📝 Talbis Iblis #jejakcahaya

Laporan & catatan kegiatan Talbis Iblis #jejakcahaya

✏️ Buat Laporan
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya14 jam lalu
N
Nurmaida

📍 Kota Palu

‎Materi #10: Talbis Iblis dari Ahli Zuhud ‎

‎Materi #10: Talbis Iblis dari Ahli Zuhud‎‎(Ringkasan Kajian Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.)‎‎Talbis Iblis (tipu daya Iblis) terhadap orang-orang yang mengaku sebagai ahli zuhud. Ustadz Dr. Firanda Andirja menjelaskan bahwa banyak orang yang tampak zuhud secara lahiriah—dengan pakaian sederhana dan gaya hidup sederhana—namun hati mereka masih terjangkit penyakit hati yang tersembunyi.‎‎1. Penyakit Hati yang Samar (Khofiyur Riya)‎Banyak ahli zuhud terjebak dalam keinginan untuk diakui, dihormati, atau mendapatkan pujian dari manusia. Mereka senang jika dicium tangannya, dimuliakan, atau dianggap sebagai orang saleh. Padahal, keinginan tersebut merupakan bentuk syahwat yang tersembunyi dan dapat merusak keikhlasan amal. ‎‎2. Kisah Pendeta Sam'an‎Ustadz menyebutkan kisah seorang pendeta bernama Sam'an sebagai contoh bagaimana Iblis menipu sebagian orang. Mereka menjalani kehidupan yang tampak zuhud dan penuh kesulitan bukan karena mengharap ridha Allah, tetapi demi mendapatkan sanjungan, penghormatan, dan kedudukan di mata manusia. ‎3. Pentingnya Keikhlasan‎Keikhlasan merupakan syarat utama diterimanya amal. Jika seseorang beramal bukan karena Allah, maka amal tersebut tidak bernilai di sisi-Nya. Oleh karena itu, para salaf sangat berhati-hati menjaga niat dan sering menyembunyikan amal ibadah mereka agar terhindar dari riya. ‎‎4. Menjaga Hati dari Popularitas‎Para ulama salaf berusaha menghindari hal-hal yang dapat membuat mereka terkenal atau diagungkan manusia. Mereka khawatir popularitas akan merusak hati dan mengurangi keikhlasan. Namun jika Allah memberikan ketenaran sebagai ujian, maka seorang hamba harus tetap menjaga niatnya agar seluruh amal tetap ditujukan hanya kepada Allah. ‎‎5. Zuhud yang Benar‎Zuhud bukan berarti berpakaian compang-camping, hidup kotor, atau sengaja menyiksa diri. Rasulullah ﷺ dan para sahabat tetap menjaga kebersihan, kerapian, dan penampilan yang baik. Hakikat zuhud adalah tidak bergantung kepada dunia dan tidak menjadikan dunia sebagai tujuan utama hidup, meskipun seseorang memiliki harta atau kenikmatan dunia. ‎‎Pelajaran Penting‎Zuhud adalah amalan hati, bukan sekadar penampilan lahiriah.‎Riya dapat masuk melalui jalan yang sangat halus dan sulit disadari.‎Keikhlasan harus selalu dijaga dalam setiap amal.‎Popularitas dapat menjadi ujian bagi orang-orang saleh.‎Hakikat zuhud adalah menjadikan dunia di tangan, bukan di hati.‎“Zuhud bukanlah meninggalkan dunia sepenuhnya, tetapi tidak menjadikan dunia sebagai sesuatu yang paling dicintai dan diharapkan dalam hati.”‎

💬 0 komentar📅 12 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya19 jam lalu
U
Ulfa Puspitasari

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Talbis Iblis #10 Talbis Iblis kepada Ahli Zuhud

Sifat Tipu Daya Iblis: Tipu daya setan dapat memungkinkan kesederhanaan fisik dalam makanan dan pakaian tetapi menyusup ke dalam hati dengan keinginan akan kepemimpinan, kehormatan, dan prestise sosial. Kehalusan ini membuat banyak 'pertapa' jatuh ke dalam perangkap kesombongan duniawi sementara secara lahiriah tampak rendah hati. Ini menunjukkan dimensi ganda zuhud : pantang lahiriah harus dipadukan dengan kesucian batin.🔥 Riya' Tersembunyi vs. Pamer Terbuka:* Ceramah ini membedakan antara pamer yang terang-terangan ( riya' zahir ) dan riya' tersembunyi atau halus ( khafi ), yang terakhir jauh lebih berbahaya karena seseorang tidak menyadarinya. Ibn Jauzi dan Ibn Taymiyyah menjelaskan bahwa riya' terburuk adalah keinginan tersembunyi untuk mendapatkan pujian dengan kedok kerendahan hati atau asketisme. Seseorang yang menolak kekayaan namun mendambakan kehormatan manusia memvalidasi riya' tersembunyi ini , membahayakan integritas spiritualnya.🕊️ Kisah Saman – Motivasi Sejati dalam Beribadah: Pertapa Kristen Saman berpuasa dengan sangat ketat, hanya makan satu kacang buncis setiap malam, untuk mendapatkan kunjungan tahunan dan kehormatan dari para pengagumnya, yang menunjukkan motivasi duniawi dalam ibadahnya. Kritik Ibrahim ibn Adham menekankan bahwa kesabaran dalam menghadapi kesulitan hanya terpuji jika dimotivasi oleh cinta ilahi, bukan kekaguman manusia. Nasihatnya mendorong umat Muslim untuk menghindari ibadah yang bertujuan untuk meraih prestise sosial, membentuk pelajaran yang lebih luas tentang ketulusan spiritual.👤 Menyembunyikan Amal Baik sebagai Penangkal Riya': Banyak sesepuh saleh secara historis menyembunyikan ibadah dan kebajikan mereka, menyembunyikan puasa atau doa dari keluarga dan teman. Penyembunyian ini melindungi mereka dari kesombongan dan pujian sosial, yang dapat merusak pahala amal perbuatan mereka. Wawasan ini menekankan bahwa bentuk lahiriah zuhud tidak boleh dipamerkan; ujian sebenarnya adalah kemurnian niat bahkan secara pribadi.🧠 Status Sosial dan Dampak Psikologisnya: Kisah pertapa yang tidak tahan dengan pengakuan publik dan merasakan perubahan hatinya menggarisbawahi kerapuhan keadaan spiritual dalam kaitannya dengan kedudukan sosial. Pujian publik dapat merusak kerendahan hati, membuat seseorang melupakan perjuangan masa lalu dan merasa superior. Hal ini menuntut kesadaran diri dan kerendahan hati yang berkelanjutan di antara mereka yang mendapatkan rasa hormat publik. Ikhlas dan Pahala: Menurut Ibnu Jauzi, ikhlas (ketulusan) adalah inti yang bermakna dari semua perbuatan. Perbuatan ibadah yang bahkan sedikit mengandung niat duniawi, seperti mencari ketenaran atau kehormatan, menjadi tidak sah. Ceramah ini menjelaskan bahwa menerima kehormatan tanpa sengaja adalah suatu kejadian yang patut disyukuri, tetapi mencari status tersebut dengan sengaja akan menyebabkan kegagalan spiritual dan kerugian di akhirat.Askestisme Sejati Menjaga Martabat:Klaim bahwa zuhud sejati mewajibkan seseorang untuk tampak lusuh atau tidak terawat dibantah oleh praktik Nabi Muhammad (saw) dan para sahabatnya, yang menjaga penampilan mereka agar tetap bermartabat. Askestisme sejati tidak melibatkan pengabaian atau pamer, tetapi keseimbangan, kerendahan hati, dan kebersihan. Ini menentang kesalahpahaman bahwa penampilan luar yang compang-camping sama dengan kesalehan.Kajian ini sangat menekankan kecanggihan penipuan diri dan menantang pendengar untuk mengevaluasi keadaan spiritual mereka dengan kewaspadaan dan kerendahan hati. Kajian ini menegaskan kembali bahwa zuhud yang sejati tidak dapat dipisahkan dari ketulusan, kerendahan hati, dan pengabdian total hanya kepada Allah semata.

💬 0 komentar📅 12 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya19 jam lalu
Y
Yudith Sand Faundry

📍 Kabupaten Serang

Talbis Iblis 10

Talbis Iblis 10Talbis Iblis Dari Ahli ZuhudKitab ‘Talbis Iblis’ oleh Imam Ibnu JauziDisyarahkan Oleh Ustadz DR. Firanda Andirja, M.A​Penyakit Riya Tersembunyi (Khofiyyur Riya) pada Ahli Zuhud​Pengertian zuhud yang keliru, kritikan Ibnu Jauzi mengenai sebagian orang yang terjebak tipuan iblis (talbis iblis). Mereka merasa sudah zuhud hanya karena pakaiannya compang-camping atau makanannya sederhana, padahal di dalam hatinya tersimpan syahwat tersembunyi (syahwatun khofiah) yaitu keinginan untuk diakui, dihormati, dicium tangannya, dan bangga jika dikunjungi oleh pejabat/para pembesar. Ciri-Ciri Talbis Iblis yang Samar: Iblis membisikkan hal-hal gaib di dalam hati seperti berpura-pura khusyu, sengaja menampakkan tubuh kurus, atau wajah pucat agar orang lain menganggap mereka sebagai orang yang taat dan zuhud.​Kisah-Kisah Hikmah yang Disampaikan​Kisah Pendeta Sam'an & Ibrahim bin Adham: Nabi Ibrahim bin Adham mengambil pelajaran dari seorang pendeta Nasrani bernama Sam'an yang kuat bertahan hanya makan satu butir biji humus setiap malam selama 70 tahun. Ketika ditanya rahasianya, pendeta tersebut jujur bahwa ia sanggup hidup susah sepanjang tahun demi mendapatkan "kemuliaan sesaat" saat masyarakat datang mengagungkan dan mengitarinya setahun sekali. Kisah ini menjadi contoh nyata bagaimana seseorang rela bersusah payah melakukan amalan akhirat demi mendapatkan kedudukan duniawi (pujian manusia).Kisah Orang Saleh dan Sang Raja: Ada kisah tentang seorang saleh yang nasihatnya didengar oleh raja hingga membuat raja tersebut mengunjunginya. Untuk menghindari rasa kagum sang raja dan menjaga hatinya dari riya, orang saleh tersebut sengaja membatalkan puasanya dan makan secara lahap di depan raja. Setelah raja pergi karena menganggapnya bukan orang saleh, ia justru bersyukur karena terhindar dari fitnah pujian.Kisah Daud bin Abi Hind: Beliau berhasil menyembunyikan puasa sunnahnya dari istrinya sendiri selama 20 tahun. Caranya dengan membawa bekal sarapan dari rumah lalu membagikannya kepada orang-orang di pasar, sehingga orang pasar mengira ia sudah makan di rumah dan istrinya mengira ia makan di pasar.​Esensi dan Kesimpulan​Menjaga Keikhlasan: Esensi utama dari zuhud bukan menampakkan penampilan yang kumal atau menyendiri demi dicari orang. Para Salafush Shalih terdahulu justru berusaha menyembunyikan amalan mereka agar terhindar dari rusaknya hati akibat kepopuleran.Mencontoh Rasulullah: Rasulullah ﷺ dan para sahabat tetap memperhatikan penampilan, menyisir rambut, dan memakai minyak wangi. Hal ini membuktikan bahwa zuhud yang benar letaknya di dalam hati, bukan dengan sengaja menyiksa diri atau berpenampilan buruk demi dinilai zuhud oleh manusia.

💬 0 komentar📅 12 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya19 jam lalu
S
Salma laela fitri

📍 Kabupaten Karawang

Ringkasan pertemuan ke 10

Talbis Iblis terhadap Ahli Zuhud: Riya Tersembunyi dan Cinta KedudukanPemateri: Ustadz Firanda Andirja حفظه اللهKitab: Talbis Iblis karya Imam Ibnu al-Jauzi رحمه الله---Hakikat Zuhud yang SebenarnyaImam Ibnu al-Jauzi رحمه الله menjelaskan bahwa salah satu tipuan iblis terhadap ahli zuhud adalah menjadikan mereka memahami zuhud hanya sebatas meninggalkan makanan enak, pakaian bagus, dan kesenangan dunia yang tampak.Padahal hakikat zuhud bukan hanya pada penampilan lahiriah, tetapi juga pada hati. Ada orang yang zuhud dalam makanan dan pakaian, namun hatinya masih sangat mencintai:* Kedudukan.* Kepemimpinan.* Penghormatan manusia.* Popularitas.* Pujian dan sanjungan.Mereka merasa bangga jika didatangi para pejabat dan orang-orang terpandang, tetapi kurang memperhatikan orang-orang miskin. Inilah penyakit yang lebih berbahaya daripada sekadar cinta harta.--- Puncak Dunia Adalah KedudukanIbnu al-Jauzi menjelaskan bahwa tujuan dunia yang paling besar bukanlah makanan dan pakaian, melainkan:* Ingin dihormati.* Ingin diagungkan.* Ingin dicium tangannya.* Ingin disegani.* Ingin disebut-sebut manusia.Karena itu, seseorang bisa saja tampak zuhud secara lahiriah, namun sesungguhnya sedang mengejar dunia dalam bentuk yang paling halus.---Riya yang TersembunyiRiya yang jelas seperti:* Sengaja memakai pakaian compang-camping.* Membuat wajah pucat.* Berbicara pelan agar dianggap khusyuk.* Menampakkan tubuh kurus agar dianggap ahli ibadah.Semua ini mudah dikenali.Namun yang dibahas Ibnu al-Jauzi adalah riya yang samar (الرياء الخفي), yaitu ketika seseorang beramal untuk memperoleh penghormatan manusia tanpa disadari.---Syahwat TersembunyiIbnu Taimiyah menamai keinginan untuk dihormati dan diagungkan sebagai:الشهوة الخفية (syahwat tersembunyi)Sebagaimana manusia bersyahwat terhadap makanan atau wanita, ada pula orang yang bersyahwat terhadap:* Kepemimpinan.* Popularitas.* Kedudukan.* Penghormatan manusia.--- Amal Tanpa Ikhlas Tidak Akan DiterimaImam Malik bin Dinar رحمه الله berkata: "Katakanlah kepada orang yang tidak jujur dalam niatnya: janganlah engkau melelahkan dirimu."Seseorang bisa bersungguh-sungguh dalam ibadah, tetapi bila tujuannya bukan mencari wajah Allah, maka amalnya tidak bernilai di sisi-Nya.--- Kisah Pendeta Nasrani dan Ibrahim bin AdhamIbrahim bin Adham pernah belajar sebuah pelajaran besar dari seorang pendeta bernama Sam'an.Pendeta itu telah beribadah selama 70 tahun dan setiap malam hanya memakan satu biji kacang humus. Ketika ditanya apa yang membuatnya mampu bersabar, ia menjawab: "Karena setiap tahun orang-orang datang mengagungkanku dan bertawaf di sekeliling tempat ibadahku. Aku rela bersusah payah selama setahun demi kemuliaan sesaat."Kemudian ia berkata: "Wahai Muslim, bersungguh-sungguhlah sesaat untuk memperoleh kemuliaan yang abadi."Ibrahim bin Adham pun memahami bahwa orang tersebut beribadah demi penghormatan manusia, bukan demi Allah.--- Allah Mengingatkan tentang Orang yang Menginginkan KetinggianAllah berfirman:"Negeri akhirat itu Kami jadikan bagi orang-orang yang tidak menghendaki ketinggian di muka bumi dan tidak berbuat kerusakan." (QS. Al-Qashash: 83)Maka orang yang beribadah untuk mendapatkan kemasyhuran dan kedudukan telah menyimpang dari tujuan akhirat.---Para Salaf Sangat Takut Terhadap RiyaKarena takut terhadap riya, para salaf menyembunyikan amal mereka.Ibnu Sirin رحمه اللهMuhammad ibn Sirin tertawa dan bergaul seperti orang biasa pada siang hari, tetapi menangis pada malam hari.Daud bin Abi Hind رحمه اللهDawud ibn Abi Hind berpuasa sunnah selama 20 tahun tanpa diketahui istrinya.Setiap pagi beliau membawa bekal dari rumah, lalu menyedekahkannya di jalan. Orang rumah mengira beliau makan di pasar, sedangkan orang pasar mengira beliau telah makan di rumah.--- Tidak Ingin Menjadi Pembicaraan ManusiaSebagian salaf justru berusaha agar orang tidak terlalu memperhatikan mereka.Ada seorang ahli ibadah yang dinasihati agar tidak terlalu menampakkan kezuhudannya di hadapan keluarga karena khawatir dipuji dan dibicarakan manusia sehingga ia bersabar dalam zuhud bukan karena Allah, melainkan karena pujian.---Kisah Orang Saleh yang Menghindari RajaSeorang ahli ibadah memberikan nasihat yang sangat mengagumkan sehingga sampai kepada raja.Ketika sang raja datang untuk menemuinya, orang saleh tersebut justru:* Membatalkan puasanya.* Menampakkan dirinya seperti orang biasa.* Makan dengan lahap.Raja pun berkata:"Tidak ada kebaikan pada orang seperti ini."Setelah raja pergi, orang saleh itu mengucapkan:"Segala puji bagi Allah yang memalingkannya dariku."Ia tidak ingin menjadi orang yang diagungkan.--- Menolak JabatanKetika Al-Walid bin Abdul Malik hendak mengangkat Yazid bin Marsad sebagai pejabat, Yazid justru keluar dengan pakaian terbalik, tanpa alas kaki, sambil makan di pasar.Orang-orang menganggapnya tidak waras sehingga raja membatalkan pengangkatannya.Ia sengaja melakukan itu agar terbebas dari jabatan dan pujian manusia.---Bahaya Menjaga "Kharisma"Ibnu al-Jauzi mengingatkan adanya orang yang:* Jarang tampil.* Sulit ditemui.* Tidak menghadiri jenazah.* Tidak menjenguk orang sakit.* Membatasi interaksi dengan masyarakat.Tujuannya bukan karena ibadah, tetapi agar tetap dipandang tinggi dan disegani.Ini termasuk riya yang halus.---Rasulullah ﷺ Tidak Seperti ItuPadahal Rasulullah ﷺ:* Pergi ke pasar.* Membawa barang sendiri.* Bergaul dengan masyarakat.* Menyisir rambut.* Memakai minyak wangi.* Bercermin untuk merapikan penampilan.Begitu pula Abu Bakar dan Umar رضي الله عنهما.Zuhud tidak berarti:* Berpakaian compang-camping.* Membiarkan rambut kusut.* Tidak merawat diri.Karena hal tersebut bukan petunjuk Rasulullah ﷺ.---Hati Bisa Berubah Karena PopularitasYusuf ibn Asbat pernah datang ke sebuah kota. Ketika banyak orang mulai mengenal dan menghormatinya, beliau langsung meninggalkan kota itu.Beliau berkata:"Aku tidak bisa kembali kepada hatiku yang dahulu."Karena popularitas dapat mengubah hati seseorang:* Menjadi sombong.* Melupakan teman lama.* Merasa lebih tinggi dari orang lain.---Teladan Nabi Yusuf عليه السلامKetika berada di penjara, orang-orang berkata:"Sesungguhnya kami melihat engkau termasuk orang-orang yang berbuat baik."Setelah menjadi penguasa Mesir dan bertahun-tahun memegang jabatan tinggi, saudara-saudaranya juga berkata: "Sesungguhnya kami melihat engkau termasuk orang-orang yang berbuat baik."Ini menunjukkan bahwa Nabi Yusuf عليه السلام tetap sama:* Saat lemah maupun kuat.* Saat miskin maupun kaya.* Saat dipenjara maupun menjadi pejabat.Akhlaknya tidak berubah.KesimpulanTipuan iblis terhadap ahli zuhud tidak selalu berupa cinta harta dan kemewahan, tetapi justru bisa berupa:1. Cinta kedudukan.2. Cinta popularitas.3. Ingin dihormati manusia.4. Ingin disebut-sebut dan dipuji.5. Menjaga citra kesalehan.6. Menikmati sanjungan orang.Padahal tujuan seorang mukmin adalah mencari ridha Allah semata.Jika penghormatan manusia datang tanpa dicari, maka itu merupakan karunia sekaligus ujian dari Allah. Namun apabila penghormatan tersebut menjadi tujuan ibadah, maka itulah riya yang tersembunyi (الرياء الخفي)yang sangat dikhawatirkan oleh para salaf."Negeri akhirat itu Kami jadikan bagi orang-orang yang tidak menghendaki ketinggian di muka bumi dan tidak pula berbuat kerusakan."(QS. Al-Qashash: 83).

💬 0 komentar📅 12 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya20 jam lalu
H
Haniva Eka Kusuma

📍 Kabupaten Bogor

Ringkasan tablis iblis - 10

Talbis Iblis - 10 Talbis Iblis dari Ahli ZuhudMakna haqiqi dari zuhud. Diantara talbis iblis kepada ahli zuhud, iblis menggambarkan kepada mereka bahwa zuhud adalah qona'ah terhadap perkara2 yg rendah seperti pakaian, makanan, itu saja. Maka mereka menerima tipuan iblis tersebut. Sementara mereka tidak zuhud kepada kekuasaan, kepemimpinan, kekuasaan.Mereka bangga kalau diziarahi para penjabat. Mereka memuliakan orang2 kaya, dan tidak memuliakan orang miskin.. Dan kebanyakan iblis timpakan kepada ahli ibadah dan ahli zuhud adalah riya yang tersembunyi. Adapun riya dzohir, yg nampak itu tidak termasuk talbis. Karna ini nyata dan semua orang paham.Contohnya: makanannya zuhud, pakaiannya zuhud, tetapi hatinya tidak zuhud. Dia ingin dihormati, bangga dan pamer ketika didatangi pejabat. Justru ini adalah puncak dunia (disanjung, dihormati, diakui, dll)Ibnu taimiyah menamakannya syahwatun Khofiyah (syahwat yg tersembunyi). Kapan seorang beramal shalih tapi tidak mengharap wajah Allah maka tidak diterima.Kata Malik bin dinar: katakanlah kepada orang yg tidak tulus beramal shalih jangan kau letihkan dirimu. Ketahuilah seorang mukmin tentu tidak menginginkan amalannya kecuali dengan wajah Allah, akan tetapi masuk kedalamnya riya yg samar. Maka perkaranya jadi rancu, dan selamat dalam hal ini, berat.. Diantara Riya adalah mencari kedudukan. Mencari kehormatan. Bebeda dengan orang2 shalih. Mereka tidak ingin diagung agungkannya.. mereka tidak suka dipuji.

💬 0 komentar📅 12 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya20 jam lalu

Talbis Iblis dari Ahli Zuhud

Iblis membisikkan bahwa zuhud hanyalah sebatas membatasi makanan dan pakaian. Banyak orang merasa sudah zuhud secara fisik, namun hatinya masih haus akan kedudukan, kehormatan, dan ingin dipuji oleh orang lainRiya yang Samar (Khofiyyu ar-Riya): Ini adalah penyakit hati yang sangat berbahaya. Contohnya adalah merasa bangga ketika diziarahi oleh pejabat, ingin dicium tangannya, atau sengaja menampakkan perilaku khusyuk di depan orang lain untuk menjaga citraPentingnya Keikhlasan: jika amal saleh tidak dilakukan semata-mata untuk mencari wajah Allah, maka amal tersebut tidak akan diterima. Orang-orang saleh terdahulu sangat berhati-hati dan sering menyembunyikan amal ibadah mereka agar terhindar dari sifat pamerBeberapa orang zuhud sengaja menghindari interaksi sosial atau menutup diri bukan karena ingin benar-benar menyendiri, melainkan agar tetap dianggap sebagai orang yang disegani dan agung oleh masyarakatIslam tidak menuntut seseorang untuk berpenampilan compang-camping atau kotor demi dianggap zuhud. Rasulullah SAW dan para sahabat tetap memperhatikan kerapian dan kebersihan diri tanpa terjebak dalam kesombonganZuhud yang benar adalah amalan hati untuk tidak terikat pada dunia, bukan sekadar gaya hidup yang tampak miskin. Hati-hati terhadap tipu daya Iblis yang masuk melalui pintu 'kemuliaan' dan 'pengakuan' dari manusia.

💬 0 komentar📅 12 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya20 jam lalu
D
Dina Permata Sari

📍 Kota Tangerang Selatan

Talbis Iblis #10 - Talbis Iblis Dari Ahli Zuhud

1. Hakikat Zuhud dan Tipu Daya IblisIblis kerap menipu ahli zuhud dengan membuat mereka merasa telah zuhud hanya karena merasa cukup (qana'ah) dengan makanan dan pakaian yang sederhana. Namun di saat yang sama, hati mereka tidak zuhud terhadap kedudukan, kekuasaan, dan penghormatan.Ciri-ciri talbis (tipu daya) iblis pada sebagian ahli zuhud:Bangga dan senang ketika dikunjungi oleh para pejabat atau pembesar.Memuliakan orang kaya, namun tidak memuliakan atau meremehkan orang miskin.Menampakkan sikap pura-pura khusyuk di hadapan masyarakat.Menolak pemberian harta agar diakui bahwa ia benar-benar zuhud, padahal hatinya sangat menikmati ketika tangannya dicium dan ia dihormati oleh banyak orang.2. Syahwat yang Tersembunyi (Syahwatun Khofiyyah) dan Riya yang SamarPuncak mencintai dunia sesungguhnya bukanlah pada makanan atau pakaian, melainkan pada kedudukan dan kehormatan. Beribadah demi mendapatkan kehormatan adalah bentuk riya yang sangat samar (Khofiur Riya).Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyebut kecintaan pada kedudukan dan penghormatan ini sebagai Syahwatun Khofiyyah (syahwat yang tersembunyi). Beramal saleh, berdakwah, atau bersikap zuhud bukan untuk mencari ketinggian di muka bumi. Jika Allah memberikan penghormatan, itu adalah anugerah sekaligus ujian, namun jangan pernah mencarinya.3. Teladan Ulama Salaf dalam Menjaga Keikhlasan HatiMalik bin Dinar: "Katakanlah kepada orang yang tidak tulus dalam beramal saleh, jangan letihkan dirimu!" Beribadah tanpa keikhlasan adalah kesia-siaan.Kisah Ibrahim bin Adham & Pendeta Sam'an: Seorang pendeta Nasrani rela makan hanya satu butir biji humus setiap malam selama berpuluh-puluh tahun demi dihormati dan dikunjungi orang setahun sekali. Hal ini menyadarkan Ibrahim bin Adham bahwa seseorang bisa rela menderita menahan siksaan hidup di dunia demi sebuah pujian.Orang Saleh di Zaman Wahab bin Munabbih: Beliau khawatir bahwa para ahli ibadah bisa jadi lebih melampaui batas daripada orang kaya karena mereka menikmati perlakuan khusus (seperti diskon belanja) berkat kesalehannya. Saat dihormati oleh raja yang datang menemuinya, ia sengaja berbuka puasa dan makan dengan rakus agar sang raja meremehkannya dan pergi, sehingga hatinya selamat dari riya.Yazid bin Marsad: Menghindari tawaran jabatan dari penguasa dengan cara memakai baju terbalik dan berjalan di pasar tanpa alas kaki agar dianggap gila, sehingga batal diangkat menjadi pejabat.Daud bin Abi Hind: Berpuasa sunnah 20 tahun tanpa diketahui istrinya dengan siasat membawa bekal sarapan dari rumah, lalu membagikannya/disedekahkan di pasar.4. Menyembunyikan Amal Saleh dan Tidak Tampil KumalOrang saleh terdahulu sangat menutupi amal mereka dari pujian manusia. Ibnu Sirin tertawa di siang hari layaknya orang biasa, namun ia menangis dan bermunajat saat shalat malam sendirian.Selain itu, seorang ahli zuhud juga tidak seharusnya sengaja berpenampilan kumal, memakai baju sobek-sobek, atau membiarkan rambutnya acak-acakan agar dipuji sebagai orang yang zuhud. Rasulullah ﷺ, Abu Bakar, dan Umar bin Khattab adalah sebaik-baiknya orang yang zuhud, namun mereka tetap menjaga kerapian, rajin menyisir rambut (Nabi ﷺ sering disisirkan oleh Aisyah radhiyallahu 'anha), menggunakan minyak wangi, dan merawat diri dengan baik.

💬 0 komentar📅 12 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya20 jam lalu
N
Nela Agu Saudara

📍 Kabupaten Sukoharjo

Rangkuman Materi Talbis Iblis 10

Talbis Iblis 10 "Talbis Iblis Terhadap Ahli Zuhud"🎙️ Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc., M.A.◾Makna yang hakiki tentang zuhudDiantara talbis iblis yang dilancarkan oleh iblis kepada ahli zuhud, Iblis menggambarkan kepada mereka yang namanya ahli zuhud adalah qanaah terhadap perkara-perkara yang rendah namun hanya berupa makanan dan pakaian. Maka Mereka menerima tipuan iblis tersebut sementara mereka tidak zuhud terhadap kekuasaan, kepemimpinan dan jabatan. Hati mereka cenderung ingin kekuasaan, kepemimpinan dan mereka ingin mendapatkan kedudukan. Mereka memuliakan orang-orang kaya dan tidak memuliakan orang-orang miskin. Dan ahli zuhud ini berpura-pura khusyuk ketika bertemu dengan masyarakat. Sementara mereka sangat senang, bangga dengan orang-orang yang selalu bolak-balik ke rumahnya, mencium tangan mereka. Karena tujuan dari pada dunia adalah kedudukan dan ini yang mereka cari. Oleh karena Ibnu Taimiyyah rahimahullahu ta'ala menamakan cinta, rakus, diakui, dihormati. Beliau menamakan dengan syahwatun khofiah (syahwat yang tersembunyi). Kapan seorang beramal shaleh tidak mencari wajah Allah maka tidak akan diterima. Berkata Malik bin Dinar "Katakanlah kepada orang yang tidak tulus dalam beramal shaleh, jangan kau letihkan dirimu. Ketahuilah bahwasannya seorang mukmin tentu tidak menginginkan dengan amalnya kecuali wajah Allah. Akan tetapi masuk kedalamnya Riya yang samar, maka kemudian perkara menjadi rancu dan selamat dari hal ini tentu berat". Bahwasanya diantara ria adalah seorang mencari kedudukan, pengakuan dan penghormatan dari masyarakat. Diagungkan dan dihormati masyarakat adalah kenikmatan tersendiri. Banyak orang bersyahwat menuju hal-hal tersebut. Karena takut riya orang-orang shaleh dahulu menutupi amal shaleh karena khawatir terjerumus dalam riya. Bahkan mereka kadang membungkusi amal shaleh mereka dengan lawan dari amal shaleh tersebut. ◾ Penyakit yang samarDiantara orang-orang zuhud jika disuruh untuk memakai pakaian yang lembut mereka tidak mau agar kedudukannya tidak rendah jangan sampai orang melihatnya yg tidak zuhud. Mereka  berbuat segala sesuatunya untuk dilihat, menjaga dirinya agar tetap disegani. Dan iblis memberi kesan kepadanya dengan cara seperti ini untuk memperbaiki masyarakat. Maka ini sesungguhnya riya. Dahulu para salaf mereka berusaha menolok segala sebab yang menjadikan mereka diperhatikan (mereka tidak suka) dan mereka kabur dari tempat yang semua orang datang mengejar mereka. Penghormatan orang membuat hati berubah. Dia melupakan kondisi dulu, membuat angkuh, merasa sibuk, merasa dikenal orang, dihormati dan merendahkan orang. Kata Allah "Inilah akhirat surga kami jadikan kepada orang-orang yang tidak menginginkan ketinggian di atas muka bumi". Mereka tidak ingin mencari penghormatan dan bukan itu tujuan beribadah.

💬 0 komentar📅 12 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya20 jam lalu

TALBIS IBLIS terhadap ahli Zuhud

Ustadz Firanda menjelaskan bahwa iblis sering kali menipu orang-orang yang tampak zuhud (sederhana dalam pakaian dan makanan) namun hatinya masih memiliki ambisi duniawi yang samar, seperti cinta kedudukan, ingin dihormati, dan ingin dianggap alim.​Poin-Poin Penting:​Syahwat Tersembunyi: Ibnu Taimiyah menyebut kecintaan pada kehormatan dan sanjungan sebagai syahwat khofiyah (syahwat yang tersembunyi). Seseorang mungkin zuhud secara fisik, tetapi sangat menikmati jika diziarahi pejabat atau dielu-elukan orang banyak.​Riya yang Samar: Ustadz menekankan bahwa riya yang berbahaya bukan sekadar pamer ibadah secara fisik, melainkan niat mencari pengakuan dalam aktivitas yang tampak saleh.​Pentingnya Keikhlasan: Mengutip Malik bin Dinar, bahwa orang yang tidak tulus dalam beramal tidak perlu melelahkan diri. Belajar ikhlas adalah perjuangan yang panjang, bahkan Yusuf bin Aswad menyebutkan dirinya belajar tentang amal yang benar selama 22 tahun.​Kisah Ibrahim bin Adham: Ustadz menceritakan perjumpaan Ibrahim bin Adham dengan seorang pendeta yang makan sangat sedikit (1 biji humus) bukan karena zuhud lillahi ta'ala, tetapi agar dihormati oleh masyarakat.​Sikap Salaf: Para ulama terdahulu sering menutupi amal saleh mereka agar tidak menjadi pusat perhatian, karena mereka takut akan rusaknya keikhlasan akibat pujian manusia.​Larangan Menjaga Kedudukan: Ditegaskan bahwa surga disediakan bagi mereka yang tidak menginginkan ketinggian atau kesombongan di atas muka bumi.​Kesimpulan:Seorang mukmin hendaknya beribadah hanya untuk mencari wajah Allah. Jika ia dihormati atau dikenal karena kebaikannya, itu adalah anugerah dari Allah, namun jangan pernah mencari atau mengejar kehormatan tersebut karena hal itu merupakan pintu masuk tipu daya iblis.

💬 0 komentar📅 12 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya21 jam lalu
D
Dinda fitrinita Runi setiawan

📍 Kabupaten Bondowoso

Talbis iblis #10

Talbis iblis #10‎Talbis iblis dari ahli ZuhudBersama : ustadz DR Firanda Andirja MA hafidzhahullah ‎‎Iblis menggambarkan kepada mereka bahwa yang namanya Zuhud adalah qonaah  terhadap perkara² yang rendah yaitu makanan ,pakaian,itu saja..mama mereka menerima tipuan iblis tersebut. Sementara mereka tidak Zuhud terhadap kekuasaan kepemimpinan, jabatan,hati mereka cenderung kekuasaan dan mereka ingin mendapat kedudukan.‎Menurut imam Ibnu Jauzi,memang benar mereka Zuhud pakaian, makanan Zuhud tetapi di hati mereka ingin di puji,di hormati,di agungkan,ingin meraih kekuasaan.maka engkau akan melihat mereka menanti2 kapan akan di kunjungi oleh para pejabat,Krn mereka senang dan bangga.dan mereka memuliakan orang²kaya dan mereka tidak memuliakan orang miskin.mereka pura2 khusu' ketika bertemu dengan masyarakat,seakan2 mereka menakjubkan bertemu dg Allah (Musyahadah) dan bahkan sebagian mereka jika di beri harta,mereka tolak.sementara mereka sangat senang jika ada org2 yg bolak balek ke rumah mereka,mencium tangan mereka karena tujuan daripada dunia adalah kedudukan (inilah yg mereka cari).dan kebanyakan yang iblis timpakan kepada ahli ibadah dan ahli Zuhud adalah riya' yang tersembunyi. Adapun riya' yang tampak ini nyata bukan talbis. Seperti menampakkan hidup yg kurus,rambut yang kusut seperti diketahui bahwa dia adalah orang yang zuhud.kalau bicara suaranya pelan,di bikin riya' pamer sholat nya,pamer sedekahnya.‎Kapan seorang beramal Sholih tidak mencari wajah Allah,maka tidak di terima.‎Berkata Malik bin Dinar:katakanlah kepada orang yang tidak tulus dalam beramal Sholih,jgn kau letihkan dirimu.‎Ketahuilah bahwasanya seorang mukmin tentu tidak menginginkan dg amalnya kecuali wajah Allah tapi masuk ke dalamnya riya' yang samar.maka kemudian perkara menjadi rancu dan selamat dari hal ini tentu berat.‎Yusuf bin asbat:hendaklah kalian belajar amal yang benar,dari amal yg salah.sesungguhnya Aq telah belajar dari beramal yg benar selama 22 tahun.‎Firman Allah:siapa yang beramal Sholih untuk mencari kehidupan dunia dan hiasannya,kami akan berikan tetapi dengan ini amal mereka gugur dan tidak akan mendapatkan apa-apa dan di neraka jahanam.inilah akhirat surga yg kami jadikan bagi orang-orang yg tidak menginginkan ketinggian di atas muka bumi,itulah surga bagi orang yg tidak meninggikan di atas muka bumi.‎Ibnu sirin kalau di siang hari tertawa tidak menampakkan dia Zuhud tetapi di malam hari dia menangis‎ibrahim bin ahdam:ketika sakit,dia makan makanan yg sehat supaya tidak ada yg tau dia sakit.‎pada zaman dahulu sungguh banyak orang orang Sholih yg tidak ingin di agungkan,di hormati.‎Diantara orang ahli Zuhud,ada yg Zuhud secara dhohir dan bathin.tetapi dia tau bahwa dia Zuhud diam2 atau nampak.‎Daud Ibnu abihin:dia berpuasa selama 20 th dan istrinya tidak tahu,dia mengambil sarapan paginya kemudian dia pergi ke pasar dan bersedekah dg sarapan tersebut.maka org di pasar menduga dia telah sarapan di rumah dan istrinya pun merasa demikian.dan akhirnya dia menyembunyikan ibadah puasa dr istrinya.‎Diantara orang yg belajar Zuhud,seorang yg bekalnya di masjid saja(senang di masjid)atau menyendiri di gunung..kelezatan yg dia rasakan adalah org² tau jika dia seperti itu.terkadang dia jika tegur maka di jawab:saya takut jika saya keluar maka melihat banyak kemungkaran.padahal dia sengaja menyendiri dg niat yg buruk(sombong,merendahkan org lain dan dia takut jika banyak berinteraksi dg manusia maka dia tidak dihormati.)‎Bahkan ketika dia butuh makanan dan kemudian tidak ada yg bisa membelikan nya,maka dia memilih untuk lapar.‎Bantahan nya: lihatlah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam,beliau ke pasar, membeli kebutuhan nya,mengangkat barangnya sendiri,abu bakar ketika jualan,dia pikul di pundaknya,berinteraksi dg masyarakat.‎Abdullah bin salam: berjalan dan memikul seikat kayu dan sebagian orang bertanya:apa yg membuat kau memikul kayu bakar di atas kepalamu padahal Allah telah memberimu kecukupan,aku ingin menolak kesombongan dariku.‎Ketika mendengar hal itu, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam berkata:tidak masuk surga seorang hamba yg dalam hatinya ada kesombongan meskipun seringan dzarroh.‎dahulu para salaf ,mereka menolak segala sebab yang membuat mereka selalu diperhatikan,mereka kabur dari tempat yg semua orang mengejar mereka.‎penghormatan orang membuat hati seseorang berubah.‎Imam Ibnu Jauzi:di antara ahli Zuhud ada yg pakai baju robek robek dan tidak di jahit dan sengaja sorbannya tidak di perbaiki,dia tidak sisir jenggotnya, supaya diketahui bahwasanya dia merasakan nyaman dengan dunianya yg sedikit. Ini adalah pintu2 riya',kalau seandainya dia tulus(berpaling dari sesuatu yg buruk) seharusnya dia menyisir jenggot ya,dia rapikan bajunya.ini bukanlah petunjuk Rasulullah shalallahu alaihi wasallam,Krn sesungguhnya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menyisir rambutnya,dan Rasullullah shalallahu alaihi wasallam berkaca,pakai minyak wangi.‎‎

💬 0 komentar📅 12 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya21 jam lalu
R
RATIH HANDAYANI

📍 Kabupaten Bogor

Day-10 TALBIS IBLIS TERHADAP ORANG YANG ZUHUD

Talbis Iblis terkait dengan orang-orang ahli zuhud. Diantara talbis Iblis yang dilancarkan oleh Iblis kepada orang-orang ahli zuhud, Iblis menggambarkan kepada merek yang namanya ahli zuhud adalah qona'ah terhadap perkara-perkara yang rendah, namun hanya berupa makanan, pakaian saja. Sementara mereka tidak zuhud tentang kepemimpinan, kekuasaan, jabatan. Hati mereka cenderung ingin kekuasaan/kepemimpinan dan mendapatkan jabatan. Mereka juga menanti-nantikan dikunjungi oleh umara’. Mereka memuliakan orang-orang kaya dan tidak memuliakan orang-orang miskin. Mereka juga pura khusyu’ jika bertemu dengan masyarakat. Dan sebagian dari mereka jika diberi harta mereka menolak agar tetap dijuluki sebagai orang zuhud. Sebagian lagi senang dan bangga dengan orang yang selalu bolek-balik berkunjung ke rumah mereka, menciumi tangan mereka dan mereka membuka pintu rumahnya seluas-luasnya. Karena menurut mereka tujuan daripada dunia adalah kedudukan. Dan kebanyakan yang iblis timpakan kepada orang ahli ibadah dan ahli zuhud adalah riya’ yang nyata.Riya’ terang-terangan ahli zuhud dengan menunjukkan badan yang kurus, berbicaranya pelan, bajunya lusuh. Sedangkan riya’ tersembunyi kepada orang-orang zuhud adalah makan makanan seadanya tapi hatinya menginginkan kedudukan, jabatan.Berkata Malik bin Dinar, “Katakanlah kepada orang yang tidak tulus dalam beramal sholih, jangan kau letihkan dirimu”. Ketahuilah seorang mukmin tidak menginginkan amalnya kecuali wajah Allah akan tetapi masuk kedalamnya riya’ yang samar, maka kemudian perkara menjadi rancu.Hadits Rasulullah shalallahu alaihi wasalam, dari Yusuf bin Asbath berkata, “Hendaknya kalian belajar tentang amal yang benardari amal yang salah. Sesungguhnya aku telah belajar bagaimana amal yang benar selama 22 tahun”. Artinya, untuk beramal yang benar butuh kesungguhan dan tidak instan.Para ahli zuhud tergoda untuk ingin dihormati, karena itu merupakan kenikmatan baginya.Surga diberikan kepada orang yang mencari ketinggian beribadah karena Allah dan takut akan riya’. Orang-orang sholih terdahulu takut riya’ sehingga mereka menyembunyikan semua amalannya. Sebagaimana Ibnu Sirin disaat siang hari ia tertawa dan di saat malam hari ia menangis (dalam ibadahnya). Ia tidak mau terlihat kalau dirinya sholih, oleh karenanya ia menampakkan yang berkebalikannya.Sanad dari Abdullah bin Ibnu Mubarak dari Bakkar bin Abdillah, ia mendengar Wahab bin Munabbih berkata, “ada seorang sholih yang paling mulis di zamannya. Banyak orang-orang menziarahinya. Dan ia memberikan wejangan-wejangan kepada orang-orang yang menziarahinya. Suatu hari mereka kumpul di rumah orang shollih itu seraya memberikan nasehat yang menakjubkan dan berkata, ”Kita telah keluar dari dunia dan bahkan meninggalkan keluarga serta harta karena takut berlebih-lebihan. Aku itu khawatir sikap kita tersebut menjerumuskan kepada hal yang melampaui batas, melebihi melampaui batasnya para pemilik harta. Dimana para pemilik harta melampaui batasnya dalam menggunakan hartanya dan kita melampaui batas dalam meninggalkan harta. Lihatlah salah seorang dari kita senang jika keperluannya dipenuhi gara-gara kesholihannya. Dan jika membeli barang akan dimurahkan karena kesholihannya. Dan jika bertemu dengan orang, diberi ucapan selamat dan diagungkan karena agamanya karena dia suka perlakuan tersebut”. Nasehat orang sholih tersebut akhirnya tersebar dan sampailah berita nasehat itu ke telingan raja. Raja takjub akan nasehat itu dan berangkat menuju rumah orang sholih itu untuk mengucapkan selamat dan salam padanya. Orang sholih ini biasanya berpuasa, namun karena kedatangan raja ia membatalkan puasanya. Saat raja masuk ke rumahnya, raja mengucapkan salam dan dijawabnya dengan singkat sambil memakan buah yang telah disediakan oleh budaknya. Raja bertanya, mana orangsholih itu?” dijawab, “itu yang sedang makan”. Lalu raja mengatakan, “Tidak ada kebaikan pada orang seperti ini!” dan raja pun pulang. Saat raja sudah pulang, orang sholih itu berkata, “Alhamdulillah, segala puji bagi-Mu yang telah memalingkan ia dariku”.Renungan bagi para ustadz/da’i, janganlah mencari penghormatan dan kemuliaan dari orang. Sesungguhnya mencari penghormatan dan kemuliaan dari orang itu godaan syaithan dalam khofiyur riya’atau riya’ yang samar.Menurut Al Imam Ibnu Jauzi, justru orang-orang sholih tidak ingin diagungkan, tidak ingin dihormati, mereka tidak menginginkan di puji berlebih-lebihan. Diantara contoh orang zuhud secara dzohir maupun bathin. Orang ini tahu jika dirinya zuhud secara diam-diam maupun zuhud secara nampak. Ia dikenal orang sebagai orang zuhud dari teman-temannya maupun istrinya yang menceritakan kesholihannya. Maka dia sabar untuk zuhud karena pujian dan demi penghormatan manusia, bukan karena Allah. Jika ingin ikhlas, sebaiknya ketika ia makan, makan secukupnya supaya kedudukan zuhudnya tidak disebarkan oleh istrinya.Al Imam Ibnu Jauzi mengatakan, “Tak perlu kau tampakkan zuhudmu dihadapan istrimu atau teman-temanmu, atau jika tertampakkan, caerilah cara untuk menyembunyikan kezuhudanmu”.Daud Ibnu Abi Hind, Ia berpuasa sunnah selama 20 tahun, dan istrinya tidak tahu jika dirinya sudah berpuasa selama 20 tahun. Bagaimana caranya agar istrinya tidak tahu bahwa dirinya berpuasa selama 20 tahun? Yakni, ia mengambil sarapan paginya kemudian ia pergi ke pasar, kemudian ia bersedekah dengan memberikan kepada orang yang ditemuinya di pasar sarapan paginya. Maka orang-orang di pasar mengira bahwa Daud Ibnu Abi Hind sudah sarapan di rumah. Padahal istrinya tidak menyangka dirinya membawa sarapannya ke pasar. Akhirnya ia bisa menyembunyikan ibadah puasanya selama 20 tahun dari istrinya. Diantara orang yang belajar-belajar zuhud atau sok zuhud, yaitu seorang yang kesehariannya hanya di masjid saja, atau berdiam diri di gunung. Kelezatan yang dirasakannya, dia tahu orang-orang tahunya dia adalah orang suka menyendiri di masjid, menyendiri di gunung. Terkadang bisa jadi maksudnya ia sedang menutup aibnya, atau menutupi kebodohannya karena tidak ingin diketahui kebodohannya. Tapi orang menyebutnya sebagai orang alim.Hal ini merupakan bentuk waspada ketika seseorang memiliki kesholehan atau memiliki ilmu yang tinggi dan berkecimpung dalam dakwah, jangan sampai menjadikan dakwah atau kesholihannya atau zuhudnya atau keta’atannya untuk mencari pengakuan dari manusia. Jika dihormati atau dikagumi oleh manusia merupakan anugerah dari Allah bahkan sebagai ujian-Nya agar tetap mempertahankan keikhlasannya jangan samapi terkena riya’.Diantara orang-orang zuhud ini, jika disuruh memakai pakaian yang berbahan lembut, mereka tidak mau dengan alasannya agar kedudukannya tidak rendah, agar jangan sampai orang lain melihat dirinya tidak zuhud. Jadi supaya tetap dikatakan zuhud, ia menolak memakai pakaian dari bahan yang lembut meskipun ruhnya keluar dari jasadnya. Ia tidak tersenyum jika bertemu orang. Iblis memberinya kesan dengan cara seperti ini untuk memperbaiki masyarakat. Maka sesungguhnya ini adalah riya’. Ia bersikap demikian supaya dihormati, dipuji, dianggap orang zuhud, untuk menjaga kedudukannya di kalangan masyarakat.Catatan pribadi kajian kitab Talbis Ibliskarya Al Imam Ibnu Jauzi Pemateri: Ust. Firanda Andirja, M.AChallenge: @komunitas.beekindPencatat: @umlinoteyarakat.note

💬 0 komentar📅 12 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya21 jam lalu
D
Dewi Lestari

📍 Kota Banjarbaru

Talbis Iblis #10: Talbis Iblis Terhadap Ahli Juhud

Talbis Iblis #10: Talbis Iblis Terhadap Ahli ZuhudDalam pembahasan ini, dijelaskan bahwa iblis tidak hanya menyesatkan orang yang cinta dunia, tetapi juga dapat menyesatkan orang-orang yang ingin zuhud dan dekat kepada Allah. Talbis (tipuan) iblis adalah menjadikan kebatilan tampak seperti kebenaran sehingga seseorang merasa berada di jalan yang benar padahal telah menyimpang.Apa Itu Zuhud?Zuhud bukan berarti meninggalkan dunia sepenuhnya, hidup miskin, atau menjauhi segala kenikmatan yang halal. Zuhud yang benar adalah:Menjadikan akhirat sebagai tujuan utama.Tidak bergantung hati kepada dunia.Memanfaatkan dunia sebagai sarana ketaatan kepada Allah.Tetap menunaikan hak-hak diri, keluarga, dan masyarakat.Bentuk Talbis Iblis Terhadap Ahli Zuhud1. Menganggap Semua Dunia TercelaIblis menanamkan pemahaman bahwa keselamatan hanya bisa diraih dengan meninggalkan dunia secara total.Akibatnya:Menolak bekerja.Menolak mencari nafkah.Mengasingkan diri dari masyarakat.Melalaikan kewajiban yang Allah perintahkan.2. Berlebih-lebihan Dalam IbadahSebagian orang menyangka semakin menyiksa diri maka semakin dekat kepada Allah.Contohnya:Tidak mau makan makanan yang baik.Tidak mau menikah.Menolak tidur yang cukup.Meninggalkan kebutuhan jasmani yang dibolehkan syariat.Padahal Islam adalah agama yang seimbang. 3. Melalaikan Hak KeluargaAda orang yang sibuk dengan ibadah pribadi namun melupakan:Hak istri.Hak anak.Hak orang tua.Padahal menunaikan hak keluarga termasuk ibadah yang diperintahkan syariat.Penuntut Ilmu4. Merasa Lebih Mulia Dari Orang LainTipuan berikutnya adalah ujub dan merasa lebih baik karena hidup sederhana atau banyak beribadah.Gejalanya:Meremehkan kaum muslimin lain.Menganggap dirinya lebih ikhlas.Senang dipuji sebagai orang zuhud.Padahal penyakit hati seperti ini dapat merusak amal.Pelajaran Penting✅ Zuhud harus dibangun di atas ilmu.✅ Dunia tidak tercela secara mutlak, yang tercela adalah ketika dunia melalaikan dari Allah.✅ Nabi Muhammad ﷺ adalah manusia paling zuhud, namun beliau tetap bekerja, menikah, bergaul dengan masyarakat, dan memenuhi hak keluarga.✅ Keseimbangan antara ibadah, keluarga, pekerjaan, dan dakwah adalah jalan yang benar.✅ Setiap amal harus mengikuti Al-Qur'an dan Sunnah, bukan sekadar semangat beribadah.Kalimat Inti Kajian"Zuhud bukan meninggalkan dunia di tangan, tetapi mengeluarkan dunia dari hati."Pesan utama kajian: Iblis sering menipu manusia melalui sikap berlebihan dalam agama. Karena itu, seorang muslim harus memahami agama dengan ilmu agar tidak terjatuh pada sikap ekstrem yang disangka sebagai ketakwaan.

💬 0 komentar📅 12 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya21 jam lalu
N
Nailah Nurul Hanifah

📍 Jakarta Selatan

Talbis Iblis #10: Talbis Iblis Dari Ahli Zuhud

Makna Zuhud yang Hakiki dan Tipuan Awal IblisTipuan Pertama: Iblis menggambarkan kepada sebagian orang bahwa zuhud itu hanyalah sebatas qanaah (merasa cukup) terhadap hal-hal yang tampak rendah seperti makanan yang sederhana atau pakaian yang compang-camping.Padahal, esensi zuhud yang salah ini membuat hati mereka justru cenderung (syahwat) kepada kekuasaan, jabatan, pengakuan, kehormatan, dan ingin didudukkan di tempat yang tinggi.Ciri-Ciri Ahli Zuhud yang Terjebak Talbis IblisIbnu Jauzi menyebutkan tanda-tanda ahli zuhud yang pakaiannya tampak zuhud namun hatinya tidak zuhud terhadap dunia:Mereka sangat menanti-nanti dan merasa bangga jika dikunjungi oleh para pejabat atau penguasa.Mereka memuliakan orang-orang kaya tetapi merendahkan atau mengabaikan orang-orang miskin.Mereka berpura-pura khusyuk di hadapan masyarakat umum agar terlihat seolah-olah telah mencapai derajat kedekatan spriritual tertentu (musyahadah).Terkadang mereka menolak pemberian harta hanya demi menjaga citra atau gengsi agar tidak dicap sebagai "orang yang baru belajar zuhud."Mereka sangat menikmati ketika orang-orang sering bolak-balik ke rumah mereka, mengantre, dan mencium tangan mereka.Riya yang Tersembunyi (Khofir Riya)Iblis sering kali menitipkan riya yang samar (khofir riya) kepada para ahli ibadah dan ahli zuhud.Riya yang jelas (zhahir) seperti sengaja menguruskan badan, membuat wajah pucat, membiarkan rambut semrawut, atau mengecilkan suara agar dianggap khusyuk, semua itu sudah jelas diketahui oleh semua orang sebagai riya.Hal yang dibahas mendalam oleh Ibnu Jauzi disini adalah riya yang samar, di mana seseorang zuhud secara pakaian dan makanan, tetapi haus akan kedudukan (syahwat khofiah atau syahwat yang tersembunyi). Ibnu Taimiyah mengistilahkan ketamakan terhadap kehormatan ini sebagai puncak kenikmatan duniawi yang dicari oleh jiwa.Nasihat Ulama: Malik bin Dinar mengingatkan, "Katakanlah kepada orang yang tidak tulus dalam beramal saleh, jangan kau letihkan dirimu." Yusuf bin Aswad juga menceritakan bahwa beliau harus belajar membedakan amal yang benar dan ikhlas selama 22 tahun agar terhindar dari riya yang samar ini.Ketahuilah bahwa seorang mukmin semestinya hanya menginginkan wajah Allah. Namun berbagai tujuan duniawi sering menyusup ke dalam hati tanpa disadari. Pelajaran: Ikhlas membutuhkan proses panjang dan mujahadah yang terus-menerus.Kisah Ibrahim bin Adham dan Pendeta Sam'anIbrahim bin Adham menceritakan pengalamannya belajar tentang hakikat "makrifah" dari seorang pendeta Nasrani bernama Sam'an yang tinggal sendirian di kuilnya.Pendeta tersebut mengaku sudah 70 tahun tinggal di kuil dan hanya makan satu butir biji humus (kacang arab) setiap malam.Ketika ditanya apa yang membuatnya kuat bertahan, sang pendeta jujur mengakui bahwa dia melakukannya demi kemuliaan dan penghormatan dari manusia yang datang berkunjung dan mengagungkannya setahun sekali. Pendeta itu bersabar hidup susah sepanjang tahun hanya demi kenikmatan dihormati sesaat.Pendeta itu bahkan membuktikan betapa orang-orang memujanya dengan menyuruh Ibrahim menjual 20 butir biji humus miliknya ke masyarakat di bawah kuil. Biji-biji tersebut langsung laku dibeli dengan harga sangat mahal (20 dinar emas) karena dianggap tabarruk dari sang pendeta.Pelajaran: Kisah ini menunjukkan contoh nyata bagaimana seseorang rela menahan syahwat perut (makan sesedikit mungkin) demi memuaskan syahwat kedudukan, penghormatan, dan sanjungan. Allah berfirman dalam Al-Qur'an bahwa negeri akhirat (surga) disediakan bagi orang-orang yang tidak menginginkan ketinggian dan kerusakan di muka bumi.Sikap Salafush Shalih Menutupi Amal dan Menghindari KetakjubanKarena takut pada riya, para ulama terdahulu sering kali menyembunyikan amal mereka atau bahkan bersikap biasa saja di depan orang banyak. Ibnu Sirin, misalnya, suka tertawa-tawa di siang hari agar terlihat seperti orang biasa, namun menangis di malam hari saat beribadah.Kisah Orang Saleh dan Sang Raja: Wahab bin Munabbih menceritakan seorang saleh yang menyadari bahwa ahli zuhud pun bisa terjebak ketamakan yang lebih parah dibanding pemilik harta. Dia menyadari bahwa salah satu dari mereka senang jika keperluannya dimudahkan atau harga belanjanya dimurahkan karena kesalehannya. Ketika nasihat itu didengar oleh raja dan sang raja berniat mengunjunginya, orang saleh tersebut justru sengaja membatalkan puasa sunnahnya dan makan buah-buahan dengan cara yang terkesan rakus/banyak di hadapan raja. Raja pun akhirnya pergi dan menganggapnya bukan orang saleh lagi. Orang saleh itu pun bersyukur karena terhindar dari fitnah pujian raja.Kisah Yazid bin Marsad: Ketika hendak diangkat menjadi pejabat oleh Khalifah Al-Walid bin Abdul Malik, beliau sengaja memakai pakaian terbalik, tidak memakai alas kaki/topi, berjalan di pasar sambil makan dan minum agar dianggap sudah tidak waras otaknya, sehingga batal diangkat menjadi pejabat demi menjaga keikhlasannya.Ulama kontemporer seperti Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin yang sangat marah dan menegur moderator (Syaikh Abdul Razzaak) jika dipuji dengan gelar mulia seperti Al-’Allamah.Pelajaran: Jangan sampai kita berdakwah untuk terkenal, mengajar untuk dihormati, beramal untuk mendapat kedudukan. Kalau orang-orang menghormati, memuliakan, maka itu adalah anugerah dari Allah, janganlah dicari-cari. Pujian manusia yang dicari dapat merusak amal yang besar.Ibnu Jauzi menyarankan jika seseorang ingin ikhlas, sebaiknya ia menyembunyikan sifat zuhudnya bahkan dari istrinya sendiri agar tidak diceritakan ke mana-mana. Dicontohkan Daud bin Abi Hind yang berpuasa sunnah selama 20 tahun tanpa diketahui istrinya. Caranya adalah pagi hari membawa bekal dari rumah. Bekal itu disedekahkan di perjalanan. Istrinya mengira beliau makan di pasar. Orang pasar mengira beliau sudah makan di rumah. Padahal beliau sedang berpuasa. Iblis juga menipu sebagian ahli zuhud untuk mengisolasi diri (uzlah) di masjid atau gunung, namun tujuannya keliru. Mereka sengaja jarang keluar dan enggan berinteraksi agar tetap disegani, menjaga kedudukan, atau menutupi kebodohan/aib mereka sendiri. Mereka bahkan enggan menjenguk orang sakit atau menghadiri jenazah demi menjaga eksklusivitas tersebut. Mengisolasi diri berlebihan demi gengsi bukanlah jalan Rasulullah ﷺ dan para sahabat.Kisah Yusuf bin Asbath: Beliau bepergian dari satu kota ke kota lain. Ketika memasuki suatu kota, banyak orang menyalaminya, banyak orang mengenalnya, banyak orang menghormatinya. Yusuf bin Asbath merasa tidak nyaman dengan penghormatan tersebut. Beliau berkata bahwa hatinya mulai berubah. Karena takut kehilangan keikhlasan, beliau segera meninggalkan kota tersebut. Beliau mengatakan: "Aku tidak bisa kembali kepada hatiku yang dahulu."Kisah Nabi Yusuf 'alaihissalam: Ketika beliau masih berada di penjara, orang-orang berkata: "Kami melihat engkau termasuk orang-orang yang baik." Setelah keluar dari penjara, nabi Yusuf menjadi pejabat tinggi, memiliki kekuasaan, memiliki kedudukan besar. Bertahun-tahun kemudian orang-orang tetap berkata: "Kami melihat engkau termasuk orang-orang yang baik."Kedudukan tidak mengubah karakter Nabi Yusuf. Nabi Yusuf menjadi contoh orang yang tetap konsisten. Sebaliknya, Yusuf bin Asbath khawatir hatinya berubah hanya karena penghormatan manusia. Pelajaran: Hati manusia sangat mudah berubah.Semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin besar kebutuhan untuk menjaga keikhlasan.Ibnu Al-Jauzi menyebut bentuk talbis lainnya. Ada orang yang memakai pakaian robek, membiarkan pakaiannya tidak dijahit, sengaja terlihat miskin. Tujuannya agar dianggap zuhud. Diceritakan ada orang yang tidak menyisir jenggotnya karena menganggap dirinya terlalu sibuk dengan ibadah.Rasulullah ﷺ sendiri tetap pergi ke pasar membeli kebutuhannya dan mengangkat barang-barangnya sendiri. Begitu pula Abu Bakar yang memikul dagangan kainnya, dan Abdullah bin Salam yang memikul kayu bakar di atas kepalanya untuk mengikis rasa sombong dalam diri.Merawat penampilan bukanlah kesombongan. Rasulullah ﷺ adalah orang yang paling sibuk dengan urusan akhirat, namun beliau tetap menyisir rambutnya, bercermin, menggunakan minyak, dan memakai wewangian. Sahabat seperti Abu Bakar dan Umar juga merapikan penampilan dan mewarnai jenggot mereka.Kesimpulan: Zuhud bukan berarti harus memakai baju robek-robek yang sengaja tidak dijahit atau membiarkan rambut sekadar semrawut demi terlihat susah di mata manusia. Tetapi:✓ hati tidak bergantung kepada dunia✓ tidak mencari penghormatan manusia✓ tidak menjadikan amal sebagai sarana popularitasSiapa pun yang berkecimpung dalam dakwah atau ibadah harus selalu waspada agar amalnya tidak gugur akibat mencari pengakuan dan kedudukan di muka bumi.

💬 0 komentar📅 12 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya21 jam lalu
M
Melinda Yanuar

📍 Kota Serang

Talbis Iblis #10

Penipuan terbesar terhadap ahli zuhud dan ahli ibadah adalah riya' yang tersembunyi. Seseorang tampak zuhud, khusyuk, atau sederhana, tetapi sebenarnya hatinya menginginkan pujian dan kedudukan di mata manusia.Bentuk-Bentuk Talbis IblisMenampakkan tanda-tanda zuhudMenampilkan tubuh kurus, wajah pucat, pakaian lusuh, suara pelan, atau penampilan tertentu agar dianggap saleh.Padahal amal hanya diterima jika ikhlas karena Allah.Mencari kemuliaan manusiaSebagian orang sanggup menahan kesulitan bertahun-tahun demi mendapatkan penghormatan manusia.Kisah rahib Sam'an menunjukkan bahwa kemuliaan yang diberikan manusia sangat memikat hati dan dapat mengalahkan keikhlasan.Menyembunyikan amal untuk menjaga citraOrang saleh terdahulu menyembunyikan amal karena takut riya'.Namun ada yang menyembunyikan amal bukan demi Allah, melainkan agar semakin dipuji sebagai orang yang ikhlas.Menolak penghormatan secara pura-puraSebagian orang sengaja melakukan hal-hal yang dianggap merendahkan diri agar dipuji karena tawadhu'.Hakikatnya tetap mencari perhatian manusia.Mengasingkan diri demi popularitasAda yang menyendiri di masjid, gunung, atau ribath dengan alasan menjaga agama.Padahal terkadang tersembunyi rasa takabur, ingin dihormati, atau ingin dianggap ahli ibadah yang istimewa.Menjaga wibawa berlebihanMenolak bergaul, enggan membeli kebutuhan sendiri, tidak menjenguk orang, dan membuat jarak dengan masyarakat demi mempertahankan citra kesalehan.Menolak perkara mubah karena takut citra zuhud rusakTidak mau memakai pakaian yang baik, tidak mau tersenyum atau tertawa, bahkan menahan diri dari hal-hal yang dibolehkan syariat agar tetap dianggap zuhud.Mencari ketenaran melalui penampilanMemakai pakaian sangat robek, membiarkan rambut dan jenggot tidak terurus, atau sengaja tampil berbeda agar dikenal sebagai ahli zuhud.Ini termasuk pintu riya'.Teladan SalafSalaf sangat takut terhadap riya' dan ketenaran.Mereka tidak suka ditunjuk-tunjuk atau dipuji.Rasulullah ﷺ, Abu Bakar, dan Umar tetap menjaga kerapian, kebersihan, dan penampilan yang baik meskipun paling zuhud.Zuhud yang benar tidak bertentangan dengan sunnah dan tidak mencari perhatian manusia.

💬 0 komentar📅 12 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya21 jam lalu
A
Amika Aspar

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Talbis Iblis #10

Talbis Iblis #10: Talbis Iblis Dari Ahli Zuhud - Ustadz Dr. Firanda Andirja M.APoin-Poin Utama Talbis Iblis dalam Zuhud yang Palsu * Makna Zuhud yang Keliru Iblis membisikkan bahwa zuhud hanya terbatas pada makanan yang sederhana dan pakaian yang buruk, padahal perkara tersebut sangat mudah untuk dipamerkan. * Syahwat Kedudukan yang Samar Secara lahiriah penampilan mereka terlihat sangat zuhud, namun di dalam hati mereka sangat tamak terhadap pujian, penghormatan, jabatan, dan kepemimpinan. * Ciri-Ciri Riya Tersembunyi Merasa bangga jika rumahnya sering dikunjungi para pejabat, memuliakan orang kaya, mengabaikan orang miskin, dan senang jika tangannya dicium orang banyak. * Menolak Harta Demi Citra Sengaja menolak pemberian harta di hadapan publik bukan karena ikhlas, melainkan agar masyarakat kagum dan melabeli dirinya sebagai ahli zuhud yang sejati. * Menyiksa Diri Demi Sanjungan Sesaat Meniru cara ibadah pendeta yang sanggup hidup susah sepanjang tahun dan makan sangat sedikit hanya demi menikmati momen diagungkan oleh pengikutnya. * Menolak Sunnah dalam Penampilan Sengaja memakai baju robek-robek dan rambut berantakan, padahal Nabi Muhammad dan para sahabat selalu berpakaian rapi, menyisir rambut, dan memakai minyak wangi. * Berpura-Pura Khusyuk di Depan Orang Berjalan menundukkan kepala dan berbicara dengan suara yang sengaja diperlambat agar dinilai saleh, namun sikapnya berubah total saat sedang sendirian. * Menghindari Interaksi untuk Jaga Gengsi Sengaja mengurung diri di masjid atau gunung agar jarang terlihat oleh publik, dengan tujuan agar masyarakat tetap merasa segan dan menghormatinya.Teladan Para Salaf dalam Menjaga Keikhlasan * Menyembunyikan Amalan dari Keluarga Berusaha keras agar ibadah tidak diketahui orang lain, seperti kisah salaf yang berpuasa sunnah selama dua puluh tahun tanpa diketahui oleh istrinya sendiri. * Kabur dari Pengagungan Manusia Segera pindah tempat tinggal ketika masyarakat mulai ramai mengenali dan menghormatinya, karena sangat takut pujian tersebut akan merusak kebersihan hati. * Konsisten dalam Segala Kondisi Meniru keluhuran akhlak Nabi Yusuf yang tetap tawadu dan berbuat baik, baik saat menjadi tawanan yang hina di penjara maupun saat sukses menjadi pejabat negara.KesimpulanHakikat zuhud yang sebenarnya terletak pada bersihnya hati dari kegilaan terhadap pujian, popularitas, dan penghormatan manusia, bukan pada pakaian yang compang-camping atau makanan yang dibatasi jumlahnya. Menjaga penampilan agar tetap rapi sesuai sunnah Nabi serta menyembunyikan amal kebaikan adalah benteng terkuat agar selamat dari tipu daya iblis yang samar.

💬 0 komentar📅 12 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya21 jam lalu
A
Anna setyaningsih

📍 Kota Bekasi

Ringkasan Bab 10

📖✨ TALBIS IBLIS #10Talbis Iblis Terhadap Ahli Zuhud👤 Pemateri: Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A━━━━━━━━━━━━━━🌿 DEFINISI ZUHUD📝 Zuhud bukan berarti:❌ Memiskinkan diri❌ Berpakaian kumal❌ Tidak merawat diri❌ Meninggalkan seluruh kenikmatan dunia✅ Zuhud yang benar adalah:"Dunia berada di tangan, bukan di hati."Seseorang boleh memiliki harta, rumah, kendaraan, dan usaha, namun tidak menjadikan dunia sebagai tujuan hidup.🖍️ "Hakikat zuhud adalah amalan hati, bukan penampilan."━━━━━━━━━━━━━━① TALBIS IBLIS: MENCARI KEDUDUKAN DENGAN KEDOK ZUHUDIblis membisikkan kepada sebagian ahli ibadah:Tampilkan kesederhanaanmuTunjukkan kezuhudanmuBiarkan orang tahu ibadahmuSehingga manusia berkata:🌟 "Dia orang saleh." 🌟 "Dia ahli ibadah." 🌟 "Dia sangat zuhud."Padahal yang dicari:⚠️ Penghormatan manusia⚠️ Popularitas⚠️ Kedudukan di hati manusia🖍️ Highlight Penting: "Penyakit cinta pujian bisa bersembunyi di balik pakaian zuhud."━━━━━━━━━━━━━━② RIYA KHAFIY (RIYA YANG SAMAR)Apa itu riya?Melakukan amal agar dipuji manusia.Apa itu riya khafiy?Riya yang sangat tersembunyi hingga pelakunya sendiri kadang tidak sadar.Contohnya:Lebih khusyuk ketika dilihat orangLebih rajin saat ada penontonSenang jika dipujiSedih jika tidak dihargai⚠️ Ini termasuk perangkap iblis yang sangat halus.🖍️ "Semakin tersembunyi penyakit hati, semakin sulit diobati."━━━━━━━━━━━━━━③ KISAH AHLI IBADAH YANG TERTIPUDisebutkan kisah seorang pendeta Nasrani yang terkenal sangat zuhud.Ia:Sedikit makanBanyak beribadahHidup sederhanaNamun tujuan utamanya bukan Allah.Yang dicari adalah:❌ Ketenaran ❌ Kekaguman manusia ❌ Penghormatan manusia📌 Pelajaran:Amal besar tanpa ikhlas tidak bernilai di sisi Allah.━━━━━━━━━━━━━━④ SALAF SANGAT MENYEMBUNYIKAN AMALPara ulama terdahulu sangat takut terhadap riya.Mereka berusaha:🌱 Menyembunyikan qiyamul lail 🌱 Menyembunyikan sedekah 🌱 Menyembunyikan ibadah sunnahKarena mereka sadar:Amal yang tersembunyi lebih dekat kepada keikhlasan.Contoh:📚 Ibnu Sirin rahimahullahBeliau berusaha agar manusia tidak mengetahui ibadah malamnya.Bahkan terkadang beliau menutupi tanda-tanda ibadahnya.🖍️ "Orang yang ikhlas lebih takut amalnya diketahui manusia daripada tidak dihargai manusia."━━━━━━━━━━━━━━⑤ PENTINGNYA IKHLASAllah tidak menilai:❌ Penampilan ❌ Popularitas ❌ Banyaknya pengikutAllah menilai:❤️ Keikhlasan hati ❤️ Niat ❤️ Ketulusan amalTanda-tanda Ikhlas✅ Tetap beramal saat sendiri✅ Tidak menunggu pujian✅ Tidak kecewa ketika tidak dipuji✅ Tidak mencari perhatian manusia✅ Senang jika amal hanya diketahui Allah🖍️ "Nilai amal ditentukan oleh niat, bukan sorotan manusia."━━━━━━━━━━━━━━⑥ ZUHUD BUKAN BERARTI KUMUHKesalahan sebagian orang:Mengira semakin lusuh penampilan seseorang maka semakin zuhud.Padahal Rasulullah ﷺ:✨ Menyisir rambut ✨ Memakai minyak rambut ✨ Memakai wewangian ✨ Menjaga kebersihan ✨ Berpenampilan rapi📌 Zuhud tidak bertentangan dengan kerapian.🖍️ "Sunnah mengajarkan kesederhanaan, bukan kekumuhan."━━━━━━━━━━━━━━🌸 FAEDAH📝 Kezuhudan yang dipamerkan bisa menjadi pintu riya.📝 Penyakit hati lebih berbahaya daripada kekurangan lahiriah.📝 Semakin besar amal, semakin besar kebutuhan menjaga niat.📝 Amal rahasia adalah benteng keikhlasan.📝 Jangan tertipu oleh penampilan diri sendiri.📝 Perbaiki hati sebelum memperindah citra.━━━━━━━━━━━━━━🌷 Quote Catatan "Bukan masalah seberapa sederhana penampilan kita, tetapi seberapa bersih hati kita dari keinginan dipuji manusia."

💬 0 komentar📅 12 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya21 jam lalu
W
Wina

📍 Kabupaten Bogor

Talbis Iblis #10: Talbis Iblis Dari Ahli Zuhud

Catatan Kajian Kitab Talbis Iblis — Bab 9 (Bagian 2)Pemateri: Ust. Dr. Firanda Andirja, M.A. Tema: Hakikat Zuhud dan Samarnya Penyakit Riya (Khofiyyur Riya')1. Hakikat Zuhud Lahiriah vs Syahwat Tersembunyi (As-Syahwatul Khofiyyah)Al-Imam Ibnul Jauzi rahimahullahu ta'ala membuka sub-bab ini dengan judul Faslun fi Ma'na Az-Zuhdi al-Haqiqi (Bab tentang Makna Zuhud yang Hakiki). Beliau membongkar salah satu tipu daya Iblis yang paling samar dalam urusan dunia.Iblis mengelabui sebagian ahli zuhud dengan mengesankan bahwa hakikat zuhud itu hanyalah sebatas memiliki sifat qana'ah (merasa cukup) terhadap perkara-perkara lahiriah yang rendah, seperti memakai pakaian yang compang-camping atau memakan makanan yang sangat sederhana. Para ahli ibadah tersebut merasa telah sukses membuang dunia dari kehidupan mereka. Namun, mereka tidak menyadari bahwa hati mereka justru sangat rakus terhadap dunia yang paling tinggi nilainya, yaitu: jabatan (al-jah), kekuasaan (al-riyasah), kepemimpinan, dan pengakuan sosial.Karakteristik Ahli Zuhud yang Tertipu:Pakaian dan makanan mereka sangat sederhana, namun hati mereka selalu menanti-nanti kapan rumah mereka akan dikunjungi oleh para pejabat dan penguasa (Umara). Mereka merasa bangga dan terhormat dengan kunjungan tersebut.Mereka bersikap sangat memuliakan orang-orang kaya, namun mengabaikan dan memandang sebelah mata kaum fakir miskin.Mereka sengaja mengondisikan penampilan fisik dan raut wajah mereka agar terlihat sangat khusyuk di depan masyarakat. Mereka berjalan dengan menundukkan kepala dan berbicara dengan suara yang sangat pelan, seolah-olah mereka adalah orang-orang suci yang baru saja mendapatkan penyingkapan spiritual (musyahadah).Sebagian dari mereka sengaja menolak pemberian harta secara demonstratif di depan umum agar masyarakat menilai mereka telah mencapai derajat zuhud tertinggi, namun di saat yang sama, hati mereka sangat menikmati ketika melihat manusia berbondong-bondong datang ke rumahnya untuk mencium tangannya dan memperlakukannya bagai tokoh suci.Al-Imam Ibnul Jauzi menegaskan bahwa pamer ibadah secara lahiriah—seperti sengaja menguruskan badan, membuat wajah menjadi pucat kekuningan, menolak tersenyum, atau membiarkan rambut acak-acakan—bukanlah materi utama yang beliau bahas. Perbuatan seperti itu adalah riya lahiriah yang sangat mudah dideteksi oleh orang awam sekalipun. Materi inti yang beliau bedah di sini adalah Riya yang Samar (Khofiyyur Riya'), di mana dunia lahiriahnya dibuang, namun dunia batiniahnya (ambisi kehormatan) digenggam erat-erat.Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menyebut ambisi kegilaan terhadap kehormatan, pengakuan, dan keinginan untuk selalu dinomor-satukan ini dengan istilah As-Syahwatul Khofiyyah (Syahwat yang Tersembunyi). Penyakit ini jauh lebih berbahaya daripada syahwat fisik manusia terhadap makanan atau lawan jenis.Malik bin Dinar rahimahullah pernah memberikan peringatan yang sangat tajam bagi para pelaku formalisme ibadah ini:"Katakanlah kepada orang-orang yang tidak memiliki ketulusan (keikhlasan) di dalam beramal: Janganlah engkau melelahkan dan keletihan dirimu sendiri!" (Sebab amalan yang tidak ikhlas mutlak tertolak dan tidak akan menghasilkan apa-apa di akhirat selain keletihan fisik).2. Daqaiqul Ikhlas: Kisah Ibrahim bin Adham dan Rahib Sam'anMenjaga keikhlasan agar bersih dari detail-detail riya yang samar membutuhkan perjuangan yang sangat panjang. Yusuf bin Asbath rahimahullah sampai berkata: "Aku telah menghabiskan waktu selama 22 tahun hanya untuk belajar bagaimana cara mempraktikkan amal shalat dan ibadah yang benar-benar tulus dan bersih dari penyakit hati."Dalam urusan memahami detail orientasi hati ini, Ibrahim bin Adham menceritakan sebuah pengalaman berharga yang beliau dapatkan ketika mengambil pelajaran (ibrah) dari seorang pendeta Nasrani (Rahib) bernama Sam'an di kuil ibadahnya yang terisolasi di atas gunung:Ibrahim bin Adham bertanya kepada Rahib Sam'an: "Sudah berapa lama engkau tinggal dan mengurung diri untuk beribadah di dalam kuilmu ini?" > Rahib Sam'an menjawab: "Sudah 70 tahun." > Ibrahim bertanya lagi: "Lantas, apa yang engkau makan setiap harinya?" > Rahib itu menjawab: "Wahai Hanifi (wahai seorang muslim), setiap malam aku hanya memakan satu butir kacang Arab (Habbatul Hummus)." > Ibrahim terkejut lalu bertanya: "Perasaan dan ambisi apa yang bergejolak di dalam hatimu, sehingga sebutir kacang kecil itu bisa membuat fisikmu bertahan selama puluhan tahun?" > Rahib Sam'an kemudian membongkar rahasia batinnya: "Wahai Ibrahim, tidakkah engkau melihat kerumunan manusia yang sedang berkumpul di bawah kuilku itu? Mereka adalah orang-orang yang sengaja datang dari berbagai tempat demi menemuiku. Mereka hanya datang sekali dalam setahun, namun saat mereka datang, mereka akan mengagungkan diriku dengan luar biasa, menghiasi kuilku, dan melakukan thawaf di sekeliling tempat ibadahku. Ketahuilah, aku sengaja bersabar menahan lapar dan hidup menderita sepanjang tahun hanya demi membeli kemuliaan, Sanjungan, dan penghormatan sesaat dari manusia yang aku dapatkan dalam satu hari itu. Maka, wahai Hanifi, jika aku yang tersesat ini bisa bersabar menahan penderitaan sesaat demi kemuliaan duniawi yang semu, seharusnya engkau jauh lebih mampu bersabar menahan keletihan ibadah sesaat demi meraih kemuliaan yang abadi di akhirat!" Kalimat Rahib tersebut seketika menghentak batin Ibrahim bin Adham tentang hakikat makrifat dan samarnya orientasi amal.Rahib Sam'an kemudian ingin membuktikan kepada Ibrahim betapa gila dan butanya manusia terhadap simbol kesalehan. Rahib itu menurunkan sebuah wadah timba kecil ke bawah kuilnya yang berisi 20 butir kacang hummus sisa makanannya. Ketika kerumunan jemaah di bawah melihat wadah itu turun dari sang pendeta suci, mereka berebutan dan mendatangi Ibrahim bin Adham untuk membelinya.Ibrahim bin Adham sengaja menguji mereka dengan memasang harga yang sangat mahal: 1 butir kacang seharga 1 Dinar emas (1 Dinar setara dengan 4,25 gram emas murni). Kaum penyembah simbol tersebut tanpa ragu langsung menyerahkan uang 20 Dinar emas (setara sekitar 85 gram emas) hanya untuk menebus 20 butir kacang sisa tersebut.Ketika Ibrahim kembali ke atas kuil dan menyerahkan uang emas tersebut, Rahib Sam'an berkata: "Wahai Hanifi, engkau salah. Seandainya engkau menjual 20 butir kacang itu seharga 20.000 Dinar emas sekalipun, niscaya mereka akan tetap membayarnya tanpa ragu. Inilah nilai kemuliaanku di mata manusia yang menyembahku. Maka ambillah pelajaran, bagaimana dengan nilai kemuliaan di sisi Zat yang engkau ibadahi? Menujulah hanya kepada Rabbmu yang sejati, dan jangan pernah engkau menjual amalan akhiratmu demi mencari penghormatan makhluk seperti yang aku lakukan!"3. Menjaga Keikhlasan dengan Merusak Reputasi: Kisah Orang Saleh dan RajaPara ulama salaf terdahulu sangat ketat dalam menutup rapat pintu-pintu riya, bahkan mereka rela melakukan tindakan yang "merusak reputasi kesalehan" mereka di mata publik demi menyelamatkan keikhlasan batinnya ketika popularitas mulai datang mengancam.Wahb bin Munabbih rahimahullah menceritakan kisah tentang salah seorang ulama yang paling mulia dan paling zahid di zamannya. Ulama zahid ini pernah memberikan khotbah peringatan yang sangat mendalam kepada para pencinta zuhud:"Kita semua telah sepakat membuang dunia dan meninggalkan harta karena takut terjerumus ke dalam sifat melampaui batas (israf). Namun, demi Allah, aku sangat khawatir bahwa sikap kita yang meninggalkan harta ini justru menjatuhkan kita ke dalam jenis 'melampaui batas' yang jauh lebih dahsyat dan lebih merusak daripada yang menimpa para pemilik harta kekayaan!" > Orang-orang bertanya: "Perkara apakah itu?" > Beliau menjawab: "Aku melihat ada di antara kita yang sangat menikmati dan merasa senang ketika segala keperluan hidupnya dipermudah oleh manusia disebabkan karena faktor 'kesalehannya'. Ia merasa senang jika berbelanja di pasar lalu para pedagang sengaja memberikan diskon atau harga murah karena ia seorang ahli ibadah. Ia merasa bangga jika berjalan di tengah jalan lalu semua orang berdiri memberikan salam dan mengagungkan dirinya karena faktor agamanya. Inilah bencana batin yang sangat merusak."Nasihat emas ulama zahid tersebut akhirnya tersebar luas hingga terdengar ke telinga sang Raja. Sang Raja menjadi sangat kagum, lalu memutuskan untuk membawa seluruh pasukan dan pengawal kerajaannya secara mewah mendatangi rumah sang ulama demi memberikan salam penghormatan.Ketika sang ulama zahid melihat dari kejauhan bahwa rombongan besar Raja sedang bergerak menuju rumahnya untuk mengagungkan dirinya, ia langsung menyadari bahwa ini adalah ujian keikhlasan yang sangat mematikan. Ia segera memanggil budaknya dan bertanya: "Apakah engkau memiliki persediaan makanan atau buah-buahan di dapur?" Budaknya menjawab: "Ada." Padahal, pada hari itu sang ulama sedang menjalankan ibadah puasa sunnah. Namun, demi menghancurkan kekaguman Raja dan menyelamatkan hatinya dari penyakit riya, ia sengaja membatalkan puasa sunnahnya saat itu juga. Ketika Raja melangkah masuk ke dalam rumahnya, sang Raja mendapati ulama yang tadinya dinilai suci tersebut justru sedang duduk dengan santai sambil menyuapkan makanan ke dalam mulutnya secara lahap dan besar-besar (luqmah kabirah) seperti layaknya orang yang rakus dan tidak memiliki adab.Melihat pemandangan yang tidak estetik tersebut, seketika itu juga runtuhlah ekspektasi kekaguman di dalam hati sang Raja. Raja tersebut mengernyitkan dahi dan berkata kepada pengawalnya: "Ternyata orang ini hanyalah orang awam biasa yang rakus makanan, tidak ada kebaikan sama sekali pada dirinya." Raja pun langsung memutar balik pasukannya dan pergi meninggalkannya. Setelah rombongan penguasa itu pergi, sang ulama zahid bernapas lega dan mengucapkan:"Alhamdulillahilladzi shofaka 'anni bima dzammaka bihi" (Segala puji bagi Allah yang telah memalingkan dirimu dari sisiku melalui cara membuatmu mencela dan memandang rendah diriku). Beliau lebih memilih dicela oleh manusia namun selamat di sisi Allah, daripada dipuji sebagai wali oleh manusia namun menjadi bangkai di hadapan Allah.4. Strategi Salaf Melarikan Diri dari Popularitas dan JabatanA. Kisah Penyamaran Yazid bin MartsadKetika Raja Al-Walid bin Abdul Malik memutuskan untuk mengangkat seorang ulama saleh bernama Yazid bin Martsad rahimahullah untuk menduduki jabatan penting sebagai pejabat negara (Wali), kabar tersebut terdengar oleh Yazid. Karena beliau sangat paham bahwa jabatan adalah fitnah dunia yang dapat merusak agama, beliau menyusun strategi untuk menggagalkan pelantikan tersebut tanpa harus melanggar hukum.Beliau sengaja mengambil jubah kulit (farwah) miliknya, lalu memakainya secara terbalik (bagian bulu domba yang gatal diletakkan di dalam menyentuh kulit, sedangkan bagian kulit dalam diletakkan di luar). Beliau kemudian keluar berjalan ke tengah pasar raya dalam kondisi kepala telanjang tanpa penutup (rida/songkok), serta kaki telanjang tanpa alas kaki (na'lin/khuff), sambil berjalan memakan roti dan meminum air di tengah kerumunan pasar laksana orang yang kehilangan akal.Melihat perilaku tersebut, masyarakat segera melapor kepada Raja: "Wahai Raja, urungkan niatmu untuk mengangkat Yazid bin Martsad sebagai pejabat, karena saat ini kondisi otaknya sedang tidak beres; ia berjalan di pasar dengan baju terbalik tanpa alas kaki sambil mengunyah makanan." Raja pun akhirnya membatalkan pengangkatan tersebut, dan Yazid bin Martsad berhasil menyelamatkan agamanya.B. Kisah Dawud bin Abi Hind: Berpuasa 20 Tahun Tanpa Diketahui IstriIbnul Jauzi menjelaskan bahwa sebagian ahli ibadah ada yang mampu bersabar melakukan zuhud secara konsisten, namun ketahanan sabar mereka muncul karena didorong oleh faktor eksternal, yaitu karena tahu bahwa aktivitas zuhudnya selalu diceritakan secara bangga oleh istri atau teman-teman dekatnya kepada orang lain.Untuk memutus urat riya tersebut, Dawud bin Abi Hind rahimahullah mencontohkan tingkat keikhlasan tertinggi: beliau mampu menjalankan ibadah puasa sunnah selama 20 tahun tanpa disadari sedikit pun oleh istrinya sendiri.Strateginya sangat cerdas: Setiap pagi sebelum berangkat bekerja ke pasar, beliau selalu membawa bekal sarapan yang disiapkan oleh istrinya dari rumah. Di tengah perjalanan menuju pasar, Dawud bin Abi Hind menyedekahkan seluruh makanan tersebut kepada fakir miskin secara diam-diam. Ketika tiba di pasar, para pedagang mengiranya sudah sarapan di rumah. Dan ketika sore hari beliau pulang ke rumah, istrinya mengiranya sudah memakan bekal tersebut di pasar. Beliau berhasil menyembunyikan puasa sunnahnya selama dua dekade dari orang terdekatnya.C. Bahaya Sikap Mengisolasi Diri demi Menjaga ImageIblis juga menipu sebagian orang untuk menetap secara permanen di dalam masjid, pondok pesantren (ribat), atau gua di gunung bukan karena murni ibadah, melainkan karena memiliki dua motif tersembunyi:Menjaga Wibawa Kedudukan: Mereka tahu jika mereka terlalu sering keluar dan berinteraksi sosial dengan masyarakat, maka pesona "kesucian" dan kewibawaan mereka akan luntur di mata manusia. Mereka sengaja membatasi diri agar tetap disegani.Menutupi Kebodohan: Mereka sengaja menolak berdiskusi atau berbicara banyak dengan manusia agar tingkat kebodohan mereka terhadap ilmu agama tidak terbongkar, sehingga masyarakat tetap mengira mereka adalah ulama yang diam karena khusyuk.Mereka menikmati pelayanan dari manusia, menyukai ciuman tangan, dan senang melihat orang-orang berebutan di depan pintu rumahnya. Namun, mereka menolak mendatangi orang sakit atau menghadiri jenazah masyarakat kecil dengan dalih "menjaga rutinitas ibadah". Ibnul Jauzi menyebut perilaku ini sebagai adat kebiasaan yang rusak dan keluar dari tuntunan syariat.5. Kritik terhadap Ekstremisme Penampilan Terlantar vs Sunnah Kerapian Nabi ﷺIblis menanamkan syubhat kepada sebagian ahli zuhud bahwa memakai pakaian bagus atau menyisir rambut adalah bentuk kecintaan terhadap dunia, sehingga mereka sengaja membiarkan pakaiannya robek-robek tanpa dijahit dan membiarkan janggut serta rambutnya acak-acakan. Ketika salah seorang dari mereka ditegur, "Mengapa engkau tidak menyisir janggutmu?", ia menjawab dengan sombong: "Urusan akhiratku terlalu sibuk sehingga aku tidak memiliki waktu luang hanya untuk sekadar menyisir janggut."Al-Imam Ibnul Jauzi membantah keras pola pikir rahbanyyah (pendetaisme) ini. Beliau menegaskan bahwa penampilan yang kumal dan terlantar secara sengaja bukanlah petunjuk Rasulullah ﷺ, bukan pula manhaj para sahabat, dan bukan jalan tabi'in.Sunnah Penampilan Rasulullah ﷺ:Rasulullah ﷺ adalah manusia yang paling sibuk urusan akhirat dan dakwahnya di atas muka bumi, namun beliau adalah manusia yang paling rapi penampilannya.Beliau selalu menyisir rambutnya, selalu berkaca di depan cermin untuk merapikan penampilannya, dan selalu menggunakan minyak wangi terbaik hingga aromanya tercium sebelum fisiknya terlihat.Bahkan ketika beliau sedang melaksanakan ibadah iktikaf di dalam masjid, beliau tetap menjaga kerapian dengan menjulurkan kepalanya ke kamar Aisyah radhiallahu 'anha agar rambut beliau disisir dengan rapi oleh istrinya.Sahabat yang paling zahid dan paling takut kepada Allah, seperti Abu Bakar As-Shiddiq dan Umar bin Khattab, mereka berdua tetap merapikan penampilan mereka dan mewarnai jenggot mereka menggunakan pacar (hinna' dan katam) agar terlihat rapi dan berwibawa di hadapan manusia.Penolakan terhadap Kesombongan: Kisah Abdullah bin SalamSahabat Abdullah bin Salam radhiallahu 'anhu (seorang mantan pendeta Yahudi yang masuk Islam dan dijamin masuk surga) pernah berjalan di tengah pasar kota Madinah sambil memikul seikat kayu bakar yang berat di atas kepalanya. Masyarakat heran dan menegurnya: "Wahai Abdullah bin Salam, mengapa engkau masih bersusah payah memikul kayu bakar di atas kepalamu, padahal Allah telah memberikan kecukupan harta yang sangat banyak bagimu?"Abdullah bin Salam memberikan jawaban yang luar biasa:"Aradtu an adfa'a bihil-kibra 'an nafsi" (Aku sengaja melakukan tindakan memikul kayu ini semata-mata untuk menghancurkan benih kesombongan di dalam jiwaku). Karena aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidak akan masuk surga seorang hamba yang di dalam hatinya terdapat benih kesombongan walaupun hanya seberat biji sawi."

💬 0 komentar📅 12 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya22 jam lalu
D
Deni trisiananingrum

📍 Kota Administrasi Jakarta Pusat

Talbis iblis bagian 10

Kitab TALBIS IBLIS - “Tipuan Iblis”karangan Abdurrahman bin Ali bin Muhammad Ibnul JauziBagian 10Oleh Ustadz Firanda AndirjaSumber: Youtube Firanda Andirja Talbis Iblis-10BAB KESEMBILAN: PENIPUAN IBLIS TERHADAP PARA ZAHID DAN AHLI IBADAHBagian 2Tentang Tipu Daya Iblis Mengenai Zuhud ◦ Di antara tipu daya Iblis kepada mereka adalah bahwa dia memberikan ilusi kepada mereka bahwa zuhud hanyalah merasa puas dengan makanan dan pakaian yang sederhana saja. Maka mereka puas dengan hal itu, padahal hati mereka masih menginginkan kepemimpinan dan mencari kedudukan. Maka kamu melihat mereka mengintai untuk dikunjungi para pembesar, dan mereka memuliakan orang-orang kaya, bukan orang-orang miskin. Mereka menampakkan kerendahan hati ketika bertemu orang-orang, seolah-olah mereka baru keluar dari menyaksikan (hal-hal spiritual). Bahkan mungkin salah seorang dari mereka menolak harta agar tidak dikatakan bahwa dia telah mulai berzuhud, padahal mereka senang ketika orang-orang datang kepada mereka dan mencium tangan mereka. Ini adalah pintu yang paling luas dari urusan-urusan duniawi, karena puncak dunia adalah kepemimpinan. ◦ Yang paling banyak dijadikan Iblis untuk menipu para hamba dan ahli zuhud adalah riya' yang tersembunyi. Adapun riya' yang tampak, maka itu tidak termasuk dalam tipu daya, seperti menampakkan kekurusan, wajah yang pucat, dan rambut yang kusut agar dijadikan petunjuk atas zuhud. Demikian juga merendahkan suara untuk menunjukkan khusyu', dan demikian juga riya' dalam shalat dan sedekah. Contoh-contoh yang tampak seperti ini tidak tersembunyi. Sesungguhnya kami menunjukkan riya' yang tersembunyi. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: "Sesungguhnya amal-amal itu tergantung pada niat-niatnya." Apabila seseorang tidak bermaksud mencari wajah Allah 'azza wa jalla dengan amalnya, maka tidak akan diterima. Malik bin Dinar berkata: "Katakanlah kepada orang yang tidak jujur: jangan melelahkan dirimu."Ketahuilah bahwa seorang mukmin tidak menginginkan dengan amalnya kecuali Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sesungguhnya yang masuk kepadanya adalah riya' yang tersembunyi, sehingga perkara itu menjadi kabur dan keselamatannya darinya sangat sulit. Karena takut riya', orang-orang saleh menyembunyikan amal- amal mereka untuk menjaganya dan mereka samarlah dengan lawannya. Ibnu Sirin tertawa di siang hari dan menangis di malam hari. ◦ Di antara ahli zuhud ada yang menggunakan zuhud secara lahir dan batin, tetapi dia telah tahu bahwa tidak mungkin tidak diceritakan oleh teman- temannya atau istrinya tentang meninggalkan dunia, maka sabar menjadi mudah baginya sebagaimana mudah bagi rahib yang kami ceritakan kisahnya dengan Ibrahim bin Adham. Seandainya dia menginginkan keikhlasan dalam zuhudnya, dia akan makan bersama keluarganya secukupnya sehingga lenyap kedudukan jiwa dan terputus pembicaraan tentangnya. Dawud bin Abi Hind pernah berpuasa dua puluh tahun tanpa diketahui keluarganya. Dia mengambil makan siangnya dan keluar ke pasar, lalu bersedekah dengannya di jalan. Orang-orang pasar mengira dia telah makan di rumah, dan orang- orang rumah mengira dia telah makan di pasar. Demikianlah keadaan orang- orang. ◦ Di antara orang-orang yang berzuhud ada yang kekuatannya adalah menyendiri di masjid atau ribath atau gunung. Kesenangannya adalah orang- orang tahu tentang keterasingannya. Bahkan mungkin dia berdalih untuk menyendiri dengan berkata: "Aku takut melihat kemungkaran dalam keluarku." Dia memiliki tujuan-tujuan dalam hal itu, di antaranya adalah takabur dan meremehkan orang-orang, di antaranya dia takut mereka akan kurang dalam melayaninya, di antaranya menjaga wibawa dan kepemimpinannya. Sesungguhnya bergaul dengan orang-orang akan menghilangkan itu, dan dia ingin pujian dan penyebutannya tetap ada. Bahkan mungkin tujuannya adalah menutupi aib-aib, keburukan-keburukan, dan kebodohannya dalam ilmu. Dia melihat ini dan suka dikunjungi tetapi tidak mengunjungi. Dia gembira dengan kedatangan para pembesar kepadanya dan berkumpulnya orang awam di pintunya serta mereka mencium tangannya. Dia meninggalkan menjenguk orang sakit dan menghadiri pemakaman, dan teman-temannya berkata: "Maafkan syaikh, ini kebiasaannya," padahal tidak ada kebiasaan yang menyelisihi syariat. Seandainya orang ini membutuhkan makanan dan tidak ada yang membelikannya, dia akan sabar dalam kelaparan agar tidak keluar untuk membeli itu sendiri sehingga kedudukannya hilang karena berjalan diantara orang awam. Seandainya dia keluar dan membeli kebutuhannya, ketenaran akan terputus darinya, tetapi di batinnya menjaga wibawa.Penyusun berkata: Yang aku sebutkan tentang keluar untuk membeli kebutuhan dan semacamnya dari merendahkan diri adalah kebiasaan salaf terdahulu. Kebiasaan itu telah berubah sebagaimana keadaan dan pakaian telah berubah. Maka aku tidak melihat seorang alim keluar hari ini untuk membeli kebutuhannya, karena itu akan mengungkap cahaya ilmu di sisi orang-orang bodoh, padahal mengagungkannya di sisi mereka disyariatkan. Memperhatikan hati mereka dalam hal seperti ini masuk kepada riya'. Menggunakan apa yang mewajibkan wibawa di hati tidak dilarang. Tidak semua yang ada pada salaf yang tidak mengubah hati orang-orang saat itu pantas dilakukan hari ini. Sesungguhnya dia takut ucapan orang-orang bodoh: "Lihatlah ahli zuhud ini bagaimana mereka berbuat." Hal itu karena orang awam tidak dapat menerima hal seperti ini dari orang-orang yang beribadah. ◦ Di antara mereka ada segolongan orang yang jika salah seorang diminta memakai pakaian yang lembut, dia tidak akan melakukannya agar kedudukannya dalam zuhud tidak rusak. Seandainya nyawanya keluar, dia tidak akan makan sementara orang-orang melihatnya. Dia menjaga dirinya dalam tersenyum, apalagi tertawa. Iblis memberinya ilusi bahwa ini untuk memperbaiki makhluk, padahal ini adalah riya' yang dengannya dia menjaga aturan wibawa. Maka kamu melihatnya menundukkan kepala dengan tanda- tanda kesedihan. Jika dia sendiri, kamu melihatnya seperti singa yang berang Salaf dahulu menolak segala sesuatu yang menyebabkan orang menunjuk kepada mereka dan mereka lari dari tempat di mana mereka ditunjuk. ◦ Di antara ahli zuhud ada yang memakai baju yang robek dan tidak menjahitnya, meninggalkan perbaikan serbannya dan menyisir jenggotnya agar terlihat bahwa dia tidak memiliki kebaikan dari dunia. Ini termasuk pintu- pintu riya'. Jika dia jujur dalam berpaling dari urusan-urusan duniawi sebagaimana dikatakan kepada Dawud ath-Tha'i: "Mengapa kamu tidak menyisir jenggotmu?" Dia berkata: "Sesungguhnya aku sibuk darinya." Maka hendaklah dia tahu bahwa dia menempuh selain jalan yang benar, karena ini bukan cara Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabatnya. Sesungguhnya beliau menyisir rambutnya, melihat ke cermin, berminyak, dan memakai wangi-wangian, padahal beliau adalah makhluk yang paling sibuk dengan akhirat. Abu Bakar dan Umar radhiyallahu 'anhuma memakai pacar dan katam, padahal mereka adalah sahabat yang paling takut dan paling zuhud. Barangsiapa mengklaim derajat yang melebihi sunnah dan perbuatan orang-orang besar, tidak perlu diperhatikan.

💬 0 komentar📅 12 Jun 2026Baca selengkapnya →
📝 Talbis Iblis #jejakcahaya22 jam lalu
D
Ditha Ayuningtyas

📍 Kota Administrasi Jakarta Selatan

Materi 10 Talbis iblis

TALBIS IBLIS: 10 TIPU DAYA IBLIS TERHADAP AHLI ZUHUDUstadz Firanda Andirja“Di antara talbis iblis yang dilancarkan oleh iblis kepada ahli zuhud, iblis menggambarkan qana’ah pada yang rendah; makanan dan pakaian, maka mereka menerima tipuan iblis tersebut. Sementara mereka tidak zuhud terhadap kekuasaan, kepemimpinan, dan jabatan.”Ciri-ciri Talbis Iblis pada Ahli ZuhudZuhud pada pakaian dan makanan, tetapi hatinya menginginkan kekuasaan, kepemimpinan, dan kedudukan.Zuhudnya benar, pakaiannya sederhana, tetapi hatinya ingin diakui, dihormati, diagungkan, serta ingin meraih kekuasaan.Mereka menanti-nanti dikunjungi oleh para pejabat.Mereka merasa senang dan bangga apabila diziarahi oleh para pembesar atau pejabat.Mereka memuliakan orang-orang kaya, tetapi tidak memuliakan orang-orang miskin.Ahli zuhud ini berpura-pura khusyuk ketika bertemu dengan masyarakat.Kebanyakan tipuan iblis yang menimpa ahli ibadah dan ahli zuhud adalah riya’ yang tersembunyi.Mereka beramal bukan karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, tetapi hanya agar dihormati.Tujuan amalnya adalah untuk mendapatkan pujian, sanjungan, dan pengakuan manusia.Ia beramal bukan karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, melainkan hanya untuk dihormati.

💬 0 komentar📅 12 Jun 2026Baca selengkapnya →