). Iblis mendorong mereka untuk melebihi batasan & membuat mereka sibuk dalam pengucapan huruf, sehingga tidak memahami lagi apa yang dibaca.7.Terus menerus Shalat MalamTalbis Iblis dilancarkan terhadap para ahli ibadah, lalu mereka banyak mendirikan shalat malam.Diantara mereka ada yang berjaga sepanjang malam, lebih suka mendirikan shalat malam & shalat dhuha dalam porsi yang lebih banyaj daripada kesukaannya mendirikan shalat fardhu.Maka ketika mendekati waktu fajar, dia tertidur dan ketinggalan shalat fardhu, atau dia bangun namun ketinggalan mengerjakan shalat fardhu secara berjamaah. Atau esoknya dia menjadi malas & lemas untuk mencari penghidupan untuk keluarganya."Sesungguhnya dirimu mempunyai hak atas kamu. Maka bangunlah dan juga tidurlah." (HR.Abu Daud)"Jika salah seorang diantara kalian mengantuk, maka hendaklah dia tidur hingga hilang kantuknya. Sesungguhnya jika dia shalat dalam keadaan mengantuk, maka boleh jadi dia membaca dengan maksud untuk memohon ampunan, lalu dia pun membaca sambil mencaci maki dirinya." (HR.Al Bukhari & Muslim)Iblis memperdayai orang-orang yang biasa mendirikan shalat malam, lalu mereka membicarakannya pada siang hari. Boleh jadi salah seorang di antara mereka berkata, "Fulan mengumandangkan adzan pada jam sekian, agar orang-orang tahu dialah yang mengingatkan." Ada segolongan orang yang lebih suka menyendiri di dalam masjid untuk shalat dan beribadah, sehingga kebiasaan ini diketahui banyak orang, yang kemudian bergabung bersama dan shalat bersama pula. Lama kelamaan mereka jadi terkenal. Yang seperti ini termasuk tipu daya iblis, meskipun yang demikian mendorong mereka untuk tekun beribadah, karena ternyata tindakan mereka ini hanya untuk mencari pujian."Sesungguhnya shalat seseorang yang paling utama adalah di dalam rumahnya, kecuali shalat wajib." (HR.Al Bukhari & Muslim)Amir bin Abdi Qais tidak suka jika orang-orang melihatnya mendirikan shalat, karenanya ia tidak pernah mendirikan shalat sunat di masjid. Jika Ibnu Abi Laila sedang shalat sunat, lalu ada seseorang memasuki rumahnya, maka dia pun terlentang.Diantara para ahli ibadah ada pula yang suka menangis, sementara di sekitarnya banyak orang. Tangis ini terjadi begitu saja dan sulit untuk ditahan. Siapa yang mampu menyembunyikannya, namun dia tetap menampakkannya, maka dia termasuk orang yang riya'. Dari Ashim, dia berkata, "Abu Wa'li biasa shalat (sunat) di dalam rumahnya, dan tatkala shalat itu dia menangis sesenggukan. Andaikata ada seseorang melihatnya, maka dia tidak menangis," Sementara jika Ayyub As-Sakhtiyani tidak mampu menahan tangisnya, maka dia bangkit berdiri.

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya8 Juni 2026
D
Deni trisiananingrum

📍 Kota Administrasi Jakarta Pusat

Talbis iblis bagian 6

Kitab TALBIS IBLIS - “Tipuan Iblis”karangan Abdurrahman bin Ali bin Muhammad Ibnul JauziBagian 6Oleh Ustadz Firanda AndirjaSumber: Youtube Firanda Andirja Talbis Iblis-6BAB KEDELAPAN: PENYEBUTAN TIPU DAYAIBLIS KEPADA PARA HAMBA DALAM IBADAHBagian 2Penyebutan Tipu Dayanya kepada Mereka dalam Shalat ◦ Di antaranya tipu dayanya kepada mereka dalam niat shalat. Di antara mereka ada yang berkata: "Aku shalat shalat ini," kemudian mengulanginya karena mengira bahwa dia telah merusak niat. Niat tidak rusak meski tidak ridha dengan lafaz. Di antara mereka ada yang takbir kemudian merusaknya, kemudian takbir kemudian merusaknya. Jika imam rukuk, orang yang was- was takbir dan rukuk bersamanya. Aku heran apa yang menghadirkan niat saat itu? Itu tidak lain karena Iblis ingin melewatkan keutamaan baginya. Di antara orang yang was-was ada yang bersumpah demi Allah tidak akan takbir selain yang ini. Di antara mereka ada yang bersumpah demi Allah dengan mengeluarkan hartanya atau dengan talak. Ini semua tipu daya Iblis. Syariat itu toleran, mudah, selamat dari bencana-bencana ini. Tidak terjadi kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabatnya sesuatu dari ini.Telah sampai kepada kami dari Abu Hazim bahwa dia masuk masjid lalu Iblis membisikkan kepadanya bahwa kamu shalat tanpa wudhu. Dia berkata: "Nasihatmu tidak sampai ke tingkat ini." Pembongkaran tipu daya ini adalah dikatakan kepada orang yang was-was: Jika kamu ingin menghadirkan niat, niat sudah hadir karena kamu berdiri untuk menunaikan fardhu dan inilah niat itu. Tempatnya adalah hati, bukanlafaz. Jika kamu ingin membenarkan lafaz, lafaz tidak wajib. Kamu sudah mengatakannya dengan benar, maka apa alasan mengulanginya? Apakah kamu mengira setelah mengatakan bahwa kamu tidak mengatakannya? Ibnul Jauzi berkata: Sebagian syaikh menceritakan kepadaku dari Ibnu Aqil kisahyang mengherankan bahwa seorang laki-laki menemuinya dan berkata: "Sesungguhnya aku membasuh anggota dan berkata aku tidakmembasuhnya, aku takbir dan berkata aku tidak takbir." Ibnu Aqil berkata kepadanya: "Tinggalkan shalat karena itu tidak wajib atas kamu." Suatu kaum berkata kepada Ibnu Aqil: "Bagaimana kamu berkata demikian?" Dia berkata kepada mereka: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Diangkat pena dari orang gila hingga dia sadar.' Barangsiapa takbir dan berkata tidak takbir maka dia bukan orang berakal, dan orang gila tidak wajib shalat atasnyaIbnul Jauzi berkata: Ketahuilah bahwa was-was dalam niat shalat sebabnya adalah kerusakan dalam akal dan kebodohan terhadap kemudahan. Diketahui bahwa orang yang dimasuki seorang alim lalu dia berdiri untuknya dan berkata: "Aku niat berdiri tegak karena masuknya alim ini karena ilmunya menghadap kepadanya dengan wajahku," ini menunjukkan ada cacat dalam akalnya. Sesungguhnya ini telah tergambar dalam pikirannya sejak melihatalim itu. Berdirinya manusia untuk shalat untuk menunaikan fardhu adalah perkara yang tergambar dalam jiwa dalam satu keadaan, tidak memanjang waktunya. Yang memanjang waktu adalah menyusun lafaz-lafaz ini, sedangkan lafaz tidak wajib. Was-was adalah kebodohan murniSesungguhnya orang yang was-was memaksakan dirinya menghadirkan dalam hatinya zuhur empat rakaat fardhu dalam satu keadaan terperinci dengan lafaz-lafaznya sambil dia memperhatikannya, dan itu mustahil.Seandainya dia memaksakan dirinya demikian dalam berdiri untuk alim, niscaya sulit baginya.Dari Miswar dia berkata: Mu'in bin Abdurrahman mengeluarkan kepadaku sebuah kitab dan bersumpah demi Allah bahwa itu tulisan ayahnya. Di dalamnya tertulis: Abdullah berkata: "Demi Dzat yang tidak ada ilah selain- Nya, aku tidak melihat seorang pun yang lebih keras terhadap orang-orang yang berlebihan daripada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dan tidak melihat setelah beliau yang lebih takut kepada mereka daripada Abu Bakar. Sesungguhnya aku mengira Umar adalah orang yang paling takut di muka bumi kepada mereka." ◦ Di antara orang yang was-was ada yang jika niatnya benar dan dia takbir, dia lalai dari sisa shalatnya seolah-olah tujuan dari shalat hanya takbir saja. Ini tipu daya yang dibongkar bahwa takbir dimaksudkan untuk masuk dalam ibadah. Bagaimana mengabaikan ibadah yang seperti rumah dan hanya sibuk menjaga pintu? ◦ Di antara orang yang was-was ada yang takbirnya benar di belakang imam padahal tersisa dari rakaat sedikit, lalu dia membaca iftitah dan ta'awwudz. Imam rukuk. Ini juga tipu daya karena yang dia mulai dari ta'awwudz dan iftitah adalah sunnah, sedangkan yang dia tinggalkan yaitu membaca al-Fatihah wajib bagi makmum menurut segolongan ulama. Maka tidak pantas mendahulukan sunnah atasnya. ◦ Iblis telah menipu sekelompok orang sehingga mereka meninggalkan banyak sunnah karena kejadian-kejadian yang menimpa mereka. Di antara mereka ada yang sengaja tidak berada di shaf pertama sambil berkata: "Yang dimaksud adalah mendekatkan hati." Di antara mereka ada yang tidak meletakkan tangan di atas tangan dalam salat sambil berkata: "Aku tidak suka menampakkan kekhusyukan yang tidak ada dalam hatiku.". Kami telah meriwayatkan kedua perbuatan ini dari sebagian tokoh salehbesar, namun ini adalah masalah yang disebabkan oleh kurangnya ilmu.Dalam Shahihain dari hadis Abu Hurairah radhiyallahu anhu, dari Nabi alaihi wa sallam bersabda: "Seandainya manusia mengetahuikeutamaan yang mereka peroleh dalam azan dan shaf pertama, kemudian mereka tidak mendapatkan cara lain kecuali dengan mengundi, niscaya mereka akan mengundi."Dalam riwayat khusus Muslim dari hadisnya, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Sebaik-baik shaf laki-laki adalah yang pertama, dan seburuk-buruknya adalah yang terakhir."Adapun meletakkan tangan di atas tangan, itu adalah sunnah. Abu Dawud meriwayatkan dalam Sunannya bahwa Ibnu Zubair berkata: "Meletakkan tangan di atas tangan adalah termasuk sunnah." Dan bahwa Ibnu Mas'ud pernah salat lalu meletakkan tangan kirinya di atas tangan kanan, maka Nabi shallallahu alaihi wa sallam melihatnya dan meletakkan tangan kanannya di atas tangan kiri. ◦ Iblis telah menipu sebagian orang yang salat dalam hal makharijul huruf (tempat keluarnya huruf). Kamu akan melihatnya berkata "al-hamdu al-hamdu" sehingga dengan mengulang kata tersebut dia keluar dari aturan adab salat. Terkadang dia menipu dalam hal tahqiq tasydid (membenarkan huruf yang ditasydid), dan terkadang dalam mengeluarkan huruf dhad pada kata "al-maghdubi". Sungguh aku telah melihat orang yang mengucapkan "al-maghdubi" sehingga keluar ludah bersama keluarnya huruf dhad karena kuatnya penekanan. Padahal yang dimaksud hanyalah membenarkan huruf saja. Iblis mengeluarkan orang-orang ini dengan berlebihan melampaui batas tahqiq dan menyibukkan mereka dengan melebih-lebihkan huruf sehingga tidak memahami bacaan. Semua wasangka ini dari Iblis.Dalam riwayat khusus Muslim dari hadis Utsman bin Abi al-Ash, dia berkata:"Aku berkata kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam: 'Sesungguhnya setan telah menghalangi antara aku dengan salatku dan bacaanku, dia memusingkanku.' Maka Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: 'Itu adalah setan yang disebut Khinzab. Jika kamu merasakannya, makaberlindunglah kepada Allah darinya tiga kali dan ludahlah ke kirimu. ' Aku melakukan itu, maka Allah menghilangkannya dariku." ◦ Iblis telah menipu banyak orang dari kalangan orang bodoh yang beribadah. Mereka melihat bahwa ibadah hanyalah berdiri dan duduk saja. Mereka tekun dalam hal itu namun melalaikan sebagian kewajiban mereka tanpa mengetahuinya. Iblis juga menipu yang lain di antara mereka. Mereka memanjangkan salat dan memperbanyak bacaan, namun meninggalkan yang disunnahkan dalam salat dan melakukan yang dimakruhkan. ◦ Iblis telah menipu sekelompok orang yang beribadah sehingga mereka memperbanyak salat malam. Di antara mereka ada yang begadang sepanjang malam dan lebih bergembira dengan qiyamul lail dan salat dhuha daripada bergembira dengan menunaikan fardhu. Kemudian dia tertidur menjelang fajar sehingga melewatkan salat fardhu, atau bangun lalu bersiap-siap untuk salat sehingga melewatkan jamaah, atau dia bangun dalam keadaan malas sehingga tidak mampu mencari nafkah untuk keluarganya. Jika ada yang berkata: "Kamu telah meriwayatkan kepada kami bahwa sekelompok salaf biasa menghidupkan malam," maka jawabannya: Mereka bertahap hingga mampu melakukan itu. Mereka yakin dapat menjaga salat fajar berjamaah. Mereka terbantu dengan qailulah (tidur siang) karena sedikitnya makanan, dan itu benar bagi mereka. Kemudian belum sampai kepada kami bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah begadang semalam tanpa tidur. Maka sunnahnyalah yang diikuti." ◦ Iblis telah menipu sekelompok orang yang qiyamul lail sehingga mereka membicarakan hal itu di siang hari. Barangkali salah seorang dari mereka berkata: "Si fulan muazin azan pada waktu itu," agar orang-orang tahu bahwa dia sedang terjaga. ◦ Iblis telah menipu yang lain yang menyendiri di masjid-masjid untuk salat dan beribadah sehingga mereka dikenal karena hal itu. Keadaan mereka tersebar di antara manusia. Itu termasuk tipu daya Iblis yang menguatkan jiwa untuk beribadah karena mengetahui bahwa hal itu akan tersebar dan mendatangkan pujian. Dari Zaid bin Tsabit, bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:"Sesungguhnya sebaik-baik salat seseorang adalah di rumahnya, kecuali salat wajib."Berkata penulis: "Keduanya (Bukhari dan Muslim) mengeluarkannya dalam Shahihain." Amir bin Abd Qais tidak suka dilihat orang saat salat. Dia tidak salat sunnah di masjid. Dia salat seribu rakaat setiap hari. Ibnu Abi Laila jika salat lalu ada yang masuk, dia berbaring ◦ Iblis telah menipu sekelompok orang yang beribadah. Mereka menangis sementara orang-orang di sekitar mereka. Ini terkadang terjadi pada seseorang sehingga tidak bisa dicegah. Barangsiapa yang mampu menutupinya namun menampakkannya, maka dia telah terjatuh dalam riya. Dari Ashim: "Abu Wail jika salat di rumahnya menangis tersedu-sedu. Seandainya diberikan kepadanya dunia agar melakukannya di hadapan seseorang yang melihatnya, dia tidak akan melakukannya." Ayyub as-Sakhtiyani jika tangisan mengalahkannya, dia berdiri ◦ Iblis telah menipu sekelompok orang yang beribadah. Kamu melihat mereka salat siang malam namun tidak memperhatikan perbaikan cacat batin dan makanan. Memperhatikan hal itu lebih utama bagi mereka daripada memperbanyak sunnah.

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya8 Juni 2026
M
Meutia Yunita

📍 Kota Bandung

Ringkasan Materi 6: Talbis Iblis #6

Tipu Daya Iblis terhadap Ahli Ibadah (Bagian 2)Tipu daya dalam masalah niat dan takbirWaswas dalam niat: banyak orang terjebak mengulang-ulang lafaz niat karena merasa niatnya batal. Padahal, niat itu ada di hati. Begitu kita berdiri untuk salat, kita sudah berniat.Mengulang takbir: Iblis membuat orang ragu saat Takbiratul Ihram sehingga ia mengulangnya berkali-kali. Akibatnya, ia kehilangan keutamaan takbir pertama bersama imam.Penyakit waswas ini muncul karena kebodohan terhadap agama dan adanya gangguan pada logika (akal).Kekeliruan skala prioritas (wajib vs sunnah)Mendahulukan yang sunnah: Ada orang yang masbuk (terlambat) sibuk membaca doa istiftah (sunnah) yang panjang, sampai-sampai ia tidak sempat membaca Al-Fatihah (wajib/rukun).Meninggalkan yang wajib demi sunnah: Contohnya, orang yang semangat salat malam (tahajud) tapi akhirnya ketiduran sehingga meninggalkan salat Subuh atau tidak salat Subuh berjemaah. Padahal, pahala amalan wajib jauh lebih besar.Meninggalkan sunnah karena alasan yang salahAda orang yang enggan melakukan sunnah karena takut dianggap pamer (riya). Contoh: Tidak mau salat di saf pertama karena takut riya.Prinsip: Kita harus tetap menjalankan sunnah dan melawan penyakit hatinya, bukan malah meninggalkan sunnahnya.Berlebih-lebihan dalam tajwid dan makhrajIblis menggoda ahli Quran untuk terlalu fokus pada makhraj (cara keluar huruf) secara berlebihan hingga mengulang-ulang satu huruf berkali-kali.Dampaknya: Seseorang jadi terlalu sibuk dengan teknis suara, sehingga lupa merenungi makna ayat yang sedang dibaca.Riya halus (menceritakan amal)Cerita Terselubung: Iblis menggoda orang untuk menceritakan ibadahnya secara halus. Contoh: "Tadi malam muazin azannya tepat waktu ya," (tujuannya supaya orang tahu bahwa dia bangun dan salat malam).Menghapus Pahala: Amalan yang seharusnya rahasia antara hamba dan Allah menjadi terbuka. Amalan yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi jauh lebih utama dan lebih terjaga dari riya.Sifat para Salaf: ulama dahulu sangat kuat dalam menyembunyikan amalan. Mengabaikan hak tubuhIblis menggoda ahli ibadah untuk tidak tidur sama sekali demi beribadah. Padahal, tubuh memiliki hak untuk istirahat.Nabi Muhammad SAW melarang hal ini. Beliau mengajarkan kita untuk salat malam tapi juga harus tidur, agar saat salat fardu kita dalam kondisi segar dan fokus, bukan mengantuk.Kesimpulan:Ibadah yang paling baik adalah yang sesuai dengan dalil (sunnah) dan dilakukan dengan ikhlas. Jangan biarkan Iblis merusak pahala Anda melalui perasaan ragu-ragu (waswas), perasaan ingin dipuji (riya), atau sikap berlebih-lebihan yang justru keluar dari jalur agama.*keterangan: hari ini desain posternya berbeda dari sebelumnya karena batasan generate image di chat gpt nya sudah habis.

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya8 Juni 2026
K
khaira azwa putri ranaji

📍 Kota Administrasi Jakarta Timur

catatan TALBIS IBLIS #6: talbis iblis terhadap ahli ilmu

Kerancuan dalam Niat dan Takbiratul Ihramwas” dalam niat: iblis membuat orang mengulang-ulang ucapan niat (misalnya "Usolli") karena merasa niatnya batal.                        "النِيَّةُ مَحَلُّهَا فِي الْقَلْبِ لَا بِاللَّفْظِ"mengulang takbir: iblis menggoda orang untuk membatalkan takbir berkali-kali hingga ia luput dari keutamaan awal shalat bersama Imam.sumpah yang berlebihan: saking was-wasnya, ada yang sampai bersumpah:"لَوْ عَاوَدْتُ التَّكْبِيرَ طَلَّقْتُ زَوْجَتِي"(Jika aku mengulang takbir lagi, aku ceraikan istriku) hanya agar bisa berhenti dari was-was tersebut.Hakikat was”was” dalam niat shalat adalah bukti adanya kekacauan pada akal(الْوَسْوَسَةُ سَبَبُهَا خَلَلٌ فِي الْعَقْلِ)dan kebodohan terhadap syariat.Salah Prioritas: Mendahulukan Sunnah daripada WajibIblis menggoda makmum masbuk untuk sibuk membaca doa istiftah padahal Imam sudah mau rukuk. ia meninggalkan yang wajib (membaca Al-Fatihah).begadang untuk shalat malam (tahajjud) namun ketiduran sehingga meninggalkan shalat Subuh.Meninggalkan Sunnah Karena Alasan "Hati"Menghindari Saf PertamaSeseorang sengaja berdiri di saf belakang dengan alasan agar lebih khusyuk atau takut riya,"لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الْأَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلَّا أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لَاسْتَهَمُوا".Tidak Sedekapsengaja tidak meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri karena takut dianggap pura-pura khusyuk.jalankan sunnah dan lawan penyakit hatimu, bukan malah meninggalkan sunnah.Berlebihan dalam Makharijul Huruf (Tajwid)setan menyibukkan orang dengan terlalu menekan makhraj huruf (ex: ض) secara berlebihan hingga keluar air liur/ludah: حَتَّى يَخْرُجَ رِيقهhal ini membuat seseorang lupa merenungkan makna ayat yang sedang dibaca.Kebodohan dalam Aturan Ibadahlangsung ikut salam begitu Imam salam, padahal ia belum menyelesaikan bacaan Tasyahud.memaksa tetap solat walaupun ngantuk, padahal Nabi memerintahkan untuk tidur dahulu agar ia tidak mencaci dirinya sendiri saat berniat istigfar."إِذَا نَعَسَ أَحَدُكُمْ فِي صَلَاتِهِ فَلْيَرْقُدْ"Tipu Daya Riya (Pamer) yang HalusMenceritakan amal secara tersiratDengan bercerita, amalan yang tadinya tercatat di buku amalan rahasia berpindah ke buku amalan yang diperlihatkan, sehingga pahalanya berkurang.Pura-pura sakit untuk menyembunyikan tangis saat ibadah, lalu mengambil tisu dan berkata:"الزُّكَامُ شَدِيدٌ" (Flu ini sangat berat).Ibnu Abi Laila: jika sedang shalat lalu ada orang masuk, ia akan langsung berbaring/pura-pura tidur agar ibadahnya tidak diketahui orang lain.Prinsip Utama Melawan TalbiIkuti jalan asal/sunnah yang jelas, bukan mengikuti "perasaan" atau pendapat tokoh tertentu yang menyalahi dalil.Tubuh memiliki hak untuk istirahat:"إِنَّ لِنَفْسِكَ عَلَيْكَ حَقًّا".Amal yang disembunyikan jauh lebih baik:"مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يَكُونَ لَهُ خَبْءٌ مِنْ عَمَلٍ صَالِحٍ فَلْيَفْعَلْ".

💬 0 komentar📅 8 Jun 2026Baca selengkapnya →